WorldWideScience

Sample records for bahan bakar oksida

  1. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  2. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  3. Desain Motor Bakar Bensin Untuk Mencapai Persyaratan Standar Polusi Dan Penghematan Bahan Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrata Suhada

    2002-01-01

    Full Text Available Fuel consumption of an engine is one of the most important factors for a car, the economy of a car is determined by the engine thirst. Every car driver expects to drive a car with less consumption. Differences in how a car is operated, make a different in result too, car used with maximum power and full speed for longer run is not the same as using it for city drive, which might have to make a lot of car stop. Such drive conditions will effect the fuel consumption. Control of the mixture and the timing to inject the fuel between full load and low running load or idle should be different. Because of the pollution which create more and more problem, especially from car's engine, government and environment controller have instructed designer and manufacturer of cars to commit the regulation regarding air pollution. Standard have been design to reach the condition where the components of pollutant should be minimized until it reach a zero level. To meet that expectation, a lot of changes have been made in the past until now, such as the use of light material, different type of fuel injection, using variable control of valve lift and valve timing. Abstract in Bahasa Indonesia : Ekonomis atau tidaknya suatu kendaraan bermotor dapat diukur dari banyaknya bahan bakar yang dipakai untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Setiap pemakai tentunya mengharapkan dapat memiliki kendaraan yang hemat bahan bakar. Pengoperasian kendaraan biasanya tidak akan mencapai hasil yang sama untuk segala kondisi operasi, misalnya operasi kendaraan pada kecepatan penuh sangat berbeda dengan kendaraan yang dioperasikan di dalam kota yang sering berhenti. Hal ini sangat menentukan pemakaian bahan bakar. Pengaturan pencampuran dan masuknya bahan bakar ke dalam silinder perlu dibedakan, antara operasi beban penuh dan operasi beban rendah atau menengah. Keadaan lingkungan yang makin menguatirkan, disebabkan oleh polusi udara dari kendaraan bermotor, mewajibkan para perencana dan

  4. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  5. PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF GAS ALAM TERKOMPRESI SEBAGAI BAHAN BAKAR MESIN PENGGERAK KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Wibawa Budi S

    2013-04-01

    Full Text Available Mesin Diesel adalah mesin yang paling banyak di gunakan oleh para nelayan tradisional untukopersional penangkapan ikan. Kenikan harga dan tidak stabilnya pasokan BBM akan meresahkanmasyarakat nelayan. Untuk itu harus ada upaya pemanfaatan energi alternatif yang bersumber selain dariBBM dan juga ramah lingkungan. Salah satu energi alternatif adalah energi gas alam (natural gasdiantaranya bahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas. Penggunaan bahan CNGpada mesin kapal adalah dengan sistem bahan bakar ganda/Dual Fuel system yaitu system bahan bakaryang menggunakan 2 (dua jenis bahan bakar sekaligus di dalam bekerjanya motor penggerak yaitu BBGCNGdan BBM-Solar melalui penggunaan CNG Conversion kit. Setelah dilakukan pengujianPerbandingan konsumsi bahan bakar pada operasional kapal, Penggunaan solar sebanyak 10 liter dengannilai Rp. 45 ribu, setelah dilakukan konversi pengunaan BBM setara dengan penggunaan 2 liter solar dan6 liter CNG sehingga nelayan dapat menghemat sebanyak Rp. 16.500 dengan asumsi harga CNG yangberlaku saat ini sebesar Rp. 3.250 per liter. Jika semakin tinggi harga minyak solar dan harga CNG tetapatau mengalami penurunan maka efisiensi dan penghematan biaya operasional semakin besar. Penelitianini diharapkan mampu memberikan solusi penggunaan bahan bakar alternatif yang bisa mengurangi biayaopersional nelayan sehingga pendapatan dan kesejahteraan nelayan bisa meningkat

  6. PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF GAS ALAM TERKOMPRESI SEBAGAI BAHAN BAKAR MESIN PENGGERAK KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    OpenAIRE

    Ari Wibawa Budi S; Reza Shah Alam

    2013-01-01

    Mesin Diesel adalah mesin yang paling banyak di gunakan oleh para nelayan tradisional untukopersional penangkapan ikan. Kenikan harga dan tidak stabilnya pasokan BBM akan meresahkanmasyarakat nelayan. Untuk itu harus ada upaya pemanfaatan energi alternatif yang bersumber selain dariBBM dan juga ramah lingkungan. Salah satu energi alternatif adalah energi gas alam (natural gas)diantaranya bahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas. Penggunaan bahan CNGpada mesin kapal adalah ...

  7. Penggunaan Minyak Nabati Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Motor Diesel Sistim Injeksi Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricky Winaya

    2002-01-01

    Full Text Available Vegetable oil as an example product of agricultural engineering, has potential to be developed to renewable energy called bio-diesel. This paper describes comparison study performance from a direct injection system diesel-engine fueled with composition 20%, 30% and 40% bio-diesel, with diesel engine fueled diesel oil (solar. The test results have shown that the engine fueled with 20%, 30%, and 40% bio-diesel produce slightly lower torque and power than the same engine fueled with solar. The other research before, the emission test results have shown a lower particulate matter, hydrocarbon and carbon monoxide from exhaust. Abstract in Bahasa Indonesia : Minyak nabati sebagai suatu contoh produk dalam bidang rekayasa pertanian, berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu bentuk energi bahan bakar yang terperbaharui yang disebut dengan bio-disel. Tulisan ini membahas tentang studi perbandingan performansi motor disel sistim injeksi langsung berbahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% bio-disel, dengan yang berbahan bakar minyak diesel (solar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor disel yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% biodisel menghasilkan torsi dan daya yang lebih rendah daripada motor yang sama berbahan bakar solar. Hasil penelitian sebelumnya, hasil uji emisi menujukkan adanya partikel, hidrokarbon dan karbon monoksida yang lebih rendah pada saluran buang. Kata kunci: Minyak nabati, Biodisel, Torsi, daya.

  8. Kinerja Mesin Diesel Memakai Bahan Bakar Biodiesel Biji Karet dan Analisa Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2010-01-01

    reactor (BCR tekanan atmosfir telah dilaporkan. Spesifikasi B-100 tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar dalam penelitian ini yaitu: densitas 882 g/ml; viskositas kinematik 5,19 cSt; calculated cetane index (CCI 47,5; titik tuang –6oC; flash point 200 oC; residu karbon mikro dalam sampel asli 0,126% massa dan dalam 10% ampas distilasi 2,87% massa; sedimen 0,01% volume; temperatur distilasi 347oC; kandungan sulfur 0,72 ppm; angka asam 0,01 mgKOH/g; serta nilai kalor rendah 9184,43 kkal/kg. Biodiesel dicampur dengan solar (B-0 pada tingkat perbandingan tertentu sehingga diperoleh B-5, B-10, B-15, dan B-20 (B-5 adalah campuran antara biodiesel 5% serta solar 95%, dst dipergunakan sebagai bahan bakar pada mesin diesel stasioner. Kinerja mesin diesel dan emisi gas buang dibandingkan dengan mesin yang memakai solar (B-0. Mesin dioperasikan pada putaran konstan 1350, 1750, 2150, 2550, dan 2950 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar B-10 menghasilkan kinerja mesin terbaik pada putaran 2550 rpm. Pada putaran ini diperoleh daya maksimum sebesar 36,95 PS, konsumsi bahan bakar spesifik terendah sebesar 0,256 kg/(PS.jam, efisiensi termal 58,44%, kandungan CO terkecil sebesar 0,4%, dan opasitas gas buang 58,6% HSU memenuhi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2006, dan tidak perlu memodifikasi mesin. Jika dibandingkan dengan solar murni (B-0, B-10 lebih baik dari pada B-0 karena pada kondisi optimum menghasilkan kenaikan daya sebesar 1,8%, konsumsi bahan bakar spesifik sama 0,256 kg/(PS.jam, efesiensi termal naik 2,4%, kadar CO gas buang turun 80%, serta CO2 turun 55%. Kata kunci: Biodiesel, RSO, non-katalis, mesin diesel.

  9. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  10. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  11. Pemanfaatan Biogas Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak Dan Gas

    OpenAIRE

    Ramli Tarigan

    2009-01-01

    Gas bio merupakan gas hasil aktivitas biologi melalui proses fermentasi anaerob dan merupakan energi terbarukan, sebagai bahan pembuat gas bio adalah kotoran hewan dan sampah organik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua macam variasi pengenceran terhadap medium larutan (air PDAM ) yaitu 1 : 2 dan 1 : 4% volume. Pengamatan meliputi besarnya produksi gas bio, komposisi gas bio, tekanan, tempratur dan tingkat keasaman (pH). Temperatur yang bekerja pada bio degester berkisar 30 – 350C, ti...

  12. Pengaruh Variasi Perbandingan Udara-Bahan Bakar Terhadap Kualitas Api Pada Gasifikasi Reaktor Downdraft Dengan Suplai Biomass Serabut Kelapa Secara Kontinyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sholehul Hadi

    2013-12-01

    Full Text Available Salah satu bentuk energy alternatif adalah gasifikasi biomassa. Biomas yang digunakan adalah serabut kelapa muda karena jumlahnya melipah dan belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Gasifikasi dari serabut kelapa dijadikan syn gas untuk bahan bakar terbarukan dan dapat diperbaharui. Dengan peralatan reactor gasifikasi dapat dihasilkan (Air Fuel Ratio terbaik untuk sistem pemasukan serabut kelapa kontinyu 0,5 kg/10 menit , melalui putaran dimmer pada sentrifugal blower diberikan 4 variabel yaitu 5, 7, 9, 10. Dan memvariasikan ukuran serabut kelapa 10-50 mm dan 50-100 mm. Hasil menunjukan untuk: zona pengeringan pada temperatur (T1 sampai 100ºC, zona pirolisispada temperatur (T2 sampai 350ºC, zona oksidasi parsialpada temperatur (T3 sampai 600ºC, zona reduksipada temperatur (T4 sampai 450ºC, indikator temperatur synthetic-gas pada temperatur (T5 sampai 120ºC dan Kandungan energi terbaik ditinjau dari LHV  syn-gas dihasilkan pada variasi AFR 1,06 untuk ukuran serabut kelapa 50-100 mm dengan efisiensireaktorgasifikasi sebesar 69,87 %. Pada variasi AFR tersebut dihasilkan komposisi flammable gas sebagai berikut : CO= 20,8%, H2 = 5,34%, dan CH4 = 4,5%.Untuk variasi ini prosentase kandungan syn-gas dan laju alir massa syn-gas selama proses memiliki komposisi yang tepat sehingga visualisasi nyala api yang dihasilkan terdapat warna biru dengan suhu 3530C.

  13. Modifikasi Mesin Diesel Satu Silinder berbahan bakar Solar menjadi LPG dengan Menggunakan Sistem Gas Mixer

    OpenAIRE

    Sihombing, Roland

    2015-01-01

    Dalam penelitian ini dilakukan pengujian bahan bakar LPG sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel yang dimodifikasi dengan mengadopsi sitem gas mixer. Mesin diesel yang digunakan adalah Mesin Diesel Kama YL170F satu silinder 4 langkah dengan pendinginan udara. Pengujian dilakukan pada beban stasioner 400 watt dan 800 watt, serta variasi putaran 2400-3400 rpm. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan mengubah sistem pembakaran yang pada awalnya menggunakan sistem pengabutan bahan bakar...

  14. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  15. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  16. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber dan Cangkang di Palm Oil Mill Dengan Kapasitas 45 Ton TBS/Jam

    OpenAIRE

    Batubara, Pesulima

    2015-01-01

    Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler adalah tekanan superheater, temperatur air umpan, temperatur uap, jumlah uap yang dihasilkan, jumlah konsumsi bahan bakar, dan nilai kalor pembakaran bahan bakar. Penggunaan software chemicallogic steamtab companion untuk menghitung nilai enthalpy. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler, hubungan variasi jumlah uap yang...

  17. Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin Dengan Turbojet Accelerator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekadewi Anggraini Handoyo

    2002-01-01

    Full Text Available One of several devices attached in an ignition engine to improve its performance is turbojet accelerator. The manufacturer claims that it will improve the engine's performance. To verify this advertisement, a research is done in Motor Bakar Laboratory in Petra Christian University. From the research done, it is found out that the device, turbojet accelerator, makes the pressure of the air incoming to the carburetor decreases while its velocity increases. Meanwhile, the performances of the engine including Brake Horse Power (BHP, torque, Brake Mean Effective Pressure (BMEP and thermal efficiency are increasing. The engine equipped with turbojet accelerator will save its fuel consumption. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu alat yang ditambahkan pada motor bakar untuk menaikkan unjuk kerjanya adalah turbojet accelerator. Produsen alat ini mengatakan bahwa unjuk kerja motor bakar akan meningkat dengan pemasangan alat ini. Untuk membuktikan promosi ini dilakukan penelitian di laboratorium Motor Bakar, Universitas Kristen Petra. Hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan adalah bahwa turbojet accelerator menyebabkan aliran udara masuk karburator dengan lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Sedang unjuk kerja yang meliputi daya BHP, Torsi, BMEP dan efisiensi termis motor bakar meningkat. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat jika motor bakar dilengkapi turbojet accelerator. Kata kunci: Turbojet accelerator, Motor bakar bensin, BHP, SFC, Torsi, Efisiensi termis.

  18. Prediksi Ignition Delay Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Siagian

    2013-01-01

    Full Text Available Pada mesin diesel ada tenggang waktu antara sejak dimulainya penginjeksian solar (periode injeksi ke dalam silinder bakar mesin, kemudian terbentuk campuran udara+embun solar sampai terjadi titik api yang mula-mula atau periode pengapian. Tenggang waktu atau keterlambatan pengapian ini disebut ignition delay. Ignition delay adalah suatu parameter yang sangat berpengaruh terhadap awal sampai akhir proses pembakaran di dalam silinder bakar mesin, oleh sebab itu sangat menentukan performa dan emisi gas buang mesin. Pada pengujian di sini, sebagai mesin berbahan bakar ganda.Bahan Bakar Gas (BBG, yaitu; propana, metana, dan hidrogen masing-masing dialirkan ke dalam silinder bakar mesin diesel konvensional, setelah bercampur dengan udara oleh sebuah mixer yang ditempatkan di dalam intake port. Kemudian bahan bakar solar disemprotkan langsung ke dalam silinder mesin dengan jumlah kecil (hanya sebagai pemicu api saja, dan ignition delay solar yang diinjeksikan tersebut dengan periode injeksi yang bervariasi dianalisis dan dievaluasi. Pada penelitian ini telah dilakukan dan ditemukan model perhitungan untuk memprediksi ignition delay, yaitu dengan menerapkan persyaratan autoignition Livengood-Wu (Livengood dan Wu, 1955. Dengan didapatkannya model perhitungan untuk memprediksi ignition delay ini maka diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan akurasi hasil yang didapat di dalam penelitian pada level simulasi khususnya pada bidang mesin diesel.

  19. FUEL CELL SEBAGAI PENGGANTI MOTOR BAKAR PADA KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrata Suhada

    2001-01-01

    Full Text Available Cars powered by engine is one of transport vehicle used in developed countries, which caused ecological problem to the environment, the effect of this problem is faced nowadays especially in big cities. Since medio of 20th century many researches and developments have been done, to cope with that problem, to have less emission in the environment. One of the equipment to replace engines, have been developed since the last decade of 20th century, give a lot of advantages called fuel cell, which can produce energy by electric-chemically process. Due to the differences of fuel cell compare with conventional engine, vehicles using fuel cell has to be redesign, some components have to be changed radically, like the fuel system, drive train and control system. The result of researches and developments which have been done, promise a lot of advantages, which conventional engines can not give, therefore it is probable that fuel cell will replace conventional engine. Abstract in Bahasa Indonesia : Kendaraan bermotor yang merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di negara-negara modern, menimbulkan masalah besar terhadap lingkungan dan akibat polusinya sudah sangat terasa, terutama di kota-kota besar. Untuk menanggulangi masalah ini, maka sejak pertengahan abad 20 telah banyak dilakukan tindakan-tindakan yang bertujuan mengurangi atau melenyapkan pengaruh gas yang ditimbulkan oleh motor bakar. Sejak akhir abad 20 telah mulai dikembangkan alat untuk menggantikan motor bakar yang ternyata mempunyai beberapa keuntungan yang sangat menonjol, yaitu fuel cell yang dapat menghasilkan energi melalui proses elektro kimiawi. Berhubung fuel cell sangat berbeda dari motor bakar, maka kendaraan yang menggunakannya mengalami perubahan komponen yang cukup radikal diantaranya sistem bahan bakar, sistem penerus energi dan sistem kontrol. Dari hasil pengembangan dan penelitian yang telah dilakukan ternyata jenis fuel cell ini sangat menjanjikan

  20. Produksi Bioetanol dari Bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-iles :Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Kusmiyati

    2014-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar di masa sekarang semakin bertambah besar sehingga berdampak pada menipisnya sumber bahan bakar dan meningkatnya polusi udara di lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber non fosil merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang tepat digunakan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Bahan baku etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah singkong, dan iles-iles.Variabel penelitian yang diamati temperatur fermentasi (30°C; 40°C;­­ 50°C dan komposisi Saccharomyces cerevisiae (2,5 g; 5 g; 10 g; 15 g Proses pembuatan bioetanol terdiri dari hidrolisis enzim yaitun likuifikasi menggunakan a-amylase1,6% v/w (t = 1 jam; T = 95-100°C; pH 6 dan sakarifikasi menggunakan b-amylase 3,2% v/w (t = 4 jam; T = 60°C; pH 5 serta proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae ( t = 120 jam; pH 4,5; yeast 5 g. Kadar etanol tertinggi dihasilkan pada temperatur fermentasi 30°C untuk semua bahan baku dengan kadar etanol masing-masing 83,43 g/L untuk singkong,80,77 g/L untuk jagung,dan 79,94 g/L untuk iles-iles. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  1. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN)

    OpenAIRE

    Joelianingsih; Armansyah H. Tambunan; Hirosi NABETANI; Yasuyuki Sagara; Kamaruddin Abdullah

    2006-01-01

    As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME) and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA) of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however th...

  2. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  3. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  4. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  5. Bahan-Bahan Pembentuk Dentin Sekunder Dalam Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Ahmad Fauzi M.

    2008-01-01

    Sepanjang hidup, selama pulpa masih vital, dentin sekunder terbentuk secara teratur pada tepi pulpa, hal ini merupakan fungsi formatif pulpa yaitu jaringan pulpa mampu mengadakan reparasi dalam menanggulangi cedera yang diterima. Dentin sekunder yang dibentuk berfungsi dalam hal pertahanan diri terhadap efek atrisi, karies gigi, trauma, dan mengurangi masuknya iritan. Bahan-bahan pembentuk dentin sekunder dapat digunakan pada keadaan dimana jaringan pulpa tidak mampu lagi mengadakan repa...

  6. Perbandingan antara Bahan Cetak Silikon pada Bahan Cetak Zinc Oxide Eugenol Pasta pada Jaringan Lunak Palatum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaidar Masulili

    2015-11-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan suatu detil pencetakan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, viskositas, kebasahan, cara pengangan bahan cetak dan kemampuan bahan cetak untuk mengalir di atas jaringan lunak. Petunjuk anatomi palatum yaitu sutura palatum median, rugae dan papilla incisive dapat dipakai untuk mendeteksi hasil cetakan.Dalam penelitian ini dilakukan pencetakan dari 15 model cetakan paatu yang dicetak dengan bahan cetak silikon, dan 15 model cetakan palatum yang dicetak dengan bahan pasta zinc oxide eugenol, kemudian dievaluasi dengan menentukan jumlah skore detil jaringan dari masing-masing kelompok bahan cetak ini. Walaupun terlihat adanya perbedaan reproduksi detil, dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara hasil reproduksi detil dari kedua bahan cetak tersebut. Kenyataan yang bertentangan dapat disebabkan sifat kebasahan jaringan, kebasahan bahan cetak, adanya perbedaan efek penipisan karena sobekan, jumlah dan ukuran partikel bahan pengisi dan kompatibilitas gips dengan bahan cetak.

  7. Kajian Performansi Mesin Diesel Stasioner Satu Silinder Dengan Sistem Dua Bahan Bakar (Dual Fuel System)

    OpenAIRE

    Sinambela, Gunung A E

    2015-01-01

    The increasing human population on earth and the depletion of oil resources into a few thousandths of a lot of things that encourage us to do research and development on renewable energy sources , one of which has a great potential is the use of biogas is used as fuel for internal combustion engine with dual fuel system. This study aims to analyze the performance of the diesel engine R 175 AN using dual fuel systems diesel and biogas in which biogas flow entering the combustion chamber will b...

  8. Kajian Performansi Mesin Genset Diesel Satu Silinder Dengan Bahan Bakar Campuran Solar Dan Serbuk Kulit Padi

    OpenAIRE

    Situmorang, Riky Stepanus

    2016-01-01

    Society 's dependence on fuel is very high . Besides, the scarcity of fuel and its prices also worsen the situation. Utilization of biomass as an alternative energy fuel mix is the right thing to save the use of fuel . Therefore , the authors conducted a test using a mixture of diesel fuel and biomass bran powder on Dong Fa generator set models R 175 A. The purpose of this study is to compare the performance of a diesel engine using diesel fuel and a mixture of bran powder so it will look it...

  9. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Sastra Negara

    2012-11-01

    Full Text Available The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that can trigger the growth of pollution to the surrounding. It is predicted that about 70% of the air pollutions is caused by the motor vehicle emissions.This research was fully conducted in the laboratorium. Three types of fuel with different octane numbers were used in this research. Premium with octane number 88, Pertamax with octane number 92, and Biopertamax with octane number 91. The engine speeds were also varied from 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, to 4000 rpm. For every type of fuel, the engine was run five times for every engine speed in order to obtain the exhausted gas characteristics from the vehicles to the environment.The result of the research shows that at engine speed of 2500 rpm the CO emission for each type of fuel : Premium with octane number 88 is 0,415%, Pertamax with octane number 92 is 0,556%, and Biopertamax with octane number 91 is 0,273%. The octane number also effects the CO2, HC, and NOx emissions in small quantities. Statistical analysis shows both the engine speed and the octane number contribute significant effects on the exhaust emissions, the CO and HC emissions provided negative effects, while the CO2 and NOx emissions get positive effects. In comparisan to with the vehicle speed on the road from secondary data to represent the engine speed in the laboratorium, and assuming that the traffic density is identical to a factor that determining engine speed, it can be concluded that the air pollution by CO emission due to the characteristics of the road has negative influence.The octane number of the fuel and the engine speed gives a significant effect. The traffic density and the road conditions can trigger the level of the concentration of CO gas as pollutants to the surrounding air.

  10. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    OpenAIRE

    I P Sastra Negara; I W. BUDIARSA SUYASA; I.W. Suarna

    2012-01-01

    The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that ...

  11. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    OpenAIRE

    Yuswan Muharam; Chandra Hadiwijaya; Jacquin Suryadi

    2012-01-01

    One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and mu...

  12. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita Sembiring Meliala

    2014-07-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  13. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita S. Meliala

    2014-05-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  14. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  15. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  16. Uji Berbagai Jenis Bahan Plastik Pada Alat Pengolahan Limbah Plastik Berbahan Bakar Tempurung Kelapa

    OpenAIRE

    Utama, Didy Hikmah

    2015-01-01

    DIDY HIKMAH UTAMA : Testing of Various Types of Plastic Materials in Plastic Waste Processing Device using Coconut Shell Fuel, supervised by SAIPUL BAHRI DAULAY and AINUN ROHANAH. The decrease of fossil resources and increase population are very contradictive to energy consume for human life and social economy activity. So, alternative energy is needed which environment friendly by the use of plastic waste as fuel. This research as aimed to compare fuel from plastic (Polyeth...

  17. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  18. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa, diperoleh hasil bahwa keseluruhan sistem dapat berfungsi dengan baik sesuai rancangan.

  19. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    OpenAIRE

    Falconi Falconi

    2015-01-01

    Base Transceiver Station (BTS) merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat mel...

  20. PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Ridwan

    2012-03-01

    Full Text Available Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency

  1. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  2. Sintesis Molibdenum Oksida Berpenyangga Silika sebagai Katalis pada Reaksi Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achyar Rasyidi

    2015-06-01

    Full Text Available Oksidasi etanol membentuk asetaldehida dengan menggunakan katalis molibdenum oksida berpenyangga silika oksida telah dilakukan. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi dengan rasio Mo : Si 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1, 9 : 1. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa komponen katalis yang telah dibuat mengandung kristal MoO3 dan SiO2. Uji kinerja katalis dilakukan terhadap reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida. Reaksi oksidasi dilangsungkan dalam reaktor pipa lurus berunggun tetap yang beroperasi pada suhu 200oC, 225oC, 250oC, 275oC, 300oC, 325oC, dan 350oC pada tekanan atmosfir. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh sebesar 91,99% pada temperatur 350oC menggunakan katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Selektivitas tertinggi diperoleh sebesar 89,10% pada temperatur 200oC dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Yield tertinggi diperoleh sebesar 74,80% pada temperatur 350oC pada katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1.

  3. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available AbstractA Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  4. Kajian Studi Pengaruh Jarak Medan Magnet 2500 Gauss Dengan Ruang Bakar Terhadap Performansi Mesin Otto Satu Silinder Dengan Bahan Bakar Premium

    OpenAIRE

    Simatupang, Budi Ari Sasmito

    2016-01-01

    The current energy source are most widely used in the world is form of fossil fuelsfossil fuels are non renewable and will be exhausted in a few yearsbecause it will run out, fossil fuel also have a negative impact on the environment. fossil energy impact on global warming that causes climate change. inperfections combustion in the engine work and increased the rate of fuel consumption. one of the methods currently develoved is fuel magnetization. the way is works is to magnetize the premium ...

  5. Pengaruh Papain Getah Pepaya Terhadap Pembentukan Jaringan Granulasi pada Penyembuhan Luka Bakar Tikus Percobaan

    OpenAIRE

    Meishinta Fitria; Deddy Saputra; Gusti Revilla

    2014-01-01

    AbstrakLuka bakar merupakan masalah yang serius dalam kesehatan dunia, khususnya di negara berkembang. Di Indonesia belum ada laporan tertulis mengenai jumlah penderita luka bakar dan jumlah angka kematian yang diakibatkannya. Di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010 ditemukan 84 kasus luka bakar dengan penyebab sengatan listrik, siraman air panas, kompor, dan minyak panas. Sejumlah studi menunjukkan bahwa tanaman tradisional potensial sebagai agen penyembuhan luka, salah satunya papain g...

  6. Pengaruh Rasio Mol Li/Mn Pada Proses Preparasi Lithium Mangan Oksida Terhadap Kemampuan Adsorbsi Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    OpenAIRE

    Gita Akbar Satriawangsa; Lukman Noerochim

    2014-01-01

    Fluida Geothermal merupakan salah satu sumber alternatif Lithium yang potensial, seperti yang terjadi pada Lumpur Sidoarjo (dengan kandungan Lithium sebesar 5,81 mg/liter). Proses recoveryLithium dari sumber berupa likuid dapat dilakukan dengan metode adsorbsi. Material absorben Lithium Mangan Oksida(LMO) dianggap menjanjikan karena sifatnya yang tidak beracun serta harganya yang murah. Pada penelitian ini dilakukan sintesa LMO dengan empat variasi rasio mol Li/Mn yaitu 2(LMO2), 1(LMO1), 0,8(...

  7. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum Komplit dengan Kandungan Protein Berbeda Pada Kambing Marica Jantan

    OpenAIRE

    Basri

    2014-01-01

    Basri (I 211 09 279). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum Komplit Dengan Kandungan Protein Berbeda Pada Kambing Marica Jantan. (Dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Asmuddin Natsir, M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Ir. Muhammad Zain Mide, MS sebagai Pembimbing Anggota). ABSTRAK Bentuk ransum serta ketersediaan dan keseimbangan nutrisi dalam ransum, misalnya pada ransum komplit, akan berpengaruh terhadap pemanfaatan nutrisi ...

  8. Resin adhesif Sebagai Bahan Kaping Pulpa Secara Langsung

    OpenAIRE

    Julitha Dewi

    2008-01-01

    Penggunaan Kalsium Hidroksida sebagai bahan kaping pulpa secara langsung telah terbukti dapat menyebabkan timbulnya celah mikro sehingga mengakibatkan kegagalan perawalan. Berdasarkan beberapa penelitian, bahan resin adhesi yang dapat digunakan sebagai bahan kaping pulpa secara langsung adalah yang terdiri dari kombinasi Polyethylene Glycidyl Methacrylate (PEGDMA), Glutaraldehid 5% dan Bisphenol-Glycidyl Methacrylate (13is-GMA), kombinasi 4-Methacryloxyethyl Trimelliatate Anhydride (4-META),...

  9. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  10. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  11. KERACUNAN BAHAN KIMIA BERACUN DI RUMAH TANGGA DAN PENANGGULANGANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Satmoko

    2012-10-01

    Full Text Available Pada umumnya semua bahan kimia merupakan racun, termasuk obat-obatan. Bahan kimia beracun di dalam rumah setiap saat dapat mengancam keselamatan kita, terutama anak-anak.Bahan bahan kimia yang sering digunakan dan, disimpan di rumah tangga adalah sangat beragam. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat umum karena bahan kimia tersebut dapat membahayakan anak-anak, khususnya balita atau bahkan orang dewasa apabila dalam pelabelan tidak jelas atau memindahkan wadah asli bahan kimia ke wadah lain tanpa diberikan keterangan atau label.Bahan kimia yang sering disimpan di rumah tangga adalah antara lain, spiritus (metil alkohol, asam cuka, air aki, aseton (penghapus cat kuku, bensin, pestisida, deterjen, karnper, kaporit, karbol, minyak tanah, terpentin, oli, obat obatan (boorwater, asetosal, obat-obatan penurun panas, barbiturat, mereurochrom, dan lain sebagainya.  

  12. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  13. BATA LEMPUNG BAHAN BANGUNAN DINDING ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vincentius Totok Noerwasito

    2001-01-01

    Full Text Available "Bata lempung" is block of wall material, main basic material is sols contains 50-60% clay, pressed and molded, without combusted, used after 28 days and production doesn't depend climates. "Bata lempung" can used as bearing wall or curtain wall, exposed and in low-cost housing, exclusive house and real estate. Resultants of research "Bata lempung" used sols from Pandaan Jawa-Timur are resistance compression 60 -70 kg/cm2, waterproofing and cheaper than brick if produced in site of project. "Bata lemping" are material saving energy, without pollution, efficient, structural and art material. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata lempung" adalah bahan bangunan dinding berupa blok terbuat dari tanah "lempung" dengan kandungan 50-60% Clay, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Karena dicetak proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca. Aplikasi "bata lempung" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi, yang dapat diekspose pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. Hasil penelitian dari tanah yang berasal dari Pandaan - Jawa timur menghasilkan blok "bata lempung" dengan kuat tekan 60 -70 kg/cm2, tahan air .dan harga dibawah harga bata merah dipasaran jika diproduksi dilokasi bangunan. "Bata lempung" adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,henat enrgi, tidak meninggalkan banyak sisa blok, merupakan bahan bangunan struktural dan juga bahan bangunan seni. Kata kunci: Bahan bangunan dinding, blok, Clay, Semen, pemadatan, pencetakan, pembakaran, ekspose, natural, modul, kuat tekan, dinding pemikul, dinding pengisi, polusi, hemat energi, material struktural, material seni.

  14. BERBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU LOKAL UNTUK PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2011-06-01

    Full Text Available Sebagian besar bahan baku pakan ikan merupakan barang impor, sehingga harga pakan yang dihasilkan menjadi mahal. Perlu dicari alternatif bahan baku lokal yang bisa dipakai untuk pakan ikan dan udang. Tujuan makalah ini adalah membahas beberapa bahan baku alternatif lokal, nilai nutrisi dan rekomendasi penggunaannya dalam pakan ikan dan udang. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa limbah industri mie instan, tepung daun singkong, homini, limbah roti, tepung rebon, dan MBM bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ikan dan udang. Bahan lainnya juga memungkinkan dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan asal diketahui aspek-aspek nutrisi baik proksimat, asam amino, vitamin, mineral, kecernaan dan anti nutrisinya, serta telah dilakukan uji coba pada ikan.

  15. Analisa Performansi Pada Mobil Toyota Fortuner Mesin Diesel Tipe 2KD-FTV VN Turbo Intercooler

    OpenAIRE

    Ginting, Andi Setiawan

    2016-01-01

    Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection yang dikenal dengan D4D merupakan kemajuan teknologi pada industri otomotif khususnya dalam hal penyempurnaan performansi mesin. D4D adalah teknologi pengaturan laju tekanan bahan bakar dari sisi kuantitas dan waktu penyemprotan bahan bakar secara elektronik. Kelebihan yang dimiliki oleh mesin D4D adalah dengan penggunaan sistem commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar agar dapat menghasi...

  16. Analisa Performansi Pada Mobil Toyota Kijang Innova Mesin Diesel Tipe 2KD-FTV

    OpenAIRE

    Hutapea, Chandra M.

    2012-01-01

    Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection yang dikenal dengan D4D merupakan kemajuan teknologi pada industri otomotif khususnya dalam hal penyempurnaan performansi mesin. D4D adalah teknologi pengaturan laju tekanan bahan bakar dari sisi kuantitas dan waktu penyemprotan bahan bakar secara elektronik. Kelebihan yang dimiliki oleh mesin D4D adalah dengan penggunaan sistem commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar agar dapat men...

  17. Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca

    OpenAIRE

    Dewi Sri Kesumawati

    2008-01-01

    Semen ionomer kaca adalah bahan tumpatan yang dalam penggunaannya dapat mempertahankan atau menggantikan jaringan gigi sebanyak mungkin, membantu terjadinya proses remineralisasi, dan mempunyai estetik yang baik. Bahan restorasi yang biasa digunakan dan dapat melepaskan fluor adalah semen ionomer kaca. Bahan ini sebagai perekat yang mengikat struktur gigi dan melepas fluor sebanyak yang dibutuhkan gigi agar dapat mencegah terjadinya karies. Dentin merupakan lapisan dibawah email, sehingga...

  18. Material Kedokteran Gigi Yang Mempunyai Bahan Dasar Polimer

    OpenAIRE

    Ismail, Amir Faizal

    2011-01-01

    Banyak material di kedokteran gigi yang mempunyai bahan basis polimer. Bahan-bahan ini dapat dibagi kepada empat bagian yaitu (1) elastomer (2) polimer komposit (3) akrilik dan (4) agar dan alginat. Polimer terbentuk dari hasil gabungan beberapa unit molekul mer (tunggal). Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi susunan suatu rantai polimer yaitu berat molekul, cross-linking dan jumlah copolymer. Polimer terhasil dari suatu proses yang dinamakan proses polimerisasi. Proses polimerisa...

  19. PERSIAPAN DAN PENYUSUNAN BAHAN BAKU LOKAL UNTUK FORMULASI PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaruddin Kamaruddin

    2008-12-01

    Full Text Available Usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung masih mengandalkan pasok pakan alami berupa ikan rucah yang dapat mencapai 60%--70% dari total biaya produksi. Karena itu perlu pengadaan pakan buatan yang memenuhi persyaratan kebutuhan nutrisi bagi pembesaran ikan, baik makro maupun mikro nutrien diperlukan sebagai informasi dasar dalam upaya pengembangan pakan buatan. Terdapat banyak bahan baku lokal yang sangat potensial dijadikan bahan baku pakan, seperti: ikan rucah, rebon, kepala udang (limbah cold storage, tepung darah (limbah pemotongan hewan, dan tepung DOC (limbah penetasan ayam. Dari beberapa bahan baku tersebut telah dianalisis kandungan nutrisinya dan telah dilakukan uji kecernaan masing-masing bahan menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat mensubstitusi bahan baku impor tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Selain bahan hewani, juga telah dilakukan analisis kandungan nutrisi bahan nabati lokal, seperti pemanfaatan bungkil kelapa sawit, bungkil kopra, dan dedak halus. Untuk menghasilkan pakan yang berkualitas, maka semua bahan harus dalam bentuk tepung yang halus, serta mempunyai keseimbangan antara protein, lemak, dan energi serta suplemen vitamin dan mineral.

  20. Analisa Dinamik Gaya Goncang Motor Bakar Satu Silinder Dengan Bantuan Perangkat Lunak Matlab

    OpenAIRE

    Tugiman

    2009-01-01

    Makalah ini memaparkan analisa dinamik gaya goncang pada motor bakar satu silinder pada putaran konstan 10500 rpm dan daya 22,1 kW. Analisa dilakukan dengan bantuan perangkat lunak MATLAB 7.1 untuk menganalisa gaya-gaya inersia yang terjadi pada bantalan dan pena-pena yang terdapat pada mekanisme motor bakar (engkol peluncur). Gaya goncang yang terjadi akan direduksi dengan penambahan bobot pengimbang yang bervariasi massanya, sehingga diperoleh nilai massa yang optimal sesuai put...

  1. Pengaruh Waktu Hidrotermal Pada Proses Sintesis Lithium Mangan Oksida Spinel (Limn2o4 Nanopartikel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Panca Ady Sapputra

    2014-09-01

    Full Text Available Di Indonesia terdapat geothermal fluid yaitu Lumpur Sidoarjo, yang menurut ilmuwan dari Jepang, Prof. Wataru Tanikawa, Lumpur Sidoarjo mengandung unsur Lithium yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai baterai. Dari berbagai macam metode ekstraksi yang ada dipilih ialah metode adsorpsi dan desorpsi dengan Lithium Mangan Oksida Spinel sebagai adsorben. Proses sintesis lithium mangan oksida spinel menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 200oC dengan waktu 24, 48, dan 72 jam. Kemudian dilakukan acid treatment untuk proses adsorpsi dan desorpsi (ekstraksi. Karakterisasi pengujian menggunakan XRD, SEM, dan ICP. Morfologi yang terbentuk masih terdapat aglomerasi (penggumpalan, namun semakin bertambahnya waktu reaksi, adanya perubahan morfologi yaitu semakin tinggi tingkat homogenitasnya. Efisiensi adsorpsi dan desorpsi dari hasil sintesis dengan metode hidrotermal variasi waktu 24, 48 dan 72 jam pada temperatur 200°C, sebesar 41,76%, 42%, 42,76% untuk efisiensi adsorpsinya dan sebesar 1,21%, 1,06%, 0,94% untuk efisiensi desorpsinya.

  2. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4) Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    OpenAIRE

    Yusuf Kurniawan; Lukman Noerochim

    2014-01-01

    Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sint...

  3. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  4. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  5. PICUNG (PANGIUM EDULE SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available (Pangium edule sebagai bahan pengawet ikan (Pitjung (Pangium edule as a preservative for fish. Pitjung (Pangium edule contains an antiseptic substance. It can be used as a preservative for fish in combination with salt. The self-life of fish will be increased if, in addition to 3% salt, certain amounts of pitjung are added. Sensory evaluation indicated that a combination of 6% pitjung with 3% salt could keep the fresh characteristics of fish for 6 days, therefore is useful to preserve fish during transport. Cara mengawet ikan seperti dilakukan orang di Labuan Jawa Barat, menggunakan picung (Pangium edule dan garam. Dengan cara ini garam yang digunakan lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk mengasin. Picung terdapat di seluruh Indonesia, memungkinkan penggunaan cara ini di daerah-daerah penangkapan ikan yang kekurangan es atau garam. Penelitian ini bertujuan menilai kegunaan cara tersebut sehubungan dengan kesukaan konsumen.

  6. Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terhadap Penyakit Pada Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea Mays L) Di Lapangan

    OpenAIRE

    Sinda Maroganda Saragih

    2009-01-01

    SINDA MAROGANDA SARAGI “ Pengaruh Pemberian Bahan Organik terhadap penyakit pada beberapa varietas tanaman jagung ( zea mays L. ) di lapangan” Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pertanian Kampung Susuk dengan ketinggian tempat ± 25 m diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor 1 perlakuan dengan memberikan Bahan Organik yaitu B0 = tanpa bahan organik, B1 = 3 kg bahan organik ...

  7. Bahan Anti Nyamuk (Mosquito repellent) dari Akar Tuba (Derris elliptica (Roxb.) Benth)

    OpenAIRE

    Sihombing, Miduk

    2012-01-01

    Penggunaan bahan kimia untuk pengendalian serangga dapat berdampak negatif terhadap lingkungan maupun manusia. Pemanfaatan bahan alami yang bersifat racun dan ramah lingkungan merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan alternatif untuk perlindungan terhadap serangan serangga. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan adalah tumbuhan tuba (Derris elliptica (Roxb.) Benth). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstraktif akar tuba dan mengevaluasi ...

  8. Pengaruh Rasio Mol Li/Mn Pada Proses Preparasi Lithium Mangan Oksida Terhadap Kemampuan Adsorbsi Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gita Akbar Satriawangsa

    2014-09-01

    Full Text Available Fluida Geothermal merupakan salah satu sumber alternatif Lithium yang potensial, seperti yang terjadi pada Lumpur Sidoarjo (dengan kandungan Lithium sebesar 5,81 mg/liter. Proses recoveryLithium dari sumber berupa likuid dapat dilakukan dengan metode adsorbsi. Material absorben Lithium Mangan Oksida(LMO dianggap menjanjikan karena sifatnya yang tidak beracun serta harganya yang murah. Pada penelitian ini dilakukan sintesa LMO dengan empat variasi rasio mol Li/Mn yaitu 2(LMO2, 1(LMO1, 0,8(LMO 0,8 dan 0,5(LMO 0,5. Li2CO3 dan MnO2 digunakan sebagai reaktan dan direaksikan dengan metode solid state reaction pada temperatur 500OC selama 5 jam. Proses acid treatment dilakukan dengan mencelupkan adsorben kedalam larutan HCl 0,5M. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui stabilitas struktur kristal dari adsorben LMO sebelum dan sesudah acid treatment. Proses adsorbs dilakukan dengan mencelupkan adsorben kedalam air Lumpur Sidoarjo (Lusi. Dari hasil XRD diketahui pada LMO 1; 0,8 dan 0,5 memiliki struktur kristal Spinel yang stabildengan tetap mempertahankan bentuknya setelah proses acid treatment, sedang pada LMO 2 terjadi perubahan yang signifikan pada struktur kristal yang dimiliki. Pengujian ICP dilakukan pada air Lusi sebelum dan sesudah proses adsorbs untuk mengetahui kemampuan adsorbsi Lithium dari masing-masing adsorben. Kemampuan adsorbsi Lithium yang paling tinggi dimiliki oleh LMO 1 sebesar 6.6 mg/g dan paling rendah dimiliki oleh LMO 0,5 sebesar 0.3 mg/g, sedang pada LMO 2 tidak terjadi proses adsorbs Lithium.

  9. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 45 Ton Tbs /Jam

    OpenAIRE

    Siregar, Refina Sari

    2011-01-01

    Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4). Komposisi CNG yang terdiri dari metana (CH4) ini dapat diperoleh dari biogas. Biogas dapat dibuat dari limbah organik, salah satunya limbah cair ke...

  10. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 60 Ton TBS /Jam

    OpenAIRE

    Senafati

    2011-01-01

    Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4). Komposisi CNG yang terdiri dari metana (CH4) ini dapat diperoleh dari biogas. Biogas dapat dibuat dari limbah organik, salah satunya limbah cair ke...

  11. THE ACOUSTICAL CHARACTERISTICS OF THE SAYYIDINA ABU BAKAR MOSQUE, UTeM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DG. H. KASSIM

    2015-01-01

    Full Text Available In the Muslim world, mosques are built with grandeur architectural design to depict an important house of worship in Islam. Unfortunately the acoustical performance in mosque is rarely considered at the design stage which eventually deteriorates the speech intelligibility. This includes the Sayyidina Abu Bakar Mosque in UTeM where poor subjective speech clarity is experienced during congregation. The objective of this paper is to discuss the acoustical characteristics of the mosque. The CATT indoor acoustic software was used to calculate important room acoustic parameters such as reverberation time (RT and clarity (C50. The measurement was conducted to validate the RT from the simulation where good agreement is obtained. This study finds that the Sayyidina Abu Bakar Mosque UTeM has poor acoustical performance at low frequencies below 1 kHz, i.e. the frequency range which is significantly responsible for the speech intelligibility

  12. THE ACOUSTICAL CHARACTERISTICS OF THE SAYYIDINA ABU BAKAR MOSQUE, UTeM

    OpenAIRE

    Dg. H. Kassim; A. Putra; M. J. M. NOR

    2015-01-01

    In the Muslim world, mosques are built with grandeur architectural design to depict an important house of worship in Islam. Unfortunately the acoustical performance in mosque is rarely considered at the design stage which eventually deteriorates the speech intelligibility. This includes the Sayyidina Abu Bakar Mosque in UTeM where poor subjective speech clarity is experienced during congregation. The objective of this paper is to discuss the acoustical characteristics of the mosque. The CATT ...

  13. Metal contamination recorded in the sediment of the semi-closed Bakar Bay (Croatia).

    Science.gov (United States)

    Cukrov, N; Frančišković-Bilinski, S; Bogner, D

    2014-04-01

    This study presents metal levels in the sediments of the Bakar Bay, with its main goal to evaluate recent anthropogenic influence, as well as over previous decades. Sediment profiles at 7 sampling points were taken. Chemical contents in bulk sediment were obtained using ICP, ICP-MS, and AAS methodologies, and 20 most significant elements were presented. Concentrations of selected elements were evaluated by factor statistical analyses to identify their source. Also, metal enrichment factor and geoaccumulation index were calculated, and spatial distribution maps for three sediment layers were constructed. Measured metal concentrations in sediment were compared with concentrations in other sediments from the Adriatic Sea. In addition, a set of sediment quality guidelines were also applied in order to predict the probability of adverse biological effects on the benthic community: This was found not to be very serious. Factor analysis clearly demonstrates the segregation between metals of natural origin resulted from soil and bedrock weathering (Li, Al, Cr, Sc), and with two anthropogenic sources originating from the city of Bakar and bulk cargo terminal (Hg, Pb, Zn, Ag, Sn, and Fe). Mercury (max 0.65 μg g(-1)) is found to be the heaviest contaminant, followed by lead (max 71.5 μg g(-1)), copper (89.3 μg g(-1)), and zinc (156 μg g(-1)). However, this study shows that Bakar Bay is considerably less polluted with toxic metals than it was believed.

  14. Efek Penambahan Fluorida Pada Bahan Restorasi Dental Amalgam

    OpenAIRE

    Asmalina Lubis

    2008-01-01

    Fluorida memegang peranan penting dalam pencegahan karies. Penggunaan dan pemakaian fluorida secara sistemik dan secara lokal mempunyai keuntungan terhadap gigi -geligi, yaitu menurunkan frekwensi terjadinya karies. Fluorida dapat ditambahkan pada beberapa produk alloy tertentu, Pada dental amalgam, fluorida khususnya dapat ditambahkan pada bahan restorasi yang mengandung unsur zinc. Penambahan fluorida ini memberikan beberapa keuntungan dan kerugian. Keuntungan dapat dilihat pada gigi ...

  15. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2016-03-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.  Keyword : Vitex trifolia L., Mus musculus, gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS

  16. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-05-01

    Full Text Available The fourth quarter in 2008 is the peak of Global Monetary Crisis, which is the decreasing of liquidity in companies around the world. The crisis also affected towards fluctuation of world petroleum price. Automotive industry in Indonesia was also affected towards cost of foreign exchange fluctuation and petroleum price due to the crisis. PT Astra International, Tbk. is assumed to represent automotive industry in Indonesia. The research is done through literature research and financial and sales report analysis in 2000-2008. The performance reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  17. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-04-01

    reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  18. Analisa Efisiensi Kipas dan Simulasi Kecepatan Hidrogen di Dalam Micro Channel Sel Bahan Bakar (Fuel Cell) Polymer Electrolyte Membrane Kapasitas 20W

    OpenAIRE

    Juwirianto

    2015-01-01

    Fossil fuels are resources that produce electricity, power cars, and another equipment. Because of massive usage by human in earth, by the time fossil fuels will completely run out. Before this fossil fuels run out, we shall look for another unlimited alternative fuels. One of those alternative fuels is hydrogen. This study concerned with the Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell. This study will become the first study so there shall be a continuous study of fuel cell. Fuel cell is one of a ...

  19. Penggunaan Arang Cangkang Kelapa Sawit dan MgO untuk Bahan Baku Pembuatan Keramik Berpori yang Digunakan sebagai Filter Gas Buang Kenderaan Berbahan Bakar Bensin

    OpenAIRE

    Hasibuan, Erwinsyah

    2015-01-01

    The fabrication of cordierite ceramic has been done by using the basic material of MgO and palm shell ash. The mixture of the raw material of ceramic (MgO, clay) is in mass percentage. The ingredients are arranged in the packages of the MgO and palm shell using the ratio of 0 : 70, 5 : 65, 10 : 60, 15 : 55, 20 : 50. Then 30% sample mass of clay is added to each sample. Each of the sample mixture is stirred in an adequate water by mixer. After the stirring is homogeneous, it is poured into the...

  20. Pengaruh Magnetasi Bahan Bakar dan Penggunaan Katalitik Terhadap Emisi Gas Buang, Temperatur Air Pendingin dan Oli Pada Mesin Diesel Satu Silinder

    OpenAIRE

    Sinaga, Adi Martuah

    2016-01-01

    The highly emissions produced by diesel engines that adversely impact to the environment is the background for the emergence of this testing. For that, magnetation before fuel enters the combustion chamber and the exhaust catalytic additions become important. The purpose of research to determine the effect magnetation of fuel and catalytic converters to decreased levels of exhaust emissions. Magnetation conducted on channel (hose) of fuel before the fuel enters the combustion chamber and moun...

  1. PENGGUNAAN ENZIM CAIRAN RUMEN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENDUKUNG PEMANFAATAN BAHAN BAKU PAKAN IKAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Pamungkas

    2012-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan bahan baku pakan alternatif telah banyak dilakukan yaitu dengan menggunakan bahan baku pakan lokal yang mudah didapat dan biasanya berupa limbah yang belum termanfaatkan secara optimal. Namun, upaya pemanfaatan bahan baku pakan lokal tersebut masih mengalami kendala salah satunya adalah tingginya kandungan serat kasar yaitu lebih dari 7%. Kandungan serat kasar yang tinggi menyebabkan bahan baku lokal tersebut perlu diolah lagi agar dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan. Salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan cairan rumen untuk menurunkan kandungan serat kasar bahan pakan. Cairan rumen merupakan salah satu sumber bahan alternatif yang murah dan dapat dimanfaatkan dengan mudah sebagai sumber enzim hidrolase. Pengolahan bahan baku pakan lokal hasil limbah agro industri dan limbah peternakan menggunakan enzim cairan rumen akan dapat memberikan dampak peningkatan nilai nutrisi bahan pakan lokal sehingga dapat digunakan menjadi sumber pakan alternatif yang berkualitas.

  2. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  3. The Emir: An Interview with Abu Bakar Ba'asyir, Alleged Leader of the Southeast Asian Jemaah Islamiyah Organization

    OpenAIRE

    Atran, Scott

    2005-01-01

    Press Release: Terrorism in Southeast Asia: An Interview with Abu Bakar Ba'asyir 10/03/2005 - In August, Dr. Scott Atran travelled to Southeast Asia and conducted extensive research on terrorist groups operating in the region. This interview with Abu Bakar Ba'asyir, alleged leader of the Jemaah Islamiyah organization, was conducted on August 13 and 15, 2005 from Cipinang Prison in Jakarta. Questions were formulated by Dr. Atran and posed for him in Behasa Indonesian by Taufiq Andrie. The inte...

  4. PENGARUH PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM SIANIDA DALAM BEBERAPA BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan pengamatan pengaruh pengukusan terhadap kandungan asam sianida dari enam jenis bahan makanan yaitu keluwak, picung, terung ungu kecil, rebung, umbi singkong dan daun singkong. Analisis asam sianida digunakan metoda Volhard berdasarkan prinsip argentometri. Kandungan air dianalisis dengan metoda pengeringan dalam oven 105 derajat celcius. Sebelum pengukusan kandungan asam sianida tertinggi terdapat pada daun singkong yaitu 149,4 ppm, kemudiian keluwak sebesar 135,7 ppm. Umbi singkong dan rebung memiliki kadar asam sianida yang sama, yaitu 119,8 dan 119,9 ppm. Kandungan sianida terendah sebelum pengukusan dijumpai pada terung ungu, yaitu 27,4 ppm. Setelah pengukusan penurunan asam sianida tertinggi terdapat dalam bahan makanan yang mengandung sianida terendah yaitu terung ungu. Penurunan terendah terjadi pada keluwak yang mengandung sianida cukup tinggi. Kandungan air setelah pengukusan meningkat, peningkatan tertinggi pada terung ungu, dan terendah pada rebung.

  5. PENGARUH PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM SIANIDA DALAM BEBERAPA BAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Uken S. Soetrisno; Suryana Purawisastra

    2012-01-01

    Telah dilakukan pengamatan pengaruh pengukusan terhadap kandungan asam sianida dari enam jenis bahan makanan yaitu keluwak, picung, terung ungu kecil, rebung, umbi singkong dan daun singkong. Analisis asam sianida digunakan metoda Volhard berdasarkan prinsip argentometri. Kandungan air dianalisis dengan metoda pengeringan dalam oven 105 derajat celcius. Sebelum pengukusan kandungan asam sianida tertinggi terdapat pada daun singkong yaitu 149,4 ppm, kemudiian keluwak sebesar 135,7 ppm. Umbi si...

  6. VALIDITAS CHEMISTRY HANDOUT SEBAGAI INOVASI BAHAN AJAR STOIKIOMETRI BERSTRATEGI PBS BERVISI SETS

    OpenAIRE

    Ami Korniawati; Ersanghono Kusumo; Endang Susilaningsih

    2016-01-01

    Meningkatkan pencapaian kompetensi yang menjadi indikator dalam kajian mutu pendidikan di Indonesia dapat dilakukan melalui pengadaan bahan ajar kimia yang bemutu dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Chemistry Handout berstrategi Problem Based Solving (PBS) bervisi SETS sebagai bahan ajar inovatif dan mengetahui kriteria validitasnya. Pengembangan dilakukan dengan metode penelitian Research and Development model 4D yang dimodifikasi menjadi 3D. Validitas Chemistry Handou...

  7. Pemesinan Ramah lingkungan Bahan Aero-Angkasa Paduan Titanium Menggunakan Pahat Karbida

    OpenAIRE

    Ginting, Armansyah

    2008-01-01

    Hampir enam dekade telah berlalu sejak awal paduan titanium (titanium alloys) digunakan sebagai bahan baku struktur produk industri aeroangkasa (aerospace industries), namun usaha untuk meningkatkan ketermesinan yang rendah (low machinability) bahan ini masih berlanjut hingga hari ini. Sifat ketermesinan yang rendah ini menyebabkan paduan titanium disebut difficult-to-machine material. Penelitian untuk meningkatkan ketermesinan paduan titanium ini bertumpu pada kajian pre...

  8. Komposit Laminate Rami Epoksi Sebagai Bahan Alternatif Socket Prosthesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus P. Irawan

    2009-01-01

    Full Text Available pure plant oil, biofuel, coconut oil, palm oil, jatropha oilSocket is the most important component in a prosthesis making. Performance criteria for prosthetic socket material include strength, durability, minimal weight, comfort, and minimal fabrication cost. This research attempts to analyze the strength of ramie fiber reinforced epoxy laminate composite as an alternative of socket prosthesis. The research based on ASTM D 3039/D 3039M for tensile strength and ASTM D 695 for compressive strength. The ramie fiber used was a continuous fiber 100 % Ne14'S, with Epoxy Resin Bakelite EPR 174 and Epoxy Hardener V-140. The sample test was created using a hand lay-up method. The result of this research is presented in a correlation of finsile strength (st, compression strength (sc, elasticity modulus (E versus fraction volume of fiber (Vf. The result is then being compared with some of the prosthesis material’s strength produced by Otto Bock. The analysis was completed with the mode of the failure observation by using Scanning Electron Microscope (SEM. The result concludes that the ramie fiber reinforced epoxy laminate composite is potentially developed further as a socket prosthesis material on Vf 40 – 50 %. Tensile strength and specific strength that has been generated was higher than that of several materias for socket prosthesis, including fiberglass. The mode of the failure found were a brittle failure on Vf: 10-30%, debonding and delamination on Vf: 40-50%. Abstract in Bahasa Indonesia: Socket merupakan bagian terpenting dalam pembuatan prosthesis. Kriteria bahan socket prosthesis antara lain kekuatan, ketahanan, ringan, kenyamanan dan biaya produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan komposit laminate berpenguat serat rami epoksi sebagai bahan alternatif socket prosthesis. Pengujian kekuatan mengacu standar ASTM D 3039/D 3039M uji tarik dan ASTM D 695 uji tekan. Serat rami yang digunakan berupa serat kontinyu jenis

  9. RANCANG SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERKOMPUTERISASI PT. KPL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yenty Yuliana

    2001-01-01

    Full Text Available This study was done at PT. KPL which produces plastic goods. In order to compete with other plastic goods manufacturers during the economic crisis, PT. KPL must be able to minimize production costs. One of the ways is to reduce raw materials cost. The results were obtained with production demand forecasting, using the Holt-Winter method; the Moving Average with Index Seasonal method; the Single Exponential Smoothing Method; the Double Exponential Smoothing method; and the Multiplicative Winter method. Based on economic order quantity, the minimum total inventory cost was obtained. Economic order quantity was entered into Material Requirement Planning (MRP. Relevant, accurate, and timely information is needed for planning and controlling raw material inventory. For that purpuse, a computerized conceptual information system for raw material inventory was designed. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi Kasus dilakukan pada PT. KPL yang bergerak dibidang pembuatan barang-barang plastik. Agar PT. KPL dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dimasa krisis ekonomi. PT. KPL harus mampu menekan biaya produksi seminimal mungkin. Salah satu cara dengan menekan biaya persediaan bahan baku. Dari hasil penelitian diperoleh ramalan kebutuhan produk, yang diolah menggunakan metode: Holt Winter, Moving Average With Index Seasonal, Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, Multiplicative Winter. Berdasarkan Economic Order Quantity dihasilkan total biaya persediaan yang minimum. Jumlah pemesanan yang ekonomis dimasukkan kedalam Material Requirement Planning (MRP. Informasi yang cepat, tepat, dan akurat diperlukan dalam merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku. Untuk itu dirancang sistem informasi tersediaan bahan baku terkomputerisasi secara konsep. Kata kunci: ramalan kebutuhan produk, EOQ, MRP, sistem informasi

  10. PENGOPTIMALAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN AUDITING II DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maylia Pramono Sari

    2011-06-01

    Full Text Available Pengembangan metode pengajaran auditing adalah pembuatan bahan ajar multimedia. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan akuntansi memiliki persepsi awal mengenai pengetahuan auditing yang baik dan mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar. Selain itu juga terjadi kenaikan keaktivan mahasiswa setelah adanya penerapan model pendekatan bahan ajar multimedia pada mata kuliah auditing II. Penelitian ini juga menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test dan hasil menunjukkan bahwa nilai tes sebelum adanya tindakan dan setelah adanya tindakan relatif berbeda. Hal ini berarti model pendekatan penalaran dan sistem pada mata kuliah auditing efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Kata Kunci : Auditing, Bahan Ajar Multimedia, Hasil Belajar

  11. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-05-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  12. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak Ekstrak Etanol Lerak (Sapindus rarak DC) Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar Terhadap Kelarutan Jaringan Pulpa (Penelitian in Vitro)

    OpenAIRE

    Teo, Heng Yan

    2015-01-01

    Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Kontak Ekstrak Etanol Lerak (Sapindus rarak DC) Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar Terhadap Kelarutan Jaringan Pulpa (Penelitian in Vitro) xi + 48 halaman Keberhasilan perawatan endodontik tergantung pada penyingkiran jaringan pulpa, debris dentin dan bakteri secara kemomekanis. Konsentrasi dan waktu kontak bahan irigasi akan mempengaruhi daya kelarutan jaringan pulpa. Buah lerak dapat digunakan sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar karena ...

  13. Water Pollution Studies on Baher El-Bakar Mouth Northeast Nile-Delta, Egypt

    International Nuclear Information System (INIS)

    Environmental assessments of petroleum contaminants in the surface water at the north nile delta (Baher El-Bakar mouth) were investigated. Quantitative determinations of oil content show that the studied areas have values high enough to cause lethal toxicity to the surrounding environment gas chromatographic (GC) studies reveal that the origin of pollutants is mainly petroleum origin (petrogenic) mixed with biogenic hydrocarbons. The studied samples are either highly or very highly weathered indicating that they suffered from chronic oil pollution. It is generally advisable to support gas chromatographic evidence by other methods of analysis. Ultraviolet spectrophotometric (UV) studies reflect the presence of aromatic compounds. Their detection is a good criterion of oil pollution. High performance liquid chromatography (HPLC) is used to investigate the distribution of individual pol cyclic aromatic hydrocarbons in water samples. Data indicate that all samples are characterized by the presence of Dibenzo (a,h) anthracene. Microscopic examination is used to investigate the characteristics of the particulate matter associated with the water samples

  14. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  15. APLIKASI MODEL HOUSE OF RISK (HOR UNTUK MITIGASI RISIKO PADA SUPPLY CHAIN BAHAN BAKU KULIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Rizki Kristanto

    2014-12-01

    Full Text Available Dalam aktivitas supply chain selalu berpotensi untuk timbul risiko, oleh sebab itu manajemen risiko sangat diperlukan untuk penanganan risiko. Pada perusahaan yang memproduksi sepatu kulit seperti PT. Karyamitra Budisentosa, dalam aktivitas supply chain bahan baku kulit memiliki peluang untuk timbul risiko. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisa risiko dan rancangan aksi mitigasi, untuk memitigasi risiko atau gangguan yang berpeluang timbul pada supply chain bahan baku kulit tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model house of risk yang terdiri dari 2 fase. Fase pertama yaitu pengidentifikasian risiko dan agen risiko, yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta perhitungan nilai aggregate risk priority (ARP. Fase kedua yaitu penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat 27 kejadian risiko dan 52 agen risiko. Terdapat 6 aksi mitigasi yang dapat digunakan, dengan harapan mampu memitigasi risiko pada supply chain bahan baku kulit.

  16. ANALISA DIFRAKSI SINAR X TiO2 DALAM PENYIAPAN BAHAN SEL SURYA TERSENSITISASI PEWARNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Hastuti

    2012-03-01

    Full Text Available Upaya pengembangan sel surya organic sebagai solusi alternatif krisis energi dunia merupakan hal yang perlu dan penting untuk dilakukan, mengingat sumber energi sel surya yang melimpah dan terbarukan. Salah satu bahan penyusun sel surya adalah semikonduktor TiO2 sebagai transport pembawa muatan. Struktur kristal yang cocok digunakan adalah anatase karena memiliki ukuran pori yang kecil dan bersifat fotoaktif. Pada penelitian ini dikarakterisasi bahan TiO2 yang akan digunakan sebagai bahan semikonduktor dalam sel surya pewarna menggunakan difraksi sinar X dan dianalisa menggunakan program match. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa TiO2 memiliki  fase anatase dan ukuran kristalnya 2.6 nm. Ukuran kristal yang berukuran nano dapat memaksimalkan penyerapan pewarna sehingga dapat meningkatkan efisiensi sel surya.

  17. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  18. COMPARING THE PROFITABILITY OF BAKAR AND OTHER VARIETIES OF WHEAT IN DISTRICT CHARSADDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Javed Habib Afridid

    2014-01-01

    Full Text Available This study was conducted to estimate the profitability of different varieties of wheat in two villages of District Charsadda, Khyber Pakhtunkhwa Province of Pakistan. A total of 100 respondents were interviewed to collect the data on cost and revenue in the target area. 27.2 percent of the area was under wheat cultivation. 38 percent of the respondents were literate while about 52 percent of the wheat growers were owners. Owner cum tenants and tenants were 15 and 33 percent respectively. Simple budgeting technique was used for estimation. The overall total cost of wheat production was Rs. 20760.2 per acre, while for Bakar variety and other varieties total cost of production were , Rs.1 21856 and Rs. 22309 per acre respectively. The overall net return was Rs. 13447.3 per acre; while from Baker variety and other varieties net return were Rs. 11825 and Rs. 12425 per acre respectively. OLS estimation technique was used to analyze contribution of major factors in the wheat yield. The sings of the explanatory variables were found according to our prior expectation of the economic theory. The estimated results of yield function indicated that seed rate, FYM (Farm Yard Manure, NPK (Nitrogen, Phospouras and Potassium and labor days have positive and significant effect on wheat yield, while number of tractor hours and educational level of the growers have positive but statistically insignificant effect. Finally, it is suggested that extension personal should transfer latest technology and diseases free seeds of wheat to the farmer’s for optimum yield.

  19. Pembuatan Keramik Paduan Cordierit-Alumina Sebagai Bahan Refraktori dan Karakterisasinya

    OpenAIRE

    Kaston Sijabat

    2008-01-01

    Telah dilakukan pembuatan Keramik paduan Cordierit 2MgO.2Al2O3.5SiO2- Alumina (Al2O3) dengan menggunakan bahan baku lokal melalui reaksi padatan. Bahan baku yang digunakan untuk mendapatkan serbuk Cordierit adalah pasir silika sebagai sumber SiO3, magnesit (MgCO3) sebagai sumber MgO dan alumina teknis sebagai sumber AL2O3. Dari hasil pembuatan keramik paduan Cordierit - Alumina maka dilakukan karakterisasi meliputi Porositas, Densitas, Pengujian Koefisien Ekspansi Termal, Kuat Patah dan Anali...

  20. Studi Kasus Perbandingan antara Lot-for-Lot dan Economic Order Quantity Sebagai Metode Perencanaan Penyediaan Bahan Baku

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oegik Soegihardjo

    1999-01-01

    Full Text Available Production and material requirements planning are interrelated. The number of required material depends on the quantity of products for a certain period. The are some methods for material requirements planning. Two of them are lot-for-lot and economic order quantity. Those two methods will be apllied to impeller requirements planning for centrifugal pumps and evaluated to determine which one is more appropriate for the case being studied. Those methods are chosen because each of them has different characteristic in determination of lot's quantity. In lot-for-lot the determination of quantity of the impeller is based on the requirements for single period. In economic order quantity the determination of quantity of the impeller is based on expected requirements. Abstract in Bahasa Indonesia : Perencanaan produksi dan penyediaan bahan baku merupakan dua hal yang berkaitan. Berapa banyak bahan baku yang harus disediakan, ditentukan oleh berapa jumlah produk yang akan dibuat pada suatu periode tertentu. Metode perencanaan untuk penyediaan bahan baku ada beberapa macam. Dua di antara metode perencanaan penyiapan bahan baku adalah 'lot-for-lot' dan 'economic order quantity'. Dua metode tersebut akan dipakai untuk perencanaan penyediaan sudu pompa sentrifugal untuk dievaluasi mana yang lebih sesuai untuk kasus penyediaan sudu pompa sentrifugal tersebut. Dua metode ini dipilih karena kedua metode tersebut mempunyai karakter yang berbeda dalam penyediaan kebutuhan bahan baku (bahan baku dalam kasus ini adalah impeller pompa. Pada metode 'lot-for-lot' penentuan jumlah sediaan bahan baku ditetapkan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan bersih satu periode tunggal. Sedangkan pada metode 'economic order quantity' penentuan sediaan bahan baku ditetapkan berdasarkan kebutuhan yang diperkirakan (expected requirements. Kata kunci: kebutuhan bahan baku, kebutuhan bersih, 'lot-for-lot', 'economic order quantity'.

  1. PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUARSA BAHAN DAN FAKTOR INCREMENTAL DISCOUNT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Prasetyo

    2005-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model persediaan yang mempertimbangkan waktu kadaluarsa bahan dan faktor incremental discount untuk mendapatkan biaya total (total cost persediaan yang minimum. Model persediaan Economic Order Quantity (EOQ Single Item digunakan sebagai dasar pengembangan model. Algoritma pencarian solusi model dibuat untuk mendapatkan solusi dari model. Selain itu pada bagian akhir diberikan studi kasus implementasi model di PT. XYZ.

  2. Penanganan Bahan Baku Pastry Dan Bakery Dalam Upaya Mempertahankan Standar Kualitas Di Hotel J.W Marriott Medan

    OpenAIRE

    Pratiwi, Puspa

    2012-01-01

    Sarana akomodasi perhotelan tidaklah lengkap tanpa adanya dukungan dari fasilitas makanan dan minuman. Dalam dunia perhotelan hal tersebut identik dengan sebutan “Food and Beverage” yang mana digolongkan dalam section Food and Beverage Department, atau dengan sebutan pengolahan makanan. Kertas karya ini yang berjudul “Penanganan Bahan Baku Pastry dan Bakery Dalam Upaya Mempertahankan Standar Kualitas Di Hotel J.W Marriott Medan” akan membahas proses penanganan bahan baku pastry dan bakery, se...

  3. Pemanfaatan Biogas (Gas Methan) Dari Hasil Pengolahan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Secara Anaerobic Sebagai Bahan Bakar Unit Oil Refinery Dan Pencegah Pencemaran Lingkungan Di Pt.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara

    OpenAIRE

    sitorus, Syaiful bahri

    2016-01-01

    Palm oil production in Indonesia continues to increase, thereby increasing the amount of waste therefore to decimate environmental pollution load in the waste in the processing of palm oil in the palm oil mills in PT.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara has made Palm Oil Mill Effluent (POME) by using Anaerobic technology to produce biogas which can be utilized as fuel for burning palm oil mills in the refinery unit Multimas 200 palm oil mills, once the reduced pollutant load will be processed b...

  4. SINTESIS SILIKA AEROGEL DENGAN BAHAN DASAR ABU BAGASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazriati Nazriati

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SILICA AEROGEL FROM BAGASSE ASH. Synthesis of silica aerogel from bagasse ash was done by alkaline extraction followed by sol-gel. Bagasse ash was extracted with NaOH at its boiling temperature for one hour with continue stirring, to produce sodium silicate. Subsequently, sodium silicate was pass through ionic exchanger resin, to produces silicic acid (SA. Silicic acid solution was then added with TMCS and HMDS as surface modifier agent. In order to form gel pH must be adjusted to final pH of 8-9 by addition of NH4OH solution. The resulting gel then was aged and dried at ambient pressure and at a certain time and temperature. Characterization of products was done by measuring its pore volume, surface area, and hydrophobisity (contact angle. TMCS serves as water expeller from the pores and subsequently surface was modified by HMDS and TMCS. HMDS content will linearly increase surface area, pore volume, and the contact angle of the resulting silica aerogel. Characteristics of silica aerogel was generated by varying the composition of the SA:TMCS:HMDS resulting has a surface area of 50-488 m2/g, pore volume from 0.2 to 0.9 m3 /g, the contact angle of 48-119 and pore diameter ranging from 5.7-22.56 nm. Based on the resulting pore diameter, the synthesized of silica aerogel categorized as mesoporous.      Abstrak   Sintesis silika aerogel dari bahan dasar abu bagasse dilakukan dengan ekstraksi basa dan diikuti dengan sol-gel. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH pada suhu didihnya sambil diaduk selama satu jam, menghasilkan sodium silikat. Selanjutnya, sodium silikat dilewatkan resin penukar ion, menghasilkan asam silicic (SA. Larutan asam silicic kemudian ditambahkan trimethy­l­chlorosilane (TMCS dan hexamethyldisilazane (HMDS sebagai agen pemodifikasi permukaan. Untuk terjadinya gel pH diatur hingga mencapai 8-9 dengan penambahan larutan NH4OH. Gel yang dihasilkan kemudian di-aging dan dikeringkan pada tekanan ambien pada suhu dan

  5. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  6. Kajian Karakteristik Laboratorium Aspal Porus dengan Menggunakan Crumb Rubber Sebagai Bahan Tambahan

    OpenAIRE

    Harmadhana, Shinta

    2016-01-01

    Aspal porus adalah salah satu tipe perkerasan yang dikembangkan di Amertika, Eropa dan Australia. Gradasi yang digunakan aspal porus memiliki persentase agregat kasar tidak kurang 85% dari volume campuran. Adanya rongga/pori tersebut menyebabkan campuran memiliki nilai VIM yang lebih tinggi tetapi menghasilkan stabilitas yang lebih rendah. Guna menigkatkan stabilitas pada aspal porus maka diberikan bahan tambahan Crumb Rubber sehingga dapat meningkatkan daya rekat pada agregat. Tujuan pene...

  7. Studi Pengaruh Penggunaan Bahan Tambah Zat Adiktif Yang Berbasis Hydrocarbon Terhadap Marshall dan Indirect Tensile Strenght

    OpenAIRE

    HAKIM, LUKMAN

    2014-01-01

    ABSTRAK Liquid Asbuton adalah nama suatu produk ekstraksi batuan aspal alam dari Pulau Buton melalui pengembangan teknologi, liquid Asbuton memiliki penetrasi yang sangat rendah, sehingga digolongkan sebagai aspal keras. pada umumnya mengandung 60% sampai dengan 75% kadar bitumen sisanya adalah mineral 25%-40% sebagai bahan pengisi alam, bitumen sebagian besar dibentuk oleh asphaltene dan sedikit maltene kadar stabilitas yang tinggi dan malten, yang terdiri dan polyaromatics resin (dengan...

  8. Pengembangan Bahan Ajar Berbantuan Camtasia pada Pokok Bahasan Lingkaran melalui Edmodo untuk siswa MTs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yajid Latif

    2013-12-01

    Full Text Available Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan bahan ajar pokok bahasan lingkaran yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar pada pemecahan masalah. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan pendekatan pemecahan masalah pada latihan soal yang ditampilkan dalam bentuk video pada edmodo. Kegiatan penelitian dilakukan di MTs Miftahul Huda Tuguagung pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1 Pada penelitian ini menghasilkan ba-han ajar pokok bahasan lingkaran melalui edmodo yang valid dan praktis; 2 Bahan ajar pa-da pokok  bahasan lingkaran melalui edmodo memiliki efek potensial terhadap hasil belajar pada pemecahan masalah dengan nilai persentase minat 79,7% dengan kategori tinggi dan hasil belajar pada soal pemecahan masalah dengan kategori baik.   Kata Kunci: Penelitian pengembangan; edmodo; pemecahan masalah   Abstract The purpose of this study was to produce teaching materials on circle which has criteria valid, practical, and has a potential effect on learning outcomes in problem solving. Tea-ching materials developed using a problem -solving approach to the exercises shown in the form of video on Edmodo. Research activities conducted in MTs Miftahul Huda Tugu-agung in the 2nd half of the school year 2012/201. This study uses research development. Based on the analysis of the results of this study concluded that : 1 In this study produces teaching materials subject circle through Edmodo valid and practical; 2 Teaching ma-terial on the subject of the circle through Edmodo has a potential effect on learning out-comes in problem solving with 79.7 % percentage interest in the high category and learn-ing outcomes in a matter of solving the problem with good categories . Keywords: Research and Development; edmodo; problem solving

  9. Analisis Kinerja Supplier Bahan Baku Menggunakan Integrasi Supply Chain Operations Refrence dan Analytic Hierarchy Process PT. Asia Raya Foundry

    OpenAIRE

    Jati, Wahyu Listyo

    2015-01-01

    Persaingan bisnis yang semakin cepat menuntut PT. Asia Raya Foundry sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pengecoran logam untuk produksi spare part mesin pabrik perkebunan dan alat berat harus memperhatikan keinginan konsumen terhadap produk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan bahan baku langsung yang diperoleh dari supplier sehingga menyebabkan adanya keterlambatan dalam penyelesaian produk. Gangguan yang disebabkan ...

  10. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  11. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  12. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2012-01-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  13. SINTESIS LAPIS TIPIS BERBASIS NANOPARTIKEL TITANIA TERMODIFIKASI SILIKA SECARA SOL-GEL SEBAGAI BAHAN ANTIFOGGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L.V. Rissa

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania termodifikasi silika (TiO2-SiO2 secara sol-gel sebagai bahan antifogging untuk (i mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap energi band-gap, struktur dan ukuran kristal, serta porositas titania-silika, (ii mengetahui pengaruh komposisi sol terhadap karakteristik lapis tipis titania-silika yang meliputi hidrofilitas dan sifat transparan, serta (iii mengetahui kinerja antifogging lapis tipis titania-silika pada substrat kaca. Sintesis dilakukan melalui  metode sol-gel. Teknik pelapisan pada kaca menggunakan teknik celup, kemudian diaplikasikan sebagai bahan anti-kabut. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dan komposisi padatan, serta DR-UV untuk mengetahui band-gap TiO2-SiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa TiO2-SiO2 dengan 15% b/b silika  pada temperatur kalsinasi 500°C memiliki ukuran partikel dan band gap optimum  yaitu masing-masing sebesar 11,15 nm dan  3,20 eV. Hasil ini bersesuaian dengan hasil pengukuran sudut kontak minimum yaitu sebesar sebesar 14,49°. Hasil uji kinerja antifogging menunjukkan bahwa lapis tipis TiO2-SiO2 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan anti-kabut. The research on synthesis of thin layer Based on TiO2 nanoparticle modified silica by sol gel as antifogging materials has been conducted to (i determine the effect of calcination temperature on the gap energy, structure and size of crystal, and porous titania-silica, (ii determine the effect of sol composition on thin layer titania-silica covering hydrophilic and transparent character, and (iii determine the performance of antifogging thin layer titania-silica on glass substrate. The synthesis is done by using sol-gel method. Dye technique was used to coat the glass, and then applied as antifogging materials. The result of synthesis of TiO2-SiO2

  14. Respon inflamasi pulpa gigi tikus Sprague Dawley setelah aplikasi bahan etsa ethylene diamine tetraacetic acid 19% dan asam fosfat 37%

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadie Fatimatuzzahro

    2013-12-01

    Full Text Available Background: Etching agents such as ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA and phosphoric acid which are widely used in adhesive restoration system, are aimed to increase retention of restorative materials; however, these agents may induce inflammation of dental pulp. The major function of the inflammatory response is to remove invading pathogens or damaged tissue/ cells and therefore, initiate repair. Neutrophils and macrophages are motile phagocytes that constitute the body's first line of defense. Purpose: The purpose of the present research was to study the effect of 19% EDTA and 37% phosphoric acid for etching application agents on the inflammatory response of the dental pulp. Methods: Forty-five male Sprague Dawley rats were divided into 3 groups. Cavity preparation was made on the occlusal surface of maxillary first molar using a round diamond bur. Nineteen percent of EDTA, 37% phosphoric acid, and distilled water were applied on the surface of the cavity of the teeth in group I, II and III respectively. The rats were sacrified at 1, 3, 5, 7, and 14 days after the application (n=3 for each day. The specimens were then processed histologically and stained with hematoxylin eosin. Results: ANOVA showed a significant difference (p<0.05 among treatment groups, indicating that etching agents application induced neutrophils, macrophages and lymphocytes infiltration in the dental pulp. Tuckey HSD test showed that application of 37% phosphoric acid increased higher number of neutrophils, macrophages and lymphocytes significantly than 19% EDTA (p<0.05. Conclusion: The study suggested that 37% phosphoric acid induced higher number of the inflammatory cells than 19% EDTA.Latar belakang: Penggunaan bahan etsa seperti ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA dan asam fosfat pada sistem restorasi adhesif bertujuan untuk meningkatkan retensi bagi bahan restorasi, namun penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menginduksi inflamasi pada pulpa. Respon

  15. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  16. PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENGEMBANGKAN ALAT PERAGA IPA DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN BEKAS PAKAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Widiyatmoko

    2012-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan memproduksi alat peraga IPA melalui pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan bahan bekas pakai. Temuan dosen menunjukkan bahwa mahasiswa ketika diberikan penugasan memproduksi/memodifikasi alat peraga IPA mengalami kesulitan. Sebagian besar mahasiswa mengumpulkan desain produk penugasan bukan hasil karya sendiri atau kelompok, melainkan hasil penelusuran internet. Dari penilaian hasil penugasan, kurang dari 25% mahasiswa yang mendapatkan nilai ≥ 75. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan IPA FMIPA Unnes dengan sasaran mahasiswa semester V rombel 3 yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran proyek mahasiswa telah mampu mengembangkan dan menghasilkan alat peraga IPA dengan baik, dibuktikan dari penilaian laporan yang berisikan rancangan desain produk dengan rentang skor yang diperoleh antara 82 sampai dengan 92 dan dari penilaian produk yang telah dibuat mahasiswa lebih dari 85% telah mendapatkan kategori baik. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran berbasis proyek dapat mengembangkan alat peraga IPA dengan memanfaatkan bahan bekas pakai.This research is aimed to develop and produce science props through project based learning by using used goods. The lecturer found that the students had some difficulties to produce or modify the props. They submitted the props design that they downloaded from the internet. From the assignment score data, it is identified that less than 25% of student that got score ≥ 75. This research was conducted in Science Education Study Program Mathematics and Natural Science Semarang State University. The object of research was 30 students of fifth semester students. The research result shows that by using project based learning the students are able to develop and produce science props better than previous learning activity. It is proven by assessment report that consists of

  17. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS BAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. A. Kharida

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan modelpembelajaran berbasis masalah di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang pada materi Elastisitas Bahan. Penelitian tindakan kelasini dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data hasil belajar kognitif dengan memberi tes tiap akhir siklus. Teknikobservasi untuk mendapatkan data aktivitas siswa dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Peningkatan rata-rata hasil belajarkognitif sebesar 0.26 atau 26%. Peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 0.33 atau 33%. The study is aimed at acquiring information on improvement of student learning activities and outcome through the application ofproblem-based learning model in Sultan Agung Islamic High School Semarang on the elasticity subject. This class action study wasdone in two cycles. Data collection of cognitive learning outcomes was done by giving a test at the end of each cycle. Observationtechnique was done to collect data of students' and teachers' activities. Results show that problem-based learning method canincrease the learning activity and student learning outcomes. A cognitive learning outcome on average was increased at 0.26 or26%. Average student learning activity was increased at 0.33 or 33%.Keywords: Problem-based learning model; learning outcomes; material elasticity

  18. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR) PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    OpenAIRE

    Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Dhimas Satriyan Panuntun

    2013-01-01

    Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas) pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baha...

  19. BRIDGE TO TERABITHIA DAN ISLAND OF THE BLUE DOLPHIN SEBAGAI BAHAN AJAR BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdu Rajab

    2015-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan: (1 Nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam novel Bridge to Terabithia dan Island of the Blue Dolphin (2 Sejauh mana novel-novel tersebut dapat dijadikan bahan ajar Bahasa Inggris bermuatan pendidikan karakter. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Penelitian kualitatif mengungkapkan gejala secara menyeluruh, dan sesuai dengan konteks permasalahannya dipecahkan melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci (Djukri dkk, 2010, p.18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Novel Bridge to Terabithia dan Island of the Blue Dolphin memberikan penggambaran contoh nilai-nilai pendidikan karakter dengan frekuensi dan variasi yang tinggi juga dengan kualitas penggambaran yang kuat dan realistis, (2 Kedua novel memiliki bahasa yang imajinatif dan kisah yang inspiratif, (3 Kedua novel relevan dengan tujuan pembelajaran Bahasa Inggris. ____________________________________________________________________________________________________________________ BRIDGE TO TERABITHIA AND ISLAND OF THE BLUE DOLPHIN AS INSTRUCTIONAL MATERIAL EMBODYING CHARACTER EDUCATION Abstract This study aims at describing: (1 Character education values embodied in the novel Bridge to Terabithia and Island of the Blue Dolphin, (2 The extent to which those novels can be utilized as English instructional material embodying character education.  This study is a descriptive qualitative research, which employs content analysis method. Qualitative research describes the entire indications based on the context of the matter which is solved through collecting data of natural context employing the researcher as key instruments (Djukri dkk, 2010, p.18.The results of the study show that: (1 Bridge to Terabithia and Island of the Blue Dolphin give examples of high frequency and high variation as well as strong and realistic

  20. PENGEMBANGAN PASAR LELANG FORWARD KOMODITAS BAHAN OLAH KARET (BOKAR DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Rahman

    2015-11-01

    Full Text Available Permintaan karet dunia terus meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri karet global untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China. Potensi dan peluang dapat meningkatkan ekspor karet alam Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan petani yang memproduksi bahan Karet (bokar, secara tidak langsung. Namun, kurangnya harga referensi dari karet rakyat di tingkat nasional, membuat para petani selalu dirugikan, karena harga cenderung ditentukan oleh pedagang dan produsen, dan membuat lemah posisi tawar petani, sehingga pengembangan lelang pasar ke depan menjadi potensi dan peluang untuk penjualan bokar yang dapat menguntungkan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar lelang forward dari bokar memiliki potensi dan peluang sebagai tempat yang baik untuk transaksi yang lebih menguntungkan untuk para petani. Melalui pasar lelang forward, petani diminta untuk bersedia dan mampu berkelompok, untuk menghasilkan kualitas bokar yang baik, sehingga nilai penjualan bokar ini lebih tinggi, karena dijual oleh kelompok dengan cara lelang. Abstract World rubber demand increased continuously in line with the increase in global rubber industry needs forthe countries like US, Japan, Europe, and China. The potential and opportunity should boost Indonesia's natural rubber exports, provide to increase the income of farmers that producing Material Rubber (bokar, indirectly. However, the lack of reference prices of rubber smallholder at the national level, made of the farmers always disadvantaged, because the prices tend to be determined by the traders and manufacturers, and made weak thebargaining position of farmers, so the development of forward auction market into the potential and opportunities for bokar’ssales that can benefit the farmers. The results showed that the forward auction market of bokar has the potential and opportunities as a good place for transaction that more profitable for farmers.Through the forward

  1. Perancangan Sistem Kerja Proses Sortasi Bahan Olah Karet (Bokar) Di Pabrik Crumb Rubber Pt. Rubber Hock Lie Rantau Prapat – Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Arisman

    2008-01-01

    Perancangan sistem kerja dapat dilakukan untuk kegiatan yang baru atau kegiatan yang sudah ada, dengan tujuan memperbaiki sistem kerjanya. Perbaikan sistem kerja dilakukan melalui analisa faktor – faktor sistem kerja yang meliputi faktor manusia, material atau bahan, mesin dan fasilitas kerja serta lingkungan tempat kerja. 037025001

  2. KADAR ZAT GIZI MAKANAN JAJAN DI DESA CIJENGKOL: SUATU PERBANDINGAN ANTARA ANALISA KIMIA DAN PERHITUNGAN DAFTAR KOMPOSISI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Krisdinamurtirin Krisdinamurtirin

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar zat gizi beberapa makanan jajan dari desa Cijengkol Jawa Barat telah dibandingkan hasil analisa kimianya dengan hasil perhitungan dengan Daftar Kompisisi Bahan Makanan. Makanan jajan yang diteliti yaitu yang di desa tersebut dikenal namanya sebagai gegentur, puruy, noga wijen, kremes, goreng pisang sale, tape goreng, boder, gemblong.Kedua cara menghasilkan kadar zat gizi yang umumnya berbeda, yang secara statistik tidak berarti, kecuali untuk protein dan kalsium. Hal ini menunjukkan bahwa untuk lemak, hidrat arang, fosfor dan besi, hitungan dengan Daftar Komposisi Bahan Makanan tidak mempunyai penyimpanan yang besar, kecuali untuk protein dan kalsium. Untuk protein, hidrat arang, lemak dan fosfor, hasil hitungan lebih besar daripada analisa kimia. Sedangkan untuk kalsium dan besi, hitungan lebih kecil daripada analisa kimia.Penelitian lebih lanjut mengenai kadar zat gizi secara analisa kimia dibanding dengan perhitungan Daftar Komposisi perlu dilakukan baik terhadap makanan jajan maupun hidangan tunggal dan hidangan sehari-hari dari beberapa daerah sampel lainnya. Dari penelitian seperti ini akan didapatkan angka penyimpanan untuk mengadakan koreksi pada perhitungan penelitian makanan (dietary survey.

  3. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  4. BAHAN AKTIF DALAM KOMBINASI OBAT FLU DAN BATUK-PILEK, DAN PEMILIHAN OBAT FLU YANG RASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Gitawati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakFlu, salesma atau batuk pilek adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA akibat virus, merupakan self-limiting disease dan hanya memerlukan pengobatan simtomatik. Obat-obat yang digunakan adalah obat bebas, umumnya dalam bentuk kombinasi tetap, dengan komposisi zat aktif bervariasi. Tulisan ini bertujuan mengkaji bahan aktif dalam preparat flu kombinasi tetap dan pemilihan obat flu yang rasional. Kajian dilakukan secara cross-sectional dengan sumber data berasal dari 56 referensi berupa buku, panduan, jurnal/artikel on-line maupun publikasi tercetak, menggunakan kata kunci ”common cold, cough, over-the-counter drugs, non-prescription, self-medication, analgetics, sympathomimetics, antihistamines, decongestant, antibiotics, immunomodulators, food supplement, flu, dan batuk-pilek”.Diperoleh sejumlah 191 preparat kombinasi tetap berbentuk tablet dan sirup yang diindikasikan untuk mengurangi gejala flu (common-cold, dengan komposisi zat aktif utama antihistamin dan dekongestan. Komponen tambahan lainnya adalah analgesik, antitusif, ekspektoran, stimulan. Kekuatan (strength dosis tiap komponen masih sesuai dengan dosis yang direkomendasi, namun tercatat masih ada preparat dengan dosis dekongestan (fenilpropanolamin yang lebih tinggi dari yang direkomendasi. Tidak ada preparat tunggal yang mampu mengatasi semua gejala flu sekaligus, sehingga preparat flu kombinasi menjadi pilihan utama. Dalam menggunakan preparat flu kombinasi perlu memilihproduk yang tepat dan rasional sesuai dengan gejala spesifik, karena kemungkinan tidak semua zat aktif dalam komposisi produk obat flu diperlukan oleh penderita.Kata kunci: flu, batuk-pilek, komposisi obat flu, simtomatik.AbstractFlu or common-cold is an acute upper respiratory tract infection mainly caused by virus, and a self-limiting disease which is requires only symptomatic treatments to alleviate the symptoms. Common-cold medication is usually an OTC drug and a fixed-dose combination of various

  5. PROTOTIPE PEMESANAN BAHAN PUSTAKA MELALUI WEB MENGGUNAKAN ACTIVE SERVER PAGE (ASP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoni Haryadi Setiabudi

    2002-01-01

    . Salah satunya adalah Active Server Pages (ASP yang digabungkan sistem database untuk meyimpan data. Komponen penunjang lainnya adalah interface antara aplikasi dengan database yaitu ActiveX Data Objects (ADO. ASP memiliki keunggulan dalam metode scriptingnya dan mudah dalam berhubungan dengan database. Prototipe yang dibuat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian untuk administrator dan bagian untuk user. Prototipe yang dibuat ini ini mampu menghasilkan fasilitas pengeditan data, pencarian data, dan melihat informasi pesanan secara online. Untuk pencarian dan pemesanan artikel maka user dapat langsung melakukan proses download. Karena sistem E-commerce di Indonesia baru saja berkembang maka perlu diperhatikan juga mengenai metode pembayaran dimana tidak setiap orang mempunyai kartu kredit. Maka dalam prototipe ini terdapat juga suatu form untuk user yang tidak mempunyai kartu kredit. Begitu user telah melakukan pembayaran maka user bersangkutan bisa melakukan transaksi secara online. Disini dipakai juga keunggulan ASP yaitu "session" dimana data - data dalam proses yang terjadi tidak akan hilang selama user masih berada dalam session tersebut. Ini digunakan dalam proses user area dan admin area dimana user dan admin dapat melakukan berbagai macam proses. Kata kunci: e-commerce, bahan pustaka, world wide web, Active Server Page, ActiveX Data Objects.

  6. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    OpenAIRE

    Hantoro Satriadi

    2015-01-01

    Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk...

  7. PENYERAPAN FORMALIN OLEH BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN SERTA PENGHILANGANNYA MELALUI PERENDAMAN DALAM AIR PANAS (THE ADSORPTION OF FORMALDEHYDE BY SOME FOODSTUFFS AND ITS ELIMINATION BY SOAKING THEM IN HOT WATER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar belakang: Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan dilarang oleh Pemerintah, karena bahan ini bersifat toksik (racun. Namun, hasil survei mengindikasikan bahwa beberapa jenis bahan makanan di pasar tradisional masih mengandung formalin. Formalin bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan, karena formalin dapat mengikat protein membentuk ikatan methylene (-NCHOH. Protein pada ikatan methylene ini tahan terhadap kerusakan, baik yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme maupun oksidasi, sehingga makanan tersebut terhindar dari kerusakan dan menjadi awet. Artikel ini menyajikan hasil pengujian penyerapan formalin oleh beberapa jenis bahan makanan yang mengandung protein, serta pengaruh proses perendaman dalam air panas terhadap kandungan formalinnya. Metodologi: Sampel bahan makanan direndam dalam larutan formalin 1 persen. Sementara pengaruh proses perendaman dalam air panas terhadap kandungan formalin dilakukan dengan merendam bahan makanan berformalin di dalam air panas. Selama waktu periodik perendaman, bahan makanan dianalisis kadar air, formalin dan proteinnya. Hasil: Penyerapan formalin tertinggi oleh bahan makanan terjadi pada tahu, kemudian daging ayam, dan yang terendah adalah mi basah pasar. Akan tetapi, ada perbedaan tingkat penyerapan formalin antar-tahu, serta antara daging dada dan paha ayam. Kadar formalin dalam bahan makanan bisa dikurangi melalui perendaman dalam air panas. Besar pengurangan tergantung dari tingginya kandungan formalin. Sebagai contoh, kadar formalin tahu adalah 0.7 mg per g, dan menjadi 0 pada perendaman dalam air panas selama 2 jam. Kesimpulan: Penyerapan formalin oleh bahan makanan, kadarnya berbeda tergantung dari reaktivitas protein untuk bereaksi dengan formalin. Perendaman bahan makanan berformalin dalam air panas dapat mengurangi kandungannya. Rekomendasi: Perendaman bahan makanan, dengan merendam dalam air panas di rumah tangga, merupakan salah satu usaha ibu-ibu rumah tangga

  8. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  9. PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa

  10. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Pujo Mulyatno

    2013-06-01

    Full Text Available Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM, telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.

  11. ANALISIS KANDUNGAN FENOL, NITROGEN DAN BAHAN ORGANIK TOTAL PADA BERBAGAI KEDALAMAN TANAH DI BAWAH TEGAKAN Pinus merkusii Jungh & De Vr. DI KECAMATAN TINGGI MONCONG SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    Elis Tambaru; sri suhadyah

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fenol dengan N total tanah dan bahan organic total tanah pada berbagai kedalaman tanah di bawah tegakan pinus. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier terdiri dari pohon (P) yaitu Po = tanpa pohon dan P1 = ada pohon, serta kedalaman tanah (K) yaitu K1=0-5 cm; K2= 0-35 cm dan K3= 60-65 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tanah di bawah tegakan pohon pinus dengan kedalaman tanah 0-5 cm kandungan fenol tertinggi 0,1013 pp...

  12. Kajian Potensi Kerugian Akibat Penggunaan BBM pada PLTG dan PLTGU di Sistem Jawa Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Nur Imansyah

    2014-03-01

    Full Text Available Dalam pengoperasian sistem tenaga lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi atau fuel cost. Tujuannya agar daya beban tetap terpenuhi, sedangkan biaya operasi dapat ditekan.  Faktor yang menjadi pertimbangan dalam meminimalkan biaya operasi adalah harga bahan bakar. Selama ini pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM dalam pengoperasian pembangkit listrik menimbulkan kerugian dari sisi biaya operasi. Hal tersebut dikarenakan potensi gas alam yang dalam penggunaannya lebih efisien dan murah oleh pemerintah Indonesia lebih dikhususkan untuk kebutuhan ekspor. Maka, kajian didalam tugas akhir ini ialah mengenai seberapa besar dampak kerugian penggunaan BBM pada pembangkit listrik. Alasan PLTG dan PLTGU dipilih yaitu karena pembangkit ini memiliki efisiensi thermal yang tinggi, sehingga dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis minyak. Dynamic Optimal Power Flow (DOPF dipakai untuk menghitung biaya operasi dengan menggunakan metode Quadratic Programming. DOPF dilakukan dengan menggunakan program Matpower dan software matlab. Sistem yang digunakan yaitu  PLTG dan PLTGU yang beroperasi pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV.

  13. Evaluasi karakteristik abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel sebagai bahan dentinogenesis (Characteristic evaluation of rice husk ash with chitosan high molecule nanoparticle as dentinogenesis material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pretty Farida Sinta Silalahi

    2014-06-01

    Full Text Available Background: Mineral trioxide aggregate (MTA and resin modified glass ionomer cement (RMGIC are the material used for indirect and direct pulp capping due to biocompatibility, but these materials have many shortcomings. Mineral trioxide aggregate contains a little amount of arsenic and has long setting time, while HEMA containing RMGIC are cytotoxic. Rice husk ash nanoparticles (RHAn is a potential source of silica. High molecular chitosan nanoparticles (HMCn can stimulate the formation of reparative dentin. Combination of these two materials is biocompatible and have good sealing ability. Purpose: This study was aimed to study RHAn + HMCn used as biomaterials for prevention of pulpodentinal complex by examined at the microstructure of dentin surfaces applied with RHAn + HMCn. Methods: Twenty-four mandibular premolar teeth extracted for orthodontic purposes, were made cavity class I preparation with 3 mm depth above the cemento-enamel junction (CEJ. Then each tooth was cut in bucco-lingual direction and each part was cut using a cervical disc bur. Samples were divided into 3 groups, group I the teeth were applied with MTA; group II the teeth were applied RMGIC; group III the teeth were apllied with RHAn + HMCn. Characterization was done by using Scanning Electron Microscopy (SEM on the interface between test material and dentin adjacent to the pulp to see surface microstructure. Results: Material microstructure of RHAn + HMCn applied to the dentine showed tags like structure which was more significant than MTA. RHAn + HMCn showed to have better sealing ability than MTA. Porosity of ASPn + HMCn was less than MTA and RMGIC. Conclusion: The study suggested that the combined RHAn + HMCn biomaterials could be used as an active biomaterial that can maintain the integrity of pulp dentinal complex.Latar belakang: Mineral trioksida agregat (MTA dan semen ionomer kaca modifikasi resin (SIKMR adalah bahan yang digunakan untuk pulp capping langsung dan tidak

  14. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  15. PARAMETER DESIGN PROPELLER KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ridwan

    2012-04-01

    Full Text Available   Designer propeller kapal harus mempertimbangkan berbagai parameter untuk menghasilkan bentuk, type dan ukuran propeller yang memiliki nilai  efektifitas dan effisiensi propulsi tinggi. Propulsi kapal merupakan faktor yang mendominasi  operasional kapal, karena pemakaian bahan bakar untuk operasional propulsi kapal merupakan 42% dari total cost operasional kapal dan merupakan added value yang akan diperoleh oleh perusahaan pelayaran. Pertimbangan parameter desain propeller argonomis dapat mendukung tujuan di atas sehingga dapat menurunkan pemakaian bahan bakar hingga 20 % saat kapal dioperaionalkan.

  16. Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan dan Pencairan Biogas dari Limbah Cair Kelapa Sawit dengan Kapasitas 6.187,5 m3/Tahun

    OpenAIRE

    Rahmadani, Apriana

    2010-01-01

    Biogas cair sebagai alternatif pengganti bahan bakar, terutama liquidified natural gas, sangat menjanjikan dalam mengatasi krisis energi yang terjadi saat ini. Dalam skala perdagangan nasional dan internasional biogas cair merupakan salah satu komoditas ekonomi yang meningkat jumlah permintaannya dari tahun ke tahun. Pembuatan biogas cair menggunakan bahan baku limbah cair kelapa sawit karena selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan juga dapat bernilai ekonomis. Biogas cair berbahan b...

  17. MODIFIKASI TEPUNG UMBI TALAS BOGOR (COLOCASIA ESCULENTUM (L SCHOTT DENGAN TEKNIK OKSIDASI SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI TEPUNG TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Ariyanti

    2014-05-01

    Full Text Available Tanaman talas bogor (Colocasia esculentum (L Schott sangat mudah dibudidayakan di daerah tropik dan sub-tropik, termasuk Indonesia. Umbi talas bogor kaya akan karbohidrat, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi yang potensial bagi manusia melalui berbagai proses modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas tepung umbi talas bogor dengan mengkaji pengaruh konsentrasi suspensi, katalis, oksidator, dan temperatur dari proses modifikasi dengan cara oksidasi menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2. Variabel yang dikaji adalah suspensi tepung dengan air (40, 30, 20, dan 10%, waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi katalis (0; 0,1%; 0,2%, konsentrasi oksidator (1%, 2% dan 3% dan temperatur (30; 40; 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi suspensi 40% , konsentrasi katalis 0,1%, konsentrasi H2O2 2% dan temperatur 30oC pada waktu oksidasi 30 menit memberikan hasil yang paling optimum ditinjau dari daya kembang (swelling power dengan nilai 7g/g dan kelarutannya dalam air yaitu 4% dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis dari proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan H2O2 sebagai oksidator cukup efektif dalam meningkatkan nilai daya kembang tepung talas bogor yang sebelumnya hanya 4,3 g/g menjadi 7 g/g, dimana nilai tersebut telah masuk dalam rasio daya kembang tepung terigu yaitu 6,8-7,9 g/g. Namun oksidator H2O2 tidak cukup efektif dalam meningkatkan nilai kelarutan tepung dalam air yang sebelumnya hanya 2% menjadi 4%, dimana nilai tersebut masih dibawah rasio kelarutan tepung terigu yaitu 6,3-7,3%. Selain itu uji organoleptik pada kue kering berbahan baku tepung umbi talas bogor teroksidasi menunjukkan kelemahan berupa rasa yang agak pahit dan tekstur yang terlalu rapuh dibandingkan dengan kue kering yang menggunakan bahan baku tepung terigu.Bogor taro (Colocasia esculentum (L Schott is one of the local resources which can be used as raw material for flour

  18. Peningkatan Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Penambahan Pemanas Solar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willyanto Anggono

    1999-01-01

    Full Text Available The imperfect combustion process will be a problem in the development effort of diesel engine's performance. Nonhomogen air-fuel mixing process is one of the factors which cause the imperfect combustion. By heating up the diesel fuel up to a certain temperature before it goes through the high pressure injection pump will lower its density and viscosity. Therefore, when injected in the combustion chamber, it will formed smaller droplets of fuel spray which result in a more homogenious air-fuel mixture. Also by using higher temperature will make the diesel fuel easier to ignite in order to compensate the limited time which is available in high speed operating conditions. Diesel fuel heating can improve the combustion process to increase the power and decrease the fuel consumption optimally. Abstract in Bahasa Indonesia : Tidak sempurnanya proses pembakaran merupakan masalah yang akan dijumpai dalam usaha peningkatan kinerja motor diesel. Proses pencampuran udara dan bahan bakar yang kurang baik menjadi salah satu faktor penyebab ketidak sempurnaan tersebut. Dengan melakukan pemanasan terhadap solar sampai temperatur tertentu sebelum masuk ke dalam pompa tekanan tinggi akan menyebabkan penurunan density dan viskositas solar, sehingga bila diinjeksikan ke dalam ruang bakar akan membentuk butiran kabut bahan bakar yang lebih halus yang akan menyebabkan proses pencampuran bahan bakar dan udara menjadi lebih homogen. Disamping itu, dengan temperatur yang lebih tinggi akan membuat solar menjadi lebih mudah terbakar sehingga dapat mengimbangi singkatnya waktu yang tersedia untuk pembakaran pada putaran tinggi. Pemanasan solar dapat dipergunakan sebagai salah satu cara untuk menyempurnakan proses pembakaran sehingga dihasilkan peningkatan daya dan penurunan konsumsi bahan bakar yang optimal. Kata kunci : peningkatan daya, penurunan konsumsi bahan bakar, motor diesel, proses pembakaran

  19. Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi (Enamel micro hardness of young permanent tooth after bleaching and remineralization paste application

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Liwang

    2014-12-01

    : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kekerasan mikro permukaan email gigi permanen muda, dan efek aplikasi pasta remineralisasi setelah pemutihan gigi. Metode: Empat belas gigi permanen muda ditempatkan dalam blok resin dengan jendela pada enamel permukaan bukal dan dilakukan pengukuran kekerasan permukaan enamel sampel awal dengan menggunakan alat Microvickers Hardness Tester. Kemudian dilakukan aplikasi bahan bleaching hidrogen peroxide 30% sebanyak 3 kali masing-masing selama 15 menit. Setelah aplikasi bahan bleaching, kekerasan permukaan enamel sampel diukur kembali. Sampel dibagi 2 kelompok; kelompok pertama diaplikasi pasta remineralisasi Hidroksi apatit + NaF 1450ppm, dan kelompok kedua diaplikasi pasta CPP-ACP + NaF 900ppm. Masing-masing pasta tersebut diaplikasikan selama 30 menit 7 hari berturut-turut. Setelah aplikasi pasta remineralisasi, sampel diukur kembali kekerasan permukaan enamelnya. Hasil: Kekerasan mikro permukaan enamel menurun setelah aplikasi pemutih gigi, dari 333.09 ± 10.49 VHN ke 299,15 ± 5.70 VHN. Kekerasan mikro setelah aplikasi Hidroxy apatit + NaF "> 1450ppm adalah 316,61 ± 5.87 VHN dan setelah aplikasi CPP-ACP + NaF 900ppm adalah 319,94 ± 3,25 VHN, namun kekerasan mikro setelah aplikasi pasta remineralisasi masih lebih rendah dari kekerasan mikro awal. Simpulan: Bahan pemutih gigi menurunkan kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda secara signifikan. Aplikasi pasta remineralisasi dapat meningkatkan kembali kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda.

  20. Bio-Oil dari Limbah Padat Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Saputra

    2007-12-01

    Full Text Available Bahan bakar minyak merupakan sumber energi terpenting untuk kehidupan manusia. Produksi bahan bakar minyak yang berasal dari bahan bakar fosil semakin hari semakin menurun. Untuk itu diperlukan suatu alternatif sumber energi yang dapat diperbaharui dalam menggantikan bahan bakar fosil, salah satunya adalah mengkonversikan biomas menjadi biooil. Dalam penelitian ini digunakan limbah padat sawit, yaitu batang dan tandan kosong sawit dengan ukuran partikel 2-6 dan 6-10 mesh. Proses yang digunakan untuk mengkonversikan limbah padat sawit pada penelitian ini yaitu slow pyrolysis. Proses ini dilakukan pada reaktor pipa stainless steel dengan diameter 3,81 cm dan panjang 60 cm, pada kisaran temperatur 450-600oC yang dialiri gas nitrogen. Hasil yield tertinggi dicapai pada suhu 500oC dengan diameter partikel 2-6 mesh. Produk bio-oil dilakukan analisa dengan menggunakan GC HP 5890 II. Pada produk bio-oil juga teridentifikasi adanya etanol, benzena, toluena dan xylen. Kata kunci: bio-oil, limbah padat sawit, pyrolysis

  1. Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar

    OpenAIRE

    Ayu Syarifa Darwinastwantya; Agus Slamet; Joni Hermana

    2014-01-01

    Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan u...

  2. Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2013-12-01

    : Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat. Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510. Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858. Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%. Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.

  3. PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK SEBAGAI BAHAN PEMBAWA INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANNE NURBAITY

    2014-04-01

    Full Text Available Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF is known as one type of biofertilizer. The carrier for this biofertilizer is usually made from inorganic material such as zeolite. Currently, it is important to find the alternative materials that can be used as biofertilizers’ carrier due to the need of lower cost and easily available, such organic matter. Rice straw and husk are some of the organic matter sources that can be used as a carrier of AMF. A glass house experiment was conducted to determine the effectiveness of different type of organic matter as a carrier of AMF’s inoculum. The experiment was arranged in factorial randomized block design with two factors, i.e. type of organic matter (zeolite as a control, straw, burnt-rice’s husk and combination of straw and rice husk 50/50 v/v and type of different hosts of AMF’s (Jatropha sp. and Sorghum sp.. The results showed that application of burnt-rice’s husk was better carrier of AMF inoculum instead of straw or combination of straw and burnt-rice’s husk. The quality of AMF inoculum with burnt-rice’s husk as a carrier was as good as the control inoculum that used zeolite, in terms of the number of spores, the percentage of root colonization, root length colonized and root fresh weight. In summary, burnt-rice’s husk has a good potential carrier of AMF biofertilizer.

  4. Limbah Bahan-Bahan Prosesing Di Laboratorium Radiologi Medan

    OpenAIRE

    Yollanda Susanti

    2008-01-01

    Laboratorium radiologi dental merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang dapat menghasilkan sesuatu hal yang berbahaya dimana selama ini tidak pernah mendapat perhatian, seperti : fixer, leadfoil, x-ray film yang telah dipakai atau rusak, cleaner dan developer, maupun limbah yang tidak berbahaya yakni larntan developer bekas atau terlarnt air, dimana kandungan hydroquinone-nya yang bersifat toksik sudah tidak ada lagi. Limbah-limbah yang dihasilkan laboratorium radiologi dental perlu d...

  5. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairy Abusyairi

    2013-06-01

    Full Text Available Up to day, the materials of Arabic teaching that are developed and used widely in Indonesia in general are the teaching materials used in the madrassah in the Middle East. If the teaching material is the result of the development of amounts not so much. While the demands for innovation and the development of Arabic language teaching materials, today continues to roll, in line with the dynamics of the development of science and technology. Besides that , the demand for Arabic teaching materials that use Indonesian as the language develops in most introductory students, especially those with a general educational background. Thus, one needs to have a competence of teachers in performing their duties is developing instructional materials. Development of teaching materials a teacher is important for learning more effective, efficient, and does not deviate from the competency achieved. Arabic teaching materials can be developed through the following steps : a analysis, b design, c the writing and preparation of the material, d evaluation, e revision.

  6. EVALUASI BIOLOGIK BAHAN KEDOKTERAN GIGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fazwishni Siregar

    2015-08-01

    Full Text Available Dental material should be evaluated biologically to mnimixe the biological risk. The purpose of biologic evaluation is to assess the safety level of a material intend to be used, in animals. According to ISO Technical Report no. 7504, biologic evaluation is composed of initial, secondary, and usage tests. The onjective of initial tests is to determine the acute toxicity, hemolysis, mutagenesis, and cytotoxicity properties of the material. While the secondary tests are purposed to develop knowledge of tissues reactions, sensitivity, and irritation properties of the material. At usage tests the material should be tested with procedure duplicate as much as possible the procedure to be used in patients. In practice, the tests are chosen depend on the intention use of the material and knowledge of the toxicity of the material.

  7. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  8. Pengujian Performansi Motor Diesel Dengan Biodiesel Dari Minyak Jarak Pagar

    OpenAIRE

    Hutagalung, Adrian Bismarck

    2009-01-01

    Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah terhadap lingkungan. Pengolahan biodiesel dapat dilakukan dengan proses esterifikasi dan transterifikasi. Pengujian prestasi dan emisi gas buang dilakukan pada motor diesel 4-langkah 4-silinder ( TecQuipment type. TD4A 001 ) tanpa melakukan modifikasi. Campuran bahan bakar antara solar dan biodiesel divariasikan pada kandungan biodiesel 20% dan 10%. Perubahan putaran poros dari 1000, 1400, 1800, 2200, 2600 dan ...

  9. SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA Chlorella vulgaris DENGAN REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KOH

    OpenAIRE

    Catur Rini Widyastuti; Ayu Candra Dewi

    2014-01-01

    Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang dianggap mampu menjawab permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak. Biodiesel dapat disintesis dari minyak nabati melalui reaksi transesterifikasi. Sumber minyak nabati yang potensial adalah mikroalga yang memiliki produktifitas minyak yang lebih tinggi per satuan luas lahan yang digunakan jika dibandingkan dengan tanaman darat. Mikroalga jenis Chlorella sp diketahui mengandung komponen lipid cukup tinggi yaitu sebesar 14-22%. Langkah-lang...

  10. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas dan Pupuk Cair dari Pengolahan Limbah Cair Kelapa Menggunakan Konsep Zero Emisi dengan Kapasitas 60 ton TBS/jam

    OpenAIRE

    Vincent, Michael

    2013-01-01

    Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan biogas dan pupuk cair. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak ...

  11. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 45 Ton TBS/Jam

    OpenAIRE

    Rosdi, Febriansyah Ansari

    2011-01-01

    Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan Biogas. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia, Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak saja, padahal b...

  12. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 60 Ton TBS/Jam

    OpenAIRE

    Desriandy, Vandi

    2011-01-01

    Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan Biogas. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia, Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak saja, padahal b...

  13. STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA

    OpenAIRE

    Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi; Natanael Martian Dwi Sunarto

    2014-01-01

    Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitun...

  14. PARAMETER DESIGN PROPELLER KAPAL

    OpenAIRE

    Muhammad Ridwan; - Sulaiman

    2012-01-01

      Designer propeller kapal harus mempertimbangkan berbagai parameter untuk menghasilkan bentuk, type dan ukuran propeller yang memiliki nilai  efektifitas dan effisiensi propulsi tinggi. Propulsi kapal merupakan faktor yang mendominasi  operasional kapal, karena pemakaian bahan bakar untuk operasional propulsi kapal merupakan 42% dari total cost operasional kapal dan merupakan added value yang akan diperoleh oleh perusahaan pelayaran. Pertimbangan parameter desain propeller arg...

  15. Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle (HEV dengan Menggunakan Metode Kontrol Neuro-Fuzzy Prediktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Prasetyo Wibowo

    2014-03-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor yang semakin meningkat menyebabkan semakin menurunnya stok bahan bakar minyak di dunia. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi di dunia.Selainitu, semakin banyaknya penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya polusi udara. Polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor akan menyebabkan global warming sehingga suhu di atmosfer bumi akan meningkat. Dalam upaya menanggulangi krisis energi dan bahaya global warming yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, maka diciptakan suatu kendaraan alternatif yang hemat energi dan ramah lingkungan yang disebut Hybrid Electric Vehicle (HEV. HEV merupakan suatu kendaraan yang menggunakan Internal Combustion Engine (ICE dan motor listrik sebagai motor penggeraknya. Salah satu permasalahan yang masih terjadi pada HEV yaitu akselerasi. Kontroler Neuro-Fuzzy Prediktif digunakan untuk mengatur kecepatan motor DC ketika proses akselerasi HEV. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan respon kecepatan HEV dapat mencapai model referensi yang diberikan pada t = 0,051 s sehingga dapat disimpulkan kontroler Neuro-Fuzzy Prediktif dapat mempercepat akselerasi pada HEV.

  16. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  17. PENGARUH PENGGUNAAN ENERGY SAVING DEVICE PADA PROPELLER B4 55 DENGAN METODE CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-10-01

    Full Text Available Tingginya harga bahan bakar semakin mendorong pelaku industri khususnya pemilik kapal melakukan penghematan konsumsi bahan bakar dan cara yang cukup efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan menambah instalasi alat yang disebut Energy Saving Device (ESD pada propeller dengan tujuan meningkatkan efisiensi propulsi.   Beberapa desain  ESD propeller yang telah dikembangkan yakni Ducted Propellers (Kort Nozzel propeller, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF. Perbedaan jenis Energy Saving Device (ESD mengindikasikan perubahan gaya torque dan thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller terhadap torque dan thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui jenis ESD dengan performa paling optimal dengan bantuan paket program CAD (Computer Aided Design serta CFD (Computational Fluid Dynamics. Hasil analisa dengan menggunakan RANS software CFD menunjukkan akibat penambahan instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Gaya thrust yang terjadi pada pada PBCF Propeller adalah sebesar 8.70E+05 N, dengan Torque 7.18E+05, sedangkan thrust pada Nozzle Propeller adalah sebesar 1.18E+06 dengan Torque 9.86E+05

  18. VPLIV CINKOVEGA OKSIDA NA RAZVOJ KERAMIČNIH PIGMENTOV V TRANSPARENTNI GLAZURI

    OpenAIRE

    Glasenčnik, Marija

    2010-01-01

    V diplomskem delu opisujemo eksperimentalni postopek določanja vpliva vsebnosti ZnO na razvoj keramičnih pigmentov v transparentni glazuri. Proučevali smo, ali je z vidika barv, katera od vzorčnih transparentnih frit primerna alternativa za standardno transparentno frito FCE 692, katere vsebnost ZnO ni znana. Ugotovili smo, da rumeno, modro, zeleno in kobaltno modro obarvani keramični pigmenti z različnimi strukturami dajejo v transparentni glazuri z isto vsebnostjo ZnO enako ekstremno ba...

  19. Fotodegradasi Fenol dengan Katalis Titanium Oksida dan Tinanium Silikat Mesopori- Mesostruktur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ARISWAN

    2006-11-01

    Full Text Available The objective of this research is to study the fotodegradation of phenol by titanium dioxide and titanium silicate mesoporous-mesostructure accelerated by hydrogen peroxide (H2O2. Photodegradations were carried out in stirred slurries of mesoporous-mesostructure titanium dioxide and titanium silicate: 0.15 g TiO2-layered macrostructure, 0.35 g TiO2/MCM-41 and 0,5 g Ti-MCM-41 in deionized water respectively. Phenol solution (0,5 g/L was illuminated by 160 W from mercury lamp at times various: 20, 40, 60 and 80 minute. The results show that TiO2-layered mesostructure followed by TiO2/MCM-41 are the two most active photocatalyst, while Ti- MCM-41 is not active photocatalyst. Organic substances produced from phenol fotodegradation include phenol → p-benzoquinon, hydroquinon → catecol → maleic acid → acetic acid and formic acid → water and carbon dioxide.

  20. BATCH INJECTION POTENTIOMETRY ASAM ASPARTAT, ASAM GLUTAMAT DAN ARGININ MENGGUNAKAN ELEKTRODA TUNGSTEN OKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Maulidah Muflihah

    2016-08-01

    Full Text Available The presence of aspartic acid, glutamic acid and arginine in solution can be detected by potentiometric method using tungsten oxide electrode in a batch system. Characterization of tungsten oxide electrode used include linear range, limit of detection, sensitivity and reproducibility. Buffer type and concentration effect also studied to optimize the measurement results. Optimum conditions for detecting arginine was at pH 6.0 with a phosphate buffer concentration of 0.5 x 10-3 M. Correlation coefficient was obtained for 0.9864, the detection limit of 5.24 x 10-6 M, sensitivity 16.1 mV/decade with reproducibility 0 –7 %. Glutamic acid has a correlation coefficient of 0.9789, the detection limit of 3.80 x 10-6 M, the sensitivity of 9.2 mV/decade and reproducibility of 0 – 6 %. Aspartic acid has a correlation coefficient of 0.9949, the detection limit of 7.76 x 10-6 M, sensitivity of 13.4 mV/decade and reproducibility of 0 – 5 %.

  1. Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Suprastiwi

    2015-10-01

    Full Text Available Carbamide peroxide as a whitening agent for teeth is very popular because the use of this agent is easy and inexpensive. There are two kinds of concentrations, i.e. 10%-15% and 35%. The methods are home bleaching and in office bleaching. For home bleaching, the duration of whitening application is 2-6 weeks, each day for 8 hours, whilst for in office bleaching, two hour application will be required. Whitening efficacy might be increased up to 2-5 levels and the color may sustain for 1-3 years, and this treatment could be reapplied. There is an effect on pulp system, but the effect is reversible, i.e. sensitivity which could be treated with fluoridation or application of potassium nitrate. The side effects on gingiva include inflammation which is caused by the buffer and is only temporary. Bleaching is safe to be use and the result will be satisfying if proper procedure is followed.

  2. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang N.

    2012-11-01

    Full Text Available The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the aking than other alternate food such as cassava. Therefore we performed to study the nutrition and acceptability of the used rice through the chemical analysis, microbial observation and sensory evaluation of the cooked of used rice.Objectives: The objective of this study is to asses the uses rice as staple food.Methods: Five samples of the used rice were obtained from district of Cirebon, Sumedang, Cileles, Indramayu and Bandung. The method of study is descriptive method to examine the characteristic of used rice by comparing with the ordinary rice.Results: As the consequent in preparation of the used rice, its content of moisture, pH, density and whiteness were low than those of ordinary rice. In addition, the content of reducing sugar was a bit higher than these of original rice. However, the protein content of used rice showed the various result, two samples of them had protein content less than the usual rice's while the rest three samples had protetn content higher than the ordinary rice's. The content of ash and total count of microbial in the used rice was seemly not different from the usual rice's However, the growth of microbial during preparation of the used rice was observed. Therefore, the examination of toxic substance should be done. The color, texture and aroma of the used rice were assessed lower than those of the ordinary rice in descriptive analysts. The steamed used rice had brownish white color, very soft texture and enough annoying acid aroma. Conclusion: The quality of used rice could be increased both nutritionally and its acceptance. Mixing the used rice with other ingredient and the more controlled drying process and good raw material would increase the quality of the used rice. In addition, the examination of toxic substance produced the micro organism should be done, since the micro organism growth during the preparation of used rice.Keywords: the used rice, beras aking.

  3. KANDUNGAN KOLESTEROL DALAM BERBAGAI BAHAN MAKANAN HEWANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Saidin

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of consuming large quantities of food containing cholesterol has been widely known by the community. However, information concerning cholesterol content in a variety of foods originating from animal tissue is not very well known. By knowing the cholesterol content of food products, people could restrict or prevent their consumption of high cholesterol food and select foods with a low cholesterol content. The cholesterol content of various foods originating from animal tissues, such as beef, mutton, broiler and domestic chicken meat, entrails (liver, heart, kidney and intestines, skin, tail part and eggs and fish (salt water and fresh water had been investigated. Cholesterol content was analysed using David Sleighton's method, which was a modification from Abell et. al. The study revealed that the cholesterol content of every 100 g wet weight meat of domestic chiken was similar to that of broiler chicken, 116 mg and 110 mg respectively. Cholesterol content of broiler chiken entrails was higher than that of domestic chicken. The highest cholesterol content of broiler chicken entrails was liver (529 mg/100 g and the lowest was heart (171 mg/100 g, while for domestic chicken, the highest was kidney (336 mg/100 g and the lowest was heart (164 mg/100 g. Egg yolk cholesterol content of domestic chicken was 922 mg/100 g nearly two folds of broiler chicken's egg which was 485 mg/100 g. The highest content of cholesterol among salt water animals was shrimp (179 mg/100 g and the lowest was pomfret (97 mg/100 g, while for fresh water fishes the highest was catfish (94 mg/100 g and the lowest was mujair (52 mg/100 g.

  4. Pemanfaatan Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Bioetanol

    OpenAIRE

    Yusra, Istianah

    2012-01-01

    Bioetanol is an alternative technology in surpassing the diminishing of unrenewable fuel. This research was done in June until July 2011 in Agricultural Engineering Laboratory, College of Agriculture, USU, Medan using factorial completely randomized design with two factors, i. e yeast concentration (4%, 6% and 8%) and time of fermentation (2 days, 3 days and 4 days). Parameters measured were alcohol concentration after fermentation, alcohol concentration after distillation, ethanol concentrat...

  5. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  6. Pengetahuan Tentang Tumbuhan Masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Batoro

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sistem pengetahuan botani tradisional masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, meliputi pemanfaatan tumbuhan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan hidup mereka. Mereka mengandalkan pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal,kayu bakar, obat-obatan, barang dagangan dan keperluan ritualnya. Penelitian dilakukan di sebelas lokasi yaitu di desa Ngadas, Gubuklakah kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang, desa Wonokitri, Mororejo kecamatan Tosari, desa Ngadirejo kecamatan Tutur, desa Keduwung kecamatan Puspo kabupaten Pasuruan, desa Ngadisari dan Ngadas kecamatan Sukapura,  kabupaten Probolinggo dan desa Ranupani, desa Argosari kecamatan Senduro  kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur. Metoda penelitian dilakukan wawancara terstruktur dan wawancara bebas untuk pengamatan langsung kemudian dianalisis dengan ICS (index cultural significance dan UVS (nilai guna jenis tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tengger dalam kehidupannya mengandalkan sumber alam tumbuhan untuk berbagai keperluan dan memiliki pengetahuan cukup baik tentang keanekaragaman jenis tumbuhan di sekitar mereka. Berbagai pemanfaatan jenis tumbuhan digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk bahan pangan (67 jenis, obat-obatan dan racun (120 jenis, bahan bangunan, tali-temali, bahan kayu bakar, teknologi lokal (52 jenis, konservasi dan liar (144 species, bumbu, pewarna, rokok, kecantikan (40 jenis, buah dan biji (50 jenis pakan ternak (44 jenis, hias (138 jenis dan bahan ritual (91 jenis, Selanjutnya hasil perhitungan indeks kepentingan budaya  menunjukan 1 jenis memiliki nilai tinggi  yaitu padi dan 10 jenis memiliki nilai manfaat jenis tinggi dan UVs terdiri 2 jenis memiliki nilai paling tinggi. Kata kunci: Pengetahuan tumbuhan, masyarakat Tengger, Bromo Tengger Semeru (TNBTS.

  7. DESCRIPTIVE ANALYSIS OF HOUSEHOLD INSECTICIDE IN COMMUNITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aram Sih Joharina

    2014-06-01

    Full Text Available The most popular and effective vector control is the use of insecticides. Surveywas done in the houses and some supermarket to know many kind of insecticides usedby people. The formulation, active ingredients, and concentration were recorded andanalyzed. Based on the results of the survey, household insecticides formulated invarious formulations such as liquid, mosquito coils, aerosol, mat and liquid vaporizer,chalk and paper burn. In addition to formulation, active ingredients and concentrationalso vary. Almost all household insecticide products on the market using the syntheticpyrethroid. Selection of household insecticides should be adapted to the type of insectpests because each type of active ingredients and formulations have advantages anddisadvantages. Efficacy of various active ingredients in various formulations has beenstudied and the results vary widely. Insecticide efficacy is influenced by the type ofactive ingredient, dosage, concentration, formulation, and the susceptibility of insectspecies, temperature, sunlight, wind, and application method.Key word: household insecticide, insecticides formulation, active ingredientsABSTRAKPengendalian serangga vektor penyakit yang paling efektif dan populer adalahpenggunaan insektisida. Survei dilakukan di masyarakat dan supermarket untuk mengetahuijcnis-jenis insektisida yang digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil survei, insektisidarumah tangga terkemas dalam berbagai formulasi antara lain liquid, mosquito coil, aerosol, mat& liquid vaporizer, kapur serangga dan kertas bakar. Disamping formulasi, bahan aktif dankonsentrasi yang digunakan juga bermacam-macam. Hampir semua produk insektisida rumahtangga di pasaran menggunakan bahan aktif golongan piretroid sintetik. Pemilihan insektisidarumah tangga hendaknya disesuaikan dengan jenis serangga sasaran karena tiap jenis bahan aktifdan formulasi memiliki kelcbihan dan kekurangan. Efikasi berbagai bahan aktif dalam berbagaiformulasi telah

  8. Analisa Kegagalan pada Fuel Intake Manifold Pesawat Terbang Boeing 737-500

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jeffri Malau

    2013-03-01

    Full Text Available Fuel intake manifold merupakan komponen yang sangat penting di pesawat terbang dimana fuel intake manifold berfungsi sebagai penyalur bahan bakar yang akan dibawa ke engine. Pada tanggal 3 Agustus 2011 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditemukan crack sehingga terjadi kebocoran fuel pada saat refueling pesawat terbang Boeing 737-500 maskapai Garuda Indonesia. Pesawat terbang ini telah bekerja selama 27937 flight hours dan 25992  flight cycle. Maka dilakukan  penelitian untuk menganalisa kegagalan fuel intake manifold yang bertujuan untuk mengetahui penyebab, mekanisme, dan meminimalisir kegagalan yang sama. Penelitian dimulai dengan analisa material dengan uji komposisi kimia, pengujian makroskopik dan mikroskopik, uji fraktografi, uji SEM-EDX, metalografi dan uji micro vickers hardness serta analisa data pendukung. Setelah melakukan pengujian dan analisa data, komponen yang terbuat dari die aloy casting A 360 dengan yield sebesar 170 MPa dan UTS 350 MPa. Hasil fractography dari analisis permukaan retakan didapat kegagalan dari fuel intake manifold adalah kegagalan fatigue fracture (kelelahan. Kegagalan fatigue dengan ciri-ciri retakan melewati batas butir , adanya striasi dan dimple (cekungan. Inisiasi retak terjadi saat refueling bahan bakar terjadi dipermukaan fuel intake manifold kemudian perambatan retaknya menjalar ke bawah.

  9. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  10. Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Zat Aditif-Premium (C1:80, C3:80, C5:80).

    OpenAIRE

    Adinata, Surya

    2011-01-01

    Octane number is a reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Zat additive is a chemical solution that gives positive effect to rise the octane number. This paper describes comparison study performance from a gasolinel-engine fueled with composition C1:80, C3:80 and C5:80 additive with gasoline engine fueled gasoline oil. The test results have shown that the gasoline engine fuel...

  11. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  12. MENDESAIN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK TUJUAN AKADEMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widjono Hs.

    2008-05-01

    Full Text Available Article on how to design Indonesian language course material for academic purposes discusses some aspects necessary to be understood in designing the materials used by students at university level. Understanding of language essence, academic competence, appropriate course materials, and effective learning process covering the three stages of accountability model according to Moore, and the seven textuality criteria according to Rankema, is ablsolutely needed to be able to design good course materials. Article also includes a model structure of learning academic paragraph writing and academic essay.

  13. PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati - Nurhayati

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%dan sistein (0,68%. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton

  14. Pengembangan Bahan Ajar Pengajaran Mikro Matematika Kelas SBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sujadi

    2010-06-01

    Full Text Available This research aims at producing printed teaching materials for micro teaching program which can be used as one of learning resources for students of international standard school  in  Math Department. The main activity in this research is developing teaching material which is designed to support the achievement of teaching curricular i.e the students are capable of teaching math in international program. This covers two stages- exploration and developing draft model. In the first stage, the researchers performed related literatures reviews and collected varied information related to the problems faced by the students/ teachers in conducting teaching activities in international program. Based on the data gathered, the draft model was developed. Results of the research show that the English competence of the students in math department needs to be enhanced. Courses related to micro teaching program for international school should be rigorously planned, syllabus and its implementation in teaching learning process needs to be revised. In the micro teaching program for international standard school, students have to practice activities dealing with planning classroom management, using media, and developing lesson plan in English. The provision of teaching and learning resources for micro teaching program of  international standard school in math department is far from sufficient level and needs improvement. Teaching materials developed cover how to start the lessons, structure the lesson, use learning aids/media, use textbooks, respond to students’ performance, and administer the exams. Developing varieties of teaching materials and their periodical revision are badly needed. Key words : English competence, micro teaching, teaching materials.

  15. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU UNTUK PROYEK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lianawati Christian

    2012-05-01

    improving application design that features document numbering, document filing, and reports. The new designed accounting information system of raw material purchases of the construction company can generate a report needed timely, completely and accurately, so that it can be used by the management in decision-making process.

  16. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-09-01

    Full Text Available The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical characteristics during composting of three kinds compost heap and to define parameters suitable for evaluating the stability of compost. The experiment were conducted from Mei to October 2011 and consisted of three treatments with six replicates for each treatment. Compost pile temperature,the pH, that reflected the initiation and stabilization of the compost, were measured during the composting process. The carbon organic material content, carbon and nitrogen content, the carbon to nitrogen ratio, organoleptic characteristics, and K2O, P2O5, Mg, Ca content were measured to evaluate the quality of the physicochemical properties of the compost. Compost toxicity level had evaluated using Germination Index. The result showed that the quality of compost from all treatments that were evaluated in this experiment meet the standard quality of SNI 2004.

  17. Pemanfaatan Polistirena Bekas Sebagai Bahan Aditif Dalam Pembuatan Aspal Polimer

    OpenAIRE

    Harmawan, Tisna

    2011-01-01

    The use of polystyrene used as additives in the manufacture of asphalt polymer has been carried out. Polymer Asphalt was became 9 kinds of formula by variation of polystyrene to asphalt were 40:60; 35:65; 30:70; 25:75; 20:80; 15:85; 10:90; 5:95 and 0:100 (w/w) in 100 gram, addition soft sand 300 gram, DCP 1 phr, DVB 1 phr. The mechanical properties of polymer asphalt such as compressive strength and water absorption. The result showed that the optimum compound was polystyrene and asphalt with...

  18. POTENSI LICHEN SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT: SUATU KAJIAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ERIS SEPTIANA

    2011-06-01

    Full Text Available Lichen is a plant with many benefits. Its abundant existence in an area may indicate that air pollution levels are still low. Besides as indicator of air quality, lichen is also used as traditional medicine. Until present time, application of lichens for arthritis, constipation, chemotherapy, external wound, microbial infection, worm and infestation are still done in some countries. It is due to active chemical compounds contain in lichen that has activities as antibacterial, antifungal, antiviral, antitumor, anticancer, antioxidant, anti-inflammatory, antiprotozoa, analgesic and antipyretic, and anthelmintic. With its potential and efforts to provide sustainable materials, lichen has good prospect to be developed become modern medicine.

  19. EFEKTIVITAS NIRA AREN SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG ADONAN ROTI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mody Lempang

    2013-12-01

    Full Text Available Fermentation is a natural process that happen in fresh-sweet sap of aren trees (Arenga pinnata Merr., because many kinds of microorganism stay and life in this substance e.g. bakteria (Acetobacter acetic and yeast (Saccharomyces tuac. Species of yeast from genus of Saccharomyses, e.g. Saccharomyses serivisae is wellknown as microorganism that can ferment sugar (glucose into alchohol and CO2. This natural process as well happen in aren sap, so that this substance potencially using as a swollen agent of bread or cake dough. This research objective is to recognize the effectiveness of aren sap as a swollen agent of bread dough. Fermentation duration of bread dough was one hour by using swollen agent of fresh, 10 hours old and 20 hours old of aren sap. Daily yield of sap tapped from aren trees in Maros district, South Sulawesi province was 7 litre (4-5 litre collected in the morning and 2-3 litre colected in the afternoon. Aren sap containt some of nutritions e.g. carbohydrate, protein, fat, vitamin C and mineral. Sweet taste of aren sap caused by it’s charbohydrate content of 11.18%. The effectiveness of aren sap as a swollen agent of bread dough is lower than instant (commercial yeast. The older of aren sap the lower of it’s effectiveness as a swollen agent of dough and kuality of bread yield.    Keywords : Sap, Arenga pinnata, swollen agent, bread dough

  20. Pembuatan Bioetanol dengan Bahan Baku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium)

    OpenAIRE

    Karo-Karo, Joi Saputera

    2011-01-01

    Bioetanol is an alternative technology in surpassing the diminishing of unrenewable fuel. This research was done in March untill May 2011 in Agricultural Engineering Laboratory, College of Agriculture, USU, Medan using factorial completely randomized design with two factors, i. l yeast concentration (3%, 5% and 7%) and time of fermentation (2 days, 3 days and 4 days). Parameters measured were alcohol concentration after fermentation, alcohol concentration after destilation, etanol concentrati...

  1. PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sunarni

    2014-06-01

    Full Text Available Alfalfa (Medicago    sativa    L. as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P. The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control, T1 (SP, 100 kg P2O5/ha, T2 (SP, 200 kg P2O5/ha, T3 (SP, 300 kg P2O5/ha, T4 (RP, 100 kg P2O5/ha, T5 (RP, 200 kg P2O5/ha, T6 (RP, 300 kg P2O5/ha. Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha, KCl (100 kg K2O/ha and poultry manure (2 ton/ha. Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.

  2. Pemanfaatan Pelepah Daun Kelapa Sawit Amoniasi Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Pada Sapi Brahman Cross

    OpenAIRE

    Sipayung, Sumual

    2012-01-01

    The goal of experiment is to observe the level utilization of ammoniated oil palm frond on dry matter and organic digestibility weaning Brahman Cross. The research conducted in Serba Jadi Farm Group in Serba Jadi Street, Street 1, Marelan Raya, Medan City. Feed and digestibility analysis conducted Animal Nutrien of Feed Science Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, Jl. Prof. A. Sofyan No. 3. Medan. The experiment lasted from July 2...

  3. Pengaruh Molases Pada Amoniasi Jerami Padi Menggunakan Urea Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro

    OpenAIRE

    Muhamad Bata

    2008-01-01

    The effect of molasses on ammoniated straw by using urea on dry and organic matter digestibility as in vitro ABSTRACT. Aimed of this research was to find out the optimal level of molasses addition to improve quality, dry matter and organic matter digestibility of rice straw ammonization process. Materials used were rumen fluid of fistula cattle, grind of rice straw, water, urea and molasses. Research designed used Completely Randomized Design (CRD). As treatments were R0: rice straw 1000 ...

  4. Pengaruh Desain Sistem Pegas pada Olah Gerak Piston dari Motor Bakar Gerak Linier Bersilinder Tunggal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiono Prabowo

    2013-03-01

    Full Text Available Permasalahan pada linear engine adalah siklus kerja baliknya. Banyak cara untuk mengganti posisi piston dari chrankshaft pada conventional engine, saalah satunya menggunakan system pegas. Keunikan penggunaan pegas sebagai siklus kerja balik untuk linear engine ssatu silinder adalah defleksi dari pegas. Namun untuk daya yang kecil piston tidak dapat terdefleksi sempurna sampai titik mati bawah. Karena itu dibutuhkan kajian pada linear engine dengan menggunakan pegas sebagai siklus kerja baliknya,Terutama ketika piston tidak dapat terdefleksi sampai titik mati bawah. Solidwork cosmos motion dapat digunakan untuk menganalisa kajian ini. Model dari engine termasuk conventional dan linear engine sudah ada desain, perakitan dan disimulasikan pada piston dynamic. Beberapa data meliputi daya dan dimensi pegas sudah dilakukan sebelum simulasi. Pegas yang asli akan digantikan dengan pegas yang fleksibel dimana tersedia data base dari cosmos motion. Gesekan meliputi dalam kajian akan disimulasikan dengan dua body contact pada kondisi terlumasi. Hasilnya menunjukan olah gerak piston dari conventional engine dan linear engine seperti displacement, velocity dan acceleration sudah jelas berbeda. Pengaruh dari gesekan juga ada pada pada kajian ini. Namun, olah gerak piston pada linear engine berputar pada sumbu z.

  5. Pengaruh Desain Sistem Pegas pada Olah Gerak Piston dari Motor Bakar Gerak Linier Bersilinder Tunggal

    OpenAIRE

    Setiono Prabowo; Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah

    2013-01-01

    Permasalahan pada linear engine adalah siklus kerja baliknya. Banyak cara untuk mengganti posisi piston dari chrankshaft pada conventional engine, saalah satunya menggunakan system pegas. Keunikan penggunaan pegas sebagai siklus kerja balik untuk linear engine ssatu silinder adalah defleksi dari pegas. Namun untuk daya yang kecil piston tidak dapat terdefleksi sempurna sampai titik mati bawah. Karena itu dibutuhkan kajian pada linear engine dengan menggunakan pegas sebagai siklus kerja balikn...

  6. Performa dan Karakteristik Emisi Gas Buang Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Siagian

    2011-01-01

    Full Text Available Today’s the global warming of the earth and atmospheric pollution caused by combustion engines has become a social problem. Further more, the dependence on fossil fuels is expected to be reduced, and therefore more expensive, because of dwindling availability. This paper discusses on a conventional diesel engine, i.e., compression ignition piston combustion engine (compression ignition that related to the polution and efficiency. A diesel engine is operated by injecting a bit of diesel as a trigger ignition only, Fuel Gas (CNG as fuel staple together the air flow through the mixer in the intake port into the cylinder combustion engine. In this case the engine performance test using each of the two types of fuel gas, ie propane (C3H8 and hydrogen (H2, with a percentage that varies. For comparison, the operation of the engine with standard fuel (diesel 100%, single-fuel were also performed. This performance test includes analysis of the pressure in the cylinder, exhaust gas emission characteristics, and thermal efficiency. Heat release rate (rate of heat release was calculated from the derivative of the pressure measurement results in the cylinder. As a result, it has been known that; exhaust emissions on operating conditions with both gas fuel (propane and hydrogen, each of which produce smoke (smoke or soot or Particulate Matter, PM, hydrocarbons (HC, carbon monoxide (CO, carbon dioxide (CO2 and nitrogen oxides (NOx, which decreased significantly, but the thermal efficiency slightly decreased.

  7. Strategi Pengembangan Bisnis pada Usaha Rumah Makan Ikan Bakar Masto Jalan Ringroad Medan

    OpenAIRE

    Abdillah, M Andy

    2016-01-01

    Lately, the development of the restaurant business and culinary hawker center in Medan city grew very rapidly, resulting in a tight competition. To be eligible for this development then, we are required to be able to develop the business, in order to become a successful entrepreneur. For the success of a business, the business manager needs to hold strategies, to define and develop the strategies needed SWOTanalysis. Issues raised in this study is how the business developmen...

  8. Pengujian Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kelapa Sawit(Elaeis guineensis Jacq.) Sebagai Obat Luka Bakar

    OpenAIRE

    Wahyudi

    2016-01-01

    Leaves of palm (Elaeis guineensis Jacq.) Contain alkaloids that have the ability as an antibacterial, astringent activity of flavonoids and saponins that can stimulate the formation of collagen, which plays a role in wound healing process and. This study aimed to test the effectiveness of the ethanol extract gel palm leaves for the healing of burns. Palm’ leaf powder macerated by ethanol 80% for 5 days, filtered, the residue has extraction by ethanol, then the filtrate leave for 2 day and ...

  9. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber, Cangkang Sawit dan Kulit Kayu Menggunakan Metode Langsung

    OpenAIRE

    Gaol, Dosma Putra Lumban

    2016-01-01

    Some of the factors that affect the efficiency of the boiler is a superheater pressure, water feed temperature, steam temperature, the amount of steam produced, the amount of fuel consumption and calorific value fuel combustion. Steamtab chemicallogic use companion software to calculate the value of enthalpy. The aim of this study is to get relations variations in pressure superheater with boiler efficiency, the relationship of variation of temperature feed water to the boiler efficiency, the...

  10. Studi Kelayakan Ekonomis Pltu Berbahan Bakar Fiber Dan Cangkang Sawit Sebagai Domestic Power

    OpenAIRE

    Napitupulu, Gideon Rewin

    2015-01-01

    PT. Perkebunan Minanga Ogan merupakan perusahaan perkebunan yang memiliki pabrik pengolahan sawit yang menggunakan pembangkit listrik sendiri sebagai sumber daya untuk menjalankan kegiatan pengolahan dan kehidupan domestic pada areal perkebunan itu sendiri dan mempunyai kebun sendiri serta kebun plasma, salah satunya adalah Sei Ogan Mill (SOGM). SOGM adalah pabrik yang mengolah sawit menjadi CPO dengan kapasitas 60 ton/jam. SOGM memakai dua alternatif sumber power, yaitu PLT...

  11. Pengaruh Pemberian Propolis Secara Topikal Terhadap Proses Reepitelisasi Epidermis pada Luka Bakar Mencit (Mus musculus)

    OpenAIRE

    Sari, Raudhah

    2016-01-01

    Burn injury is a public health problem with high morbidity and mortality rate in the world. Effective treatment is needed in accelerating wound healing process. Propolis is the bee product with high flavonoid content and act as an antimicrobial, anti-inflammatory, antioxidant, and improve tissues regeneration. Propolis can stimulate accumulation of vitronectin, laminin, and heparan sulfate/heparin, which play an important roles during reepithelization of epidermis. The ai...

  12. Pengaruh Impregnasi NaCl Terhadap Nilai Kalor Bakar Dan Kuat Tekan Briket Arang Tempurung Kelapa

    OpenAIRE

    Sibarani, Esther

    2010-01-01

    A materil such as charcoal briquet can be used as an alternative energy. This material has been regenerated from a coconut shell charcoal blended with organic glue. It has caloric value approximatly 5000 cal/gr with compressibility number is 2,64 kgf/cm2. To improve the quality both caloric value and compressibility number is an objective of this study. A coconut shell was carbonized at (600 - 700) 0C in limited air condition. The charcoal formed then was crushed, sized to (40 - 60) in mesh. ...

  13. Performa dan Karakteristik Emisi Gas Buang Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    OpenAIRE

    Arifin Siagian; Mawardi Silaban

    2011-01-01

    Today’s the global warming of the earth and atmospheric pollution caused by combustion engines has become a social problem. Further more, the dependence on fossil fuels is expected to be reduced, and therefore more expensive, because of dwindling availability. This paper discusses on a conventional diesel engine, i.e., compression ignition piston combustion engine (compression ignition) that related to the polution and efficiency. A diesel engine is operated by injecting a bit of diesel as a ...

  14. Perbandingan Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua antara Rebusan Daun Sirih dan Moist Exposed Burn Ointment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan

    2012-06-01

    Full Text Available The use of topical agent is one of the main strategies in management of burn injury. At Dr. Hasan Sadikin Hospital, moist exposed burn ointment (MEBO is the first line topical agent for treating burn injury, not all places in Indonesia able to use it. Piper betle is one of the traditional agent to treat wound including that caused burn injury. Our experimental study was to compare the second grade burn injury healing process by using Wistar sp. for boiled piper betle leaves, MEBO and as control physiologic sodium chloride for fourteen days (August 25th–September 8th 2009 at Animal Pharmacology Laboratory of Faculty of Medicine Padjadjaran University. The variables which measured were diameter of injury, pus development, evidence of serous and erythematous skin, at 4th, 7th and 14th day of studied. Histopathologic examination was conducted at day 14 to determine the amount of fibroblast, collagen and epithelial. The results according to the measurement of diameter (piper betle leaves group 17.4 mm was smaller than other groups (p<0.001. In pus development control group was higher than other groups (p=0.043. In pathological findings, the control group was at inflammation phase, while in boiled piper betle leaves group was at proliferation phase and in MEBO group at remodeling phase (with epithel score 1.9 which higher than other groups (p<0.001. In conclusions, application of boiled piper betle leaves in treating second degree burn injury gives a better result than physiologic sodium chloride, although MEBO is better for second degree burn injury healing process.

  15. Pengaruh Proyek Kelistrikan 10.000 MW pada Biaya Listrik Lokal di Sistem Jawa Bali 500 kV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fasich

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik, pemerintah meluncurkan program proyek kelistrikan 10.000 MW. Dengan adanya penambahan unit pembangkit baru khususnya di sistem Jawa Bali 500 kV akan berpengaruh terhadap biaya listrik lokal pada setiap bus. Oleh karena itu, Optimal Power Flow(OPF dilakukan untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar dari pembangkit pada keseluruhan sistem dengan melihat batasan daya output setiap unit pembangkit serta pembagian pembebanan secara ekonomis. Pada tugas akhir ini, biaya pembangkitan dihitung menggunakan optimal power flow. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program Matpower 4.0. Hal ini ditunjukkan oleh hasil simulasi bahwa sesudah proyek kelistrikan 10.000 MW beroperasi biaya listrik lokal pada setiap bus lebih murah dibandingkan biaya listrik sebelum proyek kelistrikan beroperasi. Biaya listrik dari bus satu ke bus yang lain berbeda  tergantung dari lokasi pembangkit dan jaringan transmisi yang ada pada sebuah sistem. Berdasarkan wilayah(propinsi biaya listrik di propinsi Jawa Timur lebih murah dibandingkan propinsi lainnya.

  16. Desain Pabrik ETHYLENE dari Gas Alam Di Teluk Bintuni Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randhi Ramdhani

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku utama industri petrokimia berupa minyak bumi, gas alam, batu bara dan biomassa. Ketersediaan bahan baku tersebut dapat mendorong perkembangan industri petrokimia yang merupakan penopang industri nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, papan dan energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam gas, sehingga sumberdaya alam tersebut merupakan penopang utama pembangunan di Indonesia. Berdasarkan data Departemen ESDM pada januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47.35 TSCF sisanya belum terbukti atau potensial. Memasuki era perdagangan, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan Negara lain dalam bidang industri. Inovasi yang berorientasi pada pengurangan ketergantungan kita pada produk luar negeri mampu untuk menambah devisa negara sangat diperlukan. Salah satu industri manufaktur strategis yang memiliki peranan penting dalam struktur industri nasional adalah industri petrokimia. Salah satu produk yang dihasilkan dari industri petrokimia adalah ethylene. Etena (Ethylene adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Adapun penggunaan etena dalam dunia industri cukup luas antara lain : sebagai bahan baku industri kimia ethylene oksida, polyethylene, ethylene benzene, PVC, dan ethylene glikol. Ethylene dapat diproduksi dari beberapa sumber yaitu naptha dan gas alam. Dimana beberapa pabrik yang memproduksi ethylene antara lain Siemens Oil dan Gas Industri yang memproduksi sekitar 800.000 ton/tahun, Toyo Engineering Corporation yang mendirikan pabrik di Jepang pada tahun 1966 memproduksi ethylene sebesar 200.000 ton

  17. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  18. POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus P Paulangan

    2014-10-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosialnya. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Manfaat ekonomi langsung dari ekosistem mangrove adalah kayu mangrove sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan bangunan dan kawasan hutan yang dialih fungsikan sebagai area tambak. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan.Kata Kunci: Mangrove, Pengelolaan terpadu, Teluk YoutefaPOTENTIAL MANGROVE ECOSYSTEM IN YOUTEFA BAY TOURIST PARK, JAYAPURA CITY, PAPUAABSTRACTMangrove ecosystem has biodiversity, either in ecology or social use. This ecosystem plays a role in ecology cycle in coastal area with the reliance of aquatic biota and humans upon its existence. The location of mangrove ecosystem of Youtefa Bay Tourist Park that is near to the city placed it in direct contact with a variety of activities, such as the utilization of mangrove wood as a firewood, building material and others that threat the quality of the mangrove ecosystem to experience a decrease. Besides, there were activities

  19. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  20. Sistem Tebas Bakar dan Pengaruhnya Terhadap Komponen Fisik Kimia Tanah Serta Vegetasi pada Ladang dan Lahan Bera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrikus Darwin Beja

    2015-10-01

    Full Text Available Shifting cultivation by slash and burn system is an agricultural activity which is generally done farmers in dry land. Slash-and-burn is practiced by the farmers because it is easy and inexpensive, with aims to improve the content of nutrients in the soil, eradicate weeds, reduce costs, reduce the incidence of pests and diseases and to increase crop production. Land clearing by slash and burn system in a short period of time have a positive impact as the availability of N, P, K, Ca, Mg. However, long periods of slash and burn have negative impact there will be changes in physical and chemical components of soil and change the dominant vegetationin the fields and fallow land. These changes will affect the l evel of productivity of the soil, especially in the land which was done. To reduce the negative impacts, farm management system with slash and burn practices, should be considered with conservation activities, especially from the aspect of land management techniques. Those negative effect might be minimized by arious treatments such as time of burning tehnique, chosen of burned biomass, and time of digged biomass. All those should be supported by a basic information affect of burning to change of physical and chemical soil characteristic at various land cultivation and length of cultivation. Result of study that had been conducted at Pruda village, sub-district of Waiblama, district of Sikka, Propince of Nusa Tenggara Timur showed that total Nitrogen and C organic increased gradually when land has been 3 years fallow. Result of single factor showed that soil aggregation was a ffected significantly by fallow than cultivated land .

  1. Analisis Unjuk Kerja Mesin Diesel Satu Silinder Mengunakan Supercarjer Berbahan Bakar Pertadex dan Campuran Pertadex Biodiesel Biji Bunga Matahari

    OpenAIRE

    Purba, Riki Hendra

    2016-01-01

    Population in the world always increases day to day so that need of fossil fuel increases too. This problem makes us to look for others sources out of fossil. That we can say alternative fuel. The alternative fuels is not only handle about fossil’s crisis but also solves about air polution. The alternative fuels can be found from rubber’s seeds, tobacco’s seeds, palm’s seeds sunflower’s seeds, and etc for diesel engine. In this riset, biodiesel was taken from mixing of sunflowe...

  2. Uji Mutu Bahan Baku Riboflavin Sebagai Bahan Baku Vitamin B Kompleks Yang Diproduksi Oleh Pt. Kimia Farma (Persero) Tbk. Plant Medan

    OpenAIRE

    Armiya, Yulita

    2015-01-01

    Background: Quality is all of characteristics a product or service that support ability a product or the service forward to satisfied need that evident or the real need, so that quality is certained the consument, neither producer nor supplier. Supervision quality basic substance riboflavin it needs to do it because if there are not fullfill condition can lose out the consument. However, inspection quality basic substance riboflavin have to do before in process can be ready. Objective: The...

  3. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum yang Mengandung Pelepah Daun Kelapa Sawit dengan Perlakuan Fisik, Kimia, Biologis dan Kombinasinya Pada Domba

    OpenAIRE

    Surbakti, Thomas Jekin Vindonta

    2015-01-01

    The research was conducted at Livestock Biology Laboratory at Department of Animal Husbandry, Agriculture Faculty,University Sumatra Utara. Started from june to augtust 2013 by using completely randomize designs, with four treatment and four replication. Sixteen growing local sheep with initial body weight 10 ± 1,16 kg were used in this experiment. The experiment were: P0 (concentrate + oil palm frond be treated a physical); P1 (concentrate + oil palm frond be treated a biological); P2 (conce...

  4. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  5. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2012-02-01

    Full Text Available Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hidrolisis ranting kering dengan asam encer pada kondisi non-isotermis. Dua ratus gram ranting kering dicampur dengan 1200 cm3 larutan asam sulfat 0,18 N dan dipanaskan di dalam autoklaf. Selama proses hidrolisis ini, suhu akan terus naik (non-isotermis, kemudian setelah mencapai suhu tertentu dijaga tetap (suhu akhir. Hasil hidrolisis pertama diambil pada suhu 413 K dan seterusnya diambil setiap interval 5 menit. Suhu akhir divariasi pada 433 K, 453 K, 473 K dan 493 K. Metode Fehling dipilih untuk menganalisis kandungan gula di dalam sampel. Persamaan kinetika reaksi diperoleh dengan mengolah data dengan pendekatan model shrinking-core dengan ukuran partikel tetap. Nilai tetapan kecepatan reaksi meningkat sedangkan nilai tetapan transfer massa relatif tidak berubah pada berbagai suhu. Tetapan kecepatan reaksi dapat didekati dengan persamaan Arrhenius, dengan frekuensi tumbukan Ar = 0,083 l/(mol.menit dan energi aktivasi Er = 20.000 J/mol. Untuk menyelidiki langkah mana yang mengontrol laju proses, dibandingkan tetapan kecepatan reaksi dan tetapan transfer massa pada 493 K, diperoleh nilai tetapan transfer massa berkisar 0,06 l/(mol.menit, dan nilai tetapan kecepatan reaksi berkisar 0,00051 l/(mol.menit, sehingga diperoleh bilangan Hatta 0,00933. Karena bilangan Hatta < 0,02 maka dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia lebih mengontrol daripada transfer massa.

  6. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  7. Prinsip Penulisan Bahan Ajar Bahasa Mandarin yang Efektif untuk Jurusan Komunikasi Pemasaran Universitas Bina Nusantara

    OpenAIRE

    Kelly Rosalin; Agustian

    2014-01-01

    Article discussed the writing principles that must be considered in compiling Chinese language teaching material specifically used for Marketing Communication students regarding the interest and target of Marketing Communication of Bina Nusantara University. The methodologies used are descriptive quantitative for distributing questionnaires and qualitative approach through observation and interview. Research found the appropriate and effective Chinese language teaching material would enhance ...

  8. Prinsip Penulisan Bahan Ajar Bahasa Mandarin yang Efektif untuk Jurusan Komunikasi Pemasaran Universitas Bina Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kelly Rosalin

    2014-10-01

    Full Text Available Article discussed the writing principles that must be considered in compiling Chinese language teaching material specifically used for Marketing Communication students regarding the interest and target of Marketing Communication of Bina Nusantara University. The methodologies used are descriptive quantitative for distributing questionnaires and qualitative approach through observation and interview. Research found the appropriate and effective Chinese language teaching material would enhance the standard of Chinese language learning. At present, Chinese language teaching material used by Marketing Communication students has not been able to fulfill their requirements. In addition, the target learners of the teaching material are universal.

  9. Perkembangan Semen Tulang Sebagai Bahan Fiksasi pada Perawatan Bedah Tulang di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Bambang Irawan

    2015-01-01

    The first bone cement developed by Charnley in the 1960s using polymethyl methacrylate (PMMA) remains the most widely used material for fixation of orthopaedic joint replacement. In the field of dentistry, polycarboxylate and glass ionomer cements first came to prominence as dental cements in the late 1960s and early 1970s. Although biocompatible, the zinc component results in the formation of fibrous collagen capsule around the zinc polycarboxylate cement in vivo, which compromises the stren...

  10. Kualitas Papan Semen dari Limbah Industri Pensil dengan Berbagai Komposisi Bahan Baku dan Konsentrasi Katalis

    OpenAIRE

    Salmah, Fatmala

    2015-01-01

    This research concerning on the use of pencil shavings waste as a raw material in the manufacture of cement board. The purpose of this research was to evaluate the quality of the cement board to the physical properties and mechanical properties of the board with different ratio of raw materials:cement and various concentrations of CaCl2 as a catalyst. The board was made of pencil shavingswith various ratio of raw materials (cement : shave ) were : 75:25; 80:20; 85:15 and a catalyst concentrat...

  11. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were not allof them, these were for CaC03 K-citrate, and benzoic acid. It was shown by the value of recovery of potassiumiodate contents of the iodized salt. The netralization properties of food addives were increased by the increasing of the potassiumiodate content of the iodized salt.Conclusions: The addition of some food additives into the iodized salt is able to prevent the iodate content of the salt from there activity of subtances in the spice. The addition of food additives also can pick up moisture of salt resulting preventation of the salt particles clumping together and so keep the product free flowing.Keywords: potassiumiodate, spices, iodized salt

  12. Pengembangan Bahan Ajar Modul Elektrokimia untuk Siswa SMA Kelas XII IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Fatmawati

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan, dan keefektifan modul elektrokimia un-tuk siswa SMA kelas XII hasil pengembangan. Modul Elektrokimia hasil pengembangan terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu untuk materi sel Volta dan untuk materi sel elektrolisis. Hasil penilaian oleh dua dosen kimia Universitas Negeri Malang dan dua guru kimia kelas XII sebagai ahli isi/materi pem-belajaran untuk kelayakan isi adalah 92,9%, untuk kelayakan dan kelengkapan penyajian adalah 91,1%, dan untuk kelayakan kebahasaan adalah 92,3%, yang tergolong kriteria sangat layak. Secara keseluruhan rata-rata nilai kelayakan tersebut adalah 92,1. Efektifitas modul hasil pengembangan di-tunjukkan oleh persepsi dan hasil belajar siswa. Persepsi siswa diperoleh dari penilaian siswa terhadap modul hasil pengembangan. Pada ujicoba lapangan terbatas diperoleh nilai rata-rata untuk seluruh aspek adalah 81,8 dari nilai maksimum 100. Perolehan rata-rata nilai hasil belajar siswa untuk aspek kognitif adalah 83,3, untuk aspek afektif adalah  82,3, dan untuk aspek psikomotorik adalah 83,8 dari nilai maksimum 100. Hasil keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa Modul Elektrokimia untuk sis-wa SMA Kelas XII IPA hasil pengembangan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: inkuiri terbimbing, modul elektrokimia, model 4-D

  13. PENGARUH PENAMBAHAN SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN BAHAN RESIN EPOKSI

    OpenAIRE

    Abdul Syakur; Ika Novia A; Sarjiya Sarjiya; Hamzah Berahim

    2012-01-01

    Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are betterthan porcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface ishygroscopic. For the repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle...

  14. PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PAKAN DI KABUPATEN CIAMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustika Gusnia Sari

    2015-07-01

    Full Text Available Poultry development sector in Ciamis has effected an increasing in maize production as a raw material for feed. In period 2008-2012, the production of maize in Ciamis Region is 45.883 tons, meanwhile, the demand is 17.000 tons, consequently  the Ciamis District supposed to be able to fulfill the demand; however, but currently the feed industry in Ciamis are still importing the maize. Cluster development might be one of solution for this problem. The aims of this research are: (1 Analyzing land availability for maize development in Ciamis District, (2 Analyzing maize cluster type can  be developed in Ciamis District, 3 Analyzing strategies in development of maize cluster. The results showed that land availability for maize development in Ciamis Regency is 28.176 ha. There are three maize cluster types that can be developed in Ciamis as follows: pertumbuhan cluster (15.671 ha, pengembangan cluster (12.217 ha and pemantapan cluster (288 ha. Considering the region development strategy, the priority in pertumbuhan cluster type is an optimization of  natural resources (land factor, in development type is human resources development with focused to the education and training of field staff, and in the pemantapan type is an institution empowerment with focused on the partnerships. Keywords: maize, cluster, development

  15. Pengembangan Bahan Pembelajaran Pendidikan Moral dengan Metode Diskusi Dilema Moral pada Siswa SMU/SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sihkabuden Sihkabuden

    2016-02-01

    Full Text Available The purposes of this study were to develop instructional materials on moral education including the teachers guide, and to develop tests fa-cilitating the implementation of moral dilemma discussion method to SMU/ SMK students; and to investigate the effectiveness of the method through experimental research design. The research results showed that the method had an effect on the process of moral instruction, especially in moral reasoning related to the moral judgement. It is suggested that moral education at SMU/SMK be conducted through moral dilemma discussion method.

  16. Pengaruh Media Tanam dan Panjang Slip Bahan Tanaman Terhadap Pembibitan Tanaman Vetiver (Vetiveria zizanoides (L.) Nash)

    OpenAIRE

    Naibaho, Gamelia Magdalena

    2015-01-01

    Vetiver have multiple uses for ecological dan phytoremediation needs, however the seedling planted still not received the attention, especially in plant media and length of tiller slip. Plant media that can be used to optimized root is mixing topsoil with high aeration media like sand, cocopeat, and sawdust. The objectives of this experiment were to determine the effect of plant media and the length of tiller slip on the growth of nursery vetiver (Vetiveria zizanoides (L.) Nash). This resear...

  17. KEANEKARAGAMAN KARAKTER TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L. YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN UPACARA PADUDUSAN AGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eniek Kriswiyanti

    2014-03-01

    Full Text Available The study was aimed to identify the characteristic variations of the coconuts (Cocos nucifera L. trees that are used as materials for the Padudusan Agung ceremony in Bali. Exploration, interview, and observation of character variations of coconuts have been conducted from coconut plantation area from each regency in Bali. The characteritations was identified based on measurements and observations of parts of plant according to “Discriptors for Coconuts”. The result shows that there was a narrow variation on the stem and leaf characters (2.81-11.83%, while high variations found on the fruit numbers in a bunche for the generative characters (42.8%. Padudusan Agung ceremony uses eleven types (cultivars of coconuts. Those are: gadang, gading, bulan, and surya with green, yellow, white, red epicarpium colours respectively. Young fruit of Udang coconuts have red mesocarpium, sudamala has double spathas, bingin has root grown on stem, be julit has plicated primordium leaves, bojog has hush likes the color of monkey hairs, ancak has branched stem, and rangda has petiole twisted on the top of the stem.

  18. Pembuatan Arang Aktif Dengan Bahan Baku Limbah Teh Sebagai Peningkat Kualitas Fisik Air

    OpenAIRE

    Zurenahusla, Dita Anastasia Sarah

    2016-01-01

    The research was aimed to know water’s physical quality after activated carbon applicated which has been roasted carbonized and activated with H-3PO4and to know the percentation of moisture content, ash content and vollatile matter of activated carbon which appropriate with quality standard of activated carbon. The research was done in Agricultural Engineering Laboratory Agriculture Faculty University of North Sumatera from February till April 2016. The method of the research was experimen...

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG BERORIENTASI BUDAYA MATA KULIAH KAIWA TINGKAT MENENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyu Widiati

    2015-10-01

    DEVELOPING A CULTURE-ORIENTED JAPANESE LANGUAGE LEARNING MATERIALS FOR SPEAKING SKILL OF INTERMEDIATE KAIWA LESSON Abstract This study aims to: (1 develop appropriate learning materials for intermediate Japanese Language speaking skill by adapting Japanese and Indonesian culture themes, which integrate four language skills focusing on the speaking skill; (2 reveal the properness level of the learning materials. This is a research and development study. The steps of conducting the study were (1 collecting the data on needs analysis, (2 planning, (3 developing the product, (4 validating (expert judgment, preliminary field testing, main field testing and revising, (5 writing the final draft of the learning materials. The learning materials consist of five units accompanied with a VCD. The result of the expert judgment shows that the material is in the average score of 4.76 which is in the very good category. The result of the expert judgment on the media is in the average score of 4.31 which is in the very good category. The conclusion of this study is that the learning materials are appropriate to be implemented in the learning activities. Keywords: culture-oriented learning materials, speaking skills, kaiwa, intermediate Japanese language

  20. Pemesinan Laju Tinggi dan Pemesinan Kering Menggunakan Pahat Karbida pada Bahan Aluminium 6061

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bobby Umroh

    2013-01-01

    Full Text Available Research of high speed machining and dry machining use for the best cutting conditions on the roughness aluminum 6061 material surface using a carbide tool. Collection machining test data is performed 4 times trial with 3 main variable is the rate of cutting (V, Ingestion rate (f and depth of cut (a at three levels of scale. The best surface roughness conditions is determined by the rate of the cemetery, where the rate of feeding is recommended at f = 0.12 mm/rev or < 0:17 mm/rev. Effect of cutting force is inversely proportional to the value of rate of cuts. At the greater of the cutting force so the surface roughness also getting smaller. Depth of cut and rate cuts also affects on the surface roughness but not in any condition determined. At the lowest state with V = 1000 m/min f = 0:12 mm/rev and a = 1 mm, surface defects (surface defect. Possibly, this is caused by the vibration of the tool due to lack of dynamic balance in the cutting process.

  1. Perkembangan Semen Tulang Sebagai Bahan Fiksasi pada Perawatan Bedah Tulang di Bidang Kedokteran Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2015-09-01

    Full Text Available The first bone cement developed by Charnley in the 1960s using polymethyl methacrylate (PMMA remains the most widely used material for fixation of orthopaedic joint replacement. In the field of dentistry, polycarboxylate and glass ionomer cements first came to prominence as dental cements in the late 1960s and early 1970s. Although biocompatible, the zinc component results in the formation of fibrous collagen capsule around the zinc polycarboxylate cement in vivo, which compromises the strength of the intermediate region between the bone and cement. Glass ionomer cements were anticipated to have potential in orthopaedic applications. The discovery of a well integrated intermediate layer between bone and many bioactive ceramic phases from the calcium-phosphate systems, such as hydroxyapatite (HA, resulted in the development of new cements incorporating such phases. Investigations into bioglass and apatite/wollastonite glass-ceramics prompted the development of off-the-shelf bone graft substitute materials. Synthetic hydroxyapatite is commercially available and serves primarily as a scaffold in order to facilitate the bone regeneration process. Many investigations have ranged from the development of castable bioactive materials to modified bioactive composites. This article attempts to give a broad overview of the different types of cements.

  2. Pemanfaatan Biji Buah Nyamplung (Callophylum Inophylum Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Biru Chandra

    2013-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia. Sepanjang sekitar 95000 Km merupakan habitat penting bagi vegetasi mangrove dan biota nya. Sebuah survei tahun 2007 menunjukkan bahwa 20% dari garis pantai rusak, dan tanah aktif terancam oleh erosi. Reboisasi penanaman vegetasi pantai dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah Calophyllum Inophyllum. Potensi penggunaan benih C.Inophyllum tidak jelas sampai sekarang. Oleh karena itu, komposisi dan analisia C. Inophyllum dan minyak akan diselidiki. Dari hasil, ditemukan bahwa biji buah C. inophyllum mengandung lemak kasar (63,1%, serat kasar (16,64%, abu (3,22%, protein (3,42%, kelembaban (4,15%, dan ekstrak nitrogen bebas (13.62%. Itu juga memiliki nilai kalori 6092 kal / g. Its lipid asam lemak bebas yang terkandung (8,23%, monogliserida (3,93%, digliserida (3,37%, trigliserida (81.06% dan bioactive (3,4%.

  3. Model Persediaan Bahan Baku Multi Item dengan Mempertimbangkan Masa Kadaluwarsa, Unit Diskon dan Permintaanyang Tidak Konstan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stanley Surya Jaya

    2012-01-01

    Full Text Available Many research focus on inventory problem, since inventory has significant effect to financial of a company. This research tries to develop multi items inventory models by considering expire date and unit discount with stochastic demand. Stochatic demand result in possibility of lost sales and backorder, so lost sales and backorder will be considered in the models. The models are solved using simulation and Genetic Algorithm due to complexity of the models. A numerical example and sensitivity analysis are conducted to verify the models. The sensitivity analysis shows that inventory cost and backorder cost have significant effect to ordering time.

  4. IMPLEMENTASI DISTRIBUSI REQUIREMENT PLANNING DAN SAVING MATRIX UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA DISTRIBUSI DI INDUSTRI BAHAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Oscar Ong

    2013-12-01

    Full Text Available Planning and scheduling of the distribution of goods in PT. Senatama Laboranusa are not well coordinated, so the demand for each product is out of control, which results in deficiency or excess of inventories in both of the factories and each warehouse. This problem will affect the distribution cost incurred by the company. In this study, the distribution data process is done by using Distribution Requirement Planning method and route distribution processing by using Saving Matrix, in which both of these methods can group the delivery schedule and flow of distribution route regularly. PO Release, which contains time, order amount of each area, and lot size EOQ (Economic Order Quantity method used; will be generated from the calculation of DRP. From the calculation of Saving Matrix, route order sequence is applied by using Nearest Neighbor method. After the implementation of Distribution Requirement Planning, the cost reduction resulted is 29.75% and the difference in distance after the application of Saving Matrix is 983.3 Km. With a good distribution activity planning and scheduling, the success rate in meeting the customer demand would be more optimal, while sales performance increases in fulfilling orders in a timely manner and  appropriate amount, hence the distribution costs can be kept as minimum as possible.

  5. PENGARUH PERENCANAAN PEMBELIAN BAHAN BAKU DENGAN MODEL EOQ UNTUK MULTIITEM DENGAN ALL UNIT DISCOUNT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Much. Djunaidi

    2005-12-01

    Full Text Available Perusahaan kebanyakan, pada kenyataannya didapati memesan secara simultan pada satu supplier dari pada memesan per item. Salah satu dari perusahaan tersebut adalah PT. Sari Warna Asli IV Karanganyar. Pemesanan yang terdiri dari beberapa item sekaligus dikenal dengan joint replenishment order. Pada dasarnya sistem ini mempunyai prinsip bahwa biaya marginal dari menambah suatu pesanan item kedalam pesanan item-item lain yang sudah ada lebih murah daripada mengirim dalam lot yang lebih kecil beberapa kali. Dalam kasus persediaan di perusahaan ini supplier memberikan discount berdasar pada jumlah atau nilai item yang dibeli. Model dasar EOQ tidak membahas adanya permintaan multi-item dan adanya potongan harga yang diberikan oleh supplier. Jadi pada penelitian ini akan dikembangkan model persediaan dengan mempertimbangkan permintaan multi-item dengan unit discount. Sehingga didapatkan total biaya persediaan yang minimal. Untuk mendapatkan model matematis EOQ multi-item dengan all unit discount didapat dengan cara menurunkan ongkos total terhadap periode antar pemesanan (t dan menyamakannya dengan nol untuk mendapatkan jarak pemesanan optimal (t*dan ukuran pemesanan optimal yang menyebabkan ongkos total menjadi minimum. Pada penerapan model di PT. Sari Warna Asli IV, diperoleh hasil bahwa periode pesan dilakukan setiap 0,0146 (4 hari dengan kuantitas pesan optimal Q1*(Cotton 100% = 315.864 yard/pesan, Q2*(Polyester 100% = 298.864  yard/pesan dan Q3*(Tetron= 290.976 yard/pesan. Maka akan diperoleh biaya total persediaan yang minimum sebesar Rp. 174.457.515.100.

  6. Metode Irigasi Tetes dan Perlakuan Komposisi Bahan Organik dalam Budidaya Stroberi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afik Hardanto

    2009-04-01

    Full Text Available Strawberry is a commercial fruit. It’s Growth and quality is influenced by soil condition, climate, and its self. Irrigation influences soil characteristic, such as: physical, chemical, and microbiological than influence an environment of its growth. this research used drip irrigation method with debit variation and organic matter composition. RCBD was used in this research. Variation of irrigation debit and organic matter composition are the independent variables, whereas dependent variables are C-Organic, N-available, characteristic of soil, and quality of strawberry fruit. Variation of debit irrigation did not significant influence to C-Organic, whereas organic matter composition had significant influence to C-Organic in 63th, 84th, and 105th day of planting. The highest C-Organic content on D3P3 treatment that is 17.92% and the lowest on D2P2 treatment that is 5.19%. Debit of irrigation influence to N-available content in 105th day of planting. The highest N-available content in D3P1 treatment that is 0.88 ppm, whereas the lowest N-available content in D2P3 treatment that is 0.67 ppm. Result of analysis, debit irrigation had significant influence and could increase fruit weight and reduction sugar-content. Organic matter composition had significant influence to increase fruit weight, vitamin C, total of soluble-solid, and reduction sugar-content. Combination of irrigation debit and organic matter composition had significant influence to fruit weight. In the treatment, debit of irrigation that make good influence to fruit quality is 300 ml/day/polybag and 1:2 ratio of organic matter composition.

  7. EVALUASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT FUYINDO MULTI PERDANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vini Mariani

    2010-05-01

    run well and the management can give a decision based on the reports of evaluation results, it can be suggested that companies should do in the internal control system purchase accounting and inventory of raw materials

  8. Determinasi Energi Metabolis dan Kandungan Nutrisi Hasil Samping Pasar Sebagai Potensi Bahan Pakan Lokal Ternak Unggas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiyono Sugiyono

    2015-04-01

    Full Text Available (Determination of metabolic energy and nutrient market by product for local poultry feed ingredients ABSTRACT. This study aims to examine the metabolic energy (ME  and proximate analysis of the coconut husk, garlic skin, heart of young jackfruit, in order to see its potential as a local feed ingredients for poultry, especially chicken. The study was conducted in 3 stages include feed preparation stage, treatment stage and retrieval of data. Stage of treatment involves measurement of metabolic energy to "force feeding" the appropriate method of Sibbald (1976. The results of the proximate analysis and gross energy (GE  are  water content ranged from 6.28 to 13.60%, from 5.09 to 12.34% crude protein, crude fat from 0.57 to 48.72%, crude fiber 31.33 to 51.66 %, from 2.38 to 8.39% ash, extract materials without nitrogen from 3.19 to 27.11% and GE  3387.21 to 6491.17 (kcal/kg. The results of ME research is mathematical and biological ME each feed ingredient is coconut husk 4492.84 kcal/kg; 4025.59 kcal /kg, the heart of young jackfruit 1533.44 kcal/kg ; 1625.39 kcal/kg , garlic skins 1388.76 kcal/kg; 1327.65 kcal/kg, leather bean sprouts in 1392.48 kcal/kg; 1089 .33 kcal/kg . Conclusion The study is based on the results of the proximate analysis, the content of GE and EM biological byproduct feedstuffs markets that have potential for use in poultry rations are coconut husk being able to supply the highest energy.

  9. UJI BIOKOMPATIBILITAS KOMPOSIT POLIVINIL ALKOHOLHIDROKSIAPATIT DENGAN PENGUAT CATGUT SEBAGAI BAHAN PENYAMBUNG PATAH TULANG

    OpenAIRE

    M. Taha Ma’ruf, Widowati Siswomihardjo, Marsetyawan HNE Alva Edy Tontowi

    2013-01-01

    Bone fracture fixation devices have been using rigid metallic materials such as titanium, titanium-alloy or cobalt chrome. Besides having some advantages, the titanium fixation devices also have disadvantages, such as too high strength and stiffness. This continuously stimulates the bone, causing bone atrophy under the plate, further disrupting the growth of bones, especially in children. Other deficiencies of this metal material is its sensitivity to temperature changes and the spread of met...

  10. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  11. Daya Antibakteri Bahan Tumpat Amalgam dan Resin Komposit Berfluor Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Serotipe KPSK2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih

    2015-09-01

    Full Text Available This research was carried out to study the difference in the antibacterial capacity of two kinds of filling materials, namely amalgam and composite resin, on S. mutans KPSK2 bacteria with different times of treatment. In total, 48 amalgam and composite resin samples each were prepared and then divided into four groups of treatment. Of each group, 6 samples were used to count the number of bacterial colonies and 6 samples to count the right obstacle zone. The results show that the best antibacterial capacity of composite resin occurred within one week, while for amalgam the best performance appears within one day. The antibacterial capacity of fluorine containing composites is stronger than that of amalgam for a time of 1 to 2 weeks.

  12. PENGARUH PENAMBAHAN SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN BAHAN RESIN EPOKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2012-02-01

    Full Text Available Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are betterthan porcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface ishygroscopic. For the repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle of hidrophobicity and surfaceleakage current characteristics of epoxy resin materials ( Di-Glycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA andMethaphenilene Diamine (MPDA. The study was conducted in the laboratory using the electrode method IEC587:1984 with NH4Cl contaminants. The voltage applied to the epoxy resin sample at 3.5 kV and 50 HzfrequencyThe experimental results showed that the addition of silicon rubber in epoxy resin makes the surface materialcontact angle increases. The higher percentage of silicone rubber, the greater the contact angle and the longertime required for the occurrence of surface discharge.

  13. Pemanfaatan Karet Ban Bekas (Ground Rubber) Dan Polistirena Bekas Sebagai Bahan Aditif Dalam Pembuatan Aspal Polimer

    OpenAIRE

    Ritonga, Ahmad Hafizullah

    2011-01-01

    The aims of this research is to utilise ground rubber, post consumer polystyrene as additives in modified asphalt polymers. Asphalt polymer was prepared by mixing ground rubber, post cunsumer polystyrene, sand aggregate, DCP, DVB, and processing in a extruder which temperature were fixed at 170 oC. The result of characterization showed that the most optimum variation of the asphalt mix ground rubber and post consumer polystyrene (5:35), which for mechanical testing, compressive strength of 2,...

  14. Pembuatan Nanokomposit Poliuretan Berbasis Minyak Kelapa Sawit Dengan Nanopartikel Montmorillonit Organik Sebagai Bahan Cat

    OpenAIRE

    Zaimahwati

    2016-01-01

    This research reports the manufacture of palm oil-based polyurethane nanocomposite with organic montmorillonite nanoparticle as paint coating. This research consists of five stages namely the manufacture of polyol, organic montmorillonite nanoparticle, properties and application of polyurethane nanocomposite as paint coating. Polyols are formed by reacting epoxides with palm oil-based oleic acid hydroxyl. Organic montmorillonite nanoparticle was made through intercalation process of montmoril...

  15. Pengunaan Surfaktan Polivinil Alkohol Sebagai Bahan Aditif Dalam Pembuatan Aspal Emulsi

    OpenAIRE

    Ramadani, Tri Sahputra

    2015-01-01

    It has been done the research about asphalt emulsion by using Surfactant Polyvinyl alcohol (PVA). Asphalt emultion can be made by mixing asphalt ratio variation, heated first at 1200C with water variation heated at temperature 550C, and then the Surfactant Polyvinyl alcohol variation added slowly and stirred with agiator for 5 minutes at maximum comparison of asphalt, water and Surfactant ratio (75:15:10). The use of Surfactant Polyvinyl alcohol as additives in asphalt emulsion mixture can ...

  16. Penggunaan Surfaktan Polivinil Alkohol (Pva) Sebagai Bahan Aditif Dalam Pembuatan Aspal Emulsi

    OpenAIRE

    Ramadani, Tri Sahputra

    2015-01-01

    It has been done the research about asphalt emulsion by using Surfactant Polyvinyl alcohol (PVA). Asphalt emultion can be made by mixing asphalt ratio variation, heated first at 1200C with water variation heated at temperature 550C, and then the Surfactant Polyvinyl alcohol variation added slowly and stirred with agiator for 5 minutes at maximum comparison of asphalt, water and Surfactant ratio (75:15:10). The use of Surfactant Polyvinyl alcohol as additives in asphalt emulsion mixture can ...

  17. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENGETAHUAN LINGKUNGAN BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI MAHASISWA IKIP BUDI UTOMO MALANG

    OpenAIRE

    irmawati, farizha; Oktaviana, Ika; Rahayu, Lia

    2016-01-01

     ABSTRACTThe development of rapid information technology makes learners freed in obtaining teaching materials. One of them is a web-based teaching materials. The purpose of the research is to produce a web-based teaching materials on the subjects of Environmental Sciences to enhance student motivation Budi Utomo Malang Teachers' Training College. Development of teaching materials based website using ADDIE models. Development research was conducted from April to December 2015. Based on the res...

  18. Kajian Pemanfaatan Biji Kopi (Arabika) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Metil Ester

    OpenAIRE

    Simbolon, Bella

    2015-01-01

    This research aims to exploit the coffee seed oil as raw material for metyl ester by esterification process, then followed by transesterification process and studied the influence of variations in the weight ratio of solvent: ground coffee beans in the coffee bean oil extraction process. The methodologies of this research are conducted on the process of preparation of raw materials,extraction, and testing phase. Extraction is done with a variety of types of solvent n-hexane (C6H14) and toluen...

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellianawati -

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian research and development ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan capaian prestasi belajar yang cukup signifikan. Peningkatan persepsi diri mahasiswa tentang pemahaman materi Fisika Matematika 1 serta capaian rata-rata yang masuk dalam kategori B menggambarkan keefektifan metode ini. Masih ada beberapa mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian dengan perbaikan yang berkelanjutan baik dari segi konten, sajian, maupun proses pembelajaran.The research aimed to increase the students’ motivation in learning Mathematical Physics by choosing their own type of study in order to challenge them to study autonomy. Self Regulated Learning (SRL model is chosen since the model provides the role for teacher and learner to reach the learning goal. This research has been done to the students who taken Mathematical Physics 1 in even semester of academic year of 2010/2011. Based on the result using research and development methodology, it can be concluded that there is a quite significant gain of students’ understanding of Mathematical Physics 1 concepts. The increase of students’ self perception of material understanding of Mathematical Physics 1 and the average of achievement categorized as B shows the effectiveness of the method.  There are some students who still need to be concerned by continuing their improvement in learning content as well as the learning process.

  20. Kadar Bahan Organik Tanah pada Tanah Sawah dan Tegalan di Bali serta Hubungannya dengan Tekstur Tanah

    OpenAIRE

    AGUSTINA TANGKETASIK; NI MADE WIKARNITI; NI NENGAH SONIARI; I WAYAN NARKA

    2014-01-01

    Recently, the soil organic matter was exposed decrease rapidly. The intensive soil tillage andapplication anorganic fertilizer to suppose decrease soil organic matter. How low organic matter contentof paddy soil and uppland soil not yet were taken.Soil sample of paddy soil and upland soil were taken from regency in Bali. Number of soil samplewas 96 consisted of 48 soil samples from paddy soil and 48 from uppland soil. For each regency wastaken 4 - 5 soil samples with random sampling. Soil sam...

  1. KONTRIBUSI GOLONGAN BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN RUMAHTANGGA DIINDONESIA

    OpenAIRE

    Sri Prihatini; Abas Basuni Jahari

    2012-01-01

    Background: Some of the nutrition problems in Indonesia often as consequence of daily food consumption has not balanced, there is contribution more from cerealia than animal especially in poor families. Objectives: The aimed of this analysis is to studies the contribution of food group to household energy and protein consumption in Indonesia. Methods: Food consumption data of 173471 households sample of Health Research Data Base 2007 were calculated by Nutrisoft program developed by Research ...

  2. KONTRIBUSI GOLONGAN BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN RUMAHTANGGA DIINDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Some of the nutrition problems in Indonesia often as consequence of daily food consumption has not balanced, there is contribution more from cerealia than animal especially in poor families. Objectives: The aimed of this analysis is to studies the contribution of food group to household energy and protein consumption in Indonesia. Methods: Food consumption data of 173471 households sample of Health Research Data Base 2007 were calculated by Nutrisoft program developed by Research and Development Centre of Food and Nutrition. Food-stuff is categories to 8 group of food-stuff that is: Grains, Corms, Animal, Oil/Fat, Beans, Sugar, Fruit/fatty seeds and fruits and vegetables. Each group of food-stuff is calculated for the contribution to household consumption of energy and protein. Data were analyzed by descriptively. Results: At national level, the grains contributed of highest energy (67.2% from household energy consumption, except in Papua, where contribution of grain equal to contribution of corms that is each 40%. The grains also gives highest contribution that is 44.7% from household protein consumption. In urban, the contribution of grain is 63.2% from household energy consumption while in rural is 68.6 %. In Urban, contribution of grain is 40% of household protein consumption, while in rural is 46.0%. Conclusions: The grains  has the highest contribution for household energy and protein consumption. The protein from animal is only 38.7% and beans is 4.25%. Keywords: food-stuff, household energy protein consumption, contribution.

  3. UJI BIOKOMPATIBILITAS KOMPOSIT POLIVINIL ALKOHOLHIDROKSIAPATIT DENGAN PENGUAT CATGUT SEBAGAI BAHAN PENYAMBUNG PATAH TULANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Taha Ma’ruf, Widowati Siswomihardjo, Marsetyawan HNE Alva Edy Tontowi

    2013-12-01

    Full Text Available Bone fracture fixation devices have been using rigid metallic materials such as titanium, titanium-alloy or cobalt chrome. Besides having some advantages, the titanium fixation devices also have disadvantages, such as too high strength and stiffness. This continuously stimulates the bone, causing bone atrophy under the plate, further disrupting the growth of bones, especially in children. Other deficiencies of this metal material is its sensitivity to temperature changes and the spread of metal ions in several organs. Some of these shortcomings led to the need for a secondary operation. Bone fracture fixation devices, such as the poly-l-lactic acid (PLLA, can be absorbed by the body and show some other advantages. However, it also has some drawbacks due to the high crystalline products during the degradation process. Lactic acid monomer released after degradation causes cellular response at the implant site, which facilitates the release of chemical mediators, such as prostaglandine by fibroblasts and macrophages as a cause of bone resorption. Therefore, this study aimed to develop the use of other polymeric materials that have good biocompatibility,appropriate mechanical strength, and can be absorbed by the body, such as Polyvinyl Alcohol (PVA. Previous research suggests that the PVA-HA composite with catgut reinforcement has sufficient and stable mechanical strength to be used as bone fracture fixation material. The purpose of this study is to know whether the PVA-HA composite with catgut reinforcement has good biocompatibility without toxicity and hypersensitivity effects in experimental animals. Biocompatibility testing includes local cytotoxicity and type IV contact hypersensitivity test. This type of research is experimental in vivo laboratory using wistar rats (Rattus norvegicus. Testing is done through two phases, in which induction or sensitization phase is done by rubbing PVA-HA composite with catgut reinforced ointment powder on the ears that lasts up to 10 days. After being rested for 3 days, this is followed by a second phase contact (elicitation on day 14 and observed in the period of 24, 48, and 72 hours. Observations were made macroscopically and ear thickness was measured with a micrometer. Local toxicity testing is done by implantation of PVA-HA composite with catgut reinforcement on the back catgut of wistar rats. After a certain time period, the implant material is opened,examined, and observed histologically under a light microscope. The results showed no discoloration or induration on the animal ears in all treatment and control groups, both for the sensitization and the elicitation phase. One way ANOVA statistical test showed that there were no significant differences in the results of measurements of the thickness of the wistar rats ears from all treatment groups before and after treatment on measures 24, 48 and 72 hours (ρ >0.05. Microscopic examination showed no infiltration of acute inflammatory cells such as neutrophils, basophils or eusinofil, and chronic inflammatory cell infiltration such as macrophages, lymphocytes and plasma cells. It can be concluded that the PVA-HA composite with catgut reinforcement is a material that does not cause toxicity and hypersensitivity in experimental animals, thus potentially can be used as bone fractures fixation material. 

  4. EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT SUMBER BAHAGIA METALINDO

    OpenAIRE

    Siti Elda Hiererra; Efrizon; Yun Yun; Eka Yuliany

    2012-01-01

    The research objective was to evaluate, learn and analyze whether the companies business processes in accounting information systems of purchases and inventory of raw materials implemented in the company run as expected; to find out whether the accounting information system of purchasing and inventory of raw materials is well integrated, and to provide recommendations and suggestions to improve the weaknesses in the system for the companies assets can be well cared for. Several methodologi...

  5. EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT SUMBER BAHAGIA METALINDO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Elda Hiererra

    2012-05-01

    the companies assets can be well cared for. Several methodologies are implemented in this research, which are literature study, field study, such as: interviews, observation, checklists, and documentation review followed by data analysis. Audit is implemented using audit around the computer. The results obtained are in the form of data analysis presented as problem findings, the impacts and recommendations for remedial action. It can be concluded from the results of this study that PT. Sumber Bahagia Metalindo owns sufficient information system control, but still there are some weaknesses to be improved in order to improve control process to the better objective.

  6. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PELAPIS (UPHOLSTERY PADA PRODUK INTERIOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunida Sofiana

    2010-09-01

    Full Text Available Environment pollution which is caused by garbage, especially plastic products, is one undeniable thing nowadays. Environment pollution by non-degradable materials could be decreased in 3Rs that are recycling, reusing, reducing. Recycle method is one of creative methods; the plastic waste could be recycled into matting materials that substitute natural material (pandanus and also to be alternative upholstery in interior products. Plastic waste treatment process until disposable is easier than natural material which has to go through several stages like drying and staining. What could be gained from pandanus could also be gained from plastic waste, so there are many things probable products could be designed. The product image is assumed to be modern, one trend nowadays.

  7. Pengaruh Perlakuan Alkali terhadap Sifat Tarik Bahan Komposit Serat Rami-Polyester

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kuncoro Diharjo

    2006-01-01

    Full Text Available The Natural Composite (NACO is material that has a good potential to be developed in Indonesia. The mechanical bonding of the composite reinforced natural fiber can be increased by using chemical treatment of fiber or by using the addition of coupling agent. The chemical treatment, for example alkali treatment, is often used because it is more economic. The objective of this research is to investigate the effect of alkali treatment to the tensile properties of unidirectional continuous ramie fiber reinforced polyester composite. Visual inspections were performed to asses the mechanism of fracture. The ramie fiber was immersed in the alkali solution (5% NaOH for 0, 2, 4, and 6 hours. And then, it was washed using fresh water and dried naturally. The matrix used in this research is unsaturated polyester resin 157 BQTN with MEKPO hardener 1% (v/v. The composites were made by using press mold method for Vf " 35%. All specimens were post cured at 62 0C for 4 hours. The tensile test specimens were produced according to ASTM D-638. The tensile test was carried out on a tensile testing machine and the elongation was measured using an extensometer. The fracture surface was investigated to identify the mechanism of fracture. The result shows that the tensile strength and strain of the composites have the optimum values for 2 hours treated fiber, i.e. 190.27MPa, and 0.44% respectively. The longer time of the alkali treatment of fiber increases its modulus. The composite prepared by 6 hours treated fiber has the lowest strength. The fracture surfaces of the composites prepared by 0, 2, and 4 hours alkali treated type are classified as splitting in multiple area. In contrast, the fracture of the composite prepared by 6 hours treated fiber has sigle fracture type. The fracture surface of the composite reinforced untreated fiber shows fiber pull out. Abstract in Bahasa Indonesia : Komposit alam (NACO adalah material yang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Mechanical bonding komposit yang diperkuat serat alam dapat ditingkatkan dengan perlakuan kimia serat atau mengunakan coupling agent. Perlakuan kimia, seperti perlakuan alkali, sering digunakan karena lebih ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh perlakuan alkali terhadap sifat tarik komposit berpenguat serat rami kontinyu dengan matrik poliester. Pengamatan visual dilakukan untuk menyelidiki mekanisme perpatahan. Serat rami direndam di dalam larutan alkali (5% NaOH selama 0, 2, 4, dan 6 jam. Selanjutnya, serat tersebut dicuci menggunakan air bersih dan dikeringkan secara alami. Matrik yang digunakan dalam penelitian ini adalah resin unsaturated polyester 157 BQTN dengan hardener MEKPO 1% (v/v. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan pada Vf " 35%. Semua spesimen dilakukan post cure pada suhu 62 0C selama 4 jam. Spesimen uji tarik dibuat mengacu pada standar ASTM D-638. Pengujian tarik dilakukan dengan mesin uji tarik dan perpanjangan diukur dengan menggunakan extensometer. Penampang patahan diselidiki untuk mengidentifikasi mekanisme perpatahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dan regangan tarik komposit memiliki harga optimum untuk perlakuan serat 2 jam, yaitu 190.27 Mpa dan 0.44%. Komposit yang diperkuat serat yang dikenai perlakuan 6 jam memiliki kekuatan terendah. Penampang patahan komposit yang diperkuat serat perlakuan 0, 2, dan 4 jam diklasifikasikan sebagai jenis patah slitting in multiple area. Sebaliknya, penampang patahan komposit yang diperkuat serat perlakuan 6 jam memiliki jenis patah tunggal. Penampang patahan komposit yang diperkuat serat tanpa perlakuan menunjukkan adanya fiber pull out. Kata kunci: Perlakuan alkali, serat rami, unsaturated polyester, sifat tarik.

  8. PENGEMBANGAN MINUMAN FORMULA IBU HAMIL DAN MENETEKI BERBASIS BAHAN LOKAL NON SUSU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-11-01

    Full Text Available The Development of Non-Milk Based Formulated Drinks For Pregnant and Breastfeeding Women.Background: The pregnant and breastfeeding women need a greater nutrition intake compared to normal women. At second and third trimester of pregnancy, and during breastfeeding, a woman should have additional nutrient for approximately 300 Kcal energy and 17 grams protein per day. Recently, various formula drinks for pregnant and breastfeeding women are available in the market, however most of these formulas are expensive.Objectives: To develop non-milk based formula drinks for pregnant and breastfeeding women which contained adequate amount of additional macro and micro nutrients had good sensory quality and had long self life.Methods: Initially, 13 kinds of drinks were formulated. The drinks contained aproximately 300 Kcal energy and 17grams protein. They were analyzed for nutrient contain, microbiology and sensory quality in order to vote the best 5 formulas at the laboratory scale. The formulated drinks were packaged and sealed in 150 mL plastic cups. To know the self life of the drinks, storage was carry out in the room, incubator and refrigerator temperature during 12 months.Results: From sensory test, it was concluded that the best five drinks were kweni formula, chocholate formula, ginger formula, guava-orange formula and red bean formula. One cup of 150 ml formulated drink, had 140-150 Kcal energy and 8 grams protein. Therefore, to fulfill additional requirements for pregnant and breastfeeding women, the drinks should be consumed 2 cups a day.Conclusions: The formula drink developed could provide additional energy, protein, vitamin and mineral needed by pregnant and breast feeding women. There was no side effect reported by the panelist because of consuming the formula.Keywords: formulated drinks, pregnant women, breastfeeding women, acceptance.

  9. Bahan pemutih gigi dengan sertifikat ADA/ISO (Tooth bleaching material with ADA/ISO certificate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Meizarini

    2005-06-01

    Full Text Available Bleaching of teeth for cosmetic reasons is a popular aspect of cosmetic dentistry because patients realize the aesthetical benefits of these products. The dentist as a clinician's practitioner must be knowledgeable of the products and their application techniques. Bleaching materials which are safe and effective are the ADA accepted or manufactured by those which have already haved ISO certificate. Dentist must have enough knowledge about in-office bleaching prescribed for home-use bleaching including their contra indication and side effects, to advise the patients and provide effective bleaching services.

  10. Pengaruh Penambahan NaCl Terhadap Perubahan Viskositas Bahan Pencuci Tangan Cair (Hand Soap)

    OpenAIRE

    Rangkuti, Sulwan Efendi

    2010-01-01

    Research on the effect of adding 20% NaCl solution as the value of thickeners on the viscosity of liquid hand washing materials (hand soap) have been performed. Liquid hand washing materials (hand soap) is made by adding NaCl variation of 20% as much as 100 mL, 140 mL, 180 mL, 220 mL, 260 mL, 300 mL, 340 mL, 380 mL, 420 mL to 1000 mL samples, which were homogenized with stirring speed 2000 rpm at room temperature (30oC). Sample density values determined using piknometer while using viskosimet...

  11. Pengaruh Berbagai Bahan Litter Terhadap Konsentrasi Ammonia Udara Ambient kandang dan Performan Ayam Broiler

    OpenAIRE

    Sulaiman Ibrahim; Allaily Allaily

    2012-01-01

    The effect of different litter materials on ammonia concentration of the air ambient stall and broiler performance ABSTRACT. The study was conducted to observe the effect of ammonia concentration of broiler chicken coop air to the treatment various types of litter. High ammonia concentrations would interfere with performance of broiler chickens and become a problem for the environment. A good litter quality is expected to address the problem of ammonia that occur in the broiler chicken co...

  12. Pengaruh Berbagai Bahan Litter Terhadap Konsentrasi Ammonia Udara Ambient kandang dan Performan Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulaiman Ibrahim

    2012-04-01

    Full Text Available The effect of different litter materials on ammonia concentration of the air ambient stall and broiler performance ABSTRACT. The study was conducted to observe the effect of ammonia concentration of broiler chicken coop air to the treatment various types of litter. High ammonia concentrations would interfere with performance of broiler chickens and become a problem for the environment. A good litter quality is expected to address the problem of ammonia that occur in the broiler chicken coop. This study uses a completely randomized, with 5 litter treatments. T0 without treatment repose only black plastic as litter, litter composition T1 100% bran, 50% T2 litter composition husks and Charcoal Shell 50%, T3 50% 50% husk litter composition and zeolite 50%, T4 25% husks litter composition, 25% charcoal, 25% zeolite and 25% of the land. Each treatment was repeated 3 times, each test consisted of eight chickens. Parameters observed in the form of ammonia concentration of air cages at week four, weekly feed intake, weight gain per week, the final weight, feed conversion, and mortality. The results indicate different types of litter treatment was very real influence of ammonia concentration of air enclosure. T4 treatment with a 1:1 blend of each component of the litter that is used successfully absorb such a large aerial ammonia, which indicates the ammonia content of the air is the smallest compared with other treatment 4. While the treatment without litter showed a very large aerial ammonia compared with the treatment. Feed consumption results also showed that the treatment that produces a small value causes ammonia to be markedly higher consumption. Values for weight gain, final weight, feed conversion, and mortality are not significantly affected by various types of litter treatment.

  13. Prediksi Kualitias Biodiesel Berdasarkan Komposisi Asam Lemak Bahan Mentah (Minyak-lemak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2008-04-01

    Full Text Available The characteristics of biodiesel are similar to diesel fuels, and therefore biodiesel becomes a strong candidate to replace the diesel fuels if the need areses. Biodiesel standard- so called SNI 04-7182-2006 has been approved by the Indonesian National Standardization Agency (BSN. The basic fuel properties for biodiesel are influenced by the fatty acid composition of the feedstock such as the sensity, viscosity, cetane number, heating value and cloud point. Therefore, the value of these properties can be predicted from the fatty acids composition of the feedstock using the blending equations. This work uses pure component data for methyl palmitate, methyl stearate, methyl oleate, and methyl oleate to develop and test blending equations for the prediction of the basic fuel properties. The results from the blending equations are compared with literature values for biodiesel for a number of triglyceride sources such as palm and jatropha oils. Typical average errors are less than 10% for the density, cetane number and healting value. The blending equation for the viscosity and cloud point are suitable only for a speciefed biodiesel.

  14. Studi Komposisi Mineral Tepung Batu Bukit Kamang Sebagai Bahan Baku Pakan Sumber Mineral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khalil

    2007-04-01

    Full Text Available The study was conducted to determine mineral content of limestone originated from natural deposit of Bukit Kamang for feedstuff. Six samples were prepared and chemically analyzed. The first was limestone in meal form as a product of local milling industry. Another five samples were deposit components with different color of blackish, dark blue, blue, light blue and white. There was 21 kinds of mineral determined which were divided into 3 groups: macros (Ca, P, Mg, Na, K, Cl and S, trace minerals (Mn, Zn, Fe, Cu, Se, Co and Mo and toxic elements (As, F, Hg, Cd, Pb, Ni and Cr. The results showed that Bukit Kamang’s limestone contained considerable high essential minerals of Ca, Se, Fe and Mn. The limestone consisted of 38%-40% Ca, 388 ppm Se, 295 ppm Fe and 205 ppm Mn. There were two toxic elements detected: Pb and Cd, but their concentration was found relatively low: 28 and 7 ppm, respectively.

  15. Pemanfaatan Kaolin Sebagai Bahan Baku Pembuatan Aluminimum Sulfat Dengan Metode Adsorps

    OpenAIRE

    Jalaluddin; Toni Jamaluddin

    2009-01-01

    Kaolin adalah salah satu jenis tanah lempung yang tersusun dari mineral-mineral. Kaolin dapat digunakan pada industri kertas, yang dapat mengisi pulp. Reaksi antara kaolin dengan larutan asam sulfat akan menghasilkan larutan aluminium sulfat. Koalinit yang baik untuk pembuatan aluminium sulfat adalah koalinit yang telah diaktivasi terlebih dahulu. Waktu dan temperature pengontakan sangat mempengaruhi daya adsorbsinya. Hal ini dapat kita lihat pada temperature aktifasi 5000 C, ukur...

  16. PENGGUNAAN BAHAN AJAR TEMATIK PEMBAGIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI KELAS IIA MI AHLIYAH II PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luvi Antari

    2015-12-01

    Full Text Available This study aims to look at improving student learning outcomes in the materials division using a thematic approach based teaching materials. This research is a classroom action research (Claassroom Action Research with a research subject graders IIA MI Ahliyah 2 Palembang, the second semester of 2014/2015 the number of students 28 people, consisting of 14 male students and 14 female students. This study was conducted by two cycles following the model of a Class Action Research & McTaggart Kemmis models which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The process of collecting data by using observation and tests. Based on this research, the data obtained in the first cycle who scored ≥ 70 there were 17 students with learning completeness percentage amounted to 60.71% of students had reached the indicators of success and the second cycle there are 23 students who reached a value ≥ 70 on the percentage of students learning completeness by 82 , 14% had reached an indicator of success. With the student response rate reached 76.56% in the first cycle and the second cycle reaches 81.25%. It can be concluded that learning by using a thematic approach based teaching materials division performed in this research was effective, because it can improve student learning outcomes in the distribution of matter in class IIA MI Ahliyah II PalembangKeywords: a thematic approach, materials division

  17. Penelusuran Protein Bioaktif dalam Makro Alga Sebagai Bahan Antibakteri dan Antijamur

    OpenAIRE

    Ahyar, Ahmad

    2007-01-01

    A research on anti-microbial bioactivity of protein fraction isolated from several species of macro algae of baranglompo island in South Sulawesi by using polar solvent buffer of 0.1 M Tris-HCl with pH 8.3 containing 2 M NaCl 0.01 M CaCl2, 1% ??-mercaptoethanol, 0.5 % Triton X-100 has been conducted. The concentration of protein was determined by the lowry method and the bioactivity tes was investigated by a gel diffusion method. Results showed that the concentration of protein in the crude e...

  18. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PELAPIS (UPHOLSTERY) PADA PRODUK INTERIOR

    OpenAIRE

    Yunida Sofiana

    2010-01-01

    Environment pollution which is caused by garbage, especially plastic products, is one undeniable thing nowadays. Environment pollution by non-degradable materials could be decreased in 3Rs that are recycling, reusing, reducing. Recycle method is one of creative methods; the plastic waste could be recycled into matting materials that substitute natural material (pandanus) and also to be alternative upholstery in interior products. Plastic waste treatment process until disposable is easier than...

  19. Pemanfaatan Bahan Bio-anorganik untuk Memproduksi Biomassa Hijauan Pakan dan Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. D. Nusantara

    2010-12-01

    Full Text Available Inoculant production of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF has a vital role in sustaining of higher forage legume production. Currently, it is important to find the alternative materials that can be used as sources of phosphorus due to the need of lower cost, environmentaly friendly, and easily available. Bone meal and rock phosphate are some of the bio-inorganic sources that can be used as a phosphorus source for producing biomass of forage legume and AMF’s inoculant production. A glasshouse experiment was conducted to determine the effectiveness of different type of bio-inorganic materials as a fertilizer to increase forage legume biomass and for specific AMF’s inoculant production. The experiment was arranged in a factorial randomized block design with two factors, i.e. type of AMF’s species (Glomus etunicatum NPI-126 and Acaulospora tuberculata INDO-2 and type of bio-inorganic materials (artifical fertilizer solution as a control, SP36, rock phosphate, and bone meal. Results showed that G. etunicatum gave better result in terms of host gowth, root colonization and spore production compare to A. tuberculata. Bone meal was better a phosphorus source for AMF’s inoculant production instead of artifical fertilizer or other bio-anorganic sources. In conclusion, milled bone meal has a good phosphorus source for AMF’s (G. etunicatum inoculant production

  20. Kadar Bahan Organik Tanah pada Tanah Sawah dan Tegalan di Bali serta Hubungannya dengan Tekstur Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUSTINA TANGKETASIK

    2014-01-01

    Full Text Available Recently, the soil organic matter was exposed decrease rapidly. The intensive soil tillage andapplication anorganic fertilizer to suppose decrease soil organic matter. How low organic matter contentof paddy soil and uppland soil not yet were taken.Soil sample of paddy soil and upland soil were taken from regency in Bali. Number of soil samplewas 96 consisted of 48 soil samples from paddy soil and 48 from uppland soil. For each regency wastaken 4 - 5 soil samples with random sampling. Soil sample was analyzed at Laboratorium TanahFakultas Pertanian Universitas Udayana. Organic matter content was analyzed with Walkley danBlack method and soil texture was analyzed with Pipet method. Organic matter content of paddy soilwere correlated with soil texture (sand, silt and clay, and of uppland soil were correlated with soiltexture (sand, silt and clay.Result of this experiment showed that, soil organic matter of paddy soil was higer than uppland soil.Soil organic matter of paddy soil with criteria very high 4.17 %, high 27.08 %, moderate 47.92 %,low 18.75 % and very low 2.08 %. Soil organic matter of uppland soil with criteria : high 6.25 %,moderate 35.42 %, low 39,58 % and very low 18.75 %. Fine texture was dominant of paddy soil, butcoarse texture was dominant at uppland soil. Correlation between soil organic matter to soil texture ofuppland soil was better than correlation between soil organic matter with soil texture at paddy soil.Correlation soil organic matter with texture (sand at uppland soil r = -0.5142* and correlation withclay r = 0.5007*. Correlation at paddy soil between sand and soil organic matter r = -0.1241 andbetween clay and organic matter of soils r = 0.2150.

  1. Pemanfaatan Bahan Bio-anorganik untuk Memproduksi Biomassa Hijauan Pakan dan Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula

    OpenAIRE

    A. D. Nusantara; C. Kusmana; I. Mansur; L. K. Darusman; Soedarmadi

    2010-01-01

    Inoculant production of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) has a vital role in sustaining of higher forage legume production. Currently, it is important to find the alternative materials that can be used as sources of phosphorus due to the need of lower cost, environmentaly friendly, and easily available. Bone meal and rock phosphate are some of the bio-inorganic sources that can be used as a phosphorus source for producing biomass of forage legume and AMF’s inoculant production. A glasshouse...

  2. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2013-04-01

    Full Text Available Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem vegetable waste could be formed as wafer. This research was conducted to study effectiveness of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration This experiment was run in completely randomized design which consist of 4 feed treatment and 3 replications.  Ration used was consisted of  P0 = wafer complete ration 0% coffee waste (control, P1 = wafer complete ration 2,5% coffee waste, P2 = wafer complete ration 5% coffee waste, and P3 = Wafer complete ration 7,5% coffee waste. The Variables observed were: physical characteristic (aroma, color, and wafer density and palatability of wafer complete ration. Data collected was analyzed with ANOVA and Duncan Range Test would be used if the result was significantly different. The result showed that the density of wafer complete ration coffee waste was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. Mean density wafer complete ration equal to: P0= 0,52±0,03, P1 =0,67±0,04, P2 =0,72±0,03, and P3 = 0,76±0.05 g/cm3. Wafer complete ration coffee waste palatability was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. It is concluded that of wafer complete ration composition 5 and 7,5% coffee waste was significantly wafer palatability and gave a highest wafer density. The ration P0 was the most palatable compare to other treatments for the experimental peking duck.

  3. PEMANFAATAN SEDIMEN PERAIRAN TERCEMAR SEBAGAI BAHAN LUMPUR AKTIF DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Gede Sudaryati

    2012-11-01

    Full Text Available Tofu industries are food industries which use a lot of water, both for operational system and as a basic material for production.Tofu industries produce liquid sewage which contains high organic subtances. Liquid sewage of tofu industries is one of the sources ofcontaminants, so that it is needed to have an appropriate waste processing. In order to overcome liquid sewage problem, a wasteprocessing is to reduce and eliminate dangerous materials and pathogenic microorganisms. Biological treatment is the commonest way inhandling the liquid waste from food industries. One of the biological processing that can reduce the contaminants content in liquidindustrial sewage is activated sludge. This activated sludge can also metabolize and break up the contaminants in the sewage and thisprocessing uses sludge.This research was carried out in order to know the growth rate of microbe biomass in activated sludge from 3 types of sludgetaken from the ditches of the tofu industries, the sludge taken from Pesanggaran Slaughterhouse and the sludge taken from Badung Riverwhich were composed into 4 compositions and then were seeded, than tested to get 4 sludge composition in order to reduce COD in tofuindustrial sewage. The parameters used were physical and chemical views. This research was done by measuring the changes in VSSvalue of the four sludge compositions which were seeded and the COD of the four tested sludge compositions.This research used factorial Randomized Completed sampling that consisting of 2 factors and three repetitions, that is the firstfactor was composition sludge and the second one ws incubation period and then were analyzed by using descriptive comprative analysisand uni –variant analysis.The result of this research shown that the best sludge composition used as activated sludge was the sludge composition takenfrom the ditches of tofu industries was 50 %, the sludge taken from Pesanggaran Slaughterhouse was 25% and the sludge taken fromBadung River was 25 % with had VSS of micobe biomass growth of 2265 mg/L and was able to reduce COD of tofu industrial liquidsewage up to 46.645 mg/L.

  4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    OpenAIRE

    Ellianawati -; S. Wahyuni

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL) dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penel...

  5. Kombinasi Minyak Jagung (Oleum Maydis) Dan Minyak Jarak (Oleum Ricini) Sebagai Bahan Dasar Lipstik

    OpenAIRE

    Suriawati

    2015-01-01

    Seed Corn oil (Oleum maydis) was oil that obtained by extracting the corn seed. Corn oil was rich of colories, which was about 250 calories/100 grams, was a stable oil (resistant to rancidity) because of α-tocopherols are dissolved in oil, other than that corn oil contains essential fatty acids (Omega 3 and Omega 6), and vitamin E. Castor oil was a fatty oil that obtained from cold-pressed pleed seed of Ricinus communis L. Having a very high viscosity, it can delay the insoluble pigment m...

  6. Pengaruh Kitosan Sebagai Bahan Penyalut Pada Pupuk Npk Untuk Memperlambat Larut Dalam Air

    OpenAIRE

    Sinaga, Aulia Rahman

    2012-01-01

    NPK compound fertilizers given by plants Not all could be absorbed, while others are being degradated or leached by ground water so they will cause inefficient fertilizing and environmental pollution. Because of that problem, slow release fertilizer was needed. Slow-release NPK fertilizer nutrition was released gradually and continuously so that it could reduce nutrition losses by leaching. Chitosan is a biodegradable polymer compound and have abilty for coating. Therefore, on this research c...

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI SEL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UIN ALAUDDIN MAKASSAR

    OpenAIRE

    Muriati, St

    2015-01-01

    Learning in UIN Alauddin is still limited knowledge to students, while, one mission to improve the quality of educators Biology in terms of belief, moral and scientific attitudes have not been implemented. This is caused by a lack of learning resources that connects Biology Science and its relation to scientific Qur'an. Cell Biology as subjects that reveal about the phenomenon of the smallest unit of life, it can be studied with scientific Qur'an. Therefore, it is necessary to develop teachin...

  8. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  9. PENGEMBANGAN ROBOT HEXAPOD UNTUK MELACAK SUMBER GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hani Avrilyantama

    2015-03-01

    Full Text Available Saat ini untuk mengevaluasi kebocoran pipa gas atau minyak bahan bakar dilakukan oleh manusia. Robot dapat diimplementasikan untuk mengganti tugas manusia dalam hal pencarian lokasi kebocoran gas. Pada dasarnya tiap robot memiliki implementasi yang berbeda, seperti robot yang mampu bergerak di jalan yang licin dan ada pula robot yang mampu bergerak di jalan yang kasar. Robot beroda mampu berjalan di tempat yang licin tetapi tidak bisa berjalan di tempat yang kasar dan berlumpur. Untuk keperluan investigasi kebocoran pipa gas tersebut maka diperlukan sistem robot berkaki hexapod. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat robot berkaki hexapod dilengkapi dengan sensor gas yang digunakan untuk mendeteksi adanya titik bocor gas dengan menggunakan garis hitam sebagai garis panduan dan sistem jalan robot dengan  menggunakan  metode inverse kinematics. Sensor gas yang digunakan adalah TGS 2620 dan pergerakkan  robot mengikuti garis hitam, ketika ada sumber gas maka robot akan berhenti. Dari hasil percobaan pada pencarian gas alkohol sebanyak 20 kali, robot dapat mendeteksi gas dengan  keberhasilan  90% . Kesalahan dalam  pencarian gas dipengaruhi oleh ketidakstabilan robot dalam berjalan dikarenakan torsi  motor  servo  lebih  kecil  dibandingkan  torsi  beban  pada  robot.

  10. ANALISA TURBOCHARGER PADA MOTOR BENSIN DAIHATSU TIPE CB-23

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rully Hartadi

    2001-01-01

    Full Text Available Turbocharger is one of component that used to improve performance of vehicle by increasing density of air. Turbocharger consists of turbin and compressor. Many people hope that their vehicle has better performance and faster acceleration by applaying some component. In this case turbocharger can do that. By applaying turbocharger, air and fuel will homogeneously mixed that can give a better combustion. Turbocharger has many advantages. Turbocharger powered by pressure of exhaust gas. Abstract in Bahasa Indonesia : Turbocharger adalah suatu komponen yang dipasang pada kendaraan bermotor yang bertujuan untuk meningkatkan daya dari motor dengan melakukan penambahan rapat massa udara yang lebih banyak dibandingkan dengan cara pengisian biasa. Turbocharger terdiri dari sebuah turbin dan sebuah kompresor. Banyak yang mengharapkan daya dari kendaraannya dapat meningkat dengan memasang perangkat. Diharapkan dengan memasang perangkat tersebut, daya dari motor akan meningkat dan juga akselerasinya. perangkat yang dipakai dalam hal ini adalah turbocharger. Dengan penambahan turbocharger, akan membuat campuran udara dengan bahan bakar semakin sempurna atau semakin homogen sehingga pembakaran akan semakin sempurna. Perangkat turbocharger ini mempunyai kelebihan dariperangkat lain yang bertujuan untuk meningkatkan daya. Turbocharger ini digerakkan oleh tekanan gas buang, yang pada umumnya tekanan gas buang dan panas dari gas buang ini tidak dimanfaatkan atau langsung dibuang begitu saja. Kata kunci: turbocharger, turbin, kompresor dan knocking.

  11. EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Permana

    2013-05-01

    Full Text Available Microbial fuel cell (MFC merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.

  12. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  13. Perencanaan Transportasi Sapi Ternak Dengan Menggunakan Kapal Tradisional Untuk Wilayah Pulau Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Moerdianto Wahid

    2013-09-01

    Full Text Available Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan daging sapi juga semakin meningkat. Sampai saat ini, Indonesia memenuhi kebutuhan dagingnya sebesar 30% dari impor dimana terjadi kenaikan harga karena adanya peningkatan harga bahan bakar dan pakan ternak. Potensi sapi di Madura yang besar menjadikan wilayah ini menjadi salah satu sentra produksi sapi di Indonesia. Saat ini pengiriman sapi dari Madura melalui laut melayani untuk tujuan Kalimantan Selatan (Banjarmasin. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui potensi supply dan demand sapi di Madura ke Kalimantan serta menganalisa pola pengangkutan sapi ternak untuk mengetahui biaya total transportasi. Dari hasil penelitian diketahui potensi supply sapi pada tahun 2013 di kabupaten Bangkalan saat ini sebesar 10% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 22.345 ekor, dan demand sapi di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 12,6% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 18.769 ekor. Pola pengangkutan sapi ternak menggunakan tiga kapal jenis KLM (Kapal Layar Motor, dengan lama RTD (Round Trip Days kapal yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kalimantan Selatan adalah dengan menggunakan KLM Purnama Indah selama 7 hari, KLM Karya Utama dan KLM Karya Utama II selama 14 hari. Skenario ini memberikan keuntungan yang lebih besar terhadap pemilik kapal sebesar Rp.1.449.380.873 tiap tahun atau tiga kali lebih besar dari keuntungan saat ini.

  14. Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Temperatur dan Kecepatan Udara Pengering Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Pada Coal Dryer Dengan Tube Heater Tersusun Staggered

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferianto Ferianto

    2013-12-01

    Full Text Available Batubara bernilai kalor tinggi sangat efisien apabila dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Di Indonesia, masih banyak batubara yang tergolong dalam batubara bernilai kalor rendah. Nilai kalor yang rendah disebabkan karena kandungan moisture content yang besar. Pengurangan moisture content batubara dari 37,5% menjadi 31,4% mampu meningkatkan effisiensi boiler hingga 2,6%, sehingga diperlukan suatu proses pengeringan untuk pengurangan moisture content pada batubara. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan alat coal dryer dengan tube heater yang tersusun staggered. Pengujian dilakukan dengan menggunakan variasi temperatur udara pengering, yakni sebesar 40oC, 50oC, dan 60oC serta kecepatan udara pengering, yakni sebesar 1,52 m/s; 1,71 m/s; dan 1,9 m/s. Hasil yang diperoleh dari eksperimen ini adalah penurunan moisture content batubara terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1,9 m/s dan temperatur udara pengering 600C, yaitu dari 19,433% menjadi 5,554%. Drying rate batubara terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1,9 m/s dan temperatur udara pengering 600C, yaitu sebesar 0,00017 kg/s. Sementara nilai effisiensi pengeringan terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1,9 m/s dan temperatur udara pengering 400C, yaitu sebesar 24,99%. Semakin besar kecepatan dan temperatur udara pengering semakin besar nilai drying rate dan perubahan moisture content. Namun pada pengeringan selama 35 menit, semakin besar temperatur udara pengering effisiensi pengeringan semakin turun.

  15. Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Syarifa Darwinastwantya

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan urea sebagai co-substrat terhadap kinerja High Rate Algae Reactor (HRAR dalam menurunkan kandungan minyak dalam air limbah minyak bumi. Variabel penelitian adalah konsentrasi minyak solar dalam air limbah dan konsentrasi urea yang digunakan. Konsentrasi minyak solar yang dipakai berasal penelitian pendahuluan sebesar 346 ppm dan 692 ppm untuk 18 L alga. Penelitian utama dilakukan dengan menambahkan 3 konsentrasi urea yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 14 hari setiap dua hari sekali untuk semua parameter. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kandungan Oil and Grease, Chemical Oxygen Demand (COD, klorofil a, Dissolved Oxygen (DO, pH, nitrogen-amonia, temperatur, dan Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS. Dalam penelitian utama, menunjukkan bahwa sistem HRAR dapat mengolah air limbah mengandung minyak solar. Efisiensi penyisihan minyak solar paling optimal oleh sistem HRAR untuk variasi penambahan minyak solar 346 ppm adalah dengan penambahan urea 0,1 gr/L sebesar 83,33% sedangkan untuk variasi penambahan minyak solar 692 ppm menggunakan penambahan urea sebesar 0,3 gr/L sebesar 85,05%.

  16. STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Budiarto

    2014-05-01

    Full Text Available Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sesuai dengan mode hybrid yang akan dirancang. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA =14 m, B= 7,94 m, H= 1,64 m, T= 0,75 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 75 kW, dengan sumber generator 55 kW, solar cell 2 kW, dan baterai 12,6 kW. Dalam sistem hybrid, ada tujuh mode yaitu mode solar cell, baterai, generator, solar cell + baterai, solar cell + generator, baterai + generator, dan gabungan solar cell + baterai + generator.  Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,86 knot dengan hambatan 6,24 kN dan membutuhkan daya sebesar 69,6 kW.

  17. Pembuatan Biodiesel Secara Batch Dengan Memanfaatkan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhesa Purnama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru atau bekas penggorengan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biodiesel dari minyak goreng secara batch melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan radiasi mikrowave serta mempelajari berapa daya dan waktu optimal yang diperlukan untuk proses pembuatan biodiesel dengan radiasi microwave dengan katalis CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel, yaitu daya (Watt;100,200,300,400, waktu (menit; 5,10,15,20 dan jenis katalis; CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Pada tahap persiapan menghitung volume minyak dan metanol yang akan dicampur. Kemudian mencampurnya didalam reaktor. Lalu mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan atas dan bawah dilanjutkan dengan melakukan pemisahan lapisan atas (biodiesel dari lapisan bawah (gliserol. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi transesterfikasi dianalisa untuk mendapatkan data yield metil ester, densitas, viskositas, dan flash point. Dari penelitian diketahui bahwa hasil yang didapatkan masih belum dapat memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan. Katalis CaO dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan katalis H2SO4 dan tanpa katalis. Kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik yaitu pada daya 200 Watt selama 20 menit dengan menggunakan katalis CaO. Yield biodiesel terbesar didapatkan yield sebesar 60,11 %.

  18. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/MgO/ γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  19. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  20. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  1. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR (Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Widadie

    2013-11-01

    Full Text Available The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%; ash (2.65%; carbon-bound (85.83%, compared to using sunlight, water content (15.89; ash (2.57% and carbon-bound (77.32%.The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

  2. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Suhandi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jumlah sirip saluran udara terhadap efisiensi tungku. Proses penelitian dilakukan dengan cara menguji penggunaan tungku sekam dalam proses memasak 20 liter air. Berdasarkan data-data massa sekam yang digunakan, massa air, energi spesifik air, kalor yang dibutuhkan untuk memasak tiap satuan waktu, dan kandungan energi dalam bahan bakar sekam, efisiensi tungku sekam dapat dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi tungku sekam bergantung pada jumlah sirip lubang udara yang dipasang. Untuk ukuran tungku sekam yang digunakan dalam penelitian, efisiensi optimum  terjadi ketika jumlah sirip lubang udara berjumlah empat buah, dengan capaian efisiensi sebesar 20,25 %. ABSTRACTA study and an application of physics concepts in refining husk stove design have been done. The examined physicsconcepts include the concept of combustion and heat transfer. Results of the study indicated that the concentration of air in the stove combustion chamber could control husk burning processes, heat transfer and release of exhaust gasses produced.The management of air concentration in the stovecombustion chamber was realized by installing the fin air inlets.This research was conducted to investigate the effect of the number of fins air inlets to stove efficiency.The research process was done by testing the use of rice husk stove in the cooking of 20 liters of water. Based on the data of husk mass, water mass, the specific energy of water, the

  3. Kandungan Mikrob Daging Kelelawar yang Diolah sebagai Bahan Pangan Tradisional MICROBIAL CONTENT IN THE PROCESSED MEAT BATS AS TRADITIONAL FOOD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiltje Andretha Ransaleleh

    2013-11-01

    Full Text Available This study was designed to assess the microbial characteristics of bats meat which were cooked askari and rica-rica, and were stored up to 14 days.The study was divided into two stages, the first stage usedthree types of bat meat that were cooked as rica-rica and kari 14 days after being stored in the refrigerator.The second stage used meat of a species of bat that was cooked as rica-rica and kari a few hours afterslaughtering. The result of the meat analysis at the 1st showd that thetotal count of microbials i.e;Staphylococcus aureus, Escherichia coli, coliform, and Salmonella sp from three species of bats that werecooked rica-rica  and  kari  were above the maximum limit of microbial contaminant occording to BSN(2009. The analysed made on the rica-rica showed that bat meat rica-rica stored up to 14 days containedtotal microbial count of 3,1 x 104 - 6,0 x 104Cfu/mL, Staphylococcus aureus 7,7 x 101- 7,6 x 103 Cfu / mL,Escherichia coli and Salmonella sp was negative. The total microbial count  of bat meat kari was  6,8 x 105-9,7 x 105Cfu/mL,  Staphylococcus aureus  was 4,3 x 101-1 x 104 Cfu /mL.  Escherichia  coli <3 / mL, andSalmonella sp was negative. Based on the result abtained, it was concluded that the bat meat rica-ricaand kari which were cooked in a few hours after cutting and stored until 14 days were suitable for humanconsumption.

  4. Evaluasi Pemberian Bahan Allograft dan Alloplast pada Penderita Periodontitis Agresif Menyeluruh dengan Genotipe Positif Alel 2 (+3954 Interleukin-1 Beta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrena Andrena

    2013-06-01

    Full Text Available Generalized aggressive periodontitis is a disease or a disorder of periodontium that occurs in people below 30 years old. These patients usually have several immune response disorders, such as defects in chemotaxis, phagocytic of neturophils and monocytes, and genetic defect. Clinically, there are generalized losses of tissue attachment with extensive, rapid and progressive alveolar bone resorption. In order to repair bone destruction, treatment that produce bone regeneration is needed, i.e. full thickness flap with bone grafting. In these cases, allograft and alloplast bone grafts were used. Allograft is derived from subjects within the same species but different individuals, whereas alloplast is foreign body embedded into the tissue (e.g. hydroxylapatite. In this report, pocket depth, papillae bleeding index (PBI, and clinical attachment were evaluated. Six month after surgery and bone grafting, there were + 4 mm decrease of pocket depths, bleeding on probing index and 3-4 mm increase of clinical attachment. Unstimulated wholes saliva were also collected for DNA isolation. The IL-1beta(+3954 genotypes were performed by Polymerase chain reaction, digested with TagI restriction enzyme and separated by gel electrophoresis. Results showed both patients bearing allele 2 homozygous of IL-1B+3954 genotype. This genotype has been identified as the one of immunogenetic factor that could affect the severity of periodontal disease. Successful treatment depends on the adequacy of oral hygiene. Patients were advised to maintain optimal oral hygiene and to do periodic check every 2-3 months.DOI: 10.14693/jdi.v15i2.70

  5. UJI EFEKTIVITAS THEMEPHOS TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI PADA BERBAGAI SUMBER AIR DAN JENIS BAHAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2012-11-01

    Full Text Available Larvaside usage (themephos/abate in eradication vector program is often conducted because assumed safe, easy, and cheap. Temephos mechanism is removing mobile ingredient inch by inch and sticking to pore-wall pore half in from water relocation place. Various watch fulness has been done to test effectiveness larvasida in various treatment condition Research was conducted in February-September 2006 in Loka Litbang P2B2 Banjarnegara. This research was an elementary research with observational design. Result of observation showed that themephos/abate was still effective to kill larva aedes aegypti with death percentage 95-100% in each container and water source.

  6. Pembuatan dan Analisa Sifat Mekanik Komposit dengan Penguat Abu Terbang (fly ash) Cangkang Sawit Untuk Bahan Kampas Rem Sepeda Motor

    OpenAIRE

    Simanjorang, Berto P.

    2015-01-01

    Motorcycle brake pads is one of the important elements on a motorcycle , which greatly affects the brake system on a motorcycle braking . Motorcycle brake function to stop / reduce vehicle speed . Particles from asbestos material , when inhaled by humans can not be degraded by the body and settles in the lungs can interfere with health . Composite materials into alternative materials of waste oil palm shell is ash ( fly ash ) . Manufacture of composite material brake lining is composed of gra...

  7. Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Meminimumkan Biaya Persediaan dengan Metode EOQ (Studi Kasus: PT. Sinar Sosro Medan)

    OpenAIRE

    Saragih, Jhon Herdin

    2016-01-01

    The analysis of raw materials inventory control is an important thing in the company’s production activity. Obstacles which are usually faced in inventory control is to determine how much quantity orders of materials that should be done by company in order to make the production activity run smoothly and to minimize the inventory costing. In the present paper, to analyze the data, the forcasting of raw materials needs was completed firstly from January 2013 until December 2013. From the deco...

  8. PENGARUH PENAMBAHAN KARET SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN PADA BAHAN RESIN EPOKSI

    OpenAIRE

    Abdul Syakur; Ika Novia; Sarjiya Sarjiya; Tumiran Tumiran; Hamzah Berahim

    2010-01-01

    Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are better thanporcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface is hygroscopic. Forthe repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle...

  9. PENGARUH PENAMBAHAN KARET SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN PADA BAHAN RESIN EPOKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2010-12-01

    Full Text Available Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are better thanporcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface is hygroscopic. Forthe repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle of hidrophobicity and surfaceleakage current characteristics of epoxy resin materials ( Di-Glycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA andMethaphenylene-Diamine (MPDA. The study was conducted in the laboratory using the electrode method IEC587:1984 with NH4Cl contaminants. The voltage applied to the epoxy resin sample at 3.5 kV and 50 Hz frequencyThe experimental results showed that the addition of silicon rubber in epoxy resin makes the surface materialcontact angle increases. The higher percentage of silicone rubber, the greater the contact angle and the longer timerequired for the occurrence of surface discharge.

  10. ANALISIS TREN PENELITIAN PANGAN FUNGSIONAL: KATEGORI BAHAN SERAT PANGAN [Functional Food Research Trend Analysis: Dietary Fiber Category

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Anggraeni Jatraningrum

    2012-06-01

    Full Text Available Functional food, such as probiotic, prebiotic, dietary fiber, vitamin, flavonoid etc, is one of the convergent products between foods and pharmaceutical industry. Dietary fiber, as a part of functional food, is showing a rapid increment in publications and patents. This review will try to give more information about the current advancement in dietary fiber research in Indonesia versus global research trend and also to compare patentability of research in dietary fiber. There are five technology in dietary fiber that will be highlighted; formulation-process-fortification, extraction-isolation-purification, fermentation, metabolic and biotechnology. Research evaluation between dietary fiber research data in the Indonesian Institute of Science (LIPI and global publications and patents show that dietary fiber have chance to be developed become new product with a convergent category in functional food. Dietary fiber with probiotic or prebiotic for is as an example.

  11. Pemanfaatan limbah kulit singkong termodifikasi alkanolamida sebagai bahan pengisi dalam produk lateks karet alam: Pengaruh waktu vulkanisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamidah Harahap

    2015-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to study the effect of drying time on the mechanical properties of natural rubber latex filled with cassava peel waste modified alkanolamide. Cassava peel is a waste, containing cellulose which is potential as fillers in natural rubber latex products. Cassava peel waste was dried and milled until the size of 100 mesh. Alkanolamide is one type of non-ionic surfactant which is synthesized from RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin and diethanolamine. Alkanolamide has polar group which can modified cassava peel waste and make strong chemical bonding with natural rubber latex. The production of natural rubber latex products was started from pre-vulcanization at 70°C until the system was cured and the chloroform number has reached number 3. Natural rubber latex was formed into films by coagulant dipping and drying method at 120°C for 10 minutes and 20 minutes. Results show that longer drying time will improve the crosslink density and tensile strength of natural rubber latex products until the addition of 15 phr cassava peel waste powder

  12. Respon inflamasi pulpa gigi tikus Sprague Dawley setelah aplikasi bahan etsa ethylene diamine tetraacetic acid 19% dan asam fosfat 37%

    OpenAIRE

    Nadie Fatimatuzzahro; Tetiana Haniastuti; Juni Handajani

    2013-01-01

    Background: Etching agents such as ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) and phosphoric acid which are widely used in adhesive restoration system, are aimed to increase retention of restorative materials; however, these agents may induce inflammation of dental pulp. The major function of the inflammatory response is to remove invading pathogens or damaged tissue/ cells and therefore, initiate repair. Neutrophils and macrophages are motile phagocytes that constitute the body's first line of...

  13. PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU KEGIATAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI KABUPATEN MAGELANG

    OpenAIRE

    Panjaitan, Ricky Pangeran Adi Putra

    2014-01-01

    development in terms of development and the nature of the country's foreign exchange non-oil sector should be managed, developed and used in the best well. The potential of these natural resources is expected to provide prosperity and well-being of the people through a sustainable use of natural resources in a sustainable manner which refers to conservation efforts as the cornerstone of the process of achieving a balance between the protection, preservation, and utilization of ...

  14. ANTIBODI MONOKLONAL STREPTOKOKUS MUTANS 1(c 67 kDa DALAM PASTA GIGI BAHAN DASAR UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STREPTOKOKUS MUTANS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Devijanti R.

    2015-08-01

    Full Text Available Prevention of dental caries is still continuing, because the prevalency caries is high. There was many methods to prevent dental caries etc. dental education, oral hygiene, special method on tooth brushing, water fluoridation, fissure sealant and later on the passive immunization with monoclonal antibodies. The purpose of this study was to investigate about monoclonal antibodies IgA, IgG1 and IgG3 against Streptococcus mutans 1(c in basic paste for inhibiting the growth Streptococcus mutans. The monoclonal antibodies were IgA Ab, IgG1 Ab and IgG3 Ab. Formula basic paste from PT “X” contained Aqua, Sorbitol, Nipagin, Dicalcium Phosphat, Titanium Dioxid, Sodium Carboxyl Methyl Sel. Sodium Lauryl Sulfate and Sacarin. Basic paste was mixed with monoclonal antibodies IgA, IgG1 and IgG3 in room temperature (27oC then to investigate zone of inhibition from these tooth paste with Wistreich and Lechman methods. The data obtained in this study was analyzed with one way Anova and LSD. The result showed that there was a significant differences between basic paste with or without monoclonal antibodies. From the data analyzed in this study it can be concluded that monoclonal antibodies against S. mutans 1( c could be formulation with basic paste.

  15. Pemodelan Lokasi-Alokasi Terminal Bahan Baku untuk Meminimasi Total Biaya Rantai Pasok pada Industri Produk Jadi Rotan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniaristanto .

    2010-01-01

    Full Text Available In Surakarta and its surroundings (Solo Raya, there exists more than 400 Small-Medium Enterprises (SMEs that produce finished products of rattan. Due to the high procurement cost as total operational cost of raw rattan distribution network from the sources, e.g. Borneo and Celebes to the rattan industries, the competitiveness of their products is lower than products from other countries. Therefore, to overcome the problem, those costs should be reduced for example by aggregating the demand of rattan industries. This police needs to be supported by the warehouse for storing and distributing raw rattan. Hence, this research aims to develop a facility location-allocation model so that total supply chain costs, including raw rattan procurement costs as well as facilities opening and closing costs can be minimized. The location-allocation model will be presented in a mixed integer non-linear programming model and solved using MS-Excel Solver. The results are number and location of the warehouse along with the raw rattan allocation in the warehouse to ensure raw rattan supply for rattan industries.

  16. Produk Fermentasi Rumen dan Produksi Protein Mikroba Sapi Lokal yang Diberi Pakan Jerami Amoniasi dan Beberapa Bahan Pakan Sumber Energi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novita Hindratiningrum

    2011-10-01

    Full Text Available Products of rumen fermentation and protein microbial of dairy cattle feed with rice bran ammonization and some feedstuffs as an energy sources ABSTRACT. This study aims to examine the energy sources of feed ingredients that can increase the production of Volatile Fatty Acids (VFA, N-NH3, microbial protein synthesis, total gas production and metabolic energy. The material used is as a source of rumen fluid inoculum from Frisian Holstein cows (FH females, amoniasi rice straw, salt, mineral mix brand "Ultra Minerals' production Eka Farma Semarang, onggok wet and dry, corn, and rice bran. Observed variable is the concentration of (VFA, N-NH3, rumen microbial protein synthesis, and total gas production. Based on the analysis of diversity seen any significant effect (P0.05 on microbial protein synthesis. Conclusion of research is the provision of energy sources with rice bran treatment, onggok wet and dry corn flour can be used as fermentable carbohydrates on feed hay amoniasi in vitro.

  17. Pengaruh Keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna Tanah terhadap Dekomposisi Bahan Organik Tanaman di Bawah Tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    WIRYANTO

    2007-05-01

    Full Text Available The purposes of the research were to know the influences of crop organic matters to diversity of soil mesofauna and macrofauna under paraserianthes’ stand (Paraserianthes falcataria, rate of organic matters decomposition, as well as the relationship between the rate of organic matters decomposition and diversity of soil mesofauna and macrofauna. The framework of thinking of this research was the crop organic matters which were given to the soil would influence the soil mesofauna and macrofauna diversities. The presence of soil fauna would help the decomposition process of organic matters which fertilize the soil. This research was established under paraseanthes’ stand, with 7 treatments of crop organic matters, i.e. cardamom, pineapple, cocoyam, cardamom- pineapple, cardamom-cocoyam, pineapple-cocoyam, cardamom-pineapple- cocoyam, and the treatment without crop organic matters (control. The sampling of mesofauna data used soil extraction “Barlesse-Tulgreen” method, meanwhile the macrofauna data were obtained from “Hand- Sorting” method and “Fill-Trapp” method. The sampling of decomposition rate data used Pudjiharta’s method (1995. The data which have been obtained were analyzed by using Analysis of Variance (ANAVA and continued with DMRT test. The Correlation test was done to find out the relationship between the rate of decomposition of crop organic matters and the soil mesofauna and macrofauna diversities. It can be concluded that the applying of crop organic matters influenced the soil mesofauna and macrofauna diversities. The highest coefficient value index of soil mesofauna diversity was 1.36 by using cardamom-cocoyam organic matters. The highest coefficient value index of the soil macrofauna diversity was1.11 by using pineapple organic matters. The highest coefficient value indexof macrofauna diversity on the surface of the soil was 1.27 by using pineapple organic matters. The crop organic matters of cardamom-cocoyam has the highest coefficient value decomposition rate, was 0.45. The crop organic matters of pineapple has the lowest coefficient value decomposition rate, was 0.15. The relation between the decomposition rate of crop organic matters and the soil mesofauna diversity index, the macrofauna in the soil, and macrofauna on the surface of the soil show the negative correlation, with the correlation coefficient value, were -0.01; -0.30;-0.001.

  18. Modifikasi Dan Karakterisasi Karet Alam Siklis (Resiprena 35) Dengan Anhidrida Maleat Sebagai Substituen Bahan Pengikat Cat Sintetis

    OpenAIRE

    Siregar, Muhammad Said

    2015-01-01

    Modification and characterization of cyclized natural rubber with maleic anhydride has been carried out to enhance its compatiblelity as substituent for synthetic paint binder. Cyclized natural rubber was modified by grafting of maleic anhydride in the melt phase in the internal mixer in the presence of comonomers styrene and benzoyl peroxide. Effect of rotor speed and reaction time were also studied by performing experiment with rotor speeds of 70, 80 and 90 rpm with reaction time: 6, 8 and...

  19. PENGERTING SUHU RENDAH UNTUK MENJAGA MUTU BAHAN PERTANIAN [Low Temperature Drying to Maintain the Quality of Agricultural Products

    OpenAIRE

    R Sarwono

    2005-01-01

    Drying equipment is an important unit operation in industrial processes. Reducing moisture content in order to prolog the storage time is very commonly used. There are many agricultural product which are very heat sensitive. To maintain the essential ingredient in those product, drying process should be applied at low temperature drying process gave lower drying rate, is time consuming and in general costly. Increasing drying rate by reducing the absolute humidity is this recommended. There a...

  20. JENIS - JENIS TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PERAWATAN KECANTIKAN DI PURI DAMAI DESA SINGAKERTA, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anak Agung Istri Ratih Gayatri

    2015-05-01

    Full Text Available Indonesia has many variaties of plant which give a benefit for house, clath, meals,medicine even for beauty treatment. A beauty treatment made from chemical agent causing anegative effect, so searching for an alternative agent for beauty treatment without giving anegative side effect was needed. The goal of has research is to know find species of plants,methods of process also how to process the plants become a herbal beauty treatment agent atPuri Damai which located in Singakerta village, district of ubud, Gianyar region. They takedirect observation, description and identification methods. According to the result of theresearch were found 25 species, 19 suku of plants 3 euphorbiaceae, 2 asteraceae, 2araliaceae, 2 zingiberaceae, pandanaceae, asphodelaceae, poaceae, fabaceae, anonaceae,magnoliaceae, arecaceae, laminaceae, malvaceae, cactaceae, oleaceae, apocynaceae,agavaceae, melastomataceae, rutaceae. Hair vertilizer oil mostly was made from the leaf ofthe plant takes around 56% and for massage oil take the flowers around 53 %. The methodswas taken to produce hair vertilizer oil and ingredients was fried in 1 liter frying oil between6 – 8 hours long in little fire. Direction of use for hair vertilizer oil is rubbing the oil on thecalp and hair before is after washing the hair. The use of massage oil the oli to the body andgive a massage.Keywords : Etnobotany, Beauty treatment, Observation.

  1. JENIS - JENIS TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PERAWATAN KECANTIKAN DI PURI DAMAI DESA SINGAKERTA, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR

    OpenAIRE

    Anak Agung Istri Ratih Gayatri; Eniek Kriswiyanti; I Gusti Ayu Sugi Wahyuni

    2015-01-01

    Indonesia has many variaties of plant which give a benefit for house, clath, meals,medicine even for beauty treatment. A beauty treatment made from chemical agent causing anegative effect, so searching for an alternative agent for beauty treatment without giving anegative side effect was needed. The goal of has research is to know find species of plants,methods of process also how to process the plants become a herbal beauty treatment agent atPuri Damai which located in Singakerta village, di...

  2. Kandungan Mikrob Daging Kelelawar yang Diolah sebagai Bahan Pangan Tradisional MICROBIAL CONTENT IN THE PROCESSED MEAT BATS AS TRADITIONAL FOOD

    OpenAIRE

    Tiltje Andretha Ransaleleh; Rarah Ratih Adjie Maheswari; Purwantiningsih Sugita; Wasmen Manalu

    2013-01-01

    This study was designed to assess the microbial characteristics of bats meat which were cooked askari and rica-rica, and were stored up to 14 days.The study was divided into two stages, the first stage usedthree types of bat meat that were cooked as rica-rica and kari 14 days after being stored in the refrigerator.The second stage used meat of a species of bat that was cooked as rica-rica and kari a few hours afterslaughtering. The result of the meat analysis at the 1st showd that thetotal co...

  3. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Bunga Kecombrang terhadap Bakteri E. coli dan S. aureus sebagai Bahan Pangan Fungsional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adeng Hudaya

    2016-03-01

    Full Text Available The testing has been conducted research on the antibacterial activity of aqueous extracts of flowers kecombrang against E. coli and S. Aureus. This study was aims to provided scientific evidence of excellence kecombrang plants as functional food ingredients. Antibacterial activity assays performed using dispersive method. From the results of antibacterial testing kecombrang flower water extract against E. coli concentration of 20% = 0 mm, 40% = 0 mm, 60% = 4.8 mm, 80% = 5.2 mm, 100% = 7.3 mm and the test bacteria S. aureus concentration of 20% = 8.67 mm, 40% = 9.11 mm, 60% = 12:33 mm, 80% = 12:44 mm, 100% = 13.89 mm.

  4. Pengaruh Pemberian Bahan Organik, Urea, Pengaturan Umur Bibit dan Penggunaan Sistem Tanam Terhadap Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sattva L)

    OpenAIRE

    Silitonga, Dumen

    2013-01-01

    Influence of giving of organic matter, urea, arrangement of age seed and usage of planting system to productivity paddy crop {Oryza Sativd). This Research aim to know influence of applied organic matter, urea, arrangement of seed age and usage of row planting system to paddy productivity, with assumption or hypothesizing that there is difference between giving of organic matter, application of N pursuant to Schema Colour Leaf, arrangement of seed age and usage of row planting system legowo...

  5. OPTIMASI BIOKRAFT JAMUR Phanerochaete chrysosporium TERHADAP KOMPONEN KIMIA CAMPURAN BATANG DAN LIMBAH CABANG MANGIUM SEBAGAI BAHAN BAKU PULP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Silsia

    2010-11-01

    Full Text Available Optimation biokraft of fungi P. Chrysosporium through elongated incubation time on mixed stem and branch waste mangium is a solution to solve the environmental pollution problem, low quality of pulp and limited raw material. Effect of P. Chrysosporium 10 % concentration and 45 days incubation time on pre research could not decrease lignin optimally and exstractive degradation had not occured yet. The aims of the study were to observe the effect of incubation time extension, and to determine the best incubation time of P. Chrysosporium applied at 10 % concentration based on the chemical component percentage, 45, 60 and 75 days on mixed stem and branch as raw material for pulp. Results showed that increasing incubation time decreased extractive and lignin content and increased holocelulosa and alpha celulosa content. Mixed stem and branch with 10% amount and 75 day incubation time of P. Chrysosporium gave the best results for raw material of pulp.

  6. Penggunaan Poliester Amida Pada Bioplastik Protein Kedelai Dari Limbah Padat Industri Tahu dengan Gliserol sebagai Bahan Pemlastis

    OpenAIRE

    Novayanty, Rena

    2015-01-01

    The objective of the research was to find out the characteristics bio-plastic film of soy protein – glycerol and bio-plastic film of soy protein– glycerol - polyester amide, and optimum comparison of soy protein – glycerol and polyester amide which are used in bio-plastic film from solid waste of tofu industry. The research includes the process of extraction of soy protein from tofu waste, the formation of bio-plastic film by using solution casting method with the variation of glycerol and ...

  7. Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight Walp. dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap Organ Dalam Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    W. Hermana

    2008-04-01

    Full Text Available The objective of the present experiment was to evaluate the utilization of bay leaf (Syzygium polyanthum (Wight Walp. in the diets as antibacterial agent and its effect on the weight viscera organ of broilers. The experiment was arranged in a completely randomized design with six treatments and three replications. One hundred and eighty birds of five week-old broiler were used in the present experiment, and thirty six birds were decapitated to measure the weight of viscera. On day four, experimental animals were divided into six group of treatments and were provided standard diet. The treatments were as follows, Escherichia coli (E.coli-uninfected broiler without bay leaf (R0/positive control goup, E. coli-infected broiler without bay leaf (R1/negative control group, R1 + 1% bay leaf (R2, R1 + 2% bay leaf (R3, R1 + 3% bay leaf (R4, and R1 + 0.02% tetracycline (R5. The results showed that weight percentage of liver, spleen, heart, pancrease, bile and intestine were not affected by the addition of 1, 2 and 3% bay leaf (R2,R3 and R4 as compared to those of R0, R1 and R5. However, gizzard percentage of broiler given 3% bay leaf (R4 increased (P<0.01 to the value same as that of R0 (2.31 vs 2.71%. The highly significant (P<0.01 increased in weight percentage of kidney was also found due to the treatments, and the increase was significant (P<0.05 when R5 compared to R2 and R4. The addition of 2% (R3 and 3% (R4 bay leaf and 0.02% tetracycline (R5, as compared to R0, R1 and R2, could depress the number of E. coli in the excreta. In conclusion, the addition of bay leaf up to 3% was able to minimize the number of E. coli in excreta without negatively affecting weight of viscera of broiler chickens.

  8. Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap Organ Dalam Ayam Broiler

    OpenAIRE

    W. Hermana; D. I. Puspitasari; K.G Wiryawan; S. Suharti

    2008-01-01

    The objective of the present experiment was to evaluate the utilization of bay leaf (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) in the diets as antibacterial agent and its effect on the weight viscera organ of broilers. The experiment was arranged in a completely randomized design with six treatments and three replications. One hundred and eighty birds of five week-old broiler were used in the present experiment, and thirty six birds were decapitated to measure the weight of viscera. On day four, ex...

  9. Produk Fermentasi Rumen dan Produksi Protein Mikroba Sapi Lokal yang Diberi Pakan Jerami Amoniasi dan Beberapa Bahan Pakan Sumber Energi

    OpenAIRE

    Novita Hindratiningrum; Muhamad Bata; Setya Agus Santosa

    2011-01-01

    Products of rumen fermentation and protein microbial of dairy cattle feed with rice bran ammonization and some feedstuffs as an energy sources ABSTRACT. This study aims to examine the energy sources of feed ingredients that can increase the production of Volatile Fatty Acids (VFA), N-NH3, microbial protein synthesis, total gas production and metabolic energy. The material used is as a source of rumen fluid inoculum from Frisian Holstein cows (FH) females, amoniasi rice straw, salt, minera...

  10. Penyimpanan Buah Terung Dibelanda Dengan Kemasan Aktif Menggunakan Bahan Penyerap Oksigen,Karbondioksida,Uap Air Dan Etilen

    OpenAIRE

    Naibaho, Joncer

    2013-01-01

    The effect of modified atmosphere packaging on the physico-chemical composition such as weight loss, moisture content, vitamin C, total soluble solids (TSS), titratable acidity (TA), fruit hardness, color score and sensory characteristics such as color, flavor and texture of tamarillo was investigated at 10⁰C during 1, 2, 3 and 4 weeks of storage. The type of modified atmosphere packaging consisted of active modified atmosphere packaging with the combination of scavenger type such as oxygen s...

  11. ANALISIS TREN PENELITIAN PANGAN FUNGSIONAL: KATEGORI BAHAN SERAT PANGAN [Functional Food Research Trend Analysis: Dietary Fiber Category

    OpenAIRE

    Diah Anggraeni Jatraningrum

    2012-01-01

    Functional food, such as probiotic, prebiotic, dietary fiber, vitamin, flavonoid etc, is one of the convergent products between foods and pharmaceutical industry. Dietary fiber, as a part of functional food, is showing a rapid increment in publications and patents. This review will try to give more information about the current advancement in dietary fiber research in Indonesia versus global research trend and also to compare patentability of research in dietary fiber. There are five technolo...

  12. DERMATITIS KONTAK PADA PEKERJA YANG TERPAJAN DENGAN BAHAN KIMIA DI PERUSAHAAN INDUSTRI OTOMOTIF KAWASAN INDUSTRI CIBITUNG JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Meily Kurniawidjaja

    2008-12-01

    Full Text Available Factors Related to Occupational Contact Dermatitis on Workers Exposed to Chemicals used at Industrial Automotive Company. Occupational contact dermatitis is one of skin disease in industrial settings which may reduce worker productivities. The occupational contact dermatitis occurs when workers are come into contact with chemicals at part of the worker’s body. This chemical contact could lead to an occupational contact dermatitis. The objective of this research is to investigate factors related to the occupational contact dermatitis at the worker who come into contact with chemicals used in industrial automotive company in Indonesia, Cibitung Jawa Barat. The study design is a descriptive research. The research subjects were selected using a stratified random sampling, and the total subjects were 54 person. The data were collected based on physical examination by a medical doctor, and the research questionnaire. Result from this study indicated that 74% (40 workers experience dermatitis contact: acute dermatitis contact 26% (14 workers, sub acute 39% (21 workers, and chronic 9% (5 workers. Furthermore, data analysis using a multivariate statistical analysis indicated that there are three major factors related to the occurence of contact dermatitis: duration of contact, frequency of contact and the use of personal protective equipment (PPE particularly gloves. In conclusion, incidence rate of occupational dermatitis contact at industrial setting is 65%/100 worker, and prevalence rate of occupational dermatitis contact at industrial setting is 74%/100 worker. In order to minimize the occupational contact dermatitis it is recommended to raise the workers awareness, the correct type of gloves used specifically to the type of chemicals, as well as improving the workers knowledge.

  13. HASIL ANALISIS VITAMIN A DAN β-KAROTEN BAHAN MAKANAN SUMBER VITAMIN A DAN KAROTEN DENGAN METODE HPLC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis vitamin A DAN β-Karoten terhadap beberapa jenis pangan dengan menggunakan metode HPLC. Analisis dilakukan terhadap 9 jenis serealia dan umbi-umbian, 3 jenis kacang-kacangan, 40 jenis sayuran, 11 jenis daging dan hasilnya, 7 jenis telur dan hasilnya, 8 jenis ikan, 12 jenis buah-buahaan, dan 7 jenis kelompok lain-lain. Hasilnya menunjukkan sumber β-Karoten yang tinggi pada kelompok serealia dan umbi-umbian adalah umbi jalar, pada kelompok sayuran adalah daun katuk, daun pepaya, daun singkong, daun melinjo, daun talas dan daun sintrong, pada kelompok telur adalah telur bebek, pada kelompok buah-buahan adalah mangga golek dan mangga gedong. Sedangkan kelompok kacang-kacangan dan kelompok daging kandungan β-Karotennya rendah. Hati ayam, hati bebek, dan hati kambing merupakan sumber vitamin A yang tinggi, sedangkan pada kelompok ikan didapati ikan lele mempunyai kandungan vitamin A yang lebih tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya.

  14. HASIL ANALISIS VITAMIN A DAN β-KAROTEN BAHAN MAKANAN SUMBER VITAMIN A DAN KAROTEN DENGAN METODE HPLC

    OpenAIRE

    Yuniar Rosmalina; Dewi Permaesih

    2012-01-01

    Telah dilakukan analisis vitamin A DAN β-Karoten terhadap beberapa jenis pangan dengan menggunakan metode HPLC. Analisis dilakukan terhadap 9 jenis serealia dan umbi-umbian, 3 jenis kacang-kacangan, 40 jenis sayuran, 11 jenis daging dan hasilnya, 7 jenis telur dan hasilnya, 8 jenis ikan, 12 jenis buah-buahaan, dan 7 jenis kelompok lain-lain. Hasilnya menunjukkan sumber β-Karoten yang tinggi pada kelompok serealia dan umbi-umbian adalah umbi jalar, pada kelompok sayuran adalah daun katuk, daun...

  15. OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU Brassica juncea L. SECARA HIDROPONIK DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK CAIR

    OpenAIRE

    Wahid, Tenri Sa'na

    2013-01-01

    The research about optimization the growth and production of green mustard plant Brassica juncea L. hydroponic by administering various liquid organic materials took place at the Agricultural Biotechnology Division of Center for Research and Development, Research and Development Society Center (LPPM) building 4th and 5th floors, University of Hasanuddin, Makassar, runs from January to March 2013. This research was aimed to select the best sources of hormones from various organic materials to ...

  16. Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Keprok (Citrus Reticulata Blanco syn) Sebagai Bahan Penguat Nanokertas Selulosa Bakteri Dari Air Kelapa

    OpenAIRE

    Ichwani, Reisya

    2014-01-01

    Bacterial cellulose (BC) nanofibres combined with cellulose of orange peels organic waste (OP) have been used for the providing nanopaper. BC pellicle that has been crushed by home blender and combined with cellulose of orange peels in various concentration. The content of cellulose in bacterial cellulose pellicle is 4,53 % in nanosized and the cellulose content in the orange peels is 5,63 % in microsized. After preparing in sheet, the characterization has been done including m...

  17. Ketangguhan Retak Dinamik Bahan Komposit GFRP Untuk Helmet Industri Disebabkan Beban Impak Menggunakan MSC/NASTRAN For Windows

    OpenAIRE

    Jusnita

    2010-01-01

    This research is to study computer simulation of glass fiber reinforced plastic (GFRP) plate specimen, by finite element method. Its goal is to know the stress intensity factor and compared them with the critical intensity factor (fracture toughanes/obtained using experimental method. The simulation utilized MSC MSN/NASTRAN for Window software and FEMAP sub program with impact load model. To simplify the simulation process, specimens were drawn in half because of its symmetric. Small meshes...

  18. Pengaruh Pemberian Azolla Dan Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.) Pada Inceptisol Di Cengkeh Turi Binjai

    OpenAIRE

    Nasution, Fatimah Azzah Rawani

    2012-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian azolla dan urea terhadap pertumbuhan dan proruksi padi ( Oryza sativa L. ) pada Inceptisol kelurahan Cengkeh Turi Binjai. Padi merupakan bahan makanan utama, bahan makanan ini untuk memenuhi makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia, sehingga diperlukan peningkatan produksi bahan makanan dalam jumlah yang sesuai dengan peningkatan bahan makanan. Dengan peningkatan produksi yang tinggi harus diimbangi dengan penggunaan pupuk. 95030...

  19. Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Suryani

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakAngka kematian akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA di negara berkembang sebanyak 20% dimana 1/3 - 1/2 merupakan kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik berupa ventilasi, pencahayaan alami, kelembaban rumah, kepadatan hunian rumah dan tindakan penduduk yang meliputi kebiasaan merokok dalam rumah, kebiasaan buka jendela dan penggunaan bahan bakar rumah tangga dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada bulan Desember 2013 dengan jumlah sampel 106 ibu yang mempunyai balita. Sampel diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data dari responden dilakukan menggunakan kuesioner dan lembaran observasi. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p<0.05 dan 0.0bahan bakar rumah tangga (p=0.027, Cc=0.210 dengan kejadian ISPA pada balita, sedangkan kelembaban rumah tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA pada balita.Kata kunci: ISPA balita, lingkungan fisik, tindakan pendudukAbstractThe mortality rate due to Acute Respiratory Infections (ARI in developing countries is about 20% which is 1/3-1/2 is the death of the children under five years old. The objective of this research was to determined the correlation between the physical environment which include the ventilation, the natural lighting, the house humidity, the density of residential house, and community behavior which include the habitual of smoking at house, the habitual of window open and household fuel use with the incidence of ARI on children under five years old. This research is an analytical study with cross

  20. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  1. STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2009-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 

  2. ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2012-05-01

    Full Text Available Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.

  3. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  4. Pengaruh Penggunaan Frekuensi Listrik Terhadap Performa Generator HHO Dan Unjuk Kerja Engine Honda Kharisma 125CC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Akbar Pratama

    2013-09-01

    Full Text Available Energi yang dihasilkan oleh engine merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara (oksigen. Secara praktis  pembakaran  menghasilkan gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu perkembangan teknologi adalah dengan brown gas, atau sering disebut Generator HHO, dimana alat ini akan  menghasilkan gas HHO (2 unsur gas hydrogen dan 1 unsur gas oksigen dari proses elektrolisa air murni yang di hubungkan dengan arus listrik. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Generator HHO pada engine Honda Kharisma  berkapasitas 125cc. Generator HHO tersebut menggunakan Elektroda jenis pipa Stainless steel AISI 316L dengan ukuran Ø21mm x 101mm, Ø34mm x 101mm, Ø48mm x 101mm dan Ø61mm x 101mm dengan tebal 3mm, larutan elektrolit 2liter aquades dan 1,4 KOH. Variasi yang diberikan pada generator HHO adalah besar frekuensi listriknya. Untuk pengujian, perubahan kecepatan dilakukan dengan full open throttle menggunakan chasis water brake dynamometer. Pengujian dilakukan pada putaran engine dengan kelipatan 500 rpm, dimulai dari 3500 rpm sampai dengan 8500 rpm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah frekuensi untuk generator dengan effisiensi thermal terbaik adalah pada 10Hz sebesar 20,06%. Dengan daya generator 118,74 Watt, debit 13,13 L/jam, kenaikan temperature 0.7°C/menit, torsi maksimal pada engine 27.09 Nm, daya efektif  6114,651 Watt, bmep 860,627 Pa, SFC 9.608E-08 kg/watt.s, effisiensi thermal engine 23,22% serta pengurangan emisi CO 1,17% dan HC 83ppm.

  5. POTENSI Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia SEBAGAI SUMBER NUTRISI BAGI TANAMAN BERDASARKAN KECEPATAN DEKOMPOSISINYA (Studi Kasus di Desa Sobokerto Boyolali Jawa Tengah)

    OpenAIRE

    - Pardono

    2011-01-01

    Penggunaan pupuk anorganik dalam sistem peningkatan produksi tanaman menimbulkan masalah antara lain menipisnya bahan baku pembuatan pupuk. Upaya mencari alternatif bahan baku yang bersifat terbarukan mendesak dilakukan antara lain penggunaan pupuk organik. Bahan alami berupa tumbuhan seperti Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia sudah mulai dilakukan peneliti namun informasinya masih terbatas. Pengayaan informasi terhadap tumbuhan tersebut diperlukan agar diperoleh ketuntasan sehingg...

  6. Analisis Mitigasi Risiko pada Supply Chain Pembuatan Sterilizier

    OpenAIRE

    Silalahi, Ezrilona

    2016-01-01

    Penanganan risiko supply chain dalam meminimalisasi waktu dan kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian atau disebut dengan manajemen risiko. PT. Pancakarsa Bangun Reksa merupakan perusahaan produsen sterilizer yang mengalami berbagai risiko dalam kegiatan supply chain, seperti keterlambatan tibanya bahan baku, salah tafsir pemesanan bahan baku, perjanjian terhadap supplier yang otoriter, kondisi atau jumlah bahan baku yang...

  7. PROFIL HISTOLOGIS SERABUT KOLAGEN PADA KULIT KAMBING BLIGON YANG DIRENDAM DALAM LARUTAN ASAM DAN BASA LEMAH PADA KONSENTRASI BERBEDA

    OpenAIRE

    Said, Muhammad Irfan; Triatmojo, Suharjono; Erwanto, Yuny; Fudholi, Achmad

    2013-01-01

    Larutan asam dan basa kuat sebagai bahan perendam bahan baku kulit telah banyak diterapkan dalam industri pembuatan gelatin komersial. Perendaman bahan baku kulit dalam larutan asam dan basa dimanfaatkan sebagai perlakuan awal (pretreatment) dalam meningkatkan kuantitas maupun memperbaiki kualitas produk gelatin. Kulit ternak tersusun sebagian besar atas serabut kolagen (Sarkar, 1995). Proses hidrolisis serabut kolagen secara parsial selanjutnya akan menghasilkan produk gelatin (Kolodziej...

  8. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2013-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.Kata kunci: Aliran fluida, perpindahan panas, PBMR, packed bed, penurunan tekananAbstractThe pebble bed type high temperature gas cooled nuclear reactor is a promising option for next generation reactor technology and has the potential to provide high efficiency and cost effective electricity generation. The reactor unit heat transfer poses a challenge due to the complexity associated with the thermalflow design. Therefore to reliably simulate the flow and heat transport of the pebble bed modular reactor

  9. Pengaruh Peningkatan Jumlah Abu Kulit Buah Kelapa Sebagai Katalis Dalam Pembuatan Metil Ester Dengan Bahan Baku Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil)

    OpenAIRE

    Sihotang, Allen Rianto

    2014-01-01

    Methyl esters are generally synthesized through transesterification with mild alcohol to using conventional alkaline catalysts are NaOH, KOH, and others. So by using coconut husk ash as a catalyst can be an alternative to conventional catalysts are very expensive. In the manufacture of methyl ester in this study is using two-stage reaction such as, esterification reaction with a strong acid catalyst (H2SO4) to reduce free fatty acids and transesterification with methanol which variated the am...

  10. Analisis persediaan bahan baku sayur Olahan pada pt. Alam agro abadi Menggunakan model economic order Quantity (eoq) dengan tingkat Produksi terbatas

    OpenAIRE

    Tarigan, Eva Kristina

    2015-01-01

    Inventories are materials stored by a company to meet demand of customers. Problems commonly encountered in inventory control is to determine how many order quantity of raw materials should be done so the production company run smoothly so that the company can improve the efficiency of production. The purpose of this study was to determine the optimal order quantity, to determine the maximum inventory level, and minimum total inventory cost of each raw material processed vegeta...

  11. PENINGKATAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI TEMULAWAK SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT Pengujian Peningkatan Kandungan Minyak Atsiri Temulawak pada Berbagai Ekotipe dan Kondisi Intensitas Cahaya Matahari yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasiran Kasiran

    2012-11-01

    Full Text Available Background: One of the important substance in the Javanese turmeric was essential oil (atsiri. The essential oil of Javanese turmeric was very useful for human health and medical industries. Efforts to increase the content of essential oil in Javanese turmeric tuber will give and increase usage of Javanese turmeric for medical industries. Objective: The research is to test the level of essential oil of Javanese turmeric in the several ecotypes which cultivate in the different condition of sunshine intensity. Methods: The analysis of essential oil was held by using 10 g of Javanese turmeric sample powder through destilation method. Results: The research show that the different of ecotype of Javanese turmeric will give significant effects on the essential oli content in the tubers. Whereas, the interaction between sunshine intensity and ecotype including interaction of both factors did not have significant effects. The highes essential oil content was in the ecotype from Sleman (T9 that was 6.46% and ecotype Manna (T3 that was 6.37%. Whereas, the lowest essential oil content was in the ecotype from Bawang Village, Kulon Progo (T13, that was 2.96%. Therefore, the ecotype selection of Javanese turmeric wich will be cultivated was important in order to get high essential oil content. Key words: Essential oli, javanese turmeric, ecotype, sunshine intensity

  12. Kajian Bentuk Pengolahan dan Analisis Finansial Buah Api api (Avicennia officinalis L.) Sebagai Bahan Makanan dan Minuman di Kabupaten Deli Serdang

    OpenAIRE

    Sianturi, Gustinaria

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengolahan, tingkat kelayakan nilai finansial, dan strategi pengembangan usaha pengolahan buah api-api (Avicennia officinalis L.) di Dusun Paluh Merbau, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis finansial, dan analisis strategi pengembangan usaha dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk olahan buah api-...

  13. KAJIAN TERHADAP PROSPEK PENGEMBANGAN BAHAN BIOAKTIF BUAH MAHKOTA DEWA (P. Macrocarpa SEBAGAI KANDIDAT NEW CHEMICAL ENTITY (NCE UNTUK PENGOBATAN KANKER (SITOSTATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Lisdawati

    2012-11-01

    Full Text Available Abstract. In the last few years there are tendency for cancer study to develop in discovery of new chemical entity (NCE for new drugs. The needed of NCE based on reality that cancer therapy reaches a resistant level very fast. By developing NCE, multiply cancer drugs can be used at one therapy and be implemented as a solution to inhibit a resistant level and very useful in recovery time. Natural products are the most important sources of NCE and could be used from plants, animals or minerals. Most of the natural products used in Indonesia are recognized from plants. Plants secondary metabolites show promise for cancer chemoprevention, which has been defined as the use of non cytotoxic nutrient or pharmacological agents to enhance intrinsic physiological mechanism that protect the organism against mutant clones of malignant cells. The study of plants secondary metabolites is nowadays moved from improvement of the empiric activity to meet the relationship between the structures of chemical compounds to its pharmacology activities. Development of study on plants in Indonesia is also pointed on discovery of NCE for new drugs of cancer and the cellular cytotoxic mechanism of the biological activity. Extracts from the fruit of P. macrocarpa is one of the sources for NCE of cancer drug in Indonesia. Some isolates already isolated from the extracts, i.e. lignan compound Ci9H2o06: 5-[4(4-Methoxy-phenyl-tetrahydrofurof3,4-cJfuran-l-yl]-benzene-1,2,3-triol and benzophenon compound: 4', 6-dihiroksi-4-metoksibenzofenon-2-0-glukoside. Using chemotaxonomy Dahlgren and Conqruist system approached indicate that these compounds have anti proliferation and pro apoptotic as their cytotoxic activities. The pharmacology activities from the fruit extracts also have been studied. For cytotoxic activities, the fruit extracts showed ICSo values from 5 to 7.71. jug/ml for leukemia LI 210 cell line; and IC50 values 196.74 jug/ml for HeLa cell line. The extracts also showed antioxidant activity with IC50 values 103.75 g/ml (most active level. Antihistamine activity showed 6.25; 12.5; 25; 50 and 100 %b/v doses could decrease the histamine control significantly (p <0.05. The review article is needed to support a development and improvement of the fruit extracts of P. macrocarpa to be considered as the most important sources of NCE for new cancer drug.   Key words: P. macrocarpa, new chemical entity, cytotoxic

  14. Kajian Morfologi Anatomi dan Agronomi antara Kedelai Sehat dengan Kedelai Terserang Cowpea Mild Mottle Virus serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Sekolah Menengah Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    As’ad Syamsul Arifin

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai di Indonesia adalah serangan virus belang samar kacang tunggak Cowpea mild mottle virus (CPMMV. Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengumpulkan informasi tentang kajian morfologi, anatomi dan agronomi terhadap infeksi CPMMV antara varietas yang terinfeksi dengan yang tidak terinfeksi. Data dianalisi secara deskriptif dan secara Inferensial ANAVA dengan menggunakan pro-gram SPSS for Windows versi 16. Hasil penelitian menunjukkan: Varietas Gumitir sehat, Anjosmoro sehat, Mahameru sehat , MLGG 0021, dan MLGG 0268 memiliki ukuran lebih besar dalam hal panjang daun, lebar daun, panjang petiol daun, nisbah daun (L/W, dan nisbah daun (L/PL dibandingkan va-rietas yang sakit. Varietas Argopuro sakit memiliki ukuran lebih besar dalam hal panjang daun, lebar daun, panjang petiol daun, dan nisbah daun (L/W, Nisbah daun (L/PL dibandingkan varietas yang sehat. Tidak terdapat perbedaan warna hipokotil, perbedaan bentuk daun, warna daun, warna bulu batang, permukaan daun antara kedelai sehat dan sakit pada keenam varietas. Terdapat perbedaan warna biji, warna polong masak, antara kedelai sehat dan sakit pada keenam varietas. Warna bunga pada kelima varietas kedelai sehat dan sakit berwarna ungu, kecuali pada varietas Gumitir berwarna putih. Terdapat perbedaan bentuk daun pada varietas Argopuro, Anjosmoro, Mahameru sehat dan sakit. Tidak terdapat perbedaan bentuk daun antara sehat dan sakit pada varietas Gumitir, MLGG 0021 dan MLGG 0268. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap ukuran sel daun. Ada pengaruh varietas terhadap jumlah stomata, kondisi serta interaksi varietas dan kondisi tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah stomata. Tidak terdapat pengaruh varietas, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah epidermis. Ada pengaruh kondisi terhadap jumlah epidermis. Jumlah trikoma varietas kedelai sehat lebih banyak daripada varietas kedelai sakit. Ada pengaruh va-rietas, kondisi terhadap tinggi tanaman, tidak terdapat pengaruh interaksi varietas dan kondisi terhadap tinggi tanaman. Tidak terdapat pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap polong hampa. Polong hampa kedelai sehat sebesar 0,55 kali kedelai sakit. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap polong isi. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap buku subur. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah polong. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah buku. Ada pengaruh kondisi terhadap berat polong. Tidak ada pengaruh varietas, interaksi varietas dan kondisi terhadap berat polong. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah biji. Kata kunci: tanaman kedelai, CPMMV, tanaman terinfeksi, tanaman sehat

  15. Studi Eksperimental Dan Analisa Respon Mekanik Helmet Sepeda Dari Bahan Komposit Busa Polimer Diperkuat Serat Tkks Akibat Beban Impak Jatuh Bebas

    OpenAIRE

    Sukardi

    2016-01-01

    This research is for identified the stress, strain and energy impact than can be absorbed by the polymeric foam bike helm. The free-fall impact test is tested by using multifunction free-fall tester. The Helm is placed in the test rig which height can be adjusted. To identify the impact time that occur in the test, tester is using 8 inductive proximity sensors. Helm will fall and crash the anvil. The force exerted will be measured by the load cell that under the anvil. The analog signal data ...

  16. PEMANFAATAN BAHAN TUMBUHAN SEBAGAI BIOKATALISATOR DALAM PRODUKSI MINYAK SAWIT KAYA ASAM LEMAK OMEGA-3 [Using of Plant Biocatalisator for Omega-3 PUFA -Rich Palm Oil Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jenny Elisabeth1

    2002-08-01

    Full Text Available Incorporaton of omega-3 polyunsaturated fatty acids (n-3 PUFA into red palm oil was investigated by using acidolysis process. Rice bran and Carica papaya latex (CPL were used as biocatalyst. Acidolysis between red palm oil and n-3 PUFA concentrate in free fatty acid form was conducted without solvent, with weight ratio of n-3 PUFA concentrate to palm oil being 1:1. The n-3 PUFA concentrate was prepared from tuna oil by crystallization method. The study has demonstrated that rice bran lipase showed higher activity to incorporate n-3 PUFA into red palm oil than CPL. The extent of EPA (eicosapentaenoic acid, C20:5 and DHA (docosahexaeboic acid, C22:6 incorporation were 3.4% and 12.7% with the rice bran lipase, and 1.7% and 3.2% with the CPL. Furthermore, rice bran from several varities of paddy (Mamberamo, IR-64, Merah Munte , and Cirata produced equal incorporation of EPA and DHA into red palm oil. Rice bran from germinated seed of paddy did not increase the n-3 PUFA incorporation into red palm oil. It means that rice bran in its natural form could be used and act as immobilized lipase. It is easier to remove the rice bran from reaction mixture and reuse the bran for 14 times without decreasing its enzyme activity

  17. Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays. L) Terhadap Aplikasi Pupuk Organik Dari Limbah Pertanian Yang Diperkaya Dengan Bahan Peningkat Kualitas Kompos

    OpenAIRE

    Siregar, M. Rizky

    2010-01-01

    M. Rizky Siregar: growth and production of corn (Zea Mays. L) on the organic fertilizer application from agricultural waste enriched with compost quality enhancing substances, guided by HAPSOH and YAYA HASANAH. The objective of the research was to study the growth and production of corn (Zea Mays L.) on the organic fertilizer application from agricultural waste enriched with compost quality enhancing substances. The research was carried out at Research Field of Agricultural Faculty (± 25 m...

  18. Aktivitas Antioksidan Komponen Minyak Atsiri Bahan Segar Dan Ekstrak Etanol Dari Ampas Rimpang Jahe Gajah Serta Aplikasi Terhadap Daging Ikan Nila

    OpenAIRE

    Tantono, Edy

    2013-01-01

    Had been isolated and determination constituent of fresh ginger essential oil by Stahl distillation and GC-MS analysis. The dominant constituents of essential oil such as geranial (13,97%), 1,8-cineole (12,6%), neral (10,94%), camphene (8,63%), zingiberene (6,17%). Furthermore the ethanol extract of dried elephant ginger residue was extracted with the soxhletation method and phytochemical screening showed the flavonoid compound. After that, essential oil and extracts were determined antioxida...

  19. Desain Struktur dan Pembuatan Parking Bumper Dari Bahan Polymeric Foam Diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Terhadap Beban Impak dan Tekan

    OpenAIRE

    Ali, Syurkarni

    2012-01-01

    The palm oil industry development is rapidly increasing. One of palm oil industry waste is oil palm empty fruit bunch (OPEFB). OPEFB waste can be processed in to fibers. OPEFB fibers are potential to be made as engineering materials. The aims of the research were to obtain the parking bumper design which was able to obtain the static and dynamic load impact, to obtain the effective parking bumper product manufacturing, to find the best material composition for parking bumper, and to examine t...

  20. REDISTILAT ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN PENGAWET BAKSO SAPI [Redistilled Liquid Smoke of Oil-Palm Shells as a Preservative for Beef Meatballs

    OpenAIRE

    Suminar Setiati Achmadi; Harsi Dewantari Kusumaningrum1,2)*; Ihsan Anggara

    2015-01-01

    Liquid smoke has been used to extend the shelf life of food. However, its composition varies considerably depending on the type of raw materials used and preparation precedure. Liquid smoke derived from palm oil shell is potential due to the abundance of its byproduct sources in the palm oil industry. This study thus aims to prepare the best fraction of liquid smoke that can extend the shelf life of beef meatballs at room temperature. The raw liquid smoke was redistilled at 80, 90, and 100°C ...

  1. PENGARUH KHLORHEKSIDIN DIGLUKONAT 2% DAN GLISERIN SEBAGAI BAHAN PENCAMPUR KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP SISA KALSIUM HIDROKSIDA PADA SEPERTIGA APIKAL DINDING SALURAN AKAR GIGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emmawati Prawitasari, Diatri Nari Ratih, dan Widowati Siswomihardjo

    2013-12-01

    Full Text Available The most widely used intracanal medicament is calcium hydroxide (Ca(OH2. However, the residue ofCa(OH2 in the root canal must be removed prior to obturation. The residue of Ca(OH2 in the root canalwalls would result in apical leakage. This is due to the unstable dimension of Ca(OH2, reduced flowand working time of the sealers, and decreased adhesion of sealers and gutta percha to root canal walls.This study aimed to determine the effect of Ca(OH2 vehicles and agitation irrigation techniques on theresidue of Ca(OH2 in the apical third of the root canal walls.Twelve extracted mandibular first premolars were used in this study. The crowns of the teethwere removed at the apical part of cemento enamel junction with a length of 14 mm from the apical.The canals were prepared with a Step Back technique to obtain Master Apical File ( MAF # 40. Thespecimens were randomly devided into groups I, the pastes of Ca(OH2+chlorhexidine digluconate 2%.In groups II, the pastes of Ca (OH2+ glycerin were applied. Each specimen of the study was sectionedin the sagittal direction, then was photographed under a stereo microscope at 120x magnification. Thepercentages of Ca(OH2 residue were calculated using UTHSCSA image tool 3 software. Data wereanalyzed using T-test at 95% level of significance.The results revealed that the group of Ca(OH2+ chlorhexidine digluconate 2% paste showed thelowest number of residual Ca(OH2.The conclusion of this study was that the vehicles affected the totalresidue of Ca(OH2.

  2. Sintesis Bahan Surfaktan Anionik Kalium 9,10-Dihidroksi Stearat Dan Surfaktan Nonionik 9,10-Dihidroksi-N- (2-Etanol) Stearamida Dari Asam Oleat

    OpenAIRE

    Situmorang, Donald

    2011-01-01

    Synthesis of two types of surfactant are anionic surfactant potassium 9.10 -dihydroxy stearic and nonionic surfactant 9.10-dihydroxy-N-(2-ethanol) stearamida can be produced through the transformation π bond and carboxylic group of oleic acid (C18-1) via epoxidation followed by hydrolysis, followed by KOH saponification reaction and amidation reaction with etanolamin. Anionic surfactant potassium 9.10-dihydroxy stearic and nonionic surfactant 9.10-dihydroxy-N-(2-ethanol) stearamida, respec...

  3. KETEGARAN UPAH NOMINAL UNTUK TURUN: KASUS UPAH NOMINAL PEKERJA PRODUKSI DI BAWAH MANDOR PADA INDUSTRI BESAR DAN SEDANG MAKANAN JADI, BAHAN PAKAIAN, KARET, DAN PLASTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Susanto

    2009-06-01

    Full Text Available This aim of the research is to test whether the decreasing productivity of the workers results in decreasing of the nominal wage of the production worker under the supervisor. Statistical data of BPS was used in this research. The research data is consist of the nominal base and over time wage of the production worker under the supervisor, productivity of workers, and capital intensity. Furthermore, this research used regression analysis with OLS estimation method. This regression analysis was based on the dynamic panel data model. Finally, this study used redundant coefficient test to reduce several insignificant regression parameters in order to get a parsimony model. The results of the research as follow: (1. the decreasing productivity of the workers does not result in decreasing the nominal base wages of the production workers under the supervisor. (2. the decreasing productivity of the workers results in decreasing of the over time wages of the production workers under the supervisor.

  4. Gambaran Perilaku Pedagang Jajanan Makanan dan Minuman terhadap Penggunaan bahan tambahan pangan ( BTP) di Pusat Jajanan Pajak USU Padang bulan Medan Tahun 2012

    OpenAIRE

    Wedari, Nana Rose Sri

    2015-01-01

    Food safety is a very important aspect of everyday life. In practice there are many food manufacturers use additives that are toxic or harmful to health they should not be used in food. Lack of attention to this, it has often resulted in a decrease in the impact of consumer health. The number of food additives in the form of more pure and commercially available at relatively low prices will encourage increased consumption of food additives by the merchants hawker food and drink. This resea...

  5. Pemanfaatan Karet SIR-20 Sebagai Bahan Aditif Dalam Pembuatan Aspal Polimer Dengan Adanya Dikumil Peroksida Dan Divenil Benzena Menggunakan Proses Ekstruksi

    OpenAIRE

    Azliandry, Hafiz

    2011-01-01

    The research has been done about the utilization of SIR-20 rubber as additives in the manufacture of asphalt polymers with existance of DCP and DVB using the extrusion process, with asphalt and SIR-20 rubber was varied. Asphalt polymer prepared by mixing the asphalt and SIR-20 rubber that is mixed together with sand aggregate was then added DCP as an initiator and DVB as a crosslinker, then the resulting mixture in extrusion at a temperature of 170 oC. The result of characterization showed th...

  6. BAHAN AJAR MULTI-INTELEGENSIA BERBASIS ANIMASI SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TADRIS KIMIA IAIN WALISONGO SEMARANG

    OpenAIRE

    Wirda Udaibah

    2015-01-01

    A study concerning the application of multi-intelligence teaching materials based animation to improve student achievement and student motivation in Chemistry Tadris IAIN Walisongo Semarang on the material structure of the metal packing have been observed. Research using cluster random sampling technique. The samples were divided into experimental class (a class that uses animation-based learning media) and control classes (classes that do not use animation-based learning media). Data analysi...

  7. KONTRIBUSI ENERGI, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT DAN SERAT MENURUT KELOMPOK BAHAN MAKANAN YANG DIKONSUMSI PADA RUMAHTANGGA YANG MEMILIKI ANGGOTA RUMAH TANGGA OBESITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Muljati

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Nowadays, obesity is not only happen in developed country, but also in developing country, mainly in the city areas. Monica's study shows that obesity prevalention increase in the world at a rate that is worrysome both in a developed country and in the developing country. RISKESDAS 2007 result shows that lndonesias obesity prevalentior, is 10.3%. Pupose: to study contribution of energy, protein, fat, carbohidrate and fiber from food which comsumed by households that has member(s who have obesity problem and house holds who do not. Methods: This essay is an analysis of RISKESDAS 2007. Results: Shows that contribution of nutrition (energy, protein, fat, carbohidrate and fiber from food that are animal product and sugar, also energy, carbohydrate and fat from oil, fat from vegetable and fruits, energy and fat from group of oil from fruit that has seeds on a group of households that obesity problem is higher than households that do not have obesity problem. More over, rice is a group of main food which gave the most contribution of energy, protein, fat, carbohidrate and fiber toward intake daily food on both households that has obesity and households who do not. Conclusions: contribution of (energy, protein, fat, carbohidrate and fiber from rice groups on households that do not have obesity problem is higher than those who have obesity problems. Total amount of (energy, protein, fat, carbohidrate and fiber from groups of food comes from animal product, nuts and oil on households that have obesity problem is higher than those who do not have obesity problem.   Keywords: obesity, consumption

  8. Peningkatan Bahan Organik Tanah dan pH tanah Ultisol Simalingkar B Melalui Perlakuan Bokashi dan Dolomit Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L)

    OpenAIRE

    Yusnita, Wita

    2012-01-01

    A research entitled Organic Matter and Soil Acidity of Increasing on L Ultisol has been earned out at Simalingkar B, Kelurahan Kwala Bekala with Application of Bokashi and Dolomite on Growth and Production of " Corn (Zea mays L). It was done since February to July 2005. This research used a factorial Randomized Block Design consisting with 2 factors and 3 repetitions. The first factor included application of bokashi in 5 levels : BO (control), Bl (5 tons/Ha), B2 (10 tons/Ha), B3 (15 tons/H...

  9. EVALUASI KARBOHIDRAT DAN LEMAK BATANG TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca. Val HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tidi Dhalika

    2014-06-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluation of carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem with supplementation of nitrogen and sulfur as ruminants feed component. This study was arranged with an experimental research by Completely Randomized Design with 3 x 3 factorial. The first factor are supplementation of 0%, 1% and 2% nitrogen, and second factor are supplemetation of 0%, 0,04% and 0,08% sulphur, with 4 (four times replication. The parameter of this research is the nutrition value, i,e ; crude fiber, nitrogen free extract and extract ether concentration. The result of this research showed that not interaction between supplemetation of nitrogen and sulphur on carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem, and suplementation of 2,00% nitrogen and 0,08% sulphur give influence on decreasing of crude fiber concentration, about 14,07%, and ether extract concentration, about 54,24%, but not alteration on nitrogen free extract in anaerobic fermentation banana pseudostem.   

  10. PEMODELAN MATEMATIK TRANSFER PANAS DAN MASSA PADA PROSES PENGGORENGAN BAHAN MAKANAN BERPATI [Mathematical Modelling Heat and Mass Transfer in Frying Process of Starchy Food

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supranto4

    2006-04-01

    Full Text Available Matematical model of simultaneous heat and mass (moisture and oil transfer process taht occured during the frying process was conducted using the principal of heat and mass transfer proccesses. Heat transfer within material was predicted by Fouries law of the conduction heat transfer mechanism, while mass transfer within the material was formulated with Fickslaw of diffusion mechanism. The objective of this study was to develop mathematical model of the heat, moisture and oil transfer that occur simultaneosly in the stachy food during the frying process. Solution of the model with numerical analysis was achieved using impliciti finite difference method of Crank-Nicolson. The simulation output of the model was presented as temperature, moisture and oil profiles during frying process. Slabs of dried dough corn powder were fried in the fresh coconut aoil at 180°C during 36 minutes . Temperature of material was recorded with datalogger during frying process, and some of sampel were taken from deep fryer at certain time for being measured its moisture and oil content. The model was verified with experimental data of temperature, moisture and oil profiles. It was obtained from this research that the simulation output and the experimental data was in a good agreement.

  11. Pembuatan Komposit Busa Poliuretan Dengan Mikrobentonit Dan Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Bahan Penyaring Dalam Pengolahan Air Bersih DAS Belawan

    OpenAIRE

    Manik, Deni Reflianto

    2014-01-01

    The present paper reports the preparation of polyurethane foam composite with microbentonite and activated charcoal of palm kernel shells as filters for water treatment of Belawan watershed. This study consists of six stages, namely preparation of microbentonite, preparation of activated charcoal of palm kernel shells, preparation of polyurethane foam, preparation of polyurethane foam composite with microbentonite and activated charcoal of palm kernel shells filler, polyurethane foam composit...

  12. Pembuatan Paving Block Dengan Menggunakan Limbah Las Karbit Sebagai Bahan Additif Dengan Perekat Limbah Padat Abu Terbang Batubara (Fly Ash) Pltu Labuhan Angin Sibolga

    OpenAIRE

    Muliyasih, Sri

    2011-01-01

    Many kinds of analysis about the utilizing of fly ash and carbide waste for the making of concrete have been conducted. The analysis done here uses the two of waste they are; fly ash and carbide waste mixed with cement, sand, and water to result the product what is called paving block, with the comparison cement :sand :water = 1 : 4 : 0,6. for the use of fly ash 10 % and 20 % of the volume cement, percentage of carbide waste used is started from 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% . The sample of the...

  13. Pengaruh Timbal (Pb Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi .

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakTimbal (Pb merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap kadar malondialdehid (MDA tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05, setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb on levels of malondialdehyde (MDA male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05. Increase in level of MDA of serum were significantly (p

  14. Peningkatan Nilai Kalor Biomassa Kotoran Kuda dengan Metode Densifikasi dan Thermolisis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2009-01-01

    Full Text Available Direct combustion of horse dung as an alternative fuel has caused a lot of smoke and dust. Its efficiency and heating value were low. To improve its properties, the conversion method (densification and thermolysis can be applied to increase the biomass heating value of the horse dung. The densification process was done using a mixture of starch and horse dung with the following ratio 1:3; 1:5; 1:7; 1:10. The results of the horse dung biomass then being processed by thermolysis (pyrolysis using an oven with constant heating temperature and holding time, and with the addition of inert gas. Heating temperature and holding time are 300oC and 2 hours respectively. The results of testing conducted on the samples showed that the conversion of biomass horse dung in densification and thermolisis/pyrolysis were able to increase their heating value. The biomass briquettes with the ratio 1:10, were produce the highest heating value (dry heating value i.e. 4708,775 kcal/kg. While bio-charcoal briquettes with ratio1:10 (thermolysis/pyrolysis results with the addition of inert gas, their highest heating value was 5002,791 kcal/kg. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses pembakaran langsung kotoran kuda yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif memiliki kekurangan seperti asap yang banyak, debunya yang dapat mengganggu pernapasan, efisiensi dan nilai kalor yang cukup rendah. Oleh karena itu diterapkan metode konversi, yaitu densifikasi dan thermolisis untuk meningkatkan nilai kalor biomassa kotoran kuda. Untuk proses densifikasi digunakan campuran kanji dan kotoran kuda dengan komposisi 1:3, 1:5, 1:7, 1:10. Hasil densifikasi biomassa kotoran kuda kemudian diproses secara thermolisis (pirolisis menggunakan oven pemanas dengan suhu pemanasan dan waktu penahanan (holding time yang konstan, yaitu 300oC dan 2 jam, serta perlakuan dengan gas inert. Hasil pengujian yang dilakukan pada sampel, didapatkan bahwa konversi biomassa kotoran kuda secara densifikasi dan

  15. In vivo characterization of polymer based dental cements

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiyanti P

    2011-12-01

    semen gigi. Beberapa studi in vitro di bidang ini telah dilakukan. Beberapa riset di bidang material gigi telah menghasilkan semen gigi yang memenuhi standart sifat fisik dan mekanik seperti regangan dan kekuatan secara in vitro, sedangkan uji in vivo dan uji klinis dari semen gigi dari laboratorium belum dilakukan. Penelitian ini menguji karakteristik fisik dan mekanik semen gigi menggunakan hewan coba kelinci dengan membuat karies kelas III di gigi anterior terutama di permukaan mesial atau distal insisif, mengisi kavitas dengan semen gigi dan menganalisa kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM. Tujuan: Studi ini bertujuan memberikan gambaran karakterisasi in vivo semen gigi berbahan dasar polimer (semen seng fosfat, polikarboksilat, ionomer kaca dan seng oksida eugenol. Metode: Pertama, kami melakukan preparasi pada gigi hewan coba (6 kelinci, jantan, usia 5 bulan. Kemudian kita membuat kavitas yang melibatkan dentin. Lalu kami menumpat kavitas dengan semen gigi. Setelah prosedur penumpatan, hewan coba dipelihara selama 21 hari dan dikarakterisasi kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya. Kekuatan tekan dan kekuatan tarik dianalisa dari sampel uji gigi hewan coba yang diekstraksi dan diukur dengan autograf. Struktur mikronya diuji dengan SEM. Hasil: Hasil nilai kuat tekan terbaik diperoleh oleh semen seng fosfat (zinc phosphate cement sebesar 101,888 Mpa dan nilai kuat tarik semen gigi terbaik adalah semen gelas ionomer (glass ionomer cement sebesar 6,555 Mpa. Kesimpulan: Dapat disimpulkan, dari ketiga jenis bahan semen yaitu seng fosfat, polikarboksilat, dan ionomer kaca, yang mempunyai sifat fisik dan mekanikal terburuk adalah semen ionomer kaca.

  16. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Holilah -

    2014-06-01

    Full Text Available Sintesis biodiesel dari minyak Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (RTO menggunakan NaOH sebagai katalis dengan variasi konsentrasi katalis yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 wt% telah diteliti. Minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma adalah bahan baku yang menarik untuk produksi biodiesel. Biodiesel disintesis dengan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis NaOH. Dalam penelitian ini, diteliti pengaruh konsentrasi katalis terhadap produk biodisel serta dan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 0,5-1,0 wt%, selanjutnya dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 1,5-2,0 wt% membuat yield menurun. Yield optimum dicapai pada 84,7%. FAME (fatty  acid  methyl  ester diperoleh dengan konsentrasi katalis 1 wt% pada kondisi reaksi 65°C, waktu reaksi 1 jam dan rasio metanol minyak 1:2 (wt/wt. Karakteristik biodiesel diamati dengan uji standart bahan bakar dan hasilnya dibandingkan dengan standart ASTM D6751-02. Karakteristik biodiesel yang disintesis dengan konsentrasi katalis NaOH 1% adalah angka asam (0,55 mg KOH/g, densitas (0,90 gr/cm3, viskositas pada 40°C (9,2 cSt, angka setana (54,5 dan residu karbon (0,24 wt%/wt. This research was investigated bio diesel synthesis of Reutealis trisperma oil (RTO by using NaOH as a catalist with variation of catalyst concentration as follow 0.5; 1.0; 1.5 and 2,0 wt% . Reutealis trisperma oil is an attractive raw material for  bio diesel production. It was produced by two steps of reactions, they are esterification by using H2SO4 catalyst and transesterification by using NaOH catalyst. This study examined the effect of catalyst concentration on the yield of biodiesel and their selected properties. The result showed, that the bio diesel yield  with catalyst concentration increasing from 0,5-1,0 wt%, increased, while increasing the concentration from 1

  17. OBSERVATION ON THE USE OF YELLOW COLOURING MATTERS IN SOME FOOD PRODUCTS SOLD IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. Nainggolan

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa macam makanan terolah berwarna kuning yang dijual di Jakarta telah diperiksa mengenai bahan pewarna yang digunakan. Ditemukan bahwa tempe dan tahu mengandung bahan pewarna non-pangan metanil kuning. Dari 15 contoh bakmi segar yang diperiksa, 13 diantaranya di­warnai bahan pewarna tartrazin yang diizinkan, sedangkan yang 2 lagi diwarnai dengan'pewarna nonpangan metanil kuning. Dari 4 macam bakmi kering yang digungkus kantong plastik dan ber­label, ditemukan 2 macam yang mengandung metanil kuning, dan 2 macam lainnya berupa mie "instant" diwarnai bahan pewarna tartrazine yang diizinkan. Delapan dari 9 macam bahan pewarna yang dijual sebagai bahan pewarna pangan di Jakarta ternyata mengandung metanil kuning dan yang satu lagi mengandung bahan pewarna non-pangan auramin O.

  18. PENGARUH SUHU DAN TEKANAN UDARA MASUK TERHADAP KINERJA MOTOR DIESEL TIPE 4 JA 1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahardjo Tirtoatmodjo

    2000-01-01

    Full Text Available One of the factor that influences optimation of performance of diesel engine is an imperfect combustion in the combustion chamber. To optimize performance of this engine it is necessary to do modification by increasing air temperature and air pressure into combustion chamber. A change of inlet air temperature in the combustion chamber will effect the air density, so will influence the amount of air in the combustion chamber. The increasing air pressure into the combustion chamber will help the mixture to reach its combustion condition faster. So that combustion deceleration, specially in the high rotation speed condition can be avoided. The result of the research showed that the optimal condition can be achieved at the temperature 50°C and the pressure 3 bars. Abstrak in Bahasa Indonesia : Salah satu faktor yang mempengaruhi optimalisasi kinerja pada motor diesel adalah pembakaran kurang sempurna di dalam ruang bakar. Untuk mengoptimalkan kinerja dari motor bakar tersebut dilakukan modifikasi dengan jalan meningkatkan suhu dan tekanan udara masuk ke ruang bakar. Perubahan suhu udara masuk ruang bakar akan berpengaruh terhadap kerapatan udara, sehingga akan mempengaruhi jumlah udara yang masuk ke ruang bakar. Penambahan tekanan pada udara yang masuk ke ruang bakar akan membantu campuran mencapai kondisi pembakaran dengan lebih cepat, sehingga keterlambatan pembakaran, terutama pada kondisi kecepatan putaran yang tinggi dapat dihindari. Hasil penelitian melalui percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimal melalui peningkatan suhu dan udara masuk ruang bakar akan dicapai pada 50°C dan tekanan 3 bar. Kata kunci : Modifikasi Motor Diesel

  19. Biokompatibilitas Semen Zinc Oxide Eugenol

    OpenAIRE

    Trisna Wahyudi

    2008-01-01

    Bahan kedokteran gigi hams memenuhi syarat biokompatibilitas yang dapat diterima tubuh atau dengan kata lain tidak membahayakan dalam penggunaannya. Idealnya bahan yang diletakkan dalam rongga mulut tidak membahayakan jaringan pulpa dan jaringan lunak rongga mulut, tidak mengandung bahan toksik yang mampu berdifusi dan dapat diabsorpsi ke dalam sistem sirkulasi tubuh yang akhirya menyebabkan reaksi toksik yang sistemik. Semen zinc oxide eugenol dengan kandungan utamanya zinc oxide dan e...

  20. PENGARUH KETEBALAN SEMEN BASE POLIKARBOKSILAT TERHADAP COMPRESSIVE STRENGTH AMALGAM HIGH COPPER

    OpenAIRE

    Angreani W, Olivia

    2007-01-01

    Amalgam merupakan salah satu bahan restorasi gigi yang populer dan sering digunakan sampai saat ini. Selain kuat menahan daya kunyah, penggunaannya sederhana dan harganya terjangkau. Compressive strength amalgam high copper adalah daya tahan bahan restorasi amalgam high copper terhadap kekuatan tekan sampai bahan tersebut pecah. Semen polikarboksilat dikembangkan pada tahun 1960 oleh Dennis Smith dalam sebuah usaha untuk menghindari kemungkinan kerusakan pulpa yang dihubungkan dengan pH rend...

  1. Flour Dalam Pencegahan Karies Gigi

    OpenAIRE

    Sofyan A. Lubis

    2008-01-01

    Fluor adalah bahan yang terdapat dalam makanan dan air minum, fluor ini merupakan bahan mineral yang terdapat didalam tanah. Sumber-sumber utama dari fluor ini adalah air terutama air dari sumur-sumur yang dalam. Fluor ini juga dapat dijumpai didalam bahan makanan seperti : daging, buah-buahan, sayuran, biji- bijian dan juga didalam daun teh. Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin dan sementufn, yang disebabkan oleh aktivitas suatu bakteri dalam suatu karbohi...

  2. KARAKTERISASI DAN UJI ANTIOSTEOPOROSIS EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan)

    OpenAIRE

    Rifai, Yusnita; Subehan; Mufidah

    2008-01-01

    Abstrak, Standarisasi dan karakterisasi bahan obat dari bahan alam sangat penting untuk mendapatkan obat yang berkhasiat secara berkelanjutan dengan mutu yang terjamin. Salah satu bahan obat tradisional yang banyak digunakan adalah Secang (Caesalpinia sappan L.). Karakterisasi dilakukan terhadap tiga jenis ekstrak yang diperoleh dengan penyari n-heksan, metanol dan etanol 70%. Metode karakterisasi yang digunakan adalah secara spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, TLC Scanner, dan KCKT. Analisis ren...

  3. Expressive Illocutionary ACTS in Jane Austen's Mansfield Park: A Aragmatic Analysis

    OpenAIRE

    Wahyuni, Novitri

    2010-01-01

    Skripsi ini berjudul “Expressive Illocutionary Acts in Jane Austen’s Mansfield Park : A Pragmatic Analysis” yang membahas tentang tindak ilokusi ekspresif yang termasuk dalam analisis pragmatik pada ujaran-ujaran dalam novel tersebut di atas dengan menggunakan teori Yule (1996). Dalam skripsi ini, studi kepustakaan digunakan yakni dengan mengumpulkan bahan literatur seperti buku-buku, jurnal-jurnal linguistik dan skripsi yang berkaitan dengan judul di atas. Bahan-bahan literatur tersebut kemu...

  4. Pengaruh pemberian abu sekam padi sebagai bahan desikan pada penyimpanan benih terhadap daya tumbuh dan pertumbuhan bibit kakao (The effects of rice husk ash as desiccation material of seed storage on viability and cocoa seedling growth).

    OpenAIRE

    Pudji Rahardjo

    2012-01-01

    Rice husk ash as desiccation material can be used to maintain seed viability in storage through its ability to absorb humidity during its storage. High relative humidity caused seed moisture content to increase so the respiration rate of seed increases and uses faster food stock. Finally the viability of seed is lost. A research on use of rice husk ash as desiccation material of cocoa seed storage was conducted in Agronomy Laboratory and Kaliwining Experimental Station, Indonesian Coffee and ...

  5. PENAMBAHAN SUSU BUBUK FULL CREAM PADA PEMBUATAN PRODUK MINUMAN FERMENTASI DARI BAHAN BAKU EKSTRAK JAGUNG MANIS [Addition of Full Cream Milk Powder in the Production of Fermented Drink Made from Sweet Corn Extract

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartati Chairunnisa*

    2009-12-01

    Full Text Available The aims of this study were to determine the effect of full cream milk powder addition to the quality of fermented drink from sweet corn extract. The quality examined were total bacteria, total solid, lactic acid content, and acceptability including colour, texture, flavor, and overall acceptance. The experiment was set up in a Completly Randomized Design with five levels of full cream milk powder (8, 10, 12, 14, 16% and four replications. The results showed that addition 12% of full cream milk powder in sweet corn extract resulted in acceptable fermented drink containing of 11.2 x 109 cfu/g lactic acid bacteria, 17.8% total solid, and 0.95% lactic acid. This formula had yellow color, desired texture & flavor and recieived the highest score of overall acceptance.

  6. PEMBUATAN BAHAN BAKU SPREADS KAYA KAROTEN DARI MINYAK SAWIT MERAH MELALUI INTERESTERIFIKASI ENZIMATIK MENGGUNAKAN REAKTOR BATCH [Preparation of Red Palm Oil Based-Spreads Stock Rich in Carotene Through Enzymatic Interesterification in Batch-type Reactor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Wulandari1,2

    2012-12-01

    Full Text Available Enzymatic interesterification of red palm oil (a mixture of red palm olein/RPO and red palm stearin/RPS in 1:1 weight ratio and coconut oil (CNO blends of varying proportions using a non-specific immobilized Candida antartica lipase (Novozyme 435 was studied for the preparation of spread stock. The interesterification reaction was held in a batch-type reactor. Two substrate blends were chosen for the production of spread stock i.e. 77.5:22,5 and 82.5:17.5 (RPO/RPS:CNO, by weight through enzymatic interesterification in three different reaction times (2, 4, and 6 hours. The interesterification reactions were conducted at 60°C, 200 rpm agitation speed and 10% of Novozyme 435. The interesterified products were evaluated for their physical characteristics (slip melting point or SMP and solid fat content or SFC and chemical characteristics (carotene retention, moisture content, and free fatty acid/FFA content. All of the interesterified products had lower SFC and SMP as compared to the initial blends. The SMP and SFC increased in longer reaction times. The SMP ranged from 30.8°C to 34.9°C. The carotene retention ranged from 74.80% to 81.08%, while the moisture content and FFA content increased in longer reaction times. The interesterified products had desirable physical properties for possible use as a spread stock rich in carotene.

  7. Pengaruh pemberian abu sekam padi sebagai bahan desikan pada penyimpanan benih terhadap daya tumbuh dan pertumbuhan bibit kakao (The effects of rice husk ash as desiccation material of seed storage on viability and cocoa seedling growth.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pudji Rahardjo

    2012-08-01

    Full Text Available Rice husk ash as desiccation material can be used to maintain seed viability in storage through its ability to absorb humidity during its storage. High relative humidity caused seed moisture content to increase so the respiration rate of seed increases and uses faster food stock. Finally the viability of seed is lost. A research on use of rice husk ash as desiccation material of cocoa seed storage was conducted in Agronomy Laboratory and Kaliwining Experimental Station, Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute. Completely Randomized Design was used in this research with treatment of rice husk ash application on cocoa seed as follows: 0 g/100 seeds (A, 5 g/100 seeds (B, 10 g/100 seeds (C, 15 g/100 seeds (D, and 20 g/100 seeds (E. This experiment used four replications. Cocoa seeds were stored in plastic bag within carton box in ambient temperature. The storage periods were 1, 2, and 3 weeks, and parameters of observation consisted of electrical conductivity of dipped water of cocoa seeds, percentage of seed germination, percentage of seed emergence, early growth parameters at one month old including seedlings height of seedling, diameter, leaf number, root length, and dry weight. The result of the experiment showed that the use of rice husk ash at 5-10 g/100 seeds could maintain electrical conductivity of dipped water at low level, percentage of seed germination at 99-100 % and percentage of seed emergence at 79-91% after two weeks storage. The use of rice husk ash at 5-10 g/100 seeds after two weeks storage affected height of cacao seedling, but did not affected stem diameters, leaf numbers, root lengths, and dry weights

  8. Simulasi Komputer Distribusi Tegangan Pada Helm Sepeda Motor Dari Bahan Komposit GFRP BTQN 157 EX Dilapisi Busa (Foam) Terhadap Beban Impak Kecepatan Tinggi Menggunakan MSC/NASTRAN 4.5

    OpenAIRE

    S.P, Parlindungan

    2011-01-01

    This study focuses on a verification using simulation of stress distribution of helmet motorcycle with high speed impact. The helmet is made of Glass Fiber Reinforced Plastics (GFRP). Two types of helmet model were used in this study, they are of composite helmet and foam-coated composite helmet. The helmets with load of 8.2MPa were impacted from several impact locations such as from the top, the side and the back of the helmets. To observe the stress distribution on the helmets, computer sim...

  9. Pengaruh ketebalan bahan dan lamanya waktu penyinaran terhadap kekerasan permukaan resin komposit sinar (Effects of materials thickness and length of light exposure on the surface hardness light-cured composite resins

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annette Alexandra Susanto

    2006-03-01

    Full Text Available Light-cured resin composite is one of the most commonly used molding materials due to its easy-to-mold characteristic. Nevertheless, care must be taken while treating this material, especially with respect to material thickness and how long it is exposed to light. Failure to treat the material with these optimal parameters will result in undesired hardness. To determine the most favorable value of these two parameters, an experiment was done with 3 different material thicknesses, and 3 different exposure times. After the sample of the resin composite was removed from its molding, it was stored under humid condition for 24 hours. Afterwards hardness test was done on the sample using Micro Vickers Hardness tester from this experiment, the significant difference in hardness was obtained and the maximum hardness was evaluated from the resin composite sample with 2 mm thickness and 60 seconds light exposure.

  10. Pengaruh ketebalan bahan dan lamanya waktu penyinaran terhadap kekerasan permukaan resin komposit sinar (Effects of materials thickness and length of light exposure on the surface hardness light-cured composite resins)

    OpenAIRE

    Annette Alexandra Susanto

    2006-01-01

    Light-cured resin composite is one of the most commonly used molding materials due to its easy-to-mold characteristic. Nevertheless, care must be taken while treating this material, especially with respect to material thickness and how long it is exposed to light. Failure to treat the material with these optimal parameters will result in undesired hardness. To determine the most favorable value of these two parameters, an experiment was done with 3 different material thicknesses, and 3 differ...

  11. KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI DARI BAHAN BAKU KOMBINASI SUSU KAMBING DENGAN EKSTRAK KEDELAI, EKSTRAK JAGUNG, ATAU SANTAN KELAPA [Characterization of Fermented Products Made From Caprine Milk in Combination with Soy Extract, Corn Extract or Coconut Extract

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartati Chairunnisa*

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this study was to determine the best combination of caprine milk with soy extract, corn extract, or coconut extract in the production of flavored fermented milk products. Products were analyzed for the lactic acid content, crude protein, viscosity and also organoleptic properties (color, texsture, flavour, overall acceptance. This study was performed by a Completely Randomized Design with four kind of treatments, i.e.caprine, caprine milk in combination with soy extract, corn extract, or coconut extract with five replications. The result indicated that the caprine milk in combination with soy extract resulted an acceptable flavored fermented milk product containing 0.78% lactic acid, 6.62% crude protein, and had a viscosity of 2120 centipoise. The texture of the most liked flavoured fermented milk product was viscous to most viscous, and the flavour was slightly sour to sour.

  12. PENINGKATAN KUALITAS DAN PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI BLENDING MINYAK KELAPA SAWIT (PALM OIL) DAN MINYAK KELAPA (COCONUT OIL) DAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

    OpenAIRE

    Hantoro Satriadi; Favian Nafiega; W Widayat; Rheza Dipo

    2015-01-01

    Keterbatasan solar sebagai sumber energi bahan bakunya tidak dapat diperbaharui menuntut adanya bahan baku alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan untuk pembuatan biodiesel. Reaksi utama produksi biodiesel adalah esterifikasi dan transestirifikasi yang berlangsung lambat dan membutuhkan banyak katalis dan alkohol. Reaksi yang terjadi belum sempurna dan belum memenuhi standar SNI dan ASTM. Untuk memperbaiki mutu biodiesel serta menghasilkan yield maksimal, maka dilakukan blendi...

  13. PROSES PENGUJIAN TIDAK MERUSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjito Jokosisworo

    2012-03-01

    Full Text Available Pengujian tidak merusak merupakan bagian dari pengujian bahan, berlainan dengan pengujian merusak, maka pengujian tidak merusak atau Non Destructive Examination(NDE tidak merusak bahan. Pengujian tidak merusak ini terdiri dari : Pengujian Visual, Pengujian dengan Penetrant, Magnetic Particle Testing, radiographic Testing, Ultrasonic Trsting, Eddy Current Testing, Accoustic Emission Testing, Leak Test, Proof test, Magnetic Test for Delta ferrite

  14. Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Pada Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Situmeang, Ellys R.

    2011-01-01

    Tugas akhir ini bertujuan untuk membangun suatu sistem informasi perpustakaan. Sistem ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Macromedia Dreamweaver, PHP, dan MySQL. Sistem ini meliputi modul – modul masukan data berkaitan dengan bahan pustaka, pegawai, dan mahasiswa. Objektif utama sistem ini adalah agar kinerja pengolahan data bahan pustaka dapat ditingkatkan dan rancangan antarmuka diperoleh lebih mudah. 062406167

  15. Toxicology Selective Toxicity dan Test

    OpenAIRE

    Mansyur

    2002-01-01

    Toxicology adalah pemahaman-pemahaman mengenai effek-effek bahan kimia yang merugikan bagi organisme. Dari definisi tersebut, jelas terdapat unsur-unsur bahan kimia dan organisme, dimana didalam kedua unsur-unsur ini terdapat istilah-istilah toksisitas dan animal test-test. Tulisan ini bermaskud membicarakan mengenai selective toxicity dan animal toxicity tetst. kedokteran-mansyur5

  16. Pengaruh Perendaman Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas Dalam Ekstrak Kayu Manis Terhadap Jumlah Candida albicans

    OpenAIRE

    Siahaan, Grace Asima

    2015-01-01

    Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan yang sering digunakan dalam proses pembuatan basis gigitiruan. Bahan ini memilik sifat kemis dan biologis yang berhubungan dengan pembentukan koloni Candida albicans .Terbentuknya koloni Candida albicans pada basis gigitiruan akan mengakibatkan terjadinya denture stomatitis pada pasien pemakai gigitiruan. Oleh karena itu, dokter gigi memiliki tanggung jawab memberikan instruksi kepada pasien agar menjaga kebersihan gigitiruan dan kebersihan ron...

  17. UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN MIXED-ADSORPTION DRYER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2013-11-01

    produk sehingga beban biaya operasi besar untuk konsumsi bahan bakar. Pengering adsorpsi dengan zeolite berpotensi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi jagung-zeolite dan suhu terhadap kecepatan pengeringan dan kandungan protein dan lemak di dalam jagung. Penelitian dilakukan dengan variabel berubah yaitu rasio antara jagung dan zeolit (1:0, 1:3, 1:1, 3:1 dan suhu udara masuk (suhu kamar, 30oC, 40oC, 50oC. Pengambilan sampel untuk pengujian kadar air dilakukan setiap 15 menit. Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h berdasarkan jumlah panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap dibagi dengan kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolit dan menaikkan suhu udara (Qintr. Profil temperatur dan air di dalam mixed adsorption dryer juga dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah zeolit yang digunakan, kadar air hasil akhir pengeringan makin sedikit, kadar protein dan lemak hasil akhir pengeringan relatif konstan. Semakin besar suhu udara masuk pengering, kadar air hasil pengeringan makin sedikit, kadar protein semakin menurun, dan kadar lemak tidak berubah/relatif konstan. Variabel yang terbaik adalah variabel dengan rasio jagung:zeolit yaitu 1:3 dan menggunakan suhu udara pengering 50oC. Sedangkan variabel yang cocok dan sesuai dengan standar SNI untuk makanan kering (14% adalah variabel dengan menggunakan suhu udara pengering antara 40oC dan 50oC dengan rasio berat jagung : zeolit adalah 1:3. Efisiensi energi diperoleh sebesar 81,23%. Pemodelan yang dilakukan dengan Femlab (COMSOL dapat menggambarkan profil kandungan air dan suhu di dalam jagung dan zeolit. Kata kunci : jagung; pengeringan; efisiensi energi; mixed adsorption dryer; zeolit

  18. Fitoremediasi limbah budidaya sidat menggunakan filamentous algae (Spirogyra sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Apriadi

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari filamentous algae (Spirogyra sp. sebagai agen bioremediasi dalam mereduksi kandungan bahan organik limbah budidaya sidat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan perbedaan dosis limbah (25 %, 50 %, 75 %, 100%. Wadah penelitian berupa akuarium resirkulasi menggunakan sistem carrousel. Dilakukan pengukuran secara rutin terhadap beberapa parameter kualitas air serta perubahan bobot Spirogyra sp. selama dua minggu retensi. Diperoleh hasil bahwa penurunan konsentrasi bahan organik menggunakan Spirogyra sp. berlangsung efektif hingga hari keenam. Spirogyra sp. mampu mentolelir limbah budidaya sidat pada dosis limbah 25% dan 50%. Spirogyra sp. pada perlakuan dosis limbah 50% memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menurunkan bahan organik limbah budidaya sidat.

  19. STATISTIČKA INTERPRETACIJA SIROVINA ZA CEMENTNU INDUSTRIJU U SPLITU

    OpenAIRE

    Matijaca, Miroslav; Vujec, Slavko

    1990-01-01

    Sve do posljednjih dva desetljeća se cement proizvodio od lapora zvanog tupina s oko 76% CaCOj, koji je idealna smjesa za proizvodnju cementa. Smanjenjem količina ove sirovine, cement se je nastavio proizvoditi miješanjem ostalih članova fliške serije: vapnenaca, lapora, gline, lesa, pješčenjaka i dr. Pri analizi prirodnih materijala utvrđuje se najčešće sadržaj CaCOj, te je stoga od izuzetne važnosti poznavanje korelacijske veze oksida u mineralnoj sirovini. U članku prikazani su rezultati i...

  20. Obrada otpadnih voda od pranja brodova kombinacijom fizičko-kemijskih metoda

    OpenAIRE

    Oreščanin, Višnja; Kollar, Robert; Nađ, Karlo; Lovrenčić Mikelić, Ivanka; Mikulić, Nenad

    2012-01-01

    Radi smanjenja toksičnosti otpadnih voda koje nastaju pranjem brodova premazanih bojama protiv obraštaja primijenjene su tri metode obrade: (1) kemijsko taloženje s pomoću kalcijeva oksida, koagulacija/flokulacija s pomoću željezova klorida (FC) i (3) kombinacija ovih dviju metoda. Sve tri metode dale su zadovoljavajuće rezultate u uklanjanju boje, mutnoće, kroma, željeza, bakra, cinka i olova. Koncentracije teških metala niže od graničnih vrijednosti postignute su nakon tretmana s 1 g CaO il...

  1. Analiza mogućnosti smanjenja emisija čađe i NOx na suvremenim sporohodnim dizelskim dvotaktnim motorima

    OpenAIRE

    SENČIĆ, Tomislav

    2010-01-01

    Smanjenje emisija dušikovih oksida i čađe uz povećanje stupnja djelovanja glavni su ciljevi kod razvoja suvremenih dizelskih motora. Proizvođači velikih brodskih motora razvijaju sustave koji omogućuju veliku fleksibilnost u radu i različite strategije koje omogućuju postizanje spomenutih ciljeva. U tu svrhu se osim mjerenja koriste kompjutorske simulacije. Za proračun tvorbe štetnih tvari najprikladnije su 3D numeričke simulacije. Veliki brodski motor specifičan je zbog svo...

  2. Cirkonijeva keramika u stomatološkoj protetici

    OpenAIRE

    Živko-Babić, Jasenka; Carek, Andreja; Jakovac, Marko

    2005-01-01

    Keramički materijali opravdavaju sve češću uporabu u restauraciji oštećenoga žvačnog sustava. »isti keramički sustavi rabe se u izradbi inleja, krunica i mostova manjih raspona. Cirkonijev dioksid je poznat polimorf. Dodatkom magnezijeva ili itrijeva oksida u određenom postotku, ZrO2 je potpuno ili djelomično stabiliziran i time je omogućena njegova uporaba u stomatološkoj protetici. Tetragonski cirkonski polikristal (TZP) stabiliziran s 3mol% itrija ima izvanredna mehanička i estetska svojst...

  3. POTENSI Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia SEBAGAI SUMBER NUTRISI BAGI TANAMAN BERDASARKAN KECEPATAN DEKOMPOSISINYA (Studi Kasus di Desa Sobokerto Boyolali Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Pardono

    2011-09-01

    Full Text Available Penggunaan pupuk anorganik dalam sistem peningkatan produksi tanaman menimbulkan masalah antara lain menipisnya bahan baku pembuatan pupuk. Upaya mencari alternatif bahan baku yang bersifat terbarukan mendesak dilakukan antara lain penggunaan pupuk organik. Bahan alami berupa tumbuhan seperti Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia sudah mulai dilakukan peneliti namun informasinya masih terbatas. Pengayaan informasi terhadap tumbuhan tersebut diperlukan agar diperoleh ketuntasan sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari potensi C. odorata dan T. diversifolia di suatu wilayah sehingga secara praktis dapat dimanfaatkan di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C.odorata dan T.diversifolia di Desa Sobokarto Boyolali ditengarai berlimpah, diyakini dapat dimanfaatkan untuk pupuk karena kandungan C/N bahan segar kategori rendah. Perubahan bentuk dari segar menjadi potongan basah atau kering serta serbuk mempercepat laju dekomposisi. Selama inkubasi C/N ratio mencapai <10. Laju dekomposisi tercepat dicapai C.odorata adalah bentuk serbuk, sedangkan T.diversifolia dalam bentuk potongan basah.

  4. Perbedaan Rata-Rata Skor Periodontal Pasien Pneumonia dan Tidak Menderita Pneumonia Di Tiga Rumah Sakit Medan

    OpenAIRE

    Naibaho, Handini

    2013-01-01

    Pneumonia merupakan peradangan yang mengenai parenkim paru yang dapat terjadi akibat aspirasi bahan-bahan yang terdapat di nasofaring dan orofaring. Gigi dan jaringan periodontal dapat berperan sebagai tempat bermulanya infeksi pernafasan. Bakteri anaerob penyebab pneumonia banyak ditemukan pada plak dental, khususnya pada pasien dengan penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata skor periodontal pasien pneumonia dan tidak menderita pneumonia dan untuk menget...

  5. Pengaruh Komposisi Azolla dan Sampah Organik Kota terhadap Kualitas Kompos yang Dihasilkan

    OpenAIRE

    Lubis, Dian Bastian

    2012-01-01

    Sampah kota merupakan salah satu jenis bahan organik yang belum dikelola baik hingga saat ini. Pengomposan sampah kota akan bermanfaat mengatasi masalah lingkungan menjadi sumber bahan organik bagi lahan pertanian dan memberikan nilai tambah ekonomi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Biologi Tenah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini dilakukan pada pertengahan bulan Mei sampai akhir bulan Mei 2004. Penelitian ini merupakan percobaan non faktorial, ...

  6. MICROWAVE ASSISTED HYDRODISTILLATION UNTUK EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK BALI SEBAGAI LILIN AROMATERAPI

    OpenAIRE

    Megawati -; Fitriya M urniyawati

    2015-01-01

    Ekstraksi minyak atsiri kulit jeruk bali dilakukan menggunakan metode Microwave Assisted Hydrodistillation dengan variasi daya (800, 600, 450, 300, dan 100 W) dan massa bahan (150, 125, 100, 75,dan 50 g). Ektraksi dengan variasi daya dilakukan pada massa 150 g dan didapat daya optimum yaitu 600 W, sedangkan ekstraksi dengan variasi massa bahan dilakukan pada daya 600 W. Minyak atsiri yang diperoleh dianalisis densitas, kelarutan dalam alkohol 95% dan senyawa kimia minyak atsiri kulit jeruk ba...

  7. Perancangan Mesin Pencampur Kelapa Parut Dan Air Pada Alat Pemeras Santan Kelapa

    OpenAIRE

    Sagala, Baginda Amin

    2013-01-01

    Santan merupakan cairan yang berwarna putih dan kental, yang diperoleh dengan cara memeras daging kelapa segar yang telah diparut atau dihancurkan dengan penambahan air. Dalam industri makanan di Indonesia, peran santan sangat penting baik sebagai penambah aroma, cita rasa dan perbaikan tekstur bahan pangan hasil olahan. Pemanfaatan santan pada umumnya adalah untuk bahan campuran masakan baik di rumah tangga, restoran maupun industri rumahan, seperti pembuatan panganan seperti kue. Dalam pros...

  8. Lesi Likenoid Oral Yang Berhubungan Dengan Restorasi Amalgam Dan Perawatannya

    OpenAIRE

    Ivony Fitria

    2008-01-01

    Lesi likenoid oral adalah suatu inflamasi kronis yang muncul akibat suatu alergen tertentu. Pada beberapa kasus, lesi ini dapat disebabkan oleh bahan-bahan kedokteran gigi khususnya restorasi amalgam. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kandungan merkuri dalam restorasi amalgam merupakan alergen toksik yang berperan dalam reaksi kontak amalgam hipersensitif. Skripsi ini melaporkan sebuah kasus lesi likenoid oral yang disebabkan oleh restorasi amalgam yang melibatkan mukosa mulu...

  9. Pengaruh Busur Api Terhadap Kekuatan Dielektrik Gas SF6

    OpenAIRE

    Jhony

    2011-01-01

    Bahan isolasi gas yang sering digunakan adalah gas SF6. Sifat –sifat dari gas SF6 ini tidak berwarna, tidak beracun, tidak berbau. Salah satu pemanfaatan dari gas SF6 ini sebagai bahan isolasi adalah pada pemutus tenaga (circuit breaker). Jika pemutus tenaga SF6 membuka, maka pada sela kontaknya akan terjadi busur api. Busur api akan menaikkan temperatur gas SF6 sehingga ada dugaan gas SF6 mengalami perubahan struktur kimia, sehingga sifat listriknya berubah. Tugas akhir ini ak...

  10. Strength Pada Amalgam

    OpenAIRE

    Sri Handayani

    2008-01-01

    Amalgam didefinisikan sebagai campuran dari dua atau beberapa logam (alloy) yang salah satunya adalali merkuri. Dental amalgam sendiri merupakan campuran dari merkuri (Hg), perak (Ag), timah (Sn), tembaga (Cu) dan bahan-bahan lain yang memiliki fungsinya masing-masing, dimana sebagian diantaranya akan saling mengatasi kekurangan yang ditimbulkan logam lain, jika logam tersebut dikombinasikan dengan perbandingan yang tepat. Amalgam mempunyai strength (kekuatan) yang cukup besar sehingga dap...

  11. Perubahan Dimensi Pada Dental Amalgam

    OpenAIRE

    Rachmad Dini Aziz

    2008-01-01

    Amalgam didefinisikan sebagai campuran dari dua atau beberapa logam (alloy) yang salah satunya adalah merkuri. Dental amalgam sendiri merupakan campuran dari merkuri (Hg), perak(Ag),timah (Sn), tcmbaga (Cu) dan bahan-bahan lain yang memiliki fungsinya masing-masing. Semua unsure tersebut saling melengkapi jika dikombinasikan dengan perbandingan yang tepat. Amalgam dapat mengalami perubahan dimensi selama pemanipulasiannya. Terdapat dua jenis perubahan dimensi pada amalgam, yaitu kontraksi...

  12. The effectiveness of fixative addition on Zodia (Evodia suaveolens S.) and rosemary (Rosmarinus officinalis l.) gel against Aedes aegypti

    OpenAIRE

    Mutiara Widawati; Marliah Santi

    2014-01-01

    AbstrakLatar belakang: Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai salah satu upaya pencegahannya, bahan tanaman sering dijadikan sebagai bahan penolak nyamuk, di antaranya Zodia (Evodia suaveolens Scheff) dan Rosemary (Rosmarinus officinalis L.). Salah satu pengembangan yang banyak dilakukan adalah modifikasi sediaan yang mudah dipakai agar lebih tahan lama, misalnya formulasi gel minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui ...

  13. Perbandingan Total Padatan Tersuspensi Dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) Pada Analisis Air Limbah Kelapa Sawit Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

    OpenAIRE

    Arizta

    2009-01-01

    Komposisi utama dari air limbah kelapa sawit adalah bahanbahan organik terutama seperti minyak dan serat dari TBS (Tandan Buah Segar) adalah parameter yang digunakan untuk menunjukkan karakter air limbah kelapa sawit meliputi parameter organik seperti Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) dan parameter fisika seperti Total Padatan Tersuspensi. Total Padatan Tersuspensi dengan metode gravimetri dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) ditentukan dengan metode Winkler pada temperatur 20ºC dengan masa...

  14. Tinjauan Yuridis Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas yang menyebabkan Hilangnya Nyawa Orang Lain

    OpenAIRE

    Kiro, Muh.Ramadan

    2008-01-01

    Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain akibat kesalahan pengemudi biasa terulang menjadi perdebatan para pakar hukum dalam penerapan unsur delik, bahkan yang telah menjadi Yurispundensi kasus kecelakaan lalu lintas dijadikan kembali sebagai bahan kajian hukum. Berdasarkan latar belakang diatas, maka muncul permasalahan yang harus diteliti yakni bagaimana analisis hukum pidana terhadap kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Bahan rujukan...

  15. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Metana Cair Dari Limbah Cair Tapioka Dengan Kapasitas 3360 KG/ Hari

    OpenAIRE

    Romaito, Harini

    2010-01-01

    Metana adalah salah satu energi alternatif yang dapat digunakan saat ini, yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik. Metana dapat dibuat dari limbah cair industri tapioka. Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, produksi metana dari limbah cair industri tapioka juga dapat membantu mengurangi krisis energi saat ini. Berdasarkan penelitian, konversi limbah cair industri tapioka menjadi biogas dengan kandungan terbesar metana adalah 35 m3 biogas/ 4 m3 limb...

  16. UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR KASUMBA TURATE (Carthamus tinctorius LINN) SEBAGAI UPAYA PEMBUATAN SEDIAAN TERSTANDAR MENUJU PROTOTIPE SKALA INDUSTRI KECIL

    OpenAIRE

    Usmar; Syukur, Rahmawati; Tayeb, Rosany; Abdullah, Nurlaila

    2008-01-01

    Kekebalan tubuh adalah resistensi terhadap penyakit terutama penyakit infeksi. Gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalam resistensi terhadap infeksi disebut sistem imun dan reaksi yang dikoordinasi sel-sel dan molekul-molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya disebut respon imun. Sistem imun diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidupnya. Aktifitas system imun dapat menurun karena berbagai factor...

  17. Pengaruh Pemakaian Baking Soda Dalam Pasta Gigi Terhadap pH Saliva

    OpenAIRE

    Magdalena Siregar

    2008-01-01

    Baking soda sebagai bahan dasar pernbuat pasta gigi, mempunyai kemampuan sebagai buffer dalam menetralisir asam mulut sehingga dapat mencegah kerusakan pada gigi. Saat ini banyak beredar di pasaran bermacam-macam pasta gigi dengan berbagai merk dan jenis bahan kimia yang terkandung didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh pemakaian pasta gigi yang mengandung baking soda terhadap pH saliva sebelum dilakukan penyikatan gigi dan setelah dilakukan penyikatan...

  18. EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN ZODIA (Evodia suaveolens) DENGAN METODE MASERASI DAN DISTILASI AIR

    OpenAIRE

    Prima Astuti Handayani; Heti Nurcahyanti

    2014-01-01

    Daun zodia merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati. Daun zodia mengandung senyawa aktif limonene yang bersifat neurotoksin terhadap serangga. Pengambilan minyak atsiri daun zodia dilakuan dengan metode maserasi dan metode distilasi air. Pada metode maserasi bahan digunakan etanol dan dimaserasi selama 3x24 jam. Kemudian didistilasi untuk menguapkan pelarut etanol. Untuk metode distilasi air bahan didistilasi selama 3 jam, campuran minyak dan air dipisahkan dengan menamba...

  19. Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas (Gossypium sp. dan Jerami (Oryza sativa Melalui Reaksi Nitrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adly Rahmada

    2013-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan baku selulosa pada proses pembuatan nitroselulosa dari bahan selulosa kapas dan jerami dengan reaksi nitrasi, mempelajari pengaruh waktu dan suhu reaksi terhadap kualitas nitroselulosa yang dihasilkan, dan membandingkan kualitas nitroselulosa yang dihasilkan dari selulosa kapas dan jerami. Prosedur penelitian ini adalah menimbang dan memasak bahan baku dengan menggunakan larutan pemasak NaOH. Langkah selanjutnya adalah mereaksikan HNO3 dengan H2SO4 dan mengkondisikan reaktor sesuai dengan variabel suhu.Langkah berikutnya adalah mereaksikanbahan bakukapas atau jerami sesuai dengan variabel waktu. Langkah terakhir adalah mencucinya dengan aquadest dan larutan NaHCO3. Kemudian dilakukan pengukuran uji kelarutan untuk memperoleh persen yield dan uji FTIR. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah bahan baku selulosa jerami menghasilkan persen yield nitroselulosa produk lebih besar daripada kapas. Persen yield nitroselulosa jerami mencapai 86% sedangkan untuk kapas 68%. Pengaruh waktu reaksi nitrasi terhadap produk nitroselulosa didapatkan semakin bertambah waktu reaksi maka menghasilkan yield dan kandungan gugus nitro semakin besar. Sedangkan untuk pengaruh suhu reaksi didapatkan  semakin rendah suhu reaksi maka persen yield dan gugus nitro yang diperoleh semakin besar. Perbedaan kualitas nitroselulosa dari bahan baku kapas dan jerami ditunjukkan dengan substitusi gugus nitro dari produk nitroselulosa, maka dapat diketahui bahwa nitroselulosa dari kedua bahan baku memiliki kualias yang hampir sama dengan dua substitusi gugus nitro.

  20. Physical characteristic of brown algae (Phaeophyta from madura strait as irreversible hydrocolloid impression material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prihartini Widiyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Background: Brown algae is a raw material for producing natrium alginates. One type of brown algae is Sargassum sp, a member of Phaeophyta division. Sargassum sp could be found in Madura strait Indonesia. Natrium alginate can be extracted from Sargassum sp. The demand of alginate in Indonesia is mainly fulfilled from abroad, meanwhile Sargassum sp is abundantly available. Purpose: The purpose of study were to explore the potency of brown alga Sargassum sp from Madura strait as hydrocolloid impression material and to examine its physical characteristic. Methods: The methods of research including extraction natrium alginate from Sargassum sp, synthesis of dental impression material and the test of porosity, density, viscosity, and water content of impression material which fulfilled the standard of material used in clinical application in dentistry. Results: Extraction result of Sargassum sp was natrium alginate powder with cream colour, odorless, and water soluble. The water content of natrium alginate was 21.64% and the viscosity was 0.7 cPs. The best porosity result in the sample with the addition of trinatrium phosphate 4% was 3.61%. Density value of impression material was 3 gr/cm3. Conclusion: The research suggested that brown algae Sargassum sp from Madura strait is potential as hydrocolloid impression material, due to its physical properties which close to dental impression material, but still need further research to optimize the physical characteristic.Latar belakang: Alga coklat adalah sumber bahan baku material natrium alginat. Salah satu jenis alga coklat adalah Sargassum sp yang merupakan anggota divisi Phaeophyta. Sargassum sp dapat ditemukan di Selat Madura Indonesia. Natrium alginat dapat diekstraksi dari Sargassum sp. Kebutuhan akan bahan ini di Indonesia sebagian besar dipenuhi dari impor, padahal ketersediaan Sargassum sp di Indonesia sangat melimpah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi alga coklat

  1. BAHAN PENYERAP KMnO4 DAN ASAM L-ASKORBAT DALAM PENGEMASAN AKTIF (ACTIVE PACKAGING UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN DAN MEMPERTAHANKAN MUTU BUAH DUKU (Lansium domesticum Corr. [Adsorbers for KMnO4 and L-Ascorbic Acid in the Active Packaging to Prolong the Shelve-Life and Maintain the Quality of Lanzone (Lansium domesticum Corr. Fruits

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soesiladi E Widodo

    2005-08-01

    Full Text Available To develop an active packaging of lanzone (Lansium domisticum Corr. Fruits, KmnO4 as an ethylene scavenger and L-ascorbic acid as an oxygent scavenger were inserted into packaging. As direct contact of KmnO4 with agricultural product was not recommended and due to the liquid characteristic of both scavenger was carried out. This research was aimed at finding out the best adsorbers for KmnO4, L-ascorbic acid, and their combination in an active packaging to prolog the shelve-life and to maintain the quality of lanzone fruits. The result showed that 1 among the four adsorbers tested, pumice could was the best alternative as a KmnO4 or L-ascorbic acid adsorbers, and 2 spon and pumice were the best alternative adsorber for the combination of KmnO4 or L-ascorbic acid. Both adsorber were effective in prolonging the shelve-live (8-11 days longer than with out packaging and as good as using silica gel and vermiculite and maintaining the quality of lanzone fruits.

  2. Pengembangan Proses Produksi Biodiesel Biji Karet Metode Non-Katalis Superheated Methanol pada Tekanan Atmosfir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2009-01-01

    point, and the acid number of non-catalyst method is better than the catalyst method.The disadvantage is that micro carbon residue contained by biodiesel of rubber seed oils (B-100 are still high enough above the allowable standard. The optimum methyl ester content was obtained at molar ratio of 160 and the reaction temperature 290 oC because it produces the largest biodiesel and the smallest glycerol. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses produksi biodiesel dari biji karet (Hevea brasiliensis yang dilaksanakan di Indonesia pada umumnya memakai metode katalis (asam atau alkil dan metode pencucian basah atau metode pencucian kering. Metode katalis membawa banyak kerugian antara lain: waktu produksi lama, biaya produksi tinggi karena menggunakan magnesol sebagai absorban, terutama jika pemurniannya menggunakan air (sistem pencucian basah karena akan dapat merusak komponen mesin seperti misalnya: seal cepat bocor, mudah timbul jamur, karat / korosi pada silinder head, pompa dan saringan bahan bakar sering buntu, dan sebagainya. Proses produksi biodiesel dengan metode non-katalis dapat mengatasi kelemahan seperti disebutkan di atas. Pada studi ini, minyak biji karet diperoleh dengan metode pengepresan. Spesifikasi minyak adalah sebagai berikut: viskositas 5,19 cSt, densitas 0,9209 g/ml, kandungan air 0,2%, asam lemak bebas (FFA 6,66%, dan titik didih 305oC. Metodelogi yang digunakan adalah pemrosesan biji karet menjadi biodiesel metode non-katalis superheated methanol. Tranesterifikasi berlangsung di dalam sebuah Bubble Column Reactor (BCR pada temperatur reaksi 270oC, 275oC, 280oC, 285oC, dan 290oC serta pada tekanan atmosfir. Rasio molar antara methanol dan minyak biji karet adalah: 140, 150, dan 160. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuatan biodiesel dari minyak nabati metode katalis biasanya melalui berbagai tahapan proses yaitu: proses degumming untuk melepaskan getah atau lendir yang dikandungnya, esterifikasi untuk menurunkan kadar FFA sampai di bawah

  3. APLIKASI GEOLISTRIK 3-DIMENSI UNTUK MENGETAHUI SEBARAN LIMBAH RCO (RUBBER COMPOUND OILS DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FV Daraninggar

    2014-11-01

    Full Text Available Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai. Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dengan spasi antar elektroda lima meter. Data nilai resistivitas limbah industri minyak bakar RCO diolah menggunakan software IPI2Win, kemudian distribusi resistivitas digambarkan dalam bentuk 3-dimensi menggunakan software Res2dinv, Res3dinv, Slicer Dicer. Hasil interpretasi 3-dimensi menyimpulkan bahwa limbah industri minyak bakar RCO telah menyebar lebih dari 43,75 meter ke arah timur pabrik, lebih dari 20 meter ke arah utara dan kedalaman lebih dari 12 meter dengan nilai resistivitas 11-20 ohm.m. Limbah diduga tersebar pada lapisan tanah dengan struktur batuan lempung dan pasir. {0>Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai.<}0{>Waste treatment technology of used rubber tires to produce RCO (Rubber Compound Oils fuel oil is a solution of the accumulatoin of abandoned used tires.<0} {0>Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan.<}0{>However, the oil conversion of dumped RCO wastes might cause environmental pollution.<0} {0>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.<}0{>The purpose of this study was to determine the resistivity value and the pattern of 3D distribution of industrial RCO wastes in a treatment plant, subdistrict

  4. The Myth and Reality of Rukiye Hanim in the Context of Turkish Malay Relations (1864-1904)

    OpenAIRE

    Mehmet Ozay; Ekrem Saltık

    2015-01-01

    The present article investigates the identity, partial biography, and relations of Rukiye Hanim. She is recognized as the grandmother of three significant families who have been playing distinguished roles in politics and academics in Malaysia. Rukiye Hanim with her sister Hatice Hanim are believed to have been presented as concubines by Babussaade, the Palace in Constantinople, to Sultan Abu Bakar of Johor in the closing decades of the 19th century. It is significant here to pin down that th...

  5. Views of Teachers, Administrators and Supervisors Regarding the Technological Leadership Standards for Administrators

    OpenAIRE

    Hacıfazlıoğlu, Özge; Karadeniz, Şirin; Dalgıç, Gülay

    2010-01-01

    Background. As the demand for building more effective and efficient learning communities is growing, the need for the school administrators who are aware of their instrumental roles in using and implementing technology has increased considerably (Afshari, Bakar, Luan, Samah & Fooi, 2009; Akbaba-Altun & Gürer, 2008; Yalın, Karadeniz & Şahin, 2007; Anderson & Dexter, 2005). Moreover, with the integration of technology into education, the administrators have been ...

  6. Analiza bronce voltametrijom mikrokristala i tankoslojnom kromatografijom

    OpenAIRE

    Komorsky-Lovrić, Šebojka; Horvat, Alka J.M.; Ivanković, Danijela

    2006-01-01

    Određeni su korozijski potencijali pet uzoraka bronci različitoga sastava i potencijali oksidacije njihovih glavnih sastojaka. Kromatografskom je analizom dokazano da su produkti elektrokemijske oksidacije bronce ioni kositra, bakra, olova i nikla. Pokazano je da se kod malog napona u dvoelektrodnoj elektrokemijskoj ćeliji pretežito oksidira kositar, dok se bakar znatnije oksidira tek kod napona većih od 8 V.

  7. Sección Lecturas

    OpenAIRE

    Stanganelli, Isabel Cecilia; Fraquelli, María Agustina; Cárdenas, Emilio J.; Morgante, Martín Adolfo; Simonoff, Alejandro César

    2001-01-01

    Esta sección contiene reseñas de los siguientes libros: * Clemens, Jr., Walter. Dynamics of International Relations: conflict and mutual gain in an era of global independence. Boston, Rowman & Littlefield Publishers, 1999. * Dahl, Robert. La democracia. Una guía para los ciudadanos. Buenos Aires, Taurus, 1999. * Silva Ilha, Adair da y Ventura, Deisy. O Mercosul em movimiento II. Santa María, Livraria do Advogado, 1999. * Bakar, Osman. Islam and civilizational dialogue. The qu...

  8. Characterization of rice bran wax policosanol and its nanoemulsion formulation

    OpenAIRE

    Ishaka A; Umar Imam M; Mahamud R; Zuki ABZ; Maznah I

    2014-01-01

    Aminu Ishaka,1,2 Mustapha Umar Imam,1 Rozi Mahamud,3 Abu Bakar Zakaria Zuki,4 Ismail Maznah1 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 2Department of Medical Biochemistry, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia Abstract: Policosanol, a mixture of long-ch...

  9. Penumpatan Lesi Abrasi Servikal dengan "Light-Cured Glass Ionomer Cement" (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot Sutrisno

    2015-10-01

    Full Text Available Penumpatan cacat gigi pada daerah servikal dengan bahan tumpat sewarna gigi masih banyak mengalami masalah. Beberapa bahan tumpat mulai dari semen silikat sampai dengan resin komposit masih belum memberikan kepuasan bagi para dokter gigi. Silikat banyak menimbulkan kematian terhadap jaringan pulpa karena daya iritasinya yang sangat besar, dan resin komposit banyak mengalami kegagalan dalam retensinya.Semen ionomer gelas memberikan harapan yang baik walaupun pada generasi pertama menunjukkan hasil yang tidak memuaskan."Light-cured glass-ionomer cement" yang merupakan pengembangan semen ionomer gelas konvensional menunjukkan hasil yang baik dalam retensi, estetika, dan sifatnya yang cocok terhadap jaringan keras gigi dan pulpa. Pada penumpatan lesi abrasi daerah servikal dengan "light-cured glass-ionomer cement" menunjukkan hasil yang sangat baik untuk menghilangkan gejala hipersensitivitas, retensi, dan estetikanya setelah kontrol selama 3 minggu. Evaluasi dalam waktu mendatang sangat perlu guna melihat penampilan klinis dan efeknya terhadap jaringan pulpa untuk mendukung penggunaan bahan ini secara luas.

  10. PEMBUATAN ELEKTRODA KARBON BERPORI DARI TEMPURUNG KEMIRI DAN PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM CAPACITIVE DEIONIZATION (CDI) UNTUK DESALINASI AIR PAYAU

    OpenAIRE

    A. Astuti; M. Taspika

    2015-01-01

    Telah dilakukan pembuatan karbon aktif dengan bahan dasar tempurung kemiri menggunakan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan suhu aktivasi (400, 500, dan 600) oC.Luas permukaan aktif yang dihasilkan masing-masing adalah (6,6; 95,6; dan 391,6) m2/g. Karbon yang diaktivasi pada suhu 600 oC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda kapasitor untuk system capacitive deionization (CDI) menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA) sebaga ipengikat. Berdasarkan data voltammogram siklik terhadap...

  11. Sol-gel sinteza i magnetne osobine nanočestičnog hematita / Sol-gel synthesis and magnetic properties of hematite (α-Fe2O3 nanoparticles

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marin M. Tadić

    2010-07-01

    Full Text Available U radu je prikazano istraživanje magnetnih karakteristika nanočestičnog feri-oksida, α-Fe2O3 (hematita, koji ispoljava superparamagnetne karakteristike tj. superparamagnetizam. Prikazano je nanočestično ponašanje uzoraka, upoređene su karakteristike nanočestičnog materijala sa materijalom visokog kristaliniteta i prikazan je uticaj veličine nanočestica na magnetne karakteristike. / In this work the results of an investigation on hematite (α-Fe2O3 nanoparticles magnetic properties, which show superparamagnetic behavior i. e. superparamagnetism, have been presented. Hematite nanoparticles behavior and nanoparticles size influence on magnetic properties have been presented. Hematite nanoparticles properties have been compared with a high cristallinity hematite sample.

  12. Efek Analgesik Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinalle roscoe) Terhadap Inflamasi Pulpa pada Gigi Kelinci (Oryctolagus cuniculus) (Penelitian in vivo)

    OpenAIRE

    Ginting, Cyntia Gloria Emninta

    2015-01-01

    Nyeri pulpa dapat diakibatkan oleh terjadinya inflamasi pulpa, ini disebabkan karena pulpa dikelilingi struktur dinding yang kaku sehingga mengakibatkan peningkatan jaringan dan pelepasan mediator inflamasi yang menyebabkan nyeri. Eugenol merupakan bahan pereda nyeri yang sering digunakan, bersifat sitotoksis pada jaringan sekitarnya. Kandungan jahe merah diduga memiliki efek analgesik terhadap inflamasi pulpa yaitu gingerol dan shagaol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesi...

  13. Perbaikan Metode Dan Fasilitas Kerja Pada Unit Pelayanan Mahasiswa Di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

    OpenAIRE

    Hasibuan, Chalis Fajri

    2011-01-01

    Perpustakaan merupakan pusat data dan informasi yang memiliki peranan yang besar dalam menunjang sistem pendidikan. Ketersediaan bahan pustaka hendaknya teralokasi dengan baik sehingga dapat diakomodasi segera kepada para pemakai yang terdiri atas mahasiswa, staf pengajar, peneliti dan masyarakat umum. Perpustakaan USU memiliki beberapa layanan, salah satunya adalah penyusunan buku kembali ke rak buku. Penyusunan buku pada perpustakaan USU dilakukan sebanyak 2 kali dalam wak...

  14. Kondensasi Pada Dental Amalgam

    OpenAIRE

    Batubara, Runi Syahriani

    2011-01-01

    Amalgam merupakan campuran dari dua atau beberapa logam (alloy) yang salah satunya adalah merkuri. Kata amalgam juga didefenisikan untuk menggambarkan kombinasi atau campuran dari beberapa bahan seperti merkuri, perak, timah, tembaga, dan lainnya. Dental amalgam sendiri adalah kombinasi alloy dengan merkuri melalui suatu proses yang disebut amalgamasi. Pemanipulasian amalgam meliputi triturasi, kondensasi, carving, dan polishing. Kondensasi merupakan penekanan amalgam setelah triturasi p...

  15. Perencanaan Hot Elevator Pengangkut Material

    OpenAIRE

    Renreng, Ilyas

    2012-01-01

    Saat ini pembangunan infrastruktur semakin pesat sehingga dibutuhkan ilmu di bidang keteknikan yang terus mendukung pembangunan. Dalam proses pembangunan fisik khususnya pembangunan konstruksi, pembangunan jalanan membutuhkan tahapan proses produksi dengan kontinuitas tinggi yang mana disesuaikan dengan kondisi terkini. Salah satu alat untuk memenuhi maksud di atas diantaranya adalah mesin Asphalt Mixing Plant (AMP). AMP adalah alat untuk menghasilkan campuran bahan-baha...

  16. Formulasi Dan Evaluasi Kestabilan Fisik Krim Ekstrak Rumput Laut Euchema Spinosum

    OpenAIRE

    Pakki, Ermina; Syukur, Rahmawati; Fatmawaty, Aisyah

    2007-01-01

    Rumput laur Euchema spinosum merupakan salah satu jenis dari alga merah (Rbodopbyta) mengandung senyawa phycobiliprotan yang tersusun atas beberapa gugus kromofor diantaranya phycoerythrin, phycocyanin, aflophycocyanin, dan phycourobilin. Adanya kandungan rumput ini Eucheuma spinosum berpotensi uniuk dikembangkan menjadi bahan sebagai tabir surya.

  17. EKSISTENSI INDUSTRI TEPUNG IKAN DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2012-06-01

    Full Text Available Ketergantungan industri pakan ikan terhadap bahan baku impor, termasuk tepung ikan, menyebabkan harga pakan ikan menjadi mahal, sementara produksi tepung ikan lokal belum dapat memenuhi kebutuhan industri pakan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kota Tegal, Jawa Tengah merupakan daerah penghasil ikan dengan hasil tangkapan yang masih berlimpah, sehingga di daerah ini industri tepung ikan cukup berkembang walaupun masih dengan teknologi yang sangat sederhana. Industri tepung ikan yang berkembang di kawasan pengolahan ikan di pelabuhan perikanan Kota Tegal ini menggunakan bahan baku yang berasal dari limbah industri fillet berupa kepala, tulang, kulit, sisik, jeroan, dan sisa sisa daging ikan yang menempel pada tulang. Kekurangan dari tepung ikan lokal, termasuk dari Tegal umumnya memiliki kualitas rendah dengan kandungan protein antara 37%-38% dan kadar abu yang cukup tinggi yaitu 42%-44% (tidak memenuhi standar mutu tepung ikan berdasarkan SNI 01-2715-1996/Rev. 92. Hal ini disebabkan karena rendahnya kualitas bahan baku yang digunakan. Agar produk tepung ikan lokal dapat bersaing dengan tepung ikan impor, maka perlu adanya upaya peningkatan kualitas tepung ikan melalui penggunaan bahan baku dan penerapan teknologi yang lebih baik, sehingga dapat mereduksi penggunaan tepung ikan impor khususnya dalam industri pakan ikan.

  18. Perbedaan Compressive Strength Dua Jenis Semen Ionomer Kaca Pada Kavitas Klas II Dengan Prinsip Minimal Intervensi (Penelitian In Vitro)

    OpenAIRE

    Dila, Swastika Farah

    2010-01-01

    Minimal intervensi merupakan perawatan karies gigi dengan mengambil jaringan gigi yang terdemineralisasi saja dan memelihara struktur gigi yang sehat sehingga pembuatan desain kavitas dilakukan seminimal mungkin. Atraumatic restorative treatment merupakan bagian dari minimal intervensi dimana teknik perawatan gigi meliputi komponen restoratif dan preventif yang terdiri dari pembuatan kavitas gigi secara manual dengan instrumen tangan dan merestorasinya dengan bahan adhesif yang mampu melepask...

  19. IKRO ORGANISME LOKAL) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP POPULASI HAMA UTAMA KEDELAI DAN MUSUH ALAMINYA

    OpenAIRE

    Saranga, Annie Papulung; Agus, Nurariaty; Gass a, Ahdin; Fatahuddin

    2013-01-01

    Penelitian dalam bentuk percobaan bertujuan untuk mengetahui dampak aplikasi ekstrak tiga jenis tumbuhan yakni daun Nimba, buah Mengkudu dan daun Tembelekan (L,camara) Masing - masing bahan tumbuhan dihaluskan kemudian difermentasi ( dibuat MOL) kemudi an dibandingkan dengan ekstrak tanpa fermentasi untuk dijadikan insektisida nabati terhadap populasi hama utama kedelai dan musuh alaminya telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Serealia Maros dan labo...

  20. PERBEDAAN SEKRESI SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR MENGGUNAKAN BAKING SODA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS

    OpenAIRE

    Arif Budiman Putra Pratama, Moh.

    2014-01-01

    Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik dengan karakteristik utamanya hiperglikemia, yaitu tingkat kadar glukosa dalam darah yang tinggi akibat kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin, ataupun keduanya. Salah satu manifestasi DM dalam rongga mulut yang dapat dilihat secara kasat mata adalah mulut kering (serostomia) akibat berkurangnya aliran saliva dalam rongga mulut. Salah satu bahan yang dapat menstimulasi aliran ...

  1. Suplementasi Serat Pangan Karagenan dalam Diet untuk Memperbaiki Parameter Lipid Darah Mencit Hiperkolesterolemia

    OpenAIRE

    Dewi Apri Astuti; Agik Suprayogi; Wasmen Manalu; Hernawati

    2013-01-01

    Abstrak Karagenan merupakan bahan pangan alamiah yang mengandung serat cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh serat pangan karagenan pada parameter lipid darah mencit jantan hiperkolesterolemia. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Universitas Pendidikan Indonesia dan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor pada bulan Agustus 2011 sampai Maret 2012. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan, yaitu ko...

  2. Implementasi Estimator Kecepatan Pertumbuhan Mikroorganisme pada Bioreaktor Anaerob

    OpenAIRE

    Dewinta Ria Wardhani; Ronny Dwi Noriyati; Totok Soehartanto

    2013-01-01

    Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam produktivitas biogas pada pengolahan limbah bahan organik khususnya kotoran ternak pada bioreaktor anaerob, dimana dalam pengolahanya bakteri dipengaruhi oleh nutrisi, pH dan temperatur. Sehingga akan mempengaruhi produk biogas yang dihasilkan. Agar mendapatkan hasil biogas yang diharapkan maka diperlukan sebuah monitoring kecepatan pertumbuhan mikroorganisme. Namun saat ini belum ada alat untuk memonitoring secara langsung sehingga di...

  3. Analisa Respon Spektrum Pada Bangunan Bertingkat Banyak Dengan Menggunakan Multi Friction Pendulum System (MFPS)

    OpenAIRE

    Rizki, Andi

    2010-01-01

    Sejalan dengan perkembangan teknologi bahan / system untuk anti gempa, telah ditemukan suatu perangkat anti seismic yang disebut base isolator. Base isolator adalah teknik pengontrolan terhadap respon gempa pada struktur selama getaran gempa yang terjadi. Penggunaan base isolator pada bangunan akan memisahkan bangunan atau struktur dari pergerakan horizontal tanah dengan cara nenyisipkan suatu elemen yang mempunyai kekakuan geser yang relative kecil antara pondasi dengan str...

  4. The apical leakage of mineral trioxide aggregate as the retrograde filling material with various mixing agents

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2010-06-01

    Full Text Available Background: Mineral trioxide aggregate (MTA is relatively considered as a new material in endodontic. It even has been used as retrograde filling material due to its biocompatibility, antibacterial effect, sealing ability and anti-moist effect. Some materials have been used as mixing agent to achieve an appropiate setting of MTA. Purpose: The aim of this study is to investigate the effect of the mixing agents of MTA towards the apical leakage when they are used together as retrograde filling materials. Method: The samples of this research consist of 30 human extracted upper central incisors. First, the crown of each tooth is sectioned. The root canals are prepared by using the conventional technique and then are obturated with gutta percha. After cutting the root apex, 2 mm from apical, class 1 cavities are prepared by using fissure bur with the depth of 3 mm. The samples then are divided into 3 groups with 10 teeth for each. Group I uses aquabidest as mixing agent of MTA (MTA-aquabidest, group II uses saline (MTA-saline, while group III uses 0.12% chlorhexidine (MTA-chlorhexidine. The apex of each group then is filled with the mixing MTA determined already. Afterwards, clearing method is used to evaluate the apical leakage. The apical leakage actually is determined by measuring the depth of methylene blue penetration with stereomicroscope. The statictical analyses of the linear dye penetration then are performed with analysis of varians ANOVA. Result: The dye penetration for both MTA-aquadest and MTA-saline groups indicates the lowest penetration, and there is even a significant difference compared with MTA-0.12% chlorhexidine group (p<0.005. Conclusion: It can be concluded that aquabidest and saline as mixing agents of MTA produce less apical leakage compared with 0.12% chlorhexidine.Latar belakang: Mineral trioxide aggregate (MTA merupakan bahan yang relatif baru dalam bidang endodontik. Bahan tersebut diindikasikan sebagai bahan pengisi

  5. JENIS DAN DOSIS AKTIVATOR PADA PEMBUATAN KOMPOS BERBAHAN BAKU MAKROALGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susianingsih

    2011-06-01

    Full Text Available Kompos (pupuk organik merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dapat meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Salah satu material organik yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kompos adalah makroalga dari jenis rumput laut terutama dari jenis yang kurang memiliki nilai ekonomis (fluktuasi harga dan dari jenis yang pertumbuhannya cepat karena dapat menjadi limbah dalam perairan. Teknologi pengomposan sangat beragam, di antaranya dengan penggunaan aktivator yang bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan. Beberapa aktivator komersil telah banyak beredar di pasaran sesuai dengan peruntukan dan keunggulannya masing-masing. Akan tetapi aktivator yang diperoleh dari bahan baku yang akan dijadikan kompos atau pupuk organik belum banyak dilakukan begitu pula mengenai dosis penggunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis aktivator komersil dan aktivator hasil isolasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk pembuatan kompos berbahan baku makroalga. Sebanyak 3 jenis makroalga yang digunakan sebagai bahan baku yaitu: Sargassum sp., E. spinosum, dan Gracilaria sp., menggunakan 2 (dua jenis aktivator yaitu aktivator hasil isolasi dari bahan baku dan EM 4 sebagai aktivator pembanding dengan 3 tingkatan dosis aktivator 104, 106, dan 108 CFU/mL. Peubah yang diamati meliputi perubahan kompos yang terjadi secara morfologi pada akhir penelitian, suhu, kadar C-organik, N-total, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sargassum dengan aktivator hasil isolasi pada dosis 108 CFU/mL menghasilkan kompos dengan mutu yang lebih baik.

  6. Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ihsan

    2015-03-01

    Full Text Available Mobil merupakan sarana transportasi yang banyak digunakan oleh manusia baik untuk kepentingan pribadi maupun umum. Pada tahun 2013 Teknik Mesin ITS bekerja sama dengan PT. Karya Tugas Anda membuat sebuah prototype mobil pick up multiguna pedesaan. Berat total prototype mobil dan box tersebut adalah 1200 Kg. Sedangkan dengan engine 650 cc dan daya 38,23 - 43,33 HP, berat mobil terlalu berat (rancangan beban total maksimum mobil dan penumpang/ barang adalah 1500 Kg. Untuk itu dilakukan kajian terhadap hood dan side panel mobil tersebut pada body bagian depan maupun box (body bagian belakang. Setelah perancangan tersebut selesai, dilanjutkan dengan merancang sambungan hood dan side panel mobil tersebut. Sambungan menggabungkan antara material pelat dengan komposit dan material komposit dengan komposit. Sambungan dianalisa kekuatannya terhadap gaya-gaya/ beban yang mungkin terjadi saat mobil digunakan. Selanjutnya dilakukan perancangan proses pembuatan hood dan side panel mobil dari bahan komposit. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah hood berdimensi 1176 mm x 453 mm dan side panel mobil dengan dimensi 558 mm x 430,5 mm. Bahan kedua komponen adalah komposit tipe E-Glass yang memiliki keuntungan lebih ringan daripada bahan sebelumnya, yaitu mild steel. Ketebalan hood yang dipilih sebesar 2 mm. Ketebalan hood tersebut aman, yaitu mampu menerima tegangan ekuivalen maksimum 7,9769 MPa dan lebih kecil daripada tegangan ijin material komposit yaitu 1020 MPa. Deformasi yang pada hood adalah sebesar 0,0247 mm. Berat dari hood mengalami perubahan, dimana dengan menggunakan bahan mild steel berat hood adalah 7,536 kg. Jika menggunakan bahan komposit berat hood menjadi 2,327 kg, hampir 69,12% lebih ringan dari sebelumnya.

  7. SEPARACIJA OTPADNIH TISKANIH PLOČICA U ELEKTROSTATIČKOM SEPARATORU

    OpenAIRE

    Fuk, Branimir

    2012-01-01

    Tiskane pločice iz elektroničkog otpada važan su izvor plemenitih metala u recikliranju. Najveći izazov je osloboditi i odvojiti korisnu komponentu; tanki film koji sadrži bakar, cink, kositar, olovo i plemenite metale poput srebra, zlata i paladija od nekorisne komponente; polimera, keramike i staklenih vlakana. U radu su prikazani rezultati separiranja usitnjenih tiskanih pločica iz TV aparati u elektrostatičkom separatoru. Testiranje je provedeno sa materijalom klasa 2/1 i 1/0.5 mm u labor...

  8. Kesalahan Berbahasa Sunda pada Siswa Dwibahasawan di SLTP Taruna Bakti Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juanda

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this research is to investigate written Sundanese errors made by pupils of SLTP Taruna Bakti Bandung. The results show that four types of errors were detected: phonological, morphological, syntactic, and lexical. The phonological errors are close related to such phonemes as /a/ and /u/, /d/ and /y/, /d/ and /r/, /e/, and /a/, /o/ and /u/. The morphological errors include types of lexical errors include the use of loan words or borrowing sich as antusias, bakar, cermin, dalam, gorok, hilang, jatuh, kupas, lestari, madu, pecah, runcing, serius, tinggi, untuk, and wajah.

  9. Katalitička oksidacija fenola uz zeolitni katalizator Cu/Y-5: 2. dio: Utjecaj postsintetske termičke i kemijske obrade

    OpenAIRE

    Maduna Valkaj, K.; Mandić, V.; Katovic, A.

    2015-01-01

    Katalitička oksidacija zagađivala organskog podrijetla vodikovim peroksidom u vodenom mediju, poznata kao metoda CWPO (eng. Catalytic Wet Peroxide Oxidation), jedan je od postupaka kojim je moguće postići smanjenje organskog opterećenja otpadnih voda u praksi. U ovom radu zeolit Y-5 izabran je za nosač u koji je kao katalitički aktivna tvar ugrađen bakar. U radu je istražen utjecaj reakcijskih parametara te postsintetske kemijske i termičke obrade katalizatora na njegove katalitičke značajke:...

  10. EKSTRAKSI PEKTIN KULIT BUAH NAGA (Dragon fruit DAN APLIKASINYA SEBAGAI EDIBLE FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati -

    2014-10-01

    Full Text Available Ekstraksi pektin kulit buah naga dilakukan menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE dengan variasi berat bahan (10, 15, and 20 gram dan waktu ekstraksi (15, 20, and 25 minute. Ekstraksi dengan variasi berat bahan dilakukan pada waktu ekstraksi 25 menit dan daya 600 W, sedangkan ekstraksi dengan variasi waktu dilakukan pada berat bahan 10 gram dan daya 600 W. Pektin yang diperoleh dianalisis kadar pektinnya menggunakan uji Fourier Transform Infrared (FTIR dan diproses menjadi edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield pektin kulit buah naga  dengan metode MAE  lebih besar dibandingkan metode konvensional. Variasi berat bahan mempengaruhi yield pektin yang dihasilkan, semakin sedikit bahan yang digunakan dalam ekstraksi, semakin besar yield pektin kulit buah naga yang dihasilkan. Yield pektin terbesar (72 % dihasilkan pada variasi berat 10 gram. Variasi waktu ekstraksi juga memberikan pengaruh terhadap yield pektin, semakin lama waktu ekstraksi semakin besar yield pektin kulit buah naga yang dihasilkan. Yield pektin terbesar dihasilkan pada waktu ekstraksi 25 menit. Pektin hasil ekstraksi dapat digunakan sebagai bahan edible film. Extraction of pectinfrom dragon fruit peel is conducted using Microwave Assisted Extraction (MAE method with the variation of the weight of the raw materials are 10, 15, and 20 gram and the time of the extraction are 15, 20 and 25 minutes. Extraction with the variation of the weight of raw material is conducted in 25 minutes using power of 600 W, whereas the extraction with the variation of time is conducted with 10 gram of raw material using power of 600 W. The obtained pectin was analyzed using Fourier Transform Infrared (FTIR and processed into edible film. The result of the research shows that MAE method provides more yield of dragon fruit peel rather than the conventional method. The variation of the weight affecting the amount of the obtained pectin, the less material used in the

  11. Penyisihan Fe dalam Air Tanah Menggunakan Zeolit Alam Banda Aceh Teraktivasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasni Hasni

    2015-06-01

    Full Text Available Kajian ini membahas proses pemisahan logam besi dalam sampel air secara adsorpsi. Secara umum bertujuan untuk melihat pengaruh perlakukan zeolit alam terhadap efisiensi penyisihan logam besi dalam sampel air baku. Proses adsorpsi menggunakan zeolit alam Banda Aceh dengan variasi ukuran partikel 40, 60, 80, dan 100 mesh.  Kadar besi (Fe dalam larutan sampel buatan adalah 1,25 mg/l agar mendekati kadar logam besi sesungguhnya. Kadar sampel asli air tanah dari Desa Alue Peunyareng Kabupaten Aceh Barat sebesar 1,1206 mg/l. Analisis kadar logam besi dilakukan dengan alat spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi maksimum diperoleh pada penyerapan dengan zeolit alam berukuran 100 mesh baik untuk sampel asli maupun sampel buatan. Aktivasi zeolit alam menaikkan kemampuan adsorpsi bahan penyerap hingga 154,72%. Kemampuan penyerapan yang dimiliki zeolit alam menurun hingga 92,25% manakala sampel yang diserap berupa air tanah karena sampel masih banyak mengandung bahan pengotor.

  12. Pengembangan Laboratorium Virtual untuk Kegiatan Paraktikum dan Memfasilitasi Pendidikan Karakter di SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Jaya

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract:Pengembangan Laboratorium Virtual untuk Kegiatan Praktikum dan Memfasilitasi Pendidikan Karakter di SMK. Tujuan kajian ini adalah untuk mengembangkan laboratorium virtual dalam meningkatkan keterampilan dalam praktik di lab tanpa memerlukan bantuan pendamping dan tidak terikat dengan waktu dan tempat, dan memfasilitasi pendidikan karakter bagi siswa. Virtual laboratory terdiri dari beberapa bagian yaitu: pre-test, post-tests, tugas-tugas, tutorial, simulasi, dan bahan-bahan laboratorium. Learning lab dikembangkan di dalam mata pelajaran produktif dan didukung oleh authoring tools. Virtual labs harus interaktif, dinamik, animatif, tidak membosankan dan didukung oleh keinginan pengguna untuk belajar dan memahami matapelajaran produktif. Laboratorium virtual digunakan untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah kejuruan dalam arti kognitif, psikomotor, dan karakter siswa. Kata Kunci : laboratorium virtual, pendidikan karakter

  13. SINERGIS TAURIN LINTAH LAUT (Discodoris sp. DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb. DALAM SERBUK MINUMAN FUNGSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Marwita Sari Putri

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakSumber daya perairan seperti lintah laut (Discodoris sp. dapat dibuat menjadi minuman fungsional.Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Penelitian ini dilakukandalam 2 tahap: 1 persiapan bahan baku (Discodoris sp, 2 formulasi produk minuman fungsional.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1 untuk menentukan konsentrasi komposisi bahan baku denganmempertimbangkan efek sinergis dari taurin pada minuman fungsional, 2 untuk mengetahui pengaruhpreparasi pada serbuk minuman fungsional terhadap jumlah taurin. Tiga formula terbaik yang diterimasecara organoleptik yaitu formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%, T2 formula(Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20% dan T3 formula (Discodoris sp. 30%, jahe 40%,10% curcuma, lemon 20%.Kata kunci: efek sinergis, lintah laut, minuman fungsional, taurin

  14. Pembuatan Dan Karakterisasi Aspal Beton Berbasis Dreg Dan Grit

    OpenAIRE

    Newdesnetty Butarbutar

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi aspal beton berbasis dreg dan grit. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengadukan dengan menggunakan mixer beton, tujuan untuk memperoleh bahan aspal beton dari dreg dan grit untuk mengurangi volume pasir dengan variasi rasio pasir terhadap dreg dan grit adalah: 100 : 0 : 0; 90 : 5 : 5; 80 : 10 : 10; 70 : 15 : 15; 60 : 20 : 20; 50 : 25 : 25; 40 : 30 : 3; 30 : 35 : 35; 20 : 40 : 40; 10 : 45 : 45; 0 : 50 : 5...

  15. PERBANDINGAN VARIABEL PADA ISOLASI DAN PEMURNIAN EUGENOL DARI MINYAK DAUN CENGKEH

    OpenAIRE

    Nyoman Fitri; J. A. Kawira

    2012-01-01

    Tanaman cengkeh (Eugenia aromatika O.K.) termasuk dalam familia Myrtaceae, tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Pulau Madagaskar dan Tanzania. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang banyak dipakai untuk bahan baku eugenol dan pembuatan vanilin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu prosedur isolasi eugenol dari minyak daun cengkeh yang lebih efisien dengan membandingkan beberapa variabel, yaitu pendiaman setelah pengocokan dengan natrium hidroksida selama 19 dan 24 jam (variabel...

  16. PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REPELLENT KOMERSIL DENGAN EKSTRAK KULIT JERUK PURUT UNTUK MENCEGAH GIGITAN NYAMUK Aedes aegypti

    OpenAIRE

    Wana; Ishak, Hasanuddin; Manyullei, Syamsuar

    2015-01-01

    Repellent merupakan bahan yang mempunyai kemampuan untuk melindungi manusia dari gigitan nyamuk. Repellent kimia yang paling sering digunakan adalah repellent yang mengandung DEET yang beredar di supermarket, pasaran maupun warung-warung kecil. Selain itu adapula repellent alami yang dapat digunakan, yaitu kandungan minyak atsiri pada kulit jeruk purut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas repellent komersil yaitu repellent merek SL dan repellent alami yaitu minyak at...

  17. Pengaruh Aktivator Sistein Dan Natrium Klorida Terhadap Aktivitas Papain

    OpenAIRE

    Daniel S Dongoran

    2009-01-01

    Papain adalah salah satu enzim proteolitik yang terdapat dalam getah pepaya dan dapat digunakan sebagai bahan pengempuk daging.Papain termasuk golongan enzim protease sulfhidril yaitu enzim yang mempunyai residu sulfhidril pada lokasi aktifnya. Aktivitas papain dapat ditingkatkan dengan penambahan aktivator sistein maupun NaCl. Penentuan aktivitas proteolitik papain dilakukan secara spektrofotometri menurut AOAC – 1984 dan dinyatakan berdasarkan banyaknya kadar tirosin yang dibebaskan dari...

  18. KAJIAN EKSPERIMENTAL POROUS CONCRETE YANG MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND POZZOLAN DAN SERAT POLYPROPYENE

    OpenAIRE

    Irmawaty, Rita; Tjaronge, M. Wihardi

    2008-01-01

    ABSTRAK TEKNOSAINS 2009 Porous concrete adalah beton tanpa agregat halus dan hanya terdiri dari agregat kasar,semen dan air serta bahan kimia tambahan.Porositas atau lubang-lubang pada porous concrete bermanfaat untuk menyaring kotoran sehingga tidak terbawa ke dalam tanah atau saluran air.Selain itu,lubang-lubang tersebut diharapkan dapat menyerap energy sinar matahari.Porous concrete telah banyak digunakan sebagai lapisan permukaan jalan pada daerah pedestrian seperti tempat-tempat untuk...

  19. Efek Antiinflamasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinalle roscoe) pada Gigi Kelinci (Oryctolagus cuniculus) (Penelitian In Vivo)

    OpenAIRE

    Teohardi, Eldora

    2015-01-01

    Pulpa dapat mengalami inflamasi antara lain adanya iritasi mekanis terutama terjadinya perforasi pulpa pada prosedur iatrogenik. Inflamasi pulpa menimbulkan rasa nyeri, karena pulpa sulit beradaptasi disebabkan berada dalam ruang yang dikelilingi oleh dinding yang rigid dan memiliki sirkulasi kolateral yang kurang, sehingga perubahan volume di dalam ruang pulpa menimbulkan nyeri. Eugenol adalah bahan pereda inflamasi pulpa yang sering digunakan dalam praktek kedokteran gigi, namun memiliki si...

  20. Pengaturan Teknis Operasional Stone Crusher Dalam Pemenuhan Kebutuhan Agregat Di Sekitar Medan

    OpenAIRE

    Girsang, Berlin

    2011-01-01

    Pada proyek konstruksi, agregat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, misalnya untuk bangunan seperti gedung dan jembatan, selain itu juga digunakan dalam pembuatan jalan. Di dalam proyek jalan raya, baik itu proyek pembangunan jalan maupun peningkatan jalan tidak terlepas dari tinjauan aspek alat-alat berat (Heavy Equipment). Alat berat ini hubungannya sangat erat sekali atau tidak terpisahkan dengan proses penyusunan program proyek, pelaksanaan fisik proyek, dan pengenda...

  1. Vegetarian (Suatu Kajian Kebiasaan Makan Pada Umat Buddha Maitreya)

    OpenAIRE

    Meyni F. Saragih

    2010-01-01

    Vegetarian, Suatu Kajian Tentang Kebiasaan Makan Pada Umat Buddha Maitreya (Meyni F. Saragih, 2009). Skripsi ini terdiri dari 6 Bab, 112 Halaman, 5 Daftar Tabel ,16 Daftar Gambar, 20 Daftar Pustaka, 9 Lampiran yang terdiri dari surat penelitian, surat pemberitahuan dan peta lokasi penelitian. Makanan adalah bahan, biasanya dari hewan atau tumbuhan yang dimakan oleh mahkluk hidup uantuk memberikan tenaga dan nutrisi. Setiap mahkluk hidup membutuhkan makanan, tanpa makanan mahkluk hidup ak...

  2. Peranan Pendispersi Hidrokarbon Dan Asam Oleat Pada Efisiensi Impregnasi Polipropilena Dalam Kayu Kelapa Sawit

    OpenAIRE

    Muhammad Taufik

    2008-01-01

    Impregnasi polipropilena bekas, yang dimodifikasi dengan asam akrilat dan benzoil peroksida sebagai inisiator, ke dalam Kayu Kelapa Sawit (KKS) hanya menghasilkan efisiensi masuknya resin ke dalam KKS yang sedikit dan mengakibatkan sifat mekanis KKS yang rendah. Untuk : meningkatkan efisiensi impregnasi tersebut dapat dilakukan dengan penambahan bahan pendispersi yang berfungsi sebagai pelunak dan pembasah sehingga meningkatkan laju difusi resin ke dalam KKS. Dalam penelitian ini, beberapa ba...

  3. Impregnasi Asap Cair Tempurung Kelapa, Poliester Tak Jenuh Yukalac 157 Bqtn-Ex Dan Toluena Diisosianat Terhadap Kayu Kelapa Sawit

    OpenAIRE

    Deddi Anshari

    2009-01-01

    Telah dibuat bahan kayu kelapa sawit (KKS) yang diimpregnasikan dengan asap cair tempurung kelapa, poliester tak jenuh Yukalac 157 BQTN-EX dan toluene diisosianat (TDI). Hasil impregnasi ternyata dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik dari KKS. Teknik impregnasi yang digunakan untuk memodifikasi KKS adalah dengan impregnasi perendaman. Impregnasi dilakukan pada KKS yang telah berumur 25 tahun atau lebih dengan ketingggian 9 meter dari permukaan tanah meliputi bagian pinggir (P), tengah ...

  4. Rancangan Sistem Kerja Ergonomi Pada Manual Material Handling Di Pencetakan Batu Bata.

    OpenAIRE

    Rizki, Andria

    2015-01-01

    UKM. Kilang Nainggolanmerupakan usaha yang bergerak di bidang produksi batu bata dengan bahan baku tanah liat.Salah satu kegiatan manual yang dilakukan pada pencetakan yaitu manual material handling. Pekerja sering mengalami keluhan sakit pada beberapa bagian tubuh. Hal ini disebabkan karena fasilitas kerja tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rancangan fasilitas kerja yang ergonomis sesuai dengan antropometri pekerja. Pada stasiun pencetakan batu bata pekerja memin...

  5. Perbaikan Sistem Kerja Operator Pencetakan Paving Block Pada UKM Gunung Jati

    OpenAIRE

    Nasution, Mandala Putra

    2015-01-01

    Penelitian ini dilakukan di UKM Gunung Jati yang terletak di Jalan halat No 156, Medan. UKM Gunung Jati merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi paving block dengan bahan baku pasir, semen, tepung merah dan air. Penelitian ini tepatnya dilakukan pada stasiun pencetakan paving block, yang merupakan salah satu kegiatan manual dalam pembuatan paving block. Pada proses pencetakan paving block Pekerja sering mengalami keluhan sakit pada beberapa bagian tubuh. Hal ini disebabkan karena fas...

  6. Rancangan Fasilitas Kerja Dengan Pendekatan Ergonomi Bagi Tenaga Kerja Wanita Di Stasiun Penggorengan Kerupuk

    OpenAIRE

    Purba, Ernitua

    2015-01-01

    UD Ngatimin adalah salah satu usaha penghasil kerupuk dengan bahan baku tepung tapioka. Salah satu kegiatan manual dilakukan pada stasiun penggorengan. Tenaga kerja sering mengalami keluhan sakit pada beberapa bagian tubuh. Hal ini disebakan karena fasilitas kerja tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rancangan fasilitas kerja yang ergonomis sesuai dengan antropometri tenaga kerja. Pada stasiun penggorengan tenaga kerja bekerja dengan postur kerja berdiri terus ...

  7. Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis di Stasiun Pemotongan pada UD Satria

    OpenAIRE

    Saragih, Nurhayati

    2014-01-01

    Manusia beraktifitas membutuhkan suatu alat yang dirancang atau didesain khusus untuk membantu pekerjaan agar menjadi lebih mudah. Desain yang tepat membuat pekerjaan akan terasa lebih ringan, nyaman dan cepat yang dapat diperoleh dengan penerapan data antropometri. Penelitian dilakukan di UD Satria yang merupakan usaha pandai besi yang menghasilkan linggis dengan bahan baku besi ulir, tepatnya dilakukan pada stasiun pemotongan. Stasiun ini dipilih karena kegiatan dilakukan secara manual. Pek...

  8. Kajian Terhadap Hibrid Komposit Berasaskan Gentian Lignoselulosik

    OpenAIRE

    Maulida; Kajian Terhadap Hibrid Komposit, Berasaskan Gentian Lignoselulosik,Teknik

    2008-01-01

    Penggunaan prapreg dengan menggunakan gentian yang diisitepukan dengan resin matriks dalam pembuatan komposit menjadi suatu yang lazim masa kini. Perkembangan ini disebabkan oleh beberapa faktor dorongan seperti mudah dikendalikan, julat toleransi yang luas, bahan yang terbuang minima, persekitaran yang bersih dan lain-lain. Pada masa kini, sistemnya masih tertumpu pada matriks yang berasaskan termoset dan termoplastik untuk penggunaan gentian 'man-made' sahaja. Penyelidikkan ini bertujuan me...

  9. Perancangan Dashboard Mobil Pedesaan Multiguna

    OpenAIRE

    Nurul Madinah; I Made Londen Batan

    2013-01-01

    Mobil GEA yang merupakan mobil nasional akan dikembangkan menjadi mobil pedesaan multiguna. Salah satu bagian dalam mobil GEA yang menjadi perhatian adalah dashboard. Selama ini dashboard mobil GEA diproduksi secara manual, yaitu menggunakan proses wet lay-up dengan bahan komposit. Rencana ke depan produksi mobil pedesaan multiguna adalah produksi massa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dirancang proses cetakan injeksi plastik (injection molding) untuk pembuatan dashboard mobil pedesaan mult...

  10. PEMENFAATAN JAMUR PELAPUK UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN NUTRISI LIMBAH TANAMAN KELAPA SAWIT

    OpenAIRE

    -, FARDIL

    2016-01-01

    2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi oleh isolat jamur pelapuk terhadap kandungan nutrisi (Protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN) limbah tanaman kelapa sawit yaitu serat sawit. Penelitian ini menggunakan isolat jamur dari jerami padi, jamur trametes versicolor dan jamur ganoderma applanatum, limbah serat sawit, dedak, kapur, air serta bahan kimia untuk analisis proksimat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari...

  11. EVALUASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN TALLO DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    PALANGDA, DIAZ

    2015-01-01

    EVALUASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN TALLO KOTAMADYA MAKASSAR Sumarni Hamid Aly , Muralia Hustim2, Diaz Palangda3 ABSTRAK : Setiap air limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat menurunkan kualitas bahan pencemar yang terkandung di dalamnya. IPAL Komunal merupakan sistem pengolahan air limbah yang dilakukan secara terpusat. Beberapa IPAL Komunal, khususnya di Kota Makassar sudah ad...

  12. Analisis Modal Kerja Pada PT. Perkebunan Nusantara III Medan

    OpenAIRE

    Ramadan, Julfahmi

    2010-01-01

    Setiap kegiatan perusahaan membutuhkan modal kerja guna mencapai tujuan yang telah direncanakan. Modal kerja tersebut digunakan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan pencapaian tujuan, apakah digunakan untuk pembelian bahan baku, barang dalam proses dan persediaan barang jadi serta biaya operasi. Modal kerja harus cukup jumlahnya dalam arti harus mampu membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Hal ini sangat penting bagi perusahaan agar perusahaan dapat berjalan dengan baik. 072101118

  13. Analisis Tingkat Relevansi E-Journal Pada Database American Society Of Civil Engineer ( Asce ) Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Mahasiswa Magister Teknik Sipil Di Universitas Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Laoli, Feriaman

    2010-01-01

    Database ASCE merupakan koleksi e-journal yang dilanggan oleh Perpustakaan Universitas Sumatera Utara ( USU ) untuk bidang ilmu teknik sipil. Koleksi ini diharapkan dapat menunjang proses belajar-mengajar dan bahan acuan dalam penelitian, pembuatan skripsi, tesis dan sebagainya bagi dosen, mahasiswa, karyawan di lingkungan universitas khususnya Universitas Sumatera Utara ( USU ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat relevansi e-journal pada Database American Society of Civil E...

  14. Penggunaan Coriolis Mass Flow Meter Sebagai Pengontrol Laju Aliran Pada Stasiun Demin Plant Unit Boiler (Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina)

    OpenAIRE

    Supianto

    2011-01-01

    Didalam suatu pabrik yang mempunyai system pembangkit tenaga listrik (Power Plant) terutama pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sangat banyak menggunakan peralatan instrumentasi sebagai komponen vital dalam pengoperasiannya. Untuk itu peralatan tersebut harus dapat menghasilkan hasil pengukuran dengan baik dan akurat. Pada proses nya, PLTU menggunakan air sebagai bahan baku yang dibakar didalam boiler dan menghasilkan steam (Uap) untuk memutar turbin dan generator sehingga dapat mengh...

  15. Analisa Laju Korosi Pada Pelat Baja Karbon Dengan Variasi Ketebalan Coating

    OpenAIRE

    Yudha Kurniawan Afandi; Irfan Syarif Arief; Amiadji Amiadji

    2015-01-01

    Baja karbon rendah adalah baja yang paling banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kapal. Sebagai moda transportasi yang beroperasi pada lingkungan laut yang korosif, maka diperlukan suatu perlindungan coating agar korosi yang terjadi bisa diperkecil. Pada pengujian ini, coating sengaja divariasikan ketebalannya. Hal ini mengacu pada tidak meratanya proses coating pada pelat lambung kapal, dikarenakan pengerjaan coating dilakukan secara manual dengan area yang dicat cukup luas. Sehingga kemu...

  16. ANALISIS FISIS MEMBRAN BIOFILTER ROKOK DENGAN VARIASI DAUN, BIJI DAN KULIT DELIMA

    OpenAIRE

    Umaiyatus Syarifah; Ririn Mega S; Muthmainnah; Agus Mulyono

    2015-01-01

    Analisis fisis membrane biofilter rokok telah dilakukan untuk mengetahui kerapatan dan porositas. Membrane biofilter terbuat dari variasi daun delima, biji delima dan kulit delima. Variasi massa yang digunakan pada masing-masing bahan delima adalah 0.7 gram, 0.8 gram, 0.9 gram dan 1 gram. Matriks yang digunakan pada pembuatan biofilter berbahan delima adalah polyethilene glikol (PEG). Data pengujian kerapatan membran pada biofilter berbahan daun delima terbesar adalah 1.532 g/cm3 dengan kompo...

  17. Analisis Pengaruh Receivable Turnover Ratio, Inventory Turnover Ratio, dan Total Assets Turnover Ratio Terhadap Earning Power pada Perusahaan Farmasi di Bursa Efek Indonesia

    OpenAIRE

    Bangun, Andri Primadana

    2011-01-01

    Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio aktivitas dengan variabel Receivable Turnover Ratio, Inventory Turnover Ratio, dan Total Assets Turnover Ratio terhadap Earning Power perusasahaan farmasi dengan analisis regresi berganda. Jenis data yang akan diolah dan diteliti adalah data sekunder berupa laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba-rugi serta bahan publikasi lain yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Tahun buku akuntansi yang dipili...

  18. Pra Rancangan Pabrik Xylitol dari Tongkol Jagung dengan Kapasitas Produksi 10.000 Ton / Tahun

    OpenAIRE

    Sander, Ben

    2011-01-01

    Pabrik Xylitol dari Tongkol Jagung ini direncanakan akan berproduksi dengan kapasitas 10.000 ton/tahun dan beroperAsi selama 330 hari dalam setahun. Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan juga membuka peluang ekspor. Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di daerah Kawasan Industri Medan, Belawan, dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 12815 m2. Adapun pemilihan lokasi di Kawasan Industri Medan, Belawan karena dekat dengan sumber bahan baku, dekat dengan pelabuhan...

  19. Pengaruh Steel Fiber Pada Sifat Mekanis Beton Dan Kapasitas Balok Beton Bertulang Pasca Kebakaran

    OpenAIRE

    Kadreni, Emilia

    2002-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat baja terhadap kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, perilaku struktural, daktilitas, kekakuan, kapasitas lentur, beban retak awal (first crack load), pola retak dan proppagasi retak balok bertulang dengan dan tanpa dibakar serta membandingkan hasil laboratorium yang di dapat dengan rumusan yang telah ada Proporsi campuran beton dihitung berdasarkan specific gravity bahan penyusun beton, dengan grafik-grafik dari penelitian Su...

  20. Perancangan Sistem Informasi Perusahaan Dengan Pendekatan Model REA (Resources, Events, Agents) Enterprise Pada PTPN IV Kebun Dolok Ilir

    OpenAIRE

    Pramana, Muhammad Tazly

    2011-01-01

    Unit Pengolahan Kelapa Sawit PTP. Nusantara IV Kebun Dolok Ilir sebagai perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan penghasil CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Kernel Oil), memiliki bermacam-macam proses internal dalam menjalankan sistem bisnisnya. Proses tersebut adalah proses finansial proses pengadaan bahan baku, dan penolong, ATK, operating assets, solar dan layanan pemerintah atau pembayaran pajak, proses penggajian dan pengadaan asuransi tenaga kerja, proses konversi...

  1. STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN USAHA SKALA MIKRO (MICRO ENTERPRISE) KUB BAJRAH GUNAH KLAMPIS BANGKALAN PADA PRODUK TERASI, PETIS DAN KERUPUK IKAN

    OpenAIRE

    Dwi Ratna Hidayati

    2016-01-01

    ABSTRAK Potensi lestari sumber daya ikan (SDI) laut Indonesia sekitar 6,4 juta ton per tahun. Seiring dengan hal tersebut, potensi bahan baku perikanan yang sedemikian besar mendorong tumbuhnya usaha-usaha pengolahan makanan berbahan dasar ikan terutama usaha skala mikro kecil menengah, khususnya di wilayah-wilayah sentra penghasil perikanan seperti di kecamatan Klampis. Salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) skala mikro yang mengusahakan produk berbasis hasil perikanan adalah KUB “Bajrah...

  2. Perbedaan Kandungan Asam Salisilat Dalam Sayuran Sebelum Dan Sesudah Dimasak Yang Dijual Di Pasar Swalayan Di Kota Medan Tahun 2008

    OpenAIRE

    Ester Simatupang

    2009-01-01

    Sayuran merupakan tumbuhan yang dapat dimakan sebagai pelengkap makanan karena mengandung vitamin dan mineral. Dalam budidaya sayuran tidak terlepas dari masalah hama dan penyakit tanaman. Dalam mengatasi masalah tersebut penggunaan bahan kimia untuk mempertahankan produksi sayuran sudah tak asing lagi seperti penggunaan asam salisilat. Asam salisilat sukar larut dalam air dan larut dalam air mendidih dimana titik didih asam salisilat adalah 2800C. Asam salisilat pada sayuran dosisnya memang ...

  3. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    OpenAIRE

    Iman Hernaman; Atun Budiman; Siti Nurachma; Kundrat Hidayat

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT) dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering...

  4. An Analysis Of Main Characters In Stephenie Meyer’s Novel: New Moon

    OpenAIRE

    Umi Fauziah

    2010-01-01

    Skripsi yang berjudul “An Analysis of Main Characters in Stephenie Meyer’s Novel: New Moon ” ini membahas tentang tokoh-tokoh utama yang terdapat di dalam novel New Moon karya Stephenie Meyer. Tokoh-tokoh tokoh utama tersebut memiliki cirri-ciri yang berbeda dan memiliki sifat yang berbed juga. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan ( library research) dengan membaca beberapa buku tata bahasa Inggris sebagai bahan referensi atau rujukan untuk mendapatk...

  5. A Study Of Psyshological Disorder Through The Leading Character In Alice Sebold’s Novel The Lovely Bones

    OpenAIRE

    Hutahaean, Novi Yanti

    2010-01-01

    Skripsi ini berjudul A Study of Psychological Disorder Through the Leading Character in Alice Sebold’s Novel The Lovely Bones yang merupakan suatu pembahasan mengenai Psikologi Abnormal yang dimiliki Mr. Harvey yaitu Pedopilia. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui psikologi abnormal, pedopilia dan faktor apa yang mempengaruhi perkembangan Mr. Harvey. Setelah melakukan pembahasan dengan menggunakan buku-buku psikologi dan juga novel The Lovely Bones sebagai bahan pedoman pembahas...

  6. Unsur-unsur Humanisme dalam Novel Tabula Rasa Karya Ratih Kumala : Analisis Psikologi Sastra

    OpenAIRE

    Tarigan, Itana

    2011-01-01

    Penelitian ini berjudul Unsur-unsur Humanisme dalam Novel Tabula Rasa Karya Ratih Kumala : Analisis Psikologi Sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur humanisme. Untuk mencapai tujuan tersebut maka data dikumpulkan dari novel yang berjudul yang berjudul Tabula rasa dengan menggunakan metode membaca heuristik dan hermeneutik. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari bahan analisis yaitu novel Tabula Rasa dan data sekunder diambil ...

  7. Pembuatan Kristal Tembaga Sulfat Pentahidrat (CuSO4.5H2O dari Tembaga Bekas Kumparan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrony Fitrony

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari proses pembuatan kristal CuSO4.5H2O dari bahan baku Cu bekas kumparan; mempelajari pengaruh suhu reaksi, pengadukan, dan seeding terhadap kristal CuSO4.5H2O yang dihasilkan; dan membuktikan kristal hasil percobaan berupa kristal CuSO4.5H2O yang dihasilkan. Bahan baku yang dipakai yaitu berupa kawat tembaga bekas kumparan dinamo. Penelitian ini mencakup penanganan produk dan persiapan bahan baku. Sebelum digunakan, bahan baku logam dibersihkan dari pengotor lalu dipotong kecil-kecil yang bertujuan agar mempermudah dan mempercepat proses pelarutan tembaga dengan HNO3. Setelah pelarutan, larutan direaksikan dengan H2SO4 pekat yang sudah diencerkan pada suhu tertentu. Kemudian dilakukan kristalisasi disertai dengan pengadukan. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kristal CuSO4.5H2O dengan 99% yield dan ukuran kristal rata-rata 0,7 mm dapat dibuat dari tembaga bekas kumparan dengan suhu reaksi 90ºC, penambahan seed, dan pengadukan kristalisasi 500 rpm. Semakin tinggi suhu reaksi maka kelarutan CuSO4 dalam air semakin besar sehingga semakin banyak yield kristal yang dihasilkan. Kecepatan pengadukan cenderung tidak mempengaruhi yield kristal yang dihasilkan, namun berpengaruh terhadap ukuran kristal. Pengadukan akan membuat ukuran kristal lebih kecil daripada tanpa pengadukan. Pengondisian seeding dapat menaikkan yield kristal sekitar 10,72 – 27,13 % jika dibandingkan dengan non seeding dikarenakan terjadinya heterogeneous nucleation. Berdasarkan analisa XRD, kristal CuSO4.5H2O hasil percobaan sesuai dengan data standard XRD kode referensi 01-072-2355.

  8. Analisis Perbedaan Rasio Profitabilitas Sebelum Dan Sesudah Sertifikasi International Organization For Standardization (ISO) 9001 Pada PT. Inalum

    OpenAIRE

    Putri S. R. Tambunan

    2009-01-01

    Penelitian ini dilaksanakan pada PT INALUM, yaitu merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang peleburan aluminium yang menghasilkan produk tunggal yaitu aluminium ingot. Sebagian besar hasil produksinya di ekspor ke Jepang dan beberapa negara impor bahan baku aluminium. PT INALUM telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 sejak tahun 2003. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang terdiri dari Gross Profit Margin, Net Profit Ma...

  9. Perawatan Pulpektomi Secara Singkat Pada Gigi Sulung Nekrotik (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini Bagio Budiardjo

    2015-10-01

    Full Text Available Perawatan pulpektomi gigi sulung nekrotik akibat atrisi, trauma atau karies yakni pembuangan seluruh jaringan pulpa nekrotik dan menggantikannya dengan bahan pengisi yang padat, dapat diresorbsi serta tampak secara radiografis. Tujuannya antara lain untuk mempertahankan gigi sulung sampai saatnya digantikan dengan gigi tetap pengganti. Perkembangan, anatomi dan histologi gigi sulung membedakan teknik perawatan pulpektomi gigi sulung dan gigi tetap.Indikasinya adalah gigi sulung nekrotik tanpa peradangan periapikal, mahkota mendukung sterilisasi dan dapat direstorasi serta resorbsi akar fisiologis kurang dari sepertiga akar.Kesulitan perawatan terutama karena bentuk saluran akar yang sangat bervariasi dan resorbsi akar yang tidak beraturan. Tahap perawatan terdiri dari persiapan gigi, sterilisasi, pengisian dan restorasi.Keempat tahap dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan.Pada keadaan dimana terjadi kesulitan persiapan gigi, maka tindakan pengisian saluran akar dan restorasi ditunda 1 minggu kemudian, sehingga perawatan pulpektomi diselesaikan dalam 2 kali kunjungan.Dalam laporan kasus, perawatan pulpektomi dilakukan pada gigi insisif dan molar sulung dengan teknik 1-2 kali kunjungan.Sebagai bahan sterilisasi saluran akar digunakan formokresol dan bahan pengisi campuran zinkoksid-eugenol.  

  10. Stomatitis Aftosa Rekuren dengan Kecurigaan Klinik Infeksi Virus Herpes Simpleks (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afi Savitri Sarsito

    2015-10-01

    Full Text Available   Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR merupakan penyakit mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat.Pada umumnya penyakit ini memberikan gejala-gejala klinik yang khas yaitu adanya ulserasi yang bersifat ulang kambuh pada mukosa mulut, tanpa disertai dengan tanda-tanda lain dari penyakit. Pada makalah ini dibahas 3 kasus SAR yang tidak biasa yaitu selain gejala SAR, terdapat pula tanda-tanda adanya infeksi virus Herpes SImpleks (VHS.Dari pemeriksaan sitologi pada ketiga kasus ini, dijumpai adanya badan inklusi VHS, tetapi dari pemberian terapi dengan Acyclovir ternyata 2 kasus memberikan manfaat, dan pada 1 kasus tidak ada manfaatnya. Hal ini berarti pada 2 kasus yang pertama terdapat peran dari VHS pada proses penyakit dan pada 1 kasus tidak ada. Keadaan semacam ini perlu diamati dan diwaspadai mengingat kedua penyakit mempunyai prinsip terapi yang berbeda.Pada SAR seringkali diperlukan pemberian terapi dengan bahan-bahan golongan kortikosteroid, sedangkan pada infeksi VHS pemberian bahan ini merupakan kontra indikasi. Selanjutnya pada makalah ini juga diberikan saran-saran untuk pengelolaan penyakit yang dapat digunakan oleh para dokter gigi apabila mendapatkan masalah yang sama.

  11. Pembuatan dan Karakteristik Komposit Polimer Berpenguat Bagasse

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eqitha Dea Clareyna

    2013-09-01

    Full Text Available Bagasse memiliki kandungan serat yang cukup besar dan berpotensi digunakan sebagai bahan penguat dalam pembuatan komposit karena sifatnya yang kuat dan ringan. Dalam penelitian tugas akhir ini telah dibuat bahan komposit berpenguat bagasse dengan empat macam ukuran penguat yaitu serat chopped serta partikel berukuran 100 mesh, 140 mesh, dan 200 mesh. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan fraksi volume penguat divariasi dari 2,5% hingga 15%. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan densitas terbaik dimiliki oleh sampel komposit dengan penguat berukuran 200 mesh sebanyak 7,5% volume. Kekuatan tarik sampel tersebut adalah  28,83  MPa dan densitasnya adalah 1,15 gr/cm3. Adapun kekuatan impak terbesar dimiliki oleh sampel komposit dengan 2,5% volume sebesar 0,00271 J/mm2. Dengan demikian sampel komposit yang telah dibuat dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku industri menggantikan tiang penyangga (scantlings pada struktur kayu (timber structure sesuai standar AS 1720.1.

  12. Optimum dose of 2-hydroxyethyl methacrylate based bonding material on pulp cells toxicity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Saraswati

    2010-06-01

    Full Text Available Background: 2-hydroxyethyl methacrylate (HEMA, one type of resins commonly used as bonding base material, is commonly used due to its advantageous chemical characteristics. Several preliminary studies indicated that resin is a material capable to induce damage in dentin-pulp complex. It is necessary to perform further investigation related with its biological safety for hard and soft tissues in oral cavity. Purpose: The author performed an in vitro test to find optimum dose of HEMA resin monomer that may induce toxicity in pulp fibroblast cells. Method: The method of this study was experimental laboratory with post test control group design. Primary cell culture was made from dental pulp fibroblast cells, and was given with HEMA resin bonding material in various concentrations (5 µg/ml–2560 µg/ml, and then subjected to toxicity test (MTT assay. Result: HEMA optimum concentration was 320 µg/ml to induce cytotoxicity in pulp fibroblast cells. Conclusion: The used of HEMA - base bonding material with the concentration of 200 µg/ml may induced pulp fibroblas cell toxicity.Latar belakang: Keberhasilan suatu bahan bonding secara klinis tergantung pada kandungan fisik, kimia dan keamanan secara biologis. HEMA (2-hydroxyethyl methacrylate adalah bahan resin yang paling banyak digunakan karena memiliki sifat fisik-kimia yang baik. Beberapa penelitian pendahuluan menyebutkan bahwa resin merupakan bahan yang mampu menyebabkan gangguan pada kompleks dentin pulpa sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menyangkut segi keamanan secara biologis bagi jaringan keras dan jaringan lunak di rongga mulut. Tujuan: Penelitian ini akan menguji secara in vitro (pada kultur sel fibroblas pulpa gigi untuk mengetahui dosis optimal monomer resin HEMA yang dapat menyebabkan toksisitas pada sel fibroblas pulpa. Metode: Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test control group design. Kultur sel primer dibuat dari

  13. Pengaruh Variasi Waktu Ultrasonikasi dan Waktu Tahan Hydrothermal terhadap Struktur dan Konduktivitas Listrik Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Junaidi

    2014-03-01

    Full Text Available Graphene merupakan satu lapis atom karbon yang mengalami hibridisasi sp2 membentuk struktur heksagonal 2D. Graphene memiliki potensi besar untuk aplikasi nanoelectronic materials. Penelitian ini bertujuan menganalisis waktu ultrasonikasi dan hidrothermal terbaik untuk mensintesis Graphene. Graphene disintesis dengan metode reduksi Grafit Oksida (GO. Grafit dioksidasi membentuk GO dengan modifikasi metode Hummer. GO diultrasonikasi dengan variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Kemudian proses reduksi GO dilakukan secara kimia dengan penambahan serbuk Zn dan teknik hidrothermal 200 oC dengan variasi waktu tahan 12, 18 dan 24 jam. Analisis morfologi dan struktur graphene dilakukan dengan pengujian SEM dan XRD. Pengujian Iodine Number untuk mengetahui kemampuan graphene menyerap Iodin. Pengujian FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk  pada GO dan Graphene. Pengujian Four Point Probe Test (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik Graphene. Hasil analsis menunjukkan bahwa graphene hasil ultrasonikasi 120 menit dan Holding 12 jam memiliki struktur Single Layer Graphene (SLG dengan konduktivitas listrik terbaik 0.0105 S/m

  14. Pengaruh chitosan belangkas (Tachypleus gigas nanopartikel terhadap celah antara berbagai jenis semen ionomer kaca dengan dentin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Sutrisman

    2014-09-01

    Full Text Available Background: The development of dental material restoration is regarded to be relevant to obtain a better bonding between dental structure and restorative materials. Glass ionomer cement (GIC is a bioactive material. Resin-modified GIC (RMGIC is an alternative to the conventional glass ionomer. Nowadays with nano technology, this material is available in nano particle glass ionomer form in order to enhance the bond strength between tooth structure and restoration. The use of the natural product in dentistry such as chitosan has increased widely. Chitosan is one of the natural materials that used to improve the bioactivity of the glass ionomer. studies showed that addition of chitosan high molecule to GIC can increase mechanical performance and capability and also as a catalyst to release fluoride ions. Purpose: This study was aimed to examine the effect of the addition of high molecular nanoparticle chitosan derived from horseshoe crab (Tachypleus gigas on interface of RMGIC, nano RMGIC and the dentin surface. Methods: Nano particle chitosan was added to the restorative materials and then applied to the class I cavity of premolar and then the tooth was sectioned with diamond disc. specimens were prepared for sEM examination. Results: The result showed that the addition of chitosan increases adhesion between restoration and dentin structure. Conclusion: The addition of nanoparticle chitosan with a high molecular weight of 0.015% into RMGIC and nanoparticle RMGIC can improve the adhesion of restorative material to dentin structure.Latar belakang: Perkembangan restorasi bahan gigi untuk mendapatkan ikatan yang lebih baik antara struktur gigi dan bahan restoratif. semen ionomer kaca (sIK adalah bahan bioaktif. semen ionomer kaca modifikasi resin (sIKMR adalah sebuah alternatif untuk ionomer kaca konvensional. saat ini dengan teknologi nano, bahan ini tersedia dalam bentuk partikel nano ionomer kaca untuk meningkatkan kekuatan ikatan antara struktur

  15. Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp. yang diberi pakan berbahan baku lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaenal Abidin

    2015-05-01

    Full Text Available Abstract. Fish meal, corn, and rice bran are feed ingredient which easily obtained. Different of quality and amount of each ingredients in fish feed result a various respons on fish.  The aim of this study were to determine respon of growth and feed consumption of walking cat fish (Clarias sp. which fed feed made of fish meal, rice bran, and corn. The experimental diets containing fish meal, corn meal, and rice bran meal, respectively A. 70;10:19,5.; B. 60;25;14,5 C=60,19,75:19,75; D=60:9,5:30, and the other diets, E and F, were commersial diets. Daily growth rate, feed consumption, feed eficiency, and feed conversion ratio showed significant differences (p>0,05 among the treatments. In general, feed consumption rate, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate were best obtained on commercial feed, while feed made from local ingredients showed lower performance than commercial feed. The low quality of feed local ingredients were caused by used low quality of local ingredients which caused the level minimum of fibre and ash were high in 17,9% and 23,5%, respectively. The utilization of Local fish meal 60-70%, corn meal 9,5-19,75%, and rice bran meal 14,5-30% in fish diet did not result better growth performance than commercial diet, however the best formulation for local ingredients of fish meal, corn meal, rice bran meal were 60%; 19,75%; 19,75% and 60%; 9,5%;30 % respectively Keywords : Corn meal; diets; feed consumption; fish meal; growth; rice bran; walking catfish (Clarias sp. Abstrak.  Tepung ikan, jagung dan dedak padi adalah merupakan bahan baku yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan, meskipun demikian perbedaan kualitas setiap jenis bahan baku dan jumlah pengggunaan setiap bahan baku dalam pakan dapat menghasilkan respon yang berbeda terhadap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp. yang diberikan pakan berbahan tepung

  16. Odstranjivanje olova iz industrijske i sintetičke Cu-Pb-Fe legure argonskim pročišćavanjem

    OpenAIRE

    B. Oleksiak; G. Siwiec

    2012-01-01

    Daju se rezultati istraživanja odstranjivanja olova iz sintetičke i industrijske Cu-Pb-Fe legure argonskim pročišćavanjem. Za ispitiva nje odabrana je sintetička industrijska legura iz tvrtke za bakar “Glogow II”. Osnovni uređaj za istraživanje je cje vasta peć sa mogućnošću zagrijavanja uzoraka iznad 1 473 K. Ispitivanja su provedena u 2 serije. Prva serija je provedena na sintetičkoj leguri, a druga serija na industrijskim legurama. Sve serije su izvedene na 1 473 K sa strujom plina 5,55•10...

  17. Pengembangan Buku Ajar Matematika Tematik Integratif Materi Pengukuran Berat Benda untuk Kelas I SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. Kurbaita

    2013-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan buku ajar matematika tematik integratif materi pengukuran berat benda. Subjek penelitian adalah siswa kelas I Abu Bakar Ash Siddiq SD IT Al Furqon Palembang yang berjumlah 27 orang. Metode yang digunakan pengembangan atau development research. Kevalidan tergambar dari hasil penilaian validator, dimana hampir semua validator menyatakan baik berdasarkan content (sesuai kurikulum dan materi, konstruk (sesuai dengan karakteristik/indikator yang ada dan bahasa (sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku/EYD. Sedangkan kepraktisan tergambar dari buku ajar matematika tematik integratif yang telah dikembangkan dapat digunakan oleh siswa untuk belajar dan juga bisa dipakai guru dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Hasil tes siswa menunjukkan 9 orang siswa (33,3% termasuk kategori sangat baik, 11 orang siswa (40,7% termasuk kategori baik, 4 orang siswa (14,8% termasuk kategori cukup, dan 3 orang siswa (11,1% termasuk kategori kurang.The purpose of this research is to produce math textbook integrative thematic material objects weight measurements. The subjects were first graders Abu Bakar Siddiq Al Furqan SD IT Palembang totaling 27 people. The method used development or research development. Illustrated the validity of the assessment results validator, where almost all the validators declared either by content (appropriate curriculum and materials , construct (according to the characteristics/indicators exist and language (in accordance with the applicable rules of language/EYD . While practicality is reflected in the thematic integrative math textbook that has been developed can be used by students to learn and teachers can also be used in presenting the material in the learning process. The test results showed students 9 students (33.3% including the excellent category , 11 students (40.7% categorized as good , 4 students (14.8% categorized as adequate, and 3 students (11,1% less category.

  18. KAJIAN TEKNIS PROPELLER -ENGINE MATCHING PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK HYBRID DARI SOLAR CELL DAN GENSET SEBAGAI MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketersediaan energi tak terbarukan yang kian menipis akan menjadi permasalahan besar bagi kehidupan manusia, banyak pemikiran sudah dicurahkan oleh para ilmuan guna mengantisipasi adanya kemungkinan krisis energi di masa yang akan datang. Selain dari permasalahan keterbatasan energi yang ada juga timbul masalah baru dari penggunaan energi tak terbarukan tersebut yaitu berupa polusi dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim di dunia. Para pemimpin dari berbagai negara menggelar konferensi tentang perubahan iklim di Bali (UNFCCC, sebagai tindak lanjut dari Protokol Kyoto yang diselenggarakan di Jepang sebelumnya, sehubungan dengan perubahan iklim dunia, beberapa negara sepakat untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin berbahan bakar mineral, yang dianggap sebagai penyumbang polusi udara terbanyak, dengan membuat kebijakan yang diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk mengurangi polusi udara, salah satu solusi yang dibahas penulis adalah penggunaan motor listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar mineral, tujuan dari penelitian ini adalah menghitung parameter pendukung propeller engine matching (putaran mesin, BHP mesin, dan hambatan kapal , pada kapal ikan tradisional KM Brandal, dan penentuan ukuran propeller yang sesuai dengan kapal ikan KM Brandal dengan menggunakan sistem hybrid. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan perhitungan pada sistem penggerak kapal baik di lapangan maupun simulasi hybrid, rangkaian hybrid ini terdiri dari beberapa komponen antara lain 2 buah solar cell 100 WP, genset 800 VA, 2 buah baterai 70 Ah, dan motor listrik 12 volt 80 ampere, sedangkan untuk mendapatkan tegangan listrik yang sama pada rangkaian hybrid beberapa komponen seperti baterai, genset, dan solar cell disusun secara paralel. Penelitian tentang Propeller-Engine Matching pada rangkaian hybrid kapal ikan KM Brandal menghasilkan beberapa parameter optimasi propeller antara lain hambatan kapal 1,04 kN, daya efektif

  19. Shear strength of orthodontic bracket bonding with GIC bonding agent after the application of CPP-ACPF paste

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melisa Budipramana

    2013-03-01

    Full Text Available Background: White spot lesion is a major problem during fixed orthodontic treatment. This problem can be solved by minimizing white spot lesion before the treatment and using a fluoride-releasing bonding agent. The application of casein phosphopeptidesamorphous calcium phospate fluoride (CPP-ACPF paste as remineralization agent before treatment and GIC as orthodontic bonding agent is expected to overcome this problem as well as to strengthen GIC bonding. Purpose: To measure the shear strength of fix orthodontic appliance using GIC bonding with CPP-ACPF application prior treatment. Methods: In this study, 50 extracted premolars were randomly divided into 2 groups: group 1 as treatment group and group II as control group that was not given CPPACPF pretreatment. After having been cut and put into acrylic device, the samples in group I were given pretreatment with CPP-ACPF paste on enamel surface for 2 minutes twice a day as instructed in product label for 14 days. Orthodontic brackets were bonded with GIC bonding agent on all samples in both groups as instructed in product label. Then, the shear strength was measured by Autograph Shimatzu with crosshead speed 0.5 mm/minute. The data was analyzed with Independent t-test. Results: The mean shear bond strength in treatment group was 19.22 ± 4.04 MPa and in control group was 12.97 ± 3.97 MPa. Independent t-test analysis showed that there was a significant difference between treatment and control group (p<0.05. Conclusion: CPP-ACPF pretreatment could increase GIC orthodontic bonding shear strength.Latar belakang: Lesi putih karies merupakan masalah utama selama perawatan dengan peranti cekat ortodonti. Hal ini dapat diatasi dengan cara mengurangi lesi putih sebelum perawatan dengan menggunakan bahan bonding yang mengandung fluorida. Aplikasi pasta casein phosphopeptides-amorphous calcium phospate fluoride (CPP-ACPF sebagai bahan remineralisasi sebelum perawatan dan bahan bonding GIC diharapkan dapat

  20. Biocompatibility and osteoconductivity of injectable bone xenograft, hydroxyapatite and hydroxyapatite-chitosan on osteoblast culture

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bachtiar EW

    2010-12-01

    Full Text Available Background: Bone graft in the form of injectable paste gives several advantages over the powder form as it could be placed in the defect area that has limited accessibility. Purpose: The purpose of this study was to assess biocompatibility and osteoconductivity of an injectable bone xenograft (IBX, injectable hydroxyapatite (IHA and injectable hydroxyapatite-chitosan (IHA-C on osteoblastic cell line (MG-63. Methods: Three concentrations (0.25%, 0.5% and 1.0% of IBX, IHA and IHA-C were supplemented with DMEM culture medium. The viability cells were measured by MTT assay 4 hour after incubation. ALP activity was measured at day 1, 3, 5 and 7. Calcium deposition was tested at day 3 and day 7 by means of Von Kossa staining. Results: MTT assay showed that the viability cells of all the test groups were above 100% compared to the control group. The cell viability of the 0.25% IHA paste was significantly higher (115.02% ± 4.37%, p < 0.05 compared with IBX paste and IHA-C in all concentrations tested. The highest level of ALP secretion of all test groups was found on the fifth day of exposure. The highest level of ALP in the IBX paste group was 0.25% concentration while the highest level of ALP in the IHA-C and IHA paste group was 1% and 0.25%, respectively. In addition, the highest calcium deposition was shown on IHA 1% at day 7 (p > 0.05. Conclusion: It was suggested that adequate biocompatibility and osteoconductivity was evident for all injectable pastes tested.Latar belakang: Bahan tandur tulang dalam bentuk pasta injeksi memiliki kelebihan dibandingkan bila bahan tersebut berupa bubuk, karena lebih mudah diaplikasikan pada daerah yang sulit dijangkau. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sifat biokompatibilitas dan osteokonduktifitas biomaterial tandur tulang dalam bentuk injectable bone xenograft (IBX, injectable hydroxyapatite (IHA dan injectable hydroxyapatite-chitosan (IHA-C pada galur sel osteoblas (MG-63. Metode: Bahan tandur

  1. ANALYSIS OF CHEMICAL COMPOUNDS OF AGARWOOD OIL FROM DIFFERENT SPECIES BY GAS CHROMATOGRAPHY MASS SPECTROMETRY (GCMS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yumi Zuhanis Has-Yun Hashim

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACT: Agarwood oil is a highly prized type of oil due to its unique aroma. The oil is extracted from the fragrant resin found in the agarwood tree (trunk.  The unique aroma and quality of agarwood resin and oil are contributed by the presence of certain chemical compounds. In this work, analysis and comparison of the chemical compounds of agarwood oil from A. malaccensis, A. sub-integra and a mixture of both were conducted.  The essential oils were diluted in hexane (5% prior to gas chromatography mass spectrometry (GCMS analysis performed using Agilent GCMS 7890A coupled with MSD quadrupole detector 5975 C.  Separation of analytes by gas chromatography was carried out using a Hewlett Packard HP-5MS silica capillary column (30 m X 0.25 mm X 0.25 mm. A total of 107 compounds were identified from the three samples of agarwood oils. Fifty-five (55 components were identified in A. malaccensis sample which contributes to the largest portion of the total compounds. About 20% of the compounds identified were aromatic and sesquiterpenes which have been revealed to be the main active compounds of agarwood oils which also give the aroma and pleasant odour of agarwood. Different compositions or profile of chemical components were found in agarwood oils from the two different species. Two compounds were commonly identified in all three samples namely 3-phenyl-2-butanone and alpha-cubebene.  Further studies are needed to refine the results which later can be used to assist detection and authentication of agarwood as well as its scientific-based grading. ABSTRAK: Minyak gaharu merupakan sejenis minyak beraroma unik yang mendapat permintaan tinggi dan mahal. Minyak ini diekstrak daripada resin beraroma yang terbentuk di dalam batang pokok gaharu. Keunikan aroma dan kualiti resin dan minyak gaharu ini bergantung kepada kehadiran bahan kimia tertentu. Penyelidikan ini menjurus kepada analisis dan perbandingan bahan-bahan kimia yang terdapat dalam minyak

  2. Pra Desain Pabrik Sorbitol dari Tepung Tapioka dengan Hidrogenasi Katalitik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hellen Kartika Dewi

    2014-03-01

    Full Text Available Sorbitol yang dikenal juga sebagai glusitol, adalah suatu gula alkohol yang dimetabolisme lambat di dalam tubuh. Sorbitol banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri barang konsumsi dan makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetika, farmasi, vitamin C, termasuk industri tekstil dan kulit. Pembuatan sorbitol dari bahan baku tepung tapioka. Pabrik sorbitol ini direncanakan akan didirikan di Propinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Batang dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun. Proses produksi Sorbitol menggunakan proses hidrogenasi katalitik. Pembuatan sorbitol dari bahan baku pati melalui dua tahap proses utama yaitu proses perubahan starch menjadi glukosa melalui hidrolisa double enzym. Enzim yang digunakan yaitu α-amylase dan glukoamylase. Proses hidrogenasi katalitik dilakukan dengan mereaksikan larutan dekstrose dan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan menambahkan katalis nikel dalam reaktor (Reaktor Hidrogenasi. Gas hidrogen masuk dari bawah reaktor secara bubbling dan larutan dekstrose diumpankan dari atas reaktor sehingga kontak yang terjadi semakin baik. Sorbitol yang di hasilkan dalam pradesain pabrik sorbitol ini dengan konsentrasi 58,2%. Pendirian pabrik sorbitol memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital sebesar Rp 168.801.192.952, modal kerja (working capital  Rp 29.788.445.815, investasi total Rp 198.589.638.767, Biaya produksi per tahun Rp 368.832.813.809 dan  hasil penjualan per tahun Rp 540.000.078.750. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 26,32%. ROI sesudah pajak 48,5 %, POT sesudah pajak 2,14 tahun. Dari segi teknis dan ekonomis, pabrik ini layak untuk didirikan.

  3. PENGARUH KETEBALAN IRISAN DAN LAMA PEREBUSAN (BLANCHING TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS DAN KADAR MINYAK ATSIRI SIMPLISIA DRINGO (Acorus calamus L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Sudrajad

    2012-10-01

    Full Text Available Beberapa simplisia perlu mengalami proses seperti perajangan dan blanching. Perajangan dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengepakan dan penggilingan. Semakin tipis bahan yang dikeringkan, semakin cepat penguapan air yang dikandung, sehingga mempercepat waktu pengeringan. Namun irisan yang terlalu tipis menyebabkan zat yang mudah menguap seperti minyak atsiri akan berkurang kadarnya, sehingga mempengaruhi komposisi, bau dan rasa terutama pada simplisia seperti temu lawak, temu giring, jahe, kencur dan bahan sejenis lainnya. Perebusan (blanching adalah suatu proses pemanasan yang diberikan kepada bahan mentah selama beberapa menit  pada  suhu  air  mendidih yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk yang diolah. Rimpang tanaman ini secara empiris digunakan sebagai insektisida, demam nifas, karminatif. disentri dan limpa bengkak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ketebalan irisan dan lama perebusan (blanching terhadap gambaran makroskopis dan kadar minyak atsiri simplisia dringo (Acorus calamus L. Sebagai model digunakan Acorus calamus L. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap menggunakan 2 faktor perlakuan, yaitu faktor pertama ketebalan irisan (K. yaitu K1 =2 mm, K2 =4 mm. K3 = 6 mm dan lama blanching (B yaitu BO = tanpa blanching, B 1 = 5 menit dan B2 = 10 menit. Pengamatan dilakukan terhadap kualitas (warna, bentuk permukaan dan tekstur simplisia dan kadar minyak atsiri rimpang dringo. Simplisia dengan ketebalan irisan 2 mm tanpa perlakuan blanching menghasilkan minyak atsiri lebih tinggi (4,5% dengan kualitas simplisia yang lebih baik (warna putih kekuningan, permukaan rata dan tekstur liat, mudah dipatahkan sedangkan yang hasil terendah diperoleh pada perlakuan ketebalan irisan 2 mm dengan perlakuan lama blanching 10 menit yaitu  warna simplisia coklat, keadaan fisik irisan bergelombang, permukaan keras, sukar dipatahkan dengan kadar minyak atsiri (2%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tebal

  4. UJI EFIKASI KELAMBU BERINSEKTISIDA OLYSET TERHADAP VEKTOR MALARIA DAN FILARIASIS ANOPHELES BARBIROSTRIS DI FLORES TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barodji Barodji

    2012-10-01

    Full Text Available Uji coba tingkat perumahan penggunaan kelambu Olyset terhadap ventor malaria dan filariasis (Anopheles barbirostris telah dilakukan di daerah pemukiman sekitar rawa se-luhir (seputar tepi rawa, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur. Bahan pembuat kelambu Olyset (plyethylene resin mengandung permethrin 2%.Hasil penggunaan kelambu Olyset yang dinilai dengan penangkapan nyamuk menggunakan perangkap nyamuk yang ditempatkan di jendela (window trap dan uji bioassay menunjukkan bahwa efikasi kelambu olyset terhadap An. barbirostris efektif digunakan selama kurang lebih satu bulan. Kematian nyamuk pada satu bulan setelah penggunaan kelambu olyset adalah 72% di dalam window trap dan uji bioassay 57%.

  5. Pengembangan Buku Teks Membaca Intensif Berbasis Karakter di Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisda Miftakhul Ulum

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: The purpose of this study was (1 to develop instructional materials intensive reading of literary and non-literary class VI character-based, including materials and presentation techniques book. The products of this research is the development of intensive reading literary books and non-literary. Development of reading books of literary and non-literary intensive use development model of the development of teaching materials and the adaptation of Pannen Purwanto by step development of teaching materials from Tomlinson. Stages of development model is a preliminary analysis, the analysis of the curriculum, reading text collection, the selection of reading texts, writing and materials development, product testing, revision, and then the final product. Test subjects in the study were expert subjects and the learning of Indonesian language, character education experts, instructional media specialists, teachers and sixth grade students of SDN Pakis. The results of field tests of validity and intensive reading literary books and non-literary shows the criteria are very valid and ready to be used for the actual learning activities.Key Words: textbooks development, sixth grade intensive reading, character Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar membaca intensif sastra dan non sastra kelas VI berbasis karakter, meliputi materi dan teknik penyajian buku. Produk penelitian pengem-bangan ini adalah buku membaca intensif sastra dan non sastra. Pengembangan buku membaca intensif sastra dan non sastra menggunakan model pengembangan bahan ajar hasil adaptasi dari Pannen dan Purwanto dengan langkah pengembangan bahan ajar dari Tomlinson. Tahapan model pengembangan adalah analisis pendahuluan, analisis kurikulum, pengumpulan teks bacaan, pemilihan teks bacaan, penulisan dan penyusunan bahan ajar, uji coba produk, revisi, kemudian produk akhir. Subjek uji dalam penelitian adalah ahli mata pelajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia

  6. Pengaruh Temperatur Hydrothermal Terhadap Performa Elektrokimia Lifepo4 Sebagai Katoda Baterai Ion Lithium Type Aqueous Elektrolit

    OpenAIRE

    Hendro Waluyo; Lukman Noerochim

    2014-01-01

    Katoda yang biasa digunakan produsen baterai lithium saat ini adalah LiCoO2. Dimana LiCoO2 memilki beberapa kekurangan beracun, tidak stabil, dan harganya mahal. Bahan katoda yang sangat menjanjikan adalah lithium iron phosphate (LiFePO4) untuk bisa menggantikan LiCoO2 .Dalam proses sintesis katoda LiFePO4 pada penelitian ini menggunakan metode hydrothermal dengan variasi temperatur 1500C,1750C dan 2000C selama 12 jam untuk waktu holdingnya. Dari hasil pengujian XRD menunjukkan terbentuknya ...

  7. Perlindungan Hak Cipta, Hak Terkait, dan Desain Industri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Widyaputri Kariodimedjo

    2012-02-01

    Full Text Available This writing is intended to disseminate the concept of copyright, related right, and industrial design to researchers and professors at universities. It also discusses the recent development on the protection of those rights according to international convention and Indonesian law, as well as explains the procedures to admit the rights.  Tulisan ini merupakan bahan dalam rangka sosialisasi hak cipta, hak terkait, dan desain industri kepada peneliti dan dosen di perguruan tinggi. Tulisan ini membahas perkembangan seputar perlindungan hak-hak tersebut berdasarkan konvensi internasional dan hukum Indonesia, serta menjelaskan prosedur dan persyaratan permohonan pendaftaran hak.

  8. Surfaktan Sodium Ligno Sulfonat (SLS dari Debu Sabut Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Mulyawan

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beragam hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata sebanyak 15,5 miliar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut (coir fiber dan 3,3 juta ton debu sabut (coir dust/ cocopeat. Komposisi sabut kelapa terdiri dari 25% gabus dan 75% serat . Tetapi, debu sabut kelapa masih dikembangkan sebatas sebagai media tanam. sisanya akan menjadi limbah dengan kontribusi sangat besar dari pengisi pada volume total sampah domestiK. Banyaknya komoditas kelapa dan potensi limbah sabut yang dihasilkan, membuat pemanfaatan Debu Sabut menjadi bahan yang bernilai ekonomis patut untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan Surfakatan Sodium Ligno Sulfonat (SLS yang selama ini komoditasnya diperoleh seluruhnya dari impor. Adapun tahapan proses pembuatan SLS dari Debu Sabut kelapa adalah mempersiapan Bahan Baku berupa Debu Sabut Kelapa. Dilanjutkan dengan pemasakan/pulping menggunakan metode organosolv dengan alat pemasak digester (R-120. Dari lindi hitam yang dihasilkan, akan diproses dengan Isolasi Lignin dengan metode presipitasi asam. Lindi hitam yang telah didapat diendapkan dengan menambahkan secara perlahan H2SO4dengan konsentrasi 20% sampai pH 2 pada tangki isolasi pertama (M-211.Proses isolasi dengan metode pengasaman banyak digunakan untuk mendapatkan lignin dengan kemurnian tinggi. Untuk Menghasilkan SLS, Lignin Isolat perlu direaksikan dengan bahan penyulfonasi natrium bisulfit (NaHSO3, sehingga menghasilkan natrium lignosulfonat (SLS pada reaktor sulfonasi (R-310. Berlokasi di Provinsi Riau, Pabrik ini akan dibangun dengan kapasistas 20.150 ton/tahun. Dari analisa ekonomi, diperlukan Modal tetap (FCI sebesar Rp 316.323.349.677; Modal kerja (WCI sebesar Rp 74.429.023.453; Investasi total (TCI sebesar Rp 390

  9. KARAKTERISTIK DAN PENDEKATAN KINETIKA GLOBAL PADA PIROLISIS LAMBAT SAMPAH KOTA TERSELEKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Aries Himawanto

    2012-04-01

    Full Text Available CHARACTERISTICS AND GLOBAL KINETIC APPROACH ON THE SLOW PYROLYSIS OF SELECTED MUNICIPAL WASTE. Municipal Solid Wastes (MSW has a great potential as a clean renewable feedstock for producing modern energy carriers through thermochemical conversion processes called pyrolysis. However, despite their enormous potential as energy sources, their thermal characteristics are still not well known. In the present study, the pyrolysis characteristics and pyrolysis kinetics of MSW single components (i.e bamboo wastes, banana leaves wastes, wrapping wastes, and styrofoam wastes and their mixture were investigated. The 20 grams sample were heated in a furnace under nitrogen environment from ambient temperature to 400°C at a heating rate of 10°C/min and held for 30 min. The results of the research showed that bamboo wastes and banana leaves wastes could be catogorized as low stability organics, while wrapping wastes could be catagorized as polymer mixture materials, while styrofoam wastes could be catagorized as plastic materials. The research also revealed that the global kinetic method  could be used to predict the MSW single component activation energy. Sampah kota mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sumber energi alternatif terbarukan melalui proses pirolisis. Namun demikian, pemahaman mengenai karakteristik termal proses pirolisis dari sampah kota masih belum banyak diketahui. Dalam penelitian ini, dilakukan analisa thermogravimetry dari komponen-komponen tunggal sampah kota yang meliputi sampah bambu, sampah daun, sampah bahan pengemas, dan sampah styrofoam maupun campuran antara komponen-komponen tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan karakteristik pirolisis komponen-komponen yang diteliti, meliputi profil proses devolatilisasi dan energi kinetik. Penelitian dilakukan dengan menempatkan sampel seberat 20 gram dalam sebuah tungku dan menaikkan temperatur tungku dengan laju pemanasan 10°C/min. Temperatur akhir sampel

  10. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  11. Keanekaragaman metabolit sekunder Genus Artocarpus (Moraceae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ALIEFMAN HAKIM

    2011-11-01

    Full Text Available Hakim A. 2011. Keanekaragaman metabolit sekunder Genus Artocarpus (Moraceae. Bioteknologi 8: 86-98. Beberaapa spesies dari genus Artocarpus (Moraceae telah diteliti kandungan bahan alamnya. Metabolit sekunder yang berhasil diisolasi dari genus Artocarpus terdiri dari terpenoid, flavonoid, stilbenoid, arilbenzofuran, neolignan, dan adduct Diels-Alder. Kelompok flavonoid merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan dari tumbuhan Artocarpus. Senyawa flavonoid yang telah berhasil diisolasi dari tumbuhan Artocarpus memiliki kerangka yang beragam seperti calkon, flavanon, flavan-3-ol, flavon sederhana, prenilflavon, oksepinoflavon, piranoflavon, dihidrobenzosanton, furanodi hidrobenzosanton, piranodihidrobenzosanton, kuinonosanton, siklolopentenosanton, santonolid, dihidrosanton.

  12. PENGARUH PENYIMPANAN BEKU SANTAN DAN KELAPA PARUT TERHADAP CITA RASA SANTAN DAN MUTU MINYAK YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Santan dan kelapa parut yang disimpan beku selama 1 sampai dengan 4 minggu telah diuji cita rasa santan dan mutu kimiawi dari minyak yang dihasilkannya. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa asam lemak bebas dan bilangan peroksida, yang dipakai sebagai petunjuk kerusakan minyak mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan sangat bermakna secara statistik setelah penyimpanan satu minggu, meskipun dengan percepatan yang berbeda. Angka-angka tersebut masih di bawah batas yang ditentukan dalam standar Industri Indonesia. Uji cita rasa menunjukkan bahwa lamanya penyimpanan serta bentuk bahan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis. Santan yang berasal dari kelapa parut beku masih disukai sampai dengan penyimpanan dua minggu.

  13. EKSTRAKSI DNA SPERMA PADA KONDOM YANG DISIMPAN DALAM RENTANG WAKTU BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.A. Gde Lanang

    2015-02-01

    Full Text Available Sperma adalah bahan biologis yang sering digunakan sebagai bukti untuk kasus pemerkosaan. Penelitian ekstraksi DNA dari sperma dilakukan untuk mengetahui apakah DNA dapat diekstraksi dari sperma pada kondom yang tersimpan selama 15, 20, 25, 30, dan 35 hari serta untuk mengetahui keberhasilan amplifikasinya. Sampel sperma dari seorang probandus diteteskan ke dalam kondom 2000 µL, kemudian disimpan selama 15, 20, 25, 30, dan 35 hari. Ekstraksi DNA dilakukan dengan menggunakan metode fenol-klorofom yang sudah dimodifikasi dan amplifikasi DNA dengan menggunakan PCR Mastermix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA masih dapat diekstraksi dan diamplifikasi dari sperma dalam kondom yang tersimpan hingga 35 hari.  

  14. Hubungan Konsumsi Makanan Sumber Antioksidan dan Omega-3 Terhadap Tekanan Darah Masyarakat di Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Putra Reza

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak             Pengaturan tekanan darah melibatkan banyak sistem seperti endotelium melalui aktifitas nitrit oksida. Produksi dan aktivitas nitrit oksida dapat dipengaruhi oleh pola makan, terutama asupan makanan sumber antioksidan dan omega-3. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara makanan sumber antioksidan dan omega-3 terhadap tekanan darah masyarakat di Sumatera barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder yang berasal dari penelitian Lipoeto et al (2008 yaitu “Faktor Determinan Hipertensi di Sumatera Barat”. Subyek penelitian berjumlah 400 orang yang diwawancarai menggunakan formulir Food Frequency Questioner (FFQ dan pemeriksaan tekanan darah dengan sphygmomanometer air raksa. Penelitian ini dilaksanakan dari Maret sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata konsumsi sayur dan buah masyarakat di Sumatera Barat lebih tinggi dari rerata Internasional, tapi lebih rendah dari rerata nasional dengan rerata 200.7 ± 128.11 gram/orang/hari, rerata konsumsi ikan masyarakat di Sumatera Barat lebih tinggi dari rerata nasional dan internasional yakni 101.26 ± 62.18 gram/orang/hari. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat mengalami kenaikan menjadi sebesar 41.76%. Tingkat konsumsi makanan sumber antioksidan dan omega-3 masyarakat Sumatera Barat lebih tinggi daripada rerata internasional. Terjadi peningkatan prevalensi hipertensi di Sumatera Barat. Kesimpulan hasil studi ini adalah tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan sumber antioksidan dan omega-3 terhadap tekanan darah.Kata kunci: antioksidan, omega-3, tekanan darah Abstract             Blood pressure regulation involves many systems, one of the most important is endothelial system through nitric oxide activity. Nitric oxide is also known to be affected by diet, especially dietary intake of antioxidants and omega-3. The objective of this study was to determine the correlation between consumption of food

  15. PRODUKSI BIODIESEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa HASIL DEKOMPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldes Lesbani

    2013-11-01

    Full Text Available Biodisel telah diproduksi dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis hasil dekomposisi kerang darah. Kerang darah didekomposisi pada berbagai temperatur dimulai dari 600-1100oC pada kondisi udara terbuka menggunakan furnace.Produk dekomposisi dianalisa menggunakan difraktometer X-Ray.Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum dekomposisi kerang darah terjadi pada temperatur 900oC.Pola XRD produk dekomposisi pada 900 oC mirip dengan pola XRD kalsium oksida standar. Penggunaan katalis hasil dekomposisi untuk produksi biodiesel menghasilkan viskositas dan densitas biodiesel sebesar 5,81 mm2/s dan 0,87 g/cm3. Hasil ini sesuai dengan standar biodiesel dari SNI yakni viskositas dan densitas yang disyaratkan SNI sebesar 2,3-6,0 mm2/s dan 0,85-0,89 g/cm3. Biodiesel was produced from waste cooking oil by transestrification reaction using decomposed cockle shell as catalyst. Cockle shell was decomposed at various temperatures ranging from 600-1100oC in open air condition using furnace. The decomposed product was analyzed using X-Ray diffractometer. The results showed that the optimum temperature for decomposition of cockle shell was at 900 oC. The XRD pattern of decomposed product at 900oC was similar with XRD pattern of calcium oxide standard. The use of decomposed shell to produce biodiesel resulted viscosity and density of biodiesel 5.81 mm2/s and 0.87 g/cm3, respectively. These results are appropriate with biodiesel standard form SNI where the viscosity and density of biodiesel from SNI value were 0.85-0.89 g/cm3 and 2.3-6.0 mm2/s.

  16. PENYEBARAN KEKUATAN DARI KOLOM YANG TERBUAT DARI LIMBAH KARBIT DAN KAPUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gogot Setyo Budi

    2003-01-01

    Full Text Available A method commonly used to stabilize expansive soils is mixing the soil with foreign materials. The main obstacle raised from soil stabilization in the field is the difficulty in mixing process. This paper presents the strength distribution in soft soil due to the addition of single columns of quicklime and carbide waste- product from gas industry that contains Calcium Oxide (CaO up to 60%. The results show that the addition of columns filled with carbide waste product and quicklime increase the shear strength of surrounding soil. The spreading of the strength tends to follow a unique pattern, that the increase of soil shear strength at a certain normalized-distance, S (in column diameter D from the column axis is constant. A significant increase of strength occurs in the area closer to the column, and it decreases with the distance from the column. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode yang umum dipakai untuk menstabilisasi tanah adalah mencampur tanah asli dengan material lain. Kendala utama yang timbul pada stabilisasi tanah di lapangan adalah kesulitan pada proses pencampuran. Makalah ini mempresentasikan penyebaran kekuatan tanah akibat kolom tunggal yang terbuat masing-masing dari kapur aktif dan limbah karbit, yang mengandung unsur Calsium Oksida (CaO sampai 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom limbah karbit dan kolom kapur dapat meningkatkan kekuatan tanah di sekitarnya. Penyebaran kekuatan tanah di sekitar kolom kapur dan limbah karbit cenderung mengikuti suatu pola yang unik, yaitu bahwa peningkatan kekuatan tanah pada jarak (yang dinormalisasikan dengan diameter kolom D adalah tetap. Peningkatan kekuatan geser tanah yang signifikan terjadi di daerah dekat kolom dan peningkatan ini mengecil seiring dengan jarak dari kolom.

  17. KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP DARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA: BAGIAN I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Sabita Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dianalisis komposisi zat gizi 10 macam soto dan 12 macam sayuran siap santap asal beberapa daerah di Indonesia. Bahan-bahan untuk penelitian, sebagian dibeli dari pedagang atau restoran yang menjual masakan tersebut, lainnya dibuat sendiri di laboratorium sesuai dengan resep masakan tersebut. Analisis meliputi "proximate", mineral dan vitamin. Per porsi, kandungan energi soto berkisar antara 495 kalori (soto Padang sampai 152 kalori (soto Kudus, protein berkisar antara 23 gram (soto Padang sampai 4,7 gram (soto Betawi, besi antara 13,3 miligram (soto Madura sampai 3,6 miligram (soto Betawi, karoten total antara 3134 mikrogram (soto Banjar sampai 63 mikrogram (soto Pemalang. Untuk sayuran siap santap, kandungan energi tertinggi dalam gulai pakis (672 kal, terendah dalam sayur asem (119; protein tertinggi dalam brongkos (54.2 g, terendah dalam sayur asem (2.9 g; besi tertinggi dalam botok lamtoro (58.8 mg, terendah dalam sayur sop; karoten total tertinggi dalam gulai pakis (46069 ug, terendah dalam gudeg (642 ug.

  18. Perancangan Kontroler Fuzzy PD untuk Kontrol Toleransi Kesalahan Sensor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch - Hafid

    2014-03-01

    Full Text Available Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR merupakan suatu plant nonlinear yang banyak digunakan di industri-industri kimia sebagai pengaduk bahan-bahan kimia. Proses di dalam CSTR sangat dipengaruhi oleh suhu, di mana suhu tersebut didapat dari uap panas yang mengalir di dalam dinding tangki melalui pipa, sehingga suhu tersebut harus dijaga supaya tetap berada pada suhu kerja dengan merancang suatu kontroler. Suhu di dalam tangki dideteksi oleh suatu sensor dan dari informasi pengukuran, kontroler akan memberikan sinyal kontrol agar proses di dalam CSTR berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Kesalahan pengukuran pada sensor dapat menyebabkan proses tidak berjalan dengan baik, bahkan dapat mengakibatkan berhentinya proses. Fault Tolerant Control (FTC, kontrol toleransi kesalahan, dapat memberikan kompensasi sehingga proses dapat berjalan dengan baik meskipun terjadi kesalahan pengukuran pada sensor. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan kontroler fuzzy PD untuk menjaga suhu di dalam CSTR tetap pada suhu kerja. Kesalahan sensor yang terjadi pada sistem diidentifikasi dengan menggunakan model-based fault diagnosis. Dari hasil identifikasi, ditentukan kategori-kategori kesalahan sensor. Tiap kategori memiliki nilai-nilai kompensasi terhadap kesalahan yang terjadi. Dengan adanya kompensasi tersebut maka proses pada CSTR dapat beroperasi dengan baik meskipun terjadi kesalahan pengukuran pada sensor.

  19. KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP ASAL BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA: BAGIAN II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Sabita Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dianalisis komposisi zat gizi makanan siap santap yang terdiri dari berbagai macam ayam goreng bagian dada, paha dan sayap dari produk/resep luar negeri (Church Texas, Kentucky dan Pioneer, dan produk/resep dalam negeri (Kalasan, Mbok Berek, Pasundan dan Sukabumi. Makanan siap santap lainnya yang dianalisis komposisi zat gizinya adalah masakan/resep khas didaerah dan telah dikenal di berbagai tempat di Indonesia (abon daging, rendang daging, bandeng presto, gurame asam manis, lele pencok, ikan mas pepes, ikan mujair acar kuning dan teri blado. Bahan yang diteliti diperoleh/dibeli di tempat-tempat yang khusus menjual makanan tersebut atau restoran-restoran. Analisis meliputi prosumate, mineral dan vitamin. Hasil analisis komposisi zat gizi berbagai ayam goreng menunjukkan bahwa kadar protein ayam goreng (bagian dada, paha dan sayap produk luar dan dalam negeri tidak jauh berbeda, antara 31.04% - 39.22%; kadar lemak antara 9.02- 20.64%,· zat besi antara 3.0-7.5 mg% dan niasin antara 4.7 -10 mg%. Abon daging yang dibeli dari pasar tinggi kadar serat kasamya, mungkin karena ditambahkan bahan lain. Kandungan zat besi rendang cukup tinggi, mungkin karena kontaminasi dari alat masak. Karotin total yang terdapat dalam rendang, gurame asam manis, mujair acar kuning agaknya berasal dari bumbu yang ditambahkan sementara kadar karotin total lele pencok berasal dari ikan itu sendiri. Kadar kalsium bandeng presto, ikan mas pepes dan teri blado cukup tinggi bila seluruh bagian ikan tersebut dimakan.

  20. Konversi Rumput Laut Menjadi Monosakarida Secara Hidrotermal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvy Eka Andansari

    2014-09-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan salah satu sumber devisa negara dan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir dan merupakan salah satu komoditi laut yang sangat populer dalam perdagangan dunia, karena pemanfaatannya yang demikian luas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai sumber pangan, obat-obatan dan bahan baku industri. Pada proses hidrolisis biasanya menggunakan katalisator asam seperti HCl, asam sulfat. Bahan yang digunakan untuk proses hidrolisis adalah pati. Hidrolisis merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil / OH oleh suatu senyawa. Tujuan penelitian ini antara lain mempelajari proses, pengaruh waktu, suhu, dan konsentrasi katalis terhadap reaksi konversi, serta kinetika reaksi proses hidrolisis rumput laut menjadi monosakarida secara hidrotermal. Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan, didapatkan analisa gula pereduksi menggunakan metode HPLC dan spektofotometer reagen Nelson-Somogyi. Hidrolisis termal rumput laut dengan katalis asam sulfat dapat menghasilkan gula reduksi. Dari hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan, semakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi suhu, dan semakin besar konsentrasi katalis yang diberikan dapat menghasilkan % gula reduksi yang besar yaitu pada kondisi 80 menit; 240°C; 1N katalis menghasilkan presentase gula reduksi sebesar 0,2848 %. Dengan reaksi yang didapatkan adalah reaksi orde 1, diperoleh energi aktivasi yang lebih kecil pada konsentrasi katalis 1N yaitu sebesar 12.675 J/mol.