WorldWideScience

Sample records for bahan bakar oksida

  1. Alat Penghemat Bahan Bakar Berbasis Elektromagnet

    OpenAIRE

    Putra, Toni Dwi

    2010-01-01

    Alat penghemat bahan bakar premium yang berupa medan elektromagnet yang di beri kumparan di letakan setelah filter bahan bakar sebelum bahan bakar masuk ke karburator. Elektromagnet dapat memecah ion-ion yang mengumpal dalam bahan bakar. Percobaan dilakukan 4 kali dalam waktu 60 menit dengan interval pengukuran konsumsi bahan bakar setiap 5 menit. Setelah semua data diperoleh, dengan menggunakan uji F di peroleh hasil bahwa Alat dapat di pasang pada semua jenis kendaraan berbahan bakar premiu...

  2. DISKURSUS BAHAN BAKAR AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poempida Hidayatulloh

    2015-06-01

    Full Text Available Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O terdiri dari atom hidrogen (H2 dan oksigen (O2 yang keduanya dapat dibakar dan membantu proses pembakaran. Di mana dalam pembakaran akan tercipta energi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi gerak seperti dalam mesin bakar (combustion engine. Proses penguraian senyawa air menjadi hidrogen dan Oksigen dapat dilakukan melalui proses elektrolisa. Proses elektrolisa secara langsung akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun proses elektrolisa yang tepat dapat menghasilkan Brown Gas (HHO yang mempunyai daya bakar yang cukup besar. Tulisan ini membahas dilema pemakaian Brown Gas dalam konteks energi yang dihasilkan dengan perbandingan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya. Komparasi energi ini ditujukan untuk menunjukkan apakah kemudian Brown Gas dapat lebih lanjut digunakan untuk menjadi energi penggerak mesin yang ekonomis. Pembahasan tentang terjadinya pelanggaran terhadap hukum kekekalan energi berbasis fisika klasik secara filosofis pun termaktub.

  3. Bahan Bakar Alternatif Biodesel (Bagian I. Pengenalan)

    OpenAIRE

    Haryanto, Bode

    2002-01-01

    Indonesia memiliki beragam sumberdaya energi. Sumberdaya energy berupa minyak, gas, batubara, panas bumi, air dan sebagainya digunakan dalam berbagai aktivitas pembangunan baik secara langsung ataupun diekspor untuk mendapatkan devisa. Sumberdaya energy minyak dan gas adalah penyumbang terbesar devisa hasil ekspor. Kebutuhan akan bahan bakar minyak dalam negeri juga meningkat seiring meningkatnya pembangunan. kimia-bode

  4. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  5. Pengujian Alat Konversi Ban Bekas Menjadi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Saputra, Imron Aryadi; Arijanto, Arijanto

    2017-01-01

    Pirolisis dapat didefinisikan sebagai dekomposisi thermal material organik pada suasana inert (tanpa kehadiran oksigen) dan suhu tinggi sehingga terurai menjadi molekul yang lebih kecil. Pirolisis merupakan bentuk penghematan energi karena dapat menyuling bahan bakar atau bahan kimia yang berguna dari limbah padat. Produk pirolisis berupa gas, cair dan padat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji alat konversi ban bekas menjadi bahan bakar, mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan pada pr...

  6. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Salim Salim Aris

    2013-12-01

    Full Text Available Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimum dengan variasi trim yang dibuat pada kondisi displasemen 100%, 95%, 90%, 75% dan 55%. Dan juga berapa konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan pembuatan trim diagram untuk mengetahui variasi trim yang menghasilkan displasemen yang sama. Dan juga dibutuhkan software MAXSURF 11.12 untuk menganalisa tahanan dari variasi trim yang dibuat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variasi trim yang menghasilkan tahanan total paling minimal adalah trim by stern, namun terdapat satu kondisi dimana tahan total yang paling minimum adalah trim by bow yaitu pada saat kondisi 100% displasemen. Hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut area transom pada kapal ketika trim by stern banyak tercelup di dalam air, sedangkan ketika trim by bow hanya sedikit area transom yang tercelup di dalam air. Sehingga menyebabkan tambahan tahanan total pada saat trim by stern. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan berbanding lurus dengan besarnya daya yang dibutuhkan.

  7. PERENCANAAN PEMANFAATAN MARINE FUEL OIL (MFO SEBAGAI BAHAN BAKAR ENGINE DIESEL MaK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Poeswanto

    2015-06-01

    Full Text Available PT. PLN (Persero Area Bontang tengah berupaya melakukan penggantian jenis bahan bakar pada engine diesel merk MaK yang semula menggunakan High Speed Diesel (HSD menjadi Marine Fuel Oil (MFO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses treatment bahan bakar MFO untuk menurunkan viscositas dan penyeragaman ukuran partikel bahan bakar pada engine diesel merk MaK dan mengetahui perbandingan biaya penghematan dan evisiensi pemakaian bahan bakar HSD dengan bahan bakar MFO. Metode yang digunakan analisa perpindaahan panas pada oil heater dan viskositas bahan bakar yang digunakan untuk menentukan proses treatment bahan bakar MFO. Dari hasil perencanaan, proses treatment menggunakan oli heater dimana proses pemanasan oli dengan memanfaatkan panas dari gas buang hasil pembakaran. Dengan penggunaan bahan bakar MFO dapat menghemat biaya konsumsi bahan bakar sebesar Rp. 21.827.520,- per harinya.

  8. Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Memilih Bahan Bakar Minyak untuk Kendaraan Roda Dua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaifur Rahmatullah Abdul Rojak

    2018-01-01

    Full Text Available - Bahan bakar minyak merupakan suatu kebutuhan sekunder yang sangat berperan penting dalam membantu prinsip kerja mesin pada kendaraan, salah satunya untuk kendaraan roda dua. Bagi para pengguna alat transportasi yang memilih kendaraan roda dua masih terbilang jarang dalam memperhatikan jenis bahan bakar yang sesuai, baik, dan tepat untuk kendaraanya, karena dalam memilih bahan bakar minyak pengguna kendaraan roda dua dihadapkan dengan beberapa pilihan jenis bahan bakar yang tersedia distasiun pengisian bahan bakar (pertamina. Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan bahan bakar minyak adalah memperhatikan beberapa kriteria dari segi kualitas, harga, dampak polusi serta waktu antrian yang digunakan sebagai penilaian pertimbangan dalam menentukan bahan bakar minyak yang sesuai untuk masyarakat para pengendara roda dua, dengan menerapkan metode AHP (Analytical Hierarchy Process dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam memilih bahan bakar minyak untuk kendaraan roda dua. Dan hasil perhitungan yang menggunakan AHP dapat menentukan prioritas pilihan bahan bakar minyak yang sesuai baik dan tepat untuk kendaraan roda dua.

  9. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  10. Pengaruh Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Lolo, Roni Tandi; Suyatno, Agus; S, Suriansyah

    2013-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) kare...

  11. Variasi Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Suyatno, Agus

    2011-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet)...

  12. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  13. PENGATURAN TENTANG SURAT REKOMENDASI PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Darmiati

    2016-09-01

    oleh negara memegang peranan penting dalam penyediaan bahan bakar baik untuk transportasi dan energi, Minyak dan gas bumi tentunya haruslah dikelola secara profesional dan seoptimal mungkin. PT Pertamina (Persero sebagai pemegang kewenangan dalam pengelolaan dan Niaga Migas dalam pendistribusian BBM ke masyarakat, tentunya memberikan kesempatan hadirnya pihak ketiga sebagai mitra kerja yaitu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kompleksnya pengaturan mengenai BBM subsidi ini menimbulkan adanya kelangkaan pasokan minyak Solar (produk BBM Subsidi serta sulitnya masyarakat melakukan pembelian minyak Solar di SPBU. Permasalahan yang kemudian muncul adalah Bagaimanakah pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM bersubsidi dan Lembaga- Lembaga mana sajakah yang berwenang mengeluarkan Surat Ijin/ Surat Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dalam pembahasan permasalahannya menggunakan pendekatan Perundang- undangan (The Statute Approach dan Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical Conseptual Approach. Adapun sumber bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum Primer, Sekunder dan Tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi adalah diatur dalam Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pedoman penerbitan Surat Rekomendasi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk Pembelian Bahan Bakar Minyak Jenis Tertentu. Selain itu dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu disebutkan juga mengenai konsumen yang berhak menggunakan BBM jenis tertentu sehingga dapat dijadikan sebagai  dasar verifikasi pembuatan Surat Rekomendasi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan Surat Rekomendasi pembelian BBM Jenis Tertentu adalah keseluruhan Satuan Kerja Perangkat Daerah

  14. ANALISA PEMANFAATAN EXCESS COKE OVEN GAS SEBAGAI BAHAN BAKAR GAS HEATER DI IRON MAKING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Suderajat

    2016-02-01

    Full Text Available Analisa pemanfaatan excess Coke Oven Gas Sebagai Bakar Bakar Gas Heater dilakukan untuk Memanfaatkan excess COG dari coke oven plant yang berjumlah 11.722 NCMH untuk dipakai sebagai bahan bakar di gas heater dan juga untuk meningkatkan ketersediaan gas bakar akibat makin menurunnya pasokan dan semakin mahalnya gas alam. Dari hasil perhitungan Coke oven gas (COG memiliki nilai kalor yang relatif tinggi, yaitu sekitar 4,373.56 kCal/Nm3 atau kira-kira setengah nilai kalor gas alam yang mencapai 8600 kCal/Nm3. Apabila digunakan sebagai bahan bakar di gas heater akan berdampak Heat Duty kecil, Namun hal ini bisa diantisipasi dengan menambah flow dari COG yang akan masuk ke gas heater, apabila COG digunakan sebagai bahan bakar maka dapat menggantikan hampir separuh dari kebutuhan gas alam untuk volume yang sama

  15. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  16. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Premium, Pertamax, Pertamax Plus Dan Spiritus Terhadap Unjuk Kerja Engine Genset 4 Langkah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rapotan Saragih

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan penggunaan dari bahan bakar fosil untuk keperluan alat trasportasi terus  meningkat setiap harinya. Dimana bahan bakar yang digunakan berasal dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui, untuk itu diharapkan ada solusi mengatasi dari permasalah yang timbul akibat dari persediaan minyak bumi yang semakin lama semakin menipis. Salah satu solusi yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan spiritus sebagai bahan bakar pengganti dari bahan bakar fosil. Penggunaan spiritus sebagai bahan bakar merupakan salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui. Uji coba dilakukan di laboratorium Motor Pembakaran Dalam Teknik Mesin ITS pada genset Yasuka 4 langkah dengan menggunakan bahan bakar premium, pertamax, pertamax Plus dan spiritus. Penelitian meliputi pengujian performa unjuk kerja pada engine genset 4 langkah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan electrical dynamometer test, dengan pembebanan yang diberikan menggunakan lampu pijar dari 100 watt sampai 700 watt dengan interval 100 watt. Dari penelitian didapatkan, dengan penggunaan jenis bahan bakar spiritus mampu menghasilkan unjuk kerja dan gas buang yang baik. Perbaikan yang diperoleh pada unjuk kerja mesin yaitu daya efektik mengalami kenaikan sebesar 6,62 %, torsi mengalami kenaikan sebesar 6,61 %, tekanan efektif rata-rata mengalami kenaikan sebesar 6,61 % dan efisiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 25,39 %. Perbaikan yang diperoleh pada emisi CO turun sebesar 174,77 % dan HC turun sebesar 254,35 %.

  17. PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-12-01

    Full Text Available Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources, sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.

  18. EFEK DENSITAS BAHAN BAKAR TERHADAP PARAMETER KOEFISIEN REAKTIVITAS TERAS RRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rokhmadi Rokhmadi

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia usianya sudah tua semuanya. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini untuk melengkapi data desain RRI sebagai salah satu persyaratan untuk perizinan desain. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai koefisien reaktivitas teras RRI dengan konfigurasi teras setimbang yang optimal dengan konfigurasi teras 5×5 dan daya 20 MW, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari. Perhitungan koefisien reaktivitas teras RRI dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi. Perhitungan dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil pehitungan digunakan untuk melengkapi data desain konseptual teras yang menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, 550 g dan 700 g memiliki nilai koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, temperatur moderator, densitas moderator dan void semuanya negatif dan nilainya sangat bervariasi. Hal ini sudah memenuhi kriteria keselamatan desain konseptual teras RRI. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum, koefisien reaktivitas, WIMS, BATANFUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new reserach reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefor, it is needed to design a new research reactor as a alternative called it innovative research reactor (IRR and then as

  19. Lpg sebagai Energi Alternatif untuk Bahan Bakar Dual-fuel Mesin Diesel Kapal Nelayan Tradisional

    OpenAIRE

    kuncoro, ari; Ma’muri, Ma’muri; Wasis W, S

    2016-01-01

    Penggunaan Liquified Petrolium Gas (LPG) sebagai bahan bakar alternatif pada mesin-mesin berbahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sudah banyak dilakukan sebagai jawaban atas agenda penting pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pemakaian BBM, namun belum banyak digunakan oleh nelayan tradisional.Oleh maka itu, perlu untuk memasyarakatkan pemakaian LPG kepada nelayan tradisional, dimana untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan banyak menggunakan mesin sebagai alat penggerak kapal.Salah sa...

  20. Studi Awal Desain Pebble Bed Reactor Berbasis Htr-pm Dengan Skema Resirkulasi Bahan Bakar Once-through-then-out

    OpenAIRE

    Setiadipura, Topan; Pane, Jupiter Sitorus; Zuhair, Zuhair

    2016-01-01

    STUDI AWAL DESAIN PEBBLE BED REACTOR BERBASIS HTR-PM DENGAN RESIRKULASI BAHAN BAKAR ONCE-THROUGH-THEN-OUT. Reaktor nuklir tipe pebble bed reactor (PBR) adalah salah satu reaktor canggih dengan fitur keselamatan pasif yang kuat. Pada desain tipe ini berpotensi untuk dilakukan kogenerasi yang bermanfaat untuk pengolahan berbagai mineral di berbagai pulau di Indonesia. Operasi PBR dapat lebih disederhanakan dengan menerapkan skema pengisian bahan bakar once-through-then-out (OTTO) dimana bahan b...

  1. PEMANFAATAN KOTORAN AYAM DENGAN CAMPURAN CANGKANG KARET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2013-12-01

    Full Text Available Berdasarkan Statistik Energi Indonesia (DESDM, 2004 cadangan minyak bumi di Indonesia hanya tersisa sekitar sembilan milyar barel. Apabila energi terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru diperkirakan cadangan yang dimiliki Indonesia akan habis dalam dua dekade mendatang. Mengenai hal ini pemerintah sudah membuat peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi dalam hal dapat mengembangkan sumber energi alternatif untuk pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Berbagai solusi yang telah ditawarkan oleh para ilmuwan didunia untuk mengatasi ketergantungan terhadap minyak bumi, yaitu dengan menggunakan energi baru terbarukan. Biomasa adalah suatu limbah padat yang bisa di manfaatkan lagi sebagai bahan bakar. Biomasa meliputi limbah pertanian, perkebunan dan hutan, komponen dari indusri dan rumah tangga, salah satu pemanfaatan biomasa adalah dibuat briket. Briket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan perekat tepung tapioka 1 : 3 bahan baku dari briket ini mengunakan limbah - limbah sisa produksi, baik itu rumah tangga, pekebunan maupun sampah dari proses alam, seperti daun – daun yang gugur. Bahan baku pembuatan briket dalam penelitian ini adalah kotoran ayam dan cangkang karet. Hasil pengujian briket kotoran ayam dan cangkang karet adalah pembuatan briket dengan satu bentuk analisa proksimasi (nilai kalor, air, abu, fixed karbon dari pengujian pembakaran temperature yang baik yaitu 433 pada briket kotoran ayam dan cangkang karet pada perbandinganya yaitu 40 : 60 pada ke 16 efisiensi pembakaran perbandingan paling banyak adalah proksimasi.

  2. Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Ragil Wibisono

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.

  3. ANALISIS KRITIKALITAS BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS REAKTOR RSG-GAS PADA RAK BERBAHAN ALUMINIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pungky Ayu Artiani

    2017-08-01

    Full Text Available Penggunaan stainless steel sebagai material rak penyimpanan bahan bakar nuklir bekas (BBNB di fasilitas Kanal Hubung – Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas (KH-IPSB3 berpotensi menyebabkan terjadinya korosi galvanik pada BBNB sehingga penggantian material rak penyimpanan BBNB perlu dipertimbangkan. Potensi korosi galvanik terjadi karena aluminium sebagai material utama kelongsong Bahan Bakar Nuklir (BBN Reaktor Serba Guna - G. A. Siwabessy (reaktor RSG-GAS berinteraksi dengan stainless steel sebagai material rak penyimpan BBNB. Aluminium dapat digunakan sebagai material alternatif rak penyimpanan BBNB untuk mengurangi efek korosi galvanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritikalitas rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium. Jaminan kritikalitas diperlukan untuk menjaga keselamatan fasilitas KH-IPSB3. Rak penyimpanan aluminium yang optimum dikaji dengan melakukan simulasi ukuran pitch dan menghitung laju serapan neutron pada kondisi normal (tidak terjadi kecelakaan. Perhitungan nilai kritikalitas (keff dilakukan menggunakan program Monte Carlo N-Particle versi 6 (MCNP6. Model yang digunakan adalah model 3-dimensi satu rak utuh yang terisi penuh dengan BBNB di dalam kolam penyimpanan. Hasil perhitungan pada ukuran pitch 127 mm menunjukkan bahwa nilai keff rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium (keff = 0,7709 lebih besar 13,20% dibandingkan material stainless steel (keff = 0,6810. Nilai keff rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium pada ukuran tersebut masih berada dalam rentang yang disyaratkan yaitu keff kurang dari 0,95. Nilai keff dipengaruhi oleh ukuran pitch, dimana dengan berkurangnya ukuran pitch 1 mm dapat meningkatkan nilai keff sebesar 14,24%. Nilai laju serapan neutron juga mempengaruhi nilai keff, di mana laju serap neutron rak penyimpanan dengan material aluminium lebih kecil dibandingkan material stainless steel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rak penyimpanan dengan material aluminium

  4. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  5. Perbandingan Analisis Framing Headline Harian Tribun Timur dan Fajar Terhadap Berita Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak pada Bulan Maret-April 2012

    OpenAIRE

    Yusuf, Muhammad

    2014-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan Framing headline Tribun Timur dan Fajar dari berita kenaikan harga bahan bakar minyak. (2) Untuk menggambarkan perbandingan framing headline Tribun Timur dan Fajar dari berita kenaikan harga bahan bakar minyak. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud di atas, maka metode penelitian yang digunakan meliputi : tipe penelitian deskriftif kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada headline berita-ber...

  6. ANALISIS POLA MANAJEMEN BAHAN BAKAR DESAIN TERAS REAKTOR RISET TIPE MTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Parameter neutronik dibutuhkan dalam mendesain teras reaktor riset. Reaktor riset jenis MTR (Material Testing Reactor sangat diminati karena dapat digunakan baik untuk riset dan juga produksi radio isotop. Reaktor riset yang ada saat ini sudah tua sehingga dibutuhkan desain reaktor yang mempunyai teras kompak. Desain teras reaktor riset yang sudah ada saat ini belum cukup memadai untuk memenuhi persyaratan di dalam UCD yang telah ditetapkan yaitu fluks neutron termal di teras 1x1015 n/cm2s, oleh karena itu perlu dibuat desain teras reaktor baru sebagai alternatif yang kompak dan dapat menghasilkan fluks neutron tinggi. Telah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap manajemen bahan bakar desain teras kompak dengan konfigurasi teras 5x5, berbahan bakar U9Mo-Al dan tinggi teras aktif 70 cm. Tujuan dari riset ini untuk memperoleh fluks neutron di teras memenuhi kebutuhan seperti yang telah ditetapkan di UCD dengan panjang siklus operasi minimum 20 hari pada daya 50 MW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan paket program komputer WIMSD-5B untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik bahan bakar dan Batan-FUEL untuk memperoleh nilai parameter neutronik serta Batan-3DIFF untuk perhitungan nilai reaktivitas batang kendali. Perhitungan parameter neutronik teras reaktor riset ini dilakukan untuk bahan bakar U-9Mo-Al dengan tingkat muat bervariasi dan 2 macam pola pergantian bahan bakar yaitu teras segar dan teras setimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada teras segar, tingkat muat 235U sebesar 360 gram, 390 gram dan 450 gram memenuhi kriteria keselamatan dan kriteria penerimaan di UCD dengan nilai fluks neutron termal di teras lebih dari 1x1015 n/cm2s dan panjang siklus >20 hari, sedangkan pada teras setimbang panjang siklus dapat terpenuhi hanya untuk tingkat muat 450 gram. Kata kunci: desain teras reaktor, bahan bakar UMo, pola bahan bakar, WIMS, BATAN-FUEL   Research reactor core design needs neutronics parameter calculation use computer

  7. DESAIN TERAS DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkowo Wahyu Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Analisis desain down scale teras dan bahan bakar PBMR-HTR dengan menggunakan program SRAC bertujuan mengetahui pengaruh variasi pengayaan U235, burnable poison, laju aliran pendingin dan suhu pendingin masuk terhadap kekritisan teras serta aspek-aspek keselamatan reaktor nuklir dengan parameter nilai keff dan koefisien reaktivitas suhu bahan bakar, moderator dan pendingin. Teras PBMR-HTR berbentuk silinder finite dengan lubang ditengahnya yang berisi 334.000 bahan bakar pebble bed. Bahan bakar berupa UO2, moderator grafit dan pendingin helium. Model desain down scale dilakukan pada ½ teras yang mewakili keseluruhan teras. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengayaan bahan bakar sebesar 8%, 8,5%, 9%, 9,5% dan 10% sementara variasi konsentrasi burnable poison sebesar 5 ppm, 7 ppm, 9 ppm, 11 ppm, dan 15 ppm. Variasi laju aliran pendingin sebesar 60%, 80%, 100%, 120%, dan 140% sementara variasi suhu masukan pendingin sebesar 673,15K; 723,15K; 773,15K; 823,15K dan 873,15K. Pada penelitian ini keff pada BOL tanpa Gd2O3 sebesar 1.026213 dan EOL sebesar 0.995865 dengan excess reactivity sebesar 2,5 % dengan pengkayaan U235 9%. Sementara keff pada BOL dengan menggunakan Gd2O3 sebesar 1.0069680 dan EOL sebesar 0.9961928 dengan excess reactivity sebesar 0.69 % dengan konsentrasi Gd2O3 7 ppm. Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar,moderator dan pendingin berturut-turut sebesar -9,074583E-05/K, -2,971833E-05/K dan 1,120700E-05/K. Koefisien reaktivitas bernilai negatif menunjukkan karakteristik keselamatan melekat (inherent safety telah terpenuhi. Peningkatan suhu masukan dan penurunan laju aliran pendingin berkontribusi menurunkan nilai keff teras sehingga koefisien reaktivitas bernilai negatif. Kata kunci : PBMR-HTR, kritikalitas, reaktivitas, down scale, burnable poison Core and fuel down scale analysis on PBMR-HTR using SRAC program aims to identify the influence of U235 enrichment, burnable poison, coolant flow rate and coolant temperature

  8. ANALISIS TERMAL-ALIRAN KISI BAHAN BAKAR BOLA TERAS RGTT200K DENGAN FLUENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan Perpres No.5/2010, PTRKN-BATAN mengembangkan dua varian desain konseptual reaktor daya maju kogenerasi, yaitu RGTT200K dan RGTT200KT. Energi termal pada kedua sistem reaktor ini dipasok oleh teras reaktor berbahan bakar bola dengan daya termal 200 MWt. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950OC sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis termal-aliran untuk mengetahui distribusi temperatur dan aliran pendingin gas helium dalam kisi bahan bakar bola. Salah satu cara terbaik untuk melakukan analisis termal-aliran adalah dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida (computational fluid dynamics yang teruji. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak FLUENT 6.3. Analisis termal aliran pada kisi bola bahan bakar dilakukan dengan memodelkan dinamika fluida pendingin dengan perpindahan panas kombinasi tiga moda, konduksi, konveksi dan radiasi, serta mempertimbangkan adanya turbulensi aliran gas. Model Discret Ordinate dan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS masing-masing digunakan dalam perhitungan perpindahan panas radiasi dan turbulensi. Dari distribusi temperatur bola bahan bakar hasil pemodelan CFD dengan aliran turbulen pada pendinginnya diketahui bahwa temperatur maksimum bahan bakar bola mencapai 1036,1OC. Temperatur setinggi ini masih jauh dari temperatur yang dapat menyebabkan kegagalan pengungkungan produksi fisi, yaitu 1600OC. Kata kunci: pemodelan pendinginan, model kisi kubus sederhana, reaktor kogenerasi, RGTT, komputasi dinamika fluida   In accordance to the Presidential Regulation No.5/2010, PTRKN-BATAN develops two variants

  9. PEMBUATAN SERBUK U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SERBUK PADUAN U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET. Telah dilakukan pembuatan serbuk paduan U-6Zr dengan pengkayaan 19,75 % untuk bahan bakar reaktor riset. Pembuatan bahan bakar U-6Zr ini dalam rangka mencari bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi untuk mengganti bahan bakar yang sudah ada U3Si2-Al. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui sifat-sifat serbuk paduan U- 6Zr yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding sebagai kandidat bahan bakar reaktor riset. Serbuk yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding dikenai pengujian, diantaranya pungujian komposisi kimia, densitas, kandungan hidrogen, fasa dan sifat termal. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan beberapa unsur seperti Al, Ca, Cu, dan Ni melebihi batas yang diijinkan dimana masing-masing unsur terdapat sebesar 202,21 ppm; 214,05 ppm; 61,25 ppm dan 134,53 ppm. Pada pengujian diperolah densitas serbuk U-6Zr sebesar 13,58 g/cm3 dan pada pengujian kandungan hidrogen sisa diperoleh kandungan hidrogen sebesar 0,16 %. Untuk pengujian fasa, diperoleh fasa αU dan δU, sedangkan pada pengujian sifat termal yakni transformasi temperatur terdapat dua puncak yakni puncak pertama terjadi pada temperatur 274 hingga 311 oC dan puncak kedua terjadi pada temperatur 493 hingga 527oC. Puncak pertama terjadi reaksi endotermik dengan menyerap panas sebesar ∆H = 6,23 cal/g tetapi tidak terbentuk fasa baru, sedangkan puncak kedua terjadi reaksi eksotermik dengan mengeluarkan panas sebesar ∆H = -9.34 cal/g dan terbentuk fasa αZr. Sementara itu, dari pengujian kapasitas panas pada temperatur 34 hingga 75 oC, terjadinya penurunan nilai kapasitas panas yang disertai dengan penyerapan panas. Pada temperatur yang lebih tinggi hingga temperatur 437oC nilai kapasitas panas menjadi lebih kecil disertai pengeluaran panas. Reaksi termokimia antara Zr dengan hidrogen sisa menunjukkan terbentuknya fasa αZr yang diindikasikan oleh reaksi

  10. Pengaruh Pemakaian Bahan Bakar, Putaran, dan Penyetelan Sudut Pengapian terhadap Produk Emisi Gas Buang pada Mesin Type 5K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Semakin gencarnya program pemerintah mensosialisasikan program langit biru, diharapkan pemilik kendaraan bermotor mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya pengotoran udara yang ada di lingkungannya. Salah satu faktor penyebab terjadinya pencemaran udara di sekitar kita adalah gas buang yang dihasilkan oleh banyaknya populasi kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk menguji perbedaan pemakaian bahan bakar premium dan bensin biru dalam hal produk emisi gas buang pada kendaraan bermotor pada saat putaran rendah. menengah, dan tinggi pada motor Toyota 5K. Pengambilan data dilakukan dengan mengetes emisi gas buang HC dalam ppm dan Co dalam % volume pada motor yang menggunakan bahan bakar premium dan bensin biru. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan penggunaan jenis bahan bakar serta besar penyetelan saat pengapian ada perbedaan yang signifikan dengan F rasio = 144,42 dan P < 0,05 terhadap produk emisi gas buang pada Toyota 5K. Hal ini berarti dengan menggunakan bahan bakar bensin biru akan diperoleh emisi gas buang yang minimum jika penyetelan saat pengapian diperlambat.

  11. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  12. KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR U-ZrHX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR      U-ZrHx. Telah dilakukan analisis untuk menentukan korelasi komposisi terhadap sifat termal pada serbuk bahan bakar U-ZrHx. Serbuk U-ZrHx dibuat dari proses hidriding ingot U-Zr, dimana ingot U-Zr merupakan hasil peleburan logam U dan Zr. Dalam percobaan ini dibuat tiga variasi serbuk yaitu U-35ZrHx, U-45ZrHx, dan U-55ZrHx. Perlunya dilakukan penentuan kadar Zr terhadap sifat termal adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Zr terhadap sifat transformasi panas dari bahan bakar tersebut. Mula –mula dilebur logam U dan Zr didalam tungku peleburan busur listrik hingga menghasilkan ingot U-Zr. Ingot U-Zr selanjutnya dibuat serbuk dengan teknik hidridring-milling hingga menghasilkan serbuk U-Zr. Serbuk U-Zr dianalisis komposisi dengan menggunakan teknik sepektroskopi serapan atom (SAA dan sepektroskopi UV-Vis. Hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa pada analisis untuk menentukan kandungan U dan Zr hampir semua sampel uji yang dianalisis mempunyai perbedaan yang cukup besar antara kandungan U dan Zr yang ditentukan dengan hasil analisis U dan Zr terkecuali hasil analisis pada serbuk U-45Zr yang hanya berbeda 0,609 %. Dari hasil pengujian unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur pengotor yang ada masih memenuhi persyaratan untuk bahan. Pengujian kapasitas panas yang dilakukan pada rentang temperatur 35ºC hingga 437ºC memperlihatkan bahwa nilai kapasitas yang paling besar adalah serbuk U-35ZrHx dengan nilai kapasitas panas sebesar 0,13 J/g.oC. Sementara itu dari pengujian transisi perubahan fasa diperoleh bahwa pada U-45ZrHx mengalami dua tahapan reaksi disertai perubahan fasa. Dapat disimpulkan apabila dilihat dari kandungan U dan Zr  belum bisa digunakan untuk bahan bakar, sedangkan dari analisis kandungan unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur yang ada masih  memenuhi persyaratan untuk bahan bakar kecuali unsur Fe. Sementara itu hasil analisis sifat termal

  13. UPAYA PEMBINAAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN BRIKET ARANG CANGKANG SAWIT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI

    OpenAIRE

    Haryanto, .; Bakar, Abu; Muis, Lince

    2015-01-01

    Sungai Bahar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia. Secara ekonomi kecamatan Sungai Bahar mempunyai nilai strategis karena merupakan suplayer komoditi kelapa sawit. Di Sungai Bahar yang dikenal dengan perkebunan kelapa sawit menghasilkan minyak sawit. Kebun dan pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Serat dan sebagian cangkang sawit biasanya terpakai untuk bahan bakar boiler yang pemanfaata...

  14. Analisis Hasil Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Sepeda Statis Di Fitness Center Terminal Transit Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame Ambon

    OpenAIRE

    Ashfahani, Andri; Fajar, Riezqi; Setiawan, Mauluddin Eko; Suhendar, Endang; Sinatrya, Wildan Hariz

    2017-01-01

    Nowadays, energy efficiency is an issue that is being faced by the industry. By increasing energy efficiency, production costs can be reduced to its lowest level. Terminal Transit Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame, Ambon as a part of the government committed to get actively involved in the implementation of the energy efficiency program. The innovation is done by converting the mechanical energy of the stationary bike to electrical energy by the generator mounted on the bike. Workers who do...

  15. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  16. METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION PADA PROSES PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al. Isotop 137Cs salah satu hasil fisi yang dapat digunakan sebagai monitor burn up untuk mempelajari kinerja bahan bakar selama iradiasi dalam reaktor. Untuk menganalisis isotop 137Cs dalam pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al pasca iradiasi diperlukan metode yang valid agar diperoleh data yang akurat. Beberapa metode dapat digunakan untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al, antara lain adalah metode pengendapan dalam bentuk garam CsClO4 sesuai dengan ASTM E 320-79 dan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung. Proses pengendapan dilakukan dengan menggunakan serbuk CsNO3 sebagai senyawa pembawa (carier dan pereaksi HClO4, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan penambahan zeolit Lampung. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode valid untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al pasca iradiasi, khususnya aspek pengaruh berat serbuk CsNO3 dan berat zeolit Lampung yang ditambahkan. Proses pengendapan isotop 137Cs dilakukan dengan memipet larutan PEB U3Si2-Al sebanyak 150 µL kemudian ditambahkan serbuk CsNO3 dengan variasi berat 500; 625; 700 ; dan 1000 mg serta 4 mL HClO4 dalam pengangas es selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan 137CsClO4yang terpisah dengan supernatan sebagai fasa cair.Sementara itu, proses penukar kation dilakukan dengan menambahkan zeolit Lampung variasi berat 700; 900; 1000 ; dan 1200 mg dengan pengadukan selama 1 jam. Hasil proses penukar kation diperoleh padatan 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya dalam fasa cair. Endapan 137CsClO4 dan padatan137Cs-zeolit serta supernatan diukur kandungan 137Cs menggunakan spektrometer-g. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat CsNO3 yang paling banyak mengikat 137Cs terjadi pada penambahan CsNO3 seberat 700 mg yaitu sebesar 0,0472 µg, sedangkan penambahan zeolit Lampung yang optimal diperoleh pada berat 1000 mg hingga 1200 mg dengan kandungan isotop

  17. ANALISIS PERFORMA SISTEM PENDINGIN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KABIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirza Yusuf

    2017-12-01

    Full Text Available Ramah lingkungan menjadi isu yang gencar dalam penelitian. Cloro Fluoro Carbon (CFC yang digunakan dalam AC konvensional akan menguap ke udara bebas  berdampak kerusakan lapisan ozon. Ditinjau secara micro dalam penggunaan sitem pendingin dapat diterapkan pada pendingin kabin mobil. System pendingin mobil konfensional menimbulkan 2 kerugian yaitu lebih boros bahan bakar karena couple pulley compressor AC membebani putaran mesin dan penggunaan CFC yang tidak ramah lingkungan.   System pendingin ramah lingkunagan dan mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric.  terobosan baru sistem pendingin tersebut menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC dengan memanfaatkan seaback effect .  Thermo Electric Cooler (TEC ketika dialiri tegangan DC (arus searah pada kedua jalur kabel penghubungnya maka salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin. Salahsatu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC harus diturunkan temperaturenya serendah mungkin mungkin dengan menggunakan alat penukar kalor heat sink serta dibantu kipas(fan. semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pendingin tersebut mampu bekerja dengan rate penurunan temperature memadai. Selanjutnya dapat dapat diaplikasikan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.    Kata kunci:  Kabin mobil, Air Conditioner (AC konvensional, Cloro Fluoro Carbon (CFC, Thermo Electric Cooler (TEC, komponen sistem pendingin.

  18. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  19. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  20. Karakterisasi Paduan AlMgSi Untuk Kelongsong Bahan Bakar U3Si2/Al Dengan Densitas Uranium 5,2 gU/cm3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2018-03-01

    Full Text Available Meningkatnya densitas uranium dari 2,96 gU/cm3 menjadi 5,2 gU/cm3 bahan bakar U3Si2/Al harus diikuti dengan penggunaan kelongsong yang kompatibel. Bahan bakar berdensitas tinggi mempunyai kekerasan yang tinggi, sehingga bila menggunakan paduan AlMg2 sebagai kelongsong dapat menyebabkan terjadi dogbone pada saat perolan. Selain fenomena dogbone, pada saat bahan bakar tersebut digunakan di reaktor dapat terjadi swelling karena meningkatnya hasil fisi maupun burn up. Oleh karena itu, perlu dicari pengganti bahan kelongsong untuk bahan bakar U3Si2/Al densitas tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi paduan AlMgSi sebagai kandidat pengganti kelongsong AlMg2. Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi. Analisis termal dilakukan menggunakan DTA (Differential Thermal Analysis dan DSC (Differential Scanning Calorimetry. Analisis kekerasan menggunakan alat uji kekerasan mikro, mikrostruktur menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope dan analisis laju korosi dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 150 oC selama 77 jam di dalam autoclave. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelongsong AlMgSi maupun AlMg2 mempunyai kompatibilitas panas dengan bahan bakar U3Si2/Al cukup stabil hingga temperatur 650 oC. Kelongsong AlMgSi mempunyai kekerasan sebesar 115 HVN dan kelongsong AlMg2 sebesar 70,1 HVN. Sementara itu, analisis mikrostruktur menunjukkan bahwa morfologi ikatan antarmuka (interface bonding kelongsong AlMgSi lebih baik dari kelongsong AlMg2, demikian halnya dengan laju korosi bahwa kelongsong AlMgSi mempunyai laju korosi lebih kecil dibanding kelongsong AlMg2. Hasil karakterisasi termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi menunjukkan bahwa PEB U3Si2/Al densitas 5,2 gU/cm3 menggunakan kelongsong AlMgSi lebih baik dibanding PEB U3Si2/Al  densitas 5,2 gU/cm3  menggunakan kelongsong AlMg2. Kata kunci: U3Si2/Al, densitas 5,2 gU/cm3, kelongsong AlMgSi dan AlMg2.

  1. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  2. IMPLEMENTASI METODE BACKUP HYBRID PADA PROTOTYPE SISTEM PENGENDALI DAN PENGAWASAN REGULASI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI DENGAN TEKNOLOGI RFID PADA SURAT IJIN MENGEMUDI (SIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    De Rosal Ignatius Moses Setiadi

    2014-10-01

    Full Text Available Defisit Anggaran Belanja Negara (APBN saat ini sudah berada di level yang mengkawatirkan. Hal ini juga dipengaruhi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM yang mencapai 1,4 juta barel perhari sementara Indonesia hanya memproduksi 560 ribu barel perhari, sehingga harus mengimpor sekitar 900 ribu barel perhari. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat tiap tahunnya juga semakin memperparah keadaraan. Hal tersebut memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM subisidi per tanggal 22 Juni 2013 lalu. Akan tetapi kenaikan harga BBM subsidi akan kembali terjadi apabila tidak ada langkah riil untuk membatasi dan mengawasi regulasi BBM subsidi. Pada penelitian ini akan mengembangkan konsep sistem pengendali dan pengawasan regulasi BBM bersubsidi yang lebih praktis dan aman menggunakan Surat Ijin Mengemudi (SIM.  Pada hasil penelitian sebelumnya masih terdapat kekurangan fasilitas backup data. Karena semua data disimpan secara offline pada SIM maka dikhawatirkan jika SIM rusak atau hilang. Metode backup yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengunakan metode hybrid (online/offline. Pada metode ini data disimpan pada SIM sekaligus pada database online terpusat yang akan dilakukan sinkronisasi pada jangka waktu tertentu dari beberapa database offline. Sehingga diharapkan data tidak hilang ketika SIM tersebut rusak atau hilang. Kata kunci : Bahan Bakar Minyak, subsidi, Radio Frequency Identification, Surat Ijin Mengemudi, backup hybrid.

  3. Evaluasi Aktivitas Antioksidan Daun Sirsak (Annona muricata L. pada Sistem Respirasi Mencit (Mus musculus Terpapar Asap Anti Nyamuk Bakar Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Kelas XI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Yunianto

    2014-12-01

    Full Text Available Tanaman sirsak (Annona muricata L. secara tradisional diketahui membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan fitokimia yang tinggi menyebabkan sirsak sering digunakan untuk mengobati penyakit batu empedu, sembelit, asam urat bahkan kanker. Daun sirsak mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak pada histopatologi organ trakea dan pulmo mencit terpapar asap anti nyamuk bakar sebagai bahan ajar biologi SMA kelas XI.Penelitian menggunakan 30 ekor mencit jantan berumur 12 minggu yang dibagi secara acak dalam 4 kelompok yaitu K (kontrol, tanpa perlakuan, P1, P2, dan P3 (terpapar asap anti nyamuk bakar dan diberi perlakuan ekstrak etanol daun sirsak dengan dosis masing-masing P1=100 mg/kg BB; P2=200 mg/kg BB; P3=400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 mencit dibedah dan diambil organ trakea dan pulmo untuk dilakukan pembuatan preparat histologi. Kerusakan sel trakea dan pulmo dianalisis untuk mengetahui efek perlakuan dibandingkan dengan kontrol.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sirsak dapat meminimalisir kerusakan sel trakea dan pulmo akibat paparan asap anti nyamuk bakar. Dosis yang paling efektif adalah 400 mg/kg BB (kelompok P3. Penelitian ini juga menunjukkan potensi materi pembelajaran biologi untuk kelas XI berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap bagi para peserta didik.

  4. Diskursus Bahan Bakar Air

    OpenAIRE

    Hidayatulloh, Poempida

    2015-01-01

    Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable) adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O) terdiri ...

  5. PERFORMA NEUTRONIK BAHAN BAKAR LiF-BeF2-ThF4-UF4 PADA SMALL MOBILE-MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. N. Rokhman

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap performa neutronik bahan bakar garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Small Mobile-Molten Salt Reactor (SM-MSR. Penyesuaian konfigurasi teras dan temperatur operasi harus dilakukan untuk penggunaan bahan bakar baru tersebut agar mencapai keff > 1 dan CR (conversion ratio > 1 pada fraksi 0,5% 233U, 20% 232Th, 28% Li, 51,5% Be. Setelah didapat nilai keff ≈ 1 dan CR ≈ 1, dilakukan analisis pengaruh perubahan Th terhadap Be dan Be terhadap Li yang terlihat dalam perubahan parameter keff dan CR. Setelah itu fraksi 233U divariasi antara 0,5–0,46% untuk memperoleh keff > 1 dan CR > 1. Dalam perhitungan koefisien reaktifitas temperatur (αT, temperatur teras dinaikkan sebesar +25K dan +50K., dan untuk koefisien reaktifitas void (αV, densitas bahan bakar dikurangi hingga 90%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengurangan Th terhadap Be menyebabkan penurunan nilai CR dan naiknya keff akibat berkurangnya material fertil. Sebaliknya penambahan Be terhadap Li mengakibatkan terjadi kenaikan nilai keff dan menurunkan CR, akibat laju serapan Li lebih besar dari Be. Pada 5 (lima fraksi 233U dalam rentang 0,5–0,49%, hasil perhitungan keff dan CR masing-masing bervariasi dalam rentang 1,00001 - 1,00327 dan 1,00016 - 1,00731. Untuk faktor puncak daya (PPF, hasil perhitungan memberikan nilai dalam rentang 2,4311 -2,4714. Sedangkan untuk parameter keselamatan, koefisien reaktivitas temperatur (αT dan reaktivitas void (αV masingmasing bernilai negatif dalam rentang 4,972×10-5 - 5,909×10-5 dan 2,596×10-2- 2,8287×10-2 ∆k/k/K. Dapat disimpulkan bahwa teras SM-MSR memberikan nilai negatif di kedua koefisien reaktivitas tersebut untuk setiap fraksi,, sehingga memenuhi kriteria keselamatan dan keselamatan melekat. Kata kunci: SM-MSR (small mobile-molten salt reactor, bahan bakar LiF-BeF2-ThF4-UF4, keselamatan melekat, koefisien reaktivitas temperatur, koefisien reaktivitas void   The analysis of neutronic performance has

  6. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan kemiri. Penelitian dilakukan dengan menghaluskan biomassa dengan ukuran partikel kurang dari I mm. Kemudian 5 gram campuran bahan baku dengan bahan pengikat gel tepung kanji dengan perbandingan 70:30 untuk kakao dan 80:20 untuk kemiri dibriket dalarn cetakan berdiarneter l6 mm. Setelah dibriket kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50 oC selama 5 jam. Pembakaran dilakukan dalam ruang bakar pada temperatur dinding 350 oC dan laju aliran udara bervariasi antara 0,1 - 0,4 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kakao dan kemiri mempunyai nilai kalor masing-masing 16.998 dan 21.960 kJ/kg. Emisi CO cukup signifikan pada tahap devolatilisasi. Cangkang kakao memberikan total emisi CO lebih tinggi dibandingkan dengan cangkang kemiri. Laju aliran udara juga berpengaruh terhadap emisi CO yang dihasilkan. Penambahan laju aliran udara akan mengurangi emisi CO, hal ini karena adanya penambahan suplai oksigen sehingga pemnbakaran dapat berlangsung lebih sempurna.   ABSTRACT  Biomass was the  primary source of energy for millions of people in the world, but when coal, oil, and gas became widely available, its use was declined. However, in recent years interest in biomass utilization increases because of energy crisis and environmental issues. Utilization of biomass for substituting fossil fuel can reduce global CO2 emission problem. The objective of this research is to study alternative energy sources that utilize biomass waste from cocoa and candlenut

  7. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  8. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  9. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-04-01

    Full Text Available Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang terbentuk dari elemen bakar dan tekanan yang berasal dari pemisahan hidrogen dari paduan zirkonium hidrida. Gas hasil fisi yang terbentuk oleh bahan bakar sebanding dengan besarnya fraksi bakar oleh setiap elemen bakar dalam teras reaktor. Semakin besar fraksi bakar elemen bakar, semakin besar gas gas hasil fisi yang dihasilkannya, akibatnya semakin besar tekanan di dalam kelongsong yang disebabkan oleh gas gas hasil fisi tersebut. Perhitungan jumlah gas-gas hasil fisi dalam kelongsong yang merupakan fungsi dari nilai bakar dilakukan dengan menggunakan program ORIGEN-2. Program ORIGEN-2 adalah kode komputer yang banyak digunakan untuk menghitung hasil fisi, peluruhan dan pengolahan bahan radioaktif. Tampang lintang, presentase timbulnya hasil fisi, data peluruhan, dan data lainnya yang diperlukan disediakan dalam pustaka data selama eksekusi program. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas yang diakibatkan oleh gas hasil fisi adalah 4,13 10-3 psi dan tekanan gas yang diakibatkan udara yang terjebak di dalam kelongsong adalah 56,6 psi, yang mengakibatkan tegangan pada kelongsong sebesar 2080 psi dan nilai ini jauh lebih kecil dari setengah tegangan luluh bahan kelongsong sebesar 12.000 psi pada temperatur 750 oC atau sekitar 40.000 psi pada temperatur 138 oC. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi nilai bakar, maka elemen bakar layak digunakan sampai mencapai nilai bakar maksimum. Kata kunci : TRIGA, nilai bakar, elemen bakar

  10. Uji Unjuk Kerja dan Durability 5000 Km Mobil Bensin 1497 Cc Berbahan Bakar Campuran Bensin-Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pasca Hariyadi Winanda

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan di tanah air ialah etanol. Ethanol memiliki karakteristik yang mirip dengan Premium dengan nilai RON sebesar 108. Dalam penelitian ini, ingin diketahui karakteristik unjuk kerja serta emisi gas buang  mesin bensin menggunakan bahan bakar  campuran ethanol 99.5% dengan premium setelah uji durability selama 5000 KM. Dalam penelitian ini pula ingin diketahui pengaruh pemakaian campuran ethanol 99.5% dengan premium pada ruang bakar dan minyak pelumas setelah digunakan selama 5000 KM. Pengujian dilakukan dengan uji durability mobil sejauh 5000 km dengan bahan bakar campuran ethanol dan bensin dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15%, pengukuran meliputi kandungan minyak pelumas dan visualisasi ruang bakar. Selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium Teknik  Pembakaran dan Bahan Bakar Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dengan menggunakan mesin bensin empat langkah Toyota Vios dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan putaran mesin 3000 hingga 6000 rpm. Pengukuran meliputi torsi, daya, waktu konsumsi bahan bakar, T oli, T radiator, dan T exhaust serta emisi gas HC, CO dan CO2. Hasil uji eksperimental menunjukkan penambahan bioetanol pada bahan bakar bensin premium cenderung meningkatkan densitas dan viskositas tetapi menurunkan nilai kalor. Sedangkan unjuk kerja cenderung mengalami peningkatan performa dan terjadi penurunan emisi. Torsi, daya dan bmep tertinggi didapatkan oleh campuran E10 dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,40%, 2,94% dan 2,72% dibandingkan dengan premium. Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc terendah didapatkan oleh campuran E10 dengan penurunan sebesar 4,14% dibandingkan dengan premium. Karakteristik minyak pelumas untuk bahan bakar E5, E10 dan E15 relatif stabil seperti bahan bakar premium. Pencampuran bioetanol pada premium cenderung menurunkan suhu operasional mesin, yaitu mencapai 3,02% pada campuaran 15%. Untuk

  11. Pengolahan Biji Mahoni (Swietenia Macrophylla King) Sebagai Bahan Baku Alternatif Biodiesel

    OpenAIRE

    Damayanti, Astrilia; Bariroh, Siti

    2012-01-01

    Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king). Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikas...

  12. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Nur Salim Salim Aris; Indrajaya Gerianto Gerianto Gerianto; I Made Ariana

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  13. Analisa Pengaruh Trim Terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Aris, Nur Salim Salim; Gerianto, Indrajaya Gerianto Gerianto; Ariana, I Made

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  14. Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dalam Industri Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefano Munir

    2009-06-01

    An applied research was accomplished successfully for use of bottom ash in form of clinker from the stoker boiler of utility plant at Sijantang village, Sawahlunto town, for making building brick from the coal ash and clay usually used by the people brick industry for purpose of developing local industry and other areas. The experimental programme for this research was designed in such a way that an optimum mix composition of clay and coal ash at a certain ratio can be achieved according to the quality requirement of building brick Indonesian standard. The product of coal ash building brick at the optimal mix composition was achieved at  a ratio of 80% Clay/20% Coal Ash.

  15. KARAKTERISASI RADIONUKLIDA PADA TIAP SUB-SISTEM KESELAMATAN REAKTOR DAYA BERBAHAN BAKAR MOX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Made Udiyani

    2015-04-01

    Full Text Available Pengganti Bahan bakar UO2, yang tergolong uranium pengkayaan rendah, adalah bahan bakar MOX yang mempunyai pengkayaan yang lebih tinggi. Bahan bakar MOX mempunyai kandungan plutonium dan nuklida dari golongan aktinida yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar UO2, yang akan menghasilkan karakteristik radionuklida yang berbeda untuk setiap sub-sistem reaktor daya. Analisis radionuklida untuk setiap sub-sistem keselamatan pada reaktor daya berbahan bakar MOX dilakukan untuk mengetahui karakteristik radionuklida khususnya plutonium dan aktinida yang akan menimbulkan dampak radiasi dari lepasan radionuklida tersebut. Analisis dilakukan dengan cara menghitung dan mengamati radionuklida untuk setiap sub-sistem keselamatan pada operasi normal dan kecelakaan (small LOCA, large LOCA, severe accident untuk reaktor PWR berkapasitas 1000 MWe. Disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar MOX dapat menambah konsekuensi radiologis ke lingkungan dan masyarakat, terutama karena inventori yang lebih besar termasuk dari radionuklida transuranic dan dari golongan aktinida, antara lain: Pu-239, Am-241, Cm-242, Pu-240, Pu-241 dan Pu-242. Kata kunci: karakteristik nuklida, reaktor daya, bahan bakar, MOX   Substitute UO2 fuel that low enrichment of uranium is that MOX fuel has a higher enrichment. MOX fuel has a content of plutonium and actinide nuclides a higher than UO2 fuel, which will produce different characteristics of radionuclides for each sub-system of power reactors. Analyzis of radionuclide for each safety sub-system at MOX power reactor aims to determine the characteristics of radionuclides, especially plutonium and actinides consequences. Analyzis has done by calculating and observing the radionuclide for each safety sub-system in normal operation and accident (small LOCA, large LOCA, and severe accident on PWR-1000 reactors. It can concluded that the use of MOX fuel can add to the radiological consequences to the environment and public, mainly because a

  16. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  17. PENGEMBANGAN ALAT DESTILATOR BIOETANOL MODEL REFLUK BERTINGKAT DENGAN BAHAN BAKU SINGKONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penyediaan energi di masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian bagi semua pihak. Seiring dengan meningkatnya pembangunan, kebutuhan akan energi terus meningkat. Disisi lain cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang paling banyak dipakai saat ini semakin menipis karena sifatnya yang non renewable, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang renewable sekaligus ramah lingkungan. Bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif sampai saat ini belum banyak digunakan. Padahal di Indonesia, banyak sekali sumber daya alam hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol, salah satunya adalah ubi kayu. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar didasari oleh sifatnya yang mudah terbakar dan memiliki kalor-bakar netto besar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat destilator bioetanol dengan fokus pengembangan pada pengembangan menara refluk dengan sistem bertingkat sehingga diharapkan bisa lebih optimal menghasilkan bioetanol dengan kadar tinggi. Pengembangan alat distilator bioethanol ini dimulai dari proses observasi lapangan yang dilanjutkan dengan studi literatur. Tahapan selajutnya adalah proses perencanaan komponen-komponen dari peralatan tersebut dan dilanjutkan dengan proses pembuatan serta uji coba peralatan. Hasil penelitian ini telah dikembangkan alat destilator bioetanol dengan spesifikasi sebagai berikut: diameter tangki 400 mm, tinggi tangki 500 mm, terbuat dari bahan stainles steel A304 dengan ketebalan 2 mm. Kapasitas tangki yang diijinkan adalah dari volume tabung atau sebesar 40 liter. Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi ketela pohon menghasilkan ethanol dengan kadar 92%. Kata kunci: bioetanol, destilator, refluk bertingkat.

  18. Performansi mesin berbahan bakar etanol hasil destilasi arak Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ketut Sukadana

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Perkembangan penelitian tentang proses pengolahan arak sampai saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, terlihatdari hasil penelitian tentang energi alternatif berbahan dasar arak. Kemajuan yang dicapai sampai saat ini adalahkualitas arak sebesar 95%. Sudah memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar alternativ. Metode yang dipakai dalamusaha mencapai tujuan dari penelitian ini adalah: pertama metode perancangan yaitu merancang alat kondensasipaksa tipe aliran melintang. Kedua, metode eksperimental dengan melaksanakan pengujian pada berbagai variableoperasional seperti variabel laju aliran fluida pendingin yang berpengaruh terhadap laju produksi. Ketiga dilakukanpengujian terhadap unjuk kerja mesin dengan menggunakan arak bali sebagai bahan bakar. Semakin besar bilanganReynolds aliran fluida pendingin mengakibatkan laju pendinginan semakin besar, berpengaruh terhadap lajukondensasi semakin besar sehingga laju produksi semakin besar. Berbanding terbalik dengan kualitas produksi.Pengujian arak bali sebagai bahan bakar pada mesin tipe carburator menghasilkan peningkatan konsentrasi arak baliberpengaruh terhadap semakin besarnya tingkat konsumsi bahan bakar spesifik mesin, torsi mesin mengalamipenurunan dan daya mesin juga mengalami penurunan.Kata kunci: Konveksi paksa, arak, kapasitas, kualitas, bahan bakar, unjuk kerja Abstract: The development of research on the processing of wine it's been a lot of progress, seen from the results of research onalternative energy from the basic ingredients of beer. The progress made today is the quality of the wine production hasabove 95%. So qualify as a fuel. The methods used in order to achieve the objectives of this study are: The first methodof designing is designing and making scientific instruments forced condensation transverse flow type. Second theexperimental method to carry out testing on a variety of operational variables such as the cooling fluid flow ratevariables that affect the rate of

  19. PROSES BRAZING Cu-Ag BERBAHAN BAKAR BIOGAS TERMURNIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Kusrijadi

    2015-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan biogas sebagai salah satu alternatif bahan bakar  pada proses brazing merupakan langkah diversifikasi biogas, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan keramahan teknologi. Permasalahan yang bersifat teknis dan menjadi kendala dalam pemanfaatan biogas ini adalah rendahnya konsentrasi CH4 dikarenakan adanya pengotor utama berupa air, karbondioksida dan asam disulfida. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu  tahap  pressureized storage process meliputi pemisahan komponen pengotor yang terdapat dalam biogas melalui teknik absorbsi sehingga dihasilkan biogas yang berkualitas gas alam terbarukan dan proses injeksi ke dalam suatu tangki penyimpanan, dan tahap selanjutnya adalah menggunakan biogas tersebut pada proses brazing logam Cu (tembaga dengan bahan tambah Ag (silver. Analisis hasil brazing dilakukan melalui analisis struktur mikro (metalografi untuk melihat kualitas tampak dari hasil brazing, serta analisis kekerasan mikro dan analisis parameter fisik standar terhadap hasil proses brazing. Penelitian ini telah menghasilkan perangkat alat pemurnian biogas yang dapat memurnikan biogas menjadi metana mendekati 100% dan sistem pengemasan (storage system  biogas bertekanan hingga 2 bar. Dari hasil analisis struktur mikro dan uji kekerasan mikro diketahui bahwa hasil proses brazing dengan biogas menghasilkan kualitas yang sama dengan hasil proses brazing dengan gas acetylene sehingga disimpulkan bahwa biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk proses brazing, khususnya untuk logam Cu dengan bahan tambah Ag.  Kata kunci : Biogas, Pressureized Storage, Brazing

  20. PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Anisah

    2014-04-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil termasuk dalam sumber energi tak terbarukan, sehingga cadangan sumber bahan bakar fosil di Indonesia semakin berkurang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan langkah-langkah penghematan energi serta mencari sumber-sumber energI baru dan terbarukan untuk menggantikan minyak bumi fosil. Salah satu sumber energy terbarukan dapat diperoleh dengan cara memproduksi bioetanol yang dapat dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku sampah sayuran yang banyak tersedia di pasar tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk melihat tingkat konversi sampah sayuran untuk menjadi bioetanol. Perubahan sampah sayuran menjadi bioetanol yang dilakukan pada penelitian ini melalui dua tahapan yaitu: perubahan sampah sayuran (polisakarida / selulosa menjadi monosakarida (gula melalui proses hidrolisis dilanjutkan dengan fermentasi gula menggunakan jamur saccaromices cerevisiae menjadi etanol. Produk hasil fermentasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil analisa menunjukkan penambahan ragi untuk fermentasi sebanyak 8% (berat menghasilkan etanol sebanyak 68,17% (berat dengan kadar 122,95 ppm. . Kata Kunci : Bioetanol, hidrolisa, sampah, sayuran, saccaromices cerevisiae

  1. PERHITUNGAN SUHU ELEMEN BAKAR REAKTOR TRIGA 2000 DALAM TABUNG SIPPING TEST MENGGUNAKAN CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dihitung suhu elemen bakar pada perangkat sipping test reaktor TRIGA 2000 Bandung. Perhitungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa suhu elemen bakar masih dibawah atau pada batas suhu elemen bakar yang diizinkan pada saat reaktor beroperasi, sehingga dapat dipastikan bahwa pada pelaksanaan pengujian dengan menggunakan perangkat ini, suhu masih dalam batas keselamatan. Perhitungan dilakukan dengan membuat model tabung sipping test berisi elemen bakar yang dikelilingi oleh 9 buah elemen bakar, sesuai dengan posisi tabung sipping test di teras reaktor, dengan menggunakan GAMBIT. Dimensi model disesuaikan dengan dimensi tabung dan elemen bakar dalam teras reaktor TRIGA 2000 Bandung. Pengoperasian sipping test untuk tiap elemen bakar dilakukan selama 30 menit pada daya 300 kW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD dan sebagai inputan disesuaikan dengan parameter reaktor TRIGA 2000. Simulasi dilakukan pada pengoperasian dari 30, 60, 90, 120 150, 180 sampai 210 menit. Hasil perhitungan menunjukan bahwa suhu pusat bahan bakar dalam tabung sipping test sebesar 236,06 oC, sedangkan suhu dinding elemen bakar adalah sebesar 87,58 oC. Suhu maksimum pusat bahan bakar reaktor TRIGA 2000 pada operasi normal adalah 650 oC, dan tidak diizinkan terjadinya pendidihan di dalam teras reaktor. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian perangkat sipping test masih sangat aman karena suhu bahan bakar berada dibawah batasan suhu bahan bakar yang diizinkan pada kondisi operasi normal demikian juga suhu dinding elemen bakar masih dibawah suhu didih air. Kata kunci: sipping test, TRIGA, elemen bakar, CFD   It has been calculated the fuel element temperature in the sipping test of Bandung TRIGA 2000 reactor. The calculation needs to be done to ascertain that the fuel element temperatures are below or at the limit of the allowable temperature fuel elements during reactor operation, ensuring that the

  2. Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiman Siregar

    2014-10-01

    Review of Life Cycle Assesment of Biodiesel in Indonesia Abstract. Currently, environmental consideration becomes the most important issue in biodiesel production. Eventhough source of energy is considered as carbon neutral, the production path may release various environmentally hazardous gasses. European and American countries claim that production of biodiesel from palm oil contributes carbon emission to the atmosphere along its production path. Furthermore, US EPA-NODA and EU RED stated that palm oil based biodiesel can only reduce emission of GWP by 17 % and 19 % compared to fossil-fuel based. Considering on the minimum requirement is 20 % for US and 35 % for EU, CPO from Indonesia experiences difficulties to enter the global market. Scientific approach should be undertaken by Indonesia to address this issue. Summary of the literature mentions that the sustainability of biodiesel from palm oil is better than Jatropha curcas, compared to other sources of raw materials, such as rapeseed. Summary of the literature mentions that the value of carbon that can be absorbed by primary forest is higher than secondary forest and palm oil plantation. This is the reason why world claims Indonesia on global warming issues although further research is still needed based on the latest data. From the real condition in Indonesia, in which GHG value before stable productivity is 2 575.47 kg-CO2eq./ton-Biodiesel fuel(BDF for oil palm and 3 057.74 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. When the productivity has reached stability, the GHG value is  1 511.96 kg-CO2eq./ton-BDF for oil palm and 380.52 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. If we compared to diesel fuel, CO2eq. emission is reduced up to 49.27 % and 88.45 % for BDF-CPO and BDF-CJCO, respectively.

  3. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  4. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  5. BIOBRIKET ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES SEBAGAI BAHAN BAKAR ENERGI TERBARUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Ariyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Menipisnya cadangan energi fosil sebagai akibat dari meningkatnya pertumbuhan penduduk dan sektor industri. Biomassa dapat dianggap sebagai pilihan terbaik untuk energy alternatif terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kemungkinan eceng gondok (Eichhornia crassipes untuk diolah menjadi bio-briket. Penelitian briket dilakukan dengan menggunakan tepung tapioka dan lem kayu sebagai perekat. Dengan persentase perekat adalah 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Bio-briket yang dihasilkan diamati kadar air evalueted, kadar abu dan nilai kalor. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air dan kadar abu meningkat dengan meningkatnya presentasi perekat pada bio-briket. Namun, nilai kalor mencapai titik maksimum 10% dan 8% untuk masing-masing penambahan tapioka strach dan lem kayu perekat.

  6. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sigit Cahyono

    2013-06-01

    Full Text Available Sampah organik merupakan potensi sumber energi yang melimpah di Indonesia. Sampah organik berupa daun dan ranting kering bisa dikonversi menjadi bahan bakar berupa bio-oil melalui proses fast pirolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap rendemen dan nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah organik. Bahan baku berupa daun dan ranting kering campuran tanaman angsana, mahoni dan mangga dengan komposisi daun bervariasi 0%, 50%, dan 100%, dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm. Kemudian bahan baku tersebut dipanaskan di dalam reaktor pirolisis pada suhu 500 C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (5175,35 J/g dan rendemen tertinggi (24,5% didapatkan pada bio-oil yang dihasilkan dari pirolisis ranting 100%. Kata kunci: Sampah Organik, Bio-oil, Pirolisis, Rendemen, Nilai Kalor

  7. MANAJEMEN KONVERSI TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR SILISIDA TINGKAT MUAT TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar tingkat muat tinggi dapat memperpanjang siklus operasi reaktor sampai 40 hari. Telah dilakukan perancangan konversi teras dari silisida tingkat muat rendah menuju tingkat muat tinggi. Manajemen konversi teras dari teras silisida tingkat muat 2,96 gU/cm3 menuju teras silisida 4,8 gU/cm3 dilakukan secara bertahap dengan melakukan perhitungan manajemen bahan bakar dalam teras yang menggunakan paket program perhitungan 2 dimensi Batan-FUEL. Penggantian bahan bakar di teras menggunakan pola pergeseran bahan bakar 5/1 yaitu setiap awal siklus terjadi penggantian 5 buah elemen bahan bakar standar dan 1 buah elemen bahan bakar kendali. Dengan mempertahankan konfigurasi teras yang sudah ada, konversi teras dapat dilakukan melalui simulasi teras campuran 2,96 gU/cm3 - 4,8 gU/cm3 dengan memperhatikan batasan keselamatan reaktor yang dipersyaratkan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang teras campuran yang akan menghasilkan parameter neutronik yang aman pada teras penuh pertama silisida tingkat muat tinggi. Dalam perancangan ini digunakan batang kendali pengaman untuk menambah margin padam yang berkurang akibat pemuatan bahan bakar tingkat muat tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konversi teras silisida tingkat muat 2,96 gU/cm3 menuju 4,8 gU/cm3 dapat dilakukan melalui teras campuran tidak langsung dalam 2 tahap yaitu konversi teras silisida 2,96 gU/cm3 - 3,55 gU/cm3 dan konversi teras silisida 3,55 gU/cm3 - 4,8 gU/cm3 dengan performa yang baik. Keuntungan utama dari penggunaan bahan bakar silisida tingkat muat tinggi 4,8 gU/cm3 dibanding teras silisida tingkat muat rendah 2,96 gU/cm3 pada teras RSG-GAS ialah bahwa panjang siklus operasi dapat lebih panjang 18 hari sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Kata kunci : silisida, BKP, teras campuran, pola 5/1, Batan-FUEL   The usage of high density fuel can extend the reactor operation up to 40 days. Designing of low to high density silicide

  8. ANALISIS PERUBAHAN MASSA BAHAN FISIL DAN NON FISIL DALAM TERAS PWR 1000 MWe DENGAN ORIGEN-ARP 5.1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Rohanda

    2015-03-01

    Full Text Available Teras reaktor merupakan tempat terjadinya reaksi pembelahan (fisi yang terkendali. Komponen reaktor seperti bahan bakar, kelongsong (cladding dan air pendingin memiliki peranan penting dalam keberlangsungan reaksi fisi. Reaksi fisi mengakibatkan terbentuknya sejumlah nuklida hasil fisi dan hasil aktivasi. Hasil fisi berasal dari reaksi tangkapan neutron termal dengan bahan fisil sedangkan hasil aktivasi berasal dari interaksi bahan non fisil seperti material kelongsong dan pendingin oleh neutron dan gamma. Pada setiap pengoperasian suatu reaktor, informasi perubahan massa bahan fisil dan non fisil sangat berguna untuk manajemen bahan bakar dalam teras, seperti pengaturan reaktivitas, optimasi dan pemuatan bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan bahan fisil dan non fisil tersebut dalam teras reaktor. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perubahan massa dari material dalam teras reaktor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan massa unsur penyusun material dalam teras, seperti massa dari unsur penyusun elemen bahan bakar nuklir, kelongsong dan air pendingin setelah digunakan dalam teras. Dari perubahan massa tersebut dapat diketahui fraksi bakar atau tingkat konsumsi bahan bakar yang digunakan. Penelitian dilakukan pada basis reaktor PLTN tipe PWR buatan pabrikan asal Amerika Serikat berdaya 1000 MWe dengan menggunakan code penghitung inventori hasil fisi ORIGEN-ARP 5.1, yaitu versi terbaru dari ORIGEN dengan library khusus reaktor daya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan fisil U-235 mengalami pengurangan massa hingga 58% atau lebih dari separuhnya dari massa U-235 awal untuk tiap kali siklus operasi. Bahan fertil U-238 hanya mengalami pengurangan massa sekitar 2% dari massa awalnya tiap kali siklus operasi. Lain halnya dengan bahan non fisil yang mengalami perubahan massa yang berbeda-beda untuk tiap kali siklus operasinya yang tergantung pada tampang lintang aktivasi serta laju peluruhan dan

  9. ANALISIS KONVEKSI ALAM TERAS REAKTOR TRIGA BERBAHAN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN COOLOD-N2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudjatmi K A

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Analisis Konveksi Alam Teras Reaktor Triga Berbahan Bakar Tipe Pelat MENGGUNAKAN COOLOD-N2. Rencana penghentian produksi elemen bakar jenis TRIGA oleh produsen elemen bakar reaktor TRIGA, sudah seharusnya diantisipasi oleh badan pengoperasi reaktor TRIGA untuk menggantikan elemen bakar tipe silinder tersebut dengan tipe pelat yang tersedia di pasaran. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan untuk model teras reaktor dengan spesifikasi utama menggunakan bahan bakar U3Si2Al dengan pengayaan uranium  sebesar 19,75% dan tingkat muat 2,96 gU/cm3. Analisis dilakukan menggunakan program COOLOD-N2 yang tervalidasi pada konfigurasi teras TRIGA konversi berbahan bakar tipe pelat, yang tersusun atas 16 elemen bakar, 4 elemen kendali dan 1 fasilitas iradiasi yang terletak tepat di tengah teras. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan temperatur pendingin masuk ke teras sebesar 37oC, dan rasio faktor puncak daya radial ≤ 1,92 maka daya maksimum yang dapat dioperasikan pada moda operasi konveksi bebas adalah 600 kW. Karakteristik termohidrolika yang diperoleh antara lain adalah temperatur pendingin di sisi outlet, kelongsong dan meat masing-masing sebesar 82,39oC, 108,88oC, dan 109,02oC, pada ΔTONB (Temperature Onset of Nucleate Boiling =7,18oC dan nilai OFIR (Onset of flow instability ratio =1,03 Hasil yang diperoleh dari perhitungan ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk menentukan tingkat daya reaktor TRIGA berbahan bakar pelat. Kata kunci: TRIGA Konversi, COOLOD-N2, karakteristik termohidrolika, konveksi alam, elemen bakar tipe pelat.   ABSTRACT ANALYSIS OF NATURAL CONVECTION IN TRIGA REACTOR CORE PLATE TYPES FUELED USING COOLOD-N2. Any pretensions to stop the production of TRIGA fuel elements by TRIGA reactor fuel elements manufacturer should be anticipated by the operating agency of TRIGA reactor to replace the cylinder type fuel element with plate type fuel element that available on the market. In this study, the calculation of U3Si2

  10. Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Ibrahim

    2013-06-01

    Full Text Available Perawatan bahan pustaka sangat diperlukan untuk menunjang fungsi perpustakaan dalam melaksanakan jasa perpustakaan dengan mengusahakan agar kondisi bahan pustaka terpelihara sebaik mungkin dan siap pakai. Pada umumnya media yang digunakan pada bahan pustaka adalah kertas, baik dalam bentuk buku, surat kabar, naskah, peta, gambar, dokumen dan bahan cetakan lainnya, selain itu ada juga perpustakaan yang memiliki koleksi foto dan negatif foto. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagi perpustakaan yang telah maju sudah melengkapi koleksinya dengan bentuk mikro (mikrofilm dan mikrofish, rekaman suara, film, penyimpan data elektronik, CD-ROM dan lain-lain. Semua koleksi tersebut pasti akan mengalami kerusakan.

  11. Gender and career Choice Differences on Bakare Vocational ...

    African Journals Online (AJOL)

    The study examined gender and aspired occupational differences on Bakare Vocational Interest Inventory (BVII). Two hundred and twenty (56 males and 164 females) undergraduate students participated in the study. Their ages ranged between 16-30 years with a M age of 21.79 and SD age of 2.61. The BVII by Bakare ...

  12. PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Anggraini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al. Pemisahan cesium dari larutan pelat elemen bakar (PEB U-7Mo/Al telah dilakukan dengan menggunakan metode pengendapan dan penukar kation. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode yang valid untuk pemisahan cesium dari larutan PEB U-7Mo/Al melalui penentuan parameter unjuk kerja metode yaitu akurasi, presisi dan rekoveri. Metode pengendapan dan metode penukar kation yang digunakan mengacu kepada metode ASTM 690-000 dan kepada hasil penelitian U3Si2/Al. Penentuan parameter unjuk kerja metode pengendapan dilakukan dengan menggunakan larutan sampel PEB U-7%Mo/Al sebanyak 150 μL, larutan standar 137Cs sebanyak 50 μL dalam 2 mL HCl 0,1N. Larutan dikenakan proses pengendapan dengan menggunakan pereaksi HClO4 pekat dan penambahan senyawa carrier CsNO3 seberat 225 mg pada temperatur 0oC selama 1 jam, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan menggunakan resin zeolit Lampung sebanyak 400 mg. Proses penukar kation dilakukan secara batch dengan pengocokan selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan CsClO4 dan penukar kation diperoleh berupa padatan cesium - zeolit serta supernatan. Pengukuran dan analisis radionuklida137Cs dalam endapan CsClO4 dan padatan 137Cs-zeolit dilakukan dengan spektrometer gamma. Hasil pengukuran diperoleh nilai cacahan radionuklida 137Cs per detik (cps. Perhitungan rekoveri metode dilakukan dengan perbandingan nilai cacahan radionuklida 137Cs sebelum dan sesudah proses pemisahan. Hasil pemisahan radionuklida 137Cs dari larutan PEB U-7Mo/Al menggunakan metode pengendapan diperoleh rekoveri sebesar 95,56 % dengan akurasi dan presisi pengukuran masing-masing sebesar 0,375 % dan 1,875 %, sedangkan rekoveri pemisahan radionuklida 137Cs dengan metode penukar kation diperoleh rekoveri sebesar 26,73 %. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengendapan lebih baik dari pada metode penukar kation untuk pemisahan 137Cs dari larutan bahan bakar

  13. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  14. PENGARUH SUHU ANAEROBIK TERHADAP HASIL BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2015-06-01

    Full Text Available ­­Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sebagai sumber energi bertolak belakang terhadap peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan populasi manusia, khususnya di Indonesia. Hal ini merupakan dasar perlunya pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan terhadap penggunaan energi fosil dan dampaknya pada lingkungan. Biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalah energi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pengaruh suhu Anaerobik terhadap produksi biogas dengan menggunakan bahan baku limbah kolam ikan gurame. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah subtrat tanpa perlakuan suhu (T1, subtrat pada kondisi suhu mesofilik 350C (T2 dan subtrat kondisi suhu termofilik 550C (T3 pada 8 liter subtrat dalam digester. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan T1 mendapatkan volume akumulasi biogas 11.210 ml, laju aliran 448,4 ml/hari dan potensi biogas 1.401,25 ml/liter bahan baku, sedangkan untuk perlakuan T2 volume akumulasi biogas sebesar 19.370 ml, laju aliran 774,8 ml/hari dan potensi biogas 2.421,25 ml/liter bahan baku serta perlakuan T3 mendapatkan volume akumulasi biogas 4.210 ml, laju aliran 168,4 ml/hari dan potensi biogas 520 ml/liter bahan baku dengan tekanan yang sama pada semua perlakuan yaitu 101.570,25 N/m2. Uji nyala menunjukkan hasil nyala api biru biogas yang dihasilkan dari semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu Anaerobik berpengaruh terhadap hasil biogas. Dari hasil semua perlakuan kondisi yang paling baik adalah pada kondisi suhu mesofilik dengan penggunaan suhu 350C.

  15. Studi Bahan Bakar Biodiesel Diperoleh Dari Reaksi Trigliserida Minyak Goreng Sawit / Etanol Dalam Katalis Basa

    OpenAIRE

    Br Bangun, Sofia

    2011-01-01

    Fossil fuel consumption are increasing rapidly and has increased, while fossil fuel reserves are limited, research is directed towards alternative renewable fuels. A potensial diesel fuel substitute is biodiesel. On this research cooking palm oil and ethanol are converted to biodiesel using base catalyst potassium hydroxide (KOH) with transesterification reaction scheme. Reaction take place during 4 hour at temperature 78oC,with comparison of ethanol : cooking palm oil molar ratio 6 ...

  16. EFISIENSI ENERGI BAHAN BAKAR SEKAM DAN KAYU PADA PROSES STERILISASI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Djamil Husin

    2012-08-01

    Full Text Available We have investigated the sterilization at media pleurotus otreatus using rice husk fuel and wood in various 6, 8 and 10 hours. We carried out efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization at 8 hours using rice husk fuel is 14.28%, whereas efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization using wood is 17.35%. The results show that cooking stove from rice husk are suitable for use as renewable energy technology applications to support E3i village (Energy, Economics and Environment.

  17. Analisis Konsumsi Bahan Bakar Motor Bensin Yang Terpasang Pada Sepeda Motor Suzuki Smash 110cc

    OpenAIRE

    Parende, Ferdywanto; Gunawan, Hardi; Gede, I Nyoman

    2012-01-01

    This research aims to determine the fuel consumption of gasoline engine mounted on a 110cc Suzuki Smash. The data taken on the motorcycle in different gear ratios and speed for a travel distance of 2.5 km.Analysis was conducted on gear ratios 2, 3 and 4 at speeds of 20, 25, 30, 35, and 40 km / h. Observations and calculations for the arrays of indicate that fuel consumption on gear ratio 2 is 359.2, 410.9, 439.0, 545.9, and 648.9 g / h respectively. At gear ratio 3 is 296.9, 295.8, 408.6, 494...

  18. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  19. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  20. Teknologi Pembuatan Cermet Du0¬2 - Steel Untuk Wadah Limbah Bahan Bakar Bekas Pwr

    OpenAIRE

    Alimah, Siti; Budiarto, Budiarto

    2005-01-01

    DUO­2-STEEL CERMET MANUFACTURING TECHNOLOGY FOR PWR Spent Nuclear Fuel (SNF) CASKS. Assessment of DU02 - Steel cermet manufacturing technology for PWR SNF casks has been done. DU02 - Steel cermet consisting of DU02 particulates and other particulates, embedded in a steel matrix. Cermet SNF casks have the potential for superior performance compared with casks constructed of other materials. The addition of DU02 ceramic particulates can increase SNF cask capacity, improve of repository performa...

  1. Uji Berbagai Jenis Bahan Plastik Pada Alat Pengolahan Limbah Plastik Berbahan Bakar Tempurung Kelapa

    OpenAIRE

    Utama, Didy Hikmah

    2015-01-01

    DIDY HIKMAH UTAMA : Testing of Various Types of Plastic Materials in Plastic Waste Processing Device using Coconut Shell Fuel, supervised by SAIPUL BAHRI DAULAY and AINUN ROHANAH. The decrease of fossil resources and increase population are very contradictive to energy consume for human life and social economy activity. So, alternative energy is needed which environment friendly by the use of plastic waste as fuel. This research as aimed to compare fuel from plastic (Polyeth...

  2. Kajian Terhadap Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ari Mulyani

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to find out and to analyze the factors that affecting the fuel subsidy (BBM which written in the state budget. The data has been used in this study as follows secondary data obtained from the records and reports from various agencies such as statistic bureau (BPS, Ministry of Finance, Indonesia bank, the US. Energy Information Administration (EIA, the Ministry of Energy and Mineral Resources, Directorate General of oil and Gas, previous journals and the results of studies. Variables has been analyzed by using path analysis to find out direct and indirect effect as well as Sobel test to find out the level of significance of intervening variable as moderator variable. Test of model validity by using the coefficient of total determination and trimming theory to find out the variation of fuel subsidy (BBM in Indonesia that it can be explained by the exogen variable. Based on the regression results found the coefficient of total determination 0.998 its means 99.8 percent explained by the model while the remaining 0.2 percent explained by other variables outside of the model. Variable of dollar rate is the dominant variable which directly affects on the fuel subsidy. While the fuel subsidized consumption variable is the dominant variable which indirect effect on fuel subsidies through fuel import. To reduce the burden of fuel subsidy in the future state budget hence the government needs to increase oil lifting to reduce fuel imports by way of exploring new wells to replace the old wells which its lifting is declining and increasing investment in the construction of oil refineries in Indonesia to maintain national energy security as well as trying to develop renewable energy instead of oil as fuel because someday oil as a source of un-renewable energy surely be depleted in number while the man and all their needs would increase from year to year. The government should provide adequate public transportation, thereby reducing private vehicle mobility and most importantly is the government more serious in the implementation of the program of conversion fule to liquid gas for vehicles both in terms of conversion technology and security guarantees for each user of liquid gas.

  3. Efisiensi dan Kualitas Pembakaran Batu Bata Menggunakan Bahan Bakar Kayu dan Sekam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutrisno and Mujiyono

    2009-02-01

    Full Text Available The lack of wood-based burning materials becomes an obstacle in roof tile production processes. Sekam is an alternative burning material that needs to develop due to its burning capacity, large volume, and low price. The objective of this research is to reveal: (1 the difference of efficiency rate in burning process cost between wood-based burning materials and sekam, and (2 the difference of brick quality between those burnt by wood-based burning materials and sekam . Sampling area is determined by using purposive sampling method. It utilizes wood-based burning materials gathered from Dau and Mojosongo, and sekam gathered from Trowulan. Data are collected by using interviews, observation, documentation, and laboratory tests. Data are analyzed by using descriptive method, difference test (t-test, and covarian (F. The analyses results show that (1 there is no significant difference in cost efficiency between wood-based and ­ sekam -used burning processes, and (2 the sekam-used burning process tends to result better brick quality than those using wood-based burning materials.

  4. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  5. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE (STUDI KASUS : STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendy Ayusta Yudha

    2015-04-01

    Full Text Available The research was conducted based on the need for assistive devices for people to determine the location of the establishment of public refueling stations. Aids in the form of decision support systems. There are six criteria for determining the location of the establishment of broad land, land prices, traffic density, many transportation routes, distance to other retail outlets and administration. While the location is also six. In this study has successfully built a decision support system to determine the location of the establishment of public refueling stations using the method promethee. Hasi of this system of ranking based on the size of the leaving flow, entering flow, and net flow.

  6. Analisa Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Pertadex dan Polipropilena Cair

    OpenAIRE

    Gultom, Korintus H

    2016-01-01

    This Research aims to determine the performance of diesel engines using the fuel mixture Pertadex with liquid polypropylene which will can help reducing plastic waste pollution and also get the solution of energy crisis in Indonesia. This research begins with used Plastic Waste (PBKG) into liquid polypropylene through a pyrolysis process, then mix them with Pertadex. After the fuel has been mixed it will be tested on TD-115 diesel engine to get some parameters that will be made in the data to...

  7. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa, diperoleh hasil bahwa keseluruhan sistem dapat berfungsi dengan baik sesuai rancangan.

  8. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Sastra Negara

    2012-11-01

    Full Text Available The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that can trigger the growth of pollution to the surrounding. It is predicted that about 70% of the air pollutions is caused by the motor vehicle emissions.This research was fully conducted in the laboratorium. Three types of fuel with different octane numbers were used in this research. Premium with octane number 88, Pertamax with octane number 92, and Biopertamax with octane number 91. The engine speeds were also varied from 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, to 4000 rpm. For every type of fuel, the engine was run five times for every engine speed in order to obtain the exhausted gas characteristics from the vehicles to the environment.The result of the research shows that at engine speed of 2500 rpm the CO emission for each type of fuel : Premium with octane number 88 is 0,415%, Pertamax with octane number 92 is 0,556%, and Biopertamax with octane number 91 is 0,273%. The octane number also effects the CO2, HC, and NOx emissions in small quantities. Statistical analysis shows both the engine speed and the octane number contribute significant effects on the exhaust emissions, the CO and HC emissions provided negative effects, while the CO2 and NOx emissions get positive effects. In comparisan to with the vehicle speed on the road from secondary data to represent the engine speed in the laboratorium, and assuming that the traffic density is identical to a factor that determining engine speed, it can be concluded that the air pollution by CO emission due to the characteristics of the road has negative influence.The octane number of the fuel and the engine speed gives a significant effect. The traffic density and the road conditions can trigger the level of the concentration of CO gas as pollutants to the surrounding air.

  9. PERANCANGAN PENGERING KERUPUK RAMBAK DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI ENERGI SURYA DAN ENERGI BIOMASSA KAYU BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Okka Adiyanto

    2017-10-01

    Full Text Available Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan sering dijadikan sebagai pelengkap berbagai sajian makanan atau sebagai lauk pauk. Permasalahan mendasar dalam pengelolaan industri kerupuk terdapat pada proses pengeringan Salah satu bentuk pengering yang cocok untuk diterapkan dalam proses pengeringan pada kerupuk yaitu bentuk rak pengeringan yang mengkombinasikan kombinasi energi matahari dan tungku biomassa sebagai sumber energi untuk proses pengeringan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan bangunan pengering yang hygienis dan juga untuk memanfaatkan energi matahari dan energi  biomassa kayu bakar. Dalam penelitian ini panas dari proses penggorengan dan pengukusan disalurkan pada pipa pemindah panas yang terbuat dari tanah liat dan bermuara pada sebuah cerobong asap. Bangunan pengeringan terbuat dari tembok yang dilengkapi dengan ventilator. Atap bangunan pengering menggunakan bahan polikarbonat yang dimaksudakan agar dapat menangkap gelombang panjang dari sinar matahari sehingga dapat memanfaatkan efek rumah kaca. Tahapan dalam penelitian ini yaitu menentukan kapasitas bangunan, merancangan ketinggian cerobong, ukuran tungku, jumlah pipa pemindah panas, ketebalan dinding, dan jumlah ventilator.Bangunan pengering ini memiliki ukuran 450 cm x 350 cm x 300 cm. Pipa pemindah panas yang dibutuhkan sebanyak 34 buah dan ketebalan plaster pada dinding yaitu 27,735 cm tiap sisi-sisinya. Ketebalan pintu yaitu 6 cm yang terbuat dari anyaman bambu. Jumlah ventilator yang dibutuhkan sebanyak 2 buah dengan ukuran 12 inch.

  10. Perbandingan antara Bahan Cetak Silikon pada Bahan Cetak Zinc Oxide Eugenol Pasta pada Jaringan Lunak Palatum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaidar Masulili

    2015-11-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan suatu detil pencetakan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, viskositas, kebasahan, cara pengangan bahan cetak dan kemampuan bahan cetak untuk mengalir di atas jaringan lunak. Petunjuk anatomi palatum yaitu sutura palatum median, rugae dan papilla incisive dapat dipakai untuk mendeteksi hasil cetakan.Dalam penelitian ini dilakukan pencetakan dari 15 model cetakan paatu yang dicetak dengan bahan cetak silikon, dan 15 model cetakan palatum yang dicetak dengan bahan pasta zinc oxide eugenol, kemudian dievaluasi dengan menentukan jumlah skore detil jaringan dari masing-masing kelompok bahan cetak ini. Walaupun terlihat adanya perbedaan reproduksi detil, dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara hasil reproduksi detil dari kedua bahan cetak tersebut. Kenyataan yang bertentangan dapat disebabkan sifat kebasahan jaringan, kebasahan bahan cetak, adanya perbedaan efek penipisan karena sobekan, jumlah dan ukuran partikel bahan pengisi dan kompatibilitas gips dengan bahan cetak.

  11. ANALISIS FAKTOR PUNCAK DAYA TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR U3Si2-Al 4,8 gU/cc DENGAN KAWAT KADMIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2015-04-01

    Full Text Available Untuk meningkatkan kinerja teras RSG-GAS, maka telah dilakukan penelitian tentang penggunaan bahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc. Penggunaan bahan bakar tersebut dapat meningkatkan panjang siklus operasi dari 20 menjadi 49 hari. Sehingga reaktor beroperasi lebih efisien. Selain itu juga akan menaikkan reaktivitas lebih teras yang berakibat pada nilai reaktivitas batang kendali saat one stuck rod menjadi positif. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara penambahan kawat kadmium pada kedua sisi tiap-tiap pelat bahan bakar. Untuk teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc maka diperlukan kawat kadmium dengan minimal diameter 0,7 mm. Selain reaktivitas lebih, parameter neutronik lainnya yang perlu diketahui dalam mendesain suatu teras agar tidak terjadi kerusakan bahan bakar adalah nilai faktor puncak daya (power peaking faktor ppf. Untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan perhitungan distribusi faktor daya teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc dengan kawat kadmium. Perhitungan tersebut dilakukan dengan paket program SRAC modul CITATION. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc dengan kawat kadmium mempunyai ppf sebesar 1,2225 yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan ppf teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 2,96 gU/cc (1,1642. Dari analisis hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai ppf untuk teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc dengan kawat kadmium masih dibawah nilai batas dalam LAK RSG-GAS. Kata kunci : faktor puncak daya, kawat kadmium, SRAC   To upgrade the ability of RSG-GAS core, research about utilization of U3Si2-Al fuel with 4.8 gU/cc density has been done. The using of U3Si2-Al fuel with 4.8 gU/cc density in the RSG-GAS core could increase the operation cycle length from 20 to 29 days. To the reactor can be operated more efficiently. In another side, the effect of high density fuel is the value of

  12. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  13. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract A Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  14. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  15. PENGARUH SERBUK U-Mo HASIL PROSES MEKANIK DAN HYDRIDE – DEHYDRIDE – GRINDING MILL TERHADAP KUALITAS PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardjo Supardjo

    2015-07-01

    Full Text Available PENGARUH SERBUK U-Mo HASIL PROSES MEKANIK DAN HYDRIDE – DEHYDRIDE – GRINDING MILL TERHADAP KUALITAS PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al. Penelitian bahan bakar U-7Mo/Al tipe pelat dilakukan dalam rangka pengembangan bahan bakar U3Si2/Al untuk mendapatkan bahan bakar baru yang memiliki densitas uranium lebih tinggi, stabil selama digunakan sebagai bahan bakar di dalam reaktor dan mudah dilakukan proses olah ulangnya. Lingkup penelitian meliputi pembuatan: paduan U-7Mo dengan teknik peleburan, pembuatan serbuk U-7Mo dengan dikikir dan hydride - dehydride - grinding mill, IEB U-7Mo/Al dengan teknik kompaksi pada tekanan 20 bar, dan PEB U-7Mo/Al dengan teknik pengerolan panas pada temperatur 425oC. Paduan U-7Mo hasil proses peleburan cukup homogen, berat jenis 16,34 g/cm3 dan bersifat ulet, kemudian dibuat menjadi serbuk dengan cara dikikir dan hydride - dehydride - grinding mill. Serbuk U-7Mo hasil proses kikir berbentuk pipih, kontaminan Fe cukup tinggi, sedangkan serbuk hasil proses hydride - dehydride - grinding mill, cenderung equiaxial dengan kontaminan yang rendah. Kedua jenis serbuk U-7Mo tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan IEB U-7Mo/Al dan PEB U-7Mo/Al dengan densitas uranium 7 gU/cm3 dan diperoleh produk dengan kualitas yang hampir sama. Hasil uji IEB U-7Mo/Al berukuran 25 x 15 x 3,15±0,05 mm, tidak terdapat cacat/retak, distribusi U-7Mo di dalam matriks cukup homogen dan tidak terdapat pengelompokan/aglomerasi U-7Mo yang berdimensi >1 mm. PEB U-7Mo/Al hasil pengerolan dengan tebal akhir 1,45 mm, memiliki ketebalan meat rerata 0,60 mm dan tebal kelongsong 0,4 mm dan terdapat 1 titik pengukuran kelongsong dengan ketebalan 0,15 mm. Dengan membandingkan penggunaan kedua jenis serbuk U-7Mo tersebut, IEB U-7Mo/Al dan PEB U-7Mo/Al yang dihasilkan memiliki kualitas hampir sama. Namun demikian penggunaan serbuk U- 7Mo hasil proses hydride - dehydride - grinding mill lebih baik karena proses pengerjaannya lebih cepat dan impuritas dalam

  16. Pengaruh Campuran Bahan Bakar Premium, Hidrogen, Dan Etanol 96% Terhadap Performansi Dan Emisi Gas Buang Esin Genset Otto

    OpenAIRE

    Tarigan, Martinus Idastanta

    2015-01-01

    The depletion of oil reserves and fuel consumption that is on the rise cause the onset of the threat of an energy crisis. It is necessary of renewable sources of energy as an alternative energy. Mixing fuel oil usage to save is one alternative. The availability of hydrogen fuel and bountiful from the purification of fermentation, placed hydrogen and ethanol become one of the highlights as an alternative fuel. In addition the use of hydrogen and ethanol can be used on different machines, one o...

  17. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  18. Rule Based Reasoning Untuk Monitoring Distribusi Bahan Bakar Minyak Secara Online dan Realtime menggunakan Radio Frequency Identification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Iklil Mustofa

    2017-05-01

    Full Text Available The scarcity of fuel oil in Indonesia often occurs due to delays in delivery caused by natural factors or transportation constraints. Theaim of this  research is to develop systems of fuel distribution monitoring online and realtime using rule base reasoning method and radio frequency identification technology. The rule-based reasoning method is used as a rule-based reasoning model used for monitoring distribution and determine rule-based safety stock. The monitoring system program is run with a web-based computer application. Radio frequency identification technology is used by utilizing radio waves as an media identification. This technology is used as a system of tracking and gathering information from objects automatically. The research data uses data of delayed distribution of fuel from fuel terminal to consumer. The monitoring technique uses the time of departure, the estimated time to arrive, the route / route passed by a fuel tanker attached to the radio frequency Identification tag. This monitoring system is carried out by the radio frequency identification reader connected online at any gas station or specified position that has been designed with study case in Semarang. The results of the research covering  the status of rule based reasoning that sends status, that is timely and appropriate paths, timely and truncated pathways, late and on track, late and cut off, and tank lost. The monitoring system is also used in determining the safety stock warehouse, with the safety stock value determined based on the condition of the stock warehouse rules.

  19. KAJIAN POTENSI SUMBER ENERGI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2014-12-01

    Full Text Available Biogas is a source of energy that is derived from the decomposition of organic matter by microorganisms in the absence of oxygen (anaerobic to produce a mixture of several gases are methane (CH 4 and carbon dioxide (CO 2.Biogas can be made from many types of waste material and the rest, a kind of garbage, livestock waste, agricultural waste and others.Things to consider in the development of biogas energy source so that the principle of availability of sustainable biogas as an alternative fuel can be met is a local or regional potential to produce biogas.Communities in the District Central Lampung regency Kalirejo many who maintain livestock.Waste from livestock manure is especially very disturbing and detrimental to health, it is encouraging to capitalize upon the waste as feedstock for biogas production.To assess the potential of biogas energy sources are needed data about the amount of livestock manure every day, in this study is the dung of cows, goats and chickens.Fermentation process for the three types of dirt inside the reactor each trial was conducted to determine the length / time effective and energy biogas produced.From the field data known total number of chickens are farmed as much as 176.264 , goat 12.345and cow  4.488 tail.Manure produced by 1 chicken, 1 goats and one cow in a row that is 0.055 kg / day, 0.98 kg / day and 19.5 kg / day.While the testing laboratory, known Biogas produced from each of 20 kg of dung that chicken manure yield of 2.04 m 3, cow dung yield of 0.56 m 3 and 0.76 m 3 cow dung.From field data and laboratory testing can be calculated local potential in providing sustainable biogas in District Kalirejo Kalirejo Central Lampung regency, namely the potential of biogas from chicken manure at 988.84 m 3 / day, goat manure at 338.75 m 3 / day and cow manure at 3325.61 m 3 / day.So the total potential of biogas that can be generated is equal to 4653.2 m 3 / day.

  20. Analisa Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Polipropilena Cair dan Solar Akra Sol (AKR) dengan Penambahan Alat Supercharger

    OpenAIRE

    Sihotang, Edgar

    2016-01-01

    Population in the world always increases day to day so that need of fossil fuel increases too. This problem makes us to look for others sources out of fossil. That we can say alternative fuel. The alternative fuels can be found from plastic waste propilene type (PP). Now a days the national plastic needs is already big and it continues to grow by the population growth. The per capita plastic consumption in Indonesia is about 10 kg/capita/year. One of the way to reuse the plastic waste is maki...

  1. Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar Antara Bus Dan Travel Minibus Rute Semarang – Solo Sampai Tahun 2040 Menggunakan Software Leap

    OpenAIRE

    Zulem, Noviyanto Rahmat; Utomo, MSK. Tony Suryo

    2015-01-01

    The increasing number of vehicles with high fuel consumption and weak emission control policies negatively impact the environment. This research designed to projecting comparison of enery consumption of fuel and exaust emissions on bus and travel minibus route Semarang – Solo on 2013- 2040 using LEAP software with two scenarios, as for these scenarios is business as usual (BAU).Test results using LEAP shows the amount of fuel required bus in 2040 based on the BAU scenario amounted to 1.559.80...

  2. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  3. PENGUKURAN KADAR NATRIUM ALGINAT DARI ALGA COKELAT SPESIES Sargassum sp. SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BAHAN CETAK KEDOKTERAN GIGI (IRREVERSIBLE HYDROCOLLOID/DENTAL IMPRESSION MATERIAL)

    OpenAIRE

    MUTMAINNAH SUNAR, SITI

    2016-01-01

    2015 Pengukuran Kadar Natrium Alginate dari Alga Cokelat Spesies Sargassum sp. sebagai Bahan Dasar Pembuatan Bahan Cetak Kedokteran Gigi (Irreversible Hydrocolloid/Dental Impression Material) Siti Mutmainnah Sunar Abstrak Latar belakang : Irreversible hydrocolloid merupakan bahan cetak yang relatif sering digunakan di bidang kedokteran gigi. Namun, bahan baku dari bahan cetak ini masih diimpor dari luar negeri. Natrium alginate sebagai bahan baku masih menggunakan ekstraksi alga c...

  4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENUMBUHKAN KELEMAHLEMBUTAN DI SEKOLAH MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johana Manubey

    2016-03-01

    Kelemahlembutan merupakan karakter penting, yang didalamnya termuat kerendahan hati, ketaatan, penguasaan diri, dan kesediaan untuk dididik. Salah satu tempat untuk pengajaran kelemahlembutan adalah sekolah minggu. Sekolah minggu diadakan untuk anak-anak yang beragama Kristen. Untuk mengajarkan dan menumbuhkan kelemahlembutan, diperlukan pengembangan bahan ajar terkait kelemahlembutan, yang berisikan strategi dan metode untuk dapat mentrasformasikan karakter kelemahlembutan. Pengembangan bahan ajar kelemahlembutan dilakukan dengan menggunakan model Dick & Carey. Dimana, dari hasil pengembangan bahan ajar diperoleh kelayakan bahan ajar untuk diimplementasikan yakni diatas 80%. Untuk implementasi di lapangan diperoleh hasil bahwa bahan ajar ini dapat menumbuhkan karakter kelemahlembutan di sekolah minggu.

  5. Modernisation or Westernisation of Johor under Abu Bakar: A Historical Analysis.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Rahman Tang Abdullah

    2008-12-01

    Full Text Available Abstract: The transformation of Johor under Abu Bakar has been variously described as modernisation or westernisation. Westernisation argument is flawed because during the period under consideration, Johor was not yet fully under the control of the West. The archival records show that Johor’s transformation was self-initiated to promote the welfare of the people. The reforms Abu Bakar brought about in Johor affected more the Malay culture than Islamic rules and practices. Even then these reforms not simply modernised but elevated the position of certain aspects of Malay culture. It is, therefore, appropriate to describe Abu Bakar as the father of modern Johor.

  6. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  7. KERACUNAN BAHAN KIMIA BERACUN DI RUMAH TANGGA DAN PENANGGULANGANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Satmoko

    2012-10-01

    Full Text Available Pada umumnya semua bahan kimia merupakan racun, termasuk obat-obatan. Bahan kimia beracun di dalam rumah setiap saat dapat mengancam keselamatan kita, terutama anak-anak.Bahan bahan kimia yang sering digunakan dan, disimpan di rumah tangga adalah sangat beragam. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat umum karena bahan kimia tersebut dapat membahayakan anak-anak, khususnya balita atau bahkan orang dewasa apabila dalam pelabelan tidak jelas atau memindahkan wadah asli bahan kimia ke wadah lain tanpa diberikan keterangan atau label.Bahan kimia yang sering disimpan di rumah tangga adalah antara lain, spiritus (metil alkohol, asam cuka, air aki, aseton (penghapus cat kuku, bensin, pestisida, deterjen, karnper, kaporit, karbol, minyak tanah, terpentin, oli, obat obatan (boorwater, asetosal, obat-obatan penurun panas, barbiturat, mereurochrom, dan lain sebagainya.  

  8. BATA LEMPUNG BAHAN BANGUNAN DINDING ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vincentius Totok Noerwasito

    2001-01-01

    Full Text Available "Bata lempung" is block of wall material, main basic material is sols contains 50-60% clay, pressed and molded, without combusted, used after 28 days and production doesn't depend climates. "Bata lempung" can used as bearing wall or curtain wall, exposed and in low-cost housing, exclusive house and real estate. Resultants of research "Bata lempung" used sols from Pandaan Jawa-Timur are resistance compression 60 -70 kg/cm2, waterproofing and cheaper than brick if produced in site of project. "Bata lemping" are material saving energy, without pollution, efficient, structural and art material. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata lempung" adalah bahan bangunan dinding berupa blok terbuat dari tanah "lempung" dengan kandungan 50-60% Clay, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Karena dicetak proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca. Aplikasi "bata lempung" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi, yang dapat diekspose pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. Hasil penelitian dari tanah yang berasal dari Pandaan - Jawa timur menghasilkan blok "bata lempung" dengan kuat tekan 60 -70 kg/cm2, tahan air .dan harga dibawah harga bata merah dipasaran jika diproduksi dilokasi bangunan. "Bata lempung" adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,henat enrgi, tidak meninggalkan banyak sisa blok, merupakan bahan bangunan struktural dan juga bahan bangunan seni. Kata kunci: Bahan bangunan dinding, blok, Clay, Semen, pemadatan, pencetakan, pembakaran, ekspose, natural, modul, kuat tekan, dinding pemikul, dinding pengisi, polusi, hemat energi, material struktural, material seni.

  9. Pengaruh Kitosan Secara Topikal Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kimiawi Pada Kulit Rattus Norvegicus

    OpenAIRE

    Pramono, Barii Hafidh; Husein, Rizqi Afrian Jamaludin; Tasminatun, Sri

    2012-01-01

    Kontak antara kulit dengan zat kimia iritatif seperti asam sulfat dapat menyebabkan luka bakar kimiawi. Senyawa yang telah diteliti efektif mempunyai kemampuan mengakselerasi proliferasi sel, migrasi sel PMN, daya antiinfeksi, dan bersifat basa adalah kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kitosan secara topikal terhadap penyembuhan luka bakar kimiawi pada kulit tikus putih terinduksi asam sulfat. Penelitian eksperimental invivo, sebanyak 30 ekor tikus dibagi enam kelom...

  10. Modernisation or Westernisation of Johor under Abu Bakar: A Historical Analysis.

    OpenAIRE

    A Rahman Tang Abdullah

    2008-01-01

    Abstract: The transformation of Johor under Abu Bakar has been variously described as modernisation or westernisation. Westernisation argument is flawed because during the period under consideration, Johor was not yet fully under the control of the West. The archival records show that Johor’s transformation was self-initiated to promote the welfare of the people. The reforms Abu Bakar brought about in Johor affected more the Malay culture than Islamic rules and practices. Even then these refo...

  11. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis sebagai Model Diabetes Melitus: Pengaruh Hiperglikemia pada Lipid Darah, Serum Oksida Nitrik, dan Tingkah Laku Klinis (THE LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS AS A MODEL OF DIABETES MELITUS : EFFECT OF HYPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kayati Widyastuti

    2016-08-01

    Full Text Available Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis sebagai Model Diabetes Melitus: Pengaruh Hiperglikemia pada Lipid Darah, Serum Oksida Nitrik, dan Tingkah Laku Klinis   (THE LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS AS A MODEL OF DIABETES MELITUS : EFFECT OF HYPERGLICEMIA ON BLOOD LIPID, SERUM NITRIC OXIDE, AND CLINICAL BEHAVIOUR

  12. RANCANGBANGUN DAN PENGUJIAN TUNGKU BERBAHAN BAKAR GAS UNTUK INDUSTRI TAHU TRADISIONAL BERBASIS PRODUKSI BERSIH (Design, Construction and Test of Gas Stove for Traditional Tofu Industry Based on Cleaner Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Taufan

    2014-02-01

    Full Text Available A model of gas stove for traditional tofu industry was designed and tested. one of the focuses of cleaner production is energy efficiency, so the stove was designed to have good thermal efficiency and low energy consumption. The stove was constructed with two kettles where the first kettle was used to cook soybean porridge from 5-8 kg soybean and the other to warm water. The test consist of water boiling test and soybean cooking test. Water Boiling Test (WBT was used to assessed stove performance by boiling the water. It takes 29,0 minutes to boil 20 lites of water in cold start condition and 18,7 minutes in hot start condition, moreover average specific fuel consumption is 0,041 kg/liter in cold start condition and 0,030 kg/liter in hot start condition. Gas consumption in cold start is 0,028 kg/min and in hot start is 0,032 kg/min, and the average thermal efficiency are 34,80% in cold start condition and 38,63% in hot start condition. Statistical test with 95% level of confidence, indicated a significant difference in the boiling time between cold start and hot start. The test showed that to cook soybean porridge from 5 kg/batch in cold start condition consumed 1,78 kg of fuel in 60 minutes. Keywords: Design construction, tofu stove, cleaner production, Water Boiling Test, thermal efficiency   ABSTRAK Telah dilakukan rancangbangun dan pengujian tungku berbahan bakar gas untuk industri tahu tradisional. Berdasarkan salah satu fokus penerapan produksi bersih yaitu efisiensi energi, maka tungku dirancang sedemikian rupa agar memiliki efisiensi termal dan konsumsi energi yang baik. Tungku yang dikonstruksi memiliki dua buah ketel, ketel pemasakan bubur kedelai dari 5-8 kg bahan baku kedelai dan ketel untuk menghangatkan air. Pengujian tungku terdiri dari pengujian untuk pemasakan air dan pengujian untuk pemasakan bubur tahu. Pengujian untuk pemasakan air menggunakan metoda Water Boiling Test (WBT. Dari pengujian ini dapat diketahui waktu untuk

  13. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  14. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DASAR LAYANAN JURUSAN NON EKSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Finola Marta Putri

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan metode penelitian dan pengembangan yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar Matematika Dasar Layanan seperti yang sesuai untuk diterapkan pada Jurusan Non Eksak. Teknik pengumpulan data berupa lembar kuesioner untuk mahahasiswa mengenai bahan ajar yang telah digunakan selama ini dan angket untuk dosen sebagai validator yang digunakan untuk memvalidasi produk (bahan ajar yang telah peneliti hasilkan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar Matematika Dasar Layanan yang yang sesuai dengan permintaan mahasiswa untuk diterapkan pada Jurusan Non Eksak yaitu bahan ajar yang memuat lebih banyak contoh soal, sehingga mahasiswa dapat mengerjakan latihan soal yang serupa dan apabila diberikan soal yang kemampuannya lebih tinggi maka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa.

  15. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  16. KAYU BAKAR DALAM INDUSTRY PEMBAKARAN GENTENG DIDUGA SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elmi Nuryati

    2018-01-01

    Full Text Available Asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu itu ternyata berbahaya bagi kesehatan seperti layaknya polutan dari pembakaran mineral dan mesin kendaraan bermotor. Polutan dari  kayu bakar dalam industry pembakaran genteng dapat menjadi salah satu penyebab infeksi saluran pernafasan akut (ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan kayu bakar dalam industry pembekaran genteng dengan kejadian ISPA pada daerah home industri  Desa Pandansari Selatan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun 2017. Jenis penelitian adalah analitik komparatif dengan desain crosectional. Populasi dalam penelitian ini semua warga desa Pandansari Selatan kecamatan sukoharjo dengan jumlah sampel 80 responden. Teknik sampling yang digunakan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan menggunaka uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan kayu bakar dalam industry pembakaran genteng dengan kejadian ispa dengan p value >  0,05, nilai OR 2,206. Hal tersebut menunjukkan bahwa kayu bakar yang menghasilkan asap sangat berbahaya dan berperan besar dalam menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut.

  17. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  18. PENGARUH TINGKAT YOGURT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, PROTEIN, DAN SERAT KASAR KULIT NANAS FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati (Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan untuk melihat pengaruh tingkat yogurt dan waktu fermentasi terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu tingkat yogurt (0, 3, 6, dan 9 ml/kg dan lama waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam yang diulang sebanyak 5 kali. Bahan yang digunakan adalah kulit nanas, plain yogurt yang mengandung bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus, bahan kimia yang digunakan untuk analisis proksimat protein dan serat kasar kulit nanas fermentasi, larutan saliva buatan McDougall dan cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 tingkat yogurt terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tetapi tidak berbeda nyata terhadap kecernaan serat kasar. Waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan serat kasar secara in vitro. Interaksi tingkat yogurt dengan waktu fermentasi memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat yogurt 6 ml/kg dan waktu fermentasi 72 jam dapat meningkatkan kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar serta menurunkan kecernaan in vitro serat kasar kulit nanas fermentasi. (Kata kunci: Fermentasi, Kecernaan in vitro, Kulit nanas, Yogurt

  19. PICUNG (PANGIUM EDULE SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available (Pangium edule sebagai bahan pengawet ikan (Pitjung (Pangium edule as a preservative for fish. Pitjung (Pangium edule contains an antiseptic substance. It can be used as a preservative for fish in combination with salt. The self-life of fish will be increased if, in addition to 3% salt, certain amounts of pitjung are added. Sensory evaluation indicated that a combination of 6% pitjung with 3% salt could keep the fresh characteristics of fish for 6 days, therefore is useful to preserve fish during transport. Cara mengawet ikan seperti dilakukan orang di Labuan Jawa Barat, menggunakan picung (Pangium edule dan garam. Dengan cara ini garam yang digunakan lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk mengasin. Picung terdapat di seluruh Indonesia, memungkinkan penggunaan cara ini di daerah-daerah penangkapan ikan yang kekurangan es atau garam. Penelitian ini bertujuan menilai kegunaan cara tersebut sehubungan dengan kesukaan konsumen.

  20. Uji Eksperimental Konsumsi Bahan Bakar Mesin Berbahan Bakar Biodiesel Minyak Kelapa Hasil Metode Kering (Experimental Test on Engine Fuel Consumption Using Biodesel From Coconut Oil Produced by Dry Method)

    OpenAIRE

    Padang, Yesung Allo

    2011-01-01

    Experimental testing using coconut oil produced by dry method on engine has been conducted in the Laboratory of Energy Conversion, Mechanical Engineering, Mataram University. The purpose was to evaluate the effect of using this coconut oil on the engine performance. The oil was mixed with diesel oil in order to obtain biodiesel. There were four combinations of ratio diesel oil to coconut oil; namely 100% : 0% (mkp0%), 90%:10% (mkp10%), 80%:20% (mkp20%) and 70%:30% (mkp30%.). Mitsubishi L300 d...

  1. Reading teh Myth: Public Teaching of Abu Bakar Ba'asyir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timothy Earl Behrend

    2003-12-01

    Full Text Available Abu Bakar Ba 'asyir, menurut media di luar Indonesia, dituduh sebagai penganjur terorisme dan revolusi melalui organisasi yang disebut Jamaah Islamiyah. Namanya sering dikaitkan dengan Al Qaidah, dan sejumlah peristiwa terorisme. Ia ditangkap karena desakan sejumlah negara atas Indonesia, melalui tuduhan sebagai aktor terorisme. Abu Bakar Ba'asyir sendiri merupakan seorang muslim taat, disiplin, tetapi juga absolutis dan simplistis. Ia memang, melalui pengajarannya, tampak berobsesi menegakkan syari'at Islam di negara Indonesia, untuk mengganti sistem kafir. Dalam hal ini, ia seorang radikalis. Tetapi, sesungguhnya ia bukan penganjur terorisme dan kekerasan dalam mencapai tujuannya, sebagaimana dituduhkan media. Sikap radikalnya, sesungguhnya, tak beda dengan sikap radikal kaum Kristen fundamentalis yang pernah terjadi di barat, terutama Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sangat menentang Amerika yang dipandangnya telah melakukan hegemoni dan terorisme budaya.

  2. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    OpenAIRE

    Sutardi, Sutardi

    2016-01-01

    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyem-buhkan berbagai penyakit. Pegagan mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bahan aktif tersebut merupakan bahan baku obat tradisional yang bermanfaat sebagai antipikun, antistres, obat lemah syaraf, ...

  3. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB LOKASI BAHAN GALIAN KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santosa

    2010-01-01

    Full Text Available Geographical Information System Base On Web Location Materials Dig Sub-Province of Ponorogo can give information concerning dig materials situation had by area of Ponorogo. This System will present map of Sub-Province area administration of Ponorogo along with dig materials location dots. Where every the dig materials location dot will give description of detail from each dig materials. Methodologies engineer software used to build this system is Waterfall which is covering engineer system, analyse, scheme, coding, conservancy and examination. Programming language the used is Arcview, Macromedia Flash, PHP 4, and Mysql Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Lokasi Bahan Galian Kabupaten Ponorogo dapat memberikan informasi mengenai letak bahan galian yang dimiliki daerah Ponorogo. Sistem ini akan menampilkan peta administrasi daerah Kabupaten Ponorogo beserta titik-titik lokasi bahan galian. Dimana setiap titik lokasi bahan galian tersebut akan memberikan keterangan detail dari masing-masing bahan galian. Metodologi rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah Waterfall yang meliputi rekayasa sistem, analisis, perancangan, pemrograman, pengujian dan pemeliharaan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah ArcView, Macromedia Flash, PHP 4, dan MySQL

  4. Pemanfaatan Limbah Kaca untuk Bahan Baku Produk Perhiasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lies Susilaning Sri Hastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Limbah kaca merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan batu-batuan tiruan atau manik-manik. Limbah tersebut perlu diolah terlebih dahulu menjadi bahan baku siap pakai berupa luluran kaca dengan cara melebur pada temperatur (1200-1400°C sambil diputar. Penelitian dilakukan dengan pembuatan luluran kaca sebagai bahan baku siap pakai dari limbah kaca (gelas, piring, botol parfum, dll dengan cara melebur kaca diatas tungku peleburan sambil diputar-putar (diulet dengan variasi waktu 1-6 menit, kemudian ditarik sehingga menjadi luluran kaca. Variabel yang diamati meliputi waktu peleburan, panjang luluran dan kenampakan luluran kaca. Hasil uji coba diperoleh bahwa hasil kenampakan luluran kaca yang terbaik yaitu mengkilap, homogen, tidak mudah pecah dan panjang luluran 60 cm dicapai dengan waktu peleburan selama 5 menit, sertapengadukan yang stabil. Kata kunci: limbah kaca, luluran kaca, manik-manik.

  5. Pembuatan Katalis Cu/ZnO/Al2O3 untuk Proses Steam Reforming Metanol menjadi Hidrogen sebagai Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husni Husin

    2010-06-01

    Full Text Available Study on the use of copper zinc oxide supported on alumina catalyst for steam reforming of methanol to hydrogen has been done. The aim of this work is to study the catalytic properties of copper based catalysts used in the steam reforming of methanol. This method is known as one of the most favorable catalytic processes for producing hydrogen on-board. The catalyst was prepared by impregnation method with Cu loading of 5%, 10%, and 15%,. The X-ray diffraction pattern shows that the catalyst compositions are Cu, CuO, ZnO, and Al2O3. The reactions were carried out in the fixed bed tubular reactor operating at temperatures of 150oC, 200oC, 250oC, 300oC, and 350oC and atmospheric pressure. The product was analyzed using Shimadzu Gas Chromatography GC 8A with mole sieve 5A and porapak-N column 80/100 mesh. The performance of the catalyst shows that the highest methanol conversion was 86% over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading. The selectivity and yield of hydrogen was 66% and 57% respectively over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading. Selectivity of carbon dioxide is 18% over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading at 300oC. Keywords: alumina oxide catalyst, copper zinc oxide, hydrogen, impregnation

  6. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2014-04-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.

  7. KARAKTERISTIK BRIKET DARI KOMPOSIT SAMPAH BUAH, SAMPAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Ruslinda

    2017-03-01

    Full Text Available This study aims to examine the characteristics of briquettes from fruit waste, HDPE plastic waste, and coconut shell composite, as an alternative fuel. Characteristic tests include physical characteristics (density and compressive strength, chemical characteristics (moisture, volatile content, fixed carbon, ash content, calorific value, and cost calculation for making briquettes. Physical characteristics tests obtained that density is between 0.60 to 0.89 g/cm3 and compressive strength is between 0.88 to 6.87 kg/cm2. Chemical characteristics tests found that water content 5.73 - 9.06%; volatile content 70.02 - 79.92%; fixed carbon 12.39 - 18.41%; ash content of 1.47 - 4.86%, and calorific value 4549 - 7213 cal/g. Cost for making briquettes range between 0.56 to 0.86 rupiahs/kcal. Except for compressive strength parameter, other parameters are in the standard range of biobriquettes quality according to Permen ESDM No. 047 Tahun 2006. Optimum briquette found in this research is a mixture of 20% fruit waste, 20% of plastic waste HDPE, and 60% coconut shell. Briquettes made as a mixture of those three raw material with that composition is optimum as an alternative fuel, because it produces higher calorific value and lower cost.

  8. Pektin Sebagai Alternatif Bahan Baku Biosorben Logam Berat

    OpenAIRE

    Kurniasari, L; Riwayati, I; Suwardiyono,

    2012-01-01

    Berbagai kegiatan manusia sangat berpotensi menghasilkan limbahlogam berat. Limbah ini bila tidak diolah dengan baik akan menimbulkanpencemaran lingkungan serta meracuni makhluk hidup termasuk manusia.Diantara berbagai alternatif pengolahan limbah yang mengandung logamberat, penggunaan biosorben memiliki beberapa keunggulan, diantaranyabiaya yang relatif murah, efisiensi yang tinggi pada larutan encer sertakemudahan proses regenerasinya. Diantara berbagai bahan baku biosorben,pektin merupakan...

  9. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    Full Text Available Papua and West Papua Province have a large potential of sago. Approximately 994,000 hectares, mostly natural sago forest was existed in this area. Sago starch has long been an important source of nutrition troughout Papua. Product of sago palm is not only starch as source of carbohydrate for food stuff, but also for basic material of industries such as paper, plywood, hardboard, and food indutries. Traditional methods are used for starch extraction in almost all part of Papu, which is not efficient and production capacity is very low. The effort to increase sago starch production could be carry out by introducing mechanical equipment (traditional to mechanized processing. The objective of this research was to design mixer rotary blade of sago starch extraction powered by internal combustion engine. The result was prototype of mechanical sago starch extractor. The prototype has high performance with extraction capacity 160 kg of disintegrated pith per hour or equal to 33 kg of wet starch per hour, extractable starch more than 99 % while starch losses in hampas less lhan 1 %. Hopefully, application of this machine to the sago farmer will transform agricultural system from subsistence to commercial. It means that increasing of economic income. In conclusion, technically and economically this prototype was feasible. ABSTRAK Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi sagu yang sangat besar. Sekitar 994.000 hektar yang sebagian besar merupakan hutan sagu alam terdapat di kedua provinsi ini. Pati sagu telah lama digunakan sebagai sumber nutrisi bagi penduduk asli papua. Pati sagu tidak hanya digunakan sebagai sumber karbohidrat, namun juga digunakan seba- gai bahan dasar industri kertas, plywood, hardbord, dan pangan. Pengolahan sagu secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat tidak efisien dan kapasitas produksinya sangat rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan mengintroduksi peralatan pengolahan mekanis untuk merubah metode

  10. Pengaruh Penggunaan Busi Terhadap Prestasi Genset Motor Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma'ruf Ma'ruf

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian busi terhadap prestasi genset mesin bensin yang meliputi konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi mesin bensin. Pembebanan menggunakan lampu 200 watt sampai 16000 watt dengan variasi berbagai busi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga variasi busi tersebut terhadap konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesfik dan effisiensi genset mesin bensin. Effisiensi tertinggi didapatkan pada beban 1600 Watt

  11. Pengaruh Pemanasan Awal dan Medan Elektromagnet pada Biodiesel terhadap Daya dan Kepekatan Gas Buang pada Motor Diesel 4 Tak 4 Silinder

    OpenAIRE

    soares, Jacinto; Sahbana, Muhammad Agus; Fuhaid, Naif

    2013-01-01

    Salah satu permasalahan di bidang otomotif adalah ketersediaan bahan bakar fosil minyak bumi. Bahan bakar Bio menjadi salah satu sumber alternatif untuk mesin diesel. Bahan bakar tersebut memerlukan perlakuan tertentu sebelum memasuki ruang bakar di mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemanasan awal dan medan elektromagnet pada biodiesel terhadap daya dan kepekatan gas buang motor diesel 4 tak 4 silinder. Eksperimen dilakukan mengunakan mobil chevrolet/isuzu. Bahan baka...

  12. PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI STYROFOAM PADA PEMBUATAN BATAKO MORTAR SEMEN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK DAN KUAT TEKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Winarno

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen. Dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dibandingkan batako biasa. Penelitian ini direncanakan dalam masa empat bulan, dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen yang dilakukan di Laboratorium Uji Bahan dan Beton Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Urgensi penelitian ini dengan memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen, dapat menekan kerusakan lingkungan dimana limbah styrofoam  merupakan salah satu bagian dari pencemaran lingkungan.

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL MIND MAP UNTUK PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

    OpenAIRE

    Lukman Lukman; Ishartiwi Ishartiwi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dengan model mind map yang layak digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa SMP, serta mengetahui keefektifan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian adalah sebagi berikut: (1) menghasilkan bahan ajar dengan model mind map untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SMP yang dikemas dalam bentuk buku dengan materi “Perk...

  14. KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 telah berhasil dibuat dengan menggunakan mertoda RF sputtering. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter mikrostruktur pelet UO2 + dopan, ketebalan, kekerasan mikro, komposisi kimia dan struktur kristal lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2.  Penentuan mikrostruktur dan ketebalan lapisan dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik, kekerasan lapisan dengan metode kekerasan mikro Vickers, komposisi kimia dengan spektrometri XRF dan struktur kristal dengan difraksi sinar-X. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar kandungan TiO2 dalam pelet maka semakin besar ukuran butir dalam mikrostruktur pelet dan semakin tebal lapisan yang terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kekerasan lapisan permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter relatif sama dan tidak bergantung pada konsentrasi dopan TiO2. Lapisan permukaan pelet UO2 + 0,3 % TiO2, pelet UO2 + 0,5 % TiO2 dan pelet UO2 + 0,7 % TiO2 sinter mengandung unsur zirkonium masing-masing 1,97 mg, 2,47 mg dan 4,81 mg. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter mempunyai fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal. Kata Kunci: lapisan permukaan, penyerap dapat bakar, pelet UO2, mikrostruktur, kekerasan, komposisi kimia, struktur kristal. ABSTRACT CHARACTERIZATION OF BURNABLE ABSORBER LAYER ON THE SURFACE OF UO2 + DOPED TiO2 PELLETS. Burnable absorber layer on the surface of UO2 + doped TiO2 pellets have successfully created using RF sputtering methods. The objective of this research is to obtain of microstructure characters of UO2 + doped TiO2 pellets, thickness, micro hardness, chemical composition and crystal structure of burnable absorber layer on the surface of UO2 pellets. The methods used are the microstructure and layer thickness using optical microscopy, layer hardness with micro Vickers

  15. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Konteks dan Kreativitas untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sistiana Windyariani

    2017-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Penelitian dan Pengembangan yang meliputi tiga tahap penelitian yaitu: 1 Studi Pendahuluan, 2 Pengembangan bahan ajar, dan  3 Uji coba bahan ajar. Studi pendahuluan dilakukan dengan studi kurikulum IPA di SD dan survey lapangan terhadap guru-guru kelas 4 dan 5 SD di kota sukabumi sebanyak 16 orang. Pengembangan model berupa penyusunan bahan ajar serta validasi oleh expert judgement dan peer reviewer. Uji coba terbatas dan uji coba lebih luas bahan ajar. Tanggapan dari guru dilakukan dengan memberikan kuosioner kepada 3 orang guru. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, berdasarkan analisis kurikulum pembelajaran IPA di SD menuntut adanya pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan praktikum untuk menanamkan konsep/konten yang selaras dengan kemampuan literasi sains, 2 telah dihasilkan 3 buah bahan ajar dengan konteks: a Kemanakah Perginya Capung?, b Mengapa Hujan Turun?, c  Mengapa gigi kita bisa sakit?. 3 Hasil uji coba terbatas dan lebih luas dijadikan pijakan untuk pengembangan bahan ajar, 4 umumnya guru memberikan respon yang baik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan.

  16. AKTIFITAS ANTIHELICOBACTER DARI LACTOBACILLUS SP SECARA INVITRO : POTENSI SEBAGAI SUATU BAHAN BIOTERAPI TUKAK LAMBUNG

    OpenAIRE

    Zaraswati Dwyana

    2007-01-01

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari bahan bioterapi alami yang dapat digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi Helicobacter pylori. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kemampuan Lactobacillus sebagai bahan bioterapi dengan mengetahui aktivitas antimikrobanya terhadap Helicobacter pylori yang kemudian dapat disebut antihelicobacter. Lactobacillus ditumbuhkan media tumbuh dan difermentasi lalu disentrifus sehingga diperoleh kultur lactobacillus cair lalu diliofilikasi untuk...

  17. Pengembangan pemakaian hasil samping agroindustri berbahan dasar jagung sebagai alternatif bahan baku pakan ikan kerapu tikus Cromileptes altivelis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Agus Suprayudi

    2015-03-01

    impact to feed palatability (shown by total feed consumption value and digestibility of protein. The increasing level of DDGS and hominy more than 10% reduced palatability and protein digestibility. Based on this research, DDGS and hominy can be used up to 10% in the feed formulation of humpback grouperKeywords: digestibility, growth performance, DDGS, hominy, humpback grouper, Cromileptes altivelisABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah jagung dari industri etanol dalam bentuk distillate dried grain with soluble (DDGS dan homini sebagai bahan baku pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan kerapu bebek Cromiliptes altivelis. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil ikan kerapu bebek berukuran 11‒14 g. Ikan dipelihara dalam karamba jaring apung yang berukuran 3×1,5×2 m3 dengan kepadatan 167 ekor/jaring. Ikan diberi pakan sampai kenyang sebanyak dua kali sehari. Untuk menjaga agar jaring tetap bersih maka dilakukan pergantian jaring setiap satu sampai dua minggu sekali. Ikan dipelihara selama lima bulan dan setiap bulan dilakukan sampling. Tiga macam pakan digunakan dalam penelitian ini dengan kadar protein 47% dan rasio energi protein 10 kkal/g protein. Pakan A adalah pakan yang tidak mengandung DDGS dan homini, pakan B mengandung DDGS 6,13% dan 4% (total 10,13%, dan pakan C mengandung DDGS 15,05% dan Homini 4% (total 19,5%. Untuk mengevaluasi ketercernaan nutrien maka kromium oksida (Cr2O3 digunakan sebagai penelusur. Penelitian ketercernaan dilakukan di laboratorium dengan menggunakan fiber dengan volume 800 L. Rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketercernaan nutrien tidak berbeda sampai total kadar DDGS dan homini 10,13% (pakan B dan peningkatan DDGS serta homini sampai 19,05% (pakan C menurunkan nilai ketercernaan. Ikan yang diberi pakan dengan DDGS sebesar 10,13% (pakan B memiliki nilai efisiensi pakan, sintasan, laju

  18. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eriawan Rismana

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. asiatica fraction extract were the highest as compared to the other gel formulations, respectively. The goal of the study was formulation, effectiveness and safety in promoting wound healing data of gel formulation. Keywords : Wound healing, histochemically, histopatologically, Centella asiatica fraction extract Abstrak :   Studi uji khasiat penyembuhan luka bakar dari formula sedian topikal bentuk gel yang mengandung fraksi ekstrak Centella asiatica (Pegagan telah dilakukan menggunakan tiga konsentrasi fraksi ekstrak yang berbeda. Khasiat penyembuhan luka bakar telah dievaluasi secara uji histopatologi melalui pengamatan miskroskopi dan histokimia dengan mengukur kandungan hidroksiprolin dalam jaringan kulit. Hasil uji histokimia dan histopatologi masing – masing menunjukan bahwa kandungan hidroksiprolin dan derajat regenerasi pada jaringan kulit kelinci yang diobati dengan formulasi gel mengandung fraksi ekstrak C. asiatica 1,5 % adalah tertinggi dibandingkan dengan pengobatan menggunakan 2 formula lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data formulasi, efektifitas khasiat dan keamanan dari formulasi sediaan gel luka bakar.   Kata Kunci : histochemically, histopatologically

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA LEVEL IGCSE BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR BAGI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prahesti Tirta Safitri

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersedian bahan ajar matematika berbahasa inggris khususnya pada level IGCSE bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika. Sesuai dengan tuntutan globalisasi dimana calon guru matematika harus siap bersaing untuk mengajar di sekolah manapun baik yang menggunakan kurikulum nasional, maupun internasional. Dengan begitu kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon guru dalam pelajaran matematika sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut merupakan alasan bahwa perlu adanya pengembangan bahan ajar matematika level IGCSE. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang akan menghasilkan bahan ajar berbasis tugas terstruktur. Metode penelitiannya menggunakan metode pengembangan yaitu meliputi (1 Concept, pada tahapan ini pengembang mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pembelajaran matematika dengan bahasa inggris dan membuat rencana pembuatan bahan ajar sesuai dengan masalah tersebut; (2 Design, pada tahap ini pengembang mengemas bahan ajar sejelas mungkin sesuai dengan karakteristik mahasiswa; (3 Collecting of materials, pada tahapan ini pengembang menyiapkan materi yang sesuai dengan materi matematika level IGCSE; (4 Assembly dan uji coba, pada tahapan ini pengembang mendesain bahan ajar sesuai dengan materi yang telah disiapkan, setelahnya dilakukan uji coba kepada ahli. Adapun hasil dari uji coba ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk ke dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk sumber pendukung perkuliahan.

  20. KERAGAMAN BAHAN MAKANAN UNTUK SARAPAN ANAK SEKOLAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Permaesih

    2017-01-01

    Full Text Available Breakfast (5-9 AM is contributed around one third of daily nutrient intake. Some studies shown that breakfast can maintain the blood glucose level, increase school performance and prevent obesity. This study aimed to determine the food variety of breakfast consumed by most Indonesian people, aged 6-18 years. Analysis was conducted using secondary data taken from the Individual Food Consumption Survey (SKMI 2014. The study was cross-sectional survey design conducted in 33 provinces in Indonesia in May-June 2014. 27870 (77.5% subjects were met the criteria. The age group of 6–12 years old consists of 7739 males and 7069 females, while aged 13–18 years old consists of 6612 males and 6450 females. Almost 60 percent (59,1% subjects consumed a combination of 3 food groups. 72,3 percent were consumed one food which was consist only serealia. Subjects who consumed with combination of 2 food groups such as serealia and water (49.6%, serealia and animal food (18.2%. Subjects who consumed combination of 3 food groups, such as serealia, animal food, and fat, were 49.6 percent. In conclusion, most students aged 6-18 years had breakfast but the variety of food was not adequate yet.   ABSTRAK   Sarapan atau makan pagi (jam 5-9 pagi penting untuk konsumsi makanan sehari. Sarapan dapat membantu mempertahan kadar gula darah, meningkatkan konsentrasi belajar serta mencegah terjadinya kegemukan. Perlu diperhatikan selain jumlah makanan juga keragaman jenis yang dikonsumsi. Tujuan analisis adalah mendapatkan informasi tentang keragaman bahan makanan yang biasa dikonsumsi penduduk di Indonesia, umur 6-18 tahun. Dilakukan analisis data hasil Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014 dari rumah-tangga terpilih di 33 provinsi di Indonesia pada bulan Mei-Juni 2014 dengan desain penelitian potong-lintang. Sampel terdiri dari umur 6-12 tahun usia sekolah dasar (7739 orang laki-laki dan 7069 perempuan dan umur 13-18 tahun usia sekolah menengah (6612 laki-laki dan

  1. ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN PENDINGIN DALAM ELEMEN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN METODE CFD UNTUK REAKTOR RISET RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Subekti

    2015-03-01

    Full Text Available Eksperimen pengukuran distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal elemen bakar reaktor riset RSG-GAS sulit dilakukan karena lebar celah yang sangat kecil dan terletak di dalam elemen bakar. Oleh karena itu diperlukan perhitungan untuk memprediksi distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal untuk mengkonfirmasi bahwa keberadaan handle tidak merusak distribusi kecepatan pendingin masuk ke dalam setiap subkanal. Perhitungan ini memerlukan metode CFD yang memperhatikan interior 3 dimensi. Perhitungan distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal juga belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi distribusi kecepatan pendingin elemen bakar tipe pelat menggunakan metode CFD 3 dimensi untuk reaktor riset RSG-GAS. Penelitian ini juga sangat diperlukan sebagai bagian dari pengembangan desain termohidrolika elemen bakar untuk reaktor riset inovatif. Pemodelan menggunakan ½ model dalam perangkat lunak Gambit dan perhitungan menggunakan persamaan Turbulen dalam perangkat lunak FLUENT 6.3. Hasil perhitungan kecepatan pendingin tiga dimensi dalam subkanal menggunakan metode CFD lebih rendah sekitar 4,06% dari pada hasil perhitungan satu dimensi karena perhitungan satu dimensi mengabaikan keberadaan handle. Kata kunci: Aliran pendingin, elemen bakar, reaktor riset, kondisi tunak, CFD   The measurement experiment for coolant-velocity distribution in the subchannel of fuel element of RSG-GAS research reactor is difficult to be carried out due to too narrow channel and subchannel placed inside the fuel element. Hence, the calculation is required to predict the coolant-velocity distribution inside subchannel to confirm that the handle presence does not ruin the velocity distribution into every subchannel. This calculation utilizes CFD method, which respect to 3-dimension interior. Moreover, the calculation of coolant-velocity distribution inside subchannel was not ever carried out. The research object is to investigate the

  2. PENGOPTIMALAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN AUDITING II DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maylia Pramono Sari

    2011-06-01

    Full Text Available Pengembangan metode pengajaran auditing adalah pembuatan bahan ajar multimedia. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan akuntansi memiliki persepsi awal mengenai pengetahuan auditing yang baik dan mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar. Selain itu juga terjadi kenaikan keaktivan mahasiswa setelah adanya penerapan model pendekatan bahan ajar multimedia pada mata kuliah auditing II. Penelitian ini juga menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test dan hasil menunjukkan bahwa nilai tes sebelum adanya tindakan dan setelah adanya tindakan relatif berbeda. Hal ini berarti model pendekatan penalaran dan sistem pada mata kuliah auditing efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Kata Kunci : Auditing, Bahan Ajar Multimedia, Hasil Belajar

  3. Pemanfaatan Gambir sebagai Bahan Dasar Pembuat Tinta Spidol Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2017-12-01

    Full Text Available Gambier can be used as a raw material for the manufacture of eco-friendly ink. This study was aimed to produce an alternative marker ink which is safer for the environment and human health. The current ink products generally contain volatile organic compound the chemical that can damage health. The study was done in several stages, raw material preparation, gambier extraction, color pigment making, ink formulation, and continued with stirring by used a high-speed homogenizer for the best formula. Variations of stirring speed were 1000, 1500, 2000 rpm and stirring time 10, 20, 30 minutes. The results showed that the best ink was obtained from the homogenization process with stirring time 30 minutes and speed 1000 rpm. The composition of gambier pigment 85%, glycerol 3%, polyethylene glycol 2%, propylene glycol 5%, and the addition of preservatives crystal violet 1%. The characteristics of markers ink were size particles 15.44 d.nm with a poly diversity index 0.186 and specific gravity 1.0254, black color ink, homogeneous, writings were not disjointed, and 6 minutes dry time.ABSTRAK Gambir dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tinta spidol  yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tinta spidol alternatif yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tinta yang diproduksi saat ini pada umumnya masih mengandung volatile organic compound yang merupakan bahan kimia yang dapat merusak kesehatan. Pembuatan tinta dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan bahan baku gambir, pengekstrakan gambir, pembuatan pigmen warna, pembuatan formula tinta, dan dilanjutkan dengan pengadukan menggunakan alat high speed homogenizer untuk formula terbaik. Variasi kecepatan pengadukan adalah 1000, 1500, 2000 rpm dan lama pengadukan 10, 20, 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta spidol yang terbaik diperoleh dari proses homogenisasi dengan waktu pengadukan 30 menit pada kecepatan 1000 rpm. Komposisi pigmen gambir

  4. RESPON BAHAN STERILAN PADA EKSPLAN JELUTUNG RAWA (Dyra lowii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodinah Rodinah

    2017-10-01

    Full Text Available Jelutung is a high economic value. Nature nursery jelutung problem is recalcitran seeds. Technology in vitro give solution for the supply of seeds in large quantities. The purpose of this research is to know the effect of sterilan material with jelutung eksplan, the best strilan and eksplan material. This study used Completely Randomized Design, Two factors. First factor of sterilized material (S; S1 = 70% alcohol, bayclin 20%, H2O2 17,6%, bayclin 10%; S2 = fungicide, bactericide, alcohol 70%, H2O2 17,6%, bayclin 20%; S3 = fungicide, bactericide, alcohol 70%, sublimate 0.2%, H2O2 17.6%, bayclin 20%; S4 = fungicide, bactericide, alcohol 70%, sublimate 0.2%, H2O2 17.6%, bayclin 10: s5 = fungicide, bactericide, 70% alcohol, sublimate 0.2%, H2O2 17.6%, bayclin 20% , Bayclin 10%. Second factor eksplan (E: e1= Leaf, e2 = nude. The research results obtained the smallest percentage of contamination on leaves and nudes on S5. The smallest percentage of browsed on S1 The highest percentage of live on S1. The smallest percentage of contamination on the leaves, while the lowest percentage browning on the nude and the highest live percentage on leaf explants. Jelutung merupakan tanaman bernilai ekonomis tinggi. Pembibitan jelutung  terkendala  sifat benih  recalcitran.  Teknologi secara in vitro guna penyediaan bibit  dalam jumlah banyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan sterilan dengan eksplan jelutung dan bahan strilan dan eksplan yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dua faktor. Faktor pertama bahan sterilan (S; s1 = alkohol 70 %, bayclin 20 %, H2O2 17,6 %, bayclin 10 %  ; s2 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, H2O2 17,6 %, bayclin 20 % ; s3 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, sublimat 0,2 %, H2O2 17,6 %,bayclin 20 %; s4 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, sublimat 0,2 %, H2O2 17,6 %,bayclin 10  : s5 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, sublimat 0,2 %, H2O2 17,6 %, bayclin 20% ,bayclin

  5. Pemberian Biochar Dari Beberapa Bahan Baku Untuk Mengurangi Pencemaran Logam Berat Cd Di Tanah

    OpenAIRE

    Sinaga, Elfride

    2017-01-01

    120301076 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku biochar yang terbaik dalam mengurangi pencemaran logam berat Cd di tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kontrol, 3 jenis biochar dari bahan baku yang berbeda meliputi brangkasan jagung, jerami padi dan TKKS, sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Cd ekstrak DTPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis biochar...

  6. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik transduser ultrasonik. Dan untuk menunjang pengujian, maka dibuat sebuah alat sederhana dengan metode transmisi pulsa untuk melakukan pengukuran Time of Flight(TOF gelombang ultrasonik. Karakterisasi bahan transduser dilakukan dengan melakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama dilakukan  pengujian respon frekuensi pada piezoelektrik untuk mendapatkan frekuensi resonansi yang sesuai. Kemudian dilakukan pengujian bahan backing material untuk mengetahui respon impulse dari sinyal ultrasonik dan menguji bahan matching layers untuk mendapatkan faktor delay pada pengukuran. Setelah karakterisasi bahan didapatkan, maka dilanjutkan dengan implementasi transduser ultrasonik untuk pengujian cacat pada bahan. Pengujian ini menggunakan aluminium berdimensi (15x5x1cm dengan bentuk cacat yang telah ditentukan. Proses pengujian cacat ini dilakukan dengan cara scanning secara manual dengan perubahan jarak setiap 0.5 cm. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga

  7. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  8. Studi Awal Desain Pabrik Semen Portland dengan Waste Paper Sludge Ash sebagai Bahan Baku Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasdiana Rahma Nur

    2015-12-01

    Full Text Available Industri semen di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dan penggunaan batu kapur sebagai bahan baku pembuatan semen juga semakin meningkat. Saat ini sudah banyak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi gunung kapur. Penggunaan batu kapur untuk produksi semen merupakan penggunaan yang terbanyak hingga 87,4% dari konsumsi total. Oleh karena itu, saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mencari bahan baku alternatif agar produksi semen tetap berjalan dengan baik. Secara garis besar, desain proses pembuatan semen Portland menggunakan bahan baku alternatif waste paper slaudge ash dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku terdiri atas penambangan dan proses penghancuran (crushing. Tahap kedua adalah pembakaran bahan baku dan klinkerisasi di dalam suspension preheater dan rotary kiln, dilanjutkan pendinginan di dalam cooler. Proses terakhir yaitu proses akhir (finishing dengan menambahkan zat aditif ke dalam klinker untuk membentuk produk semen Portland. Operasi pabrik direncanakan kontinyu 24 jam/hari selama 300 hari dalam setahun. Untuk memproduksi semen 2.000.000 ton/tahun diperlukan bahan baku sebanyak 2.074.971,46 ton/tahun. Pabrik direncanakan berumur 10 tahun dengan pay out time sebesar 3,6 tahun dan internal rate of return sebesar 33,7% dan interest 11% sehingga dari segi teknis dan ekonomi, pabrik ini layak untuk didirikan.

  9. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  10. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL MIND MAP UNTUK PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Lukman

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dengan model mind map yang layak digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS untuk siswa SMP, serta mengetahui keefektifan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development. Hasil penelitian adalah sebagi berikut: (1 menghasilkan bahan ajar dengan model mind map untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SMP yang dikemas dalam bentuk buku dengan materi “Perkembangan pada Masa Islam di Indonesia”. Produk yang dihasilkan layak digunakan untuk pembelajaran berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, uji coba terbatas, serta uji coba lapangan. (2 Bahan ajar hasil pengembangan untuk siswa kelas VII di SMP N 3 Berbah ini efektif digunakan untuk pembelajaran IPS. Peningkatan skor postes pada kelas yang menggunakan bahan ajar dengan model mind map sebesar 13,87% dengan nilai gain score 0,45 dan ketuntasan siswa 100%. Sedangkan kelas yang menggunakan buku paket IPS dengan peningkatan skor postes sebesar 10,26% dengan nilai gain score 0,35 dan ketuntasan siswa 87,1%. Kata kunci: bahan ajar, mind map, ilmu pengetahuan sosial

  11. Potensi Serat Rami (Boehmeria Nivea S. Gaud) Sebagai Bahan Baku Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Dan Tekstil Teknik

    OpenAIRE

    Novarini, Eva; Sukardan, Mochammad Danny

    2015-01-01

    Ketergantungan industri tekstil nasional terhadap bahan baku kapas impor masih sangat tinggi. Serat rami diharapkan dapat menjadi serat selulosa alternatif yang mampu mengurangi penggunaan serat kapas untuk bahan baku tekstil dan produk tekstil (TPT). Beberapa sifat serat rami hampir menyerupai sifat serat kapas namun kekuatan tarik serat rami dua kali lipat lebih besar dan daya serap airnya lebih tinggi daripada serat kapas. Pengembangan serat rami untuk bahan baku TPT masih memiliki kendala...

  12. Analisis Kebijakan Distribusi Bahan Baku Rotan Dengan Pendekatan Dinamik Sistem Studi Kasus Rotan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlaela Kumala Dewi

    2015-09-01

    Full Text Available Penghentian ekspor bahan baku rotan, ternyata belum membuat industri mebel di Tanah Air mendapat pasokan bahan baku yang memadai. Sejumlah pengrajin di daerah asal bahan baku rotan seperti Cirebon, Semarang, Surabaya, Jakarta dan daerah industri pengolah bahan baku rotan tetap mengeluh kekurangan bahan baku. Kalau pun ada, harganya sudah naik sampai 30%. Beberapa penelitian tentang cara pendistribusian bahan baku rotan sampai saat ini belum ada yang membahas tentang bagaimana cara mendistribusikan bahan baku dari upstream (hutan, asal bahan baku rotan ke downstream (industri pengolahan baha baku rotan menjadi mebel rotan sehingga masalah ini menjadi menarik dan seperti kita ketahui bahwa bahan baku rotan merupakan komoditi yang dimiliki oleh Indonesia sebagai penghasil rotan nomer satu dunia. Tujuan penelitian ini adalah membangun suatu model dinamika yang dapat menerangkan keterkaitan antar faktor di dalam jalur distribusi bahan baku rotan dalam upaya memahami interaksi dari sektor transportasi, logistic dan kebijakan pemerintah dalam mendukung industri rotan nasional. Dengan mengacu pada kebijakan yang telah ada maka dalam penelitian ini ingin dikaji apakah kebijakan pemerintah tersebut saat ini dapat meningkatkan kondisi bahan baku rotan tetap stabil dan meningkatkan perekonomian di daerah asal bahan baku rotan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah simulasi dinamika sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ada saat ini ternyata belum berpengaruh dalam menstabilkan kondisi pasokan bahan baku rotan dan meningkatkan perekonomian daerah penghasil rotan yang ada di Indonesia. Untuk itu disusunlah beberapa skenario yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pasokan bahan baku rotan ke industri rotan nasiona. Adapun skenario itu adalah sebagai berikut : meningkatkan pendapatan petani dan pengepul dengan menitik beratkan pada investasi  dan skenario meningkatkan tingkat pendapatan daerah dengan tetap menjaga

  13. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  14. PROSEDUR PEMESANAN DAN PENERIMAAN BAHAN PASTRY UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DI HOTEL HILTON BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Apriani

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Pastry is one of the departments of the hotel to provide a dessert dish.variouscake and dessert should be produced by the pastry every day in accordance with the request of the banquet event order (BEO. To produce the cake and dessert pastry section requires the availability of the raw materials. The basic ingredients are obtained from the order process until receiving of the pastry. use of materials is also onr of the things that influence the availablility of pastry. However in the event booking process and receipt of materials often found obstacles. These barriers have a major on operational at the pastry Hilton Hotels Bandung. The method used was a case study which is a method that takes a particular object to be analyzed in depth by focusing on an issue. Based on the result of research regarding the booking procedure and acceptance of the pastry authors find the constraints, the first one is from suppliers could not send the raw materials at the time of red date or holiday. The second one is from internal parties Hilton that reducing the number of orders that have been submitted by the pastry and the distribution of materials that are not yet well-organized, because many raw materials pastry that is used along with other outlets. So often the materials ordered for pastry and even used by other outlets and causing the pastry to run out of raw materials.   Key words : Pastry, Order, Receipt, Raw Materials   Abstrak - Pastry merupakan salah satu departmen di hotel yang bertugas untuk menyediakan hidangan dessert. Bermacam - macam cake dan dessert harus diproduksi oleh bagian pastry setiap harinya sesuai dengan permintaan dari Banquet Event Order (BEO. Untuk memproduksi cake dan dessert tersebut bagian pastry membutuhkan ketersediaan bahan baku. Bahan baku tersebut didapatkan dari proses pemesanan hingga penerimaan bahan pastry. Penggunaan bahan juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ketersediaan bahan pastry. Namun pada

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Subhan Pamungkas

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum adanya bahan ajar untuk peningkatan kemampuan penalaran matematis bagi mahasiswa calon guru matematika sekolah menengah. Mengingat kemampuan penalaran tersebut sangat diperlukan untuk menarik kesimpulan atas permasalahan matematis, maka dirancanglah bahan ajar yang dapat mengembangkan kemampuan  bernalar mahasiswa. Produk dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar dalam bentuk lembar kerja mahasiswa. Metode yang digunakan adalah menggunakan penelitian pengembangan dengan model 4D, yaitu meliputi: (1 Define, pada tahapan ini pengembang melakukan analisis masalah dan potensi; (2 Design, pada tahap ini pengembang membuat produk awal (prototype atau rancangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada; (3 Development, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan dibagi kedalam dua kegiatan yaitu: expert appraisal dan developmental testing; (4 Disseminate, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah validation testing. Adapun hasil dari uji coba ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk kedalam kategori baik dan layak (80% digunakan untuk sumber pendukung perkuliahan. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran, Bahan Ajar

  16. PEMILIHAN PRIORITAS BAHAN BAKU BIOAVTUR DI INDONESIA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Siswahyu

    2014-07-01

    serangkaian proses konversi biomassa  berupa serat, gula, tepung dan minyak nabati.  Proses konversi bahan tersebut  bisa  melalui  proses  transesterifikasi,  perlakuan  panas  (pyrolisis  dan  hydrothermal, perlakuan hidrolisis oleh enzim, fermentasi, dan fischertrops.  Indonesia  memiliki potensi bahan baku yang melimpah, produksi minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2014 mencapai 29,41 juta ton, minyak kelapa 3,38 juta ton dan 4.6 Ton minyak inti sawit ditahun 2014.  Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas bahan baku bioavtur dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP. Hasil analisis AHP menunjukkan  bahwa  minyak  sawit  adalah  bahan  baku  yang  paling  potensial  dengan  bobot  0,361, kemudian  urutan  kedua  adalah  biomassa bobot  nilai  0,327  sedangkan  minyak intisawit  dan kelapa berbobot  0,156.  Berdasarkan  analisis  AHP  maka  pemanfaatan  bahan  baku  terbarukan  (renewable resourcess berbasis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit untuk produksi bioavtur menjadi salah satu solusi yang potensial.

  17. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam tugas akhir ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian untuk mengetahui  karakteristik transduser ultrasonik.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga dibutuhkan pengukuran sistem echo untuk memperbaiki pengukuran tersebut.

  18. KARAKTERISASI STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR KRISTAL FILM TEBAL FETIO3 DARI BAHAN MINERAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yus Rama Denny

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan studi awal pembuatan dan pengolahan bahan mineral Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan termistor NTC. Bahan mineral yarosit dari alam dimurnikan dengan larutan HCl, diendapkan dengan menggunakan NH4OH dan dipanaskan pada suhu kalsinasi 700oC selama 2 jam. Pembuatan termistor NTC dilakukan dengan mecampurkan serbuk yarosit hasil pemurnian dan pengendapan dengan TiO2. Pasta termistor FeTiO3 dicetak dipermukaan alumina substrat dengan metode screen printing, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500oC selama 1 jam diruangan udara dilanjutkan disinter pada suhu 1100oC selama 1 jam diruangan hidrogen. Sifat listrik keramik film tebal hasil sinter diukur pada berbagai suhu. Struktur kristal dievaluasi dengan difraksi sinar x (XRD, dan struktur mikro dievaluasi dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh keramik film tebal berstruktur heksagonal (Illiminite. Data struktur mikro dan sifat listrik memperlihatkan bahwa termistor dari yarosit memenuhi kebutuhan pasar.

  19. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  20. Penggunaan Ekstrak Bahan Alami Untuk Menghambat Infestasi Lalat Selama Penjemuran Ikan Jambal Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2007-11-01

    Full Text Available lkan jambal asin adalah ikan asin kering yang dibuat dengan cara memfermentasikan ikan dalam garam sebelum penjemuran. Untuk mengurangi infestasi lalat selama penjemuran pada pengolahan ikan jambal asin, penelitian penggunaan ekstrak bahan alami sebagai insektisida telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, bahan baku yang digunakan adalah ikan manyung (Arius thalassinus dan bahan alami yang diuji adalah ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss dan daun picung (Pangium edule Reinw masing‑masing dengan konsentrasi 2,5; 7,5; 10,0; 12,5 % (b/v, serta ekstrak bawang putih (Allium sativum dengan konsentrasi 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; 7,5 % (b/v. lkan yang telah difermentasi dalam garam direndam dalarn ekstrak bahan alami selama 30 detik, kemudian dilakukan penjemuran sehingga menjadi ikan jambal asin. Selama penjemuran dan penyimpanan dilakukan pengamatan tingkat infestasi lalat, larva dan pupa. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih merupakan bahan yang paling efektif untuk menghambat infestasi lalat sehingga dipilih untuk digunakan pada penelitian utama. Pada penelitian utama, bahan baku yang digunakan adalah ikan patin (Pangasius hypophthalmus. lkan patin yang telah difermentasi direndam dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 3, 6 dan 9% (b/v dengan waktu perendaman 0, 5, 10, dan 15 menit. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat infestasi lalat dan karakteristik organoleptik produk ikan jambal asin. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang memberikan tingkat infestasi lalat terkecil dan dapat diterima panelis adalah perendaman dalarn ekstrak bawang putih 9% selama 10 menit.

  1. ANALISIS KUAT SUMBER NEUTRON DAN PERHITUNGAN LAJU DOSIS NEUTRON TERAS AWAL RDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwoto Suwoto

    2017-02-01

    Full Text Available Teras reaktor RDE (Reaktor Daya Eksperimental berbentuk silinder non anular, mengadopsi teknologi HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor berbahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dalam bentuk bola (pebble dan berpendingin gas helium. Desain teras reaktor RDE ini mengadopsi teknologi reaktor temperatur tinggi HTGR dengan keselamatan inherent pasif yang sangat aman. Temperatur keluaran panas gas helium teras reaktor RDE dirancang pada kisaran 700°C dengan temperatur masukan sekitar 250°C. Di samping menghasilkan listrik, reaktor RDE didisain menghasilkan panas temperatur tinggi yang dapat digunakan untuk keperluan kogenerasi lainnya (penelitian panas proses lainnya. Bahan bakar pada RDE berbentuk bola yang berisikan kernel partikel berlapis TRISO yang berupa uranium oksida (UO2 berpengkayaan 17%. Lapisan TRISO terdiri 4 lapisan yaitu lapisan karbon penyangga berpori, lapisan karbon pirolitik bagian dalam (IPyC, Inner Pyrolitic Carbon, lapisan Silikon Karbida (SiC dan lapisan pirolitik karbon bagian luar (OPyC, OuterPyrolitic Carbon. Analisis kuat sumber dan perhitungan awal laju dosis neutron pada teras RDE dilakukan menggunakan program Monte Carlo MCNP5v1.2. Pemodelan heterogenitas ganda pada bahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dan pada bahan bakar bola pada teras RDE. Dengan memanfaatkan program EGS99304, jumlah struktur group energi yaitu 640 (SAND-II group structure digunakan dalam perhitungan spektrum neutron pada reaktor RDE. Teras reaktor RDE dibagi dalam 100 zona (10 arah radial dan 10 arah aksial. Analisis hasil perhitungan menunjukkan bahwa kuat sumber neutron reaktor RDE sebesar 8,47027X1017 neutron/sekon. Distribusi laju dosis neutron ditentukan menggunakan faktor konversi fluks ke dosis neurton dari International Commission on Radiological Protection, ICRP dan NCRP. Hasil perhitungan awal laju dosis neutron dengan faktor konversi ICRP-21 dan NCRP-38 untuk pekerja radiasi pada arah radial di perisai biologis sudah

  2. Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widiastuti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKudzu (Pueraria sp. adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale. Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp. is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber

  3. Pengaruh Medan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bensin 4 Tak 1 Silinder

    OpenAIRE

    -, Suriansyah

    2011-01-01

    Semakin menipisnya persediaan bahan bakar serta mahalnya harga bahan bakar ini di Indonesia, maka para peneliti terus berusaha mencari sumber-sumber energi alternative, selain itu masalah bahan bakar dihadapkan dengan masalah Emisi gas buangi.Untuk mengatasi masalah emisi maka dilakukan penelitihan salah satunya adalah dengan menggunakan pengaruh medan elektromagnet terhadap emisi gas buang motor bensin merupakan penyumbang gas emisi yang berbahaya. Metodenya dilakukan dengan metode penelit...

  4. Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Sistem Ceratan pada Gasifikasi Biomassa Briket Municipal Solid Waste terhadap Performa Gasifier Tipe Downdraft

    OpenAIRE

    Hendra Bhakti; Bambang Sudarmanta

    2017-01-01

    Pemanfaatan syngas sebagai bahan bakar campuran bahan bakar mesin diesel dual fuel (DDF) menimbulkan permasalahan yaitu terbuangnya syn-gas karena kelebihan produksi. Penelitian dimaksudkan melakukan penambahan sistem ceratan untuk mengalirkan kembali syngas yang terbuang karena sisa pembakaran mesin DDF ke dalam reaktor. Syngas yang dipakai berasal dari proses gasifikasi yang dilakukan pada downdraft gasifier dengan bahan bakar briket MSW. Mekanisme ceratan gas hasil gasifikasi dilakukan den...

  5. DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING LADA DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS UAP BERBAHAN BAKAR KAYU LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Muhammad Idkhan

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Design and Machine Dryer Lada Using Steam Heating Fuel Wood Waste. Pepper or pepper has the Latin name Piper nigrum and the family Piperaceae. Part pepper plant that is used is the fruit strung like wine. The drying process is carried pepper farmers today still take advantage of sunlight in a sense is still very dependent of weather and time. Pepper drying machine working system using hot steam from the kettle obtained from the fire / heat in the burning of waste wood, use was using the principle of heat transfer. Hot steam oven entered through the input pipe and then go into a hot radiator and circulates in the oven to dry pepper and lower water content. The research is a design research and experimentation in the form of theoretical study, the design of machines and dryers making machine pepper. Manufacture of machinery and laboratory trials conducted in the Laboratory of Mechanical Engineering Education FT UNM and field trials conducted in the village of the District Salassae Bulukumpa Enrekang. Drying is carried out for six hours to produce a water content of pepper eleven point nine, mustard seeds intact without shrunken shape with more or less uniform color. With the pepper drying machine is expected to benefit the preservation process yields so that people no longer rely on the weather for drying, speeding the drying process and improve the quality of dried pepper.Abstrak. Desain dan Pembuatan Mesin Pengering Lada dengan Menggunakan Pemanas Uap Berbahan Bakar Kayu Limbah Merica atau Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan famili Piperaceae.. Bagian tanaman lada yang dimanfaatkan  adalah buahnya yang terangkai seperti anggur. Proses pengeringan yang dilakukan petani lada sekarang ini masih memanfaatkan sinar matahari dalam arti masih sangat bergantung cuaca dan waktu. Sistem kerja mesin pengering lada menggunakan panas uap dari ketel yang diperoleh dari api / panas pada pembakaran kayu limbah

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA LEVEL IGCSE BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR BAGI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    OpenAIRE

    Prahesti Tirta Safitri

    2016-01-01

    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersedian bahan ajar matematika berbahasa inggris khususnya pada level IGCSE bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika. Sesuai dengan tuntutan globalisasi dimana calon guru matematika harus siap bersaing untuk mengajar di sekolah manapun baik yang menggunakan kurikulum nasional, maupun internasional. Dengan begitu kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon guru dalam pelajaran matematika sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut meru...

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LITERASI PADA MATERI BILANGAN BAGI MAHASISWA CALON GURU SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Subhan Pamungkas

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Literasi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan agar individu manpu memahami berbagai macam permasalahan sesuai dengan konteks yang terjadi. Ketersediaan bahan ajar yang mengacu pada kemampuan literasi masih sangat jarang dikembangkan, terutama di Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Dari masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu bahan ajar matematika berbasis literasi bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Materi dalam bahan ajar ini adalah bilangan pada mata kuliah konsep dasar matematika. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan meliputi Concept, Design, Collecting Materials, Assembly dan Test Drive and Distribution. Untuk menguji kualitas bahan ajar maka dilakukan uji kevalidan dan kepraktisan yang dinilai oleh ahli (ahli materi dan ahli pendidikan serta dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produk hasil pengembangan termasuk kedalam kategori sangat valid menurut para ahli, praktis menurut penilaian dosen dan mahasiswa.  Kata Kunci: Bahan Ajar, Literasi, Bilangan  Abstract. Literacy is an ability that needs to be developed so that individuals are able to understand various problems in accordance with the context that occurs. The availability of teaching materials that refer to the literacy capability is still very rarely developed, especially in the Primary Teacher Education of Sultan Ageng Tirtayasa University. From the problem, the purpose of this research is to produce a literacy-based mathematics teaching material for students. The content in this teaching material is the numbers of the Konsep Dasar Matematika. This research is a research and development with development model consist of Concept, Design, Collecting Materials, Assembly and Test Drive and Distribution. To test the quality of instructional materials then tested the validity and practicality assessed by experts (material

  8. SINTESIS SILIKA AEROGEL DENGAN BAHAN DASAR ABU BAGASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazriati Nazriati

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SILICA AEROGEL FROM BAGASSE ASH. Synthesis of silica aerogel from bagasse ash was done by alkaline extraction followed by sol-gel. Bagasse ash was extracted with NaOH at its boiling temperature for one hour with continue stirring, to produce sodium silicate. Subsequently, sodium silicate was pass through ionic exchanger resin, to produces silicic acid (SA. Silicic acid solution was then added with TMCS and HMDS as surface modifier agent. In order to form gel pH must be adjusted to final pH of 8-9 by addition of NH4OH solution. The resulting gel then was aged and dried at ambient pressure and at a certain time and temperature. Characterization of products was done by measuring its pore volume, surface area, and hydrophobisity (contact angle. TMCS serves as water expeller from the pores and subsequently surface was modified by HMDS and TMCS. HMDS content will linearly increase surface area, pore volume, and the contact angle of the resulting silica aerogel. Characteristics of silica aerogel was generated by varying the composition of the SA:TMCS:HMDS resulting has a surface area of 50-488 m2/g, pore volume from 0.2 to 0.9 m3 /g, the contact angle of 48-119 and pore diameter ranging from 5.7-22.56 nm. Based on the resulting pore diameter, the synthesized of silica aerogel categorized as mesoporous.      Abstrak   Sintesis silika aerogel dari bahan dasar abu bagasse dilakukan dengan ekstraksi basa dan diikuti dengan sol-gel. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH pada suhu didihnya sambil diaduk selama satu jam, menghasilkan sodium silikat. Selanjutnya, sodium silikat dilewatkan resin penukar ion, menghasilkan asam silicic (SA. Larutan asam silicic kemudian ditambahkan trimethy­l­chlorosilane (TMCS dan hexamethyldisilazane (HMDS sebagai agen pemodifikasi permukaan. Untuk terjadinya gel pH diatur hingga mencapai 8-9 dengan penambahan larutan NH4OH. Gel yang dihasilkan kemudian di-aging dan dikeringkan pada tekanan ambien pada suhu dan

  9. Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Melalui Pengembangan Bahan Ajar Berbasis TOEFL ITP Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Geografi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiharto Sugiharto

    2018-01-01

    Full Text Available Dalam era globalisasi ini penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris sangatlah penting. Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris pada mahasiswa dapat ditingkatkan salah satunya dengan pengembangan bahan ajar yang dilakukan secara kontinu dan tersedianya sumber belajar bagi mahasiswa tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi berbasis TOEFL ITP yang akan diterapkan di tahun ajaran 2017/ 2018. Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D pada bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi. Pengembangan bahan ajar ini melibatkan tim dosen, ahli materi dan ahli media dengan melakukan FGD. Data dikumpulkan dari kuesioner yang diisi oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa. Kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor yang dikonversi menjadi beberapa kategori. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris telah sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 dan standar yang ditetapkan Universitas Negeri Medan. Pengembangan modul yang dilakukan dengan dua kali proses revisi sesuai saran dari ahli materi dan ahli media serta masukan dari mahasiswa.  Ditinjau dari penilaian aspek materi, bahasa dan kegrafikan maka modul mata kuliah Bahasa Inggris Geografi dapat dikategorikan “Baik” dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata kunci : Pengembangan Bahan Ajar, TOEFL ITP, Bahasa Inggris Geografi

  10. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik untuk Sekolah Menengah Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aliangga Kusumam

    2016-05-01

    Full Text Available This study is aimed to develop teaching materials of basic electrical and electrical measurement, and to find out the feasibility of the teaching materials that have been developed in SMK Negeri 1 Koba Bangka. This study used the method of Research and Development (R & D that begins with the preliminary study followed by the development phase and the product assessment. The subjects that consisted of three experts and 28 students of the Department of Electrical Installation Engineering were determined using purposive sampling technique. The data collection technique used documentation, interviews and questionnaires. The procedure of this study is the process of preparing the teaching materials through the following stages: (a A preliminary study, by conducting interviews with the head of the program and the teachers. The analysis of the syllabus and core competencies. (b Collecting learning resources and literature as well as the main points of the materials. (c Preparing the draft of the materials. (d The limited trial of the products (e The extensive product testing. (f The data analysis and evaluation. The results were the development of the teaching materials was based on the curriculum of 2013 and the syllabus of basic electrical and electrical measurement. The teaching materials were developed starting from the materials of electric current and electron current, electrical materials, passive elements, active elements, direct current resistive circuits, two poles theorem, power and efforts, switching circuits, the system of units of measurement, measuring instruments and electrical measurements, and the types of measuring devices. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan menurut expert judgment dan peserta didik di SMKN I Koba Bangka. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R & D yang diawali dengan studi

  11. Profil Protein Escherichia coli Hasil Inaktivasi Iradiasi Gamma Sebagai Bahan Vaksin Mastitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sandra Hermanto

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein Escherichia coli hasil iradiasi gammasebagai bahan vaksin mastitis inaktif. Kultur sel (108 sel/ml diinaktivasi dengan dosis radiasisebesar 600, 700, 800, 900 dan 1000 Gy. Kultur sel dianalisis kandungan protein intraselulardan ekstraselular dengan metode Lowry. Profil protein dianalisis dengan menggunakan SDSPAGEdengan konsentrasi gel 10% dan standar berat molekul kisaran 10 – 220 kDa. Hasilpercobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan kadar protein intraselular danekstraselular secara signifikan dengan semakin tingginya dosis iradiasi, demikian pula denganjumlah pita protein, tetapi intensitas setiap pita menunjukkan adanya perbedaan. Perbedaanintensitas protein tertinggi terjadi pada dosis 900 dan 1000 Gy. Hal ini menunjukkan bahwairadiasi gamma mampu menginaktivasi sel bakteri tetapi tidak merusak protein secara totalsebagai salah satu bahan antigen vaksin.

  12. ADC3 YANG DIBUAT DENGAN PELEBURAN ULANG ALUMINIUM BEKAS SEBAGAI BAHAN PROPELER KAPAL KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanto Suyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Saat ini pembuatan propeler aluminium pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar aluminium bekas. Namun produk yang dihasilkan belum memenuhi spesifikasi standar material. Penelitian dilakukan dengan menggunakan bahan dasar aluminium siku bekas dan aluminium kampas bekas. Variasi penambahan TiB sebagai grain refiner dilakukan pada saat peleburan. Perhitungan dengan simulasi Excel dilakukan untuk memperkirakan komposisi hasil pengecoran yang sesuai. Pengecoran ulang menghasilkan produk dengan tingkat porositas 3,3 % sampai 5,9 %. Penggunaan cetakan pasir ikut berperan dalam timbulnya porositas. Penambahan TiB sebanyak 0,5% ke ADC3 berpengaruh pada penurunan ukuran butir hingga 50%, peningkatan kekerasan hingga 23%, peningkatan kekuatan tarik hingga 11%, serta penurunan keuletan hingga 20%. Kata kunci: ADC3, pengecoran ulang aluminium, propeler.

  13. Penentuan Pola dan Pusat Distribusi Bahan Pokok Untuk Wilayah Berbasis Kepulauan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Figur Alfenza

    2012-09-01

    Full Text Available Wilayah kepulauan Indonesia yang tersebar hingga ujung perbatasan negeri menyebabkan terjadinya kesenjangan perekonomian, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok. Harga bahan pokok yang dijual di wilayah kepulauan terluar Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga jual di Pulau Jawa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi tersebut adalah dengan merencanakan pusat distribusi dan pola jaringan transportasi laut yang sesuai dengan karakteristik kepulauan. Penentuan pusat distribusi menggunakan metode gravitasi dan didapat Pulau Ulu dan Pulau Sangihe sebagai  hub port. Penentuan rute optimum menggunakan teori Travelling Salesman Problem. Teori jaringan yang direncanakan adalah multiport calling dan hub and spoke network. Dalam satu tahun kapal untuk konsep multiport calling dapat beroperasi 52 kali dan untuk konsep hub and spoke network dapat beroperasi 53 kali. Selisih unit biaya kedua pola tersebut adalah sebesar 2%.

  14. PENERIMAAN KONSUMEN DAN COMPLIANCE MAKANAN SIAP MAKAN COOKIES BERBASIS BAHAN LOKAL UNTUK ANAK BATITA WASTING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnelia .

    2014-08-01

    serta  72  persen  (p<0.05  pada  bulan  ketiga.  Cookies  berbasis  bahan  lokal  dapat  diterima  konsumen berdasarkan penilaian aroma, warna, rasa dan tekstur serta dapat digunakan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak batita wasting. Keywords: wasting, makanan siap makan, RCT, suplemen pangan, kepatuhan

  15. Analisa Struktur Dan Material Speed Bump Dengan Bahan Concrete Foam Untuk Penggerak Tenaga Listrik

    OpenAIRE

    Jaya, Saputra

    2017-01-01

    120401016 Pembuatan dari bentuk profil speed bump yang tidak sesuai dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Penelitian ini berfokus pada pembuatan profil speed bump dari material concrete foam diperkuat serat TKKS agar diperoleh desain stuktur speed bump yang lebih baik dan lebih aman sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelemahan dan ketangguhan struktur speed bump dari bahan concrete foam diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang ...

  16. Ekstraksi Serat Bambu Dari Bambu Tali (Gigantochloa Apus) Untuk Bahan Baku Industri Kreatif

    OpenAIRE

    Wahyudi, Tatang; Kasipah, Cica; Sugiyana, Doni

    2015-01-01

    Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi serat bambu dari bambu tali (Gigantochloa apus) yang dapat dipintal menjadi benang serat bambu sebagai bahan baku industri kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh metode optimum ekstraksi serat bambu dengan proses kombinasi kimia-mekanis yang lebih ramah lingkungan dan mengevaluasi karakteristik serat bambu tali siap pintal yang dihasilkan. Metode ekstraksi serat bambu meliputi proses degumming, pengelantangan, pencucian, softening dan op...

  17. Aplikasi Suspensi Semen untuk Meningkatkan Bioprospeksi Bambu sebagai Bahan Bangunan Lokal Pedesaan

    OpenAIRE

    Nastain; Nugroho, Paulus Setyo; Yanto

    2012-01-01

    Kelemahan bambu untuk bahan bangunan adalah bambu rentan terhadap gangguan jasad renik, serangga, Perubahan temperatur, dan air hujan. Sedangkan USAha pengawetan yang banyak dilakukan dinilai kurang effektif, karena memerlukan waktu yang lama, menimbulkan bau, dan merusak warna bambu atau garis-garis dekorasi bambu. Penelitian ini dilakukan guna menghasilkan bambu yang kuat, absorbsi kecil, tidak berbau, dan tetap memiliki garis-garis dekorasi, tetapi dengan proses waktu pengaw...

  18. PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP TEMPERATUR GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2015-01-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP . Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic.               Pembuatan dilakukan dengan  proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.               Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variasi 1 memiliki temperatur rata-rata yang paling tinggi yaitu dengan 77,70C dan yang paling rendah adalah variasi 2 yaitu 710C. Hasil temperatur gesek terendah adalah 77oC pada variasi 2pada kondisi kering. Pada kondisi basah temperatur gesek terendah adalah  47,7oC pada  variasi 3.

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SUBTEMA AYO CINTAI LINGKUNGAN UNTUK SISWA KELAS IV SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triana Indrawini

    2017-11-01

    Full Text Available The purpose of this research is to produce thematic teaching materials supplementary for class IV Subtheme Let Love the Environment, with the material focus on environmental preservation. This research is the research and development with a model Dick and Carey consisting of ten stages. The subjects in this study were students and teachers of grade IV Elementary School Nogotirto. They are 2 students on individual testing, 8 students in the small group trial, and 30 students on field trials. The trial results demonstrate the feasibility of teaching materials is very high. Teaching materials produced had a level of validity by 87.45%, amounting to 94.43% of practicality, and effectiveness of 81.1%. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suplemen bahan ajar tematik untuk kelas IV Subtema Ayo Cintai Lingkungan, fokus kajiannya materi pelestarian lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model Dick dan Carey yang terdiri atas sepuluh tahapan. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas IV SDN Nogotirto 2 siswa pada uji coba perorangan, 8 siswa pada uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa pada uji coba lapangan. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kelayakan bahan ajar yang sangat tinggi. Bahan ajar yang dihasilkan memiliki tingkat kevalidan sebesar 87,45%, kepraktisan sebesar 94,43%, dan keefektifan sebesar 81,1%.

  20. Pengaruh Tetal Benang dan Jumlah Stich terhadap Kualitas Bulu pada Bahan Baku Kerajinan Wave (Kain Bulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Endah Pujiati

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tetal benang dan jumlah stich terhadap kualitas bulu pada bahan baku kerajinan wave (kain bulu. Penelitian difokuskankan pada pengaruh jumlah lapisan kain terhadap kualitas penampilan bahan baku kerajinan wave, dan pengaruh tetal benang dan jumlah stick terhadap kualitas kekuatan jahitan.Hasil dari penelitan menyatakan bahwa jumlah lapisan kain tidak berpengaruh terhadap kualitas penampilan bahan baku kerajinan wave, tapi berpengaruh terhadap kualitas kehalusan bulu dengan kepadatan paling baik dengan mengunakan kain 7 lapis. Tetal benang yang rendah (16,8-28,8 helai/cm dengan jumlah stich tinggi (24 stich/inch maupun tetal benang yang tinggi (26-47,6 helai/cm dengan jumlah stich rendah (12,4 stich/inci menunjukkan kualitas kekuatan jahitan dan bulu yang optimal. Kain dengan tetal rendah dan jumlah stich tinggi dari hasil uji ketahanan kain terhadap pilling dan perubahan kenampakannya menunjukkan kualitas kain kurang baik dengan nilai pilling sebesar 2. Sedangkan kain dengan tetal tinggi dan jumlah stich rendah menunjukkan kain dengan kualitas lebih baik dengan nilai pilling sebesar 1. Kata kunci: tetal, jumlah stich, kualitas bulu

  1. BAHAN AJAR BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pity Asriani

    2017-11-01

    Full Text Available This study aims to produce character education based teaching materials for grade IV elementary school. The writer used the 4D model (Thiagarajan, et al., 1974 for his research and development. The 4D model consists of four stages. They are defining, designing, developing, and disseminating. Types of data used are qualitative. Data were collected by validity testing, questionnaire, observation, and character assessment. This study produced a character education based teaching materials for grade IV elementary school. That is the student book and the teacher book. The results showed that character education based teaching materials for grade IV elementary school is compliant to use in learning since it has met the expected criteria according to the assessment of the material experts, linguists, media experts, teachers, and students. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Thiagarajan, dkk., 1974. Model 4-D ini terdiri atas tahap pendefinisian (define, perancangan (design, pengembangan (develop, dan penyebaran (disseminate. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Data dikumpulkan melalui uji validasi, angket, observasi, dan penilaian karakter. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar yang terdiri atas Buku Siswa dan Buku Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar ini telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria menurut penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru, dan siswa.

  2. MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKLAT BATIK TULIS SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartini Hartini

    2014-05-01

    Full Text Available Pewarna alami batik diklaim lebih ramah lingkungan dan telah terbukti menghasilkan emisi yang lebih rendah. Untuk itu penggunaan pewarna alam khususnya batik sangat dianjurkan. Sebuah sentra batik Laweyan di Solo telah memulai penggunaan pewarna alam sejak beberapa tahun yang lalu. Warna yang dominan digunakan adalah warna coklat karena ciri khas batik Solo yang paling banyak menggunakan warna coklat soga. Untuk menghasilkan warna coklat di sentra tersebut banyak pilihan bahan pewarna alam yang digunakan. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model pemilihan alternatif bahan alam berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Tahapan dalam pemilihan yaitu menggali kriteria yang berpengaruh, melakukan pembobotan kriteria dan melakukan pembobotan pada alternatif yang ada. Penelitian ini menggunakan metode AHP  dalam pengolahan data sehingga dapat diketahui bahan alam apa yang tepat untuk menghasilkan warna coklat sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. Dari hasil penelitian faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bahan alam yaitu 4 variabel 6 kriteria dan 14 sub kriteria. Dari beberapa kriteria tersebut bahan alam yang terpilih adalah jalawe untuk menghasilkan warna coklat. Kata Kunci : batik, pewarna alam, analytical hierarchy process (AHP, laweyan, batik tulis Abstract Natural dyes of batik has claimed to be more environmentally friendly and has been known lower emissions. The use of natural dyes for batik especially highly recommended. A center of batik Laweyan in Solo has initiated use of natural dyes since a few years ago. The dominant colors used are brown because typical Solo batik are the most widely use soga brown color. To produce a brown color in the center of a large selection of natural dyes are used. During this time they are using all these ingredients. This study intends to develop a model of natural selection of alternative materials based on existing criteria. Stages in the selection criteria, namely digging influential,  weighting

  3. Perancangan Panggung Penuangan yang Ergonomis untuk Mengurangi Waste Pada Proses Mixing dan Perancangan Wadah Bahan Baku pada PT. Elastis Reka Aktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggana Pranajaya

    2014-10-01

    Full Text Available Ergonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan. Permasalahan yang dihadapi PT. Elastis Reka Aktif adalah bahan baku terjatuh ke lantai sewaktu dilakukan penuangan ke mesin mixing dan wadah penampungan bahan baku yang ada sekarang tidak dapat membuat bahan baku terhisap semua ke mesin yang menggunakan autoloader berupa vacuum. Permasalahan tersebut dapat terpecahkan dengan menggunakan panggung penuangan untuk melakukan proses penuangan bahan baku dan trolley wadah yang baru sehingga bahan baku dapat terhisap semua ke mesin yang menggunakan autoloader dan juga alat sudah didesain berdasarkan anthropometri masyarakat Indonesia sehingga nyaman dalam menggunakannya. Berdasarkan pemilihan konsep yang sesuai dengan keinginan dari perusahaan maka terpilih konsep 2 untuk panggung penuangan dan konsep 1 untuk trolley wadah bahan baku. Perbaikan yang dihasilkan oleh panggung penuangan adalah waste yang awalnya 3 kg menjadi 0 kg – 0,5 kg dan untuk wadah bahan baku adalah sisa bahan baku pada wadah yang awalnya 2,1277 kg menjadi 0,69 kg.

  4. Integrasi Metode Anp dan Topsis dalam Evaluasi Kinerja Supplier dan Penentuan Prioritas Supplier Bahan Baku Utama Cetak Koran pada PT Masscom Graphy Semarang

    OpenAIRE

    Pujotomo, Darminto; Puspitasari, Nia Budi; Rizkiyani, Dwi

    2016-01-01

    Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja Perusahaan adalah keberadaan supplier yang berperan sebagai pemasok kebutuhan atau penyedia bahan baku. PT Masscom Graphy Semarang merupakan Perusahaan percetakan yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa supplier untuk menjamin kelangsungan produksinya. Oleh karena itu evaluasi kinerja supplier sangat penting dilakukan oleh Perusahaan untuk mendapatkan supplier yang handal dalam memasok bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentif...

  5. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  6. PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Riyanto

    2016-03-01

      Keyword : Raw Material Inventory, Internal Control, Internal Auditing.   Abstrak - PT. Chandra Asri Petrochemical adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan intern terhadap efektivitas pengendalian intern atas persediaan bahan baku pada PT. Chandra Asri Petrochemical. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 27 pegawai dan semua populasi digunakan sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Dari perhitungan uji statistik menggunakan aplikasi SPSS versi 20, diperoleh nilai thitung untuk variabel pemeriksaan intern adalah 5,799 dengan df = 24 pada signifikansi (α 0,05, diperoleh ttabel sebesar 2,064, maka keputusan uji yang diambil adalah H0 ditolak. Artinya bahwa pemeriksaan intern berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian intern atas persediaan bahan baku.   Kata Kunci : Pemeriksaan Intern, Pengendalian Intern, Persediaan Bahan Baku.

  7. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BASE MATERIAL PADA INDUSTRI KERAMIK DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidya Susanti

    2015-12-01

    Full Text Available Inventory of raw materials in the company is very important, so it has to be controlled. A good inventory control of raw materials should be supported with cost efficiency. This study was to analyze factors that cause the base material inventories excess at PT. XYZ and analyze the purpose of the base material inventories to be controlled. The reseacrh was using a fish bone method and continue with using pairwise comparison method assisted with the expert choice 2000 software. The classification result based on ABC analysis, the selected item that was going to be analyzed was the A category items.The items that are included in the A category are clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b and sodium feldspar. The EOQ equations model was used to answer the purpose of the base material inventories control. Based from the EOQ model, the needed quantity, order quantity, order frequency, reorder point (ROP, total order cost (TOC, total carrying cost (TCC, and total inventory cost (TIC could be obtained. The comparison of the total cost of inventory among the EOQ model and company policies showed that the EOQ model in seven months can save up to Rp311.612.769. PT. XYZ could minimize the base material inventory costs by calculating the costs incurred. The EOQ model could be implemented if all of the departments involved are well cooperated. PT. XYZ should also be able to make inventory control standards which are quantity order, order frequency, and reorder point. Keywords: Cost, EOQ, frequency, inventory, ROPABSTRAKPersediaan bahan baku pada perusahaan sangatlah penting, sehingga harus dapat dikendalikan. Pengendalian persediaan bahan baku yang baik harus didukung dengan efisiensi biaya. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kondisi persediaan bahan baku base material berlebih di PT. XYZ dan menganalisis persediaan bahan baku base material agar dapat dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode fish bone dilanjutkan dengan metode

  8. Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhona Paratmanitya

    2016-08-01

    dengan keracunan akibat penyebab lain, misalnya obat, kosmetika, dan lain-lain. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks, 1,34% mengandung formalin, dan 1,02% mengandung rhodamin-B. Akumulasi bahan-bahan tersebut di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan.Tujuan: Mengetahui persentase makanan jajanan anak sekolah dasar (SD yang tercemar bahan tambahan pangan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin-B di Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 68 SD di Kabupaten Bantul sebagai sampel. Seluruh makanan jajanan yang dijajakan baik di luar maupun di kantin sekolah dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya diuji kandungan cemaran kimianya yaitu kandungan boraks, formalin dan rhodamin-B. Pengujian kualitatif kandungan boraks menggunakan kurkumin, formalin menggunakan KMnO4, dan rhodamin-B menggunakan test kit Rhodamin-B. Hasil: Terdapat 107 sampel makanan dari 68 SD yang diuji. Jenis makanan jajanan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang paling banyak dijajakan di SD adalah jenis bakso (bakso, bakso tusuk, bakso goreng yaitu sejumlah 22,4% dari seluruh sampel jajanan. Di antara 98 sampel yang diuji kandungan boraks dan formalinnya, 15 sampel (15,3% positif mengandung boraks dan 25 sampel (25,5% positif mengandung formalin. Di antara 15 sampel yang diuji kandungan rhodamin-B-nya,7 sampel (46,7% positif mengandung rhodamin-B. Terdapat 34 SD (50% yang tidak terdapat jajanan yang tercemar bahan kimia berbahaya. Kesimpulan: Persentase makanan jajanan anak SD yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin-B masih cukup tinggi.KATA KUNCI: makanan jajanan, boraks, formalin, rhodamin-B

  9. Rancang Bangun Mesin Pengolah Limbah Kain dan Kertas Sebagai Bahan Industri Eternit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dahlan

    2016-07-01

    Full Text Available Di Kabupaten Kudus, saat ini berkembang UMKM dalam usaha pembuatan eternit. Bahan baku pembuatan eternit terdiri ini terdiri dari semen dan serat kain. Disatu sisi, di Kabupaten Kudus banyak tumbuh sentra-sentra industri garment seperti di desa Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan dan masih banyak lagi yang menghasilkan limbah kain tidak termanfaatkan. Untuk itu diperlukan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah tersebut guna memenuhi UKM pembuatan eternit. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun mesin pengolah limbah kertas dan kain menjadi bahan baku eternit untuk produksi UKM eternitdengan kapasitas 1200 gr/putaran. Tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1 melakukan survey ketersediaan bahan baku berupa sampah kain/kertas, serta menganalisa kualitas serat penguat bahan baku. 2 merancang desain dari mesin pengolah limbah kain/kertas, 3 menentukan kebutuhan komponen serta kesiapan laboratorium pendukung yang akan digunakan untuk membuat mesin tersebut. 4 pengujian mesin yang telah dirancang. Telah dirancang mesin pengolah limbah kertas dan kain dengan kapasitas mesin crusher sebanyak 1200 gr/putaran, sebagai bahan baku eternity untuk meningkatkan kapasitas produksi industry eternit. Direncanakan kemampuan tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. [Title: Machine Design of Cloth Fiber and Paper Wastes Conversion to Plasterboard]. Nowadays, UMKM industry producing plasterboard has been being developed in Kudus regency. The raw material used in producing plasterboard consists of cement and cloth fiber. On the other hand, there are also many garment industries developed in Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan and many more which

  10. Pengaruh Pengurangan Kadar Air dan Penggunaan Bahan Pengikat Kadar Air dalam Pembuatan Cake Bengkuang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2016-12-01

    Full Text Available Yam contains a high water content ranging from 86-90% therefore when be processed to be a product such as cake will also result a high water content and cause the product is not durable. By the nature characteristics of the yam was then made utilization efforts became yam cake in order to develop yam processing, increase value added, and diversify food processing based on raw materials of local potential in Padang City. Yam can be used by processing them into a semi wet food such as cake with a dominant amount of yam up to 50% of the cake batter, but only had a shelf life for 3 days. To increase the shelf-life study was carried out water content reduction of raw materials and using of a binder in the making of yam cake. The treatment of water content reduction of yam was done using juicer and pressing. A comparison as a control was performed without reduction of water content. The use of water content binder was conducted with the addition of coconut, cornstarch, and rice flour. Yam cake formulas using binder of water content  with cornstarch and reduction the water content of raw material by pressing showed optimal results with a preferred value of organoleptic panelist, the water content 28.50%, carbohydrate 56.31%, protein 6.13%, fat 10.23%, energy 341.86 kcal/100g, dietary fiber 5.98%, calcium 27.77 mg/100g, and 5.92% inulin, storability for 5 days at room temperature and 4 weeks at refrigerator temperature.ABSTRAKBengkuang mengandung kadar air yang tinggi berkisar 86-90% sehingga jika diolah untuk menjadi produk berupa cake akan memberikan kadar air yang juga tinggi dan menyebabkan produk menjadi tidak tahan lama. Dengan sifat alami bengkuang tersebut maka dilakukan upaya pemanfaatannya menjadi cake bengkuang dalam rangka pengembangan olahan dari bengkuang, peningkatan nilai tambah, dan diversifikasi olahan pangan berbasis bahan baku lokal yang cukup potensi di kota Padang. Bengkuang dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi pangan

  11. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  12. Potensi Ikan Air Tawar Budidaya sebagai Bahan Baku Produk Nutraseutikal Berbasis Serum Albumin Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2015-05-01

    Full Text Available Nutraseutikal berbasis Fish Serum Albumin (FSA adalah produk komersial yang berasal dari sumber perairan. Namun, oleh karena produk ini secara umum diproduksi dari ikan gabus (Channa striata di alam, pasokan bahan baku dapat menjadi masalah pada produksi yang berkesinambungan. Penelitian ini telah dilakukan dengan menganalisis kandungan FSA dari 17 ikan air tawar budidaya, untuk mendapatkan bahan baku alternatif bagi produk nutraseutikal berbasis FSA. 3–10 individu ikan air tawar (150–500 g dari jenis ordo Perciformes, Anguilliformes, Cypriniformes, Osteoglossiformes, dan Siluriformes telah diambil secara acak dari lokasi budidaya ikan di Bogor dan Cianjur (Jawa Barat. Ekstraksi protein larut air dilakukan menggunakan Ultra Turax homogeniser dengan pelarut akuabides. Analisis FSA telah dilakukan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar FSA dari 17 ekstrak air dari ikan berada pada rentang 42,51 to 215,57 mg/g, dengan kadar FSAikan gabus pembanding adalah 107,28 ± 3,2 mg/g. Konsentrasi FSA tertinggi ditemukan sebesar 215,57 ± 52,84 mg/g dari ekstrak air ikan gurame (Osphronemus gouramy. Analisis lebih lanjut terhadap komposisi asam amino menggunakan Gas Chromatography – Flame Ionization Detector (GC-FID menemukan bahwa ekstrak air ikan gabus memiliki konsentrasi asam amino esensial dan non-esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gurame. Hal ini menunjukkan banyaknya protein lain selain FSA pada ekstrak air ikan gabus dibandingkan ikan gurame. Berdasarkan hasil ini, ekstrak air ikan gurame memiliki konsentrasi FSA yang lebih besar dan relatif lebih murni dibandingkan ekstrak air ikan gabus, sehingga merupakan alternatif yang prospektif sebagai bahan baku untuk produk nutraseutikal berbasis FSA.

  13. Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Var. Kawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Edy Suminarti

    2015-07-01

    Full Text Available Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola

  14. Daya Hambat Ekstrak Bahan Aktif Biji Picung (Pangium edule reinw. terhadap Pertumbuhan Bakteri Penghasil Histamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifah Kusmarwati

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan ekstrak bahan aktif biji picung segar dan terfermentasi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri penghasil histamin. Bakteri penghasil histamin yang diuji daya hambatnya meliputi Morganella morganii, Raoultella terigena, Enterobacter sp., Microbacterium testaceum, Staphylococcus sp., dan Micrococcus diversus. Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi pada lempeng agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akuades dan ekstrak etanol 50% dari biji picung segar mampu menghambat pertumbuhan bakteri penghasil histamin, sedangkan ekstrak n-heksana tidak memiliki daya hambat. Sementara itu, ekstrak akuades, etanol 50%, maupun n-heksana dari biji picung terfermentasi tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri penghasil histamin.

  15. Pengaruh Variasi Bahan Pra Mordan pada Pewarnaan Batik Menggunakan Akar Mengkudu (Morinda citrifolia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Farida

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian Pengaruh Variasi Bahan Pra Mordan pada Pewarnaan Batik Menggunakan Akar Mengkudu (Morinda citrifolia bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pra mordan pada pewarnaan batik menggunakan akar mengkudu (Morinda citrifolia. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi bahan pra mordan (tawas, tawas-jambal, tawas-kemiri dan pH pencelupan (asam, basa, netral. Batik yang telah diwarnai dengan ekstrak akar mengkudu kemudian diuji arah dan ketahanan luntur warnanya. Dari pengujian didapatkan hasil arah warna batik cokelat kemerahan sampai cokelat muda, sedangkan nilai rata-rata ketahanan luntur terhadap pencucian adalah 4 (baik dan gosokan basah 4 (baik. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kayu jambal dan kemiri sebagai bahan pra mordan dibarengi pengaturan pH pada pewarnaan batik dengan ekstrak akar mengkudu memberikan variasi arah warna serta nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan basah dengan hasil rata-rata baik. Perlakuan dengan pra mordan tawas-kemiri dengan kondisi derajat keasaman netral memberikan hasil paling baik pada ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Kata kunci: pra mordan, pH pencelupan, akar mengkudu, ketahanan luntur warna, arah warna, batik  ABSTRACTEffect of Pre Mordant Materials Variety on Batik Dyeing Using Morinda Root (Morinda citrifolia research was aimed to determine the effect of pre mordant materials in batik dyeing using the roots of morinda (Morinda citrifolia. The method used was experimental with variations including pre mordant materials (alum, alum-jambal, alum-kemiri and dyeing acidity (acid, base, neutral. Batik that had colored with morinda root extract then tested by the color shades and fastness properties. From the test results it was obtained that the color shades were reddish brown to light brown, while the average value of fastness to washing and rubbing were 4 (good. It can be concluded that the addition of

  16. Pendekatan Dengan Cuckoo Optimization Algorithm Untuk Solusi Permasalahan Economic Emission Dispatch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agil Dwijatmoko Rahmatullah

    2017-03-01

    Full Text Available Economic Dispatch adalah upaya untuk meminimalkan biaya operasi unit pembangkit dengan tetap memperhatikan batasan teknis dari masing-masing unit pembangkit, harga bahan bakar, biaya pemeliharaan dan lain sebagainya. Di sisi lain, unit pembangkit termal menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar boiler untuk membangkitkan energi listrik, sehingga sisa hasil pembakaran dari unit pembangkit ini menghasilkan emisi gas buang yang menyebabkan polusi serta mencemari lingkungan. Melalui dua permasalahan tersebut metode optimasi algoritma cuckoo yang diadaptasi dari cara burung cuckoo dalam berkembang biak, sarang yang menghasilkan generasi baru cuckoo direpresentasikan sebagai solusi baru untuk permasalahan optimasi dalam meminimalkan biaya bahan bakar dan emisi gas buang. Hasil dari metode optimasi algoritma cuckoo, pada saat nilai pembobot seimbang yaitu 0,5, untuk fungsi biaya bahan bakar didapatkan 18940,40 dengan pengurangan biaya sebesar 1745,3 dan untuk fungsi emisi didapatka 839,94 dengan pengurangan emisi sebesar 187,35.

  17. ENERGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astra

    2010-11-01

    Full Text Available Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang  lainnya, perubahannya sering mempengaruhi lingkungan dan udara yang kita hirup dengan berbagai cara. Energy kimia dalam bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui pembakaran dan  ini sebagai penghasil polutan terbesar. Dan dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor adalah penyebab utama terjadinya polusi udara.  Polutan yang dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi  hidrokarbon (HC, nitrogen oksida (NOx, dan  karbon monoksida (CO. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam,  pemanasan global dan perubahan iklim.   The conversion of energy from one form to another often affects the environment and the air we breath in many ways. Pollutants are emitted as the chemical energy in fossil fuels is converten to thermal, mechanical, or electrical energy via combustion, and thus power plants, motor vehicles, and even stoves take the blame for air pollution, and  the pollutants released by the vehicles are usually grouped as hydrocarbons (HC, nitrogen oxides (NOx, and carbon monoxide (CO. Pollutans emitted during the combustion of fossil fuels are responsible for smog, acid rain, and global warming and climate change.

  18. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK IPA DENGAN PENANAMAN NILAI BUDAI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Sari

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Masalah yang sering dihadapi pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam adalah kesulitan memahami materi yang disajikan dalam bahan ajar IPA yang digunakan di sekolah dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Media yang ada sifatnya yang terbatas membuat siswa malas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran karakteristik, kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan produk bahan ajar komik yang dikembangkan dalam pembelajaran IPA materi Bagian-bagian tumbuhan di kelas IV Sekolah Dasar. Subjek uji coba pada penelitian adalah kelas IV SDN Beji 03 dengan peserta didik sejumlah 21 siswa. Desain uji coba produk dalam pengembangan bahan ajar komik IPA adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Jenis penelitian pengembangan ini dengan menggunakan model Borg and Gall. Perangkat yang dikembangkan meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Komik Ilmu Pengetahuan Alam, dan Tes Prestasi Belajar Materi Bagian-bagian tumbuhan. Data diperoleh melalui lembar pengamatan dan tes prestasi belajar materi bagian-bagian tumbuhan. Hasilnya diolah secara deskriptif, menggunakan uji ketuntasan, uji banding dan uji peningkatan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran pada kategori valid, kemampuan guru mengelola pembelajaran termasuk kategori praktis. Implementasi perangkat ini menghasilkan nilai rata-rata tes prestasi belajar kelas eksperimen lebih dari kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan, kelas eksperimen memperoleh rata-rata prestasi belajar lebih baik dari rata-rata nilai kelas kontrol, uji peningkatan tes prestasi belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol kategori sedang, peningkatan nilai-nilai budai dari kategori belum terlihat meningkat pada kategori membudaya.  Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa bahan ajar komik IPA efaktif digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: bahan ajar komik IPA

  20. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BAHAN AJAR BERBASIS WEB DENGAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCT/ON TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIASISWASMAN 1 JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winarni Winarni

    2016-06-01

    Full Text Available Pada penelitian ini diterapkan bahan ajar berbasis web dengan model PBI untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI-IA5 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan bahan ajar berbasis web dengan model PBI. Kelas XI-IA2 sebagai kelas kontrol yang hanya mendapatkan pembelajaran bermodel PBI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Analisis tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan Uji anava. Analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji perbedaan dua rata-rata, analisis pengaruh antar variabel, penentuan koefisien determinasi, dan analisis hasil angket dan observasi. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi bahwa penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis. Hasil analisis menunjukkan rb 0,44 dengan kontribusi 19, 78%. Simpulan pada penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara dengan kontribusi 19, 78%.

  1. Optimasi Rasio Air dan Bahan Yang ditambahkan pada Pembuatan Pupuk Organik Granul dari Tepung Rumput Laut Sargassum sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Wullandari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembuatan pupuk organik granul dari tepung rumput laut Sargassum sp. dengan menggunakan granulator hasil rancang bangun Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio air dan bahan yang tepat dalam proses pembuatan pupuk granul sehingga menghasilkan rendemen pupuk organik granul tertinggi dan mengetahui kualitas pupuk yang dihasilkan. Metode granulasi yang digunakan yaitu metode granulasi basah (wet granulation. Bahan yang digunakan yaitu tepung rumput laut Sargassum sp., kapur pertanian, dan air. Variasi rasio air dengan bahan (tepung rumput laut Sargassum sp. dan kapur pertanian yaitu 10:30, 11:30, 12:30, dan 13:30 (ml air/g bahan. Pupuk organik granul dengan rendemen tertinggi yang terpilih kemudian dianalisa kandungan hara makro, C organik, kadar air, kadar hara mikro, dan logam berat. Sebagai pembanding digunakan pupuk organik komersial. Rendemen pupuk organik granul yang sudah diayak menunjukkan nilai tertinggi sebesar 26,43% pada rasio air : bahan sebesar 12:30. Kadar C organik pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 15,1% dan 20,2% dengan rasio C/N berturut-turut adalah 18,41% dan 3,10%. Kadar air pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 19,47% dan 13,79%. Kadar timbal (Pb pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah kurang dari 0,04 ppm, dan 6,20 ppm sedangkan kadar Fe total pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik komersial berturut-turut adalah 8.031 ppm dan 5.316 ppm.

  2. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HIDROLISIS GARAM BERMUATAN KARAKTER BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yotiani Yotiani

    2017-02-01

    Full Text Available Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting diajarkan kepada siswa. Inkuiri dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan yang dapat mewadahi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D dengan desain one-group pre-test post-test design. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi (1 pendefinisian (define, (2 perencanaan (design, (3 pengembangan (develop. Subjek implementasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Mandor (Kalimantan Barat tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen dalam penelitian ini meliputi: (1 instrumen lembar wawancara guru (analisis kebutuhan; (2 instrumen penilaian/uji ahli terhadap produk bahan ajar yang dikembangkan; (3 instrumen soal tes kemampuan berpikir kritis siswa materi hidrolisis garam; (4 instrumen lembar observasi afektif siswa; (6 instrumen lembar observasi psikomotor siswa; dan (7 instrumen lembar angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan, serta mendapat respon positif dari siswa.Critical thinking is one of the high-level thinking skills crucial taught to students. Inquiry can be used as one approach that can facilitate the development of students' critical thinking skills. The aim of this research is to develop a teaching material with integrated character guided inquiry approach to increase the students’ critical thinking skills. This study applied the Research and Development (R&D method used one group pretest posttest design.This research is aimed at developing devices to produce good teaching

  3. STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES SEBAGAI BAHAN PENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Slamet

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang

  4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR POLA DASAR BUSANA WANITA PADA PROGRAM STUDI D3 TATA BUSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idah Hadijah

    2014-05-01

    Full Text Available Teaching Materials Development of the Basic Pattern of Women's Clothing on Clothing Design Program. The purpose of this development is to pro­­duce teaching materials of archetypal body of woman fashion, whichis equipped with a Power Po­int in order to assist faculty and students on conducting learning ac­ti­vi­ty. The research development me­thod used was adapted from the instructional de­sign model of Dick and Carey. The results of the study in the form of assess­ment/feedback showed that the mean score reached 86.00%, which meant that the teaching materials categorized as well qualify­ed/ decent, the media has a very good Power Point as it re­ached 91.00%, the lecturers gui­de reached 92.00% and catehorized as ex­cell­ent/ve­ry decent, and the students guide achieved 83.00% and categorized as good/de­cent. Thus, the teaching material is feasible to be used as the instructional materials for learning on Clothing Design Program.   Tujuan pengembangan ini un­­­tuk menghasilkan produk bahan ajar po­­la dasar ba­dan busana wanita dilengkapi de­ngan Power Point, sehingga dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam me­lak­sa­na­kan pembelajaran. Metode penelitian pengembangan yang digunakan diadaptasi dari ran­­­cangan pembelajaran model Dick dan Carey. Hasil pe­nelitian berupa penilaian/tanggapan menunjukan rerata skor bah­­wa bahan ajar mencapai 86,00% termasuk ke da­lam kualifikasi baik/layak, media Po­­wer Point termasuk sangat baik karena men­capai 91,00%, pan­­duan dosen mencapai 92,00% termasuk ke dalam kualifikasi sangat ba­ik/sa­­­­ngat layak, dan panduan ma­ha­siswa mencapai 83,00% termasuk kua­lifikasi ba­ik/la­yak, dengan demikian bahan ajar ter­­sebut layak digunakan untuk pem­­b­e­lajaran pada Program Studi D3Tata Busana.

  5. Pemilihan Supplier Bahan Baku Kayu Tetap dengan Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Vendor Performance Review (VPR) di PT. Putra Flora Rimba Tani

    OpenAIRE

    Perdana, Muhammad Agung

    2016-01-01

    PT. Putra Flora Rimba Tani merupakan perusahaan swasta yang mengolah Kayu Karet menjadi produk utama Finger Join Laminating Board (FJLB), Finger Join Laminating (FJL) Block dan Finger Join (FJ) Stick serta produk sampingan berupa daun pintu dan produk meja lapis. PT. Putra Flora Rimba Tani memiliki empat supplier tetap yang memasok bahan baku. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan bahan baku yang diperoleh dari supplier dimana terjadinya kekurang...

  6. UJI ABU TERBANG PLTU ASAM ASAM SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATA RINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ninis Hadi Haryanti

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Berbagai penelitian mengenai pemanfaatan abu terbang batubara sedang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya serta mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfatkan  limbah pembakaran batubara pada PLTU yaitu Abu Terbang (Fly Ash untuk pembuatan beton bata ringan nonstruktur. Telah dilakukan uji terhadap abu terbang dari limbah batubara yang digunakan pada PLTU Asam asam dengan hasil kandungan silika relatif tinggi (74,2% SiO2 sedangkan alumina tidak terlalu tinggi (5,7% Al2O3, dan Fe2O3 sekitar 14,4%. Kandungan logam alkali (2,4% CaO dan 2,03% MgO mendukung pembentukan ikatan material aluminosilikat. Karena kandungan CaO sekitar 2,4%, maka abu ini termasuk abu terbang kualitas ASTM kelas F. Abu terbang kelas F ini kadar kapurnya rendah (CaO < 10%, cocok berfungsi sebagai bahan low/ultra-low cement castable refractory yang tahan suhu tinggi. Komposisi kimia limbah abu terbang PLTU Asam asam Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa kadar Al2O3 yaitu Al2O3 : SiO2 = 5,7% : 74,2% atau nilai Al2O3/SiO2 = 0,076819, yang berarti kadar alumina sangat kecil dibandingkan dengan silikanya. Dari hasil tersebut terlihat bahwa fly ash yang digunakan termasuk dalam kategori fly ash tipe F (ACI Manual of Concrete Practice 1993 Part 1 226.3R-3, dengan kadar SiO2 + Al2O3 + Fe2O3 lebih dari 70% dan sesuai dengan syarat SNI 03-2460-1991. Fly ash kelas F disebut juga low-calcium fly ash, yang tidak mempunyai sifat cementitious dan hanya bersifat pozolanic. Oleh karena itu, limbah abu terbang PLTU Asam asam dapat digunakan sebagai bahan campuran (sebagai agregat pembuatan bata ringan.   Kata kunci: abu terbang, bata ringan, komposisi kimia abu terbang

  7. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  8. PEMANFAATAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF SERAT PENGUAT BAHAN FRIKSI NON-ASBES PADA KAMPAS REM SEPEDA MOTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Kiswiranti

    2012-01-01

    Full Text Available Serbuk tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai serat penguat bahan friksi non-asbes. Dalam penelitian ini, komposisi 20%dan 30% serbuk tempurung kelapa ditemukan yang paling optimum untuk parameter kekerasan dan keausan. Bahan friksi dengankomposisi 20% memiliki kekerasan sebesar 77,5 kgf.mm-2 dan keausan sebesar 28,25 mm2/kg. Bahan friksi dengan komposisi30% serbuk tempurung kelapa mempunyai kekerasan sebesar 58,8 kgf.mm-2 dan keausan sebesar 34 mm2/kg. Untuk dapatdiaplikasikan pada sepeda motor, desain sampel disesuaikan dengan spesifikasi kampas rem sepeda motor. Coconut char powder can be used as reinforcement fibers of non asbestos brake frikcion materials.In this research, the contents ofcoconut char powder of 20 % and 30 % show optimum hardnes and wear resistances. The brake frikcion material with 20 % coconutchar powder is found hardnes as well as 77,5 kgf.mm-2 and the wear resistance is 28,25 kgf.mm-2/kg. The brake frikcion materialwith the coconut char powder 30% volume has hardnes of 58,8 kgf.mm-2/kg and the wear resistance of 34 mm2/kg. To be applied inthe fabrication of motorcycle spare spart, the sample design is necessary adapted with motorcycle brake.Keywords: frictim material; motorcycle brake; fiber material; coconut char powder

  9. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  10. PERENCANAAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoti Komara Murti

    2017-06-01

    Full Text Available Produk Domestik Regional Bruto (PDRB di Kabupaten Sragen relatif rendah diantara Karesidenan Surakarta.  Sektor pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar diantara sektor-sektor yang lain di Kabupaten Sragen, melalui sektor pertanian ini diharapkan dapat menaikkan angka PDRB dengan dilakukan perencaaan pengembangan komoditas tanaman bahan makanan. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan merupakan jenis penelitian kuantitaif. Metode analisis data menggunakan analisis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, Skalogram, Overlay serta Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Loqation Quotient (LQ Shift Share (SSdan metode analisis Typologi Klassen, hanya daerah komoditas pada komoditas ubi jalar yang tidak terdapat kecamatan yang unggul. Atas dasar analisis overlay, area pengembangan pada komoditas padi terdapat di 2 kecamatan, komoditas jagung terdapat di 2 kecamatan, komoditas kedelai terdapat di 1 kecamatan, komoditas kacang tanah terdapat di 2 kecamatan, komoditas kacang hijau terdapat di 1 kecamatan, komoditas ubi kayu terdapat di 1 kecamatan, dan komoditas ubi jalar terdapat di 1 kecamatan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend, selama 5 tahun ke depan subsektor tanaman bahan makanan dalam hasil produksi mengalami peningkatan, kecuali pada komoditas kedelai mengalami penurunan.  Gross Regional Domestic Product (GDP in Sragen relatively low among Surakarta. The agricultural sector is the sector's largest contributor to GDP among other sectors in Sragen, through the agricultural sector is expected to raise GDP figures to do planning is the development of food crops. The data used is secondary data and the type of quantitative research. Methods of data analysis using analysis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, schallogram, Overlay and trend projections or Time Trend. Based on the results of studies using methods

  11. PEMANFAATAN ZAT WARNA ALAM DARI LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KAKAO SEBAGAI BAHAN PEWARNA KAIN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit dan kakao sebagai bahan pewarna pada batik bertujuan untuk menggali sumber daya alam limbah perkebunan yang belum dimanfaatkan dan mencoba bahan baku baru untuk pewarna batik. Limbah perkebunan cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao merupakan sisa hasil proses pengolahan yang tidak termasuk dalam produk utama yang dianggap berpotensi menjadi beban pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kegiatan ini dibatasi pada pengambilan zat warna dari cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao dengan memakai pelarut air dan pelarut organik. Zat warna alam yang diperoleh digunakan sebagai pewarna pembatikan pada kain katun dan sutera. Fiksasi dilakukan dengan tiga jenis fiksator yaitu tawas, kapur dan tunjung. Pewarnaan dilakukan pada kain katun dan sutera dengan sistem celupan dingin sebanyak enam kali. Pengujian dilakukan terhadap ketahanan luntur warna akibat pencucian dan gosokan, arah dan beda warna. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan rata-rata menunjukan hasil cukup sampai baik sekali (3-5. Nilai kelunturan warna terhadap pencucian pada kain katun dengan pewarna cangkang kelapa sawit lebih baik daripada kulit buah kakao. Arah warna cangkang kelapa sawit menunjukkan warna coklat muda sampai coklat tua, sedang kulit buah kakao memberikan arah warna abu-abu sampai coklat tua. Pembacaan uji beda warna diperoleh rata-rata warna berada pada daerah antara kuning ke merah. Kata Kunci: cangkang kelapa sawit, kulit buah kakao, warna alam, batik  ABSTRACTUtilization of plantation waste as batik dyes research aims to explore the plantation waste potential asraw materials for batik dyeing. Plantation waste of palmkernel shell and cocoa fruit peel are side products of the main process thatbecome environmental pollution if not managed properly. This activity is restricted to making dyes from palmkernel shells and cocoa fruit peel by using water

  12. Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiyestri Dwi Riani

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05. Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05 pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05 terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the

  13. Respon inflamasi pulpa gigi tikus Sprague Dawley setelah aplikasi bahan etsa ethylene diamine tetraacetic acid 19% dan asam fosfat 37%

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadie Fatimatuzzahro

    2013-12-01

    Full Text Available Background: Etching agents such as ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA and phosphoric acid which are widely used in adhesive restoration system, are aimed to increase retention of restorative materials; however, these agents may induce inflammation of dental pulp. The major function of the inflammatory response is to remove invading pathogens or damaged tissue/ cells and therefore, initiate repair. Neutrophils and macrophages are motile phagocytes that constitute the body's first line of defense. Purpose: The purpose of the present research was to study the effect of 19% EDTA and 37% phosphoric acid for etching application agents on the inflammatory response of the dental pulp. Methods: Forty-five male Sprague Dawley rats were divided into 3 groups. Cavity preparation was made on the occlusal surface of maxillary first molar using a round diamond bur. Nineteen percent of EDTA, 37% phosphoric acid, and distilled water were applied on the surface of the cavity of the teeth in group I, II and III respectively. The rats were sacrified at 1, 3, 5, 7, and 14 days after the application (n=3 for each day. The specimens were then processed histologically and stained with hematoxylin eosin. Results: ANOVA showed a significant difference (p<0.05 among treatment groups, indicating that etching agents application induced neutrophils, macrophages and lymphocytes infiltration in the dental pulp. Tuckey HSD test showed that application of 37% phosphoric acid increased higher number of neutrophils, macrophages and lymphocytes significantly than 19% EDTA (p<0.05. Conclusion: The study suggested that 37% phosphoric acid induced higher number of the inflammatory cells than 19% EDTA.Latar belakang: Penggunaan bahan etsa seperti ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA dan asam fosfat pada sistem restorasi adhesif bertujuan untuk meningkatkan retensi bagi bahan restorasi, namun penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menginduksi inflamasi pada pulpa. Respon

  14. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Adi Sungkono

    2016-04-01

    Full Text Available Suatu perusahaan sering kali mengalami kesulitan dalam pengendalian bahan baku, diantaranya adalah persediaan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Untuk menghindari masalah tersebut perlu dibuat suatu pemecahan masalah. Perencanaan kebutuhan material dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah akibat tidak tersedianya material pada saat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan dan mengendalikan bahan baku dan pemilihan supplier dengan metode Material Requirement Planning (MRP. Perencanaan kebutuhan bahan (Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan bahan-bahan atau komponen-komponen apa yang harus di buat atau di beli, berapa jumlah yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkan. Hasil yang didapatkan dengan melakukan perhitungan dengan metode MRP, di dapatkan metode yang paling baik di pergunakan adalah metode Period Order Quantity (POQ karena dari perhitungan metode Period Order Quantity didapatkan total biaya yang paling kecil yaitu sebesar Rp. 23.372.166,- . bila dibandingkan dengan perhitungan Lot For Lot yaitu sebesar Rp. 28.567.200,- , dan perhitugan Economic Order Quantity yaitu sebesar Rp. 37.209.031,- . karena dengan metode POQ dapat meminimalkan biaya pesan dan biaya simpan sehingga total biaya yang dikeluarkan kecil dibandingkan dengan metode EOQ dan L-F-L. sedangkan biaya terbesar adalah metode EOQ, karena pada perhitungan metode EOQ biaya pesan dan biaya simpan sangat besar.

  15. Studi Eksperimental Pembuatan Ekosemen dari Abu Sampah dan Cangkang Kerang sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frieska Ariesta Syafnijal

    2013-09-01

    Full Text Available Telah dibuat ekosemen dari bahan abu sampah organik dan abu cangkang kerang. Sampah organik dibakar dengan insinerator pada suhu 1000oC. Abu cangkang kerang dipanaskan dengan furnace pada suhu 700oC. Hasil pengujian komposisi awal XRD (X-Ray Diffraction, Abu sampah organik mengandung 69,7% CaCO3; 12,1% KCl; 4% Cd0.15Gd0.85; 3% SiO2; 8,1% Fe ( Se0.5Te0.5 dan 3% Al2ErGe2, Abu cangkang kerang mengandung 100% CaCO3. Ditentukan tiga variasi jumlah komposisi Abu sampah:Abu cangkang kerang yaitu Ekosemen A (58,2%:40%; Ekosemen B (49,1%:49,1% dan Ekosemen C (54,01%:44,09%. Sebagai variabel kontrol digunakan Semen Portland jenis OPC (Ordinary Portland Cement merek ‘Semen Gresik’. Dilakukan pengujian fisika yaitu kuat tekan mortar dan densitas serbuk. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia dari ekosemen. Dari hasil pengujian fisika didapat ekosemen B paling mendekati nilai ‘Semen Gresik’ OPC yaitu kuat tekan 3 hari (7,2 kg/cm2 dan densitas serbuk (2,535 gr/ml.   

  16. DAMPAK BAHAN AJAR DENGAN STRATEGI POE PADA KESALAHAN KONSEP IKATAN KIMIA MAHASISWA SEMESTER I JURUSAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Endarti Kusumaningtyas

    2017-03-01

    Full Text Available This research used one group pre-test-post tes design with 69 students of semester I Departement of Chemistry-FMIPA-UM. The sample were divided into three groups i.e upper, middle and lower groups and given a treatment with chemical bond learning materials with POE strategy. Five misconceptions from upper, middle, and lower groups were found in pre-test. Results of post-test showed that there were no misconceptions in upper and middle groups but two misconceptions were still found in lower group. Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian satu kelompok pre-post tes dengan 69 mahasiswa semester I jurusan kimia-FMIPA-UM. Sampel penelitian dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok atas, tengah dan bawah yang kemudian diberi perlakuan pembelajaran bahan ajar ikatan kimia dengan strategi POE. Sebanyak lima kesalahan konsep dari kelompok atas, tengah dan bawah ditemukan dari data pre tes. Hasil post tes menunjukkan bahwa tidak ditemukan kesalahan konsep pada mahasiswa kelompok atas dan tengah tetapi sebanyak dua kesalahan konsep masih dialami oleh mahasiswa  kelompok bawah.

  17. PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI EKSTRAK BAHAN PEWARNA ALAMI TERHADAP DAYA TERIMA SOSIS IKAN LELE (CLARIAS BATRACHUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muntikah Muntikah

    2016-12-01

    Full Text Available Sosis adalah makanan favorit keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa. Perlu dilakukan inovasi untuk menciptakan produk sosis dengan diversifikasi pangan menggunakan bahan pengganti ikan yang mengandung nilai gizi yang tinggi sebagai sumber protein, mudah dicerna dan rendah kolesterol. Jadi salah satu upaya untuk membuat sosis ikan lele yang menarik dengan menambahkan pewarna alami dari ekstrak sayur wortel, bayam, dan bit untuk menghasilkan sosis berwarna-warni dan sehat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016. Desain penelitian ini Eksperimen dengan completely randomized design (CRD 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan beberapa pewarna alami untuk warna, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan sosis ikan lele (α=0,05. Hasil uji organoleptik, sosis ikan lele yang dipilih oleh penambahan ekstrak bit 12,6%. Untuk tingkat preferensi sosis warna anak sejak dini juga memiliki sama Peringkat sebanyak 80%. Adapun rasa sosis dengan penambahan bit dan ekstrak wortel, 100% dari anak-anak menghabiskan itu. Nilai-nilai pada analisis nutrisi per 100 gram ikan lele sosis terpilih: energi 158 kkal, 12,1% protein, 8,63% lemak, 8.02% karbohidrat.

  18. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  19. POTENSI KARAKTER TOKOH DALAM CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN BACAAN LITERASI MORAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liana Rochmatul Wachidah

    2017-07-01

    Full Text Available This study aims to explore the potential characters in folklore which will be developed into a moral literacy of the reading materials. This study uses a qualitative descriptive design of the text analysis type. In findings the researcher found that the moral values of East Javanese folklore describe the real life. Each character tends to have a dual role. This is consistent with the stage of formal operations of the 7th grade students. Someone in life should have tough personality, not easy to believe in the provocation of others, not easily giving up in defense of truth, has the soul of helping each other, has a love for the family, and should cling to herself/himself. Tujuan penelitian ini adalah menggali potensi karakter tokoh dalam cerita rakyat yang akan dikembangkan menjadi bahan bacaan literasi moral. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif jenis analisis teks. Hasil temuan peneliti bahwa nilai-nilai moral dari cerita rakyat Jawa Timur menggambarkan kehidupan yang sebenarnya. Setiap tokoh cenderung memiliki peran ganda. Hal tersebut sesuai dengan tahap operasi formal siswa kelas VII SMP. Seseorang dalam menjalani hidup hendaknya memiliki sikap tangguh, tidak mudah percaya kepada hasutan orang lain, tidak mudah menyerah dalam membela kebenaran, memiliki jiwa tolong-menolong, memiliki cinta kasih terhadap keluarga, dan harus memiliki pendirian yang kuat.

  20. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI PATI SINGKONG DAN EKSTRAK KEDELAI SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shobirotu Salamah

    2015-02-01

    Full Text Available Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh bahan pengemas plastik adalah dengan pengembangan biodegradable plastic ramah lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan produk kemasan makanan yang dapat diuraikan. Salah satunya adalah memberi antimikroba pada edible film. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya secara fisik dan mekanik menggunakan alat FS/SPAG 01/2650 dan diuji efektifitas antimikrobanya. Didapat kadar air tertinggi pada edible film kontrol yaitu 15,83 %. Densitas dengan penambahan ekstrak kayu manis 1,5% memiliki nilai yang lebih tertinggi yaitu 1,1 gr/ml. Nilai Modulus young atau tingkat elastisitas film tertinggi yaitu pada edible film penambahan ekstrak bawang putih 1% sebesar 2,872 Mpa. Nilai Tensile strength atau nilai kuat tarik suatu film tertinggi yaitu 3,808 N/mm diperoleh pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5% dan Nilai Extention at Maximum atau nilai pemanjangan film tertinggi yaitu 6,880 mm pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5%. Sedangkan pengujian daya hambat terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Diameter zona bening terbesar yaitu pada penambahan ekstrak bawang putih 1,5%.

  1. KAJI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN LIQUID GAS FOR VEHICLE (LGV DENGAN PERTAMAX TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN 2000 cc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad As’adi

    2017-03-01

    Full Text Available APBN 2015 mengisyaratkan bahwa Pemerintah akan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak dari 48 juta kilo liter menjadi 46 juta kilo liter, implikasi dari hal ini jelas akan berdampak pada kebijakan penggunaan BBM dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi dan industri. Salah satu bahan bakar yang cadangannya masih cukup banyak dan pemanfaatannya masih terbatas pada kebutuhan rumah tangga serta usaha sector kuliner adalah Liquid Petrolium Gas (LPG. LPG mempunyai produk turunan dengan merk dagang Elpiji dan Liquid Gas for Vehicle (LGV atau sering disebut dengan Vigas. LGV mempunyai RON 98 setara dengan bahan bakar Pertamax dan mudah disimpan dalam tangki portabel karena tekanan nya relative rendah yaitu 8-15 bar, sedangakan tekanan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG yang sering disebut dengan Bahan Bakar Gas (BBG sekitar 200 bar. Perkembangan penggunaan LGV di masyarakat cenderung lambat hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur yang ada dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan LGV untuk sektor transportasi masih kurang. Tujuan dan target penelitian ini adalah didapatkannya konstanta performa dari motor bensin yang berbahan bakar LGV dan Pertamax, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa LGV bisa digunakan sebagai bahan bakar pada sector transportasi dan lebih ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen dengan mesin uji motor bensin 2000 cc yang berbahan bakar LGV dan Pertamax. Pengujian dilakukan dengan uji static diatas Dyno Test. Luaran data yang dihasilkan berupa performa mesin yang meliputi torsi, daya, konsumsi bahan bakar, selain uji static juga dilakukan uji emisi gas buang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa enggunaan Liquid Gas For Vehicle (LGV dengan merk dagang Vigas mampu menaikkan Daya mesin maksimum sebesar 20,86% dan daya rata-rata sebesar 14,1%, torsi maksimum yang dihasilkan oleh Motor berbahan bakar Vigas lebih kecil dari motor yang berbahan bakar

  2. Pengaruh Etsa Kimia dengan Akua Regia terhadap Kekuatan Tarik Perlekatan Bahan Resin Akrilik pada Gigi Tiruan Kerangka Logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Th Esti Tjahjanti

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Bahan yang dipakai untuk pembuatan Gigi Tiruan Sebagian (GTS, antara lain: resin akrilik, kerangka logam, kombinasi kerangka logam dengan resin akrilik. Resin akrilik adalah bahan plat gigi tiruan yang memliki warna dan translusensi baik tetapi sifat mekanismenya tidak ideal, tidak tahan terhadap abrasi, dan dapat terjadi perubahan dimensi. GTS kerangka logam cukup kuat, tetapi estetis kurang memuaskan sehingga perlu kombinasi kerangka logam dan resin akrilik. Peningkatan daya lekat antara kedua bahan tersebut memerlukan retensi, teknik etsa kimia dengan akua regia dapat membuat retensi mikro pada logam. Tujuan penelitian untuk mengetahui etsa kimia dengan akua regia terhadap kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik pada gigi tiruan kerangka logam. Metode penelitian. Penelitian dilakukan pada 20 subyek penelitian berupa plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (10x10x2 mm yeng dilekati mesh ukuran (10x8x1 mm. Subyek penelitian dibagi 2 kelompok: 10 subyek plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (20x10x2 mm dan 10 subyek penelitian plat kobalt kromium dengan mesh dietsa dengan akua regia 65% selama 5 menit, kemudian dilekati dengan resin akrilik (20x10x2 mm. dilakukan uji kekuatan tarik menggunakan Torsee’s universal testing Machine dengan ukuran kg/mm2, kemudian hasil analisa dengan t-test. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa lebih kecil daripada yang dietsa kimia dengan akua regia. Terdapat perbedaan yang bermakna kekuatan tarik perlekatan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa dengan yang dietsa secara kimia dengan akua regia (p<0,05. Kesimpulan. Etsa kimia dengan akua regia pada kerangka logam, meningkatan perlekatan bahan resin akrilik pada gigi tiruan kerangka logam.   Background. Materials used in making removable partial denture (RPD can be acrylic resins, metal plate, combination

  3. Pembuatan Plastik Kemasan Terbiodegradasikan Dari Polipropylena Tergrafting Anhidrid Maleat dengan Bahan Pengisi Pati Sagu Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Dwi Sriaty Matondang

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Pati sagu kelapa sawit mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan filler pada pembuatan bahan kemasan terbiodegradasikan dari polypropylena tergrafting maleat anhidrida. Pati sagu kelapa sawit dapat diekstraksi dari batang kelapa sawit . Grafting polypropylena dengan maleat anhidrida dilakukan dengan metode refluks dari 1 g maleat anhidrida, 0,1 g BPO, 10 g polypropylene dengan xylene sebagai pelarut. Campuran polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit dilakukan dengan metode kempa tekan pada temperatur 1700C selama 20 menit dengan variasi polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit adalah (99,5: 0,5, (99:1, (98:2, (97:3, ( 96:4 (%b/b dan tapioka komersil sebagai pembanding dengan variasi (99,5:0,5, (99:1, (99:2 (%b/b. Hasil penelitian menunjukkan campuran dengan perbandingan (97:3 adalah yang paling optimum dimana tensil strenght 16,010 N/m2; elongation et break 8,593% sedangkan pada perbandingan (98:2 harga elongation et break hampir sam dengan harga elongation et break tapioka komersil sebagai pembanding yaitu 3,1875% dan 3,847%. Menurut persyaratan kemasan terbiodegradasikan SNI 7188.7:2011 campuran yang berisi termoplastik, pati alami tidak mengandung prodegradant dan harga elongation et break kurang dari 5% dapat dipakai untuk bahan pembuatan plastik kemasan terbiodegradasikan . Penelitian ini didukung oleh Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai di alam.Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai dialam.   Kata kunci : kemasan biodegradable, grafting polypropylena, pati dari batang kelapa sawit   Abstract   Palm sago starch has a big potential to be filler for biodegradable packaging material. Starch of palm sago starch can be extracted of the oil palm trunk. Grafted polypropylena with maleic unhidride by refluks method from 1g maleic unhidride, 0,1 g BPO and 10 g polypropylena   with xylene as solvent made PP-g-MA. Mixed between PP-g-MA and PSKS

  4. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  5. PENGARUH BAHAN KEMASAN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KUALITAS TEMPE KACANG GUDE SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayuti Sayuti

    2015-11-01

    Full Text Available Pigeon pea can be used as an alternative of soybeans that contain protein, fats, and carbohydrates. Objective: (1 determine the effect of various packaging on the quality of pigeon pea tempe, (2 the effect of long incubation on the quality of pigeon pea tempe, (3 the interaction of various packaging and long incubation on the quality of pigeon pea tempeh. (4 design the research results as a science learning resource for 9th grade junior high school on the topic of biotechnology. The research design used completely randomized design. Research conducted at the Laboratory of Food Products Technology in Polinela in May 11th until 25th, 2015. Data were analyzed using SPSS 16.0, the data proximate using Univariate and Tukey, the data organoleptic using Friedman test. From the results of the proximate analysis turns out there is influence between the packaging materials and the long incubation of the tempe quality. Protein content increased, while fat and carbohydrates decreases with increasing time of incubation. Organoleptic analysis of the soybean leaves are packed with incubation time 36 and 42 hours is preferred by the panelists than plastic packaging with an incubation time of 48 hours. The results of the research can be used to design learning resources of scince for junior high School, based LKPD Form based scientific approach. Kata Kunci: Bahan kemasan, lama inkubasi, kacang gude, kualitas tempe,  sumber                         belajar

  6. Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminah Asngad

    2015-04-01

    Full Text Available Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.

  7. Rehabilitasi Prostetik Protesa Jari dengan Bahan Silikon Rtv untuk Mengembalikan Bentuk dan Estetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Agung Subiantari

    2015-12-01

    Full Text Available Tangan memiliki fungsi utama untuk menggenggam dan meraba. Organ ini dipergunakan untuk sarana komunikasi penting yang menunjukkan bahasa tubuh dan kontak sosial. Amputasi pada jari atau sebagian jari tangan merupakan kasus yang paling sering dijumpai sebagai bentuk hilangnya sebagian tangan yang dapat menimbulkan dampak buruk secara fisik, psikologis, maupun kerugian secara ekonomi bagi individu. Rehabilitasi prostetik pada  amputasi jari menjadi pertimbangan ketika rekonstruksi mikro vaskular merupakan kontraindikasi atau perawatan mengalami kegagalan. Tujuan dari studi kasus ini adalah  mengkaji rehabilitasi prostetik protesa jari menggunakan bahan silikon RTV untuk mengembalikan bentuk dan estetik. Pasien telah menyetujui kasusnya dipublikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Pasien laki- laki, 24 tahun datang dengan keluhan kehilangan sebagian jari telunjuk kanan . Riwayat trauma disebabkan oleh tangan kanannya tergilas mesin bubut 6 tahun yang lalu. Tatalaksana kasus : Anamnesa, pemeriksaan klinis, dan rehabilitasi prostetik protesa jari dengan ahan silikon RTV. Protesa jari dengan estetik yang baik dapat memberi dukungan psikologis terhadap pasien. Rehabilitation Finger Prosthesis with RTV Silicone to Restore Form and Esthetic. The hand has basic functions like grasping and feeling. It is a mean of communication and is of mayor importance for body language and social contact. Finger and partial finger amputations are some of the most frequently encountered forms of partial hand loss causing devastating physical, psychosocial and economic damage to an individual.  Prosthetic rehabilitation of amputed finger is considered when micro vascular reconstruction is contraindicated or unsuccessful. The purpose of  case study is to review rehabilitation finger prosthesis with RTV silicone to restore form and esthetic. Case : A 24 year old male patient with the complaint of the partially lost right index  He had a history of trauma to his

  8. ANALISIS PERLAKUAN CARBURIZING TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA BAHAN SPROCKET IMITASI SEPEDA MOTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andika Wisnujati

    2017-04-01

    Full Text Available Kemajuan industri dan teknologi semakin berkembang pesat, termasuk industri logam. Kemajuan industri logam memiliki peranan yang penting terutama dalam dunia otomotif yang banyak menggunakan material dari logam. Sprocket merupakan komponen utama dalam sepeda motor, sebagai transfer gaya putar dari mesin menuju ke roda, sehingga akan cepat aus karena akan terjadi gesekan antara rantai dengan gear pada waktu mentransfer gaya putar dari mesin. Pada penelitian ini sprocket mengalami proses carburizing (karbonisasi yaitu proses memanaskan bahan sampai diatas suhu kritis 900⁰C-950⁰C dengan penahanan selama 1 (satu jamkemudian didinginkan dengan media air. Carburizingbertujuan memberikan kandungan karbon lebih banyak pada bagian permukaan dibanding dengan bagian inti benda kerja, sehingga kekerasan permukaan diharapkan dapat meningkat.Hasil pengujian kekerasan sprocket imitasi didapat nilai kekerasan rata-rata 219.23 VHN dan sprocket genuine tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 217.68VHN. Hal ini dikarenakan pada sprocket imitasi terdapat kandungan kadar karbon dan silikon lebih besar setelah dilakukan carburizing.Hasil pengujian struktur mikro pada sprocket imitasi, struktur ferrit terbentuk dari proses pendinginan  yang  lambat  dari  austenit (baja hypoeutectoiddan mempunyai konduktivitas panas yang tinggi sehingga struktur ini bersifat lunak serta ulet. Pada fasa struktur perlite terbentuk campuran antara ferit dan sementit. Pada 0,8% karbon perlit yang tampak seperti   pelat-pelat yang tersusun secara bergantian oleh perpaduan struktur antara struktur ferrit dan sementit, serta fasa struktur ini memiliki sifat ulet dan kekerasan yang cukup tinggi, kemudian sturktur mikro sementit senyawa besi karbon (Fe3C bersifat keras pada pendinginan lambat bentuknya lamellar bersifat keras.

  9. HASIL VALIDASI BUKU TEKS MATAKULIAH BIOTEKNOLOGI BERBASIS BAHAN ALAM TANAMAN PACING (COSTUS SPECIOSUS SMITH SEBAGAI ANTIFERTILITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urla Tri Wulanzani

    2016-09-01

    Full Text Available This research aimed to produce learning material in the form of Biotechnological subject support textbook based on research of techniques and steps to reveal Costus speciosus Smith. leaf extract potency to the mice spermatozoa motility and phosphorylation activity for university student taking Biotechnological subject. This research was developing research. The research and developing model used was ADDIE developing model. ADDIE model used five developing steps, included of analyze, design, development, implementation, and evaluation. The developing research data was textbook validity percentage from validation and opinion sheet obtained from tests result by material expert, media expert, and individual test by university student. The textbook validation result from test subject could be declared that it was very worthy and very valid so it was worthy to be used in Biotechnological subject. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa buku teks penunjang matakuliah Bioteknologi berbasis penelitian tentang teknik-teknik dan langkah-langkah untuk mengetahui potensi ekstrak daun pacing terhadap motilitas dan aktivitas fosforilasi pada spermatozoa tikus bagi mahasiswa yang menempuh matakuliah Bioteknologi. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Model ADDIE menggunakan lima tahap atau langkah pengembangan, yaitu analyze (analisis, design (desain, development (pengembangan, implementation (implementasi, evaluation (evaluasi. Data hasil penelitian pengembangan berupa persentase kevalidan buku teks dari lembar validasi dan tanggapan yang diperoleh dari hasil uji oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba perorangan oleh mahasiswa. Hasil validasi buku teks dari subjek uji dinyatakan sangat layak dan sangat valid sehingga layak untuk digunakan pada matakuliah Bioteknologi.

  10. FORMULASI PAKAN BUATAN DENGAN BAHAN BAKU RUMPUT LAUT UNTUK PERTUMBUHAN ABALON Haliotis squamata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiasmara Giri

    2016-11-01

    Full Text Available Abalon merupakan salah satu jenis moluska laut yang memiliki potensi ekonomis untuk dikembangkan usaha budidayanya. Teknologi pembenihan abalon Haliotis squamata telah dikembangkan dan berhasil memproduksi benih secara massal. Selain benih, ketersediaan pakan yang sesuai sangat menentukan keberhasilan budidaya pembesaran abalon. Selain makan pakan segar berupa makroalga, abalon juga dapat menerima pakan buatan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula pakan dengan bahan baku tepung rumput laut untuk pertumbuhan H. squamata. Tiga pakan percobaan diformulasi dengan proporsi tepung rumput laut Ulva sp., Gracilaria sp., dan Sargassum sp. yang berbeda dibuat berbentuk remah dengan kandungan protein dan lemak yang sama.  Sebagai kontrol digunakan pakan Gracilaria sp. segar asal tambak.  Sebanyak 16 buah bak beton berukuran 2,0 x 0,5 x 0,5 m3 dengan ketinggian air 25 cm dan dilengkapi dengan aerasi digunakan sebagai wadah percobaan.  Benih abalon hasil pembenihan di hatcheri dengan ukuran bobot 5,30 ± 1,07 g; panjang cangkang 3,35 ± 0,29 cm ditebar dengan kepadatan 388 ekor per bak.  Abalon diberi pakan percobaan 2 kali sehari selama 168 hari. Jumlah pakan disesuaikan dengan respons makan dari abalon. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan pakan dan setiap perlakuan terdiri atas 4 ulangan.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan abalon yang diberi pakan buatan tidak berbeda nyata, tetapi pakan dengan proporsi tepung Ulva sp. 35% cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih baik. Pertumbuhan abalon terbaik diperoleh pada perlakuan kontrol.  Kandungan protein daging abalon dipengaruhi oleh pakan percobaan. Kandungan protein daging abalon yang diberi pakan buatan signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.

  11. POTENSI HERBA TUMBUHAN BALSEM (Polygala paniculata Linn SEBAGAI SUMBER BAHAN FARMASI POTENSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laode Rijai

    2013-06-01

    Full Text Available Tumbuhan balsem (P. paniculata merupakan tumbuhan semusim yaitu dari biji lalu tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa selama 4-5 bulan. Tumbuhan ini berbau balsem sehingga dinamakan tumbuhan balsem oleh masyarakat di Kalimantan Timur. Manfaat tradisional tumbuhan ini tidak banyak dikenal kecuali akarnya dipercaya dapat meningkatkan stamina. Belum banyak hasil penelitian ilmiah tumbuhan ini sehingga diperlukan informasi ilmiah untuk pemanfaatannya. Potensi biologi tumbuhan Balsemadalah mudah tumbuh dengan skilus hidup pendek yaitu 4-5 bulan. Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan balsem terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti sitotoksik atau antikanker, antibakteri, dan antimikotik. Potensi herba balsem juga digambarkan melalui kandungan metabolit sekundernya yaitu mengandung alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan steroid. Keragaman metabolit sekunder tersebut menggambarkan kemungkinan masih memiliki potensi kefarmasian lainnya. Kata Kunci: Herba Balsem (Polygala paniculata, sumber bahan farmasi potensial.   ABSTRACT Plant balm (P. paniculata is an annual plant that grows from the seed and will die after reaching mature for 4-5 months. This plant is so named smelling balm balm plant communities in East Kalimantan. Traditional benefits of this plant is not widely known but its roots are believed to increase stamina. Not many plants is the result of scientific research that is necessary for the utilization of scientific information. Potential biological plant is easy to grow with skilus Balsemadalah short life is 4-5 months. Several studies have proved the balsam plant potential in the field of pharmacy such as cytotoxic or anticancer, antibacterial, and antimycotic. Potential herbal balm is also illustrated through the content of secondary metabolites that contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. Illustrate the diversity of secondary metabolites may still have potential for other pharmacy

  12. PENGEMBANGAN PASAR LELANG FORWARD KOMODITAS BAHAN OLAH KARET (BOKAR DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Rahman

    2015-10-01

    Full Text Available Permintaan karet dunia terus meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri karet global untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China. Potensi dan peluang dapat meningkatkan ekspor karet alam Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan petani yang memproduksi bahan Karet (bokar, secara tidak langsung. Namun, kurangnya harga referensi dari karet rakyat di tingkat nasional, membuat para petani selalu dirugikan, karena harga cenderung ditentukan oleh pedagang dan produsen, dan membuat lemah posisi tawar petani, sehingga pengembangan lelang pasar ke depan menjadi potensi dan peluang untuk penjualan bokar yang dapat menguntungkan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar lelang forward dari bokar memiliki potensi dan peluang sebagai tempat yang baik untuk transaksi yang lebih menguntungkan untuk para petani. Melalui pasar lelang forward, petani diminta untuk bersedia dan mampu berkelompok, untuk menghasilkan kualitas bokar yang baik, sehingga nilai penjualan bokar ini lebih tinggi, karena dijual oleh kelompok dengan cara lelang. ABSTRACTWorld rubber demand increased continuously in line with the increase in global rubber industry needs forthe countries like US, Japan, Europe, and China. The potential and opportunity should boost Indonesia's natural rubber exports, provide to increase the income of farmers that producing Material Rubber (bokar, indirectly. However, the lack of reference prices of rubber smallholder at the national level, made of the farmers always disadvantaged, because the prices tend to be determined by the traders and manufacturers, and made weak thebargaining position of farmers, so the development of forward auction market into the potential and opportunities for bokar’ssales that can benefit the farmers. The results showed that the forward auction market of bokar has the potential and opportunities as a good place for transaction that more profitable for farmers.Through the forward

  13. PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kemas Ridhuan

    2016-08-01

    Full Text Available Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.

  14. IDENTIFIKASI NILAI HAMBAT JENIS ARANG KAYU, ARANG KULIT MANGGA, DAN ARANG KULIT PISANG: BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI RESISTOR FILM KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Kusumawati

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hambat jenis pada arang kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon. Pada penelitian ini dilakukan penumbukkan arang kayu, arang kulit mangga, dan kulit pisang sehingga dihasilkan bubuk arang yang halus melalui proses penyaringan. Setelah itu dilakukan pemampatan arang kayu dalam pipet/sedotan plastik dengan luas permukaan (A = 4,08 x 10-4 cm. Kemudian hambatan diukur menggunakan multimeter dan dilakukan perhitungan hambat jenis arang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang kayu (0,73 x 106 m memiliki nilai hambat yang tinggi sehingga hambat jenisnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan arang kulit mangga (0,28 x 106  m dan arang kulit pisang (0,24 x 106 m. Hal ini dikarenakan terjadi proses karbonisasi sempurna dalam pembuatan arang kayu. Oleh karena nilai hambatan yang dapat terbaca pada multimeter hanya menggunakan batas skala yang besar (Mega Ohm, maka arang kulit kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang hanya dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon dengan ukuran nilai hambatan besar.

  15. BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM BENTUK MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA KELAS VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahmi Arif Ashfahany

    2017-02-01

    Full Text Available Learning resources basically a teaching materials used in teaching and learning process which aims to facilitate the objectives and the learning process. Interactive multimedia a learning materials utilizing advances in technology and used to deliver the message to learn the form of knowledge, skills and attitudes that can stimulate thought patterns, concerns, wishes and feelings of students in the learning process so as intentional learning can occur, control, and aims and can affect learning outcomes. Research steps that can be used in the development of multimedia ie using multimedia development model by Lee & Owen are where there are 5 steps analysis, design, development, implementation, and evaluation. Steps those actions will be concluded decent media developed unused. Sumber belajar pada dasarnya sebuah bahan ajar yang digunakan pada proses belajar dan pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah tujuan dan proses pembelajaran berlangsung. Multimedia interaktif suatu bahan pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan digunakan untuk menyalurkan pesan belajar berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat merangsang pola pikr pikir, perhatian, kemauan dan perasaan peserta didik pada proses belajar sehingga secara disengaja proses belajar dapt terjadi, terkendali, dan bertujuan serta dapt memengaruhi hasil belajar. Langkah-langkah penelitian yang dapat digunakan pada pengembangan multimedia yaitu menggunakan model pengembangan multimedia oleh Lee & Owen yang mana terdapat 5 langkah, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Langkah-langkah tersebut nantinya dapat menyimpulkan media yang dikembangkan layak tidak digunakan.

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS COOPERATIVE LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA SMK SE-KOTA MALANG PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isa Muhammad Said

    2016-02-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar serta produk pendukung bahan ajar berbentuk groupsheet, photoviewer, dan skenario pembelajaran untuk mendukung pembelajaran kooperatif berbasis pendekatan saintifik juga meneliti bagaimana pengaruhnya dalam proses pembelajaran di SMK pada program keahlian teknik ototronik se-kota Malang. Penelitian ini menggunakan tahap-tahap penelitian R&D Borg & Gall untuk membuat produk, sedangkan untuk meneliti pengaruhnya peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan adalah 66 siswa kelas XI, yang terdiri atas 37 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Tahap validasi produk dilaksanakan oleh 7 orang dosen Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, 2 orang guru SMKN 6 Malang dan SMKN 10 Malang serta 25 orang siswa SMKN 6 dan SMKN 10 Malang. Pengujian produk dilakukan oleh beberapa ahli yang terdiri atas ahli isi materi, ahli perancangan pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan uji coba kelompok kecil. Berdasarkan pengujian produk diperoleh data dari ahli-ahli tersebut bahwa produk pembelajaran yang dikembangkan berada pada level valid dan layak digunakan sebagai produk pembelajaran, sedangkan dalam pengujian pengaruh penggunaan produk dalam pembelajaran oleh siswa diperoleh data bahwa produk yang dikembangkan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dan efektif untuk digunakan.

  17. PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Makhin

    2014-06-01

    Full Text Available Pendidikan merupakan salah satu sumber dasar peradaban umat manusia, karakter yang dibentuk melalui pendidikan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan ajar berbasis Imtaq diharapakan siswa tidak hanya baik secara IQ (Intelligence Quotient akan tetapi baik juga dari segi EQ (Emotional Quetiont dan SQ (Spiritual Quotien. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. peningkatan N-gain kelas eksperimen 0,32 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol peningkatan N-gain 0,23 dengan kriteria rendah. Aktivitas siswa dalam penggunaan bahan ajar berbasis imtaq yang mendukung (On task 87,36 %; yang tidak mendukung (Off task   12,66 %. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan hasil Sig (2-tailed 0.040 pada uji independent sample t test. Respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis imtaq rata-rata prosentase 82 %; sehingga sikap siswa dapat dikatakan sangat baik (sangat kuat.Kata Kunci : Bahan Ajar Modul, Imtaq, Hasil Belajar

  18. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR) PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    OpenAIRE

    Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Dhimas Satriyan Panuntun

    2013-01-01

    Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas) pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baha...

  19. KONVERSI ENERGI BIOMASSA KOTORAN SAPI MELALUI RANCANGAN BIODIGESTER UNTUK RUMAH TANGGA

    OpenAIRE

    I Gede Bawa Susana; I Made Suartika

    2017-01-01

    Biomassa kotoran sapi mengandung energi berupa gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pengolahan biomassa kotoran sapi menjadi bahan bakar dilakukan melalui proses konversi energi dalam suatu biodigester. Biodigester dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas 0,5997 m3 untuk waktu penyimpanan 30 hari.  Masyarakat yang memelihara sapi 2-3 ekor dapat menggunakan biodigester tipe plastik dan fixed dome dengan kapasitas tong plastik 250 liter. Hasil pengujian menunjukkan ba...

  20. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  1. PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK MARMER PADA BETON SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SILICA FUME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agil Fitri Handayani

    2015-02-01

    Full Text Available The Utilization of Marble Powder Waste in Concrete Ma­­­­­­­­terials as a Partial Material Substitution of Cement  with the Variation Use of Silica Fume. The purpose of this study was to determine the effect of marble powder and silica fume on the mechanical pro­per­ties of concrete. This study used an experimental design using 16 group of testing materials with variety types of mixtures between marble powder and silica fume 0.00; 5.00; 10.00; and 15.00%. The wa­ter-cement ratio was 0.50 and a low dosage of superplasticizer, which was 0.50%. The behavior of fresh concrete were calculated and the mechanical properties of concrete were tested on con­crete age of 28 days. The results showed the marble powder main com­position was Silicon Dioxide (SiO2 17.63% and Calcium Carbonate (CaCO3 2.73%. Mar­ble powder was more appropriate to be used as fillers than to be used as a partial substitution of ce­ment. The optimum mechanical properties of concrete was produced by the mixtures of 5.00% mar­ble powder  and 6.22% silica fume which resulted in compressive strength of 29.04 MPa.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peng­gunaan ser­buk marmer dan silica fume terhadap sifat mekanik beton. Penelitian ini meng­gu­na­kan desain eksperimen dengan 16 kelompok benda uji dengan variasi ser­buk marmer dan silica fume 0,00; 5,00; 10,00; dan 15,00%. Faktor air semen di­gu­nakan 0,50 dan superplasticizer dengan dosis rendah 0,50%. Perilaku beton segar di­perhitungkan dan sifat mekanik beton diuji pada umur beton 28 hari. Hasil analisis me­nunjukkan kom­posisi utama serbuk marmer adalah Silikon Dioksida (SiO2 17,63% dan Kalsium Kar­bonat (CaCO3 2,73%. Serbuk marmer lebih tepat digunakan se­bagai bahan pe­ng­isi atau filler dari pada sebagai pengganti semen. Sifat mekanik be­ton optimum di­ha­sil­kan pada campuran serbuk marmer 5,00% dan silica fume 6,22% dengan kuat tekan be­ton yang dihasilkan  mencapai 29

  2. Status padang lamun di Pulau Talago, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukandar Sukandar

    2017-08-01

    Full Text Available The aims of the study were to evaluate the status of the seagrass beds in Talango Island in relation to diversity, density, and percentage area of seagrass; and to analyze the potential of seagrass as bioactive compounds by calculating the crude extract, which is produced. Data were collected in August 2016 using the transect quadrat method, perpendicular to the shoreline, on the north side of Talango Island. Extraction of seagrass leaves was carried from November to December 2016 at Exploration Fisheries Resources Laboratory FPIK UB, using polar, semi-polar and non-polar solvents. The results showed that the water quality on Talango Island is in good condition with water temperatures of  30.70C,  average salinity 310 ppt , dissolved oxygen of 8 mg /L and pH 7. There were four species of seagrass found on Talango Island, namely Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Where H. pinifolia has has the highest density, while Enhalus acoroides has the highest covering area. Seagrass leaf that used in this study is E. acoroides, and produces raw extract about 0.8% non-polar compounds, 1.73% of polar compounds, and 0.13% semi-polar compounds. This raw extract shows that seagrass leaf has potential as bioactive compound. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status padang lamun di Pulau Talango, meliputi keragaman jenis, kerapatan jenis, penutupan jenis padang lamun dan  menganalisis potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bioaktif, dengan menghitung rendemen ekstrak kasar yang dihasilkan.Pengambilan data dilakukan pada Bulan Agustus 2016, dengan menggunakan metode transek kuadrat yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai, di sisi utara Pulau Talango.Ekstraksi daun lamun dilakukan pada Bulan November – Desember 2016 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan FPIK UB, dengan menggunakan pelarut polar, semi polar, dan non polar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Pulau Talango berada

  3. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada Spbu Menggunakan Algoritma Ant Colony

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nur Alam

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun, akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Tingginya kebutuhan bahan bakar di Indonesia didominasi oleh jenis bahan bakar premium. Persentase konsumsi bahan bakar premium di daerah Jawa-Bali mencapai 59% dari kuota premium nasional. Besarnya persentase kebutuhan akan bahan bakar premium, menyebabkan manajemen distribusi menjadi hal krusial yang perlu ditingkatkan secara berkala. Depo yang berperan sebagai supplier terhadap retailer -yang dalam studi kasus ini adalah SPBU- diusulkan menerapkan model Vendor Managed Inventory (VMI, yaitu proses pengadaan barang dimana supplier mengelola inventori dari retailernya. VMI memiliki salah satu perencanaan yaitu Inventory Routing Problem (IRP, IRP merupakan suatu bentuk perencanaan berbasis vendor hasil perpaduan antara Inventory Management dengan Inventory Routing yang mengatur kuantitas pengiriman dan retailer mana yang harus dikunjungi dalam suatu waktu perencanaan dalam jangka waktu tertentu yang bersifat terbatas (finite planning horizon. Dengan hasil akhir berupa penjadwalan, perencanaan model IRP mempertimbangkan jarak supplier-retailer dan biaya stockout yang mungkin terjadi pada retailer, sehingga diharapkan pengiriman optimal dan tidak terjadi stockout pada pos-pos penjualan bahan bakar.

  4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA PEMBELAJARAN “TEMA CITA-CITAKU” DENGAN MENGGUNAKAN KOMIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johar Alimuddin

    2014-08-01

    Full Text Available AbstrakPengembangan bahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakankomik didasari masalah bagaimana mengembangkan bahan ajar yang menarik, dapat berdampak positif terhadap aktivitas, hasil belajar, dan menumbuhkan minat baca,serta menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik. Penelitian ini merupakanR&D. Subyek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV SD Negeri 01,02,dan 04 Paduraksa tahun pelajaran 2013-2014. Validasi penelitian ini melibatkanahli komik atau media, dan materi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaranmenggunakan bahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila menggunakan komik,dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik di SD Negeri 01 dan 02Paduraksa dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. (2 tailed 0,000 pada uji Wilcoxon,menumbuhkan minat baca, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dibuktikan dengannilai pengamatan yang rata-rata nilainya lebih dari 71. Penelitian ini menghasilkanbahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila pada pembelajaran tema “Cita-citaku”dengan menggunakan komik.AbstractDevelopment of  teaching materials which is charged with Pancasila values using the comicbased on the problem of  how to develop interesting teaching materials, can have a positiveimpact on the activity, learning outcomes, and increase interest in reading, as well as embedthe values of  Pancasila for students. This study is an R & D. The subjects in this study were thefourth grade students of  SD Negeri 01,02, and 04 Paduraksa 2013-2014. The study validationwas involving comic experts or media, and the material. The results showed learning usingteaching materials charged Pancasila values using comics, can enhance the activity and thelearning outcomes of  students in SD Negeri of  01 and 02 Paduraksa. It is evidenced by Asympvalue. Sig. (2 tailed of  0.000 on the Wilcoxon test, foster interest in reading, and embed the values of  Pancasila evidenced by the observation that the value of  the

  5. Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Melalui Bahan Ajar Multimedia Interaktif Alat Ukur dan Pengukuran dengan Pendekatan Behavioristik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ino Angga Putra

    2017-10-01

    Full Text Available Abstract The development of science and technology today is spreading rapidly in the field of education, especially in the development of learning media. The application of learning media using behavioristic approach that tends to optimize the stimulus and learners' response in process (science process skill. The purpose of this research is a to describe the application of interactive multimedia teaching materials to the students 'science process skills and b to know the impact of interactive multimedia materials on the students' learning process skill. The type of this research is Pre-Experimental Research by using one-shot case study design. Implementation of research product in field can develop skill of science process learners based on result of T test 2,229 significance of 0.056. It is expected that further research to determine the positive response of learners. Abstrak Perkembangan IPTEKS dewasa ini menyebar secara cepat dibidang pendidikan khususnya dalam pengembangan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan behavioristik yang cenderung mengoptimalkan stimulus dan respon peserta didik dalam proses (keterampilan proses sains. Tujuan penelitian ini yaitu a untuk mendeskripsikan penerapan bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik dan b untuk mengetahui dampak bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pre-Eksperimen dengan menggunakan desain one shot case study. Implementasi produk penelitian dilapangan dapat mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik berdasarkan hasil Uji T sebesar 2.229 signifikansi 0.056 . Diharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui respon positif peserta didik.

  6. PROTOTIPE PEMESANAN BAHAN PUSTAKA MELALUI WEB MENGGUNAKAN ACTIVE SERVER PAGE (ASP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoni Haryadi Setiabudi

    2002-01-01

    . Salah satunya adalah Active Server Pages (ASP yang digabungkan sistem database untuk meyimpan data. Komponen penunjang lainnya adalah interface antara aplikasi dengan database yaitu ActiveX Data Objects (ADO. ASP memiliki keunggulan dalam metode scriptingnya dan mudah dalam berhubungan dengan database. Prototipe yang dibuat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian untuk administrator dan bagian untuk user. Prototipe yang dibuat ini ini mampu menghasilkan fasilitas pengeditan data, pencarian data, dan melihat informasi pesanan secara online. Untuk pencarian dan pemesanan artikel maka user dapat langsung melakukan proses download. Karena sistem E-commerce di Indonesia baru saja berkembang maka perlu diperhatikan juga mengenai metode pembayaran dimana tidak setiap orang mempunyai kartu kredit. Maka dalam prototipe ini terdapat juga suatu form untuk user yang tidak mempunyai kartu kredit. Begitu user telah melakukan pembayaran maka user bersangkutan bisa melakukan transaksi secara online. Disini dipakai juga keunggulan ASP yaitu "session" dimana data - data dalam proses yang terjadi tidak akan hilang selama user masih berada dalam session tersebut. Ini digunakan dalam proses user area dan admin area dimana user dan admin dapat melakukan berbagai macam proses. Kata kunci: e-commerce, bahan pustaka, world wide web, Active Server Page, ActiveX Data Objects.

  7. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  8. ANALISIS STRUKTUR KRISTAL LIMBAH MAGNET PERMANEN BERBASIS BESI OKSIDA

    OpenAIRE

    Sagita, Cynthia; Delina, Mutia; Handoko, Erfan

    2015-01-01

    Has performed the initial characterization of  BaFe12O19 wasted magnet (Barium Hexaferrite). Characterization has done by analyzing the crystal structure using X-Ray Difraction (XRD). The analysis showed that the sample is a single phase, namely BaFe12O19. Samples with a hexagonal crystal structure (space group P63 / mmc), lattice parameters a = b = 5.892 Å, c = 23.183 Å with   and . Samples also have the atomic density of 5.32  and the unit cell volume 693.608   &nb...

  9. Utjecaj ugljik (IV - oksida na promjene životne sredine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husein Džanić

    2012-10-01

    Full Text Available This paper deals with the impacts of carbon oxides (C02 from motor exhaust emissions upon changes in the environment, warming up of the Earth and changes of regional and global climate. It has been established that the average annual emission from natural sources is 700 to 1000 x J09 tons of carbon oxides in conjunction with additional 30 x 109 tons introduced by human activities in burning fossil fuels of which some 17. 9 draw origin from mo tor traffic. Global annual concentrations of C02 increases by approximately 0,2% because human beings obtain some 90% of their power needs from burning fossil fuels. It has been established that in the world road motor vehicles emit 7,62 x 109 tons of co2 out of the total emission which is about 42,57 x l 09 tons in the year 1988. Road motor vehicles in Yugoslavia pollute the atmosphere with 21,41% x 106 tons with the annual increase of l, 78% and share in global pollution of 0,28% C02. In this pol1ution Croatia participates with 5,65 x 1(6 tons with the annual increase of 4,19% and its share in global pollution of 0,074% co2 . The author recommends gradual decrease of co2-emission by 50% through reduction of concentrations of 400 ppm in the air to the maximum which may only be attained by substitution in the consumption of fossil fuels. In road traffic gasoline and diesel fuels can successfully be substituted by hydrogen and thus help avoiding inevitable catastrophic consequences in the Earth's biosphere.

  10. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    OpenAIRE

    Oktarinda Damayanti; Yuanita Gustanti; Achmad Roesyadi

    2012-01-01

    Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui r...

  11. Pengaruh Penggunaan Senyawa Pengomplek dan Bahan Tambahan Terhadap Mutu Tinta Pemilu dari Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2014-12-01

    Full Text Available Election ink is applied to the forefinger of voters during election in order to prevent electoral frauds such as double voting. The current election inks contain silver nitrate solutions to make it more durable which stains the skin on exposure to ultraviolet light, leaving a mark that is impossible to wash off and is only removed as external skin cells are replaced. But the silver nitrate solution may damage the human skins and is poisonous to the environment. This research was carried out to investigate the use of gambir extracts for election inks as environment-friendly raw materials. The aim of this study was to obtain the optimal ink from gambir extrac which technically could meet quality requirements of the election ink. In this study, gambir was extracted through the following refinement process; heating in boiling water, stirring, cooling, filtering, molding, and drying. The cube black then was dissolved in technical ethanol, added one of the complexing compounds FeSO4 and FeNO3 depending on the formula used. The best ink composition was 70% gambier extract in ethanol, 22% of FeSO4 saturated solution in ethanol, 5% of turmeric extract, and 3% of crystal violet solution 4%. This ink was more homogenous with violet color at pH 3.86 which gave rub resistant to water and soap. The ink stains could stay on finger skin for 3 days. Analytical results showed that the ink did not contain Pb, Cd, and Hg while Cu 65.04 ppm and fulfill the requirement of general election commitee number 16/2013.ABSTRAK Tinta pemilu  digunakan untuk identifikasi pada jari tangan pada waktu pemilihan umum atau kegiatan sejenis lainnya guna mencegah terjadinya kecurangan. Pada tinta pemilu saat ini digunakan bahan perak nitrat agar lebih tahan lama, namun penggunaan perak nitrat dapat merusak kulit dan bersifat racun. Untuk itu telah dilakukan penelitian pengaruh jenis bahan senyawa pengomplek dan bahan tambahan terhadap mutu tinta pemilu dari ekstrak gambir

  12. ANALISIS KESELAMATAN TERMOHIDROLIK BULK SHIELDING REAKTOR KARTINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizul Khakim

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KESELAMATAN TERMOHIDROLIK BULK SHIELDING REAKTOR KARTINI. Bulk shielding merupakan fasilitas yang terintegrasi dengan reaktor Kartini yang berfungsi sebagai penyimpanan sementara bahan bakar bekas. Fasilitas ini merupakan fasilitas yang termasuk dalam struktur, sistem dan komponen (SSK yang penting bagi keselamatan. Salah satu fungsi keselamatan dari sistem penanganan dan penyimpanan bahan bakar adalah mencegah kecelakaan kekritisan yang tak terkendali dan membatasi naiknya temperatur bahan bakar. Analisis keselamatan paling kurang harus mencakup analisis keselamatan dari sisi neutronik dan termo hidrolik Bulk shielding. Analisis termo hidrolik ditujukan untuk memastikan perpindahan panas dan proses pendinginan bahan bakar bekas berjalan baik dan tidak terjadi akumulasi panas yang mengancam integritas bahan bakar. Code tervalidasi PARET/ANL digunakan untuk analisis pendinginan dengan mode konveksi alam. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mode pendinginan konvekasi alam cukup memadai dalam mendinginkan panas sisa tanpa mengakibatkan kenaikan temperatur bahan bakar yang signifikan. Kata kunci: Bulk shielding, bahan bakar bekas, konveksi alam, PARET.   ABSTRACT THERMAL HYDRAULIC SAFETY ANALYSIS OF BULK SHIELDING KARTINI REACTOR. Bulk shielding is an integrated facility to Kartini reactor which is used for temporary spent fuels storage. The facility is one of the structures, systems and components (SSCs important to safety. Among the safety functions of fuel handling and storage are to prevent any uncontrolable criticality accidents and to limit the fuel temperature increase. Safety analyses should, at least, cover neutronic and thermal hydraulic calculations of the bulk shielding. Thermal hydraulic analyses were intended to ensure that heat removal and the process of the spent fuels cooling takes place adequately and no heat accumulation that challenges the fuel integrity. Validated code, PARET/ANL was used for analysing the

  13. PENGGUNAAN KITOSAN CANGKANG BEKICOT (ACHANTINA FULICA UNTUK BAHAN PENGAWET ALAMI BERBAGAI JENIS SAYURAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Aisyah

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan vitamin C dan pH dalam sayuran bunga kol, kubis dan buncis yang diawetkan dengan kitosan cangkang bekicot selama proses penyimpanan dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi kitosan cangkang bekicot yang paling efektif sebagai bahan pengawet sayuran tersebut. Kegiatan penelitian dilakukan melalui True Experimental Research. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang yang berlangsung pada tanggal 23 Juni – 6 Juli 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan pada bunga kol, kubis dan buncis yaitu C0, K0 dan B0 (Kontrol, C1, K1 dan B1 (0,5%, C2, K2 dan B2 (1%, C3, K3 dan B3(1,5%l, C4, K4 dan B4 (2%, C5, K5 dan B5 (2,5%, Analisis data menggunakan analisis varians satu arah dan uji beda jarak nyata Duncan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica terhadap perbedaan kandungan vitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis dari hari per hari selama penyimpanan. Perubahan kandungan vitamin C paling kecil terjadi pada perlakuan 1,5% dan paling besar pada perlakuan kontrol. Pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica 1,5% adalah yang paling efektif mempengaruhi kandungan fitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis. Hasil penelitian diaplikasikan pada perencanaan pembelajaran SMA kelas XII materi bioteknologi

  14. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  15. PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa

  16. POTENSI PEKTIN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca forma typica) UNTUK MENYERAP LOGAM BERAT KADMIUM (Cd)

    OpenAIRE

    Bana, Vera Stianita Sarce

    2015-01-01

    Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang sangat berbahaya dalam sistem lingkungan hidup. Kadmium biasanya dihasilkan melalui pabrik pupuk fosfat dan buangan dari industri yang menggunakan bahan bakar batu bara dan minyak. Penggunaan bahan biologis sebagai penyerap logam berat menjadi salah satu alternatif pengolahan limbah cair logam berat. Bahan biologis yang digunakan adalah pektin yang diekstrak dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica). Pektin mer...

  17. NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE. Research of UMo fuel for research reactor has been developing  right now. The fuel of  research reactor used is uranium low enrichment with high density. For supporting the development of fuel, an assessment of mini fuel in the RSG-GAS core was performed. The mini fuel are U7Mo-Al and U6Zr-Al with densitis of 7.0gU/cc and 5.2 gU/cc, respectively. The size of both fuel are the same namely 630x70.75x1.30 mm were inserted to the 3 plates of dummy fuel. Before being irradiated in the core, a calculation for safety analysis  from neutronics and thermohydrolics aspects were required. However, in this paper will discuss safety analysis of the U7Mo-Al and U6Zr-Al mini fuels from neutronic point of view.  The calculation was done using WIMSD-5B and Batan-3DIFF code. The result showed that both of the mini fuels could be irradiated in the RSG-GAS core with burn up less than 70 % within 12 cycles of operation without over limiting the safety margin. Power density of U7Mo-Al mini fuel bigger than U6Zr-Al fuel.   Key words: mini fuel, neutronics analysis, reactor core, safety analysis   Abstrak ANALISIS NEUTRONIK ELEMEN BAKAR UJI MINI DI TERAS RSG-GAS. Penelitian tentang bahan bakar UMo untuk reaktor riset terus berkembang saat ini. Bahan bakar reaktor riset yang digunakan adalah uranium pengkayaan rendah namun densitas tinggi.  Untuk mendukung pengembangan bahan bakar dilakukan uji elemen bakar mini di teras reakror RSG-GAS dengan tujuan menentukan jumlah siklus di dalam teras sehingga tercapai fraksi bakar maksimum. Bahan bakar yang diuji adalah U7Mo-Al dengan densitas 7,0 gU/cc dan U6Zr-Al densitas 5,2 gU/cc. Ukuran kedua bahan bakar uji tersebut adalah sama 630x70,75x1,30 mm dimasukkan masing masing kedalam 3 pelat dummy bahan bakar. Sebelum diiradiasi ke dalam teras reaktor maka perlu dilakukan perhitungan keselamatan baik secara neutronik maupun termohidrolik. Dalam makalah ini

  18. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  19. PENGARUH KONSENTRASI BAHAN STABILISATOR PEG 1000 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESTABILAN DIMENSI KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusyiani Lusyiani

    2016-11-01

    Full Text Available Kayu bersifat higroskopis dan anisotropis, karena itulah untuk meningkatkan kualitas kayu diperlukan suatu perlakuan stabilisasi dimensi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsentrasi Polyethylene Glycol 1000 dan waktu perendaman terhadap stabilisasi dimensi kayu yakni nilai penyusutannya.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polyethylene glycol 1000, kayu Kecapi dan air suling sebagai pelarutnya.  Proses stabilisasi dimensi dilakukan dengan menggunakan metode proses difusi bulking yang mengganti bahan penstabilnya dengan air.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 buah sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polyethylene Glycol 1000 pada tingkat konsentrasi 30% dan lama perendaman 5 hari memiliki nilai stabilisasi dimensi terbaik untuk semua parameter yang diuji.  Tingkat konsentrasi tertinggi untuk Polyethylene Glycol 1000 dan lama perendaman yang terlama, nilai penyusutannya paling kecil dan juga dapat meningkatkan nilai stabilisasi dimensi. Wood is hygroscopic and anisotropic, hence it is needed to improve the quality of wood by dimension stabilization treatment. The aim of study is to examine the effect of Polyethylene Glycol  1000 concentration and soaking time on the shrinkage rate stabilization dimensions. Polyethylene glycol 1000 and Kecapi wood were used in the research and distilled water as a solvent.  Stabilization was carried out by bulking method that replaced stabilizer material with water by diffusion process.  A member of 120 pieces samples were used in the study. The research results showed that Polyethylene Glycol  1000 at 30% concentration level and 5 days of soaking time have the best value of stabilization for all tested parameters.  The hingher level concentration of Polyethylene Glycol 1000 and the longer immersion time, smaller shrinkage and increasing the value of stabilization dimensions, as well.

  20. EFEKTIVITAS EKSTRAK PICUNG (P.edule Reinw YANG DIKERINGKAN DENGAN BAHAN PENGISI SERBUK GERGAJI DALAM PENGAWETAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Sri Heruwati

    2009-12-01

    Full Text Available Biji picung (Pangium edule Reinw telah terbukti dapat digunakan untuk mengawetkan ikan. Namun demikian, cara penggunaan picung secara tradisional, dengan menaburkan cacahan biji picung segar dianggap kurang praktis, dan ketersediaannya terkendala oleh musim. Ekstrak biji picung juga sudah teruji dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif dan positif. Pada penelitian ini dicoba mengawetkan ikan segar menggunakan bubuk picung yang dibuat dari ekstrak picung yang telah dikeringkan menggunakan serbuk gergaji sebagai bahan pengisi. Biji picung segar yang telah dicacah dimaserasi menggunakan pelarut air, etanol 50%, dan etanol 80%. Setelah maserasi dilakukan penyaringan dan penambahan serbuk gergaji kering steril, lalu dikeringkan kembali dalam oven pada suhu 40ºC. Bubuk picung kemudian diaplikasikan pada ikan kembung segar dengan perbandingan 6% (b/b dan disimpan pada suhu kamar untuk diamati pH, TVB, dan jumlah bakterinya. Untuk mendukung penelitian ini, dilakukan uji aktivitas antibakteri dari bubuk picung terhadap 2 jenis bakteri gram positif (Microccus luteus dan Staphylococcus aureus serta 2 jenis bakteri gram negatif (Alcaligenes eutrophus dan Enterobacter aerogenes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari nilai pH, TVB, dan jumlah bakteri yang diperoleh, ternyata bubuk picung dari semua perlakuan tidak mampu menghambat pembusukan ikan sebesar daya pengawetannya dalam bentuk segar. Dari hasil uji aktivitas antibakteri terbukti bahwa bubuk picung hanya mampu menghambat bakteri gram positif. Adapun bakteri gram negatif, yang merupakan penyebab pembusukan ikan, tidak dapat dihambat. Hal ini kemungkinan disebabkan cara pengeringan belum cukup baik sehingga zat pengawet dalam biji picung tidak mampu menembus dinding sel bakteri gram negatif yang terdiri atas dua lapisan, yaitu lipopolisakarida-protein dan peptidoglikan, yang memang lebih sulit untuk ditembus oleh antibiotika, desinfektan, dan senyawa kimia lain. Untuk itu riset masih harus

  1. Simulasi Penentuan Kebutuhan Daya Pompa Pada Sistem Transpor Bahan Pangan Cair Dengan Menggunakan Parameter Reologi Susu Kental Manis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Ratna

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Simulasi penentuan kebutuhan pompa energi pada sistem bahan makanan transfer cair dengan menggunakan parameter software hasil krim reologi kental manis. Software ini dapat digunakan untuk menentukan energi pompa yang dibutuhkan oleh sistem transfer krim kental manis sehingga tidak terjadinya produk lompat dan gelembung yang menghancurkan krim kental manis. Sehingga pada saat dipasarkan, produk tidak lagi menarik dan baik untuk dikonsumsi. Sebelum melakukan simulasi dengan program komputer, dibutuhkan data viskositas (kekentalan parameter reologi krim kental manis. Hal ini diperlukan untuk mengetahui pengaruh parameter reologi untuk energi pompa yang diperlukan oleh sistem transfer krim kental manis. Dari simulasi diperoleh gambaran yang baik lebih untuk merancang suatu sistem transfer krim kental manis di salah satu pabrik pengolahan. A Simulation to Determine the Requirement of Pump Power on Transport System for Liquid Food Material using Rheology Parameter of Sweetened Condensed Milk ABSTRACT. A simulation using a software to determine the requirement of pump power on transport system for liquid food material using rheology as parameter for sweetened condensed milk. The software was able to determine the pump energy required by a transfer system of sweetened condensed milk in order to prevent the occurrence of the product jump and the effervescence. The effervescence would destroy the cream of sweetened condensed milk, so at the time of marketing, the product was no longer in good condition to consume. Before conducting simulation using computer program, viscosity data of sweetened condensed milk was required to know the influence parameter of rheology on pump power required by a transport system of sweetened condensed milk. From the simulation, a more good description was obtained to design a transfer system of sweetened condensed milk at one particular factory.

  2. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  3. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Pujo Mulyatno

    2013-06-01

    Full Text Available Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM, telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.

  4. KARAKTERISTIK CAMPURAN CANGKANG DAN SERABUT BUAH KELAPA SAWIT TERHADAP NILAI KALOR DI PROPINSI BANGKA BELITUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi Setiawan

    2016-07-01

    Full Text Available Pada umumnya uap yang diperlukan untuk memutar turbin dan untuk keperluan perebusan pada suatu pabrik kelapa sawit adalah boiler dengan memanfaatkan kembali limbah hasil pengolahannya berupa campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit sebagai bahan bakar. Kualitas suatu bahan bakar tergantung pada nilai kalor, nilai kalor tergantung pada kadar air, kadar abu, kadar volatilematter dan kadar karbon tetap yang terkandung pada bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar terhadap nilai kalor. Komposisi pengujian dalam penelitian ini adalah campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit dengan komposisi 80% serabut 20% cangkang, 75% serabut 25% cangkang, 50% serabut 50% cangkang, 25% serabut 75% cangkang, 20% serabut 80% cangkang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi campuran yang memiliki nilai kalor tertinggi adalah campuran 80% serabut 20% cangkang dengan nilai kalor 16.584,233Kj/Kg, kadar air 14,099%, kadar abu 7,776%, kadar volatillematter 69,872%, karbon tetap 7,478%. dari penelitian ini juga disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar volatilematter dan kadar karbon tetap semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan sebaliknya semakin tinggi kadar air dan kadar abu maka nilai kalor yang dihasilkan semakin rendah pada bahan bakar cangkang, serabut buah kelapa sawit

  5. ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN IDENTIFIKASI MIKOFLORA DARI RIZOSFER TANAH PERTANIAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L. SEBAGAI BAHAN AJAR KINGDOM FUNGI UNTUK SISWA KELAS X SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesy Maulina Nadhifah

    2016-10-01

    Full Text Available Agricultural area, particularly in the rhizosfer area there are various species of mold which lives mainly in the soil. The students have known molds which live in nature but they have not recognized mold which lives in the soil. It is required to develop a teaching material in the form of module which is created based on a research result. The results of this study were; (1 it has been discovered 7 species of mold, which are Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 the most dominant mold species was Trichoderma harzianum with the total number 1,8 x 104 cfu for every gram soil sample, and (3 there has been arranged of the learning module about fungi kingdom for students in high school level. Tanah pertanian, khususnya di daerah rizosfer, merupakan habitat dari berbagai spesies kapang yang hidup di dalamnya. Para siswa telah mengenal kapang yang tumbuh di alam tetapi mereka belum mengenal kapang yang hidup di dalam tanah pertanian. Perlu dikembangkan sebuah bahan ajar berupa modul yang dibuat berdasarkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini, meliputi (1 ditemukan 7 spesies kapang, yaitu Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 spesies kapang yang paling dominan adalah Trichoderma harzianum dengan total jumlah 1,8 x 104 cfu/g sampel tanah, dan (3 telah tersusun bahan ajar Biologi berupa modul Kingdom Fungi para siswa SMA.

  6. Studi Pendirian Pabrik Dietil Karbonat dari CO2 dan Etanol Melalui Proses Direct Synthesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fakhruzi Asrial Efransyah

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu penggerak utama perekonomian nasional merupakan energi. Bahan bakar minyak berbasis energi fosil merupakan salah satu energi yang kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan bahan bakar minyak mengikuti perkembangan sektor pembangunan khususnya sektor transportasi dan industri yang saat ini semakin pesat. Tidak dipungkiri lagi bahwa konsumsi bahan bakar fosil mempunyai dampak kepada lingkungan akibat senyawa-senyawa organik yang terkandung didalamnya. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak. Dietil Karbonat (DEC merupakan salah satu senyawa oxygenate yang menjadi alternatif zat aditif pada bahan bakar. Berdasarkan penelitian, DEC sebanyak 5 wt % dapat mengurangi materi partikulat pada mesin diesel sebanyak 50%. Sehingga penggunaan DEC mempunyai potensi tinggi dalam aspek ekonomi dan lingkungan. Setelah melewati beberapa dekade, produksi/manufaktur DEC semakin variatif dan semakin banyak penelitian yang berfokus pada sintesis DEC maupun penggunaan katalis yang terbaik. Pada studi ini, DEC disintesis dari CO2 dan Etanol melalui proses Direct Synthesis. Secara garis besar Pabrik DEC ini terdiri dari Synthesis Unit, Separation Unit, Purification Unit dan Recycle Unit. Produk yang dihasilkan adalah Dietil Karbonat, sedangkan produk samping yang dihasilkan adalah 1,2 Butanediol. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DEC dengan kapasitas 90.000 ton per tahun dibutuhkan investasi sebesar USD 63.582.413. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 46,7%; POT: 3,05 tahun; BEP : 41,5 %; dan NPV: USD 109.327. Dari hasil tersebut dan beberapa parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga Pabrik DEC dari CO2 dan

  7. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  8. PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK DARI SAMPAH PADAT PERKOTAAN DALAM INDUSTRI KOMPOS (Utilization of Organic Matter from Municipal Solid Wastes in Composit Industries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2001-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Dewasa ini sampah padat yang dihasilkan oleh kota besar sudah sangat banyak dan berpotensial untuk menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena sekitar tiga perempat dari sampah adalah biomassa maka terdapat kemungkinan untuk memproses sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan demikian berat dan volume sampah sisa yang terpaksa harus dibuang ke TPA dapat berkurang secara drastis. Proses fermentasi bahan organik ini dilakukan di pabrik kompos. Sebelum itu, harus terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan secara mekanis dan seksama untuk memperoleh bahan organik murni dari sampah padat. Pemisahan dilakukan oleh beberapa pasang thrower (pelempar dan fan (penghembus. Melalui contoh kasus sebuah pabrik kompos berkapasitas 50 ton per hari beberapa peralatan dan mesin penting yang lazim dijumpai pada pabrik kompos dijelaskan pada mekalah ini, demikian juga tipe dan ukurannya.   ABSTRACT Recently a huge amount of municipal solid wastes produced in big cities causes serious environmental and health problems. Since nearly three fourth of the wastes is biomass, there is a potential to process the organic matter into agricultural compost. In this way, the weight and volume of wastes which are finally disposed in sanitary landfills can be drastically reduced. The fermentation process of biomass occurs in compost plants. However, a thorough mechanical separation of the organic matter from municipal solid wastes must be carried out first by using pairs of a thrower and a fan. Some important equipments and machineries in a typical compost plant are delineated based on a case of 50 tons per day capacity. Their appropriate types and dimensions are discussed as well.

  9. MODIFIKASI TEPUNG UMBI TALAS BOGOR (COLOCASIA ESCULENTUM (L SCHOTT DENGAN TEKNIK OKSIDASI SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI TEPUNG TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Ariyanti

    2014-05-01

    Full Text Available Tanaman talas bogor (Colocasia esculentum (L Schott sangat mudah dibudidayakan di daerah tropik dan sub-tropik, termasuk Indonesia. Umbi talas bogor kaya akan karbohidrat, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi yang potensial bagi manusia melalui berbagai proses modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas tepung umbi talas bogor dengan mengkaji pengaruh konsentrasi suspensi, katalis, oksidator, dan temperatur dari proses modifikasi dengan cara oksidasi menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2. Variabel yang dikaji adalah suspensi tepung dengan air (40, 30, 20, dan 10%, waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi katalis (0; 0,1%; 0,2%, konsentrasi oksidator (1%, 2% dan 3% dan temperatur (30; 40; 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi suspensi 40% , konsentrasi katalis 0,1%, konsentrasi H2O2 2% dan temperatur 30oC pada waktu oksidasi 30 menit memberikan hasil yang paling optimum ditinjau dari daya kembang (swelling power dengan nilai 7g/g dan kelarutannya dalam air yaitu 4% dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis dari proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan H2O2 sebagai oksidator cukup efektif dalam meningkatkan nilai daya kembang tepung talas bogor yang sebelumnya hanya 4,3 g/g menjadi 7 g/g, dimana nilai tersebut telah masuk dalam rasio daya kembang tepung terigu yaitu 6,8-7,9 g/g. Namun oksidator H2O2 tidak cukup efektif dalam meningkatkan nilai kelarutan tepung dalam air yang sebelumnya hanya 2% menjadi 4%, dimana nilai tersebut masih dibawah rasio kelarutan tepung terigu yaitu 6,3-7,3%. Selain itu uji organoleptik pada kue kering berbahan baku tepung umbi talas bogor teroksidasi menunjukkan kelemahan berupa rasa yang agak pahit dan tekstur yang terlalu rapuh dibandingkan dengan kue kering yang menggunakan bahan baku tepung terigu.Bogor taro (Colocasia esculentum (L Schott is one of the local resources which can be used as raw material for flour

  10. PARAMETER DESIGN PROPELLER KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ridwan

    2012-04-01

    Full Text Available   Designer propeller kapal harus mempertimbangkan berbagai parameter untuk menghasilkan bentuk, type dan ukuran propeller yang memiliki nilai  efektifitas dan effisiensi propulsi tinggi. Propulsi kapal merupakan faktor yang mendominasi  operasional kapal, karena pemakaian bahan bakar untuk operasional propulsi kapal merupakan 42% dari total cost operasional kapal dan merupakan added value yang akan diperoleh oleh perusahaan pelayaran. Pertimbangan parameter desain propeller argonomis dapat mendukung tujuan di atas sehingga dapat menurunkan pemakaian bahan bakar hingga 20 % saat kapal dioperaionalkan.

  11. KONVERSI ENERGI BIOMASSA KOTORAN SAPI MELALUI RANCANGAN BIODIGESTER UNTUK RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2017-11-01

    Full Text Available Biomassa kotoran sapi mengandung energi berupa gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pengolahan biomassa kotoran sapi menjadi bahan bakar dilakukan melalui proses konversi energi dalam suatu biodigester. Biodigester dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas 0,5997 m3 untuk waktu penyimpanan 30 hari.  Masyarakat yang memelihara sapi 2-3 ekor dapat menggunakan biodigester tipe plastik dan fixed dome dengan kapasitas tong plastik 250 liter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konversi energi biomassa kotoran sapi dapat digunakan sebagai sumber energi pada kompor.

  12. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  13. PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF OCTANE BOOSTER X TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG KENDARAAN SEPEDA MOTOR TIPE ALL NEW CBR150R

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Yuditia Rahmadian

    2017-11-01

    Full Text Available Proses pembakaran pada kendaraan bermotor sangat mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan dan efisiensi pembakaran pada mesin itu sendiri. Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan pada bahan bakar, baik mesin bensin maupun mesin diesel. Zat aditif digunakan sebagai anti knocking akibat pembakaran yang tidak sempurna dan meningkatakan angka oktan untuk bahan bakar bensin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi penggunaan zat aditif Octane Booster terhadap kinerja mesin motor CBR150R tahun 2014 menggunakan Dyno test, gas analyzer dan tes konsumsi bahan bakar. Berdasarkan eksperimen didapatkan bahwa campuran komposisi OB2 (1 liter pertamax ditambah 3 ml zat aditif Octane Booster membuat daya dan torsi meningkat menjadi 12.54 kW @10500 rpm dan 12.17 Nm @y500 rpm, serta menurunkan kadar CO menjadi 0.08 % Vol, HC menjadi 129 ppm Vol, O2 menjadi 2.68 % Vol dan menaikkan kadar CO2 menjadi 9.82 % Vol dan masih berada di bawah ambang batas dari ketentuan pemerintah. Komposisi tersebut juga menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar menjadi 22.73 ,l/km yang membuat kendaraan menjadi lebih irit.

  14. Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi (Enamel micro hardness of young permanent tooth after bleaching and remineralization paste application

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Liwang

    2014-12-01

    : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kekerasan mikro permukaan email gigi permanen muda, dan efek aplikasi pasta remineralisasi setelah pemutihan gigi. Metode: Empat belas gigi permanen muda ditempatkan dalam blok resin dengan jendela pada enamel permukaan bukal dan dilakukan pengukuran kekerasan permukaan enamel sampel awal dengan menggunakan alat Microvickers Hardness Tester. Kemudian dilakukan aplikasi bahan bleaching hidrogen peroxide 30% sebanyak 3 kali masing-masing selama 15 menit. Setelah aplikasi bahan bleaching, kekerasan permukaan enamel sampel diukur kembali. Sampel dibagi 2 kelompok; kelompok pertama diaplikasi pasta remineralisasi Hidroksi apatit + NaF 1450ppm, dan kelompok kedua diaplikasi pasta CPP-ACP + NaF 900ppm. Masing-masing pasta tersebut diaplikasikan selama 30 menit 7 hari berturut-turut. Setelah aplikasi pasta remineralisasi, sampel diukur kembali kekerasan permukaan enamelnya. Hasil: Kekerasan mikro permukaan enamel menurun setelah aplikasi pemutih gigi, dari 333.09 ± 10.49 VHN ke 299,15 ± 5.70 VHN. Kekerasan mikro setelah aplikasi Hidroxy apatit + NaF "> 1450ppm adalah 316,61 ± 5.87 VHN dan setelah aplikasi CPP-ACP + NaF 900ppm adalah 319,94 ± 3,25 VHN, namun kekerasan mikro setelah aplikasi pasta remineralisasi masih lebih rendah dari kekerasan mikro awal. Simpulan: Bahan pemutih gigi menurunkan kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda secara signifikan. Aplikasi pasta remineralisasi dapat meningkatkan kembali kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda.

  15. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    OpenAIRE

    Megawati Megawati; Wahyudi Budi Sediawan; Hary Sulistyo; Muslikhin Hidayat

    2012-01-01

    Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hi...

  16. Pengaruh Ukuran Partikel Tempurung Sawit Dan Tekanan Kempa Terhadap Kualitas Biobriket

    OpenAIRE

    Purwanto, Djoko

    2015-01-01

    Industri kelapa sawit dalam kapasitas 100 ribu ton bahan baku per tahun akan menghasilkan sekitar 6 ribu ton limbah tempurung kelapa sawit. Limbah padat ini pemanfaatannya belum optimal yaitu sebagai bahan bakar boiler dan pengeras jalan disekitar pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel tempurung sawit dan tekanan kempa terhadap kadar air, kadar abu, zat terbang, kadar karbon, kalori, kerapatan dan kuat tekan. Prosedur penelitian meliputi: pengeringan seca...

  17. PHASE CHANGES ON 4H AND 6H SIC AT HIGH TEMPERATURE OXIDATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Setiawan

    2016-10-01

    -016-4971 card.  Diffraction pattern on 46S also showed lattice parameter, composition and crystallite size changes.  The lattice parameter changes not significant.  For 6S and 46S sam-ples at 1400 oC, the 6H-SiC phase changes into other phases more than 50 % from its original weight percentage. Keywords: silicon carbide, 4H-SiC, 6H-SiC, oxidation, high temperature. ABSTRAK PERUBAHAN FASA 4H DAN 6H SIC YANG TEROKSIDASI PADA TEMPERATUR TINGGI.  Telah dilakukan proses oksidasi pada silikon karbida yang mengadung fasa 6H dan silikon karbida yang mengandung fasa 4H dan 6H.  Silikon karbida merupakan keramik non oksida dengan sifat-sifat unggulnya yang sangat potensial digunakan dalam dunia industri.  Dalam industri nuklir silikon karbida digunakan sebagai bahan struktur kelongsong pada bahan bakar reaktor air ringan light water reactor (LWR dan sebagai pelapis pada kernel bahan bakar reaktor gas temperatur tinggi (RGTT.  Pada studi ini dilakukan simulasi oksidasi silikon karbida pada kernel apabila terjadi kegagalan pada pipa pendingin utamanya. Sampel dibentuk dari serbuk silikon karbida yang di pres hingga berbentuk pelet dengan diameter 12,7 mm dan ketebalan 1.0 mm kemudian dioksidasi pada temperatur 1000 oC, 1200 oC dan 1400 oC selama 1 jam.  Sampel sebelum dan setelah dioksidasi dilakukan penimbangan dan pengujian difraksi sinar-X menggunakan Difraktometer Panalytical Empyrean dengan Cu sebagai sumber sinar-X.  Analisis pola difraksi dilakukan menggunakan aplikasi General Structure Analysis System (GSAS, dengan hasil yang diperoleh adalah perubahan parameter kisi dan kandungan fasa SiC-nya.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua sampel yang teroksidasi mengalami peningkatan berat.  Oksidasi sampel 6S menyebabkan kenaikan berat tertinggi pada temperatur 1200 oC, sedangkan sampel 46S memiliki berat dengan kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur oksidasi.  Analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa domi-nan yang terbentuk pada sampel

  18. Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Sistem Ceratan pada Gasifikasi Biomassa Briket Municipal Solid Waste terhadap Performa Gasifier Tipe Downdraft

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Bhakti

    2017-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan syngas sebagai bahan bakar campuran bahan bakar mesin diesel dual fuel (DDF menimbulkan permasalahan yaitu terbuangnya syn-gas karena kelebihan produksi. Penelitian dimaksudkan melakukan penambahan sistem ceratan untuk mengalirkan kembali syngas yang terbuang karena sisa pembakaran mesin DDF ke dalam reaktor. Syngas yang dipakai berasal dari proses gasifikasi yang dilakukan pada downdraft gasifier dengan bahan bakar briket MSW. Mekanisme ceratan gas hasil gasifikasi dilakukan dengan pemasangan katup pada pipa aliran syn-gas setelah induced fan menuju reaktor gasifikasi kembali. Syngas hasil ceratan di campur dengan udara sebagai gasifying agent dengan mixer sebelum masuk ke blower udara. Laju alir massa syn-gas yang dicerat divariasikan mulai 0%, 11%, 23%, dan 54%. Dari penelitian dan analisa yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai rasio udara-bahan bakar menurun seiring penambahan ceratan syn-gas yaitu dari 1,04 – 0,44 dan equivalence ratio dari 0,18 – 0,09. Dengan penambahan ceratan diketahui efisiensi terbaik terjadi saat penambahan prosentasi ceratan 11% dengan efisiensi sebesar 66,81%. LHV meningkat seiring penambahan ceratan dengan LHV terbaik terjadi pada ceratan syn-gas 55% sebesar 3912,37 kJ/kg. Temperatur kerja gasifikasi cenderung menurun dengan penambahan ceratan syn-gas. Temperatur kerja T1 – T5 berada pada kisaran 70, 250, 983, 589, dan 115 ᵒC. Kandungan combustible gas meningkat dan uncombustible gas menurun seiring dengan penambahan ceratan syn-gas. Nilai kalor briket MSW sebesar 4698 kJ/kg

  19. Perencanaan Simulasi Pengaturan Pembangkitan Daya Pada Kapal Fast Patrol Boat 60 M dengan Propulsi Hybrid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fikri Nuruddin Muzakki

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem propulsi hybrid yang memberikan berbagai keuntungan untuk pengoperasian kapal, seperti pertimbangan konsumsi bahan bakar yang rendah, pengaturan kecepatan dengan penggunaan propulsi yang optimal ataupun khusus untuk jenis kapal tertentu. Tentunya sistem propulsi hybrid memiliki kelamahan pula, salah satunya adalah pengaturan pembangkitan daya yang kompleks dibandingkan dengan system propulsi lain. Setiap kecepatan membutuhkan daya yang berbeda dan bahan bakar yang berbeda pula. Keputusan yang kurang tepat dapat mengurangi keunggulan dari pemasangan sistem propulsi hybrid. Oleh karena itu dibutuhkan Decision Support System untuk membantu nahkoda menentukan pengaturan propulsi yang optimal pada kecepatan yang diinginkan dan pada kondisi yang ada pada perairan yang dilalui. Dalam makalah ini dibuat Decision Support System dengan input utama berupa kecepatan dalam knot, service margin, dan kebutuhan listrik. Kecepatan dan sevice margin digunakan untuk menentukan kebutuhan tenaga penggerak dan selanjutnya digunakan untuk analisa alat penggerak. Untuk digunakan referensi nahkoda dapat memilih propulsi yang optimal dengan konsumsi bahan bakar yang minimum, dan dengan jumlah daya yang diperlukan untuk pengoperaian tersebut. Berdasarkan hasil simulasi penggunaan Decision Support System pada kapal Fast Patrol Boat 60 m ini menujukkan pemakaian terbaik pada kecepatan 20 knot dengan menggunakan sistem Shaft Generator pada daya 1181 kW disertai pengoperasian genset pada daya 0 kW dan jumlah pemakaian bahan bakar 482,99 kg per jam.

  20. Studi Pengaruh Pencampuran Biodesel Jarak Pagar Dengan Solar Terhadap Perubahan Karakteristik Fisikanya

    OpenAIRE

    Siti Saleha Lubis

    2008-01-01

    Biodiesel adalah suatu sumber energi alternatif bahan bakar yang didapat dari minyak nabati setelah melalui proses esterifikasi - transesterifikasi. Biodiesel yang diteliti berasal dari tumbuhan jarak pagar (Jatropa curcas). Kemudian dilakukan pencampuran biodiesel dengan solar untuk mengetahui karakterisasi fisisnya seperti viskositas, densitas, flash point dan nilai kalor. Hasil yang diperoleh dianalisa dan dibandingkan pada hasil penelitian dari berbagai sumber. Diskusi/pembahasan juga dil...

  1. Bio-Oil dari Limbah Padat Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Saputra

    2007-12-01

    Full Text Available Bahan bakar minyak merupakan sumber energi terpenting untuk kehidupan manusia. Produksi bahan bakar minyak yang berasal dari bahan bakar fosil semakin hari semakin menurun. Untuk itu diperlukan suatu alternatif sumber energi yang dapat diperbaharui dalam menggantikan bahan bakar fosil, salah satunya adalah mengkonversikan biomas menjadi biooil. Dalam penelitian ini digunakan limbah padat sawit, yaitu batang dan tandan kosong sawit dengan ukuran partikel 2-6 dan 6-10 mesh. Proses yang digunakan untuk mengkonversikan limbah padat sawit pada penelitian ini yaitu slow pyrolysis. Proses ini dilakukan pada reaktor pipa stainless steel dengan diameter 3,81 cm dan panjang 60 cm, pada kisaran temperatur 450-600oC yang dialiri gas nitrogen. Hasil yield tertinggi dicapai pada suhu 500oC dengan diameter partikel 2-6 mesh. Produk bio-oil dilakukan analisa dengan menggunakan GC HP 5890 II. Pada produk bio-oil juga teridentifikasi adanya etanol, benzena, toluena dan xylen. Kata kunci: bio-oil, limbah padat sawit, pyrolysis

  2. PENGARUH BERBAGAI KECAMBAH KACANG-KACANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN DASAR MEAT ANALOG TERHADAP SIFAT FISIK (TEKSTUR, KESUKAAN DAN RASIO ARGININ/LISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2013-06-01

    Full Text Available The aims of this research were to determine the best of local legume sprout as raw material of meat analog, based on its texture, sensory (preference properties, and the ratio of arginine/lysine, compared to meat analog from soybean. Meat analogs were made of protein of local legumes sprout, which were velvet beans, cowpeas, and winged beans that had been germinated for 48, 36 and 24 hr respectively. The protein of velvet beans, cowpeas, and winged beans sprout for meat analog production were extracted at pH 9 and precipitated at pH 4, 5, and 5 respectively. Hence their products were analyzed the texture, the sensory properties (the hedonic scales of color, texture, odor, taste, and overall, and the ratio of arginine/lysine. The characteristics of meat analog from the legumes sprout were compared to meat analog from soybean for determination of the best legume sprout as raw material of meat analog. The result of this research showed the properties of meat analog from winged bean and cowpeas sprouts were better than velvet beans sprout. The meat analog from soybean was still better than meat analog from the local legumes sprout, especially its texture. The arginine content, that was known as  hypocholesterolemic and hypoglycemic component,  of meat analog from cowpeas sprout was lower than meat analog from soybean, but its ratio of arginie/lysine was not signifi cantly different. While the ratio of arginine/lysine of meat analog from the other legumes sprout were lower than meat analog from soybean. Therefore the meat analog from cowpeas sprout was chosen as the best product and was potential as functional food especially for reducing blood cholesterol. Keywords: Meat analog, sprout, local legumes, arginine/lysine ratio   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal terbaik sebagai bahan baku kedelai berdasarkan tekstur, sifat sensoris, dan rasio arginin/lisin dibandingkan meat analog dari biji

  3. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Aplikasi Sodium Hipoklorit (NaOCL sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar terhadap Kekuatan Geser Perlekatan Siler Berbahan Dasar Resin Pada Dentin Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunjung Nugraheni

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaOCI, dengan konsentrasi 0,5%-5.25%. Penggunaan NaOCL berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaOCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 gigi, kelompok 1 di rendam dalam 6ml NaOCI 2,5%. Kelompok II direndam dalam 6 ml NaOCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok diremdam selama 10 menit, sub kelompok direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubaror pada suhu 370 C selama 72 jam. Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian. Hasil uji statistik AVANA dua jalur menunjukkan kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaOCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007. Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit,, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 10 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 5

  4. KAJIAN SIFAT FUNGSIONAL DAN AMILOGRAFI PATI UBI JALAR (Ipomoea batatas L. DENGAN PERLAKUAN SUHU DAN LAMA WAKTU HEAT MOISTURE TREATMENT SEBAGAI BAHAN SEDIAAN PANGAN DARURAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    marleen sunyoto

    2017-01-01

    Full Text Available Pemuliaan Tanaman Ubi Jalar yang dilakukan di Lahan Percobaan Universitas Padjadjaran telah menghasilkan klon-klon baru ubi jalar unggulan, salah satunya yaitu Awachy 5. Awachy 5 mengandung pati yang cukup tinggi, yaitu 25,46% sehingga dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung pati sebagai bahan baku Emergency Food. Namun pati alami belum dimanfaatkan secara optimal karena sifat fungsional dan sifat amilografi pati yang kurang baik, sehingga diperlukan perlakuan lebih lanjut untuk memperbaiki sifat tersebut. Perlakuan modifikasi fisik dengan Heat Moisture Treatment (HMT dapat memperbaiki sifat fungsional dan amilografi pati. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh suhu dan lama waktu modifikasi HMT yang menghasilkan pati ubi jalar dengan sifat fungsional dan amilografi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu tanpa pemanasan (kontrol, pemanasan HMT pada suhu 80oC 4 jam;  80oC 8 jam; 110oC 4 jam; dan 110oC 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati ubi jalar dengan pemanasan HMT pada suhu 110oC selama 8 jam merupakan perlakuan terpilih dengan swelling volume 4,205 ml/g, solubility 2,117%, freeze thaw stability 48,655%, kekuatan gel 4,684 gf, derajat putih 76,717%, suhu awal gelatinisasi 83,388oC, viskositas puncak 5063,833 cP, viskositas breakdown 486,500 cP, dan viskositas setback 3596,833 cP. Kata kunci : Awachy 5, modifikasi HMT, pati, sifat fungsional, amilografi

  5. Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Hanafi

    2016-12-01

    Islam melalui bahan pengajaran baru yang mampu melaksanakan misi studi Islam dengan lintas disiplin.

  6. Uji kesetimbangan kalor proses sterilisasi kumbung jamur merang kapasitas 1.2 ton media tanam menggunakan tungku gasifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Maulana K

    2016-12-01

    Full Text Available Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungku tradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masih sangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Tungku gasifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada tungku tradisional karena memiliki efisiensi yang relatif lebih tinggi dan bebas dari asap pembakaran yang mengganggu. Untuk menggantikan tungku tradisional tersebut dengan tunggku gasifikasi, harus dilakukan uji kesetimbangan kalor terlebih dahulu agar dapat diketahui kebutuhan energi yang diperlukan pada proses sterilisasi tersebut. Dengan uji kesetimbangan kalor dapat diketahui perbandingan energi input pada sisi bahan bakar dengan energi yang termanfaatkan (energi output dan energi yang terbuang (heat losses selama proses sterilisasi tersebut berlangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kumbung jamur ukuran sebenarnya yang ada di lapangan dengan jumlah media tanam jamur merang sekitar 1.2 ton limbah kapas menggunakan tungku gasifikasi yang dibuat dari drum bekas oli. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar pada reactor gasifikasinya yaitu bahan bakar limbah kapas dan bahan bakar limbah sekam padi. Dari hasil uji yang didapat, limbah kapas memiliki jumlah energi output yang lebih besar daripada limbah sekam padi (energi output pada limbah kapas sebesar 8.4% dari energi inputnya dan limbah sekam padi memiliki 7.9% energi output. Namun jika dilihat dari efisiensi pembakarannya, limbah sekam padi memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada limbah kapas (28.0% untuk limbah sekam padi dan 27.2% untuk limbah kapas.

  7. PERANAN BAHAN ORGANIK BERNISBAH C/N RENDAH DAN CACING TANAH UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KUI.IT KAYU Gmelina arborea (The Roles of Low C/N Ratio Organic Matters and Earthworms to Decompose Waste Barks of Gmelina arborea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Hardiwinoto

    2005-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Limbah kulit kayu berpotensi dapat menyebabkan dampak negatip terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sebagai bahan organik, limbah kulit kayu sebetulnya dapat dijadikan sbagai bahan baku kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah dalam menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro dari kompos limbah kulit kayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah penambahan bahan organic ber-nisbah C/N rendah (daun Glyricideu maculuta and daun Gmelina arborea, dan taktor kedua adalah jenis cacing tanah, yaitu Lumbricus rubellus (Cl dan Eisenia foetida (C2. Parameter yang digunakan adalah kandungan karbon (C, dan beberapa unsur hara makro, yaitu: nitrogen (N, fosfor (P, kalium (K, kalsium (Ca and magnesium (Mg dari kompos limbah kulit kayu. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah merupakan cara penanganan limbah kulit kayu yang ramah lingkungan. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah secara nyata dapat menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Nisbah C/N kompos limbah kulit kayu dapat turun semakin rendah dan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca and Mg dapat naik semakin tinggi dengan adanya penambahan bahan organik ber-nisbah C/N yang semakin banyak. Cacing tanah menunjukkan peran yang sangat nyata dalam menurunkan nisbah CIN dan menaikkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Rerata nisbah C/N dari kompos limbah kulit kayu (C0 sebesar 56,17, dan dengan adanya perlakuan cacing tanah rerata nisbah C/N dapat turun secara sangat nyara menjadi 26,66 (Cl dan 22,94 (C2. Rerata kandungan N dari kompos limbah kulit kayu (C0 hanya sebesar 0,89 %, dan dengan adanya aktivitas

  8. PLASTIC WASTE CONVERSION TO LIQUID FUELS OVER MODIFIED-RESIDUAL CATALYTIC CRACKING CATALYSTS: MODELING AND OPTIMIZATION USING HYBRID ARTIFICIAL NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istadi Istadi

    2012-04-01

    Full Text Available The plastic waste utilization can be addressed toward different valuable products. A promising technology for the utilization is by converting it to fuels. Simultaneous modeling and optimization representing effect of reactor temperature, catalyst calcinations temperature, and plastic/catalyst weight ratio toward performance of liquid fuel production was studied over modified catalyst waste. The optimization was performed to find optimal operating conditions (reactor temperature, catalyst calcination temperature, and plastic/catalyst weight ratio that maximize the liquid fuel product. A Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA method was used for the modeling and optimization, respectively. The variable interaction between the reactor temperature, catalyst calcination temperature, as well as plastic/catalyst ratio is presented in surface plots. From the GC-MS characterization, the liquid fuels product was mainly composed of C4 to C13 hydrocarbons.KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN METODE PERENGKAHAN KATALITIK MENGGUNAKAN KATALIS BEKAS YANG TERMODIFIKASI: PEMODELAN DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah dengan mengkonversikannya menjadi bahan bakar. Permodelan, simulasi dan optimisasi simultan yang menggambarkan efek dari suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis terhadap kinerja produksi bahan bakar cair telah dipelajari menggunakan katalis bekas termodifikasi Optimisasi ini ditujukan untuk mencari kondisi operasi optimum (suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis yang memaksimalkan produk bahan bakar cair. Metode Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA telah digunakan untuk permodelan dan optimisasi simultan tersebut. Inetraksi antar variabel

  9. RANCANG BANGUN ALAT DEHYDRATOR BIOETANOL UNTUK MENGHASILKAN FUEL GRADE ETHANOL (FGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Bioethanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif dengan sumber bahan baru yang dapat diperbarui. Bioethanol dapat menjadi bahan bakar alternatif bila mempunyai konsentrasi lebih dari 99% yang dikenal dengan nama Fuel Grade Ethanol. Proses pembuatan Fuel Grade Ethanol menggunakan metode pemisahan lanjut diantaranya adalah dengan metode distilasi azeotrop, pervorasi membran, dan adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian mesin dehydrator bioethanol yang bekerja dengan metode absorbsi. Mesin dehydrator ini menggunakan zeolit syntetis dengan ukuran 3 A yang sebelumnya telah dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: (1 Tahap perancangan (desain alat dehydrator biorthanol; (2 Tahap pembuatan alat dehydrator berdasarkan spesifikasi yang telah ditetapkan ; (3 Pengujian alat dehydrator yang berorientasi hasil yaitu bioetanol minimal berkadar sekitar 99%. Mesin destilator bioetanol yang telah dikembangkan mempunya spesifikasi sebagai berikut: dimensi tangki bahan baku tingginya adalah 250 mm dengan diameter 300 mm, Bagian tabung I terbuat dari pipa stainless steel dengan diameter 100 mm dan tinggi 600 mm. Tebal dari pipa tersebut adalah 2 mm. Tabung II terbuat dari stainless steel yang mempunyai diamater 100 mm dan tinggi 300 mm dengan ketebalan 2 mm. Kondensor berdiameter 100 mm dan tinggi 600 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin yang sudah dikembangkan ini mampu menghasilkan Fuel Grade Ethanol dengan kadar lebih dari 99%. Kata kunci: dehydrator, bioethanol, fuel grade ethanol, bahan bakar alternatif.

  10. PEMAMFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PEMBUATAN ARANG DENGAN PROSES PIROLISA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-06-01

    Full Text Available Sumber energi yang berasal dari fosil ( migas merupakan sumber bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Dimasa sekarang kebutuhan energi sangat meningkat dikarenakan jumlah penduduk semakin banyak dan revolusi Industri yang menuntut sumber energi semakin tinggi. Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat komplek dikarenakan bahan bakar migas semakin menipis. Pemecahan masalah diatas dapat diatasi dengan cara mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah pertanian yang diubah menjadi arang dengan proses pirolisa kemudian dijadikan briket. Pada pengujian ini penulis hanya menggunakan daun mahoni dan sekam padi sebagai bahan baku briket. Hasil yang didapat menunjukkan penggunaan briket sekam padi lebih optimal dibandingkan daun mahoni. Pada pemakaian sekam padi membutuhkan waktu 15 menit untuk mendidihkan air sedangkan daun mahoni membutukkan waktu 20 menit. Hal ini disebabkan suhu yang dihasilkan sekam padi lebih tinggi sehingga air cepat mendidih. Sekam padi mengandung selulosa yang lebih tinggi dibanding daun mahoni sehingga proses pembakaran lebih cepat.

  11. Peranan kadar nitrit oksida (NO darah dan asupan lemak pada pasien hipertensi dan tidak hipertensi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pudji Astutik

    2013-10-01

    Full Text Available Background: Hypertension is closely related to impaired endothelial dependent vasodilation due to decreasing availability of blood nitric oxide (NO and high fat intake. Objective: To analyze blood NO and fat intake differences in patients with hypertension andnon hypertension. Method: The study was a cross-sectional design and sampling was carried out in Sidoarjo District Hospital. Subjects of the study were 24 patients aged between 40 to 65 years, which consist of 12 cases and 12 controls. Measurement of blood NO and recall of fat intake were performed. Results: Blood NO in hypertension andnon hypertension patients were 72.333 ± 40.511µM and 116.083 ± 46.962 µM respectively. Fat consumption in hypertension andnon hypertension were 51.52 ± 5.99 g and 41.65 ± 8.32 g respectively. Two independent samples t-test showed meaningful differences in the levels of blood NO (p=0.023 as well as fat intake (p=0.004 between the hypertension andnon hypertension patients. Conclusion: There is a difference in the levels of blood NO and fat intake in patients with hypertension andnon hypertension.

  12. Sintesis dan Karakterisasi Grafena dengan Metode Reduksi Grafit Oksida Menggunakan Pereduksi Zn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Taufantri

    2016-05-01

    Full Text Available Graphene is a thin material, has a hexagonal two-dimentional lattice and is considered as an interesting material for adsorption process. Nowadays, graphene has been known as a potential material for diverse application, such as adsorbent. In this study graphene was synthesized from graphite. Furthermore, graphene was applied for adsorption of dichloro diphenyl trichloroethane (DDT. Graphene was synthesized by Hummer’s method using hydrothermal and reduced by Zn. The samples were characterized by Scanning Electron Microscope (SEM and X-Ray Diffraction (XRD methods. The results of the XRD showed graphene structure in the 2θ, appeared at 23.9369 with interlayer spacing was about 3.71763 Å, compared with graphite oxide structure in the 2θ appeared at 11.2055 with interlayer spacing was about 7.89649 Å. The results of SEM analysis showed graphene has one layer with planar hexagonal structure and seems transparent whose single layer and multi layers. The graphene adsorption was analyzed by using the UV-Visible spectrophotometer. The results indicated the surface area of graphene was shown as 46.8563 m2/g. The amount of DDT adsorbed by graphene during 15 minutes was 7.5859 mg/g. This adsorption mechanism of DDT and graphene might be due to π-π and hydrogen interactions.   Keywords: Adsorption, dichloro diphenyl trichloroethane (DDT, graphena. DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.2233

  13. ISOLASI DAN KARAKTERISASI CaO (KALSIUM OKSIDA) DARI CANGKANG KERANG DARAH (Anadara Granosa)

    OpenAIRE

    yahya, afdaliah

    2014-01-01

    Seashells from species Anadara Granosa were used as raw materials to isolate CaO by calcination at temperatures of 1000 ?? C for 5 hours to obtain the CaO content is 99.61%. This process can take place due to the conversion of CaCO3 into CaO

  14. Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2013-12-01

    : Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat. Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510. Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858. Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%. Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.

  15. KONTRIBUSI JENIS BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI NATRIUM PADA ANAK USIA 6-18 TAHUN DI INDONESIA (FOOD CONTRIBUTION IN SODIUM INTAKE OF CHILDREN AND YOUNG AGE [6-18 YEARS] IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Hypertension, heart disease and stroke are a major cause of death in Indonesia. In 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia about 25,8 persen. WHO concluded that excess sodium consumption showing a positive straightline relationship with increased incidence of hypertension and cardiovascular disease. The aim of data analysis was to get information about  the contribution of sodium intake in children aged 6-18 years. The data came from Individual Food Consumption Study in 2014. The 24 hours recall were done in 2014 was administered to 34.956 children and young people boys and girls aged 6-18 years. Sodium intake were estimated indirectly from food consumption data. The analysis showed that the average of sodium intake in children age 6-18 years were 2609 mg /day, of which as much as 55.3 percent consume more than 2000 mg/day. The food groups that highly contribute to sodium intake were from seasoning (51.8%, cereals and cereals product (21.16%, fish and fish product (10.69%, meat and meat products (4.78%. The main source of sodium intake in children 6-18 years age came from salt (43.9%, followed by noodles (13.2%, other condiment (7.9% and fresh fish (5.4% processed fish (5.3% in consecutive. While  other foods contribute less than 5 percent of sodium.ABSTRAK Saat ini, hipertensi, penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Menurut hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 persen. Data WHO menunjukkan bahwa kelebihan konsumsi Natrium berkaitan dengan peningkatan kejadian hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Tujuan analisis data untuk memperoleh informasi kontribusi bahan makanan terhadap asupan Natrium pada anak usia 6-18 tahun. Data yang digunakan adalah data Studi Konsumsi Makanan Individu 2014. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 34.956 anak usia 6-18 tahun. Jumlah asupan Natrium diperoleh dari data recall 1x24 jam. Hasil analisis

  16. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairy Abusyairi

    2013-06-01

    Full Text Available Up to day, the materials of Arabic teaching that are developed and used widely in Indonesia in general are the teaching materials used in the madrassah in the Middle East. If the teaching material is the result of the development of amounts not so much. While the demands for innovation and the development of Arabic language teaching materials, today continues to roll, in line with the dynamics of the development of science and technology. Besides that , the demand for Arabic teaching materials that use Indonesian as the language develops in most introductory students, especially those with a general educational background. Thus, one needs to have a competence of teachers in performing their duties is developing instructional materials. Development of teaching materials a teacher is important for learning more effective, efficient, and does not deviate from the competency achieved. Arabic teaching materials can be developed through the following steps : a analysis, b design, c the writing and preparation of the material, d evaluation, e revision.

  17. Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Premana Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%, tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.

  18. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  19. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  20. KOMPOSISI DAN STRUKTUR TEGAKAN PENGHASIL KAYU BAHAN BANGUNAN DI HUTAN LINDUNG TANJUNG TIGA, MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN (Composition and Structure of Tree that Produce Building Materials in The Tanjung Tiga Protected Forest, Muara Enim, South Sumatra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Hidayat

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Hutan Lindung Tanjung Tiga adalah hutan hujan tropis yang tersisa di Muara Enim berada pada ketinggian di atas 1300 m dpl. Keberadaan hutan ini sangat penting baik sebagai pengatur hidrologis maupun sebagai penghasil kayu. Pada umumnya bangunan rumah masyarakat di desa Tanjung Tiga masih menggunakan beragam kayu hutan, sementara keberadaan pohon penghasil kayu-kayu utama untuk bangunan ini sudah mulai berkurang. Penelitian mengenai kondisi hutan, khususnya komposisi dan struktur tegakan penghasil kayu bahan bangunan telah dilakukan pada bulan April 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang famili pohon-pohon penghasil kayu bangunan di Hutan Tanjung Tiga sebagai bahan acuan tindakan konservasi hutan baik bagi masyarakat maupun pemerintah setempat. Penelitian dilakukan dengan metode transek dan petak contoh kuadrat di tiga areal berbeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga famili penting yaitu Myrtaceae, Fagaceae dan Lauraceae, namun baik jumlah maupun diameter batangnya sangat rendah sehingga perlu segera upaya pencegahan penebangan lebih lanjut dan tindakan konservasi yang menguntungkan semua pihak.  ABSTRACT Tanjung Tiga protected forest is a remnant of tropical rain forests, which are located at an altitude above 1300 m asl. The existence of this forest is very important both as a regulator of hydrological, as well as the timber resources. In general, rural residential buildings in the village still use a variety of forest timber. While the presence of trees producing the main timber for the building has begun to diminish in nature. Research on the condition of forests, in particular the composition and structure of the building material stands have been carried out in April 2013. This study aimed to obtain information on trees family that produce building material in forests as a reference for forest conservation efforts both for society and local authorities. The research was conducted with nested

  1. Analisa Efisiensi Konsumsi Energi Listrik Pada Kapal Motor Penumpang Nusa Mulia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alimuddin Alimuddin

    2016-03-01

    Full Text Available Besarnya pemakaian energi listrik dipengaruhi oleh jenis beban yang dipakai. Beban memiliki sifat resistif, induktif, dan kapasitif. Sifat ini akan memiliki dampak pada sistem kelistrikan yaitu faktor daya. Semakin besar faktor daya (daya aktif besar maka sistem listrik tersebut akan semakin bagus dan sebaliknya. Oleh karena itu ketika sistem memiliki faktor daya yang rendah (daya reaktif besar maka akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar genset, sehingga dibutuhkan perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor. Sistem kelistrikan kapal Nusa Mulia memiliki faktor daya yang rendah sehingga membutuhkan kapasitor untuk perbaikan faktor daya. Pada Tugas Akhir ini dilakukan simulasi pemasangan kapasitor sebesar 80, 11 dan 215 KVAR pada masing-masing feeder panel untuk meningkatkan faktor daya dari 0,78 menjadi 0,95. Hasil perhitungan menunjukkan pengeluaran biaya energi bahan bakar perhari turun dari Rp10.985.000 menjadi Rp7.492.680.

  2. PEMBUATAN BOILER BERPAMPLET PADA PENYULINGAN MINYAK SERAI DI DUSUN NGERIMPAK, TEMANGGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas Aquino Bambang Irawan

    2017-05-01

    Full Text Available Ngerimpak terletak di Desa Lowungu, Kabupaten Temanggung. Daerah ini memiliki potensi untuk pengembangan tanaman serai dan nilam. Secara umum, minyak sereh dan minyak nilam yang dihasilkan oleh distilasi uap (metode penyulingan uap menggunakan boiler, tungku, pendingin, dan peralatan penyulingan. Petani Argomartani membutuhkan sentuhan teknologi karena produksi sereh dan minyak nilamnya memiliki hasil yang kecil. Dengan sentuhan teknologi akan meningkatkan perekonomian desa dan mendorong semangat kewirausahaan. Boiler adalah alat yang sangat penting untuk menghasilkan minyak serai dan minyak nilam dengan kualitas yang baik sesuai dengan standar perdagangan. Boiler yang kami buat adalah jenis boiler tabung air dengan banyak pamflet di dalamnya dalam rangka meningkatkan efisiensi dan bahan bakar penghematan energi. Boiler juga dilengkapi dengan manometer, katup pengaman, dan tingkat kontrol untuk menjaga keamanan, dengan penggunaan bahan bakar kayu.

  3. OPTIMASI UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN MEVARIASI TEMPERATURE UDARA AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karnowo Karnowo

    2011-02-01

    Full Text Available Gasifikasi merupakan metode mengkonversi secara termokimia bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas (syngas dalam wadah gasifier dengan menyuplai agen gasifikasi seperti uap panas, udara dan lainnya. Metode gasifikasi dinilai lebih menguntungkan dan gas pembakaran lebih bersih dibanding pembakaran langsung. Namun demikian, tekonologi gasifikasi masih perlu dikembangkan mengingat masih rendahnya efisiensi gasifikasi. Hal ini karena karakteristik biomassa khususnya sekam padi memiliki kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur awal udara terhadap efisiensi gasifikasi sekam padi. Alat gasifikasi yang digunakan adalah updraft circulating fluidized bed gasifier. Penelitian dilakukan pada temperatur awal udara yang bervariasi yaitu 300C hingga 4000C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal udara gasifikasi, semakin meningkat efisiensi gasifikasi dan efisiensi karbon. Temperatur awal udara yang optimum didapatkan pada 3000C dengan efisiensi gasifikasi sebesar 65,78%.

  4. Economic dan Emission Dispatch pada Sistem Kelistrikan 500 kV Jawa-Bali Menggunakan Composite Generation Cost Function dengan Metode Cuckoo Optimization Algorithm

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daya Juang Mahaputra

    2017-03-01

    Full Text Available Permintaan daya listrik yang terus bertambah menyebabkan daya listrik yang disuplai oleh pembangkit menjadi lebih besar. Kondisi beban yang harus disuplai pembangkit selalu berubah-ubah tiap waktunya, maka penyaluran energi listrik haruslah sesuai antara energi yang terbangkitkan oleh pembangkit dengan jumlah beban yang harus disuplai untuk memperoleh biaya pembangkitan yang paling ekonomis. Pada Tugas Akhir ini untuk mendapatkan biaya yang ekonomis akan dilakukan optimasi pembangkit sehingga didapatkan nilai pembangkitan yang paling optimal. Pengoptimalan pembangkit bertujuan untuk mendapatkan biaya operasional yang minimum tetapi tetap dapat memenuhi permintaan beban yang ada. Penggunaan generator dengan bahan bakar fosil dapat memberikan efek pencemaran lingkungan akibat emisi sisa dari pembakaran. Proses optimasi akan membuat jumlah bahan bakar yang digunakan dapat diminimalisir sehingga akan mengurangi emisi yang dihasilkan oleh pembangkit.

  5. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  6. Analisis Kualitas Udara dan Keluhan Kesehatan yang Berkaitan dengan Saluran Pernafasan Pada Pekerja Batubara di PLTU Labuhan Angin Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2017

    OpenAIRE

    Hutagaol, Sari Puspita

    2017-01-01

    131000721 Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan suatu kegiatan yang memproduksi tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar padat, cair, dan/atau gas untuk memanaskan air dalam ketel uap (boiler) yang memproduksi uap untuk menggerakkan turbin yang seporos dengan generator sehingga membangkitkan tenaga listrik. Salah satu pembangkit listrik tenaga uap yang terdapat di sumatera utara adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Labuhan Angin di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit...

  7. Produksi Biogas dari Limbah Makanan melalui Peningkatan Suhu Biodigester Anearob

    OpenAIRE

    Purnomo, Agus; Mahajoeno, Edwi

    2010-01-01

    Isu lingkungan seperti pencemaran udara, pemanasan global, dan zero waste telah mendorong peningkatan perhatian pada sumber-sumber energi terbarukan. Harga bahan bakar minyak (fosil) yang semakin mahal menjadi salah satu alasan untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satu diantaranya berupa biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas dari limbah makanan dengan peningkatan suhu dalam biodigester anaerob.Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Biologi, UPT Lab. Pusat MI...

  8. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  9. PENGARUH PENGGUNAAN ENERGY SAVING DEVICE PADA PROPELLER B4 55 DENGAN METODE CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-10-01

    Full Text Available Tingginya harga bahan bakar semakin mendorong pelaku industri khususnya pemilik kapal melakukan penghematan konsumsi bahan bakar dan cara yang cukup efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan menambah instalasi alat yang disebut Energy Saving Device (ESD pada propeller dengan tujuan meningkatkan efisiensi propulsi.   Beberapa desain  ESD propeller yang telah dikembangkan yakni Ducted Propellers (Kort Nozzel propeller, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF. Perbedaan jenis Energy Saving Device (ESD mengindikasikan perubahan gaya torque dan thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller terhadap torque dan thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui jenis ESD dengan performa paling optimal dengan bantuan paket program CAD (Computer Aided Design serta CFD (Computational Fluid Dynamics. Hasil analisa dengan menggunakan RANS software CFD menunjukkan akibat penambahan instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Gaya thrust yang terjadi pada pada PBCF Propeller adalah sebesar 8.70E+05 N, dengan Torque 7.18E+05, sedangkan thrust pada Nozzle Propeller adalah sebesar 1.18E+06 dengan Torque 9.86E+05

  10. APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK (Aplication of Qual2Kw Model to Determine the Strategy in Solving Gajahwong River Water Pollution Caused by Organic Matter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Dyah Novitasari Lestari

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1 Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2 Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.   ABSTRACT Water quality modelling of Gajahwong River has been done using QUAL2Kw model for DO-BOD parameters. The dynamics of DO-BOD of the river on the existing conditions in 2011 has been investigated. Because of  the load of pollutants in the rainy condition and no rain condition was different, then the predictions made on both conditions. QUAL2Kw modelling results for Gajahwong River in year 2011 showed that the BOD concentration of the river on both conditions has exceeded water quality standards class II. The simulation results showed that: (1 Housing construction that discharge its liquid waste into Gajahwong River on total discharge 0,1 m3/s with concentration of BOD 10 mg/L, increased the BOD and decreased the DO of Gajahwong River, and (2 Water quality management and organic pollution control of Gajahwong River can be done by a strategy of making communal WWTP in each district with reduction of the upstream BOD concentration to 2 mg /L.

  11. REAKTOR INNOVATIVE MOLTEN SALT (IMSR DENGAN SISTEM KESELAMATAN PASIF MENYELURUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-04-01

    Full Text Available Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan-bakar nuklir dan peningkatan aspek ekonomi. reaktor Innovative Molten Salt (IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur fluoride (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. Reaktor IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-233 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan sustainabilitas ketersedian sumber daya bahan bakar nuklir dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain reaktor IMSR memiliki sifat inherent safe, yaitu koefisien umpan balik daya yang negatif serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif. Fitur-fitur keselamatan pasif terdiri dari sistem shutdown pasif, sistem pendinginan pasif pasca shutdown serta sistem pendinginan pasif untuk produk fisi. Kecelakaan yang berpotensi terjadi pada IMSR, yaitu kecelakaan kehilangan aliran bahan bakar, kecelakaan kehilangan aliran pendingin, kecelakaan kehilangan kemampuan pengambilan kalor serta kecelakaan kerusakan integritas sistem reaktor, dapat ditangani sepenuhnya secara pasif hingga mencapai kondisi shutdown selamat. Kata kunci: keselamatan pasif, inherent safe, IMSR   The next Nuclear Reactor Technology developments are directed to the increasing of the aspects of safety, fuel utility, radioactive waste reduction, proliferation retention and economy. Innovative Molten Salt Reactor (IMSR is a nuclear reactor design that uses fluoride molten salt (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. IMSR is designed as a thermal breeder reactor, i.e. to produce U-233 from Th-232. This is the answer of natural nuclear fuel sustainability and radioactive waste problems. In term of safety aspect, IMSR design has inherent safe characteristics, i.e. negative power feedback coefficient, and passive safety features. The passive safety features are passive shutdown

  12. Variation in VIP latrine sludge contents | Bakare | Water SA

    African Journals Online (AJOL)

    ... in the organic contents, moisture content, non-biodegradable content and microbial population between different pits. This variation with increasing depth within a pit is expected, since fresh material is constantly being added to the pit overlaying older material which might have undergone a certain degree of stabilisation.

  13. Costumes in Igogo Masquerade Theatre of the Ekiti People | Bakare ...

    African Journals Online (AJOL)

    ... heritage and sellable entertainment commodity by the younger generations of Igogo people, especially the formally educated elite. Deploying the key informant interview (KII), semiotic analysis and direct observation methods, the study highlights and discusses the socio-aesthetic attributes of Igogo masquerade theatre, ...

  14. Autism spectrum disorders (ASD) in Africa: a perspective | Bakare ...

    African Journals Online (AJOL)

    Background: The universal occurrence of autism spectrum disorders (ASD) was queried about twenty-six years ago. It was thought to occur only in western industrialized countries with high technological development. Over the last decade, knowledge about ASD and its prevalence has been documented as being on the ...

  15. gender and career choice differences on bakare vocational interest

    African Journals Online (AJOL)

    the world of work were possibly internalized through socialization as sex role stereotypes. (Betz, 2005). A lot of Psychological theories including Gender Schema .... resource managers, nurses), financial/business occupations (like bankers, accountants,. Ucheagwu, et al: Gender and Career Choice Differences on BVII: ...

  16. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Sulhadi

    2015-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO:Ga yang dideposisikan merupakan polikristalin dengan struktur heksagonal wurtzite. Film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325o mempunyai kualitas kristal yang lebih baik dibandingkan dengan film yang dideposisikan pada suhu 375o dan 425oC. Hasil XRD juga terkonfirmasi dengan observasi SEM menunjukkan bahwa film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325oC mempunyai ukuran butir yang lebih homogen dibandingkan dengan film yang ditumbuhkan pada suhu deposisi 375o dan 425oC. Film tipis ZnO:Ga yang ditumbuhkan pada suhu 325oC mencapai transmitansi optik ~ 89% dan energi bandgap ~3,33 eV. Sifat listrik dapat diketahui dengan menggunakan I-V Meter yang menunjukkan nilai  1,74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 pada suhu deposisi 325oC. Thin films ZnO:Ga were deposited on corning glass substrates with argon gas pressure 500 mtorr and variation temperature at 325oC,  375oC and 425oC by DC-Magnetron Sputtering. The structural studies, optical and electricity properties of the thin films have been investigated by means of EDX, XRD, SEM, Uv-Vis spectroscopy and I-V meter. The EDX result show that thin films were deposited is ZnO:Ga thin films. The structural studies result from XRD show the ZnO:Ga thin films deposited have polycrystalline with the hexagonal wurtzite structure. ZnO:Ga film were deposited at 325oC have the better quality crystal with the other. The XRD result also appropriate with SEM, it was shown at 325oC has grain size more homogeny with the other films. Thin films ZnO:Ga was deposited at 325oC has the optical transmittance ~89% and the bandgap ~3,33 eV. Electrical conductivity 1.74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 at deposited  325oC. 

  17. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  18. REAKSI KATALITIS ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN METANOL MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE DISTILASI REAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-01-01

    Full Text Available Biodiesel is an alternative diesel fuel that is produced from vegetable oils and animal fats. Generally, it is formed by trans etherification reaction of triglycerides in the vegetable oil or animal fat with an alcohol. In this work, etherification reaction was carried out using oleic acid, methanol and sulphuric acid as a catalyst by reactive distillation method. In order to determine the best conditions for biodiesel production by reactive distillation, the experiments were carried out at different temperature (1000C, 1200C, 1500C and 1800C using methanol/oleic acid molar ratios (1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1, catalyst/ oleic acid molar ratios (0.5%wt, 1%wt, 1.5%wt and 2%wt and reaction times (15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. Result show that at temperature 1800C, methanol/oleic acid molar ratio of 8:1, amount of catalyst 1% for 90 minute reaction time gives the highest conversion of oleic acid above 0.9581. Biodiesel product from oleic acid was analyzed by ASTM (American Standard for Testing Material. The results show that the biodiesel produced has the quality required to be a diesel substitute. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang diproduksi dari bahan baku minyak nabati dan lemak hewan. Secara umum biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewan dan alkohol. Pada penelitian ini proses esterifikasi pada pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku asam oleat murni (99%, metanol dan katalis asam sulfat dengan metode distilasi reaktif. Distilasi reaktif merupakan penggabungan antara proses reaksi dan proses pemisahan dalam satu unit proses sehingga memungkinkan diperoleh biodiesel dengan kemurnian yang tinggi. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah temperatur (1000C, 1200C, 1500C, 1800C, jumlah katalis H2SO4 (0,5% berat, 1% berat, 1,5% berat, 2% berat, rasio metanol : asam oleat dinyatakan 1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1 (dalam % berat terhadap konversi

  19. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  20. OPTIMASI PEMISAHAN LIGNIN AMPAS TEBU DENGAN MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Setiati

    2016-09-01

    Full Text Available Lignin atau zat kayu adalah salah satu zat komponen penyusun tumbuhan. Komposisi bahan penyusun ini berbeda-beda bergantung jenisnya. Lignin terutama terakumulasi pada batang tumbuhan berbentuk pohon dan semak. Pada batang, lignin berfungsi sebagai bahan pengikat komponen penyusun lainnya, sehingga suatu pohon bisa berdiri tegak (seperti semen pada sebuah batang beton. Lignin merupakan bahan baku pembentuk Lignosulfonat. Lignosulfonat adalah salah satu jenis surfaktan anionik yang dapat digunakan sebagai bahan baku injeksi dalam metoda Injeksi Surfaktan untuk meningkatkan perolehan produksi minyak pada industri perminyakan. Ampas tebu adalah salah satu bahan limbah yang di dalamnya masih terdapat lignin. Ampas tebu  adalah hasil samping dari proses ekstraksi cairan tebu. Ampas tebu yang dipergunakan adalah ampas tebu yang telah mengalami proses penggilingan ke lima kali dari proses pembuatan gula. Selama ini ampas tebu digunakan sebagai bahan bakar pabrik gula dan  pakan ternak. Dengan proses pemisahan lignin dari ampas tebu ini dapat memberi nilai tambah pemanfaatan ampas tebu sekaligus sebagai alternatif pengolahan ampas tebu sebagai limbah pabrik gula. Salah satu metoda yang digunakan untuk memisahkan lignin dari ampas tebu adalah dengan menggunakan reagen Natrium Hidroksida. Dalam penelitian ini proses hidrolisis lignoselulosa dari ampas tebu menjadi lignin menggunakan variasi konsentrasi natrium hidroksida (NaOH dan variasi ukuran serbuk ampas tebu. Hasil lignin yang terbentuk dikarakterisasi dengan metode spektroskopi FTIR untuk menentukan gugus-gugus fungsi khas yang terdapat pada struktur lignin dan dibandingkan dengan spektrum FTIR lignin komersial standar sehingga dapat diketahui optimasi pemisahan lignin tersebut.

  1. Pembuatan Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit melalui Proses Hydrocracking dengan Katalis Ni-Mg/γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindita Pramesti Putri Nugroho

    2014-09-01

    Full Text Available Keterbatasan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbarui di Indonesia menjadikan wacana untuk menciptakan sumber energi alternatif dari bahan baku lain yang jumlahnya masih melimpah dan dapat diperbarui. Salah satu sumber energi alternatif tersebut adalah bahan bakar nabati. Biofuel atau bahan bakar nabati sering disebut energi hijau karena asal-usul dan emisinya bersifat ramah lingkungan dan tidak menyebabkan peningkatan pemanasan global secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan biofuel melalui proses hydrocracking minyak kelapa sawit dengan katalis Ni-Mg/γ-Al2O3, mempelajari pengaruh komposisi katalis, waktu, dan suhu terhadap yield biofuel serta mempelajari kondisi operasi terbaik pembuatan biofuel. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu sintesis katalis, karakterisasi katalis, dan proses hydrocracking. Penentuan katalis terbaik melalui proses hydrocracking pada suhu 330oC waktu 60 menit untuk % loading Ni 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20% diperoleh katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yang menghasilkan yield gasoline tertinggu yaitu 44,819%. Katalis terbaik dikarakterisasi dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS dan titrimetri menghasilkan rasio Ni/Mg sebesar 13,5/4,71. Luas permukaan katalis terbaik berdasarkan analisis Brunaur Emmet Teller (BET yaitu 77.746 m2/g. Katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yang menghasilkan yield gasoline tertinggi digunakan untuk proses hydrocracking dengan variasi waktu dan temperatur. Hasil yang diperoleh untuk katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yield terbaik fraksi gasoline 46,333% pada suhu 360oC waktu 120 menit, yield terbaik kerosene 39,177% pada suhu 300oC waktu 120 menit, dan yield terbaik solar 63,213% pada suhu 300oC waktu 30 menit.

  2. PENGARUH UMUR POHON, BONITA DAN POSISI AKSIAL BATANG TERHADAP STRUKTUR MAKROSKOPIS DAN KUALITAS KAYU JATI SEBAGAI BAHAN FURNITUR (Effect of Tree Age, Site Quality Index and Trunk Axial Position on Macroscopic Structure and Quality of Teak Wood

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Suranto

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan kayu jati muda merupakan solusi alternatif terhadap terbatasnya ketersediaan bahan baku yang dihadapi oleh industri mebel. Kayu muda cenderung memiliki kayu berkualitas rendah. Salah satu pengukur kualitas kayu adalah sifat struktur makroskopik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pohon, bonita dan posisi aksial batang terhadap struktur makroskopis kayu dan kualitas kayu. Tiga puluh enam pohon jati muda ditebang dari kawasan hutan KPH Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Tiga cakram berketebalan 3 cm diambil dari masing-masing posisi aksial batang, yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Pengukuran proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun dilakukan berdasarkan perbedaan warna alami dan dengan menggunakan lembaran plastik transparan bergambar pola milimeter. Data dianalisis dengan analisis varians dalam rancangan acak lengkap berblok yang disusun secara faktorial. Pengujian lanjutan dilakukan dengan uji HSD Duncan. Kualitas kayu ditentukan dengan analisis determinan berdasarkan kurva normal Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi tiga faktor tidak berpengaruh terhadap proporsi kayu teras, dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi kelas umur dan bonita pengaruh nyata terhadap proporsi kayu teras dan dimensi lingkarah tahun. Posisi aksial batang berpengaruh secara nyata terhadap proporsi kayu teras dan berpengaruh sangat nyata terhadap dimensi lingkaran tahun. Semakin mendekat pada posisi pangkal batang, semakin tinggi proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi tiga faktor yaitu kelas umur V, bonita 4 dan posisi tengah batang menghasilkan kualitas kayu tertinggi, yaitu kelas 2, dan interaksi kelas umur V, bonita 3 dan bagian ujung batang menghasilkan kualitas terendah, yaitu kelas 4. Penggunaan kayu berbasis kualitas akan memaksimalkan nilai guna dan meningkatkan umur pakai produk, sehingga mengurangi intensitas penebangan hutan dan lebih ramah lingkungan hidup. ABSTRACT Young teak utilization

  3. Kayu Kelapa sebagai Bahan Inti Papan Blok

    OpenAIRE

    Kliwon, Suwandi; Sutigno, Paribotro; lskandar, M I

    1986-01-01

    This report deals with the making of blackboard with coconut wood core and testing the physical and mechanical properties of the blackboard. The coconut wood (Cocos nucifera) was collected from Banten, (West Java).The results, indicate that the physical properties of blockboard with coconut wood core are worse than that with a mixture of red meranti and coconut wood core. The bending strength paralel to the grain of blockboard with coconut wood core is bet...

  4. Pemanfaatan Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Bioetanol

    OpenAIRE

    Yusra, Istianah

    2012-01-01

    Bioetanol is an alternative technology in surpassing the diminishing of unrenewable fuel. This research was done in June until July 2011 in Agricultural Engineering Laboratory, College of Agriculture, USU, Medan using factorial completely randomized design with two factors, i. e yeast concentration (4%, 6% and 8%) and time of fermentation (2 days, 3 days and 4 days). Parameters measured were alcohol concentration after fermentation, alcohol concentration after distillation, ethanol concentrat...

  5. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang N.

    2012-11-01

    Full Text Available The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the aking than other alternate food such as cassava. Therefore we performed to study the nutrition and acceptability of the used rice through the chemical analysis, microbial observation and sensory evaluation of the cooked of used rice.Objectives: The objective of this study is to asses the uses rice as staple food.Methods: Five samples of the used rice were obtained from district of Cirebon, Sumedang, Cileles, Indramayu and Bandung. The method of study is descriptive method to examine the characteristic of used rice by comparing with the ordinary rice.Results: As the consequent in preparation of the used rice, its content of moisture, pH, density and whiteness were low than those of ordinary rice. In addition, the content of reducing sugar was a bit higher than these of original rice. However, the protein content of used rice showed the various result, two samples of them had protein content less than the usual rice's while the rest three samples had protetn content higher than the ordinary rice's. The content of ash and total count of microbial in the used rice was seemly not different from the usual rice's However, the growth of microbial during preparation of the used rice was observed. Therefore, the examination of toxic substance should be done. The color, texture and aroma of the used rice were assessed lower than those of the ordinary rice in descriptive analysts. The steamed used rice had brownish white color, very soft texture and enough annoying acid aroma. Conclusion: The quality of used rice could be increased both nutritionally and its acceptance. Mixing the used rice with other ingredient and the more controlled drying process and good raw material would increase the quality of the used rice. In addition, the examination of toxic substance produced the micro organism should be done, since the micro organism growth during the preparation of used rice.Keywords: the used rice, beras aking.

  6. Bahan kemoterapeutik sebagai pengontrol plak dan gingivitis

    OpenAIRE

    Asdar Asdar

    2007-01-01

    Plaque control is one of the key elements in dental practice. The proper plaque control facilitates the health return for patients with gingival and periodontal deseases. The concept of using chemical agents to treat such conditions in the mouth has been widely accepted as part of dental practice for hundred of years. Chemotherapeutic agents for local use in the oral cavity are available in many forms over the years. The various product categories and criteria for dental practi...

  7. KANDUNGAN KOLESTEROL DALAM BERBAGAI BAHAN MAKANAN HEWANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Saidin

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of consuming large quantities of food containing cholesterol has been widely known by the community. However, information concerning cholesterol content in a variety of foods originating from animal tissue is not very well known. By knowing the cholesterol content of food products, people could restrict or prevent their consumption of high cholesterol food and select foods with a low cholesterol content. The cholesterol content of various foods originating from animal tissues, such as beef, mutton, broiler and domestic chicken meat, entrails (liver, heart, kidney and intestines, skin, tail part and eggs and fish (salt water and fresh water had been investigated. Cholesterol content was analysed using David Sleighton's method, which was a modification from Abell et. al. The study revealed that the cholesterol content of every 100 g wet weight meat of domestic chiken was similar to that of broiler chicken, 116 mg and 110 mg respectively. Cholesterol content of broiler chiken entrails was higher than that of domestic chicken. The highest cholesterol content of broiler chicken entrails was liver (529 mg/100 g and the lowest was heart (171 mg/100 g, while for domestic chicken, the highest was kidney (336 mg/100 g and the lowest was heart (164 mg/100 g. Egg yolk cholesterol content of domestic chicken was 922 mg/100 g nearly two folds of broiler chicken's egg which was 485 mg/100 g. The highest content of cholesterol among salt water animals was shrimp (179 mg/100 g and the lowest was pomfret (97 mg/100 g, while for fresh water fishes the highest was catfish (94 mg/100 g and the lowest was mujair (52 mg/100 g.

  8. Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Suprastiwi

    2015-10-01

    Full Text Available Carbamide peroxide as a whitening agent for teeth is very popular because the use of this agent is easy and inexpensive. There are two kinds of concentrations, i.e. 10%-15% and 35%. The methods are home bleaching and in office bleaching. For home bleaching, the duration of whitening application is 2-6 weeks, each day for 8 hours, whilst for in office bleaching, two hour application will be required. Whitening efficacy might be increased up to 2-5 levels and the color may sustain for 1-3 years, and this treatment could be reapplied. There is an effect on pulp system, but the effect is reversible, i.e. sensitivity which could be treated with fluoridation or application of potassium nitrate. The side effects on gingiva include inflammation which is caused by the buffer and is only temporary. Bleaching is safe to be use and the result will be satisfying if proper procedure is followed.

  9. Pengujian Beras Aking sebagai Bahan Makanan

    OpenAIRE

    N., Bambang; M., Heri R; R., Tita; Purawisastra, Suryana

    2008-01-01

    The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the ak...

  10. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Bambang N.; Heri R. M.; Tita R.; Suryana Purawisastra

    2012-01-01

    The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the ak...

  11. SISTEM KEAMANAN PENANGKAL PENCURIAN BAHAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Heri Cahyana

    2015-04-01

    Full Text Available Library materials (Library, which attracted many visitors seeking information library, the library collection according to its nature there are borrowed to take home and there was borrowed to be read in place, visitors to the library often has limited time to read diperpustakaan, so that not a few collections that often missing. In this research, library materials security system is required to use RFID (Radio Frequency Identification. Which can mengidentifikasii affordable collection through frequency by putting RFID tags on the collection and RFID in the strategic area or the exit from the room so that the collection is out of the room will always be identified or read by the tool. These systems provide data reports and books identified alarm sound from the instrument, if the collection is not allowed.

  12. Pembuatan Biobriket dari Limbah Cangkang Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munas Martynis

    2012-06-01

    Full Text Available Biobriquette is an alternative energy as fuel substitute which is produced from organic materials or underutilized agricultural waste (biomass. Some types of biomass waste has considerable potential as wood waste, rice husks, straw, bagasse, palm shells, and municipal solid waste. Another untapped potential is the cocoa shell waste. These wastes are not used if it will cause a bad odor and may damage ecosystems. This study aims to see the effect of particle size variations and biobriquette shape to the biobriquette compressive strength produced, quality analysis, and combustion rate of biobriquette. The making of biobriquette used starch as adhesive as much as 50% of the biobriquette weight, variations of biobriquette particle size were 30 mesh and 60 mesh, the shape of biobriquette were hollow cylinder and solid cylinder. The results showed that biobriquette generated met the fuel standards for households. The best biobriquette was hollow cylinder biobriquette with the size of 30 mesh and the resulting calorific value was more than 4000 cal/g. Based on burning test, biobriquette obtained could be used as fuel.ABSTRAKBiobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau limbah pertanian (biomassa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah cangkang kakao. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi ukuran partikel dan bentuk biobriket terhadap kuat tekan biobriket yang dihasilkan, menganalisa mutu dan laju pembakaran bioriket. Pembuatan biobriket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji sebanyak 50 % dari berat biobriket, variasi ukuran partikel biobriket adalah 30 mesh

  13. PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA UNTUK AMPAS TEBU (Studi Kasus di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta The Development of Life Cycle Assessment (LCA Software for Bagasse (A Case Study at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosmeika Rosmeika

    2012-05-01

    Full Text Available This study was conducted to develop software which can process data to be information of bagasse life cycle assess- ment (LCA. This study was done by collecting data of sugarcane process production and the utilization of bagasse as a boiler fuel at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta. Data analysis utilized the LCA standard analysis based on ISO14040 series. LCA software which has been developed can be applied in a simulating for condition of energy input, energy output, emission and its impact of bagasse life cycle in the sugarcane industry. The analysis results using LCA software showed that the energy input at the mill and boiler station in Madukismo Sugar Mill was higher than energy output, and bagasse utilization as a boiler fuel was more environmental friendly than fossil fuel. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang dapat mengolah data menjadi informasi mengenai Life Cycle Assessment (LCA dari ampas tebu. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pada proses produksi gula tebu dan pemanfaatan ampasnya untuk bahan bakar ketel uap di Pabrik Gula Madukismo, Yog- yakarta. Analisis data menggunakan standar analisis LCA berdasarkan ISO seri 14040. Perangkat Lunak LCA yang dikembangkan dapat digunakan untuk melakukan simulasi kondisi dalam input dan output energi, serta emisi dan dampak yang mungkin ditimbulkan dalam proses daur hidup ampas tebu pada industri gula. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak LCA menunjukan bahwa input energi di stasiun gilingan dan stasiun ketel PG Madukismo lebih besar dibandingkan output energinya, dan pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

  14. Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Arya Satya Dharma Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang memiliki gas alam yang melimpah, namun kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan listrik di Indonesia yang sekarang sedang dalam krisis terutama di Indonesia Timur. Salah satu penyebab krisis tenaga listrik yang terjadi di Indonesia adalah tingginya nilai harga bahan bakar minyak, dimana High Speed Diesel Oil merupakan bahan bakar utama bagi pembangkit listrik di Indonesia. Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.Studi kali ini bertujuan untuk pemanfaatan gas alam cair (LNG untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan menentukan pola distribusi LNG dengan menggunakan Blok Masela sebagai sumber LNG dan menggunakan kapal untuk mendistribusikannya. Terdapat 39 pembangkit yang tersebar di 4 pulau yaitu Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Kapal yang digunakan untuk mendistribusikan terdapat 5 kapal dengan ukuran 2500 m3, 7500 m3, 10000 m3, 19500 m3, 23000 m3. Untuk mendapatkan rute distribusi, studi ini menggunakan metode Linear Programing dan dalam Vehicle Routing Problem. Hasil optimasi pada distribusi ini adalah rute dan kapal yang optimal / terbaik dengan biaya ekonomi yang minimal.Dari hasil penelitian ini pembangkit akan dibagi menjadi 5 cluster dimana terdapat 5 rute yang terpilih dengan menggunakan 6 kapal yaitu 5 kapal ukuran 2500 m3 dan 1 kapal dengan ukuran 7500m3. Biaya total yang diperlukan dalam mendistribusikan LNG sebesar US$ 111,863,119.15 untuk Opex dan US$ 283,967,000.00 untuk Capex. Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan yang terpilih adalah antara US$ 3.5 sampai US$ 3.9 dengan payback period selama 6.8 – 4.7 tahun tahun dari waktu operasi 20 tahun.

  15. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik dan Degradabilitas Serat pada Pakan yang Disuplementasi Tanin dan Saponin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Muthiah Dwi Wahyuni

    2014-10-01

    ABSTRACT. The study was conducted to assess the effect of the addition of tannins, saponin and their combinations on the feed, as defaunation agent in the dry matter and organic matter digestibility and ADF, NDF degradability. The study used an experimental method with a completely randomized design. The treatments were T0 : feed without supplementation; T1: feed supplementation with 1,2% saponin; T2 : feed with supplemetation combined of 0,5% tannin and 0,9% saponin; T3 : feed with supplementation combined of 1,0% tannin and 0,6% saponin; T4 : feed with supplementation combined of 1,5% tannin and 0,3% saponin and T5 : feed with supplementation with 2% tannins. The result showed that DMD and OMD increased with treatment added combination  of tannin and saponin.  The best result for DMD and OMD in combination of  1,5% tannin and 0,3% saponin.  Degradability of ADF and NDF was decreased on the supplemented feed.  The addition of a combination of tannins and saponins in the feed at dose of 1% tannin and 0.6% saponin showed the best result that increased of DMD and OMD and give good value on NDF and ADF degradability.

  16. Suplementasi Blok Multinutrisi terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum pada Sapi Bali (Bos sondaicus)

    OpenAIRE

    Nababan, Rimbun H.A.H.

    2011-01-01

    RIMBUN HOT ASI HASOLOAN NABABAN : The Supplementation Nutrition Block in Feed on The Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Bos sondaicus. Under advised by MA’RUF TAFSIN and ROESWANDY. The nutrition supplement is a feed additive which can increase the quality feed of cattle then increase the palatability of feed. The nutrition supplement can manipulate the microorganism in cattle and finally can support the digestibility of cattle. The present experiment was conducted to inv...

  17. Kajian tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfian Zulfian

    2009-12-01

    Full Text Available The probability of application of palm fibre from arenga pinnata appear as best treatment for sound absorption material which can be used in controlling noise. The objective of this study is to determine sound absorption coefficient value of palm fibre through a testing the absorbent material, by applying sabine reverberation time formulation in reverberation chamber at Thermal and acoustics laboratory Syiah Kuala University. Result of this study show that sound absorption coefficient value is obtained 0.97, at 2000 Hz. Whereas thickness of material 20 cm with density of 150 kg/m3. Addition of density can increase sound absorption coefficient value in frequency range 1/3 octave. Proven that a comparison palm fibre and artificial material and consequently palm give better quality values because it economic value and friendly environment. Keywords: palm fiber, reverberation chamber, sound absorption coefficient

  18. Perusakan Hutan Mangrove dan Penularan Malaria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Sudomo

    2012-09-01

    Full Text Available Hutan mangrove di Indonesia mempunyai luas sekitar 4,25 juta hektar, yang tersebar di sepanjang pantai pulau-pulau besar. Kurang lebih 70% dari hutan mangrove yang ada di Indonesia tertetak di Irian Jaya dan masih dalam keadaan bagus, belum dijamah manusia. Sedangkan di Jawa, Sumatera dan Sulawesi Selatan hutan mangrove telah rusak dan dalam keadaan kritis.Hutan mangrove mempunyai berbagai macam fungsi yang semuanya sangat menguntungkan manusia, antara lain sebagai penahan erosi pantai, penahan angin, sumber bahan bakar dan bangunan, tempat pemijahan ikan, udang dan tempat besarangnya berbagai biota laut lainnya seperti kerang dan kepiting.

  19. ANALISA THERMOGRAVIMETRY PADA PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Setiawan

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakterisasi degradasi termal dari limbah pertanian untuk dijadikan suatu bahan bakar padat alternatif. Penelitian diawali dengan tahap pengumpulan bahan yang dilanjutkan penyeragaman ukuran sampel uji hingga berukuran 20 mesh. Setelah itu masing-masing sampel dikeringkan hingga kadar air maksimal 12 %. Sebelum Sampel seberat 20 gram diuji pirolisis dengan menempatkan sampel dalam reaktor yang telah dialiri nitrogen dengan laju 100 ml/menit. Sampel diuji dengan kondisi heating rate 15 oC/menit, temperatur akhir 600 oC dan holding time 10 menit. Data yang didapat berupa penurunan massa dan perubahan temperatur dicatat dalam laptop dengan menggunakan software RS-Key, Ms Excel dan Adam.NET Utility. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan campuran serbuk gergaji dan jerami memiliki temperatur pirolisis paling rendah, sementara campuran sekam padi dan kulit singkong memiliki massa arang paling banyak.

  20. Studi Awal Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Nira Siwalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novarian Budisetyowati

    2017-01-01

    Full Text Available Bioetanol kini banyak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol untuk campuran bensin harus memiliki kemurnian sebesar 99,5-100%. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Setelah dari fermentor nira yang sudah difermentasi dinetralkan pH nya menggunakan NH4OH di tangki netralisasi. Dari tangki netralisasi nira dipompakan melewati preheater sebelum masuk ke kolom distilasi. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan kolom distilasi sebanyak 2 buah. Pada distilasi yang pertama diperoleh kadar etanol sebesar 60% dan pada distilasi yang kedua diperoleh kadar 96%. Dari kolom distilasi 2 larutan didinginkan menggunakan cooler untuk didapatkan suhu 32oC agar sesuai dengan suhu proses dehidrasi dengan menggunakan Molecular Sieve yang diinginkan. Proses dehidrasi dilakukan untuk mendapat kadar etanol 99,5%. Etanol 99,5% yang dihasilkan kemudian disimpan dalam tangki penampung. Kebutuhan bioetanol dalam negeri pada tahun 2018 diperkirakan 3.166.015,13 kL/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut internal rate of return 26,53 % per tahun, pay out time 4,73 tahun, dan BEP 34,62 % Ditinjau

  1. KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT DARI HUTAN KERANGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kissinger Kissinger

    2016-08-01

    Full Text Available Identifikasi tumbuhan obat dari hutan kerangas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara semi terstruktur.  Penduduk desa yang tinggal di sekitar hutan kerangas diwawancarai menyangkut pengetahuan etnobotani. Penelitian dilakukan di satu lokasi utama hutan kerangas, yaitu Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Tiga lokasi penelitian dipilih sebagai lokasi referensi penelitian:  i Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, ii Nyaru Menteng Kalimantan Tengah, iii Tanjung-Kelanis Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan kerangas kerangas memiliki 36 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan. Beberapa potensi bioaktivitas yang dapat dikembangkan berdasarkan pengetahuan tradisional di antaranya adalah sebagai antibakteri, antioksidan, antimalaria, antihipertensi, dan andiabetes. Di samping itu, terdapat manfaat lain dari penggunaan atau keberadaan jenis tumbuhan hutan kerangas. Penduduk desa menggunakan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan perabotan, pangan, penggunaan spiritual, tanaman hias, bahan pewarna, bahan kerajinan dan kayu bakar. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan kerangas mempunyai fungsi potensial sebagai sumber penghasil tumbuhan bermanfaat. Kata kunci: keanekaragaman jenis, tumbuhan obat, manfaat, hutan kerangas

  2. Application of game theory in decision making strategy: Does gas fuel industry need to kill oil based fuel industry?

    Science.gov (United States)

    Azmi, Abdul Luky Shofi'ul; Prabandari, Dyah Lusiana; Hakim, Muhammad Lintang Islami

    2017-03-01

    Even though conversion of oil based fuel (Bahan Bakar Minyak) into gas fuel (Bahan Bakar Gas) for transportation (both land and sea) is one of the priority programs of the government of Indonesia, rules that have been established merely basic rules of gas fuel usage license for transportation, without discussing position of gas fuel related to oil based fuel in detail. This paper focus on possible strategic behavior of the key players in the oil-gas fuel conversion game, who will be impacted by the position of gas fuel as complement or substitution of oil based fuel. These players include industry of oil based fuel, industry of gas fuel, and the government. Modeling is made based on two different conditions: government plays a passive role and government plays an active role in legislating additional rules that may benefit industry of gas fuel. Results obtained under a passive government is that industry of oil based fuel need to accommodate the presence of industry of gas fuel, and industry of gas fuel does not kill/ eliminate the oil based fuel, or gas fuel serves as a complement. While in an active government, the industry of oil based fuel need to increase its negotiation spending in the first phase so that the additional rule that benefitting industry of gas fuel would not be legislated, while industry of gas fuel chooses to indifferent; however, in the last stage, gas fuel turned to be competitive or choose its role to be substitution.

  3. Tipe Dry Cell dan Wet Cell berdimensi 80 x 80 mm dengan Penambahan PWM E-3 FF (1 kHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanur Arzaqa Ghiffari

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan bahan bakar minyak semakin terbatas dan hasil pembakarannya berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satu solusinya dengan memanfaatkan gas HHO pada kendaraan bermotor. Penelitian dengan sistem direct connection, temperatur mencapai lebih dari 90oC menyebabkan  generator HHO menjadi rusak dan meleleh, maka penelitian ini menambahan alat untuk mengkontrol besarnya arus, frekuensi, dan duty cycle. Pengembangan generator HHO menggunakan tipe kering (dry cell dan tipe basah (wet cell dengan penambahan PWM (Pulse Width Modulation E-3 Fixed Frequency 1 kHz divariasikan berupa duty cycle: 20%, 40%, 60%, 80%  dan direct connection. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar - Teknik Mesin ITS.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik unjuk kerja terbaik pada kedua tipe generator HHO dengan penambahan PWM. Nilai arus dan tegangan lebih stabil dibandingkan dengan tanpa penambahan PWM (direct connection, namun arus cenderung meningkat seiring dengan kenaikan temperatur mencapai 70oC. Efisiensi terbaik pada generator tipe wet dengan duty cycle 80%,  yaitu 27,7 %.

  4. MODEL SIMULATION OF GEOMETRY AND STRESS-STRAIN VARIATION OF BATAN FUEL PIN PROTOTYPE DURING IRRADIATION TEST IN RSG-GAS REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwardi Suwardi

    2015-03-01

    Full Text Available MODEL SIMULATION OF GEOMETRY AND STRESS-STRAIN VARIATION OF BATAN FUEL PIN PROTOTYPE DURING IRRADIATION TEST IN RSG-GAS REACTOR*. The first short fuel pin containing natural UO2 pellet in Zry4 cladding has been prepared at the CNFT (Center for Nuclear Fuel Technology then a ramp test will be performed. The present work is part of designing first irradiation experiments in the PRTF (Power Ramp Test Facility of RSG-GAS 30 MW reactor. The thermal mechanic of the pin during irradiation has simulated. The geometry variation of pellet and cladding is modeled by taking into account different phenomena such as thermal expansion, densification, swelling by fission product, thermal creep and radiation growth. The cladding variation is modeled by thermal expansion, thermal and irradiation creeps. The material properties are modeled by MATPRO and standard numerical parameter of TRANSURANUS code. Results of irradiation simulation with 9 kW/m LHR indicates that pellet-clad contacts onset from 0.090 mm initial gaps after 806 d, when pellet radius expansion attain 0.015 mm while inner cladding creep-down 0.075 mm. A newer computation data show that the maximum measured LHR of n-UO2 pin in the PRTF 12.4 kW/m. The next simulation will be done with a higher LHR, up to ~ 25 kW/m. MODEL SIMULASI VARIASI GEOMETRI DAN STRESS-STRAIN DARI PROTOTIP BAHAN BAKAR PIN BATAN SELAMA UJI IRADIASI DI REAKTOR RSG-GAS. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN telah menyiapkan tangkai (pin bahan bakar pendek perdana yang berisi pelet UO2 alam dalam kelongsong paduan zircaloy untuk dilakukan uji iradiasi daya naik. Penelitian ini merupakan bagian dari perancangan percobaan iradiasi pertama di PRTF (Power Ramp Test Fasility yang terpasang di reaktor serbaguna RSG-GAS berdaya 30 MW. Telah dilakukan pemodelan dan simulasi kinerja termal mekanikal pin selama iradiasi. Variasi geometri pelet dan kelongsong selama pengujian dimodelkan dengan memperhatikan fenomena ekspansi termal

  5. KAJIAN PENGARUH PENGGUNAAN LUMPUR MINYAK TERHADAP KONSENTRASI TOTAL PARTIKULAT TERSUSPENSI (TSP DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2 DARI EMISI TANUR PUTAR INDUSTRI SEMEN (Assessment of Oil Sludge Utilization Influence on Total Suspended Particulate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofie Fatimah

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Industri semen merupakan industri padat energi dengan memanfaatkan bahan bakar fosil. Beberapa pabrik semen mencari sumber energi alternatif mengingat cadangan bahan bakar fosil terbatas dengan harga yang meningkat. Di sisi lain, pengelolaan limbah sangat dibutuhkan sebagai dampak dari aktivitas perindustrian. Co-processing merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan limbah industri sebagai sumber energi baru. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan adalah lumpur minyak. Atas dasar deskripsi tersebut, tujuan penelitian ini untuk membandingkan konsentrasi Total Partikulat Tersuspensi (TSP dan sulfur dioksida (SO2 yang diemisikan dari tanur industri semen saat menggunakan bahan bakar utama (batu bara dan batu bara yang digabung dengan lumpur minyak, membandingkan konsentrasi setiap kondisi dengan nilai baku mutu yang berlaku, serta mengkaji karakteristik lumpur minyak sebagai bahan bakar alternatif. Pengambilan contoh uji dilakukan di salah satu industri semen yang telah memanfaatkan bahan bakar alternatif dengan mengacu pada  standar internasional EN 13284-1 dan  ISO 7934. Konsentrasi rata-rata TSP dan SO2 saat penggunaan batu bara masing-masing diperoleh sebesar 31,48 dan 19,67 mg/Nm3, sementara saat penggunaan batu bara dan lumpur minyak masing-masing adalah 19,60 dan 12,21 mg/Nm3. Kedua konsentrasi berada di bawah ambang batas baku mutu emisi masing-masing. Dari hasil beberapa penelitian, kandungan terbesar lumpur minyak berupa senyawa-senyawa organik terutama hidrokarbon. Kandungan abu dalam lumpur minyak berkisar 1,88-18,51% dan kandungan sulfur berkisar 2,06-2,26% dari total persen berat, sehingga emisi TSP dan SO2 yang dihasilkan relatif rendah. ABSTRACT Cement industry needs lots of energy, which fulfilled by fossil fuel. Therefore, finding alternative energy should be encouraged. On the other side, there is a need to manage the waste as the result of industrial activities. One of the

  6. Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW Secara Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizkal

    2017-01-01

    Full Text Available Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass.  Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.

  7. Degradasi Hutan Bakau Akibat Pengambilan Kayu Bakar oleh Indutri Kecil Gula Kelapa di Cilacap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T Tumisem

    2008-12-01

    Full Text Available A study on degradations mangrove forest due to firewood exploitation by coconut palm sugar home industry in Cilacap. Information on social economic aspect and respons of coconut palm sugar home industry to using fuel substitutions were collected by using a questioner. The potential of mangrove as a firewood source was estimated by quadrat method. The study has been carried out on dry and rainy season. The wood production of available 8000 ha of mangrove from Cilacap primarily Rhizophora apiculata Linn and Rhizophora mucronata Lamk were 3.249.920 m³. The results showed that the declining of mangrove was about 19,250 m² in dry season and 26,551 m² in rainy season, this was correlated with the amount of nira to be processed that was 0,782 m³ in dry season and 1,079 m³ in rainy season. Deforestation of mangrove forest due to change of mangrove zonation. Rhizophora apiculata Linn and Rhizophora mucronata Lamk will be domination Nypa fruticans that is shown superficiality to continent form.

  8. Pemanfaatan Air Tanah Dangkal untuk Irigasi Padi Menggunakan Pompa Berbahan Bakar LPG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2017-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to evaluate performance of LPG-fueled single cylinder pump engine in utilizing shallow groundwater for rice field irrigation. Research was conducted in Baktirasa Village, Subdistrict of Sragi, Regency of South Lampung during planting session of September–December 2015 by observing and analyzing technical and economical performance of LPG-fueled pump engine. Observation was performed on the depth of groundwater before and after pumping, pumping duration, discharge, LPG consumption, and depth of standing water. Irrigation cost was evaluated using local prices for installation and manpower. Results of the research showed that shallow groundwater is potential to be explored as a source of paddy field irrigation. Depth of water table was substantially low at 3.41 m and decrease to 4.83 m after continuous pumping for about 6.5 hours. The LPG-fueled pump engine worked smoothly at an average gas consumption of 0.464 kg/h with a field capacity of 0.0190 ha/h and a discharge rate of 14.58 m3/h. The distribution uniformity of 92.28% was achieved with average depth of standing water of 4.12 cm. The cost of irrigation operation was IDR 226,875.23/ha, lower than leasing one (IDR 400,000.00 /ha.

  9. Profil Penjual Jagung Bakar (Studi Sektor Informal pada Malam Hari di Jalan Air Hitam Kota Pekanbaru)

    OpenAIRE

    Simbolon, Risky Martiana Br; Yusuf, Yusmar

    2016-01-01

    This research was conducted at Jalan Air Hitam Pekanbaru City with the aim of obtaining information about Corn Seller Profile . Problems to be studied is as follows (1) How does the outpouring of family labor in the sale of corn? (2) How does the social relationships in a corn merchant activity? The title of this research is "Seller Profile Corn (Study of Informal sector At Night In Pekanbaru Jalan Air Hitam)" the purpose of the research is as follows: To find out how the outpouring of family...

  10. Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.)

    OpenAIRE

    Darwin

    2011-01-01

    Dog fruit (Pithecellobium lobatum Benth.) is one of the herbs are efficacious. Rind dog fruit including waste in traditional markets and provide less economic value. Leaf dog fruit efficacious as eczema, scabies, sores and ulcers medicine, the bark as lowering blood sugar and rind can be used as a skin ulcer medication, insect repellent, burn. One of the chemical compounds from dog fruit rind is tannin. Serves as an astringent tannins that cause shrinkage pores of the skin, ...

  11. Perekayasaan Heat Exchanger Sebagai Pemanas Umpan Uf 6 Dalam Pabrik Elemen Bakar Nuklir

    OpenAIRE

    Zacharias, Petrus; Pancoko, Marliyadi

    2011-01-01

    DESIGN OF HEAT EXCHANGER FOR HEATING UF6 FEED IN NUCLEAR FUEL ELEMENT PLANT. The process of conversion of UF6 to UO through Integrated Dry Route (IDR) i s done in a rotary kiln reactor. There are two stages of initi al treatment / conditioni ng before inserting the UF 6 in to the reactor : changing UF6 2 solid into the gas phase at a temperature of 60°C in an evaporator, and then, raising the temperature of UF C to 2900 C i n a Heat Exchanger (HE). Therefore it i s necessary to desi gn...

  12. Tinjauan Tekno Ekonomi Cap Batik dari Bahan Kayu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lies Susilaning Sri Hastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Batik telah diakui sebagai warisan dunia, hal ini yang memberikan semangat kepada industri batik untuk dapat berkembang dan menghasilkan produk yang bermutu. Salah sau alat yang digunakan dalam membatik adalah canting cap yang umumnya terbuat dari tembaga. Pada tinjauan ini yang dilakukan adalah perhitungan tekno ekonomi terhadap canting kayu.Hasil tinjauan adalah sebagai berikut: Canting kayu dibuat dengan dua cara yaitu Jig-Saw Rekat dan Ukir Rekat. Kapasitas produksi cara Jigsaw Rekat adalah 4 buah/hari. Diasumsikan dalam 1 (satu bulan ada 25 hari kerja sehingga kapasitas produksi per bulan adalah 100 buah canting kayu JigSaw Rekat dan 75 buah canting kayu Ukir Rekat. Jumlah total produksi adalah 175 buah canting kayu. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 (satu orang pimpinan dan 20 orang karyawan. Modal yang dibuuhkan adalah Rp 87.740.000,-, biaya produksi Rp 20.573.334,-/bulan dan harga pokok Rp 120.000,-. Harga jual diperkirakan Rp 250.000,-/canting mengingat cara pengerjaannya yang cukup rumit. Keuntungan yang didapat Rp 19.700.166,-/bulan dan BEP=70 buah canting serta model diperkirakan dapat kembali dalam waktu 1,5 (satu setengah bulan.Kesimpulan yang dapat ditetapkan adalah bahwa industri caning cap kayu merupakan industri yang dapat dikembangkan serta mempunyai prospek yang baik dalam mendukung perkembangan industri batik saat ini meskipun canting cap kayu mempunyai kelemahan yaitu desain motif yang dapat diterapkan pada canting kayu terbatas pada motif yang tidak menggunakan isen-isen. Kata Kunci: batik, canting cap kayu, tekno ekonomi

  13. Plastik nonwoven sebagai pengemas bahan makanan yang bersifat breathable

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Penny Setyowati

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Nonwoven plastic is a new material for packaging that has some special quality among the other things such as flexible, higher strength, hydrophob, breathable and hygienes. The technology of nonwoven plastic is spunbond technolog which is a clean technology and produce a non fibre product. The raw material of nonwoven plastic is food grade polypropylene, so that the products are safe for food packaging. Recently just pioneered of nonwoven plastic application as innerliner of plastic sack that can replace “karung goni”as rice packaging and replace cotton sack as meal or flour packaging. Therefore grains that have not been prepared yet, respiration activity is very important to be breathable characteristic of nonwoven plastic is able to support air circulation very well and also to keep humidity balance in the packaging. At the flour packaging, beside hydrophob characteristic, however breathable characteristic is necessary too because flour has a tendency to absorb water and flour stability must be kept at 13.5 – 14% moisture content. The first experiment was taken by PT. Boma Internusa concerning with rice storage that use nonwoven plastic packaging as innerliner of plastic sack during 2 months, and analysis showed that the rice did not smell, louse unfolding was decrease 9fumigation cost was low, yellow grains and broken grains were decrease and did not occur any change of color. In the experiment of flour storage during 3 months gave an analysis that flour wsa still having good condition and fulfilled the standard trade

  14. Rancang bangun perekayasaan pabrik acuan sepatu pria dari bahan HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    1992-04-01

    Full Text Available The aim of this research is to find out process of production and the relation between cost, sell price and percentage of bieak even point. production of capacity planned is 480 pairs per day, so thit in a year with 2gg work day the capacity produced is 138,240 pairs of man shoe lasting. Manufacturer works for g hours a day. The economical carculations are as foilows : the totar .rpi,rr i, n-ro capitar + working capilrl =Rp 2,257,640,603.00, the torar production cost is variabre cost a I* * fixed cost a year = Rp 2,031,g29,715.N; the manufacturing cost = Rp 14'698.00/pairs, the profit carcurarion before taxing is Rp 627,63r,405.00, after taxing is Rp 502,105,124.00; the pay out period calcuration consists of the percentage of profit to return the capitar (rate of return before taxing is 27.g0 vo, after taxing is 22.24 vo and the pay out period before taxing 2 year il months, after taxing 3 year 6 months the break even calculation consists of the break even point is Rp 1,387,146,821.00, the percentrge of break even point is 53.g2 vo and the capacity of break even point is 7 ,440,077 pairs shoe last.

  15. Pemanfaatan Polistirena Bekas Sebagai Bahan Aditif Dalam Pembuatan Aspal Polimer

    OpenAIRE

    Harmawan, Tisna

    2011-01-01

    The use of polystyrene used as additives in the manufacture of asphalt polymer has been carried out. Polymer Asphalt was became 9 kinds of formula by variation of polystyrene to asphalt were 40:60; 35:65; 30:70; 25:75; 20:80; 15:85; 10:90; 5:95 and 0:100 (w/w) in 100 gram, addition soft sand 300 gram, DCP 1 phr, DVB 1 phr. The mechanical properties of polymer asphalt such as compressive strength and water absorption. The result showed that the optimum compound was polystyrene and asphalt with...

  16. Penggunaan Air Conditioner sebagai Aspek Pencegahan terhadap Kerusakan Bahan Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irvan Muliyadi

    2013-12-01

    Full Text Available Penggunaan AC di perpustakaan dapat mengurangi kerusakan buku dan manuskrip yang disebabkan oleh panas. Secara praktis AC dapat mengontrol temperatur dan kelembaban serta membersihkan udara. Ada 4 fungsi dari AC yaitu fentilasi, filterasi, pengontrolan temperatur, dan pengontrolan kelembaban.

  17. DEGRADASI BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR NANAS OLEH BAKTERI INDIGENAgus Sutanto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    2011-04-01

    Full Text Available Pineapple Liquid Waste has high organic material and still unfulfilled required quality standard. Processing occurred at the waste processing installation with pond system (Lagoon required a wide space and keep long time so that less efficient. Based on this problem, it needs an environmentally sound waste management by utilizing bioprocess technology using indigenous bacteria’s ability in degrading organic pollutant called Bioremediation. The objective of this research was to get isolated indigenous bacteria, enables to decrease organic material. It was divided into four stages. First, performed characteristic observation of isolated bacteria that potentially decrease organic material, secondly decomposition capability test in vitro, and thirdly scale bioremediation test pilot plan, fourthly bioremediation test in ex situ at the microbiology laboratory of Malang State University. Data were analyzed by Varian analysis to test the presence or absence of differences and regression test to analyze the link between variables. First phase result: 15 isolated indigenous bacteria.. Potential consortia bacteria consisting of more effective 4 species, indicated by 4 consortia bacteria decreased BOD in 6 days. Starter bacteria with a consortia K1’s combination (ABCD, Volume: 5% (v/v and 6 days were the most effective incubation time in decreasing BOD. Second phase result: 1 A significant link among the number of bacteria, a. Bacillus cereus, b. Acinetobacter baumanni, c.Bacillus subtilis, d. Pseudomonas pseudomallei and not abcd against organic material with contribution of 72,7% and negatively correlated, 2 Media treatment and incubation time gave distinctive outcome against organic material, 3 there was a link between organic material organic acid concentration decrease would decrease BOD at scale bioremediation test Pilot plan, and ex situ scale. Threshold BOD achievement limit value on 10th day (75 quality standard: 75. In accordance with ministry decree LH No. 05 year 2007 industrial wastewater quality standard, suggested to industry to use this study in processing its waste.

  18. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-09-01

    Full Text Available The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical characteristics during composting of three kinds compost heap and to define parameters suitable for evaluating the stability of compost. The experiment were conducted from Mei to October 2011 and consisted of three treatments with six replicates for each treatment. Compost pile temperature,the pH, that reflected the initiation and stabilization of the compost, were measured during the composting process. The carbon organic material content, carbon and nitrogen content, the carbon to nitrogen ratio, organoleptic characteristics, and K2O, P2O5, Mg, Ca content were measured to evaluate the quality of the physicochemical properties of the compost. Compost toxicity level had evaluated using Germination Index. The result showed that the quality of compost from all treatments that were evaluated in this experiment meet the standard quality of SNI 2004.

  19. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    OpenAIRE

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-01-01

    The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical chara...

  20. PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati - Nurhayati

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%dan sistein (0,68%. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton

  1. Studi Karakteristik Biopolimer Gracilaria Verrucosa Sebagai Bahan Penjerap

    OpenAIRE

    Ariyanti, Dessy; Nurcahyani, Intan

    2012-01-01

    The presence of heavy metals such as Cu in industrial wastewater can lead to the environment contamination. The algae Gracilaria verrucosa is intended to be the environmentally friendly polymer used in biosorption process of heavy metals Cu. In this research, the characteristics and adsorption ability of biopolymers Gracilaria verrucosa against heavy metals Cu was studied respectively. Results shown that the maximum biosorption capacity of Gracilaria verrucosa in adsorbing Cu2+ was 38.34 mg/g...

  2. Hasil Bongkaran Perkerasan Jalan sebagai Bahan Lapis Fondasi Jalan Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Widodo

    2014-11-01

    Full Text Available Almost 40% of road in Indonesia are damaged. To obtain the maximum result of road improvement, the surface course (asphalt pavement of the damaged road should be removed. Considering the number of quarries of road pavement materials are limited in the future and the costs are getting more expensive, it is important to do research on recycling asphalt pavement material as road base material. The objective of this research is to examine the use of asphalt pavement removal as road base material. Laboratory test was conducted to investigate the properties of the removal road asphalt pavement and then compared with specification of road base material Bina Marga. The tests include abrasion test, particles size distribution, density and California Bearing Ratio (CBR. Research was initiated by investigating the removal  of  asphalt  pavement maerial, followed by removal of asphalt pavement material + new aggregate, and the addition of 0.5%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% portland cement to the mixture of removal of asphalt pavement material and new aggregate. The result shows that adding 0.5% and 2.5% portland cement to the aggregate mixture can improve the CBR of aggregate mixture by 36% and 94%, which means the mixture of aggregate can be used as sub base and base material of road.

  3. Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Ekonomi Syariah Untuk Madrasah Tsanawiyah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulin Nu’man

    2015-10-01

    Full Text Available This research aims to develop mathematical teaching materials based on sharia economy for madrasah tsanawiyah students with good quality. The method used in the study is the development model adapted from Borg & Gall is the preliminary stage, development, and validation. The preliminary stage includes literature studies, analysis of the needs and characteristics of students, and to plan and choose the design of teaching materials. The development phase includes determining the competence standard, basic competence, indicators, and the subject matter, compiling teaching materials math, and prepare research instruments. The validation phase includes validation expert and revisions. Results of the study are social arithmetic teaching materials based on sharia economy. Each material begins with the problem of economic comparison of Islamic and conventional. The feasibility of the value of teaching materials is Very Good for aspects of the look and Very Good for the material aspects. With these criteria very well, teaching materials are feasible for use in the learning of mathematics in the social arithmetic material.

  4. PERMINTAAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PAKAN TERNAK DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Ariyanti, Diah; Suryantini, Any; Masyhuri, Masyhuri

    2017-01-01

    The objectives of this research are to know the factors influencingdomestic maize demand, import maize demand, and total maize demand asraw material for feed industry in Indonesia, also their trend at five yearslater. The research use time series data. during 1976-2004. Simultaneousequations used to analyze domestic and import maize demand as rawmaterial for feed industry in Indonesia, while ordinary least square (OLS)used to analyze total maize demand as raw material for feed industry inIndo...

  5. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH ALJABAR LINEAR BERBASIS OPEN ENDED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Farida

    2017-01-01

    Full Text Available Teaching materials is one important component in learning because teaching materials can be used for independent study. On the other hand, the lack of teaching materials are on open-ended problems leads to an underdevelopment of creativity in learning. With the open-ended problems, students are expected to have more than one solution to solve problems in everyday life, especially in mathematical problem solving. The purpose of this study is to develop teaching materials based on open-ended valildly, practically and effectively in the subject of linear algebra. This research is the development by using Plomp models which consists of three stages: preliminary research, prototyping, and assessment. Data collection technique through observation, questionnaires and tests. The instruments used were observation sheet, questionnaire sheet and a test sheet. Based on result of the research that has been done shows that the teaching materials is based on open-ended in the subject linear algebra that have been developed otherwise valid with a value of 3.43, practice with a value 3,11 or in the percentage reached 77,75%, and effective with value of learning outcomes experiment class (use teaching materials developed higher than control class.

  6. Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dana Marsetiya Utama

    2016-07-01

    Full Text Available This paper explains the problem of determining the lot size of ordering raw materials with warehouse capacity limitation in order to minimize inventory costs. Generally, the lot size of ordering raw materials determined without considering warehouse capacity. The algorithm that used is Wagner Within (WW which is modified by adding a warehouse capacity as a constraint. The result shows the minimum of total inventory cost is 24,100 and the ordering raw materials at the week 3, 5 and 7.

  7. PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sunarni

    2014-06-01

    Full Text Available Alfalfa (Medicago    sativa    L. as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P. The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control, T1 (SP, 100 kg P2O5/ha, T2 (SP, 200 kg P2O5/ha, T3 (SP, 300 kg P2O5/ha, T4 (RP, 100 kg P2O5/ha, T5 (RP, 200 kg P2O5/ha, T6 (RP, 300 kg P2O5/ha. Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha, KCl (100 kg K2O/ha and poultry manure (2 ton/ha. Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.

  8. Karakterisasi kulit kayu tingi (Ceriops tagal sebagai bahan penyamak nabati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2014-12-01

    Full Text Available Tingi (Ceriops tagal bark was highly potential as tanning materials due to high tannin concentration. The aim of the study was to determine the characterization of properties of tanning material made from tingi bark, including the tannin levels, the non-tannin levels, the tannin type, the absorption level of the solution and the FTIR spectrum analysis. The method used in this research was countercurrent system in the extraction process, feed solution preparation process, the thickening process, powder formation process conducted with the aid of Rotavapor- 151 Standard, and testing. The results showed that the tingi bark contains tannin level 70.91% and non-tannin levels 10.63%. Tannins from tingi bark were classified as procyanidin condensed tannins type and the absorption values obtained maximum value at wavelength 490 nm. The FTIR spectral data indicated that tingi tannins contained hydroxyl group (ⱱ O-H; ⱱ N-H in the area (3467.418-3057.025 cm-1, aromatic group (ⱱ C-H in the area of 2875,733 cm-1, ⱱ C=O (ester group in tanned material in the area (1747.442-1612.422 cm-1, ⱱ-OH; R-COO-in the area of 1444.626 cm-1 and ⱱ(SO42 -; R-SO3; R-SO3H in the area (1112.823-1062.729 cm-1.

  9. ANALISIS BAHAN AJAR PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Farida

    2017-08-01

    Full Text Available Teaching materials are learning resources in the form of materials or materials arranged systematically to help educators in learning so that learners are able to master the competence to be achieved. Based on the results of prasurvey obtained results that not yet available teaching materials that are able to facilitate, find, and develop mathematical concepts in advanced calculus course. Inquiry is a learning activity that emphasizes the critical thinking process and analysis to find and solve the problems until get a conclusion.This study aims to analyze the process of preparing the teaching material based inqury in Advanced Calculus course. The results obtained from this study are the teaching material based inqury in Advanced Calculus course which received an average validation score of 63% in the eligible categories of language, instructional design, and materials, and it can be implementation in advanced calculus learning.

  10. Poliester tak jenuh sebagai bahan baku pembuatan helm pengaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nadilah

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Unsaturated polyester is applied in many products such as aircraft sections, boats, building, panels, automotive accessories and modifications, etc. In this research, unsaturated polyester was used as a raw material, which was reinforced with a fiberglass mat, and casted in a silicon rubber mold. The concentrations of methyl ethyl ketone peroxide (1-3 phr as an initiator and cobalt naphtanate (0-2 phr as an accelerator were used in the preparation of safety helmet. Subsequently, the effects of the compounds to the reaction time, the brittleness of the products, an the physical properties, were studied. The results showed that the compound composed by 100 phr unsaturated polyester, 2 phr methyl ethyl ketone peroxide, 2 phr cobalt naphtanate, 40 phr silica, 20 phr fiberglass mat and 1 phr pigment was not brittle, had a good reaction time and nonflammable, gave 4.82 mm in resistance to penetration, and the deflection of A and B were 4.5 and 0.0 mm, respectively.

  11. STUDI MUTU BRIKET ARANG DENGAN BAHAN BAKU LIMBAH BIOMASSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renny Eka Putri

    2017-09-01

    Full Text Available Briket tempurung kelapa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berasal dari limbah biomassa, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi mutu briket arang tempurung kelapa yang dihasilkan dan uji teknis alat kempa briket yang digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas alat kempa yang digunakan adalah 302 batang briket/jam. Briket yang dihasilkan mempunyai kadar air sebesar 5,37 %. Kadar air briket sudah sesuai dengan SNI yaitu 5000 yang membuktikan bahwa kualitas briket yang dihasilkan sangat tinggi, sehingga briket tempurung kelapa ini dapat dijadikan energy alternative oleh masyarakat Sumatra Barat khususnya.

  12. Pengaruh Latek pada Kepekaan Terhadap Temperatur Bahan Pengikat Aspal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henri Siswanto

    2009-02-01

    Full Text Available Natural rubber (latex is an additive that could be expected to enhance the physical properties of an asphalt mixtrure, particular its temperature susceptibility bitumen in the form of latex-bitumen in road construction merits consideration. The objectives of the research were to in investigate the effect of latex on the temperature susceptibility. Bitumen used was 60/70-penetration grade and the latex was Dry Rubber Content 60. The results of tests in binders containing 0%, 2%, 4%, and 6% by weight of bitumen indicated that penetration index increases with increase in latex content, indicating a reduction in temperature susceptibility.

  13. Pemanfaatan arang aktif sekam padi untuk bahan pengisi keset karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herminiwati Herminiwati

    2005-07-01

    Full Text Available The purpose of this research was to make of activated carbon from rice husk be useful as filler. To inspect the conformity as filler, the activated carbon from rice husk was applied in the preparation of rubber mat compound, in the case carbon black N 330 was used as the standard of comparison. Activated carbon from rice husk was made by carbonization process at temperature of 450oC for one hour and activation process with NaCl 4% for 24 hours, followed by pyrolysis at temperature 500oC for one hour. Filler was milled and sieved by 400 mesh siefter. Rubber mat compound were prepared with various filler level of activated carbon from rice husk, carbon black N 330 either separately formulated or combination. The vulcanized rubber mat was then physically tested its tensile strength, elongation at break, hardness, an density. The research showed that the addition of filler by combining the activated carbon from rice husk and carbon black with ratio of 40:20 phr into the rubber compound could meet the physical properties requirements of rubber mat. Activated carbon from rice husk can be used as filler, but not as reinforcing filler.

  14. Pembuatan bahan penyamak nano nabati dan aplikasinya dalam penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Waskito

    2015-07-01

    Full Text Available This study aimed to create nano vegetable tanning materials of acacia bark extract. The process started with size reduction of acacia bark (16.7 mm x 4.9 mm x 1.8 mm, followed by counter current extraction of acacia bark with water at 80ºC with 1:3 bark to water ratio in order to obtain extracts with density of 9-10ºBe. Drying was done with a spray dryer. Particle size of the resulting powders was measured with particle size analyzer. Planetary ball mill was used for 6 hours to obtain average particle size of 72.9 nm. A variety of vegetable tanning materials were applied in the vegetable tanning process with varied concentrations of 15, 20, and 25%. The use of 25% nano vegetable tanning material of acacia bark extract gave the best results compared to liquid extract of acacia bark and mimosa. The properties of the leather obtained were tensile strength of 27.04 kg/cm2, elongation at break of 50%, shrinkage temperature of 84oC, and degree of tannage of 79.65%.

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR BERBASIS KONTEKSTUAL DAN ICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Swaditya Rizki

    2017-01-01

    Full Text Available This study is a research and development (R & D. The model used in this research is to adapt the development of the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate developed by Thiagarajan. This study aims to generate the teaching materials based contextual and ICT are good at program linear and to determine the effectiveness of teaching materials based contextual and ICT at program linear on learning outcomes. Data collection instruments used in this study in the form of questionnaires, interviews, sheet validation, and matter. Data analysis techniques used in this research and development is a qualitative descriptive analysis technique to calculate the average, while for influence before and after treatment that uses the analysis of paired sample t-test. The conclusions obtained from the development are teaching materials based contextual and ICT  are very valid and practical for use in the learning process. From the test results, it can be concluded that there is a very significant influence mathematics teaching materials based contextual and ICT  on student learning outcomes. So, teaching materials based contextual and ICT  is very effective for use in learning the material Program Linear

  16. Penggunaan amiloglukosidase dalam produksi gula cair dengan bahan dasar ubiubian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Khusniyati

    2001-06-01

    Full Text Available Sugar cane limitation was found in refined sugar production, so it needed other alternative in sugar production with various cassava. Taro, sweet potato and cassava as high carbohydtrate of various cassava can be used in liquid sugar production by using microbial enzyme. Amiloglucosidase Mucorjavanicus can degrade various cassava carbohydrate. To know liquid sugar quality of various cassava, the use of amyloglucosidase Mucorjavanius in liquid sugar production with various cassava were researched. Observation were conducted with six treatments of amyloglucosidase concentration, that is 0.00% (control; 0.05%; 0.10%; 0.15%; 0.20% and 0.25%. the liquid sugar quality was detected by measuring reduction sugar ("DNS" method, water content (AOAC, pH, colour, and amyloglucosidase activity ("Samogeny" titration method. Statistical analysis used Complete Randomized Design. The result showed that the highest reduction sugar and amyloglucosidase activity on each sugar were found on liquid sugar 0.20% enzyme (p<0.05. the highest reduction sugar and amyloglucosidase activity, was respectively on Taro 323 mg/100ml and 54.91 unit/100 ml; sweet potato 242 mg/100 ml and 47.72 unit/100 ml; and cassava 188 mg/100 ml and 41.09 unit/100 ml. the lowest total solid or the highest water content between three sugars was on taro liquid sugar 0.20% enzyme, that is 64.97% and 35.03% respectively (p<0.05. pH liquid sugar on three various cassava was on range between 5.78-6.01. the best colour was on taro liquid sugar, that is brown to yellow. From three sugars with different raw material, the best sugar quality was tari liquid sugar with 0.20%.

  17. PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PATI

    OpenAIRE

    Zulhida, Rahmi; Tambunan, Hery Sugiarto

    2015-01-01

    This study aims to determine the effect of time and temperature on the quality of the resulting starch avocado seed. This study used a completely randomized factorial design with two replications. Temperature factor with four level 1: S1: 40 0C, S2: 50 0C, S3: 60 0C and S4: 70 0C. Factor 2 time four levels ie: W1: 6 hours, W2: 7 hours, W3: 8 hours and W4: 9 hours. The results showed the temperature and the W1 S1 shows a very different effect on yield, moisture content, carbohydrate content an...

  18. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  19. Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Terolah Secara Fermentasi dan Amoniasi Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Sapi Aceh

    OpenAIRE

    Capah, Edi Bigborn Nugraha

    2016-01-01

    The research was conductedat the Laboratory of Animal Biology of the Facultyof Agriculture, North Sumatra University in March 2015- June 2015. This study aims to determine the value of dry matter and organic matter processed palm fronds fermentation and ammoniation logically in cattle Aceh. This study uses 4 aceh male cattles weaning with initial body weight (BW) averaging 96±8 kg using the Latin Square Design (RBSL) consisting of 4 treatments and 4 periods. The treatment us...

  20. PENERAPAN PEMBELAJARAN SEMI RISET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG SIFAT-SIFAT BAHAN TEKNIK PADA PEMBELAJARAN BAHAN TEKNIK DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiwan Tiwan

    2015-02-01

    Full Text Available ABSTRACT The purposes of the research are to review the application strategies of semi-research learning on the students’ understanding of the characteristics of engineering materials and to reveal the role of the students. Also, to determine whether there was any significant difference on the students’ understanding whowere taught by using semi-research learning compared to the conventional one. The research method was quasi-experimental model with parallel or equivalent group, the experimental group and the control group. Each group got pretest before and posttest after the treatment. The study was conducted in Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University from September till November 2012 among 160 students of the first semester  in academic year of 2012-2013. This study was using cluster sampling method by taking one class as control group and one class for experimental group. Data analysis techniques were using descriptive analysis and T-Test. Semi-research learning for the understanding on the characteristics of engineering materials can be conducted through the students’ research assignment. The students were given chance to review based on the literature and to prove through their autonomous research. After they completed their research process, they were asked to have presentation while the lecturer role as the facilitator. Most of the students were glad with this strategy because it made them as active learner to search, explore, prove and utilize their review. This learning model demanded the students to be active, independent, serious, and able to work together, to solve problems based on facts as well as scientific evidence. Also, there was significant difference on the students’ understanding of the characteristics of engineering materials, who were taught by using semi-research compared to the conventional method with the score of mean difference of 10 from 0-70 scale.  Similarly, there was a difference from the mean improvement of 10 points.   Keywords: Semi-research,students’ understanding of nature of engineering materials

  1. FUEL BURN-UP DISTRIBUTION AND TRANSURANIC NUCLIDE CONTENTS PRODUCED AT THE FIRST CYCLE OPERATION OF AP1000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRACT FUEL BURN-UP DISTRIBUTION AND TRANSURANIC NUCLIDE CONTENTS PRODUCED AT THE FIRST CYCLE OPERATION OF AP1000. AP1000 reactor core was designed with nominal power of 1154 MWe (3415 MWth, operated within life time of 60 years and cycle length of 18 months. For the first cycle, the AP1000 core uses three kinds of UO2 enrichment, they are 2.35 w/o, 3.40 w/o and 4.45 w/o. Absorber materials such as ZrB2, Pyrex and Boron solution are used to compensate the excess reactivity at the beginning of cycle. In the core, U-235 fuels are burned by fission reaction and  produce energy, fission products and new neutron. Because of the U-238 neutron absoption reaction, the high level radioactive waste of heavy nuclide transuranic such as Pu, Am, Cm and Np are also generated. They have a very long half life. The purpose of this study is to evaluate the result of fuel burn-up distribution and heavy nuclide transuranic contents produced by AP1000 at the end of first cycle operation (EOFC. Calculation of ¼ part of the AP1000 core in the 2 dimensional model has been done using SRAC2006 code with the module of COREBN/HIST. The input data called the table of macroscopic crossection, is calculated using module of PIJ. The result shows that the maximum fuel assembly (FA burn-up is 27.04 GWD/MTU, that is still lower than allowed maximum burn-up of 62 GWD/MTU.  Fuel loading position at the center/middle of the core will produce bigger burn-up and transuranic nuclide than one at the edges the of the core. The use of IFBA fuel just give a small effect to lessen the fuel burn-up and transuranic nuclide production. Keywords: Fuel Burn-Up, Transuranic, AP1000, EOC, SRAC2006   ABSTRAK DISTRIBUSI BURN-UP DAN KANDUNGAN NUKLIDA TRANSURANIUM YANG DIHASILKAN BAHAN BAKAR PADA SIKLUS OPERASI PERTAMA TERAS AP1000. Reaktor AP1000 didesain dengan daya nominal 1154 MWe (3415 MWth, mampu beroperasi selama umur reaktor sekitar 60 tahun dan memiliki panjang tiap siklus sekitar 18

  2. INVESTIGATION ON THERMAL-FLOW CHARACTERISTICS OF HTGR CORE USING THERMIX-KONVEK MODULE AND VSOP'94 CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmono Sudarmono

    2015-03-01

      Kegagalan sistem pembuangan panas pada reaktor berpendingin air jenis PWR, Three Mile Islands dan reaktor BWR Fukushima Daiichi, menyebabkan masyarakat nuklir mulai memikirkan penggunaan reaktor pembangkit daya jenis temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR. Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan litbang desain konseptual reaktor kogenerasi dengan tingkat daya menengah yang berpendingin gas helium dengan daya 200 MWt. Desain HTGR200K merupakan salah satu sistem pembangkit energi yang memiliki efisiensi energi paling besar, dan tingkat keselamatan inheren yang tinggi dan bersih. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950 0C sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi karakteristika termal flow untuk menentukan distribusi temperatur bahan bakar bola dan outlet temperatur pendingin gas helium teras HTGR. Hal ini dilakukan dengan menggunakan modul Thermix-Konvek yang terintegrasi dalam program VSOP’94. Geometri teras HTGR dikerjakan dalam modul BIRGIT untuk model teras 2-D (R-Z dengan 5 kanal aliran pebble dalam teras aktif arah radial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai tertinggi dan terendah temperatur yang terdapat pada teras   adalah sebesar 999.3 °C dan 886,5 °C. Demikian pula hasil temperatur tertinggi bahan bakar TRISO dan bahan bakar pebble di dalam teras, yaitu diperoleh sebesar  1510,20°C yang terletak pada lapisan bahan bakar inti UO2, di posisi z= 335.51 cm dan  r=0 cm. Analysis di lakukan pada laju massa aliran pendingin, tekanan dan daya masing-masing sebesar 120 kg/s, 7 Mpa dan 200MWth. Hasil

  3. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  4. ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2015-06-01

    Full Text Available Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kg

  5. ANALISIS PARAMETER KINETIK DAN TRANSIEN TERAS KOMPAK REAKTOR RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-04-01

    Full Text Available Dalam rangka meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar reaktor RSG-GAS telah dilakukan studi penentuan teras kompak. Hasil perhitungan parameter neutronik menunjukkan bahwa teras kompak dengan menutup empat fasilitas iradiasi (IP dengan elemen bakar dapat meningkatkan siklus operasi 23,6 %. Selanjutnya perlu dilakukan penentuan parameter kinetik dan analisis transien teras kompak untuk mengetahui keselamatan operasi reaktor. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program WIMS/D4 untuk generasi konstanta difusi sel elemen bakar dan MTRDYN untuk menentukan parameter kinetik dan analisis transien. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga fraksi neutron kasip total teras kompak naik 2 % dan umur neutron serempak turun 8,3 % dibandingkan dengan teras setimbang. Temperatur maksimum bahan bakar saat transien pada daya awal 1 W adalah 71,64 0C dan pada daya 1 MW adalah 129,60 0C. Hasil ini menunjukkan bahwa teras kompak RSG-GAS aman digunakan sebagai teras alternatif. Kata kunci: parameter kinetik, transien, reaktor   For increasing the efficiency of fuel element of the RSG-GAS reactor, some alternative configuration has been searched to obtain a compact core configuration. Calculation result of the neutronics parameters that the compact core with insertion fuel element to all irradiation facility (IP can increase operation cycle length to about 23.6 %. Then, it is necessary to calculate the kinetic parameters and transient analysis of the compact core to verify the reactor operation safety. Calculations were performed by means of WIMS/D4 and MTRDYN code for generation of cell diffusion constants and for kinetic parameters and transient analysis respectively. The result showed that the total delayed neutron fraction of compact core increases by 2 % and the prompt neutron lifetime decreases 8.3 % compared to the equilibrium core. Maximum temperature of the fuel element at transient at initial power of 1 W is 71.64 0C and at the power 1 MW is 126

  6. Desain Pabrik ETHYLENE dari Gas Alam Di Teluk Bintuni Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randhi Ramdhani

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku utama industri petrokimia berupa minyak bumi, gas alam, batu bara dan biomassa. Ketersediaan bahan baku tersebut dapat mendorong perkembangan industri petrokimia yang merupakan penopang industri nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, papan dan energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam gas, sehingga sumberdaya alam tersebut merupakan penopang utama pembangunan di Indonesia. Berdasarkan data Departemen ESDM pada januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47.35 TSCF sisanya belum terbukti atau potensial. Memasuki era perdagangan, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan Negara lain dalam bidang industri. Inovasi yang berorientasi pada pengurangan ketergantungan kita pada produk luar negeri mampu untuk menambah devisa negara sangat diperlukan. Salah satu industri manufaktur strategis yang memiliki peranan penting dalam struktur industri nasional adalah industri petrokimia. Salah satu produk yang dihasilkan dari industri petrokimia adalah ethylene. Etena (Ethylene adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Adapun penggunaan etena dalam dunia industri cukup luas antara lain : sebagai bahan baku industri kimia ethylene oksida, polyethylene, ethylene benzene, PVC, dan ethylene glikol. Ethylene dapat diproduksi dari beberapa sumber yaitu naptha dan gas alam. Dimana beberapa pabrik yang memproduksi ethylene antara lain Siemens Oil dan Gas Industri yang memproduksi sekitar 800.000 ton/tahun, Toyo Engineering Corporation yang mendirikan pabrik di Jepang pada tahun 1966 memproduksi ethylene sebesar 200.000 ton

  7. ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hasan Basri

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak. Bijih besi adalah salah satu bahan tambang yang sangat dicari karena bernilai ekonomis tinggi. Lamandau merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan potensi Bijih besi yang besar. Penelitian dengan menggunakan metode Geolistrik 2D konfigurasi dipole-dipole dimaksudkan untuk mengetahui batuan yang berasosiasi dengan Bijih besi. Pemboran dimaksudkan untuk mengetahui jenis litologi di lokasi penelitian secara detail dan analisis laboratorium menggunakan AAS dimaksudkan untuk mengetahu kadar Fe yang terdapat pada Bijih besi di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil Geolistrik dan pemboran ditemukan adanya endapan Bijih besi sekunder pada daerah penelitian berupa lempung laterit yang mengandung fragmen batuan beku dan kerikil oksida besi. Bijih besi di lokasi X Kabupaten Lamandau termasuk golongan Bijih besi laterit dengan resisitivitas 1698–5500 Ohm meter dan kadar Fe sebesar 38,37%. Secara umum Bijih besi laterit berada pada kedalaman 0-10 meter dari permukaan dan tersebar di tengah daerah penelitian dengan orientasi Barat daya-Timur laut. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui volume Bijih besi pada daerah penelitian sebesar 151.151 m3.   Kata Kunci : Bijih besi, Geolistrik,  Lamandau

  8. PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKERASAN PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hera Setiawan

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini merupakan pengembangkan proses pembekuan searah (unidirectional solidifications sehingga dihasilkan struktur columnar dendrite pada pengecoran alumunium propeler kapal nelayan untuk meningkatkan sifat mekanis material. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembekuan searah dengan chiller pendingin dapat meningkatkan kekerasan material alumunium propeler sebesar 3,99% dari 60,5 HRB menjadi 62,9 HRB. Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekerasan, pembekuan searah.

  9. Perancangan dan Implementasi Kontroler PID Untuk Pengendalian Tegangan Pada Generator Set Kapasitas 1 KVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shandy Hanggar Teja Sukmana

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas masalah pengaturan tegangan keluaran sebuah pembangkit generator set (genset yang memiliki penggerak utama mesin bensin 4-tak dengan sistem bahan bakar menggunakan karburator dan kapasitas 1KVA. Genset direpresentasikan dengan model matematis yang diperoleh dari hasil identifikasi. Kontroler PID digunakan untuk mengendalikan agar tegangan keluaran generator selalu berada di nilai tertentu pada beban yang berubah - ubah. Kontroler hasil desain diaplikasikan pada sistem pembangkit genset. Hasil simulasi serta implementasi kontroler PID pada sistem pembangkit genset menunjukkan bahwa tegangan keluaran dapat mengikuti tegangan yang diinginkan dengan baik. Dengan parameter Kp = 0,026; τ_i=1,001dan τ_d=0,012 tegangan dapat bekerja stabil pada tegangan 150 Volt.

  10. POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus P Paulangan

    2013-04-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosial. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan. Kata Kunci : Mangrove, Pengelolaan Terpadu, Teluk Youtefa

  11. ANALISIS PENGENDALIAN DAYA REAKTOR PCMSR DENGAN LAJU ALIR PENDINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Syafin Noha

    2015-03-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari Molten Salt Reactor (MSR yang memiliki karakter berbeda dengan lima reaktor generasi IV lainnya, yaitu menggunakan bahan bakar leburan garam. Pada reaktor MSR, garam lebur tidak digunakan sebagai pendingin tetapi digunakan sebagai medium pembawa bahan bakar. Dengan fase bahan bakar yang berupa garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4, maka dapat dilakukan pengendalian daya dengan mengatur laju aliran bahan bakar dan pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan laju alir pendingin terhadap daya reaktor PCMSR. Analisis dilakukan dengan empat jenis masukan untuk perubahan laju alir pendingin, yaitu masukan step, ramp, eksponensial, dan sinusoidal. Untuk masukan step, laju alir pendingin dibuat berubah secara mendadak. Selanjutnya untuk masukan ramp dan eksponensal, perubahan laju alir masing-masing dibuat perlahan secara linear dan mengikuti fungsi eksponensial. Kemudian untuk masukan sinusoidal, laju alir berubah naik turun secara periodik dengan memvariasikan frekuensi dari perubahan laju alir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan laju alir pendingin sebesar 50% dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada reaktor PCMSR turun sebesar 63% dari daya sebelumnya. Jika terjadi fluktuasi laju aliran pendingin, maka semakin cepat perubahan tersebut, maka respon daya yang diberikan semakin kecil. Pada frekuensi yang sangat cepat, daya reaktor menjadi konstan dan cenderung tidak memiliki respon terhadap laju aliran. Hal ini merupakan salah satu aspek keselamatan reaktor, karena reaktor tidak merespon perubahan yang terlalu cepat. Kemampuan reaktor mengatur daya menyesuaikan laju aliran pendingin merupakan aspek keselamatan lainnya. Kata kunci : PCMSR, pengendalian daya, laju alir pendingin, uji respon   Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR is the development of Molten Salt Reactor (MSR which has different character from other five

  12. Analisa Pengaruh Ukuran Partikel terhadap Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill Dengan Simulasi Explicit Dynamic (Ls-Dyna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Arsyad Putra Pratama

    2017-03-01

    Full Text Available Polysius vertical roller mill (Polysius VRM adalah alat penggiling yang digunakan di PT Holcim Indonesia Tuban Plant untuk menggiling batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar kiln pada tahap produksi semen. Pada pengoperasiannya sering terjadi kegegalan pada bagian Gritcone. Komponen ini mengarahkan batu bara yang ukurannya tidak sesuai lolos penyaringan oleh separator kembali ke grinding table untuk digiling kembali. Dengan menggunakan simulasi Explicit Dynamuc Ls- Dyna melalui software ANSYS dapat diketahui ketebalan Gritcone setelah satu siklus. Pada simulasi kali ini diperoleh ketebalan gritcone setelah satu kali siklus dengan hasil sebagai Ketebalan gritcone minimum pada Persebaran 75 % dan 100 % adalah 0.00998403 m dan 0.00999324 m. Ketebalan gritcone maksimum pada Persebaran 75 % dan 100 % adalah 0.00998715 m dan 0.0099775 m.

  13. Maximum Power Point Tracking menggunakan Buck Converter dengan Algoritma P & O untuk Turbin Angin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erik Tridianto

    2016-12-01

    Full Text Available Energi terbarukan adalah salah satu energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar untuk pembangkit listrik. Dari berbagai energi terbarukan,yang ada energi angin adalah yang paling mudah dicari. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ratusan pantai dan dengan kecepatan angin yang besar dan berfluktuasi 3-5 m / s. Dan solusi dari masalah angin yang berfluktuasi ini adalah dengan menggunakan kontrol MPPT (Maximum Power Point Tracking dengan lm2596 dc-dc buck converter. Ketika daya yang dihasilkan kurang dari yang diharapkan, maka kontrol MPPT akan menurunkan tegangan untuk mendapatkan daya maksimum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lm2596 buck dc-dc converter menggunakan kontrol MPPT dengan tujuan mendapatkan daya maksimum pada kondisi kecepatan angin yang bervariasi, dan jenis MPPT yang digunakan adalah Perturb and Observation (P & O. Untuk membaca daya yang dihasilkan menggunakan Voltage dan Current sensor. Hasil tes menunjukkan bahwa, dengan penambahan kontrol MPPT dapat meningkatkan output daya dari generator sebesar 23%-49%.

  14. Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic (LS-DYNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andika Rizaldy

    2017-03-01

    Full Text Available Polysius Vertical Roller Mill adalah coal mill yang digunakan PT Holcim Indonesia untuk menggiling batubara bituminous untuk bahan bakar rotary kiln. Dalam pengoperasiannya, salah satu komponen dari Vertical Roller Mill mengalami kegagalan aus yaitu gritcone. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perseberan ketebalan dari komponen gritcone dengan disimulasikan secara dinamis eksplisit dan berdasarkan kondisi operasional. Ketebalan dinding dipetakan karena permukaan yang terkena abrasi terdapat patahan mikro di permukaannya. Penelitian dilakukan dengan variasi ketebalan 0.01 m, dan 0.02 m serta variasi desain gritcone dengan radius bawah sebesar 0.165 m, 0.215 m, 0.265 m, 0.315 m, dan 0.365 m. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan ketebalan paling besar terjadi pada desain gritcone dengan radius 0.165 m dengan ketebalan 0.01 m dan 0.02 m, dengan pengurangan sebesar 1.423x10-5 m dan 2.45x10-5 m.

  15. Efek Perbedaan Jumlah dan Material Tube pada Distribusi Temperatur Tube Heat Exchanger dalam Kompor (Studi Kasus Di Industri Tempe Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Angga Kristyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Pemakaian heat exchanger pada kompor industri tempe di kelurahan Tenggilis Mejoyo Surabaya mengaplikasikan tube heat exchanger dengan jumlah tube 4 dan material tembaga. Pada pemakaian awal mampu memperlama penggunaan bahan bakar hingga 3 hari. Proses produksi heat exchanger memerlukan biaya hingga 2,5 juta rupiah. Untuk dapat mengatasi masalah tersebut maka dilakukan penelitian tentang performansi heat exchanger dengan memvariasikan material dan jumlah tube. Masalah ini disimulasikan dengan computational fluid dynamics. Simulasi dilakukan pada jumlah grid 388149 dan model turbulensi dengan nilai deviasi terhadap temperatur ukur sebesar 1,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi dengan jumlah tube 6 dan material besi memiliki performansi yang hanya berbeda sebesar 2395,188 Watt dan nilai temperatur keluaran hanya berbeda 2,338 K dengan 4 tube tembaga. Nilai investasi 6 tube besi juga lebih rendah dibandingkan dengan 4 tube tembaga senilai Rp 4.335.866,00 dan perbedaan nilai payback period hingga 4,22 bulan.

  16. Daya Angkat dan Tarik Kapal Barang Menggunakan Turbosail Dengan Model Simulasi K-Omega Two Scale

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Sari Wijiaanti

    2013-06-01

    Full Text Available Seiring dengan ramainya arus keluar masuk penduduk dan pengiriman barang pribadi melalui paket-paket jasa pengiriman menambah ramainya arus transportasi darat dan laut. Namun, kondisi tersebut tidak dibarengi dengan pengelolaan sumber energi bahan bakar khususnya transportasi laut. Aerodinamis kapal laut harus didukung oleh kecepatan angin yang bertiup di sekitar kapal tersebut. Dengan mendesain sebuah turbosail pada kapal barang, kita dapat mengkolaborasikan sumber energi fosil dan energi angin. Desain Turbosail yang tepat untuk digunakan pada kapal barang.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aliran turbulen di sekitar turbosail serta mendapatkan simulasi terbaik. Profil turbovoile dirancang dengan bentuk bulat telur untuk meningkatkan kinerja aerodinamis dengan mengurangi hambatan dengan mengamati koefisien lift dan drag yang dihasilkan dengan Model Simulasi K-Omega Two Scale. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien angkat dan tarik meningkat sesuai dengan kenaikan bilangan Reynolds.

  17. POMPA AIR BERTENAGA HIBRID UNTUK IRIGASI TANAMAN BUAH NAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danar Susilo Wijayanto

    2016-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan angin dan radiasi matahari sebagai sumber energi bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang, dan mendukung konservasi sumber daya alam. Pengabdian ini menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk pompa air yang digunakan sebagai sumber irigasi tanaman buah dan sayuran pada pertanian organik di Balai Percontohan Pertanian (BPP Ngasinan, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Teknologi hibrid menggabungkan turbin tenaga angin dan sel surya untuk memberikan pasokan listrik kepada pompa yang mengangkat air dengan Total Dynamic Head (TDH 12 meter. Sistem hibrid turbin angin dan solar sel mampu menghidupkan pompa air, sehingga pompa bisa mengalirkan air dari sumur ke tandon air. Sistem irigasi tetes dari tandon ke tanaman buah naga menyebabkan tanaman selalu lembab, sehingga mengurangi resiko kekeringan dan penyakit tanaman.

  18. DESAIN TERAS ALTERNATIF UNTUK REAKTOR RISET INOVATIF (RRI DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-03-01

    Full Text Available Berdasarkan dokumen kriteria pengguna dan fungsi utamanya, Reaktor Riset Inovatif (RRI dipersyaratkan dapat menghasilkan fluks neutron termal maksimum 1×1015 neutron cm-2s-1. Hal ini diperlukan agar reaktor RRI dapat digunakan untuk target yang membutuhkan fluks neutron tinggi. Dalam penelitian sebelumnya diperoleh bahwa desain reaktor RRI tidak mungkin menghasilkan fluks neutron tersebut jika menggunakan bahan bakar seperti yang digunakan reaktor RSG-GAS. Hal ini diduga karena dimensinya terlalu besar, mengingat fluks neutron berbanding terbalik dengan volume teras. Tujuan penelitaian ini adalah untuk mendapatkan desain teras alternatif reaktor RRI yang memenuhi persyaratan fluks neutron termal tersebut. Alternatif bahan bakar yang dipilih adalah yang dipakai di reaktor JMTR (Japan Material Testing Reactor yang berdimensi lebih kecil dibanding reaktor RSG-GAS. Disamping itu tinggi aktif teras divariasi 70 cm dan 75 cm. Desain teras dilakukan dengan perangkat analaitik WIMS-D5B, Batan-FUEL dan Batan-3DIFF. Teras alternatif menggunakan konsep konfigurasi teras kompak 5×5 dengan 4 elemen kendali jenis follower. Berdasarkan hasil perhitungan ada 3 (tiga teras alternatif yang dapat memenuhi persyaratan tersebut, termasuk teras menggunakan bahan bakar reaktor RSG-GAS dengan menambah tinggi aktifnya menjadi 70 cm dari 60 cm. Dengan menganalisis seluruh aspek, keselamatan serta efisiensi dan efektivitas reaktor, maka teras alternatif dengan bahan bakar tipe JMTR dengan tinggi aktif 70 cm merupakan teras alternatif yang terbaik. Kata kunci: neutronik, teras kompak, reaktor riset inovatif, fluks neutron termal tinggi   Based on its User Requirement Document and main function, RRI shall be able to provide a maximum thermal neutron flux of 1×1015 neutron cm-2s-1. The reason is that the RRI reactor can serve targets requiring a high neutron flux. From the previous results it was obtained that RRI design using fuel of RSG-GAS type was not possible to

  19. Analisa Heat Balance Thermal Oxidizer dengan Waste Heat Recovery Unit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfian Bani Susiloputra

    2017-03-01

    Full Text Available Central Processing Plant (CPP merupakan plant yang memproses feed gas hingga menjadi natural gas siap pakai. Pengolahan feed gas di CPP menimbulkan dampak limbah berupa waste gas. Thermal Oxidizer (TOX memiliki peran penting dalam mengatasi waste gas. Energi panas gas buang (flue gas dimanfaatkan pada Waste Heat Recovery Unit (WHRU yang berada diatas chamber, digunakan untuk memanaskan hot oil. Kondisi operasional pembakaran TOX di CPP saat ini, jumlah input sangat berbeda dengan desain awal. Suhu pembakaran juga sangat tinggi, yaitu diatas 1.144 K. Sementara itu WHRU belum berjalan secara normal, suhu hot oil pada outlet WHRU masih 438-444 K. Analisa pembakaran TOX dilakukan dengan analisa termodinamika pada jumlah bahan bakar serta jumlah excess air untuk mendapatkan pembakaran sempurna pada suhu ideal chamber, yaitu 1.088-1.144 K. Bahan bakar yang digunakan sejumlah 60%-100% dari fuel gas operasional, sedangkan excess air yang digunakan 10%-35%. Selain itu pemanfaatan energi panas flue gas pada WHRU dilakukan analisa supaya suhu hot oil keluar WHRU mencapai 449 K. Analisa WHRU dilakukan dengan analisa perpindahan panas, untuk mendapatkan flowrate dari hot oil dari suhu dan laju aliran massa flue gas hasil variasi pembakaran TOX tersebut. Dari penelitian ini, suhu TOX hasil pembakaran operasional yang sesuai dengan desain awal yaitu pada 60% fuel gas dengan excess air (EA antara 30% hingga 35%. Pada 60% fuel gas dengan EA antara 30% hingga 35% didapatkan suhu antara 1.095 K hingga 1.138 K. Pada hasil analisa WHRU, untuk mencapai suhu hot oil sebesar 449,817 K pada variasi TOX tersebut diperlukan laju aliran massa hot oil sebesar 1.257.720 kg/jam dan 1.481.420 kg/jam.

  20. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  1. ANALISIS EFEK KECELAKAAN WATER INGRESS TERHADAP REAKTIVITAS DOPPLER TERAS RGTT200K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair Zuhair

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam high temperature reactor, koefisien reaktivitas temperatur yang didesain negatif menjamin reaksi fisi dalam teras tetap berada di bawah kendali dan panas peluruhan tidak akan pernah melelehkan bahan bakar yang menyebabkan terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Namun masuknya air (water ingress ke dalam teras reaktor akibat pecahnya tabung penukar panas generator uap, yang dikenal sebagai salah satu kecelakaan dasar desain, dapat mengintroduksi reaktivitas positif dengan potensi bahaya lainnya seperti korosi grafit dan kerusakan material struktur reflektor. Makalah ini akan menganalisis efek kecelakaan water ingress terhadap reaktivitas Doppler teras RGTT200K. Kapabilitas koefisien reaktivitas Doppler untuk mengkompensasi reaktivitas positif yang timbul selama kecelakaan water ingress akan diuji melalui serangkaian perhitungan dengan program MCNPX dan pustaka ENDF/B-VII untuk perubahan temperatur bahan bakar dari 800K hingga 1800K. Tiga opsi kernel bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dengan tiga model kisi bahan bakar pebble di teras reaktor diterapkan untuk kondisi water ingress dengan densitas air dari 0 hingga 1.000 kg/m3. Hasil perhitungan memperlihatkan koefisien reaktivitas Doppler tetap negatif untuk seluruh opsi bahan bakar yang dipertimbangkan bahkan untuk posibilitas water ingress yang besar. Efek water ingress lebih kuat pada model kisi dengan fraksi packing lebih rendah karena lebih banyak volume yang tersedia untuk air yang memasuki teras reaktor. Efek water ingress juga lebih kuat di teras uranium dibandingkan teras thorium dan plutonium sebagai konsekuensi dari fenomena Doppler dimana absorpsi neutron di daerah resonansi 238U lebih besar daripada 232Th dan 240Pu. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, koefisien Doppler teras RGTT200K mampu mengkompensasi insersi reaktivitas yang diintroduksi oleh kecelakaan water ingress. Teras RGTT200K dengan bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dapat mempertahankan fitur keselamatan

  2. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  3. POTENSI DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN LONTAR UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN PENDUDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlindungan Tambunan

    2014-08-01

    Full Text Available Lontar (Borassus flabellifer Linn. adalah salah satu jenis palma atau Arecaceae yang tumbuh terutama di daerah kering. Penyebaran lontar adalah sangat luas; dari Arab Saudi sampai Indonesia. Di Indonesia, lontar banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hampir semua bagian tumbuhan lontar dapat digunakan, dan lontar disebut dengan pohon 800 kegunaan. Produk utama lontar adalah nira didapat dari sadapan bunga, yang bisa diminum langsung atau diolah jadi gula atau diberi ragi dalam waktu singkat menjadi tuak. Anggur putih lontar dapat diubah melalui penyulingan menjadi etanol. Etanol cocok untuk campuran bahan bakar dalam mesin bensin, dan juga untuk industri farmasi. Produk samping lontar digunakan untuk bahan kerajinan, misalnya keranjang, sikat, ember, topi, dan kesetan. Batangnya mempunyai kayu yang keras dan kuat, baik untuk kontruksi bangunan dan jembatan. Berdasarkan banyaknya produk lontar yang mempunyai keuntungan kompetitif, lontar sangat berguna oleh penduduk setempat dan peluang meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, produk sumberdaya unggulan daerah yang berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional perlu digali dan dikembangkan, karena memberi nilai tambah yang besar terhadap pendapatan perkapita dan kesejahteraan.

  4. Potensi Kayu Perkakas dan Kayu Bakar Jenis Jati (Tectona grandis di Hutan Rakyat Desa Natah, Gunung Kidul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris Hadi Purwanto

    2009-07-01

    Full Text Available Potentials  of Merchantable Timber and Firewod of Teak (Tectona grandis in Natah Village Community Forest , Gunungkidul The potential of merchantable timber and firewod of teak (Tectona grandis in Desa Natah community forest was estimated by developing allometric equations method. To establish the allometric equation 350 sample trees were measured to determine the relationships between tree height (H and diameter breast height (D. Thirty trees of various sizes were cut to measure the merchantable timber and firewood volume. The raw merchantable timber volume of teak in the community forest was defined as the ligneous material contained in the bole and branches which both with a diameter of at least 10cm. The result showed that D (taken at about 1.3m above the ground was a good predictor of H with r2 over 0.9672. When D was combined with H, r2 was improved somewhat for the merchantable timber volume, suggesting the growth patterns of tree dimensions were colesy interdependent. A standing stock of the merchantable timber and firewood volume of teak in the community forest was then estimated based on the allometric relations. Proportions of the merchantable timber and firewood volume were 66.91% and 33.09% of total wood volume per tree, respectively. The potential of merchantable timber and firewood volume in these community forest were 13.501 m3/ha and 8.686 m3/ha, respectively, with a basal area of 1.887 m2/ha. Based on the basal area, Desa Natah community forests of teak could be classified into extremely sparse of stands category.

  5. Perbedaan respon Aedes aegypti (Linnaeus) (Diptera: Culicidae), terhadap paparan anti nyamuk bakar dan bunga keluwih (Artocarpus camansi, Blanco)

    OpenAIRE

    Nur Endah Wahyuningsih; Ramauli Agustina Sihit

    2015-01-01

    The control of dengue hemorrhagic fever (DHF) it is important to control the vector, i.e. Aedes aegypti (Linnaeus) and Ae. albopictus (Skuse). Usually, controls of these vectors are done using chemical insecticides. Research on mosquito resistance has been done, but the impact of mosquitoes that survive after synthetic (chemical) insecticides application has not been studied. The aim of this research was to analyze the differences of fecundity, fertility and vitality rate of mosquitoes that w...

  6. PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fina Ulviani

    2016-10-01

    Full Text Available Research on Gel Formulation of red betel leaf extract (Piper crocatum Ruiz & Pav for the treatment of burn wounds in rabbits (Oryctolagus cuniculus has been conducted. This study aimed to determine variation’s effect of concentration in gel of red betel leaf extract for the treatment of burn wounds in rabbits which had been wounded using hot metal. In this study, the viscous extract was formulated into gel with concentrations of 1%, 2% and 3%. The Gel’s Physical quality evaluation included organoleptic, pH, homogeneity and dispersive ability tests on day 0 until day 28. The gel activity test was performed on 5 rabbits divided into five treatment groups. Each rabbit was burn-wounded using hot metal plate at diameter of 20 mm. Each group was given five wounds consisting of a negative control, 1%, 2%, 3% of extract formula and a positive control. The diameter measurement of the wounds was done on the 1st, 3rd, 5th, 7th, 9th and the 21st day. Data of wound healing percentage was statistically analyzed with Two-Way ANOVA. The results showed that the gel with 3% of red betel leaf extract of which percentage of healing as much as 85.81% compared to gel extract 1% and 2% with percentage 65,32% dan 76,58%.

  7. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  8. Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Iswanto

    2015-12-01

    Full Text Available Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas. Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO dan hidrogen (H2 yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara

  9. Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG dari Low Rank Coal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Permatasari

    2014-09-01

    Full Text Available Substitute Natural Gas (SNG merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4 melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006 menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas

  10. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  11. Pelepah dan Daun Kelapa Sawit Terfermentasi oleh Aspergillus niger Dalam Konsentrat Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum Pada Sapi iiiBali (Bos sondaicus)

    OpenAIRE

    Harahap, Yahya Partomuan

    2012-01-01

    YAHYA PARTOMUAN HARAHAP : The Oil Palm Frond Fermented by Aspergillus niger on The Digestibility of Dry Matter and Organic Matter on Bali cattle (Bos sondaicus). Under supervised by EDHY MIRWANDHONO and MA’RUF TAFSIN. The Oil Palm Frond is potensive to be an alternative feed. But the high of fiber in the oil palm frond has a negative effect to the digestibility. Utilizing of Aspergillus niger can increase the nutrition of oil palm frond. The objective of this research was conducted to inv...

  12. PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING. Pengembangan teknologi bahan bakar nuklir bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN. Salah satu solusi yang diajukan adalah penggunaan bahan bakar dengan fraksi bakar (burn up tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan gas hasil fisi dan reaktivitas teras reaktor nuklir. Untuk mengendalikan kelebihan reaktivitas teras reaktor digunakan bahan bakar terintegrasi penyerap mampu bakar. Sehubungan dengan hal tersebut telah dibuat pelet UO2 berlapis tipis penyerap mampu bakar. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan karakter lapisan zirkonium diborida pada permukaan pelet UO2 yaitu mikrostruktur, struktur kristal dan komposisi kimia. Pelapisan permukaan pelet UO2 dilakukan dengan bahan pelapis ZrB2 menggunakan metoda sputtering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrostruktur pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 berupa butir-butir campuran ekuiaksial dan acicular dengan diameter 2,44 mm, sedangkan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 mempunyai struktur butir berupa ekuiaksial dan batang pipih dengan diameter 2,47 mm. Lapisan zirkonium diborida pada permukaan pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 serupa yaitu tipis dan kompak dengan ketebalan 2,71 mm dan 2,82 mm. Identifikasi terhadap pola difraksi sinar-X pada pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 menunjukkan adanya fasa UO2 dengan struktur kristal kubus dan fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal. Sementara itu, konsentrasi zirconium dalam lapisan pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3%Nb2O5 diperoleh masing-masing sebesar 1,82 mg dan 1,90 mg. Adanya unsur zirkonium membuktikan bahwa lapisan ZrB2 terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kata kunci: Pelet UO2, lapisan ZrB2, sputtering, mikrostruktur, ketebalan, struktur kristal, komposisi kimia. ABSTRACT COATING ON SURFACE OF UO2 PELLET WITH ZIRCONIUM DIBORIDE USING THE METHOD OF SPUTTERING

  13. ANALYSIS OF GAMMA HEATING AT TRIGA MARK REACTOR CORE BANDUNG USING PLATE TYPE FUEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiyanto Setiyanto

    2016-10-01

    , telah dilakukan kajian penggunaan bahan bakar jenis pelat seperti yang digunakan oleh RSG-GAS. Berbagai langkah analisis telah disiapkan, termasuk perhitungan desain teras, dan sistem keselamatannya. Penggunaan elemen bakar tipe pelat menghasilkkan reaktor dapat dioperasikan hanya dengan 20 elemen bakar. Dibandingkan teras aslinya, nampak bahwa teras baru menjadi lebih kecil dan kompak, rapat dayanya naik, tetapi menyisakan beberapa ruang kosong yang dimungkinkan untuk menempatkan fasilitas iradiasi di teras. Dengan adanya fasilitas iradiasi di dalam teras, maka pembangkitan panas gamma di teras menjadi faktor baru yang harus diperhatikan. Untuk alasan ini, telah dilakukan perhitungan pembangkitan panas gamma teras reaktor Triga 2000 Bandung mengunakan program Gamset. Perhitungan didasarkan pada persamaan atenuasi liner, sumber garis dan arah perambatan tiga dimensi. Selain panas gamma di teras, akan dihitung juga panas gamma di reflektor (Lazy Susan, dan di CIP untuk berbagai jenis bahan. Diperoleh hasil bahwa panas gamma di CIP cukup signifikan (0,87 w/g, tetapi di posisi Lazy Susan relatif kecil, rata-rata hanya 0,11 w/g. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan CIP untuk iradiasi perlu mempertimbangkan panas gamma dalam perhitungan LAK nya. Kata kunci: panas gamma, reaktor nuklir, reaktor penelitian, keselamatan reaktor

  14. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    Full Text Available PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor is one type of Advanced Nuclear Reactors. The PCMSR has benefit charasteristics of very efficient fuel use, high safety charecteristic as well as high thermodinamics efficiency. This is due to its breeding capability, inherently safe characteristic and totally passive safety system. The PCMSR design consists of three module, i.e. reactor module, turbine module and fuel management module. Analysis in performed by parametric calculation of the turbine system to calculate the turbine system efficiency and the hat available for desalination. After that the mass and energi balance of desalination process are calculated to calculate the amount of distillate produced and the amount of feed sea water needed. The turbine module is designed to be operated at maximum temperature cycle of 1373 K (1200 0C and minimum temperature cycle of 333 K (60 0K. The parametric calculation shows that the optimum turbine pressure ratio is 4.3 that gives the conversion efficiency of 56 % for 4 stages turbine and 4 stages compressor and equiped with recuperator. In this optimum condition, the 250 MWe PCMSR turbine system produces 196 MWth of waste heat with the temperature of cooling fluid in the range from 327 K (54 0C to 368 K (92 0C. This waste heat can be utilized for desalination. By using MMED desalination system, this waste heat can be used to produce fresh water (distillate from sea water feed. The amount of the destillate produced is 48663 ton per day by using 15 distillation effects. The performance ratio value is 2.8727 kg/MJ by using 15 distillation effects. Keywords: PCMSR, discharged heat, MMED desalination   PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor merupakan salah satu tipe dari Reaktor Nuklir Maju. PCMSR memiliki keuntungan berupa penggunaan bahan bakar yang sangat efisisien, sifat keselamatan tinggi dan sekaligus efisiensi termodinamika yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pembiakan bahan bakar, sifat

  15. ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR DALAM PEMANFAATAN TUMBUHAN MANGROVE SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF UNTUK MENGHADAPI KETAHANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Fitriah

    2015-07-01

    Full Text Available Salah satu potensi sumber daya alam yang terdapat di lingkungan perairan pantai adalah tumbuhan mangrove. Masyarakat umum belum begitu mengetahui akan potensi hutan mangrove terutama sebagai penghasil cadangan pangan untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Masyarakat Desa Ambulu kecamatan Losari Kabupaten Cirebon selama ini belum optimal memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai bahan pangan alternatif. Tujuan Penelitian ini mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat pesisir Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon dalam memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai pangan alternatif untuk menghadapi ketahanan pangan,  mengetahui kandungan gizi dari tumbuhan mangrove sabagai pangan alternatif untuk menghadapi ketahanan pangan, mengetahui fokus pemberdayaan yang diharapkan oleh masyarakat pesisir Desa Ambulu dalam memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai pangan alternatif. Penelitiaan merupakan studi kasus dengan desain studi lapangan (Field research. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik interview/ wawancara, teknik dokumentasi, serta teknik observasi. teknik analisis deskriptif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu; reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat di desa Ambulu, pada umumnya menganggap bahwa  hutan  mangrove mempunyai banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Keberadaan tumbuhan mangrove di desa ambulu dapat berperan untuk mencegah terjadinya abrasi pantai, tempat berkembang biak ikan, udang dan kepiting (Nursery ground, selain itu dapat dimanfaatkan juga untuk kayu bakar, bahan bangunan dan tumbuhan seperti bakau dan avicennia dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan. Masyarakat desa ambulu yang memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai bahan pangan sekitar 5%. Partisipasi masyarakat desa Ambulu dalam pengelolaan kawasan mangrove cukup baik, terdapat kelompok pengawas mangrove (Pokwasma yang sudah terlatih

  16. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU MAKANAN TERNAK PADA BAGIAN GUDANG DI KSU TANDANGSARI SUMEDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaedi Abdillah

    2017-05-01

    Full Text Available System storage of fodder raw material inventory in the warehouse still done manually record it in a book Raw Materials Inventory so the recording process takes longer. In addition, it can also errors in the information at the time of recording. Based on the analysis of the obstacles that exist in the Parts Warehouse, the authors build a database-based applications using Microsoft Office Access 2013 that can handle the entire data on revenues, expenditures and request for raw materials, and produce information accurately and automatically. Systems development method waterfall method, the tools used in the analysis of system design is Flowmap, Context Diagram, Data Flow Diagram, Data Dictionary and Relation Table. While the implementation of the system design is the programming language Visual Basic for Application (VBA by using Microsoft Office Access 2013 as the database.

  17. Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Alternatif Bahan Pelapis (Upholstery pada Produk Interior

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunida Sofiana

    2010-10-01

    Full Text Available Environment pollution which is caused by garbage, especially plastic products, is one undeniable thing nowadays. Environment pollution by non-degradable materials could be decreased in 3Rs that are recycling, reusing, reducing. Recycle method is one of creative methods; the plastic waste could be recycled into matting materials that substitute natural material (pandanus and also to be alternative upholstery in interior products. Plastic waste treatment process until disposable is easier than natural material which has to go through several stages like drying and staining. What could be gained from pandanus could also be gained from plastic waste, so there are many things probable products could be designed. The product image is assumed to be modern, one trend nowadays.    

  18. RANCANG BANGUN OPTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN ALGORITMA WAGNER-WHITIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Saikhu

    2009-07-01

    Full Text Available Lotting or purchasing raw materials is one step in Material Requirement Planning. Lotting technique that already known is the Wagner-Within algorithm. This algorithm is widely used because it provides optimal solutions for problem sizedeterministic dynamic reservation at a particular time period in which the needs of the entire period must be completed. It takes a application system of optimization planning raw material requirements using the Wagner-Whitin algorithm. The development of this process begins with building a power module of demand data using Arima method (1,1,1, then followed by forecasting modules of consumer demand for end product by using the multiplicative decomposition forecasting methods, and ends with the development of Materials Requirement Planning module (MRP I using the Wagner-Whitin algorithm. The results of the test system with test data is the generation of data will form the same pattern that is likely up from week to week. Forecasting results have high accuracy registration of 99.48%, 99.64% and 99.68%. Wagner-Whitin algorithm always produces the combination of weeks. Result of the combination in the first week will produces the minimum cost for the entire week of production.

  19. TEPUNG PUPA-MULBERRY (PURY SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF KAYA GIZI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trina Astuti

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Silkworm pupae is immature stage of moth.  It is inner part of the silkworm cocoon shell which usually disposed from yarn silk production, and now has become a valuable ingredient of human food in many countries, however it is not common yet in Indonesia. The purpose of study is to develop a weaning food as nutritious basic formula of complementary food from pupae waste. A silkworm pupae was a major constituents used as materials. There are sixth  steps to get PURY properly: select a fresh, fine and clean pupae, steamed well about 10 seconds, grinded and sifted it  to get liquid, added 10% maize powder, dried in oven at 60ºC for 6 hours, and refine on blender. A fine powder, so called “PURY”, has a well balanced amount of moisture, protein, fat included PUFA, carbohydrate, amino acids, vitamins and minerals. Through a simple processing, the dry product of fine PURY powder can be obtained and used as a basic formula of complementary food and snacks and has made great contribution to reduce pupae waste. Research is continued to scale up producing PURY based product for more food-technological uses in order to reduce prevalence of malnutrition in Indonesia. Keywords: silkworm, pupae waste, PURY, complementary food, malnutrition

  20. Abu Terbang (Fly Ash Sebagai Bahan Tambah Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Bata Beton (Paving Block

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gathot Heri Sudibyo

    2008-08-01

    Full Text Available This research was aimed to know the influence of fly ash addition at paving block stress strength. Variation of fly ash was 0%, 20%, 40%, 60%, and 80% from weight of cement with water cement ratio 0,25. The speciment was hexagonal and cube with the comparison 1 cement : 6 sand. The result showed that the stress strength of hexagonal paving block at 56 days with fly ash 20%, 40%, 60% and 80% was increase to 37,166% (7,057 MPa, 18,248% (3,465 MPa, 8.110% (1,54 MPa, and 14,193% (2,695 MPa. The cubic paving block at 56 days with fly ash 20%, 40%, 60% and 80% was increase to 35,932% (5,969 MPa,15,135% (2,514 MPa, 9,534% (1,584 MPa, and 8,318% (1,382 MPa.

  1. PENENTUAN BAHAN KERING BUAH SAWO SECARA TIDAK MERUSAK MENGGUNAKAN NIR SPECTROSCOPY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Suhandy

    2012-12-01

    Full Text Available This work was conducted to develop a new measuring system for nondestructive dry matter prediction in sawo fruit using short wavelength near infrared (SW-NIR spectroscopy. In this research, a number of 100 sawo fruits were used as samples. Spectra were acquired using a portable spectrometer (VIS-NIR USB4000, The Ocean Optics, USA with 100 ms integration time and 50 scans for number of scanning. Dry matter was measured using oven drying. The calibration and validation model was developed using the partial least squares (PLS regression method. The result showed that the best calibration model could be developed for original spectra in the wavelength range of  700-990 nm with F= 8, r = 0.92, SEC = 0.68 and  SEP = 0.86. Keywords:   Absorbance mode, dry matter, nondestructive method, sawo fruit, SW-NIR spectroscopy.

  2. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were not allof them, these were for CaC03 K-citrate, and benzoic acid. It was shown by the value of recovery of potassiumiodate contents of the iodized salt. The netralization properties of food addives were increased by the increasing of the potassiumiodate content of the iodized salt.Conclusions: The addition of some food additives into the iodized salt is able to prevent the iodate content of the salt from there activity of subtances in the spice. The addition of food additives also can pick up moisture of salt resulting preventation of the salt particles clumping together and so keep the product free flowing.Keywords: potassiumiodate, spices, iodized salt

  3. KARAKTERISTIK AUS MATA PISAU TERLAPISI BAHAN PENGERAS PADA PEMOTONGAN KAYU MERSAWA DAN PAPAN PARTIKEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzan Fahrussiam

    2015-12-01

    Full Text Available The use of mersawa wood and particleboard as a materials has been increasing for building constructions and decorative purpose. In previous study reported that, these materials provide a high rate of wear caused by abrasion (high silica and resin content. This article presents the characteristics of wear on the clearance face of newly multilayer-coated K10 cutting tools when milling mersawa wood and particleboard. The K10 cutting tools were coated with monolayer titanium aluminum nitride (TiAlN, multilayer TiAlN/titanium silicon nitride (TiSiN, and TiAlN/titanium boron nitride (TiBN. Mersawa wood with density of 0.80 g/cm3 and particleboard with a density of 0.61 g/cm3 were cut using the coated tools and uncoated K10. Cutting tests were performed on computer numeric control router at a high cutting speed of 17 m/s and a feed rate of 0.1 mm/rev to investigate the wear characteristics on the clearance face of these coated tools. Result of research shown that the coated tools experienced a smaller amount of wear than the uncoated tool when cutting the mersawa and particleboard. The best coating among other coated in this study was multilayer TiAlN/TiBN. The high hardness, low coefficient of friction, high resistance to oxidation, and high resistance to delamination wear of the multilayer-coated TiAlN/TiBN tool indicate a very promising applicability of this coating for high-speed cutting of abrasive woods and wood based materials.

  4. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  5. Pengaruh Kombinasi Fly Ash dan Bottom Ash sebagai Bahan Substitusi pada Campuran Beton terhadap Sifat Mekanis

    OpenAIRE

    Yahya, Tengku Tantoni; Kurniawandy, Alex; Djauhari, Zulfikar

    2017-01-01

    Fly ash and bottom ash were waste that generated from the power plant burning coal process. Fly ash and bottom ash has the potential to be developed as a basic ingredient in concrete composites. This research aimed to obtain the properties of fresh concrete and hard concrete of the combined effect of fly ash and bottom ash as a substitute ingredient in composite concrete. This research has examined the influence of a combination of waste fly ash and bottom ash to the compressive strength of a...

  6. Analisis Kelayakan Finansial Pendirian Industri Vanilin dengan Bahan Baku Vanili Basah (Vanilli Spp)

    OpenAIRE

    Sasmitaloka, Kirana; Jusnita, nina; Andayani, akbar

    2015-01-01

    Vanilla processing industry is one of the agro-processing of dried vanilla into vanilla extract. Vanilla industry designed to provide added value for vanilla. The aims of this research is to know financial feasibility of curing vanilla applied on an industrial scale. Calculation of the investment criteria of business feasibility studies vanilla using a modified curing is obtained Net Present Value Rp 1.089.999.998,00, IRR 58,46%, Net Benefit Cost Ratio 1,01, and Pay Back Period for 2,44 years...

  7. FAKTOR-FAKTOR PENGOLAHAN DAN KOMPOSISI BAHAN YANG MEMPENGARUHI CITARASA "OFF FLAVOUR" FORMULA TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelis Imanningsih

    2012-11-01

    Full Text Available PROCESSING FACTORS AND INGREDIENTS CONTRIBUTED IN TEMPE FORMULA'S OFF FLAVOUR.Background: Tempe Formula is processed food with tempe as the main ingredient. was previously formulated as infant formula and under five years children formula who have diarrhea problem. In later researches, tempe Fromula was found to be efective to increase nutritional satatus of severe malnourished children, to cure gastrointestinal infection of 6-24 months children, and had benefit to repair dislipldemia in adults and bone reformation of pre and post menopause women. However, this formula had off flavour that limit Its utilization. Methods: The design is laboratory experiment. The type of research is explorative. The panelist is trained panelist.Results: The result shows that off flavour component identified were beany odour, moldy odour, tangy taste and bitter taste. Tempe processing with half boiled of soybean and steam sterilization with traditional starter of mixed innoculum gave the best sensori quality. Less intensity of beany flavour and bitter taste were gained by improving the composition of palm oil and sesame oil with composition 1:1. The additon of mocca and milk flavours also reduced the beany odour of the formula. Conclusion: Improved tempe formula was determined to have higher intensity of sweetness, less intensity of saltyness, bitemess and tangy taste, and less beany, rancid, and moldy odours than original formula.Keywords: tempe formula, off flavour, processing

  8. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SEGIEMPAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Ardi Saputro

    2016-09-01

    Full Text Available The research aims to enhance the problem solving on a rectangular material and to produce a decent learning tools used in learning. This study uses the ADDIE model development phase Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. The population in this research is class VII SMP N 29 Semarang. The results of the validation expert and student questionnaire mostly indicate the criteria very well. So the device is valid to implement. The results showed teaching materials based comic character education to enhance the problem-solving rectangular material is worthy of (valid or can be used as teaching materials. Problem solving ability of students to use teaching materials are also comics more effective than student learning outcomes using conventional learning model in the subject matter quadrilateral.

  9. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Pembelian dan Persediaan Bahan Baku pada PT Sumber Bahagia Metalindo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Elda Hiererra

    2012-06-01

    Full Text Available The research objective was to evaluate, learn and analyze whether the company’s business processes in accounting information systems of purchases and inventory of raw materials implemented in the company run as expected; to find out whether the accounting information system of purchasing and inventory of raw materials is well integrated, and to provide recommendations and suggestions to improve the weaknesses in the system for the company’s assets can be well cared for. Several methodologies are implemented in this research, which are literature study, field study, such as: interviews, observation, checklists, and documentation review followed by data analysis. Audit is implemented using audit around the computer. The results obtained are in the form of data analysis presented as problem findings, the impacts and recommendations for remedial action. It can be concluded from the results of this study that PT. Sumber Bahagia Metalindo owns sufficient information system control, but still there are some weaknesses to be improved in order to improve control process to the better objective.

  10. Pemanfaatan Bottom Ash Dan Fly Ash Tipe C Sebagai Bahan Pengganti Dalam Pembuatan Paving Block

    OpenAIRE

    Klarens, Kevin; Indranata, Michael; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro

    2016-01-01

    PT. PLTU Paiton menghasilkan 7.5 ton fly ash dan 2.5 ton bottom ash setiap jam. Pemanfaatan bottom ash masih sangat minimal, sehingga mengakibatkkan timbunan bottom ash yang semakin meningkat, dan cendrung mencemari lingkungan dan kesehatan. Berdasarkan alasan tersebut maka perlu adanya USAha untuk memanfaatkan limbah batu bara, salah satunya melalui pembuatan paving block. Sampel tahap pertama terbuat dari campuran semen dan bottom ash (lolos ayakan 2 atau 5 mm) dengan perbandingan massa 1:3...

  11. Optimasi Formula Tablet Salut Enterik Natrium Diklofenak dengan Bahan Penyalut Kollicoat 30 D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Yunarto

    2015-05-01

    Full Text Available Diclofenac sodium is an analgetic and antiinflammation drug and commonly used by oral administration. Because of it’s side effects that can cause stomach irritation, nausea and vomiting, it’s made in the form of enteric-coated. Enteric-coated formulations developed used organic solvent having toxicity and flammability risks. The aim of this study is to develop diclofenac sodium enteric-coated tablets with a water-based coating material. Coating material used is Kollicoat 30 D which is a derivative of acrylic polymer that can dispersed in water. Optimalization of the formula is done by the weight gain 4%, 6% and 8%. The result showed that enteric coated tablets used coating material with weight gain 8% gave the best result with all parameters meet the requirements of the test, there was no change in acid medium for 2 hours and stable released active ingredient

  12. Perubahan Beberapa Sifat Fisika Tanah Sawah Melalui Pemberian Bahan Organik Pada Lahan Pertanaman Semangka

    OpenAIRE

    Limbong, Welly M.M.

    2016-01-01

    This study aims to determine the changes in the physical properties of the soil due to the application of rice straw, sheep manure and fertilizer petroganik on paddy soil planting watermelons in Air Hitam village, District Fifty Coal Country North Sumatra Province on altitude + 18 meters above sea level, this study was conducted in April-June 2014. The experimental design used was non factorial randomized block design with four type of organic materials (without application organic material (...

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI HIMPUNAN BERBANTU VIDEO PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulis Purwanto

    2015-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to know the feasibility of mathematics contextual-based learning materials on the material set using video-assisted learning. This research was a research and development (R & D. Models were used to adapt the model developed by Sugiyono, but not to stage a mass product. Subjects tested in this study was seventh grade Junior high school 1 Batanghari academic year 2014/2015. Results of the validation of teaching materials to obtain an average value of 82.14%. Learning outcomes of the pilot study of  small-scale was 84 and learning outcomes of large-scale was 84.33, so the contextual-based learning materials on the material set using video-assisted learning was very feasible used in learning

  14. Pemanfaatan Biji Buah Nyamplung (Callophylum Inophylum Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Biru Chandra

    2013-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia. Sepanjang sekitar 95000 Km merupakan habitat penting bagi vegetasi mangrove dan biota nya. Sebuah survei tahun 2007 menunjukkan bahwa 20% dari garis pantai rusak, dan tanah aktif terancam oleh erosi. Reboisasi penanaman vegetasi pantai dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah Calophyllum Inophyllum. Potensi penggunaan benih C.Inophyllum tidak jelas sampai sekarang. Oleh karena itu, komposisi dan analisia C. Inophyllum dan minyak akan diselidiki. Dari hasil, ditemukan bahwa biji buah C. inophyllum mengandung lemak kasar (63,1%, serat kasar (16,64%, abu (3,22%, protein (3,42%, kelembaban (4,15%, dan ekstrak nitrogen bebas (13.62%. Itu juga memiliki nilai kalori 6092 kal / g. Its lipid asam lemak bebas yang terkandung (8,23%, monogliserida (3,93%, digliserida (3,37%, trigliserida (81.06% dan bioactive (3,4%.

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOSMOGRAFI BERBASIS AL QURAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA

    OpenAIRE

    Furqan Ishak Aksa

    2018-01-01

    This research is based on the dryness of spiritual values in cosmography learning in college. This is because of the cosmographic material currently available contains only the cognitive domain. This condition makes cosmographic learning in college unable to make students as a person who glorifies God and pious in accordance with the mandate of Law Number 12 the year 2012. The research and development procedure is done by modifying the Dick and Carey model which is done through 7 stages. The ...

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellianawati -

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian research and development ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan capaian prestasi belajar yang cukup signifikan. Peningkatan persepsi diri mahasiswa tentang pemahaman materi Fisika Matematika 1 serta capaian rata-rata yang masuk dalam kategori B menggambarkan keefektifan metode ini. Masih ada beberapa mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian dengan perbaikan yang berkelanjutan baik dari segi konten, sajian, maupun proses pembelajaran.The research aimed to increase the students’ motivation in learning Mathematical Physics by choosing their own type of study in order to challenge them to study autonomy. Self Regulated Learning (SRL model is chosen since the model provides the role for teacher and learner to reach the learning goal. This research has been done to the students who taken Mathematical Physics 1 in even semester of academic year of 2010/2011. Based on the result using research and development methodology, it can be concluded that there is a quite significant gain of students’ understanding of Mathematical Physics 1 concepts. The increase of students’ self perception of material understanding of Mathematical Physics 1 and the average of achievement categorized as B shows the effectiveness of the method.  There are some students who still need to be concerned by continuing their improvement in learning content as well as the learning process.

  17. KUALITAS EGGURT KERING DENGAN BAHAN DASAR SUSU DAN BERBAGAI MACAM BIJI-BIJIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indratiningsih (Indratiningsih

    2012-06-01

    concentration, pH and acidity levels. It can be concluded that eggurt-sesame has the best sensory and microbiological quality, while the best chemical quality was obtained from eggurt-black soybeans. (Keywords: Quality, Dried eggurt, Milk, Sesame, Green beans, Black soybeans

  18. Evaluasi Pengendalian Intern Terhadap Sistem Akuntansi Pembelian dan Persediaan Bahan Baku Pada PT Fuyindo Multi Perdana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vini Mariani

    2010-12-01

    Full Text Available Internal control is essential for the operational activities of a company. The author conducted research for internal control of accounting systems and inventory purchases of raw materials. Internal controls for purchasing and inventory of raw materials is essential if companies want to produce a superior product. In this study researchers prepare the field research method by observation and literature study by studying the theories associated with the purchase and supply of raw materials. The results obtained show the important things that can be controlled by the company for operating companies to run well and the management can give a decision based on the reports of evaluation results, it can be suggested that companies should do in the internal control system purchase accounting and inventory of raw materials. 

  19. PEMANFAATAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES YANG DISUPLEMENTASI DENGAN KACANG HIJAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Welli Yuliatmoko

    2013-03-01

    Full Text Available Taro flour can be used as a wheat flour substitution in cookies making, although its quality is still relatively low, especially in terms of taste and nutritional composition. An alternative way to improve its nutritional composition is by the addition of green beans, as a protein source. This study was aimed to obtain the cookies formulation that use Lampung Taro flour enriched with green beans flour as a wheat flour substitution. The cookies were tested organoleptically by panelists using hedonic scale including color, aroma, taste, texture and general appearance. The acceptable cookies were analyzed their chemical characteristics. The results showed that Taro flour cookies with the content of 30%, 50%, and 60% Lampung Taro flour have received the best judgment from panelists. From the nutritional point these cookies were considered meet the nutritional value specified by SNI 1992 but the protein content was still below standard. The addition of 10% green beans flour was not able to improve the nutritional value of protein in the cookies. Taro flour can be used as a wheat flour substitution in cookies making, although its quality is still relatively low, especially in terms of taste and nutritional composition. An alternative way to improve its nutritional composition is by the addition of green beans, as a protein source. This study was aimed to obtain the cookies formulation that use Lampung Taro flour enriched with green beans flour as a wheat flour substitution. The cookies were tested organoleptically by panelists using hedonic scale including color, aroma, taste, texture and general appearance. The acceptable cookies were analyzed their chemical characteristics. The results showed that Taro flour cookies with the content of 30%, 50%, and 60% Lampung Taro flour have received the best judgment from panelists. From the nutritional point these cookies were considered meet the nutritional value specified by SNI 1992 but the protein content was still below standard. The addition of 10% green beans flour was not able to improve the nutritional value of protein in the cookies.

  20. IMPLEMENTASI DISTRIBUSI REQUIREMENT PLANNING DAN SAVING MATRIX UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA DISTRIBUSI DI INDUSTRI BAHAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Oscar Ong

    2013-12-01

    Full Text Available Planning and scheduling of the distribution of goods in PT. Senatama Laboranusa are not well coordinated, so the demand for each product is out of control, which results in deficiency or excess of inventories in both of the factories and each warehouse. This problem will affect the distribution cost incurred by the company. In this study, the distribution data process is done by using Distribution Requirement Planning method and route distribution processing by using Saving Matrix, in which both of these methods can group the delivery schedule and flow of distribution route regularly. PO Release, which contains time, order amount of each area, and lot size EOQ (Economic Order Quantity method used; will be generated from the calculation of DRP. From the calculation of Saving Matrix, route order sequence is applied by using Nearest Neighbor method. After the implementation of Distribution Requirement Planning, the cost reduction resulted is 29.75% and the difference in distance after the application of Saving Matrix is 983.3 Km. With a good distribution activity planning and scheduling, the success rate in meeting the customer demand would be more optimal, while sales performance increases in fulfilling orders in a timely manner and  appropriate amount, hence the distribution costs can be kept as minimum as possible.

  1. Pengembangan Aplikasi Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Android di Sekolah Menengah Atas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohinah

    2015-12-01

    Full Text Available The rapid advancement of technology has penetrated in all aspects of human life. Man in her life now are making use of technology to facilitate their work, which creates a dependency so that technology becomes a primary thing. No doubt human daily activities is now inseparable from the role of technology. So also in the field of education that has memanfaatan technology to facilitate the learning activities in order to achieve better results. One of the technologies used in mobile learning education is already included in the ICT-based learning. This research aims to produce teaching materials on Islamic Education (PAI android-based upper secondary schools. This research is a type of development research.. The data collection method used were interviews, observation and documentation. Data analysis used is descriptive analysis. The results of research that has been developed in the form of application application that is packaged in a * apk directly from MIT App Inventor software. The application is in getting through Bluetooth or download at google play store with the name "PAI Chapter IX"

  2. Bahan pemutih gigi dengan sertifikat ADA/ISO (Tooth bleaching material with ADA/ISO certificate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Meizarini

    2005-06-01

    Full Text Available Bleaching of teeth for cosmetic reasons is a popular aspect of cosmetic dentistry because patients realize the aesthetical benefits of these products. The dentist as a clinician's practitioner must be knowledgeable of the products and their application techniques. Bleaching materials which are safe and effective are the ADA accepted or manufactured by those which have already haved ISO certificate. Dentist must have enough knowledge about in-office bleaching prescribed for home-use bleaching including their contra indication and side effects, to advise the patients and provide effective bleaching services.

  3. Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Reduced Water Dan Accelerated Admixture

    OpenAIRE

    Rahmat, Rahmat; Hendriyani, Irna; Anwar, Moh. Syaiful

    2016-01-01

    Concrete consist of: cement mortar, coarse aggregate, fine aggregate, water, and addictive materials. The main ingredient in manufacturing of concrete: rock material that called as aggregates. Aggregate has an important role on the quality of the concrete. Various types and trademarks for admixture of concrete that can be used as addictive of the concrete mix with specific purpose. The study aims to determine the effect of the added material of Reduced Water and Accelerated Admixture (Bestmit...

  4. Bahan Organik Total dan Kelimpahan Bakteri di Perairan Teluk Benoa, Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Eta Yuspita

    2017-09-01

    Full Text Available Benoa Bay is semi-enclosed waters that have various activities. The existence of these activities will contribute to organic matter in the waters so that the effect on the presence of bacteria. This study aims to determine the total concentration of total organic matter (TOM and bacterial abundance as well as its spatial and temporal distribution, and to determine the relationship of TOM concentration to bacterial abundance in the waters of Benoa Bay. Data collection is conducted on the surface of the waters in December 2016 to February 2017 when ebb conditions at 5 Benoa Bay water stations. Measurement of organic matter using permanganate test in titimetry based on standard methods SNI 06-6989.22-2004. Measurement of bacterial abundance using Total Plate Count (TPC method. The TOM concentrations ranged from 63.20 to 65.10 mg/l and bacterial abundances ranged from 30 to 300 CFU/ml. Spatial distribution of TOM concentration and bacterial abundance tends to be higher close to Suwung Landfills (TPA activity, floating net cage cultivation (KJA activity in Serangan waters, and Buaji river estuary and tend to be lower approaching Benoa harbor activity and waters further from those activities. The concentration of TOM and bacterial abundance in December 2016 to February 2017 have fluctuating values. Based on the interpretation of the correlation coefficient, the level of relationship between BOT concentration and bacterial abundance in the waters of Benoa Bay is quite strong.

  5. Absorpsi dan Responsivitas Larutan Porphyrin Alam Hasil Isolasi dari Spirulina sebagai Bahan Material Photonics

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Supriyanto

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan pengujian karakteristik absorpsi larutan porphyrin dan responsivitas cahaya. Larutan senyawa molekul porphyrin diisolasi dari mikroalgae spirulina. Pengujian fotokonduktivitas dalam kondisi gelap diperoleh sekitar 0,9x10-4 ohm-1.cm-1 sedangkan pada kondisi diberi intensitas radiasi 0,5 W.m-2, 10 W.m-2 dan 16 W.m-2 diperoleh fotokonduktivitas sekitar 1,5x10-4 ohm-1 cm-1. Spektrum absorbansi larutan porphyrin mempunyai soret band sekitar 410 nm dan Q-band sekitar 660 nm. Dari hasil perhitungan responsivitas cahaya pada larutan porphyrins dengan panjang gelombang 410 nm dan 660 nm mempunyai tanggapan cahaya yang baik yaitu sekitar 3,92x10-2 ampere/watt dan 5,53x10-2 ampere/watt. Sedangkan pada panjang gelombang lainnya diperoleh sekitar 1,39x10-9 ampere/watt. Hal ini cukup potensial bahwa material porphyrins alam dapat digunakan sebagai material photonics pada devais foto.

  6. KECERNAAN RANSUM SAPI BALI DENGAN KONSENTRAT FERMENTASI BERBASIS LUMPUR SAWIT DAN BAHAN PAKAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Badarina

    2017-09-01

    Full Text Available The aim of this research was to evaluate the dry matter and organic matterdigestibility in vivo of Bali cattle diet that supplemented with fermented concentrate ration based from palm oil sludge and several local feed sources. Fifteen Bali cattles with 2 years old and the range of live weight 184,5±3,63 kg were distributed into three treatments and five replication in Completely Randomized design. The treatment was the level of concentrate supplementation, They were P1 (10kg/day, P2(7,5kg/day and P3(5kg/day. The forage and the rice straw were adjusted as much as 10 kg/day and 1 kg/day, respectively. The composition of fermented concentrate consisted of palm oil sludge (70%, rice bran (10%, coffee husk (10% and coconut press fiber (10%. As bioactivator used”Bionak”as much as 0,3%. The an aerob fermentation took time a week. The result showed that up to the highest level (10kg/day the supplementation of fermented concentrate ration enhanced the consumption and the digestibility of the whole rations.

  7. Studi pemanfaatan kulit kerang sebagai bahan penyusun pada pembuatan lem kaca

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Nadjib M.

    2012-02-01

    Full Text Available Shellfish are ones of sea €™s product which use as food, and shell part as a waste. This experiment was done to utilize shell as mainproduct in glass adhesive together whit Arabic gum and white part of chicken egg as sticky substances. The shell contended about 76,64% of CaCO3 which could repair adhesive working to increase shear strength and curing time. Adhesive were made by variationcomposition in gram number of shell powder and Arabic gum. The best composition was obtain on 68.45% of shell; 8.22% of Arabicgum; 1.42% of white part of chicken egg and 21.90% of water. This composition had 16,620.105 NM-2 of shear strength; 23.14% ofvolatility and 90.9583 pa.det or 909.5830 poise viscosity as optimal result at eleven days of curing time. In environment resistant test,shear strength decreased about 64.33% in acid; 17.96% in water; and 1.83% in base. Storage life test of adhesive was performed inclosed box at temperature 27 ° C and fungi grew it in fourth week.

  8. Model Pemesanan Bahan Baku menggunakan Peramalan Time Series dengan CB Predictor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Pujadi

    2014-12-01

    Full Text Available A company that manufactures finished goods often faces a shortage of raw materials, due to the determination of the quantity of raw material ordering improper because it is done by intuition and the lack of raw material inventory reserves. This resulted in costs because inefficient production processes are inhibited or had to perform an emergency procurement of raw materials to meet customer orders. The company seeks to use the method in determining the order quantity of raw material, comprising the steps of (1 collecting historical data of raw material use, step (2 forecasting needs raw materials, step (3 calculating the order quantity forecasting based on the data by comparing the deterministic method and probabilistic methods. Calculating safety stock for each raw material is done so as to cope with the situation outside of normal conditions, such a surge in orders. In its design, the system will be developed using the Unified Modeling Language modeling language (UML on the basis of the concept of object-oriented analysis and design (Object Oriented Analysis and Design. With the proposed implementation of the information system, the company can estimate the need for raw materials more quickly and accurately, and can determine the order quantity that is tailored to the needs. So that the costs associated with ordering and storage of raw materials can be minimized.

  9. Kombinasi Teknologi Kemasan dan Bahan Tambahan Untuk Mempertahankan Mutu Kolang Kaling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amarilia Harsanti Dameswari

    2017-12-01

    Full Text Available Gumoti palm is one of health food with minimal post-harvest treatment that caused damage and limited range of distribution. The damage that Occurs in gumoti palm is brown discoloration caused by oxidation of the enzyme polyphenoloxidase (PPO. Prevention of the damage can be done by reducing the oxygen as a source of oxidation reactions. The use of packaging, soaked water and substance a citric acid can reduce enzymatic browning reactions that lead to color deterioration of gumoti palm. The purpose of this study is to examine the influence of the ratio of water, the concentration of citric acid from lime and packaging technology to discoloration on the surface of gumoti palm during storage. The first stage is the determination of the ratio of water gumoti palm and citric acid concentration of lime was best to maintain the quality. Water ratio studied were 1:1; 1:2 and 1:3 being the concentration of citric acid were 0.1%, 0.5% and 1%. Storage was at room temperature to accelerate change in the quality as a result of this preliminary study are used in the research stage into two. The second stage was to determine the packaging technology combined with materials. The variations of packaging techology by vacuum and non vacuum. Gumoti palm stored at 5OC until the sample was broken. Quality parameters measured include, color, galactomannan content, texture (hardness. The best results was gumoti palm with addition of citric acid 0.1% of lime is able to maintain color preference level is still acceptable to consumers up to 9 days of storage However the effect on the change in taste with consumer acceptance ondy until 6 days after storage at 5OC. Packaging pouch made from PE + nylon combined with water (ratio 1: 3 and citric acid 0.1% were able to retain their galactomanan of 40.18 % to 31.48%.

  10. Prinsip Penulisan Bahan Ajar Bahasa Mandarin yang Efektif untuk Jurusan Komunikasi Pemasaran Universitas Bina Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kelly Rosalin

    2014-11-01

    Full Text Available Article discussed the writing principles that must be considered in compiling Chinese language teaching material specifically used for Marketing Communication students regarding the interest and target of Marketing Communication of Bina Nusantara University. The methodologies used are descriptive quantitative for distributing questionnaires and qualitative approach through observation and interview. Research found the appropriate and effective Chinese language teaching material would enhance the standard of Chinese language learning. At present, Chinese language teaching material used by Marketing Communication students has not been able to fulfill their requirements. In addition, the target learners of the teaching material are universal.

  11. Perbedaan jenis bahan penyamak terhadap sifat fisik kulit katak bull frog

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochtar Lutfie

    1997-06-01

    Full Text Available The Obyective of this research is to study the effects of various tanning agents on the qualities of leather made from Bull Frog skin. Fifteen pieces of wet salted Bull Frog from Malang were tanned with several tanning agents, wich are mineral (10% Chromosal B, vegetable (10% Mimosa extract and synthetic tensile strengths and elongations. Its turned out that vegetable tanning agent gave the higest tensile strength (279,62 kg/cm2, while mineral tanning agent gave the lowest one (183.04 kg/cm2. It showed that the type of tanning agent used significantly effects the tensile strength of the leather produced (p ≤ 0.005. On the other hand, mineral tanning agent gave the higest elongation (105.20%. While vegetable tanning agent gave the lowest one (91.20%. This result implied that the type of tanning agent used has a significant effect on the elongation (p ≤ 0.01.

  12. Daya Antibakteri Bahan Tumpat Amalgam dan Resin Komposit Berfluor Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Serotipe KPSK2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih

    2015-09-01

    Full Text Available This research was carried out to study the difference in the antibacterial capacity of two kinds of filling materials, namely amalgam and composite resin, on S. mutans KPSK2 bacteria with different times of treatment. In total, 48 amalgam and composite resin samples each were prepared and then divided into four groups of treatment. Of each group, 6 samples were used to count the number of bacterial colonies and 6 samples to count the right obstacle zone. The results show that the best antibacterial capacity of composite resin occurred within one week, while for amalgam the best performance appears within one day. The antibacterial capacity of fluorine containing composites is stronger than that of amalgam for a time of 1 to 2 weeks.

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arni Rahmawati

    2017-06-01

    Full Text Available The objective of this research and development is to develop teaching materials of mathematics on social arithmetic based on Islamic values that are feasible, practical, and effective. This research type is Research and Development (R&D. The model used in this research is consisting of 10 stages. The instruments of data collection used the questionnaires and evaluation questions. The questionnaires are consisting of design, material, and Islamic content. The result of the research is the average of validation percentage is 82,3%, so the teaching material is categorized as feasible. Based on the validation process showed that the teaching material that developed is included the feasible category, with an average percentage are 82.3%. While the results of small group trial showed that the responses of students in the pilot phase of small groups from 16 students are obtained  87.5%, and the result from the test is obtained the average more than 75% of the students who score more than the standard of 75.00. From the results of this research can be concluded that the teaching material of social arithmetic is feasible, practical, and effective.

  14. Metode Irigasi Tetes dan Perlakuan Komposisi Bahan Organik dalam Budidaya Stroberi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afik Hardanto

    2009-04-01

    Full Text Available Strawberry is a commercial fruit. It’s Growth and quality is influenced by soil condition, climate, and its self. Irrigation influences soil characteristic, such as: physical, chemical, and microbiological than influence an environment of its growth. this research used drip irrigation method with debit variation and organic matter composition. RCBD was used in this research. Variation of irrigation debit and organic matter composition are the independent variables, whereas dependent variables are C-Organic, N-available, characteristic of soil, and quality of strawberry fruit. Variation of debit irrigation did not significant influence to C-Organic, whereas organic matter composition had significant influence to C-Organic in 63th, 84th, and 105th day of planting. The highest C-Organic content on D3P3 treatment that is 17.92% and the lowest on D2P2 treatment that is 5.19%. Debit of irrigation influence to N-available content in 105th day of planting. The highest N-available content in D3P1 treatment that is 0.88 ppm, whereas the lowest N-available content in D2P3 treatment that is 0.67 ppm. Result of analysis, debit irrigation had significant influence and could increase fruit weight and reduction sugar-content. Organic matter composition had significant influence to increase fruit weight, vitamin C, total of soluble-solid, and reduction sugar-content. Combination of irrigation debit and organic matter composition had significant influence to fruit weight. In the treatment, debit of irrigation that make good influence to fruit quality is 300 ml/day/polybag and 1:2 ratio of organic matter composition.

  15. Pendugaan Masa Kadaluarsa Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz Instan pada Beberapa Bahan Kemasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Elza Fitriani

    2015-03-01

    Full Text Available The shelf life estimating of instant cassava were determined by analyzing the moisture sorption of it. The instant cassava was made into cube form with dimension of 0,5 cm x 0,5 cm x 0,5 cm and used as samples to analyzing the moisture sorption isotherm characteristic. Moisture sorption isotherms of it were determined at 28±2°C using standard gravimetric static method over a range of equilibrium relative humidity (ERH from 6.90%-97.90%. The experimental data were fitted by Henderson model and well predicted almost at each point of aw. The data of instant cassava’s moisture sorption isotherm followed type II behavior. The shelf life of it were calculated using Labuza equation with three different packaging materials: low density polyethylene (LDPE of 0.03 mm thickness, polypropylene (PP of 0.03 mm thickness and retort pouch. The shelf life of instant cassava using those three packaging materials were obtained for 103, 88 and 3502 days, respectively.

  16. Pendugaan Masa Kadaluarsa Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Instan pada Beberapa Bahan Kemasan

    OpenAIRE

    Pande Elza Fitriani

    2015-01-01

    The shelf life estimating of instant cassava were determined by analyzing the moisture sorption of it. The instant cassava was made into cube form with dimension of 0,5 cm x 0,5 cm x 0,5 cm and used as samples to analyzing the moisture sorption isotherm characteristic. Moisture sorption isotherms of it were determined at 28±2°C using standard gravimetric static method over a range of equilibrium relative humidity (ERH) from 6.90%-97.90%. The experimental data were fitted by Henderson model an...

  17. Analisis Faktor Kerusakan Bahan Pustaka di Perpustakaan SMP Negeri 4 Sungguminasa, Gowa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Ummu Salamah

    2015-11-01

    Full Text Available The damaged of library collections must be concerned by all type of libraries. It always occured in library, particularly in school libraries. The study will investigate factors that damaged library collections and ways to solve such a case in the library of SMP 4 Sungguminasa, Gowa (a secondary school located in Gowa, South Sulawesi. The data were gathred through direct observations and interviews with staf in the library. The study found that there were kinds of damaged of library collection, which were 1 caused by studens, 2 caused by floods, and 3 caused by insects. In terms of its preservation, the library have some solutions which were 1 determining strict penalties for the library users who have damaged the collections, 2 binding library materials, 3 setting the library room, 4 maka a report to the school authoritative to care of library school, 5 cleaning routinely the library shelves.

  18. Aplikasi Pengolahan Citra Digital dan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Memprediksi Kadar Bahan Organik dalam Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermantoro

    2011-04-01

    Full Text Available The objective of this research is to determine organic matter content in soil using image processing and artificial neural network. The images of soil were captured using digital camera and processed using image process algorithm. The images parameter data i.e. red, green, blue, hue, saturation, intensity, mean, entropy, energy, contrast, and homogeneity were extracted from sixty soil sample with different organic matter content. Parameter images data were used as the inputs data for ANN analysis. Output layer of ANN is organic matter content in soil. Based on experiment found that application of image processing and ANN for predicting organic matter content in soil have the high accuracy with coefficient determination of 90.75 % and mean square error (MSE of 0.002762.

  19. Perkembangan Semen Tulang Sebagai Bahan Fiksasi pada Perawatan Bedah Tulang di Bidang Kedokteran Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2015-09-01

    Full Text Available The first bone cement developed by Charnley in the 1960s using polymethyl methacrylate (PMMA remains the most widely used material for fixation of orthopaedic joint replacement. In the field of dentistry, polycarboxylate and glass ionomer cements first came to prominence as dental cements in the late 1960s and early 1970s. Although biocompatible, the zinc component results in the formation of fibrous collagen capsule around the zinc polycarboxylate cement in vivo, which compromises the strength of the intermediate region between the bone and cement. Glass ionomer cements were anticipated to have potential in orthopaedic applications. The discovery of a well integrated intermediate layer between bone and many bioactive ceramic phases from the calcium-phosphate systems, such as hydroxyapatite (HA, resulted in the development of new cements incorporating such phases. Investigations into bioglass and apatite/wollastonite glass-ceramics prompted the development of off-the-shelf bone graft substitute materials. Synthetic hydroxyapatite is commercially available and serves primarily as a scaffold in order to facilitate the bone regeneration process. Many investigations have ranged from the development of castable bioactive materials to modified bioactive composites. This article attempts to give a broad overview of the different types of cements.

  20. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Agustina

    2017-01-01

    Full Text Available Teaching materials are needed for students to support the lecture. The purpose of this study was to determine how to develop problem-based teaching materials on the subjects of mathematical economics mathematics education courses. This research was conducted at the University of Muhammadiyah Metro by selecting a student of mathematics education as a research subject.This study is a research development. The method used as follows: (1 research and information gathering, (2 planning, (3 product development, (4 the initial trials, (5 product revision, (6 the field trials, (7 the revised product field trials, (8 the operational testing of products, (9 the revision of the product and (10 the implementation and dissemination. To obtain problem-based teaching materials will be validated teaching materials by 2 experts math education materials and one person linguists. The achievement of this research is problem-based teaching materials that can support economic mathematics lectures. The achievement that will be produced is ≥ 50% students of mathematics education are getting the optimal learning course on the math economy. Based on the results of questionnaires percentage obtained validation criteria of 80% of teaching materials and meet the criteria are valid for.

  1. Penerapan pemakaian baychrome – 2420 sebagai bahan penyamak krom pada kulit domba/kambing (wet blue

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfie Muchtar

    1998-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to know the shrinked temperature of wet blue from goat an sheep skins that tanned by baychrome 2420, and for know amount of Cr2O3 was absorbed and axpelled. It was used 40 pieces goat and sheep skins (wet salted preserved were tanned until wet blue used chromosal B and baychrome 2420 as chrome tanning and the others auxiliary material were Na2S, lime, Oropon OR, NACl, HCOOH, H2SO4 etc. The results of this research showed that baychrome 2420 can used as material chrome tanning that wished for wet blue was the mean of shrinked temperature 100,670C, mean of Cr2O3 content 3,99%, and mean of Cr2O3 residue was expelled 1,54 g/l.

  2. Karakteristik Dan Pemanfaatan Styrofoam Sebagai Pengganti Sebagian Pasir Untuk Bahan Bangunan

    OpenAIRE

    Ramadhani, Nur Ayu

    2010-01-01

    A Research on making lightweight concrete by adding industrial waste Styrofoam. Forming sample used template and angingtime was carriedout for 7,14,21 and 28 days. Charactirized by the strength pressure, porosity and water absorbtion analytis. The strength pressure lightweight concrete without Styrofoam was : (6,72 MPa – 10,71 MPa), with 5% Styrofoam was : (0,276 MPa – 0,760 MPa), with 10% Styrofoam was : (0,073 MPa – 0,156 MPa) and with 15% Styrofoam was : (0,04 MPa – 0,106 MPa). The strengt...

  3. PEMANFAATAN TANAMAN GULMA KAYAMBANG (Salvinia Molesta) SEBAGAI BAHAN PAKAN AYAM BURAS MELALUI ENERGI METABOLISMENYA

    OpenAIRE

    Akhadiarto, Sindu

    2018-01-01

    Kayambang is water seed from Indonesia which can be used for animal feed. In village it is usually used for duck and village fowl (kampong chicken). Kayambang grows very much on water surface and have hight nutrition include energy and protein. Animal feed are used for growth requirement and to support sintetics reactionsform its body. Energy from the feed is not used for animal infull. In each ingredient at least has 4 kind of energy : Gross Energy, Digestible energy, Metobalic energy and ne...

  4. PENGARUH KONSENTRASI TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIK BIODEGRADABLE FILM DARI BAHAN KOMPOSIT SELULOSA NANAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Fransisca

    2013-09-01

    Full Text Available This research was aimed to find the right concentration of tapioca to produce  biodegradable films from composite materials of pineapple cellulose with the best physical characteristic. The research was designed using a Completely Randomized Block Design with starch concentration as the single factor. It was consisted of five levels 1%, 2%, 3%, 4% and 5% (w/v with 5 replications.  The data of visual observation and water vapor permeability were analyzed descriptively, while data of tensile strength were processed by analysis of variance.  Data homogenity  and additivity were tested using Barlett and Tuckey tests. The data were analyzed further by LSD test at 5% level of significance. The best result was the biodegradable film from composite material of pineapple cellulose with 4% tapioca which produced 5228, 59 Mpa for tensile strength and 9.11 g/(m2/hr for the water vapor permeability. The addition of tapioca in producing biodegradable film from composite material of pineapple cellulose could eliminate floc or the heterogen clump-forming film materials. Keywords: Biodegradable film, tapioca, tensile strength.

  5. Penggunaan Bahan Pengisi terhadap Mutu Nugget Vegetarian Berbahan Dasar Tahu dan Tempe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Rohaya

    2013-02-01

    Full Text Available The purpose of this study was to compare different sources of flours and protein sources based on soya bean products in producing vegetarian nugget. Factorial experimental design with three replications was employed where wheat, sweet potato, sago and banana flour as one factor, and tempeh and tofu as another factor. Moisture and raw protein content of vegetarian nuggets produced in this study was in accordance with the Indonesia Standard (SNI. Moisture was less than 60 percent and raw protein was above 12 percent. The highest organoleptic test was obtained from the nugget made of the combination of sago as filler and tofu as protein source. The nugget contained 60.00, 14.89, 28.89 and 2.00 percent of moisture, raw protein, raw fat and ash content, respectively. The organoleptic scores were 2.70, 3.58, 3.50, 3.53 and 3.62 for color, aroma, taste, texture and springiness, respectively. Keywords: nugget, vegetarian nugget, filler

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOSMOGRAFI BERBASIS AL QURAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Furqan Ishak Aksa

    2018-01-01

    Full Text Available This research is based on the dryness of spiritual values in cosmography learning in college. This is because of the cosmographic material currently available contains only the cognitive domain. This condition makes cosmographic learning in college unable to make students as a person who glorifies God and pious in accordance with the mandate of Law Number 12 the year 2012. The research and development procedure is done by modifying the Dick and Carey model which is done through 7 stages. The results showed that the acceptance of teaching materials products reached 80, 42%. An important finding of this research is the integration of Quranic verses into teaching material can add the belief of the respondent to God Almighty for the creation of the universe. This makes the student become a person who glorifies God. Although spiritual intelligence is difficult to measure with various instruments,  at least the opinions of most respondents, it can be used as a benchmark that learning Al Quran-based cosmography can increase students' confidence in God Almighty.

  7. RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT BAHAN ADONAN ROTI TIPE HORIZONTAL BERKAPASITAS 10 KG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukanto Sukanto

    2016-07-01

    Full Text Available Modern technology recently was impact technology manufacturing of breads. Many mixer machine available on market, but to get special capacity mixer  as 10 kg is difficult. The goals of the research to design and manufactur mixer machine with 10 kg capacity. Experimental metode was applied of this study. The opinions data will be collected by some producer and grocer breads  responden. Furthermore the conclusion of this machine people need will be design and manufactur. Running test must be done to know performance machine produced. Finally this research was produced mixer machine with 10 kg capacity with  mixer unit by  screw sumbu horizontal system and 1 phase electric was applied. Dimension machine is ±85 x 65 x100 cm. Running test was done with good result, breads batter material ductile and kalis suitable to breads.  Beside that’s  the capacity of mixer was increase until 3 time form 1 – 3 kg

  8. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2013-04-01

    Full Text Available Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem vegetable waste could be formed as wafer. This research was conducted to study effectiveness of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration This experiment was run in completely randomized design which consist of 4 feed treatment and 3 replications.  Ration used was consisted of  P0 = wafer complete ration 0% coffee waste (control, P1 = wafer complete ration 2,5% coffee waste, P2 = wafer complete ration 5% coffee waste, and P3 = Wafer complete ration 7,5% coffee waste. The Variables observed were: physical characteristic (aroma, color, and wafer density and palatability of wafer complete ration. Data collected was analyzed with ANOVA and Duncan Range Test would be used if the result was significantly different. The result showed that the density of wafer complete ration coffee waste was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. Mean density wafer complete ration equal to: P0= 0,52±0,03, P1 =0,67±0,04, P2 =0,72±0,03, and P3 = 0,76±0.05 g/cm3. Wafer complete ration coffee waste palatability was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. It is concluded that of wafer complete ration composition 5 and 7,5% coffee waste was significantly wafer palatability and gave a highest wafer density. The ration P0 was the most palatable compare to other treatments for the experimental peking duck.

  9. Resin poliurethan sebagai bahan pelapisan aksesoris logam untuk mengurangi cacat produk barang kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mulati

    2001-12-01

    Full Text Available Abstract The aim of the research is to aquire an appropriate plating technique on leather product accessories made from metal without lessening the wonderful appearance of the accessories, to maintain the shade and to keep the rust away from the accessories that avoid or diminish defects on the leather. The plating was carried out by spraying using spraying-gun one, two, and three times, and repeated three times for each treatment to chrome plating metal, gold plating metal and roasted metal. The samples were then pinned on a piece of chrome tanned leather and vegetable tanned leather, whereas the tests carried out was wet and dry rub fastness. Data analysed using completely randomized design with factorial pattern according to Gasperz (1991 showed that there was not significant effect on plating neither metal plated using chrome, gold, nor roasted metal pinned on chrome and vegetable tanned leather having been stored yet. However there was significant difference on accessories having been do treated as the stated above and set on a piece of vegetable tanned leather stored for three months. Conclusion could be drawn from the research that the use of polyurethane using spray system for plating metal accessories was able to maintain its beautiful appearance, keep the rust away, that was not create defects neither on chrome of vegetable tanned leather.

  10. Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berbasis Contextual Teaching Learning untuk Mengefektifkan Pembelajaran bagi Siswa SMA

    OpenAIRE

    Fatma Sukmawati

    2015-01-01

    The objectives of this study are: (1) to know the need of teaching materials for the senior high school teachers and the students, (2) to know the procedures of Biology teaching materials development of contextual teaching learning-based teaching, (3) to develop Biology teaching materials of contextual teaching learning-based teaching. The research method of this study is research and development. This study found: firstly, the need of teaching materials for the senior high school teachers an...

  11. Pengaruh Pakan dan Bahan Peluruh Serisin terhadap Filamen Terurai Kokon Ulat Sutera Emas Cricula trifenestrata Helf

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Terry M Frans

    2015-10-01

    The research aim was to obtain the effect of fodder and sericin degumming agents on asunder filament of golden silkworm cocoon of Cricula trifenestrata Helf. This study expected to find an asunder filament technology in the yarn spinning phase, as the material of silk textile. The complete random design was used to find the interaction between two treatment factors of fodder types and sericin degumming agents. The length of asunder filament per cocoon (cm, the amount of pieces of asunder filament per cocoon (sheet, and the length of filament per piece (cm/sheet were evaluated. The combination between avocado leaf and soap sericin degumming agent with wood ashes treatment showed the best results on the average of the length of sericin emitec filament asunder per cocoon, the average amount of filament pieces per cocoon, and the average filament length per piece. Therefore, the treatment combination is recommended on the cocoon asunder process.

  12. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    OpenAIRE

    Muhammad Daud; Zahrul Fuadi; Sultana Sultana

    2013-01-01

    Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky) and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem veg...

  13. Pemanfaatan Limbah Cair Produksi Alkali Treated Sargassum sebagai Bahan Baku Pupuk Cair

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamal Basmal

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian pemanfaatan limbah cair hasil produksi Alkali Treated Sargassum telah dilakukan dengan variasi lama waktu pemasakan Sargassum di dalam larutan KOH 0,1% pada suhu konstan 80 °C. Variasi waktu pemasakan yang diberikan 0, 120, 240 dan 360 menit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi kandungan unsur hara makro (N, P, K, Corganik, rasio C/N, dan sifat fisik (electrical conductivity, total dissolved solute, nilai kekentalan dan pH limbah cair produksi Alkali Treated Sargassum yang diakibatkan perlakuan suhu pemasakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair dari produksi Alkali Treated Sargassum mengandung unsur hara makro N antara 124-200,5 ppm, P 22-59 ppm; K 0,078-0,094%, Corganik, 2.000-3.550 ppm; rasio C/N antara 15-23, nilai Electrical conductivity (EC 4,23- 5,90 mS/cm, Total Dissolved Solute (TDS 0,21- 0,46%, nilai kekentalan 3,57-4,46 cPs dan pH 8,67-7,12. Perlakuan terbaik berdasarkan nilai tertinggi ditemukan pada perlakuan Sargassum yang dipanaskan pada suhu 80 °C selama 360 menit dalam larutan KOH 0,1% dengan nilai EC  5,9 mS/cm; TDS 0,46%; pH 7,12; nilai kekentalan 4,64 cPs; kadar N 200,6 ppm; K 0,094 ppm; Corganik 3.550 ppm dan C/N 23.

  14. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Isti Faizah

    2018-01-01

    Full Text Available The behavior of elementary school students who demonstrate character still concerned about the environment more focused kurang.Guru impart knowledge to students and less focused instill character lingkungan.Kurangnya concerned about the availability of teaching materials that can be environmentally conscious character planting guidelines siswa.Guru require materials that can foster character of environmental care. This study was conducted using ADDIE method development procedures with steps include Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The research was conducted in SD N Sendangmulyo 03 Semarang. The research subjects in this study were 34 fourth grade students. The data collected in this study is data and data media expert subject matter experts and product testing results data. Based on the results of this study indicate that through the validation of media experts and subject matter experts obtained by percentage for the results obtained media expert validation percentage of 90% with the assessment criteria in the category of "Very Good". The results of expert validation on the first validation material obtained by percentage of 58% with the assessment criteria in the category of "Enough". The results of expert validation material at the second validation percentage of 71% was obtained with the assessment criteria in the category of "Good". The results of expert validation material at the third validation percentage of 75% was obtained with the assessment criteria in the category of "Good". Media expert validation by Master percentage of 85% was obtained with the assessment criteria in the category of "Very Good". Results matter expert validation by Master percentage of 95% was obtained with the assessment criteria in the category of "Very Good" then the product is tested on all students in fourth grade N 03 Semarang Sendangmulyo obtained an average percentage of 98.5% keidelan with the criteria of "Very Good". The average results of students' prior to using EE teaching materials amounting to 64.12 while the average student learning outcomes after the use of teaching materials PLH of 90.51. Then, from the observation of environmental care character on the student obtained the result "Very Good" with an average score of 19. It shows a decent EE instructional materials used as teaching material because it can improve the character of environmental awareness in students. It can be concluded that PLHdapat instructional materials used for teaching in primary schools, especially the fourth grade. His suggestion that EE teaching materials for fourth grade students that have been developed to be implemented in a learning activity to determine the extent of the advantages and disadvantages of these learning products. Keywords: Teaching Materials, PLH, Character, Environmental Care.

  15. PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Suryani

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media pembibitan yang mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih lebih baik, dan mengetahui pengaruh macam media bibit terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Ngemplak, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah faktor tunggal macam media pembibitan, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL, terdiri atas 4 perlakuan, yaitu : media bibit dengan serbuk kayu sengon, biji sorghum, biji jagung, dan biji padi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bibit biji sorghum dan biji jagung mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih yang lebih baik dibandingkan dari media biji padi dan serbuk gergaji sengon. Bibit pada media substrat biji sorghum, jagung, padi dan serbuk gergaji sengon memberikan pertumbuhan jamur tiram putih yang sama. Hasil jamur tiram putih lebih baik pada bibit dengan media substrat biji sorghum, jagung, padi berturut – turut.

  16. DESAIN BAHAN AJAR ANALISIS REAL DENGAN TAKSONOMI SOLO DILENGKAPI SOAL-SOAL BENTUK SUPERITEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siska Firmasari

    2018-01-01

    Full Text Available Real Analysis is a compulsory subject for the 3rd grade students of Mathematics Education that most of students  are considered it as a difficult course, due to the abstract of material especially on the matter of the Real Numbers. The purpose of this research is to design learning materials with SOLO taxonomy completed with such a multilevel exercise form super item to obtain a valid learning materials and practical to address the difficulties of students in learning the material of Number Real. This research uses research methods of modified Plomp. The referred design in this research is the design of learning materials. The results show that 1 The material design includes in valid criteria, based on the average value of validation materials of 4.52; 2 The practicality of material design is gained from the results of students ' positive response that is  91.96% and a good ability of the lecturer in teaching using materials that have been compiled.

  17. PERIKANAN TONGKOL DAN DAYA DUKUNGNYA TERHADAP PENYEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN DI PALABUHANRATU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wijopriono Wijopriono

    2015-03-01

    penghematan biaya operasi. Palabuhanratu, as one of the main fish landing ports of bonito in the south coast of west Java Province, was promoted to be the center area for industrialization development. Research on bonito fishery was conducted with aim to determine the bonito fishery status and their capacity in supplying the fish necessary for raw material of local processing industries. The results show that bonito fishing was done by variety of fleets which mostly constitute of small scale category (< 10 GT with multi-species fishing target. There were three main species of bonito landed in Palabuhanratu, i.e., Auxis rochei, Euthynnus affinis and Auxis thazard. The annual production was in average of 520.18 tons/year, 65.37% of this value is contributed by Danish seine fleet. Production of bonito fishing in Palabuhanratu is only able to cover 50-60% of the raw material necessary for the local industries. One of the alternatives for increasing bonito production should be to develop troll line with appropriate vessel sizes and engine powers, employing cluster fishing system by using mother boats for saving operational costs.

  18. Penurunan bahan pencemar dalam air limbah samak krom dengan eceng gondok (Eichornia crassipes Solms

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Sunaryo

    1992-12-01

    Full Text Available This research is meant to know the capability of Eichornia crassipes in reducing pollutant in chrome tanning waste water. E. crassipes having the same condition was collected from a pool in Gambiran, Yogyakarta. Then those plants were put down into the media contaning chrome tanning waste water with 0, 5, 10, 15 and 20 ml per litre ground water. The chrome tanning waste water was taken from Leather Tanning Process Labolatory, IRDLAI, Yogyakarta. Based on laboratory research it was found that E. crassipes was able to reduce pollutant in chrome tanning waste water ranging from 2.5 up to 87%. Those values were as follows : COD : 2.5 – 41%; C1 : 14 – 63.5%; S:44-87% total Cr : 55.5 – 77% and total Cr : 55.5 – 77%. E. crassipes which had decrease efficiency of C1, S and Cr effectively were the treatments using chrome tanning waste water with 5, 10 and 15 ml per litre ground water.

  19. Kajian Pengeringan dan Pendugaan Umur Simpan Seledri pada Berbagai Bahan Kemasan Fleksibel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Yulni

    2017-08-01

    Full Text Available Abstract Celery is a perishable horticultural product due to its high water content. This condition leads to a short durability of the celery, thus efforts to prolong its shelf life are required. This study aimed at studying the effects of immersion in sodium metabisulphite and drying temperature on the quality of dried celery leaves, and determining its shelf life using acceleration method based on critical moisture content approach. The results showed that soaking treatment using solution of sodium metabisulphite prior to drying process was able to maintain the dried celery leaves qualities, which resulted in higher chlorophyll content, lower apparent density, higher rehydration ratio, and higher VRS (volatile reducing substance in comparison without soaking treatment. Moreover chlorophyll content, apparent density, volatile reducing substance (VRS, and rehydration behaviours were affected by the drying temperature. Shelf life of dried celery leaves based on critical moisture content approach represented in linear low density polyethylene (LLDPE plastic, polypropylene (PP, and aluminium foil oriented polypropylene (OPP were 30, 51, and 790 days, respectively.

  20. Uji Organoleptik Hasil Jadi Kue Menggunakan Bahan Non Instant dan Instant

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianka Wahyuningtias

    2010-05-01

    Full Text Available The process of making a cake in the modern era, demanding speed because of the time more valuable and more widely distribution coverage, which means greater production capacity. Then the process is made as efficient as possible. Busyness is high enough to make parents and family also eventually follow the diet and no hassle instant preparation. Now was enough just to buy one box of instant cake mix that is usually already included in the package, plus live eggs, and butter cake be desired. The process is also very clear instructions printed on the packaging of instant flour. From the results of analysis of Material Differences between Normal and Instant Ingredients (Paired Samples Correlations then we can see the differences, views of significant value. If sig is smaller than 0:05, the materials A and B materials are different, but if the sig is greater than 0:05, the materials A and B, have same material. From the above table can be viewed texture and flavor of the cake A and B are different, while for the smell, taste, and colors have in common. So it can be concluded that between the two cakes A and B are same. 

  1. Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarwanto -

    2014-01-01

    Full Text Available Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK. Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D. Tahap-tahap penelitian meliputi (1 studi pendahuluan; (2 pengembangan PCK; (3 validasi PCK; dan (4 pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK. The research method used was a research & development (R & D, with the stages of (1 preliminary study, (2 development of PCK, (3 validation PCK, and (4 product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.

  2. KUAT TEKAN BATA RINGAN DENGAN BAHAN CAMPURAN ABU TERBANG PLTU ASAM-ASAM KALIMANTAN SELATAN<