WorldWideScience

Sample records for bahan bakar oksida

  1. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  2. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  3. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  4. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  5. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  6. Penggunaan Minyak Nabati Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Motor Diesel Sistim Injeksi Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricky Winaya

    2002-01-01

    Full Text Available Vegetable oil as an example product of agricultural engineering, has potential to be developed to renewable energy called bio-diesel. This paper describes comparison study performance from a direct injection system diesel-engine fueled with composition 20%, 30% and 40% bio-diesel, with diesel engine fueled diesel oil (solar. The test results have shown that the engine fueled with 20%, 30%, and 40% bio-diesel produce slightly lower torque and power than the same engine fueled with solar. The other research before, the emission test results have shown a lower particulate matter, hydrocarbon and carbon monoxide from exhaust. Abstract in Bahasa Indonesia : Minyak nabati sebagai suatu contoh produk dalam bidang rekayasa pertanian, berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu bentuk energi bahan bakar yang terperbaharui yang disebut dengan bio-disel. Tulisan ini membahas tentang studi perbandingan performansi motor disel sistim injeksi langsung berbahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% bio-disel, dengan yang berbahan bakar minyak diesel (solar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor disel yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% biodisel menghasilkan torsi dan daya yang lebih rendah daripada motor yang sama berbahan bakar solar. Hasil penelitian sebelumnya, hasil uji emisi menujukkan adanya partikel, hidrokarbon dan karbon monoksida yang lebih rendah pada saluran buang. Kata kunci: Minyak nabati, Biodisel, Torsi, daya.

  7. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  8. DESAIN TERAS DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkowo Wahyu Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Analisis desain down scale teras dan bahan bakar PBMR-HTR dengan menggunakan program SRAC bertujuan mengetahui pengaruh variasi pengayaan U235, burnable poison, laju aliran pendingin dan suhu pendingin masuk terhadap kekritisan teras serta aspek-aspek keselamatan reaktor nuklir dengan parameter nilai keff dan koefisien reaktivitas suhu bahan bakar, moderator dan pendingin. Teras PBMR-HTR berbentuk silinder finite dengan lubang ditengahnya yang berisi 334.000 bahan bakar pebble bed. Bahan bakar berupa UO2, moderator grafit dan pendingin helium. Model desain down scale dilakukan pada ½ teras yang mewakili keseluruhan teras. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengayaan bahan bakar sebesar 8%, 8,5%, 9%, 9,5% dan 10% sementara variasi konsentrasi burnable poison sebesar 5 ppm, 7 ppm, 9 ppm, 11 ppm, dan 15 ppm. Variasi laju aliran pendingin sebesar 60%, 80%, 100%, 120%, dan 140% sementara variasi suhu masukan pendingin sebesar 673,15K; 723,15K; 773,15K; 823,15K dan 873,15K. Pada penelitian ini keff pada BOL tanpa Gd2O3 sebesar 1.026213 dan EOL sebesar 0.995865 dengan excess reactivity sebesar 2,5 % dengan pengkayaan U235 9%. Sementara keff pada BOL dengan menggunakan Gd2O3 sebesar 1.0069680 dan EOL sebesar 0.9961928 dengan excess reactivity sebesar 0.69 % dengan konsentrasi Gd2O3 7 ppm. Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar,moderator dan pendingin berturut-turut sebesar -9,074583E-05/K, -2,971833E-05/K dan 1,120700E-05/K. Koefisien reaktivitas bernilai negatif menunjukkan karakteristik keselamatan melekat (inherent safety telah terpenuhi. Peningkatan suhu masukan dan penurunan laju aliran pendingin berkontribusi menurunkan nilai keff teras sehingga koefisien reaktivitas bernilai negatif. Kata kunci : PBMR-HTR, kritikalitas, reaktivitas, down scale, burnable poison Core and fuel down scale analysis on PBMR-HTR using SRAC program aims to identify the influence of U235 enrichment, burnable poison, coolant flow rate and coolant temperature

  9. ANALISIS TERMAL-ALIRAN KISI BAHAN BAKAR BOLA TERAS RGTT200K DENGAN FLUENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan Perpres No.5/2010, PTRKN-BATAN mengembangkan dua varian desain konseptual reaktor daya maju kogenerasi, yaitu RGTT200K dan RGTT200KT. Energi termal pada kedua sistem reaktor ini dipasok oleh teras reaktor berbahan bakar bola dengan daya termal 200 MWt. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950OC sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis termal-aliran untuk mengetahui distribusi temperatur dan aliran pendingin gas helium dalam kisi bahan bakar bola. Salah satu cara terbaik untuk melakukan analisis termal-aliran adalah dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida (computational fluid dynamics yang teruji. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak FLUENT 6.3. Analisis termal aliran pada kisi bola bahan bakar dilakukan dengan memodelkan dinamika fluida pendingin dengan perpindahan panas kombinasi tiga moda, konduksi, konveksi dan radiasi, serta mempertimbangkan adanya turbulensi aliran gas. Model Discret Ordinate dan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS masing-masing digunakan dalam perhitungan perpindahan panas radiasi dan turbulensi. Dari distribusi temperatur bola bahan bakar hasil pemodelan CFD dengan aliran turbulen pada pendinginnya diketahui bahwa temperatur maksimum bahan bakar bola mencapai 1036,1OC. Temperatur setinggi ini masih jauh dari temperatur yang dapat menyebabkan kegagalan pengungkungan produksi fisi, yaitu 1600OC. Kata kunci: pemodelan pendinginan, model kisi kubus sederhana, reaktor kogenerasi, RGTT, komputasi dinamika fluida   In accordance to the Presidential Regulation No.5/2010, PTRKN-BATAN develops two variants

  10. Pengolahan Lumpur Tinja Pada Sludge Drying Bed IPLT Keputih Menjadi bahan Bakar Alternatif Dengan Metode Biodrying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Rizkiyah Lestari

    2013-09-01

    Full Text Available Lumpur tinja memiliki kandungan kadar organik yang tinggi, sehingga lumpr tinja berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, lumpur tinja diolah dengan proses biodrying. Pada pengolahan lumpur tinja akan dianalisis pengaruh variasi air flow rate dan waktu tinggal terhadap perubahan suhu, penurunan kadar air, serta potensi lumpur tinja sebagai bahan bakar alternatif. Variasi pemberian air flow rate sebesar 25 liter/menit dan 15 liter/menit. Pada tiap variasi pemberian air flow rate akan dikenakan variasi waktu detensi selama 7, 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukan air flow rate 25 liter/menit, kadar air dan nilai karbon akhirnya mencapai 80,9% dan 40,40% selama 7 hari; 13,65% dan 39,76% selama 14 hari; 10,53% dan 38,90% selama 21 hari. Pada reaktor dengan pemberian air flow rate 15 liter/menit kadar air dan nilai karbon akhirnya  mencapai 86,19% dan 39,41% selama 7 hari; 81,29% dan 38,41% selama 14 hari; 67,90% dan 35,77% selama 21 hari. Berdasarkan nilai kalor aktual, waktu detensi optimum diperoleh selama 18 hari dengan air flow rate 25 liter/menit tiap 0,23 kg berat kering atau setara dengan 6,52 m3 jam-1 kg-1. Pada kondisi tersebut nilai kalor aktual sebesar 3767,28 cal/gram.

  11. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  12. Kinerja Mesin Diesel Memakai Bahan Bakar Biodiesel Biji Karet dan Analisa Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2010-01-01

    reactor (BCR tekanan atmosfir telah dilaporkan. Spesifikasi B-100 tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar dalam penelitian ini yaitu: densitas 882 g/ml; viskositas kinematik 5,19 cSt; calculated cetane index (CCI 47,5; titik tuang –6oC; flash point 200 oC; residu karbon mikro dalam sampel asli 0,126% massa dan dalam 10% ampas distilasi 2,87% massa; sedimen 0,01% volume; temperatur distilasi 347oC; kandungan sulfur 0,72 ppm; angka asam 0,01 mgKOH/g; serta nilai kalor rendah 9184,43 kkal/kg. Biodiesel dicampur dengan solar (B-0 pada tingkat perbandingan tertentu sehingga diperoleh B-5, B-10, B-15, dan B-20 (B-5 adalah campuran antara biodiesel 5% serta solar 95%, dst dipergunakan sebagai bahan bakar pada mesin diesel stasioner. Kinerja mesin diesel dan emisi gas buang dibandingkan dengan mesin yang memakai solar (B-0. Mesin dioperasikan pada putaran konstan 1350, 1750, 2150, 2550, dan 2950 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar B-10 menghasilkan kinerja mesin terbaik pada putaran 2550 rpm. Pada putaran ini diperoleh daya maksimum sebesar 36,95 PS, konsumsi bahan bakar spesifik terendah sebesar 0,256 kg/(PS.jam, efisiensi termal 58,44%, kandungan CO terkecil sebesar 0,4%, dan opasitas gas buang 58,6% HSU memenuhi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2006, dan tidak perlu memodifikasi mesin. Jika dibandingkan dengan solar murni (B-0, B-10 lebih baik dari pada B-0 karena pada kondisi optimum menghasilkan kenaikan daya sebesar 1,8%, konsumsi bahan bakar spesifik sama 0,256 kg/(PS.jam, efesiensi termal naik 2,4%, kadar CO gas buang turun 80%, serta CO2 turun 55%. Kata kunci: Biodiesel, RSO, non-katalis, mesin diesel.

  13. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  14. OPTIMASI GEOMETRI TERAS REAKTOR DAN KOMPOSISI BAHAN BAKAR BERBENTUK BOLA PADA DESAIN HIGH TEMPERATURE FAST REACTOR (HTFR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Mega

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan desain High Temperature Fast Reactor (HTFR tipe pebble dengan bahan bakar uranium plutonium nitrida berpendingin Pb-Bi. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, koefisien reaktivitas void pendingin dan kemampuan breeding reaktor. Perhitungan dilakukan dengan paket program SRAC2K3. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain teras berumur lama dan memiliki fitur keselamatan melekat. Dari penelitian ini diperoleh desain reaktor dengan diameter 520 cm dan tinggi 480 cm. Bahan bakar berbentuk pebble dengan 63 % UN-37 % PuN pada zona core dan 95,5 % UN-4,5 % PuN pada zona blanket. Reaktor tidak kritis setelah kurang lebih 800 hari dan keff pada BoL 1,078223 dan keff setelah 800 hari adalah 0,986379. Dari penelitian ini diperoleh koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar sebesar -2,190014E-05 pada saat BoL dan -1,390773E-05 setelah 800 hari serta koefisien reaktivitas void pendingin sebesar -2,160402E-04/% void pada saat BoL dan setelah 800 hari sebesar -2,942364E-03/% void. Reaktor merupakan jenis fast breeder ditandai dengan naiknya densitas plutonium 239. Kata kunci : desain, teras, HTFR, keselamatan, umur, koefisien reaktivitas.   Design of pebble bed type High Temperature Fast Reactor (HTFR with uranium plutonium nitride fuel and Pb-Bi cooled has been done. The parameters being analyzed were core criticality, fuel temperature coefficient, void coefficient and reactor breeding ability. Calculation was done by using SRAC2K3 computer code. This research is expected to obtaine the design with long life core and inherent safety features. This research obtained core design with a diameter of 520 cm and 480 cm core high. Shaped pebble fuel bed with the 63 % UN-37 % PUN on core zone and 95.5 % UN-4.5 % Pu on blanket zone and keff value is 1.078223 with approximately 800 day of core life. The fuel temperature coefficient is -2.190014E-05 at BOL and is 1.390773E-05 at EOL and

  15. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  16. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    OpenAIRE

    K.A. Sudjatmi

    2015-01-01

    Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang te...

  17. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette)

    OpenAIRE

    Saptoadi, Harwin; Syamsiro, Moch.; Tambunan, Bisrul Hapis

    2014-01-01

    ABSTRAK Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan ...

  18. Analisis Sifat Mekanik Tulangan Beton Pasca Bakar (Sebagai Bahan Pengayaan Mata Kuliah Bahan Bangunan dan Struktur Beton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Santoso

    2009-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya tegangan leleh tulangan beton bertulang  yang dibakar pada suhu 6000 Celcius dan 9000 Celcius  dengan tebal lindungan beton  2 cm dan 4 cm. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pengayaan pada mata kuliah  Bahan Bangunan dan Struktur Beton. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dan pelaksanaannya dilakukan di Laboratorium Bahan Bangunan Fakultas Teknik UNY, Laboratorium Struktur dan Laboratorium Teknik Mesin Universitas Gajah Mada. Jumlah sampel  sebanyak 15 buah. Bentuk konstruksi beton berupa balok, dengan ukuran 15 x 20 cm dengan  panjang 45 cm. Tulangan yang digunakan adalah tulangan baja polos berdiameter 10 mm dan begel diameter 6 mm sebagai bahan untuk merangkai tulangan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan mencari harga reratanya. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain besarnya tegangan leleh tulangan sebelum dilakukan pembakaran= 385,12 MPa, setelah dibakar pada suhu 6000 Celcius dengan tebal lindungan beton 2 cm  sebesar 385,25 MPa, sedangkan untuk tebal lindungan beton 4 cm sebesar 382,50 MPa. Besarnya tegangan leleh tulangan  beton setelah dilakukan pembakaran pada suhu 9000 Celcius dengan tebal lindungan beton 2 cm sebesar 374,97 MPa, sedangkan untuk tebal lindungan beton 4 cm sebesar  377,48 MPa.  Secara umum beton yang dibakar sampai dengan suhu sampai 9000 Celcius, tegangan lelehnya  masih memenuhi persyaratan, yaitu masih dalam satu kelas (SII 0136-80dan penurunan tegangan  lelehnya sebesar 2,63%.

  19. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  20. SINTESA DAN KARAKTERISASI PADUAN ZrNbMoGe UNTUK MATERIAL KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-04-01

    Full Text Available Sintesa paduan ZrNbMoGe untuk material kelongsong dilakukan dengan proses peleburan dan pengerolan panas untuk menghasilkan pelat tipis dengan ketebalan 1,4 mm. Proses peleburan dilakukan dengan melebur unsur pemadu ZrNbMoGe dalam dapur busur listrik dengan komposisi (prosen berat 97,5% Zr, 1% Nb, 1% Mo dan 0,5% Ge. Proses pengerolan panas dilakukan pada temperatur 800 oC dan 850 oC dengan rasio reduksi 5 % untuk tiap langkah. Hasil karakterisasi menunjukkan kekerasan ingot dan pelat paduan ZrNbMoGe masing-masing sebesar 199 VHR dan 188 VHR, lebih tinggi dibandingkan kekerasan bahan kelongsong Zirkaloi-4. Peningkatan kekerasan diperkirakan terjadi akibat terbentuknya presipitat keras Zr3Ge dalam ingot selama proses peleburan, yang telah diamati dari hasil uji presipitat dengan SEM-EDX dan uji XRD. Hasil uji korosi dalam lingkungan air aqua bidistillate menunjukkan laju korosi yang cukup rendah sebesar 0,0457 MPY, sedangkan hasil uji oksidasi suhu tinggi pada temperatur 800 oC selama 36 jam memberikan pertambahan berat sebesar 0,0959 mg/cm2, mendekati harga pertambahan berat untuk bahan Zirkaloi-4 sebesar 0,1105 mg/cm2. Kata kunci : sintesa, zirkonium, kelongsong, rol.   Synthesis of ZrNbMoGe alloy used for nuclear fuel cladding material was performed by melting and hot rolling processes to produce thin plates of 1.4 mm thickness. The melting process was done by melting the elements of ZrNbMoGe alloy using an arc melting furnace with compositions (weight percentage of 97.5% Zr, 1% Nb, 1% Mo and 0.5% Ge. The hot rolling process was done at temperatures of 800 oC and 850 oC with reduction ratios of 5% for each step. Result of the characterizations showed that the hardness of ingot and plate of ZrNbMoGe alloy were 199 VHR and 188 VHR respectively. These are higher than the hardness of the cladding material of Zircaloi-4. Increasing of hardness was believed due to the formation of hard precipitates of Zr3Ge in the ingot during the melting process

  1. PERFORMA NEUTRONIK BAHAN BAKAR LiF-BeF2-ThF4-UF4 PADA SMALL MOBILE-MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. N. Rokhman

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap performa neutronik bahan bakar garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Small Mobile-Molten Salt Reactor (SM-MSR. Penyesuaian konfigurasi teras dan temperatur operasi harus dilakukan untuk penggunaan bahan bakar baru tersebut agar mencapai keff > 1 dan CR (conversion ratio > 1 pada fraksi 0,5% 233U, 20% 232Th, 28% Li, 51,5% Be. Setelah didapat nilai keff ≈ 1 dan CR ≈ 1, dilakukan analisis pengaruh perubahan Th terhadap Be dan Be terhadap Li yang terlihat dalam perubahan parameter keff dan CR. Setelah itu fraksi 233U divariasi antara 0,5–0,46% untuk memperoleh keff > 1 dan CR > 1. Dalam perhitungan koefisien reaktifitas temperatur (αT, temperatur teras dinaikkan sebesar +25K dan +50K., dan untuk koefisien reaktifitas void (αV, densitas bahan bakar dikurangi hingga 90%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengurangan Th terhadap Be menyebabkan penurunan nilai CR dan naiknya keff akibat berkurangnya material fertil. Sebaliknya penambahan Be terhadap Li mengakibatkan terjadi kenaikan nilai keff dan menurunkan CR, akibat laju serapan Li lebih besar dari Be. Pada 5 (lima fraksi 233U dalam rentang 0,5–0,49%, hasil perhitungan keff dan CR masing-masing bervariasi dalam rentang 1,00001 - 1,00327 dan 1,00016 - 1,00731. Untuk faktor puncak daya (PPF, hasil perhitungan memberikan nilai dalam rentang 2,4311 -2,4714. Sedangkan untuk parameter keselamatan, koefisien reaktivitas temperatur (αT dan reaktivitas void (αV masingmasing bernilai negatif dalam rentang 4,972×10-5 - 5,909×10-5 dan 2,596×10-2- 2,8287×10-2 ∆k/k/K. Dapat disimpulkan bahwa teras SM-MSR memberikan nilai negatif di kedua koefisien reaktivitas tersebut untuk setiap fraksi,, sehingga memenuhi kriteria keselamatan dan keselamatan melekat. Kata kunci: SM-MSR (small mobile-molten salt reactor, bahan bakar LiF-BeF2-ThF4-UF4, keselamatan melekat, koefisien reaktivitas temperatur, koefisien reaktivitas void   The analysis of neutronic performance has

  2. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  3. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-04-01

    Full Text Available Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang terbentuk dari elemen bakar dan tekanan yang berasal dari pemisahan hidrogen dari paduan zirkonium hidrida. Gas hasil fisi yang terbentuk oleh bahan bakar sebanding dengan besarnya fraksi bakar oleh setiap elemen bakar dalam teras reaktor. Semakin besar fraksi bakar elemen bakar, semakin besar gas gas hasil fisi yang dihasilkannya, akibatnya semakin besar tekanan di dalam kelongsong yang disebabkan oleh gas gas hasil fisi tersebut. Perhitungan jumlah gas-gas hasil fisi dalam kelongsong yang merupakan fungsi dari nilai bakar dilakukan dengan menggunakan program ORIGEN-2. Program ORIGEN-2 adalah kode komputer yang banyak digunakan untuk menghitung hasil fisi, peluruhan dan pengolahan bahan radioaktif. Tampang lintang, presentase timbulnya hasil fisi, data peluruhan, dan data lainnya yang diperlukan disediakan dalam pustaka data selama eksekusi program. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas yang diakibatkan oleh gas hasil fisi adalah 4,13 10-3 psi dan tekanan gas yang diakibatkan udara yang terjebak di dalam kelongsong adalah 56,6 psi, yang mengakibatkan tegangan pada kelongsong sebesar 2080 psi dan nilai ini jauh lebih kecil dari setengah tegangan luluh bahan kelongsong sebesar 12.000 psi pada temperatur 750 oC atau sekitar 40.000 psi pada temperatur 138 oC. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi nilai bakar, maka elemen bakar layak digunakan sampai mencapai nilai bakar maksimum. Kata kunci : TRIGA, nilai bakar, elemen bakar

  4. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  5. Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin Dengan Turbojet Accelerator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekadewi Anggraini Handoyo

    2002-01-01

    Full Text Available One of several devices attached in an ignition engine to improve its performance is turbojet accelerator. The manufacturer claims that it will improve the engine's performance. To verify this advertisement, a research is done in Motor Bakar Laboratory in Petra Christian University. From the research done, it is found out that the device, turbojet accelerator, makes the pressure of the air incoming to the carburetor decreases while its velocity increases. Meanwhile, the performances of the engine including Brake Horse Power (BHP, torque, Brake Mean Effective Pressure (BMEP and thermal efficiency are increasing. The engine equipped with turbojet accelerator will save its fuel consumption. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu alat yang ditambahkan pada motor bakar untuk menaikkan unjuk kerjanya adalah turbojet accelerator. Produsen alat ini mengatakan bahwa unjuk kerja motor bakar akan meningkat dengan pemasangan alat ini. Untuk membuktikan promosi ini dilakukan penelitian di laboratorium Motor Bakar, Universitas Kristen Petra. Hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan adalah bahwa turbojet accelerator menyebabkan aliran udara masuk karburator dengan lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Sedang unjuk kerja yang meliputi daya BHP, Torsi, BMEP dan efisiensi termis motor bakar meningkat. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat jika motor bakar dilengkapi turbojet accelerator. Kata kunci: Turbojet accelerator, Motor bakar bensin, BHP, SFC, Torsi, Efisiensi termis.

  6. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  7. FUEL CELL SEBAGAI PENGGANTI MOTOR BAKAR PADA KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrata Suhada

    2001-01-01

    Full Text Available Cars powered by engine is one of transport vehicle used in developed countries, which caused ecological problem to the environment, the effect of this problem is faced nowadays especially in big cities. Since medio of 20th century many researches and developments have been done, to cope with that problem, to have less emission in the environment. One of the equipment to replace engines, have been developed since the last decade of 20th century, give a lot of advantages called fuel cell, which can produce energy by electric-chemically process. Due to the differences of fuel cell compare with conventional engine, vehicles using fuel cell has to be redesign, some components have to be changed radically, like the fuel system, drive train and control system. The result of researches and developments which have been done, promise a lot of advantages, which conventional engines can not give, therefore it is probable that fuel cell will replace conventional engine. Abstract in Bahasa Indonesia : Kendaraan bermotor yang merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di negara-negara modern, menimbulkan masalah besar terhadap lingkungan dan akibat polusinya sudah sangat terasa, terutama di kota-kota besar. Untuk menanggulangi masalah ini, maka sejak pertengahan abad 20 telah banyak dilakukan tindakan-tindakan yang bertujuan mengurangi atau melenyapkan pengaruh gas yang ditimbulkan oleh motor bakar. Sejak akhir abad 20 telah mulai dikembangkan alat untuk menggantikan motor bakar yang ternyata mempunyai beberapa keuntungan yang sangat menonjol, yaitu fuel cell yang dapat menghasilkan energi melalui proses elektro kimiawi. Berhubung fuel cell sangat berbeda dari motor bakar, maka kendaraan yang menggunakannya mengalami perubahan komponen yang cukup radikal diantaranya sistem bahan bakar, sistem penerus energi dan sistem kontrol. Dari hasil pengembangan dan penelitian yang telah dilakukan ternyata jenis fuel cell ini sangat menjanjikan

  8. PERHITUNGAN SUHU ELEMEN BAKAR REAKTOR TRIGA 2000 DALAM TABUNG SIPPING TEST MENGGUNAKAN CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dihitung suhu elemen bakar pada perangkat sipping test reaktor TRIGA 2000 Bandung. Perhitungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa suhu elemen bakar masih dibawah atau pada batas suhu elemen bakar yang diizinkan pada saat reaktor beroperasi, sehingga dapat dipastikan bahwa pada pelaksanaan pengujian dengan menggunakan perangkat ini, suhu masih dalam batas keselamatan. Perhitungan dilakukan dengan membuat model tabung sipping test berisi elemen bakar yang dikelilingi oleh 9 buah elemen bakar, sesuai dengan posisi tabung sipping test di teras reaktor, dengan menggunakan GAMBIT. Dimensi model disesuaikan dengan dimensi tabung dan elemen bakar dalam teras reaktor TRIGA 2000 Bandung. Pengoperasian sipping test untuk tiap elemen bakar dilakukan selama 30 menit pada daya 300 kW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD dan sebagai inputan disesuaikan dengan parameter reaktor TRIGA 2000. Simulasi dilakukan pada pengoperasian dari 30, 60, 90, 120 150, 180 sampai 210 menit. Hasil perhitungan menunjukan bahwa suhu pusat bahan bakar dalam tabung sipping test sebesar 236,06 oC, sedangkan suhu dinding elemen bakar adalah sebesar 87,58 oC. Suhu maksimum pusat bahan bakar reaktor TRIGA 2000 pada operasi normal adalah 650 oC, dan tidak diizinkan terjadinya pendidihan di dalam teras reaktor. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian perangkat sipping test masih sangat aman karena suhu bahan bakar berada dibawah batasan suhu bahan bakar yang diizinkan pada kondisi operasi normal demikian juga suhu dinding elemen bakar masih dibawah suhu didih air. Kata kunci: sipping test, TRIGA, elemen bakar, CFD   It has been calculated the fuel element temperature in the sipping test of Bandung TRIGA 2000 reactor. The calculation needs to be done to ascertain that the fuel element temperatures are below or at the limit of the allowable temperature fuel elements during reactor operation, ensuring that the

  9. Produksi Bioetanol dari Bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-iles :Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Kusmiyati

    2014-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar di masa sekarang semakin bertambah besar sehingga berdampak pada menipisnya sumber bahan bakar dan meningkatnya polusi udara di lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber non fosil merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang tepat digunakan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Bahan baku etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah singkong, dan iles-iles.Variabel penelitian yang diamati temperatur fermentasi (30°C; 40°C;­­ 50°C dan komposisi Saccharomyces cerevisiae (2,5 g; 5 g; 10 g; 15 g Proses pembuatan bioetanol terdiri dari hidrolisis enzim yaitun likuifikasi menggunakan a-amylase1,6% v/w (t = 1 jam; T = 95-100°C; pH 6 dan sakarifikasi menggunakan b-amylase 3,2% v/w (t = 4 jam; T = 60°C; pH 5 serta proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae ( t = 120 jam; pH 4,5; yeast 5 g. Kadar etanol tertinggi dihasilkan pada temperatur fermentasi 30°C untuk semua bahan baku dengan kadar etanol masing-masing 83,43 g/L untuk singkong,80,77 g/L untuk jagung,dan 79,94 g/L untuk iles-iles. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  10. RISIKO KESEHATAN SISTEM PERNAFASAN AKIBAT PEMANFAATAN BAHAN BAKAR BRIKET BATUBARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukar Sukar

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract. A Study was conducted during 1997-1998 inPedan, Klaten,  Central Java for collectinginformation on health effects of using coal briquet fuel. The odds ratios (OR for 95% confident intervals(CI were analysed by comparing the risk of the respiratory disease between people who use coal briquet fuel in their houses and similar households not using such fuels for cooking. Result of analysis show: OR95%CI of mother for: whooping cough 5.07(0.61-42.35,chronical sputum 4.05(0.46-35.43, air way resistance 0.17 (  0.02-1.37, while asthma, chest pain, and tuberculosis were not detected. The analysis ofOR among children under five years old for: whooping cough 1.27(0.64-2.52,chronical sputum 0.51(0.13.68,asthma 4.05(0.46-35.43, air way resistance 1.35(0.35-5.83, whereas wheezing, chest pain, andtuberculosiswere not detected. Less significant OR was shown for mother (whooping cough andchronicalsputum,and for children under five years old (whooping cough, asthma, and air way resistance. The studysuggeststhat coal briquet fuel should be used with precautions and care. Used carefully, it can be used for long-term heating.

  11. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  12. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  13. PENURUNAN NILAI COD PADA PESTISIDA SIPERMETRIN DENGAN FOTOKATALIS TITANIUM(IV OKSIDA-PLATINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Rakhmawaty Eddy

    2014-11-01

    Full Text Available Pada penelitian ini telah dilakukan fotodegradasi pestisida jenis sipermetrin dengan adanya fotokatalis titanium (IV oksida-platina. Fotokatalis tersebut dibuat dengan merefluks larutan titanium(IV oksida tetraminplatina(II klorida selama 2 jam kemudian diuapkan pelarutnya dan dipanaskan selama 12 jam. Padatan fotokatalis kemudian dikalsinasi selama 3 jam pada 500 °C. Hasil sintesis titanium(IV oksida-platina 0,5% dan 1% dikarakterisasi dengan XRD, SEM, dan SEM-EDX. Kemampuan dalam mengkatalisis fotodegradasi diuji untuk pestisida sipermetrin yang dilakukan selama 4 jam. Hasil fotodegradasi dinyatakan sebagai COD (Chemical Oxygen Demand yang diukur setiap 1 jam. Penurunan COD terbesar untuk titanium(IV oksida platina 0,5% dan titanium(IV oksida-platina 1% masing-masing yaitu 77% dan 79%. Sementara TiO2 standar sebesar 68,42 %. Fotokatalis titanium(IV oksida-platina lebih baik dibanding titanium(IV oksida untuk degradasi sipermetrin.

  14. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  15. Kontrola strukturnih i mikrostrukturnih karakteristika binarnih i ternarnih oksida titana za primenu u obnovljivim izvorima energije

    OpenAIRE

    Veljković, Ivana

    2012-01-01

    U disertaciji je dat pregled binarnih i ternarnih oksidi titana, počev od fundamen-talnih principa, preko sinteze, karakterizacije i procesiranja, do konkretne primene. Osnovni cilj istraživanja bilo je uspostavljanje zavisnosti između sinteze, svojstava i primene nestehiometrijskih binarnih oksida: titan-monoksida (TiOx) i Manjelijevih faza (TinO2n-1), kao i ternarnih oksida: Li4Ti5O12 spinela i α-Li2-xTiO3-x (OH)x · yH2O koji sadrže litijum. Dobijeni materijali su ispitivani za primenu kao ...

  16. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  17. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  18. PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Ridwan

    2012-03-01

    Full Text Available Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency

  19. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Sastra Negara

    2012-11-01

    Full Text Available The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that can trigger the growth of pollution to the surrounding. It is predicted that about 70% of the air pollutions is caused by the motor vehicle emissions.This research was fully conducted in the laboratorium. Three types of fuel with different octane numbers were used in this research. Premium with octane number 88, Pertamax with octane number 92, and Biopertamax with octane number 91. The engine speeds were also varied from 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, to 4000 rpm. For every type of fuel, the engine was run five times for every engine speed in order to obtain the exhausted gas characteristics from the vehicles to the environment.The result of the research shows that at engine speed of 2500 rpm the CO emission for each type of fuel : Premium with octane number 88 is 0,415%, Pertamax with octane number 92 is 0,556%, and Biopertamax with octane number 91 is 0,273%. The octane number also effects the CO2, HC, and NOx emissions in small quantities. Statistical analysis shows both the engine speed and the octane number contribute significant effects on the exhaust emissions, the CO and HC emissions provided negative effects, while the CO2 and NOx emissions get positive effects. In comparisan to with the vehicle speed on the road from secondary data to represent the engine speed in the laboratorium, and assuming that the traffic density is identical to a factor that determining engine speed, it can be concluded that the air pollution by CO emission due to the characteristics of the road has negative influence.The octane number of the fuel and the engine speed gives a significant effect. The traffic density and the road conditions can trigger the level of the concentration of CO gas as pollutants to the surrounding air.

  20. Kajian Terhadap Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ari Mulyani

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to find out and to analyze the factors that affecting the fuel subsidy (BBM which written in the state budget. The data has been used in this study as follows secondary data obtained from the records and reports from various agencies such as statistic bureau (BPS, Ministry of Finance, Indonesia bank, the US. Energy Information Administration (EIA, the Ministry of Energy and Mineral Resources, Directorate General of oil and Gas, previous journals and the results of studies. Variables has been analyzed by using path analysis to find out direct and indirect effect as well as Sobel test to find out the level of significance of intervening variable as moderator variable. Test of model validity by using the coefficient of total determination and trimming theory to find out the variation of fuel subsidy (BBM in Indonesia that it can be explained by the exogen variable. Based on the regression results found the coefficient of total determination 0.998 its means 99.8 percent explained by the model while the remaining 0.2 percent explained by other variables outside of the model. Variable of dollar rate is the dominant variable which directly affects on the fuel subsidy. While the fuel subsidized consumption variable is the dominant variable which indirect effect on fuel subsidies through fuel import. To reduce the burden of fuel subsidy in the future state budget hence the government needs to increase oil lifting to reduce fuel imports by way of exploring new wells to replace the old wells which its lifting is declining and increasing investment in the construction of oil refineries in Indonesia to maintain national energy security as well as trying to develop renewable energy instead of oil as fuel because someday oil as a source of un-renewable energy surely be depleted in number while the man and all their needs would increase from year to year. The government should provide adequate public transportation, thereby reducing private vehicle mobility and most importantly is the government more serious in the implementation of the program of conversion fule to liquid gas for vehicles both in terms of conversion technology and security guarantees for each user of liquid gas.

  1. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  2. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  3. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita Sembiring Meliala

    2014-07-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  4. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita S. Meliala

    2014-05-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  5. PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR

    OpenAIRE

    Mohd Ridwan

    2012-01-01

    Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency

  6. EFISIENSI ENERGI BAHAN BAKAR SEKAM DAN KAYU PADA PROSES STERILISASI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Djamil Husin

    2012-08-01

    Full Text Available We have investigated the sterilization at media pleurotus otreatus using rice husk fuel and wood in various 6, 8 and 10 hours. We carried out efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization at 8 hours using rice husk fuel is 14.28%, whereas efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization using wood is 17.35%. The results show that cooking stove from rice husk are suitable for use as renewable energy technology applications to support E3i village (Energy, Economics and Environment.

  7. Perbandingan antara Bahan Cetak Silikon pada Bahan Cetak Zinc Oxide Eugenol Pasta pada Jaringan Lunak Palatum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaidar Masulili

    2015-11-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan suatu detil pencetakan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, viskositas, kebasahan, cara pengangan bahan cetak dan kemampuan bahan cetak untuk mengalir di atas jaringan lunak. Petunjuk anatomi palatum yaitu sutura palatum median, rugae dan papilla incisive dapat dipakai untuk mendeteksi hasil cetakan.Dalam penelitian ini dilakukan pencetakan dari 15 model cetakan paatu yang dicetak dengan bahan cetak silikon, dan 15 model cetakan palatum yang dicetak dengan bahan pasta zinc oxide eugenol, kemudian dievaluasi dengan menentukan jumlah skore detil jaringan dari masing-masing kelompok bahan cetak ini. Walaupun terlihat adanya perbedaan reproduksi detil, dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara hasil reproduksi detil dari kedua bahan cetak tersebut. Kenyataan yang bertentangan dapat disebabkan sifat kebasahan jaringan, kebasahan bahan cetak, adanya perbedaan efek penipisan karena sobekan, jumlah dan ukuran partikel bahan pengisi dan kompatibilitas gips dengan bahan cetak.

  8. Pemilihan Bahan Alloy Untuk Konstruksi Gigitiruan

    OpenAIRE

    Medila Dahlan

    2008-01-01

    Pada kedokteran gigi bahan alloy sangat banyak digunakan dalam segala bidang. Dalam pembuatan konstruksi gigitiman biasanya digunakan alloy emas, alloy kobalt kromium, alloy nikei kromium dan alloy stainless steel sebagai komponen gigitiman kerangka logam serta pembuatan mahkota dan jembatan. Pemilihan bahan alloy dapat dilakukan berdasarkan sifat yang dimiiiki oleh masing-masing bahan alloy sehingga akan didapat hasil konstmksi gigitiruan yang memuaskan. Pada pemakaiannya didaiam mulut...

  9. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  10. PERBAIKAN MUTU BUNGKIL KOPRA MELALUI BIOPROCESSING UNTUK BAHAN PAKAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra adalah hasil ikutan dari ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering yang masih mengandung protein sekitar 16%-18% dan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan. Faktor pembatas penggunaan bungkil kopra adalah kualitas nutrisi yang rendah antara lain karena kandungan lemak kasarnya agak tinggi dan mudah tengik sehingga perlu peningkatan ketersediaan biologisnya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Mikroba yang digunakan terdiri atas (A Aspergillus niger, (B Saccharomyces cereviceae, (C Rhizopus sp., dan (D Bacillus subtilis. Bungkil kopra yang sudah difermentasi kemudian dikeringkan dan ditepungkan, lalu dilakukan analisis proksimat, uji ketengikan dengan menentukan bilangan peroksidanya, dan komposisi asam aminonya. Juga dilakukan analisis kecernaannya untuk ikan bandeng ukuran sekitar 50 g dengan metode marker menggunakan krom oksida (Cr2O3. Dari hasil penelitian ini diperoleh fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein bungkil kopra 21%-42% dan menurunkan kandungan lemak dan serat kasarnya masing-masing 50% dan 27% pada fermentasi menggunakan Rhizophus sp., serta menurunkan bilangan peroksida 10%-47%. Nilai koefisien kecernaan protein dan lemak bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp., A. niger, dan S. cereviceae lebih tinggi masing-masing 10%-11% dan 9%-13% dibanding bungkil kopra yang difermentasi dengan B. subtilis dan tanpa fermentasi. Bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus  sp. mengalami peningkatan kualitas nutrisi yang terbaik untuk bahan pakan ikan bandeng.

  11. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available AbstractA Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  12. Hubungan Elastisitas Dengan Stabilitas Dimensional Pada Bahan Cetak Siloxane

    OpenAIRE

    Riny Zoraya Rinaldy

    2010-01-01

    Bahan cetak siloxane adalah salah satu bahan cetak rubber base impression material yang disebut juga silikon tipe adisi. Bahan cetak ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an dan sejak saat itu sering digunakan karena memiliki stabilitas dimensional yang baik. Stabilitas dimensional sering dihubungkan dengan temperature, penggunaan sarung tangan latex, proses cross linking, viskositas, tekanan, flow, dan juga sifat elastisitas bahan cetak tersebut. Bahan cetak tersebut memiliki be...

  13. Sintesis Molibdenum Oksida Berpenyangga Silika sebagai Katalis pada Reaksi Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achyar Rasyidi

    2015-06-01

    Full Text Available Oksidasi etanol membentuk asetaldehida dengan menggunakan katalis molibdenum oksida berpenyangga silika oksida telah dilakukan. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi dengan rasio Mo : Si 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1, 9 : 1. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa komponen katalis yang telah dibuat mengandung kristal MoO3 dan SiO2. Uji kinerja katalis dilakukan terhadap reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida. Reaksi oksidasi dilangsungkan dalam reaktor pipa lurus berunggun tetap yang beroperasi pada suhu 200oC, 225oC, 250oC, 275oC, 300oC, 325oC, dan 350oC pada tekanan atmosfir. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh sebesar 91,99% pada temperatur 350oC menggunakan katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Selektivitas tertinggi diperoleh sebesar 89,10% pada temperatur 200oC dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Yield tertinggi diperoleh sebesar 74,80% pada temperatur 350oC pada katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1.

  14. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  15. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  16. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  17. KERACUNAN BAHAN KIMIA BERACUN DI RUMAH TANGGA DAN PENANGGULANGANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Satmoko

    2012-10-01

    Full Text Available Pada umumnya semua bahan kimia merupakan racun, termasuk obat-obatan. Bahan kimia beracun di dalam rumah setiap saat dapat mengancam keselamatan kita, terutama anak-anak.Bahan bahan kimia yang sering digunakan dan, disimpan di rumah tangga adalah sangat beragam. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat umum karena bahan kimia tersebut dapat membahayakan anak-anak, khususnya balita atau bahkan orang dewasa apabila dalam pelabelan tidak jelas atau memindahkan wadah asli bahan kimia ke wadah lain tanpa diberikan keterangan atau label.Bahan kimia yang sering disimpan di rumah tangga adalah antara lain, spiritus (metil alkohol, asam cuka, air aki, aseton (penghapus cat kuku, bensin, pestisida, deterjen, karnper, kaporit, karbol, minyak tanah, terpentin, oli, obat obatan (boorwater, asetosal, obat-obatan penurun panas, barbiturat, mereurochrom, dan lain sebagainya.  

  18. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  19. BATA LEMPUNG BAHAN BANGUNAN DINDING ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vincentius Totok Noerwasito

    2001-01-01

    Full Text Available "Bata lempung" is block of wall material, main basic material is sols contains 50-60% clay, pressed and molded, without combusted, used after 28 days and production doesn't depend climates. "Bata lempung" can used as bearing wall or curtain wall, exposed and in low-cost housing, exclusive house and real estate. Resultants of research "Bata lempung" used sols from Pandaan Jawa-Timur are resistance compression 60 -70 kg/cm2, waterproofing and cheaper than brick if produced in site of project. "Bata lemping" are material saving energy, without pollution, efficient, structural and art material. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata lempung" adalah bahan bangunan dinding berupa blok terbuat dari tanah "lempung" dengan kandungan 50-60% Clay, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Karena dicetak proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca. Aplikasi "bata lempung" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi, yang dapat diekspose pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. Hasil penelitian dari tanah yang berasal dari Pandaan - Jawa timur menghasilkan blok "bata lempung" dengan kuat tekan 60 -70 kg/cm2, tahan air .dan harga dibawah harga bata merah dipasaran jika diproduksi dilokasi bangunan. "Bata lempung" adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,henat enrgi, tidak meninggalkan banyak sisa blok, merupakan bahan bangunan struktural dan juga bahan bangunan seni. Kata kunci: Bahan bangunan dinding, blok, Clay, Semen, pemadatan, pencetakan, pembakaran, ekspose, natural, modul, kuat tekan, dinding pemikul, dinding pengisi, polusi, hemat energi, material struktural, material seni.

  20. BERBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU LOKAL UNTUK PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2011-06-01

    Full Text Available Sebagian besar bahan baku pakan ikan merupakan barang impor, sehingga harga pakan yang dihasilkan menjadi mahal. Perlu dicari alternatif bahan baku lokal yang bisa dipakai untuk pakan ikan dan udang. Tujuan makalah ini adalah membahas beberapa bahan baku alternatif lokal, nilai nutrisi dan rekomendasi penggunaannya dalam pakan ikan dan udang. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa limbah industri mie instan, tepung daun singkong, homini, limbah roti, tepung rebon, dan MBM bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ikan dan udang. Bahan lainnya juga memungkinkan dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan asal diketahui aspek-aspek nutrisi baik proksimat, asam amino, vitamin, mineral, kecernaan dan anti nutrisinya, serta telah dilakukan uji coba pada ikan.

  1. Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca

    OpenAIRE

    Dewi Sri Kesumawati

    2008-01-01

    Semen ionomer kaca adalah bahan tumpatan yang dalam penggunaannya dapat mempertahankan atau menggantikan jaringan gigi sebanyak mungkin, membantu terjadinya proses remineralisasi, dan mempunyai estetik yang baik. Bahan restorasi yang biasa digunakan dan dapat melepaskan fluor adalah semen ionomer kaca. Bahan ini sebagai perekat yang mengikat struktur gigi dan melepas fluor sebanyak yang dibutuhkan gigi agar dapat mencegah terjadinya karies. Dentin merupakan lapisan dibawah email, sehingga...

  2. PERSIAPAN DAN PENYUSUNAN BAHAN BAKU LOKAL UNTUK FORMULASI PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaruddin Kamaruddin

    2008-12-01

    Full Text Available Usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung masih mengandalkan pasok pakan alami berupa ikan rucah yang dapat mencapai 60%--70% dari total biaya produksi. Karena itu perlu pengadaan pakan buatan yang memenuhi persyaratan kebutuhan nutrisi bagi pembesaran ikan, baik makro maupun mikro nutrien diperlukan sebagai informasi dasar dalam upaya pengembangan pakan buatan. Terdapat banyak bahan baku lokal yang sangat potensial dijadikan bahan baku pakan, seperti: ikan rucah, rebon, kepala udang (limbah cold storage, tepung darah (limbah pemotongan hewan, dan tepung DOC (limbah penetasan ayam. Dari beberapa bahan baku tersebut telah dianalisis kandungan nutrisinya dan telah dilakukan uji kecernaan masing-masing bahan menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat mensubstitusi bahan baku impor tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Selain bahan hewani, juga telah dilakukan analisis kandungan nutrisi bahan nabati lokal, seperti pemanfaatan bungkil kelapa sawit, bungkil kopra, dan dedak halus. Untuk menghasilkan pakan yang berkualitas, maka semua bahan harus dalam bentuk tepung yang halus, serta mempunyai keseimbangan antara protein, lemak, dan energi serta suplemen vitamin dan mineral.

  3. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  4. POTENSI BIOMASSA FITOPLANKTON Tetraselmis chui SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    OpenAIRE

    Usman, Sukmawati

    2015-01-01

    Penelitian mengenai potensi biomassa fitoplakton Porphyridium cruentum dan Tetraselmis chui sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan metode fermentasi telah dilakukan. Dalam penelitian ini, dilakukan serangkaian kultivasi fitoplankton untuk memperoleh biomassa sebagai bahan baku substrat untuk fermentasi bioetanol. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari dua tahap yakni pretreatment biomassa dan fermentasi bioetanol. Proses pretreatment terdiri dari proses delipidasi dengan metode ekstra...

  5. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Ketersediaan Hara P Dari Beberapa Jenis Pupuk Fosfat Pada Tanah Ultisol

    OpenAIRE

    Zega, Radius Oranizatulo

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Bahan Organik Limbah Padat Sawit dan Beberapa Jenis Pupuk Fosfat dalam meningkatkan ketersediaan hara P - Tanah Ultisol. Model rancangan menggunakan Rancangan Petak Terpisah ( RPT ) dengan perlakuan sebagai berikut : Pemberian Bahan Organik Limbah Padat Sawit sebagai Petak Utama terdiri dari 3 (tiga) taraf : BO ( Bahan Organik 0.00 g/polybag ) BI ( Bahan Organik 18.75 g/polybag ) dan B3 ( Bahan Organik 37.5 g/polybag ). Pemberian...

  6. Integrasi Bahan Ajar Kewirausahaan Bidang Produktif Bangunan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V Lilik Hariyanto

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Integrasi Bahan Ajar Kewirausahaan Bidang Produktif Bangunan. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan diharapkan: (1 bekerja pada bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang kejuruannya, (2 melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, dan (3 berwirausaha. SMK Bangunan harus mampu membuat lulusannya menciptakan laangan kerja. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam pembelajaran mata pelajaran produktif. Ada tiga rumusan masalah, yaitu: (1 bagaimana mengimplementasikan standard kometensi dan kompetensi dasar, silabus kerja batu? (2 bagaimana integrasi mata pelajaran kewirausahaan ke dalam mata pelajaran produktif? (3 bagaimana pengembangan RPPnya? Langkah-langkah integrasi meliputi: (1 identifikasi elemen kewirausahaan, (2 identifikasi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai, (3 mengklasifikasi di dalam bentuk topic dan tema, (4 identifikasi kompetensi dasar, (5 menemukan strategi belajar, (6 revisi, (7 uji coba.  Kesimpulan: (1 mata pelajaran kewirausahaan dan mata pelajaran produktif untuk praktik kerja konstruksi dan beton dapat diintegrasikan, (2 Hasil integrasi dapat meningkatkan kesiapan siswa, (3 (2 Product integration can foster entrepreneurship student readiness. Kata kunci: bahan ajar, teknik bangunan, integrasi

  7. Pengaruh Waktu Hidrotermal Pada Proses Sintesis Lithium Mangan Oksida Spinel (Limn2o4 Nanopartikel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Panca Ady Sapputra

    2014-09-01

    Full Text Available Di Indonesia terdapat geothermal fluid yaitu Lumpur Sidoarjo, yang menurut ilmuwan dari Jepang, Prof. Wataru Tanikawa, Lumpur Sidoarjo mengandung unsur Lithium yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai baterai. Dari berbagai macam metode ekstraksi yang ada dipilih ialah metode adsorpsi dan desorpsi dengan Lithium Mangan Oksida Spinel sebagai adsorben. Proses sintesis lithium mangan oksida spinel menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 200oC dengan waktu 24, 48, dan 72 jam. Kemudian dilakukan acid treatment untuk proses adsorpsi dan desorpsi (ekstraksi. Karakterisasi pengujian menggunakan XRD, SEM, dan ICP. Morfologi yang terbentuk masih terdapat aglomerasi (penggumpalan, namun semakin bertambahnya waktu reaksi, adanya perubahan morfologi yaitu semakin tinggi tingkat homogenitasnya. Efisiensi adsorpsi dan desorpsi dari hasil sintesis dengan metode hidrotermal variasi waktu 24, 48 dan 72 jam pada temperatur 200°C, sebesar 41,76%, 42%, 42,76% untuk efisiensi adsorpsinya dan sebesar 1,21%, 1,06%, 0,94% untuk efisiensi desorpsinya.

  8. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  9. PENGARUH TINGKAT YOGURT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, PROTEIN, DAN SERAT KASAR KULIT NANAS FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati (Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan untuk melihat pengaruh tingkat yogurt dan waktu fermentasi terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu tingkat yogurt (0, 3, 6, dan 9 ml/kg dan lama waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam yang diulang sebanyak 5 kali. Bahan yang digunakan adalah kulit nanas, plain yogurt yang mengandung bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus, bahan kimia yang digunakan untuk analisis proksimat protein dan serat kasar kulit nanas fermentasi, larutan saliva buatan McDougall dan cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 tingkat yogurt terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tetapi tidak berbeda nyata terhadap kecernaan serat kasar. Waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan serat kasar secara in vitro. Interaksi tingkat yogurt dengan waktu fermentasi memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat yogurt 6 ml/kg dan waktu fermentasi 72 jam dapat meningkatkan kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar serta menurunkan kecernaan in vitro serat kasar kulit nanas fermentasi. (Kata kunci: Fermentasi, Kecernaan in vitro, Kulit nanas, Yogurt

  10. Pengukuran Kadar Natrium Alginat dari Alga Cokelat Spesies Sargassum sp sebagai Bahan Dasar Pembuatan Bahan Cetak Kedokteran Gigi ( Irreversible Hydrocolloid/Dental Material

    OpenAIRE

    Nurlindah Hamrun, Dr.drg.Nurlindah Hamrun.M.Kes

    2016-01-01

    Kadar natrium alginat yang terkandung dalam dinding sel alga cokelat dipengaruhi oleh baberapa fakto, diantaranya : Kualitas spesies alga coklat,lokasi tempat tumbuh,waktu pengambilan sampel,bagian anatomis spesies alga cokelat dan metode ekstraksi Irrevevsible hydrocolloid merupakan bahan cetak yang relatif sering digunakan di bidang kedokteran gigi.Namun,bahan baku dari bahan cetak ini masih diimpor dari luar negeri.

  11. Penggunaan Bahan Tumpatan Resin Komposit Dengan Prosedur Etsa Asam

    OpenAIRE

    Della Arfiza

    2008-01-01

    Etsa asam adalah larutan monomer pada permukaan dentin yang akan membentuk suatu lapisan monomer resin untuk meningkatkan ikatan antara komposit dengan struktur permukaan enamel. Pembagian bahan etsa asam terdiri dari Benzalkonium chlohda (BCA) dan Scotchbond Etchant yang mengandung asam posfat, Etsa asam dilakukan dengan asam posfat 37% selama 15-30 detik kemudian dicuci minimal selama 15 detik. Pemilihan bahan etsa asam sebaiknya dalam bentuk gel atau semigel karena lebih lengket dan dapat ...

  12. PICUNG (PANGIUM EDULE SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available (Pangium edule sebagai bahan pengawet ikan (Pitjung (Pangium edule as a preservative for fish. Pitjung (Pangium edule contains an antiseptic substance. It can be used as a preservative for fish in combination with salt. The self-life of fish will be increased if, in addition to 3% salt, certain amounts of pitjung are added. Sensory evaluation indicated that a combination of 6% pitjung with 3% salt could keep the fresh characteristics of fish for 6 days, therefore is useful to preserve fish during transport. Cara mengawet ikan seperti dilakukan orang di Labuan Jawa Barat, menggunakan picung (Pangium edule dan garam. Dengan cara ini garam yang digunakan lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk mengasin. Picung terdapat di seluruh Indonesia, memungkinkan penggunaan cara ini di daerah-daerah penangkapan ikan yang kekurangan es atau garam. Penelitian ini bertujuan menilai kegunaan cara tersebut sehubungan dengan kesukaan konsumen.

  13. THE ACOUSTICAL CHARACTERISTICS OF THE SAYYIDINA ABU BAKAR MOSQUE, UTeM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DG. H. KASSIM

    2015-01-01

    Full Text Available In the Muslim world, mosques are built with grandeur architectural design to depict an important house of worship in Islam. Unfortunately the acoustical performance in mosque is rarely considered at the design stage which eventually deteriorates the speech intelligibility. This includes the Sayyidina Abu Bakar Mosque in UTeM where poor subjective speech clarity is experienced during congregation. The objective of this paper is to discuss the acoustical characteristics of the mosque. The CATT indoor acoustic software was used to calculate important room acoustic parameters such as reverberation time (RT and clarity (C50. The measurement was conducted to validate the RT from the simulation where good agreement is obtained. This study finds that the Sayyidina Abu Bakar Mosque UTeM has poor acoustical performance at low frequencies below 1 kHz, i.e. the frequency range which is significantly responsible for the speech intelligibility

  14. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2014-04-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.

  15. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2016-03-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.  Keyword : Vitex trifolia L., Mus musculus, gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS

  16. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-05-01

    Full Text Available The fourth quarter in 2008 is the peak of Global Monetary Crisis, which is the decreasing of liquidity in companies around the world. The crisis also affected towards fluctuation of world petroleum price. Automotive industry in Indonesia was also affected towards cost of foreign exchange fluctuation and petroleum price due to the crisis. PT Astra International, Tbk. is assumed to represent automotive industry in Indonesia. The research is done through literature research and financial and sales report analysis in 2000-2008. The performance reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  17. Sistemos “Sunkiųjų metalų jonai - geležies (III) oksidas/hidroksidas“ cheminė analizė ir sorbcijos procesų tyrimas

    OpenAIRE

    Zubrytė, Edita

    2016-01-01

    Sistemos “Sunkiųjų metalų jonai - geležies (III) oksidas/hidroksidas“ cheminė analizė ir sorbcijos procesų tyrimas Chemical Analysis of the System „Heavy Metal Ions – an Iron (III) Oxide/Hydroxide and Investigation of the Sorption Processes

  18. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    Full Text Available Papua and West Papua Province have a large potential of sago. Approximately 994,000 hectares, mostly natural sago forest was existed in this area. Sago starch has long been an important source of nutrition troughout Papua. Product of sago palm is not only starch as source of carbohydrate for food stuff, but also for basic material of industries such as paper, plywood, hardboard, and food indutries. Traditional methods are used for starch extraction in almost all part of Papu, which is not efficient and production capacity is very low. The effort to increase sago starch production could be carry out by introducing mechanical equipment (traditional to mechanized processing. The objective of this research was to design mixer rotary blade of sago starch extraction powered by internal combustion engine. The result was prototype of mechanical sago starch extractor. The prototype has high performance with extraction capacity 160 kg of disintegrated pith per hour or equal to 33 kg of wet starch per hour, extractable starch more than 99 % while starch losses in hampas less lhan 1 %. Hopefully, application of this machine to the sago farmer will transform agricultural system from subsistence to commercial. It means that increasing of economic income. In conclusion, technically and economically this prototype was feasible. ABSTRAK Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi sagu yang sangat besar. Sekitar 994.000 hektar yang sebagian besar merupakan hutan sagu alam terdapat di kedua provinsi ini. Pati sagu telah lama digunakan sebagai sumber nutrisi bagi penduduk asli papua. Pati sagu tidak hanya digunakan sebagai sumber karbohidrat, namun juga digunakan seba- gai bahan dasar industri kertas, plywood, hardbord, dan pangan. Pengolahan sagu secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat tidak efisien dan kapasitas produksinya sangat rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan mengintroduksi peralatan pengolahan mekanis untuk merubah metode

  19. PENGGUNAAN ENZIM CAIRAN RUMEN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENDUKUNG PEMANFAATAN BAHAN BAKU PAKAN IKAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Pamungkas

    2012-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan bahan baku pakan alternatif telah banyak dilakukan yaitu dengan menggunakan bahan baku pakan lokal yang mudah didapat dan biasanya berupa limbah yang belum termanfaatkan secara optimal. Namun, upaya pemanfaatan bahan baku pakan lokal tersebut masih mengalami kendala salah satunya adalah tingginya kandungan serat kasar yaitu lebih dari 7%. Kandungan serat kasar yang tinggi menyebabkan bahan baku lokal tersebut perlu diolah lagi agar dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan. Salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan cairan rumen untuk menurunkan kandungan serat kasar bahan pakan. Cairan rumen merupakan salah satu sumber bahan alternatif yang murah dan dapat dimanfaatkan dengan mudah sebagai sumber enzim hidrolase. Pengolahan bahan baku pakan lokal hasil limbah agro industri dan limbah peternakan menggunakan enzim cairan rumen akan dapat memberikan dampak peningkatan nilai nutrisi bahan pakan lokal sehingga dapat digunakan menjadi sumber pakan alternatif yang berkualitas.

  20. PENGARUH PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM SIANIDA DALAM BEBERAPA BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan pengamatan pengaruh pengukusan terhadap kandungan asam sianida dari enam jenis bahan makanan yaitu keluwak, picung, terung ungu kecil, rebung, umbi singkong dan daun singkong. Analisis asam sianida digunakan metoda Volhard berdasarkan prinsip argentometri. Kandungan air dianalisis dengan metoda pengeringan dalam oven 105 derajat celcius. Sebelum pengukusan kandungan asam sianida tertinggi terdapat pada daun singkong yaitu 149,4 ppm, kemudiian keluwak sebesar 135,7 ppm. Umbi singkong dan rebung memiliki kadar asam sianida yang sama, yaitu 119,8 dan 119,9 ppm. Kandungan sianida terendah sebelum pengukusan dijumpai pada terung ungu, yaitu 27,4 ppm. Setelah pengukusan penurunan asam sianida tertinggi terdapat dalam bahan makanan yang mengandung sianida terendah yaitu terung ungu. Penurunan terendah terjadi pada keluwak yang mengandung sianida cukup tinggi. Kandungan air setelah pengukusan meningkat, peningkatan tertinggi pada terung ungu, dan terendah pada rebung.

  1. PENGARUH PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM SIANIDA DALAM BEBERAPA BAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Uken S. Soetrisno; Suryana Purawisastra

    2012-01-01

    Telah dilakukan pengamatan pengaruh pengukusan terhadap kandungan asam sianida dari enam jenis bahan makanan yaitu keluwak, picung, terung ungu kecil, rebung, umbi singkong dan daun singkong. Analisis asam sianida digunakan metoda Volhard berdasarkan prinsip argentometri. Kandungan air dianalisis dengan metoda pengeringan dalam oven 105 derajat celcius. Sebelum pengukusan kandungan asam sianida tertinggi terdapat pada daun singkong yaitu 149,4 ppm, kemudiian keluwak sebesar 135,7 ppm. Umbi si...

  2. Penghasilan Pati Asam dari Ketela Pohon sebagai Bahan Dasar Roti

    OpenAIRE

    Suharni, Theresia Tri

    2017-01-01

    Pati asam dibuat dengan cara fermentasi dan dengan penambahan asam. Kandungan asam laktat pada pati yang dihasilkan adalah berturut-turut pada pati hasil perlakuan asam 1,37%, pati hasil fermentasi 1,22% dan pati hasil pembuatan tradisional 0,24%; sedangkan kandungan asam asetat dan asam bulirat dari ketiga perlakuan tidak berbeda nyata. Pati asam yang diperoleh dari kedua perlakuan dan pati tradisional dapat dimasukkan ke dalam Kelas B,Roti yang dibuat dari bahan dasar pati asam tersebut sif...

  3. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA TEKS NOVEL BERBAHASA JAWA MELALUI SIMPLIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nike Esti Kurniawati

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian Bahan ajar teks novel berbahasa Jawa melalui simplifikasi dikembangkan atas persepsi kebutuhan peserta didik dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan peserta didik dan guru berkaitan dengan pengembangan bahan ajar membaca teks novel melalui simplifikasi, menyusun karakteristik bahan ajar membaca teks novel berbahasa Jawa melalui simplifikasi, membuat model novel yaitu Jemini, Asmarani, dan Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata sebagai bahan ajar membaca teks novel di SMA, dan memperoleh keefektifan menggunakan bahan ajar membaca teks novel melalui simplifikasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D oleh Borg and Gall yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Langkah penelitian Borg and Gall diadaptasi menjadi tujuh tahap, yakni analisis teoretis dan praktis, analisis kebutuhan pengembangan menurut persepsi guru dan peserta didik, penyusunan draf produk, uji ahli, revisi produk, uji keefektifan produk, revisi hasil uji penggunan produk pengembangan. Hasil uji keefektifan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Bergas menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes pembelajaran membaca teks novel melalui simplifikasi. Uji t hitung = 9,734, sedangkan t tabel  =2,00. Artinya t hitung > t tabel. Maka dapat dikatakan produk tersebut efektifNovel text teaching materials through simplification Javanese developed on the perception of the needs of learners and teachers.This study aims to determine the needs of the students and teachers associated with the development of teaching materials text reading novels through simplification, compiling the characteristics of teaching materials text reading novels in Java through simplification, models making novel that Jemini, Asmarani, and the Pawestri Pejuwang works soeparto Brata as material instructional text reading novels in high school, and obtain the effectiveness of using text reading novel teaching

  5. AKTIFITAS ANTIHELICOBACTER DARI LACTOBACILLUS SP SECARA INVITRO : POTENSI SEBAGAI SUATU BAHAN BIOTERAPI TUKAK LAMBUNG

    OpenAIRE

    Zaraswati Dwyana

    2007-01-01

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari bahan bioterapi alami yang dapat digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi Helicobacter pylori. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kemampuan Lactobacillus sebagai bahan bioterapi dengan mengetahui aktivitas antimikrobanya terhadap Helicobacter pylori yang kemudian dapat disebut antihelicobacter. Lactobacillus ditumbuhkan media tumbuh dan difermentasi lalu disentrifus sehingga diperoleh kultur lactobacillus cair lalu diliofilikasi untuk...

  6. Analisa Perbandingan Kadar Kotoran (Dirt Content) Pada Karet Remah Yang Berasal Dari Bahan Baku Lump Mangkok Dengan Bahan Baku Latex PT.Bridgestone Sumatera Rubber Estate,Tbk

    OpenAIRE

    Oriza Irawan

    2011-01-01

    Karet remah adalah karet yang dibuat secara khusus, sehingga mutu teknisnya terjamin dan penetapannya didasarkan pada sifat teknis. Salah satu parameter yang dianalisa pada karet remah yaitu kadar kotoran. Dan sampel yang dianalisa adalah karet remah yang berasal dari bahan baku cuplump (SIR 20), dan karet remah yang berasal dari bahan baku lateks (SIR 3), yang memiliki nilai standar sesuai dengan Standard Indonesian Rubber (SIR) yaitu maksimum 0,20% untuk karet remah yang berasal dari ba...

  7. Komposit Laminate Rami Epoksi Sebagai Bahan Alternatif Socket Prosthesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus P. Irawan

    2009-01-01

    Full Text Available pure plant oil, biofuel, coconut oil, palm oil, jatropha oilSocket is the most important component in a prosthesis making. Performance criteria for prosthetic socket material include strength, durability, minimal weight, comfort, and minimal fabrication cost. This research attempts to analyze the strength of ramie fiber reinforced epoxy laminate composite as an alternative of socket prosthesis. The research based on ASTM D 3039/D 3039M for tensile strength and ASTM D 695 for compressive strength. The ramie fiber used was a continuous fiber 100 % Ne14'S, with Epoxy Resin Bakelite EPR 174 and Epoxy Hardener V-140. The sample test was created using a hand lay-up method. The result of this research is presented in a correlation of finsile strength (st, compression strength (sc, elasticity modulus (E versus fraction volume of fiber (Vf. The result is then being compared with some of the prosthesis material’s strength produced by Otto Bock. The analysis was completed with the mode of the failure observation by using Scanning Electron Microscope (SEM. The result concludes that the ramie fiber reinforced epoxy laminate composite is potentially developed further as a socket prosthesis material on Vf 40 – 50 %. Tensile strength and specific strength that has been generated was higher than that of several materias for socket prosthesis, including fiberglass. The mode of the failure found were a brittle failure on Vf: 10-30%, debonding and delamination on Vf: 40-50%. Abstract in Bahasa Indonesia: Socket merupakan bagian terpenting dalam pembuatan prosthesis. Kriteria bahan socket prosthesis antara lain kekuatan, ketahanan, ringan, kenyamanan dan biaya produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan komposit laminate berpenguat serat rami epoksi sebagai bahan alternatif socket prosthesis. Pengujian kekuatan mengacu standar ASTM D 3039/D 3039M uji tarik dan ASTM D 695 uji tekan. Serat rami yang digunakan berupa serat kontinyu jenis

  8. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eriawan Rismana

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. asiatica fraction extract were the highest as compared to the other gel formulations, respectively. The goal of the study was formulation, effectiveness and safety in promoting wound healing data of gel formulation. Keywords : Wound healing, histochemically, histopatologically, Centella asiatica fraction extract Abstrak :   Studi uji khasiat penyembuhan luka bakar dari formula sedian topikal bentuk gel yang mengandung fraksi ekstrak Centella asiatica (Pegagan telah dilakukan menggunakan tiga konsentrasi fraksi ekstrak yang berbeda. Khasiat penyembuhan luka bakar telah dievaluasi secara uji histopatologi melalui pengamatan miskroskopi dan histokimia dengan mengukur kandungan hidroksiprolin dalam jaringan kulit. Hasil uji histokimia dan histopatologi masing – masing menunjukan bahwa kandungan hidroksiprolin dan derajat regenerasi pada jaringan kulit kelinci yang diobati dengan formulasi gel mengandung fraksi ekstrak C. asiatica 1,5 % adalah tertinggi dibandingkan dengan pengobatan menggunakan 2 formula lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data formulasi, efektifitas khasiat dan keamanan dari formulasi sediaan gel luka bakar.   Kata Kunci : histochemically, histopatologically

  9. RANCANG SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERKOMPUTERISASI PT. KPL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yenty Yuliana

    2001-01-01

    Full Text Available This study was done at PT. KPL which produces plastic goods. In order to compete with other plastic goods manufacturers during the economic crisis, PT. KPL must be able to minimize production costs. One of the ways is to reduce raw materials cost. The results were obtained with production demand forecasting, using the Holt-Winter method; the Moving Average with Index Seasonal method; the Single Exponential Smoothing Method; the Double Exponential Smoothing method; and the Multiplicative Winter method. Based on economic order quantity, the minimum total inventory cost was obtained. Economic order quantity was entered into Material Requirement Planning (MRP. Relevant, accurate, and timely information is needed for planning and controlling raw material inventory. For that purpuse, a computerized conceptual information system for raw material inventory was designed. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi Kasus dilakukan pada PT. KPL yang bergerak dibidang pembuatan barang-barang plastik. Agar PT. KPL dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dimasa krisis ekonomi. PT. KPL harus mampu menekan biaya produksi seminimal mungkin. Salah satu cara dengan menekan biaya persediaan bahan baku. Dari hasil penelitian diperoleh ramalan kebutuhan produk, yang diolah menggunakan metode: Holt Winter, Moving Average With Index Seasonal, Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, Multiplicative Winter. Berdasarkan Economic Order Quantity dihasilkan total biaya persediaan yang minimum. Jumlah pemesanan yang ekonomis dimasukkan kedalam Material Requirement Planning (MRP. Informasi yang cepat, tepat, dan akurat diperlukan dalam merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku. Untuk itu dirancang sistem informasi tersediaan bahan baku terkomputerisasi secara konsep. Kata kunci: ramalan kebutuhan produk, EOQ, MRP, sistem informasi

  10. ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN PENDINGIN DALAM ELEMEN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN METODE CFD UNTUK REAKTOR RISET RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Subekti

    2015-03-01

    Full Text Available Eksperimen pengukuran distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal elemen bakar reaktor riset RSG-GAS sulit dilakukan karena lebar celah yang sangat kecil dan terletak di dalam elemen bakar. Oleh karena itu diperlukan perhitungan untuk memprediksi distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal untuk mengkonfirmasi bahwa keberadaan handle tidak merusak distribusi kecepatan pendingin masuk ke dalam setiap subkanal. Perhitungan ini memerlukan metode CFD yang memperhatikan interior 3 dimensi. Perhitungan distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal juga belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi distribusi kecepatan pendingin elemen bakar tipe pelat menggunakan metode CFD 3 dimensi untuk reaktor riset RSG-GAS. Penelitian ini juga sangat diperlukan sebagai bagian dari pengembangan desain termohidrolika elemen bakar untuk reaktor riset inovatif. Pemodelan menggunakan ½ model dalam perangkat lunak Gambit dan perhitungan menggunakan persamaan Turbulen dalam perangkat lunak FLUENT 6.3. Hasil perhitungan kecepatan pendingin tiga dimensi dalam subkanal menggunakan metode CFD lebih rendah sekitar 4,06% dari pada hasil perhitungan satu dimensi karena perhitungan satu dimensi mengabaikan keberadaan handle. Kata kunci: Aliran pendingin, elemen bakar, reaktor riset, kondisi tunak, CFD   The measurement experiment for coolant-velocity distribution in the subchannel of fuel element of RSG-GAS research reactor is difficult to be carried out due to too narrow channel and subchannel placed inside the fuel element. Hence, the calculation is required to predict the coolant-velocity distribution inside subchannel to confirm that the handle presence does not ruin the velocity distribution into every subchannel. This calculation utilizes CFD method, which respect to 3-dimension interior. Moreover, the calculation of coolant-velocity distribution inside subchannel was not ever carried out. The research object is to investigate the

  11. Pemanfaatan Isi Rumen Dari Limbah Rumah Potong Hewan Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Ikan Nila

    OpenAIRE

    Noor Arida Fauzana

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kandungan gizi isi rumen sebagai bahan pakan ikan yang bergizi , 2) mengetahui pengaruh kandungan protein dalam ransum ikan dan penambahan filtrat air abu sekam terhadap pertumbuhan ikan dan (3) menetapkan konsentrasi isi rumen yang terbaik sebagai bahan pakan dalam ransum ikan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak ikan nila yang meliputi pertambahan berat (gr) dan pertambahan panjang (cm), pertumbuhan relatif (%) baik berat maupun ...

  12. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  13. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-05-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  14. COMPARING THE PROFITABILITY OF BAKAR AND OTHER VARIETIES OF WHEAT IN DISTRICT CHARSADDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Javed Habib Afridid

    2014-01-01

    Full Text Available This study was conducted to estimate the profitability of different varieties of wheat in two villages of District Charsadda, Khyber Pakhtunkhwa Province of Pakistan. A total of 100 respondents were interviewed to collect the data on cost and revenue in the target area. 27.2 percent of the area was under wheat cultivation. 38 percent of the respondents were literate while about 52 percent of the wheat growers were owners. Owner cum tenants and tenants were 15 and 33 percent respectively. Simple budgeting technique was used for estimation. The overall total cost of wheat production was Rs. 20760.2 per acre, while for Bakar variety and other varieties total cost of production were , Rs.1 21856 and Rs. 22309 per acre respectively. The overall net return was Rs. 13447.3 per acre; while from Baker variety and other varieties net return were Rs. 11825 and Rs. 12425 per acre respectively. OLS estimation technique was used to analyze contribution of major factors in the wheat yield. The sings of the explanatory variables were found according to our prior expectation of the economic theory. The estimated results of yield function indicated that seed rate, FYM (Farm Yard Manure, NPK (Nitrogen, Phospouras and Potassium and labor days have positive and significant effect on wheat yield, while number of tractor hours and educational level of the growers have positive but statistically insignificant effect. Finally, it is suggested that extension personal should transfer latest technology and diseases free seeds of wheat to the farmer’s for optimum yield.

  15. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak Ekstrak Etanol Lerak (Sapindus rarak DC) Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar Terhadap Kelarutan Jaringan Pulpa (Penelitian in Vitro)

    OpenAIRE

    Teo, Heng Yan

    2015-01-01

    Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Kontak Ekstrak Etanol Lerak (Sapindus rarak DC) Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar Terhadap Kelarutan Jaringan Pulpa (Penelitian in Vitro) xi + 48 halaman Keberhasilan perawatan endodontik tergantung pada penyingkiran jaringan pulpa, debris dentin dan bakteri secara kemomekanis. Konsentrasi dan waktu kontak bahan irigasi akan mempengaruhi daya kelarutan jaringan pulpa. Buah lerak dapat digunakan sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar karena ...

  16. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  17. SINTESIS MEMBRAN ULTRAFILTRASI NON FOULING UNTUK APLIKASI PEMPROSESAN BAHAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2012-02-01

    Full Text Available Membran ultrafiltrasi (UF telah terbukti sebagai proses yang menjanjikan untuk aplikasi di bidang pemprosesan bahan pangan. Namun, peristiwa fouling dapat menurunkan kinerja membran secara signifikan. Meskipun banyak metode pengendalian fouling telah diusulkan, dalam banyak kasus kinerja proses sangat dipengaruhi oleh membran sebagai jantung dari proses. Dalam makalah ini pengendalian fouling dilakukan dengan memodifikasi permukaan membran dengan teknik kopolimerisasi foto-grafting. Acrylic acid (AA, acrylamido methylpropane sulfonic acid (AMPS, poly(ethylene glycol methacrylate (PEGMA, dan N,N-dimethyl-N-(2-methacryloyloxyethyl-N-(3sulfopropylammonium betaine sebagai senyawa zwitterion (ZI digunakan sebagai monomer fungsional. Pengaruh waktu iradiasi terhadap efektifitas modifikasi telah diamati. Kinerja membran hasil modifikasi kemudian diuji dengan menggunakan berbagai model larutan foulant yang meliputi larutan protein, larutan polisakarida dan larutan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat non fouling membran sangat jelas dapat ditingkatkan baik dengan PEGMA maupun dengan ZI. Secara umum, modifikasi menggunakan PEGMA menunjukkan kinerja yang lebih baik. Larutan polifenol menunjukkan karakter foulant yang paling kuat diantara model foulant.

  18. APLIKASI MODEL HOUSE OF RISK (HOR UNTUK MITIGASI RISIKO PADA SUPPLY CHAIN BAHAN BAKU KULIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Rizki Kristanto

    2014-12-01

    Full Text Available Dalam aktivitas supply chain selalu berpotensi untuk timbul risiko, oleh sebab itu manajemen risiko sangat diperlukan untuk penanganan risiko. Pada perusahaan yang memproduksi sepatu kulit seperti PT. Karyamitra Budisentosa, dalam aktivitas supply chain bahan baku kulit memiliki peluang untuk timbul risiko. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisa risiko dan rancangan aksi mitigasi, untuk memitigasi risiko atau gangguan yang berpeluang timbul pada supply chain bahan baku kulit tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model house of risk yang terdiri dari 2 fase. Fase pertama yaitu pengidentifikasian risiko dan agen risiko, yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta perhitungan nilai aggregate risk priority (ARP. Fase kedua yaitu penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat 27 kejadian risiko dan 52 agen risiko. Terdapat 6 aksi mitigasi yang dapat digunakan, dengan harapan mampu memitigasi risiko pada supply chain bahan baku kulit.

  19. ANALISA DIFRAKSI SINAR X TiO2 DALAM PENYIAPAN BAHAN SEL SURYA TERSENSITISASI PEWARNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Hastuti

    2012-03-01

    Full Text Available Upaya pengembangan sel surya organic sebagai solusi alternatif krisis energi dunia merupakan hal yang perlu dan penting untuk dilakukan, mengingat sumber energi sel surya yang melimpah dan terbarukan. Salah satu bahan penyusun sel surya adalah semikonduktor TiO2 sebagai transport pembawa muatan. Struktur kristal yang cocok digunakan adalah anatase karena memiliki ukuran pori yang kecil dan bersifat fotoaktif. Pada penelitian ini dikarakterisasi bahan TiO2 yang akan digunakan sebagai bahan semikonduktor dalam sel surya pewarna menggunakan difraksi sinar X dan dianalisa menggunakan program match. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa TiO2 memiliki  fase anatase dan ukuran kristalnya 2.6 nm. Ukuran kristal yang berukuran nano dapat memaksimalkan penyerapan pewarna sehingga dapat meningkatkan efisiensi sel surya.

  20. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  1. KUALITAS BAHAN MAKANAN DAN MAKANAN JAJANAN YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2015-03-01

    Full Text Available Pasar tradisional merupakan fasilitas umum untuk tempat jual beli bahan makanan/ makanan jajanan yang banyak dikunjungi masyarakat . Di Indonesia terdapat sekitar 13.450 pasar tradisional dengan 12.625 juta pedagang beraktivitas di dalamnya.  Selama ini masih sering terjadi keracunan makanan di masyarakat, oleh karena itu perlu diteliti kualitas makanan/ bahan makanan yang dijajakan. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas makanan (bahan makanan dan makanan jajanan yang dijual di pasar tradisional. Populasi adalah pasar tradisional yang sudah pernah dibina oleh Ditjen PP-PL. Sampel diambil secara purposif dari pasar yang telah dibina, kemudian diambil pasar yang mewakili daerah Jawa (Kab.Sragen dan Bali (Kab.Gianyar karena daerah Sumatera yang tadinya akan diwakili pasar Payakumbuh tidak dapat dilakukan akibat gempa yang menghancurkan pasar tersebut. Penelitian diaksanakan buan Februari – Nvember 2010. Metode pemeriksaan cemaran bakteriologi pada sampel makanan dengan Profile Method. Pemeriksaan cemaran kimia pada sampel uji petik makanan dengan Comparation Method, dan amino antipirin method. Dari hasil pemeriksaan beberapa makanan jajanan baik di pasar yang dibina maupun belum dibina mengandung bahan pewarna Rhodamin-B pada kue mangkok merah, cenil warna merah, kue ku merah, geplak merah, roll cake merah-kuning kerupuk warna-warni, kembang goyang orange mengandung Rhodamin-B. Methanyl Yellow ditemukan pada kerupuk warna-warni. Selain itu pengawet bahan makanan formalin ditemukan pada mie kuning di pasar yang dibina. Hasil pemeriksaan bakteriologis E. coli dan Coliform pada semua sampel daging negatif, tetapi ada beberapa sampel total mikroba positif antara 104 sampai dengan 107, yang artinya masih ada pencemaran mikroba lain selain E. coli dan Coliform. Kualitas air bersih yang digunakan di sebagian besar pasar tradisional masih memenuhi persyaratan Permenkes No.41/1999. Kesimpulan : Beberapa bahan makanan dan makanan jajanan yang dijual

  2. PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUARSA BAHAN DAN FAKTOR INCREMENTAL DISCOUNT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Prasetyo

    2005-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model persediaan yang mempertimbangkan waktu kadaluarsa bahan dan faktor incremental discount untuk mendapatkan biaya total (total cost persediaan yang minimum. Model persediaan Economic Order Quantity (EOQ Single Item digunakan sebagai dasar pengembangan model. Algoritma pencarian solusi model dibuat untuk mendapatkan solusi dari model. Selain itu pada bagian akhir diberikan studi kasus implementasi model di PT. XYZ.

  3. Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Rahman

    2015-07-01

    Full Text Available Studi pembuatan cat tembok emulsi menggunakan bahan pengisi kapur sangat potensial untuk dikembangkan karena ketersediaan kapur yang banyak di alam. Cat tembok emulsi telah dibuat dari campuran bahan pengisi, bahan pengikat, pigmen, pelarut, dan bahan tambahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah cat tembok emulsi dapat dihasilkan dari kapur atau tidak dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CaO sebagai filler, dan konsentrasi polivinil asetat (PVA sebagai binder terhadap kualitas cat tembok emulsi yang dihasilkan. Prosedur penelitian dan analisis mutu produk mengacu pada SNI 3564:2009 tentang cat tembok emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapur dapat digunakan dalam membuat cat tembok emulsi. Baik konsentrasi PVA dan konsentrasi CaO yang divariasikan mempengaruhi semua parameter kualitas cat sebagaimana ditetapkan dalam SNI 3564:2009. Hasil optimum penelitian diperoleh pada perlakuan konsentrasi PVA 20% dan konsentrasi CaO 26% yaitu masing-masing untuk padatan total cat sebesar 76,43%, waktu kering cat 36,00 menit, daya sebar cat 8,4 m2/kg, viskositas cat 110,99 KU, sedangkan daya tutup cat sebesar 8,20 m2/L pada konsentrasi CaO 24%.

  4. Pemanfaatan Biogas (Gas Methan) Dari Hasil Pengolahan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Secara Anaerobic Sebagai Bahan Bakar Unit Oil Refinery Dan Pencegah Pencemaran Lingkungan Di Pt.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara

    OpenAIRE

    sitorus, Syaiful bahri

    2016-01-01

    Palm oil production in Indonesia continues to increase, thereby increasing the amount of waste therefore to decimate environmental pollution load in the waste in the processing of palm oil in the palm oil mills in PT.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara has made Palm Oil Mill Effluent (POME) by using Anaerobic technology to produce biogas which can be utilized as fuel for burning palm oil mills in the refinery unit Multimas 200 palm oil mills, once the reduced pollutant load will be processed b...

  5. PENGEMBANGAN BAHAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR DARI KOMPOSIT SERAT BAMBU TERHADAP KETAHANAN AUS PADA KONDISI KERING DAN BASAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian ini untuk menemukan komposisi bahan kampas rem yang optimal  non asbes, yang mempunyai karakteristik dinamik yang lebih baik. Komposisi dilakukan dari serat bambu,fiberglass, serbuk aluminium, dengan pengikat poliester. Pengujian awal yang dilakukan adalah kekerasan bahan dan keausan pada kondisi kering dan pembasahan air. Hasil yang didapat adalah kampas rem dengan komposisi Variasi 1 adalah paling keras , dengan harga kekerasan sebesar  14,47 BHN yang lebih keras dibanding produk di pasaran dengan harga kekerasan 13,7 BHN.  Pengujian Keausan Ogoshi pada kondisi kering maksimal mempunyai nilai keausan yang paling rendah yaitu sebesar 0.00041mm2/kg. Untuk Pengujian Keausan Ogoshi Kondisi basah dengan air, diperoleh bahwa, bahan kampas rem dengan Variasi 1 paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0062 mm2/kg. Kondisi basah dengan oli, diperoleh bahwa, bahan kampas rem dengan Variasi 2 paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0003 mm2/kg.

  6. perbedaan dua bahan glass ionomer terhadap kebocoran tepi pada restorasi kelas II yang menggunakan teknik open sandwich

    OpenAIRE

    juliana, andi riska

    2012-01-01

    2011 Kebocoran tepi merupakan salah satu faktor terjadinya kegagalan restorasi. Salah satu cara untuk mengatasi kebocoran tersebut dengan restorasi sandwich yang menggunakan dua macam bahan yaitu semen glass ionomer dan resin komposit. Semen glass ionomer mempunyai kekurangan sifat fisik antara lain kelarutan yang tinggi dan pengerasan yang lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pada dua bahan glass ionomer yaitu glass ionomer konvensional dan glass ionomer modifikas...

  7. Perbedaan Kekuatan Kompresi Gipsum Tipe III Pabrikan dan Daur Ulang serta Gipsum Tipe III Daur Ulang dengan Penambahan Larutan Zink Sulfat 4% sebagai Bahan Model Kerja Gigitiruan

    OpenAIRE

    Pitri, Yulindia

    2015-01-01

    Gipsum di bidang kedokteran gigi berasal dari bahan Kalsium Sulfat Dihidrat murni kemudian mengalami kalsinasi menjadi Kalsium Sulfat Hemihidrat. Gipsum mempunyai sifat reversibel sehingga dapat dilakukan proses daur ulang. Gipsum yang sering digunakan adalah gipsum tipe III menurut spesifikasi American Dental Association (ADA) dan digunakan sebagai bahan model kerja gigitiruan. Gipsum sebagai bahan model kerja gigitiruan yang digunakan harus mempunyai kekuatan kompresi yang tinggi agar dihas...

  8. SINTESIS SILIKA AEROGEL DENGAN BAHAN DASAR ABU BAGASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazriati Nazriati

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SILICA AEROGEL FROM BAGASSE ASH. Synthesis of silica aerogel from bagasse ash was done by alkaline extraction followed by sol-gel. Bagasse ash was extracted with NaOH at its boiling temperature for one hour with continue stirring, to produce sodium silicate. Subsequently, sodium silicate was pass through ionic exchanger resin, to produces silicic acid (SA. Silicic acid solution was then added with TMCS and HMDS as surface modifier agent. In order to form gel pH must be adjusted to final pH of 8-9 by addition of NH4OH solution. The resulting gel then was aged and dried at ambient pressure and at a certain time and temperature. Characterization of products was done by measuring its pore volume, surface area, and hydrophobisity (contact angle. TMCS serves as water expeller from the pores and subsequently surface was modified by HMDS and TMCS. HMDS content will linearly increase surface area, pore volume, and the contact angle of the resulting silica aerogel. Characteristics of silica aerogel was generated by varying the composition of the SA:TMCS:HMDS resulting has a surface area of 50-488 m2/g, pore volume from 0.2 to 0.9 m3 /g, the contact angle of 48-119 and pore diameter ranging from 5.7-22.56 nm. Based on the resulting pore diameter, the synthesized of silica aerogel categorized as mesoporous.      Abstrak   Sintesis silika aerogel dari bahan dasar abu bagasse dilakukan dengan ekstraksi basa dan diikuti dengan sol-gel. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH pada suhu didihnya sambil diaduk selama satu jam, menghasilkan sodium silikat. Selanjutnya, sodium silikat dilewatkan resin penukar ion, menghasilkan asam silicic (SA. Larutan asam silicic kemudian ditambahkan trimethy­l­chlorosilane (TMCS dan hexamethyldisilazane (HMDS sebagai agen pemodifikasi permukaan. Untuk terjadinya gel pH diatur hingga mencapai 8-9 dengan penambahan larutan NH4OH. Gel yang dihasilkan kemudian di-aging dan dikeringkan pada tekanan ambien pada suhu dan

  9. Penentuan Pola dan Pusat Distribusi Bahan Pokok Untuk Wilayah Berbasis Kepulauan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Figur Alfenza

    2012-09-01

    Full Text Available Wilayah kepulauan Indonesia yang tersebar hingga ujung perbatasan negeri menyebabkan terjadinya kesenjangan perekonomian, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok. Harga bahan pokok yang dijual di wilayah kepulauan terluar Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga jual di Pulau Jawa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi tersebut adalah dengan merencanakan pusat distribusi dan pola jaringan transportasi laut yang sesuai dengan karakteristik kepulauan. Penentuan pusat distribusi menggunakan metode gravitasi dan didapat Pulau Ulu dan Pulau Sangihe sebagai  hub port. Penentuan rute optimum menggunakan teori Travelling Salesman Problem. Teori jaringan yang direncanakan adalah multiport calling dan hub and spoke network. Dalam satu tahun kapal untuk konsep multiport calling dapat beroperasi 52 kali dan untuk konsep hub and spoke network dapat beroperasi 53 kali. Selisih unit biaya kedua pola tersebut adalah sebesar 2%.

  10. Karakteristik Termoplastik Polietilena Dengan Serat Batang Pisang Sebagai Komposit Untuk Bahan Palet Kayu

    OpenAIRE

    Ramzah Ram

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk membuat Serat Batang Pisang ( SBP ) sebagai penguat bahan komposit Polietilena ( PE ). Pencampuran Serat Batang Pisang terhadap Polietilena dilakukan dengan perbandingan 10%, 20%, 30%, dan 40%. Kepingan Polietilena dicampur dengan SBP dengan menggunakan mesin Hot Press dengan variasi waktu untuk masing- masing komposisi selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan 30 menit. Pembanding komposit PE- SBP adalah PE- murni (100%) dan palet kayu indu...

  11. Simulasi Pengendalian Multiproses Industri dengan Programmable Logic Controller sebagai Sarana dan Bahan Ajar Praktik Instalasi Listrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukir Sukir

    2010-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendapatkan unjuk kerja yang baik tentang simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan Programmable Logic Controller (PLC sebagai sarana dan bahan ajar Praktik Instalasi Listrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang terdiri atas analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan atau implementasi, pengujian unjuk kerja dan perbaikan serta finishing. Pengumpulan data dengan cara observasi. Instrumen yang digunakan antara lain multimeter Sanwa, ceklist deskripsi kerja sarana praktik, angket validasi ahli media, ahli materi dan mahasiswa terhadap kelayakan sarana praktik serta labsheet. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sarana praktik dan bahan ajar (labsheet pada Praktik Instalasi Listrik yang mempunyai unjuk yang baik diantaranya: (1 simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sebagai sarana praktik mempunyai deskripsi kerja yang sesuai dengan perencanaan; (2 Hasil pengamatan kelayakan simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sarana praktik oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa diperoleh hasil rata-rata total sebesar 2,89 atau 72,25% dalam kategori baik serta (3 Hasil pengamatan kelayakan simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai bahan ajar (labsheet oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa diperoleh skor rata-rata total sebesar 2,85 atau 71,25% yang masuk dalam kategori baik.

  12. PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP TEMPERATUR GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2015-01-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP . Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic.               Pembuatan dilakukan dengan  proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.               Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variasi 1 memiliki temperatur rata-rata yang paling tinggi yaitu dengan 77,70C dan yang paling rendah adalah variasi 2 yaitu 710C. Hasil temperatur gesek terendah adalah 77oC pada variasi 2pada kondisi kering. Pada kondisi basah temperatur gesek terendah adalah  47,7oC pada  variasi 3.

  13. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  14. PEMILIHAN CERITA ANAK SEBAGAI BAHAN AJAR MEMBACA DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosihan Anwar

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria-kriteria yang digunakan dalam pemilihan cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs berdasarkan kriteria-kriteria itu.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita anak yang ada di Buku Sekolah Elektronik, buku bacaan, dan internet. Objek penelitiannya adalah isi cerita. Ada dua puluh cerita anak yang yang dijadikan sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 ada tiga kriteria yang digunakan dalam pemilihan cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs. Kriteria-kriteria itu adalah kriteria nilai/moral, motivasi, dan kesesuaian jenis sekolah. (2 Dari dua puluh cerita yang dianalisis, sebelas cerita dinyatakan layak dan sembilan cerita dinyatakan tidak layak dijadikan bahan ajar membaca di MTs. Kata kunci: cerita anak, bahan ajar, membaca   THE SELECTION OF CHILDREN STORIES AS READING TEACHING MATERIAL IN MADRASAH TSANAWIYAH (MTS Abstract The study aims to describe criteria used in the selection proper children stories as reading teaching material in Madrasah Tsanawiyah (MTs. In addition, the study also aims to describe proper children stories as reading teaching material in Madrasah Tsanawiyah (MTs based on the criteria.The study is descriptive qualitative research. The subjects of the study are children stories in Buku Sekolah Elektronik (BSE, reading book, and internet. The object of the study is the contents of the stories. There are twenty children stories that the research sample. The sample was taken by purposive sampling technique. The collection of data is done by reading and writing. Data

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI BERBASIS CERITA LEGENDA NUSANTARA DI KELAS X SMA NASIMA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Deni Aryani

    2014-08-01

    Full Text Available Pembelajaran konsep Geografi di kelas X Semester 1 SMA Nasima tahun 2013-2014menunjukkan adanya hambatan berupa rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran.Materi ini tingkat kesulitannya tinggi, serta bahan ajar kurang mendukung.Pemilihan bahan ajar cerita legenda memiliki alasan (1 desainnya menarik; (2berisi nilai karakter Indonesia sesuai visi misi SMA Nasima; (3 merupakan latarsuatu tempat, yang merupakan ruang lingkup Geografi yang dapat dikaji dengankonsep esensial Geografi. Bahan ajar diwujudkan dalam bentuk buku Nonteks Pelajaran/buku suplemen/ pendamping yang digunakan untuk meningkatkan aktivitasbelajar siswa dalam pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metodepenelitian pengembangan dengan tehnik analisis SPSS Uji T dua sampel berpasangan.Efektifitas penggunaan bahan ajar terhadap peningkatan aktivitas siswadalam belajar penguasaan konsep esensial geografi dengan membandingkan datahasil belajar siswa sebelum dan sesudah memakai bahan ajar tersebut. Hasil penelitianmengatakan pada kelompok eksperimen terbukti efektif yaitu Ha diterima, adaperbedaan nilai sebelum dengan sesudah perlakuan. Hasil uji T ini didukung olehhasil pengamatan sikap dengan nilai rata – rata baik pada semua aspek sikap yangdiamati. Namun ada korelasi yang tidak signifikan sebesar 0,175 karena selisih nilaiyang rendah antara sebelum dan sesudah perlakuan. Learning concept of Geography in Semester 1 class X SMA Nasima 2013-2014 showed somebarriers in the form of students’ low interest towards learning. This material was categorizedas a high degree of difficulty, and the teaching materials was less supportive. There weremany reasons of selecting the teaching materials of legends; (1 it had attractive design; (2 itcontained the value of the Indonesia character according to the vision and mission of NasimaHigh School; (3 it had background of some places, in which the Geography scope could bestudied with Geography essential concepts. Instructional

  16. Aplikasi Metode Group Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan (Studi Kasus di Perusahaan Mebel Logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Amelia

    2007-01-01

    Full Text Available Material handling process is affected by planning and setting layout facility since cost of material handling can reached 30-90% total production cost. In a metal furniture factory products were made without good setting layout facility. The machines and material were set at empty places. Distances between machines were not set so the traffic would get traffic jam. Unfinished material must wait until the number requirement for handling is reached. The layout setting of machines will be set with Group Technology. The methods used are Rank Order Clustering, Similarity Coefficient and p-median. The result of this method can reduce distance of material handling until 68%. Abstract in Bahasa Indonesia: Perencanaan dan pengaturan tata letak pabrik berpengaruh pada proses pemindahan bahan karena biaya proses pemindahaan bahan dapat mencapai 30%-90% dari total biaya produksi. Selama ini sebuah perusahaan mebel logam melakukan proses pembuatan mebel logam berdasarkan lokasi mesin-mesin yang ada. Penempatan penambahan mesin ataupun bahan yang digunakan hanya berdasarkan ruang yang ada. Jarak antara proses (mesin satu dengan yang lain tidak dipertimbangkan sehingga terjadi kesimpangsiuran proses. Bahan setengah jadi harus menunggu hingga jumlah tertentu untuk dipindahkan. Untuk itu dilakukan pengaturan tata letak mesin-mesin yang ada dengan menggunakan Metode Group Techonology. Metode yang digunakan adalah metode Rank Order Clustering, Similarity Coefficient dan p-median. Dengan metode ini jarak perpindahan bahan berhasil dikurangi hingga 68 %. Kata kunci: Group technology, rank order clustering, pengangkutan material.

  17. Pembuatan Aplikasi Pendukung Keputusan untuk Peramalan Persediaan Bahan Baku Produksi Plastik Blowing dan Inject Menggunakan Metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average di CV. Asia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amira Herwindyani Hutasuhut

    2014-09-01

    Full Text Available Persediaan bahan baku memiliki peranan penting bagi perusahaan karena akan berpengaruh pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Berbagai kendala dapat muncul akibat kurangnya bahan baku untuk produksi, seperti kekurangan bahan baku untuk produksi sehingga menimbulkan keterlambatan terhadap pemenuhan permintaan pelanggannya. Akibat keterlambatan tersebut akhirnya perusahaan mengalami beberapa kerugian. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan memerlukan perencanaan di berbagai hal, khususnya perencanaan yang berhubungan dengan persediaan. Salah satu bentuk perencanaan persediaan yaitu meramalkan persediaan bahan baku untuk setiap waktu. Metode ARIMA merupakan metode yang disarankan untuk kasus CV. Asia karena memiliki sifat yang fleksibel, yaitu mengikuti pola data yang ada. Metode ARIMA memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan cenderung memiliki nilai error yang kecil karena prosesnya yang terperinci. Model ARIMA yang diperoleh nantinya akan diimplementasikan dalam Microsoft Excel menggunakan Visual Basic for Application, dengan mempertimbangkan kondisi kekinian perusahaan yang menggunakan Microsoft Excel untuk proses bisnis kesehariannya, sehingga dapat membantu CV. Asia untuk meramalkan persediaan bahan bakunya dan melakukan pengambilan keputusan.

  18. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BASE MATERIAL PADA INDUSTRI KERAMIK DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidya Susanti

    2015-12-01

    Full Text Available Inventory of raw materials in the company is very important, so it has to be controlled. A good inventory control of raw materials should be supported with cost efficiency. This study was to analyze factors that cause the base material inventories excess at PT. XYZ and analyze the purpose of the base material inventories to be controlled. The reseacrh was using a fish bone method and continue with using pairwise comparison method assisted with the expert choice 2000 software. The classification result based on ABC analysis, the selected item that was going to be analyzed was the A category items.The items that are included in the A category are clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b and sodium feldspar. The EOQ equations model was used to answer the purpose of the base material inventories control. Based from the EOQ model, the needed quantity, order quantity, order frequency, reorder point (ROP, total order cost (TOC, total carrying cost (TCC, and total inventory cost (TIC could be obtained. The comparison of the total cost of inventory among the EOQ model and company policies showed that the EOQ model in seven months can save up to Rp311.612.769. PT. XYZ could minimize the base material inventory costs by calculating the costs incurred. The EOQ model could be implemented if all of the departments involved are well cooperated. PT. XYZ should also be able to make inventory control standards which are quantity order, order frequency, and reorder point. Keywords: Cost, EOQ, frequency, inventory, ROPABSTRAKPersediaan bahan baku pada perusahaan sangatlah penting, sehingga harus dapat dikendalikan. Pengendalian persediaan bahan baku yang baik harus didukung dengan efisiensi biaya. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kondisi persediaan bahan baku base material berlebih di PT. XYZ dan menganalisis persediaan bahan baku base material agar dapat dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode fish bone dilanjutkan dengan metode

  19. Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhona Paratmanitya

    2016-08-01

    dengan keracunan akibat penyebab lain, misalnya obat, kosmetika, dan lain-lain. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks, 1,34% mengandung formalin, dan 1,02% mengandung rhodamin-B. Akumulasi bahan-bahan tersebut di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan.Tujuan: Mengetahui persentase makanan jajanan anak sekolah dasar (SD yang tercemar bahan tambahan pangan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin-B di Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 68 SD di Kabupaten Bantul sebagai sampel. Seluruh makanan jajanan yang dijajakan baik di luar maupun di kantin sekolah dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya diuji kandungan cemaran kimianya yaitu kandungan boraks, formalin dan rhodamin-B. Pengujian kualitatif kandungan boraks menggunakan kurkumin, formalin menggunakan KMnO4, dan rhodamin-B menggunakan test kit Rhodamin-B. Hasil: Terdapat 107 sampel makanan dari 68 SD yang diuji. Jenis makanan jajanan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang paling banyak dijajakan di SD adalah jenis bakso (bakso, bakso tusuk, bakso goreng yaitu sejumlah 22,4% dari seluruh sampel jajanan. Di antara 98 sampel yang diuji kandungan boraks dan formalinnya, 15 sampel (15,3% positif mengandung boraks dan 25 sampel (25,5% positif mengandung formalin. Di antara 15 sampel yang diuji kandungan rhodamin-B-nya,7 sampel (46,7% positif mengandung rhodamin-B. Terdapat 34 SD (50% yang tidak terdapat jajanan yang tercemar bahan kimia berbahaya. Kesimpulan: Persentase makanan jajanan anak SD yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin-B masih cukup tinggi.KATA KUNCI: makanan jajanan, boraks, formalin, rhodamin-B

  20. PENGGUNAAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN ANDRAGOGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA RSBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Umriyah

    2012-05-01

    Full Text Available Andragogi merupakan teori pembelajaran orang dewasa. Konsep pembelajaran orang dewasa merupakan pembelajaran yang berpola non otoriter. Berdasarkan ciri-ciri biologis maupun psikologis sebagian besar siswa SMA telah memasuki usia dewasa, sehingga pendekatan andragogi agaknya lebih sesuai. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yaitu mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan andragogi, bertujuan untuk memperoleh bahan ajar yang dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa  kelas X-2 SMA Islam Sudirman Ambarawa tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi dan  test hasil belajar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan digunakannya bahan ajar dengan pendekatan andragogi, skor kreativitas  dan hasil test kognitif siswa rata-rata meningkat.Andragogy is adult learning theory. Adult learning concept is learning activity that gets to pattern non authoritarian. Based on biological characteristics and also psychological a large part Senior High School students  have entered adult age, so pedagogy approach (education for children was not suitable anymore for them, it seems that andragogy (education for adult is more suitable. This research is development research which develop learning material in andragogy approach, has an aim to get a learning material that can develop creativity and studying result. The research is executed in X2 class at Sudirman Islamic Senior High School of Ambarawa, academic year 2010 / 2011 which is chosen bases random sampling. Data taking is done by documentation method, observation and learning result test.  Data analysis  indicate   an  improving  of average  value  in creativity and learning result.

  1. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  2. Analisis Kinerja Supplier Bahan Baku Menggunakan Integrasi Supply Chain Operations Refrence dan Analytic Hierarchy Process PT. Asia Raya Foundry

    OpenAIRE

    Jati, Wahyu Listyo

    2015-01-01

    Persaingan bisnis yang semakin cepat menuntut PT. Asia Raya Foundry sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pengecoran logam untuk produksi spare part mesin pabrik perkebunan dan alat berat harus memperhatikan keinginan konsumen terhadap produk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan bahan baku langsung yang diperoleh dari supplier sehingga menyebabkan adanya keterlambatan dalam penyelesaian produk. Gangguan yang disebabkan ...

  3. PEMANFAATAN LIMBAH BATANG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN METODE HIDROLISIS SECARA ASAM DAN FERMENTASI

    OpenAIRE

    ., Sulfiani; Abd.Karim; Natsir, Hasnah

    2017-01-01

    Abstrak. Bioenergi, diantaranya bioetanol, adalah salah satu bentuk energi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan energi masa depan. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan melalui proses fermentasi terhadap glukosa dari bahan alam yang mengandung komponen pati dan selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan batang pisang kepok, yang memiliki kandungan selulosa sebesar 64%, guna menghasilkan bioetanol dengan cara hidrolisis asam dan fermentasi bakteri menggunakan bakteri Clostridu...

  4. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  5. SINTESIS BAHAN UBAHAN GRADUAL ALUMINUM TITANAT/KORUNDUM DARI ALUMINA TRANSISI DENGAN PENAMBAHAN MgO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sulhan Fauzi

    2013-03-01

    Full Text Available This article describes the results of research on the use of transition alumina for improving the performance of ceramics. Synthesis has been made of gradual changes materials (Functionally Graded Materials, FGM aluminum titanate (AT / corundum based on transition alumina powders with the addition of MgO as a stabilizer of AT as much as 2 wt.%. Samples without the addition of MgO was also made for comparison. Transition alumina with and without the addition of MgO were calcined at a temperature of 1100C for 1 hour to become ?-alumina. The powder mixture was compacted at a pressure of 49.3 MPa and then prasintered at a temperature of 1100C for 1 hour, then repeatedly infiltrated with infiltrator TiCl3 solution (20% which prepared by dissolving the Ti metal powders into HCl. Furthermore, the material sintered at temperatures of 1500C with a holding time for 3 hours. Physical character of materials showed an increase in density and decrease in porosity of the material due to the addition of MgO. Phase identification results obtained from the content of AT and corundum phases which gradual in depth, indicating that FGM has been formed. These results were supported by analysis of x-ray diffraction pattern showing the formation of a solid solution Al2 (1-x + MgxTi1 xO5 which marked by the shifting of the peak of AT phase in FGM samples with the addition of MgO. Tulisan ini menjelaskan hasil penelitian tentang penggunaan alumina transisi untuk meningkatkan performa keramik. Telah dilakukan sintesis bahan ubahan gradual (Functionally Graded Material, FGM aluminum titanat (AT/korundum berbahan dasar serbuk alumina transisi dengan penambahan MgO sebagai penstabil AT sebanyak 2 wt.%. Sampel tanpa tambahan MgO juga dibuat sebagai pembanding. Alumina transisi dengan dan tanpa penambahan MgO dikalsinasi pada temperatur 1100C selama 1 jam sehingga menjadi ?-alumina. Serbuk campuran dikompaksi pada tekanan 49,3 MPa lalu diprasinter pada temperatur 1100C selama

  6. Perbedaan Penggunaan Bahan Desensitizing dan Tanpa Desensitizing Pasca Bleaching Ekstra-Koronal terhadap Kekerasan Email

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wignyo Hadriyanto

    2012-12-01

    Full Text Available Latar Belakang. Pada bleaching ekstrakoronal diketahui terjadi proses demineralisasi sehingga terjadi hiersensitivitas dentin. UltraEZ salah satu bahan desensitizing yang dapat mengurangi hipersensitivitas akibat demineralisasi email pasca bleaching ekstrakoronal terkini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan email pasca pemutihan gigi ekstra-koronal dengan aplikasi bahan desensitizing dan tanpa aplikasi bahan desensitizing. Metode penelitian ini menggunakan 20 gigi premolar permanen pasca pencabutanyang masih utuh dan direndam dalam saliva buatan, kemudian dilakukan pemolesan pada bagian bukal dengan menggunakan pasta profilaksis kemudian gigi dicuci dan dikeringkan. Bahan pemutih Opalescence Xtra Boost diaplikasikan pada semua permukaan bukal gigi premolar kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I, II, masing-masing kelompok sebanyak 10 gigi. Kelompok I sebagai kelompok control setelah dilakukan pemutihan, tidak dilakukan aplikasi Ultra-EZ, dimasukkan dalam wadah botol dan direndam dalam saliva buatan kemudian disimpan dalam incubator. Mahkota dan akar gigi,kemudian ditanam dalam resin akrilik sesuai kelompok sebelumnya dengan permukaan bukal menghadap ke atas. Semua sampel diuji kekerasannya dengan uji kekerasan Vickers menggunakan beban 100 g selama 15 detik. Permukaan bukal menghadap ke atas, kemudian dijepit dengan alat penjepit pada meja alat Micro Vickers Hardness Tester. Sampel diatur sedemikian rupa sehingga akan terlihat gambar yang dapat diukur panjang diagonalnya langsung dengan micrometer yang ada pada lensa okuler. Nilai kekerasan email dalam Vickers hardness number (VHN juga dapat diperoleh dari table setelah mengetahui rata-rata panjang diagonal, berat badan yang digunakan dan waktu yang digunakan untuk uji kekerasan. Pengujian ini dilakukan pada setiap kelompok. Selanjutnya diuji dengan uji-t. hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara aplikasi ultraEZ lima menit

  7. SINTESIS LAPIS TIPIS BERBASIS NANOPARTIKEL TITANIA TERMODIFIKASI SILIKA SECARA SOL-GEL SEBAGAI BAHAN ANTIFOGGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L.V. Rissa

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania termodifikasi silika (TiO2-SiO2 secara sol-gel sebagai bahan antifogging untuk (i mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap energi band-gap, struktur dan ukuran kristal, serta porositas titania-silika, (ii mengetahui pengaruh komposisi sol terhadap karakteristik lapis tipis titania-silika yang meliputi hidrofilitas dan sifat transparan, serta (iii mengetahui kinerja antifogging lapis tipis titania-silika pada substrat kaca. Sintesis dilakukan melalui  metode sol-gel. Teknik pelapisan pada kaca menggunakan teknik celup, kemudian diaplikasikan sebagai bahan anti-kabut. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dan komposisi padatan, serta DR-UV untuk mengetahui band-gap TiO2-SiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa TiO2-SiO2 dengan 15% b/b silika  pada temperatur kalsinasi 500°C memiliki ukuran partikel dan band gap optimum  yaitu masing-masing sebesar 11,15 nm dan  3,20 eV. Hasil ini bersesuaian dengan hasil pengukuran sudut kontak minimum yaitu sebesar sebesar 14,49°. Hasil uji kinerja antifogging menunjukkan bahwa lapis tipis TiO2-SiO2 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan anti-kabut. The research on synthesis of thin layer Based on TiO2 nanoparticle modified silica by sol gel as antifogging materials has been conducted to (i determine the effect of calcination temperature on the gap energy, structure and size of crystal, and porous titania-silica, (ii determine the effect of sol composition on thin layer titania-silica covering hydrophilic and transparent character, and (iii determine the performance of antifogging thin layer titania-silica on glass substrate. The synthesis is done by using sol-gel method. Dye technique was used to coat the glass, and then applied as antifogging materials. The result of synthesis of TiO2-SiO2

  8. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2012-01-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  9. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  10. KUALITAS MUTU BAHAN MENTAH DAN PRODUK AKHIR PADA UNIT PENGALENGAN IKAN SARDINE DI PT. KARYA MANUNGGAL PRIMA SUKSES MUNCAR BANYUWANGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Agustin Wulandari

    2009-04-01

    Full Text Available Mutu ikan kaleng tergantung pada kesegaran bahan mentah, cara pengalengan, peralatan dan kecakapan serta pengetahuan pelaksana-pelaksana teknis, sanitasi dan higiene pabrik dan lingkungan.  Kesegaran bahan mentah sangat penting dalam industri perikanan.  Kesegaran adalah tolak ukur untuk membedakan ikan jelek dan bagus kualitasnya.  Bila kualitas bahan mentah bagus, maka produk yang dihasilkan juga bagus.  Untuk mengendalikan mutu produk yang dihasilkan perusahaan diperlukan suatu sistem yang terkendali dan dapat mengendalikan seluruh aktifitas yang mempengaruhi mutu produk. Khusus untuk produk perikanan lahirnya konsep HACCP mendorong negara-negara maju menerapkan sistem pengawasan mutu ini kepada produsen sebagai jaminan mutu produknya. Dari hasi studi pustaka dan penelitian serta pengamatan langsung pada PT. Karya Manunggal Prima Sukses Muncar,  ternyata diketahui bahwa mutu bahan baku dan produk akhir berupa ikan kaleng sardine saus tomat yang dihasilkan sesuai dengan standart mutu SNI 01-3548-1994.  Sedangkan penerapan konsepsi HACCP belum terlaksana dengan baik sehingga diperlukan perbaikan, baik GMP dan SSOP pada unit pengolahan.Kata kunci : Mutu ikan kaleng, HACCP.  The quality of a certain tinned-fish depends on several things; those are the freshness of raw materials, tinning technique, devices, knowledge, and capability of the technicians, sanitation and hygienist of the factory. The freshness of raw materials is important in fishery industries.  Freshness is one of indicators in determining fish quality. If raw materials are in good quality so that the product will be. To maintain quality of a product in certain factory, system that are able to control all of the elements affecting product quality, is absolutely needed. In fishery product, availability of HACCP, encourage the advanced-countries to apply a monitoring system of product quality to the producer as a kind of quality guarantee. From the study of certain literature

  11. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  12. Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminah Asngad

    2015-04-01

    Full Text Available Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.

  13. Rehabilitasi Prostetik Protesa Jari dengan Bahan Silikon Rtv untuk Mengembalikan Bentuk dan Estetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Agung Subiantari

    2015-12-01

    Full Text Available Tangan memiliki fungsi utama untuk menggenggam dan meraba. Organ ini dipergunakan untuk sarana komunikasi penting yang menunjukkan bahasa tubuh dan kontak sosial. Amputasi pada jari atau sebagian jari tangan merupakan kasus yang paling sering dijumpai sebagai bentuk hilangnya sebagian tangan yang dapat menimbulkan dampak buruk secara fisik, psikologis, maupun kerugian secara ekonomi bagi individu. Rehabilitasi prostetik pada  amputasi jari menjadi pertimbangan ketika rekonstruksi mikro vaskular merupakan kontraindikasi atau perawatan mengalami kegagalan. Tujuan dari studi kasus ini adalah  mengkaji rehabilitasi prostetik protesa jari menggunakan bahan silikon RTV untuk mengembalikan bentuk dan estetik. Pasien telah menyetujui kasusnya dipublikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Pasien laki- laki, 24 tahun datang dengan keluhan kehilangan sebagian jari telunjuk kanan . Riwayat trauma disebabkan oleh tangan kanannya tergilas mesin bubut 6 tahun yang lalu. Tatalaksana kasus : Anamnesa, pemeriksaan klinis, dan rehabilitasi prostetik protesa jari dengan ahan silikon RTV. Protesa jari dengan estetik yang baik dapat memberi dukungan psikologis terhadap pasien. Rehabilitation Finger Prosthesis with RTV Silicone to Restore Form and Esthetic. The hand has basic functions like grasping and feeling. It is a mean of communication and is of mayor importance for body language and social contact. Finger and partial finger amputations are some of the most frequently encountered forms of partial hand loss causing devastating physical, psychosocial and economic damage to an individual.  Prosthetic rehabilitation of amputed finger is considered when micro vascular reconstruction is contraindicated or unsuccessful. The purpose of  case study is to review rehabilitation finger prosthesis with RTV silicone to restore form and esthetic. Case : A 24 year old male patient with the complaint of the partially lost right index  He had a history of trauma to his

  14. BRIDGE TO TERABITHIA DAN ISLAND OF THE BLUE DOLPHIN SEBAGAI BAHAN AJAR BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdu Rajab

    2015-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan: (1 Nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam novel Bridge to Terabithia dan Island of the Blue Dolphin (2 Sejauh mana novel-novel tersebut dapat dijadikan bahan ajar Bahasa Inggris bermuatan pendidikan karakter. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Penelitian kualitatif mengungkapkan gejala secara menyeluruh, dan sesuai dengan konteks permasalahannya dipecahkan melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci (Djukri dkk, 2010, p.18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Novel Bridge to Terabithia dan Island of the Blue Dolphin memberikan penggambaran contoh nilai-nilai pendidikan karakter dengan frekuensi dan variasi yang tinggi juga dengan kualitas penggambaran yang kuat dan realistis, (2 Kedua novel memiliki bahasa yang imajinatif dan kisah yang inspiratif, (3 Kedua novel relevan dengan tujuan pembelajaran Bahasa Inggris. ____________________________________________________________________________________________________________________ BRIDGE TO TERABITHIA AND ISLAND OF THE BLUE DOLPHIN AS INSTRUCTIONAL MATERIAL EMBODYING CHARACTER EDUCATION Abstract This study aims at describing: (1 Character education values embodied in the novel Bridge to Terabithia and Island of the Blue Dolphin, (2 The extent to which those novels can be utilized as English instructional material embodying character education.  This study is a descriptive qualitative research, which employs content analysis method. Qualitative research describes the entire indications based on the context of the matter which is solved through collecting data of natural context employing the researcher as key instruments (Djukri dkk, 2010, p.18.The results of the study show that: (1 Bridge to Terabithia and Island of the Blue Dolphin give examples of high frequency and high variation as well as strong and realistic

  15. PENGEMBANGAN PASAR LELANG FORWARD KOMODITAS BAHAN OLAH KARET (BOKAR DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Rahman

    2015-11-01

    Full Text Available Permintaan karet dunia terus meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri karet global untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China. Potensi dan peluang dapat meningkatkan ekspor karet alam Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan petani yang memproduksi bahan Karet (bokar, secara tidak langsung. Namun, kurangnya harga referensi dari karet rakyat di tingkat nasional, membuat para petani selalu dirugikan, karena harga cenderung ditentukan oleh pedagang dan produsen, dan membuat lemah posisi tawar petani, sehingga pengembangan lelang pasar ke depan menjadi potensi dan peluang untuk penjualan bokar yang dapat menguntungkan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar lelang forward dari bokar memiliki potensi dan peluang sebagai tempat yang baik untuk transaksi yang lebih menguntungkan untuk para petani. Melalui pasar lelang forward, petani diminta untuk bersedia dan mampu berkelompok, untuk menghasilkan kualitas bokar yang baik, sehingga nilai penjualan bokar ini lebih tinggi, karena dijual oleh kelompok dengan cara lelang. Abstract World rubber demand increased continuously in line with the increase in global rubber industry needs forthe countries like US, Japan, Europe, and China. The potential and opportunity should boost Indonesia's natural rubber exports, provide to increase the income of farmers that producing Material Rubber (bokar, indirectly. However, the lack of reference prices of rubber smallholder at the national level, made of the farmers always disadvantaged, because the prices tend to be determined by the traders and manufacturers, and made weak thebargaining position of farmers, so the development of forward auction market into the potential and opportunities for bokar’ssales that can benefit the farmers. The results showed that the forward auction market of bokar has the potential and opportunities as a good place for transaction that more profitable for farmers.Through the forward

  16. Studi Proses Pemisahan Bitumen dari Asbuton dengan Proses Hot Water Menggunakan Bahan Pelarut Kerosin dan Larutan Surfaktan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Sidiq

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan studi proses pemisahan bitumen dari asbuton dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Asbuton adalah aspal alam yang terdeposit dalam batuan dengan kadar bitumen antara 15-30% yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan jumlah deposit aspal sebesar 677juta ton. Bitumen dapat digunakan sebagai campuran aspal minyak untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana infrastruktur berupa jalan raya. Salah satu cara pemisahan bitumen dari mineral adalah dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Sistem yang ditinjau dalam penelitian ini adalah tangki berpengaduk berbentuk silinder dengan kapasitar 2000cm2. Dalam penelitian ini akan ditinjau pengaruh dari penambahan ratio larutan surfaktan/asbuton dan penambahan kerosin terhadap %recovery bitumen. Proses ekstraksi dilakukan selama 20 menit dengan suhu proses 90oC dan kecepatan putar pengaduk 1500 rpm. Hasil proses ini akan terbentuk 3 lapisan yaitu lapisan atas terdiri dari larutan bitumen (kerosin dan bitumen, lapisan tengah terdiri dari air, larutan surfaktan dan mineral murni yang terpisah, dan lapisan bawah terdiri dari asbuton yang tidak terekstrak, kerosin dan sedikit air. Lapisan paling atas di ambil dan dilakukan analisa densitasnya untuk diketahui konsentrasi bitumennya. Sehingga dapat dihitung %recovery bitumen yang dihasilkan. Lapisan paling atas dipisahkan dan dianalisa konsentrasi bitumennya dengan mengukur densitasnya. Dari hasil eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa (% recovery bitumen tertinggi adalah pada penambahan kerosin 50% dan 0,1% konsentrasi larutan surfaktan 35 % sebesar 80,797%.

  17. Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Lengkung Menggunakan Bahan Limbah Berbasis Lesson Study di Kelas IX SMPN 1 Kromengan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musni Yuliastuti

    2016-06-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan mendiskripsikan pembelajaran bangun ruang sisi lengkung dengan materi volume dan luas sisi tabung menggunakan bahan limbah melalui kegiatan Lesson Study. Kegiatan lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu plan pada tanggal 10 September 2015 di SMP Negeri 1 Kromengan. Tahap do dan see dilaksanakan pada tanggal 1 oktober 2015 juga bertempat di SMP Negeri 1 Kromengan. Berdasarkan hasil refleksi didapat bahwa dengan tayangan video di awal pembelajaran dapat membangkitkan motivasi siswa.  Menggunakan media bahan limbah memudahkan siswa untuk mendapatkan konsep volume dan luas sisi tabung.This article aims to describe learning with curved side with material volume and extensive side of the tube using waste materials through Lesson Study activities. Lesson study activities carried out in three stages, plan on 10 September 2015 SMP Negeri 1 Kromengan. Stage do and see held on 1 October 2015 are also at SMP Negeri 1 Kromengan. Based on the results obtained that the reflection with a video show in early learning can be motivating students. Using media waste materials easier for students to get the concept of volume and area of the tube. 

  18. KADAR ZAT GIZI MAKANAN JAJAN DI DESA CIJENGKOL: SUATU PERBANDINGAN ANTARA ANALISA KIMIA DAN PERHITUNGAN DAFTAR KOMPOSISI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Krisdinamurtirin Krisdinamurtirin

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar zat gizi beberapa makanan jajan dari desa Cijengkol Jawa Barat telah dibandingkan hasil analisa kimianya dengan hasil perhitungan dengan Daftar Kompisisi Bahan Makanan. Makanan jajan yang diteliti yaitu yang di desa tersebut dikenal namanya sebagai gegentur, puruy, noga wijen, kremes, goreng pisang sale, tape goreng, boder, gemblong.Kedua cara menghasilkan kadar zat gizi yang umumnya berbeda, yang secara statistik tidak berarti, kecuali untuk protein dan kalsium. Hal ini menunjukkan bahwa untuk lemak, hidrat arang, fosfor dan besi, hitungan dengan Daftar Komposisi Bahan Makanan tidak mempunyai penyimpanan yang besar, kecuali untuk protein dan kalsium. Untuk protein, hidrat arang, lemak dan fosfor, hasil hitungan lebih besar daripada analisa kimia. Sedangkan untuk kalsium dan besi, hitungan lebih kecil daripada analisa kimia.Penelitian lebih lanjut mengenai kadar zat gizi secara analisa kimia dibanding dengan perhitungan Daftar Komposisi perlu dilakukan baik terhadap makanan jajan maupun hidangan tunggal dan hidangan sehari-hari dari beberapa daerah sampel lainnya. Dari penelitian seperti ini akan didapatkan angka penyimpanan untuk mengadakan koreksi pada perhitungan penelitian makanan (dietary survey.

  19. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada Spbu Menggunakan Algoritma Ant Colony

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nur Alam

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun, akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Tingginya kebutuhan bahan bakar di Indonesia didominasi oleh jenis bahan bakar premium. Persentase konsumsi bahan bakar premium di daerah Jawa-Bali mencapai 59% dari kuota premium nasional. Besarnya persentase kebutuhan akan bahan bakar premium, menyebabkan manajemen distribusi menjadi hal krusial yang perlu ditingkatkan secara berkala. Depo yang berperan sebagai supplier terhadap retailer -yang dalam studi kasus ini adalah SPBU- diusulkan menerapkan model Vendor Managed Inventory (VMI, yaitu proses pengadaan barang dimana supplier mengelola inventori dari retailernya. VMI memiliki salah satu perencanaan yaitu Inventory Routing Problem (IRP, IRP merupakan suatu bentuk perencanaan berbasis vendor hasil perpaduan antara Inventory Management dengan Inventory Routing yang mengatur kuantitas pengiriman dan retailer mana yang harus dikunjungi dalam suatu waktu perencanaan dalam jangka waktu tertentu yang bersifat terbatas (finite planning horizon. Dengan hasil akhir berupa penjadwalan, perencanaan model IRP mempertimbangkan jarak supplier-retailer dan biaya stockout yang mungkin terjadi pada retailer, sehingga diharapkan pengiriman optimal dan tidak terjadi stockout pada pos-pos penjualan bahan bakar.

  20. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  1. PROTOTIPE PEMESANAN BAHAN PUSTAKA MELALUI WEB MENGGUNAKAN ACTIVE SERVER PAGE (ASP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoni Haryadi Setiabudi

    2002-01-01

    . Salah satunya adalah Active Server Pages (ASP yang digabungkan sistem database untuk meyimpan data. Komponen penunjang lainnya adalah interface antara aplikasi dengan database yaitu ActiveX Data Objects (ADO. ASP memiliki keunggulan dalam metode scriptingnya dan mudah dalam berhubungan dengan database. Prototipe yang dibuat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian untuk administrator dan bagian untuk user. Prototipe yang dibuat ini ini mampu menghasilkan fasilitas pengeditan data, pencarian data, dan melihat informasi pesanan secara online. Untuk pencarian dan pemesanan artikel maka user dapat langsung melakukan proses download. Karena sistem E-commerce di Indonesia baru saja berkembang maka perlu diperhatikan juga mengenai metode pembayaran dimana tidak setiap orang mempunyai kartu kredit. Maka dalam prototipe ini terdapat juga suatu form untuk user yang tidak mempunyai kartu kredit. Begitu user telah melakukan pembayaran maka user bersangkutan bisa melakukan transaksi secara online. Disini dipakai juga keunggulan ASP yaitu "session" dimana data - data dalam proses yang terjadi tidak akan hilang selama user masih berada dalam session tersebut. Ini digunakan dalam proses user area dan admin area dimana user dan admin dapat melakukan berbagai macam proses. Kata kunci: e-commerce, bahan pustaka, world wide web, Active Server Page, ActiveX Data Objects.

  2. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  3. PENYERAPAN FORMALIN OLEH BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN SERTA PENGHILANGANNYA MELALUI PERENDAMAN DALAM AIR PANAS (THE ADSORPTION OF FORMALDEHYDE BY SOME FOODSTUFFS AND ITS ELIMINATION BY SOAKING THEM IN HOT WATER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar belakang: Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan dilarang oleh Pemerintah, karena bahan ini bersifat toksik (racun. Namun, hasil survei mengindikasikan bahwa beberapa jenis bahan makanan di pasar tradisional masih mengandung formalin. Formalin bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan, karena formalin dapat mengikat protein membentuk ikatan methylene (-NCHOH. Protein pada ikatan methylene ini tahan terhadap kerusakan, baik yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme maupun oksidasi, sehingga makanan tersebut terhindar dari kerusakan dan menjadi awet. Artikel ini menyajikan hasil pengujian penyerapan formalin oleh beberapa jenis bahan makanan yang mengandung protein, serta pengaruh proses perendaman dalam air panas terhadap kandungan formalinnya. Metodologi: Sampel bahan makanan direndam dalam larutan formalin 1 persen. Sementara pengaruh proses perendaman dalam air panas terhadap kandungan formalin dilakukan dengan merendam bahan makanan berformalin di dalam air panas. Selama waktu periodik perendaman, bahan makanan dianalisis kadar air, formalin dan proteinnya. Hasil: Penyerapan formalin tertinggi oleh bahan makanan terjadi pada tahu, kemudian daging ayam, dan yang terendah adalah mi basah pasar. Akan tetapi, ada perbedaan tingkat penyerapan formalin antar-tahu, serta antara daging dada dan paha ayam. Kadar formalin dalam bahan makanan bisa dikurangi melalui perendaman dalam air panas. Besar pengurangan tergantung dari tingginya kandungan formalin. Sebagai contoh, kadar formalin tahu adalah 0.7 mg per g, dan menjadi 0 pada perendaman dalam air panas selama 2 jam. Kesimpulan: Penyerapan formalin oleh bahan makanan, kadarnya berbeda tergantung dari reaktivitas protein untuk bereaksi dengan formalin. Perendaman bahan makanan berformalin dalam air panas dapat mengurangi kandungannya. Rekomendasi: Perendaman bahan makanan, dengan merendam dalam air panas di rumah tangga, merupakan salah satu usaha ibu-ibu rumah tangga

  4. STUDI PENGARUH VARIASI SUHU KALSINASI TERHADAP KEKERASAN BENTUK MORFOLOGI, DAN ANALISIS POROSITAS NANOKOMPOSIT CAO/SiO2 UNTUK APLIKASI BAHAN BIOMATERIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Kurniawan

    2015-01-01

    Full Text Available Bahan biomaterial saat ini dibutuhkan bagi masyarakat, namun saat ini penyediaannya sangat terbatas dan harganya yang mahal. Hal ini mendorong terciptanya inovasi bahan biomaterial yang efisien dan berasal dari alam Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat bahan biomaterial dari limbah cangkang kerang dan lumpur Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah melakukan sintesis nanokomposit CaO dan SiO2, dan mencampur dengan rasio 2:1, kemudian dikalsinasi pada suhu 700oC, 800oC, 900oC setelah itu mengkaraterisasinya menggunakan uji mekanik harness vickers dan SEM, BET. Hasil karakterisasi menunjukkan pada suhu 900oC nilai kekerasan tertinggi dicapai pada suhu pemanasan 900oC yaitu sebesar 109,1 ± 5,22 VHN. Kemudian bentuk mikrostruktur dimana pada suhu ini terbentuk butiran yang menggumpal dan membesar dengan ukuran pori mengecil. Sedangkan untuk analisa porositasnya pada suhu ini nilai surface area sebesar 23.843 m2/g dan volume pori sebesar 0.007 cc/g. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa meningkatnya suhu pemanasan menyebabkan sifat kekerasannya semakin meningkat dan mempengaruhi bentuk mikrostruktur serta surface area pada permukaan sampel.Kata kunci : Biomaterial, nanokomposit CaO/SiO2, Hardness Vickers, SEM, BET

  5. PENGARUH BAHAN ORGANIK DAN TRACE ELEMENTS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN GULA TANAMAN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA BERTONI M.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lussana Rossita Dewi

    2013-09-01

    Full Text Available The aims of research was to study the effect of organic material and trace elements added on growth and sugar content of Stevia rebaudiana. The research was designed using Complete Random Design (CRD consist of 20 factors with 3 repeats. The factors given consist of combination of 0, 0,5, 1, and 1,5 kg of organic material, 0, 25, and 50 ppm of trace elements, and spraying time, unsprayed, sprayed once every 3 days, and sprayed once every 6 days, respectively. Observed variable includes plant height, number of leaves, fresh and dry weight of root and stem. The observation was conducted every 4 days, started from 1 week after planting up to harvest. Observation of fresh and dry weight of root and stem was conducted upon harvesting. The result indicated that application of organic material have significant influence on plant height, number of leaves, fresh and dry weight of root and stem. Concentration of trace elements showed significant influence on plant height, number of leaves, and stem fresh weight, but didnt influence on stem dry weight and fresh and dry weight of root. Spraying time of trace elements had significant influence on number of leaves, fresh and dry weight of stem and root fresh weight, but didnt show significant influence on plant height and root dry weight. The content of stevia sugar using treatment applications with organic material and trace elements was higher compared to control. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik dan unsur trace elements terhadap pertumbuhan dan kandungan gula stevia pada tanaman Stevia rebaudiana Bertoni M. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 20 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi bahan organik dengan dosis 0 kg, 0,5 kg, 1 kg, dan 1,5 kg, trace elements (dosis 0 ppm, 25 ppm, dan 50 ppm, dan waktu penyemprotan (tanpa disemprot, disemprot 3 hari sekali, dan disemprot 6 hari sekali. Peubah yang diamati

  6. PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa

  7. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  8. NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE. Research of UMo fuel for research reactor has been developing  right now. The fuel of  research reactor used is uranium low enrichment with high density. For supporting the development of fuel, an assessment of mini fuel in the RSG-GAS core was performed. The mini fuel are U7Mo-Al and U6Zr-Al with densitis of 7.0gU/cc and 5.2 gU/cc, respectively. The size of both fuel are the same namely 630x70.75x1.30 mm were inserted to the 3 plates of dummy fuel. Before being irradiated in the core, a calculation for safety analysis  from neutronics and thermohydrolics aspects were required. However, in this paper will discuss safety analysis of the U7Mo-Al and U6Zr-Al mini fuels from neutronic point of view.  The calculation was done using WIMSD-5B and Batan-3DIFF code. The result showed that both of the mini fuels could be irradiated in the RSG-GAS core with burn up less than 70 % within 12 cycles of operation without over limiting the safety margin. Power density of U7Mo-Al mini fuel bigger than U6Zr-Al fuel.   Key words: mini fuel, neutronics analysis, reactor core, safety analysis   Abstrak ANALISIS NEUTRONIK ELEMEN BAKAR UJI MINI DI TERAS RSG-GAS. Penelitian tentang bahan bakar UMo untuk reaktor riset terus berkembang saat ini. Bahan bakar reaktor riset yang digunakan adalah uranium pengkayaan rendah namun densitas tinggi.  Untuk mendukung pengembangan bahan bakar dilakukan uji elemen bakar mini di teras reakror RSG-GAS dengan tujuan menentukan jumlah siklus di dalam teras sehingga tercapai fraksi bakar maksimum. Bahan bakar yang diuji adalah U7Mo-Al dengan densitas 7,0 gU/cc dan U6Zr-Al densitas 5,2 gU/cc. Ukuran kedua bahan bakar uji tersebut adalah sama 630x70,75x1,30 mm dimasukkan masing masing kedalam 3 pelat dummy bahan bakar. Sebelum diiradiasi ke dalam teras reaktor maka perlu dilakukan perhitungan keselamatan baik secara neutronik maupun termohidrolik. Dalam makalah ini

  9. PENGARUH KONSENTRASI BAHAN STABILISATOR PEG 1000 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESTABILAN DIMENSI KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusyiani Lusyiani

    2016-11-01

    Full Text Available Kayu bersifat higroskopis dan anisotropis, karena itulah untuk meningkatkan kualitas kayu diperlukan suatu perlakuan stabilisasi dimensi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsentrasi Polyethylene Glycol 1000 dan waktu perendaman terhadap stabilisasi dimensi kayu yakni nilai penyusutannya.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polyethylene glycol 1000, kayu Kecapi dan air suling sebagai pelarutnya.  Proses stabilisasi dimensi dilakukan dengan menggunakan metode proses difusi bulking yang mengganti bahan penstabilnya dengan air.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 buah sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polyethylene Glycol 1000 pada tingkat konsentrasi 30% dan lama perendaman 5 hari memiliki nilai stabilisasi dimensi terbaik untuk semua parameter yang diuji.  Tingkat konsentrasi tertinggi untuk Polyethylene Glycol 1000 dan lama perendaman yang terlama, nilai penyusutannya paling kecil dan juga dapat meningkatkan nilai stabilisasi dimensi. Wood is hygroscopic and anisotropic, hence it is needed to improve the quality of wood by dimension stabilization treatment. The aim of study is to examine the effect of Polyethylene Glycol  1000 concentration and soaking time on the shrinkage rate stabilization dimensions. Polyethylene glycol 1000 and Kecapi wood were used in the research and distilled water as a solvent.  Stabilization was carried out by bulking method that replaced stabilizer material with water by diffusion process.  A member of 120 pieces samples were used in the study. The research results showed that Polyethylene Glycol  1000 at 30% concentration level and 5 days of soaking time have the best value of stabilization for all tested parameters.  The hingher level concentration of Polyethylene Glycol 1000 and the longer immersion time, smaller shrinkage and increasing the value of stabilization dimensions, as well.

  10. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  11. Evaluasi karakteristik abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel sebagai bahan dentinogenesis (Characteristic evaluation of rice husk ash with chitosan high molecule nanoparticle as dentinogenesis material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pretty Farida Sinta Silalahi

    2014-06-01

    Full Text Available Background: Mineral trioxide aggregate (MTA and resin modified glass ionomer cement (RMGIC are the material used for indirect and direct pulp capping due to biocompatibility, but these materials have many shortcomings. Mineral trioxide aggregate contains a little amount of arsenic and has long setting time, while HEMA containing RMGIC are cytotoxic. Rice husk ash nanoparticles (RHAn is a potential source of silica. High molecular chitosan nanoparticles (HMCn can stimulate the formation of reparative dentin. Combination of these two materials is biocompatible and have good sealing ability. Purpose: This study was aimed to study RHAn + HMCn used as biomaterials for prevention of pulpodentinal complex by examined at the microstructure of dentin surfaces applied with RHAn + HMCn. Methods: Twenty-four mandibular premolar teeth extracted for orthodontic purposes, were made cavity class I preparation with 3 mm depth above the cemento-enamel junction (CEJ. Then each tooth was cut in bucco-lingual direction and each part was cut using a cervical disc bur. Samples were divided into 3 groups, group I the teeth were applied with MTA; group II the teeth were applied RMGIC; group III the teeth were apllied with RHAn + HMCn. Characterization was done by using Scanning Electron Microscopy (SEM on the interface between test material and dentin adjacent to the pulp to see surface microstructure. Results: Material microstructure of RHAn + HMCn applied to the dentine showed tags like structure which was more significant than MTA. RHAn + HMCn showed to have better sealing ability than MTA. Porosity of ASPn + HMCn was less than MTA and RMGIC. Conclusion: The study suggested that the combined RHAn + HMCn biomaterials could be used as an active biomaterial that can maintain the integrity of pulp dentinal complex.Latar belakang: Mineral trioksida agregat (MTA dan semen ionomer kaca modifikasi resin (SIKMR adalah bahan yang digunakan untuk pulp capping langsung dan tidak

  12. Kajian Potensi Kerugian Akibat Penggunaan BBM pada PLTG dan PLTGU di Sistem Jawa Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Nur Imansyah

    2014-03-01

    Full Text Available Dalam pengoperasian sistem tenaga lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi atau fuel cost. Tujuannya agar daya beban tetap terpenuhi, sedangkan biaya operasi dapat ditekan.  Faktor yang menjadi pertimbangan dalam meminimalkan biaya operasi adalah harga bahan bakar. Selama ini pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM dalam pengoperasian pembangkit listrik menimbulkan kerugian dari sisi biaya operasi. Hal tersebut dikarenakan potensi gas alam yang dalam penggunaannya lebih efisien dan murah oleh pemerintah Indonesia lebih dikhususkan untuk kebutuhan ekspor. Maka, kajian didalam tugas akhir ini ialah mengenai seberapa besar dampak kerugian penggunaan BBM pada pembangkit listrik. Alasan PLTG dan PLTGU dipilih yaitu karena pembangkit ini memiliki efisiensi thermal yang tinggi, sehingga dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis minyak. Dynamic Optimal Power Flow (DOPF dipakai untuk menghitung biaya operasi dengan menggunakan metode Quadratic Programming. DOPF dilakukan dengan menggunakan program Matpower dan software matlab. Sistem yang digunakan yaitu  PLTG dan PLTGU yang beroperasi pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV.

  13. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  14. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  15. MODIFIKASI TEPUNG UMBI TALAS BOGOR (COLOCASIA ESCULENTUM (L SCHOTT DENGAN TEKNIK OKSIDASI SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI TEPUNG TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Ariyanti

    2014-05-01

    Full Text Available Tanaman talas bogor (Colocasia esculentum (L Schott sangat mudah dibudidayakan di daerah tropik dan sub-tropik, termasuk Indonesia. Umbi talas bogor kaya akan karbohidrat, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi yang potensial bagi manusia melalui berbagai proses modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas tepung umbi talas bogor dengan mengkaji pengaruh konsentrasi suspensi, katalis, oksidator, dan temperatur dari proses modifikasi dengan cara oksidasi menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2. Variabel yang dikaji adalah suspensi tepung dengan air (40, 30, 20, dan 10%, waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi katalis (0; 0,1%; 0,2%, konsentrasi oksidator (1%, 2% dan 3% dan temperatur (30; 40; 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi suspensi 40% , konsentrasi katalis 0,1%, konsentrasi H2O2 2% dan temperatur 30oC pada waktu oksidasi 30 menit memberikan hasil yang paling optimum ditinjau dari daya kembang (swelling power dengan nilai 7g/g dan kelarutannya dalam air yaitu 4% dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis dari proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan H2O2 sebagai oksidator cukup efektif dalam meningkatkan nilai daya kembang tepung talas bogor yang sebelumnya hanya 4,3 g/g menjadi 7 g/g, dimana nilai tersebut telah masuk dalam rasio daya kembang tepung terigu yaitu 6,8-7,9 g/g. Namun oksidator H2O2 tidak cukup efektif dalam meningkatkan nilai kelarutan tepung dalam air yang sebelumnya hanya 2% menjadi 4%, dimana nilai tersebut masih dibawah rasio kelarutan tepung terigu yaitu 6,3-7,3%. Selain itu uji organoleptik pada kue kering berbahan baku tepung umbi talas bogor teroksidasi menunjukkan kelemahan berupa rasa yang agak pahit dan tekstur yang terlalu rapuh dibandingkan dengan kue kering yang menggunakan bahan baku tepung terigu.Bogor taro (Colocasia esculentum (L Schott is one of the local resources which can be used as raw material for flour

  16. OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI

    OpenAIRE

    Widayat Widayat; Hantoro Satriadi

    2011-01-01

    DiEtil Eter banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk reaksi organik dan pemisahan senyawa organik dari sumber alamnya, sebagai bahan bakar. DiEtil Eter umumnya diproduksi dengan proses dehidrasi etanol dengan katalis asam sulfat pada suhu 125­­­0C – 1400C (proses barbet). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum pada pembuatan dietil eter dengan katalis asam sulfat dan proses reaktif distilasi. Variabel yang dioptimasi adalah konsentrasi asam sulfat awal...

  17. EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI LENGKUAS TERHADAP PRODUKSI NITRIT OKSIDA MAKROFAG MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regina T. C. Tandelilin

    2015-07-01

    Full Text Available Based on the content of the galangal's essential oil which can be used as antimicroorganism, analgesic, and antiseptic characterize with inhibiting and estructing microorgnism life process, it is predicted that there is a possibility of essential oil can be use for anti-inflammatory agent. Nitric-oxie (NO is an unstable gas produced by cell such as macrophage and has the function as antimicroorganism. The aim of this study was to investigate whther essential oil of galangal components has an effect to the macrophage NO production, which stimulated by LPS E. coli.The both curative and preventive analysis using ANOVA showed that the NO productions differences were significant (p<0,01. The study showed that the NO levels produced by marine macrophages induced by LPS E. coli were suppressed by essential oil in a dose dependent fashion, suggesting antiinflammatory activities. Curatively, increased doses of the essential oil resulted in increased its anti-inflammatory functions. Five micro liter of the essential oil was preventively the most concentration as anti inflammation.

  18. Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi (Enamel micro hardness of young permanent tooth after bleaching and remineralization paste application

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Liwang

    2014-12-01

    : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kekerasan mikro permukaan email gigi permanen muda, dan efek aplikasi pasta remineralisasi setelah pemutihan gigi. Metode: Empat belas gigi permanen muda ditempatkan dalam blok resin dengan jendela pada enamel permukaan bukal dan dilakukan pengukuran kekerasan permukaan enamel sampel awal dengan menggunakan alat Microvickers Hardness Tester. Kemudian dilakukan aplikasi bahan bleaching hidrogen peroxide 30% sebanyak 3 kali masing-masing selama 15 menit. Setelah aplikasi bahan bleaching, kekerasan permukaan enamel sampel diukur kembali. Sampel dibagi 2 kelompok; kelompok pertama diaplikasi pasta remineralisasi Hidroksi apatit + NaF 1450ppm, dan kelompok kedua diaplikasi pasta CPP-ACP + NaF 900ppm. Masing-masing pasta tersebut diaplikasikan selama 30 menit 7 hari berturut-turut. Setelah aplikasi pasta remineralisasi, sampel diukur kembali kekerasan permukaan enamelnya. Hasil: Kekerasan mikro permukaan enamel menurun setelah aplikasi pemutih gigi, dari 333.09 ± 10.49 VHN ke 299,15 ± 5.70 VHN. Kekerasan mikro setelah aplikasi Hidroxy apatit + NaF "> 1450ppm adalah 316,61 ± 5.87 VHN dan setelah aplikasi CPP-ACP + NaF 900ppm adalah 319,94 ± 3,25 VHN, namun kekerasan mikro setelah aplikasi pasta remineralisasi masih lebih rendah dari kekerasan mikro awal. Simpulan: Bahan pemutih gigi menurunkan kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda secara signifikan. Aplikasi pasta remineralisasi dapat meningkatkan kembali kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda.

  19. PENGARUH BERBAGAI KECAMBAH KACANG-KACANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN DASAR MEAT ANALOG TERHADAP SIFAT FISIK (TEKSTUR, KESUKAAN DAN RASIO ARGININ/LISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2013-06-01

    Full Text Available The aims of this research were to determine the best of local legume sprout as raw material of meat analog, based on its texture, sensory (preference properties, and the ratio of arginine/lysine, compared to meat analog from soybean. Meat analogs were made of protein of local legumes sprout, which were velvet beans, cowpeas, and winged beans that had been germinated for 48, 36 and 24 hr respectively. The protein of velvet beans, cowpeas, and winged beans sprout for meat analog production were extracted at pH 9 and precipitated at pH 4, 5, and 5 respectively. Hence their products were analyzed the texture, the sensory properties (the hedonic scales of color, texture, odor, taste, and overall, and the ratio of arginine/lysine. The characteristics of meat analog from the legumes sprout were compared to meat analog from soybean for determination of the best legume sprout as raw material of meat analog. The result of this research showed the properties of meat analog from winged bean and cowpeas sprouts were better than velvet beans sprout. The meat analog from soybean was still better than meat analog from the local legumes sprout, especially its texture. The arginine content, that was known as  hypocholesterolemic and hypoglycemic component,  of meat analog from cowpeas sprout was lower than meat analog from soybean, but its ratio of arginie/lysine was not signifi cantly different. While the ratio of arginine/lysine of meat analog from the other legumes sprout were lower than meat analog from soybean. Therefore the meat analog from cowpeas sprout was chosen as the best product and was potential as functional food especially for reducing blood cholesterol. Keywords: Meat analog, sprout, local legumes, arginine/lysine ratio   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal terbaik sebagai bahan baku kedelai berdasarkan tekstur, sifat sensoris, dan rasio arginin/lisin dibandingkan meat analog dari biji

  20. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Aplikasi Sodium Hipoklorit (NaOCL sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar terhadap Kekuatan Geser Perlekatan Siler Berbahan Dasar Resin Pada Dentin Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunjung Nugraheni

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaOCI, dengan konsentrasi 0,5%-5.25%. Penggunaan NaOCL berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaOCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 gigi, kelompok 1 di rendam dalam 6ml NaOCI 2,5%. Kelompok II direndam dalam 6 ml NaOCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok diremdam selama 10 menit, sub kelompok direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubaror pada suhu 370 C selama 72 jam. Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian. Hasil uji statistik AVANA dua jalur menunjukkan kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaOCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007. Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit,, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 10 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 5

  1. PLASTIC WASTE CONVERSION TO LIQUID FUELS OVER MODIFIED-RESIDUAL CATALYTIC CRACKING CATALYSTS: MODELING AND OPTIMIZATION USING HYBRID ARTIFICIAL NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istadi Istadi

    2012-04-01

    Full Text Available The plastic waste utilization can be addressed toward different valuable products. A promising technology for the utilization is by converting it to fuels. Simultaneous modeling and optimization representing effect of reactor temperature, catalyst calcinations temperature, and plastic/catalyst weight ratio toward performance of liquid fuel production was studied over modified catalyst waste. The optimization was performed to find optimal operating conditions (reactor temperature, catalyst calcination temperature, and plastic/catalyst weight ratio that maximize the liquid fuel product. A Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA method was used for the modeling and optimization, respectively. The variable interaction between the reactor temperature, catalyst calcination temperature, as well as plastic/catalyst ratio is presented in surface plots. From the GC-MS characterization, the liquid fuels product was mainly composed of C4 to C13 hydrocarbons.KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN METODE PERENGKAHAN KATALITIK MENGGUNAKAN KATALIS BEKAS YANG TERMODIFIKASI: PEMODELAN DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah dengan mengkonversikannya menjadi bahan bakar. Permodelan, simulasi dan optimisasi simultan yang menggambarkan efek dari suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis terhadap kinerja produksi bahan bakar cair telah dipelajari menggunakan katalis bekas termodifikasi Optimisasi ini ditujukan untuk mencari kondisi operasi optimum (suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis yang memaksimalkan produk bahan bakar cair. Metode Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA telah digunakan untuk permodelan dan optimisasi simultan tersebut. Inetraksi antar variabel

  2. Ispitivanje antimikrobnih aktivnosti materijala na bazi kalcijum hidroksiapatita

    OpenAIRE

    2011-01-01

    Antimikrobni materijali na bazi hidroksiapatita su potencijalno atraktivni za širok spektar primena u medicini. Monofazni srebro-, bakar- i cink-dopirani hidroksiapati (MxCa10-x(PO4)6(OH)2, M = Ag, Cu ili Zn, 0,002 ≤ x ≤ 0,04) su sintetizovani korišćenjem metode neutralizacije. Ova metoda se sastoji od rastvaranja oksida metala (Ag2O, CuO ili ZnO) u rastvoru H3PO4, i sporog dodavanja rastvora u suspenziju Ca(OH)2 radi homogene raspodele dopantnog jona. Kvantitativna elementala analiza je p...

  3. Analisis Pengaruh Massa Reduktor Zinc Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahman Faiz Suwandana

    2015-03-01

    Full Text Available Material graphene merupakan material inovatif yang memiliki kristal berupa lapisan dua dimensi. Kristal terdiri dari hibridisasi sp2 atom karbon dan membentuk struktur heksagonal serta memiliki luas permukaan spesifik sangat tinggi, mencapai 1500 m2/gram. Dengan luas permukaan tersebut, graphene sangat cocok digunakan sebagai bahan elektroda pada kapasitor elektrokimia karena alat tersebut bekerja berdasarkan luas permukaan untuk proses charging-discharging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi massa reduktor zinc agar didapat graphene dengan kapasitansi listrik terbaik. Grafit dioksidasi menjadi grafit oksida melalui metode Hummer. Grafit oksida yang diperoleh dilarutkan dalam aquades dan diultrasonikasi selama 90 menit sehingga diperoleh graphene oksida (GO. GO kemudian direduksi dengan menambahkan Zinc (Zn sebanyak 0,8 gram, 1,6 gram, dan 2,4 gram. Proses selanjutnya hydrothermal selama 12 jam pada temperatur 160 oC. X-Ray Diffraction (XRD untuk mengetahui perbandingan jarak antar layer dan kristalinasi grafit, graphene oksida dan graphene. Scanning Electron Microscope (SEM untuk menganalisis morfologi graphene.  Four Point Probe (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik graphene, dan Cyclic Voltametry (CV untuk mengukur kapasitansi elektroda nickel foam-graphene

  4. Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2013-12-01

    : Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat. Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510. Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858. Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%. Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.

  5. PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK SEBAGAI BAHAN PEMBAWA INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANNE NURBAITY

    2014-04-01

    Full Text Available Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF is known as one type of biofertilizer. The carrier for this biofertilizer is usually made from inorganic material such as zeolite. Currently, it is important to find the alternative materials that can be used as biofertilizers’ carrier due to the need of lower cost and easily available, such organic matter. Rice straw and husk are some of the organic matter sources that can be used as a carrier of AMF. A glass house experiment was conducted to determine the effectiveness of different type of organic matter as a carrier of AMF’s inoculum. The experiment was arranged in factorial randomized block design with two factors, i.e. type of organic matter (zeolite as a control, straw, burnt-rice’s husk and combination of straw and rice husk 50/50 v/v and type of different hosts of AMF’s (Jatropha sp. and Sorghum sp.. The results showed that application of burnt-rice’s husk was better carrier of AMF inoculum instead of straw or combination of straw and burnt-rice’s husk. The quality of AMF inoculum with burnt-rice’s husk as a carrier was as good as the control inoculum that used zeolite, in terms of the number of spores, the percentage of root colonization, root length colonized and root fresh weight. In summary, burnt-rice’s husk has a good potential carrier of AMF biofertilizer.

  6. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  7. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairy Abusyairi

    2013-06-01

    Full Text Available Up to day, the materials of Arabic teaching that are developed and used widely in Indonesia in general are the teaching materials used in the madrassah in the Middle East. If the teaching material is the result of the development of amounts not so much. While the demands for innovation and the development of Arabic language teaching materials, today continues to roll, in line with the dynamics of the development of science and technology. Besides that , the demand for Arabic teaching materials that use Indonesian as the language develops in most introductory students, especially those with a general educational background. Thus, one needs to have a competence of teachers in performing their duties is developing instructional materials. Development of teaching materials a teacher is important for learning more effective, efficient, and does not deviate from the competency achieved. Arabic teaching materials can be developed through the following steps : a analysis, b design, c the writing and preparation of the material, d evaluation, e revision.

  8. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  9. KONTROL ROBUST IDLE SPEED MITSUBISHI 4G63 DENGAN METODE MULTI INPUT MULTI OUTPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Nur

    2016-06-01

    Full Text Available Salah satu kerja mesin otomotif adalah kinerja idle speed yang secara signifikan dipengaruhi oleh parameter kontrol pada electronic control unit (ECU. Pada mesin, idle speed merupakan kompromi antara kecepatan mesin rendah untuk menghemat bahan bakar dan kemampuan untuk menolak gangguan dengan baik. Gangguan putaran mesin terjadi karena permintaan listrik pada alternator, yang mana dengan cepat akan menyebabkan naiknya kecepatan mesin sehingga bahan bakar yang di injeksi akan lebih banyak. Idle speed pada penelitian ini akan dikontrol menggunakan metode pengaturan robust multi input multi output (MIMO yang mana sistem akan lebih kuat atau robust terhadap gangguan yang diberikan, kemudian menghasilkan perpaduan performance kecepatan optimal dengan emisi gas buang yang dihasilkan dalam seperti yang diinginkan serta waktu yang digunakan untuk kembali pada kecepatan idle speed yang diingikan lebih cepat. 

  10. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  11. PENGARUH BENTUK RUNNER INTAKE MANIFOLD TERHADAP POLA ALIRAN FLUIDA DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Aklis

    2015-01-01

    Full Text Available Intake manifold merupakan salah satu komponen yang sangat penting. Fungsi intake manifold adalah untuk menghantar udara ke silinder atau ruang bakar, posisi dan sudut belokan pada runner sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan pencampuran bahan bakar didalam silinder atau ruang bakar. Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik aliran fluida, keseragaman pendistribusian aliran fluida dimasing-masing runner dan untuk mengetahui tingkat turbulensi aliran fluida pada silinder atau ruang bakar pada intake manifold standar dan setelah dimodifikasi.                Penelitian dilakukan dengan merubah geometri sudut runner intake manifold standar yang memiliki sudut 80o menjadi 65o. Desain pembuatan intake manifold dengan menggunakan software solidworks 2013.                Dari hasil simulasi CFD didapat nilai-nilai kecepatan dan penurunan tekanan pada outlet dimasing-masing runner yang menunjukkan perbedaan antara intake manifold standar dan setelah dimodifikasi. Berdasarkan hasil simulasi menunjukkan perbedaan pusaran (vortex yang terjadi didalam silinder atau ruang bakar antara intake manifold standar dan setelah dimodifikasi.

  12. KARAKTERISASI PATI GANYONG (Canna edulis DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN COOKIES DAN CENDOL Characterization of Edible Canna Starch (Canna edulis and Its Application as Ingredient for Cookies and Cendol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Harmayani

    2012-05-01

    ganyong serta mengevaluasi penggunaannya sebagai bahan pembuatan beberapa produk olahan. Pati ganyong diperoleh dari Kelompok Tani Mekar Sari, Kulon Progo. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap berikut: 1 karakterisasi pati ganyong, meliputi sifat kimia, fisik, dan fisikokimia; 2 formulasi dan pembuatan produk dari pati ganyong berdasarkan karakteristik yang diperoleh; dan 3 uji organoleptik produk-produk yang telah dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan sampel pati ganyong memiliki kadar total pati 93,30 % (db, kadar amilosa 42,49 % (db dan kadar amilopektin sebesar 50,90 % (db. Protein, lemak, abu, serat kasar, dan gula reduksi merupakan komponen minor. Pati ganyong tergolong memiliki water binding capacity (162,15% dan swelling power (9,96 g/g  yang rendah. Pada konsentrasi 5 %, pati ganyong memiliki viskositas pasta panas yang rendah (9,67 dPa.s. dan stabil, viskositas meningkat menjadi 14,67 dPa.s setelah pendinginan. Berdasarkan beberapa karakteristik tersebut, pati ganyong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan cookies dan cendol. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa pati ganyong dapat digunakan hingga 75 % pada pembuatan cookies dan 100 % pada pembuatan cendol dengan tingkat kesukaan yang tidak berbeda nyata dibandingkan cookies terigu dan cendol tepung beras. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pati ganyong memiliki karakteristik yang potensial untuk diversifikasi pangan.

  13. REAKTOR INNOVATIVE MOLTEN SALT (IMSR DENGAN SISTEM KESELAMATAN PASIF MENYELURUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-04-01

    Full Text Available Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan-bakar nuklir dan peningkatan aspek ekonomi. reaktor Innovative Molten Salt (IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur fluoride (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. Reaktor IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-233 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan sustainabilitas ketersedian sumber daya bahan bakar nuklir dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain reaktor IMSR memiliki sifat inherent safe, yaitu koefisien umpan balik daya yang negatif serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif. Fitur-fitur keselamatan pasif terdiri dari sistem shutdown pasif, sistem pendinginan pasif pasca shutdown serta sistem pendinginan pasif untuk produk fisi. Kecelakaan yang berpotensi terjadi pada IMSR, yaitu kecelakaan kehilangan aliran bahan bakar, kecelakaan kehilangan aliran pendingin, kecelakaan kehilangan kemampuan pengambilan kalor serta kecelakaan kerusakan integritas sistem reaktor, dapat ditangani sepenuhnya secara pasif hingga mencapai kondisi shutdown selamat. Kata kunci: keselamatan pasif, inherent safe, IMSR   The next Nuclear Reactor Technology developments are directed to the increasing of the aspects of safety, fuel utility, radioactive waste reduction, proliferation retention and economy. Innovative Molten Salt Reactor (IMSR is a nuclear reactor design that uses fluoride molten salt (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. IMSR is designed as a thermal breeder reactor, i.e. to produce U-233 from Th-232. This is the answer of natural nuclear fuel sustainability and radioactive waste problems. In term of safety aspect, IMSR design has inherent safe characteristics, i.e. negative power feedback coefficient, and passive safety features. The passive safety features are passive shutdown

  14. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    OpenAIRE

    I Nyoman Darma Putra

    2015-01-01

    AbstractA Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional) dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bal...

  15. BATCH INJECTION POTENTIOMETRY ASAM ASPARTAT, ASAM GLUTAMAT DAN ARGININ MENGGUNAKAN ELEKTRODA TUNGSTEN OKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Maulidah Muflihah

    2016-08-01

    Full Text Available The presence of aspartic acid, glutamic acid and arginine in solution can be detected by potentiometric method using tungsten oxide electrode in a batch system. Characterization of tungsten oxide electrode used include linear range, limit of detection, sensitivity and reproducibility. Buffer type and concentration effect also studied to optimize the measurement results. Optimum conditions for detecting arginine was at pH 6.0 with a phosphate buffer concentration of 0.5 x 10-3 M. Correlation coefficient was obtained for 0.9864, the detection limit of 5.24 x 10-6 M, sensitivity 16.1 mV/decade with reproducibility 0 –7 %. Glutamic acid has a correlation coefficient of 0.9789, the detection limit of 3.80 x 10-6 M, the sensitivity of 9.2 mV/decade and reproducibility of 0 – 6 %. Aspartic acid has a correlation coefficient of 0.9949, the detection limit of 7.76 x 10-6 M, sensitivity of 13.4 mV/decade and reproducibility of 0 – 5 %.

  16. Fotokatalitička aktivnost dopovanog titan(IV)-oksida u razgradnji nekih pesticida

    OpenAIRE

    Šojić, Daniela

    2009-01-01

    Kao što je poznato, RS-2-(4-hlor-o-toliloksi)propionska kiselina (MCPP), (4-hlor-2-metilfenoksi)sirćetna kiselina (MCPA) i 3,6-dihlorpiridin-2-karboksilna kiselina  (klopiralid) su herbicidi sa veoma širokim spektrom dejstva, a pored toga su rastvorljivi u vodi, teško biorazgradljivi i prema literaturnim podacima su, nažalost, veoma često prisutni herbicidi u pijaćoj vodi. Proces heterogene fotokatalize uz primenu TiO2i UV zračenja se pokazao kao ...

  17. STRUKTUR SEKRETORI TANAMAN BAHAN RAMUAN OBAT DIABETES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dorly

    2006-04-01

    Full Text Available Anatomical structure of medicinal plants wich are used in diabetic therapy is not yet completely identified. This research was conducted to study the structure of their secretory tissues. Observation of anatomical structure of leaves was done by making paradermal and transversal sections, while observation of anatomical structure of stem, fruits, and rhizomes were performed by making transversal sections. Microscopic observation found several types os secretory structure in plant organs observed. Glandular hairs were found in kiurat (Plantago mayor L. leaves, sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f Wallich ex Nees leaves, and kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume Miq. leaves; lithocysts cell were found in sambiloto leaves; oil cavity/cells were found in salam (Syzygium polyanthim (Wight Walp. leaves, jambu (Psidium guajava L. leaves, lada (Piper nigrum L. fruits, and jahe (Zingiber officinale Roscoe rhizomes; idioblast cells wich contained starch grains were found in brotowali (Tinospora crispa (L. Miers stems, lada fruits, and jahe rhizomes; and latex cells were found in brotowali stems.

  18. KANDUNGAN KOLESTEROL DALAM BERBAGAI BAHAN MAKANAN HEWANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Saidin

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of consuming large quantities of food containing cholesterol has been widely known by the community. However, information concerning cholesterol content in a variety of foods originating from animal tissue is not very well known. By knowing the cholesterol content of food products, people could restrict or prevent their consumption of high cholesterol food and select foods with a low cholesterol content. The cholesterol content of various foods originating from animal tissues, such as beef, mutton, broiler and domestic chicken meat, entrails (liver, heart, kidney and intestines, skin, tail part and eggs and fish (salt water and fresh water had been investigated. Cholesterol content was analysed using David Sleighton's method, which was a modification from Abell et. al. The study revealed that the cholesterol content of every 100 g wet weight meat of domestic chiken was similar to that of broiler chicken, 116 mg and 110 mg respectively. Cholesterol content of broiler chiken entrails was higher than that of domestic chicken. The highest cholesterol content of broiler chicken entrails was liver (529 mg/100 g and the lowest was heart (171 mg/100 g, while for domestic chicken, the highest was kidney (336 mg/100 g and the lowest was heart (164 mg/100 g. Egg yolk cholesterol content of domestic chicken was 922 mg/100 g nearly two folds of broiler chicken's egg which was 485 mg/100 g. The highest content of cholesterol among salt water animals was shrimp (179 mg/100 g and the lowest was pomfret (97 mg/100 g, while for fresh water fishes the highest was catfish (94 mg/100 g and the lowest was mujair (52 mg/100 g.

  19. Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Suprastiwi

    2015-10-01

    Full Text Available Carbamide peroxide as a whitening agent for teeth is very popular because the use of this agent is easy and inexpensive. There are two kinds of concentrations, i.e. 10%-15% and 35%. The methods are home bleaching and in office bleaching. For home bleaching, the duration of whitening application is 2-6 weeks, each day for 8 hours, whilst for in office bleaching, two hour application will be required. Whitening efficacy might be increased up to 2-5 levels and the color may sustain for 1-3 years, and this treatment could be reapplied. There is an effect on pulp system, but the effect is reversible, i.e. sensitivity which could be treated with fluoridation or application of potassium nitrate. The side effects on gingiva include inflammation which is caused by the buffer and is only temporary. Bleaching is safe to be use and the result will be satisfying if proper procedure is followed.

  20. Kajian Perencanaan Gas Handling System dan Transportation System : Studi Kasus Distribusi di Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Adam Iqro

    2012-09-01

    Full Text Available Pulau Bali terdapat 1.765.372 unit kendaraan bermotor dengan luas wilayah 5.636.660 km2. Hal ini membuat emisi di Pulau Bali cukup besar sehingga penggunaan bahan bakar gas sebagai bahan bakar kendaraan pada masa akan datang akan lebih efektif. Diperkirakan tahun 2012  kebutuhan gas untuk Jawa-Bali adalah sebesar 32,8 MMSCFD sehingga membuat Pulau Bali memerlukan suplai LNG untuk memenuhi kebutuhan gas di Bali. Cluster LNG sebagai teknologi baru penyimpanan LNG sangat cocok untuk diterapkan di Pulau Bali. Konsep Cluster LNG akan efektif untuk digunakan pada jarak dekat karena suplai gas alam untuk Bali berasal dari Pagerungan. Di Pulau Bali pemerintah akan segera membangun 5 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG. Pada penelitian ini membahas perencanaan gas handling system di terminal LNG dan di SPBG serta masalah transportation system untuk distribusi di Bali. Gas handling system di terminal penerima LNG dan di SPBG menggunakan konsep Cluster LNG. Pola transportasi didesain berdasarkan metode menggunakan Vehicle Routing Problem (VRP dengan tujuan masalahnya adalah untuk mencari rute optimal dengan meminimalkan biaya rute. Rute yang optimal ini bisa berupa single route dan multiple route. Batasan dalam menentukan rute yang optimal ini adalah kapasitas truk LNG serta batasan waktu pengiriman. Total Biaya investasi yang diperlukan untuk merancang gas handling system di terminal penerima LNG dan di SPBG serta biaya route cost yang diperlukan untuk distribusi LNG dari terminal LNG ke SPBG adalah sebesar US$ 29.001.485. Pola transportasi diperoleh hasil yaitu diperlukan 6 truk LNG yang diperlukan untuk distribusi LNG dari terminal penerima LNG ke SPBG.  

  1. PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA UNTUK AMPAS TEBU (Studi Kasus di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta The Development of Life Cycle Assessment (LCA Software for Bagasse (A Case Study at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosmeika Rosmeika

    2012-05-01

    Full Text Available This study was conducted to develop software which can process data to be information of bagasse life cycle assess- ment (LCA. This study was done by collecting data of sugarcane process production and the utilization of bagasse as a boiler fuel at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta. Data analysis utilized the LCA standard analysis based on ISO14040 series. LCA software which has been developed can be applied in a simulating for condition of energy input, energy output, emission and its impact of bagasse life cycle in the sugarcane industry. The analysis results using LCA software showed that the energy input at the mill and boiler station in Madukismo Sugar Mill was higher than energy output, and bagasse utilization as a boiler fuel was more environmental friendly than fossil fuel. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang dapat mengolah data menjadi informasi mengenai Life Cycle Assessment (LCA dari ampas tebu. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pada proses produksi gula tebu dan pemanfaatan ampasnya untuk bahan bakar ketel uap di Pabrik Gula Madukismo, Yog- yakarta. Analisis data menggunakan standar analisis LCA berdasarkan ISO seri 14040. Perangkat Lunak LCA yang dikembangkan dapat digunakan untuk melakukan simulasi kondisi dalam input dan output energi, serta emisi dan dampak yang mungkin ditimbulkan dalam proses daur hidup ampas tebu pada industri gula. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak LCA menunjukan bahwa input energi di stasiun gilingan dan stasiun ketel PG Madukismo lebih besar dibandingkan output energinya, dan pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

  2. Kajian tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfian Zulfian

    2009-12-01

    Full Text Available The probability of application of palm fibre from arenga pinnata appear as best treatment for sound absorption material which can be used in controlling noise. The objective of this study is to determine sound absorption coefficient value of palm fibre through a testing the absorbent material, by applying sabine reverberation time formulation in reverberation chamber at Thermal and acoustics laboratory Syiah Kuala University. Result of this study show that sound absorption coefficient value is obtained 0.97, at 2000 Hz. Whereas thickness of material 20 cm with density of 150 kg/m3. Addition of density can increase sound absorption coefficient value in frequency range 1/3 octave. Proven that a comparison palm fibre and artificial material and consequently palm give better quality values because it economic value and friendly environment. Keywords: palm fiber, reverberation chamber, sound absorption coefficient

  3. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik dan Degradabilitas Serat pada Pakan yang Disuplementasi Tanin dan Saponin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Muthiah Dwi Wahyuni

    2014-10-01

    ABSTRACT. The study was conducted to assess the effect of the addition of tannins, saponin and their combinations on the feed, as defaunation agent in the dry matter and organic matter digestibility and ADF, NDF degradability. The study used an experimental method with a completely randomized design. The treatments were T0 : feed without supplementation; T1: feed supplementation with 1,2% saponin; T2 : feed with supplemetation combined of 0,5% tannin and 0,9% saponin; T3 : feed with supplementation combined of 1,0% tannin and 0,6% saponin; T4 : feed with supplementation combined of 1,5% tannin and 0,3% saponin and T5 : feed with supplementation with 2% tannins. The result showed that DMD and OMD increased with treatment added combination  of tannin and saponin.  The best result for DMD and OMD in combination of  1,5% tannin and 0,3% saponin.  Degradability of ADF and NDF was decreased on the supplemented feed.  The addition of a combination of tannins and saponins in the feed at dose of 1% tannin and 0.6% saponin showed the best result that increased of DMD and OMD and give good value on NDF and ADF degradability.

  4. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  5. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  6. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Sulhadi

    2015-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO:Ga yang dideposisikan merupakan polikristalin dengan struktur heksagonal wurtzite. Film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325o mempunyai kualitas kristal yang lebih baik dibandingkan dengan film yang dideposisikan pada suhu 375o dan 425oC. Hasil XRD juga terkonfirmasi dengan observasi SEM menunjukkan bahwa film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325oC mempunyai ukuran butir yang lebih homogen dibandingkan dengan film yang ditumbuhkan pada suhu deposisi 375o dan 425oC. Film tipis ZnO:Ga yang ditumbuhkan pada suhu 325oC mencapai transmitansi optik ~ 89% dan energi bandgap ~3,33 eV. Sifat listrik dapat diketahui dengan menggunakan I-V Meter yang menunjukkan nilai  1,74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 pada suhu deposisi 325oC. Thin films ZnO:Ga were deposited on corning glass substrates with argon gas pressure 500 mtorr and variation temperature at 325oC,  375oC and 425oC by DC-Magnetron Sputtering. The structural studies, optical and electricity properties of the thin films have been investigated by means of EDX, XRD, SEM, Uv-Vis spectroscopy and I-V meter. The EDX result show that thin films were deposited is ZnO:Ga thin films. The structural studies result from XRD show the ZnO:Ga thin films deposited have polycrystalline with the hexagonal wurtzite structure. ZnO:Ga film were deposited at 325oC have the better quality crystal with the other. The XRD result also appropriate with SEM, it was shown at 325oC has grain size more homogeny with the other films. Thin films ZnO:Ga was deposited at 325oC has the optical transmittance ~89% and the bandgap ~3,33 eV. Electrical conductivity 1.74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 at deposited  325oC. 

  7. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA)

    OpenAIRE

    S. Sulhadi; F. Fatiatun; P. Marwoto; S. Sugianto; E. Wibowo

    2015-01-01

    Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menun...

  8. DESCRIPTIVE ANALYSIS OF HOUSEHOLD INSECTICIDE IN COMMUNITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aram Sih Joharina

    2014-06-01

    Full Text Available The most popular and effective vector control is the use of insecticides. Surveywas done in the houses and some supermarket to know many kind of insecticides usedby people. The formulation, active ingredients, and concentration were recorded andanalyzed. Based on the results of the survey, household insecticides formulated invarious formulations such as liquid, mosquito coils, aerosol, mat and liquid vaporizer,chalk and paper burn. In addition to formulation, active ingredients and concentrationalso vary. Almost all household insecticide products on the market using the syntheticpyrethroid. Selection of household insecticides should be adapted to the type of insectpests because each type of active ingredients and formulations have advantages anddisadvantages. Efficacy of various active ingredients in various formulations has beenstudied and the results vary widely. Insecticide efficacy is influenced by the type ofactive ingredient, dosage, concentration, formulation, and the susceptibility of insectspecies, temperature, sunlight, wind, and application method.Key word: household insecticide, insecticides formulation, active ingredientsABSTRAKPengendalian serangga vektor penyakit yang paling efektif dan populer adalahpenggunaan insektisida. Survei dilakukan di masyarakat dan supermarket untuk mengetahuijcnis-jenis insektisida yang digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil survei, insektisidarumah tangga terkemas dalam berbagai formulasi antara lain liquid, mosquito coil, aerosol, mat& liquid vaporizer, kapur serangga dan kertas bakar. Disamping formulasi, bahan aktif dankonsentrasi yang digunakan juga bermacam-macam. Hampir semua produk insektisida rumahtangga di pasaran menggunakan bahan aktif golongan piretroid sintetik. Pemilihan insektisidarumah tangga hendaknya disesuaikan dengan jenis serangga sasaran karena tiap jenis bahan aktifdan formulasi memiliki kelcbihan dan kekurangan. Efikasi berbagai bahan aktif dalam berbagaiformulasi telah

  9. Pengaruh Kadar Bioetanol 50% sampai dengan 95% pada Unjuk Kerja Kompor Etanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ririn Ririn

    2013-03-01

    Full Text Available Persediaan bahan bakar fosil semakin hari semakin menipis, hal ini tidak sebanding dengan penggunaan yang semakin meningkat, terutama di sektor industri dan rumah tangga. Oleh karena itu sangat diperlukan energi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan penggunaan bioetanol pada kompor dalam bidang rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tentang performa kompor bioetanol berbahan bakar bioetanol kadar rendah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen untuk mendapatkan unjuk kerja kompor berbahan bakar  bioetanol dengan  variasi kadar bioetanol yaitu 50% sampai dengan 95% dengan interval 5%, yang didapatkan dari hasil pencampuran 99% bioetanol dan air suling. Kompor uji yang digunakan berdinding api ganda, lubang udara sebaris untuk diameter dinding api 3 inch dan  lubang udara  susun untuk diameter dinding api 1,5 inch. Pengujian kompor berdasarkan uji kompor kerosene yaitu metode air mendidih (Water Boiling Test version 3.0 revised January 2007 sesuai Provisional International Standards for Testing Woodstove (VITA 1982 & revised May 1985. Dari penelitian ini kadar bioetanol yang baik digunakan adalah kadar 95% sampai dengan 75%, sedangkan untuk 70% sampai 60% dihasilkan nyala api yang tidak stabil. Kadar 55% sampai dengan 50% tidak dihasilkan nyala api.

  10. Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Zat Aditif-Premium (C1:80, C3:80, C5:80).

    OpenAIRE

    Adinata, Surya

    2011-01-01

    Octane number is a reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Zat additive is a chemical solution that gives positive effect to rise the octane number. This paper describes comparison study performance from a gasolinel-engine fueled with composition C1:80, C3:80 and C5:80 additive with gasoline engine fueled gasoline oil. The test results have shown that the gasoline engine fuel...

  11. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  12. INVESTIGATION ON THERMAL-FLOW CHARACTERISTICS OF HTGR CORE USING THERMIX-KONVEK MODULE AND VSOP'94 CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmono Sudarmono

    2015-03-01

      Kegagalan sistem pembuangan panas pada reaktor berpendingin air jenis PWR, Three Mile Islands dan reaktor BWR Fukushima Daiichi, menyebabkan masyarakat nuklir mulai memikirkan penggunaan reaktor pembangkit daya jenis temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR. Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan litbang desain konseptual reaktor kogenerasi dengan tingkat daya menengah yang berpendingin gas helium dengan daya 200 MWt. Desain HTGR200K merupakan salah satu sistem pembangkit energi yang memiliki efisiensi energi paling besar, dan tingkat keselamatan inheren yang tinggi dan bersih. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950 0C sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi karakteristika termal flow untuk menentukan distribusi temperatur bahan bakar bola dan outlet temperatur pendingin gas helium teras HTGR. Hal ini dilakukan dengan menggunakan modul Thermix-Konvek yang terintegrasi dalam program VSOP’94. Geometri teras HTGR dikerjakan dalam modul BIRGIT untuk model teras 2-D (R-Z dengan 5 kanal aliran pebble dalam teras aktif arah radial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai tertinggi dan terendah temperatur yang terdapat pada teras   adalah sebesar 999.3 °C dan 886,5 °C. Demikian pula hasil temperatur tertinggi bahan bakar TRISO dan bahan bakar pebble di dalam teras, yaitu diperoleh sebesar  1510,20°C yang terletak pada lapisan bahan bakar inti UO2, di posisi z= 335.51 cm dan  r=0 cm. Analysis di lakukan pada laju massa aliran pendingin, tekanan dan daya masing-masing sebesar 120 kg/s, 7 Mpa dan 200MWth. Hasil

  13. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  14. Perbandingan Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua antara Rebusan Daun Sirih dan Moist Exposed Burn Ointment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan

    2012-06-01

    Full Text Available The use of topical agent is one of the main strategies in management of burn injury. At Dr. Hasan Sadikin Hospital, moist exposed burn ointment (MEBO is the first line topical agent for treating burn injury, not all places in Indonesia able to use it. Piper betle is one of the traditional agent to treat wound including that caused burn injury. Our experimental study was to compare the second grade burn injury healing process by using Wistar sp. for boiled piper betle leaves, MEBO and as control physiologic sodium chloride for fourteen days (August 25th–September 8th 2009 at Animal Pharmacology Laboratory of Faculty of Medicine Padjadjaran University. The variables which measured were diameter of injury, pus development, evidence of serous and erythematous skin, at 4th, 7th and 14th day of studied. Histopathologic examination was conducted at day 14 to determine the amount of fibroblast, collagen and epithelial. The results according to the measurement of diameter (piper betle leaves group 17.4 mm was smaller than other groups (p<0.001. In pus development control group was higher than other groups (p=0.043. In pathological findings, the control group was at inflammation phase, while in boiled piper betle leaves group was at proliferation phase and in MEBO group at remodeling phase (with epithel score 1.9 which higher than other groups (p<0.001. In conclusions, application of boiled piper betle leaves in treating second degree burn injury gives a better result than physiologic sodium chloride, although MEBO is better for second degree burn injury healing process.

  15. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber, Cangkang Sawit dan Kulit Kayu Menggunakan Metode Langsung

    OpenAIRE

    Gaol, Dosma Putra Lumban

    2016-01-01

    Some of the factors that affect the efficiency of the boiler is a superheater pressure, water feed temperature, steam temperature, the amount of steam produced, the amount of fuel consumption and calorific value fuel combustion. Steamtab chemicallogic use companion software to calculate the value of enthalpy. The aim of this study is to get relations variations in pressure superheater with boiler efficiency, the relationship of variation of temperature feed water to the boiler efficiency, the...

  16. Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.)

    OpenAIRE

    Darwin

    2011-01-01

    Dog fruit (Pithecellobium lobatum Benth.) is one of the herbs are efficacious. Rind dog fruit including waste in traditional markets and provide less economic value. Leaf dog fruit efficacious as eczema, scabies, sores and ulcers medicine, the bark as lowering blood sugar and rind can be used as a skin ulcer medication, insect repellent, burn. One of the chemical compounds from dog fruit rind is tannin. Serves as an astringent tannins that cause shrinkage pores of the skin, ...

  17. Rancang bangun pabrik plastik dari bahan polietilen food grade

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irene Sri Sukaeni

    1994-04-01

    Full Text Available The aim of this research is to find out process of production and the relation between cost, sell price and percentage of break even point. Production of capacity planned is 43.200 bottles perday, so that in a year with 288 workday, capacity produced is 12.400.000 bottles. The economical calculation are as follows the total capital is fixed capital + working capital - Rp. 1.489.200.308,00 ; the total production cost is variable cost a year + fixed cost a year = Rp.3.532.949.829,00;. The manufacturing cost = Rp. 285,00 / bottle, the profit calculation before taxing is Rp. 466.230.171,00 and after taxing is Rp. 372.984.136, the pay out period calculation consist of the percentage of profit to return the capital (rate of return before taxing is 31.30%, after taxing is 25.04% and the pay out period before taxing 2 year 11 months, after taxing 3 year 7 months ; the break even calculation consist of break even point is Rp. 1.988.929.421,00; the percentage of break even point is 49,73% and the capacity of break even point is 6.166.25O bottles.

  18. PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sunarni

    2014-06-01

    Full Text Available Alfalfa (Medicago    sativa    L. as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P. The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control, T1 (SP, 100 kg P2O5/ha, T2 (SP, 200 kg P2O5/ha, T3 (SP, 300 kg P2O5/ha, T4 (RP, 100 kg P2O5/ha, T5 (RP, 200 kg P2O5/ha, T6 (RP, 300 kg P2O5/ha. Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha, KCl (100 kg K2O/ha and poultry manure (2 ton/ha. Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.

  19. Kulit ikan balida sebagai industri bahan baku industri barang kulit

    OpenAIRE

    Muchtar Lutfie; Esti Rahayu; Widhiati Widhiati

    1999-01-01

    This study is aimed at detecring of physical properties (tensile strength and elongation) of balida fosh skin lather (Natopterus chitala sp). Material used in this study is nfive sides from Pontianak (West Kalimantan). They were then tracted with Chromosal B as tanning agent and Irgata I.V as retanning agent to be finitshed leather. On testing the finished leather it is found that there is not aby significant different betweeb the dry and salted balida fish skin leather on their fisical pro...

  20. Kulit ikan balida sebagai industri bahan baku industri barang kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchtar Lutfie

    1999-07-01

    Full Text Available This study is aimed at detecring of physical properties (tensile strength and elongation of balida fosh skin lather (Natopterus chitala sp. Material used in this study is nfive sides from Pontianak (West Kalimantan. They were then tracted with Chromosal B as tanning agent and Irgata I.V as retanning agent to be finitshed leather. On testing the finished leather it is found that there is not aby significant different betweeb the dry and salted balida fish skin leather on their fisical properties of tensile strength and clongation, the mean of tensile streght of dry preserved balida skin lather and salied balida akin leather of which respect tively are 226,82 kg/cm2 and 43,2% respecrively. Viewed from thye test result, it is obviously that balida skin leather to be used material pf leather goods.

  1. Oviposisi dan Perkembangan Nyamuk Armigeres Pada Berbagai Bahan Kontainer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Puji Astuti

    2009-12-01

    Full Text Available Armigeres mosquito being the vector responsible for Japanese Encephalitis Virus and Filaria. Various effort have been done to control the mosquitoes. Acurated entomological data is needed to support control mosquito vector, like data hits habitats armigeres. This study is aimed to compare oviposition of armigeres and the development in various container. the clay container (44 eggs more many found egg is compared with plastical stuff (11 eggs. Moulting process of armigeres almost the same to Culicinae, that is average ± 2 - 3 days. Mosquito development in this laboratory test only until third generation (f3. Rearing of armigeres need-ed the enviromental kondusif with nature habitat.

  2. PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati - Nurhayati

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%dan sistein (0,68%. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton

  3. UJI SITOTOKSISITAS BAHAN CYANOACRYLATE VENEER DENGAN MTT ASSAY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elly Munadziroh

    2015-09-01

    Full Text Available The use of acrylic resin restoration basen on methyl methacrylate material in the dentistry, has already been replaced by composite because of certain poor characteristics. Recently, the restoration materials of methyl methacrylate have been re-developed, and made commercially available with cyanoacrylates added. The objective of this study was to investigate the cytotoxic effects of cyanoacrylate veneer materials by 3-(3,4-dimethylthyazol-2yl-2,5-diphenyl retrazolium biomide (MTT assay methods. Cyanoacrylate veneer specimens were immersed in eppendorf microtubes with cell culture media for 1, 12, 24 or 48 hour. Culture media were immersed and used to investigate the cytotoxic effect to BHK 21 cell lines by MTT assay method. The density of optic formazan was live indicate a cell. All data were statistically analyzed by one-way ANOVA and HSD Tukey. The results show that the cytotoxic effects between the five immersion were similar but higher than control cell. In conclusion Immersion in cyanoacrylate veneer has a cytotoxic effect to BHK 21 cell lines. The lowest percentage of cells a live after immersion was 86,95%.

  4. MENDESAIN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK TUJUAN AKADEMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widjono Hs.

    2008-05-01

    Full Text Available Article on how to design Indonesian language course material for academic purposes discusses some aspects necessary to be understood in designing the materials used by students at university level. Understanding of language essence, academic competence, appropriate course materials, and effective learning process covering the three stages of accountability model according to Moore, and the seven textuality criteria according to Rankema, is ablsolutely needed to be able to design good course materials. Article also includes a model structure of learning academic paragraph writing and academic essay.

  5. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU UNTUK PROYEK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lianawati Christian

    2012-05-01

    improving application design that features document numbering, document filing, and reports. The new designed accounting information system of raw material purchases of the construction company can generate a report needed timely, completely and accurately, so that it can be used by the management in decision-making process.

  6. Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dana Marsetiya Utama

    2016-07-01

    Full Text Available This paper explains the problem of determining the lot size of ordering raw materials with warehouse capacity limitation in order to minimize inventory costs. Generally, the lot size of ordering raw materials determined without considering warehouse capacity. The algorithm that used is Wagner Within (WW which is modified by adding a warehouse capacity as a constraint. The result shows the minimum of total inventory cost is 24,100 and the ordering raw materials at the week 3, 5 and 7.

  7. EFEKTIVITAS NIRA AREN SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG ADONAN ROTI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mody Lempang

    2013-12-01

    Full Text Available Fermentation is a natural process that happen in fresh-sweet sap of aren trees (Arenga pinnata Merr., because many kinds of microorganism stay and life in this substance e.g. bakteria (Acetobacter acetic and yeast (Saccharomyces tuac. Species of yeast from genus of Saccharomyses, e.g. Saccharomyses serivisae is wellknown as microorganism that can ferment sugar (glucose into alchohol and CO2. This natural process as well happen in aren sap, so that this substance potencially using as a swollen agent of bread or cake dough. This research objective is to recognize the effectiveness of aren sap as a swollen agent of bread dough. Fermentation duration of bread dough was one hour by using swollen agent of fresh, 10 hours old and 20 hours old of aren sap. Daily yield of sap tapped from aren trees in Maros district, South Sulawesi province was 7 litre (4-5 litre collected in the morning and 2-3 litre colected in the afternoon. Aren sap containt some of nutritions e.g. carbohydrate, protein, fat, vitamin C and mineral. Sweet taste of aren sap caused by it’s charbohydrate content of 11.18%. The effectiveness of aren sap as a swollen agent of bread dough is lower than instant (commercial yeast. The older of aren sap the lower of it’s effectiveness as a swollen agent of dough and kuality of bread yield.    Keywords : Sap, Arenga pinnata, swollen agent, bread dough

  8. MODEL DISTRIBUSI BAHAN AJAR UNIVERSITAS TERBUKA DAN IMPLEMENTASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitta Alief Farihati

    2015-09-01

    Full Text Available Universitas Terbuka (UT was implementing the centralized distribution of learning material, it is not considered efficient. Therefore, the decentralized distribution system which requires warehouses at certain regional offices will be proposed. The aims of this research are (1 investigating the decentralized learning material distribution model, (2 choosing the optimal location of warehouses to minimize the cost of learning material distribution, (3 choosing the regional offices which will be served optimally by each warehouse, (4 comparing efficiency of the centralized and decentralized learning material distribution system. The distribution problem is modeled as a linear mixed integer programming problem. The model will be solved using Branch and Bound method. This study considers centralized learning material distribution system and two alternative of decentralized learning material distribution systems, which are alternative 1 and alternative 2. It is found that in 2008 the cost of the alternative 2 is lower than the centralized learning distribution system. Besides, if the demand of learning material is increasing, the alternative 2 is still less costly than the other systems.

  9. Pengembangan Bahan Ajar Pengajaran Mikro Matematika Kelas SBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sujadi

    2010-06-01

    Full Text Available This research aims at producing printed teaching materials for micro teaching program which can be used as one of learning resources for students of international standard school  in  Math Department. The main activity in this research is developing teaching material which is designed to support the achievement of teaching curricular i.e the students are capable of teaching math in international program. This covers two stages- exploration and developing draft model. In the first stage, the researchers performed related literatures reviews and collected varied information related to the problems faced by the students/ teachers in conducting teaching activities in international program. Based on the data gathered, the draft model was developed. Results of the research show that the English competence of the students in math department needs to be enhanced. Courses related to micro teaching program for international school should be rigorously planned, syllabus and its implementation in teaching learning process needs to be revised. In the micro teaching program for international standard school, students have to practice activities dealing with planning classroom management, using media, and developing lesson plan in English. The provision of teaching and learning resources for micro teaching program of  international standard school in math department is far from sufficient level and needs improvement. Teaching materials developed cover how to start the lessons, structure the lesson, use learning aids/media, use textbooks, respond to students’ performance, and administer the exams. Developing varieties of teaching materials and their periodical revision are badly needed. Key words : English competence, micro teaching, teaching materials.

  10. Karakterisasi kulit kayu tingi (Ceriops tagal sebagai bahan penyamak nabati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2014-12-01

    Full Text Available Tingi (Ceriops tagal bark was highly potential as tanning materials due to high tannin concentration. The aim of the study was to determine the characterization of properties of tanning material made from tingi bark, including the tannin levels, the non-tannin levels, the tannin type, the absorption level of the solution and the FTIR spectrum analysis. The method used in this research was countercurrent system in the extraction process, feed solution preparation process, the thickening process, powder formation process conducted with the aid of Rotavapor- 151 Standard, and testing. The results showed that the tingi bark contains tannin level 70.91% and non-tannin levels 10.63%. Tannins from tingi bark were classified as procyanidin condensed tannins type and the absorption values obtained maximum value at wavelength 490 nm. The FTIR spectral data indicated that tingi tannins contained hydroxyl group (ⱱ O-H; ⱱ N-H in the area (3467.418-3057.025 cm-1, aromatic group (ⱱ C-H in the area of 2875,733 cm-1, ⱱ C=O (ester group in tanned material in the area (1747.442-1612.422 cm-1, ⱱ-OH; R-COO-in the area of 1444.626 cm-1 and ⱱ(SO42 -; R-SO3; R-SO3H in the area (1112.823-1062.729 cm-1.

  11. Poliester tak jenuh sebagai bahan baku pembuatan helm pengaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nadilah

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Unsaturated polyester is applied in many products such as aircraft sections, boats, building, panels, automotive accessories and modifications, etc. In this research, unsaturated polyester was used as a raw material, which was reinforced with a fiberglass mat, and casted in a silicon rubber mold. The concentrations of methyl ethyl ketone peroxide (1-3 phr as an initiator and cobalt naphtanate (0-2 phr as an accelerator were used in the preparation of safety helmet. Subsequently, the effects of the compounds to the reaction time, the brittleness of the products, an the physical properties, were studied. The results showed that the compound composed by 100 phr unsaturated polyester, 2 phr methyl ethyl ketone peroxide, 2 phr cobalt naphtanate, 40 phr silica, 20 phr fiberglass mat and 1 phr pigment was not brittle, had a good reaction time and nonflammable, gave 4.82 mm in resistance to penetration, and the deflection of A and B were 4.5 and 0.0 mm, respectively.

  12. POTENSI LICHEN SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT: SUATU KAJIAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ERIS SEPTIANA

    2011-06-01

    Full Text Available Lichen is a plant with many benefits. Its abundant existence in an area may indicate that air pollution levels are still low. Besides as indicator of air quality, lichen is also used as traditional medicine. Until present time, application of lichens for arthritis, constipation, chemotherapy, external wound, microbial infection, worm and infestation are still done in some countries. It is due to active chemical compounds contain in lichen that has activities as antibacterial, antifungal, antiviral, antitumor, anticancer, antioxidant, anti-inflammatory, antiprotozoa, analgesic and antipyretic, and anthelmintic. With its potential and efforts to provide sustainable materials, lichen has good prospect to be developed become modern medicine.

  13. Pengembangan Bahan Ajar Aqidah Ahklak di Madrasah Ibtidaiyah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Erning Kurniawati

    2015-08-01

    Full Text Available DEVELOPING AKIDAH AKHLAK TEACHING MATERIAL AT MADRASAH IBTIDAIYAH. Teacher has a strategic role in the learning process, can be said that to realize the learning success is teacher responsibility. The learning successit was not yet enough if only measured by how many students who can pass and get a good score, especially in teaching AkidahAkhlakstudent must actualize the Islamic values in their real life. This article tried togive the impression how provide the purpose of the AkidahAkhlaklearning process, by developing AkidahAkhlakteaching materials at the elementary level, without deny the principlesthat must be fulfilled in developing teaching materials.

  14. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-09-01

    Full Text Available The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical characteristics during composting of three kinds compost heap and to define parameters suitable for evaluating the stability of compost. The experiment were conducted from Mei to October 2011 and consisted of three treatments with six replicates for each treatment. Compost pile temperature,the pH, that reflected the initiation and stabilization of the compost, were measured during the composting process. The carbon organic material content, carbon and nitrogen content, the carbon to nitrogen ratio, organoleptic characteristics, and K2O, P2O5, Mg, Ca content were measured to evaluate the quality of the physicochemical properties of the compost. Compost toxicity level had evaluated using Germination Index. The result showed that the quality of compost from all treatments that were evaluated in this experiment meet the standard quality of SNI 2004.

  15. TINJAUAN PERKEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK DUNIA HINGGA SEKARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman S Kumara

    2009-06-01

    Full Text Available Kendaraan listrik merupakan salah satu solusi yang penting untuk mengurangi polusi dan emisi gas buang akibat penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor. Kendaraan listrik menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggerak dimana ia berfungsi sebagai pengubah energi listrik yang tersimpan dalam baterai menjadi energi mekanik untuk memutar roda kendaraan. Bidang-bidang yang secara langsung mendukung perkembangan kendaraan listrik antara lain bidang pengemudian elektrik yang meliputi teknologi motor listrik, konverter daya, sistem pengaturan berbasis prosesor digital, serta teknologi baterai sebagai penyimpan energi listrik. Sekarang ini, keterbatasan cadangan sumber energi berbasis fosil, serta tuntutan agar kendaraan bermotor lebih ramah lingkungan dan dukungan teknologi telah mendorong hampir semua produsen kendaraan bermotor dunia kembali memusatkan perhatian pada kendaraan bermotor listrik. Tulisan ini mencoba memaparkan perkembangan kendaraan listrik dunia mulai dari sejarah hingga kondisinya saat ini. Database kendaraan listrik yang sudah diproduksi akan disajikan dalam bentuk tabel sehingga memudahkan dalam memahami perkembangan bidang kendaraan listrik..

  16. ANALISIS PENGENDALIAN DAYA REAKTOR PCMSR DENGAN LAJU ALIR PENDINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Syafin Noha

    2015-03-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari Molten Salt Reactor (MSR yang memiliki karakter berbeda dengan lima reaktor generasi IV lainnya, yaitu menggunakan bahan bakar leburan garam. Pada reaktor MSR, garam lebur tidak digunakan sebagai pendingin tetapi digunakan sebagai medium pembawa bahan bakar. Dengan fase bahan bakar yang berupa garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4, maka dapat dilakukan pengendalian daya dengan mengatur laju aliran bahan bakar dan pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan laju alir pendingin terhadap daya reaktor PCMSR. Analisis dilakukan dengan empat jenis masukan untuk perubahan laju alir pendingin, yaitu masukan step, ramp, eksponensial, dan sinusoidal. Untuk masukan step, laju alir pendingin dibuat berubah secara mendadak. Selanjutnya untuk masukan ramp dan eksponensal, perubahan laju alir masing-masing dibuat perlahan secara linear dan mengikuti fungsi eksponensial. Kemudian untuk masukan sinusoidal, laju alir berubah naik turun secara periodik dengan memvariasikan frekuensi dari perubahan laju alir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan laju alir pendingin sebesar 50% dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada reaktor PCMSR turun sebesar 63% dari daya sebelumnya. Jika terjadi fluktuasi laju aliran pendingin, maka semakin cepat perubahan tersebut, maka respon daya yang diberikan semakin kecil. Pada frekuensi yang sangat cepat, daya reaktor menjadi konstan dan cenderung tidak memiliki respon terhadap laju aliran. Hal ini merupakan salah satu aspek keselamatan reaktor, karena reaktor tidak merespon perubahan yang terlalu cepat. Kemampuan reaktor mengatur daya menyesuaikan laju aliran pendingin merupakan aspek keselamatan lainnya. Kata kunci : PCMSR, pengendalian daya, laju alir pendingin, uji respon   Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR is the development of Molten Salt Reactor (MSR which has different character from other five

  17. Pengaruh Proyek Kelistrikan 10.000 MW pada Biaya Listrik Lokal di Sistem Jawa Bali 500 kV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fasich

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik, pemerintah meluncurkan program proyek kelistrikan 10.000 MW. Dengan adanya penambahan unit pembangkit baru khususnya di sistem Jawa Bali 500 kV akan berpengaruh terhadap biaya listrik lokal pada setiap bus. Oleh karena itu, Optimal Power Flow(OPF dilakukan untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar dari pembangkit pada keseluruhan sistem dengan melihat batasan daya output setiap unit pembangkit serta pembagian pembebanan secara ekonomis. Pada tugas akhir ini, biaya pembangkitan dihitung menggunakan optimal power flow. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program Matpower 4.0. Hal ini ditunjukkan oleh hasil simulasi bahwa sesudah proyek kelistrikan 10.000 MW beroperasi biaya listrik lokal pada setiap bus lebih murah dibandingkan biaya listrik sebelum proyek kelistrikan beroperasi. Biaya listrik dari bus satu ke bus yang lain berbeda  tergantung dari lokasi pembangkit dan jaringan transmisi yang ada pada sebuah sistem. Berdasarkan wilayah(propinsi biaya listrik di propinsi Jawa Timur lebih murah dibandingkan propinsi lainnya.

  18. Pengaruh Lama Penyinaran Gelombang Mikro Terhadap Pembentukan Struktur dan Sifat Thermal Karbon Hitam dari Bambu Ori (Bambusa arundinacea dan Bambu Petung (Dendrocalamus asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Rei Sakura

    2013-03-01

    Full Text Available Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki bentuk batang tinggi, berongga, berbentuk bulat dan memiliki kekuatan yang baik. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses penyinaran gelombang mikro terhadap pembentukan struktur dan sifat thermal karbon hitam dari bambu ori (Bambusa arundinacea dan bambu petung (Dendrocalamus asper. Metode sintesis karbon hitam yaitu dengan melakukan penyinaran gelombang mikro dengan variasi lama penyinaran selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit, serta variasi daya 400, 600, dan 800 watt. Pengujian nilai kalor terhadap karbon hitam untuk mengetahui potensi bahan bakar. Perubahan gugus fungsi diuji dengan Fourier Transforms Infrared Spectrometer. Untuk mengidentifikasi senyawa atau fasa, dilakukan pengujian X-Ray Difraction. Struktur mikro akan dipelajari menggunakan uji Scanning Electron Microscope. Hasil dari pengujian tersebut yaitu semakin lama pemanasan gelombang mikro, maka berat sisa yang dihasilkan semakin sedikit. Semakin tinggi daya, maka karbon yang dihasilkan semakin homogen. Waktu pemanasan yang semakin lama, mengakibatkan karbon yang terbentuk semakin baik dan homogen.

  19. DESAIN TERAS ALTERNATIF UNTUK REAKTOR RISET INOVATIF (RRI DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-03-01

    Full Text Available Berdasarkan dokumen kriteria pengguna dan fungsi utamanya, Reaktor Riset Inovatif (RRI dipersyaratkan dapat menghasilkan fluks neutron termal maksimum 1×1015 neutron cm-2s-1. Hal ini diperlukan agar reaktor RRI dapat digunakan untuk target yang membutuhkan fluks neutron tinggi. Dalam penelitian sebelumnya diperoleh bahwa desain reaktor RRI tidak mungkin menghasilkan fluks neutron tersebut jika menggunakan bahan bakar seperti yang digunakan reaktor RSG-GAS. Hal ini diduga karena dimensinya terlalu besar, mengingat fluks neutron berbanding terbalik dengan volume teras. Tujuan penelitaian ini adalah untuk mendapatkan desain teras alternatif reaktor RRI yang memenuhi persyaratan fluks neutron termal tersebut. Alternatif bahan bakar yang dipilih adalah yang dipakai di reaktor JMTR (Japan Material Testing Reactor yang berdimensi lebih kecil dibanding reaktor RSG-GAS. Disamping itu tinggi aktif teras divariasi 70 cm dan 75 cm. Desain teras dilakukan dengan perangkat analaitik WIMS-D5B, Batan-FUEL dan Batan-3DIFF. Teras alternatif menggunakan konsep konfigurasi teras kompak 5×5 dengan 4 elemen kendali jenis follower. Berdasarkan hasil perhitungan ada 3 (tiga teras alternatif yang dapat memenuhi persyaratan tersebut, termasuk teras menggunakan bahan bakar reaktor RSG-GAS dengan menambah tinggi aktifnya menjadi 70 cm dari 60 cm. Dengan menganalisis seluruh aspek, keselamatan serta efisiensi dan efektivitas reaktor, maka teras alternatif dengan bahan bakar tipe JMTR dengan tinggi aktif 70 cm merupakan teras alternatif yang terbaik. Kata kunci: neutronik, teras kompak, reaktor riset inovatif, fluks neutron termal tinggi   Based on its User Requirement Document and main function, RRI shall be able to provide a maximum thermal neutron flux of 1×1015 neutron cm-2s-1. The reason is that the RRI reactor can serve targets requiring a high neutron flux. From the previous results it was obtained that RRI design using fuel of RSG-GAS type was not possible to

  20. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  1. ANALISIS EFEK KECELAKAAN WATER INGRESS TERHADAP REAKTIVITAS DOPPLER TERAS RGTT200K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair Zuhair

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam high temperature reactor, koefisien reaktivitas temperatur yang didesain negatif menjamin reaksi fisi dalam teras tetap berada di bawah kendali dan panas peluruhan tidak akan pernah melelehkan bahan bakar yang menyebabkan terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Namun masuknya air (water ingress ke dalam teras reaktor akibat pecahnya tabung penukar panas generator uap, yang dikenal sebagai salah satu kecelakaan dasar desain, dapat mengintroduksi reaktivitas positif dengan potensi bahaya lainnya seperti korosi grafit dan kerusakan material struktur reflektor. Makalah ini akan menganalisis efek kecelakaan water ingress terhadap reaktivitas Doppler teras RGTT200K. Kapabilitas koefisien reaktivitas Doppler untuk mengkompensasi reaktivitas positif yang timbul selama kecelakaan water ingress akan diuji melalui serangkaian perhitungan dengan program MCNPX dan pustaka ENDF/B-VII untuk perubahan temperatur bahan bakar dari 800K hingga 1800K. Tiga opsi kernel bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dengan tiga model kisi bahan bakar pebble di teras reaktor diterapkan untuk kondisi water ingress dengan densitas air dari 0 hingga 1.000 kg/m3. Hasil perhitungan memperlihatkan koefisien reaktivitas Doppler tetap negatif untuk seluruh opsi bahan bakar yang dipertimbangkan bahkan untuk posibilitas water ingress yang besar. Efek water ingress lebih kuat pada model kisi dengan fraksi packing lebih rendah karena lebih banyak volume yang tersedia untuk air yang memasuki teras reaktor. Efek water ingress juga lebih kuat di teras uranium dibandingkan teras thorium dan plutonium sebagai konsekuensi dari fenomena Doppler dimana absorpsi neutron di daerah resonansi 238U lebih besar daripada 232Th dan 240Pu. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, koefisien Doppler teras RGTT200K mampu mengkompensasi insersi reaktivitas yang diintroduksi oleh kecelakaan water ingress. Teras RGTT200K dengan bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dapat mempertahankan fitur keselamatan

  2. Desain Pabrik ETHYLENE dari Gas Alam Di Teluk Bintuni Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randhi Ramdhani

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku utama industri petrokimia berupa minyak bumi, gas alam, batu bara dan biomassa. Ketersediaan bahan baku tersebut dapat mendorong perkembangan industri petrokimia yang merupakan penopang industri nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, papan dan energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam gas, sehingga sumberdaya alam tersebut merupakan penopang utama pembangunan di Indonesia. Berdasarkan data Departemen ESDM pada januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47.35 TSCF sisanya belum terbukti atau potensial. Memasuki era perdagangan, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan Negara lain dalam bidang industri. Inovasi yang berorientasi pada pengurangan ketergantungan kita pada produk luar negeri mampu untuk menambah devisa negara sangat diperlukan. Salah satu industri manufaktur strategis yang memiliki peranan penting dalam struktur industri nasional adalah industri petrokimia. Salah satu produk yang dihasilkan dari industri petrokimia adalah ethylene. Etena (Ethylene adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Adapun penggunaan etena dalam dunia industri cukup luas antara lain : sebagai bahan baku industri kimia ethylene oksida, polyethylene, ethylene benzene, PVC, dan ethylene glikol. Ethylene dapat diproduksi dari beberapa sumber yaitu naptha dan gas alam. Dimana beberapa pabrik yang memproduksi ethylene antara lain Siemens Oil dan Gas Industri yang memproduksi sekitar 800.000 ton/tahun, Toyo Engineering Corporation yang mendirikan pabrik di Jepang pada tahun 1966 memproduksi ethylene sebesar 200.000 ton

  3. KINERJA INDUSTRI KAYU LAPIS DI KALIMANTAN SELATAN MENUJU EKOEFISIENSI Performance of Plywood Industry in South Kalimantan Towards Ecoefficiency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darni Subari

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertuiuan untuk mendapatkan gambaran umum kineria industri lapis di Kalimantan Selatan saat ini.  Penelitian dilaksanakan dengan mengamati data industri kayu lapis di Kalsel saat ini dan detail pengamatan pada 3 (tiga industri, yaitu PT. SST, PT. WTU dan PT. BIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kayu lapis umumnva memiliki kesamaan dalam proses dan mesin produksinya. Dari ke 3 industri kayu lapis yang diteliti vang membedakan adalah macam produk dan bahan baku kayunva. Efektifitas mesin dan proses masih cukup tinggi dengan rata-rata efisiensi mesin > 90% dan rendemen rata-rata ± 64%. Dalam penanganan aspek lingkungan, industri kavu lapis mempunyai kesamaan dalam hal penanganan limbahnva.  Penanganan limbah kayu dengan memanfaatkan kembali sebagian limbah kayu sebagai produk blockboard dan sisanva sebagai bahan bakar boiler. Untuk penanganan limbah cair. yaitu menggunakan kolam treatment dengan pencapaian mutu mengacu SK Gubernur Kalsel Nomor 036 tahun 2008 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri dan penanganan limbah debu dengan teknologi penyedot debu dan filter pada cerobong, sehingga emisi memenuhi baku mutu (SK Gubernur Kalsel Nomor 70 tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi. Kata kunci: industri plywood, proses produksi, hasil dan kualitas, limbah cair

  4. OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widayat Widayat

    2011-07-01

    Full Text Available DiEtil Eter banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk reaksi organik dan pemisahan senyawa organik dari sumber alamnya, sebagai bahan bakar. DiEtil Eter umumnya diproduksi dengan proses dehidrasi etanol dengan katalis asam sulfat pada suhu 125­­­0C – 1400C (proses barbet. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum pada pembuatan dietil eter dengan katalis asam sulfat dan proses reaktif distilasi. Variabel yang dioptimasi adalah konsentrasi asam sulfat awal dan perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat. Proses optimasi menggunakan metode respon permukaan dan pengolahan data dengan perangkat lunak Statistica(R. Proses pembuatan dietil eter dilakukan pada volume 700 ml, waktu 100 menit dan suhu operasi 125-1300 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model matematika yang diperoleh hubungan konversi etanol dengan perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat dan konsentrasi awal asam sulfat  adalah . Konversi etanol optimum sebesar 31,83 % pada kondisi operasi perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat 1 : 1,30 dan konsentrasi awal asam sulfat 10,98 M.

  5. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  6. ABU TEBU LIMBAH PABRIK GULA BATA EFISIEN ENERJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V. Totok Noerwasito

    2004-01-01

    Full Text Available "Brick of sugar cane ash" is construction material of wall in the form of brick, which elementary materials are clay and sugar cane ash from sugar mill, molded with compacted. Dried without burned (non burning, earn used after have age 28 days. Production process is not depended at weather and easy to be adapted for to be designed architecture. Application "brick of sugar cane ash" is as partition wall or as bearing wall and patching brick, which can to be exposed at cheap house wall, luxuriant house or at Complex of real estate. "Brick of sugar cane ash" having strength to minimize 50 kg/cm2, waterproof and earn production as according to requirement of designed architecture. "Brick of sugar cane ash" is construction material of energy efficient, environmental friendliness, having thermal properties which as according to tropical climate, and represent material of structure and non-structure. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata abu tebu" adalah bahan bangunan dinding berupa bata yang berbahan dasar tanah liat (clay dan abu tebu dari pabrik gula, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar (non bakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca dan mudah disesuaikan dengan disain arsitektural. Aplikasi "bata abu tebu" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi dan bata tempelan, yang dapat diekspos pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. "Bata abu tebu " mempunyai kuat tekan minimal 50 kg/cm2, tahan air dan dapat diproduksi sesuai dengan kebutuhan disain arsitektural "Bata abu tebu" adalah bahan bangunan yang efisien energi, ramah lingkungan mempunyai thermal properties yang sesuai dengan iklim tropis lembab, dan merupakan bahan bangunan struktural maupun nonstruktural. Kata Kunci : Ekspos, dinding pemikul, efisien energi, thermal properies, material struktural.

  7. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  8. Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG dari Low Rank Coal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Permatasari

    2014-09-01

    Full Text Available Substitute Natural Gas (SNG merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4 melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006 menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas

  9. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    OpenAIRE

    Eriawan Rismana; Idah Rosidah; Prasetyawan Y; Olivia Bunga; Erna Y

    2013-01-01

    Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. ...

  10. Potensi Kayu Perkakas dan Kayu Bakar Jenis Jati (Tectona grandis di Hutan Rakyat Desa Natah, Gunung Kidul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris Hadi Purwanto

    2009-07-01

    Full Text Available Potentials  of Merchantable Timber and Firewod of Teak (Tectona grandis in Natah Village Community Forest , Gunungkidul The potential of merchantable timber and firewod of teak (Tectona grandis in Desa Natah community forest was estimated by developing allometric equations method. To establish the allometric equation 350 sample trees were measured to determine the relationships between tree height (H and diameter breast height (D. Thirty trees of various sizes were cut to measure the merchantable timber and firewood volume. The raw merchantable timber volume of teak in the community forest was defined as the ligneous material contained in the bole and branches which both with a diameter of at least 10cm. The result showed that D (taken at about 1.3m above the ground was a good predictor of H with r2 over 0.9672. When D was combined with H, r2 was improved somewhat for the merchantable timber volume, suggesting the growth patterns of tree dimensions were colesy interdependent. A standing stock of the merchantable timber and firewood volume of teak in the community forest was then estimated based on the allometric relations. Proportions of the merchantable timber and firewood volume were 66.91% and 33.09% of total wood volume per tree, respectively. The potential of merchantable timber and firewood volume in these community forest were 13.501 m3/ha and 8.686 m3/ha, respectively, with a basal area of 1.887 m2/ha. Based on the basal area, Desa Natah community forests of teak could be classified into extremely sparse of stands category.

  11. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    Full Text Available PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor is one type of Advanced Nuclear Reactors. The PCMSR has benefit charasteristics of very efficient fuel use, high safety charecteristic as well as high thermodinamics efficiency. This is due to its breeding capability, inherently safe characteristic and totally passive safety system. The PCMSR design consists of three module, i.e. reactor module, turbine module and fuel management module. Analysis in performed by parametric calculation of the turbine system to calculate the turbine system efficiency and the hat available for desalination. After that the mass and energi balance of desalination process are calculated to calculate the amount of distillate produced and the amount of feed sea water needed. The turbine module is designed to be operated at maximum temperature cycle of 1373 K (1200 0C and minimum temperature cycle of 333 K (60 0K. The parametric calculation shows that the optimum turbine pressure ratio is 4.3 that gives the conversion efficiency of 56 % for 4 stages turbine and 4 stages compressor and equiped with recuperator. In this optimum condition, the 250 MWe PCMSR turbine system produces 196 MWth of waste heat with the temperature of cooling fluid in the range from 327 K (54 0C to 368 K (92 0C. This waste heat can be utilized for desalination. By using MMED desalination system, this waste heat can be used to produce fresh water (distillate from sea water feed. The amount of the destillate produced is 48663 ton per day by using 15 distillation effects. The performance ratio value is 2.8727 kg/MJ by using 15 distillation effects. Keywords: PCMSR, discharged heat, MMED desalination   PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor merupakan salah satu tipe dari Reaktor Nuklir Maju. PCMSR memiliki keuntungan berupa penggunaan bahan bakar yang sangat efisisien, sifat keselamatan tinggi dan sekaligus efisiensi termodinamika yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pembiakan bahan bakar, sifat

  12. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  13. Kajian Bahan Ajar Mata Kuliah Teori Mesin Listrik dan Relevansinya dengan Kurikulum 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sujadi

    2016-04-01

    Full Text Available The objectives of this study were: (1 to examine the relevance of the teaching materials applied in the subject of Electrical Machines Theories related to the 2009 curriculum syllabus; (2 to reorganize thematerials delivered to the students based on the time management. The approach utilized in this study was content analysis. In this study, the explicit description of the study process was crucial. To assess the teaching materials that had been arranged and would be rearranged based on the time management the data resulted from documentation, observation, and interviews was required. It was carried out to complete the data for the handbook of Electrical Engineering Theories. The results revealed that the materials in the handbook are mostly relevant to the 2009 curriculum, but the time management needs to be reviewed. Theeliminated materials will be included in independent assignments or other relevant subjects.

  14. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were not allof them, these were for CaC03 K-citrate, and benzoic acid. It was shown by the value of recovery of potassiumiodate contents of the iodized salt. The netralization properties of food addives were increased by the increasing of the potassiumiodate content of the iodized salt.Conclusions: The addition of some food additives into the iodized salt is able to prevent the iodate content of the salt from there activity of subtances in the spice. The addition of food additives also can pick up moisture of salt resulting preventation of the salt particles clumping together and so keep the product free flowing.Keywords: potassiumiodate, spices, iodized salt

  15. PENGARUH PERENCANAAN PEMBELIAN BAHAN BAKU DENGAN MODEL EOQ UNTUK MULTIITEM DENGAN ALL UNIT DISCOUNT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Much. Djunaidi

    2005-12-01

    Full Text Available Perusahaan kebanyakan, pada kenyataannya didapati memesan secara simultan pada satu supplier dari pada memesan per item. Salah satu dari perusahaan tersebut adalah PT. Sari Warna Asli IV Karanganyar. Pemesanan yang terdiri dari beberapa item sekaligus dikenal dengan joint replenishment order. Pada dasarnya sistem ini mempunyai prinsip bahwa biaya marginal dari menambah suatu pesanan item kedalam pesanan item-item lain yang sudah ada lebih murah daripada mengirim dalam lot yang lebih kecil beberapa kali. Dalam kasus persediaan di perusahaan ini supplier memberikan discount berdasar pada jumlah atau nilai item yang dibeli. Model dasar EOQ tidak membahas adanya permintaan multi-item dan adanya potongan harga yang diberikan oleh supplier. Jadi pada penelitian ini akan dikembangkan model persediaan dengan mempertimbangkan permintaan multi-item dengan unit discount. Sehingga didapatkan total biaya persediaan yang minimal. Untuk mendapatkan model matematis EOQ multi-item dengan all unit discount didapat dengan cara menurunkan ongkos total terhadap periode antar pemesanan (t dan menyamakannya dengan nol untuk mendapatkan jarak pemesanan optimal (t*dan ukuran pemesanan optimal yang menyebabkan ongkos total menjadi minimum. Pada penerapan model di PT. Sari Warna Asli IV, diperoleh hasil bahwa periode pesan dilakukan setiap 0,0146 (4 hari dengan kuantitas pesan optimal Q1*(Cotton 100% = 315.864 yard/pesan, Q2*(Polyester 100% = 298.864  yard/pesan dan Q3*(Tetron= 290.976 yard/pesan. Maka akan diperoleh biaya total persediaan yang minimum sebesar Rp. 174.457.515.100.

  16. Pengaruh teknik dan waktu pencampuran pada pembuatan lembaran cocodust berkaret untuk bahan peredam suara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2009-06-01

    Full Text Available Research about cocodust rubber sheet production for sounds absorbent material was determined to improve mixing technology between cocodust and latex compound so there can be gained effective mixing technology. There are 2 methods regarding to mixing technology which were A method and B method with time variation method between 2, 3 until 4 minute respectively time. A method was cocodust with sieved by 50 mesh siefter mixed with water (ratio time between cocodust and water 1:3 and subsequently cocodust was mixed with latex compound. While B method was mixing latex compound and water (the mixture consisting of 3 part of water and 1 part of latex and the final product was blended. The result show that A method with time variation of 2 – 3 minutes was the best effective mixing method. The result of a method can be easily implemented, having homogeny compound and good product performance, which was characterized by mass density 0,40 g/cm3, water content 7,29 – 7,57%, flexibility strength 2,87 – 4,05 kg/cm2, vertical tensile strength 1,97 – 3,12 kg/cm2, ability to be nailed 4,95 – 5,92 kg, thickness grows 7,5 – 8,28% and sound absorption coefficient at the frequency 500 Hz was 0,70.

  17. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA berdasarkan Hasil Analisis Kebutuhan Belajar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Suyitno

    2007-04-01

    Full Text Available Teaching Indonesian for Foreign Learners or Indonesian as a Foreign Language (IFL is different from teaching Indonesian as a first language. The differences are due to the characteristics of the learners. IFL learners generally are adults who have language and cultural background and learning style different from those Indonesian learners have. These differences demand IFL teachers and instructors to prepare teaching-learning materials and the activities of the teaching-learning process in the classroom that are relevant to the learners’ needs. Understanding the entry level behavior of the learners, the teaching materials, the teaching-learning approach, and the evalution process is of crucial importance in order to fulfill their needs. Learning needs analysis of IFL learners is also a prerequisite to developing adequate teaching-learning materials of IFL.

  18. Determinasi Energi Metabolis dan Kandungan Nutrisi Hasil Samping Pasar Sebagai Potensi Bahan Pakan Lokal Ternak Unggas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiyono Sugiyono

    2015-04-01

    Full Text Available (Determination of metabolic energy and nutrient market by product for local poultry feed ingredients ABSTRACT. This study aims to examine the metabolic energy (ME  and proximate analysis of the coconut husk, garlic skin, heart of young jackfruit, in order to see its potential as a local feed ingredients for poultry, especially chicken. The study was conducted in 3 stages include feed preparation stage, treatment stage and retrieval of data. Stage of treatment involves measurement of metabolic energy to "force feeding" the appropriate method of Sibbald (1976. The results of the proximate analysis and gross energy (GE  are  water content ranged from 6.28 to 13.60%, from 5.09 to 12.34% crude protein, crude fat from 0.57 to 48.72%, crude fiber 31.33 to 51.66 %, from 2.38 to 8.39% ash, extract materials without nitrogen from 3.19 to 27.11% and GE  3387.21 to 6491.17 (kcal/kg. The results of ME research is mathematical and biological ME each feed ingredient is coconut husk 4492.84 kcal/kg; 4025.59 kcal /kg, the heart of young jackfruit 1533.44 kcal/kg ; 1625.39 kcal/kg , garlic skins 1388.76 kcal/kg; 1327.65 kcal/kg, leather bean sprouts in 1392.48 kcal/kg; 1089 .33 kcal/kg . Conclusion The study is based on the results of the proximate analysis, the content of GE and EM biological byproduct feedstuffs markets that have potential for use in poultry rations are coconut husk being able to supply the highest energy.

  19. PENGGUNAAN BAHAN AJAR TEMATIK PEMBAGIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI KELAS IIA MI AHLIYAH II PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luvi Antari

    2015-12-01

    Full Text Available This study aims to look at improving student learning outcomes in the materials division using a thematic approach based teaching materials. This research is a classroom action research (Claassroom Action Research with a research subject graders IIA MI Ahliyah 2 Palembang, the second semester of 2014/2015 the number of students 28 people, consisting of 14 male students and 14 female students. This study was conducted by two cycles following the model of a Class Action Research & McTaggart Kemmis models which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The process of collecting data by using observation and tests. Based on this research, the data obtained in the first cycle who scored ≥ 70 there were 17 students with learning completeness percentage amounted to 60.71% of students had reached the indicators of success and the second cycle there are 23 students who reached a value ≥ 70 on the percentage of students learning completeness by 82 , 14% had reached an indicator of success. With the student response rate reached 76.56% in the first cycle and the second cycle reaches 81.25%. It can be concluded that learning by using a thematic approach based teaching materials division performed in this research was effective, because it can improve student learning outcomes in the distribution of matter in class IIA MI Ahliyah II Palembang Keywords: a thematic approach, materials division

  20. PENGEMBANGAN MINUMAN FORMULA IBU HAMIL DAN MENETEKI BERBASIS BAHAN LOKAL NON SUSU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-11-01

    Full Text Available The Development of Non-Milk Based Formulated Drinks For Pregnant and Breastfeeding Women.Background: The pregnant and breastfeeding women need a greater nutrition intake compared to normal women. At second and third trimester of pregnancy, and during breastfeeding, a woman should have additional nutrient for approximately 300 Kcal energy and 17 grams protein per day. Recently, various formula drinks for pregnant and breastfeeding women are available in the market, however most of these formulas are expensive.Objectives: To develop non-milk based formula drinks for pregnant and breastfeeding women which contained adequate amount of additional macro and micro nutrients had good sensory quality and had long self life.Methods: Initially, 13 kinds of drinks were formulated. The drinks contained aproximately 300 Kcal energy and 17grams protein. They were analyzed for nutrient contain, microbiology and sensory quality in order to vote the best 5 formulas at the laboratory scale. The formulated drinks were packaged and sealed in 150 mL plastic cups. To know the self life of the drinks, storage was carry out in the room, incubator and refrigerator temperature during 12 months.Results: From sensory test, it was concluded that the best five drinks were kweni formula, chocholate formula, ginger formula, guava-orange formula and red bean formula. One cup of 150 ml formulated drink, had 140-150 Kcal energy and 8 grams protein. Therefore, to fulfill additional requirements for pregnant and breastfeeding women, the drinks should be consumed 2 cups a day.Conclusions: The formula drink developed could provide additional energy, protein, vitamin and mineral needed by pregnant and breast feeding women. There was no side effect reported by the panelist because of consuming the formula.Keywords: formulated drinks, pregnant women, breastfeeding women, acceptance.

  1. Respons Pulp Gigi Tikus terhadap Propolis Sebagai Bahan Kaping Pulpa Langsung

    OpenAIRE

    Ardo Sabir, Dr.drg. M.Kes

    2016-01-01

    The present result suggest that direct pulp capping with EEP in rats may delay dental pulp inflammatory process and fail to stimulate reparative dentin. The aim of the present study was to assess the response of rat dental pulp to direct pulp caping with ethanol extracts of propolis (EEP)

  2. Mutu Keju Putih Rendah Lemak Diproduksi Dengan Bahan Baku Susu Modifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    abubakar abubakar

    2016-06-01

    Full Text Available This research was conducted to investigate the quality of low-fat white cheese produced using raw material of modified milk. Five treatments applied were (A1 Using reduced fat (60% milk, (A2 Using emulsion of corn oil in skim milk (replacing milk fat with corn oil, (A3 Using emulsion of corn oil in skim milk and addition of whey protein concentrate (replacing milk fat with corn oil and the addition of whey protein concentrate=WPC, (A4 Using skim milk and water emulsion oil in water, and (A5 replacing milk fat with corn oil and the addition of probiotic (Lactobacillus casei. Each treatment was replicated three times. The selected that skim milk in corn oil emulsion with the addition of probiotics, the results showed had cheese quality characteristics as follow: yield 12.94±0.16%, hardnes 48.07±10.12 g, softness 8.51±0.54 kg/s, moisture content 50.37±1.60%, ash content 7.38±1.75% (dry matter, fat content 41.06±6.07% (dry matter, protein content 37.85±3.25% (dry matter, phosphorus content 346.62±25.61 mg/100g (dry matter, calcium content 860.78±87.91 mg/100g (dry matter, white color, regular texture, not flavorfull, salty taste, soft texture, elastic, ordinary preference acceptance.

  3. FAKTOR-FAKTOR PENGOLAHAN DAN KOMPOSISI BAHAN YANG MEMPENGARUHI CITARASA "OFF FLAVOUR" FORMULA TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelis Imanningsih

    2012-11-01

    Full Text Available PROCESSING FACTORS AND INGREDIENTS CONTRIBUTED IN TEMPE FORMULA'S OFF FLAVOUR.Background: Tempe Formula is processed food with tempe as the main ingredient. was previously formulated as infant formula and under five years children formula who have diarrhea problem. In later researches, tempe Fromula was found to be efective to increase nutritional satatus of severe malnourished children, to cure gastrointestinal infection of 6-24 months children, and had benefit to repair dislipldemia in adults and bone reformation of pre and post menopause women. However, this formula had off flavour that limit Its utilization. Methods: The design is laboratory experiment. The type of research is explorative. The panelist is trained panelist.Results: The result shows that off flavour component identified were beany odour, moldy odour, tangy taste and bitter taste. Tempe processing with half boiled of soybean and steam sterilization with traditional starter of mixed innoculum gave the best sensori quality. Less intensity of beany flavour and bitter taste were gained by improving the composition of palm oil and sesame oil with composition 1:1. The additon of mocca and milk flavours also reduced the beany odour of the formula. Conclusion: Improved tempe formula was determined to have higher intensity of sweetness, less intensity of saltyness, bitemess and tangy taste, and less beany, rancid, and moldy odours than original formula.Keywords: tempe formula, off flavour, processing

  4. Pengaruh Berat Arang Cangkang Kemiri (Aleurites Moluccana) Sebagai Bahan Pengisi Terhadap Mutu Karet

    OpenAIRE

    Januarman, Sinaga

    2011-01-01

    The research about on using charcoal candlenuts shell (aleurites moluccana) as fillers on latex of estate with added the variety weight of charcoal candlenuts shell 18 gram; 19 gram; 20 gram ; 21 gram and 22 gram (b/v rubber) with acetid acid as coagulant and a controlled has used latex which coagulated with acetid acid without added filler. The result of next coagulated have been done by tested the quality of rubber such as early Plasticity (Po), Index of Plasticity Retention ...

  5. KUALITAS EGGURT KERING DENGAN BAHAN DASAR SUSU DAN BERBAGAI MACAM BIJI-BIJIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indratiningsih (Indratiningsih

    2012-06-01

    concentration, pH and acidity levels. It can be concluded that eggurt-sesame has the best sensory and microbiological quality, while the best chemical quality was obtained from eggurt-black soybeans. (Keywords: Quality, Dried eggurt, Milk, Sesame, Green beans, Black soybeans

  6. Daya Antibakteri Bahan Tumpat Amalgam dan Resin Komposit Berfluor Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Serotipe KPSK2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih

    2015-09-01

    Full Text Available This research was carried out to study the difference in the antibacterial capacity of two kinds of filling materials, namely amalgam and composite resin, on S. mutans KPSK2 bacteria with different times of treatment. In total, 48 amalgam and composite resin samples each were prepared and then divided into four groups of treatment. Of each group, 6 samples were used to count the number of bacterial colonies and 6 samples to count the right obstacle zone. The results show that the best antibacterial capacity of composite resin occurred within one week, while for amalgam the best performance appears within one day. The antibacterial capacity of fluorine containing composites is stronger than that of amalgam for a time of 1 to 2 weeks.

  7. Pemanfaatan Biji Buah Nyamplung (Callophylum Inophylum Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Biru Chandra

    2013-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia. Sepanjang sekitar 95000 Km merupakan habitat penting bagi vegetasi mangrove dan biota nya. Sebuah survei tahun 2007 menunjukkan bahwa 20% dari garis pantai rusak, dan tanah aktif terancam oleh erosi. Reboisasi penanaman vegetasi pantai dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah Calophyllum Inophyllum. Potensi penggunaan benih C.Inophyllum tidak jelas sampai sekarang. Oleh karena itu, komposisi dan analisia C. Inophyllum dan minyak akan diselidiki. Dari hasil, ditemukan bahwa biji buah C. inophyllum mengandung lemak kasar (63,1%, serat kasar (16,64%, abu (3,22%, protein (3,42%, kelembaban (4,15%, dan ekstrak nitrogen bebas (13.62%. Itu juga memiliki nilai kalori 6092 kal / g. Its lipid asam lemak bebas yang terkandung (8,23%, monogliserida (3,93%, digliserida (3,37%, trigliserida (81.06% dan bioactive (3,4%.

  8. PRINSIP PENULISAN BAHAN AJAR BAHASA MANDARIN YANG EFEKTIF UNTUK JURUSAN KOMUNIKASI PEMASARAN UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kelly Rosalin

    2014-11-01

    Full Text Available Article discussed the writing principles that must be considered in compiling Chinese language teaching material specifically used for Marketing Communication students regarding the interest and target of Marketing Communication of Bina Nusantara University. The methodologies used are descriptive quantitative for distributing questionnaires and qualitative approach through observation and interview. Research found the appropriate and effective Chinese language teaching material would enhance the standard of Chinese language learning. At present, Chinese language teaching material used by Marketing Communication students has not been able to fulfill their requirements. In addition, the target learners of the teaching material are universal.

  9. Prinsip Penulisan Bahan Ajar Bahasa Mandarin yang Efektif untuk Jurusan Komunikasi Pemasaran Universitas Bina Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kelly Rosalin

    2014-10-01

    Full Text Available Article discussed the writing principles that must be considered in compiling Chinese language teaching material specifically used for Marketing Communication students regarding the interest and target of Marketing Communication of Bina Nusantara University. The methodologies used are descriptive quantitative for distributing questionnaires and qualitative approach through observation and interview. Research found the appropriate and effective Chinese language teaching material would enhance the standard of Chinese language learning. At present, Chinese language teaching material used by Marketing Communication students has not been able to fulfill their requirements. In addition, the target learners of the teaching material are universal.

  10. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  11. IMPLEMENTASI DISTRIBUSI REQUIREMENT PLANNING DAN SAVING MATRIX UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA DISTRIBUSI DI INDUSTRI BAHAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Oscar Ong

    2013-12-01

    Full Text Available Planning and scheduling of the distribution of goods in PT. Senatama Laboranusa are not well coordinated, so the demand for each product is out of control, which results in deficiency or excess of inventories in both of the factories and each warehouse. This problem will affect the distribution cost incurred by the company. In this study, the distribution data process is done by using Distribution Requirement Planning method and route distribution processing by using Saving Matrix, in which both of these methods can group the delivery schedule and flow of distribution route regularly. PO Release, which contains time, order amount of each area, and lot size EOQ (Economic Order Quantity method used; will be generated from the calculation of DRP. From the calculation of Saving Matrix, route order sequence is applied by using Nearest Neighbor method. After the implementation of Distribution Requirement Planning, the cost reduction resulted is 29.75% and the difference in distance after the application of Saving Matrix is 983.3 Km. With a good distribution activity planning and scheduling, the success rate in meeting the customer demand would be more optimal, while sales performance increases in fulfilling orders in a timely manner and appropriate amount, hence the distribution costs can be kept as minimum as possible.

  12. IMPLEMENTASI DISTRIBUSI REQUIREMENT PLANNING DAN SAVING MATRIX UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA DISTRIBUSI DI INDUSTRI BAHAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Oscar Ong

    2013-12-01

    Full Text Available Planning and scheduling of the distribution of goods in PT. Senatama Laboranusa are not well coordinated, so the demand for each product is out of control, which results in deficiency or excess of inventories in both of the factories and each warehouse. This problem will affect the distribution cost incurred by the company. In this study, the distribution data process is done by using Distribution Requirement Planning method and route distribution processing by using Saving Matrix, in which both of these methods can group the delivery schedule and flow of distribution route regularly. PO Release, which contains time, order amount of each area, and lot size EOQ (Economic Order Quantity method used; will be generated from the calculation of DRP. From the calculation of Saving Matrix, route order sequence is applied by using Nearest Neighbor method. After the implementation of Distribution Requirement Planning, the cost reduction resulted is 29.75% and the difference in distance after the application of Saving Matrix is 983.3 Km. With a good distribution activity planning and scheduling, the success rate in meeting the customer demand would be more optimal, while sales performance increases in fulfilling orders in a timely manner and  appropriate amount, hence the distribution costs can be kept as minimum as possible.

  13. Penelitian penggunaan minarex sebagai bahan pelunak dalam pembuatan kompon karet sol karet cetak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    1995-06-01

    Full Text Available The objective of this research is to use Minarex oil as a softener in making rubber sole compound and to know the optimal of formulation. The research applied Minarex type 3 with four kinds of A, B, C, D and with variation 5 parts, 6 parts, and 7 parts. Data analysed using Statistic Method with Compleetely Randomized Design and Split Plot Design. The result of this study showed that all kind of Minarex oils could be used to softener in making rubber sole compound and fullfilled the spesification of SNI 0778-89-A, "Sol Karet Cetak". The optimal of formulation to Minarex type 3 was Minarex C with application 7 parts.

  14. Pengembangan Bahan Ajar Modul Elektrokimia untuk Siswa SMA Kelas XII IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Fatmawati

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan, dan keefektifan modul elektrokimia un-tuk siswa SMA kelas XII hasil pengembangan. Modul Elektrokimia hasil pengembangan terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu untuk materi sel Volta dan untuk materi sel elektrolisis. Hasil penilaian oleh dua dosen kimia Universitas Negeri Malang dan dua guru kimia kelas XII sebagai ahli isi/materi pem-belajaran untuk kelayakan isi adalah 92,9%, untuk kelayakan dan kelengkapan penyajian adalah 91,1%, dan untuk kelayakan kebahasaan adalah 92,3%, yang tergolong kriteria sangat layak. Secara keseluruhan rata-rata nilai kelayakan tersebut adalah 92,1. Efektifitas modul hasil pengembangan di-tunjukkan oleh persepsi dan hasil belajar siswa. Persepsi siswa diperoleh dari penilaian siswa terhadap modul hasil pengembangan. Pada ujicoba lapangan terbatas diperoleh nilai rata-rata untuk seluruh aspek adalah 81,8 dari nilai maksimum 100. Perolehan rata-rata nilai hasil belajar siswa untuk aspek kognitif adalah 83,3, untuk aspek afektif adalah  82,3, dan untuk aspek psikomotorik adalah 83,8 dari nilai maksimum 100. Hasil keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa Modul Elektrokimia untuk sis-wa SMA Kelas XII IPA hasil pengembangan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: inkuiri terbimbing, modul elektrokimia, model 4-D

  15. KARAKTERISTIK AUS MATA PISAU TERLAPISI BAHAN PENGERAS PADA PEMOTONGAN KAYU MERSAWA DAN PAPAN PARTIKEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzan Fahrussiam

    2015-12-01

    Full Text Available The use of mersawa wood and particleboard as a materials has been increasing for building constructions and decorative purpose. In previous study reported that, these materials provide a high rate of wear caused by abrasion (high silica and resin content. This article presents the characteristics of wear on the clearance face of newly multilayer-coated K10 cutting tools when milling mersawa wood and particleboard. The K10 cutting tools were coated with monolayer titanium aluminum nitride (TiAlN, multilayer TiAlN/titanium silicon nitride (TiSiN, and TiAlN/titanium boron nitride (TiBN. Mersawa wood with density of 0.80 g/cm3 and particleboard with a density of 0.61 g/cm3 were cut using the coated tools and uncoated K10. Cutting tests were performed on computer numeric control router at a high cutting speed of 17 m/s and a feed rate of 0.1 mm/rev to investigate the wear characteristics on the clearance face of these coated tools. Result of research shown that the coated tools experienced a smaller amount of wear than the uncoated tool when cutting the mersawa and particleboard. The best coating among other coated in this study was multilayer TiAlN/TiBN. The high hardness, low coefficient of friction, high resistance to oxidation, and high resistance to delamination wear of the multilayer-coated TiAlN/TiBN tool indicate a very promising applicability of this coating for high-speed cutting of abrasive woods and wood based materials.

  16. Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Guru Smp/Mts di Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftakhul Huda

    2017-01-01

    Full Text Available This training has several goals, namely to open insights, and observers of Indonesian teachers about gender equality in everyday life, giving insight to analyze the value of inequality/ gender equality, and compile teaching materials Indonesian perspective of gender equality. Implementation of this training method is applied in two stages: the preparation stage and implementation stage. Preparation stage includes internal coordination (: preparatory concepts, preparation of materials and the coordination of external (: contacting a speaker, contact the PDM Surakarta, Surakarta Dikspora contacted, and invited the school. Implementation stage is the stage of core training employed by interactive lectures, questions and answers, and tutorials. Training lasted for one day and 13 participants attended junior secondary school teachers. Based on analysis of implementation of teacher understand the preparation of teaching materials Indonesian gender perspective. This is evident from the responses of the material, examples, and instructional materials containing ilutrasi gender inequality.

  17. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellianawati -

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian research and development ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan capaian prestasi belajar yang cukup signifikan. Peningkatan persepsi diri mahasiswa tentang pemahaman materi Fisika Matematika 1 serta capaian rata-rata yang masuk dalam kategori B menggambarkan keefektifan metode ini. Masih ada beberapa mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian dengan perbaikan yang berkelanjutan baik dari segi konten, sajian, maupun proses pembelajaran.The research aimed to increase the students’ motivation in learning Mathematical Physics by choosing their own type of study in order to challenge them to study autonomy. Self Regulated Learning (SRL model is chosen since the model provides the role for teacher and learner to reach the learning goal. This research has been done to the students who taken Mathematical Physics 1 in even semester of academic year of 2010/2011. Based on the result using research and development methodology, it can be concluded that there is a quite significant gain of students’ understanding of Mathematical Physics 1 concepts. The increase of students’ self perception of material understanding of Mathematical Physics 1 and the average of achievement categorized as B shows the effectiveness of the method.  There are some students who still need to be concerned by continuing their improvement in learning content as well as the learning process.

  18. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PELAPIS (UPHOLSTERY PADA PRODUK INTERIOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunida Sofiana

    2010-09-01

    Full Text Available Environment pollution which is caused by garbage, especially plastic products, is one undeniable thing nowadays. Environment pollution by non-degradable materials could be decreased in 3Rs that are recycling, reusing, reducing. Recycle method is one of creative methods; the plastic waste could be recycled into matting materials that substitute natural material (pandanus and also to be alternative upholstery in interior products. Plastic waste treatment process until disposable is easier than natural material which has to go through several stages like drying and staining. What could be gained from pandanus could also be gained from plastic waste, so there are many things probable products could be designed. The product image is assumed to be modern, one trend nowadays.

  19. Kajian komposit plastik daur ulang dengan serbuk kayu untuk bahan bangunan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2007-06-01

    Full Text Available The require problem were wood as building material either for material, decoration, or furniture increases along with the raise of population. Composite is a material which is formed by two or more distinctive components united. The manufacturing of composite made of recycle plastic and wood flour is aimed to lower environmental encumbering and produce a kind of product for building material. Composite of recycle plastic and wood flour is that made of recycle plastic as the matrix and wood flour as the filler, and expected being able to adopt both properties. The process of composite manufacturing was carried-out through the phase of preparation for filler, plastic recycle, mixing, pelletizing, and product manufacturing. It can be concluded from the review that the quantity, type of wood selected, size of wood flour prepared, water content, and quantity of compatibilizer affect very much upon the quality of composite produced. Composite produced of plastic recycle and wood flour by applying certain technology can be used for material building.

  20. Kajian komposit plastik daur ulang dengan serbuk kayu untuk bahan bangunan

    OpenAIRE

    Arum Yuniari

    2007-01-01

    The require problem were wood as building material either for material, decoration, or furniture increases along with the raise of population. Composite is a material which is formed by two or more distinctive components united. The manufacturing of composite made of recycle plastic and wood flour is aimed to lower environmental encumbering and produce a kind of product for building material. Composite of recycle plastic and wood flour is that made of recycle plastic as the matrix and wood fl...

  1. Metode Irigasi Tetes dan Perlakuan Komposisi Bahan Organik dalam Budidaya Stroberi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afik Hardanto

    2009-04-01

    Full Text Available Strawberry is a commercial fruit. It’s Growth and quality is influenced by soil condition, climate, and its self. Irrigation influences soil characteristic, such as: physical, chemical, and microbiological than influence an environment of its growth. this research used drip irrigation method with debit variation and organic matter composition. RCBD was used in this research. Variation of irrigation debit and organic matter composition are the independent variables, whereas dependent variables are C-Organic, N-available, characteristic of soil, and quality of strawberry fruit. Variation of debit irrigation did not significant influence to C-Organic, whereas organic matter composition had significant influence to C-Organic in 63th, 84th, and 105th day of planting. The highest C-Organic content on D3P3 treatment that is 17.92% and the lowest on D2P2 treatment that is 5.19%. Debit of irrigation influence to N-available content in 105th day of planting. The highest N-available content in D3P1 treatment that is 0.88 ppm, whereas the lowest N-available content in D2P3 treatment that is 0.67 ppm. Result of analysis, debit irrigation had significant influence and could increase fruit weight and reduction sugar-content. Organic matter composition had significant influence to increase fruit weight, vitamin C, total of soluble-solid, and reduction sugar-content. Combination of irrigation debit and organic matter composition had significant influence to fruit weight. In the treatment, debit of irrigation that make good influence to fruit quality is 300 ml/day/polybag and 1:2 ratio of organic matter composition.

  2. Uji Organoleptik Hasil Jadi Kue Menggunakan Bahan Non Instant dan Instant

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianka Wahyuningtias

    2010-04-01

    Full Text Available The process of making a cake in the modern era, demanding speed because of the time more valuable and more widely distribution coverage, which means greater production capacity. Then the process is made as efficient as possible. Busyness is high enough to make parents and family also eventually follow the diet and no hassle instant preparation. Now was enough just to buy one box of instant cake mix that is usually already included in the package, plus live eggs, and butter cake be desired. The process is also very clear instructions printed on the packaging of instant flour. From the results of analysis of Material Differences between Normal and Instant Ingredients (Paired Samples Correlations then we can see the differences, views of significant value. If sig is smaller than 0:05, the materials A and B materials are different, but if the sig is greater than 0:05, the materials A and B, have same material. From the above table can be viewed texture and flavor of the cake A and B are different, while for the smell, taste, and colors have in common. So it can be concluded that between the two cakes A and B are same.

  3. Uji Organoleptik Hasil Jadi Kue Menggunakan Bahan Non Instant dan Instant

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianka Wahyuningtias

    2010-05-01

    Full Text Available The process of making a cake in the modern era, demanding speed because of the time more valuable and more widely distribution coverage, which means greater production capacity. Then the process is made as efficient as possible. Busyness is high enough to make parents and family also eventually follow the diet and no hassle instant preparation. Now was enough just to buy one box of instant cake mix that is usually already included in the package, plus live eggs, and butter cake be desired. The process is also very clear instructions printed on the packaging of instant flour. From the results of analysis of Material Differences between Normal and Instant Ingredients (Paired Samples Correlations then we can see the differences, views of significant value. If sig is smaller than 0:05, the materials A and B materials are different, but if the sig is greater than 0:05, the materials A and B, have same material. From the above table can be viewed texture and flavor of the cake A and B are different, while for the smell, taste, and colors have in common. So it can be concluded that between the two cakes A and B are same. 

  4. Uji Coba Penggunaan Limbah Air Kelapa Tua sebagai Bahan Dasar Media Isolasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanna Yolanda

    2011-09-01

    Full Text Available he culture media commonly used for isolation are imported and expensive. Many organic materials are naturally decomposed from complex organic compounds to simple ones by microbes. Based on this principles, this study wants to make isolation media with ripe coconut waste-water as based substance, so it can be considered as economical culture media. The method was laboratoric experimental by isolating tested bacteria with ripe coconut waste-water as based substance. The composition of the media were adjusted with MacConkey agar and blood agar base. Standard media were MacConkey agar and blood agar base. Control media were agar 15 g/L media and ripe coconut waste-water agar media. Tested bacteria were a number species of Enterobacteriaceae and positive gram cocci. The evaluated variables were macroscopic and microscopic images. Data was analized by Wilcoxon matched pairs test and sign test methods. This study did not find a significant differences (p>0.05 between standard media and ripe coconut waste-water media. Specific characteristics of tested bacteria, such as red colonies, mucoid, and hemolitic zone, were similar between standard media and ripe coconut waste-water media. The conclusion is ripe coconut waste-water can be used as base for isolation media substance of Enterobacteriaceae and gram positive cocci.

  5. Perkembangan Semen Tulang Sebagai Bahan Fiksasi pada Perawatan Bedah Tulang di Bidang Kedokteran Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2015-09-01

    Full Text Available The first bone cement developed by Charnley in the 1960s using polymethyl methacrylate (PMMA remains the most widely used material for fixation of orthopaedic joint replacement. In the field of dentistry, polycarboxylate and glass ionomer cements first came to prominence as dental cements in the late 1960s and early 1970s. Although biocompatible, the zinc component results in the formation of fibrous collagen capsule around the zinc polycarboxylate cement in vivo, which compromises the strength of the intermediate region between the bone and cement. Glass ionomer cements were anticipated to have potential in orthopaedic applications. The discovery of a well integrated intermediate layer between bone and many bioactive ceramic phases from the calcium-phosphate systems, such as hydroxyapatite (HA, resulted in the development of new cements incorporating such phases. Investigations into bioglass and apatite/wollastonite glass-ceramics prompted the development of off-the-shelf bone graft substitute materials. Synthetic hydroxyapatite is commercially available and serves primarily as a scaffold in order to facilitate the bone regeneration process. Many investigations have ranged from the development of castable bioactive materials to modified bioactive composites. This article attempts to give a broad overview of the different types of cements.

  6. PERIKANAN TONGKOL DAN DAYA DUKUNGNYA TERHADAP PENYEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN DI PALABUHANRATU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wijopriono Wijopriono

    2015-03-01

    penghematan biaya operasi. Palabuhanratu, as one of the main fish landing ports of bonito in the south coast of west Java Province, was promoted to be the center area for industrialization development. Research on bonito fishery was conducted with aim to determine the bonito fishery status and their capacity in supplying the fish necessary for raw material of local processing industries. The results show that bonito fishing was done by variety of fleets which mostly constitute of small scale category (< 10 GT with multi-species fishing target. There were three main species of bonito landed in Palabuhanratu, i.e., Auxis rochei, Euthynnus affinis and Auxis thazard. The annual production was in average of 520.18 tons/year, 65.37% of this value is contributed by Danish seine fleet. Production of bonito fishing in Palabuhanratu is only able to cover 50-60% of the raw material necessary for the local industries. One of the alternatives for increasing bonito production should be to develop troll line with appropriate vessel sizes and engine powers, employing cluster fishing system by using mother boats for saving operational costs.

  7. PENGARUH PENAMBAHAN SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN BAHAN RESIN EPOKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2012-02-01

    Full Text Available Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are betterthan porcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface ishygroscopic. For the repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle of hidrophobicity and surfaceleakage current characteristics of epoxy resin materials ( Di-Glycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA andMethaphenilene Diamine (MPDA. The study was conducted in the laboratory using the electrode method IEC587:1984 with NH4Cl contaminants. The voltage applied to the epoxy resin sample at 3.5 kV and 50 HzfrequencyThe experimental results showed that the addition of silicon rubber in epoxy resin makes the surface materialcontact angle increases. The higher percentage of silicone rubber, the greater the contact angle and the longertime required for the occurrence of surface discharge.

  8. PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PAKAN DI KABUPATEN CIAMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustika Gusnia Sari

    2015-07-01

    Full Text Available Poultry development sector in Ciamis has effected an increasing in maize production as a raw material for feed. In period 2008-2012, the production of maize in Ciamis Region is 45.883 tons, meanwhile, the demand is 17.000 tons, consequently  the Ciamis District supposed to be able to fulfill the demand; however, but currently the feed industry in Ciamis are still importing the maize. Cluster development might be one of solution for this problem. The aims of this research are: (1 Analyzing land availability for maize development in Ciamis District, (2 Analyzing maize cluster type can  be developed in Ciamis District, 3 Analyzing strategies in development of maize cluster. The results showed that land availability for maize development in Ciamis Regency is 28.176 ha. There are three maize cluster types that can be developed in Ciamis as follows: pertumbuhan cluster (15.671 ha, pengembangan cluster (12.217 ha and pemantapan cluster (288 ha. Considering the region development strategy, the priority in pertumbuhan cluster type is an optimization of  natural resources (land factor, in development type is human resources development with focused to the education and training of field staff, and in the pemantapan type is an institution empowerment with focused on the partnerships. Keywords: maize, cluster, development

  9. Composite Flowable Fabricated (CFF Sebagai Alternatif Bahan Pasak Gigi Paska Endodontik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Warna Aju Fatmawati

    2014-12-01

    for 20 seconds. Treatment of NiTi post group was same with CCF post group, the different NiTi post was inserted using glass ionomer luting type 1. Furthermore all of tooth sample, prefabricated and fabricated, was tested by threebending point with ISO10477. The result showed that mean of NiTi post (stiffness= 115,30 N/mm; modulus elastisitas = 9,31 Gpa; flexural= 812 Gpa was higher than CFF post (stiffness = 35 N/mm; modulus elastisitas = 3,45 Gpa; flexural= 475,8 GPa; and there was significant different between prefabricated (NiTi dengan fabricated(CFF post statistically. Although composite flowable can be used as alternative of post endodontic and needs further research that is suitable with standard of post materials.

  10. KAJIAN PENINGKATAN PATI RESISTEN YANG TERKANDUNG DALAM BAHAN PANGAN SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Haryo Bimo Setiarto

    2015-12-01

    Full Text Available Prebiotics are food ingredients that selectively stimulate the growth of probiotic bacteria in the colon. Resistant starch (RS is the starch that can not be digested by digestive enzymes and resistant to gastric acid so it can reach the colon to be fermented by probiotic bacteria. There are treatments to increase the content of RS such as: autoclaving-cooling cycling, combination of lintnerized with autoclaving-cooling, and combination of debranching pullulanase with autoclaving-cooling. The results of techno-economical study showed that the combination of fermentation followed by autoclaving-cooling can be used as an alternative technique to increase the content of resistant starch in food more effectively and efficiently.

  11. Resin poliurethan sebagai bahan pelapisan aksesoris logam untuk mengurangi cacat produk barang kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mulati

    2001-12-01

    Full Text Available Abstract The aim of the research is to aquire an appropriate plating technique on leather product accessories made from metal without lessening the wonderful appearance of the accessories, to maintain the shade and to keep the rust away from the accessories that avoid or diminish defects on the leather. The plating was carried out by spraying using spraying-gun one, two, and three times, and repeated three times for each treatment to chrome plating metal, gold plating metal and roasted metal. The samples were then pinned on a piece of chrome tanned leather and vegetable tanned leather, whereas the tests carried out was wet and dry rub fastness. Data analysed using completely randomized design with factorial pattern according to Gasperz (1991 showed that there was not significant effect on plating neither metal plated using chrome, gold, nor roasted metal pinned on chrome and vegetable tanned leather having been stored yet. However there was significant difference on accessories having been do treated as the stated above and set on a piece of vegetable tanned leather stored for three months. Conclusion could be drawn from the research that the use of polyurethane using spray system for plating metal accessories was able to maintain its beautiful appearance, keep the rust away, that was not create defects neither on chrome of vegetable tanned leather.

  12. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG BERORIENTASI BUDAYA MATA KULIAH KAIWA TINGKAT MENENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyu Widiati

    2015-10-01

    DEVELOPING A CULTURE-ORIENTED JAPANESE LANGUAGE LEARNING MATERIALS FOR SPEAKING SKILL OF INTERMEDIATE KAIWA LESSON Abstract This study aims to: (1 develop appropriate learning materials for intermediate Japanese Language speaking skill by adapting Japanese and Indonesian culture themes, which integrate four language skills focusing on the speaking skill; (2 reveal the properness level of the learning materials. This is a research and development study. The steps of conducting the study were (1 collecting the data on needs analysis, (2 planning, (3 developing the product, (4 validating (expert judgment, preliminary field testing, main field testing and revising, (5 writing the final draft of the learning materials. The learning materials consist of five units accompanied with a VCD. The result of the expert judgment shows that the material is in the average score of 4.76 which is in the very good category. The result of the expert judgment on the media is in the average score of 4.31 which is in the very good category. The conclusion of this study is that the learning materials are appropriate to be implemented in the learning activities. Keywords: culture-oriented learning materials, speaking skills, kaiwa, intermediate Japanese language

  13. Pengaruh Pakan dan Bahan Peluruh Serisin terhadap Filamen Terurai Kokon Ulat Sutera Emas Cricula trifenestrata Helf

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Terry M Frans

    2015-10-01

    The research aim was to obtain the effect of fodder and sericin degumming agents on asunder filament of golden silkworm cocoon of Cricula trifenestrata Helf. This study expected to find an asunder filament technology in the yarn spinning phase, as the material of silk textile. The complete random design was used to find the interaction between two treatment factors of fodder types and sericin degumming agents. The length of asunder filament per cocoon (cm, the amount of pieces of asunder filament per cocoon (sheet, and the length of filament per piece (cm/sheet were evaluated. The combination between avocado leaf and soap sericin degumming agent with wood ashes treatment showed the best results on the average of the length of sericin emitec filament asunder per cocoon, the average amount of filament pieces per cocoon, and the average filament length per piece. Therefore, the treatment combination is recommended on the cocoon asunder process.

  14. Pengaruh penggunaan bahan pewarna alam dari ekstrak kayu terhadap sifat fisis kulit ikan kakap merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2002-06-01

    Full Text Available Abstract The objective of this research is to identify the effect of some natural dye of wood extract to the physical properties (tensile strength, elongation and rub fastness resistance of kakap (Lutjanidae fish skin leather. Fifteen pieces of dry preserved kakap fish skin were used in this research, and tanned using syntan and alum. The dyeing process was done using natural dyes of wood extract of Caesalpinia sappan L, Artocarpus heterophyllus, Swietenia mahagoni JACQ, Maclura cochinensis, and Ceriops tagal. The result of research indicated that the kind of applied natural dyes were not affect the physical properties of Kakap fish skins. The fish skins dyed using the such natural dyes was able be utilised as material in leather goods manufacturing. One of the five types of natural dye used in this research, Swietenia mahagoni JACQ wood extract produced the best dyed leather having good tensile strength, elongation/flexibility and the colour fastness. The tensile strength was 213,15 kg/cm2, flexibility 56% and colour fastness with wet white cloth 3/4 (grey scale value and with dry white cloth 4/5 (grey scale value, respectively

  15. Studi Komposisi Mineral Tepung Batu Bukit Kamang Sebagai Bahan Baku Pakan Sumber Mineral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khalil

    2007-04-01

    Full Text Available The study was conducted to determine mineral content of limestone originated from natural deposit of Bukit Kamang for feedstuff. Six samples were prepared and chemically analyzed. The first was limestone in meal form as a product of local milling industry. Another five samples were deposit components with different color of blackish, dark blue, blue, light blue and white. There was 21 kinds of mineral determined which were divided into 3 groups: macros (Ca, P, Mg, Na, K, Cl and S, trace minerals (Mn, Zn, Fe, Cu, Se, Co and Mo and toxic elements (As, F, Hg, Cd, Pb, Ni and Cr. The results showed that Bukit Kamang’s limestone contained considerable high essential minerals of Ca, Se, Fe and Mn. The limestone consisted of 38%-40% Ca, 388 ppm Se, 295 ppm Fe and 205 ppm Mn. There were two toxic elements detected: Pb and Cd, but their concentration was found relatively low: 28 and 7 ppm, respectively.

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI HIMPUNAN BERBANTU VIDEO PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulis Purwanto

    2015-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to know the feasibility of mathematics contextual-based learning materials on the material set using video-assisted learning. This research was a research and development (R & D. Models were used to adapt the model developed by Sugiyono, but not to stage a mass product. Subjects tested in this study was seventh grade Junior high school 1 Batanghari academic year 2014/2015. Results of the validation of teaching materials to obtain an average value of 82.14%. Learning outcomes of the pilot study of  small-scale was 84 and learning outcomes of large-scale was 84.33, so the contextual-based learning materials on the material set using video-assisted learning was very feasible used in learning

  17. KEANEKARAGAMAN KARAKTER TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L. YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN UPACARA PADUDUSAN AGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eniek Kriswiyanti

    2014-03-01

    Full Text Available The study was aimed to identify the characteristic variations of the coconuts (Cocos nucifera L. trees that are used as materials for the Padudusan Agung ceremony in Bali. Exploration, interview, and observation of character variations of coconuts have been conducted from coconut plantation area from each regency in Bali. The characteritations was identified based on measurements and observations of parts of plant according to “Discriptors for Coconuts”. The result shows that there was a narrow variation on the stem and leaf characters (2.81-11.83%, while high variations found on the fruit numbers in a bunche for the generative characters (42.8%. Padudusan Agung ceremony uses eleven types (cultivars of coconuts. Those are: gadang, gading, bulan, and surya with green, yellow, white, red epicarpium colours respectively. Young fruit of Udang coconuts have red mesocarpium, sudamala has double spathas, bingin has root grown on stem, be julit has plicated primordium leaves, bojog has hush likes the color of monkey hairs, ancak has branched stem, and rangda has petiole twisted on the top of the stem.

  18. Pemanfaatan zeolit sebagai bahan pengisi dalam pembuatan karet sponge untuk tatakan sepatu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herminiwati Herminiwati

    2007-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to study the effect of zeolite as filler in the preparation of sponge rubber for shoe insocks. During wearing period of shoes, unpleasant odor often smell for the result of sweat accumulation and their decomposition by microorganism. Besides as rubber filler, zeolit has odor adsorption function. The formula of rbber sponge could be as the following : crepe rubber 100 phr, paraffinic oil 20 phr, ZnO 10 phr, stearic acid 5 phr, MBTS 1 phr, TMTD 0.25 phr, anti-oxidant 1 phr and sulphur 2 phr. To obtain the best sponge rubber formula, some experiment was done by formulating variation of zeolite and blowing agent AZDM in the amount of 25, 50, 75 phr and 5, 10, 15 phr respectively. The vulcanization process was carried-out at temperature 140oC for minutes by compression moulding. The research showed that the best formula with high odor absorption was consist of zeolite 50 phr and blowing agent AZDM 5 phr. The sponge rubber had odor adsorption 93,47%, and the physical properties were as follow: tensile strength 2.018 N/mm2, elongation at break 251%, tear strength 1.029 N/mm2, density 0.717 g/cm3, and compression set 36.38%. Odor absorption was tested by using gas chromatography.

  19. Pemesinan Laju Tinggi dan Pemesinan Kering Menggunakan Pahat Karbida pada Bahan Aluminium 6061

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bobby Umroh

    2013-01-01

    Full Text Available Research of high speed machining and dry machining use for the best cutting conditions on the roughness aluminum 6061 material surface using a carbide tool. Collection machining test data is performed 4 times trial with 3 main variable is the rate of cutting (V, Ingestion rate (f and depth of cut (a at three levels of scale. The best surface roughness conditions is determined by the rate of the cemetery, where the rate of feeding is recommended at f = 0.12 mm/rev or < 0:17 mm/rev. Effect of cutting force is inversely proportional to the value of rate of cuts. At the greater of the cutting force so the surface roughness also getting smaller. Depth of cut and rate cuts also affects on the surface roughness but not in any condition determined. At the lowest state with V = 1000 m/min f = 0:12 mm/rev and a = 1 mm, surface defects (surface defect. Possibly, this is caused by the vibration of the tool due to lack of dynamic balance in the cutting process.

  20. EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT SUMBER BAHAGIA METALINDO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Elda Hiererra

    2012-05-01

    the companies assets can be well cared for. Several methodologies are implemented in this research, which are literature study, field study, such as: interviews, observation, checklists, and documentation review followed by data analysis. Audit is implemented using audit around the computer. The results obtained are in the form of data analysis presented as problem findings, the impacts and recommendations for remedial action. It can be concluded from the results of this study that PT. Sumber Bahagia Metalindo owns sufficient information system control, but still there are some weaknesses to be improved in order to improve control process to the better objective.

  1. EVALUASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT FUYINDO MULTI PERDANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vini Mariani

    2010-05-01

    run well and the management can give a decision based on the reports of evaluation results, it can be suggested that companies should do in the internal control system purchase accounting and inventory of raw materials

  2. Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berbasis Contextual Teaching Learning untuk Mengefektifkan Pembelajaran bagi Siswa SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatma Sukmawati

    2015-06-01

    Full Text Available The objectives of this study are: (1 to know the need of teaching materials for the senior high school teachers and the students, (2 to know the procedures of Biology teaching materials development of contextual teaching learning-based teaching, (3 to develop Biology teaching materials of contextual teaching learning-based teaching. The research method of this study is research and development. This study found: firstly, the need of teaching materials for the senior high school teachers and the students considers some elements, they are a situational context, b fits to curriculum, c exercises/tasks enable to activate the students’ achievement, d practical based implementation, and e interesting, clear, and easy to understand. Secondly, the model of development is adapted from Borg and Gall, they are: data collection, planning, drafting a model, experimenting the model, revision the draft, field experiment, revising the final draft, and implementation. Thirdly, the score of post test shows 66.9 (control class and 79.6 (experimental class, t-value of f value is 2.67 > 1.67 of f table. It can be concluded that the use of Biology CTL based-teaching materials enables to improve the students’ achievement in learning Biology.

  3. PEMANFAATAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES YANG DISUPLEMENTASI DENGAN KACANG HIJAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Welli Yuliatmoko

    2013-03-01

    Full Text Available Taro flour can be used as a wheat flour substitution in cookies making, although its quality is still relatively low, especially in terms of taste and nutritional composition. An alternative way to improve its nutritional composition is by the addition of green beans, as a protein source. This study was aimed to obtain the cookies formulation that use Lampung Taro flour enriched with green beans flour as a wheat flour substitution. The cookies were tested organoleptically by panelists using hedonic scale including color, aroma, taste, texture and general appearance. The acceptable cookies were analyzed their chemical characteristics. The results showed that Taro flour cookies with the content of 30%, 50%, and 60% Lampung Taro flour have received the best judgment from panelists. From the nutritional point these cookies were considered meet the nutritional value specified by SNI 1992 but the protein content was still below standard. The addition of 10% green beans flour was not able to improve the nutritional value of protein in the cookies. Taro flour can be used as a wheat flour substitution in cookies making, although its quality is still relatively low, especially in terms of taste and nutritional composition. An alternative way to improve its nutritional composition is by the addition of green beans, as a protein source. This study was aimed to obtain the cookies formulation that use Lampung Taro flour enriched with green beans flour as a wheat flour substitution. The cookies were tested organoleptically by panelists using hedonic scale including color, aroma, taste, texture and general appearance. The acceptable cookies were analyzed their chemical characteristics. The results showed that Taro flour cookies with the content of 30%, 50%, and 60% Lampung Taro flour have received the best judgment from panelists. From the nutritional point these cookies were considered meet the nutritional value specified by SNI 1992 but the protein content was still below standard. The addition of 10% green beans flour was not able to improve the nutritional value of protein in the cookies.

  4. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2013-04-01

    Full Text Available Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem vegetable waste could be formed as wafer. This research was conducted to study effectiveness of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration This experiment was run in completely randomized design which consist of 4 feed treatment and 3 replications.  Ration used was consisted of  P0 = wafer complete ration 0% coffee waste (control, P1 = wafer complete ration 2,5% coffee waste, P2 = wafer complete ration 5% coffee waste, and P3 = Wafer complete ration 7,5% coffee waste. The Variables observed were: physical characteristic (aroma, color, and wafer density and palatability of wafer complete ration. Data collected was analyzed with ANOVA and Duncan Range Test would be used if the result was significantly different. The result showed that the density of wafer complete ration coffee waste was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. Mean density wafer complete ration equal to: P0= 0,52±0,03, P1 =0,67±0,04, P2 =0,72±0,03, and P3 = 0,76±0.05 g/cm3. Wafer complete ration coffee waste palatability was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. It is concluded that of wafer complete ration composition 5 and 7,5% coffee waste was significantly wafer palatability and gave a highest wafer density. The ration P0 was the most palatable compare to other treatments for the experimental peking duck.

  5. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  6. Plant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas in Bukit Tua Well, Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pradnya A. Putri

    2013-03-01

    Full Text Available Gas alam atau yang sering disebut sebagai gas bumiadalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiridari metana (CH. Gas alam cair (Liquefied Natural Gas adalahgas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor danhidrokarbon berat kemudian gas alam dikondensasi menjadicairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar 160oPlant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas inBukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri, Shinta S. Hajar, Gede Wibawa dan WinarsihJurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS 4C dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan karenavolume gas sebelum dan sesudah dicairkan adalah 600:1. Saat inigas alam diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG danLiquefied Petroleum Gas (LPG, sedangkan sisa pencairan gasalam yang berupa condensate juga memiliki nilai ekonomis yangtinggi karena sifatnya yang mirip minyak mentah (crude oildengan kualitas yang terbaik. Gas alam tidak berwarna, tidakberbau, tidak korosif, tidak beracun, dan ramah lingkungan. Gasalam juga digunakan sebagai pembangkit listrik PLTG danPLTU. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia pada tahun 2010Indonesia mengalami defisit sebesar 18,57 MTPA (Million TonPer Annum. Pabrik Cluster LNG direncanakan dibangun padatahun 2015 dengan target siap beroperasi pada tahun 2018.Pabrik ini berlokasi di Gresik dengan bahan baku yang diperolehdari sumur Lapangan Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur dengancadangan gas alam sebesar 52359,62 MMSCFD. Kapasitaspabrik ini adalah 20 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhikebutuhan konsumen skala kecil hingga menengah atas sepertihalnya pembangkit listrik untuk daerah Bali, Lombok dan JawaTimur. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Dehydration, unitAcid Gas Removal, unit Refrigeration dan unit Liquefaction.Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 60MUSD, IRR sebesar 39,67%, POT selama 2,38 tahun, BEPsebesar 18% dan NPV 10 tahun sebesar 63,904 MUSD.

  7. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2012-02-01

    Full Text Available Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hidrolisis ranting kering dengan asam encer pada kondisi non-isotermis. Dua ratus gram ranting kering dicampur dengan 1200 cm3 larutan asam sulfat 0,18 N dan dipanaskan di dalam autoklaf. Selama proses hidrolisis ini, suhu akan terus naik (non-isotermis, kemudian setelah mencapai suhu tertentu dijaga tetap (suhu akhir. Hasil hidrolisis pertama diambil pada suhu 413 K dan seterusnya diambil setiap interval 5 menit. Suhu akhir divariasi pada 433 K, 453 K, 473 K dan 493 K. Metode Fehling dipilih untuk menganalisis kandungan gula di dalam sampel. Persamaan kinetika reaksi diperoleh dengan mengolah data dengan pendekatan model shrinking-core dengan ukuran partikel tetap. Nilai tetapan kecepatan reaksi meningkat sedangkan nilai tetapan transfer massa relatif tidak berubah pada berbagai suhu. Tetapan kecepatan reaksi dapat didekati dengan persamaan Arrhenius, dengan frekuensi tumbukan Ar = 0,083 l/(mol.menit dan energi aktivasi Er = 20.000 J/mol. Untuk menyelidiki langkah mana yang mengontrol laju proses, dibandingkan tetapan kecepatan reaksi dan tetapan transfer massa pada 493 K, diperoleh nilai tetapan transfer massa berkisar 0,06 l/(mol.menit, dan nilai tetapan kecepatan reaksi berkisar 0,00051 l/(mol.menit, sehingga diperoleh bilangan Hatta 0,00933. Karena bilangan Hatta < 0,02 maka dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia lebih mengontrol daripada transfer massa.

  8. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  9. PENGARUH NAPHTALENE TERHADAP PERUBAHAN ANGKA OKTAN BENSIN UNJUK KERJA MOTOR DAN GAS BUANGNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahardjo Tirtoatmodjo

    2000-01-01

    Full Text Available Octane number is a reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Naphtalene is a chemical solution that gives positive effect to rise the octane number. Octane number of gasoline can be measured by CFR engine. Using a motor Daihatsu CB-23, the best power obtained by using a grain of naphtalene (3,75 grams for 3 litres of gasoline and ignition timing is 12° before TDC. Using this ratio, CO & CO2 that are produced in the exhaust gas is nearly the ame with pure gasoline usge but less HC and O2 are produced. Abstract in Bahasa Indonesia : Angka oktan merupakan acuan untuk mengukur kualitas dari bensin yang digunakan sebagai bahan bakar motor bensin. Makin tinggi angka oktan maka makin rendah kecenderungan bensin untuk terjadi knocking. Naphtalene merupakan suatu larutan kimia yang memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan angka oktan dari bensin. Besarnya angka oktan ini dapat diukur dengan mesin CFR. Dari hasil percobaan dengan motor Daihatsu CB-23 diperoleh bahwa dengan penambahan naphtalene sebesar 1 butir (3,75 gram untuk 3 liter bensin dan sudut pengapian 12° sebelum TMA diperoleh daya yang dihasilkan motor paling optimal. Untuk perbandingan tersebut kadar CO maupun CO2 yang terbentuk hampir sama dengan penggunaan bensin premium murni tetapi terjadi penurunan HC dan O2 pada gas buangnya. Kata kunci: angka oktan, naphtalene, motor bensin

  10. Perencanaan Transportasi Sapi Ternak Dengan Menggunakan Kapal Tradisional Untuk Wilayah Pulau Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Moerdianto Wahid

    2013-09-01

    Full Text Available Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan daging sapi juga semakin meningkat. Sampai saat ini, Indonesia memenuhi kebutuhan dagingnya sebesar 30% dari impor dimana terjadi kenaikan harga karena adanya peningkatan harga bahan bakar dan pakan ternak. Potensi sapi di Madura yang besar menjadikan wilayah ini menjadi salah satu sentra produksi sapi di Indonesia. Saat ini pengiriman sapi dari Madura melalui laut melayani untuk tujuan Kalimantan Selatan (Banjarmasin. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui potensi supply dan demand sapi di Madura ke Kalimantan serta menganalisa pola pengangkutan sapi ternak untuk mengetahui biaya total transportasi. Dari hasil penelitian diketahui potensi supply sapi pada tahun 2013 di kabupaten Bangkalan saat ini sebesar 10% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 22.345 ekor, dan demand sapi di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 12,6% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 18.769 ekor. Pola pengangkutan sapi ternak menggunakan tiga kapal jenis KLM (Kapal Layar Motor, dengan lama RTD (Round Trip Days kapal yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kalimantan Selatan adalah dengan menggunakan KLM Purnama Indah selama 7 hari, KLM Karya Utama dan KLM Karya Utama II selama 14 hari. Skenario ini memberikan keuntungan yang lebih besar terhadap pemilik kapal sebesar Rp.1.449.380.873 tiap tahun atau tiga kali lebih besar dari keuntungan saat ini.

  11. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  12. Optimalisasi ekstraksi DNA jarak pagar (Jatropha curcas melalui pemilihan daun yang sesuai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    EINSTIVINA NURYANDANI

    2011-05-01

    Full Text Available Prayitno E, Nuryandani E. 2011. Optimalisasi ekstraksi DNA jarak pagar (Jatropha curcas melalui pemilihan daun yang sesuai. Bioteknologi 8: 24-31. Jarak pagar (Jatropha curcas L. mempunyai peran penting sebagai sumber bahan bakar nabati. Usaha pemuliaan tanaman ini secara molekuler sering terkendala sulitnya ekstraksi DNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun yang sesuai untuk digunakan sebagai sumber DNA. Penelitian ini dilakukan pada empat aksesi jarak pagar yaitu J1 dan J2 (Jawa Tengah, S1 (Sumatera Selatan, dan S2 (Bengkulu. Ekstraksi dilakukan pada daun pertama, ketiga, kelima, ketujuh, dan daun kuning dari setiap aksesi dengan metode Doyle and Doyle (1987 yang dimodifikasi. Kualitas dan kuantitas DNA hasil ekstraksi diketahui melalui visualisasi dengan pembanding DNA lambda, spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 260/280, dan pemotongan menggunakan enzim EcoRI. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa daun ketiga memadai untuk digunakan sebagai sumber DNA. Kuantitas DNA daun ketiga J1 (19,33 µg/mL, J2 (26,21 µg/mL, S1 (31,20 µg/mL, dan S2 (61,03 µg/mL. Sedangkan kemurniannya masing-masing yaitu 1,9063 (J11, 2,0162 (J2, 2,0116 (S1, dan 2,0856 (S2.

  13. ANALISIS ENERGI MASUKAN-KELUARAN PADA PROSES PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaesis guineensis jacq. Input-Output Energy Analyisis in Oil Palm Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2012-03-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis energi masukan-keluaran dan mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi pada proses budidaya kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PTPN VII Unit Usaha Rejosari, Lampung Selatan dengan mengamati semua energi yang digunakan dan dihasilkan. Energi masukan terdiri dari tenaga manusia, bahan bakar, energi tidak langsung dari pupuk, pestisida, dan alat-mesin pertanian. Energi keluaran berasal dari tandan buah segar (TBS dengan komponen minyak sawit, minyak inti sawit, serat, cangkang, dan tandan kosong, serta pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kelapa sawit memerlukan energi masukan sebesar 57,63 GJ.ha-1  dan menghasilkan energi 339,14 GJ.ha-1. Sebagian besar energi masukan adalah penggunaan pupuk yang mencapai 31,22 GJ.ha-1  (54,18 % dari total energi masukan. Berdasarkan tahapan budidaya, maka pemeliharaan tanaman produktif memerlukan energi yang paling besar yaitu 33,06 GJ.ha-1  (57,37 %. Budidaya kelapa sawit menghasilkan energi neto 281,51 GJ.ha-1 dengan rasio energi 5,88, produktivitas energi 0,258 kg TBS/MJ, dan intensitas energi 3,87 MJ/kg TBS.   Kata kunci: Analisis energi, energi masukan, energi keluaran, indikator energi

  14. EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Permana

    2013-05-01

    Full Text Available Microbial fuel cell (MFC merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.

  15. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  16. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/KI/γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunu R Puspitaningati

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan penggunaan katalis heterogen untuk menggantikan penggunaan katalis homogen. Penelitian ini mengembangkan katalis CaO/KIγ-Al2O3­. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO pada γ-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor selama 3 jam lalu impregnasi KI selama 3 jam. Kemudian, dioven selama 12 jam pada suhu 110oC dan dikalsinasi pada suhu 650oC selama 4,5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk membantu proses transesterifikasi biodiesel dengan variable massa katalis, rasio molar minyak dan metanol, dan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa biodiesel dapat diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO/KI/γ-Al2O3­ dalam reaktor fluidized bed. Kemurnian tertinggi dari biodiesel yang didapatkan yaitu sebesar 99,17%. Yield dan konversi tertinggi sebesar 97,19% dan 96,89%  didapatkan pada penggunaan massa katalis 16 gram dan rasio molar minyak dan metanol 1 : 36 serta kondisi operasi suhu 225oC dan laju alir umpan 6 ml/menit (waktu tinggal 8 jam memiliki densitas sebesar 0,853 gr/ml serta viskositas sebesar 5,53 mm2/s (cSt.

  17. Pembuatan Biodiesel Secara Batch Dengan Memanfaatkan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhesa Purnama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru atau bekas penggorengan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biodiesel dari minyak goreng secara batch melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan radiasi mikrowave serta mempelajari berapa daya dan waktu optimal yang diperlukan untuk proses pembuatan biodiesel dengan radiasi microwave dengan katalis CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel, yaitu daya (Watt;100,200,300,400, waktu (menit; 5,10,15,20 dan jenis katalis; CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Pada tahap persiapan menghitung volume minyak dan metanol yang akan dicampur. Kemudian mencampurnya didalam reaktor. Lalu mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan atas dan bawah dilanjutkan dengan melakukan pemisahan lapisan atas (biodiesel dari lapisan bawah (gliserol. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi transesterfikasi dianalisa untuk mendapatkan data yield metil ester, densitas, viskositas, dan flash point. Dari penelitian diketahui bahwa hasil yang didapatkan masih belum dapat memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan. Katalis CaO dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan katalis H2SO4 dan tanpa katalis. Kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik yaitu pada daya 200 Watt selama 20 menit dengan menggunakan katalis CaO. Yield biodiesel terbesar didapatkan yield sebesar 60,11 %.

  18. Pengaruh Ukuran Arang Aktif Ampas Tebu sebagai Biomaterial Pretreatment terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Farihah

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang saat ini semakin terbatas jumlahnya. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, biodiesel lebih ramah lingkungan, dapat diperbaharui karena berasal dari minyak nabati, serta memiliki titik nyala yang tinggi sehingga aman dari bahaya kebakaran. Proses pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan secara transesterifikasi yakni dengan mencampurkan minyak jelantah dengan methanol serta KOH sebagai katalisnya. Untuk meningkatkan kualitas biodiesel, untuk menurunkan kandungan Free Fatty Acid (FFA pada minyak jelantah dengan menambahkan arang aktif ampas tebu sebagai biomaterial yang mampu menyerap FFA pada minyak jelantah. Aktivasi arang aktif ampas tebu dilakukan secara kimia dengan aktivator H3PO4 12,5 % serta aktivasi fisika dengan pemanasan 800oC selama 2 jam. Variasi ukuran arang aktif yang digunakan adalah 100 mesh (149 µm, 200 mesh (74µm, 325 mesh (44µm, dan 400 mesh (37µm. Pretreatment tersebut telah menunjukkan bahwa terjadi penurunan FFA minyak jelantah. Hasil pengukuran FFA menunjukkan bahwa pretreatment dengan ukuran arang aktif 325 mesh cukup efektif menurunkan nilai FFA sebesar 0,03% dari FFA semula 0,1%. Densitas, titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI yaitu 862-870 kg/m3 untuk densitas, titik nyala > 171oC, titik kabut 15 oC, dan titik tuang 10,7 oC, sedangkan viskositas yang diperoleh belum memenuhi standar dengan nilai di atas 7,665 cSt.

  19. Kajian Potensi Teknologi Microbial Electrosynthesis Cell untuk Sintesis Senyawa Organik (C1 - C5 dari Gas Karbondioksida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rustiana Yuliasni

    2015-10-01

    Full Text Available Karbon dioksida dapat direduksi menjadi etanol dan senyawa organik lainnya seperti asetat  dengan cara mengaplikasikan energi listrik dan dengan bantuan bakteri elektroaktif sebagai katalis, suatu teknologi yang dinamakan sebagai Microbial Electrosynthesis Cell (MES. Teknologi ini menjadi sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut  karena merupakan upaya  untuk menyimpan energi listrik dari sumber  energi terbarukan seperti  energi panas matahari dan angin, sebagai upaya untuk mereduksi gas CO2dan  sebagai salah satu alternatif teknologi dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan (biofuel.  Walaupun demikian, teknologi ini masih tergolong baru,dan penelitian yang ada masih  dalam skala laboratorium karena adanya hambatan-hambatan  untuk aplikasi  teknologi ini dalam skala pilot plant. Oleh karena itu, di dalam kajian iniakan menitik beratkan pada investigasi  secara kuantitatif dengan cara mereview  penelitian-penelitian yang sudah dilakukan selama kurun waktu 10 tahun ini, sehingga dapat dijadikan referensi dalam pengembangan teknologi ini untuk skala yang lebih besar nantinya.

  20. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/MgO/ γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  1. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  2. PENGEMBANGAN ROBOT HEXAPOD UNTUK MELACAK SUMBER GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hani Avrilyantama

    2015-03-01

    Full Text Available Saat ini untuk mengevaluasi kebocoran pipa gas atau minyak bahan bakar dilakukan oleh manusia. Robot dapat diimplementasikan untuk mengganti tugas manusia dalam hal pencarian lokasi kebocoran gas. Pada dasarnya tiap robot memiliki implementasi yang berbeda, seperti robot yang mampu bergerak di jalan yang licin dan ada pula robot yang mampu bergerak di jalan yang kasar. Robot beroda mampu berjalan di tempat yang licin tetapi tidak bisa berjalan di tempat yang kasar dan berlumpur. Untuk keperluan investigasi kebocoran pipa gas tersebut maka diperlukan sistem robot berkaki hexapod. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat robot berkaki hexapod dilengkapi dengan sensor gas yang digunakan untuk mendeteksi adanya titik bocor gas dengan menggunakan garis hitam sebagai garis panduan dan sistem jalan robot dengan  menggunakan  metode inverse kinematics. Sensor gas yang digunakan adalah TGS 2620 dan pergerakkan  robot mengikuti garis hitam, ketika ada sumber gas maka robot akan berhenti. Dari hasil percobaan pada pencarian gas alkohol sebanyak 20 kali, robot dapat mendeteksi gas dengan  keberhasilan  90% . Kesalahan dalam  pencarian gas dipengaruhi oleh ketidakstabilan robot dalam berjalan dikarenakan torsi  motor  servo  lebih  kecil  dibandingkan  torsi  beban  pada  robot.

  3. Pra Desain Pabrik Dimethyl Ether (DME dari Gas Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Puspitasari Yudiputri

    2014-09-01

    Full Text Available Berdasarkan data PT Pertamina (Persero, total konsumsi LPG 2008 mencapai 1,85 juta ton dan 600.000 ton di antaranya untuk program konversi. Pada 2009 kebutuhan LPG akan meningkat menjadi 3,67 juta ton dan 2 juta ton di antaranya untuk program konversi sampai akhir tahun. Namun, sumber pasokan LPG dari dalam negeri diperkirakan tidak akan beranjak dari angka 1,8 juta ton per tahun dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, Indonesia harus menutup kebutuhan dengan mengimpor LPG dalam jumlah cukup besar. Maka dari itu dibutuhkan bahan bakar gas lain yang mampu mengatasi permasalahan yang ditimbulkan tersebut. Dimethyl Ether (DME merupakan senyawa ether yang paling sederhana dengan rumus kimia CH3OCH3. Produksi DME dapat dihasilkan melalui sintesis gas alam. DME berbentuk gas yang tidak berwarna pada suhu ambien, zat kimia yang stabil, dengan titik didih -25,1oC. Tekanan uap DME sekitar 0,6 Mpa pada 25oC dan dapat dicairkan seperti halnya LPG. Viskositas DME 0,12-0,15 kg/ms, setara dengan viskositas propana dan butane (konstituen utama LPG, sehingga infrastruktur untuk LPG dapat juga digunakan untuk DME. Berdasarkan data Departemen ESDM pada Januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Square Cubic Feet (TSCF. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47,35 TSCF sisanya masih belum terbukti. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa senyawa DME merupakan senyawa yang sesuai untuk bahan substitusi LPG. Dan ditinjau dari analisa ekonomi, didapatkan besar Investasi : $ 636,447,074.69 ; Internal Rate of Return\t: 20.51%; POT: 4.13 tahun; BEP : 37.36 %; dan NPV 10 year : $ 518,848,692. Dari ketiga parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa ketiganya tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga pabrik DME dari Gas Alam ini layak untuk

  4. Studi Awal Desain LNG (Liquefied Natural Gas Plant Dari Coal Bed Methane (CBM Dengan Kapasitas Feed 40 MMSCFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fahmi

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan Liquefied Natural Gas (LNG Plant dari CBM degan kapasitas feed 40 MMSCFD dan waktu operasi 24 jam/hari dan 330 hari/tahun. Perancangan LNG plant dari CBM ini bertujuan untuk membantu usaha Negara dalam melakukan diversifikasi energi untuk mengatasi krisis energi. Salah satu contoh diversifikasi energi adalah mengganti bahan bakar pembangkit listrik High Speed Diesel (HSD menjadi LNG yang harganya relative lebih murah. Penelitian ini didasarkan pada simulasi dengan Aspen HYSYS, dimana terdapat batasan penelitian yakni gas alam yang dicairkan dengan cara didinginkan pada temperatur sekitar -161.3oC dan pada tekanan 1.06 bar. Tujuan pabrik LNG ini adalah Provinsi Bali hal ini dikarenakan elektrifikasi daerah tersebut cukup rendah. Dengan konsumsi minyak HSD yang tinggi tetapi elektrifikasi yang rendah maka diperlukan sumber energi alternatif untuk meningkatkan daya yang dihasilkan dan area distribusi sehingga tingkat elektrifikasi akan menjadi lebih tinggi. Pabrik LNG ini didirikan di Muara Enim, Sumatera Selatan pada tahun 2016. Penentuan lokasi pabrik berorientasi pada ketersediaan sumber bahan baku CBM. Menurut data DITJEN MIGAS Muara enim memiliki potensi CBM sebesar 0.5 TCF. Potensi sebesar ini dapat digunakan selama 60 tahun dengan kapasitas feed LNG plant sebesar 40 MMSCFD Proses pembuatan LNG dari gas alam ini menggunakan Proses On-Shore LNG menggunakan beberapa rangkaian proses yaitu : Unit Penghilang CO2 dan H2S : menggunakan Amine Cycle, Unit Dehidrasi : menggunakan molecular sieve, Unit Refrigeran dan Pencairan : menggunakan MCR Coldbox Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 20 % biaya investasi dan pinjaman jangka pendek sebesar 80 % biaya investasi dengan bunga sebesar 12 % per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil-hasil sebagai berikut : Investasi : 163,557 MUSD, Internal Rate of Return : 25.66 %, POT : 3.26 tahun, BEP : 58.86 %, NPV 10 year   :120

  5. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR (Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Widadie

    2013-11-01

    Full Text Available The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%; ash (2.65%; carbon-bound (85.83%, compared to using sunlight, water content (15.89; ash (2.57% and carbon-bound (77.32%.The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

  6. Istraživanje efekta ojačavanja žarenjem kod sinterovanih i livenih legura sistema bakar-zlato

    OpenAIRE

    Marković, Ivana I.

    2014-01-01

    Istrаţivаnjа u okviru ove doktorske disertаcije obuhvаtila su eksperimentаlnа ispitivаnjа sinterovаnih i livenih bakarnih legurа nominalnog sastava Cu-4аt.%Au, kao i sinterovanog i livenog bаkrа radi uporeĎenja poboljšanja svojstava legura. Na sinterovanom i livenom bakru kao i na Cu-Au legurama je sprovedena kompleksna termomehanička obrada po istoj proceduri, koja je u Cu-Au legurama stvorila uslove za pojavu originalnog mehanizma ojačavanja - efekta ojačavanja ţarenjem. Sint...

  7. UJI EFEKTIVITAS THEMEPHOS TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI PADA BERBAGAI SUMBER AIR DAN JENIS BAHAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2012-11-01

    Full Text Available Larvaside usage (themephos/abate in eradication vector program is often conducted because assumed safe, easy, and cheap. Temephos mechanism is removing mobile ingredient inch by inch and sticking to pore-wall pore half in from water relocation place. Various watch fulness has been done to test effectiveness larvasida in various treatment condition Research was conducted in February-September 2006 in Loka Litbang P2B2 Banjarnegara. This research was an elementary research with observational design. Result of observation showed that themephos/abate was still effective to kill larva aedes aegypti with death percentage 95-100% in each container and water source.

  8. STUDI PERBANDINGAN PERLAKUAN BAHAN BAKU DAN METODE DISTILASI TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus)

    OpenAIRE

    2013-01-01

    Indonesia is rich in plant biodiversity. Indonesia volatile oil development efforts through increased development of one plant of lemon grass, which is one of the essential oil producing plants known as Cymbopogon citratus. Lemongrass essential oil in the chemical industry used as raw materials in the manufacture of cosmetics, perfume, deodorant, deodorant soap, floor cleaners and detergents.The purpose of this study was to determine the highest yield of lemongrass essential oil distillation ...

  9. Efektivitas Isolat Bakteri Yang Berasal Dari Berbagai Rhizosfer dan Bahan Organik Terhadap Patogen Penyakit Layu Secara In vitro

    OpenAIRE

    Kuswinanti, Tutik; Baharuddin; Sukmawati

    2013-01-01

    As the new regional development of potato, Tana Toraja District has the different climate, and types of soil compared with other regions. Rhizosphere is an ideal area for growth and development of microbial antagonists, caused of rhizosphere function as providers of nutrition. Some nutrients that secreted in the rhizosphere are influenced by many environmental factors. Based on these facts, the research were aimed to explore the diversity of bacteria from the rhizosphere of plants and organ...

  10. Penelitian pemanfaatan Minarex-B yang merupakan hasil samping pengilangan minyak sebagai bahan pemlastis sekunder dalam pembuatan kulit imitasi PVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nadilah

    1996-06-01

    Full Text Available Application research of Minarex B type 2 and 3 as secondary plasticizer material in making PVC imitation leather is carried out through some stages, i.e. : 1. Making imitation leather sheet, 2. Physical testing of PVC imitation leather sheet, 3. Data analyzing from physical testing result. In making PVC compound for imitation leather lining is used to kinds of formulation, i.e : formula I (standard, without Minarex B, and formula II (with Minarex B. PVC imitation leather in this research consists of plastic lining and fabric lining, plastic lining consist of three linings, i.e : top coat, middle coat and base coat. Total Minarex B applicated is varieted, i.e : 4 part, 5 part and 6 part from subtitution result total DOP in PVC compound formulation. Physical testing data is evaluated to determine total and type of optimal Minarex B, so that it can be taken the conclusion that Minarex B can be used/applicated as secondary plasticize material in making PVC imitation leather with optimum limit 4 part. Optimum result Minarex B type 2 is not significance different from type 3.

  11. Kandungan Mikrob Daging Kelelawar yang Diolah sebagai Bahan Pangan Tradisional MICROBIAL CONTENT IN THE PROCESSED MEAT BATS AS TRADITIONAL FOOD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiltje Andretha Ransaleleh

    2013-11-01

    Full Text Available This study was designed to assess the microbial characteristics of bats meat which were cooked askari and rica-rica, and were stored up to 14 days.The study was divided into two stages, the first stage usedthree types of bat meat that were cooked as rica-rica and kari 14 days after being stored in the refrigerator.The second stage used meat of a species of bat that was cooked as rica-rica and kari a few hours afterslaughtering. The result of the meat analysis at the 1st showd that thetotal count of microbials i.e;Staphylococcus aureus, Escherichia coli, coliform, and Salmonella sp from three species of bats that werecooked rica-rica  and  kari  were above the maximum limit of microbial contaminant occording to BSN(2009. The analysed made on the rica-rica showed that bat meat rica-rica stored up to 14 days containedtotal microbial count of 3,1 x 104 - 6,0 x 104Cfu/mL, Staphylococcus aureus 7,7 x 101- 7,6 x 103 Cfu / mL,Escherichia coli and Salmonella sp was negative. The total microbial count  of bat meat kari was  6,8 x 105-9,7 x 105Cfu/mL,  Staphylococcus aureus  was 4,3 x 101-1 x 104 Cfu /mL.  Escherichia  coli <3 / mL, andSalmonella sp was negative. Based on the result abtained, it was concluded that the bat meat rica-ricaand kari which were cooked in a few hours after cutting and stored until 14 days were suitable for humanconsumption.

  12. Analisa Keasaman dan Total Bakteri Asam Laktat Yogurt Akibat Bahan Baku dan Persentase Lactobacillus casei yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusdar Zakaria

    2013-10-01

    Full Text Available Analyze of acidity and amount of lactic acid bacteria of yogurt made from different milk types and lactobacillus casei percentage ABSTRACT. The objective of this experiment is to determine the effect of milk types and percentages of Lactobacillus casei as a starter to the amount of Lactic Acid Bacteria in yogurt and its pH value and Lactic Acid value.  Factorial Completely Randomized Design with two factors and three replications was applied.  The A factor was the milk types that were a1 = Powder Milk, a2 = Fresh Milk and a3 = UHT milk.  The B factor was the percentages of Lactobacillus casei  (b1 = 5% and b2 = 10%.  Parameters observed were the level of lactic acid, the pH value of yogurt and the amount of lactic acid bacteria.  The result showed  significantly difference (P<0.01 from the use of milk types and Lactobacillus casei percentages on the lactic acid level, and there are no interaction between factors.  There was also significant different (P<0.01 showed from pH value and an interaction between both factors was presented.  In addition there was significant difference (P<0.05 showed by the amount of lactic acid bacteria, and an interaction between both factors was also existed.  The research concluded that the higher the percentage of starter, the higher the level of lactic acid and the amount of lactic acid bacteria of yogurt that made from all milk types.  On the contrary, the higher the percentage of starter, the lower the pH value of yogurt.

  13. DERMATITIS KONTAK PADA PEKERJA YANG TERPAJAN DENGAN BAHAN KIMIA DI PERUSAHAAN INDUSTRI OTOMOTIF KAWASAN INDUSTRI CIBITUNG JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Meily Kurniawidjaja

    2008-12-01

    Full Text Available Factors Related to Occupational Contact Dermatitis on Workers Exposed to Chemicals used at Industrial Automotive Company. Occupational contact dermatitis is one of skin disease in industrial settings which may reduce worker productivities. The occupational contact dermatitis occurs when workers are come into contact with chemicals at part of the worker’s body. This chemical contact could lead to an occupational contact dermatitis. The objective of this research is to investigate factors related to the occupational contact dermatitis at the worker who come into contact with chemicals used in industrial automotive company in Indonesia, Cibitung Jawa Barat. The study design is a descriptive research. The research subjects were selected using a stratified random sampling, and the total subjects were 54 person. The data were collected based on physical examination by a medical doctor, and the research questionnaire. Result from this study indicated that 74% (40 workers experience dermatitis contact: acute dermatitis contact 26% (14 workers, sub acute 39% (21 workers, and chronic 9% (5 workers. Furthermore, data analysis using a multivariate statistical analysis indicated that there are three major factors related to the occurence of contact dermatitis: duration of contact, frequency of contact and the use of personal protective equipment (PPE particularly gloves. In conclusion, incidence rate of occupational dermatitis contact at industrial setting is 65%/100 worker, and prevalence rate of occupational dermatitis contact at industrial setting is 74%/100 worker. In order to minimize the occupational contact dermatitis it is recommended to raise the workers awareness, the correct type of gloves used specifically to the type of chemicals, as well as improving the workers knowledge.

  14. KARAKTERISASI GAMBUT DENGAN BERBAGAI BAHAN AMELIORAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA GUNA MENDUKUNG PRODUKTIVITAS LAHAN GAMBUT

    OpenAIRE

    Iwan Sasli

    2011-01-01

    This study aimed to obtain information about physical and chemical characteristics of the peat due to addition of ash ameliorant with different dosage to get the best growth media. Ameliorant materials are litter ash / vegetation result of peatlands clearance, rice husk ash and palm bunch ash. This study used split plot design consists of two factors, ameliorant factor (A) as main plots, with 4 levels (a1 = litter ash / vegetation result of peatlands clearance, a2 = rice husk ash, a3 = trapal...

  15. KARAKTERISASI GAMBUT DENGAN BERBAGAI BAHAN AMELIORAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA GUNA MENDUKUNG PRODUKTIVITAS LAHAN GAMBUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Sasli

    2011-03-01

    Full Text Available This study aimed to obtain information about physical and chemical characteristics of the peat due to addition of ash ameliorant with different dosage to get the best growth media. Ameliorant materials are litter ash / vegetation result of peatlands clearance, rice husk ash and palm bunch ash. This study used split plot design consists of two factors, ameliorant factor (A as main plots, with 4 levels (a1 = litter ash / vegetation result of peatlands clearance, a2 = rice husk ash, a3 = trapalm bunch ash, and ameliorant dose (D with 5 levels (d0 = no ameliorant / control, d1 = 50 g ameliorant, d2 = 100 g ameliorant, d3 = 150 g ameliorant, D4 = 200 g ameliorant / tube of peat, treatment was repeated three times and consisted of two samples, so there are 90 units of treatment. Observations were done on the weight of the content (bulk density, density of type (particle density, total soil pore space, nutrient levels of N-total, P, K, Mg, and pH of soil. The results showed that the addition of ameliorant material significantly improve the availability of P, K, Mg, and pH of the soil, but decrease N concentration of peat. Peat soil treated palm bunch ash has a greater density lindak with total soil pore space smaller than the peat treated litter ash/ vegetation peat and rice husk ash.

  16. PENGERTING SUHU RENDAH UNTUK MENJAGA MUTU BAHAN PERTANIAN [Low Temperature Drying to Maintain the Quality of Agricultural Products

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R Sarwono

    2005-08-01

    Full Text Available Drying equipment is an important unit operation in industrial processes. Reducing moisture content in order to prolog the storage time is very commonly used. There are many agricultural product which are very heat sensitive. To maintain the essential ingredient in those product, drying process should be applied at low temperature drying process gave lower drying rate, is time consuming and in general costly. Increasing drying rate by reducing the absolute humidity is this recommended. There are many ways to dry the air, firstly moisture is condensed in evaporator and then dried air is heated in condenser. Is conducted if the drying system in connected with heat pump system. Secondly, moisture is absorbed by hygroscopic materials such as CaO. Water absorbed and reacted with CaO become Ca(OH2 in exothermic reaction, and simultaneously dried air is heated.

  17. Penelitian pengaruh variasi bahan pelunak naphtenic oil terhadap sifat fisis tegangan putus dan perpanjangan putus kompon karet untuk alas sapi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luciawati Sunarjo

    1996-12-01

    Full Text Available The aim of this research is to know influence of plasticizer naphtenic oil to the physical properties of tensile strength and elongation at break of rubber compound for cowmats. It makes from Rubber Smoke Sheet (RSS and Styrene Butadiene Rubber 1502 (SBR as raw material with addition ingredients are Calcium Carbonate, FEF black, Stearic Acid, Zinc Oxide, Plasticizer Naphtenic Oil, Paraffine Wax, TMT, CBS, AOSP and Sulphur as Vulcanizing agent. Rubber compound for cowmats, formed to slab by hydraulic press at 1500C and 150 Kg/cm2. Than tested tensile strength and elongation at break. The result of this research indicated that platicizer naphtenic oil (x and tensile strength have regression equation as Y1 = 24.168 – 0.634 X (r = 0.87, while naphtenic oil and elongation at break have regression equation as Y2 = 236.32 + 21 X (r = 0.88.

  18. Evaluasi Pemberian Bahan Allograft dan Alloplast pada Penderita Periodontitis Agresif Menyeluruh dengan Genotipe Positif Alel 2 (+3954 Interleukin-1 Beta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrena Andrena

    2013-06-01

    Full Text Available Generalized aggressive periodontitis is a disease or a disorder of periodontium that occurs in people below 30 years old. These patients usually have several immune response disorders, such as defects in chemotaxis, phagocytic of neturophils and monocytes, and genetic defect. Clinically, there are generalized losses of tissue attachment with extensive, rapid and progressive alveolar bone resorption. In order to repair bone destruction, treatment that produce bone regeneration is needed, i.e. full thickness flap with bone grafting. In these cases, allograft and alloplast bone grafts were used. Allograft is derived from subjects within the same species but different individuals, whereas alloplast is foreign body embedded into the tissue (e.g. hydroxylapatite. In this report, pocket depth, papillae bleeding index (PBI, and clinical attachment were evaluated. Six month after surgery and bone grafting, there were + 4 mm decrease of pocket depths, bleeding on probing index and 3-4 mm increase of clinical attachment. Unstimulated wholes saliva were also collected for DNA isolation. The IL-1beta(+3954 genotypes were performed by Polymerase chain reaction, digested with TagI restriction enzyme and separated by gel electrophoresis. Results showed both patients bearing allele 2 homozygous of IL-1B+3954 genotype. This genotype has been identified as the one of immunogenetic factor that could affect the severity of periodontal disease. Successful treatment depends on the adequacy of oral hygiene. Patients were advised to maintain optimal oral hygiene and to do periodic check every 2-3 months.DOI: 10.14693/jdi.v15i2.70

  19. Perbedaan khasiat antibakteri bahan irigasi antara hidrogen peroksida 3% dan infusum daun Sirih 20% terhadap bakteri mix

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Agustin W

    2006-03-01

    Full Text Available Piper betle folium was Indonesian’s traditional medicinal herb. The most important element in its was phenol with has antibacterial effect. H2O2 3% was commonly used because readily available, can lift up debris from root canal preparation. The purpose of this study was to determine the antibacterial effect of two solutions: hydrogen peroxide 3% and piper betle folium infusum 20% to bacterial mix invitro. The twenty specimens are divided into two groups. The result is statistically analyzed using Wilcoxon man whitney test. This study showed that piper betle folium infusum 20% had greater antibacterial effect than H2O2 3% solution.

  20. HASIL ANALISIS VITAMIN A DAN β-KAROTEN BAHAN MAKANAN SUMBER VITAMIN A DAN KAROTEN DENGAN METODE HPLC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis vitamin A DAN β-Karoten terhadap beberapa jenis pangan dengan menggunakan metode HPLC. Analisis dilakukan terhadap 9 jenis serealia dan umbi-umbian, 3 jenis kacang-kacangan, 40 jenis sayuran, 11 jenis daging dan hasilnya, 7 jenis telur dan hasilnya, 8 jenis ikan, 12 jenis buah-buahaan, dan 7 jenis kelompok lain-lain. Hasilnya menunjukkan sumber β-Karoten yang tinggi pada kelompok serealia dan umbi-umbian adalah umbi jalar, pada kelompok sayuran adalah daun katuk, daun pepaya, daun singkong, daun melinjo, daun talas dan daun sintrong, pada kelompok telur adalah telur bebek, pada kelompok buah-buahan adalah mangga golek dan mangga gedong. Sedangkan kelompok kacang-kacangan dan kelompok daging kandungan β-Karotennya rendah. Hati ayam, hati bebek, dan hati kambing merupakan sumber vitamin A yang tinggi, sedangkan pada kelompok ikan didapati ikan lele mempunyai kandungan vitamin A yang lebih tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya.

  1. HASIL ANALISIS VITAMIN A DAN β-KAROTEN BAHAN MAKANAN SUMBER VITAMIN A DAN KAROTEN DENGAN METODE HPLC

    OpenAIRE

    Yuniar Rosmalina; Dewi Permaesih

    2012-01-01

    Telah dilakukan analisis vitamin A DAN β-Karoten terhadap beberapa jenis pangan dengan menggunakan metode HPLC. Analisis dilakukan terhadap 9 jenis serealia dan umbi-umbian, 3 jenis kacang-kacangan, 40 jenis sayuran, 11 jenis daging dan hasilnya, 7 jenis telur dan hasilnya, 8 jenis ikan, 12 jenis buah-buahaan, dan 7 jenis kelompok lain-lain. Hasilnya menunjukkan sumber β-Karoten yang tinggi pada kelompok serealia dan umbi-umbian adalah umbi jalar, pada kelompok sayuran adalah daun katuk, daun...

  2. ANTIBODI MONOKLONAL STREPTOKOKUS MUTANS 1(c 67 kDa DALAM PASTA GIGI BAHAN DASAR UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STREPTOKOKUS MUTANS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Devijanti R.

    2015-08-01

    Full Text Available Prevention of dental caries is still continuing, because the prevalency caries is high. There was many methods to prevent dental caries etc. dental education, oral hygiene, special method on tooth brushing, water fluoridation, fissure sealant and later on the passive immunization with monoclonal antibodies. The purpose of this study was to investigate about monoclonal antibodies IgA, IgG1 and IgG3 against Streptococcus mutans 1(c in basic paste for inhibiting the growth Streptococcus mutans. The monoclonal antibodies were IgA Ab, IgG1 Ab and IgG3 Ab. Formula basic paste from PT “X” contained Aqua, Sorbitol, Nipagin, Dicalcium Phosphat, Titanium Dioxid, Sodium Carboxyl Methyl Sel. Sodium Lauryl Sulfate and Sacarin. Basic paste was mixed with monoclonal antibodies IgA, IgG1 and IgG3 in room temperature (27oC then to investigate zone of inhibition from these tooth paste with Wistreich and Lechman methods. The data obtained in this study was analyzed with one way Anova and LSD. The result showed that there was a significant differences between basic paste with or without monoclonal antibodies. From the data analyzed in this study it can be concluded that monoclonal antibodies against S. mutans 1( c could be formulation with basic paste.

  3. Perbedaan Perubahan Dimensi pada Gipsum Tipe III Komersial Dengan Gipsum Tipe III Daur Ulang Sebagai Bahan Model Kerja Gigitiruan

    OpenAIRE

    Hutasoit, Sri Dewi

    2014-01-01

    Gipsum dalam kedokteran gigi dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe sesuai dengan spesifikasi ADA (American Dental Association) No. 25 yaitu tipe I Impression Plaster, tipe II Model Plaster, tipe III Dental Stone, tipe IV Die Stone: High Strength, dan tipe V Die Stone: High Strength, High Expansion.6,7 Pada dasarnya semua jenis gipsum yang digunakan memiliki senyawa dasar yang sama yaitu kalsium sulfat hemihidrat (CaSO4.½ H2O) yang membedakannya adalah metode yang dilakuka...

  4. ANALISIS TREN PENELITIAN PANGAN FUNGSIONAL: KATEGORI BAHAN SERAT PANGAN [Functional Food Research Trend Analysis: Dietary Fiber Category

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Anggraeni Jatraningrum

    2012-06-01

    Full Text Available Functional food, such as probiotic, prebiotic, dietary fiber, vitamin, flavonoid etc, is one of the convergent products between foods and pharmaceutical industry. Dietary fiber, as a part of functional food, is showing a rapid increment in publications and patents. This review will try to give more information about the current advancement in dietary fiber research in Indonesia versus global research trend and also to compare patentability of research in dietary fiber. There are five technology in dietary fiber that will be highlighted; formulation-process-fortification, extraction-isolation-purification, fermentation, metabolic and biotechnology. Research evaluation between dietary fiber research data in the Indonesian Institute of Science (LIPI and global publications and patents show that dietary fiber have chance to be developed become new product with a convergent category in functional food. Dietary fiber with probiotic or prebiotic for is as an example.

  5. Pemanfaatan limbah kulit singkong termodifikasi alkanolamida sebagai bahan pengisi dalam produk lateks karet alam: Pengaruh waktu vulkanisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamidah Harahap

    2015-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to study the effect of drying time on the mechanical properties of natural rubber latex filled with cassava peel waste modified alkanolamide. Cassava peel is a waste, containing cellulose which is potential as fillers in natural rubber latex products. Cassava peel waste was dried and milled until the size of 100 mesh. Alkanolamide is one type of non-ionic surfactant which is synthesized from RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin and diethanolamine. Alkanolamide has polar group which can modified cassava peel waste and make strong chemical bonding with natural rubber latex. The production of natural rubber latex products was started from pre-vulcanization at 70°C until the system was cured and the chloroform number has reached number 3. Natural rubber latex was formed into films by coagulant dipping and drying method at 120°C for 10 minutes and 20 minutes. Results show that longer drying time will improve the crosslink density and tensile strength of natural rubber latex products until the addition of 15 phr cassava peel waste powder

  6. FORMULASI PASTA GIGI INFUSA DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajavaLinn. DENGAN VARIASI KONSENTRASI Na. CMC SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Sa’adah Daud

    2016-03-01

    Full Text Available Guava leaves (Psidium guajava Linn. has been shown inhibiting effect against dental caries causing bacteria such as Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans. In order to facilitate its activity in overcoming dental caries,formulation into dosage toothpaste was needed. The purpose of this study was to formulate toothpaste from infuse of guava leaves with variations concentration of Sodium Carboxymethylcellulosa as a binder to obtain the best toothpaste formula. The concentration of infuse of guava leaves was 5% and 4%, 6% and 8%for Sodium carbxymethylcellulose respectively for formula each formula. Other additives have been used, they were calcium carbonate, glycerin, sodium lauryl sulfate, α-tocopherol, propyl paraben, methyl paraben, Oleum Menthae Piperatae (OMP and distilled water.The results showed that three toothpaste formula from the organoleptic testwere white coloured, mint flavored with soft and lumpy of textur, with the mean of pH value of 6,9 to 8,3 were eligible, and the foam height value of 3,5 to 5,5 cm. Theviscosity values were increased with the increasing concentration ofSodium carbxymethylcellulose. While the preference test showedthat toothpaste formula C was the most preferred.

  7. Produk Fermentasi Rumen dan Produksi Protein Mikroba Sapi Lokal yang Diberi Pakan Jerami Amoniasi dan Beberapa Bahan Pakan Sumber Energi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novita Hindratiningrum

    2011-10-01

    Full Text Available Products of rumen fermentation and protein microbial of dairy cattle feed with rice bran ammonization and some feedstuffs as an energy sources ABSTRACT. This study aims to examine the energy sources of feed ingredients that can increase the production of Volatile Fatty Acids (VFA, N-NH3, microbial protein synthesis, total gas production and metabolic energy. The material used is as a source of rumen fluid inoculum from Frisian Holstein cows (FH females, amoniasi rice straw, salt, mineral mix brand "Ultra Minerals' production Eka Farma Semarang, onggok wet and dry, corn, and rice bran. Observed variable is the concentration of (VFA, N-NH3, rumen microbial protein synthesis, and total gas production. Based on the analysis of diversity seen any significant effect (P0.05 on microbial protein synthesis. Conclusion of research is the provision of energy sources with rice bran treatment, onggok wet and dry corn flour can be used as fermentable carbohydrates on feed hay amoniasi in vitro.

  8. PENGARUH PENAMBAHAN KARET SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN PADA BAHAN RESIN EPOKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2010-12-01

    Full Text Available Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are better thanporcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface is hygroscopic. Forthe repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle of hidrophobicity and surfaceleakage current characteristics of epoxy resin materials ( Di-Glycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA andMethaphenylene-Diamine (MPDA. The study was conducted in the laboratory using the electrode method IEC587:1984 with NH4Cl contaminants. The voltage applied to the epoxy resin sample at 3.5 kV and 50 Hz frequencyThe experimental results showed that the addition of silicon rubber in epoxy resin makes the surface materialcontact angle increases. The higher percentage of silicone rubber, the greater the contact angle and the longer timerequired for the occurrence of surface discharge.

  9. Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight Walp. dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap Organ Dalam Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    W. Hermana

    2008-04-01

    Full Text Available The objective of the present experiment was to evaluate the utilization of bay leaf (Syzygium polyanthum (Wight Walp. in the diets as antibacterial agent and its effect on the weight viscera organ of broilers. The experiment was arranged in a completely randomized design with six treatments and three replications. One hundred and eighty birds of five week-old broiler were used in the present experiment, and thirty six birds were decapitated to measure the weight of viscera. On day four, experimental animals were divided into six group of treatments and were provided standard diet. The treatments were as follows, Escherichia coli (E.coli-uninfected broiler without bay leaf (R0/positive control goup, E. coli-infected broiler without bay leaf (R1/negative control group, R1 + 1% bay leaf (R2, R1 + 2% bay leaf (R3, R1 + 3% bay leaf (R4, and R1 + 0.02% tetracycline (R5. The results showed that weight percentage of liver, spleen, heart, pancrease, bile and intestine were not affected by the addition of 1, 2 and 3% bay leaf (R2,R3 and R4 as compared to those of R0, R1 and R5. However, gizzard percentage of broiler given 3% bay leaf (R4 increased (P<0.01 to the value same as that of R0 (2.31 vs 2.71%. The highly significant (P<0.01 increased in weight percentage of kidney was also found due to the treatments, and the increase was significant (P<0.05 when R5 compared to R2 and R4. The addition of 2% (R3 and 3% (R4 bay leaf and 0.02% tetracycline (R5, as compared to R0, R1 and R2, could depress the number of E. coli in the excreta. In conclusion, the addition of bay leaf up to 3% was able to minimize the number of E. coli in excreta without negatively affecting weight of viscera of broiler chickens.

  10. Penggunaan Poliester Amida Pada Bioplastik Protein Kedelai Dari Limbah Padat Industri Tahu dengan Gliserol sebagai Bahan Pemlastis

    OpenAIRE

    Novayanty, Rena

    2015-01-01

    The objective of the research was to find out the characteristics bio-plastic film of soy protein – glycerol and bio-plastic film of soy protein– glycerol - polyester amide, and optimum comparison of soy protein – glycerol and polyester amide which are used in bio-plastic film from solid waste of tofu industry. The research includes the process of extraction of soy protein from tofu waste, the formation of bio-plastic film by using solution casting method with the variation of glycerol and ...

  11. Reologi, sifat aging, termal, dan swelling dari campuran EPDM/NR dengan bahan pengisi carbon black N220

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2016-06-01

    Full Text Available The blends of EPDM and NR are immiscible in nature and incompatible. Introducing maleic anhydride as a compatibilizer into the blends was expected to produce compatible blends with balanced mechanical properties. The purpose of this research was to determine the effect of EPDM/NR ratio on the rheological, aging, thermal and swelling properties of the blends. The variation of EPDM/NR ratio were 100/0, 80/20, 70/30, 60/40, 50/50, and 40/60 phr. The blends were mixed using two roll mill. The results showed that the addition of NR affects the maximum torque, scorch time, and optimum vulcanization time. In the blends, EPDM plays an important role in improving aging, swelling, thermal properties.

  12. Pengaruh Waktu Tinggal Dan Komposisi Bahan Baku Pada Proses Fermentasi Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Produksi Biogas

    OpenAIRE

    Siallagan, Nurmay Siska Rosilawati

    2010-01-01

    This research was conducted to study the effect of tofu waste water industry raw material and retention time fermentation process in make biogas from tofu waste water industry. The main raw material in this research is tofu waste water industry (whey) and the used apparatus is biodigester (batch reactor) in volume of 14 liter. The research variable ratio of tofu waste water industry (without or after coagulation process by coagulant of tamarind) and water are 1:0, 1:0.25 and 1:0.5, fermentati...

  13. Pemodelan Lokasi-Alokasi Terminal Bahan Baku untuk Meminimasi Total Biaya Rantai Pasok pada Industri Produk Jadi Rotan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniaristanto .

    2010-01-01

    Full Text Available In Surakarta and its surroundings (Solo Raya, there exists more than 400 Small-Medium Enterprises (SMEs that produce finished products of rattan. Due to the high procurement cost as total operational cost of raw rattan distribution network from the sources, e.g. Borneo and Celebes to the rattan industries, the competitiveness of their products is lower than products from other countries. Therefore, to overcome the problem, those costs should be reduced for example by aggregating the demand of rattan industries. This police needs to be supported by the warehouse for storing and distributing raw rattan. Hence, this research aims to develop a facility location-allocation model so that total supply chain costs, including raw rattan procurement costs as well as facilities opening and closing costs can be minimized. The location-allocation model will be presented in a mixed integer non-linear programming model and solved using MS-Excel Solver. The results are number and location of the warehouse along with the raw rattan allocation in the warehouse to ensure raw rattan supply for rattan industries.

  14. Penelitian pembuatan komponen PVC untuk bahan bangunan (enternit PVC dengan variasi filler serat batang pisang dan CaCO3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Rochani

    1987-12-01

    Full Text Available This research is an experiment which use plastic material for making enternit. The plastic material is made of PVC resin 100 phr. by adding ingredients DOP 35 phr., EPO 5 phr., BaCdZn 3.5 phr., Stearic Acid 0.75 phr., CaCO3 varied 50-90 phr., and fibre of banana stem 20-40 phr. The experiment result proved that the PVC plastic material can made enternit sheet. The optimum value of physical properties is achiven by the PVC compound which using CaCO3 90 phr. and banana stem 40 phr.

  15. PERBAIKAN MUTU PRODUK GENTENG MELALUI PERBAIKAN BAHAN BAKU (Studi Kasus Di Perusahaan Genteng UD.Tanah Mas Jepara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purnawan Adi W

    2012-02-01

    Full Text Available By there is complaint from a part of customer of Jepara roof tile user this time, that is about the product ofless good Jepara roof tile, like the roof tile is mossy easily, fragile, leaky, low compressive strength or it isbroken when it is trampling, the case is back grounded by the raw material and technology are not advanceyet and also process of making roof tile is less perfect.By neglecting available process and technology, the writers try to improve the quality product of Jepara rooftile through the improvement of raw material. By adding the sand to the raw material with composition ofweight comparison 10:1, 5:1, 3:1 (clay : sand and make an experiment directly by definite plasticity, dryand fire shrinkage, compressive strength, porosity and with analysis of variable cost calculation, so it can beconcluded that by adding sand to the raw material with weight comparison 5:1 (clay : sand, it is provenmost exactly in improve or increase the quality product of Jepara roof tile.

  16. JENIS - JENIS TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PERAWATAN KECANTIKAN DI PURI DAMAI DESA SINGAKERTA, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anak Agung Istri Ratih Gayatri

    2015-05-01

    Full Text Available Indonesia has many variaties of plant which give a benefit for house, clath, meals,medicine even for beauty treatment. A beauty treatment made from chemical agent causing anegative effect, so searching for an alternative agent for beauty treatment without giving anegative side effect was needed. The goal of has research is to know find species of plants,methods of process also how to process the plants become a herbal beauty treatment agent atPuri Damai which located in Singakerta village, district of ubud, Gianyar region. They takedirect observation, description and identification methods. According to the result of theresearch were found 25 species, 19 suku of plants 3 euphorbiaceae, 2 asteraceae, 2araliaceae, 2 zingiberaceae, pandanaceae, asphodelaceae, poaceae, fabaceae, anonaceae,magnoliaceae, arecaceae, laminaceae, malvaceae, cactaceae, oleaceae, apocynaceae,agavaceae, melastomataceae, rutaceae. Hair vertilizer oil mostly was made from the leaf ofthe plant takes around 56% and for massage oil take the flowers around 53 %. The methodswas taken to produce hair vertilizer oil and ingredients was fried in 1 liter frying oil between6 – 8 hours long in little fire. Direction of use for hair vertilizer oil is rubbing the oil on thecalp and hair before is after washing the hair. The use of massage oil the oli to the body andgive a massage.Keywords : Etnobotany, Beauty treatment, Observation.

  17. BIODIESEL DARI CAMPURAN LEMAK SAPI (Beef Tallow DAN MINYAK SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wara Dyah Pita Rengga

    2013-05-01

    Full Text Available Cadangan minyak bumi semakin menipis, sehingga dicari bahan bakar alternatif, salah satunya adalah biodiesel. Minyak nabati terutama minyak sawit merupakan bahan baku edible sedangkan lemak sapi merupakan bahan baku non-edible dengan biaya rendah dan memiliki ketersediaan tinggi pada produksi sapi. Pemanfaatan lemak sapi yang belum maksimal dapat digunakan bersama minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel. Lemak sapi dicairkan supaya menjadi minyak sapi. Bahan baku minyak sapi dan minyak sawit dicampur dengan perban-dingan 3:1. Campuran minyak ditransesterifikasi dengan metanol dengan perbandingan molar (1:6 dan katalis NaOH. Proses dilakukan selama 90 menit pada suhu ±65°C. Hasil proses transesterifikasi adalah metil ester dan gliserol. Metil ester pada lapisan atas dipisahkan dari gliserol kemudian dilakukan pencucian. Metil ester atau biodiesel selanjutnya diuji angka asam, viskositas, densitas, dan analisis menggunakan GC-MS. Yield biodiesel yang dihasilkan dari campuran minyak sapi dan minyak sawit adalah 76%, angka asam 0,67124 mg-KOH/g, densitas 857,76 kg/cm³, dan viskositas 3,0074 mm2/s. Kesemua parameter tersebut sesuai dengan standart mutu SNI biodiesel. Kandungan metil ester dari minyak sawit dan lemak sapi adalah metiloleat dan metil palmitat. The availability of the fossil fuel is decreasing; hence the finding of an alternative fuels is very important. One of those alternative fuels is biodiesel. Vegetable oil, especially palm oil is the edible raw material, while the beef tallow is the non-edible raw material with low cost production and the availability is huge in the cattle production. The beef tallow mixed with palm oil can be used as raw material for producing biodiesel. Firstly, the beef tallow was melted into beef oil. The raw materials of beef tallow and palm oil were mixed with the composition ratio of 3:1. The resulted mixed-oil was transesterificated by adding methanol with molar ratio of 1:6 and NaOH as

  18. OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI. Implementasi reaktor inovasi telah diterapkan pada berbagai reaktor riset baru yang saat ini sedang dibangun.  Pada saat ini BATAN sedang merancang desain konseptual reaktor riset daya tinggi yang telah masuk pada tahap optimasi desain. Spesifikasi desain konseptual reaktor riset inovatif adalah reaktor tipe kolam berpendingin air dan reflektor D2O. Teras reaktor memiliki kisi 5x5 dengan 16 bahan bakar dan 4 batang kendali. Teras reaktor berada di dalam tabung berisi D2O yang berfungsi sebagai posisi iradiasi. Daya reaktor 50 MW didesain untuk membangkitkan fluks neutron termal sebesar 5x1014 n/cm2s. Teras reaktor berbentuk kompak dan menggunakan bahan bakar U9Mo-Al dengan tingkat muat uranium 7-9 gU/cm3. Desain termohidrolika yang mencakup pemodelan, perhitungan dan analisis kecukupan pendingin dibuat sinergi dengan desain fisika teras agar keselamatan reaktor terjamin. Makalah ini bertujuan menyampaikan hasil analisis perhitungan termohidrolika teras dan sistem reaktor riset inovatif pada kondisi tunak. Analisis dilakukan menggunakan program perhitungan yang telah tervalidasi, masing-masing adalah Caudvap, PARET-ANL, Fluent dan ChemCad 6.4.1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pembangkitan panas yang tinggi dapat dipindahkan tanpa menyebabkan pendidihan dengan menerapkan desain teras reaktor bertekanan, di samping itu desain awal komponen utama sistem pembuangan panas yang terintegrasi telah dilakukan, sehingga konseptual desain termohidrolika RRI-50 dapat diselesaikan. Kata kunci : reaktor riset inovatif, Caudvap, PARET-ANL, Fluent, ChemCad 6.4.1.   ABSTRACT THERMALHYDRAULIC DESIGN AND COOLING SYSTEM OPTIMIZATION OF THE HIGH POWER INOVATIVE RESEARCH REACTOR. Reactor innovation has been implemented in a variety of new research reactors that currently are being built. At this time BATAN is designing a conceptual design of the high power

  19. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  20. ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2012-05-01

    Full Text Available Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.

  1. BASIC DESIGN KAPAL PENGANGKUT BATUBARA 200 TON SEBAGAI JALUR ALTERNATIF RUTE SUNGAI LEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2016-10-01

    Full Text Available Sebagai jalur alternatif jalan khusus,  melalui transportasi sungai Lematang dengan perancangan kapal pengangkut hasil tambang dalam  distribusi batubara merupakan salah satu solusi untuk jalur darat provinsi tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi kemacetan akibat konvoi dump truk pengangkut batubara. Bentuk geografis, perpindahan aliran sungai, dan pendangkalan sungai Lematang berpengaruh terhadap sulitnya membuat kapal angkut batubara melalui sistem tranportasi sungai tersebut. Jika menggunakan kapal angkut batubara jenis Tug and Barge, maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses manouvering kapal bahkan sering terjadi kapal kandas karena pendangkalan sungai, serta bisa juga kapal tersangkut bagian barge karena sudut olah belok kapal terlalu melebar. Disamping itu juga, perlu diperhatikan bentuk aliran sungai Lematang yang melengkung dan berkelok, adanya masalah sosial, serta hambatan lain seperti adanya kabel slink, jembatan, kedalaman sungai, sampah kayu d.l.l. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah kapal SPB (Self Propeller Barge. Dimana kapal SPB pengangkut batubara memiliki kelebihan dapat manouvering yang baik ketika melintasi wilayah sungai. Kapal SPB pengangkut batubara memiliki geladak angkut yang terletak dibelakang akomodasi, hal ini akan mempermudah jarak pandang dan proses manouvering kapal, akan tetapi terbatas dengan kapasitas yang diangkut karena terbatas dengan kedalaman draft kapal yang dimiliki. Dalam perancangan harus diperhatikan faktor geografis, kedalaman sungai, faktor sosial dan faktor ekonomis kapal. Sehingga akan memberikan hasil teknologi kapal SPB pengangkut batubara dengan kondisi sellow draft yang efektif dan efisien. Dimana kapal SPB yang dirancang dengan kaasitas 200 ton setara dengan 20 dump truk, kapal  yang difungsikan untuk mengangkut batubara dengan memiliki kecepatan sebesar 12 knot (dengan mesin 2x250HP dan konsumsi bahan bakar sebesar 1.77 ton dengan mngunakan SFOC sebesar 160 gram

  2. STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2009-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 

  3. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  4. Pengaruh Penggunaan Frekuensi Listrik Terhadap Performa Generator HHO Dan Unjuk Kerja Engine Honda Kharisma 125CC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Akbar Pratama

    2013-09-01

    Full Text Available Energi yang dihasilkan oleh engine merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara (oksigen. Secara praktis  pembakaran  menghasilkan gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu perkembangan teknologi adalah dengan brown gas, atau sering disebut Generator HHO, dimana alat ini akan  menghasilkan gas HHO (2 unsur gas hydrogen dan 1 unsur gas oksigen dari proses elektrolisa air murni yang di hubungkan dengan arus listrik. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Generator HHO pada engine Honda Kharisma  berkapasitas 125cc. Generator HHO tersebut menggunakan Elektroda jenis pipa Stainless steel AISI 316L dengan ukuran Ø21mm x 101mm, Ø34mm x 101mm, Ø48mm x 101mm dan Ø61mm x 101mm dengan tebal 3mm, larutan elektrolit 2liter aquades dan 1,4 KOH. Variasi yang diberikan pada generator HHO adalah besar frekuensi listriknya. Untuk pengujian, perubahan kecepatan dilakukan dengan full open throttle menggunakan chasis water brake dynamometer. Pengujian dilakukan pada putaran engine dengan kelipatan 500 rpm, dimulai dari 3500 rpm sampai dengan 8500 rpm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah frekuensi untuk generator dengan effisiensi thermal terbaik adalah pada 10Hz sebesar 20,06%. Dengan daya generator 118,74 Watt, debit 13,13 L/jam, kenaikan temperature 0.7°C/menit, torsi maksimal pada engine 27.09 Nm, daya efektif  6114,651 Watt, bmep 860,627 Pa, SFC 9.608E-08 kg/watt.s, effisiensi thermal engine 23,22% serta pengurangan emisi CO 1,17% dan HC 83ppm.

  5. Regasification of LNG (Liquefied Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rum Pandu Nuswantara

    2014-09-01

    Full Text Available LNG (Liquified Narural Gas adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/600 dari gas alam pada suhu dan tekanan standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh suatu kapal pengangkut untuk LNG. Gas alam dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik PLTG dan PLTU. Dari data ESDM cadangan gas alam tersebut dapat dikatakan bahwa potensi gas alam Indonesia sangatlah besar, karena pada data tahun 2012 ditjen migas tersebut, cadangan gas alam yang masih tersimpan dan tersebar di Indonesia masih sangat besar, dengan potensial sebesar 47.35 TSCF (Trillion Square Cubic Feet. Potensi tersebut adalah total dari seluruh potensi yang tersebar di Indonesia sebesar 150.70 TSCF. Pabrik Terminal Regasifikasi LNG direncanakan dibangun pada tahun 2014 dengan target siap beroperasi pada tahun 2016. Pabrik ini berlokasi di Celukan Bawang Bali dengan terdapat 3 PLTG yang membutuhkan distribusi LNG yaitu PLTG Gilimanuk, Pemaron, dan Pesanggaran. Kapasitas pabrik ini adalah 100 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik untuk daerah Bali. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Regasification. Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 371,66 MUSD, IRR sebesar 38,6%, POT selama 2,71 tahun, BEP sebesar 49,6% dan NPV 10 tahun sebesar 1011,82 MUSD.

  6. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  7. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  8. Aplikasi Wax Sebagai Salah Satu Material Di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    2008-01-01

    Wax merupakan salah satu bahan termoplastik yang terdiri dari berbagai bahan organis dan bahan alami sehingga membuatnya sebagai bahan dengan sifat-sifat yang sangat berguna. Unsur-unsur pokok dental wax terdiri dari 3 suraber utama, yaitu : mineral, serangga (hewani), dan sayur-sayuran (tumbuh-tumbuhan). Wax yang berasal dari bahan mineral diantaranya adalah paraffin wax dan microcrystallin wax yang diperoleh dari hasil residu petroleum melalui proses destilasi. Wax yang berasal dari serangg...

  9. Sistem Tebas Bakar Dan Pengaruhnya Terhadap Komponen Fisik Kimia Tanah Serta Vegetasi Pada Ladang Dan Lahan Bera ( Studi Kasus di Desa Pruda Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henderikus Darwin Beja

    2015-10-01

    Full Text Available Shifting cultivation by slash and burn system is an agricultural activity which is generally done farmers in dry land. Slash-and-burn is practiced by the farmers because it is easy and inexpensive, with aims to improve the content of nutrients in the soil, eradicate weeds, reduce costs, reduce the incidence of pests and diseases and to increase crop production. Land clearing by slash and burn system in a short period of time have a positive impact as the availability of N, P, K, Ca, Mg. However, long periods of slash and burn have negative impact there will be changes in physical and chemical components of soil and change the dominant vegetation in the fields and fallow land. These changes will affect the l evel of productivity of the soil, especially in the land which was done. To reduce the negative impacts, farm management system with slash and burn practices, should be considered with conservation activities, especially from the aspect of land management techniques. Those negative effect might be minimized by arious treatments such as time of burning tehnique, chosen of burned biomass, and time of digged biomass. All those should be supported by a basic information affect of burning to change of physical and chemical soil characteristic at various land cultivation and length of cultivation. Result of study that had been conducted at Pruda village, sub-district of Waiblama, district of Sikka, Propince of Nusa Tenggara Timur showed that total Nitrogen and C organic increased gradually when land has been 3 years fallow. Result of single factor showed that soil aggregation was a ffected significantly by fallow than cultivated land .

  10. Lanaren beso robotiko mugikor baten diseinu: programazioa eta muntaia

    OpenAIRE

    Aldekoa Madariaga, Itziar

    2015-01-01

    Proiektu honen helburua, beso robotiko mugikorra diseinatu, programatu eta muntatzea da. Beso robotiko mugikorra oso gailu interesgarria da, beso robotiko eta robot mugikorren gaitasunak robot bakar batean batzen dituelako. Alde batetik, beso robotikoek egiten duten bezala objektuak hartu eta maneiatzeko aukera izango du. Eta bestetik, robot mugikorren moduan sentsore eta eragingailuak erabiliz inguru desberdinetara moldatzeko gaitasuna izango du. Beraz, bi ezaugarri horiek dispositibo bakar ...

  11. Penerapan Enterprise Resource Planning (ERP Pengadaan Bahan Baku dan Pengelolaan Produksi Pada Perusahaan Furniture Menggunakan ADempiere (Studi Kasus: CV Roland Kencana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasdi Putra

    2016-12-01

    Full Text Available In this era of global competition, companies need to shorten the production cycle, responsive to market dynamics and customer demand and to strengthen information exchange system. In this competitive environment, Enterprise Resource Planning (ERP is very helpful in integrating the management of all the company's resources. In manufacturing companies such as furniture, raw materials shall be made available for the production process. Shortages of raw materials can be anticipated early through inventory information that can be accessed quickly and accurately so that the business process is still running. This study aims to assist companies in implementing ERP systems by proposing strategies and tactics to overcome the problems encountered in implementing ERP systems. ADempiere as one ERP applications can help manage the transaction data and inventory business processes to improve corporate performance. The stages are carried out in this research is to identify problems, analyze business processes, election ADempiere application modules, implementation and testing of applications. Business processes are identified consisting of sales, purchasing and production. The results of analysis of business processes described in the Business Process Modeling Notation (BPMN and a working model of the system is shown by the use case diagram. System test results obtained by comparing the ERP system using the manual system. The test results prove that ADempiere can produce the raw material inventory information in real time, generate transaction reports purchases, sales, production, and financial reports automatically so that it can help company leaders make decisions quickly and accurately.Keywords: ERP Implementation, ADempiere, raw materials, manufacturing 

  12. KEBERHASILAN PENETRASI BAHAN PIT & FISSURE SEALANT KE DALAM FISURA MENGGUNAKAN SYRINGE BLUE MICRO TIPS DAN SYRINGE WHITE MINI BRUSH TIPS (LAPORAN PENELITIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Avy Permata Sari

    2015-07-01

    Full Text Available The aim of this study was to know the success and differences of pit & fissure sealant materal penetration of composite resin type (UltraSeal XT Plus into fissure by using syringe blue micro tips and syringe white mini brush tips in fissure closure efforts for caries prevention of permanent teeth. The study was conducted to 30 maxillary first premolar, using syring blue micro tips, and 30 maxilary first premolar using syringw white mini brush tips. The samples, then, were made smears and observed by optic microscope with 300 times magnification. The result of this stuy showed that mean of pit & fissure sealant material penetration of composite resin type into fissure by using blue micro tips was (67.93 ± 13.09%. By using syringe white mini brush tips was (92.96 ± 6.18%. With t-test, it showed a significant difference (t = 9.84, p<0,01.

  13. KEBERHASILAN PENETRASI BAHAN PIT & FISSURE SEALANT KE DALAM FISURA MENGGUNAKAN SYRINGE BLUE MICRO TIPS DAN SYRINGE WHITE MINI BRUSH TIPS (LAPORAN PENELITIAN)

    OpenAIRE

    2015-01-01

    The aim of this study was to know the success and differences of pit & fissure sealant materal penetration of composite resin type (UltraSeal XT Plus) into fissure by using syringe blue micro tips and syringe white mini brush tips in fissure closure efforts for caries prevention of permanent teeth. The study was conducted to 30 maxillary first premolar, using syring blue micro tips, and 30 maxilary first premolar using syringw white mini brush tips. The samples, then, were made smears and...

  14. KAJIAN TERHADAP PROSPEK PENGEMBANGAN BAHAN BIOAKTIF BUAH MAHKOTA DEWA (P. Macrocarpa SEBAGAI KANDIDAT NEW CHEMICAL ENTITY (NCE UNTUK PENGOBATAN KANKER (SITOSTATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Lisdawati

    2012-11-01

    Full Text Available Abstract. In the last few years there are tendency for cancer study to develop in discovery of new chemical entity (NCE for new drugs. The needed of NCE based on reality that cancer therapy reaches a resistant level very fast. By developing NCE, multiply cancer drugs can be used at one therapy and be implemented as a solution to inhibit a resistant level and very useful in recovery time. Natural products are the most important sources of NCE and could be used from plants, animals or minerals. Most of the natural products used in Indonesia are recognized from plants. Plants secondary metabolites show promise for cancer chemoprevention, which has been defined as the use of non cytotoxic nutrient or pharmacological agents to enhance intrinsic physiological mechanism that protect the organism against mutant clones of malignant cells. The study of plants secondary metabolites is nowadays moved from improvement of the empiric activity to meet the relationship between the structures of chemical compounds to its pharmacology activities. Development of study on plants in Indonesia is also pointed on discovery of NCE for new drugs of cancer and the cellular cytotoxic mechanism of the biological activity. Extracts from the fruit of P. macrocarpa is one of the sources for NCE of cancer drug in Indonesia. Some isolates already isolated from the extracts, i.e. lignan compound Ci9H2o06: 5-[4(4-Methoxy-phenyl-tetrahydrofurof3,4-cJfuran-l-yl]-benzene-1,2,3-triol and benzophenon compound: 4', 6-dihiroksi-4-metoksibenzofenon-2-0-glukoside. Using chemotaxonomy Dahlgren and Conqruist system approached indicate that these compounds have anti proliferation and pro apoptotic as their cytotoxic activities. The pharmacology activities from the fruit extracts also have been studied. For cytotoxic activities, the fruit extracts showed ICSo values from 5 to 7.71. jug/ml for leukemia LI 210 cell line; and IC50 values 196.74 jug/ml for HeLa cell line. The extracts also showed antioxidant activity with IC50 values 103.75 g/ml (most active level. Antihistamine activity showed 6.25; 12.5; 25; 50 and 100 %b/v doses could decrease the histamine control significantly (p <0.05. The review article is needed to support a development and improvement of the fruit extracts of P. macrocarpa to be considered as the most important sources of NCE for new cancer drug.   Key words: P. macrocarpa, new chemical entity, cytotoxic

  15. Kajian Kuantitas dan Karakteristik Cairan Pulpa Hasil Samping Fermentasi Biji Kakao Menggunakan Wadah Sistem “Termos” Sebagai Bahan Baku Asam Asetat

    OpenAIRE

    Gusti Putu Ganda Putra; Ni Made Wartini

    2015-01-01

    The application of cocoa fermentation methods using fermentation container of "thermos" system allows watery sweatings byproduct of the pulp of cocoa beans can be accommodated. The purpose of this study were: 1) to study the effect of using fermentation container of thermos system for the quantity and characteristics of the watery sweatings byproduct of the pulp of cocoa beans during fermentation 2) get the watery sweatings byproduct of the pulp of cocoa beans as a potential feedstock of acet...

  16. PEMODELAN MATEMATIK TRANSFER PANAS DAN MASSA PADA PROSES PENGGORENGAN BAHAN MAKANAN BERPATI [Mathematical Modelling Heat and Mass Transfer in Frying Process of Starchy Food

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supranto4

    2006-04-01

    Full Text Available Matematical model of simultaneous heat and mass (moisture and oil transfer process taht occured during the frying process was conducted using the principal of heat and mass transfer proccesses. Heat transfer within material was predicted by Fouries law of the conduction heat transfer mechanism, while mass transfer within the material was formulated with Fickslaw of diffusion mechanism. The objective of this study was to develop mathematical model of the heat, moisture and oil transfer that occur simultaneosly in the stachy food during the frying process. Solution of the model with numerical analysis was achieved using impliciti finite difference method of Crank-Nicolson. The simulation output of the model was presented as temperature, moisture and oil profiles during frying process. Slabs of dried dough corn powder were fried in the fresh coconut aoil at 180°C during 36 minutes . Temperature of material was recorded with datalogger during frying process, and some of sampel were taken from deep fryer at certain time for being measured its moisture and oil content. The model was verified with experimental data of temperature, moisture and oil profiles. It was obtained from this research that the simulation output and the experimental data was in a good agreement.

  17. PENGARUH KHLORHEKSIDIN DIGLUKONAT 2% DAN GLISERIN SEBAGAI BAHAN PENCAMPUR KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP SISA KALSIUM HIDROKSIDA PADA SEPERTIGA APIKAL DINDING SALURAN AKAR GIGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emmawati Prawitasari, Diatri Nari Ratih, dan Widowati Siswomihardjo

    2013-12-01

    Full Text Available The most widely used intracanal medicament is calcium hydroxide (Ca(OH2. However, the residue ofCa(OH2 in the root canal must be removed prior to obturation. The residue of Ca(OH2 in the root canalwalls would result in apical leakage. This is due to the unstable dimension of Ca(OH2, reduced flowand working time of the sealers, and decreased adhesion of sealers and gutta percha to root canal walls.This study aimed to determine the effect of Ca(OH2 vehicles and agitation irrigation techniques on theresidue of Ca(OH2 in the apical third of the root canal walls.Twelve extracted mandibular first premolars were used in this study. The crowns of the teethwere removed at the apical part of cemento enamel junction with a length of 14 mm from the apical.The canals were prepared with a Step Back technique to obtain Master Apical File ( MAF # 40. Thespecimens were randomly devided into groups I, the pastes of Ca(OH2+chlorhexidine digluconate 2%.In groups II, the pastes of Ca (OH2+ glycerin were applied. Each specimen of the study was sectionedin the sagittal direction, then was photographed under a stereo microscope at 120x magnification. Thepercentages of Ca(OH2 residue were calculated using UTHSCSA image tool 3 software. Data wereanalyzed using T-test at 95% level of significance.The results revealed that the group of Ca(OH2+ chlorhexidine digluconate 2% paste showed thelowest number of residual Ca(OH2.The conclusion of this study was that the vehicles affected the totalresidue of Ca(OH2.

  18. PENGARUH JUS DAUN SIRIH (Piper betle Linn SEBAGAI BAHAN PRECURING DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN ANGKA PEROKSIDA DENDENG AYAM PETELUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aloysia Tenny Damayanti Indriastuti

    2012-09-01

    mempertahankan komposisi kimia secara proposional dan menekan angka peroksida sehingga memperpanjang lama penyimpanan dendeng ayam petelur afkir. (Kata kunci: Daging ayam, Daun sirih, Dendeng, Komposisi kimia, Angka peroksida

  19. PEMANFAATAN BIJI KERANDANG (Canavalia virosa) SEBAGAI BAHAN PENGGANTI KEDELAI DALAM PEMBUATAN TAHU Utilization of Tribal Bean (Canavalia virosa) as Soybean Substitution in Tofu Making

    OpenAIRE

    Titiek F. Djaafar; Nurdeana Nurdeana; Siti Rahayu; Erni Apriyati

    2012-01-01

    Tribal bean (Canavalia virosa) is a type of grain that can be found along the coast of Kulon Progo Regency, Yogya- karta. Tribal bean potential as an alternative food to soybeans substitution. This study aims to determine the physical and chemical quality of tribal bean tofu. Six treatments was performed namely (a) tribal bean:soybean = 50 %:50% with rice vinegar 2 % coagulant; (b) tribal bean:soybean = 25 %:75 % with rice vinegar 2 % coagulant; (c) tribal bean:soybean = 50 %:50 % with lactic...

  20. PENINGKATAN PENYEDIAAN BAHAN BAKU OBAT ALAMI BERSUMBER DARI TEMULAWAK Penelitan Produksi Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb Melalui Penggunaan Ukuran Bibit yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasiran Kasiran

    2012-11-01

    Full Text Available The need of raw material for the natural medicine which is derived from Javanese turmeric, in Indonesia, has continuously increased. Traditional medicine industries needed 4,950 tons of them in 1997 and climbed to 8,104 tons in 2002. On the other hand, the production of Javanese turmeric was fluctuative during the period of 1996 to 2002, namely 4,616 tons in 1996 and 7,147 tons in 2002. To fulfill the need for the Javanese turmeric mentioned above is to make efforts of inreasing production. This research is carried out in efforts to increase the production of Javanese turmeric through a cultivation that applies seeds of different sizes. The research result has shown that the use of a seed with a size of 40 grams yields a bigger tuber that weighs 863,56 grams per plant. While the use of smaller size of seed (20 grams yields a smaller tuber weighing 740,52 grams per plant. Therefore, cultivation that uses a larger size of seed will be able to increase the Javanese turmeric tubers production which means the increase of supply for natural medicine's raw materials that derived from Javanese turmeric.Key words: curcuma xanthorriza roxb, natural medicine, raw material, javanese turmeric

  1. Pengaruh Penambahan Larutan Garam Dapur Dan Nacl 2%Terhadap Setting Time Dan Kekuatan Kompresi Gips Tipe Iii Sebagai Bahan Model Kerja Gigitiruan

    OpenAIRE

    Christine

    2013-01-01

    Model gigitiruan merupakan replika dari permukaan rongga mulut. Pembuatan model gigitiruan dilakukan dengan cara menuangkan gips ke dalam cetakan rongga mulut dan dibiarkan hingga mengeras. Model gigitiruan terbagi dua, yaitu model studi dan model kerja. Model studi menggunakan gipsum yang memiliki kekerasan yang lebih rendah karena model studi hanya digunakan dalam membantu rencana perawatan, sedangkan model kerja menggunakan gipsum yang memiliki kekerasan yang lebih tinggi karena model kerj...

  2. PENINGKATAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI TEMULAWAK SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT Pengujian Peningkatan Kandungan Minyak Atsiri Temulawak pada Berbagai Ekotipe dan Kondisi Intensitas Cahaya Matahari yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasiran Kasiran

    2012-11-01

    Full Text Available Background: One of the important substance in the Javanese turmeric was essential oil (atsiri. The essential oil of Javanese turmeric was very useful for human health and medical industries. Efforts to increase the content of essential oil in Javanese turmeric tuber will give and increase usage of Javanese turmeric for medical industries. Objective: The research is to test the level of essential oil of Javanese turmeric in the several ecotypes which cultivate in the different condition of sunshine intensity. Methods: The analysis of essential oil was held by using 10 g of Javanese turmeric sample powder through destilation method. Results: The research show that the different of ecotype of Javanese turmeric will give significant effects on the essential oli content in the tubers. Whereas, the interaction between sunshine intensity and ecotype including interaction of both factors did not have significant effects. The highes essential oil content was in the ecotype from Sleman (T9 that was 6.46% and ecotype Manna (T3 that was 6.37%. Whereas, the lowest essential oil content was in the ecotype from Bawang Village, Kulon Progo (T13, that was 2.96%. Therefore, the ecotype selection of Javanese turmeric wich will be cultivated was important in order to get high essential oil content. Key words: Essential oli, javanese turmeric, ecotype, sunshine intensity

  3. Pembuatan Komposit Busa Poliuretan Dengan Mikrobentonit Dan Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Bahan Penyaring Dalam Pengolahan Air Bersih DAS Belawan

    OpenAIRE

    Manik, Deni Reflianto

    2014-01-01

    The present paper reports the preparation of polyurethane foam composite with microbentonite and activated charcoal of palm kernel shells as filters for water treatment of Belawan watershed. This study consists of six stages, namely preparation of microbentonite, preparation of activated charcoal of palm kernel shells, preparation of polyurethane foam, preparation of polyurethane foam composite with microbentonite and activated charcoal of palm kernel shells filler, polyurethane foam composit...

  4. PENGEMBANGAN METODE EKSTRAKSI ALGINAT DARI RUMPUT LAUT Sargassum sp. SEBAGAI BAHAN PENGENTAL ( Development of Alginate Extraction Method from Sargassum sp. as Thickening

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Husni

    2012-05-01

    Full Text Available Indonesia has a lot of seaweed that have high potential as a producer of alginate, but the method of extraction has not been as expected. The objective of this study to develop a method of extraction of sodium alginate from seaweed Sargassum through the calcium alginate pathway. This study used different variations of the concentration of calcium chloride. The concentration of calcium chloride used varied 0.5, 0.75 and 1 M. As a control, the extraction of alginate performed through alginic acid pathway which was developed at the Center for Research Product Processing and Biotechnology of Marine and Fisheries, Jakarta. Quality parameters were observed including alginate yield, product appearance, viscosity and gel strength. The result showed that the yield of alginate produced successively for 32.67; 44.67 and 53.33 % and 31.67 % for controls. In appearance, the concentration of calcium chloride did not significantly affect the alginate product appearance, but darker when compared with the product extracted through the alginic acid. Viscosity alginate produced successively 149, 131 and 144 cP, while 304 cP for control. In general, the alginate gel strength extracted through of calcium alginate pathway is lower than the alginic acid pathway. Keywords: Extraction, sodium alginate, seaweed, Sargassum, calcium alginate, viscosity   Abstrak Indonesia  mempunyai  banyak  rumput  laut  yang  berpotensi  tinggi  sebagai  penghasil  alginate,  namun  metode ekstraksinya belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode ekstraksi natrium alginat dari rumput laut Sargassum melalui jalur kalsium alginat. Dalam penelitian ini digunakan berbagai variasi konsentrasi kalsium klorida yang digunakan pada pemisahan alginat dari filtrat hasil ekstraksinya. Konsentrasi kalsium klorida yang digunakan divariasi 0,5; 0,75 dan 1 M. Sebagai kontrol dilakukan ekstraksi alginat melalui jalur asam alginat yang dikembangkan di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Parameter kualitas alginat yang diamati meliputi rendemen alginat, kenampakan produk, viskositas dan kekuatan gel yang dihasilkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rendemen alginat yang dihasilkan berturut-turut sebesar 32,67; 44,67 dan 53,33 % dan untuk kontrol 31,67 %. Secara kenampakan, konsentrasi kalsium klorida tidak terlalu mempengaruhi kenampakan produk alginat yang dihasilkan, tetapi lebih gelap jika dibandingkan dengan produk hasil ekstraksi melalui jalur asam alginat. Viskositas alginat yang dihasilkan berturut-turut 149, 131 dan 144 cP, sementara untuk kontrol 304 cP. Secara umum kekuatan gel alginat yang dihasilkan dari jalur kalsium alginat lebih rendah dibandingkan dengan yang diekstrak melalui jalur asam alginat. Kata kunci: Ekstraksi, natrium alginat, rumput laut, Sargassum, kalsium alginat, viskositas

  5. SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT SERAT LIMBAH PATI ONGGOK SANDWICH DENGAN CORE SERAT ACAK DARI BAHAN LIMBAH SEKAM PADI DENGAN MATRIK RESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ngafwan Ngafwan

    2017-01-01

    Full Text Available Nature composite from skin rice fibre and palm sago fibre have different mechanical and physycs properties characteristic , that have done from result of our researh before. Therefore there is many research that can composse the properties of materials above. The methode of compossing two fiber use poliester that have 20%, 30%, and 40% volume fraction of that matrice, compossing with sandwich layer. Caracterizing properties testing used are thermal conductivity test, and bending test. The result are, at high thermal condition the conductivity was decrease for all above materials. The decreasing of conductivity of this sandwich compsite is more significant. The sandwich composite more tough than skin rice fibre composite. The resume is the mechanical properties ( bending toughness more less significant of the thermal conductivity that more better.

  6. PEMANFAATAN BAHAN TUMBUHAN SEBAGAI BIOKATALISATOR DALAM PRODUKSI MINYAK SAWIT KAYA ASAM LEMAK OMEGA-3 [Using of Plant Biocatalisator for Omega-3 PUFA -Rich Palm Oil Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jenny Elisabeth1

    2002-08-01

    Full Text Available Incorporaton of omega-3 polyunsaturated fatty acids (n-3 PUFA into red palm oil was investigated by using acidolysis process. Rice bran and Carica papaya latex (CPL were used as biocatalyst. Acidolysis between red palm oil and n-3 PUFA concentrate in free fatty acid form was conducted without solvent, with weight ratio of n-3 PUFA concentrate to palm oil being 1:1. The n-3 PUFA concentrate was prepared from tuna oil by crystallization method. The study has demonstrated that rice bran lipase showed higher activity to incorporate n-3 PUFA into red palm oil than CPL. The extent of EPA (eicosapentaenoic acid, C20:5 and DHA (docosahexaeboic acid, C22:6 incorporation were 3.4% and 12.7% with the rice bran lipase, and 1.7% and 3.2% with the CPL. Furthermore, rice bran from several varities of paddy (Mamberamo, IR-64, Merah Munte , and Cirata produced equal incorporation of EPA and DHA into red palm oil. Rice bran from germinated seed of paddy did not increase the n-3 PUFA incorporation into red palm oil. It means that rice bran in its natural form could be used and act as immobilized lipase. It is easier to remove the rice bran from reaction mixture and reuse the bran for 14 times without decreasing its enzyme activity

  7. Pengaruh kemasan dan lama penyimpanan Acetobacter sp. RMG-2 dalam bahan pembawa terhadap populasi dan produksi bioselulosa dengan konsentrasi inokulum terbatas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruth Melliawati

    2012-10-01

    Full Text Available Bioselulosa or nata de coco is one food product that contains 25% fiber, which is very useful to support health, especially the digestive system. Along with the development of science and technology, raw material for making nata de coco become increasingly diverse as well as developing its usefulness for the wider interests. Inoculum became one of the things that are important in nata production process is also a determinant of product quality. This research was conducted to obtain information about the packaging is good for storing inoculum Acetobacter sp. RMG-2 in the carrier material and the efficiency of inoculum for the production bioselulosa. Two kinds of containers (straws and plastic bags with two kinds of carrier material (cellulose pulp and CMC are used. Storageof inoculum carried out for 20 weeks at 4 ° C. The measured parameter is the number of population, wet weight, dry weight and thickness as well bioselulosa pesentase minimal inoculum for the manufacture bioselulosa. Result, the inoculum in the CMC are packed using a straw is better than the plastic bag packaging, with a population of Acetobacter sp RMG-2 at 4.53 × 108 cells/ml, while in the plastic bag packaging population reached 3.5 x 107 cells/ml, respectively during storage was 20 weeks (five months. Bioselulosa production uses between 1-15 ml inoculum in 1250 ml of medium/tray of wet weight data obtained vary. With 1 ml of inoculum produced an average wet weight of 725 grams with a thickness of 0.6 cm. Research on the percentage of inoculum between 0.1 to 1.0%, showingthat the use of 0.1% (in the CMC carrier materials for 8 weeks can still be used for production with the average bioselulosa/100 ml of medium weight 31.45 grams wet, 1.6 g dry weight and thickness of 0.8 cm during the 7 days incubation. Investigation was still continuing to be carried out to get optimal results.

  8. Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

    OpenAIRE

    2016-01-01

    District of Pamatang Sidamanik was one of area as producer plantantion comodity. This research were to know the relation of soil water content with index plasticity, soil organic matter with index plasticity and clay content with index plasticity at several vegetation. This research was conducted with survey method. These samples taken with random method based on vegetation on the soil. The parameters were determine are soil water content, soil organic matter, clay content and soil index of p...

  9. Kajian Morfologi Anatomi dan Agronomi antara Kedelai Sehat dengan Kedelai Terserang Cowpea Mild Mottle Virus serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Sekolah Menengah Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    As’ad Syamsul Arifin

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai di Indonesia adalah serangan virus belang samar kacang tunggak Cowpea mild mottle virus (CPMMV. Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengumpulkan informasi tentang kajian morfologi, anatomi dan agronomi terhadap infeksi CPMMV antara varietas yang terinfeksi dengan yang tidak terinfeksi. Data dianalisi secara deskriptif dan secara Inferensial ANAVA dengan menggunakan pro-gram SPSS for Windows versi 16. Hasil penelitian menunjukkan: Varietas Gumitir sehat, Anjosmoro sehat, Mahameru sehat , MLGG 0021, dan MLGG 0268 memiliki ukuran lebih besar dalam hal panjang daun, lebar daun, panjang petiol daun, nisbah daun (L/W, dan nisbah daun (L/PL dibandingkan va-rietas yang sakit. Varietas Argopuro sakit memiliki ukuran lebih besar dalam hal panjang daun, lebar daun, panjang petiol daun, dan nisbah daun (L/W, Nisbah daun (L/PL dibandingkan varietas yang sehat. Tidak terdapat perbedaan warna hipokotil, perbedaan bentuk daun, warna daun, warna bulu batang, permukaan daun antara kedelai sehat dan sakit pada keenam varietas. Terdapat perbedaan warna biji, warna polong masak, antara kedelai sehat dan sakit pada keenam varietas. Warna bunga pada kelima varietas kedelai sehat dan sakit berwarna ungu, kecuali pada varietas Gumitir berwarna putih. Terdapat perbedaan bentuk daun pada varietas Argopuro, Anjosmoro, Mahameru sehat dan sakit. Tidak terdapat perbedaan bentuk daun antara sehat dan sakit pada varietas Gumitir, MLGG 0021 dan MLGG 0268. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap ukuran sel daun. Ada pengaruh varietas terhadap jumlah stomata, kondisi serta interaksi varietas dan kondisi tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah stomata. Tidak terdapat pengaruh varietas, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah epidermis. Ada pengaruh kondisi terhadap jumlah epidermis. Jumlah trikoma varietas kedelai sehat lebih banyak daripada varietas kedelai sakit. Ada pengaruh va-rietas, kondisi terhadap tinggi tanaman, tidak terdapat pengaruh interaksi varietas dan kondisi terhadap tinggi tanaman. Tidak terdapat pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap polong hampa. Polong hampa kedelai sehat sebesar 0,55 kali kedelai sakit. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap polong isi. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap buku subur. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah polong. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah buku. Ada pengaruh kondisi terhadap berat polong. Tidak ada pengaruh varietas, interaksi varietas dan kondisi terhadap berat polong. Ada pengaruh varietas, kondisi, interaksi varietas dan kondisi terhadap jumlah biji. Kata kunci: tanaman kedelai, CPMMV, tanaman terinfeksi, tanaman sehat

  10. Sifat fisika dan analisis gugus fungsi karet seal o-ring dari bahan termoplastik elastomer nitrile butadiene rubber (NBR dan polyvinyl chloride (PVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2013-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to determine the physical properties and functional groups on O-ring rubber seals made of thermoplastic elastomers blend NBR and PVC. Composition of the NBR / PVC were successively varied : 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30 and 65/35 phr. Mixing process between NBR/PVC with additive used a two roll mill within a temperature of 60º - 80 ºC, the vulcanization process used a hydraulic press at a temperature of 170 oC and pressure of 150 kg/cm2. The physical properties were evaluated including tensile strength, elongation at break, hardness, before and after aging, hardness after immersion in isooctane and swelling while analysis of functional groups was also carried out by method of Fourier Transform Infrared Spectrophotometer (FTIR. The result of the best vulcanized was characterized by tensile strength 188.93 kg/cm2, the change of tensile strength after aging 2.50%, elongation at break of 400%, the change of elongation at break after aging was 12.5%, hardness 75 shore A, the change of hardness after aging 0%, the change of hardness after immersion in isooctane 1.3%, swelling 0.8% and functional group of vulcanisate was indicated by new peak (OH at wave band of 3468 cm-1. Those formula met the requirements of the technical specifications of ASTM D 2000 seal O-ring.

  11. EVALUASI KARBOHIDRAT DAN LEMAK BATANG TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca. Val HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tidi Dhalika

    2014-06-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluation of carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem with supplementation of nitrogen and sulfur as ruminants feed component. This study was arranged with an experimental research by Completely Randomized Design with 3 x 3 factorial. The first factor are supplementation of 0%, 1% and 2% nitrogen, and second factor are supplemetation of 0%, 0,04% and 0,08% sulphur, with 4 (four times replication. The parameter of this research is the nutrition value, i,e ; crude fiber, nitrogen free extract and extract ether concentration. The result of this research showed that not interaction between supplemetation of nitrogen and sulphur on carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem, and suplementation of 2,00% nitrogen and 0,08% sulphur give influence on decreasing of crude fiber concentration, about 14,07%, and ether extract concentration, about 54,24%, but not alteration on nitrogen free extract in anaerobic fermentation banana pseudostem.   

  12. KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca YANG DIFERMENTASI DENGAN Trichoderma viride SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF PADA FORMULASI PAKAN IKAN MAS (Cyprinus carpio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Agustono

    2011-04-01

    Full Text Available Cost for feed is about to 60-70% of fishery production costs, but the current feed price is higher as well, so need feed manipulation such as fermentation and feed ingredients substitution that are usually derived from wastes such as kepok banana peels. Fermentation with Trichoderma viride used 4 treatments and 5 replications for 7 days. Inoculum doses were P0 (0%, P1 (3%, P2 (5% and P3 (5%. Result of this study showed statistically differences (p<0.05 for crude protein contents and the best treatment was P2 (5% and not statistically differences (p>0.05 for crude fibre contents. Fermented banana peels with 5% inoculum dose could be used for feed ingredients substitution as isoenergy to replaced rice flour, corn flour and starch in feed formulation for common carp fish (Cyprinus carpio that includes as likeable cultured fish and one of omnivore fish that tolerable for high amount artificial feed. Keywords: Waste. Kepok banana peels. Trichoderma viride. Substitution. Feed formula for common carp fish.

  13. Pre-Test pan Work Plan sebagai Strategi Pembelajaran Efektif pada Praktikum Bahan Teknik Lanjut Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurdjito Nurdjito

    2013-09-01

    Full Text Available To find the most effective learning strategy for the practicum in the laboratory of materials of the department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University (YSU, a study that aims to determine the effect of applying pre-test and work plan on the learning activities and the achievement of students in the laboratory was conducted. This action research used the purposive random sampling technique. Pre-test and work plan were conducted as the treatment. The data of study was collected through a test to analyse the students’ achievement scores, then they were analyzed using t-test with SPSS. The results of this study indicated that the application of pre-test and work plan in addition to the standard module was proven to be more effective than the  normative learning using the module with t = 3.055 p = 0.003 <0.05. The implementation of the pre-test and work plan in addition to the use of standard modules is able to  improve the students’ motivation, independence and readiness to learn as well as the cooperation among the students, therefore the achievement is also improved. The mastery of competencies increased significantly proved by the increasing values of mode 66 to 85 (the experiment, and mean 73.12 into 79.32 (experiment.

  14. Spaljivanje otpadnih procesnih plinova u proizvodnji uljno-pećne čađe

    OpenAIRE

    Zečević, N.; Barta, D.; Bosak, Z.; Avirović, G.; S. Šiklušić

    2009-01-01

    U radu je prikazana tehnologija proizvodnje uljno-pećne čađe i odabrano tehnološko rješenje u funkciji zaštite zraka. Prilikom industrijskog procesa proizvodnje uljno-pećne čađe osim glavnog proizvoda, kao sporedni proizvodi nastaju i otpadni procesni plinovi. Otpadni procesni plinovi nastali prilikom industrijskog procesa proizvodnje uljno-pećne čađe po kvalitativnom sastavu sastoje se od: ugljikovog (IV) oksida, ugljikovog(II) oksida, vodika, metana, sumporovodika, dušika, kisika i voden...

  15. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2013-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.Kata kunci: Aliran fluida, perpindahan panas, PBMR, packed bed, penurunan tekananAbstractThe pebble bed type high temperature gas cooled nuclear reactor is a promising option for next generation reactor technology and has the potential to provide high efficiency and cost effective electricity generation. The reactor unit heat transfer poses a challenge due to the complexity associated with the thermalflow design. Therefore to reliably simulate the flow and heat transport of the pebble bed modular reactor

  16. EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK EDIBLE FILM DARI GELATIN KULIT KAMBING BLIGON YANG MENGGUNAKAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER

    OpenAIRE

    Said, Muhammad Irfan; Triatmojo, Suharjono; Erwanto, Yuny; Fudholi, Achmad

    2013-01-01

    Bahan baku dalam pembuatan edible film dari golongan pati telah banyak digunakan, sedangkan golongan protein yang berasal dari ternak masih jarang digunakan. Gelatin merupakan salah satu jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan edible film dari golongan protein asal ternak. Bahan ini diketahui memiliki sifat-sifat yang baik dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan edible film (Klahorst, 1999). Gelatin pada dasarnya adalah sebuah produk hidrokoloid yang merupa...

  17. Pengaruh Waktu Pengisian Cetakan Alginate Terhadap Ketepatan Model Hasil Cetakan

    OpenAIRE

    Suhailatun Nasifah Rangkuti

    2008-01-01

    Bahan cetak alginate sampai sekarang masih banyak digunakan di Kedokteran Gigi dengan alasan penanganannya mudah, alat yang dipergunakan relatif sederhana, elastis, cukup akurat dan relatif lebih murah. Umumnya komposisi alginate terdiri dari polasturn alginate, diatomaceus earth, zinc oxide, kalsium sulfaty potasium sulfat, sodium fo&fat, glikol serta bahan pewangi. Tiap komponen mempunyai fungsi tertentu dan mempengaruhi sifat-sifat bahan cetak alginate. Dalam pemanipulasian bahan ...

  18. KARAKTERISTIK PEMANASAN OHMIC SELAMA PROSES ALKALISASI RUMPUT LAUT JENIS Eucheuma cottonii.

    OpenAIRE

    Supratomo; Salengke; Abdul, Azis

    2012-01-01

    Fenomena pembangkitan panas dalam suatu bahan akibat disipasi energi listrik menjadi energi panas dikenal dengan Joule heating atau Ohmic heating. Fenomena ini dapat dimanfaatkan untuk pengolahan bahan pangan karena bahan tersebut memiliki kemampuan sebagai penghantar listrik. Dalam pengolahan rumput laut sebagai bahan untuk menghasilkan agar, karaginan dan alginat, proses pengolahannya dapat dilakukan dengan memanaskan rumput laut di dalam larutan alkali yang umumnya merupakan senyawa basa k...

  19. Observation On Void Formed In Oxide Scale Of Fe-Cr-Ni Alloy At 1073k In Dry And Humid Environments

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akbar Kaderi

    2012-01-01

    Full Text Available Void formation in oxide scale during high temperature oxidation is a common phenomenon. Over a long period of time voids will affect the mechanical property of scales by influencing the cracking and spalling. Voids formed in dry environment are different than that of formed in humid environment. With the presence of water vapor in humid environment the formation of void will increase, thus greater number of void compared to that in dry environment. Fe-Cr-Ni alloy samples were exposed isothermally at 1073 K in air (P_(O_2 = 0.21atm = 2.1×?10?^(5 Pa and  humid (air + steam environments. XRD analysis done to all samples confirms that Fe2O3, Fe3O4, NiCr2O4, FeCr2O4, Cr2O3 and NiO phases exist in the scale. EDX analysis done shows varying compositions of Fe,Cr,Ni and O in outer and inner oxide scale, oxide scale/metal interface and metal. Field emission scanning electron microscope (FE-SEM was used to investigate voids formed in the cross sections of the oxidized samples. Volume fraction of voids in the oxide scale was calculated in accordance to the cross sectional area fraction of voids in the scale. It shows that Fe-Cr-Ni alloy samples exposed in humid environment has as high as 71% more voids than that exposed in dry environment. It is concluded that the humid environment increased the number of void formed in the oxide scale, thus facilitates the exfoliation of protective scale during the high temperature oxidation. ABSTRAK: Pembentukan gelembung udara di dalam lapisan oksida ketika proses pengoksidaan di suhu tinggi merupakan satu fenomena biasa. Pada satu jangka masa yang panjang gelembung-gelembung ini akan memberi kesan kepada sifat mekanikal oksida dengan mempengaruhi pembentukan keretakan dan pengelupasan oksida. Gelembung udara yang terbentuk di dalam persekitaran kering berbeza daripada yang terbentuk di dalam persekitaran lembap. Dengan adanya wap air, pembentukan gelembung akan bertambah berbanding yang terbentuk di dalam

  20. Analisis Mitigasi Risiko pada Supply Chain Pembuatan Sterilizier

    OpenAIRE

    Silalahi, Ezrilona

    2016-01-01

    Penanganan risiko supply chain dalam meminimalisasi waktu dan kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian atau disebut dengan manajemen risiko. PT. Pancakarsa Bangun Reksa merupakan perusahaan produsen sterilizer yang mengalami berbagai risiko dalam kegiatan supply chain, seperti keterlambatan tibanya bahan baku, salah tafsir pemesanan bahan baku, perjanjian terhadap supplier yang otoriter, kondisi atau jumlah bahan baku yang...

  1. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OSCILATING WATER COLUMN DI PERAIRAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Arta Wijaya

    2010-12-01

    Full Text Available Untuk di Bali saat ini, telah berdiri beberapa jenis pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit itu adalahpembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga uap, dan pembangkit listrik tenaga gas. Dari semua jenispembangkit yang telah ada, keseluruhannya tergantung dari pemakaian bahan bakar yang berasal dari pembakaranfosil yang berumur jutaan tahun yaitu batu bara dan minyak bumi. Keseluruhan pembangkit-pembangkit yang sudahada ini, tentu saja menimbulkan beberapa permasalahan baik itu terhadap lingkungan, kesehatan dan ekonomi.Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan suatu upaya dengan penyediaan energi listrik berbahan bakaralternatif yang sifatnya non konvensional yakni pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Pembangkit listrik tenagagelombang laut ini menggunakan teknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC. Energi gelombangmerupakan energi yang sifatnya dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, serta selalu tersedia sepanjang waktu.Dalam penelitian ini dianalisis mengenai besarnya energi yang dihasilkan gelombang laut dengan penggunaanteknologi oscilatting water column (OWC di perairan Samudra Hindia, tepatnya di laut yang ada di kawasanJimbaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya energi yang dihasilkan gelombanglaut dengan penggunaan teknologi oscilatting water column (OWC di laut yang ada di kawasan Jimbaran. Manfaatpenelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan suatu pembangkit listrik tenagagelombang laut di laut yang ada di kawasan Jimbaran, sehingga diharapkan nantinya mampu membangkitkan dayalistrik guna melayani konsumen yang ada di pulau Bali. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisisbesarnya energi dan daya listrik yang mampu dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC di lautyang ada di kawasan Jimbaran.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut denganteknologi oscilatting water

  2. Pengaruh Timbal (Pb Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi .

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakTimbal (Pb merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap kadar malondialdehid (MDA tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05, setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb on levels of malondialdehyde (MDA male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05. Increase in level of MDA of serum were significantly (p

  3. Peningkatan Nilai Kalor Biomassa Kotoran Kuda dengan Metode Densifikasi dan Thermolisis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2009-01-01

    Full Text Available Direct combustion of horse dung as an alternative fuel has caused a lot of smoke and dust. Its efficiency and heating value were low. To improve its properties, the conversion method (densification and thermolysis can be applied to increase the biomass heating value of the horse dung. The densification process was done using a mixture of starch and horse dung with the following ratio 1:3; 1:5; 1:7; 1:10. The results of the horse dung biomass then being processed by thermolysis (pyrolysis using an oven with constant heating temperature and holding time, and with the addition of inert gas. Heating temperature and holding time are 300oC and 2 hours respectively. The results of testing conducted on the samples showed that the conversion of biomass horse dung in densification and thermolisis/pyrolysis were able to increase their heating value. The biomass briquettes with the ratio 1:10, were produce the highest heating value (dry heating value i.e. 4708,775 kcal/kg. While bio-charcoal briquettes with ratio1:10 (thermolysis/pyrolysis results with the addition of inert gas, their highest heating value was 5002,791 kcal/kg. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses pembakaran langsung kotoran kuda yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif memiliki kekurangan seperti asap yang banyak, debunya yang dapat mengganggu pernapasan, efisiensi dan nilai kalor yang cukup rendah. Oleh karena itu diterapkan metode konversi, yaitu densifikasi dan thermolisis untuk meningkatkan nilai kalor biomassa kotoran kuda. Untuk proses densifikasi digunakan campuran kanji dan kotoran kuda dengan komposisi 1:3, 1:5, 1:7, 1:10. Hasil densifikasi biomassa kotoran kuda kemudian diproses secara thermolisis (pirolisis menggunakan oven pemanas dengan suhu pemanasan dan waktu penahanan (holding time yang konstan, yaitu 300oC dan 2 jam, serta perlakuan dengan gas inert. Hasil pengujian yang dilakukan pada sampel, didapatkan bahwa konversi biomassa kotoran kuda secara densifikasi dan

  4. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Holilah -

    2014-06-01

    Full Text Available Sintesis biodiesel dari minyak Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (RTO menggunakan NaOH sebagai katalis dengan variasi konsentrasi katalis yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 wt% telah diteliti. Minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma adalah bahan baku yang menarik untuk produksi biodiesel. Biodiesel disintesis dengan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis NaOH. Dalam penelitian ini, diteliti pengaruh konsentrasi katalis terhadap produk biodisel serta dan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 0,5-1,0 wt%, selanjutnya dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 1,5-2,0 wt% membuat yield menurun. Yield optimum dicapai pada 84,7%. FAME (fatty  acid  methyl  ester diperoleh dengan konsentrasi katalis 1 wt% pada kondisi reaksi 65°C, waktu reaksi 1 jam dan rasio metanol minyak 1:2 (wt/wt. Karakteristik biodiesel diamati dengan uji standart bahan bakar dan hasilnya dibandingkan dengan standart ASTM D6751-02. Karakteristik biodiesel yang disintesis dengan konsentrasi katalis NaOH 1% adalah angka asam (0,55 mg KOH/g, densitas (0,90 gr/cm3, viskositas pada 40°C (9,2 cSt, angka setana (54,5 dan residu karbon (0,24 wt%/wt. This research was investigated bio diesel synthesis of Reutealis trisperma oil (RTO by using NaOH as a catalist with variation of catalyst concentration as follow 0.5; 1.0; 1.5 and 2,0 wt% . Reutealis trisperma oil is an attractive raw material for  bio diesel production. It was produced by two steps of reactions, they are esterification by using H2SO4 catalyst and transesterification by using NaOH catalyst. This study examined the effect of catalyst concentration on the yield of biodiesel and their selected properties. The result showed, that the bio diesel yield  with catalyst concentration increasing from 0,5-1,0 wt%, increased, while increasing the concentration from 1

  5. ANALISIS TINGKAT KECERNAAN PAKAN DAN LIMBAH NITROGEN (N BUDIDAYA IKAN BANDENG SERTA KEBUTUHAN PENAMBAHAN C-ORGANIK UNTUK PENUMBUHAN BAKTERI HETEROTROF (BIOFLOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kecernaan pakan dan beban limbah nitrogen (N dan karbon organik (C pada pembesaran ikan bandeng untuk dijadikan acuan penumbuhan bakteri heterotrof (bioflok. Pakan uji yang digunakan adalah pakan komersial yang memiliki kadar protein berbeda yaitu 17%, 21%, dan 26%. Pakan tersebut digiling ulang, lalu ditambahkan kromium oksida (Cr2O3 sebagai indikator kecernaan. Untuk menentukan total limbah N termasuk ekskresi amonia, dilakukan juga pemeliharaan ikan bandeng selama 45 hari dan menghitung retensi N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan ketiga pakan tersebut tidak berbeda nyata yaitu antara 77,2%-78,2% untuk bahan kering; 88,6%-90,0% untuk protein; dan 81,6%-83,1% untuk C-organik. Namun total limbah N per 100 g pakan yang masuk ke perairan meningkat secara nyata dengan meningkatnya kadar protein pakan yaitu 2,27 g N untuk pakan berprotein 17%; 2,76 g N untuk pakan berprotein 21%; dan 3,28 g N untuk pakan berprotein 26%. Untuk mengkonversi limbah N dari budidaya bandeng ini menjadi bakteri heterotrof (bioflok, diperlukan aplikasi C-organik sebanyak 22,7 g; 27,6; dan 33 g per 100 g pakan berturut-turut untuk pakan yang berprotein 17%, 21%, dan 26%. This experiment was conducted to analyze the feed digestibility and nitrogen (N waste of milk fish grow-out and assessment of organic-C addition to promote heterotrophic bacteria (biofloc. The three commercial diets were used containing different protein levels i.e. (A 17%, (B 21%, and (C 26%. Chromic oxide was used as the digestibility marker. To assess the total nitrogen waste, the milk fish with initial weight of 48 g/fish were reared for 45 days and the protein retention was calculated. The results showed that the apparent digestibility of the all three tested diets was not significantly different (>0.05 i.e. 77.2%-78.2% for dry matter, 88.6%-90% for protein, and 81.6%-83.1% for organic-C. However, the total nitrogen waste per 100 g of feed

  6. In vivo characterization of polymer based dental cements

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiyanti P

    2011-12-01

    semen gigi. Beberapa studi in vitro di bidang ini telah dilakukan. Beberapa riset di bidang material gigi telah menghasilkan semen gigi yang memenuhi standart sifat fisik dan mekanik seperti regangan dan kekuatan secara in vitro, sedangkan uji in vivo dan uji klinis dari semen gigi dari laboratorium belum dilakukan. Penelitian ini menguji karakteristik fisik dan mekanik semen gigi menggunakan hewan coba kelinci dengan membuat karies kelas III di gigi anterior terutama di permukaan mesial atau distal insisif, mengisi kavitas dengan semen gigi dan menganalisa kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM. Tujuan: Studi ini bertujuan memberikan gambaran karakterisasi in vivo semen gigi berbahan dasar polimer (semen seng fosfat, polikarboksilat, ionomer kaca dan seng oksida eugenol. Metode: Pertama, kami melakukan preparasi pada gigi hewan coba (6 kelinci, jantan, usia 5 bulan. Kemudian kita membuat kavitas yang melibatkan dentin. Lalu kami menumpat kavitas dengan semen gigi. Setelah prosedur penumpatan, hewan coba dipelihara selama 21 hari dan dikarakterisasi kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya. Kekuatan tekan dan kekuatan tarik dianalisa dari sampel uji gigi hewan coba yang diekstraksi dan diukur dengan autograf. Struktur mikronya diuji dengan SEM. Hasil: Hasil nilai kuat tekan terbaik diperoleh oleh semen seng fosfat (zinc phosphate cement sebesar 101,888 Mpa dan nilai kuat tarik semen gigi terbaik adalah semen gelas ionomer (glass ionomer cement sebesar 6,555 Mpa. Kesimpulan: Dapat disimpulkan, dari ketiga jenis bahan semen yaitu seng fosfat, polikarboksilat, dan ionomer kaca, yang mempunyai sifat fisik dan mekanikal terburuk adalah semen ionomer kaca.

  7. OBSERVATION ON THE USE OF YELLOW COLOURING MATTERS IN SOME FOOD PRODUCTS SOLD IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. Nainggolan

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa macam makanan terolah berwarna kuning yang dijual di Jakarta telah diperiksa mengenai bahan pewarna yang digunakan. Ditemukan bahwa tempe dan tahu mengandung bahan pewarna non-pangan metanil kuning. Dari 15 contoh bakmi segar yang diperiksa, 13 diantaranya di­warnai bahan pewarna tartrazin yang diizinkan, sedangkan yang 2 lagi diwarnai dengan'pewarna nonpangan metanil kuning. Dari 4 macam bakmi kering yang digungkus kantong plastik dan ber­label, ditemukan 2 macam yang mengandung metanil kuning, dan 2 macam lainnya berupa mie "instant" diwarnai bahan pewarna tartrazine yang diizinkan. Delapan dari 9 macam bahan pewarna yang dijual sebagai bahan pewarna pangan di Jakarta ternyata mengandung metanil kuning dan yang satu lagi mengandung bahan pewarna non-pangan auramin O.

  8. DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Hamzah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50. Salah satu parameter yang harus dipenuhi dalam mendesain reaktor nuklir adalah desain perisai radiasi yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan radiasi bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Pada penelitian ini dilakukan desain perisai radiasi RRI-50 dengan elemen bakar berjenis U9Mo-Al berkerapatan tinggi dengan tipe pelat sebanyak 21 buah dan berdimensi seperti elemen bakar RSG-GAS tapi panjang aktifnya 70 cm. Konfigurasi teras terdiri dari 16 elemen bakar dan 4 elemen kendali serta 5 posisi iradiasi sehingga membentuk matriks 5 x 5. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain perisai radiasi dan menentukan distribusi laju dosis di daerah kerja dan di lingkungan reaktor RRI-50. Tahapan awal penelitian adalah perhitungan kuat sumber dan inventori bahan radioaktif teras reaktor dengan mensimulasikan operasi 50 MW selama 20 hari tiap siklus menggunakan program ORGEN2.1. Berdasarkan kuat sumber tersebut dan model yang dibuat menggunakan program VisEd, maka dilakukan analisis penentuan parameter perisai radiasi secara iteratif menggunakan program MCNPX. Pada tahap akhir, dilakukan analisis distribusi laju dosis di seluruh ruang di dalam dan di luar gedung reaktor juga menggunakan program MCNPX. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketinggian permukaan air adalah 1000 cm dan kombinasi 90 cm beton berat dan 60 cm beton biasa dapat digunakan sebagai perisai biologi. Desain perisai tersebut mereduksi laju dosis menjadi 0,05 µSv/jam di Balai Operasi sementara di Balai Eksperimen dan di luar gedung reaktor menjadi 4,2 µSv/jam dan 0,03 µSv/jam pada saat reaktor beroperasi. Hasil penelitian juga menunjukkan pemasagan perisai tambahan setebal 280 cm berjarak 300 cm di depan tabung berkas neutron radial yang terbuka mereduksi laju dosis gamma dan neutron menjadi 3,3 µSv/jam dan 3,1x10-11 µSv/jam. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain perisai radiasi yang dibuat membuat reaktor

  9. Penetapan Kadar Cimetidin Pada Omekur Tablet Secara Spektrofotometri Di. PT Mutiara Mukti Farama Medan

    OpenAIRE

    Joshua Alexander G.

    2011-01-01

    Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan (Anief, 1999). Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang kesehatan, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digu...

  10. Analisa Tekanan Pada Bantalan Luncur yang menggunakan Minyak pelumas Enduro SAE 20W/50 dan Federal SAE 20W/50 dengan Variasi Putaran

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi dan memperkecil gesekan dan keausan diantara permukaan-permukaan yang bergerak relatif satu sama lain dengan menempatkan bahan pelumas diantara kedua permukaan yang bergerak tersebut.Bahan pelumas yang umum digunakan adalah berupa cairan (liquids) dan semi-liquid, tapi dapat juga berupa padat atau gas, atau kombinasi cair padat dan gas. Bahan pelumas dalam wujud cairan sering disebut dengan minyak pelumas. Minyak pelumas banyak digunakan pada m...

  11. Penetapan Kadar Allopurinol Dalam Omeric Tablet Produksi PT. Mutifa Medan Secara Spektrofotometri Ultraviolet

    OpenAIRE

    Martina Rotua MS

    2011-01-01

    Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang kesehatan, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memp...

  12. PENGARUH PENAMBAHAN PLASTICIZER TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK EDIBLE FILM PATI JAGUNG

    OpenAIRE

    Adiansyah; Bastian, Februadi

    2008-01-01

    ABSTRAK AGROKOMPLEKS 2008 Edible film adalah lapisan tipis dan kontinyu yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan, diletakkan diantara komponen makanan (film) yang berfungsi sebagai penghambat terhadap transfer massa (uap air, oksigen dan zat terlarut) dan sebagai carrier bahan makanan atau aditif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu ekstraksi pati jagung. Pada tahap ini akan diperoleh pati jagung sebagai bahan dasar edible film. Parameter yang diukur pada pati jagung yaitu...

  13. Analisis Kelelahan dan Hubungannya dengan Umur Material Pada Camshaft

    OpenAIRE

    Kurnia Brahmana

    2006-01-01

    Tekanan yang berubah-ubah secara berulang-ulang selama selang waktu tertentu pada bahan akan mengakibatkan kegagalan akibat kelelahan, selanjutnya penyebaran keretakan dan keretakan yang semakin melebar dan sehingga mengakibatkan patah. Umur lelah dari suatu bahan dipengaruhi oleh tingkat amplitudo dari beban yang diberikan kepada bahan tersebut, dan pada umumnya kelelahan pada benjolan camshaft terjadi mulai pada 50 juta getaran. Analisis kelelahan akibat stress, strain, dan gaya memberikan ...

  14. PENAMBAHAN SUSU BUBUK FULL CREAM PADA PEMBUATAN PRODUK MINUMAN FERMENTASI DARI BAHAN BAKU EKSTRAK JAGUNG MANIS [Addition of Full Cream Milk Powder in the Production of Fermented Drink Made from Sweet Corn Extract

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartati Chairunnisa*

    2009-12-01

    Full Text Available The aims of this study were to determine the effect of full cream milk powder addition to the quality of fermented drink from sweet corn extract. The quality examined were total bacteria, total solid, lactic acid content, and acceptability including colour, texture, flavor, and overall acceptance. The experiment was set up in a Completly Randomized Design with five levels of full cream milk powder (8, 10, 12, 14, 16% and four replications. The results showed that addition 12% of full cream milk powder in sweet corn extract resulted in acceptable fermented drink containing of 11.2 x 109 cfu/g lactic acid bacteria, 17.8% total solid, and 0.95% lactic acid. This formula had yellow color, desired texture & flavor and recieived the highest score of overall acceptance.

  15. PEMBUATAN BAHAN BAKU SPREADS KAYA KAROTEN DARI MINYAK SAWIT MERAH MELALUI INTERESTERIFIKASI ENZIMATIK MENGGUNAKAN REAKTOR BATCH [Preparation of Red Palm Oil Based-Spreads Stock Rich in Carotene Through Enzymatic Interesterification in Batch-type Reactor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Wulandari1,2

    2012-12-01

    Full Text Available Enzymatic interesterification of red palm oil (a mixture of red palm olein/RPO and red palm stearin/RPS in 1:1 weight ratio and coconut oil (CNO blends of varying proportions using a non-specific immobilized Candida antartica lipase (Novozyme 435 was studied for the preparation of spread stock. The interesterification reaction was held in a batch-type reactor. Two substrate blends were chosen for the production of spread stock i.e. 77.5:22,5 and 82.5:17.5 (RPO/RPS:CNO, by weight through enzymatic interesterification in three different reaction times (2, 4, and 6 hours. The interesterification reactions were conducted at 60°C, 200 rpm agitation speed and 10% of Novozyme 435. The interesterified products were evaluated for their physical characteristics (slip melting point or SMP and solid fat content or SFC and chemical characteristics (carotene retention, moisture content, and free fatty acid/FFA content. All of the interesterified products had lower SFC and SMP as compared to the initial blends. The SMP and SFC increased in longer reaction times. The SMP ranged from 30.8°C to 34.9°C. The carotene retention ranged from 74.80% to 81.08%, while the moisture content and FFA content increased in longer reaction times. The interesterified products had desirable physical properties for possible use as a spread stock rich in carotene.

  16. Sitotoksisitas bahan restorasi cyanoacrylate pada variasi perbandingan powder dan liquid menggunakan MTT assay (Cytotoxicity of the cyanoacrylate restoration material with variation of powder and liquid ratio by using MTT assay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Meizarini

    2006-03-01

    Full Text Available The requirements for dental material include not toxic, not irritant, no carcinogenic potential, nor cause an allergic response with the use in oral cavity. The cyanoacrylate restoration material has certain substance that can be toxic. Because of the ratio amount of powder and liquid is not known, it can lead the restoration more toxic. The purpose of this study was to know the cytotoxicity of the cyanoacrylate restoration material with different variation of powder and liquid ratio using MTT assay. Six cylinder samples of 5 mm in diameter and 2 mm in thickness were used for each group of 1:1.00; 1:0.75; 1:0.50 powder and liquid ratio of cyanoacrylate restoration materials. Each of samples was immersed in eppendorf micro tubes consisting of media culture. After 24 hour, the immersion of media culture was used to investigate the cytotoxic effect to BHK-21 cell lines by MTT assay method. The density of optic formazan indicated the amount of living cells. All data were statistically analyzed by one-way ANOVA and HSD. The results showed that the percentage of living cells amount of powder and liquid ratio 1:1.00; 1:0.75; 1:0.50 were 98.59%; 95.76%; 94.92% respectively. There was a significant difference between 1:1.00 and 1:0.50 group ratio. The conclusion was that the cytotoxicity between 1:1.00 and 1:0.50 powder and liquid ratio of cyanoacrylate restoration materials in this study decreased.

  17. Pengaruh ketebalan bahan dan lamanya waktu penyinaran terhadap kekerasan permukaan resin komposit sinar (Effects of materials thickness and length of light exposure on the surface hardness light-cured composite resins

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annette Alexandra Susanto

    2006-03-01

    Full Text Available Light-cured resin composite is one of the most commonly used molding materials due to its easy-to-mold characteristic. Nevertheless, care must be taken while treating this material, especially with respect to material thickness and how long it is exposed to light. Failure to treat the material with these optimal parameters will result in undesired hardness. To determine the most favorable value of these two parameters, an experiment was done with 3 different material thicknesses, and 3 different exposure times. After the sample of the resin composite was removed from its molding, it was stored under humid condition for 24 hours. Afterwards hardness test was done on the sample using Micro Vickers Hardness tester from this experiment, the significant difference in hardness was obtained and the maximum hardness was evaluated from the resin composite sample with 2 mm thickness and 60 seconds light exposure.

  18. KARAKTERISASI PATI GANYONG (Canna edulis) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN COOKIES DAN CENDOL Characterization of Edible Canna Starch (Canna edulis) and Its Application as Ingredient for Cookies and Cendol

    OpenAIRE

    Eni Harmayani3); Agnes Murdiati; Griyaningsih Griyaningsih

    2012-01-01

    Edible canna is one of local commodities that could be used as source of carbohydrate in the form of starch. However,its characteristics and application are still poorly understood. The aim of this study was to determine the chemical composition, physical and physicochemical properties of edible canna starch and its application as ingredients for some food products.  Canna starch was obtained from Mekar Sari farmer group, Kulon Progo. The method of this research consisted of the following ste...

  19. Pengaruh pemberian abu sekam padi sebagai bahan desikan pada penyimpanan benih terhadap daya tumbuh dan pertumbuhan bibit kakao (The effects of rice husk ash as desiccation material of seed storage on viability and cocoa seedling growth.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pudji Rahardjo

    2012-08-01

    Full Text Available Rice husk ash as desiccation material can be used to maintain seed viability in storage through its ability to absorb humidity during its storage. High relative humidity caused seed moisture content to increase so the respiration rate of seed increases and uses faster food stock. Finally the viability of seed is lost. A research on use of rice husk ash as desiccation material of cocoa seed storage was conducted in Agronomy Laboratory and Kaliwining Experimental Station, Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute. Completely Randomized Design was used in this research with treatment of rice husk ash application on cocoa seed as follows: 0 g/100 seeds (A, 5 g/100 seeds (B, 10 g/100 seeds (C, 15 g/100 seeds (D, and 20 g/100 seeds (E. This experiment used four replications. Cocoa seeds were stored in plastic bag within carton box in ambient temperature. The storage periods were 1, 2, and 3 weeks, and parameters of observation consisted of electrical conductivity of dipped water of cocoa seeds, percentage of seed germination, percentage of seed emergence, early growth parameters at one month old including seedlings height of seedling, diameter, leaf number, root length, and dry weight. The result of the experiment showed that the use of rice husk ash at 5-10 g/100 seeds could maintain electrical conductivity of dipped water at low level, percentage of seed germination at 99-100 % and percentage of seed emergence at 79-91% after two weeks storage. The use of rice husk ash at 5-10 g/100 seeds after two weeks storage affected height of cacao seedling, but did not affected stem diameters, leaf numbers, root lengths, and dry weights

  20. UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN MIXED-ADSORPTION DRYER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2013-11-01

    produk sehingga beban biaya operasi besar untuk konsumsi bahan bakar. Pengering adsorpsi dengan zeolite berpotensi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi jagung-zeolite dan suhu terhadap kecepatan pengeringan dan kandungan protein dan lemak di dalam jagung. Penelitian dilakukan dengan variabel berubah yaitu rasio antara jagung dan zeolit (1:0, 1:3, 1:1, 3:1 dan suhu udara masuk (suhu kamar, 30oC, 40oC, 50oC. Pengambilan sampel untuk pengujian kadar air dilakukan setiap 15 menit. Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h berdasarkan jumlah panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap dibagi dengan kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolit dan menaikkan suhu udara (Qintr. Profil temperatur dan air di dalam mixed adsorption dryer juga dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah zeolit yang digunakan, kadar air hasil akhir pengeringan makin sedikit, kadar protein dan lemak hasil akhir pengeringan relatif konstan. Semakin besar suhu udara masuk pengering, kadar air hasil pengeringan makin sedikit, kadar protein semakin menurun, dan kadar lemak tidak berubah/relatif konstan. Variabel yang terbaik adalah variabel dengan rasio jagung:zeolit yaitu 1:3 dan menggunakan suhu udara pengering 50oC. Sedangkan variabel yang cocok dan sesuai dengan standar SNI untuk makanan kering (14% adalah variabel dengan menggunakan suhu udara pengering antara 40oC dan 50oC dengan rasio berat jagung : zeolit adalah 1:3. Efisiensi energi diperoleh sebesar 81,23%. Pemodelan yang dilakukan dengan Femlab (COMSOL dapat menggambarkan profil kandungan air dan suhu di dalam jagung dan zeolit. Kata kunci : jagung; pengeringan; efisiensi energi; mixed adsorption dryer; zeolit

  1. INVESTIGASI KARAKTERISTIK TERMOHIDROLIKA TERAS REAKTOR DAYA KECIL DENGAN PENDINGINAN SIRKULASI ALAM MENGGUNAKAN RELAP5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK INVESTIGASI KARAKTERISTIK TERMOHIDROLIKA TERAS REAKTOR DAYA KECIL DENGAN PENDINGINAN SIRKULASI ALAM MENGGUNAKAN RELAP5. Reaktor modular daya-kecil (small modular reactor, SMR memiliki prospek tinggi untuk dibangun di Indonesia. Keluaran dayanya yang relatif kecil dan disainnya yang kompak serta dapat dikonstruksi secara modular memberikan keunggulan fleksibilitas pembangunan yang lebih baik dibanding reaktor konvensional berdaya besar. Disain sistem reaktor kategori ini sangat bervariasi, salah satu diantaranya adalah jenis reaktor air tekan (pressurized water reactor, PWR yang menerapkan sirkulasi alamiah pada sistem pendingin primernya. Selain itu reaktor ini juga memiliki teras (core lebih pendek dibanding PWR konvensional. Dari kedua perbedaan tersebut maka terdapat kemungkinan perbedaan pola perpindahan panas yang dapat berimplikasi terhadap keselamatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan investigasi terhadap karakteristik termohidrolika teras reaktor tersebut khususnya karakteristik temperatur fluida dan bahan bakar serta laju alir fluidanya. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan marjin keselamatan temperatur teras reaktor bila dibanding dengan PWR konvensional. Investigasi dilakukan dengan menggunakan program RELAP5, dimana secara parsial teras reaktor dimodelkan menggunakan model-model generik yang ada pada program dan dilakukan beberapa perhitungan kondisi tunak. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa saat beroperasi pada daya nominalnya, reaktor modular ini memiliki margin temperatur pendidihan sebesar 2K lebih baik dibanding reaktor konvensional. Selain itu, keunggulan marjin keselamatan reaktor modular daya-kecil ini juga ditunjukkan dari naiknya laju alir mengikuti kenaikan dayanya yang berarti memiliki sifat keselamatan yang melekat (inherent safety. Kata kunci: reaktor modular daya-kecil, PWR, sirkulasi alam, RELAP5, termohidrolika   ABSTRACT INVESTIGATION ON CORE THERMAL HYDRAULIC

  2. VERIFIKASI PAKET PROGRAM MVP-II DAN SRAC2006 PADA KASUS TERAS REAKTOR VERA BENCHMARK.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini dilakukan verifikasi perhitungan benchmark VERA pada kasus Zero Power Physical Test (ZPPT teras reaktor Watts Bar 1. Reaktor tersebut merupakan jenis PWR kelas 1000 MWe yang didesain oleh Westinghouse, tersusun dari 193 perangkat bahan bakar 17×17 dengan 3 jenis pengkayaan UO2 yaitu 2,1wt%, 2,619wt% dan 3,1wt%. Perhitungan nilai k-eff dan distribusi faktor daya dilakukan pada siklus operasi pertama teras dengan kondisi beginning of cycle (BOC dan hot zero power (HZP. Posisi batang kendali dibedakan menjadi uncontrolled (semua batang kendali berada di luar teras, dan controlled (batang kendali Bank D didalam teras. Paket program komputer yang digunakan dalam perhitungan adalah MVP-II dan SRAC2006 modul CITATION dengan data pustaka tampang lintang ENDF/B-VII.0. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perbedaan nilai k-eff teras pada kondisi controlled dan uncontrolled antara referensi dengan MVP-II (-0,07% dan -0,014% dan SRAC2006 (0,92% dan 0,99% sangat kecil atau masih dibawah 1%. Perbedaan faktor daya maksimum teras pada kondisi controlled dan uncontrolled dengan referensi dengan MVP-II adalah 0,38% dan 1,53%, sedangkan dengan SRAC2006 adalah 1,13% dan -2,45%. Dapat dikatakan bahwa kedua paket program komputer menunjukkan hasil perhitungan yang sesuai dengan nilai referensi. Dalam hal penentuan kekritisan teras, maka hasil perhitungan MVP-II lebih konservatif dibandingkan dengan SRAC2006. Kata kunci : MVP-II, SRAC2006, PWR, VERA   In this research, verification calculation for VERA core physics benchmark on the Zero Power Physical Test (ZPPT of the nuclear reactor Watts Bar 1. The reactor is a 1000 MWe class of PWR designed by Westinghouse, arranged from 193 unit of 17×17 fuel assembly consisting 3 type enrichment of UO2 that are 2.1wt%, 2.619wt% and 3.1wt%. Core power factor distribution and k-eff calculation has been done for the first cycle operation of the core at beginning of cycle (BOC and hot zero power (HZP. In this

  3. PROSES PENGUJIAN TIDAK MERUSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjito Jokosisworo

    2012-03-01

    Full Text Available Pengujian tidak merusak merupakan bagian dari pengujian bahan, berlainan dengan pengujian merusak, maka pengujian tidak merusak atau Non Destructive Examination(NDE tidak merusak bahan. Pengujian tidak merusak ini terdiri dari : Pengujian Visual, Pengujian dengan Penetrant, Magnetic Particle Testing, radiographic Testing, Ultrasonic Trsting, Eddy Current Testing, Accoustic Emission Testing, Leak Test, Proof test, Magnetic Test for Delta ferrite

  4. Pengaruh Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum Pada Budidaya dengan Metode Rawai

    OpenAIRE

    Yuniarlin Hilmi Farnani; Nunik Cokrowati; Nihla Farida

    2011-01-01

    Eucheuma spinosum merupakan algae makro bentik yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung agar-agar, keraginan dan alginat. Bahan baku tersebut dimanfaatkan dalam industri tekstil, kosmetik, dan makanan. Luasnya pemanfaatan hasil olahan rumput laut dalam berbagai industri, mengakibatkan peningkatan kebutuhan Eucheuma spinosum. Budidaya Eucheuma spinosum yang sudah dilakukan oleh pembudidaya adalah menggunakan metode rakit apung (floating raft method), metode lepas dasar (off bottom...

  5. PEMURNIAN MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MEMBRAN SERAT BERONGGA (Purifi cation of Palm Oil by Using Hollow Fiber Membrane

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasrul Arahman

    2013-06-01

    1307. Hasil karakterisasi dengan SEM menunjukkan bahwa membran yang terbuat dari bahan PES/NMP/PVP, dan PES/NMP/Tetronic 1307 mempunyai struktur macrovoid yang lebih banyak dan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan membran yang terbuat dari bahan PES/NMP. Sifat hidrofilisitas membran campuran juga menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan membran tunggal PES/NMP. Fluks minyak kelapa sawit terbesar diperoleh 0,27 L/m2.hr.atm pada kondisi tekanan operasi 2,0 kg/cm2 untuk membran hollow fi ber dari bahan PES/NMP/PVP. Kata kunci: Membran serat berongga, polietersulfon, minyak kelapa sawit

  6. Breaching the Fortress Wall. Understanding Terrorist Efforts to Overcome Defensive Technologies

    Science.gov (United States)

    2007-01-01

    pines, and perhaps in Australia as well (Abuza, 2003b; Almonte , 2004; Gunaratna, 2004; Rabasa, 2003). The most notable of these, Camp Abu Bakar...of July 1, 2005: http://www.jcpa.org/brief/brief004-12.htm Almonte , Jose T., “Enhancing State Capacity and Legitimacy in the Counter- Terror War,” in

  7. Uklanjanje jona olova iz vodenih rastvora upotrebom prirodnog i Fe(III)-modifikovanog zeolita

    OpenAIRE

    Kragović, Milan M.

    2014-01-01

    Gvožđe oksidi i prirodni zeoliti su efikasni adsorbenti jona teških metala iz vodenih rastvora. Međutim, kako bi se unapredile adsorpcione osobine i gvožđe oksida i prirodnih zeolita prema različitim zagađivačima, gvožđe oksidi se često impregniraju na površine poroznih zeolitskih minerala. Kako bi se dobio efikasniji adsorbent jona olova iz vodenih rastvora, u ovoj doktorskoj disertaciji je urađena modifikacija prirodnog zeolita-klinoptilolita iz ležišta Zlatokop, Vranjska Banja u Srbiji kom...

  8. Adsorpcija pesticida na zeolitima, polianilinu i njihovim kompozitima

    OpenAIRE

    Milojević-Rakić, Maja

    2014-01-01

    Katalitička svojstva Fe-modifikovanih zeolita zavise od formiranja dimernih i oligomernih vrsta gvožđa, kao i čestica gvožđe-oksida. U ovoj doktorskoj disertaciji je sinteza Femodifikovanih ZSM-5 zeolita izvedena metodom jonske izmene iz razblaženih rastvora različitih soli (Fe(III)citrata, Fe(II)oksalata i Fe(III)nitrata). Pokazano je da aktivnost Femodifikovanih zeolita kao katalizatora zavisi od soli gvožđa u čijem prisustvu se vrši izmena, što ukazuje da je moguće, iz razbl...

  9. Analiza mogućnosti smanjenja emisija čađe i NOx na suvremenim sporohodnim dizelskim dvotaktnim motorima

    OpenAIRE

    Senčić, Tomislav

    2010-01-01

    Smanjenje emisija dušikovih oksida i čađe uz povećanje stupnja djelovanja glavni su ciljevi kod razvoja suvremenih dizelskih motora. Proizvođači velikih brodskih motora razvijaju sustave koji omogućuju veliku fleksibilnost u radu i različite strategije koje omogućuju postizanje spomenutih ciljeva. U tu svrhu se osim mjerenja koriste kompjutorske simulacije. Za proračun tvorbe štetnih tvari najprikladnije su 3D numeričke simulacije. Veliki brodski motor specifičan je zbog svo...

  10. PREPARASI KATALIS ABU KULIT KERANG UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK NYAMPLUNG MENJADI BIODIESEL (Preparation of Cockle Shell Powder Catalyst for Transesterificationof Calophyllumi inophyllum L. Oil to Biodiesel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhra Zuhra

    2015-05-01

    menggunakan katalis padat dari kulit kerang. Dari pola XRD mengindikasikan bahwa CaCO3 terkonversi dari kulit kerang sempurna menjadi CaO ketika kulit kerang dikalsinasi pada suhu 900 oC. Hasil rekaman SEM diperoleh ukuran partikel katalis setelah dipijar menjadi kecil. Aktivitas katalis tertinggi diperoleh pada penggunaan abu kulit kerang yang dikalsinasi pada suhu 900 oC. Rendemenmetil ester tertinggi mencapai 87,4% setelah 3 jam reaksi. Katalis abu kulit kerang telah terbukti dapat digunakan untuk reaksi transesterifikasi minyak nabati menjadi biodiesel. Kata kunci: Kulit kerang, biodiesel, katalis heterogen, kalsium oksida, minyak nyamplung, transesterikasi

  11. Ispitivanja uticaja srednjeg masenog udela azota u nitrocelulozii veličine čestica modifikatora na brzine sagorevanja dvobaznih raketnih goriva

    OpenAIRE

    Maslak Panto; Tot Lajoš

    2002-01-01

    Istraživana je katalitička aktivnost balističkih modifikatora: baznog olovo-stearata, kalcijum-karbonata, kobalt (IH)-oksida i čadi, za različite masene udele azota u nitrocelulozi, kao komponenti dvobaznog raketnog goriva, kao i uticaj veličine čestica balističkih modifikatora na brzinu sagorevanja dvobaznih raketnih goriva. Kao mera katalitičke aktivnosti korišćen je koeficijent katalitičke aktivnosti, koji predstavlja odnos brzine sagorevanja referentnog modela dvobaznog raketnog goriva sa...

  12. UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR KASUMBA TURATE (Carthamus tinctorius LINN) SEBAGAI UPAYA PEMBUATAN SEDIAAN TERSTANDAR MENUJU PROTOTIPE SKALA INDUSTRI KECIL

    OpenAIRE

    Usmar; Syukur, Rahmawati; Tayeb, Rosany; Abdullah, Nurlaila

    2008-01-01

    Kekebalan tubuh adalah resistensi terhadap penyakit terutama penyakit infeksi. Gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalam resistensi terhadap infeksi disebut sistem imun dan reaksi yang dikoordinasi sel-sel dan molekul-molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya disebut respon imun. Sistem imun diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidupnya. Aktifitas system imun dapat menurun karena berbagai factor...

  13. Strength Pada Amalgam

    OpenAIRE

    Sri Handayani

    2008-01-01

    Amalgam didefinisikan sebagai campuran dari dua atau beberapa logam (alloy) yang salah satunya adalali merkuri. Dental amalgam sendiri merupakan campuran dari merkuri (Hg), perak (Ag), timah (Sn), tembaga (Cu) dan bahan-bahan lain yang memiliki fungsinya masing-masing, dimana sebagian diantaranya akan saling mengatasi kekurangan yang ditimbulkan logam lain, jika logam tersebut dikombinasikan dengan perbandingan yang tepat. Amalgam mempunyai strength (kekuatan) yang cukup besar sehingga dap...

  14. Pengembangan Minyak Jarak Pagar sebagai Biodisel (Development of Jatropha Oil as Biodiesel)

    OpenAIRE

    Elisa Julianti

    2009-01-01

    Situasi harga minyak dunia yang tidak stabil menyebabkan banyak negara mulai mencari energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi. Biodisel adalah minyak disel yang dibuat dari bahan?bahan alami, dari sumber yang dapat diperbaharui seperti minyak nabati dan lemak hewan. Penelitian mengenai penggunaan minyak jarak pagar sebagai biodisel atau biofuel saat ini intensif dilakukan. Pada tahap awal dilakukan penelitian mengenai kemungkinan teknis yang berhubungan dengan penggunaan minyak jarak p...

  15. Perbandingan Total Padatan Tersuspensi Dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) Pada Analisis Air Limbah Kelapa Sawit Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

    OpenAIRE

    Arizta

    2009-01-01

    Komposisi utama dari air limbah kelapa sawit adalah bahanbahan organik terutama seperti minyak dan serat dari TBS (Tandan Buah Segar) adalah parameter yang digunakan untuk menunjukkan karakter air limbah kelapa sawit meliputi parameter organik seperti Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) dan parameter fisika seperti Total Padatan Tersuspensi. Total Padatan Tersuspensi dengan metode gravimetri dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) ditentukan dengan metode Winkler pada temperatur 20ºC dengan masa...

  16. Sistem Kendali Penyaluran Air Pendingin (Water Chiller) Pada Proses Pencetakan Sarung Tangan Latex (Aplikasi PT. Medisafe Technologies)

    OpenAIRE

    Gultom, Linando F.

    2010-01-01

    Dalam dunia industri banyak digunakan peralatan–peralatan yang sistem kerjanya dikendalikan secara otomatis dalam melakukan proses produksi. Dalam hal ini untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi (produk) yang sesuai dengan permintaan kosumen berdasarkan mutu produk yang diinginkan. PT. Medisafe Technologies merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan sarung tangan. Dalam pencetakan sarung tangan yang dimasukkan dalam tangki latex yang dilapisi air sebagai pendingin yang dialir...

  17. Penetapan Bilangan Asam Dalam Mie Instant Produk PT. Indofood Medan

    OpenAIRE

    Harahap, Rahmidawati

    2010-01-01

    Bilangan asam merupakan salah satu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kualitas minyak atau lemak, bilangan asam juga dapat dilakukan untuk pengujian minyak atau lemak yang berasal dari hasil ekstraksi produk makanan seperti mie. Lemak diartikan sebagai suatu bahan makanan yang pada temperatur biasa terdapat dalam bentuk padat, sedangkan minyak adalah suatu bahan makanan yang dalam temperatur biasa terdapat dalam bentuk cair. Pengukuran bilangan asam pada mie maksimal 1 mg/g. Jika bilan...

  18. Pengaruh Busur Api Terhadap Kekuatan Dielektrik Gas SF6

    OpenAIRE

    Jhony

    2011-01-01

    Bahan isolasi gas yang sering digunakan adalah gas SF6. Sifat –sifat dari gas SF6 ini tidak berwarna, tidak beracun, tidak berbau. Salah satu pemanfaatan dari gas SF6 ini sebagai bahan isolasi adalah pada pemutus tenaga (circuit breaker). Jika pemutus tenaga SF6 membuka, maka pada sela kontaknya akan terjadi busur api. Busur api akan menaikkan temperatur gas SF6 sehingga ada dugaan gas SF6 mengalami perubahan struktur kimia, sehingga sifat listriknya berubah. Tugas akhir ini ak...

  19. Penyebab Defisiensi Nutrisi Pada Murid Penderita Angular Cheilitis Di Sekolah Dasar ST.ANTONIUS 1 Dan Sekolah Dasar Negeri 060895 Medan

    OpenAIRE

    Purba, Tika Elamayanti

    2013-01-01

    Rongga mulut merupakan salah satu bagian terkecil dari seluruh tubuh manusia, tetapi baik bagi dokter umum terutama dokter gigi merupakan bagian tubuh yang penting. Rongga mulut merupakan cermin kesehatan seseorang, merupakan pintu pertama masuknya bahan-bahan makanan untuk kebutuhan pertumbuhan individu yang sempurna serta kesehatan yang optimal.1 Penyakit yang terjadi di dalam mulut dapat terjadi pada mukosa non-keratin dan mukosa berkeratin, pada umumnya dapat memberikan keluhan atau ta...

  20. Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas (Gossypium sp. dan Jerami (Oryza sativa Melalui Reaksi Nitrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adly Rahmada

    2013-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan baku selulosa pada proses pembuatan nitroselulosa dari bahan selulosa kapas dan jerami dengan reaksi nitrasi, mempelajari pengaruh waktu dan suhu reaksi terhadap kualitas nitroselulosa yang dihasilkan, dan membandingkan kualitas nitroselulosa yang dihasilkan dari selulosa kapas dan jerami. Prosedur penelitian ini adalah menimbang dan memasak bahan baku dengan menggunakan larutan pemasak NaOH. Langkah selanjutnya adalah mereaksikan HNO3 dengan H2SO4 dan mengkondisikan reaktor sesuai dengan variabel suhu.Langkah berikutnya adalah mereaksikanbahan bakukapas atau jerami sesuai dengan variabel waktu. Langkah terakhir adalah mencucinya dengan aquadest dan larutan NaHCO3. Kemudian dilakukan pengukuran uji kelarutan untuk memperoleh persen yield dan uji FTIR. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah bahan baku selulosa jerami menghasilkan persen yield nitroselulosa produk lebih besar daripada kapas. Persen yield nitroselulosa jerami mencapai 86% sedangkan untuk kapas 68%. Pengaruh waktu reaksi nitrasi terhadap produk nitroselulosa didapatkan semakin bertambah waktu reaksi maka menghasilkan yield dan kandungan gugus nitro semakin besar. Sedangkan untuk pengaruh suhu reaksi didapatkan  semakin rendah suhu reaksi maka persen yield dan gugus nitro yang diperoleh semakin besar. Perbedaan kualitas nitroselulosa dari bahan baku kapas dan jerami ditunjukkan dengan substitusi gugus nitro dari produk nitroselulosa, maka dapat diketahui bahwa nitroselulosa dari kedua bahan baku memiliki kualias yang hampir sama dengan dua substitusi gugus nitro.

  1. KARAKTERISTIK MORFOLOGI, TERMAL, FISIK-MEKANIK, DAN BARRIER PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU KOMPOSIT PATI TERMOPLASTIK-LLDPE/HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryat Waryat

    2013-08-01

      ABSTRAK   Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel. Kata kunci: plastik biodegradabel, pati termoplastik, compatibilizer MA-g-LLDPE/HDPE

  2. PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS BAHAN PELINDUNG UNTUK MEMPERTAHANKAN VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DI ISOLASI DARI AIR SUSU IBU PADA PROSES PENGERINGAN BEKU [Utilization of various cryogenic agents during freeze drying to Maintain the viability of Lactic Acid Bacteria Isolated from breast milk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Nyoman Puspawati1*

    2010-06-01

    Full Text Available Lactic acid bacteria are the most important bacteria having potential as probiotic. The objectives of the present study were to examine the growth of Lactic Acid Bacteria, identify the Lactic Acid Bacteria capable of surviving and evaluate the best cryogenic agents that protect the viability of Lactic Acid Bacteria during freeze drying. Four cryogenic agents, i.e. sucrose, lactose, skim milk and maltodextrin, were used in freeze drying of three species of Lactic Acid Bacteria, i.e. Pediococcus pentosaceus A16, Lactobacillus brevis A17 and Lactobacillus rhamnosus R21 isolated from breast milk. Evaluation included viability before and after freeze drying, survival of freeze dried culture in 0.5 % bile salt and low pH for 5 hours. The result showed that three of cryogenics, i.e. sucrose, lactose and skim milk improved the viability of freeze dried of all lactobacilli, except maltodextrin that did not give protection to L. rhamnosus R21. Evaluation on the survival of LAB in 0.5 % bile salt showed that cryogenic agents improved the survival rate of all Lactic Acid Bacteria during freeze drying. The cryogenic also improved the survival rate of LAB at low pH, with the best protection given by skim milk on L. rhamnosus R21.

  3. BAHAN PENYERAP KMnO4 DAN ASAM L-ASKORBAT DALAM PENGEMASAN AKTIF (ACTIVE PACKAGING UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN DAN MEMPERTAHANKAN MUTU BUAH DUKU (Lansium domesticum Corr. [Adsorbers for KMnO4 and L-Ascorbic Acid in the Active Packaging to Prolong the Shelve-Life and Maintain the Quality of Lanzone (Lansium domesticum Corr. Fruits

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soesiladi E Widodo

    2005-08-01

    Full Text Available To develop an active packaging of lanzone (Lansium domisticum Corr. Fruits, KmnO4 as an ethylene scavenger and L-ascorbic acid as an oxygent scavenger were inserted into packaging. As direct contact of KmnO4 with agricultural product was not recommended and due to the liquid characteristic of both scavenger was carried out. This research was aimed at finding out the best adsorbers for KmnO4, L-ascorbic acid, and their combination in an active packaging to prolog the shelve-life and to maintain the quality of lanzone fruits. The result showed that 1 among the four adsorbers tested, pumice could was the best alternative as a KmnO4 or L-ascorbic acid adsorbers, and 2 spon and pumice were the best alternative adsorber for the combination of KmnO4 or L-ascorbic acid. Both adsorber were effective in prolonging the shelve-live (8-11 days longer than with out packaging and as good as using silica gel and vermiculite and maintaining the quality of lanzone fruits.

  4. Physical characteristic of brown algae (Phaeophyta from madura strait as irreversible hydrocolloid impression material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prihartini Widiyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Background: Brown algae is a raw material for producing natrium alginates. One type of brown algae is Sargassum sp, a member of Phaeophyta division. Sargassum sp could be found in Madura strait Indonesia. Natrium alginate can be extracted from Sargassum sp. The demand of alginate in Indonesia is mainly fulfilled from abroad, meanwhile Sargassum sp is abundantly available. Purpose: The purpose of study were to explore the potency of brown alga Sargassum sp from Madura strait as hydrocolloid impression material and to examine its physical characteristic. Methods: The methods of research including extraction natrium alginate from Sargassum sp, synthesis of dental impression material and the test of porosity, density, viscosity, and water content of impression material which fulfilled the standard of material used in clinical application in dentistry. Results: Extraction result of Sargassum sp was natrium alginate powder with cream colour, odorless, and water soluble. The water content of natrium alginate was 21.64% and the viscosity was 0.7 cPs. The best porosity result in the sample with the addition of trinatrium phosphate 4% was 3.61%. Density value of impression material was 3 gr/cm3. Conclusion: The research suggested that brown algae Sargassum sp from Madura strait is potential as hydrocolloid impression material, due to its physical properties which close to dental impression material, but still need further research to optimize the physical characteristic.Latar belakang: Alga coklat adalah sumber bahan baku material natrium alginat. Salah satu jenis alga coklat adalah Sargassum sp yang merupakan anggota divisi Phaeophyta. Sargassum sp dapat ditemukan di Selat Madura Indonesia. Natrium alginat dapat diekstraksi dari Sargassum sp. Kebutuhan akan bahan ini di Indonesia sebagian besar dipenuhi dari impor, padahal ketersediaan Sargassum sp di Indonesia sangat melimpah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi alga coklat

  5. Analisis Struktur Mikro Dan Perubahan Fasa γ-TiAl Sebagai Material Paduan Tahan Temperatur Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyka Rahayu Meyla Sari

    2013-03-01

    Full Text Available Kebutuhan material paduan tahan temperatur tinggi semakin meningkat salah satunya pada industri pesawat terbang. Paduan intermetalik γ-TiAl dijadikan kandidat sebagai konstruksi aplikasi temperatur tinggi karena lebih ringan dan memiliki ketahanan pembakaran yang baik. Sintesa substrat dilakukan melalui proses mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill selama 10 jam dengan kecepatan 400 rpm dilanjutkan annealing pada 900oC selama 30 menit. Sintesa paduan γ-TiAl melibatkan serbuk titanium dan aluminium dengan komposisi Ti64wt%-Al. Pengujian thermal cyclic dilakukan pada temperatur 8000C selama satu jam kemudian didinginkan sampai temperatur kamar dan dibiarkan selama 30 menit untuk setiap siklusnya dengan menggunakan burner oxygen acetelene sebagai simulasi aplikasi paduan g-TiAl pada temperatur tinggi. Pengujian XRD dilakukan untuk mengidentifikasi transformasi fasa dari senyawa yang terbentuk, SEM-EDAX dilakukan untuk mengamati morfologi dan komposisi unsur dari mikrostruktur. Fasa intermealik γ-TiAl terbentuk sebagai hasil sintesa paduan setelah mechanical alloying dan annealing. Perlakuan thermal cyclic hingga  siklus kelima terbentuk oksida Al2O3, TiO2 dan Al2TiO5 sebagai produk oksidasi dari paduan γ-TiAl. Oksida SiO2 dan Mg(SiO3 muncul akibat kereaktifan unsur yang berada pada batu tahan api yang digunakan sebagai tempat spesimen saat dilakukan pemanasan sehingga kedepannya disarankan untuk tidak menggunakan batu tahan api.

  6. Perbandingan umbi iles-iles dan singkong sebagai substrat fermentasi Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KUSMIYATI

    2010-11-01

    Full Text Available Kusmiyati. 2010. Perbandingan umbi iles-iles dan singkong sebagai substrat fermentasi Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol. Bioteknologi 7: 63-72. Produksi bioetanol meningkat dengan cepat karena merupakan energi terbarukan untuk mengatasi krisis energi yang disebabkan oleh habisnya minyak fosil. Produksi bioetanol skala besar di industri umumnya menggunakan bahan baku seperti tebu, jagung, dan ubi kayu yang juga diperlukan sebagai sumber makanan. Oleh karena itu, banyak studi pada proses bioetanol terkait dengan penggunaan bahan baku yang tidak bersaing dengan pasokan makanan. Salah satu alternatif bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah bahan berpati yang tersedia secara lokal yaitu iles-iles (Amorphophallus mueller Blum. Kandungan karbohidrat umbi iles-iles sekitar 71,12% yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan umbi singkong (83,47%. Pengaruh berbagai bahan awal, konsentrasi pati, pH, waktu fermentasi dipelajari. Konversi dari bahan berpati menjadi etanol memiliki tiga langkah, pencairan dan sakarifikasi dilakukan dengan α-amilase dan amyloglucosidase kemudian difermentasi dengan ragi S.cerevisiaie. Bioetanol tertinggi diperoleh pada variabel berikut rasio pati: air = 1:4; likuifaksi dengan 0,40 mL α-amilase (4h; sakarifikasi dengan amyloglucosidase 0,40 mL (40h; fermentasi dengan 10 mL S.cerevisiae (72h memproduksi bioetanol 69,81 g/L dari singkong sementara 53,49 g/L dari umbi iles-iles. Pada kondisi optimum, gula total dihasilkan 33.431 g/L dari ubi kayu sementara 16.175 g/L dari umbi iles-iles. Pengaruh pH menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan terbaik diperoleh pada pH fermentasi 5,5 baik untuk ubi kayu maupun umbi iles-iles. Hasil studi menunjukkan bahwa umbi iles-iles menjanjikan sebagai bahan baku bioetanol karena menghasilkan bioetanol hampir sama dengan ubi kayu.

  7. PENGARUH WAKTU KONTAK TERHADAP DAYA ADSORPSI KARBON AKTIF PADA PROSES PURIFIKASI CH4 DARI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nani Harihastuti

    2016-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan biogas sebagai bahan bakar secara langsung sering menimbulkan permasalahan yaitu terjadi bau tidak sedap, peralatan logam  dan kompor cepat berkarat, dinding dapur terkikis  dan api sering  padam sendiri. Hal ini disebabkan dalam biogas selain metana (CH4 terkandung gas-gas lain H2S, NH3, CO2, H2 , CO dan uap air (H2O. Beberapa gas yang bersifat impurities ( H2S, NH3, CO2 dan uap air /H2O akan menurunkan nilai kalori dari biogas dan merugikan lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan gas impurities dari biogas melalui proses purifikasi sehingga diperoleh biogas yang mempunyai nilai kalor tinggi dan ramah lingkungan.Metode yang dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan  adsorben karbon aktif dengan variabel waktu kontak, untuk mendapatkan daya adsorpsi yang optimum dari karbon aktif terhadap gas impurities yang ada dalam biogas. Hasil penelitian ini diperoleh data- data              penghilangan / reduksi gas  impuritis H2S mencapai 99,99% , dari 4200 ppm menjadi 0,22 ppm, penghilangan gas NH3 mencapai 94,96%, dari 12,7 ppm menjadi 0,65 ppm, penghilangan gas CO2 mencapai 77,48 %, dari 30, 77 % menjadi 6,93 %, penghilangan uap air (H2O mencapai 97,95%,  dari 0,584 mg/lt menjadi 0,012 mg/lt.Kenaikan konsentrasi methane (CH4 dari 38,2 % menjadi 84,12 %. Hasil purifikasi metana (CH4 dari biogas ini merupakan sumber energi  terbarukan yang aman dan  ramah lingkungan serta dapat di kembangkan lagi penerapannya di IKM tahu lainnya. Waktu jenuh adsorben karbon aktif diperoleh setelah  48 jam proses purifikasi berlangsung. Daya adsorpsi Karbon aktif optimum terhadap masing masing komponen gas impuritis adalah sebagai berikut terhadap H2S adalah  10,98 mg H2S/gram karbon aktif/menit, terhadap NH3  adalah 0,016 mg NH3/gram karbon aktif/menit, terhadap CO2 adalah 0,090mg CO2/gram karbon aktif/menit.Dampak yang terjadi bila biogas tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terlepas ke

  8. Pengembangan Proses Produksi Biodiesel Biji Karet Metode Non-Katalis Superheated Methanol pada Tekanan Atmosfir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2009-01-01

    point, and the acid number of non-catalyst method is better than the catalyst method.The disadvantage is that micro carbon residue contained by biodiesel of rubber seed oils (B-100 are still high enough above the allowable standard. The optimum methyl ester content was obtained at molar ratio of 160 and the reaction temperature 290 oC because it produces the largest biodiesel and the smallest glycerol. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses produksi biodiesel dari biji karet (Hevea brasiliensis yang dilaksanakan di Indonesia pada umumnya memakai metode katalis (asam atau alkil dan metode pencucian basah atau metode pencucian kering. Metode katalis membawa banyak kerugian antara lain: waktu produksi lama, biaya produksi tinggi karena menggunakan magnesol sebagai absorban, terutama jika pemurniannya menggunakan air (sistem pencucian basah karena akan dapat merusak komponen mesin seperti misalnya: seal cepat bocor, mudah timbul jamur, karat / korosi pada silinder head, pompa dan saringan bahan bakar sering buntu, dan sebagainya. Proses produksi biodiesel dengan metode non-katalis dapat mengatasi kelemahan seperti disebutkan di atas. Pada studi ini, minyak biji karet diperoleh dengan metode pengepresan. Spesifikasi minyak adalah sebagai berikut: viskositas 5,19 cSt, densitas 0,9209 g/ml, kandungan air 0,2%, asam lemak bebas (FFA 6,66%, dan titik didih 305oC. Metodelogi yang digunakan adalah pemrosesan biji karet menjadi biodiesel metode non-katalis superheated methanol. Tranesterifikasi berlangsung di dalam sebuah Bubble Column Reactor (BCR pada temperatur reaksi 270oC, 275oC, 280oC, 285oC, dan 290oC serta pada tekanan atmosfir. Rasio molar antara methanol dan minyak biji karet adalah: 140, 150, dan 160. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuatan biodiesel dari minyak nabati metode katalis biasanya melalui berbagai tahapan proses yaitu: proses degumming untuk melepaskan getah atau lendir yang dikandungnya, esterifikasi untuk menurunkan kadar FFA sampai di bawah

  9. APLIKASI GEOLISTRIK 3-DIMENSI UNTUK MENGETAHUI SEBARAN LIMBAH RCO (RUBBER COMPOUND OILS DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FV Daraninggar

    2014-11-01

    Full Text Available Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai. Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dengan spasi antar elektroda lima meter. Data nilai resistivitas limbah industri minyak bakar RCO diolah menggunakan software IPI2Win, kemudian distribusi resistivitas digambarkan dalam bentuk 3-dimensi menggunakan software Res2dinv, Res3dinv, Slicer Dicer. Hasil interpretasi 3-dimensi menyimpulkan bahwa limbah industri minyak bakar RCO telah menyebar lebih dari 43,75 meter ke arah timur pabrik, lebih dari 20 meter ke arah utara dan kedalaman lebih dari 12 meter dengan nilai resistivitas 11-20 ohm.m. Limbah diduga tersebar pada lapisan tanah dengan struktur batuan lempung dan pasir. {0>Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai.<}0{>Waste treatment technology of used rubber tires to produce RCO (Rubber Compound Oils fuel oil is a solution of the accumulatoin of abandoned used tires.<0} {0>Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan.<}0{>However, the oil conversion of dumped RCO wastes might cause environmental pollution.<0} {0>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.<}0{>The purpose of this study was to determine the resistivity value and the pattern of 3D distribution of industrial RCO wastes in a treatment plant, subdistrict

  10. STUDI KAPASITAS DAN KEAMANAN PENGINJEKSIAN CO2 KE DALAM FORMASI BATUAN SEDIMEN PADA CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR

    OpenAIRE

    2013-01-01

    Teknologi Carbon Capture and Geological Storage (CCGS) merupakan salahsatu upaya mitigasi pemanasan global. Teknologi ini dapat mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan oleh emitter besar seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan industri semen, dengan cara menyaring emisi CO2 dari industry tersebut lalu menyalurkannya ke suatu tempat untuk kemudian diinjeksi ke kedalaman bumi. CCGS telah mulai dikembangkan melalui pilot project pada negara maju seperti Sleipner North Sea Project dan Sn...

  11. ANALISIS SISTEM PENETAPAN FRANCHISE FEE DAN ROYALTY FEE PADA FRANCHISE BRC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Walid Darmawan

    2016-02-01

    Full Text Available Pada saat ini bisnis franchise atau waralaba di indonesia, semakin menjamur dan banyak diminati oleh masyarakat untuk mencari peluang baru, dari mulai waralaba lokal seperti Ayam bakar Wong Solo, Es Teller 77, Burger Mr.Edam,Alfa Mart, Indomart dan lain-lain. Sampai waralaba mancanegarapun semakin banyak diminati seperti KFC, Mc.Donalds, Hoka-Hoka Bento, Starbuck Coffiee dan lain sebagainya.DOI: 10.15408/aiq.v2i1.2472

  12. Utilization of Carbonized Wood from Tropical Fast-Growing Trees for Functional Materials

    OpenAIRE

    Joko Sulistyo; Toshimitsu Hata; Sri Nugroho Marsoem

    2015-01-01

    Pembangunan hutan tanaman dari jenis-jenis cepat tumbuh di kawasan tropis menimbulkan limbah biomassa kayu yang sebagian saat ini digunakan untuk kayu bakar dan sebagian lain digunakan untuk produksi arang dengan tujuan penggunaan yang terbatas. Pengembangan material-material fungsional untuk berbagai aplikasi teknik dengan memanfaatkan arang kayu dari jenis pohon cepat tumbuh harus mempertimbangkan struktur mikro dan struktur pori dalam arang kayu yang berhubungan dengan kondisi karbonisasi....

  13. SOF/Convention Force Light Footprint Interdependence in Asia and Beyond

    Science.gov (United States)

    2013-04-01

    the region.24 Further, the Indonesian Muslim cleric Abu Bakar Bashir, known as the spiritual leader of JI who carried out the 2002 Bali bombings...to teach men how to fish, and you can stop a famine”. Applied from a security perspective , “Give a man a gun and he will fight for his family...terrorist, and criminal organizations. The 2001 war in Afghanistan toppled a government that rose to power when their brand of extremism went

  14. Alloying of titanium by oxygen during chamber electroslag remelting/Legiranje titanijuma kiseonikom u peći za elektropretapanje pod troskom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anatoliy D. Ryabtsev

    2014-10-01

    Full Text Available The paper presents the results of alloying titanium by oxygen in the process of chamber electroslag remelting. As an oxygen-containing ligature, we used the electrodes-satellite from the reaction mass residues mixture from the retort lid for magnesium thermal reduction of a titanium sponge, a specially prepared gaseous argon oxygen mixture containing 30% oxygen applied directly to the melting space, microsize (10-15 mm powder particles of titanium oxide and titanium oxide nanopowder with a particle size of 21 ± 5 nm. The structure and the properties of titanium alloyed by oxygen from the oxygen-containing ligature, gas phase and titanium oxide powder during chamber electroslag remelting of the titanium sponge are investigated. It was found that at the oxygen content of 0.053%mas. to 0.22%mas. in the metal formed a homogeneous single-phase structure typical for commercial titanium formed by polyhedral grains of the α-phase. The increase of the oxygen concentration in titanium for more than 0.22%mas. leads to the formation of the microstructure with a typical needle structure, which allows it to be classified as the α ׳-phase. / U radu su prikazani rezultati legiranja titanijuma kiseonikom u procesu elektropretapanja pod troskom u peći. Za vezivo, koje sadrzi kiseonik, korišćene su satelit elektrode iz reakcije masenih ostataka mešavine iz poklopca retorte za termalnu redukciju magnezijumtitanijumskog sunđera, specijalno pripremljena mešavina gasa argona i kiseonika sa 30% kiseonika primenjena direktno na mesto topljenja, čestice praha titanijum-oksida mikroveličine 10-15mm i nanoprah titanijum-oksida veličine čestica od 21± 5 nm. Ispitane su struktura i karakteristike titanijuma legiranog kiseonikom iz veziva , gasne faze i praha titanijum-oksida tokom elektropretapanja titanijumovog sunđera pod troskom u peći. Utvrđeno je da se pri sadržaju kiseonika od 0.053%mas.do 0.22%mas. u metalu formira homogena jednofazna struktura tipi

  15. Penumpatan Lesi Abrasi Servikal dengan "Light-Cured Glass Ionomer Cement" (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot Sutrisno

    2015-10-01

    Full Text Available Penumpatan cacat gigi pada daerah servikal dengan bahan tumpat sewarna gigi masih banyak mengalami masalah. Beberapa bahan tumpat mulai dari semen silikat sampai dengan resin komposit masih belum memberikan kepuasan bagi para dokter gigi. Silikat banyak menimbulkan kematian terhadap jaringan pulpa karena daya iritasinya yang sangat besar, dan resin komposit banyak mengalami kegagalan dalam retensinya.Semen ionomer gelas memberikan harapan yang baik walaupun pada generasi pertama menunjukkan hasil yang tidak memuaskan."Light-cured glass-ionomer cement" yang merupakan pengembangan semen ionomer gelas konvensional menunjukkan hasil yang baik dalam retensi, estetika, dan sifatnya yang cocok terhadap jaringan keras gigi dan pulpa. Pada penumpatan lesi abrasi daerah servikal dengan "light-cured glass-ionomer cement" menunjukkan hasil yang sangat baik untuk menghilangkan gejala hipersensitivitas, retensi, dan estetikanya setelah kontrol selama 3 minggu. Evaluasi dalam waktu mendatang sangat perlu guna melihat penampilan klinis dan efeknya terhadap jaringan pulpa untuk mendukung penggunaan bahan ini secara luas.

  16. PENGARUH WAKTU FERMENTASI MENGGUNAKAN Lactobacillus plantarum TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA TEPUNG MOSOF (Modified Sorghum Flour

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faza Aruni

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah beras dan terigu. Ketika permintaan pasar semakin meningkat sedangkan ketersediaan bahan terbatas akan terjadi permasalahan baru yaitu kelangkaan bahan pangan tersebut. Salah satu alternatif pemecah masalah kelangkaan bahan pangan adalah melalui substitusi dengan sorgum atau sering disebut dengan MOSOF (modified sorghum flour. Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench merupakan salah satu sumber karbohidrat. Pada proses fermentasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan protein terhadap waktu fermentasi. Pada penelitian kali ini fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme yaitu Lactobacillus plantarum. Dari hasil uji counting chamber ditetapkan jumlah sel mikroorganisme yang digunakan sebanyak 107 sel/ml, pada bakteri Lactobacillus plantarum pemanenan starter dilakukan pada jam ke 2,5. Dari data hasil laboratorium didapatkan data untuk sorgum yang difermentasi menggunakan Lactobacilus plantarum menurunkan protein dari 9,819 + 0,766 menjadi 7,428 + 0,931 %.

  17. OPTIMALISASI MRP PARAMATER PADA COMMON MATERIAL UNTUK MEMBERI NILAI TAMBAH PADA PROSES KANBAN DI PT UNELEC INDONESIA (UNINDO DENGAN SIMULASI PART-VARIABLE TOOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Susatyo

    2016-02-01

    Full Text Available Part-Variable Tools merupakan  aplikasi kecil yang dibuat dengan Ms. Excel, untuk melakukan perhitungan dan usulan MRP parameter dengan mempergunakan data transaksi bahan baku paling sedikit 1 tahun kebelakang.”Common Material” adalah tipe bahan baku yang ada di PT UNINDO yang harus selalu tersedia dalam kotak (bin di Gudang Persediaan dan sumber kebutuhan akan bahan baku ini diminta oleh karyawan Gudang. Permintaan jumlah kuantitinya berdasarkan jumlah akutal yang ada dibandingkan dengan nilai level permintaan kembali (ROP yang tertera pada KARTU KANBAN. Nilai ROP tersebut merupakan parameter MRP yang digunakan dalam perhitungan kebutuhan material.Perhitungan MRP dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas, produktifitas, dan efisiensi, perbaikan komunikasi, dan menurunkan biaya-biaya dan hal hal yang tidak diperlukan serta mendekati keinginan konsumen dengan meminimalkan waktu tunggu ( Kootaneel, 2013  

  18. PENGGUNAAN PENGAWET DAN PEMANIS BUATAN PADA PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS DI WILAYAH KABUPATEN KULON PROGO-DIY (The Use of Preservatives and Artificial Sweeteners in Elementary School-Food in Kulon Progo District of DIY Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chatarina Wariyah

    2013-08-01

    -substances   ABSTRAK Pangan jajanan anak sekolah (PJAS merupakan pangan olahan yang biasa dijual di Sekolah Dasar. Saat ini diketahui banyak PJAS mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP yang tidak memenuhi persyaratan (TMS dan menggunakan bahan berbahaya (formalin, rhodamin, boraks. Survei menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Kulon Progo-DIY dalam membeli produk pangan lebih mengutamakan pertimbangan harga murah, rasa, dan penampilan daripada mutu dan gizi. Tujuan penelitian adalah menentukan profil PJAS yang beredar di Kabupaten Kulon Progo. Secara khusus tujuan penelitian adalah mengidentifikasi PJAS dengan BTP (pengawet dan pemanis TMS, penggunaan bahan berbahaya pada PJAS dan mengevaluasi korelasi antara pendidikan pedagang PJAS dengan pengetahuan tentang bahan tambahan. Sampling dilakukan dengan metode Proportionate Random Sampling, terdiri dua strata yaitu: strata I sampling untuk menentukan kecamatan terpilih dan strata II sampling untuk menentukan jumlah SD tiap kecamatan tempat mengambil sampel PJAS. Teknik pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan langsung, interview dan metode eksperimen untuk menentukan pengawet dan pemanis TMS dan bahan berbahaya. Analisis pengawet Na benzoat dan asam sorbat, pemanis sakarin dan Na-siklamat, bahan berbahaya boraks dan formalin dilakukan di laboratorium BBPOM dan BLK Yogyakarta. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan diolah menggunakan program microsoft excell dan SPSS for window version 13 untuk menguji korelasi Spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PJAS yang beredar di Sekolah Dasar di kabupaten Kulon Progo terindikasi mengandung bahan tambahan pangan dengan dosis TMS dan bahan berbahaya yang dilarang. Terdapat 4% sampel PJAS dengan pengawet sodium benzoat dan asam sorbat TMS dan pemanis sodium siklamat 8% sampel. PJAS mengandung boraks ada 3% sampel (cilok, sosis, kerupuk rambak dan formalin 1% sampel pada burjo dan cimol. Ada korelasi antara tingkat pendidikan pedagang dengan

  19. IKRO ORGANISME LOKAL) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP POPULASI HAMA UTAMA KEDELAI DAN MUSUH ALAMINYA

    OpenAIRE

    Saranga, Annie Papulung; Agus, Nurariaty; Gass a, Ahdin; Fatahuddin

    2013-01-01

    Penelitian dalam bentuk percobaan bertujuan untuk mengetahui dampak aplikasi ekstrak tiga jenis tumbuhan yakni daun Nimba, buah Mengkudu dan daun Tembelekan (L,camara) Masing - masing bahan tumbuhan dihaluskan kemudian difermentasi ( dibuat MOL) kemudi an dibandingkan dengan ekstrak tanpa fermentasi untuk dijadikan insektisida nabati terhadap populasi hama utama kedelai dan musuh alaminya telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Serealia Maros dan labo...

  20. AKTIFITAS ANTIOKSIDAN THEOBROMINE SELAMA PENYIMPANAN DAGING SAPI BALI HASIL PENGGEMUKAN YANG DIBERI PAKAN KULIT BIJI KAKAO

    OpenAIRE

    2015-01-01

    2015 INDRI RATNA SARI P Kulit biji kakao mengandung antioksidan tinggi, pemberiannya sebagai bahan pakan diharapkan dapat meningkatkan antioksidan untuk mencegah terjadinya oksidasi daging selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level kulit biji kakao dalam pakan dan lama penyimpanan serta interaksi keduanya terhadap aktifitas antioksidan daging.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap Kata kunci :daging sapi Bali , theobromine...

  1. Kondensasi Pada Dental Amalgam

    OpenAIRE

    Batubara, Runi Syahriani

    2011-01-01

    Amalgam merupakan campuran dari dua atau beberapa logam (alloy) yang salah satunya adalah merkuri. Kata amalgam juga didefenisikan untuk menggambarkan kombinasi atau campuran dari beberapa bahan seperti merkuri, perak, timah, tembaga, dan lainnya. Dental amalgam sendiri adalah kombinasi alloy dengan merkuri melalui suatu proses yang disebut amalgamasi. Pemanipulasian amalgam meliputi triturasi, kondensasi, carving, dan polishing. Kondensasi merupakan penekanan amalgam setelah triturasi p...

  2. HUBUNGAN KUALITAS DARAH DENGAN KONSENTRASI TRANSFORMING GROWTH FACTOR (TGF-??1) PADA PLATELET RICH PLASMA YANG DIGUNAKAN UNTUK REGENERASI TULANG DAN JARINGAN PERIODONTAL

    OpenAIRE

    Mappangara, Surijana

    2015-01-01

    Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas darah dengan konsentrasi Transforming Growth Factor (TGF- ??1) pada platelet rich plasma yang digunakan untuk regenerasi tulang dan jaringan periodontal. Bahan dan Metoda : Sebanyak 39 penderita berpartisipasi dalam penelitian ini. Data usia, jenis kelamin, kadar eritrosit, leukosit, hemoglobin, trombosit dan konsentrasi TGF-??1digunakan untuk menganalisis hubungan dengan Korelasi Spearman. Hasil : Rata-rata kadar leukosit dalam darah mencap...

  3. PENGARUH LARUTAN KUNYIT ASAM TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN MIKRO EMAIL GIGI MANUSIA (PENELITIAN IN VITRO)

    OpenAIRE

    2015-01-01

    2015 Dewasa ini masyarakat cenderung mencari alternatif pengobatan yang berasal dari alam dikarenakan efek samping pengobatan yang memanfaatkan bahan alam relatif lebih kecil dari obat sintetis. Salah satu obat tradisional yang terkenal di Indonesia adalah jamu. Minuman kunyit asam merupakan salah satu jenis jamu tradisional yang umumnya dikonsumsi sebagai minuman penyegar dan menyehatkan sehingga digemari oleh masyarakat. Namun demikian, kandungan asam yang terdap...

  4. ANALISA TINGKAT KEJADIAN STOMATITIS PADA PENDERITA TUNANETRA

    OpenAIRE

    MUH., ikhsan.s

    2012-01-01

    2011 Tujuan: Untuk Mengetahui tingkat kejadian dan faktor yang mempengaruhi terjadinya stomatitis pada penderita tunanetra. Desain: Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian observasional yaitu suatu rancangan penelitian dimana mengamati objek tanpa melakukan intervensi kepada objek tersebut. Pengaturan Studi: Penelitian ini dilakukan di Panti Tunanetra Yukartuni, Panti Guna Yapti, dan YPKCNI Makassar. Penelitian dilakukan selama satu minggu Bahan dan Metode: Populasi yang ...

  5. Peran Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional (Studi di Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bahar Buasan

    2016-12-01

    Berdasarkan ketiga kendala tersebut, maka strategi optimaliasi yang dilakukan adalah; Pertama, memudahkan regulasi untuk kemudahan bahan baku. kedua, pemerintah mengatur dan meluruskan regulasi terkait perbedaan harga. Ketiga, pemerintah pusat dan daerah harus aktif memberikan dukungan terhadap pembangunan PLTBg dengan memperbesar pelatihan, pendidikan serta pengembangan kemampuan untuk pembuatan kebijakan dan analisa di bidang energi baru dan terbarukan.

  6. EKSISTENSI INDUSTRI TEPUNG IKAN DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2012-06-01

    Full Text Available Ketergantungan industri pakan ikan terhadap bahan baku impor, termasuk tepung ikan, menyebabkan harga pakan ikan menjadi mahal, sementara produksi tepung ikan lokal belum dapat memenuhi kebutuhan industri pakan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kota Tegal, Jawa Tengah merupakan daerah penghasil ikan dengan hasil tangkapan yang masih berlimpah, sehingga di daerah ini industri tepung ikan cukup berkembang walaupun masih dengan teknologi yang sangat sederhana. Industri tepung ikan yang berkembang di kawasan pengolahan ikan di pelabuhan perikanan Kota Tegal ini menggunakan bahan baku yang berasal dari limbah industri fillet berupa kepala, tulang, kulit, sisik, jeroan, dan sisa sisa daging ikan yang menempel pada tulang. Kekurangan dari tepung ikan lokal, termasuk dari Tegal umumnya memiliki kualitas rendah dengan kandungan protein antara 37%-38% dan kadar abu yang cukup tinggi yaitu 42%-44% (tidak memenuhi standar mutu tepung ikan berdasarkan SNI 01-2715-1996/Rev. 92. Hal ini disebabkan karena rendahnya kualitas bahan baku yang digunakan. Agar produk tepung ikan lokal dapat bersaing dengan tepung ikan impor, maka perlu adanya upaya peningkatan kualitas tepung ikan melalui penggunaan bahan baku dan penerapan teknologi yang lebih baik, sehingga dapat mereduksi penggunaan tepung ikan impor khususnya dalam industri pakan ikan.

  7. PEMANFAATAN MIKROALGA LAUT Chlorella vulgaris SUMBER DHA DAN EPA

    OpenAIRE

    2016-01-01

    Penelitian tentang mikroalga laut jenis Chlorella vulgaris telah dilakukan. Chlorella vulgaris dipilih sebagai bahan penambah gizi untuk di fortifikasi kedalam makanan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dengan menganalisis kandungan DHA dan EPA. Penelitian ini dilakukan dengan mengkultur fitoplankton Chlorella vulgaris dan dipanen setelah media kultur mencapai fase Stasioner. Kemudian, dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer, biomassa kering dianalisis kandungan DH...

  8. Implementasi Estimator Kecepatan Pertumbuhan Mikroorganisme pada Bioreaktor Anaerob

    OpenAIRE

    Dewinta Ria Wardhani; Ronny Dwi Noriyati; Totok Soehartanto

    2013-01-01

    Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam produktivitas biogas pada pengolahan limbah bahan organik khususnya kotoran ternak pada bioreaktor anaerob, dimana dalam pengolahanya bakteri dipengaruhi oleh nutrisi, pH dan temperatur. Sehingga akan mempengaruhi produk biogas yang dihasilkan. Agar mendapatkan hasil biogas yang diharapkan maka diperlukan sebuah monitoring kecepatan pertumbuhan mikroorganisme. Namun saat ini belum ada alat untuk memonitoring secara langsung sehingga di...

  9. JENIS DAN DOSIS AKTIVATOR PADA PEMBUATAN KOMPOS BERBAHAN BAKU MAKROALGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susianingsih

    2011-06-01

    Full Text Available Kompos (pupuk organik merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dapat meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Salah satu material organik yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kompos adalah makroalga dari jenis rumput laut terutama dari jenis yang kurang memiliki nilai ekonomis (fluktuasi harga dan dari jenis yang pertumbuhannya cepat karena dapat menjadi limbah dalam perairan. Teknologi pengomposan sangat beragam, di antaranya dengan penggunaan aktivator yang bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan. Beberapa aktivator komersil telah banyak beredar di pasaran sesuai dengan peruntukan dan keunggulannya masing-masing. Akan tetapi aktivator yang diperoleh dari bahan baku yang akan dijadikan kompos atau pupuk organik belum banyak dilakukan begitu pula mengenai dosis penggunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis aktivator komersil dan aktivator hasil isolasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk pembuatan kompos berbahan baku makroalga. Sebanyak 3 jenis makroalga yang digunakan sebagai bahan baku yaitu: Sargassum sp., E. spinosum, dan Gracilaria sp., menggunakan 2 (dua jenis aktivator yaitu aktivator hasil isolasi dari bahan baku dan EM 4 sebagai aktivator pembanding dengan 3 tingkatan dosis aktivator 104, 106, dan 108 CFU/mL. Peubah yang diamati meliputi perubahan kompos yang terjadi secara morfologi pada akhir penelitian, suhu, kadar C-organik, N-total, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sargassum dengan aktivator hasil isolasi pada dosis 108 CFU/mL menghasilkan kompos dengan mutu yang lebih baik.

  10. Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ihsan

    2015-03-01

    Full Text Available Mobil merupakan sarana transportasi yang banyak digunakan oleh manusia baik untuk kepentingan pribadi maupun umum. Pada tahun 2013 Teknik Mesin ITS bekerja sama dengan PT. Karya Tugas Anda membuat sebuah prototype mobil pick up multiguna pedesaan. Berat total prototype mobil dan box tersebut adalah 1200 Kg. Sedangkan dengan engine 650 cc dan daya 38,23 - 43,33 HP, berat mobil terlalu berat (rancangan beban total maksimum mobil dan penumpang/ barang adalah 1500 Kg. Untuk itu dilakukan kajian terhadap hood dan side panel mobil tersebut pada body bagian depan maupun box (body bagian belakang. Setelah perancangan tersebut selesai, dilanjutkan dengan merancang sambungan hood dan side panel mobil tersebut. Sambungan menggabungkan antara material pelat dengan komposit dan material komposit dengan komposit. Sambungan dianalisa kekuatannya terhadap gaya-gaya/ beban yang mungkin terjadi saat mobil digunakan. Selanjutnya dilakukan perancangan proses pembuatan hood dan side panel mobil dari bahan komposit. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah hood berdimensi 1176 mm x 453 mm dan side panel mobil dengan dimensi 558 mm x 430,5 mm. Bahan kedua komponen adalah komposit tipe E-Glass yang memiliki keuntungan lebih ringan daripada bahan sebelumnya, yaitu mild steel. Ketebalan hood yang dipilih sebesar 2 mm. Ketebalan hood tersebut aman, yaitu mampu menerima tegangan ekuivalen maksimum 7,9769 MPa dan lebih kecil daripada tegangan ijin material komposit yaitu 1020 MPa. Deformasi yang pada hood adalah sebesar 0,0247 mm. Berat dari hood mengalami perubahan, dimana dengan menggunakan bahan mild steel berat hood adalah 7,536 kg. Jika menggunakan bahan komposit berat hood menjadi 2,327 kg, hampir 69,12% lebih ringan dari sebelumnya.

  11. Kesalahan Berbahasa Sunda pada Siswa Dwibahasawan di SLTP Taruna Bakti Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juanda

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this research is to investigate written Sundanese errors made by pupils of SLTP Taruna Bakti Bandung. The results show that four types of errors were detected: phonological, morphological, syntactic, and lexical. The phonological errors are close related to such phonemes as /a/ and /u/, /d/ and /y/, /d/ and /r/, /e/, and /a/, /o/ and /u/. The morphological errors include types of lexical errors include the use of loan words or borrowing sich as antusias, bakar, cermin, dalam, gorok, hilang, jatuh, kupas, lestari, madu, pecah, runcing, serius, tinggi, untuk, and wajah.

  12. Microleakage of conventional, resin-modified, and nano-ionomer glass ionomer cement as primary teeth filling material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dita Madyarani

    2014-12-01

    Full Text Available Background: Glass ionomer cements are one of many dental materials that widely used in pediatric dentistry due to their advantage of fluoride release and chemical bond to tooth structure. Adherence of the filling material to the cavity walls is one of the most important characteristic that need to be examined its effect on microleakage. Purpose: This study was conducted to examine the microleakage of nano-ionomer glass ionomer cement compared with the conventional and resin-modified glass ionomer cements. Methods: Standard class V cavities sized 3 mm x 2 mm x 2 mm were made on a total of 21 extracted maxillary primary canine teeth and restored with the conventional, resin-modified, dan nano-ionomer glass ionomer cements. All the teeth were immersed in a 2% methylene blue dye for 4 hours. The depth of dye penetration was assessed using digital microscope after sectioning the teeth labio-palatally. The results were statistically analyzed using Kruskal-Wallis test. Results: All type of glass ionomer material showed microleakage. Conventional glass ionomer cement demonstrated the least microleakage with mean score 1.29. the resin-modified glass ionomer cements (mean score 1.57 and nano-ionomer glass ionomer cement (mean score 2.57. Conclusion: The conventional glassionomer, resin modified glassionomer, and nano-ionomer glassionomer showed micro leakage as filling material in primary teeth cavity. The micro leakage among three types was not significant difference. All three material were comparable in performance and can be used for filling material but still needs a coating material to fill the microleakage.Latar belakang: Semen ionomer kaca adalah salah satu dari banyak bahan gigi yang banyak digunakan dalam praktek kedokteran gigi anak karena bahan tersebut merilis fluoride dan berikatan kimia dengan struktur gigi. Perlekatan bahan tumpatan pada dinding kavitas adalah salah satu karakteristik paling penting yang perlu diteliti efeknya terhadap

  13. EKSTRAKSI PEKTIN KULIT BUAH NAGA (Dragon fruit DAN APLIKASINYA SEBAGAI EDIBLE FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati -

    2014-10-01

    Full Text Available Ekstraksi pektin kulit buah naga dilakukan menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE dengan variasi berat bahan (10, 15, and 20 gram dan waktu ekstraksi (15, 20, and 25 minute. Ekstraksi dengan variasi berat bahan dilakukan pada waktu ekstraksi 25 menit dan daya 600 W, sedangkan ekstraksi dengan variasi waktu dilakukan pada berat bahan 10 gram dan daya 600 W. Pektin yang diperoleh dianalisis kadar pektinnya menggunakan uji Fourier Transform Infrared (FTIR dan diproses menjadi edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield pektin kulit buah naga  dengan metode MAE  lebih besar dibandingkan metode konvensional. Variasi berat bahan mempengaruhi yield pektin yang dihasilkan, semakin sedikit bahan yang digunakan dalam ekstraksi, semakin besar yield pektin kulit buah naga yang dihasilkan. Yield pektin terbesar (72 % dihasilkan pada variasi berat 10 gram. Variasi waktu ekstraksi juga memberikan pengaruh terhadap yield pektin, semakin lama waktu ekstraksi semakin besar yield pektin kulit buah naga yang dihasilkan. Yield pektin terbesar dihasilkan pada waktu ekstraksi 25 menit. Pektin hasil ekstraksi dapat digunakan sebagai bahan edible film. Extraction of pectinfrom dragon fruit peel is conducted using Microwave Assisted Extraction (MAE method with the variation of the weight of the raw materials are 10, 15, and 20 gram and the time of the extraction are 15, 20 and 25 minutes. Extraction with the variation of the weight of raw material is conducted in 25 minutes using power of 600 W, whereas the extraction with the variation of time is conducted with 10 gram of raw material using power of 600 W. The obtained pectin was analyzed using Fourier Transform Infrared (FTIR and processed into edible film. The result of the research shows that MAE method provides more yield of dragon fruit peel rather than the conventional method. The variation of the weight affecting the amount of the obtained pectin, the less material used in the

  14. SINERGIS TAURIN LINTAH LAUT (Discodoris sp. DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb. DALAM SERBUK MINUMAN FUNGSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Marwita Sari Putri

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakSumber daya perairan seperti lintah laut (Discodoris sp. dapat dibuat menjadi minuman fungsional.Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Penelitian ini dilakukandalam 2 tahap: 1 persiapan bahan baku (Discodoris sp, 2 formulasi produk minuman fungsional.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1 untuk menentukan konsentrasi komposisi bahan baku denganmempertimbangkan efek sinergis dari taurin pada minuman fungsional, 2 untuk mengetahui pengaruhpreparasi pada serbuk minuman fungsional terhadap jumlah taurin. Tiga formula terbaik yang diterimasecara organoleptik yaitu formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%, T2 formula(Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20% dan T3 formula (Discodoris sp. 30%, jahe 40%,10% curcuma, lemon 20%.Kata kunci: efek sinergis, lintah laut, minuman fungsional, taurin

  15. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus pada konsentrasi tepung daun jaloh (Salix tetrasperma Roxb yang berbeda dalam pakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cut Dara Dewi

    2013-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan pemanfaatan tepung daun jaloh (S. tetrasperma sebagai bahan baku alternatif untuk pakan ikan lele(C. gariepinus. Dalam penelitian ini telah diuji beberapa tingkat proporsi tepung daun jaloh yaitu (0%, 5%, 10%, dan 15% .Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00 WIB,sebanyak5%dari berat bobot tubuhnyaselama 35 hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jaloh memberikan pengaruh nyata (P0,05. Uji lanjut Duncan’s menunjukkan bahwa perlakuan kontrol (tanpa daun jaloh dalam pakan memberikan hasil terbaik dari segi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu dapat disimpulkan tepung daun jaloh kurang sesuai sebagai bahan baku alternatif dalam pakan ikan lele dumbo.

  16. Penyisihan Fe dalam Air Tanah Menggunakan Zeolit Alam Banda Aceh Teraktivasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasni Hasni

    2015-06-01

    Full Text Available Kajian ini membahas proses pemisahan logam besi dalam sampel air secara adsorpsi. Secara umum bertujuan untuk melihat pengaruh perlakukan zeolit alam terhadap efisiensi penyisihan logam besi dalam sampel air baku. Proses adsorpsi menggunakan zeolit alam Banda Aceh dengan variasi ukuran partikel 40, 60, 80, dan 100 mesh.  Kadar besi (Fe dalam larutan sampel buatan adalah 1,25 mg/l agar mendekati kadar logam besi sesungguhnya. Kadar sampel asli air tanah dari Desa Alue Peunyareng Kabupaten Aceh Barat sebesar 1,1206 mg/l. Analisis kadar logam besi dilakukan dengan alat spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi maksimum diperoleh pada penyerapan dengan zeolit alam berukuran 100 mesh baik untuk sampel asli maupun sampel buatan. Aktivasi zeolit alam menaikkan kemampuan adsorpsi bahan penyerap hingga 154,72%. Kemampuan penyerapan yang dimiliki zeolit alam menurun hingga 92,25% manakala sampel yang diserap berupa air tanah karena sampel masih banyak mengandung bahan pengotor.

  17. POLA PEMBERIAN MAKANAN KEPADA BAYI DI BEBERAPA DAERAH INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djumadias Abu Nain

    2012-11-01

    Full Text Available Suatu penyelidikan mengenai pola pemberian makanan pada bayi dan pola penyapihan meliputi 2174 rumah tangga di propinsi-propinsi Sumatera Utara, Sumatera barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat dilakukan dalam tahun 1972-1973.Dalam tulisan ini dibahas urutan berbagai bahan makanan yang biasa diberikan sebagai bahan makanan tambahan kepada bayi.Pola penyapihan bayi berbeda-beda diberbagai propinsi. Walaupun sebagian besar bayi-bayi disapih pada umur 1-2 tahun, jumlah bayi yang disapih diatas umur 2-3 tahun cukup penting artinya.Makanan orang dewasa biasanya mulai diberikan sesudah anak berumur lebih dari satu tahun.Volume makanan sapihan merupakan suatu faktor yang mempunyai pengaruh besar sebagai penyebab terjadinya kekurangan kalori-protein pada anak sapihan.

  18. PENGARUH SUHU TERHADAP HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bangun Julianto

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara nilai hambatan listrik suhu kamar dengan nilai hambatan listrik menggunakan pemanas. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang tingkat suhu terhadap hambatan kawat, dan menambah pengetahuan tentang tingkat suhu terhadap hambatan kawat. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah nilai hambatan kawat. metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan percobaan pengukuran nilai hambatan kawat 1 dan kawat 2 pada suhu kamar dengan pengukuran nilai hambatan pada keadaan panas. hambatan  bahan tergantung terhadap suhu. Hasil penelitian menunjukkan makin tinggi suhu bahan, nilai hambatannya makin besar. Semakin tinggi suhu suatu penghantar, semakin tinggi pula getaran elektron-elektron bebas dalam penghantar tersebut. Getaran elektron-elektron bebas inilah yang akan menghambat jalannya muatan listrik (arus listrik dalam penghantar tersebut.

  19. PENGARUH JENIS MEDIA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ATONIK TERHADAP PERKECAMBAHAN SPORA DAN PEMBENTUKAN SPOROFIT Lygodium circinnatum (Burm.f. Sw. (SCHIZAEACEAE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaid Siregar

    2014-01-01

    Full Text Available Lygodium circinnatum (Burm.f. Sw. adalah sejenis paku merambat (Schizaeaceae yang batangnya banyak digunakan sebagai bahan untuk industri kerajinan tangan. Belakangan ini pasokan bahan bakunya mengalami penurunan akibat menurunnya populasi di alam. Tumbuhan ini belum dibudidayakan, sehingga perlu dilakukan tindakan konservasi termasuk upaya perbanyakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media dan Atonik terhadap perkecambahan spora dan pembentukan sporofit L. circinnatum. Dua jenis media yang diuji adalah: a lumpur sawah dan b campuran akar kadaka dan bubuk batu bata. Penelitian dilakukan di dalam rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lumpur sawah secara signifikan berpengaruh terhadap perkecambahan dan pembentukan sporofit, tetapi harus diikuti dengan upaya penjarangan pada sporofit. Tingginya kepadatan sporofit dapat menghambat pertumbuhan gametofit menjadi sporofit. Penggunaan media lumpur sawah yang diberi Atonik pada konsentrasi 1,5 ml l-1 dapat disarankan untuk perkecambahan dan pembentukan sporofit L. circinnatum.

  20. KEEFEKTIFAN PEMANFAATAN AMPAS SAGU SEBAGAI BIOSORBEN UNTUK MENGADSORPSI ION TIMBAL (PB)

    OpenAIRE

    LESTALUHU, KHAFIDATUL HIKMAH

    2015-01-01

    Pesatnya pembangunan dan penggunaan dari berbagai bahan baku logam berdampak negatif, yaitu munculnya kasus pencemaran yang melebihi ambang batas sehingga dapat meresahkan warga yang tinggal di sekitar perindustrian. Logam berat bersifat racun dan sering mencemari lingkungan. Salah satunya adalah timbal (Pb). Pengendalian pencemaran logam berat dewasa ini masih memerlukan biasa yang sangat besar. Salah satu metode yang murah dan aman bagi lingkungan adalah dengan metode biosorpsi yakni deng...

  1. Pengaruh Densitas Arus dan Waktu Kontak Efektif Elektrolit Gel Terhadap Ketebalan Dan Kekuatan Lekat Lapisan Krom Pada Baja Dengan Metode Elektroplating

    OpenAIRE

    Naufal Gati Furqon; Sulistijono Sulistijono

    2015-01-01

    Dalam dunia industri, korosi merupakan ancaman yang sering muncul yang dapat menyebabkan terjadinnya kegagalan material. Korosi bukanlah sesuatu yang dapat dicegah, akan tetapi korosi dapat dikendalikan dengan beberapa cara. Pengendalian terhadap korosi merupakan cara yang dilakukan memperlambat timbulnya korosi pada material dan merupakan suatu hal yang vital untuk dilakukan. Dalam penelitian ini digunakan metode elektroplating dengan menggunakan media elektrolit gel dengan penam bahan 5% ge...

  2. Formulasi Niosom Ketoprofen Dan Prediksi Penggunaan Transdermal Secara In Vivo Pada Kelinci

    OpenAIRE

    Ismail, Isriani; Wahyudin, Elly; Rahman, Latifah

    2013-01-01

    Niosom adalah system vesikel yang dapat digunakan sebagai pembawa obat lipofilik, hidrofilik dan ampifilik. Ketoprofen adalah salah satu golongan AINS yang sangat sukar larut dalam air dan dalam pH cairan lambung, paparan lama pada mukosa lambung dapat memperparah ulcus, sehingga bahan obat patut dikembangkan dalam bentuk sediaan lain dengan rute yang lebih nyaman, misalnya dalma bentuk sedian transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi niosom yang dapat menjerap ketoprofen secar...

  3. KONSTRUKSI PEMIMPIN NASIONAL DALAM SURAT KABAR HARIAN KOMPAS (Analisis Framing Laporan Jajak Pendapat KOMPAS dengan Topik Kepemimpinan Nasional Periode 2009-2012)

    OpenAIRE

    PUTRA, IGNATIUS EGGI REZA

    2014-01-01

    Topik tentang Pemimpinan Nasional menjadi isu hangat di dalam dunia politik. Suatu hal yang wajar jika media massa kerap melakukan pemberitaan terhadap topik ini. Tidak hanya berita, topik tentang pemimpin nasional juga dijadikan bahan dalam jajak pendapat publik. Salah satu media massa yang melakukan jajak pendapat terhadap topik ini adalah Surat Kabar Harian Kompas. Interpretasi jajak pendapat Kompas merupakan suatu upaya untuk mengkonstruksi konsep pemimpin nasional. K...

  4. Mengantisipasi Ancaman Teror Nubika

    OpenAIRE

    Wahyu Suhender, Armaidy Armawi

    2016-01-01

    Berbagai aksi teror telah terjadi di Indonesia, antara lain Peledakan Gereja dan Bursa Efek Jakarta (2000), Born Bali 1 (2002), Born di Hotel JVV Marriot (2003), Kedubes Aus- tralia (2004), Born Bali 2 (2005) dan terakhir di Hotel JVV Marriot dan Ritz Carlton ( 2009). Kelompok teroris men ggunakan bahan peledak konvensional dalam aksinya, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, harta benda dan menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat. Indonesia tidak hanya menjadi target terorisme baik yang...

  5. Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Tahu Sebagai Penggumpal Lateks

    OpenAIRE

    Yugia Muis

    2009-01-01

    Pemanfaatan limbah yang berasal dari industri pada saat sekarang ini merupakan salah satu untuk menghindari pencemaran lingkungan. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan limbah cair pabrik tahu sebagai bahan penggumpal lateks. Lateks yang berasal dari perkebunan ditambahkan limbah cair tahu yang mempunyai pH =4 dan akhirnya akan membentuk koagulan. Kemudian digiling dan dikeringkan pada suhu 1100C selama 3,5 jam. Karet kering yang dihasilkan diuji mutu karetnya m...

  6. Deiksis Persona Dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

    OpenAIRE

    Simanjuntak, Dewi

    2011-01-01

    Skripsi ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bentuk deiksis persona dalam novel Laskar Pelangi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik. Dalam pengumpulan data metode yang digunakan metode simak dan teknik catat, dan dalam pengkajian data metode yang digunakan adalah metode padan dan teknik pilah unsur penentu.Leksem-leksem yang menjadi bahan pembicaraan dalam deiksis persona adalah bentuk-bentuk pronominal persona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis dalam n...

  7. INSENCE COMBUSTIBLE SEREH, CENGKEH DAN JERUK SEBAGAI PENOLAK NYAMUK AEDES AEGYPTI

    OpenAIRE

    Mulyani, Sri; Mulyaningsih, Budi; Lestari, Anindita Winda; Munawaroh, Fitri Ana; Anna, Diescendy Selly

    2015-01-01

    Nyamuk merupakan salah satu serangga vektor penyakit seperti demam berdarah, malaria, filariasis, dan sebagainya. Penggunaan bahan yang memiliki aktivitas repelan (penolak) seperti sereh, daun jeruk, daun cengkeh merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Sediaan dupa (insence combustible) dikenal sebagai sediaan aromaterapi yang dapat digunakan setiap saat, yang umumnya digunakan pada acara-acara keagamaan. Pada penelitian ini dimaksudkan untuk membuat sediaan insen...

  8. PERBANDINGAN VARIABEL PADA ISOLASI DAN PEMURNIAN EUGENOL DARI MINYAK DAUN CENGKEH

    OpenAIRE

    Nyoman Fitri; J. A. Kawira

    2012-01-01

    Tanaman cengkeh (Eugenia aromatika O.K.) termasuk dalam familia Myrtaceae, tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Pulau Madagaskar dan Tanzania. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang banyak dipakai untuk bahan baku eugenol dan pembuatan vanilin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu prosedur isolasi eugenol dari minyak daun cengkeh yang lebih efisien dengan membandingkan beberapa variabel, yaitu pendiaman setelah pengocokan dengan natrium hidroksida selama 19 dan 24 jam (variabel...

  9. HUBUNGAN LEBAR DASAR HIDUNG DAN LEBAR MULUT TERHADAP LEBAR MESIODISTAL GIGI INSISIVUS SENTRALISATAS PADA SUKU BUTON

    OpenAIRE

    ALVIONITA, LENNY

    2015-01-01

    2015 LENNY ALVIONITA. Hubungan Lebar Dasar Hidung dan Lebar Mulut terhadap Lebar Mesiodistal Gigi Insisivus Sentralis Atas pada Suku Buton. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara lebar dasar hidung dan lebar mulut terhadap lebar mesiodistal gigi insisivus sentralis atas pada Suku Buton. Bahan dan metode : Sembilan puluh lima orang suku Buton yang berumur 17-25 tahun. Lebar dasar hidung dan lebar mulut diukur meggunakan jangka sorong da...

  10. PEMENFAATAN JAMUR PELAPUK UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN NUTRISI LIMBAH TANAMAN KELAPA SAWIT

    OpenAIRE

    -, FARDIL

    2016-01-01

    2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi oleh isolat jamur pelapuk terhadap kandungan nutrisi (Protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN) limbah tanaman kelapa sawit yaitu serat sawit. Penelitian ini menggunakan isolat jamur dari jerami padi, jamur trametes versicolor dan jamur ganoderma applanatum, limbah serat sawit, dedak, kapur, air serta bahan kimia untuk analisis proksimat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari...

  11. EVALUASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN TALLO DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    PALANGDA, DIAZ

    2015-01-01

    EVALUASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN TALLO KOTAMADYA MAKASSAR Sumarni Hamid Aly , Muralia Hustim2, Diaz Palangda3 ABSTRAK : Setiap air limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat menurunkan kualitas bahan pencemar yang terkandung di dalamnya. IPAL Komunal merupakan sistem pengolahan air limbah yang dilakukan secara terpusat. Beberapa IPAL Komunal, khususnya di Kota Makassar sudah ad...

  12. Perbedaan Kandungan Asam Salisilat Dalam Sayuran Sebelum Dan Sesudah Dimasak Yang Dijual Di Pasar Swalayan Di Kota Medan Tahun 2008

    OpenAIRE

    Ester Simatupang

    2009-01-01

    Sayuran merupakan tumbuhan yang dapat dimakan sebagai pelengkap makanan karena mengandung vitamin dan mineral. Dalam budidaya sayuran tidak terlepas dari masalah hama dan penyakit tanaman. Dalam mengatasi masalah tersebut penggunaan bahan kimia untuk mempertahankan produksi sayuran sudah tak asing lagi seperti penggunaan asam salisilat. Asam salisilat sukar larut dalam air dan larut dalam air mendidih dimana titik didih asam salisilat adalah 2800C. Asam salisilat pada sayuran dosisnya memang ...

  13. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    OpenAIRE

    Iman Hernaman; Atun Budiman; Siti Nurachma; Kundrat Hidayat

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT) dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering...

  14. PENGARUH INFUS BUAH Foeniculum vulgare Mill PADA SIKLUS ESTRUS DAN BOBOT UTERUS TIKUS PUTIH

    OpenAIRE

    Sa'roni Sa'roni; Imono A. Donatus

    2012-01-01

    Buah Foeniculum vulgare Mill (adas) secara tradisional untuk obat dan campuran jamu pengatur haid. Diduga buah Foeniculum vulgare Mill mempunyai pengaruh pada sistem reproduksi. Oleh karena itu, kami melakukan penelitian pengaruh infus buah Foeniculum vulgare Mill pada siklus estrus dan bobot uterus tikus putih.Infus diberikan secara oral sekali sehari selama 12 hari dengan dosis setara dengan 7,3 mg, 73 mg dan 219 mg/100 g bobot badan. Selama pemberian bahan, siklus estrus diperiksa setiap h...

  15. PENGARUH PERBANDINGAN AIR DAN BUBUK TERHADAP LAMANYA WAKTU SETTING DENTAL STONE

    OpenAIRE

    Sila, Patri

    2012-01-01

    2012 Patri Sila. Dental stone adalah bahan yang terbuat dari gipsum yang kristalisasinya dikontrol secara hati ??? hati dengan tekanan uap dalam wadah tertutup dan biasanya di sebut sebagai ??-hemihidrat. Secara komersial, dental stone dibuat dari gipsum yang dipanaskan pada suhu 125?? C dibawah tekanan uap dalam autoklaf secara terus menerus sehingga terbentuk hemihidrat dengan porositas yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan air dan bubuk terh...

  16. KAJIAN EKSPERIMENTAL POROUS CONCRETE YANG MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND POZZOLAN DAN SERAT POLYPROPYENE

    OpenAIRE

    Irmawaty, Rita; Tjaronge, M. Wihardi

    2008-01-01

    ABSTRAK TEKNOSAINS 2009 Porous concrete adalah beton tanpa agregat halus dan hanya terdiri dari agregat kasar,semen dan air serta bahan kimia tambahan.Porositas atau lubang-lubang pada porous concrete bermanfaat untuk menyaring kotoran sehingga tidak terbawa ke dalam tanah atau saluran air.Selain itu,lubang-lubang tersebut diharapkan dapat menyerap energy sinar matahari.Porous concrete telah banyak digunakan sebagai lapisan permukaan jalan pada daerah pedestrian seperti tempat-tempat untuk...

  17. Penggunaan Incoterms dalam Perjanjian Perdagangan Internasional (Studi Pada Pt. Insan Bonafide di Banjarmasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhitya Christanto Henry Dalim

    2016-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan incoterms selaku hukum kebiasaan internasional dalan perjanjian perdagangan internasional serta untuk mengetahui dan menganalisis hak dan kewajiban pengusaha eksportir dan importir sehubungan dengan penggunaan Incoterms dalam perjanjian perdagangan internasional (Studi pada PT. Insan Bonafide di Banjarmasin. Kegunaan yang di harapakan dari hasil penelitian Sebagai sumbangan pemikiran dalam bidang ilmu hukum khususnya terkait dengan hukum perdagangan internasional, bagi pelaku usaha di bidang perdagangan internasional dan bagi pemerintah dalam membuat peraturan perundang-undangan (legislasi berkenaan dengan perdagangan internasional. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif,yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan hukum(bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, yang relevan dengan judul yang di angkat penulis. Ada pun tipe penelitianadalah penelitian dengan menitikberatkan permasalahan yang sering timbul berkaitan dengan kekaburan hukum (vage norm berkenaan dengan makna dan ruang lingkup dari Incoterms tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan analitis (analytical approach.Menurut hasil dari penelitian tesis ini menunjukan bahwa : Pertama, mengenai kekuatan hukum Incoterms dalam perjanjian perdagangan internasional, Incoterms yang lahir dari hukum kebiasaan dan sebagai suatu kebiasaan internasional yang berkedudukan hukum yang merupakan sumber hukum perdagangan internasional. namun demikian kekuatan hukum Incoterms selaku hukum kebiasaan internasional tidak sama dengan kekuatan hukum dari Perjanjian Internasional seperti Konvensi, Traktat, Piagam, Agreement, Covenant, Protocol, Pacta, dan lain-lain. Kedua, hak dan kewajiban pengusaha eksportir dan importir sehubungan dengan penggunaan Incoterms dalam perjanjian perdagangan internasional khususnya pada PT. Insan Bonafide dengan menggunakan

  18. Mekanisme Proses Pemanasan Air Di Dalam Boiler Dengan Mempergunakan Heater Tambahan Untuk Efisiensi Pembakaran

    OpenAIRE

    Helmon Sihombing

    2010-01-01

    Pada proses pemanasan air, air yang berasal dari raw water (air tanah) tidak langsung dibakar didalam boiler. dalam hal ini digunakan peralatan instrumen Deaerator dan economizer yang berfungsi untuk pemanasan awal sebelum dibakar didalam boiler. Fungsi deaerator dan economizer ini adalah sebagai komponen pembantu untuk memanaskan air sebelum dibakar didalam boiler. Apabila pemanasan air langsung dilakukan didalam boiler maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan menggunakan bahan b...

  19. OPTIMASI YIELD ETIL P METOKSISINAMAT PADA EKSTRAKSI OLEORESIN KENCUR (Kaempferia galanga) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL

    OpenAIRE

    Eko Setyawan; Pandhu Putratama; Asriningtyas Ajeng; Wara Dyah Pita Rengga

    2013-01-01

    Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, industri makanan, dan industri insektisida. Minyak atsiri rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat (EPMS). Ekstraksi oleoresin kencur dilakukan dengan etanol sebagai pelarut. Optimasi yield EPMS diteliti terhadap perbandingan massa serbuk kering kencur dan etanol dan waktu ekstraksi. Perbandingan kencur : etanol yang digunakan adalah 1 : 2, 1 ...

  20. PEMUNGUTAN MINYAK ATSIRI MAWAR (Rose Oil) DENGAN METODE MASERASI

    OpenAIRE

    Astrilia Damayanti; Endah Ayu Fitriana

    2013-01-01

    Minyak mawar merupakan salah satu produk minyak bunga yang memungkinkan diproduksi di Indonesia dengan kualitas ekspor. Manfaat dari minyak mawar adalah untuk parfum, kosmestik, dan obat-obatan. Minyak mawar dapat diproduksi dengan menggunakan metode diantaranya maserasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rendemen minyak atsiri mawar merah (Rosa damascena) dan komponen minyak atsiri yang terambil dengan etanol dan n-heksana. Bahan baku yang digunakan berupa mahkota bunga mawar sebanyak ...

  1. Pengolahan Limbah Cair Industri Pewarnaan Jeans Menggunakan Membran Silika Nanofiltrasi Aliran Cross Flow untuk Menurunkan Warna dan Kekeruhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veny Rachmawati

    2013-09-01

    Full Text Available Limbah cair industri tekstil disamping mengandung bahan pencemar organik yang tinggi, juga mengandung bahan pewarna organik rantai panjang yang relatif sukar diolah dengan proses biologis. Sedangkan proses pengolahan secara kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge. Sehingga dipilih teknologi membran sebagai media filtrasi baik yang digunakan pada skala laboratorium maupun industri, proses berlangsung cepat, cara pengoperasian sederhana, mudah dalam penggandaan skala, tidak memerlukan ruang yang besar, dan dapat mendapatkan permeat dengan kualitas sangat baik. Pasir silika merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai sumber silika untuk pembuatan membran. Metode yang digunakan untuk sintesis silika yaitu metode alkalifussion dikarenakan  metode ini menghasilkan silika dengan kemurnian 99%.Membran silika merupakan membran yang terbuat dari silika dengan perekat poly vinyl alcohol (PVA, pengemulsi poly ethylen glykol (PEG, dan semen putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa silika dan konsentrasi limbah terhadap koefisien rejeksi, fluks, struktur dan morfologi membran. Uji struktur dan morfologi membran dilakukan dengan FTIR serta SEM.  Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah warna dan kekeruhan. Nilai koefisien rejeksi tertinggi sebesar 96,86% untuk warna dan 99,31% untuk kekeruhan yang diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt, volume limbah 100% dengan kandungan warna 1,123 Co dan kekeruhan 180,5 NTU. Nilai fluks tertinggi sebesar 3,432 liter.m-2.jam-1 yang diperoleh dari massa campuran silika 8 gram (39,12 %wt dengan penggunaan volume limbah 25% yang mengandung  warna 0,525 Co dan kekeruhan 40,9 NTU. Membran silika yang optimum untuk menurunkan warna dan kekeruhan diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt dengan % volume limbah 100%.

  2. EVALUASI KARAKTERISTIK PONDASI BAMBU RAFT & PILE SEBAGAI PERKUATAN TANAH PADA EMBANKMENT JALAN

    OpenAIRE

    Harianto, Tri; Maricar, Iskandar; Djamaluddin, Abd. Rahman; Sitepu, M.Farid; Abdi Putra, Pebryanto

    2012-01-01

    Desain pondasi dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan telah banyak digunakan sebagai inovasi dalam upaya mereduksi deformasi tanah dan penurunan sebagai uniform settlement. Tipe raft bambu digunakan untuk menghasilkan penurunan yang merata pada seluruh bidang lateral embankment jalan. Pile bambu dimanfaaatkan untuk dapat mendukung pondasi raft bambu yang pada aplikasinya sebagai tiang tekan yang mampu menahan tekanan vertical yang ditumpu oleh raft bambu. Untuk menginvestigasi efektif...

  3. Analisa Kuantitatif Asam Laurat Dalam Produk Asam Lemak PT. Soci Secara Kromatografi Gas

    OpenAIRE

    Ginting, Zulkifly

    2009-01-01

    Asam lemak merupakan asam monokarboksilat dengan rantai yang tidak bercabang dan mempunyai jumlah atom karbon genap. Kadar asam lemak yang terdapat pada produk asam lamak FA1299(asam laurat 99% minimum) mengandung asam lemak jenuh yang berasal dari bahan baku minyak inti sawit dan minyak kelapa. Produk asam lemak FA1299 diperoleh dari proses hidrogenasi selanjutnya difraksinasi sehingga dihasilkan campuran asam lemak yang akan dianalisa dengan kromatografi gas. Hasil analisa produk mengandung...

  4. Sintesis 2-Kaprilosoil Propana Yang Diturunkan Dari Asam Sitrat Dan Asam Kaprilat

    OpenAIRE

    Brahmana, Hemat R.

    2009-01-01

    Sintesis ester asam sitrat dengan asam lemak rantai menengah dilakukan untuk dapat digunakan sebagai bahan surfaktan dalam melarutkan anti oksidan yang digunakan pada edible oil seperti minyak goreng, maupun lemak. Surfaktan ini diharapkan dapat melarutkan anti oksidan dengan lemak yang selama ini sulit terlarut karena asam sitrat bersifat hidrofil, akan tetai dengan pengadaan surfaktan ini akan terbentuk interaksi asam sitrat dengan ester lemak tersebut. Agar reaksi berjalan sele...

  5. Pengaruh Pemberian Giberelin Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Pada Beberapa Varietas Kentang (Solanum Tuberosum L.)

    OpenAIRE

    2011-01-01

    Kentang merupakan sumber karbohidrat, mineral dan vitamin.Selain itu dapat dijadikan alternatif bahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian giberelin terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kentang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Gurusinga Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang berada ±1.340 m dpl dari bulan Desember 2010 sampai Maret 2011 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor perta...

  6. Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Operational Efficiency Ratio, Financing To Deposit Ratio Terhadap Return On Asset Bank Mega Syariah Indonesia

    OpenAIRE

    Nainggolan, Benget M.

    2011-01-01

    Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Operational Efficiency Ratio, Financing to Deposit Ratio terhadap Return On Asset Bank Mega Syariah Indonesia Jenis data yang akan diolah dan diteliti adalah data sekunder berupa laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba-rugi serta bahan publikasi lain yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Tahun buku akuntansi yang dipilih adalah tahun buku 2007 sampai dengan t...

  7. PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REPELLENT KOMERSIL DENGAN EKSTRAK KULIT JERUK PURUT UNTUK MENCEGAH GIGITAN NYAMUK Aedes aegypti

    OpenAIRE

    Wana; Ishak, Hasanuddin; Manyullei, Syamsuar

    2015-01-01

    Repellent merupakan bahan yang mempunyai kemampuan untuk melindungi manusia dari gigitan nyamuk. Repellent kimia yang paling sering digunakan adalah repellent yang mengandung DEET yang beredar di supermarket, pasaran maupun warung-warung kecil. Selain itu adapula repellent alami yang dapat digunakan, yaitu kandungan minyak atsiri pada kulit jeruk purut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas repellent komersil yaitu repellent merek SL dan repellent alami yaitu minyak at...

  8. LINTASAN SEJARAH FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME DAN AKTUALISASINYA

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Antara filsafat dan pendidikan terdapat kaitan yang erat. Filsafat memiliki aspek-aspek utama yang dapat dijadikan landasan bagi pendidikan. Aspek-aspek yang dimaksud adalah aspek-aspek metafisis, epistemologis, dan aksiologis. Aspek metafisis antara lain berkaitan dengan persoalan realitas yang tercermin pada bahan ajar, pengalaman dan keterampilan. Aspek epistemologis berkaitan dengan persoalan pengetahuan dan kebenaran, termasuk di dalamnya sumber belajar dan metode pembelajaran. Aspek aks...

  9. UJI REPELEN (DAYA TOLAK) BEBERAPA EKSTRAK TUMBUHAN TERHADAP GIGITAN NYAMUK Aedes aegypti VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE

    OpenAIRE

    Hasan Boesri Boesri; Bambang Heriyanto; Lulus Susanti; Sri Wahyuni Handayani

    2015-01-01

    AbstrakPenyakit­ Demam ­Berdarah ­Dengue,­Malaria,­filaria­sejauh­ini­masih­menjadi­masalah­kesehatan­masyarakat.Penggunaan insektisida nabati banyak memberikan keuntungan diantaranya ramah lingkungan, tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan dan bahan dasar ada di sekitar pemukiman. Berdasarkan banyaknya keuntungan yang didapatkan, maka dipandang perlu untuk mencari insektisida nabati sebagai repelen untuk  menolak gigitan nyamuk  penular penyakit. Penelitian ini merupakan eksperimen mur...

  10. Pembuatan Kristal Tembaga Sulfat Pentahidrat (CuSO4.5H2O dari Tembaga Bekas Kumparan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrony Fitrony

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari proses pembuatan kristal CuSO4.5H2O dari bahan baku Cu bekas kumparan; mempelajari pengaruh suhu reaksi, pengadukan, dan seeding terhadap kristal CuSO4.5H2O yang dihasilkan; dan membuktikan kristal hasil percobaan berupa kristal CuSO4.5H2O yang dihasilkan. Bahan baku yang dipakai yaitu berupa kawat tembaga bekas kumparan dinamo. Penelitian ini mencakup penanganan produk dan persiapan bahan baku. Sebelum digunakan, bahan baku logam dibersihkan dari pengotor lalu dipotong kecil-kecil yang bertujuan agar mempermudah dan mempercepat proses pelarutan tembaga dengan HNO3. Setelah pelarutan, larutan direaksikan dengan H2SO4 pekat yang sudah diencerkan pada suhu tertentu. Kemudian dilakukan kristalisasi disertai dengan pengadukan. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kristal CuSO4.5H2O dengan 99% yield dan ukuran kristal rata-rata 0,7 mm dapat dibuat dari tembaga bekas kumparan dengan suhu reaksi 90ºC, penambahan seed, dan pengadukan kristalisasi 500 rpm. Semakin tinggi suhu reaksi maka kelarutan CuSO4 dalam air semakin besar sehingga semakin banyak yield kristal yang dihasilkan. Kecepatan pengadukan cenderung tidak mempengaruhi yield kristal yang dihasilkan, namun berpengaruh terhadap ukuran kristal. Pengadukan akan membuat ukuran kristal lebih kecil daripada tanpa pengadukan. Pengondisian seeding dapat menaikkan yield kristal sekitar 10,72 – 27,13 % jika dibandingkan dengan non seeding dikarenakan terjadinya heterogeneous nucleation. Berdasarkan analisa XRD, kristal CuSO4.5H2O hasil percobaan sesuai dengan data standard XRD kode referensi 01-072-2355.

  11. PENGARUH WAKTU DEALUMINASI DAN JENIS SUMBER ZEOLIT ALAM TERHADAP KINERJA H-ZEOLIT UNTUK PROSES DEHIDRASI ETANOL

    OpenAIRE

    Widayat Widayat; Achmad Roesyadi; Muhammad Rachimoellah

    2012-01-01

    Katalis H-zeolit telah disintesa dari zeolit alam. Proses pembuatan katalis meliputi tahap proses pelakuan kimia, penyaringan dan pencucian, pengeringan dan proses kalsinasi. Penelitian ini bertujuan mempelajari waktu dan sumber bahan baku terhadap karakteristik katalis yang meliputi perbandingan Si/Al, X ray Diffraction (XRD) dan luas permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kimia menyebabkan penurunan kadar CaO, MgO dan Na2O karena melarut dalam asam klorida. Perbandingan Si/...

  12. Pembuatan dan Karakteristik Komposit Polimer Berpenguat Bagasse

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eqitha Dea Clareyna

    2013-09-01

    Full Text Available Bagasse memiliki kandungan serat yang cukup besar dan berpotensi digunakan sebagai bahan penguat dalam pembuatan komposit karena sifatnya yang kuat dan ringan. Dalam penelitian tugas akhir ini telah dibuat bahan komposit berpenguat bagasse dengan empat macam ukuran penguat yaitu serat chopped serta partikel berukuran 100 mesh, 140 mesh, dan 200 mesh. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan fraksi volume penguat divariasi dari 2,5% hingga 15%. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan densitas terbaik dimiliki oleh sampel komposit dengan penguat berukuran 200 mesh sebanyak 7,5% volume. Kekuatan tarik sampel tersebut adalah  28,83  MPa dan densitasnya adalah 1,15 gr/cm3. Adapun kekuatan impak terbesar dimiliki oleh sampel komposit dengan 2,5% volume sebesar 0,00271 J/mm2. Dengan demikian sampel komposit yang telah dibuat dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku industri menggantikan tiang penyangga (scantlings pada struktur kayu (timber structure sesuai standar AS 1720.1.

  13. Stomatitis Aftosa Rekuren dengan Kecurigaan Klinik Infeksi Virus Herpes Simpleks (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afi Savitri Sarsito

    2015-10-01

    Full Text Available   Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR merupakan penyakit mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat.Pada umumnya penyakit ini memberikan gejala-gejala klinik yang khas yaitu adanya ulserasi yang bersifat ulang kambuh pada mukosa mulut, tanpa disertai dengan tanda-tanda lain dari penyakit. Pada makalah ini dibahas 3 kasus SAR yang tidak biasa yaitu selain gejala SAR, terdapat pula tanda-tanda adanya infeksi virus Herpes SImpleks (VHS.Dari pemeriksaan sitologi pada ketiga kasus ini, dijumpai adanya badan inklusi VHS, tetapi dari pemberian terapi dengan Acyclovir ternyata 2 kasus memberikan manfaat, dan pada 1 kasus tidak ada manfaatnya. Hal ini berarti pada 2 kasus yang pertama terdapat peran dari VHS pada proses penyakit dan pada 1 kasus tidak ada. Keadaan semacam ini perlu diamati dan diwaspadai mengingat kedua penyakit mempunyai prinsip terapi yang berbeda.Pada SAR seringkali diperlukan pemberian terapi dengan bahan-bahan golongan kortikosteroid, sedangkan pada infeksi VHS pemberian bahan ini merupakan kontra indikasi. Selanjutnya pada makalah ini juga diberikan saran-saran untuk pengelolaan penyakit yang dapat digunakan oleh para dokter gigi apabila mendapatkan masalah yang sama.

  14. PERFORMA PRODUKSI DOMBA YANG DIBERI COMPLETE FEED FERMENTASI BERBASIS POD KAKAO SERTA NILAI NUTRIEN TERCERNANYA SECARA IN VIVO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Wulandari

    2014-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui nilai manfaat pod kakao sebagai bahan pakan complete feed ruminansia, khususnya domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nutrien tercerna complete feed, berbahan baku utama pod kakao terfermentasi, dan mengetahui performa produksi domba. Perlakuan CF0 adalah complete feed tanpa fermentasi (kontrol, perlakuan CF1 adalah complete feed dengan penambahan pod kakao terfermentasi, dan perlakuan CF2 adalah complete feed fermentasi berbasis pod kakao. Replikasi masing-masing perlakuan sebanyak 6 ekor domba. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis variansi pola searah dan hasil yang berbeda dilanjutkan dengan uji beda mean Duncan new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pod kakao terfermentasi pada complete feed maupun pakan complete feed fermentasi berbasis pod kakao tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, protein, maupun bahan organik tercerna, serta tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Nilai serat kasar tercerna secara in vivo terbaik terdapat pada pakan perlakuan CF2. (Kata kunci: Pod kakao, Fermentasi anaerob, Inokulum mikrobia, Complete feed, Domba

  15. KUALITAS KERTAS SENI DARI PELEPAH TANAMAN SALAK MELALUI “BIOCHEMICAL” JAMUR Phanerochaete crysosporium DAN Pleurotus ostreatus DENGAN VARIASI LAMA PEMASAKAN DALAM NaOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triastuti Rahayu

    2016-09-01

    Full Text Available Kertas seni atau biasa disebut kertas daur ulang merupakan kertas yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan. Biasanya terbuat dari limbah tanaman yang mengandung serat tinggi. Limbah pelepah tanaman salak yangtidak termanfaatkan mengandung serat tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas seni. Bahan baku tersebut diproses melalui biopulping jamur Phanerochaete crysosporium dan Pleurotus ostreatus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas kertas seni dari pelepah tanaman salak melalui biokraft jamur Phanerochaete crysosporium dan Pleurotus ostreatus dengan variasi lama pemasakan dalam NaOH dengan parameter penelitian uji daya tarik, daya sobek dan uji sensoris (tekstur, warna, kenampakan serat dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua faktor, faktor 1 yaitu lama pemasakan dalam NaOH 15% (P1=1 jam, P2= 2 jam dan faktor 2 yaitu lama inkubasi (L1= 30 hari, L2= 45 hari dengan 4 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kertas seni terbaik adalah pada perlakuan P2L1 (lama pemasakan 2 jam dan lama inkubasi 30 hari yaitu 0,243 N/mm2 yang merupakan hasil uji daya tarik dan 18,711 N yang merupakan daya sobek tertinggi, tekstur halus, warna coklat muda, kenampakan serat kurang jelas dan panelis suka terhadap kertas ini.

  16. Perawatan Pulpektomi Secara Singkat Pada Gigi Sulung Nekrotik (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini Bagio Budiardjo

    2015-10-01

    Full Text Available Perawatan pulpektomi gigi sulung nekrotik akibat atrisi, trauma atau karies yakni pembuangan seluruh jaringan pulpa nekrotik dan menggantikannya dengan bahan pengisi yang padat, dapat diresorbsi serta tampak secara radiografis. Tujuannya antara lain untuk mempertahankan gigi sulung sampai saatnya digantikan dengan gigi tetap pengganti. Perkembangan, anatomi dan histologi gigi sulung membedakan teknik perawatan pulpektomi gigi sulung dan gigi tetap.Indikasinya adalah gigi sulung nekrotik tanpa peradangan periapikal, mahkota mendukung sterilisasi dan dapat direstorasi serta resorbsi akar fisiologis kurang dari sepertiga akar.Kesulitan perawatan terutama karena bentuk saluran akar yang sangat bervariasi dan resorbsi akar yang tidak beraturan. Tahap perawatan terdiri dari persiapan gigi, sterilisasi, pengisian dan restorasi.Keempat tahap dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan.Pada keadaan dimana terjadi kesulitan persiapan gigi, maka tindakan pengisian saluran akar dan restorasi ditunda 1 minggu kemudian, sehingga perawatan pulpektomi diselesaikan dalam 2 kali kunjungan.Dalam laporan kasus, perawatan pulpektomi dilakukan pada gigi insisif dan molar sulung dengan teknik 1-2 kali kunjungan.Sebagai bahan sterilisasi saluran akar digunakan formokresol dan bahan pengisi campuran zinkoksid-eugenol.  

  17. Optimum dose of 2-hydroxyethyl methacrylate based bonding material on pulp cells toxicity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Saraswati

    2010-06-01

    Full Text Available Background: 2-hydroxyethyl methacrylate (HEMA, one type of resins commonly used as bonding base material, is commonly used due to its advantageous chemical characteristics. Several preliminary studies indicated that resin is a material capable to induce damage in dentin-pulp complex. It is necessary to perform further investigation related with its biological safety for hard and soft tissues in oral cavity. Purpose: The author performed an in vitro test to find optimum dose of HEMA resin monomer that may induce toxicity in pulp fibroblast cells. Method: The method of this study was experimental laboratory with post test control group design. Primary cell culture was made from dental pulp fibroblast cells, and was given with HEMA resin bonding material in various concentrations (5 µg/ml–2560 µg/ml, and then subjected to toxicity test (MTT assay. Result: HEMA optimum concentration was 320 µg/ml to induce cytotoxicity in pulp fibroblast cells. Conclusion: The used of HEMA - base bonding material with the concentration of 200 µg/ml may induced pulp fibroblas cell toxicity.Latar belakang: Keberhasilan suatu bahan bonding secara klinis tergantung pada kandungan fisik, kimia dan keamanan secara biologis. HEMA (2-hydroxyethyl methacrylate adalah bahan resin yang paling banyak digunakan karena memiliki sifat fisik-kimia yang baik. Beberapa penelitian pendahuluan menyebutkan bahwa resin merupakan bahan yang mampu menyebabkan gangguan pada kompleks dentin pulpa sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menyangkut segi keamanan secara biologis bagi jaringan keras dan jaringan lunak di rongga mulut. Tujuan: Penelitian ini akan menguji secara in vitro (pada kultur sel fibroblas pulpa gigi untuk mengetahui dosis optimal monomer resin HEMA yang dapat menyebabkan toksisitas pada sel fibroblas pulpa. Metode: Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test control group design. Kultur sel primer dibuat dari

  18. PEMBERIAN EKSTRAK ENZIM KASAR DARI CAIRAN RUMEN DOMBA PADA TEPUNG BUNGKIL KEDELAI LOKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titin Kurniasih

    2012-08-01

    Full Text Available Kendala utama yang dihadapi dalam upaya pencarian bahan baku lokal sumber protein alternatif untuk mendapatkan pakan yang ekonomis dan efisien antara lain kualitas bahannya yang tidak sebaik tepung ikan dan tepung bungkil kedelai impor. Enzim protease, amylase, dan selulase bermanfaat untuk meningkatkan kecernaan bahan baku yang mengandung protein kompleks, karbohidrat, dan serat yang tinggi. Cairan rumen ternak domba telah dideteksi banyak mengandung enzim yang dapat membantu meningkatkan kecernaan bahan baku nabati. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber enzim alamiah yang murah dan tersedia cukup banyak di Indonesia, yaitu cairan rumen domba, untuk menghidrolisis bahan baku tepung bungkil kedelai lokal (TBKL. Penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu in vitro dan in vivo. Penelitian in vitro bertujuan mengevaluasi kadar produk hidrolisis yang dihasilkan setelah TBKL diinkubasi dengan ekstrak enzim kasar dari cairan rumen domba (EEK CRD dengan dosis 0, 200, 400, 600, dan 800 mL/kg TBKL, dan hasilnya adalah bahwa kadar total gula dan protein terlarut pada TBKL terhidrolisis meningkat apabila konsentrasi EEK CRD bertambah. Penelitian in vivo bertujuan menguji pemakaian TBKL yang telah dihidrolisis dengan dosis yang terpilih (dosis 800 mL EEK CRD/kg TBKL dalam formulasi pakan ikan nila dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji adalah nila berukuran rata-rata 2,48 ± 0,0183 g per ekor, dan dipelihara di 15 akuarium berukuran 50 cm x 60 cm x 50 cm yang diisi masing-masing 10 ekor selama 40 hari percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TBKL terhidrolisis dalam formulasi pakan menghasilkan peningkatan signifikan (P0,05 untuk parameter laju pertumbuhan, konsumsi pakan, retensi protein, dan retensi lemak. Tidak ada perbedaan signifikan (P>0,05 untuk tingkat sintasan di antara kelima perlakuan. EEK CRD dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan melalui predigestion terhadap nutrien

  19. Pengaruh Variasi Waktu Ultrasonikasi dan Waktu Tahan Hydrothermal terhadap Struktur dan Konduktivitas Listrik Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Junaidi

    2014-03-01

    Full Text Available Graphene merupakan satu lapis atom karbon yang mengalami hibridisasi sp2 membentuk struktur heksagonal 2D. Graphene memiliki potensi besar untuk aplikasi nanoelectronic materials. Penelitian ini bertujuan menganalisis waktu ultrasonikasi dan hidrothermal terbaik untuk mensintesis Graphene. Graphene disintesis dengan metode reduksi Grafit Oksida (GO. Grafit dioksidasi membentuk GO dengan modifikasi metode Hummer. GO diultrasonikasi dengan variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Kemudian proses reduksi GO dilakukan secara kimia dengan penambahan serbuk Zn dan teknik hidrothermal 200 oC dengan variasi waktu tahan 12, 18 dan 24 jam. Analisis morfologi dan struktur graphene dilakukan dengan pengujian SEM dan XRD. Pengujian Iodine Number untuk mengetahui kemampuan graphene menyerap Iodin. Pengujian FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk  pada GO dan Graphene. Pengujian Four Point Probe Test (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik Graphene. Hasil analsis menunjukkan bahwa graphene hasil ultrasonikasi 120 menit dan Holding 12 jam memiliki struktur Single Layer Graphene (SLG dengan konduktivitas listrik terbaik 0.0105 S/m

  20. Pengaruh Variasi pH dan Temperatur Sintering Terhadap Nilai Sensitivitas Material TiO2 Sebagai Sensor Gas CO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Silviana Widianti

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan berbagai macam pengupayaan untuk mengoptimalkan potensi Titanium dioksida (TiO2 sebagai sensor gas, mengingat TiO2 merupakan semikonduktor metal oksida. Pada penelitian ini digunakan TiO2 dalam bentuk serbuk, dengan pelarutnya H2SO4 yang diencerkan dengan air distilasi sehingga terbentuk variasi pH 1, 3, dan 5. Metode sol-gel dilakukan dengan perendaman dan dilanjutkan stiring selama 2,5 jam, kecepatan 700 rpm, dan temperatur 200ºC . Drying dilakukan selama 2 jam pada temperatur 350ºC, selanjutnya serbuk dikompaksi pada tekanan 200 bar agar terbentuk pellet. Pelet kemudian disintering pada temperatur 700,800, dan 900ºC selama 1 jam. Karakterisasi material dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM dan X-Ray Diffraction (XRD. Sedangkan untuk luas permukaan spesifik sampel TiO2 diuji dengan BET Analyser. Morfologi TiO2 yang dihasilkan dari proses sol-gel berbentuk bulat (spherical dan memiliki fase stabil anatase. Nilai sensitivitas didapatkan dari pengujian pada temperatur operasi 100ºC dan variasi volume gas CO 5L, 12,5L, 25L. Respon tercepat adalah material TiO2 pH 3 yang disinter dengan temperatur 900ºC, serta memiliki ukuran pori 50,83 nm