WorldWideScience

Sample records for bahan bakar oksida

  1. DISKURSUS BAHAN BAKAR AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poempida Hidayatulloh

    2015-06-01

    Full Text Available Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O terdiri dari atom hidrogen (H2 dan oksigen (O2 yang keduanya dapat dibakar dan membantu proses pembakaran. Di mana dalam pembakaran akan tercipta energi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi gerak seperti dalam mesin bakar (combustion engine. Proses penguraian senyawa air menjadi hidrogen dan Oksigen dapat dilakukan melalui proses elektrolisa. Proses elektrolisa secara langsung akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun proses elektrolisa yang tepat dapat menghasilkan Brown Gas (HHO yang mempunyai daya bakar yang cukup besar. Tulisan ini membahas dilema pemakaian Brown Gas dalam konteks energi yang dihasilkan dengan perbandingan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya. Komparasi energi ini ditujukan untuk menunjukkan apakah kemudian Brown Gas dapat lebih lanjut digunakan untuk menjadi energi penggerak mesin yang ekonomis. Pembahasan tentang terjadinya pelanggaran terhadap hukum kekekalan energi berbasis fisika klasik secara filosofis pun termaktub.

  2. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  3. Nilai Kalor Bakar Limbah Padat (HuWAC Sebagai Bahan Bakar Alternatif dalam Produksi Batu Bata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soeparjono Soeparjono

    2009-02-01

    Full Text Available Menipisnya persediaan minyak bumi dan sulitnya mendapatkan kayu bakar dengan harga murah sebagai bahan bakar untuk kalangan industri kecil produksi batu bata, diperlukan adanya pemikiran mencari bahan bakar alternatif dan murah. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kalor bakar limbah HuWAC sebagai bahan bakar alternatif untuk produksi batu merah. Sasarannya limbah HuWAC pabrik monosodium glutamat AJINOMOTO Mojokerto dengan sampel acak yang dikeringkan panas matahari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif rancangan deskriptif. Unsur-unsur yang terbakar dalam sampel dilakukan koreksi. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan alat Kalorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor bakar yang dihitung dengan formula Dulong, LVH = 2614 kcal/kg dan HHV = 2745 kcal/kg, sedangkan dari alat Kalorimeter Hgr = 2728 kcal/kg. Hal ini menunjukkan bahwa HuWAC dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif di kalangan industri kecil produksi batu bata.

  4. Pengujian Alat Konversi Ban Bekas Menjadi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Saputra, Imron Aryadi; Arijanto, Arijanto

    2017-01-01

    Pirolisis dapat didefinisikan sebagai dekomposisi thermal material organik pada suasana inert (tanpa kehadiran oksigen) dan suhu tinggi sehingga terurai menjadi molekul yang lebih kecil. Pirolisis merupakan bentuk penghematan energi karena dapat menyuling bahan bakar atau bahan kimia yang berguna dari limbah padat. Produk pirolisis berupa gas, cair dan padat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji alat konversi ban bekas menjadi bahan bakar, mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan pada pr...

  5. PERENCANAAN PEMANFAATAN MARINE FUEL OIL (MFO SEBAGAI BAHAN BAKAR ENGINE DIESEL MaK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Poeswanto

    2015-06-01

    Full Text Available PT. PLN (Persero Area Bontang tengah berupaya melakukan penggantian jenis bahan bakar pada engine diesel merk MaK yang semula menggunakan High Speed Diesel (HSD menjadi Marine Fuel Oil (MFO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses treatment bahan bakar MFO untuk menurunkan viscositas dan penyeragaman ukuran partikel bahan bakar pada engine diesel merk MaK dan mengetahui perbandingan biaya penghematan dan evisiensi pemakaian bahan bakar HSD dengan bahan bakar MFO. Metode yang digunakan analisa perpindaahan panas pada oil heater dan viskositas bahan bakar yang digunakan untuk menentukan proses treatment bahan bakar MFO. Dari hasil perencanaan, proses treatment menggunakan oli heater dimana proses pemanasan oli dengan memanfaatkan panas dari gas buang hasil pembakaran. Dengan penggunaan bahan bakar MFO dapat menghemat biaya konsumsi bahan bakar sebesar Rp. 21.827.520,- per harinya.

  6. Pengaruh Perubahan Saat Penyalaan (Ignition Timing) Terhadap Prestasi Mesin Pada Sepeda Motor 4 Langkah Dengan Bahan Bakar Lpg

    OpenAIRE

    Yunianto, Bambang

    2010-01-01

    Bahan bakar LPG merupakan bahan bakar gas yang ramah lingkungan, sehingga dapat dijadikan bahan bakar alternatif selain bahan bakar bensin Performa Mesin bensin yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar gas LPG mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi dikarenakan karakteristik sifat bahan bakar bensin berbeda dengan LPG. Hal ini dapat diatasi dengan mengatur saat penyalaan sehingga lebih sesuai dengan karakteristik gas LPG. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa dengan pengaturan saat ...

  7. PENGARUH PERUBAHAN SAAT PENYALAAN (IGNITION TIMING TERHADAP PRESTASI MESIN PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR LPG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Yunianto

    2012-07-01

    Full Text Available Bahan bakar LPG merupakan bahan bakar gas yang ramah lingkungan, sehingga dapat dijadikan bahan bakar alternatif selain bahan bakar bensin Performa Mesin bensin yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar gas LPG mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi dikarenakan karakteristik sifat bahan bakar bensin berbeda dengan LPG. Hal ini dapat diatasi dengan mengatur saat penyalaan sehingga lebih sesuai dengan karakteristik gas LPG. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa dengan pengaturan saat penyalaan 11° sebelum TMA, menghasilkan prestasi (Torsi dan Daya yang dekat dengan prestasi motor bensin yaitu hanya selisih 3 %. Prestasi terbaik pada mesin bahan bakar bensin ataupun LPG berkisar pada putaran 4000 s.d 5000 rpm

  8. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  9. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  10. PENGATURAN TENTANG SURAT REKOMENDASI PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Darmiati

    2016-09-01

    oleh negara memegang peranan penting dalam penyediaan bahan bakar baik untuk transportasi dan energi, Minyak dan gas bumi tentunya haruslah dikelola secara profesional dan seoptimal mungkin. PT Pertamina (Persero sebagai pemegang kewenangan dalam pengelolaan dan Niaga Migas dalam pendistribusian BBM ke masyarakat, tentunya memberikan kesempatan hadirnya pihak ketiga sebagai mitra kerja yaitu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kompleksnya pengaturan mengenai BBM subsidi ini menimbulkan adanya kelangkaan pasokan minyak Solar (produk BBM Subsidi serta sulitnya masyarakat melakukan pembelian minyak Solar di SPBU. Permasalahan yang kemudian muncul adalah Bagaimanakah pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM bersubsidi dan Lembaga- Lembaga mana sajakah yang berwenang mengeluarkan Surat Ijin/ Surat Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dalam pembahasan permasalahannya menggunakan pendekatan Perundang- undangan (The Statute Approach dan Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical Conseptual Approach. Adapun sumber bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum Primer, Sekunder dan Tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi adalah diatur dalam Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pedoman penerbitan Surat Rekomendasi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk Pembelian Bahan Bakar Minyak Jenis Tertentu. Selain itu dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu disebutkan juga mengenai konsumen yang berhak menggunakan BBM jenis tertentu sehingga dapat dijadikan sebagai  dasar verifikasi pembuatan Surat Rekomendasi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan Surat Rekomendasi pembelian BBM Jenis Tertentu adalah keseluruhan Satuan Kerja Perangkat Daerah

  11. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI ARITMETIKA SOSIAL MENGGUNAKAN KONTEKS BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA DI SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neni Lismareni

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan konteks bahan bakar minyak yang dapat membantu siswa memahami konsep pada pembelajaran aritmetika sosial di kelas VII. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah development research yang melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Hulu Sungkai. Harga bahan bakar minyak di pedagang eceran dan di SPBU tepat untuk memahami dan menemukan rumus untung, rugi, persentase untung dan persentase rugi untuk menuju tahap formal yaitu melalui dengan cara siswa berfikir harga bahan bakar minyak yang ada di warung dekat rumah mereka. Hasil dari percobaan pembelajaran menunjukkan bahwa melalui serangkaian aktivitas yang berbasis pengalaman telah membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep aritmetika sosial.Kata Kunci: aritmetika sosial, bahan bakar minyak, development research type validation studies DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jpm.9.1.2186.48 - 58

  12. ANALISIS KAPASITAS KERJA DAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TRAKTOR TANGAN BERDASARKAN VARIASI POLA PENGOLAHAN TANAH, KEDALAMAN PEMBAJAKAN DAN KECEPATAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulias Mardinata

    2014-10-01

    ha, pada pola berkeliling adalah 4,651 jam/ha, dan interaksinya adalah 0,868 – 1,787 l/jam.  Kecepatan dan kedalaman pembajakan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar dan kapasitas kerja. Pola pengolahan tanah terbaik agar konsumsi bahan bakar efi sien dan kapasitas  kerja maksimal adalah pola berkeliling. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, kapasitas kerja, kecepatan, kedalaman, pola pengolahan

  13. ANALISIS PENGARUH DENSITAS BAHAN BAKAR SILISIDA TERHADAP PARAMETER KINETIK TERAS REAKTOR RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran s

    2016-11-01

    Full Text Available Saat ini RSG-GAS menggunakan elemen bakar silisida 2,96 g U/cc. Untuk meningkatkan waktu operasi reaktor maka akan direncanakan untuk mengganti elemen bakar silisida dengan kerapatan yang lebih tinggi. Keuntungan reaktor dengan bahan bakar kerapatan tinggi adalah dapat lebih efektif dan efisien. Maka perlu dilakukan perhitungan parameter kinetik teras silisida kerapatan tinggi mengingat pengaruhnya sangat penting untuk keselamatan operasi reaktor. Parameter kinetik yang dihitung yaitu fraksi neutron kasip efektif, konstanta peluruhan neutron kasip, umur neutron serempak yang merupakan faktor utama dalam kontrol dan keselamatan. Bahan bakar silisida tipe pelat dengan densitas 2,96 - 4,8 gU/cm3 digunakan pada teras RSG-GAS untuk menganalisis perhitungan parameter kinetik. Perhitungan sel dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan paket program Batan-2DIFF digunakan untuk perhitungan teras. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga fraksi neutron kasip turun dengan naiknya densitas bahan bakar. Turunnya nilai parameter kinetik ini tidak mengganggu pergantian bahan bakar ke densitas yang lebih tinggi. Turunnya nilai parameter kinetik rata-rata dari densitas 2,96 gU/cm3 ke 3,55 gU/cm3 adalah 1,3 % sedangkan dari densitas 2,96 gU/cm3 ke 4,8 gU/cm3 adalah 2,2 % . Sehingga jika dilakukan pergantian bahan bakar maka ditinjau dari segi neutronik dan parameter kinetiknya tidak akan mengalami perubahan dalam pola operasi reaktor atau manajemen bahan bakar dan tidak akan berpengaruh terhadap keselamatan operasi reaktor.

  14. EFEK DENSITAS BAHAN BAKAR TERHADAP PARAMETER KOEFISIEN REAKTIVITAS TERAS RRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rokhmadi Rokhmadi

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia usianya sudah tua semuanya. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini untuk melengkapi data desain RRI sebagai salah satu persyaratan untuk perizinan desain. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai koefisien reaktivitas teras RRI dengan konfigurasi teras setimbang yang optimal dengan konfigurasi teras 5×5 dan daya 20 MW, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari. Perhitungan koefisien reaktivitas teras RRI dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi. Perhitungan dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil pehitungan digunakan untuk melengkapi data desain konseptual teras yang menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, 550 g dan 700 g memiliki nilai koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, temperatur moderator, densitas moderator dan void semuanya negatif dan nilainya sangat bervariasi. Hal ini sudah memenuhi kriteria keselamatan desain konseptual teras RRI. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum, koefisien reaktivitas, WIMS, BATANFUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new reserach reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefor, it is needed to design a new research reactor as a alternative called it innovative research reactor (IRR and then as

  15. Studi Awal Desain Pebble Bed Reactor Berbasis Htr-pm Dengan Skema Resirkulasi Bahan Bakar Once-through-then-out

    OpenAIRE

    Setiadipura, Topan; Pane, Jupiter Sitorus; Zuhair, Zuhair

    2016-01-01

    STUDI AWAL DESAIN PEBBLE BED REACTOR BERBASIS HTR-PM DENGAN RESIRKULASI BAHAN BAKAR ONCE-THROUGH-THEN-OUT. Reaktor nuklir tipe pebble bed reactor (PBR) adalah salah satu reaktor canggih dengan fitur keselamatan pasif yang kuat. Pada desain tipe ini berpotensi untuk dilakukan kogenerasi yang bermanfaat untuk pengolahan berbagai mineral di berbagai pulau di Indonesia. Operasi PBR dapat lebih disederhanakan dengan menerapkan skema pengisian bahan bakar once-through-then-out (OTTO) dimana bahan b...

  16. Pengaruh prosentase etanol terhadap daya dan konsumsi bahan bakar mesin pembakaran busi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Nur Sasongko

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini merupakan studi eksperimental pengaruh penambahan etanol terhadap kinerja mesin pembakaran busi (mesinbensin, meliputi daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifiknya. Mesin yang digunakan dalam penelitian ini berupa mesinempat langkah silinder tunggal, system injeksi tidak langsung, dengan volume 124.8 cc dan rasio kompresi 9.3 : 1. Pengujiandilakukan pada 8 kecepatan putaran mesin yang berbeda mulai dari 1500 rpm sampai 5000 rpm, dengan 10 tipe campuranbensin dan etanol (E10 sampai E100. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya efektif mesin menurun dengan peningkaranetanol dalam campuran untuk semua variasi kecepatan putaran mesin. Daya maksimum dicapai pada putaran mesin 2500sampai 3000 rpm. Etanol memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibanding bensin, sehingga peningkatan kandungan etanoldalam bahan bakar menyebabkan kenaikan konsumsi bahan bakar spesifik mesin.Kata kunci: etanol; bahan bakar bensin-etanol; performa mesin, konsumsi bahan bakar spesifik Abstract: This present study investigated experimentally the influence of ethanol addition on the engine performance; in the term ofeffective power and Brake specific fuel consumptio of gasoline spark ignition engine. The engine used in the research was a 4stroke single-cylinder, indirect injection system with volume of 124.8 cc and compression ratio of 9.3:1. The experiments wereconducted at eight different engine speeds ranging from 1500 rpm to 5000 rpm and 10 types of gasoline-ethanol mixtures (E10to E100. The result showed that the effective power decreased with increasing of ethanol in the fuel blends for all variation ofengine speed. The maximum power of the engine was obtained at engine speed around 2500 to 3000 rpm. Since the ethanolhas a lower heating value than that of gasoline, ethanol addition in the blend fuel causes the increment of Brake Specific FuelConsumptionKeywords: ethanol; gasoline-ethanol fuel; spark ignition engine; engine performance, brake

  17. Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Ragil Wibisono

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.

  18. OPTIMASI DAYA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN TOYOTA SERI 5K MELALUI PENGGUNAAN PENGAPIAN BOOSTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardani Ali Sera

    2015-10-01

    Full Text Available Proses pembakaran adalah proses secara fisik yang terjadi di dalam silinder. Proses pembakaran dimulai pada saat busi memercikkan bunga api hingga terjadi proses pembakaran. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen yaitu membandingkan daya dan konsumsi bahan bakar antara pengapian standar dengan pengapian menggunakan booster. Berdasarkan data hasil uji coba perbandingan antara sistem pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan booster dengan objek penelitian mesin Toyota seri 5K diketahui adanya kenaikan 2.61% daya menjadi 27.723 kW dari 27.17 kW antara sistem pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan booster pada putaran mesin 2400 rpm. Sedangkan prosentase kenaikan rerata daya sebesar 2.79 %. Penggunaan booster juga membuat penggunaan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc antara sistem pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan booster. Prosentase penurunan rerata konsumsi bahan bakar spesifik (sfc sebesar 6.99%. Pada sistem pengapian yang menggunakan booster, sfc minimum sebesar 0.219 kg/kWh pada putaran mesin 2200 rpm. Pada pengapian standar sfc minimum sebesar 0.231 kg/kWh pada putaran mesin 2400 rpm.

  19. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  20. ANALISIS POLA MANAJEMEN BAHAN BAKAR DESAIN TERAS REAKTOR RISET TIPE MTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Parameter neutronik dibutuhkan dalam mendesain teras reaktor riset. Reaktor riset jenis MTR (Material Testing Reactor sangat diminati karena dapat digunakan baik untuk riset dan juga produksi radio isotop. Reaktor riset yang ada saat ini sudah tua sehingga dibutuhkan desain reaktor yang mempunyai teras kompak. Desain teras reaktor riset yang sudah ada saat ini belum cukup memadai untuk memenuhi persyaratan di dalam UCD yang telah ditetapkan yaitu fluks neutron termal di teras 1x1015 n/cm2s, oleh karena itu perlu dibuat desain teras reaktor baru sebagai alternatif yang kompak dan dapat menghasilkan fluks neutron tinggi. Telah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap manajemen bahan bakar desain teras kompak dengan konfigurasi teras 5x5, berbahan bakar U9Mo-Al dan tinggi teras aktif 70 cm. Tujuan dari riset ini untuk memperoleh fluks neutron di teras memenuhi kebutuhan seperti yang telah ditetapkan di UCD dengan panjang siklus operasi minimum 20 hari pada daya 50 MW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan paket program komputer WIMSD-5B untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik bahan bakar dan Batan-FUEL untuk memperoleh nilai parameter neutronik serta Batan-3DIFF untuk perhitungan nilai reaktivitas batang kendali. Perhitungan parameter neutronik teras reaktor riset ini dilakukan untuk bahan bakar U-9Mo-Al dengan tingkat muat bervariasi dan 2 macam pola pergantian bahan bakar yaitu teras segar dan teras setimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada teras segar, tingkat muat 235U sebesar 360 gram, 390 gram dan 450 gram memenuhi kriteria keselamatan dan kriteria penerimaan di UCD dengan nilai fluks neutron termal di teras lebih dari 1x1015 n/cm2s dan panjang siklus >20 hari, sedangkan pada teras setimbang panjang siklus dapat terpenuhi hanya untuk tingkat muat 450 gram. Kata kunci: desain teras reaktor, bahan bakar UMo, pola bahan bakar, WIMS, BATAN-FUEL   Research reactor core design needs neutronics parameter calculation use computer

  1. Analisa PerfomaMotor Diesel Berbahan Bakar Komposisi Campuran Antara Minyak Tuak Dengan Minyak Diesel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Isnaini

    2013-09-01

    Full Text Available Solar merupakan salah satu jenis minyak bumi yang berasal dari fosil dan diperkirakan akan habis dalam jangka beberapa tahun kedepan. Selain itu, solar juga melepaskan gas-gas antara lain karbon dioksida(CO2, nitrogen oksida (NOx,dan sulfur dioksida (SO2 yang menyebabkan pencemaran udara. Untuk mengantisipasi semakin menipisnya cadangan minyak bumi dan semakin meningkatnya pencemaran udara, dilakukan upaya penelitian terhadap bahan bakar alternatif. Penelitian ini mendiskusikan secara detail tentang perbandingan antara bio solar dengan bahan bakar emulsi 10% minyak tuak melalui proses  pengujian peforma motor diesel yang meliputi torsi, daya dan kebutuhan bahan bakar spesifik serta kadar nilai NOx yang terkandung dalam kedua bahan bakar dan disesuaikan dengan standar nilai dari IMO (International Marine Organization yang tertera dalam MARPOL Annex IV Regulation 13 mengatakan untuk motor diesel dengan putaran diatas 2000 rpm, maka kadar NOx yang diperbolehkan tidak kurang dari 7,7 g/kWh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terhadap peforma motor bahan bakar emulsi 10% minyak tuak lebih baik dibandingkan bio solar sedangkan terhadap pengujian emisi bio solar lebih baik dari pada emulsi 10% minyak tuak dan dari standart IMO kedua bahan bakar ini masih memenuhi toleransi berat Nox.

  2. PEMBUATAN SERBUK U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SERBUK PADUAN U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET. Telah dilakukan pembuatan serbuk paduan U-6Zr dengan pengkayaan 19,75 % untuk bahan bakar reaktor riset. Pembuatan bahan bakar U-6Zr ini dalam rangka mencari bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi untuk mengganti bahan bakar yang sudah ada U3Si2-Al. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui sifat-sifat serbuk paduan U- 6Zr yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding sebagai kandidat bahan bakar reaktor riset. Serbuk yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding dikenai pengujian, diantaranya pungujian komposisi kimia, densitas, kandungan hidrogen, fasa dan sifat termal. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan beberapa unsur seperti Al, Ca, Cu, dan Ni melebihi batas yang diijinkan dimana masing-masing unsur terdapat sebesar 202,21 ppm; 214,05 ppm; 61,25 ppm dan 134,53 ppm. Pada pengujian diperolah densitas serbuk U-6Zr sebesar 13,58 g/cm3 dan pada pengujian kandungan hidrogen sisa diperoleh kandungan hidrogen sebesar 0,16 %. Untuk pengujian fasa, diperoleh fasa αU dan δU, sedangkan pada pengujian sifat termal yakni transformasi temperatur terdapat dua puncak yakni puncak pertama terjadi pada temperatur 274 hingga 311 oC dan puncak kedua terjadi pada temperatur 493 hingga 527oC. Puncak pertama terjadi reaksi endotermik dengan menyerap panas sebesar ∆H = 6,23 cal/g tetapi tidak terbentuk fasa baru, sedangkan puncak kedua terjadi reaksi eksotermik dengan mengeluarkan panas sebesar ∆H = -9.34 cal/g dan terbentuk fasa αZr. Sementara itu, dari pengujian kapasitas panas pada temperatur 34 hingga 75 oC, terjadinya penurunan nilai kapasitas panas yang disertai dengan penyerapan panas. Pada temperatur yang lebih tinggi hingga temperatur 437oC nilai kapasitas panas menjadi lebih kecil disertai pengeluaran panas. Reaksi termokimia antara Zr dengan hidrogen sisa menunjukkan terbentuknya fasa αZr yang diindikasikan oleh reaksi

  3. Pengaruh Pemakaian Bahan Bakar, Putaran, dan Penyetelan Sudut Pengapian terhadap Produk Emisi Gas Buang pada Mesin Type 5K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Semakin gencarnya program pemerintah mensosialisasikan program langit biru, diharapkan pemilik kendaraan bermotor mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya pengotoran udara yang ada di lingkungannya. Salah satu faktor penyebab terjadinya pencemaran udara di sekitar kita adalah gas buang yang dihasilkan oleh banyaknya populasi kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk menguji perbedaan pemakaian bahan bakar premium dan bensin biru dalam hal produk emisi gas buang pada kendaraan bermotor pada saat putaran rendah. menengah, dan tinggi pada motor Toyota 5K. Pengambilan data dilakukan dengan mengetes emisi gas buang HC dalam ppm dan Co dalam % volume pada motor yang menggunakan bahan bakar premium dan bensin biru. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan penggunaan jenis bahan bakar serta besar penyetelan saat pengapian ada perbedaan yang signifikan dengan F rasio = 144,42 dan P < 0,05 terhadap produk emisi gas buang pada Toyota 5K. Hal ini berarti dengan menggunakan bahan bakar bensin biru akan diperoleh emisi gas buang yang minimum jika penyetelan saat pengapian diperlambat.

  4. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Brillyano Agni Pradipta; Djoko Sungkono Kawano

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  5. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Pradipta, Brillyano Agni; Kawano, Djoko Sungkono

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  6. KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR U-ZrHX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR      U-ZrHx. Telah dilakukan analisis untuk menentukan korelasi komposisi terhadap sifat termal pada serbuk bahan bakar U-ZrHx. Serbuk U-ZrHx dibuat dari proses hidriding ingot U-Zr, dimana ingot U-Zr merupakan hasil peleburan logam U dan Zr. Dalam percobaan ini dibuat tiga variasi serbuk yaitu U-35ZrHx, U-45ZrHx, dan U-55ZrHx. Perlunya dilakukan penentuan kadar Zr terhadap sifat termal adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Zr terhadap sifat transformasi panas dari bahan bakar tersebut. Mula –mula dilebur logam U dan Zr didalam tungku peleburan busur listrik hingga menghasilkan ingot U-Zr. Ingot U-Zr selanjutnya dibuat serbuk dengan teknik hidridring-milling hingga menghasilkan serbuk U-Zr. Serbuk U-Zr dianalisis komposisi dengan menggunakan teknik sepektroskopi serapan atom (SAA dan sepektroskopi UV-Vis. Hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa pada analisis untuk menentukan kandungan U dan Zr hampir semua sampel uji yang dianalisis mempunyai perbedaan yang cukup besar antara kandungan U dan Zr yang ditentukan dengan hasil analisis U dan Zr terkecuali hasil analisis pada serbuk U-45Zr yang hanya berbeda 0,609 %. Dari hasil pengujian unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur pengotor yang ada masih memenuhi persyaratan untuk bahan. Pengujian kapasitas panas yang dilakukan pada rentang temperatur 35ºC hingga 437ºC memperlihatkan bahwa nilai kapasitas yang paling besar adalah serbuk U-35ZrHx dengan nilai kapasitas panas sebesar 0,13 J/g.oC. Sementara itu dari pengujian transisi perubahan fasa diperoleh bahwa pada U-45ZrHx mengalami dua tahapan reaksi disertai perubahan fasa. Dapat disimpulkan apabila dilihat dari kandungan U dan Zr  belum bisa digunakan untuk bahan bakar, sedangkan dari analisis kandungan unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur yang ada masih  memenuhi persyaratan untuk bahan bakar kecuali unsur Fe. Sementara itu hasil analisis sifat termal

  7. Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Untuk Bahan Baku Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif

    OpenAIRE

    Hendra, Djeni

    2011-01-01

    Eceng gondok merupakan komoditi perairan yang memiliki nilai selulosa yang tinggi, penanganan pasca panen eceng gondok yang mudah dan hasilnya bermanfaat juga bernilai ekonomis tinggi diperlukan agar eceng gondok tidak merusak ekosistem perairan. Pembuatan briket dari bahan baku eceng gondok merupakan salah satu solusi untuk memanfaatkan eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kadar perekat optimum briket eceng gondok dan mengetahui jenis briket eceng gondok yang terbaik untuk di...

  8. Pengaruh Fungsi Advence Centrifugal dan Putaran Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Motor Toyota Tipe 4K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengelola bengkel mobil dan mekaniknya adalah pada waktu melaksanakan pekerjaan tune up. Mereka hanya menyetel saat pengapian dan platina saja tanpa mengontrol fungsi advance centrifugal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan-bakar pada motor bensin saat advance centrifugal bekerja normal dan macet pada putaran menengah dan tinggi. Sebagai obyek penelitian digunakan motor Toyota Type 4K yang telah diservis sesuai dengan standar industri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan kondisi advance centrifugal ada interaksi yang signifikan dengan F rasio = 82,975 dan P lebih kecil 0,05 terhadap konsumsi bensin pada motor Toyota Type 4K. Hal ini berarti bahwa pada berbagai putaran motor dengan kondisi advance centrifugal bekerja normal, konsumsi bensin pada motor Toyota Type 4K lebih irit jika dibandingkan dengan kondisi advance centrifugal yang macet.

  9. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  10. PENGARUH TEMPERATUR DAN IRADIASI TERHADAP INTERDIFUSI PARTIKEL BAHAN BAKAR JENIS U−7Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maman Kartaman Ajiriyanto

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK PENGARUH TEMPERATUR DAN IRADIASI TERHADAP INTERDIFUSI PARTIKEL BAHAN BAKAR JENIS U−7Mo/Al. Paduan U−7Mo/Al memiliki potensi besar sebagai bahan bakar reaktor riset, tetapi bahan bakar ini memiliki beberapa kekurangan antara lain dapat membentuk interaction layer pada antarmuka pada saat proses fabrikasi maupun iradiasi di reaktor melalui mekaniame difusi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya interaction layer yang disebabkan oleh interdifusi atau diffusion couple paduan U−7Mo dengan pelat AlMg2 yang dipanaskan pada temperatur 500 °C dan 550 °C selama 24 jam dalam tungku arc furnace dan tungku DTA pada temperatur 30 °C hingga 1400 °C. Hasil pengamatan mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM pada sampel diffusion couple hasil pemanasan pada temperatur 500 °C belum terlihat adanya interaction layeratau pembentukan fasa baru antara partikel U−Mo dan matriks Al. Sementara itu, pemanasan pada temperatur 550 °C telah terjadi interdifusi paduan U−7Mo dengan pelat AlMg2 menghasilkan senyawa (U,MoAlx pada antarmuka atau interface. Hal ini didukung oleh hasil analisis DTA menunjukkan bahwa paduan U−7Mo/Al pada 500 °C mempunyai kompatibilitas panas yang baik, tetapi diatas temperatur 550 °C telah terjadi perubahan fasa a + d menjadi a + g. Pemanasan hingga 679,14 °C terjadi fasa metastabil U(Al,Mox dan selanjutnya mengalami proses interdifusi dengan leburan uranium membentuk interaction layer berupa aglomerat senyawa UAlx (UAl4, UAl3 danUAl2. Aglomerat yang terbentuk dari proses pemanasan secara diffusion couple maupun dalam tungku DTA dibandingkan dengan aglomerat yang terbentuk akibat proses iradiasi. Bahan bakar paduan U−7Mo/Al yang diradiasi dengan burn up 58% mengalami interdifusi antara U−7Mo dengan matriks Al menghasilkan fasa metastabil U(Al,Mox yang berubah menjadi layer (U,MoAl7, presipitat UMo2Al20, (UMoAl3−Al dan membentuk boundary atau aglomerat UAlx (UAl4, UAl3 danUAl2

  11. FALSE CAMPAIGN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PASKA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK 1 OKTOBER 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian Dektisa Hagijanto

    2006-01-01

    Full Text Available Due to public’s reaction initiated by the raised oil prices per October 1%2C 2006%2C the government launched several Public Service Advertisements featuring a religious figure%2C an education figure%2C and a former cabinet member. These advertisements%2C however%2C raised some critiques. Public Service Advertisement (PSA is a social discourse that can influence the public. In essence%2C PSA is objective and in general portray the reality in our community. Blunder in creating PSA’s will cause social reaction%2C false campaign%2C and even empty discourse that will actually make blunder for the advertisers. Abstract in Bahasa Indonesia : Akibat reaksi masyarakat yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak per 1 Oktober 2006 maka pemerintah meluncurkan iklan layanan masyarakat yang memakai figur tokoh agama%2C pendidikan%2C dan mantan menteri. Namun iklan layanan masyarakat ini juga menuai kritik. Iklan Layanan Masyarakat (ILM adalah diskursus sosial yang dapat mempengaruhi khalayak masyarakat. Sejatinya ILM adalah objektif dan menggambarkan realitas masyarakat pada umumnya. Kecerobohan di dalam membuat ILM akan memancing reaksi sosial%2C kampanye salah (false campaign%2C dan bahkan empty discourse yang justru akan menjadi blunder bagi pengiklan. Public Service Advertisement post oil price increase of 1 October 2006%2C false campaign%2C subjective interpretation%2C communication using symbol as the signified.

  12. Pengaruh Jenis Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Revo Fit 110 cc

    OpenAIRE

    Wawan Trisnadi Putra; - Sudarno; Yoyok Winardi

    2016-01-01

    Tingkat panas busi adalah kemampuan busi untuk membawa panas dari ruang pembakaran keluar dari ujung busi ke shell busi. Semakin besar nilainya, panas lebih mudah dilepaskan. Penelitian ini menguji tiga jenis tingkat panas busi yaitu U20EPR9, U24EPR9, dan U27EPR9. Masing-masing busi diteliti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan waktu 180 detik pada putaran mesin 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, dan 4500. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis busi ...

  13. ANALISIS PERFORMA SISTEM PENDINGIN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KABIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirza Yusuf

    2017-12-01

    Full Text Available Ramah lingkungan menjadi isu yang gencar dalam penelitian. Cloro Fluoro Carbon (CFC yang digunakan dalam AC konvensional akan menguap ke udara bebas  berdampak kerusakan lapisan ozon. Ditinjau secara micro dalam penggunaan sitem pendingin dapat diterapkan pada pendingin kabin mobil. System pendingin mobil konfensional menimbulkan 2 kerugian yaitu lebih boros bahan bakar karena couple pulley compressor AC membebani putaran mesin dan penggunaan CFC yang tidak ramah lingkungan.   System pendingin ramah lingkunagan dan mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric.  terobosan baru sistem pendingin tersebut menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC dengan memanfaatkan seaback effect .  Thermo Electric Cooler (TEC ketika dialiri tegangan DC (arus searah pada kedua jalur kabel penghubungnya maka salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin. Salahsatu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC harus diturunkan temperaturenya serendah mungkin mungkin dengan menggunakan alat penukar kalor heat sink serta dibantu kipas(fan. semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pendingin tersebut mampu bekerja dengan rate penurunan temperature memadai. Selanjutnya dapat dapat diaplikasikan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.    Kata kunci:  Kabin mobil, Air Conditioner (AC konvensional, Cloro Fluoro Carbon (CFC, Thermo Electric Cooler (TEC, komponen sistem pendingin.

  14. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  15. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  16. Pemanfaatan Limbah Biomassa Cangkang Kakao Dan Kemiri Sebagai Bahan Bakar Briket (Utilization of Biomass Wastes From Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette)

    OpenAIRE

    Saptoadi, Harwin; Syamsiro, Moch; Tambunan, Bisrul Hapis

    2007-01-01

    ABSTRAK  Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao...

  17. Karakterisasi Paduan AlMgSi Untuk Kelongsong Bahan Bakar U3Si2/Al Dengan Densitas Uranium 5,2 gU/cm3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2018-03-01

    Full Text Available Meningkatnya densitas uranium dari 2,96 gU/cm3 menjadi 5,2 gU/cm3 bahan bakar U3Si2/Al harus diikuti dengan penggunaan kelongsong yang kompatibel. Bahan bakar berdensitas tinggi mempunyai kekerasan yang tinggi, sehingga bila menggunakan paduan AlMg2 sebagai kelongsong dapat menyebabkan terjadi dogbone pada saat perolan. Selain fenomena dogbone, pada saat bahan bakar tersebut digunakan di reaktor dapat terjadi swelling karena meningkatnya hasil fisi maupun burn up. Oleh karena itu, perlu dicari pengganti bahan kelongsong untuk bahan bakar U3Si2/Al densitas tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi paduan AlMgSi sebagai kandidat pengganti kelongsong AlMg2. Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi. Analisis termal dilakukan menggunakan DTA (Differential Thermal Analysis dan DSC (Differential Scanning Calorimetry. Analisis kekerasan menggunakan alat uji kekerasan mikro, mikrostruktur menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope dan analisis laju korosi dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 150 oC selama 77 jam di dalam autoclave. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelongsong AlMgSi maupun AlMg2 mempunyai kompatibilitas panas dengan bahan bakar U3Si2/Al cukup stabil hingga temperatur 650 oC. Kelongsong AlMgSi mempunyai kekerasan sebesar 115 HVN dan kelongsong AlMg2 sebesar 70,1 HVN. Sementara itu, analisis mikrostruktur menunjukkan bahwa morfologi ikatan antarmuka (interface bonding kelongsong AlMgSi lebih baik dari kelongsong AlMg2, demikian halnya dengan laju korosi bahwa kelongsong AlMgSi mempunyai laju korosi lebih kecil dibanding kelongsong AlMg2. Hasil karakterisasi termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi menunjukkan bahwa PEB U3Si2/Al densitas 5,2 gU/cm3 menggunakan kelongsong AlMgSi lebih baik dibanding PEB U3Si2/Al  densitas 5,2 gU/cm3  menggunakan kelongsong AlMg2. Kata kunci: U3Si2/Al, densitas 5,2 gU/cm3, kelongsong AlMgSi dan AlMg2.

  18. OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BRIKET BIOMASSA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF YANG RAMAH LINGKUNGAN (Optimization of Biomass Briquettes Production Process Using Taguchi Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musabbikhah Musabbikhah

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi pembuat dan pengguna briket adalah briket yang dihasilkan kualitasnya rendah ditinjau dari nilai kalor. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas briket terbaik dari limbah biomassa dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar alternatif rumah tangga yang murah dan ramah lingkungan guna mewujudkan masyarakat mandiri energi. Metode yang digunakan untuk menentukan kualitas briket adalah metode Taguchi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tekanan pengepressan, waktu penahanan, model cetakan, suhu pengeringan, lama pengeringan dan komposisi bahan, sedangkan variabel terikat adalah nilai kalor briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas briket terbaik ditinjau dari nilai kalor tertinggi yaitu pada setting parameter A2B1C2D2E2F1, artinya tekanan pengepressan 225 kg/cm2, waktu penahanan 5 menit, model cetakan sarang tawon (kotak, suhu pengeringan 60 °C, lama pengeringan 3 hari, perbandingan limbah jarak pagar : arang sekam : arang tempurung kelapa : perekat adalah 5 : 3: 2 : 1. Rata-rata nilai kalor biobriket yang dihasilkan sebesar 5.323 kal/g. Hal ini menunjukkan bahwa briket mempunyai nilai kalor yang tinggi dan memenuhi SNI, sehingga briket layak untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. ABSTRACT Problems that encountered on manufacturers and users of briquettes is low quality of the briquettes in terms of heat value. The aim of this research is to determine the best quality of the briquette which is made from biomass waste. The briquette is expected to be used to fulfill the need of inexpensive and environmentally friendly of alternative household fuel, by which the energy independent community could be realized.The method used to determine the quality of the briquette is Taguchi method. The independent variables involved are compressive strength, holding time, mold model, drying temperature, drying time and material composition. The dependent variable is the highest

  19. Aplikasi Multichart Diagram Dalam Desain Dan Manufaktur Tungku Pengecoran Kuningan (CuZn5 Menggunakan Bahan Bakar Briket Batubara Kalori Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Kusuma Pratiwi

    2015-07-01

    Full Text Available Abstrak : Sejak semakin mahalnya harga miyak bumi, sebagian besar industri kecil pengecoran logam tidakdapat bertahan karena biaya produksi yang semakin tinggi. Oleh karena itu dicari bahan bakaralternatif yang dapat menggantikan minyak dan gas dengan aman dan murah. Indonesia kayaakan batubara yang dalam pasar domestik dijual dalam bentuk briket batubara kalori rendah,oleh karena itu dilakukan desain untuk membuat tungku dengan bahan bakar ini. Proses desaindilakukan dengan mulai menghitung kalor yang dibutuhkan untuk melebur lagam, dalam hal inilogam yang akan dilebur adalah kuningan (CuZn5. Selanjutnya dilakukan pemilihan materialrefraktori untuk tungku yang dapat meminimalisir heat loss. Desain tungku pengecoran inidilakukan dengan menggunakan Multichart Diagram untuk effisiensi 40 % dan kapasitas 150 kgkuningan. Hasil Uji coba pengecoran dilapangan ternyata effisiensi tungku adalah 42%, lamapeleburan 3,5 jam.Kata kunci: Tungku pengecoran kuningan, briket batubara kalori rendah, mulichart diagram Abstract : Since the increasingly price of oil fuel, mostly small foundry industry can not survive due to thehigher production costs. Therefore searching for alternative fuels that can replace oil and gas safelyand inexpensively is promoted. Indonesia is rich in coal. In domestic market is sold in the form oflow-grade coal briquettes, therefore, is carried out the design to make furnace from this fuel. Thedesign process is done by beginning to calculate the heat needed to melt this alloy, in this case themetal to be melted is brass (CuZn5. Furthermore, the material selection for refractory furnace tominimize heat loss. This casting is done by using Multichart Diagram for 40% efficiency andcapacity of 150 kg brass. The test results during experiment obtained that efficiency is 42% in 3.5hours.Keywords: Furnace casting brass, low grade coal briquettes, multichart diagram

  20. PERFORMA NEUTRONIK BAHAN BAKAR LiF-BeF2-ThF4-UF4 PADA SMALL MOBILE-MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. N. Rokhman

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap performa neutronik bahan bakar garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Small Mobile-Molten Salt Reactor (SM-MSR. Penyesuaian konfigurasi teras dan temperatur operasi harus dilakukan untuk penggunaan bahan bakar baru tersebut agar mencapai keff > 1 dan CR (conversion ratio > 1 pada fraksi 0,5% 233U, 20% 232Th, 28% Li, 51,5% Be. Setelah didapat nilai keff ≈ 1 dan CR ≈ 1, dilakukan analisis pengaruh perubahan Th terhadap Be dan Be terhadap Li yang terlihat dalam perubahan parameter keff dan CR. Setelah itu fraksi 233U divariasi antara 0,5–0,46% untuk memperoleh keff > 1 dan CR > 1. Dalam perhitungan koefisien reaktifitas temperatur (αT, temperatur teras dinaikkan sebesar +25K dan +50K., dan untuk koefisien reaktifitas void (αV, densitas bahan bakar dikurangi hingga 90%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengurangan Th terhadap Be menyebabkan penurunan nilai CR dan naiknya keff akibat berkurangnya material fertil. Sebaliknya penambahan Be terhadap Li mengakibatkan terjadi kenaikan nilai keff dan menurunkan CR, akibat laju serapan Li lebih besar dari Be. Pada 5 (lima fraksi 233U dalam rentang 0,5–0,49%, hasil perhitungan keff dan CR masing-masing bervariasi dalam rentang 1,00001 - 1,00327 dan 1,00016 - 1,00731. Untuk faktor puncak daya (PPF, hasil perhitungan memberikan nilai dalam rentang 2,4311 -2,4714. Sedangkan untuk parameter keselamatan, koefisien reaktivitas temperatur (αT dan reaktivitas void (αV masingmasing bernilai negatif dalam rentang 4,972×10-5 - 5,909×10-5 dan 2,596×10-2- 2,8287×10-2 ∆k/k/K. Dapat disimpulkan bahwa teras SM-MSR memberikan nilai negatif di kedua koefisien reaktivitas tersebut untuk setiap fraksi,, sehingga memenuhi kriteria keselamatan dan keselamatan melekat. Kata kunci: SM-MSR (small mobile-molten salt reactor, bahan bakar LiF-BeF2-ThF4-UF4, keselamatan melekat, koefisien reaktivitas temperatur, koefisien reaktivitas void   The analysis of neutronic performance has

  1. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan kemiri. Penelitian dilakukan dengan menghaluskan biomassa dengan ukuran partikel kurang dari I mm. Kemudian 5 gram campuran bahan baku dengan bahan pengikat gel tepung kanji dengan perbandingan 70:30 untuk kakao dan 80:20 untuk kemiri dibriket dalarn cetakan berdiarneter l6 mm. Setelah dibriket kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50 oC selama 5 jam. Pembakaran dilakukan dalam ruang bakar pada temperatur dinding 350 oC dan laju aliran udara bervariasi antara 0,1 - 0,4 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kakao dan kemiri mempunyai nilai kalor masing-masing 16.998 dan 21.960 kJ/kg. Emisi CO cukup signifikan pada tahap devolatilisasi. Cangkang kakao memberikan total emisi CO lebih tinggi dibandingkan dengan cangkang kemiri. Laju aliran udara juga berpengaruh terhadap emisi CO yang dihasilkan. Penambahan laju aliran udara akan mengurangi emisi CO, hal ini karena adanya penambahan suplai oksigen sehingga pemnbakaran dapat berlangsung lebih sempurna.   ABSTRACT  Biomass was the  primary source of energy for millions of people in the world, but when coal, oil, and gas became widely available, its use was declined. However, in recent years interest in biomass utilization increases because of energy crisis and environmental issues. Utilization of biomass for substituting fossil fuel can reduce global CO2 emission problem. The objective of this research is to study alternative energy sources that utilize biomass waste from cocoa and candlenut

  2. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  3. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-04-01

    Full Text Available Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang terbentuk dari elemen bakar dan tekanan yang berasal dari pemisahan hidrogen dari paduan zirkonium hidrida. Gas hasil fisi yang terbentuk oleh bahan bakar sebanding dengan besarnya fraksi bakar oleh setiap elemen bakar dalam teras reaktor. Semakin besar fraksi bakar elemen bakar, semakin besar gas gas hasil fisi yang dihasilkannya, akibatnya semakin besar tekanan di dalam kelongsong yang disebabkan oleh gas gas hasil fisi tersebut. Perhitungan jumlah gas-gas hasil fisi dalam kelongsong yang merupakan fungsi dari nilai bakar dilakukan dengan menggunakan program ORIGEN-2. Program ORIGEN-2 adalah kode komputer yang banyak digunakan untuk menghitung hasil fisi, peluruhan dan pengolahan bahan radioaktif. Tampang lintang, presentase timbulnya hasil fisi, data peluruhan, dan data lainnya yang diperlukan disediakan dalam pustaka data selama eksekusi program. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas yang diakibatkan oleh gas hasil fisi adalah 4,13 10-3 psi dan tekanan gas yang diakibatkan udara yang terjebak di dalam kelongsong adalah 56,6 psi, yang mengakibatkan tegangan pada kelongsong sebesar 2080 psi dan nilai ini jauh lebih kecil dari setengah tegangan luluh bahan kelongsong sebesar 12.000 psi pada temperatur 750 oC atau sekitar 40.000 psi pada temperatur 138 oC. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi nilai bakar, maka elemen bakar layak digunakan sampai mencapai nilai bakar maksimum. Kata kunci : TRIGA, nilai bakar, elemen bakar

  4. Uji Unjuk Kerja dan Durability 5000 Km Mobil Bensin 1497 Cc Berbahan Bakar Campuran Bensin-Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pasca Hariyadi Winanda

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan di tanah air ialah etanol. Ethanol memiliki karakteristik yang mirip dengan Premium dengan nilai RON sebesar 108. Dalam penelitian ini, ingin diketahui karakteristik unjuk kerja serta emisi gas buang  mesin bensin menggunakan bahan bakar  campuran ethanol 99.5% dengan premium setelah uji durability selama 5000 KM. Dalam penelitian ini pula ingin diketahui pengaruh pemakaian campuran ethanol 99.5% dengan premium pada ruang bakar dan minyak pelumas setelah digunakan selama 5000 KM. Pengujian dilakukan dengan uji durability mobil sejauh 5000 km dengan bahan bakar campuran ethanol dan bensin dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15%, pengukuran meliputi kandungan minyak pelumas dan visualisasi ruang bakar. Selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium Teknik  Pembakaran dan Bahan Bakar Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dengan menggunakan mesin bensin empat langkah Toyota Vios dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan putaran mesin 3000 hingga 6000 rpm. Pengukuran meliputi torsi, daya, waktu konsumsi bahan bakar, T oli, T radiator, dan T exhaust serta emisi gas HC, CO dan CO2. Hasil uji eksperimental menunjukkan penambahan bioetanol pada bahan bakar bensin premium cenderung meningkatkan densitas dan viskositas tetapi menurunkan nilai kalor. Sedangkan unjuk kerja cenderung mengalami peningkatan performa dan terjadi penurunan emisi. Torsi, daya dan bmep tertinggi didapatkan oleh campuran E10 dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,40%, 2,94% dan 2,72% dibandingkan dengan premium. Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc terendah didapatkan oleh campuran E10 dengan penurunan sebesar 4,14% dibandingkan dengan premium. Karakteristik minyak pelumas untuk bahan bakar E5, E10 dan E15 relatif stabil seperti bahan bakar premium. Pencampuran bioetanol pada premium cenderung menurunkan suhu operasional mesin, yaitu mencapai 3,02% pada campuaran 15%. Untuk

  5. Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dalam Industri Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefano Munir

    2009-06-01

    An applied research was accomplished successfully for use of bottom ash in form of clinker from the stoker boiler of utility plant at Sijantang village, Sawahlunto town, for making building brick from the coal ash and clay usually used by the people brick industry for purpose of developing local industry and other areas. The experimental programme for this research was designed in such a way that an optimum mix composition of clay and coal ash at a certain ratio can be achieved according to the quality requirement of building brick Indonesian standard. The product of coal ash building brick at the optimal mix composition was achieved at  a ratio of 80% Clay/20% Coal Ash.

  6. PENGEMBANGAN ALAT DESTILATOR BIOETANOL MODEL REFLUK BERTINGKAT DENGAN BAHAN BAKU SINGKONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penyediaan energi di masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian bagi semua pihak. Seiring dengan meningkatnya pembangunan, kebutuhan akan energi terus meningkat. Disisi lain cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang paling banyak dipakai saat ini semakin menipis karena sifatnya yang non renewable, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang renewable sekaligus ramah lingkungan. Bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif sampai saat ini belum banyak digunakan. Padahal di Indonesia, banyak sekali sumber daya alam hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol, salah satunya adalah ubi kayu. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar didasari oleh sifatnya yang mudah terbakar dan memiliki kalor-bakar netto besar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat destilator bioetanol dengan fokus pengembangan pada pengembangan menara refluk dengan sistem bertingkat sehingga diharapkan bisa lebih optimal menghasilkan bioetanol dengan kadar tinggi. Pengembangan alat distilator bioethanol ini dimulai dari proses observasi lapangan yang dilanjutkan dengan studi literatur. Tahapan selajutnya adalah proses perencanaan komponen-komponen dari peralatan tersebut dan dilanjutkan dengan proses pembuatan serta uji coba peralatan. Hasil penelitian ini telah dikembangkan alat destilator bioetanol dengan spesifikasi sebagai berikut: diameter tangki 400 mm, tinggi tangki 500 mm, terbuat dari bahan stainles steel A304 dengan ketebalan 2 mm. Kapasitas tangki yang diijinkan adalah dari volume tabung atau sebesar 40 liter. Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi ketela pohon menghasilkan ethanol dengan kadar 92%. Kata kunci: bioetanol, destilator, refluk bertingkat.

  7. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  8. Performansi mesin berbahan bakar etanol hasil destilasi arak Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ketut Sukadana

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Perkembangan penelitian tentang proses pengolahan arak sampai saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, terlihatdari hasil penelitian tentang energi alternatif berbahan dasar arak. Kemajuan yang dicapai sampai saat ini adalahkualitas arak sebesar 95%. Sudah memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar alternativ. Metode yang dipakai dalamusaha mencapai tujuan dari penelitian ini adalah: pertama metode perancangan yaitu merancang alat kondensasipaksa tipe aliran melintang. Kedua, metode eksperimental dengan melaksanakan pengujian pada berbagai variableoperasional seperti variabel laju aliran fluida pendingin yang berpengaruh terhadap laju produksi. Ketiga dilakukanpengujian terhadap unjuk kerja mesin dengan menggunakan arak bali sebagai bahan bakar. Semakin besar bilanganReynolds aliran fluida pendingin mengakibatkan laju pendinginan semakin besar, berpengaruh terhadap lajukondensasi semakin besar sehingga laju produksi semakin besar. Berbanding terbalik dengan kualitas produksi.Pengujian arak bali sebagai bahan bakar pada mesin tipe carburator menghasilkan peningkatan konsentrasi arak baliberpengaruh terhadap semakin besarnya tingkat konsumsi bahan bakar spesifik mesin, torsi mesin mengalamipenurunan dan daya mesin juga mengalami penurunan.Kata kunci: Konveksi paksa, arak, kapasitas, kualitas, bahan bakar, unjuk kerja Abstract: The development of research on the processing of wine it's been a lot of progress, seen from the results of research onalternative energy from the basic ingredients of beer. The progress made today is the quality of the wine production hasabove 95%. So qualify as a fuel. The methods used in order to achieve the objectives of this study are: The first methodof designing is designing and making scientific instruments forced condensation transverse flow type. Second theexperimental method to carry out testing on a variety of operational variables such as the cooling fluid flow ratevariables that affect the rate of

  9. PROSES BRAZING Cu-Ag BERBAHAN BAKAR BIOGAS TERMURNIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Kusrijadi

    2015-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan biogas sebagai salah satu alternatif bahan bakar  pada proses brazing merupakan langkah diversifikasi biogas, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan keramahan teknologi. Permasalahan yang bersifat teknis dan menjadi kendala dalam pemanfaatan biogas ini adalah rendahnya konsentrasi CH4 dikarenakan adanya pengotor utama berupa air, karbondioksida dan asam disulfida. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu  tahap  pressureized storage process meliputi pemisahan komponen pengotor yang terdapat dalam biogas melalui teknik absorbsi sehingga dihasilkan biogas yang berkualitas gas alam terbarukan dan proses injeksi ke dalam suatu tangki penyimpanan, dan tahap selanjutnya adalah menggunakan biogas tersebut pada proses brazing logam Cu (tembaga dengan bahan tambah Ag (silver. Analisis hasil brazing dilakukan melalui analisis struktur mikro (metalografi untuk melihat kualitas tampak dari hasil brazing, serta analisis kekerasan mikro dan analisis parameter fisik standar terhadap hasil proses brazing. Penelitian ini telah menghasilkan perangkat alat pemurnian biogas yang dapat memurnikan biogas menjadi metana mendekati 100% dan sistem pengemasan (storage system  biogas bertekanan hingga 2 bar. Dari hasil analisis struktur mikro dan uji kekerasan mikro diketahui bahwa hasil proses brazing dengan biogas menghasilkan kualitas yang sama dengan hasil proses brazing dengan gas acetylene sehingga disimpulkan bahwa biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk proses brazing, khususnya untuk logam Cu dengan bahan tambah Ag.  Kata kunci : Biogas, Pressureized Storage, Brazing

  10. PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Anisah

    2014-04-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil termasuk dalam sumber energi tak terbarukan, sehingga cadangan sumber bahan bakar fosil di Indonesia semakin berkurang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan langkah-langkah penghematan energi serta mencari sumber-sumber energI baru dan terbarukan untuk menggantikan minyak bumi fosil. Salah satu sumber energy terbarukan dapat diperoleh dengan cara memproduksi bioetanol yang dapat dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku sampah sayuran yang banyak tersedia di pasar tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk melihat tingkat konversi sampah sayuran untuk menjadi bioetanol. Perubahan sampah sayuran menjadi bioetanol yang dilakukan pada penelitian ini melalui dua tahapan yaitu: perubahan sampah sayuran (polisakarida / selulosa menjadi monosakarida (gula melalui proses hidrolisis dilanjutkan dengan fermentasi gula menggunakan jamur saccaromices cerevisiae menjadi etanol. Produk hasil fermentasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil analisa menunjukkan penambahan ragi untuk fermentasi sebanyak 8% (berat menghasilkan etanol sebanyak 68,17% (berat dengan kadar 122,95 ppm. . Kata Kunci : Bioetanol, hidrolisa, sampah, sayuran, saccaromices cerevisiae

  11. Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiman Siregar

    2014-10-01

    Review of Life Cycle Assesment of Biodiesel in Indonesia Abstract. Currently, environmental consideration becomes the most important issue in biodiesel production. Eventhough source of energy is considered as carbon neutral, the production path may release various environmentally hazardous gasses. European and American countries claim that production of biodiesel from palm oil contributes carbon emission to the atmosphere along its production path. Furthermore, US EPA-NODA and EU RED stated that palm oil based biodiesel can only reduce emission of GWP by 17 % and 19 % compared to fossil-fuel based. Considering on the minimum requirement is 20 % for US and 35 % for EU, CPO from Indonesia experiences difficulties to enter the global market. Scientific approach should be undertaken by Indonesia to address this issue. Summary of the literature mentions that the sustainability of biodiesel from palm oil is better than Jatropha curcas, compared to other sources of raw materials, such as rapeseed. Summary of the literature mentions that the value of carbon that can be absorbed by primary forest is higher than secondary forest and palm oil plantation. This is the reason why world claims Indonesia on global warming issues although further research is still needed based on the latest data. From the real condition in Indonesia, in which GHG value before stable productivity is 2 575.47 kg-CO2eq./ton-Biodiesel fuel(BDF for oil palm and 3 057.74 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. When the productivity has reached stability, the GHG value is  1 511.96 kg-CO2eq./ton-BDF for oil palm and 380.52 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. If we compared to diesel fuel, CO2eq. emission is reduced up to 49.27 % and 88.45 % for BDF-CPO and BDF-CJCO, respectively.

  12. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  13. Pemanfaatan Biogas Sebagai Bahan Bakar Generator Set Motor Bensin

    OpenAIRE

    Kusairi S., Ach; Yangsen, Kelvin

    2015-01-01

    Biogas is a compound formed from the decomposition of organic substances in anaerobic condition, the main constituent of biogas is methane and carbon dioxide, biogas can be used as fuel or otto cycle engine with diesel. In this study, the use of biogas from the landfill Cahaya Kencana then to gasoline motor generator sets using this type with a capacity 1kVA four steps that have been previously modified in order to be able to use biogas, but no purification process before being used as fuel. ...

  14. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  15. RISIKO KESEHATAN SISTEM PERNAFASAN AKIBAT PEMANFAATAN BAHAN BAKAR BRIKET BATUBARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukar Sukar

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract. A Study was conducted during 1997-1998 inPedan, Klaten,  Central Java for collectinginformation on health effects of using coal briquet fuel. The odds ratios (OR for 95% confident intervals(CI were analysed by comparing the risk of the respiratory disease between people who use coal briquet fuel in their houses and similar households not using such fuels for cooking. Result of analysis show: OR95%CI of mother for: whooping cough 5.07(0.61-42.35,chronical sputum 4.05(0.46-35.43, air way resistance 0.17 (  0.02-1.37, while asthma, chest pain, and tuberculosis were not detected. The analysis ofOR among children under five years old for: whooping cough 1.27(0.64-2.52,chronical sputum 0.51(0.13.68,asthma 4.05(0.46-35.43, air way resistance 1.35(0.35-5.83, whereas wheezing, chest pain, andtuberculosiswere not detected. Less significant OR was shown for mother (whooping cough andchronicalsputum,and for children under five years old (whooping cough, asthma, and air way resistance. The studysuggeststhat coal briquet fuel should be used with precautions and care. Used carefully, it can be used for long-term heating.

  16. Analisis Pemakaian Bahan Bakar Biogas Termurnikan Pada Unjuk Kerja Motor Bakar

    OpenAIRE

    Sutanto, Rudy; Mulyanto, Arif; Nurchayati, Nurchayati; Pandiatmi, Pandri; Zainuri, Ahmad; Sinarep, Sinarep; Wardani, Kusuma

    2017-01-01

    The long term purpose of this research is to obtain biogas quality renewable natural gas and can be used as fuel for internal combustion engine to drive a generator of electricity as energy diversification efforts in the area of small islands sustainable. Specific targets to be achieved is gained methods / techniques for absorbing impurities contained in biogas especially elements CO2. The study was conducted to reduce levels of CO2 in the biogas by using absorbent NaOH solution, taking in...

  17. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sigit Cahyono

    2013-06-01

    Full Text Available Sampah organik merupakan potensi sumber energi yang melimpah di Indonesia. Sampah organik berupa daun dan ranting kering bisa dikonversi menjadi bahan bakar berupa bio-oil melalui proses fast pirolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap rendemen dan nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah organik. Bahan baku berupa daun dan ranting kering campuran tanaman angsana, mahoni dan mangga dengan komposisi daun bervariasi 0%, 50%, dan 100%, dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm. Kemudian bahan baku tersebut dipanaskan di dalam reaktor pirolisis pada suhu 500 C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (5175,35 J/g dan rendemen tertinggi (24,5% didapatkan pada bio-oil yang dihasilkan dari pirolisis ranting 100%. Kata kunci: Sampah Organik, Bio-oil, Pirolisis, Rendemen, Nilai Kalor

  18. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  19. Kompatibilitas Jamur Entomopatogenik Paecilomyces fumosoroseus dengan Beberapa Bahan Aktif Pestisida Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fani Fauziah

    2016-12-01

    Full Text Available Untuk mengurangi penggunaan pestisida di perkebunan teh, maka salah satu upaya pengendalian hama yang dapat dilakukan adalah mengkombinasikan aplikasi pestisida dengan jamur entomopatogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas antara jamur P. fumosoroseus  dengan beberapa bahan aktif pestisida di laboratorium. Perlakuan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL terdiri dari 5 jenis bahan aktif yaitu metomil, bifentrin, imidakloprid, tembaga oksida dan metidation pada taraf konsentrasi sesuai rekomendasi lapang (RL, 0,5x RL dan 2x RL. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa diantara kelima jenis bahan aktif pestisida yang diuji, metidation memiliki tingkat toksisitas yang paling tinggi. Persentase produksi spora tertinggi sebesar 13,77% ditunjukkan oleh perlakuan bifentrin 2x RL. Combining application of pesticides and entomopathogenic fungi is an alternative way for controlling pest in order to reduce pesticides application in the tea field. This research was aimed toexamine the compatibility of Paecilomyces fumosoroseus tosome active agents of pesticide in laboratory. Completely Randomized Block Designed (CRBD with 5 active agents: methomyl, bifenthrin, imidacloprid, copper oxide and metidation in three different concentration was employed in this study, which was based on the existing field recommendation (FR: 0,5x FR and 2x FR. The results showed that among the five tested pesticides, metidation appeared to be the most toxic agentto P. fumosoroseus. Meanwhile, the highest percentage of spore production was counted in bifenthrin 2x RL (13,77%.

  20. Game Blok Bakar Berbasis Android Menggunakan Metode LCG dan LFSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Adi Praptha

    2015-11-01

    Full Text Available Blok Bakar merupakan permainan kartu tradisional Bali yang menggunakan kartu domino. Konsep utama dari game adalah memilih blok kartu yang terdiri dari 2 buah kartu yang sudah diacak. Namun seiring perkembangan jaman peminat permainan Blok Bakar dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga diperlukan sebuah sarana sebagai media pelestarian Budaya Bali. Penelitian ini menyajikan suatu aplikasi game Blok Bakar berbasis Android dengan mengkombinasikan metode pengacakan Linear Congruential Generators (LCG dan Linear Feedback Shift Register (LFSR agar minat masyarakat terhadap game Blok Bakar dapat meningkat. Kombinasi metode digunakan untuk memperoleh kartu acak dan meminimalisir kemunculan kartu yang sama. Game Blok Bakar dibuat dengan menggunakan software Corona SDK dengan bahasa pemrograman Lua. Hasil dari kombinasi metode LCG dan LFSR memberikan perbandingan kemenangan dan kekalahan Bandar sebesar 52% berbanding 48% untuk kondisi taruhan dan 60% berbanding 40% untuk kondisi jumlah kartu. Kata kunci: Blok Bakar, Budaya Bali, game kartu, LCG, LFSR.

  1. Svojstva i primena solova cerijum (IV) oksida sintetisanih postupkom forsirane hidrolize

    OpenAIRE

    Gulicovski, Jelena J.

    2016-01-01

    Stabilne koloidne disperzije (solovi) cerijum(IV)-oksida dobijeni su metodom forsirane hidrolize, polazeći od cerijum(IV)-nitrata i cerijum(IV)-sulfata u prisustvu različitih količina sumporne i azotne kiseline. Posebna pažnja posvećena je ispitivanju uticaja elektrolita KNO3 i K2SO4 na stabilnost pripremljenih koloidnih disperzija. Takođe, ispitana je mogućnost primene solova CeO2 za formiranje zaštitne prevlake na površini aluminijuma i primene praha CeO2 u oblasti skladištenja vodonika. ...

  2. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  3. Kajian Terhadap Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ari Mulyani

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to find out and to analyze the factors that affecting the fuel subsidy (BBM which written in the state budget. The data has been used in this study as follows secondary data obtained from the records and reports from various agencies such as statistic bureau (BPS, Ministry of Finance, Indonesia bank, the US. Energy Information Administration (EIA, the Ministry of Energy and Mineral Resources, Directorate General of oil and Gas, previous journals and the results of studies. Variables has been analyzed by using path analysis to find out direct and indirect effect as well as Sobel test to find out the level of significance of intervening variable as moderator variable. Test of model validity by using the coefficient of total determination and trimming theory to find out the variation of fuel subsidy (BBM in Indonesia that it can be explained by the exogen variable. Based on the regression results found the coefficient of total determination 0.998 its means 99.8 percent explained by the model while the remaining 0.2 percent explained by other variables outside of the model. Variable of dollar rate is the dominant variable which directly affects on the fuel subsidy. While the fuel subsidized consumption variable is the dominant variable which indirect effect on fuel subsidies through fuel import. To reduce the burden of fuel subsidy in the future state budget hence the government needs to increase oil lifting to reduce fuel imports by way of exploring new wells to replace the old wells which its lifting is declining and increasing investment in the construction of oil refineries in Indonesia to maintain national energy security as well as trying to develop renewable energy instead of oil as fuel because someday oil as a source of un-renewable energy surely be depleted in number while the man and all their needs would increase from year to year. The government should provide adequate public transportation, thereby reducing private vehicle mobility and most importantly is the government more serious in the implementation of the program of conversion fule to liquid gas for vehicles both in terms of conversion technology and security guarantees for each user of liquid gas.

  4. Peran Sistem Klasifikasi Bahan Bakar Padat Konvensional Hubungannya dengan Diversifikasi Energi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefano Munir

    2008-06-01

    Full Text Available The wave of energy crisis nowadays are resulted from the shortage and supply problems,  due  to the depletion  of  oil  resources  along  with  the prevailing  trend  of  global escalating  petroleum  price  linked  to  international  politics.   Based  on  principles  of  National  Energy   Strength,   a sustainable  energy  policy  is  needed  in  the form of guidelines for promoting  the  use  of other energy sources to replace unrenewable conventional fossil fuels.  The objective of this paper is to encourage and promote  the  utilization of renewable fuels through the classification system of conventional fuels.  The classification system could be used as guidelines for selecting and providing solid fuel according to customer or market requirements.

  5. Teknologi Pembuatan Cermet Du0¬2 - Steel Untuk Wadah Limbah Bahan Bakar Bekas Pwr

    OpenAIRE

    Alimah, Siti; Budiarto, Budiarto

    2005-01-01

    DUO­2-STEEL CERMET MANUFACTURING TECHNOLOGY FOR PWR Spent Nuclear Fuel (SNF) CASKS. Assessment of DU02 - Steel cermet manufacturing technology for PWR SNF casks has been done. DU02 - Steel cermet consisting of DU02 particulates and other particulates, embedded in a steel matrix. Cermet SNF casks have the potential for superior performance compared with casks constructed of other materials. The addition of DU02 ceramic particulates can increase SNF cask capacity, improve of repository performa...

  6. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa, diperoleh hasil bahwa keseluruhan sistem dapat berfungsi dengan baik sesuai rancangan.

  7. Proceeding of the Scientific Presentation on Nuclear Fuel Cycle; Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Suripto, A; Yuwono, I; Nasution, H; Hersubeno, B J; Amini, S; Sigit,; Cahyono, A [Nuclear Fuel Elements Development Centre, National Atomic Energy Agency, Serpong, Indonesia (Indonesia)

    1996-11-01

    The proceeding contains papers presented on Scientific Presentation on Nuclear Fuel Cycle held in Jakarta, 18-19 March 1996. These are 46 papers resulted from scientific works on various disciplines which have supported to nuclear fuel cycle activities both in and outside National Atomic Energy Agency of Indonesia.(ID)

  8. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  9. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  10. Efisiensi dan Kualitas Pembakaran Batu Bata Menggunakan Bahan Bakar Kayu dan Sekam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutrisno and Mujiyono

    2009-02-01

    Full Text Available The lack of wood-based burning materials becomes an obstacle in roof tile production processes. Sekam is an alternative burning material that needs to develop due to its burning capacity, large volume, and low price. The objective of this research is to reveal: (1 the difference of efficiency rate in burning process cost between wood-based burning materials and sekam, and (2 the difference of brick quality between those burnt by wood-based burning materials and sekam . Sampling area is determined by using purposive sampling method. It utilizes wood-based burning materials gathered from Dau and Mojosongo, and sekam gathered from Trowulan. Data are collected by using interviews, observation, documentation, and laboratory tests. Data are analyzed by using descriptive method, difference test (t-test, and covarian (F. The analyses results show that (1 there is no significant difference in cost efficiency between wood-based and ­ sekam -used burning processes, and (2 the sekam-used burning process tends to result better brick quality than those using wood-based burning materials.

  11. Studi Bahan Bakar Biodiesel Diperoleh Dari Reaksi Trigliserida Minyak Goreng Sawit / Etanol Dalam Katalis Basa

    OpenAIRE

    Br Bangun, Sofia

    2011-01-01

    Fossil fuel consumption are increasing rapidly and has increased, while fossil fuel reserves are limited, research is directed towards alternative renewable fuels. A potensial diesel fuel substitute is biodiesel. On this research cooking palm oil and ethanol are converted to biodiesel using base catalyst potassium hydroxide (KOH) with transesterification reaction scheme. Reaction take place during 4 hour at temperature 78oC,with comparison of ethanol : cooking palm oil molar ratio 6 ...

  12. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  13. EFISIENSI ENERGI BAHAN BAKAR SEKAM DAN KAYU PADA PROSES STERILISASI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Djamil Husin

    2012-08-01

    Full Text Available We have investigated the sterilization at media pleurotus otreatus using rice husk fuel and wood in various 6, 8 and 10 hours. We carried out efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization at 8 hours using rice husk fuel is 14.28%, whereas efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization using wood is 17.35%. The results show that cooking stove from rice husk are suitable for use as renewable energy technology applications to support E3i village (Energy, Economics and Environment.

  14. Pengujian Karakteristik Fisika Biogasoline Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Bensin Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Wiratmaja

    2012-11-01

    Full Text Available Scarcity of fuel, especially gasoline has become a major issue in recent years, so that the search should be conducted ofalternative fuels, one of them is to use a mixture biogasoline of pure gasoline and alcohol with a specific ratio, it is due to biofuels(alcohol can not stand alone as a pure substitute for conventional fuels. For that here the author makes biogasoline a mixture ofgasoline and alcohol 95% in the 3 comparisons (90:10, (85:15, (80:20 for gasoline and alcohol. Further testing physicalcharacteristics, which include testing density, fuel viscosity, specific gravity, flash point, gas point, and calorific value todetermine eligibility level as a fuel substitute for gasoline.Test results obtained from physical characteristics with a ratio biogasoline gasoline - alcohol (90:10, was most likelyphysical characteristics of gasoline. And the whole mixture of gasoline and alcohol is in the range of tolerance characteristicproperties of gasoline. Be known so that the maximum tolerance alcohol content in gasoline, in order to fit for use in gasolineengines without any modification. And with the addition of biogasoline making alcohol content exceeds the tolerance on thegasoline into the engine must be modified, so that later can be seen further performance.

  15. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE (STUDI KASUS : STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendy Ayusta Yudha

    2015-04-01

    Full Text Available The research was conducted based on the need for assistive devices for people to determine the location of the establishment of public refueling stations. Aids in the form of decision support systems. There are six criteria for determining the location of the establishment of broad land, land prices, traffic density, many transportation routes, distance to other retail outlets and administration. While the location is also six. In this study has successfully built a decision support system to determine the location of the establishment of public refueling stations using the method promethee. Hasi of this system of ranking based on the size of the leaving flow, entering flow, and net flow.

  16. Kajian Efek Medan Elektromagnet terhadap Karakteristik Semburan Bahan Bakar Solar, Biodiesel dan Campuran Keduanya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatun Hayatun Nufus

    2018-04-01

    Full Text Available Research on optimization of diesel engine fuel have been conducted, among other, by utilizing the electromagnetic field. To prove that by using the electromagnetic field of the combustion process to be optimal among them is to analyze the character of atomization. The purpose of this research was to analyze the effect of fuel magnetization on the fuel spray pattern. Experiments were conducted using several fuel including diesel fuel, mixtures of diesel fuel and biodiesel of 10%, 40%, 70%, and biodiesel. Before the spraying test, the fuel was exposed to strong electromagnetic field with variation of wound coil 5000-9000 winding (876-1300 Gauss for 5 minutes. The spraying test used an injector tester at a pressure of 14.7 Mpa. The spray was observed using a high-speed camera. It was appeared that the larger magnetic field applied to the fuel caused the viscosity to fall in the range of 5-15%, increasing the angle of the sprays or widespread area of the bursts in the range of 3.5-12%, and the particle size of the bursts becomes smaller by 0.2916-0.975 nm. This information is considered to be useful for further research in order to resolutely clarify the phenomenon of efficient combustion process of fuel after exposure to magnetic field.

  17. INVESTIGASI PENGARUH PEMANFAATAN TANDAN BUAH KOSONG SEBAGAI BAHAN BAKAR BOILER TERHADAP PEMBENTUKAN GAS RUMAH KACA

    OpenAIRE

    Aziz, Amiral

    2011-01-01

    The gas produced in solid waste disposal sites, particularly CH4 can be a local environmental hazard if precaution are not taken to prevent uncontrolled emissions or migration into surrounding land. Gas can migrate from solid waste disposal sites either laterally or by venting to atmosphere, causing vegetation damage and unpleasant odors at low concentration, while at concentration of 5-15 per cent in air, the gas may be form explosive mixture.Recently, a forest fire on the Indonesian islands...

  18. Potensi Material Sampah Combustible pada Zona Pasif TPA Jatibarang Semarang sebagai Bahan Baku RDF (Refuse Derived Fuel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Natasya Hutabarat

    2018-03-01

    Full Text Available Abstrak: Peningkatan jumlah timbulan sampah menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan pada TPA Jatibarang. Untuk menghindari terjadinya kekurangan lahan perlu dilakukan penanganan pada sampah yakni dengan mengubah sampah menjadi sumber energi seperti bahan baku RDF (Refused Derived Fuel. RDF merupakan salah satu teknik penanganan sampah dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat yaitu bahan bakar. Sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku RDF dengan cara menganalisis nilai kalor yang dihasilkan. Untuk menganalisis nilai kalor pada sampah combustible zona pasif TPA Jatibarang dapat dilakukan dengan cara pengujian sampel sebanyak 100 gram dengan alat bom kalorimeter. Sampel tersebut diambil pada kedalaman 0-3 m dengan metode random sampling. Kemudian akan didapat nilai kalor tinggi yang dihasilkan sampel tersebut. Nilai Kalor Tinggi yang dihasilkan sampel tersebut sebesar 5,25 kkal/ton pada kedalaman 0-1 m, 5,76 kkal/ton pada kedalaman 1-2 m dan 6,31 kkal/ton pada kedalaman 2-3 m. Nilai kalor tinggi yang dihasilkan sampah combustible tersebut menunjukkan bahwa semakin rendah kedalaman sampah maka akan semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan sampah tersebut berpotensi sebagai bahan baku RDF.

  19. gender and career choice differences on bakare vocational interest

    African Journals Online (AJOL)

    enduring personality characteristics that describe or determine an individual .... literature on vocational counseling outside the post primary school settings in Nigeria. ... Such inter correlations according to Bakare (1977) testify to the construct.

  20. Pengerasan Pada Bahan Cetak Elastomer Polyether

    OpenAIRE

    Azree Zayani M.S.

    2011-01-01

    Bahan cetak polyether merupakan bahan elastomer yang digunakan di kedokteran gigi. Terdapat empat kelas menurut konsistensi dan viskositas yaitu (1) light body (2)medium atau regular body (3) heavy body: dan (4) Putty. Komposisi bahan cetak polyether terdiri dari pasta base dan pasta katalis. Pasta base mengandung polimer polyether, kolloidal silika sebagai bahan pengisi, dan plastisizer yaitu glikoeter atau phthalate. Pasta katalis mengandung alkil aromatik sulfonat ditambah dengan baha...

  1. PERBAIKAN MUTU BUNGKIL KOPRA MELALUI BIOPROCESSING UNTUK BAHAN PAKAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra adalah hasil ikutan dari ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering yang masih mengandung protein sekitar 16%-18% dan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan. Faktor pembatas penggunaan bungkil kopra adalah kualitas nutrisi yang rendah antara lain karena kandungan lemak kasarnya agak tinggi dan mudah tengik sehingga perlu peningkatan ketersediaan biologisnya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Mikroba yang digunakan terdiri atas (A Aspergillus niger, (B Saccharomyces cereviceae, (C Rhizopus sp., dan (D Bacillus subtilis. Bungkil kopra yang sudah difermentasi kemudian dikeringkan dan ditepungkan, lalu dilakukan analisis proksimat, uji ketengikan dengan menentukan bilangan peroksidanya, dan komposisi asam aminonya. Juga dilakukan analisis kecernaannya untuk ikan bandeng ukuran sekitar 50 g dengan metode marker menggunakan krom oksida (Cr2O3. Dari hasil penelitian ini diperoleh fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein bungkil kopra 21%-42% dan menurunkan kandungan lemak dan serat kasarnya masing-masing 50% dan 27% pada fermentasi menggunakan Rhizophus sp., serta menurunkan bilangan peroksida 10%-47%. Nilai koefisien kecernaan protein dan lemak bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp., A. niger, dan S. cereviceae lebih tinggi masing-masing 10%-11% dan 9%-13% dibanding bungkil kopra yang difermentasi dengan B. subtilis dan tanpa fermentasi. Bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus  sp. mengalami peningkatan kualitas nutrisi yang terbaik untuk bahan pakan ikan bandeng.

  2. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  3. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract A Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  4. Proceeding of the Fifth Scientific Presentation on Nuclear Fuel Cycle: Development of Nuclear Fuel Cycle Technology in Third Millennium; Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V: Pengembangan Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir Dalam Menyongsong Milenium Ketiga

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Suripto, A; Sastratenaya, A S; Sutarno, D [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); and others

    2000-03-08

    The proceeding contains papers presented in the Fifth Scientific Presentation on Nuclear Fuel Element Cycle with theme of Development of Nuclear Fuel Cycle Technology in Third Millennium, held on 22 February in Jakarta, Indonesia. These papers were divided by three groups that are technology of exploration, processing, purification and analysis of nuclear materials; technology of nuclear fuel elements and structures; and technology of waste management, safety and management of nuclear fuel cycle. There are 35 papers indexed individually. (id)

  5. PENGARUH SERBUK U-Mo HASIL PROSES MEKANIK DAN HYDRIDE – DEHYDRIDE – GRINDING MILL TERHADAP KUALITAS PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardjo Supardjo

    2015-07-01

    Full Text Available PENGARUH SERBUK U-Mo HASIL PROSES MEKANIK DAN HYDRIDE – DEHYDRIDE – GRINDING MILL TERHADAP KUALITAS PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al. Penelitian bahan bakar U-7Mo/Al tipe pelat dilakukan dalam rangka pengembangan bahan bakar U3Si2/Al untuk mendapatkan bahan bakar baru yang memiliki densitas uranium lebih tinggi, stabil selama digunakan sebagai bahan bakar di dalam reaktor dan mudah dilakukan proses olah ulangnya. Lingkup penelitian meliputi pembuatan: paduan U-7Mo dengan teknik peleburan, pembuatan serbuk U-7Mo dengan dikikir dan hydride - dehydride - grinding mill, IEB U-7Mo/Al dengan teknik kompaksi pada tekanan 20 bar, dan PEB U-7Mo/Al dengan teknik pengerolan panas pada temperatur 425oC. Paduan U-7Mo hasil proses peleburan cukup homogen, berat jenis 16,34 g/cm3 dan bersifat ulet, kemudian dibuat menjadi serbuk dengan cara dikikir dan hydride - dehydride - grinding mill. Serbuk U-7Mo hasil proses kikir berbentuk pipih, kontaminan Fe cukup tinggi, sedangkan serbuk hasil proses hydride - dehydride - grinding mill, cenderung equiaxial dengan kontaminan yang rendah. Kedua jenis serbuk U-7Mo tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan IEB U-7Mo/Al dan PEB U-7Mo/Al dengan densitas uranium 7 gU/cm3 dan diperoleh produk dengan kualitas yang hampir sama. Hasil uji IEB U-7Mo/Al berukuran 25 x 15 x 3,15±0,05 mm, tidak terdapat cacat/retak, distribusi U-7Mo di dalam matriks cukup homogen dan tidak terdapat pengelompokan/aglomerasi U-7Mo yang berdimensi >1 mm. PEB U-7Mo/Al hasil pengerolan dengan tebal akhir 1,45 mm, memiliki ketebalan meat rerata 0,60 mm dan tebal kelongsong 0,4 mm dan terdapat 1 titik pengukuran kelongsong dengan ketebalan 0,15 mm. Dengan membandingkan penggunaan kedua jenis serbuk U-7Mo tersebut, IEB U-7Mo/Al dan PEB U-7Mo/Al yang dihasilkan memiliki kualitas hampir sama. Namun demikian penggunaan serbuk U- 7Mo hasil proses hydride - dehydride - grinding mill lebih baik karena proses pengerjaannya lebih cepat dan impuritas dalam

  6. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  7. Rule Based Reasoning Untuk Monitoring Distribusi Bahan Bakar Minyak Secara Online dan Realtime menggunakan Radio Frequency Identification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Iklil Mustofa

    2017-05-01

    Full Text Available The scarcity of fuel oil in Indonesia often occurs due to delays in delivery caused by natural factors or transportation constraints. Theaim of this  research is to develop systems of fuel distribution monitoring online and realtime using rule base reasoning method and radio frequency identification technology. The rule-based reasoning method is used as a rule-based reasoning model used for monitoring distribution and determine rule-based safety stock. The monitoring system program is run with a web-based computer application. Radio frequency identification technology is used by utilizing radio waves as an media identification. This technology is used as a system of tracking and gathering information from objects automatically. The research data uses data of delayed distribution of fuel from fuel terminal to consumer. The monitoring technique uses the time of departure, the estimated time to arrive, the route / route passed by a fuel tanker attached to the radio frequency Identification tag. This monitoring system is carried out by the radio frequency identification reader connected online at any gas station or specified position that has been designed with study case in Semarang. The results of the research covering  the status of rule based reasoning that sends status, that is timely and appropriate paths, timely and truncated pathways, late and on track, late and cut off, and tank lost. The monitoring system is also used in determining the safety stock warehouse, with the safety stock value determined based on the condition of the stock warehouse rules.

  8. KAJIAN POTENSI SUMBER ENERGI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2014-12-01

    Full Text Available Biogas is a source of energy that is derived from the decomposition of organic matter by microorganisms in the absence of oxygen (anaerobic to produce a mixture of several gases are methane (CH 4 and carbon dioxide (CO 2.Biogas can be made from many types of waste material and the rest, a kind of garbage, livestock waste, agricultural waste and others.Things to consider in the development of biogas energy source so that the principle of availability of sustainable biogas as an alternative fuel can be met is a local or regional potential to produce biogas.Communities in the District Central Lampung regency Kalirejo many who maintain livestock.Waste from livestock manure is especially very disturbing and detrimental to health, it is encouraging to capitalize upon the waste as feedstock for biogas production.To assess the potential of biogas energy sources are needed data about the amount of livestock manure every day, in this study is the dung of cows, goats and chickens.Fermentation process for the three types of dirt inside the reactor each trial was conducted to determine the length / time effective and energy biogas produced.From the field data known total number of chickens are farmed as much as 176.264 , goat 12.345and cow  4.488 tail.Manure produced by 1 chicken, 1 goats and one cow in a row that is 0.055 kg / day, 0.98 kg / day and 19.5 kg / day.While the testing laboratory, known Biogas produced from each of 20 kg of dung that chicken manure yield of 2.04 m 3, cow dung yield of 0.56 m 3 and 0.76 m 3 cow dung.From field data and laboratory testing can be calculated local potential in providing sustainable biogas in District Kalirejo Kalirejo Central Lampung regency, namely the potential of biogas from chicken manure at 988.84 m 3 / day, goat manure at 338.75 m 3 / day and cow manure at 3325.61 m 3 / day.So the total potential of biogas that can be generated is equal to 4653.2 m 3 / day.

  9. Proceedings of the Third Scientific Presentation on Nuclear Fuel Cycle; Prosiding: Presentasi ilmiah daur bahan bakar nuklir 3

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1998-02-01

    The proceeding contains papers presented in the Third Scientific Presentation on nuclear Fuel Element Cycle held on 4-5 Nov 1997 in Jakarta, Indonesia. These papers were divided by three groups that are technology of exploration, processing, purification and analysis of nuclear materials; technology of nuclear fuel elements and structures; and technology of waste management, safety and nuclear fuel cycle. There are 38 papers indexed individually. (ID)

  10. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  11. PENGUKURAN KADAR NATRIUM ALGINAT DARI ALGA COKELAT SPESIES Sargassum sp. SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BAHAN CETAK KEDOKTERAN GIGI (IRREVERSIBLE HYDROCOLLOID/DENTAL IMPRESSION MATERIAL)

    OpenAIRE

    MUTMAINNAH SUNAR, SITI

    2016-01-01

    2015 Pengukuran Kadar Natrium Alginate dari Alga Cokelat Spesies Sargassum sp. sebagai Bahan Dasar Pembuatan Bahan Cetak Kedokteran Gigi (Irreversible Hydrocolloid/Dental Impression Material) Siti Mutmainnah Sunar Abstrak Latar belakang : Irreversible hydrocolloid merupakan bahan cetak yang relatif sering digunakan di bidang kedokteran gigi. Namun, bahan baku dari bahan cetak ini masih diimpor dari luar negeri. Natrium alginate sebagai bahan baku masih menggunakan ekstraksi alga c...

  12. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENUMBUHKAN KELEMAHLEMBUTAN DI SEKOLAH MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johana Manubey

    2016-03-01

    Kelemahlembutan merupakan karakter penting, yang didalamnya termuat kerendahan hati, ketaatan, penguasaan diri, dan kesediaan untuk dididik. Salah satu tempat untuk pengajaran kelemahlembutan adalah sekolah minggu. Sekolah minggu diadakan untuk anak-anak yang beragama Kristen. Untuk mengajarkan dan menumbuhkan kelemahlembutan, diperlukan pengembangan bahan ajar terkait kelemahlembutan, yang berisikan strategi dan metode untuk dapat mentrasformasikan karakter kelemahlembutan. Pengembangan bahan ajar kelemahlembutan dilakukan dengan menggunakan model Dick & Carey. Dimana, dari hasil pengembangan bahan ajar diperoleh kelayakan bahan ajar untuk diimplementasikan yakni diatas 80%. Untuk implementasi di lapangan diperoleh hasil bahwa bahan ajar ini dapat menumbuhkan karakter kelemahlembutan di sekolah minggu.

  13. Sistem Bisnis Waralaba Restoran Ayam Bakar Wong Solo Dalam Perspektif Ekonomi Islam

    OpenAIRE

    Rahman, Taufiqur

    2015-01-01

    This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah) with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib) and investors as owners of capital (sahib al-mâl). Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in acc...

  14. Modernisation or Westernisation of Johor under Abu Bakar: A Historical Analysis.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Rahman Tang Abdullah

    2008-12-01

    Full Text Available Abstract: The transformation of Johor under Abu Bakar has been variously described as modernisation or westernisation. Westernisation argument is flawed because during the period under consideration, Johor was not yet fully under the control of the West. The archival records show that Johor’s transformation was self-initiated to promote the welfare of the people. The reforms Abu Bakar brought about in Johor affected more the Malay culture than Islamic rules and practices. Even then these reforms not simply modernised but elevated the position of certain aspects of Malay culture. It is, therefore, appropriate to describe Abu Bakar as the father of modern Johor.

  15. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  16. Modernisation or Westernisation of Johor under Abu Bakar: A Historical Analysis.

    OpenAIRE

    A Rahman Tang Abdullah

    2008-01-01

    Abstract: The transformation of Johor under Abu Bakar has been variously described as modernisation or westernisation. Westernisation argument is flawed because during the period under consideration, Johor was not yet fully under the control of the West. The archival records show that Johor’s transformation was self-initiated to promote the welfare of the people. The reforms Abu Bakar brought about in Johor affected more the Malay culture than Islamic rules and practices. Even then these refo...

  17. POTENSI JERAMI PADI SEBAGAI BAHAN BAKU PANEL AKUSTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2007-01-01

    Full Text Available In the increase of environmental noise, building elements enriched with acoustical properties are significant to serve amenities and healtiness among inhabitants. However, this type of elements which usually consist of high quality materials is much too expensive for most people. The use of paddy straw as the main material to construct acoustical panels is considered in a very early stage of material research. Paddy straw has chareacteristics which is close to acoustical requirements of panels, besides abundance of availability. These benefits will significantly lowered cost production without significantly reduce the quality. Further research to seek the next step of application of paddy straw as acoustic panels is in conduct. Abstract in Bahasa Indonesia : Kebisingan di sekitar bangunan yang terus meningkat serta naiknya permintaan bahan bangunan yang bersifat akustik untuk keperluan studio pribadi telah menyebabkan kebutuhan bahan bangunan yang bersifat akustik juga meningkat. Namun, bahan semacam ini tidak secara merata terjangkau masyarakat. Penggunaan bahan limbah, salah satunya jerami padi sebagai bahan baku pembuatan panel akustik, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan bangunan bersifat akustik dengan kualitas tinggi namun tetap dalam harga bersaing. Jerami padi menjadi bahan yang realistis dipertimbangkan sebagai bahan utama karena ketersediaannya yang melimpah dan sifat-sifat fisik batangnya yang secara teoretis mampu menjadi bahan akustik yang baik. Penelitian lanjutan ke arah pemanfaatan limbah jerami padi sebagai bahan baku panel akustik sedang dilaksanakan. Kata kunci: panel akustik, jerami padi.

  18. PERSIAPAN DAN PENYUSUNAN BAHAN BAKU LOKAL UNTUK FORMULASI PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaruddin Kamaruddin

    2008-12-01

    Full Text Available Usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung masih mengandalkan pasok pakan alami berupa ikan rucah yang dapat mencapai 60%--70% dari total biaya produksi. Karena itu perlu pengadaan pakan buatan yang memenuhi persyaratan kebutuhan nutrisi bagi pembesaran ikan, baik makro maupun mikro nutrien diperlukan sebagai informasi dasar dalam upaya pengembangan pakan buatan. Terdapat banyak bahan baku lokal yang sangat potensial dijadikan bahan baku pakan, seperti: ikan rucah, rebon, kepala udang (limbah cold storage, tepung darah (limbah pemotongan hewan, dan tepung DOC (limbah penetasan ayam. Dari beberapa bahan baku tersebut telah dianalisis kandungan nutrisinya dan telah dilakukan uji kecernaan masing-masing bahan menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat mensubstitusi bahan baku impor tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Selain bahan hewani, juga telah dilakukan analisis kandungan nutrisi bahan nabati lokal, seperti pemanfaatan bungkil kelapa sawit, bungkil kopra, dan dedak halus. Untuk menghasilkan pakan yang berkualitas, maka semua bahan harus dalam bentuk tepung yang halus, serta mempunyai keseimbangan antara protein, lemak, dan energi serta suplemen vitamin dan mineral.

  19. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis sebagai Model Diabetes Melitus: Pengaruh Hiperglikemia pada Lipid Darah, Serum Oksida Nitrik, dan Tingkah Laku Klinis (THE LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS AS A MODEL OF DIABETES MELITUS : EFFECT OF HYPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kayati Widyastuti

    2016-08-01

    Full Text Available Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis sebagai Model Diabetes Melitus: Pengaruh Hiperglikemia pada Lipid Darah, Serum Oksida Nitrik, dan Tingkah Laku Klinis   (THE LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS AS A MODEL OF DIABETES MELITUS : EFFECT OF HYPERGLICEMIA ON BLOOD LIPID, SERUM NITRIC OXIDE, AND CLINICAL BEHAVIOUR

  20. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  1. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DASAR LAYANAN JURUSAN NON EKSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Finola Marta Putri

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan metode penelitian dan pengembangan yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar Matematika Dasar Layanan seperti yang sesuai untuk diterapkan pada Jurusan Non Eksak. Teknik pengumpulan data berupa lembar kuesioner untuk mahahasiswa mengenai bahan ajar yang telah digunakan selama ini dan angket untuk dosen sebagai validator yang digunakan untuk memvalidasi produk (bahan ajar yang telah peneliti hasilkan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar Matematika Dasar Layanan yang yang sesuai dengan permintaan mahasiswa untuk diterapkan pada Jurusan Non Eksak yaitu bahan ajar yang memuat lebih banyak contoh soal, sehingga mahasiswa dapat mengerjakan latihan soal yang serupa dan apabila diberikan soal yang kemampuannya lebih tinggi maka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa.

  2. PENGARUH TINGKAT YOGURT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, PROTEIN, DAN SERAT KASAR KULIT NANAS FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati (Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan untuk melihat pengaruh tingkat yogurt dan waktu fermentasi terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu tingkat yogurt (0, 3, 6, dan 9 ml/kg dan lama waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam yang diulang sebanyak 5 kali. Bahan yang digunakan adalah kulit nanas, plain yogurt yang mengandung bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus, bahan kimia yang digunakan untuk analisis proksimat protein dan serat kasar kulit nanas fermentasi, larutan saliva buatan McDougall dan cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 tingkat yogurt terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tetapi tidak berbeda nyata terhadap kecernaan serat kasar. Waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan serat kasar secara in vitro. Interaksi tingkat yogurt dengan waktu fermentasi memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat yogurt 6 ml/kg dan waktu fermentasi 72 jam dapat meningkatkan kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar serta menurunkan kecernaan in vitro serat kasar kulit nanas fermentasi. (Kata kunci: Fermentasi, Kecernaan in vitro, Kulit nanas, Yogurt

  3. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  4. Aplikasi Berbagai Bahan ZPT Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco Airy Shaw

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Kurniati

    2017-07-01

    Full Text Available Kemiri Sunan  merupakan tanaman alternatif penyediaan bahan bakar nabati dan bahan baku berbagai produk industri. Kulit benih kemiri yang keras menjadi penghalang dalam perkecambahan. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT eksogen alami seperti umbi bawang merah sumber auksin, rebung bambu sumber giberelin, bonggol pisang dan air kelapa sebagai sumber sitokinin. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan berbagai bahan ZPT alami atau kombinasinya untuk menstimulasi perkecambahan dan pertumbuhan bibit kemiri sunan asal biji. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2016, rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali, dengan perlakuan: a0 : kontrol (tanpa ZPT; a1 : ekstrak umbi bawang merah (BM; a2 : ekstrak rebung bambu (RB; a3: ekstrak bonggol pisang (BP;   a4 : air kelapa (AK; a5: BM + RB; a6 : BM + BP;  a7 : BM + AK; a8 : RB+ BP; a9 : RB+ AK;  a10  : BP+ AK; a11  : BM + RB + BP + AK. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap daya kecambah, tinggi bibit umur 30 hari setelah tanam (HST, 37 HST, 44 HST, dan 51 HST, juga jumlah daun pada 51 HST. Aplikasi zpt BP + AK menghasilkan daya kecambah paling baik (97,78 %, namun tidak berbeda dengan aplikasi RB + BP; BM+ RB+ BP+ AK; BM + AK. Aplikasi zpt asal BP + AK menghasilkan tinggi bibit tertinggi (13,57 cm. Jumlah daun terbanyak dihasilkan pada aplikasi BP + AK (1,45 helai. Secara umum zpt bonggol pisang + air kelapa memberikan hasil paling baik, namun umbi bawang merah maupun rebung bambu mempunyai harapan untuk dikembangkan. Candlenut cv. Sunan is alternative biofuels plant also as raw of many industrial products. Its hard pulp seed becomes barrier of germination. This condition can be overcome by  giving natural plant growth regulators (PGRs, i,e shallot as auxin source, bamboo shoot as gibberellin source, banana bulb and coconut water as sources of cytokinin. The research aim was knowing effect of

  5. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TULISAN ARAB-MELAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Risdiawati

    2016-06-01

    Full Text Available The purpose of this research and development is to produce a teaching material of Arab-Melayu inscription for Indonesian literature students with expediently and effectively content, presentation, language, and display. This research use Team of Research Central of Educational SPolicy and Innovation’s research and development method. The result is a book and the tittle is Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan Arab-Melayu.The trial results from matter expert obtained 90,7%, the result of the trial from studies design expert obtained 89,9%, the trial results from teacher obtained 80,6%, and student’s tes results obtained 92,8%. It’s mean that the product can be implemented. The results of effectively trial that show 70% students has high ability. So, the product can be effective for studies. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar tulisan Arab-Melayu untuk mahasiswa jurusan Sastra Indonesia dengan isi, penyajian, bahasa, serta kegrafikaan yang layak dan efektif untuk pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model penelitian prosedural serta metode penelitian dan pengembangan dari Tim Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar berbentuk buku cetak berjudul Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan Arab-Melayu. Berdasarkan ahli materi, produk mendapatkan penilaian sebesar 90,7%, ahli desain pembelajaran sebesar 89,9%, praktisi dosen sebesar 80,6%, dan mahsiswa sebesar 92,8%. Dengan demikian produk dikategorikan dapat diimplementasikan. Berdasarkan uji keefektifan, diketahui bahwa 70% mahasiswa berkemampuan sangat tinggi, sehingga produk dapat dikatakan efektif untuk pembelajaran.

  7. Reading teh Myth: Public Teaching of Abu Bakar Ba'asyir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timothy Earl Behrend

    2003-12-01

    Full Text Available Abu Bakar Ba 'asyir, menurut media di luar Indonesia, dituduh sebagai penganjur terorisme dan revolusi melalui organisasi yang disebut Jamaah Islamiyah. Namanya sering dikaitkan dengan Al Qaidah, dan sejumlah peristiwa terorisme. Ia ditangkap karena desakan sejumlah negara atas Indonesia, melalui tuduhan sebagai aktor terorisme. Abu Bakar Ba'asyir sendiri merupakan seorang muslim taat, disiplin, tetapi juga absolutis dan simplistis. Ia memang, melalui pengajarannya, tampak berobsesi menegakkan syari'at Islam di negara Indonesia, untuk mengganti sistem kafir. Dalam hal ini, ia seorang radikalis. Tetapi, sesungguhnya ia bukan penganjur terorisme dan kekerasan dalam mencapai tujuannya, sebagaimana dituduhkan media. Sikap radikalnya, sesungguhnya, tak beda dengan sikap radikal kaum Kristen fundamentalis yang pernah terjadi di barat, terutama Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sangat menentang Amerika yang dipandangnya telah melakukan hegemoni dan terorisme budaya.

  8. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    OpenAIRE

    Sutardi, Sutardi

    2016-01-01

    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyem-buhkan berbagai penyakit. Pegagan mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bahan aktif tersebut merupakan bahan baku obat tradisional yang bermanfaat sebagai antipikun, antistres, obat lemah syaraf, ...

  9. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB LOKASI BAHAN GALIAN KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santosa

    2010-01-01

    Full Text Available Geographical Information System Base On Web Location Materials Dig Sub-Province of Ponorogo can give information concerning dig materials situation had by area of Ponorogo. This System will present map of Sub-Province area administration of Ponorogo along with dig materials location dots. Where every the dig materials location dot will give description of detail from each dig materials. Methodologies engineer software used to build this system is Waterfall which is covering engineer system, analyse, scheme, coding, conservancy and examination. Programming language the used is Arcview, Macromedia Flash, PHP 4, and Mysql Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Lokasi Bahan Galian Kabupaten Ponorogo dapat memberikan informasi mengenai letak bahan galian yang dimiliki daerah Ponorogo. Sistem ini akan menampilkan peta administrasi daerah Kabupaten Ponorogo beserta titik-titik lokasi bahan galian. Dimana setiap titik lokasi bahan galian tersebut akan memberikan keterangan detail dari masing-masing bahan galian. Metodologi rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah Waterfall yang meliputi rekayasa sistem, analisis, perancangan, pemrograman, pengujian dan pemeliharaan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah ArcView, Macromedia Flash, PHP 4, dan MySQL

  10. Pembuatan Katalis Cu/ZnO/Al2O3 untuk Proses Steam Reforming Metanol menjadi Hidrogen sebagai Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husni Husin

    2010-06-01

    Full Text Available Study on the use of copper zinc oxide supported on alumina catalyst for steam reforming of methanol to hydrogen has been done. The aim of this work is to study the catalytic properties of copper based catalysts used in the steam reforming of methanol. This method is known as one of the most favorable catalytic processes for producing hydrogen on-board. The catalyst was prepared by impregnation method with Cu loading of 5%, 10%, and 15%,. The X-ray diffraction pattern shows that the catalyst compositions are Cu, CuO, ZnO, and Al2O3. The reactions were carried out in the fixed bed tubular reactor operating at temperatures of 150oC, 200oC, 250oC, 300oC, and 350oC and atmospheric pressure. The product was analyzed using Shimadzu Gas Chromatography GC 8A with mole sieve 5A and porapak-N column 80/100 mesh. The performance of the catalyst shows that the highest methanol conversion was 86% over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading. The selectivity and yield of hydrogen was 66% and 57% respectively over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading. Selectivity of carbon dioxide is 18% over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading at 300oC. Keywords: alumina oxide catalyst, copper zinc oxide, hydrogen, impregnation

  11. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MEMELIHARA SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN SISWA KELAS XI SMK TAMANSISWA NANGGULAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh Juandi Arif Baitullah

    2016-06-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine: (1 the effect of intrinsic learning motivation towards the outcomes of the study in ‘maintaining gasoline fuel system’ learning subject; (2 the effect of extrinsic learning motivation towards the outcomes of the study in ‘maintaining gasoline fuel system’ learning subject; and (3 the influence of intrinsic and  extrinsic learning motivation towards  the outcomes of the study in  ‘ maintaining gasoline fuel system’ subject  in class xi of smk tamansiswa nanggulan academic year 2015/2016. The type of the research is ex-post facto. The population of the study was all students of class XI in Light Vehicle Engineering study Program of SMK Tamansiswa Nanggulan, they were 57 students which spread in over three classes in which at the same time became the research sample. In data collection Methods, the study was using questionnaires and documentation. In Data analysis technique, the researcher used descriptive analysis, first and second hypothesis testing were using partial correlation test and the third hypothesis testing was using multiple regression of two predictor which preceded with test of analysis requirements, which is test for normality, linearity and multicollinearity. The results shows that: (1 there is a positive and significant influence between intrinsic learning motivation towards the outcomes of the study in ‘maintain gasoline fuel system’ learning subject on class xi of smk tamansiswa nanggulan lesson year 2015/2016 with correlation coefficient ‘rhitung’ of 0.456 and the value of significant level of 0.000. <0.05. (2 there is a positive and significant influence between extrinsic learning motivation towards the outcomes of the study in ‘maintain gasoline fuel system’ learning subject on class xi of smk tamansiswa nanggulan lesson year 2015/2016 with correlation coefficient ‘rhitung’ of 0.339 and the value of significant level of 0.011. <0.05.(3 there is a positive and significant influence between extrinsic and intrinsic learning motivation  simultaneously towards the results of study on maintaining gasoline fuel system subject in class XI, students of SMK Tamansiswa Nanggulan Academic Year 2015/2016 with value of ‘Fhitung’ = 12.572 with p value (significance of 0.000 <0.05.

  12. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2014-04-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.

  13. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-05-01

    Full Text Available The fourth quarter in 2008 is the peak of Global Monetary Crisis, which is the decreasing of liquidity in companies around the world. The crisis also affected towards fluctuation of world petroleum price. Automotive industry in Indonesia was also affected towards cost of foreign exchange fluctuation and petroleum price due to the crisis. PT Astra International, Tbk. is assumed to represent automotive industry in Indonesia. The research is done through literature research and financial and sales report analysis in 2000-2008. The performance reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  14. Analisis Koefisien Attenuasi Bahan Plastik Menggunakan Sensor Cahaya Smartphone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Pramuda

    2016-09-01

    Full Text Available Untuk menekan mainstream yang negatif terhadap penggunaan smartphone, salah satunya adalah dengan kajian yang inovatif dan menarik untuk memanfaatkan smartphone sebagai media bantu pembelajaran, eksperimen sains dan fisika. Pada penelitian ini dikaji karakteristik koefisien attenuasi bahan plastik menggunakan sensor cahaya pada smartphone secara sederhana. Hasil penelitian menunjukkan filter bahan plastik berwarna kuning dan biru yang digunakan didapati memiliki nilai R2 yang secara teknis cukup relevan untuk menunjukkan karakteristik linier attenuation coefficient. Sedangkan tren dari μ (attenuation coefficient filter bahan plastik berwarna merah cenderung sesuai untuk tren polinomial dengan nilai R2 yang jauh lebih baik dari pada tren linier. Pemilihan filter yang tepat menjadi hal yang penting untuk mempermudah pembelajaran, selain sebenarnya tersembunyi berbagai konsep fisika yang menarik bila didapatkan hasil yang mungkin berbeda dengan teori dasarnya. Penggunaan smartphone untuk eksperimentasi sederhana sesuai dengan langkah yang dipaparkan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk akrab dengan persamaan Lambert-Beer, selain itu, dapat menjadi batu loncatan untuk mempelajari peristiwa absorbsi serta transmisi cahaya oleh bahan.

  15. BAHAN AJAR MENULIS CERITA FABEL DENGAN STIMULUS FILM FINDING NEMO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Noviana Qostantia

    2017-03-01

    Full Text Available This research objectives were (1 describing instructional material of writing fable story using stimulus of finding nemo movie and (2 describing instructional material feasibility of writing fable story using stimulus of Finding Nemo movie that obtained from expert test and practitioner (teacher and student test. The developed instructional material was complementary book of writing fable story for students with material, language, and book display that adjusted with student’s needs. Those objectives could be made as guidance in developing the instructional material which including material content feasibility, language, and complementary book display aspect. Tujuan penelitian ini adalah (1 mengembangkan bahan ajar menulis cerita fabel dengan stimulus film finding nemo, (2 mendeskripsikan kelayakan bahan ajar menulis cerita fabel dengan stimulus film Finding Nemo yang diperoleh dari uji ahli, uji praktisi guru, dan siswa. Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku pelengkap menulis cerita fabel untuk siswa dengan materi, bahasa, dan penyajian buku yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tujuan tersebut dapat dijadikan panduan dalam mengembangkan bahan ajar yang mencakup aspek kelayakan isi materi, bahasa, dan penyajian buku pelengkap.

  16. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    Full Text Available Papua and West Papua Province have a large potential of sago. Approximately 994,000 hectares, mostly natural sago forest was existed in this area. Sago starch has long been an important source of nutrition troughout Papua. Product of sago palm is not only starch as source of carbohydrate for food stuff, but also for basic material of industries such as paper, plywood, hardboard, and food indutries. Traditional methods are used for starch extraction in almost all part of Papu, which is not efficient and production capacity is very low. The effort to increase sago starch production could be carry out by introducing mechanical equipment (traditional to mechanized processing. The objective of this research was to design mixer rotary blade of sago starch extraction powered by internal combustion engine. The result was prototype of mechanical sago starch extractor. The prototype has high performance with extraction capacity 160 kg of disintegrated pith per hour or equal to 33 kg of wet starch per hour, extractable starch more than 99 % while starch losses in hampas less lhan 1 %. Hopefully, application of this machine to the sago farmer will transform agricultural system from subsistence to commercial. It means that increasing of economic income. In conclusion, technically and economically this prototype was feasible. ABSTRAK Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi sagu yang sangat besar. Sekitar 994.000 hektar yang sebagian besar merupakan hutan sagu alam terdapat di kedua provinsi ini. Pati sagu telah lama digunakan sebagai sumber nutrisi bagi penduduk asli papua. Pati sagu tidak hanya digunakan sebagai sumber karbohidrat, namun juga digunakan seba- gai bahan dasar industri kertas, plywood, hardbord, dan pangan. Pengolahan sagu secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat tidak efisien dan kapasitas produksinya sangat rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan mengintroduksi peralatan pengolahan mekanis untuk merubah metode

  17. Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Menjadi Bahanbakar Nabati Dengan Proses Termokimia

    OpenAIRE

    Bahri, Samsul

    2016-01-01

    Bahan bakar minyak adalah sumber energy utama yang sangat dibutuhkan olehmasyarakat. Dewasa ini, harga bahan bakar minyak semakin melambung tinggiyaitu sebesar 60 U$D sampai 70 U$D per barel. Harga ini kemungkinan biasmeningkat karena bahan bakar minyak merupakan energy yang tidak dapatdiperbaharui dan keberadaannya semakin tahun akan semakin berkurang. Untukmengatasi kelangkaan bahan bakar minyak tersebut diperlukan suatu pemikiranbaru tentang energy alternative. Salah satu cara untuk mendap...

  18. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL MIND MAP UNTUK PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

    OpenAIRE

    Lukman Lukman; Ishartiwi Ishartiwi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dengan model mind map yang layak digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa SMP, serta mengetahui keefektifan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian adalah sebagi berikut: (1) menghasilkan bahan ajar dengan model mind map untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SMP yang dikemas dalam bentuk buku dengan materi “Perk...

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA TEKS NOVEL BERBAHASA JAWA MELALUI SIMPLIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nike Esti Kurniawati

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian Bahan ajar teks novel berbahasa Jawa melalui simplifikasi dikembangkan atas persepsi kebutuhan peserta didik dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan peserta didik dan guru berkaitan dengan pengembangan bahan ajar membaca teks novel melalui simplifikasi, menyusun karakteristik bahan ajar membaca teks novel berbahasa Jawa melalui simplifikasi, membuat model novel yaitu Jemini, Asmarani, dan Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata sebagai bahan ajar membaca teks novel di SMA, dan memperoleh keefektifan menggunakan bahan ajar membaca teks novel melalui simplifikasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D oleh Borg and Gall yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Langkah penelitian Borg and Gall diadaptasi menjadi tujuh tahap, yakni analisis teoretis dan praktis, analisis kebutuhan pengembangan menurut persepsi guru dan peserta didik, penyusunan draf produk, uji ahli, revisi produk, uji keefektifan produk, revisi hasil uji penggunan produk pengembangan. Hasil uji keefektifan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Bergas menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes pembelajaran membaca teks novel melalui simplifikasi. Uji t hitung = 9,734, sedangkan t tabel  =2,00. Artinya t hitung > t tabel. Maka dapat dikatakan produk tersebut efektifNovel text teaching materials through simplification Javanese developed on the perception of the needs of learners and teachers.This study aims to determine the needs of the students and teachers associated with the development of teaching materials text reading novels through simplification, compiling the characteristics of teaching materials text reading novels in Java through simplification, models making novel that Jemini, Asmarani, and the Pawestri Pejuwang works soeparto Brata as material instructional text reading novels in high school, and obtain the effectiveness of using text reading novel teaching

  20. Proceeding of the Fourth Scientific Presentation on Nuclear Fuel Cycle: Technology of Nuclear Fuel Cycle facing the Challenge of Energy Need on the 21-st Century; Prosiding presentasi ilmiah daur bahan bakar nuklir IV. Tema: teknologi daur bahan bakar nuklir menghadapi tantangan kebutuhan ketenagaan pada abad-21

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Suripto, A [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); Sajuti, D [Research and Development Center for Calibration Instrumentation and Metrology, Indonesian Institute of Sciences, Serpong (Indonesia); Aiman, S [Research and Development Center for Applied Chemistry, Indonesian Institute of Sciences, Serpong (Indonesia); Yuwono, I [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); Fathurrachman, [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); Suwarno, H [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); Suwardi, [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); Amini, S [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia); Widjaksana, [National Atomic Energy Agency, Serpong (Indonesia)

    1999-03-01

    The proceeding contains papers presented in the Fourth Scientific Presentation on Nuclear Fuel Element Cycle with theme of Technology of Nuclear Fuel Cycle facing the Challenge of Energy Need on the 21{sup s}t Century, held on 1-2 December in Jakarta, Indonesia. These papers were divided by three groups that are technology of exploration, processing, purification and analysis of nuclear materials; technology of nuclear fuel elements and structures; and technology of waste management, safety and management of nuclear fuel cycle. There are 36 papers indexed individually. (ID)

  1. Hubungan Antara Gaya Hidup Dan Pemilihan Merek Lokal Atau Merek Luar Negeri (Survei Pada Ayam Bakar Wong Solo Vs Kentucky Fried Chicken)

    OpenAIRE

    Haryanto, Budhi; Febrianto, Awang

    2013-01-01

    This study examines the influence of lifesyle on probability in buying intention toward domestic brand (Ayam Bakar Wong Solo) or foreign brand (Kentucky Fried Chicken). Convenience sampling method was employed to acquire 250 samples with the criteria of: (1) the respondents had the intention to buy Ayam Bakar Wong Solo or has intention to buy Kentucky Fried Chicken, (2) respondents had the freedom to take or to refuse to paticipate in the survey. (3) Survey was conducted in the form of direct...

  2. PENGARUH PENGGUNAAN KLOBOT JAGUNG SEGAR DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PRODUKSI KARKAS KELINCI PERANAKAN NEW ZEALAND WHITE JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risang Pramudyo Wardhana

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan klobot jagung sebagai pengganti sebagian kangkung dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta produksi karkas kelinci Peranakan New Zealand White jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR Surakarta. Penelitian ini menggunakan 16 ekor kelinci New Zealand White jantan berumur ±2 bulan dengan bobot badan awal 1301,69±155,01 g. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum basal disusun dari dedak halus, BR1 dan kangkung (Ipomoea aquatica. Keempat level perlakuan pakan tersebut adalah dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 20% + klobot jagung 0% (P0; dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 17,5% + klobot jagung 2,5% (P1; dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 15% + klobot jagung 5% (P2 dan dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 12,5% + klobot jagung 7,5% (P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan klobot jagung sampai level 7,5% dari total ransum tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta karkas kelinci Peranakan New Zealand White jantan. (Kata kunci: Kelinci, Klobot jagung, Kecernaan bahan kering, Kecernaan bahan organik, Karkas

  3. JERAMI SEBAGAI BAHAN BAKU PANEL AKUSTIK PELAPIS DINDING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2008-01-01

    Full Text Available The demand of walling panels with acoustic qualification has surprisingly increased, due to the needs for home theaters and mini recording studios in the increase of environmental noise. Therefore, good supply of acoustic panels, especially those with lower price are necessary. A series of study to explore possibility in using paddy-straw as main material to construct cheap and high quality panels has been developed. Prior to this study, an earlier small research showed there was a great potency in using paddy-straw as panels, especially ones drawn from paddy in type IR. The earlier study recommends further research to examine strength of compression and tensile of the constructed panels to go for building materials, which is presented in this paper. Acoustic qualification of the panels is subject for further reserach. Abstract in Bahasa Indonesia: Kebutuhan akan panel pelapis dinding yang bersifat akustik terus meningkat seiring meningkatnya kebisingan dan kebutuhan terhadap ruang studio pribadi. Ketersediaan panel pelapis dinding dengan harga yang lebih terjangkau seperti yang terbuat dari bahan limbah sangatlah dibutuhkan. Pada penelitian awal telah diselidiki kemungkinan penggunaan jerami yang merupakan limbah sebagai bahan baku pembuatan panel akustik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jerami sangat potensial digunakan sebagai bahan aku panel, terutama jerami padi berjenis IR. Selanjutnya panel jerami ini perlu mendapatkan perlakukan uji desak dan lentur untuk memastikan kemampuannya menahan berat sendiri dan kekuatannya saat proses penggunaan, sebelum akhirnya mengalami pengujian berkaitan dengan kualitas akustik. Kekuatan desak dan lentur panel dimaksud, tersaji dalam tulisan ini. Kata kunci: panel jerami, uji desak, uji lentur.

  4. Makam Sayyid Husein Bin Abu Bakar Al-Aydarus: Jaringan Spiritual Usmani Di Indonesia Akhir Abad Ke-19

    OpenAIRE

    SUPRATMAN, FRIAL RAMADHAN

    2016-01-01

    This article investigates Indonesian history with transnational approach espe- cially in tracing social community of Indonesia in the context of globalization during nineteenth century. In this article, author focuses on holy tomb of ulama or saint (wali), Sayyid Husein bin Abu Bakar al-Aydarus, who died in the late eighteenth century and buried in Batavia. Although he died more than a century a go, his influence through tomb still can be sensed until now. In the nineteenth century, the tomb ...

  5. Pengembangan pemakaian hasil samping agroindustri berbahan dasar jagung sebagai alternatif bahan baku pakan ikan kerapu tikus Cromileptes altivelis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Agus Suprayudi

    2015-03-01

    impact to feed palatability (shown by total feed consumption value and digestibility of protein. The increasing level of DDGS and hominy more than 10% reduced palatability and protein digestibility. Based on this research, DDGS and hominy can be used up to 10% in the feed formulation of humpback grouperKeywords: digestibility, growth performance, DDGS, hominy, humpback grouper, Cromileptes altivelisABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah jagung dari industri etanol dalam bentuk distillate dried grain with soluble (DDGS dan homini sebagai bahan baku pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan kerapu bebek Cromiliptes altivelis. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil ikan kerapu bebek berukuran 11‒14 g. Ikan dipelihara dalam karamba jaring apung yang berukuran 3×1,5×2 m3 dengan kepadatan 167 ekor/jaring. Ikan diberi pakan sampai kenyang sebanyak dua kali sehari. Untuk menjaga agar jaring tetap bersih maka dilakukan pergantian jaring setiap satu sampai dua minggu sekali. Ikan dipelihara selama lima bulan dan setiap bulan dilakukan sampling. Tiga macam pakan digunakan dalam penelitian ini dengan kadar protein 47% dan rasio energi protein 10 kkal/g protein. Pakan A adalah pakan yang tidak mengandung DDGS dan homini, pakan B mengandung DDGS 6,13% dan 4% (total 10,13%, dan pakan C mengandung DDGS 15,05% dan Homini 4% (total 19,5%. Untuk mengevaluasi ketercernaan nutrien maka kromium oksida (Cr2O3 digunakan sebagai penelusur. Penelitian ketercernaan dilakukan di laboratorium dengan menggunakan fiber dengan volume 800 L. Rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketercernaan nutrien tidak berbeda sampai total kadar DDGS dan homini 10,13% (pakan B dan peningkatan DDGS serta homini sampai 19,05% (pakan C menurunkan nilai ketercernaan. Ikan yang diberi pakan dengan DDGS sebesar 10,13% (pakan B memiliki nilai efisiensi pakan, sintasan, laju

  6. KERAGAMAN BAHAN MAKANAN UNTUK SARAPAN ANAK SEKOLAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Permaesih

    2017-01-01

    Full Text Available Breakfast (5-9 AM is contributed around one third of daily nutrient intake. Some studies shown that breakfast can maintain the blood glucose level, increase school performance and prevent obesity. This study aimed to determine the food variety of breakfast consumed by most Indonesian people, aged 6-18 years. Analysis was conducted using secondary data taken from the Individual Food Consumption Survey (SKMI 2014. The study was cross-sectional survey design conducted in 33 provinces in Indonesia in May-June 2014. 27870 (77.5% subjects were met the criteria. The age group of 6–12 years old consists of 7739 males and 7069 females, while aged 13–18 years old consists of 6612 males and 6450 females. Almost 60 percent (59,1% subjects consumed a combination of 3 food groups. 72,3 percent were consumed one food which was consist only serealia. Subjects who consumed with combination of 2 food groups such as serealia and water (49.6%, serealia and animal food (18.2%. Subjects who consumed combination of 3 food groups, such as serealia, animal food, and fat, were 49.6 percent. In conclusion, most students aged 6-18 years had breakfast but the variety of food was not adequate yet.   ABSTRAK   Sarapan atau makan pagi (jam 5-9 pagi penting untuk konsumsi makanan sehari. Sarapan dapat membantu mempertahan kadar gula darah, meningkatkan konsentrasi belajar serta mencegah terjadinya kegemukan. Perlu diperhatikan selain jumlah makanan juga keragaman jenis yang dikonsumsi. Tujuan analisis adalah mendapatkan informasi tentang keragaman bahan makanan yang biasa dikonsumsi penduduk di Indonesia, umur 6-18 tahun. Dilakukan analisis data hasil Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014 dari rumah-tangga terpilih di 33 provinsi di Indonesia pada bulan Mei-Juni 2014 dengan desain penelitian potong-lintang. Sampel terdiri dari umur 6-12 tahun usia sekolah dasar (7739 orang laki-laki dan 7069 perempuan dan umur 13-18 tahun usia sekolah menengah (6612 laki-laki dan

  7. PENGOPTIMALAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN AUDITING II DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maylia Pramono Sari

    2011-06-01

    Full Text Available Pengembangan metode pengajaran auditing adalah pembuatan bahan ajar multimedia. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan akuntansi memiliki persepsi awal mengenai pengetahuan auditing yang baik dan mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar. Selain itu juga terjadi kenaikan keaktivan mahasiswa setelah adanya penerapan model pendekatan bahan ajar multimedia pada mata kuliah auditing II. Penelitian ini juga menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test dan hasil menunjukkan bahwa nilai tes sebelum adanya tindakan dan setelah adanya tindakan relatif berbeda. Hal ini berarti model pendekatan penalaran dan sistem pada mata kuliah auditing efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Kata Kunci : Auditing, Bahan Ajar Multimedia, Hasil Belajar

  8. Pemanfaatan Gambir sebagai Bahan Dasar Pembuat Tinta Spidol Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2017-12-01

    Full Text Available Gambier can be used as a raw material for the manufacture of eco-friendly ink. This study was aimed to produce an alternative marker ink which is safer for the environment and human health. The current ink products generally contain volatile organic compound the chemical that can damage health. The study was done in several stages, raw material preparation, gambier extraction, color pigment making, ink formulation, and continued with stirring by used a high-speed homogenizer for the best formula. Variations of stirring speed were 1000, 1500, 2000 rpm and stirring time 10, 20, 30 minutes. The results showed that the best ink was obtained from the homogenization process with stirring time 30 minutes and speed 1000 rpm. The composition of gambier pigment 85%, glycerol 3%, polyethylene glycol 2%, propylene glycol 5%, and the addition of preservatives crystal violet 1%. The characteristics of markers ink were size particles 15.44 d.nm with a poly diversity index 0.186 and specific gravity 1.0254, black color ink, homogeneous, writings were not disjointed, and 6 minutes dry time.ABSTRAK Gambir dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tinta spidol  yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tinta spidol alternatif yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tinta yang diproduksi saat ini pada umumnya masih mengandung volatile organic compound yang merupakan bahan kimia yang dapat merusak kesehatan. Pembuatan tinta dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan bahan baku gambir, pengekstrakan gambir, pembuatan pigmen warna, pembuatan formula tinta, dan dilanjutkan dengan pengadukan menggunakan alat high speed homogenizer untuk formula terbaik. Variasi kecepatan pengadukan adalah 1000, 1500, 2000 rpm dan lama pengadukan 10, 20, 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta spidol yang terbaik diperoleh dari proses homogenisasi dengan waktu pengadukan 30 menit pada kecepatan 1000 rpm. Komposisi pigmen gambir

  9. Pemanfaatan Limbah Daun Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramayanty Bulan

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak. Limbah padat pada perkebunan kelapa sawit telah diketahui potensial sebagai bahan baku pupuk organik padat melalui proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik dan mengkarakterisasi proses pengomposan limbah daun kelapa sawit sebagai bahan dasar pupuk organik potensial. Proses pengomposan dilakukan dengan dua faktor perlakuan, meliputi komposisi bahan katalisator kompos (Bokashi, Vermikompos dan Natural dan ukuran cacahan daun sawit (2 cm, 4 cm 6 cm. Parameter yang diamati meliputi persentase penyusutan massa dan fluktuasi perubahan suhu selama proses pengomposan, serta pengukuran zat hara Nitrogen, Phospor, Kalium (NPK dan rasio C/N yang terkandung pada hasil pengomposan yang diukur setelah 10 dan 14 minggu proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengomposan dengan bokashi memberikan penyusutan massa terbesar jika dibandingkan dua metode lainnya pada semua ukuran cacahan yaitu sebesar 32%. Cacahan daun sawit yang berukuran kecil cenderung memberikan proses pengomposan yang lebih cepat dan memberikan produk kompos yang lebih baik. Hasil pengukuran setelah proses pengomposan menunjukkan bahwa interaksi dua faktor perlakuan yang diberikan hanya berpengaruh signifikan pada rasio C/N dan tidak signifikan pada zat hara NPK.   Utilization of Waste Palm Leaves as Raw Material Palm Compost Abstract. The use of oil palm plantation solid waste, particularly oil palm leaf as organic compost raw material are now receiving greater attention by researchers, but have not been fully utilized on large scale, either agriculturally or industrially. The aim of present study was to characterize composting process with oil palm leaf as raw material. The research of composting conducted with two combination of composting factor, namely: composting starter composition (i.e. Bokashi, vermi-compost and natural composting and piece of frond dimension (2 cm, 4 cm, 6 cm. The percentage of mass reduction and temperature

  10. Water Pollution Studies on Baher El-Bakar Mouth Northeast Nile-Delta, Egypt

    International Nuclear Information System (INIS)

    Moustafa, Y.M.; Abd El-Hakem, M.; Abdallah, R.I.; Barakat, M.A.K.

    2005-01-01

    Environmental assessments of petroleum contaminants in the surface water at the north nile delta (Baher El-Bakar mouth) were investigated. Quantitative determinations of oil content show that the studied areas have values high enough to cause lethal toxicity to the surrounding environment gas chromatographic (GC) studies reveal that the origin of pollutants is mainly petroleum origin (petrogenic) mixed with biogenic hydrocarbons. The studied samples are either highly or very highly weathered indicating that they suffered from chronic oil pollution. It is generally advisable to support gas chromatographic evidence by other methods of analysis. Ultraviolet spectrophotometric (UV) studies reflect the presence of aromatic compounds. Their detection is a good criterion of oil pollution. High performance liquid chromatography (HPLC) is used to investigate the distribution of individual pol cyclic aromatic hydrocarbons in water samples. Data indicate that all samples are characterized by the presence of Dibenzo (a,h) anthracene. Microscopic examination is used to investigate the characteristics of the particulate matter associated with the water samples

  11. Pemberian Biochar Dari Beberapa Bahan Baku Untuk Mengurangi Pencemaran Logam Berat Cd Di Tanah

    OpenAIRE

    Sinaga, Elfride

    2017-01-01

    120301076 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku biochar yang terbaik dalam mengurangi pencemaran logam berat Cd di tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kontrol, 3 jenis biochar dari bahan baku yang berbeda meliputi brangkasan jagung, jerami padi dan TKKS, sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Cd ekstrak DTPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis biochar...

  12. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik transduser ultrasonik. Dan untuk menunjang pengujian, maka dibuat sebuah alat sederhana dengan metode transmisi pulsa untuk melakukan pengukuran Time of Flight(TOF gelombang ultrasonik. Karakterisasi bahan transduser dilakukan dengan melakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama dilakukan  pengujian respon frekuensi pada piezoelektrik untuk mendapatkan frekuensi resonansi yang sesuai. Kemudian dilakukan pengujian bahan backing material untuk mengetahui respon impulse dari sinyal ultrasonik dan menguji bahan matching layers untuk mendapatkan faktor delay pada pengukuran. Setelah karakterisasi bahan didapatkan, maka dilanjutkan dengan implementasi transduser ultrasonik untuk pengujian cacat pada bahan. Pengujian ini menggunakan aluminium berdimensi (15x5x1cm dengan bentuk cacat yang telah ditentukan. Proses pengujian cacat ini dilakukan dengan cara scanning secara manual dengan perubahan jarak setiap 0.5 cm. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga

  13. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  14. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL MIND MAP UNTUK PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Lukman

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dengan model mind map yang layak digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS untuk siswa SMP, serta mengetahui keefektifan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development. Hasil penelitian adalah sebagi berikut: (1 menghasilkan bahan ajar dengan model mind map untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SMP yang dikemas dalam bentuk buku dengan materi “Perkembangan pada Masa Islam di Indonesia”. Produk yang dihasilkan layak digunakan untuk pembelajaran berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, uji coba terbatas, serta uji coba lapangan. (2 Bahan ajar hasil pengembangan untuk siswa kelas VII di SMP N 3 Berbah ini efektif digunakan untuk pembelajaran IPS. Peningkatan skor postes pada kelas yang menggunakan bahan ajar dengan model mind map sebesar 13,87% dengan nilai gain score 0,45 dan ketuntasan siswa 100%. Sedangkan kelas yang menggunakan buku paket IPS dengan peningkatan skor postes sebesar 10,26% dengan nilai gain score 0,35 dan ketuntasan siswa 87,1%. Kata kunci: bahan ajar, mind map, ilmu pengetahuan sosial

  15. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  16. Analisis Kebijakan Distribusi Bahan Baku Rotan Dengan Pendekatan Dinamik Sistem Studi Kasus Rotan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlaela Kumala Dewi

    2015-09-01

    Full Text Available Penghentian ekspor bahan baku rotan, ternyata belum membuat industri mebel di Tanah Air mendapat pasokan bahan baku yang memadai. Sejumlah pengrajin di daerah asal bahan baku rotan seperti Cirebon, Semarang, Surabaya, Jakarta dan daerah industri pengolah bahan baku rotan tetap mengeluh kekurangan bahan baku. Kalau pun ada, harganya sudah naik sampai 30%. Beberapa penelitian tentang cara pendistribusian bahan baku rotan sampai saat ini belum ada yang membahas tentang bagaimana cara mendistribusikan bahan baku dari upstream (hutan, asal bahan baku rotan ke downstream (industri pengolahan baha baku rotan menjadi mebel rotan sehingga masalah ini menjadi menarik dan seperti kita ketahui bahwa bahan baku rotan merupakan komoditi yang dimiliki oleh Indonesia sebagai penghasil rotan nomer satu dunia. Tujuan penelitian ini adalah membangun suatu model dinamika yang dapat menerangkan keterkaitan antar faktor di dalam jalur distribusi bahan baku rotan dalam upaya memahami interaksi dari sektor transportasi, logistic dan kebijakan pemerintah dalam mendukung industri rotan nasional. Dengan mengacu pada kebijakan yang telah ada maka dalam penelitian ini ingin dikaji apakah kebijakan pemerintah tersebut saat ini dapat meningkatkan kondisi bahan baku rotan tetap stabil dan meningkatkan perekonomian di daerah asal bahan baku rotan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah simulasi dinamika sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ada saat ini ternyata belum berpengaruh dalam menstabilkan kondisi pasokan bahan baku rotan dan meningkatkan perekonomian daerah penghasil rotan yang ada di Indonesia. Untuk itu disusunlah beberapa skenario yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pasokan bahan baku rotan ke industri rotan nasiona. Adapun skenario itu adalah sebagai berikut : meningkatkan pendapatan petani dan pengepul dengan menitik beratkan pada investasi  dan skenario meningkatkan tingkat pendapatan daerah dengan tetap menjaga

  17. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  18. PROSEDUR PEMESANAN DAN PENERIMAAN BAHAN PASTRY UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DI HOTEL HILTON BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Apriani

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Pastry is one of the departments of the hotel to provide a dessert dish.variouscake and dessert should be produced by the pastry every day in accordance with the request of the banquet event order (BEO. To produce the cake and dessert pastry section requires the availability of the raw materials. The basic ingredients are obtained from the order process until receiving of the pastry. use of materials is also onr of the things that influence the availablility of pastry. However in the event booking process and receipt of materials often found obstacles. These barriers have a major on operational at the pastry Hilton Hotels Bandung. The method used was a case study which is a method that takes a particular object to be analyzed in depth by focusing on an issue. Based on the result of research regarding the booking procedure and acceptance of the pastry authors find the constraints, the first one is from suppliers could not send the raw materials at the time of red date or holiday. The second one is from internal parties Hilton that reducing the number of orders that have been submitted by the pastry and the distribution of materials that are not yet well-organized, because many raw materials pastry that is used along with other outlets. So often the materials ordered for pastry and even used by other outlets and causing the pastry to run out of raw materials.   Key words : Pastry, Order, Receipt, Raw Materials   Abstrak - Pastry merupakan salah satu departmen di hotel yang bertugas untuk menyediakan hidangan dessert. Bermacam - macam cake dan dessert harus diproduksi oleh bagian pastry setiap harinya sesuai dengan permintaan dari Banquet Event Order (BEO. Untuk memproduksi cake dan dessert tersebut bagian pastry membutuhkan ketersediaan bahan baku. Bahan baku tersebut didapatkan dari proses pemesanan hingga penerimaan bahan pastry. Penggunaan bahan juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ketersediaan bahan pastry. Namun pada

  19. PENGARUH UMUR BAHAN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK AKOR (Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nurmawati siregar

    2016-09-01

    Full Text Available Akor (Acacia auriculiformis termasuk salah satu jenis sumber energi biomassa mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan untuk pengembangannya adalah ketersediaan bibit bermutu. Bibit bermutu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif (biji dan vegetatif (setek. Melalui setek dapat diproduksi bibit bermutu dalam jumlah yang cukup, setiap waktu dan tidak tergantung dengan musim. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perbanyakan vegetatif dengan setek adalah juvenilitas (umur bahan setek, oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh umur bahan setek. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan perlakuan umur bahan setek yaitu umur 2,3,4 dan 5 bulan, ulangan tiga kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 45 setek. Respon pertumbuhan yang diamati meliputi: waktu tumbuh tunas setek, persentase tumbuh setek, panjang akar, jumlah akar, panjang tunas, berat kering akar, berat kering tunas, ratio tunas dengan akar dan analisis ratio C/N. Umur bahan setek berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati kecuali persen tumbuh setek. Bahan setek yang paling optimal digunakan untuk jenis akor adalah pada umur 3 - 4 bulan.

  20. PEMILIHAN PRIORITAS BAHAN BAKU BIOAVTUR DI INDONESIA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Siswahyu

    2014-07-01

    serangkaian proses konversi biomassa  berupa serat, gula, tepung dan minyak nabati.  Proses konversi bahan tersebut  bisa  melalui  proses  transesterifikasi,  perlakuan  panas  (pyrolisis  dan  hydrothermal, perlakuan hidrolisis oleh enzim, fermentasi, dan fischertrops.  Indonesia  memiliki potensi bahan baku yang melimpah, produksi minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2014 mencapai 29,41 juta ton, minyak kelapa 3,38 juta ton dan 4.6 Ton minyak inti sawit ditahun 2014.  Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas bahan baku bioavtur dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP. Hasil analisis AHP menunjukkan  bahwa  minyak  sawit  adalah  bahan  baku  yang  paling  potensial  dengan  bobot  0,361, kemudian  urutan  kedua  adalah  biomassa bobot  nilai  0,327  sedangkan  minyak intisawit  dan kelapa berbobot  0,156.  Berdasarkan  analisis  AHP  maka  pemanfaatan  bahan  baku  terbarukan  (renewable resourcess berbasis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit untuk produksi bioavtur menjadi salah satu solusi yang potensial.

  1. HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DAN PEMILIHAN MEREK LOKAL ATAU MEREK LUAR NEGERI (SURVEI PADA AYAM BAKAR WONG SOLO VS KENTUCKY FRIED CHICKEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhi Haryanto

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractThis study examines the influence of lifesyle on probability in buying intention toward domestic brand (Ayam Bakar Wong Solo or foreign brand (Kentucky Fried Chicken. Convenience sampling method was employed to acquire 250 samples with the criteria of: (1 the respondents had the intention to buy Ayam Bakar Wong Solo or has intention to buy Kentucky Fried Chicken, (2 respondents had the freedom to take or to refuse to paticipate in the survey. (3 Survey was conducted in the form of direct structured intervew. These conditions were intended to get data acuracy. Logit regression was utilized to predict the influence of independent variable on depen¬dent variables. The analysis indicated that consumer who had fashion conscious life style preferred to buy foreign brand (Kentucky Fried Chicken, the health conscious life style preferred on local brand (Ayam Bakar Wong Solo, leadership life style preferred on foreign brand, caring life style preferred on local brand, and extrovertion life style preferred on foreign brand. In this study, implications of the results were also discussed.Key words: life style, local brand, foreign brand, caring life style, leadership life style, extrovertion life style.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya hidup pada kemungkinannya dalam membeli merek domestic (ayam Bakar Wong Solo atau merek luar negeri (Kentucky Fried Chicken. Metode sampling konveniens dipilih untuk mengambil 250 responden, yang diikuti dengan kriteria (1 responden berniat membeli Ayam Bakar Wong Solo dan KFC, (2 responden mempunyai kebebasan untuk menerima atau menolak sebagai responden, (3 survei dilakukan melalui wawancara langsung secara terstruktur. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keakurasian data penelitian. Regresi Logistik dilakukan untuk memprediksi hubungan antar dua variabel seperti yang dihipotresiskan. Hasilnya mengindikasi bahwa konsumen yang mempunyai gaya hidup pemerhati mode cenderung membeli merek

  2. DAMPAK PEMAKAIAN BATU BARA TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-09-01

    Full Text Available Dewasa ini mulai dari cara penambangan sampai dengan proses pengolahan menjadi bahan bakar diupayakan untuk menghasilkan bahan bakar yang mengandung abu dan sulfur yang rendah. Caranya disebut "coal beneficiation" yaitu dengan memisahkan bahan yang tak diinginkan secara fisika dan kimia.

  3. KARAKTERISASI STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR KRISTAL FILM TEBAL FETIO3 DARI BAHAN MINERAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yus Rama Denny

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan studi awal pembuatan dan pengolahan bahan mineral Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan termistor NTC. Bahan mineral yarosit dari alam dimurnikan dengan larutan HCl, diendapkan dengan menggunakan NH4OH dan dipanaskan pada suhu kalsinasi 700oC selama 2 jam. Pembuatan termistor NTC dilakukan dengan mecampurkan serbuk yarosit hasil pemurnian dan pengendapan dengan TiO2. Pasta termistor FeTiO3 dicetak dipermukaan alumina substrat dengan metode screen printing, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500oC selama 1 jam diruangan udara dilanjutkan disinter pada suhu 1100oC selama 1 jam diruangan hidrogen. Sifat listrik keramik film tebal hasil sinter diukur pada berbagai suhu. Struktur kristal dievaluasi dengan difraksi sinar x (XRD, dan struktur mikro dievaluasi dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh keramik film tebal berstruktur heksagonal (Illiminite. Data struktur mikro dan sifat listrik memperlihatkan bahwa termistor dari yarosit memenuhi kebutuhan pasar.

  4. APLIKASI MODEL HOUSE OF RISK (HOR UNTUK MITIGASI RISIKO PADA SUPPLY CHAIN BAHAN BAKU KULIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Rizki Kristanto

    2014-12-01

    Full Text Available Dalam aktivitas supply chain selalu berpotensi untuk timbul risiko, oleh sebab itu manajemen risiko sangat diperlukan untuk penanganan risiko. Pada perusahaan yang memproduksi sepatu kulit seperti PT. Karyamitra Budisentosa, dalam aktivitas supply chain bahan baku kulit memiliki peluang untuk timbul risiko. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisa risiko dan rancangan aksi mitigasi, untuk memitigasi risiko atau gangguan yang berpeluang timbul pada supply chain bahan baku kulit tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model house of risk yang terdiri dari 2 fase. Fase pertama yaitu pengidentifikasian risiko dan agen risiko, yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta perhitungan nilai aggregate risk priority (ARP. Fase kedua yaitu penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat 27 kejadian risiko dan 52 agen risiko. Terdapat 6 aksi mitigasi yang dapat digunakan, dengan harapan mampu memitigasi risiko pada supply chain bahan baku kulit.

  5. Penggunaan Ekstrak Bahan Alami Untuk Menghambat Infestasi Lalat Selama Penjemuran Ikan Jambal Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2007-11-01

    Full Text Available lkan jambal asin adalah ikan asin kering yang dibuat dengan cara memfermentasikan ikan dalam garam sebelum penjemuran. Untuk mengurangi infestasi lalat selama penjemuran pada pengolahan ikan jambal asin, penelitian penggunaan ekstrak bahan alami sebagai insektisida telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, bahan baku yang digunakan adalah ikan manyung (Arius thalassinus dan bahan alami yang diuji adalah ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss dan daun picung (Pangium edule Reinw masing‑masing dengan konsentrasi 2,5; 7,5; 10,0; 12,5 % (b/v, serta ekstrak bawang putih (Allium sativum dengan konsentrasi 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; 7,5 % (b/v. lkan yang telah difermentasi dalam garam direndam dalarn ekstrak bahan alami selama 30 detik, kemudian dilakukan penjemuran sehingga menjadi ikan jambal asin. Selama penjemuran dan penyimpanan dilakukan pengamatan tingkat infestasi lalat, larva dan pupa. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih merupakan bahan yang paling efektif untuk menghambat infestasi lalat sehingga dipilih untuk digunakan pada penelitian utama. Pada penelitian utama, bahan baku yang digunakan adalah ikan patin (Pangasius hypophthalmus. lkan patin yang telah difermentasi direndam dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 3, 6 dan 9% (b/v dengan waktu perendaman 0, 5, 10, dan 15 menit. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat infestasi lalat dan karakteristik organoleptik produk ikan jambal asin. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang memberikan tingkat infestasi lalat terkecil dan dapat diterima panelis adalah perendaman dalarn ekstrak bawang putih 9% selama 10 menit.

  6. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER TEMA MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrina Izzatika

    2015-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu bahan ajar yang valid,  untuk mengetahui keefektifan bahan ajar serta respons guru dan siswa terhadap bahan ajar IPA terintgrasi pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D. Data validasi ahli, uji lapangan terbatas,dan uji lapangan operasional diperoleh melalui angket. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian validator terhadap bahan ajar IPAsangat baik, sehingga hasil pengembangan bahan ajar IPA ini valid.Hasil uji tebatas menunjukkan respon siswa terhadap bahan ajar IPA baik ditunjukan dengan hasil penilaian pada setiap kriteria baik, sedangkan pada uji lapangan operasional menunjukkan respon siswa terhadap bahan ajar sangat baik dengan hasil penilaian pada setiap kriteria sangat baik.Data hasil belajar kognitif diperoleh thitung = 3.768 > t0,05;70 = 1,666 pada pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar IPA menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif. Rata-rata afektif kelas eksperimen sebesar 81,1, sedangkan rata-rata afektif kelas kontrol sebesar 70,6. Nilai psikomotor pada kelas eksperimen sebesar 21.1, sedangkan rata-rata psikomotor siswa kelas kontrol sebesar 18,5. Nilai karakter pada kelas eksperimen sebesar 11,4, sedangkan rata-rata karakter kelas kontrol sebesar 10,1.This study was purponted to produce a decent or valid teaching material, to determine the effectiveness of the teaching material along with the responses of teachers and students science teaching materials integrated character education. This research was a development type of study that applied the 4-D models. Validation expert, limited field test, and operational field test was obtained through a questionnaire. The results of this study indicate validator assessment of the excellent scienceteaching material, the development of teaching materials science is valid. Unlimited test results indicate students response to good science teaching material is shown by the results of

  8. Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widiastuti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKudzu (Pueraria sp. adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale. Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp. is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber

  9. RELAP5 SIMULATION FOR SEVERE ACCIDENT ANALYSIS OF RSG-GAS REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2018-01-01

    SIMULASI RELAP5 UNTUK ANALISIS KECELAKAAN PARAH PADA REAKTOR RSG-GAS. Reaktor riset di dunia diketahui lebih aman dari pada reaktor daya karena desainnya yang lebih sederhana pada teras dan karakteristika operasinya. Namun demikian, potensi bahaya reaktor riset terhadap publik dan lingkungan tidak bisa diabaikan karena beberapa fitur tertentu. Oleh karena itu, level keselamatan reaktor riset harus jelas ditunjukkan dalam Laporan Analisis Keselamatan (LAK dalam bentuk analisis keselamatan yang dilakukan dengan berbagai macam pendekatan dan metode dan didukung dengan alat komputasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensimulasikan beberapa kecelakaan parah pada reaktor RSG-GAS yang dapat menyebabkan kerusakan bahan bakar untuk memperkuat hasil analisis kecelakaan parah yang sudah ada dalam LAK. Simulation dilakukan dengan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.4 yang memiliki kemampuan untuk memodelkan elemen bahan bakar tipe pelat di RSG-GAS. Tiga kejadian telah disimulasikan yaitu hilangnya aliran primer dan sekunder dengan kegagalan reaktor untuk dipadamkan, tersumbatnya beberapa kanal pendingin bahan bakar pada daya penuh, dan hilangnya aliran primer dan sekunder yang diikuti dengan tersumbatnya beberapa kanal pendingin bahan bakar setelah reaktor padam. Kejadian pertama akan membahayakan pelat bahan bakar dengan naiknya temperatur kelongsong hingga titik lelehnya yaitu 590 °C. Tersumbatnya satu atau beberapa kanal pada satu elemen bahan bakar menyebabkan konsekuensi yang berbeda pada pelat bahan bakar, dimana paling sedikit tersumbatnya 2 kanal akan merusak satu pelat bahan bakar, apalagi tersumbatnya satu elemen bahan bakar. Kombinasi antara hilangnya aliran pendingin primer dan sekunder yang diikuti dengan tersumbatnya satu kanal bahan bakar setelah reaktor dipadamkan menyebabkan naiknya temperatur kelongsong di bawah titik lelehnya yang berarti sirkulasi alam yang terbentuk dan daya yang terus turun cukup untuk mendinginkan elemen bahan bakar. Kata kunci

  10. Studi Kasus Pada Penerapan Sop Inventori Lobby Bar Shangri-la Hotel and Resort Surabaya : Pengamatan Terhadap Prosedur Pengambilan Bahan, Penyimpanan Serta Perlakuan Selama Penyimpanan Bahan

    OpenAIRE

    Widjojo, Gerald; Kusumawidjaya, Amanda

    2013-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman staff dari Lobby Lounge Shangri-La Hotel Surabaya terhadap SOP pada inventori bahan yang ada. SOP ini dirasa penting dalam operasional lobby sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan wawancara dan checklist dalam menghasilkan data untuk dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf sudah memahami SOP yang ada dan sudah mampu menjalankan SOP yang ada dengan baik.

  11. DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING LADA DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS UAP BERBAHAN BAKAR KAYU LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Muhammad Idkhan

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Design and Machine Dryer Lada Using Steam Heating Fuel Wood Waste. Pepper or pepper has the Latin name Piper nigrum and the family Piperaceae. Part pepper plant that is used is the fruit strung like wine. The drying process is carried pepper farmers today still take advantage of sunlight in a sense is still very dependent of weather and time. Pepper drying machine working system using hot steam from the kettle obtained from the fire / heat in the burning of waste wood, use was using the principle of heat transfer. Hot steam oven entered through the input pipe and then go into a hot radiator and circulates in the oven to dry pepper and lower water content. The research is a design research and experimentation in the form of theoretical study, the design of machines and dryers making machine pepper. Manufacture of machinery and laboratory trials conducted in the Laboratory of Mechanical Engineering Education FT UNM and field trials conducted in the village of the District Salassae Bulukumpa Enrekang. Drying is carried out for six hours to produce a water content of pepper eleven point nine, mustard seeds intact without shrunken shape with more or less uniform color. With the pepper drying machine is expected to benefit the preservation process yields so that people no longer rely on the weather for drying, speeding the drying process and improve the quality of dried pepper.Abstrak. Desain dan Pembuatan Mesin Pengering Lada dengan Menggunakan Pemanas Uap Berbahan Bakar Kayu Limbah Merica atau Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan famili Piperaceae.. Bagian tanaman lada yang dimanfaatkan  adalah buahnya yang terangkai seperti anggur. Proses pengeringan yang dilakukan petani lada sekarang ini masih memanfaatkan sinar matahari dalam arti masih sangat bergantung cuaca dan waktu. Sistem kerja mesin pengering lada menggunakan panas uap dari ketel yang diperoleh dari api / panas pada pembakaran kayu limbah

  12. Pemanfaatan Polimer Hybrid Tmspma Dan Phosphor Organik Sebagai Bahan Luminesensi Untuk Solid State Lighting Planar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrilawati Fitrilawati

    2015-04-01

    Full Text Available Lampu Solid State Lighting (SSL planar, diharapkan dapat menghasilkan distribusi cahaya yang lebih baik, dibandingkan dengan lampu fluoresensi biasa. Berbeda dengan lampu SSL biasa, pada SSL panel lebar (planar digunakan pendekatan kopling cahaya (Light Wave Coupling-L WC sehingga memerlukan sistem light guiding, yaitu cahaya pengeksitasi dikopling ke dalam substrat sebagai media pandu gelombang. Untuk aplikasi lampu SSL planar dengan pendekatan LWC diperlukan lapisan pengkonversi warna emisi yang berukuran lebar dengan karakteristik yang sesuai dengan perangkat preparasi dan media pandu gelombang. Media pandu gelombang yang akan digunakan adalah Light Guide Plate (LGP, dari PMMA (polymethyl methacrylate. Pada penelitian ini dikembangkan bahan luminesensi berbasis polimer hybrid trimethoxysilylpropyl methacrylate (TMSPMA, yang dimodifikasi dengan teknik kopolimerisasi dan phosphor organik. Khusus pada bahan prekursor poli(TMSPMA dilakukan uji kelarutan yang menunjukkan bahan prekursor polimer hybrid poli(TMSPMA beserta kromofor organiknya dapat larut dengan baik pada pelarut polar. Dari hasil tersebut dipilih pelarut yang tepat sehingga pembuatan lapisan tipis dari bahan luminesensi organik dapat dilakukan secara sederhana dengan teknik screen printing. Lapisan tipis yang dihasilkan dengan teknik tersebut dapat mengemisikan cahaya ke seluruh permukaan secara merata sehingga memiliki potensi untuk pengembangan model lampu SSL planar. 

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LITERASI PADA MATERI BILANGAN BAGI MAHASISWA CALON GURU SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Subhan Pamungkas

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Literasi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan agar individu manpu memahami berbagai macam permasalahan sesuai dengan konteks yang terjadi. Ketersediaan bahan ajar yang mengacu pada kemampuan literasi masih sangat jarang dikembangkan, terutama di Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Dari masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu bahan ajar matematika berbasis literasi bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Materi dalam bahan ajar ini adalah bilangan pada mata kuliah konsep dasar matematika. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan meliputi Concept, Design, Collecting Materials, Assembly dan Test Drive and Distribution. Untuk menguji kualitas bahan ajar maka dilakukan uji kevalidan dan kepraktisan yang dinilai oleh ahli (ahli materi dan ahli pendidikan serta dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produk hasil pengembangan termasuk kedalam kategori sangat valid menurut para ahli, praktis menurut penilaian dosen dan mahasiswa.  Kata Kunci: Bahan Ajar, Literasi, Bilangan  Abstract. Literacy is an ability that needs to be developed so that individuals are able to understand various problems in accordance with the context that occurs. The availability of teaching materials that refer to the literacy capability is still very rarely developed, especially in the Primary Teacher Education of Sultan Ageng Tirtayasa University. From the problem, the purpose of this research is to produce a literacy-based mathematics teaching material for students. The content in this teaching material is the numbers of the Konsep Dasar Matematika. This research is a research and development with development model consist of Concept, Design, Collecting Materials, Assembly and Test Drive and Distribution. To test the quality of instructional materials then tested the validity and practicality assessed by experts (material

  14. MITIGASI PELINDIAN NITRAT PADA TANAH INCEPTISOL MELALUI PEMANFAATAN BAHAN NITRAT INHIBITOR ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Pramono

    2012-05-01

    Full Text Available Mitigation of Nitrate Leaching in Inceptisol Soil Through the Use of Natural Nitrate Inhibitor ABSTRAK Pelindian NO3- merupakan salah satu mekanisme kehilangan N dalam aktivitas pertanian, yang dapat berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan bahan alami sebagai nitrat inhibitor terhadap pelindian nitrat pada tanah Inceptisol. Pada penelitian ini diuji tiga jenis bahan nitrat inhibitor (NI alami yang berasal dari; serbuk biji Mimba (SBM, serbuk kulit kayu bakau (SKKB, dan serbuk daun kopi (SDK,yang dikombinasikan dengan tiga taraf dosis NI, yaitu: 20 %, 30 % dan 40 % dari urea yang diberikan, dan ditambah satu perlakuan kontrol tanpa NI. Bahan nitrat inhibitor diberikan bersama urea pada permukaan tanah dalam pot percobaan yang telah dibasahi dengan air suling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan NI yang berbeda memberikan respon terhadap penghambatan nitrifi kasi yang berbeda. Bahan NI yang berasal dari serbuk biji mimba memberikan tingkat penghambatan tertinggi sebesar (25,6 %, serbuk kulit kayu bakau sebesar (19,1 %, dan serbuk daun kopi sebesar 11,8 %. Bahan NI alami mampu menghambat nitrifi kasi melalui penghambatan pertumbuhan bakteri nitrifi kasi (pengoksida ammonium yang bersifat sementara pada kisaran 7-14 hari setelah aplikasi. Perlakuan berbagai bahan dan dosis NI mampu menekan pelindian nitrat rata-rata pada kisaran antara 56,6 sampai 62,8 % dan berbeda sangat nyata terhadap perlakuan kontrol tanpa NI. Bahan NI yang mampu menurunkan rata-rata pelindian nitrat pada pengamatan 14 hari setelah aplikasi tertinggi adalah SBM sebesar 74,15 %. Dosis optimal dua bahan NI terpilih yang menunjukkan kinerja penghambatan nitrifi kasi terbaik (SBM dan SKKB pada 7 hsa, masing-masing 18,30 % (R2 = 0,694 dan 21,67 % (R2=0.691 dari dosis urea yang diberikan. Kata kunci: Nitrifi kasi, nitrat inhibitor, pelindian nitrat ABSTRACT NO3 - leaching is one mechanism of N reduction in agricultural

  15. SINTESIS SILIKA AEROGEL DENGAN BAHAN DASAR ABU BAGASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazriati Nazriati

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SILICA AEROGEL FROM BAGASSE ASH. Synthesis of silica aerogel from bagasse ash was done by alkaline extraction followed by sol-gel. Bagasse ash was extracted with NaOH at its boiling temperature for one hour with continue stirring, to produce sodium silicate. Subsequently, sodium silicate was pass through ionic exchanger resin, to produces silicic acid (SA. Silicic acid solution was then added with TMCS and HMDS as surface modifier agent. In order to form gel pH must be adjusted to final pH of 8-9 by addition of NH4OH solution. The resulting gel then was aged and dried at ambient pressure and at a certain time and temperature. Characterization of products was done by measuring its pore volume, surface area, and hydrophobisity (contact angle. TMCS serves as water expeller from the pores and subsequently surface was modified by HMDS and TMCS. HMDS content will linearly increase surface area, pore volume, and the contact angle of the resulting silica aerogel. Characteristics of silica aerogel was generated by varying the composition of the SA:TMCS:HMDS resulting has a surface area of 50-488 m2/g, pore volume from 0.2 to 0.9 m3 /g, the contact angle of 48-119 and pore diameter ranging from 5.7-22.56 nm. Based on the resulting pore diameter, the synthesized of silica aerogel categorized as mesoporous.      Abstrak   Sintesis silika aerogel dari bahan dasar abu bagasse dilakukan dengan ekstraksi basa dan diikuti dengan sol-gel. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH pada suhu didihnya sambil diaduk selama satu jam, menghasilkan sodium silikat. Selanjutnya, sodium silikat dilewatkan resin penukar ion, menghasilkan asam silicic (SA. Larutan asam silicic kemudian ditambahkan trimethy­l­chlorosilane (TMCS dan hexamethyldisilazane (HMDS sebagai agen pemodifikasi permukaan. Untuk terjadinya gel pH diatur hingga mencapai 8-9 dengan penambahan larutan NH4OH. Gel yang dihasilkan kemudian di-aging dan dikeringkan pada tekanan ambien pada suhu dan

  16. ADC3 YANG DIBUAT DENGAN PELEBURAN ULANG ALUMINIUM BEKAS SEBAGAI BAHAN PROPELER KAPAL KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanto Suyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Saat ini pembuatan propeler aluminium pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar aluminium bekas. Namun produk yang dihasilkan belum memenuhi spesifikasi standar material. Penelitian dilakukan dengan menggunakan bahan dasar aluminium siku bekas dan aluminium kampas bekas. Variasi penambahan TiB sebagai grain refiner dilakukan pada saat peleburan. Perhitungan dengan simulasi Excel dilakukan untuk memperkirakan komposisi hasil pengecoran yang sesuai. Pengecoran ulang menghasilkan produk dengan tingkat porositas 3,3 % sampai 5,9 %. Penggunaan cetakan pasir ikut berperan dalam timbulnya porositas. Penambahan TiB sebanyak 0,5% ke ADC3 berpengaruh pada penurunan ukuran butir hingga 50%, peningkatan kekerasan hingga 23%, peningkatan kekuatan tarik hingga 11%, serta penurunan keuletan hingga 20%. Kata kunci: ADC3, pengecoran ulang aluminium, propeler.

  17. Pengembangan bahan Pembelajaran Berbantuan komputer (PBK untuk Memfasilitasi Active Learning dalam Mata Kuliah Landasan Kependidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surtikanti Surtikanti

    2005-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengembangkan software PBK mata kuliah Landasan Kependidikan sebagai salah satu sumber media alternatif dalam rangka mencapai efektivitas, efisiensi dan daya tank untuk belajar; (2 menerapkan prinsip-prinsip desain pembelajaran (in­structional design dalam software pembelajaran Landasan Kependidikan; (3 Menentukan kelayakan produk pembelajaran landasan kependidikan berbantuan komputer agar dapat memfasilitasi active learning. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang, (1 orang ahli mated dan 1 orang ahli media, 6 orang mahasiswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 20 orang mahasiswa untuk uji coba lapangan. Data yang dijaring sesuai dengan jenisnya. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif sedangkan data kualitatif dengan naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1 Bahan PBK yang dirancang efektif digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran; (2 Bahan PBK memiliki efisiensi waktu yang tinggi dalam penyampaian isi pembelajaran; (3 Bahan PBK yang digunakan memiliki daya tarik yang tinggi; (4 isi program PBK sesuai dengan prinsip-prinsip desain pembelajaran; dan (5 program PBK ini dapat memfasilitasi strategi active learning. Kata kunci: pembelajaran berbantuan komputer, strategi active learning.

  18. Fabrikasi Kapal Fiberglass Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Kapal Kayu Untuk Meningkatkan Produktifitas Nelayan Di Perairan Bengkalis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P Pardi

    2017-08-01

    Full Text Available Ketersediaan material kayu sebagai bahan baku kapal nelayan saat ini semakin menipis. Hal ini menjadi masalah yang serius bagi sebagian besar masyarakat kabupaten Bengkalis yang berprofesi sebagai nelayan. Oleh karena itu dalam penelitian ini memberikan solusi secara ilmiah untuk menggunakan bahan alternatif fiberglass sebagai bahan dasar fabrikasi kapal nelayan. Penelitian ini membahas tentang cara fabrikasi kapal fiberglass yang efektif dengan ukuran utama sebagai berikut : Lpp = 7,798m, B=1,575m, H=0,678m, T=0,4m dan Cb=0,449. Gambar desain yang digunakan untuk fabrikasi adalah gambar rencana garis (lines plan dan gambar rencana umum (general arrangement. Langkah awal proses fabrikasi adalah membuat cetakan positif menggunakan material kayu dan multiplek. Cetakan positif lambung kapal mengikuti bentuk body kapal disesuaikan dengan gambar rencana garis setiap station. Sebelum proses laminasi  dilakukan menggunakan material resin, serat glass (matt, woven roving(WR, katalis dan tepung aerosil cetakan diberi mirorglass untuk mempermudah pelepasan hasil cetakan. Ketebalan yang digunakan pada pembuatan lambung kapal ini adalah sekitar 6 mm atau 6 layer. Setelah lambung selesai dilaminasi kemudian dibuat gading (frame memanjang dan melintang sesuai dengan desain gambar general arrangement. Sekat dan bangunan atas dibuat bentuknya menggunakan multiplek 12 mm kemudian dilaminasi menggunakan fiberglass untuk memperkuat dan menghindari kerusakan karena faktor air laut.

  19. BAHAN AJAR BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pity Asriani

    2017-11-01

    Full Text Available This study aims to produce character education based teaching materials for grade IV elementary school. The writer used the 4D model (Thiagarajan, et al., 1974 for his research and development. The 4D model consists of four stages. They are defining, designing, developing, and disseminating. Types of data used are qualitative. Data were collected by validity testing, questionnaire, observation, and character assessment. This study produced a character education based teaching materials for grade IV elementary school. That is the student book and the teacher book. The results showed that character education based teaching materials for grade IV elementary school is compliant to use in learning since it has met the expected criteria according to the assessment of the material experts, linguists, media experts, teachers, and students. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Thiagarajan, dkk., 1974. Model 4-D ini terdiri atas tahap pendefinisian (define, perancangan (design, pengembangan (develop, dan penyebaran (disseminate. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Data dikumpulkan melalui uji validasi, angket, observasi, dan penilaian karakter. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar yang terdiri atas Buku Siswa dan Buku Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar ini telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria menurut penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru, dan siswa.

  20. MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKLAT BATIK TULIS SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartini Hartini

    2014-05-01

    Full Text Available Pewarna alami batik diklaim lebih ramah lingkungan dan telah terbukti menghasilkan emisi yang lebih rendah. Untuk itu penggunaan pewarna alam khususnya batik sangat dianjurkan. Sebuah sentra batik Laweyan di Solo telah memulai penggunaan pewarna alam sejak beberapa tahun yang lalu. Warna yang dominan digunakan adalah warna coklat karena ciri khas batik Solo yang paling banyak menggunakan warna coklat soga. Untuk menghasilkan warna coklat di sentra tersebut banyak pilihan bahan pewarna alam yang digunakan. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model pemilihan alternatif bahan alam berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Tahapan dalam pemilihan yaitu menggali kriteria yang berpengaruh, melakukan pembobotan kriteria dan melakukan pembobotan pada alternatif yang ada. Penelitian ini menggunakan metode AHP  dalam pengolahan data sehingga dapat diketahui bahan alam apa yang tepat untuk menghasilkan warna coklat sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. Dari hasil penelitian faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bahan alam yaitu 4 variabel 6 kriteria dan 14 sub kriteria. Dari beberapa kriteria tersebut bahan alam yang terpilih adalah jalawe untuk menghasilkan warna coklat. Kata Kunci : batik, pewarna alam, analytical hierarchy process (AHP, laweyan, batik tulis Abstract Natural dyes of batik has claimed to be more environmentally friendly and has been known lower emissions. The use of natural dyes for batik especially highly recommended. A center of batik Laweyan in Solo has initiated use of natural dyes since a few years ago. The dominant colors used are brown because typical Solo batik are the most widely use soga brown color. To produce a brown color in the center of a large selection of natural dyes are used. During this time they are using all these ingredients. This study intends to develop a model of natural selection of alternative materials based on existing criteria. Stages in the selection criteria, namely digging influential,  weighting

  1. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  2. PENGUJIAN MESIN DIESEL YANG DIMODIFIKASI MENJADI BERBAHAN BAKAN GAS LPG

    OpenAIRE

    Himsar Ambarita

    2017-01-01

    Pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada sebuah mesin diesel yang awalnya digerakkan dengan menggunakan bahan bakar diesel menjadi berbahan bakar LPG. Telah dirancang suatu alat uji yang menggunakan sebuah mesin diesel silinder tunggal dengan daya 2,5 kW dan 2,8 kW pada putaran mesin 3000 dan 3600 rpm. Kinerja mesin diesel kecil telah diuji dalam dua bahan bakar berbeda yaitu solar dan LPG. Pada penggunaan bahan bakar solar tidak ada perubahan yang dilakukan pada mesin disel. Pada penggu...

  3. PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Riyanto

    2016-03-01

      Keyword : Raw Material Inventory, Internal Control, Internal Auditing.   Abstrak - PT. Chandra Asri Petrochemical adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan intern terhadap efektivitas pengendalian intern atas persediaan bahan baku pada PT. Chandra Asri Petrochemical. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 27 pegawai dan semua populasi digunakan sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Dari perhitungan uji statistik menggunakan aplikasi SPSS versi 20, diperoleh nilai thitung untuk variabel pemeriksaan intern adalah 5,799 dengan df = 24 pada signifikansi (α 0,05, diperoleh ttabel sebesar 2,064, maka keputusan uji yang diambil adalah H0 ditolak. Artinya bahwa pemeriksaan intern berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian intern atas persediaan bahan baku.   Kata Kunci : Pemeriksaan Intern, Pengendalian Intern, Persediaan Bahan Baku.

  4. Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhona Paratmanitya

    2016-08-01

    dengan keracunan akibat penyebab lain, misalnya obat, kosmetika, dan lain-lain. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks, 1,34% mengandung formalin, dan 1,02% mengandung rhodamin-B. Akumulasi bahan-bahan tersebut di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan.Tujuan: Mengetahui persentase makanan jajanan anak sekolah dasar (SD yang tercemar bahan tambahan pangan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin-B di Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 68 SD di Kabupaten Bantul sebagai sampel. Seluruh makanan jajanan yang dijajakan baik di luar maupun di kantin sekolah dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya diuji kandungan cemaran kimianya yaitu kandungan boraks, formalin dan rhodamin-B. Pengujian kualitatif kandungan boraks menggunakan kurkumin, formalin menggunakan KMnO4, dan rhodamin-B menggunakan test kit Rhodamin-B. Hasil: Terdapat 107 sampel makanan dari 68 SD yang diuji. Jenis makanan jajanan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang paling banyak dijajakan di SD adalah jenis bakso (bakso, bakso tusuk, bakso goreng yaitu sejumlah 22,4% dari seluruh sampel jajanan. Di antara 98 sampel yang diuji kandungan boraks dan formalinnya, 15 sampel (15,3% positif mengandung boraks dan 25 sampel (25,5% positif mengandung formalin. Di antara 15 sampel yang diuji kandungan rhodamin-B-nya,7 sampel (46,7% positif mengandung rhodamin-B. Terdapat 34 SD (50% yang tidak terdapat jajanan yang tercemar bahan kimia berbahaya. Kesimpulan: Persentase makanan jajanan anak SD yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin-B masih cukup tinggi.KATA KUNCI: makanan jajanan, boraks, formalin, rhodamin-B

  5. Pengaruh Pengurangan Kadar Air dan Penggunaan Bahan Pengikat Kadar Air dalam Pembuatan Cake Bengkuang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2016-12-01

    Full Text Available Yam contains a high water content ranging from 86-90% therefore when be processed to be a product such as cake will also result a high water content and cause the product is not durable. By the nature characteristics of the yam was then made utilization efforts became yam cake in order to develop yam processing, increase value added, and diversify food processing based on raw materials of local potential in Padang City. Yam can be used by processing them into a semi wet food such as cake with a dominant amount of yam up to 50% of the cake batter, but only had a shelf life for 3 days. To increase the shelf-life study was carried out water content reduction of raw materials and using of a binder in the making of yam cake. The treatment of water content reduction of yam was done using juicer and pressing. A comparison as a control was performed without reduction of water content. The use of water content binder was conducted with the addition of coconut, cornstarch, and rice flour. Yam cake formulas using binder of water content  with cornstarch and reduction the water content of raw material by pressing showed optimal results with a preferred value of organoleptic panelist, the water content 28.50%, carbohydrate 56.31%, protein 6.13%, fat 10.23%, energy 341.86 kcal/100g, dietary fiber 5.98%, calcium 27.77 mg/100g, and 5.92% inulin, storability for 5 days at room temperature and 4 weeks at refrigerator temperature.ABSTRAKBengkuang mengandung kadar air yang tinggi berkisar 86-90% sehingga jika diolah untuk menjadi produk berupa cake akan memberikan kadar air yang juga tinggi dan menyebabkan produk menjadi tidak tahan lama. Dengan sifat alami bengkuang tersebut maka dilakukan upaya pemanfaatannya menjadi cake bengkuang dalam rangka pengembangan olahan dari bengkuang, peningkatan nilai tambah, dan diversifikasi olahan pangan berbasis bahan baku lokal yang cukup potensi di kota Padang. Bengkuang dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi pangan

  6. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BASE MATERIAL PADA INDUSTRI KERAMIK DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidya Susanti

    2015-12-01

    Full Text Available Inventory of raw materials in the company is very important, so it has to be controlled. A good inventory control of raw materials should be supported with cost efficiency. This study was to analyze factors that cause the base material inventories excess at PT. XYZ and analyze the purpose of the base material inventories to be controlled. The reseacrh was using a fish bone method and continue with using pairwise comparison method assisted with the expert choice 2000 software. The classification result based on ABC analysis, the selected item that was going to be analyzed was the A category items.The items that are included in the A category are clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b and sodium feldspar. The EOQ equations model was used to answer the purpose of the base material inventories control. Based from the EOQ model, the needed quantity, order quantity, order frequency, reorder point (ROP, total order cost (TOC, total carrying cost (TCC, and total inventory cost (TIC could be obtained. The comparison of the total cost of inventory among the EOQ model and company policies showed that the EOQ model in seven months can save up to Rp311.612.769. PT. XYZ could minimize the base material inventory costs by calculating the costs incurred. The EOQ model could be implemented if all of the departments involved are well cooperated. PT. XYZ should also be able to make inventory control standards which are quantity order, order frequency, and reorder point. Keywords: Cost, EOQ, frequency, inventory, ROPABSTRAKPersediaan bahan baku pada perusahaan sangatlah penting, sehingga harus dapat dikendalikan. Pengendalian persediaan bahan baku yang baik harus didukung dengan efisiensi biaya. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kondisi persediaan bahan baku base material berlebih di PT. XYZ dan menganalisis persediaan bahan baku base material agar dapat dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode fish bone dilanjutkan dengan metode

  7. PENGARUH EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISME TERHADAP PRODUKSI BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU KOTORAN SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2016-08-01

    Full Text Available Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob. Komponen biogas: ± 60 % CH4 (metana, ± 38 % CO2 (karbondioksida, ± 2 % N2, O2, H2, dan H2S. Bahan Biogas dalam penelitian ini berasal dari kotoran sapi. Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap paling cocok sebagai sumber pembuat gas bio, karena substrat tersebut telah mengandung bakteri penghasil gas metan yang terdapat dalam perut hewan ruminansia. Selain kotoran sapi dijadikan biogas juga dapat mengurangi pencemaran  lingkungan di samping menghasilkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dalam penambahan EM4 yaitu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian dilakukan Di Laboratorium Kampus II Universitas Muhammdiyah Metro. Metode yang digunakan dengan perbandingan kotoran sapi dan air, 1 : 1 dengan penambahan EM4 (Effective microorganisme, 8 %, 9 %, dan 10 % dengan volume digester 90 liter. Hasil penelitian ini dengan penambahan EM4 10 % lebih efektif untuk menghasilkan biogas yaitu, tekanan gas total 104098 N/m2, massa biogas 0,04286411 kg, dan laju aliran massa biogas 0,0126653 kg/hari.Pada penambahan EM4 9 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 104000 N/m2, massa biogas 0,04133325 kg, dan laju aliran massa 0,0125884 kg/hari. Dan untuk perbandingan I dengan penambahan EM4 8 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 101984 N/m2, massa biogas 0,0350515 kg, dan laju aliran massa 0,125807 kg/hari.

  8. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  9. Potensi Ikan Air Tawar Budidaya sebagai Bahan Baku Produk Nutraseutikal Berbasis Serum Albumin Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2015-05-01

    Full Text Available Nutraseutikal berbasis Fish Serum Albumin (FSA adalah produk komersial yang berasal dari sumber perairan. Namun, oleh karena produk ini secara umum diproduksi dari ikan gabus (Channa striata di alam, pasokan bahan baku dapat menjadi masalah pada produksi yang berkesinambungan. Penelitian ini telah dilakukan dengan menganalisis kandungan FSA dari 17 ikan air tawar budidaya, untuk mendapatkan bahan baku alternatif bagi produk nutraseutikal berbasis FSA. 3–10 individu ikan air tawar (150–500 g dari jenis ordo Perciformes, Anguilliformes, Cypriniformes, Osteoglossiformes, dan Siluriformes telah diambil secara acak dari lokasi budidaya ikan di Bogor dan Cianjur (Jawa Barat. Ekstraksi protein larut air dilakukan menggunakan Ultra Turax homogeniser dengan pelarut akuabides. Analisis FSA telah dilakukan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar FSA dari 17 ekstrak air dari ikan berada pada rentang 42,51 to 215,57 mg/g, dengan kadar FSAikan gabus pembanding adalah 107,28 ± 3,2 mg/g. Konsentrasi FSA tertinggi ditemukan sebesar 215,57 ± 52,84 mg/g dari ekstrak air ikan gurame (Osphronemus gouramy. Analisis lebih lanjut terhadap komposisi asam amino menggunakan Gas Chromatography – Flame Ionization Detector (GC-FID menemukan bahwa ekstrak air ikan gabus memiliki konsentrasi asam amino esensial dan non-esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gurame. Hal ini menunjukkan banyaknya protein lain selain FSA pada ekstrak air ikan gabus dibandingkan ikan gurame. Berdasarkan hasil ini, ekstrak air ikan gurame memiliki konsentrasi FSA yang lebih besar dan relatif lebih murni dibandingkan ekstrak air ikan gabus, sehingga merupakan alternatif yang prospektif sebagai bahan baku untuk produk nutraseutikal berbasis FSA.

  10. PENGGUNAAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN ANDRAGOGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA RSBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Umriyah

    2012-01-01

    Full Text Available Andragogi merupakan teori pembelajaran orang dewasa. Konsep pembelajaran orang dewasa merupakan pembelajaran yang berpola non otoriter. Berdasarkan ciri-ciri biologis maupun psikologis sebagian besar siswa SMA telah memasuki usia dewasa, sehingga pendekatan andragogi agaknya lebih sesuai. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yaitu mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan andragogi, bertujuan untuk memperoleh bahan ajar yang dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa  kelas X-2 SMA Islam Sudirman Ambarawa tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi dan  test hasil belajar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan digunakannya bahan ajar dengan pendekatan andragogi, skor kreativitas  dan hasil test kognitif siswa rata-rata meningkat.Andragogy is adult learning theory. Adult learning concept is learning activity that gets to pattern non authoritarian. Based on biological characteristics and also psychological a large part Senior High School students  have entered adult age, so pedagogy approach (education for children was not suitable anymore for them, it seems that andragogy (education for adult is more suitable. This research is development research which develop learning material in andragogy approach, has an aim to get a learning material that can develop creativity and studying result. The research is executed in X2 class at Sudirman Islamic Senior High School of Ambarawa, academic year 2010 / 2011 which is chosen bases random sampling. Data taking is done by documentation method, observation and learning result test.  Data analysis  indicate   an  improving  of average  value  in creativity and learning result.

  11. Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Var. Kawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Edy Suminarti

    2015-07-01

    Full Text Available Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola

  12. Analisis Kualitas Batu-bata Bersumber Bahan Tambahan Sampah Serbuk Gergaji dalam Berbagai Variasi Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Slamet Mulyati

    2017-11-01

    Full Text Available Latar belakang: Serbuk gergaji kayu merupakan salah satu sumber sampah organik yang belum banyak dimanfaatkan. Keberadaannya tidak jauh di sekitar kita, relatif murah dan mudah mendapatkannya. Di beberapa negara luar seperti Uganda, Algeria, India dan lain-lain memanfaatkan serbuk gergaji ini untuk berbagai keperluan diantaranya sebagai bahan campuran batu-bata, pembentuk polimer selulosa nitrat, dan bahan adsorben polutan organik phenol. Penelitian sebelumnya memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan tambahan campuran batu-bata (kaolin, tanah liat, serbuk gergaji dengan rasio 90:70:40. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu. Selanjutnya penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian tersebut, untuk serbuk gergaji dibuat variasi berat bahannya, sementara yang lainnya tetap. Ukuran batu-bata dirancang berukuran 10,00 x 5,00 x 2,00 cm. Untuk mengetahui kualitas batu-bata yang dihasilkan, penulis melakukan analisis kualitas terhadap batu-bata yang dihasilkan dengan berbagai variasi berat tersebut. Kualitas yang diuji baru pada tahapan daya serap air dan kandungan garam. Selain uji kualitas batu-bata juga dilakukan analisis valuasi ekonominya. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium dengan harapan dapat dijadikan bahan acuan apabila akan diaplikasikan di lapangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berat serbuk gergaji antara rasio 20:70:90 dan 40:70:90 menunjukkan ada perbedaan peringkat rata-rata yang bermakna dalam hal daya serap batu-bata terhadap air begitu juga antara rasio 20:70:90 dan 60:70:90. Semua campuran batu-bata berdaya serap > 20%, belum memenuhi standar kualitas berdasarkan SNI 15-2094-2000, namun semua campuran batu-bata mempunyai kadar garam  (NaCl 20%, yet meet the standards of quality based on SNI 15-2094-2000, but all of a mixture of brick had higher levels of salt (NaCl <50%, this means that it meets quality standards based on SNI 15-2094 -2000. Conclusion:Burning of bricks made from sawdust

  13. PEMANFAATAN TEPUNG KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI PAKAN JADI UNTUK PERTAMBAHAN BERAT ITIK PEDAGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Trianto

    2017-04-01

    Full Text Available Itik sebagai penghasil daging di Indonesia, menurut data statistik tahun 2010 perannya masih rendah, yaitu hanya dapat memenuhi 44,75 % dari kebutuhan 14,3 ribu ton. Sementara itu, lim-bah kulit udang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan bagi pakan itik. Penelitian ini ber-tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kulit udang (dengan variasi 0 % sebagai kontrol, 10 %,12 % dan 14 % dalam pakan terhadap pertumbuhan berat itik pedaging. Pene-litian yang dilakukan di Dusun Jarakan, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Kla-ten ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pre-test post-test with control group. Obyek penelitian yang digunakan adalah 60 ekor itik pedaging yang berumur 0-5 hari, sementara lim-bah kulit udang diperoleh dari rumah makan di Rawa Jimbung. Masing-masing campuran pakan diberikan kepada 15 ekor itik yang ditaruh dalam kandang yang berbeda, sebanyak 150 gr/ming-gu/ekor dengan frekuensi dua kali per hari. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anava dengan α = 0,05. Hasil analisis menghasilkan nilai p lebih kecil dari 0,001 yang berarti bahwa perbedaan peningkatan berat itik di antara variasi pakan memang bermakna, sehingga dapat di-interpretasikan bahwa variasi konsentrasi tepung kulit udang sebagai bahan tambahan mem-pengaruhi berat itik pedaging. Dengan uji lanjutan LSD dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan 14 % tepung kulit udang di dalam pakan merupakan konsentrasi yang paling efektif

  14. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK IPA DENGAN PENANAMAN NILAI BUDAI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Sari

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Masalah yang sering dihadapi pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam adalah kesulitan memahami materi yang disajikan dalam bahan ajar IPA yang digunakan di sekolah dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Media yang ada sifatnya yang terbatas membuat siswa malas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran karakteristik, kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan produk bahan ajar komik yang dikembangkan dalam pembelajaran IPA materi Bagian-bagian tumbuhan di kelas IV Sekolah Dasar. Subjek uji coba pada penelitian adalah kelas IV SDN Beji 03 dengan peserta didik sejumlah 21 siswa. Desain uji coba produk dalam pengembangan bahan ajar komik IPA adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Jenis penelitian pengembangan ini dengan menggunakan model Borg and Gall. Perangkat yang dikembangkan meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Komik Ilmu Pengetahuan Alam, dan Tes Prestasi Belajar Materi Bagian-bagian tumbuhan. Data diperoleh melalui lembar pengamatan dan tes prestasi belajar materi bagian-bagian tumbuhan. Hasilnya diolah secara deskriptif, menggunakan uji ketuntasan, uji banding dan uji peningkatan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran pada kategori valid, kemampuan guru mengelola pembelajaran termasuk kategori praktis. Implementasi perangkat ini menghasilkan nilai rata-rata tes prestasi belajar kelas eksperimen lebih dari kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan, kelas eksperimen memperoleh rata-rata prestasi belajar lebih baik dari rata-rata nilai kelas kontrol, uji peningkatan tes prestasi belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol kategori sedang, peningkatan nilai-nilai budai dari kategori belum terlihat meningkat pada kategori membudaya.  Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa bahan ajar komik IPA efaktif digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: bahan ajar komik IPA

  16. ENERGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astra

    2010-11-01

    Full Text Available Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang  lainnya, perubahannya sering mempengaruhi lingkungan dan udara yang kita hirup dengan berbagai cara. Energy kimia dalam bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui pembakaran dan  ini sebagai penghasil polutan terbesar. Dan dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor adalah penyebab utama terjadinya polusi udara.  Polutan yang dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi  hidrokarbon (HC, nitrogen oksida (NOx, dan  karbon monoksida (CO. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam,  pemanasan global dan perubahan iklim.   The conversion of energy from one form to another often affects the environment and the air we breath in many ways. Pollutants are emitted as the chemical energy in fossil fuels is converten to thermal, mechanical, or electrical energy via combustion, and thus power plants, motor vehicles, and even stoves take the blame for air pollution, and  the pollutants released by the vehicles are usually grouped as hydrocarbons (HC, nitrogen oxides (NOx, and carbon monoxide (CO. Pollutans emitted during the combustion of fossil fuels are responsible for smog, acid rain, and global warming and climate change.

  17. Perbandingan Karakteristik Lempung Kasongan dan Godean Sebagai Bahan Baku Industri Gerabah Kasongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Winarno

    2016-07-01

    Full Text Available Kasongan adalah salah satu sentra industri keramik dan gerabah di Yogyakarta yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pada saat ini industri keramik dan gerabah Kasongan mengalami kesulitan bahan baku lempung dikarenakan cadangan lempung di Desa Bangunjiwo yang selama ini digunakan semakin berkurang jumlahnya. Berdasarkan studi pustaka diketahui bahwa di Godean terdapat cadangan lempung, sehingga perlu diteliti apakah bisa digunakan sebagai bahan baku dalam industri keramik dan gerabah. Metode yang digunakan untuk menguji karakteristik lempung tersebut adalah dengan analisis XRD, XRF, analisis tingkat kecerahan, analisis ukuran butir dan pengujian pembuatan gerabah dari lempung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan mineral lempung penyusun lempung Bangunjiwo adalah kaolinit dan haloisit, sedangkan di Godean terususun atas kaolinit, haloisit dan smektit. Dalam pengujian pembuatan gerabah dengan lempung dari kedua daerah tersebut menunjukkan perbedaan hasil, dimana lempung dari Godean menghasilkan gerabah yang tidak menyerupai ciri khas gerabah Kasongan yang berwarna merah terang. Dengan demikian lempung dari Godean tidak bisa digunakan sebagai pengganti bahan baku industri gerabah Kasongan. [Title: The Characteristic Comparison of Kasongan Clay and Godean Clay as Raw Material in Kasongan pottery Industry] Kasongan is the center of ceramics and pottery industry in Yogyakarta,located in Bangunjiwo village, Kasihan District, Bantul Regency. Nowadays, the ceramics and pottery industry is difficult to find the raw material because of the decrease of the Bangunjiwo clay deposit. Based on literature review, there are clay deposits found in Godean which can be observed their characteristics as basic commodity in the ceramics and pottery industry. The methods apllied in this research are XRD and XRF analysis,brightness analysis, grain size analysis and making pottery from those clays.The result of the research shows that the

  18. STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES SEBAGAI BAHAN PENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Slamet

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR POLA DASAR BUSANA WANITA PADA PROGRAM STUDI D3 TATA BUSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idah Hadijah

    2014-05-01

    Full Text Available Teaching Materials Development of the Basic Pattern of Women's Clothing on Clothing Design Program. The purpose of this development is to pro­­duce teaching materials of archetypal body of woman fashion, whichis equipped with a Power Po­int in order to assist faculty and students on conducting learning ac­ti­vi­ty. The research development me­thod used was adapted from the instructional de­sign model of Dick and Carey. The results of the study in the form of assess­ment/feedback showed that the mean score reached 86.00%, which meant that the teaching materials categorized as well qualify­ed/ decent, the media has a very good Power Point as it re­ached 91.00%, the lecturers gui­de reached 92.00% and catehorized as ex­cell­ent/ve­ry decent, and the students guide achieved 83.00% and categorized as good/de­cent. Thus, the teaching material is feasible to be used as the instructional materials for learning on Clothing Design Program.   Tujuan pengembangan ini un­­­tuk menghasilkan produk bahan ajar po­­la dasar ba­dan busana wanita dilengkapi de­ngan Power Point, sehingga dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam me­lak­sa­na­kan pembelajaran. Metode penelitian pengembangan yang digunakan diadaptasi dari ran­­­cangan pembelajaran model Dick dan Carey. Hasil pe­nelitian berupa penilaian/tanggapan menunjukan rerata skor bah­­wa bahan ajar mencapai 86,00% termasuk ke da­lam kualifikasi baik/layak, media Po­­wer Point termasuk sangat baik karena men­capai 91,00%, pan­­duan dosen mencapai 92,00% termasuk ke dalam kualifikasi sangat ba­ik/sa­­­­ngat layak, dan panduan ma­ha­siswa mencapai 83,00% termasuk kua­lifikasi ba­ik/la­yak, dengan demikian bahan ajar ter­­sebut layak digunakan untuk pem­­b­e­lajaran pada Program Studi D3Tata Busana.

  20. Perbedaan Teknik Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Ekstrak Daun Sambang Darah (Excoecaria Cochinchinensis) dengan Mordan Tawas pada Bahan Sutera

    OpenAIRE

    Sulityowati, Dwi Oktarina; Adriani, Adriani; Novrita, Sri Zulfia

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan warna (hue), gelap terang warna (value) dan kerataan warna pada hasil pencelupan bahan sutera menggunakan ekstrak daun sambang darah (Excoecaria cochinchinensis) dengan mordan tawas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 15 orang panelis, kemudian data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan ANOVA dan Persentase. Warna yang dihasilkan pada pencelupan bahan sutera me...

  1. EFEKTIVITAS PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHAN AJAR IPA CALON GURU SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Susilawati

    2018-01-01

    Full Text Available Abstract:. The purpose of this research is to analyze the effectiveness of Project Based Learning (PjBL of writing skills on Science teaching materials to elementary school teachers candidates.This research used experimental methods (single-one group pretest-posttest design with instruments such as portofolio assessment sheets, observation sheets, and  questionnaire sheets .The effectiveness of analyzing used n-gain and t-test .The subject of this research is elementary school teachers candidates who contracted “Science Learning”subject  in a program study teacher education of elementary school at University Muhammadiyah Cirebon. The findings of this study has produced a contextual book for Science teaching material. In addition, there is an increased of elementary school teachers candidates who prepared the teaching materials in a printed form relevant to the needs and characters of the students as well as the curriculum. It is proven by assessments that the ability rose significantly from 2,71 (category  is adequate skill to 3,83 (category is skilled and supported by the n-gain value  at 0,87. Based on the t-test count of 8,050 larger than t-table 2,045. Recommendations from this research is that PjBL as a learning model could become one of the alternative learning models to improve writing skills material for elementary school teachers candidates. Keyword: Project-Based-Learning, science-materials-teaching, elementary-schoo-teachers- candidates.   Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas Project Based Learning (PjBL terhadap keterampilan menulis bahan ajar IPA Calon Guru SD. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen (Single-One Group Pretest-Posttest Design dengan menggunakan instrumen berupa lembar penilaian portofolio, lembar observasi, dan lembar angket. Efektivitas dianalisis menggunakan n-gain dan uji T. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru yang mengontrak matakuliah Pembelajaran IPA di

  2. Perbedaan Penggunaan Bahan Desensitizing dan Tanpa Desensitizing Pasca Bleaching Ekstra-Koronal terhadap Kekerasan Email

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wignyo Hadriyanto

    2012-12-01

    Full Text Available Latar Belakang. Pada bleaching ekstrakoronal diketahui terjadi proses demineralisasi sehingga terjadi hiersensitivitas dentin. UltraEZ salah satu bahan desensitizing yang dapat mengurangi hipersensitivitas akibat demineralisasi email pasca bleaching ekstrakoronal terkini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan email pasca pemutihan gigi ekstra-koronal dengan aplikasi bahan desensitizing dan tanpa aplikasi bahan desensitizing. Metode penelitian ini menggunakan 20 gigi premolar permanen pasca pencabutanyang masih utuh dan direndam dalam saliva buatan, kemudian dilakukan pemolesan pada bagian bukal dengan menggunakan pasta profilaksis kemudian gigi dicuci dan dikeringkan. Bahan pemutih Opalescence Xtra Boost diaplikasikan pada semua permukaan bukal gigi premolar kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I, II, masing-masing kelompok sebanyak 10 gigi. Kelompok I sebagai kelompok control setelah dilakukan pemutihan, tidak dilakukan aplikasi Ultra-EZ, dimasukkan dalam wadah botol dan direndam dalam saliva buatan kemudian disimpan dalam incubator. Mahkota dan akar gigi,kemudian ditanam dalam resin akrilik sesuai kelompok sebelumnya dengan permukaan bukal menghadap ke atas. Semua sampel diuji kekerasannya dengan uji kekerasan Vickers menggunakan beban 100 g selama 15 detik. Permukaan bukal menghadap ke atas, kemudian dijepit dengan alat penjepit pada meja alat Micro Vickers Hardness Tester. Sampel diatur sedemikian rupa sehingga akan terlihat gambar yang dapat diukur panjang diagonalnya langsung dengan micrometer yang ada pada lensa okuler. Nilai kekerasan email dalam Vickers hardness number (VHN juga dapat diperoleh dari table setelah mengetahui rata-rata panjang diagonal, berat badan yang digunakan dan waktu yang digunakan untuk uji kekerasan. Pengujian ini dilakukan pada setiap kelompok. Selanjutnya diuji dengan uji-t. hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara aplikasi ultraEZ lima menit

  3. PENAMBAHAN BAHAN PEMBENTUK GEL DALAM PEMBUATAN SURIMI DARI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum Dwi Suryaningrum

    2014-06-01

    Full Text Available Kajian tentang pengolahan surimi dari ikar patin (P. hypophthalmus dengan menggunakan karaginan atau kalsium laktat 0,05% sebagai bahan pembentuk gel telah dilakukan. Pengamatan dilakukan selama proses pengolahan dan mutu surimi yang dihasilkan. Mutu surimi yang diamati adalah uji daya lipat, kekuatan gel, viskositas, derajat putih, komposisi proksimat, kandungan bakteri, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan daging ikan patin menjadi surimi menghasilkan rendemen sebesar 23,03% dengan kadar lemak yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 13,14% (bk, derajat putih 27,90 serta mengandung benda asing berupa serpihan kulit yang jumlahnya berkisar antara 11-16 serpihan/100 cm². Penambahan karaginan atau kalsium laktat sedikit meningkatkan rendemen surimi dibandingkan dengan kontrol. Penambahan karaginan atau kalsium laktat tidak berpengaruh terhadap daya lipat surimi, yaitu tidak retak ketika dilipat menjadi 4 (grade AA. Surimi yang diberi perlakuan penambahan kalsium laktat menghasilkan derajat putih dan kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan surimi yang diberi perlakuan karaginan dan kontrol. Kekuatan gel yang diperoloh dalam penelitian ini berkisar antara 978,93-1095,25 g/cm² dengan kekuatan gel terbaik diperoleh pada surimi yang ditambah karaginan. Penambahan bahan pembentuk gel tidak berpengaruh terhadap kadar air, abu, protein maupun lemak produk. Uji sensori menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap warna dan bau surimi, tetapi penambahan karaginan menghasilkan surimi dengan nilai tekstur paling tinggi sedangkan penambahan kalsium laktat menghasilkan surimi dengan nilai penampakan paling tinggi. Berdasarkan uji kesukaan, surimi yang diberi penambahan kalsium laktat lebih disukai oleh panelis dibandingkan dengan surimi yang diberi perlakuan karaginan.

  4. Pengembangan Bahan Ajar Materi Garis dan Sudut Menggunakan Macromedia Flash dan Moodle Kelas VII Sekolah Menengah Pertama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widyastuti Akhmadan

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk (1 menghasilkan bahan ajar matematika yang dikembangkan dengan menggunakan software Macromedia Flash dan Moodle yang valid dan praktis untuk mengajarkan materi garis dan sudut kepada siswa kelas VII SMP; (2 mengetahui efek potensialnya terhadap hasil belajar. Metode penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu (1 self evaluation, meliputi tahap analisis dan desain bahan ajar; (2 prototyping, meliputi tahap evaluasi dan revisi; (3 field test. Pengumpulan data dilakukan dengan walk through dan dokumentasi nilai akhir siswa diperoleh dari nilai tugas dan nilai tes yaitu sebesar 79,56 nilai tersebut dikategorikan memiliki hasil belajar yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1 bahan ajar yang dikembangkan dengan menggunakan software Macromedia Flash dan Moodle dalam penelitian ini dikategorikan valid dan praktis; (2 dari rata-rata nilai akhir siswa sebesar 79,56 dengan kategori baik disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci: development research, Macromedia Flash, Moodle, garis, sudut This study is categorized as developmental research that aims at (1 producing a valid and practical teaching material in Mathematics subject which was developed by utilizing Macromedia Flash and Moodle and learnt by seventh graders of class VII of Junior High School; (2 examining its potential effect to learning outcome. The research method contains three phases which are: (1 self evaluation, that includes analyzing and designing material processes; (2 prototyping, includes evaluating and revising processes; (3 field test. Data collection was undertaken by walk through and documentation of students achievement obtained through task and posttest which was scored 79.56 and was categorized as good outcome as well. The conclusion drawn based on this study were (1 teaching material developed by utilizing Macromedia Flash and Moodle

  5. PEMANFAATAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF SERAT PENGUAT BAHAN FRIKSI NON-ASBES PADA KAMPAS REM SEPEDA MOTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Kiswiranti

    2012-01-01

    Full Text Available Serbuk tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai serat penguat bahan friksi non-asbes. Dalam penelitian ini, komposisi 20%dan 30% serbuk tempurung kelapa ditemukan yang paling optimum untuk parameter kekerasan dan keausan. Bahan friksi dengankomposisi 20% memiliki kekerasan sebesar 77,5 kgf.mm-2 dan keausan sebesar 28,25 mm2/kg. Bahan friksi dengan komposisi30% serbuk tempurung kelapa mempunyai kekerasan sebesar 58,8 kgf.mm-2 dan keausan sebesar 34 mm2/kg. Untuk dapatdiaplikasikan pada sepeda motor, desain sampel disesuaikan dengan spesifikasi kampas rem sepeda motor. Coconut char powder can be used as reinforcement fibers of non asbestos brake frikcion materials.In this research, the contents ofcoconut char powder of 20 % and 30 % show optimum hardnes and wear resistances. The brake frikcion material with 20 % coconutchar powder is found hardnes as well as 77,5 kgf.mm-2 and the wear resistance is 28,25 kgf.mm-2/kg. The brake frikcion materialwith the coconut char powder 30% volume has hardnes of 58,8 kgf.mm-2/kg and the wear resistance of 34 mm2/kg. To be applied inthe fabrication of motorcycle spare spart, the sample design is necessary adapted with motorcycle brake.Keywords: frictim material; motorcycle brake; fiber material; coconut char powder

  6. PEMANFAATAN ZAT WARNA ALAM DARI LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KAKAO SEBAGAI BAHAN PEWARNA KAIN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit dan kakao sebagai bahan pewarna pada batik bertujuan untuk menggali sumber daya alam limbah perkebunan yang belum dimanfaatkan dan mencoba bahan baku baru untuk pewarna batik. Limbah perkebunan cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao merupakan sisa hasil proses pengolahan yang tidak termasuk dalam produk utama yang dianggap berpotensi menjadi beban pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kegiatan ini dibatasi pada pengambilan zat warna dari cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao dengan memakai pelarut air dan pelarut organik. Zat warna alam yang diperoleh digunakan sebagai pewarna pembatikan pada kain katun dan sutera. Fiksasi dilakukan dengan tiga jenis fiksator yaitu tawas, kapur dan tunjung. Pewarnaan dilakukan pada kain katun dan sutera dengan sistem celupan dingin sebanyak enam kali. Pengujian dilakukan terhadap ketahanan luntur warna akibat pencucian dan gosokan, arah dan beda warna. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan rata-rata menunjukan hasil cukup sampai baik sekali (3-5. Nilai kelunturan warna terhadap pencucian pada kain katun dengan pewarna cangkang kelapa sawit lebih baik daripada kulit buah kakao. Arah warna cangkang kelapa sawit menunjukkan warna coklat muda sampai coklat tua, sedang kulit buah kakao memberikan arah warna abu-abu sampai coklat tua. Pembacaan uji beda warna diperoleh rata-rata warna berada pada daerah antara kuning ke merah. Kata Kunci: cangkang kelapa sawit, kulit buah kakao, warna alam, batik  ABSTRACTUtilization of plantation waste as batik dyes research aims to explore the plantation waste potential asraw materials for batik dyeing. Plantation waste of palmkernel shell and cocoa fruit peel are side products of the main process thatbecome environmental pollution if not managed properly. This activity is restricted to making dyes from palmkernel shells and cocoa fruit peel by using water

  7. PERENCANAAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoti Komara Murti

    2017-06-01

    Full Text Available Produk Domestik Regional Bruto (PDRB di Kabupaten Sragen relatif rendah diantara Karesidenan Surakarta.  Sektor pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar diantara sektor-sektor yang lain di Kabupaten Sragen, melalui sektor pertanian ini diharapkan dapat menaikkan angka PDRB dengan dilakukan perencaaan pengembangan komoditas tanaman bahan makanan. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan merupakan jenis penelitian kuantitaif. Metode analisis data menggunakan analisis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, Skalogram, Overlay serta Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Loqation Quotient (LQ Shift Share (SSdan metode analisis Typologi Klassen, hanya daerah komoditas pada komoditas ubi jalar yang tidak terdapat kecamatan yang unggul. Atas dasar analisis overlay, area pengembangan pada komoditas padi terdapat di 2 kecamatan, komoditas jagung terdapat di 2 kecamatan, komoditas kedelai terdapat di 1 kecamatan, komoditas kacang tanah terdapat di 2 kecamatan, komoditas kacang hijau terdapat di 1 kecamatan, komoditas ubi kayu terdapat di 1 kecamatan, dan komoditas ubi jalar terdapat di 1 kecamatan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend, selama 5 tahun ke depan subsektor tanaman bahan makanan dalam hasil produksi mengalami peningkatan, kecuali pada komoditas kedelai mengalami penurunan.  Gross Regional Domestic Product (GDP in Sragen relatively low among Surakarta. The agricultural sector is the sector's largest contributor to GDP among other sectors in Sragen, through the agricultural sector is expected to raise GDP figures to do planning is the development of food crops. The data used is secondary data and the type of quantitative research. Methods of data analysis using analysis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, schallogram, Overlay and trend projections or Time Trend. Based on the results of studies using methods

  8. Evaluasi penggunaan tepung cangkang rajungan sebagai bahan baku pakan juwana udang windu Penaeus monodon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Kurnia

    2016-12-01

    dapat digunakan sebagai bahan pakan sumber protein dalam pakan juvenile udang windu. Kata kunci: penggantian bahan, tepung cangkang rajungan, tepung ikan, udang windu

  9. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  10. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Adi Sungkono

    2016-04-01

    Full Text Available Suatu perusahaan sering kali mengalami kesulitan dalam pengendalian bahan baku, diantaranya adalah persediaan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Untuk menghindari masalah tersebut perlu dibuat suatu pemecahan masalah. Perencanaan kebutuhan material dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah akibat tidak tersedianya material pada saat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan dan mengendalikan bahan baku dan pemilihan supplier dengan metode Material Requirement Planning (MRP. Perencanaan kebutuhan bahan (Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan bahan-bahan atau komponen-komponen apa yang harus di buat atau di beli, berapa jumlah yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkan. Hasil yang didapatkan dengan melakukan perhitungan dengan metode MRP, di dapatkan metode yang paling baik di pergunakan adalah metode Period Order Quantity (POQ karena dari perhitungan metode Period Order Quantity didapatkan total biaya yang paling kecil yaitu sebesar Rp. 23.372.166,- . bila dibandingkan dengan perhitungan Lot For Lot yaitu sebesar Rp. 28.567.200,- , dan perhitugan Economic Order Quantity yaitu sebesar Rp. 37.209.031,- . karena dengan metode POQ dapat meminimalkan biaya pesan dan biaya simpan sehingga total biaya yang dikeluarkan kecil dibandingkan dengan metode EOQ dan L-F-L. sedangkan biaya terbesar adalah metode EOQ, karena pada perhitungan metode EOQ biaya pesan dan biaya simpan sangat besar.

  11. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI PATI SINGKONG DAN EKSTRAK KEDELAI SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shobirotu Salamah

    2015-02-01

    Full Text Available Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh bahan pengemas plastik adalah dengan pengembangan biodegradable plastic ramah lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan produk kemasan makanan yang dapat diuraikan. Salah satunya adalah memberi antimikroba pada edible film. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya secara fisik dan mekanik menggunakan alat FS/SPAG 01/2650 dan diuji efektifitas antimikrobanya. Didapat kadar air tertinggi pada edible film kontrol yaitu 15,83 %. Densitas dengan penambahan ekstrak kayu manis 1,5% memiliki nilai yang lebih tertinggi yaitu 1,1 gr/ml. Nilai Modulus young atau tingkat elastisitas film tertinggi yaitu pada edible film penambahan ekstrak bawang putih 1% sebesar 2,872 Mpa. Nilai Tensile strength atau nilai kuat tarik suatu film tertinggi yaitu 3,808 N/mm diperoleh pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5% dan Nilai Extention at Maximum atau nilai pemanjangan film tertinggi yaitu 6,880 mm pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5%. Sedangkan pengujian daya hambat terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Diameter zona bening terbesar yaitu pada penambahan ekstrak bawang putih 1,5%.

  12. Studi Eksperimental Pembuatan Ekosemen dari Abu Sampah dan Cangkang Kerang sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frieska Ariesta Syafnijal

    2013-09-01

    Full Text Available Telah dibuat ekosemen dari bahan abu sampah organik dan abu cangkang kerang. Sampah organik dibakar dengan insinerator pada suhu 1000oC. Abu cangkang kerang dipanaskan dengan furnace pada suhu 700oC. Hasil pengujian komposisi awal XRD (X-Ray Diffraction, Abu sampah organik mengandung 69,7% CaCO3; 12,1% KCl; 4% Cd0.15Gd0.85; 3% SiO2; 8,1% Fe ( Se0.5Te0.5 dan 3% Al2ErGe2, Abu cangkang kerang mengandung 100% CaCO3. Ditentukan tiga variasi jumlah komposisi Abu sampah:Abu cangkang kerang yaitu Ekosemen A (58,2%:40%; Ekosemen B (49,1%:49,1% dan Ekosemen C (54,01%:44,09%. Sebagai variabel kontrol digunakan Semen Portland jenis OPC (Ordinary Portland Cement merek ‘Semen Gresik’. Dilakukan pengujian fisika yaitu kuat tekan mortar dan densitas serbuk. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia dari ekosemen. Dari hasil pengujian fisika didapat ekosemen B paling mendekati nilai ‘Semen Gresik’ OPC yaitu kuat tekan 3 hari (7,2 kg/cm2 dan densitas serbuk (2,535 gr/ml.   

  13. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  14. KAJI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN LIQUID GAS FOR VEHICLE (LGV DENGAN PERTAMAX TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN 2000 cc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad As’adi

    2017-03-01

    Full Text Available APBN 2015 mengisyaratkan bahwa Pemerintah akan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak dari 48 juta kilo liter menjadi 46 juta kilo liter, implikasi dari hal ini jelas akan berdampak pada kebijakan penggunaan BBM dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi dan industri. Salah satu bahan bakar yang cadangannya masih cukup banyak dan pemanfaatannya masih terbatas pada kebutuhan rumah tangga serta usaha sector kuliner adalah Liquid Petrolium Gas (LPG. LPG mempunyai produk turunan dengan merk dagang Elpiji dan Liquid Gas for Vehicle (LGV atau sering disebut dengan Vigas. LGV mempunyai RON 98 setara dengan bahan bakar Pertamax dan mudah disimpan dalam tangki portabel karena tekanan nya relative rendah yaitu 8-15 bar, sedangakan tekanan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG yang sering disebut dengan Bahan Bakar Gas (BBG sekitar 200 bar. Perkembangan penggunaan LGV di masyarakat cenderung lambat hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur yang ada dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan LGV untuk sektor transportasi masih kurang. Tujuan dan target penelitian ini adalah didapatkannya konstanta performa dari motor bensin yang berbahan bakar LGV dan Pertamax, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa LGV bisa digunakan sebagai bahan bakar pada sector transportasi dan lebih ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen dengan mesin uji motor bensin 2000 cc yang berbahan bakar LGV dan Pertamax. Pengujian dilakukan dengan uji static diatas Dyno Test. Luaran data yang dihasilkan berupa performa mesin yang meliputi torsi, daya, konsumsi bahan bakar, selain uji static juga dilakukan uji emisi gas buang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa enggunaan Liquid Gas For Vehicle (LGV dengan merk dagang Vigas mampu menaikkan Daya mesin maksimum sebesar 20,86% dan daya rata-rata sebesar 14,1%, torsi maksimum yang dihasilkan oleh Motor berbahan bakar Vigas lebih kecil dari motor yang berbahan bakar

  15. Campuran kitosan dengan resin akrilik sebagai bahan gigi tiruan penghambat Candida albicans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Ismiyati

    2018-04-01

    Full Text Available The mixture of acrylic resin and chitosan as denture material to inhibit Candida albicans. The inhibition of Candida albicans in denture resin has an important role to prevent the development of denture stomatitis. Chitosan is a natural polymer compound derived from shrimp waste which can function as an antifungal Acrylik resin cannot be mixed with chitosan. To obtain a homogeneous mixture, the mixture was added a coupling agen acrylic acid and acetone. The research objective was to study the mixture of acrylic resin and chitosan with solvent acrylic acid and acetone as a denture that can inhibit the growth of Candida albicans. Methods: The samples used discs in 10 mm diameter and 2 mm thickness, made from heat cured acrylic resin mixed with chitosan dissolved in acrylat acid and acetone. They were divided into 4 groups. Group 1 was acrylic resin without chitosan as a control, group 2, 3 and 4 were the mixture of acrylic resin and 5 ml chitosan in 0.5%, 1%, and 2% concentration respectively. The fourier transform irfrared spectroscopy (FTIR and the digital optical microscope were used to synthesize and analyze. The Kruskal Wallis was used to analyze the data. The results showed that the mixture of acrylic resin with chitosan significantly inhibited the growth of Candida albicans. Conclusion: a mixture of acrylic resins and chitosan can be fungistatic, so it can be developed as an antifungal denture material.   ABSTRAK Penghambatan Candida albicans pada gigi tiruan resin akrilik dapat memainkan peran penting dalam mencegah perkembangan denture stomatitis. Kitosan adalah senyawa polimer alam yang berasal dari limbah udang yang dapat berfungsi sebagai antijamur. Resin akrilik tidak dapat bercampur dengan kitosan. Untuk mendapatkan campuran yang homogen, campuran tersebut ditambah coupling agent asam akrilat dan aseton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji campuran resin akrilik dan kitosan dan asam akrilat pelarut aseton sebagai bahan gigi

  16. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  17. PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kemas Ridhuan

    2016-08-01

    Full Text Available Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.

  18. PENGARUH BAHAN KEMASAN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KUALITAS TEMPE KACANG GUDE SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayuti Sayuti

    2015-11-01

    Full Text Available Pigeon pea can be used as an alternative of soybeans that contain protein, fats, and carbohydrates. Objective: (1 determine the effect of various packaging on the quality of pigeon pea tempe, (2 the effect of long incubation on the quality of pigeon pea tempe, (3 the interaction of various packaging and long incubation on the quality of pigeon pea tempeh. (4 design the research results as a science learning resource for 9th grade junior high school on the topic of biotechnology. The research design used completely randomized design. Research conducted at the Laboratory of Food Products Technology in Polinela in May 11th until 25th, 2015. Data were analyzed using SPSS 16.0, the data proximate using Univariate and Tukey, the data organoleptic using Friedman test. From the results of the proximate analysis turns out there is influence between the packaging materials and the long incubation of the tempe quality. Protein content increased, while fat and carbohydrates decreases with increasing time of incubation. Organoleptic analysis of the soybean leaves are packed with incubation time 36 and 42 hours is preferred by the panelists than plastic packaging with an incubation time of 48 hours. The results of the research can be used to design learning resources of scince for junior high School, based LKPD Form based scientific approach. Kata Kunci: Bahan kemasan, lama inkubasi, kacang gude, kualitas tempe,  sumber                         belajar

  19. Rehabilitasi Prostetik Protesa Jari dengan Bahan Silikon Rtv untuk Mengembalikan Bentuk dan Estetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Agung Subiantari

    2015-12-01

    Full Text Available Tangan memiliki fungsi utama untuk menggenggam dan meraba. Organ ini dipergunakan untuk sarana komunikasi penting yang menunjukkan bahasa tubuh dan kontak sosial. Amputasi pada jari atau sebagian jari tangan merupakan kasus yang paling sering dijumpai sebagai bentuk hilangnya sebagian tangan yang dapat menimbulkan dampak buruk secara fisik, psikologis, maupun kerugian secara ekonomi bagi individu. Rehabilitasi prostetik pada  amputasi jari menjadi pertimbangan ketika rekonstruksi mikro vaskular merupakan kontraindikasi atau perawatan mengalami kegagalan. Tujuan dari studi kasus ini adalah  mengkaji rehabilitasi prostetik protesa jari menggunakan bahan silikon RTV untuk mengembalikan bentuk dan estetik. Pasien telah menyetujui kasusnya dipublikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Pasien laki- laki, 24 tahun datang dengan keluhan kehilangan sebagian jari telunjuk kanan . Riwayat trauma disebabkan oleh tangan kanannya tergilas mesin bubut 6 tahun yang lalu. Tatalaksana kasus : Anamnesa, pemeriksaan klinis, dan rehabilitasi prostetik protesa jari dengan ahan silikon RTV. Protesa jari dengan estetik yang baik dapat memberi dukungan psikologis terhadap pasien. Rehabilitation Finger Prosthesis with RTV Silicone to Restore Form and Esthetic. The hand has basic functions like grasping and feeling. It is a mean of communication and is of mayor importance for body language and social contact. Finger and partial finger amputations are some of the most frequently encountered forms of partial hand loss causing devastating physical, psychosocial and economic damage to an individual.  Prosthetic rehabilitation of amputed finger is considered when micro vascular reconstruction is contraindicated or unsuccessful. The purpose of  case study is to review rehabilitation finger prosthesis with RTV silicone to restore form and esthetic. Case : A 24 year old male patient with the complaint of the partially lost right index  He had a history of trauma to his

  20. POTENSI HERBA TUMBUHAN BALSEM (Polygala paniculata Linn SEBAGAI SUMBER BAHAN FARMASI POTENSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laode Rijai

    2013-06-01

    Full Text Available Tumbuhan balsem (P. paniculata merupakan tumbuhan semusim yaitu dari biji lalu tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa selama 4-5 bulan. Tumbuhan ini berbau balsem sehingga dinamakan tumbuhan balsem oleh masyarakat di Kalimantan Timur. Manfaat tradisional tumbuhan ini tidak banyak dikenal kecuali akarnya dipercaya dapat meningkatkan stamina. Belum banyak hasil penelitian ilmiah tumbuhan ini sehingga diperlukan informasi ilmiah untuk pemanfaatannya. Potensi biologi tumbuhan Balsemadalah mudah tumbuh dengan skilus hidup pendek yaitu 4-5 bulan. Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan balsem terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti sitotoksik atau antikanker, antibakteri, dan antimikotik. Potensi herba balsem juga digambarkan melalui kandungan metabolit sekundernya yaitu mengandung alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan steroid. Keragaman metabolit sekunder tersebut menggambarkan kemungkinan masih memiliki potensi kefarmasian lainnya. Kata Kunci: Herba Balsem (Polygala paniculata, sumber bahan farmasi potensial.   ABSTRACT Plant balm (P. paniculata is an annual plant that grows from the seed and will die after reaching mature for 4-5 months. This plant is so named smelling balm balm plant communities in East Kalimantan. Traditional benefits of this plant is not widely known but its roots are believed to increase stamina. Not many plants is the result of scientific research that is necessary for the utilization of scientific information. Potential biological plant is easy to grow with skilus Balsemadalah short life is 4-5 months. Several studies have proved the balsam plant potential in the field of pharmacy such as cytotoxic or anticancer, antibacterial, and antimycotic. Potential herbal balm is also illustrated through the content of secondary metabolites that contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. Illustrate the diversity of secondary metabolites may still have potential for other pharmacy

  1. Determination of Sediment Profile for 210Pb, Pb, U and Th from Sultan Abu Bakar Dam Due to Soil Erosion from Highland Agriculture Area, Cameron Highlands, Malaysia

    OpenAIRE

    Zaini Hamzah; Seh D. Riduan; Ahmad Saat

    2011-01-01

    Problem statement: Sultan Abu Bakar Dam in Cameron Highlands act as a catchments to accumulate all eroded soil carried by the run off flow through Bertam River, the main river that passes through the highland agriculture area. All suspended solid that carried out by the river contain various kind of hazard potential to the environment. U, Th and Pb are the potential hazard elements carried out by water and accumulate at the dam. Approach: Five sampling point were selected where five 30cm core...

  2. IDENTIFIKASI NILAI HAMBAT JENIS ARANG KAYU, ARANG KULIT MANGGA, DAN ARANG KULIT PISANG: BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI RESISTOR FILM KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Kusumawati

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hambat jenis pada arang kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon. Pada penelitian ini dilakukan penumbukkan arang kayu, arang kulit mangga, dan kulit pisang sehingga dihasilkan bubuk arang yang halus melalui proses penyaringan. Setelah itu dilakukan pemampatan arang kayu dalam pipet/sedotan plastik dengan luas permukaan (A = 4,08 x 10-4 cm. Kemudian hambatan diukur menggunakan multimeter dan dilakukan perhitungan hambat jenis arang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang kayu (0,73 x 106 m memiliki nilai hambat yang tinggi sehingga hambat jenisnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan arang kulit mangga (0,28 x 106  m dan arang kulit pisang (0,24 x 106 m. Hal ini dikarenakan terjadi proses karbonisasi sempurna dalam pembuatan arang kayu. Oleh karena nilai hambatan yang dapat terbaca pada multimeter hanya menggunakan batas skala yang besar (Mega Ohm, maka arang kulit kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang hanya dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon dengan ukuran nilai hambatan besar.

  3. PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Makhin

    2014-06-01

    Full Text Available Pendidikan merupakan salah satu sumber dasar peradaban umat manusia, karakter yang dibentuk melalui pendidikan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan ajar berbasis Imtaq diharapakan siswa tidak hanya baik secara IQ (Intelligence Quotient akan tetapi baik juga dari segi EQ (Emotional Quetiont dan SQ (Spiritual Quotien. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. peningkatan N-gain kelas eksperimen 0,32 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol peningkatan N-gain 0,23 dengan kriteria rendah. Aktivitas siswa dalam penggunaan bahan ajar berbasis imtaq yang mendukung (On task 87,36 %; yang tidak mendukung (Off task   12,66 %. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan hasil Sig (2-tailed 0.040 pada uji independent sample t test. Respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis imtaq rata-rata prosentase 82 %; sehingga sikap siswa dapat dikatakan sangat baik (sangat kuat.Kata Kunci : Bahan Ajar Modul, Imtaq, Hasil Belajar

  4. KONVERSI ENERGI BIOMASSA KOTORAN SAPI MELALUI RANCANGAN BIODIGESTER UNTUK RUMAH TANGGA

    OpenAIRE

    I Gede Bawa Susana; I Made Suartika

    2017-01-01

    Biomassa kotoran sapi mengandung energi berupa gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pengolahan biomassa kotoran sapi menjadi bahan bakar dilakukan melalui proses konversi energi dalam suatu biodigester. Biodigester dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas 0,5997 m3 untuk waktu penyimpanan 30 hari.  Masyarakat yang memelihara sapi 2-3 ekor dapat menggunakan biodigester tipe plastik dan fixed dome dengan kapasitas tong plastik 250 liter. Hasil pengujian menunjukkan ba...

  5. Status padang lamun di Pulau Talago, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukandar Sukandar

    2017-08-01

    Full Text Available The aims of the study were to evaluate the status of the seagrass beds in Talango Island in relation to diversity, density, and percentage area of seagrass; and to analyze the potential of seagrass as bioactive compounds by calculating the crude extract, which is produced. Data were collected in August 2016 using the transect quadrat method, perpendicular to the shoreline, on the north side of Talango Island. Extraction of seagrass leaves was carried from November to December 2016 at Exploration Fisheries Resources Laboratory FPIK UB, using polar, semi-polar and non-polar solvents. The results showed that the water quality on Talango Island is in good condition with water temperatures of  30.70C,  average salinity 310 ppt , dissolved oxygen of 8 mg /L and pH 7. There were four species of seagrass found on Talango Island, namely Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Where H. pinifolia has has the highest density, while Enhalus acoroides has the highest covering area. Seagrass leaf that used in this study is E. acoroides, and produces raw extract about 0.8% non-polar compounds, 1.73% of polar compounds, and 0.13% semi-polar compounds. This raw extract shows that seagrass leaf has potential as bioactive compound. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status padang lamun di Pulau Talango, meliputi keragaman jenis, kerapatan jenis, penutupan jenis padang lamun dan  menganalisis potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bioaktif, dengan menghitung rendemen ekstrak kasar yang dihasilkan.Pengambilan data dilakukan pada Bulan Agustus 2016, dengan menggunakan metode transek kuadrat yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai, di sisi utara Pulau Talango.Ekstraksi daun lamun dilakukan pada Bulan November – Desember 2016 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan FPIK UB, dengan menggunakan pelarut polar, semi polar, dan non polar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Pulau Talango berada

  6. PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK MARMER PADA BETON SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SILICA FUME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agil Fitri Handayani

    2015-02-01

    Full Text Available The Utilization of Marble Powder Waste in Concrete Ma­­­­­­­­terials as a Partial Material Substitution of Cement  with the Variation Use of Silica Fume. The purpose of this study was to determine the effect of marble powder and silica fume on the mechanical pro­per­ties of concrete. This study used an experimental design using 16 group of testing materials with variety types of mixtures between marble powder and silica fume 0.00; 5.00; 10.00; and 15.00%. The wa­ter-cement ratio was 0.50 and a low dosage of superplasticizer, which was 0.50%. The behavior of fresh concrete were calculated and the mechanical properties of concrete were tested on con­crete age of 28 days. The results showed the marble powder main com­position was Silicon Dioxide (SiO2 17.63% and Calcium Carbonate (CaCO3 2.73%. Mar­ble powder was more appropriate to be used as fillers than to be used as a partial substitution of ce­ment. The optimum mechanical properties of concrete was produced by the mixtures of 5.00% mar­ble powder  and 6.22% silica fume which resulted in compressive strength of 29.04 MPa.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peng­gunaan ser­buk marmer dan silica fume terhadap sifat mekanik beton. Penelitian ini meng­gu­na­kan desain eksperimen dengan 16 kelompok benda uji dengan variasi ser­buk marmer dan silica fume 0,00; 5,00; 10,00; dan 15,00%. Faktor air semen di­gu­nakan 0,50 dan superplasticizer dengan dosis rendah 0,50%. Perilaku beton segar di­perhitungkan dan sifat mekanik beton diuji pada umur beton 28 hari. Hasil analisis me­nunjukkan kom­posisi utama serbuk marmer adalah Silikon Dioksida (SiO2 17,63% dan Kalsium Kar­bonat (CaCO3 2,73%. Serbuk marmer lebih tepat digunakan se­bagai bahan pe­ng­isi atau filler dari pada sebagai pengganti semen. Sifat mekanik be­ton optimum di­ha­sil­kan pada campuran serbuk marmer 5,00% dan silica fume 6,22% dengan kuat tekan be­ton yang dihasilkan  mencapai 29

  7. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  8. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada Spbu Menggunakan Algoritma Ant Colony

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nur Alam

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun, akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Tingginya kebutuhan bahan bakar di Indonesia didominasi oleh jenis bahan bakar premium. Persentase konsumsi bahan bakar premium di daerah Jawa-Bali mencapai 59% dari kuota premium nasional. Besarnya persentase kebutuhan akan bahan bakar premium, menyebabkan manajemen distribusi menjadi hal krusial yang perlu ditingkatkan secara berkala. Depo yang berperan sebagai supplier terhadap retailer -yang dalam studi kasus ini adalah SPBU- diusulkan menerapkan model Vendor Managed Inventory (VMI, yaitu proses pengadaan barang dimana supplier mengelola inventori dari retailernya. VMI memiliki salah satu perencanaan yaitu Inventory Routing Problem (IRP, IRP merupakan suatu bentuk perencanaan berbasis vendor hasil perpaduan antara Inventory Management dengan Inventory Routing yang mengatur kuantitas pengiriman dan retailer mana yang harus dikunjungi dalam suatu waktu perencanaan dalam jangka waktu tertentu yang bersifat terbatas (finite planning horizon. Dengan hasil akhir berupa penjadwalan, perencanaan model IRP mempertimbangkan jarak supplier-retailer dan biaya stockout yang mungkin terjadi pada retailer, sehingga diharapkan pengiriman optimal dan tidak terjadi stockout pada pos-pos penjualan bahan bakar.

  9. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA PEMBELAJARAN “TEMA CITA-CITAKU” DENGAN MENGGUNAKAN KOMIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johar Alimuddin

    2014-08-01

    Full Text Available AbstrakPengembangan bahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakankomik didasari masalah bagaimana mengembangkan bahan ajar yang menarik, dapat berdampak positif terhadap aktivitas, hasil belajar, dan menumbuhkan minat baca,serta menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik. Penelitian ini merupakanR&D. Subyek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV SD Negeri 01,02,dan 04 Paduraksa tahun pelajaran 2013-2014. Validasi penelitian ini melibatkanahli komik atau media, dan materi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaranmenggunakan bahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila menggunakan komik,dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik di SD Negeri 01 dan 02Paduraksa dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. (2 tailed 0,000 pada uji Wilcoxon,menumbuhkan minat baca, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dibuktikan dengannilai pengamatan yang rata-rata nilainya lebih dari 71. Penelitian ini menghasilkanbahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila pada pembelajaran tema “Cita-citaku”dengan menggunakan komik.AbstractDevelopment of  teaching materials which is charged with Pancasila values using the comicbased on the problem of  how to develop interesting teaching materials, can have a positiveimpact on the activity, learning outcomes, and increase interest in reading, as well as embedthe values of  Pancasila for students. This study is an R & D. The subjects in this study were thefourth grade students of  SD Negeri 01,02, and 04 Paduraksa 2013-2014. The study validationwas involving comic experts or media, and the material. The results showed learning usingteaching materials charged Pancasila values using comics, can enhance the activity and thelearning outcomes of  students in SD Negeri of  01 and 02 Paduraksa. It is evidenced by Asympvalue. Sig. (2 tailed of  0.000 on the Wilcoxon test, foster interest in reading, and embed the values of  Pancasila evidenced by the observation that the value of  the

  10. Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Melalui Bahan Ajar Multimedia Interaktif Alat Ukur dan Pengukuran dengan Pendekatan Behavioristik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ino Angga Putra

    2017-10-01

    Full Text Available Abstract The development of science and technology today is spreading rapidly in the field of education, especially in the development of learning media. The application of learning media using behavioristic approach that tends to optimize the stimulus and learners' response in process (science process skill. The purpose of this research is a to describe the application of interactive multimedia teaching materials to the students 'science process skills and b to know the impact of interactive multimedia materials on the students' learning process skill. The type of this research is Pre-Experimental Research by using one-shot case study design. Implementation of research product in field can develop skill of science process learners based on result of T test 2,229 significance of 0.056. It is expected that further research to determine the positive response of learners. Abstrak Perkembangan IPTEKS dewasa ini menyebar secara cepat dibidang pendidikan khususnya dalam pengembangan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan behavioristik yang cenderung mengoptimalkan stimulus dan respon peserta didik dalam proses (keterampilan proses sains. Tujuan penelitian ini yaitu a untuk mendeskripsikan penerapan bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik dan b untuk mengetahui dampak bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pre-Eksperimen dengan menggunakan desain one shot case study. Implementasi produk penelitian dilapangan dapat mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik berdasarkan hasil Uji T sebesar 2.229 signifikansi 0.056 . Diharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui respon positif peserta didik.

  11. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ Be UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACl DAN MENGANDUNG Mg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilawati Nilawati

    2014-12-01

    Full Text Available Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol, B10 (10 persen. B20 (20 persen, B30 (30 persen,  B40(40 persen, B50 (50 persen  dan kontrol  B100 (100 persen  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah

  12. PROTOTIPE PEMESANAN BAHAN PUSTAKA MELALUI WEB MENGGUNAKAN ACTIVE SERVER PAGE (ASP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoni Haryadi Setiabudi

    2002-01-01

    . Salah satunya adalah Active Server Pages (ASP yang digabungkan sistem database untuk meyimpan data. Komponen penunjang lainnya adalah interface antara aplikasi dengan database yaitu ActiveX Data Objects (ADO. ASP memiliki keunggulan dalam metode scriptingnya dan mudah dalam berhubungan dengan database. Prototipe yang dibuat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian untuk administrator dan bagian untuk user. Prototipe yang dibuat ini ini mampu menghasilkan fasilitas pengeditan data, pencarian data, dan melihat informasi pesanan secara online. Untuk pencarian dan pemesanan artikel maka user dapat langsung melakukan proses download. Karena sistem E-commerce di Indonesia baru saja berkembang maka perlu diperhatikan juga mengenai metode pembayaran dimana tidak setiap orang mempunyai kartu kredit. Maka dalam prototipe ini terdapat juga suatu form untuk user yang tidak mempunyai kartu kredit. Begitu user telah melakukan pembayaran maka user bersangkutan bisa melakukan transaksi secara online. Disini dipakai juga keunggulan ASP yaitu "session" dimana data - data dalam proses yang terjadi tidak akan hilang selama user masih berada dalam session tersebut. Ini digunakan dalam proses user area dan admin area dimana user dan admin dapat melakukan berbagai macam proses. Kata kunci: e-commerce, bahan pustaka, world wide web, Active Server Page, ActiveX Data Objects.

  13. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  14. Pengaruh Penggunaan Senyawa Pengomplek dan Bahan Tambahan Terhadap Mutu Tinta Pemilu dari Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2014-12-01

    Full Text Available Election ink is applied to the forefinger of voters during election in order to prevent electoral frauds such as double voting. The current election inks contain silver nitrate solutions to make it more durable which stains the skin on exposure to ultraviolet light, leaving a mark that is impossible to wash off and is only removed as external skin cells are replaced. But the silver nitrate solution may damage the human skins and is poisonous to the environment. This research was carried out to investigate the use of gambir extracts for election inks as environment-friendly raw materials. The aim of this study was to obtain the optimal ink from gambir extrac which technically could meet quality requirements of the election ink. In this study, gambir was extracted through the following refinement process; heating in boiling water, stirring, cooling, filtering, molding, and drying. The cube black then was dissolved in technical ethanol, added one of the complexing compounds FeSO4 and FeNO3 depending on the formula used. The best ink composition was 70% gambier extract in ethanol, 22% of FeSO4 saturated solution in ethanol, 5% of turmeric extract, and 3% of crystal violet solution 4%. This ink was more homogenous with violet color at pH 3.86 which gave rub resistant to water and soap. The ink stains could stay on finger skin for 3 days. Analytical results showed that the ink did not contain Pb, Cd, and Hg while Cu 65.04 ppm and fulfill the requirement of general election commitee number 16/2013.ABSTRAK Tinta pemilu  digunakan untuk identifikasi pada jari tangan pada waktu pemilihan umum atau kegiatan sejenis lainnya guna mencegah terjadinya kecurangan. Pada tinta pemilu saat ini digunakan bahan perak nitrat agar lebih tahan lama, namun penggunaan perak nitrat dapat merusak kulit dan bersifat racun. Untuk itu telah dilakukan penelitian pengaruh jenis bahan senyawa pengomplek dan bahan tambahan terhadap mutu tinta pemilu dari ekstrak gambir

  15. KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN AKUMULASI MINERAL TANAH PADA BANGUNAN SARANG RAYAP TANAH Macrotermes gilvus Hagen (BLATTODEA: TERMITIDAE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Subekti

    2012-03-01

    Full Text Available Rayap Macrotermes gilvus Hagen mempunyai peranan ekologis rayap tanah M. gilvus sebagai degradator primer di dalam hutan, eksplorasi perananannya sebagai agen biologis dalam perbaikan vegetasi dan perbaikan kualitas tanah. Rayap dapat memodifikasi sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian tentang kandungan bahan organik telah dilakukan dengan analisis proksimat (metode Weende, sementara akumulasi mineral tanah menggunakan metode X-Ray berdasarkan Analysis Program Cristallynity. Rayap M. gilvus Hagen merupakan komponen penting dalam memodifikasi beragam mineral dari tanah disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara komposisi mineral tanah dalam sarang rayap M. gilvus Hagen dengan mineral tanah disekitar sarang. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik dalam bangunan sarang menghasilkan sebesar 98.33% dan padatannya 1.67%. Padatan ini terdiri dari karbohidrat sebesar 3.16%, abu 4.19%, lemak 23.95%, protein sebesar 39.52%, dan sisanya 29.18% berupa mineral-mineral. Bangunan sarang rayap yaitu SiO2 dan Despujolsite yang dibawa dari lingkungan sekitar kedalan bangunan sarang. Unsur-unsur yang lain diperoleh dari sebagian material yang berasal dari saliva, humus dan tanah sekitar sarang. The termite Macrotermes gilvus Hagen plays an ecological role. Subterranean termites M. gilvus is considered as the primary degradator in the forest, and therefore the exploration of its role as the biological agent to recover the vegetation and soil quality might be useful. Termites could modify the physical and chemical nature of soil. M. gilvus Hagen was an important component in modifying various minerals of the surrounding soil.  Research on the content of the organic materials had been proximat analysis (Weende methode, and the accumulation of soil mineral structure in the mound with X-Ray Methode (Analysis Program Cristallynity 2006. The result of the research indicated that there was significant difference

  16. ANALISIS KESELAMATAN TERMOHIDROLIK BULK SHIELDING REAKTOR KARTINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizul Khakim

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KESELAMATAN TERMOHIDROLIK BULK SHIELDING REAKTOR KARTINI. Bulk shielding merupakan fasilitas yang terintegrasi dengan reaktor Kartini yang berfungsi sebagai penyimpanan sementara bahan bakar bekas. Fasilitas ini merupakan fasilitas yang termasuk dalam struktur, sistem dan komponen (SSK yang penting bagi keselamatan. Salah satu fungsi keselamatan dari sistem penanganan dan penyimpanan bahan bakar adalah mencegah kecelakaan kekritisan yang tak terkendali dan membatasi naiknya temperatur bahan bakar. Analisis keselamatan paling kurang harus mencakup analisis keselamatan dari sisi neutronik dan termo hidrolik Bulk shielding. Analisis termo hidrolik ditujukan untuk memastikan perpindahan panas dan proses pendinginan bahan bakar bekas berjalan baik dan tidak terjadi akumulasi panas yang mengancam integritas bahan bakar. Code tervalidasi PARET/ANL digunakan untuk analisis pendinginan dengan mode konveksi alam. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mode pendinginan konvekasi alam cukup memadai dalam mendinginkan panas sisa tanpa mengakibatkan kenaikan temperatur bahan bakar yang signifikan. Kata kunci: Bulk shielding, bahan bakar bekas, konveksi alam, PARET.   ABSTRACT THERMAL HYDRAULIC SAFETY ANALYSIS OF BULK SHIELDING KARTINI REACTOR. Bulk shielding is an integrated facility to Kartini reactor which is used for temporary spent fuels storage. The facility is one of the structures, systems and components (SSCs important to safety. Among the safety functions of fuel handling and storage are to prevent any uncontrolable criticality accidents and to limit the fuel temperature increase. Safety analyses should, at least, cover neutronic and thermal hydraulic calculations of the bulk shielding. Thermal hydraulic analyses were intended to ensure that heat removal and the process of the spent fuels cooling takes place adequately and no heat accumulation that challenges the fuel integrity. Validated code, PARET/ANL was used for analysing the

  17. PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS KALSIUM OKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Tri Rahkadima

    2016-08-01

    Full Text Available The transesterification  reaction  has performed to convert waste cooking oils into biodiesel with assistant of  heterogen catalyst of calcium oxide using reactor  in a laboratory . The reaction was performed in two stages that is the esterification followed transesterification reaction. The aim of research is to study the effect of temperature and time reaction on viscosity and biodiesel yield. The results showed that obtained biodiesel had viscosity value in accordance with SNI 04-7182-2006 about diesel-fuel viscosity.  At lower temperature (40, 45, and 50°C, the longer reaction time could lead to the increasing of biodiesel yield. Meanwhile, at higher temperature reaction (55°C and 60°C the longer reaction time could reduce biodiesel yield. The highest biodiesel yield was obtained at following reaction condition: temperature reaction 50°C, 6 hours reaction time, ratio oil:MeOH = 1:48 molar ratio, % wt CaO = 8% to weight of waste cooking oil.

  18. Utjecaj ugljik (IV - oksida na promjene životne sredine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husein Džanić

    2012-10-01

    Full Text Available This paper deals with the impacts of carbon oxides (C02 from motor exhaust emissions upon changes in the environment, warming up of the Earth and changes of regional and global climate. It has been established that the average annual emission from natural sources is 700 to 1000 x J09 tons of carbon oxides in conjunction with additional 30 x 109 tons introduced by human activities in burning fossil fuels of which some 17. 9 draw origin from mo tor traffic. Global annual concentrations of C02 increases by approximately 0,2% because human beings obtain some 90% of their power needs from burning fossil fuels. It has been established that in the world road motor vehicles emit 7,62 x 109 tons of co2 out of the total emission which is about 42,57 x l 09 tons in the year 1988. Road motor vehicles in Yugoslavia pollute the atmosphere with 21,41% x 106 tons with the annual increase of l, 78% and share in global pollution of 0,28% C02. In this pol1ution Croatia participates with 5,65 x 1(6 tons with the annual increase of 4,19% and its share in global pollution of 0,074% co2 . The author recommends gradual decrease of co2-emission by 50% through reduction of concentrations of 400 ppm in the air to the maximum which may only be attained by substitution in the consumption of fossil fuels. In road traffic gasoline and diesel fuels can successfully be substituted by hydrogen and thus help avoiding inevitable catastrophic consequences in the Earth's biosphere.

  19. PENGGUNAAN KITOSAN CANGKANG BEKICOT (ACHANTINA FULICA UNTUK BAHAN PENGAWET ALAMI BERBAGAI JENIS SAYURAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Aisyah

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan vitamin C dan pH dalam sayuran bunga kol, kubis dan buncis yang diawetkan dengan kitosan cangkang bekicot selama proses penyimpanan dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi kitosan cangkang bekicot yang paling efektif sebagai bahan pengawet sayuran tersebut. Kegiatan penelitian dilakukan melalui True Experimental Research. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang yang berlangsung pada tanggal 23 Juni – 6 Juli 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan pada bunga kol, kubis dan buncis yaitu C0, K0 dan B0 (Kontrol, C1, K1 dan B1 (0,5%, C2, K2 dan B2 (1%, C3, K3 dan B3(1,5%l, C4, K4 dan B4 (2%, C5, K5 dan B5 (2,5%, Analisis data menggunakan analisis varians satu arah dan uji beda jarak nyata Duncan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica terhadap perbedaan kandungan vitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis dari hari per hari selama penyimpanan. Perubahan kandungan vitamin C paling kecil terjadi pada perlakuan 1,5% dan paling besar pada perlakuan kontrol. Pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica 1,5% adalah yang paling efektif mempengaruhi kandungan fitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis. Hasil penelitian diaplikasikan pada perencanaan pembelajaran SMA kelas XII materi bioteknologi

  20. PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa

  1. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  2. NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE. Research of UMo fuel for research reactor has been developing  right now. The fuel of  research reactor used is uranium low enrichment with high density. For supporting the development of fuel, an assessment of mini fuel in the RSG-GAS core was performed. The mini fuel are U7Mo-Al and U6Zr-Al with densitis of 7.0gU/cc and 5.2 gU/cc, respectively. The size of both fuel are the same namely 630x70.75x1.30 mm were inserted to the 3 plates of dummy fuel. Before being irradiated in the core, a calculation for safety analysis  from neutronics and thermohydrolics aspects were required. However, in this paper will discuss safety analysis of the U7Mo-Al and U6Zr-Al mini fuels from neutronic point of view.  The calculation was done using WIMSD-5B and Batan-3DIFF code. The result showed that both of the mini fuels could be irradiated in the RSG-GAS core with burn up less than 70 % within 12 cycles of operation without over limiting the safety margin. Power density of U7Mo-Al mini fuel bigger than U6Zr-Al fuel.   Key words: mini fuel, neutronics analysis, reactor core, safety analysis   Abstrak ANALISIS NEUTRONIK ELEMEN BAKAR UJI MINI DI TERAS RSG-GAS. Penelitian tentang bahan bakar UMo untuk reaktor riset terus berkembang saat ini. Bahan bakar reaktor riset yang digunakan adalah uranium pengkayaan rendah namun densitas tinggi.  Untuk mendukung pengembangan bahan bakar dilakukan uji elemen bakar mini di teras reakror RSG-GAS dengan tujuan menentukan jumlah siklus di dalam teras sehingga tercapai fraksi bakar maksimum. Bahan bakar yang diuji adalah U7Mo-Al dengan densitas 7,0 gU/cc dan U6Zr-Al densitas 5,2 gU/cc. Ukuran kedua bahan bakar uji tersebut adalah sama 630x70,75x1,30 mm dimasukkan masing masing kedalam 3 pelat dummy bahan bakar. Sebelum diiradiasi ke dalam teras reaktor maka perlu dilakukan perhitungan keselamatan baik secara neutronik maupun termohidrolik. Dalam makalah ini

  3. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  4. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  5. SIMULASI MODEL DINAMIK PENGANGKUTAN CRUDE PALM OIL (CPO DI PT. XYZ UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI PENGADAAN BAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Atikah

    2014-05-01

    Full Text Available Adanya krisis ekonomi di Eropa membuat harga komoditas Crude Palm Oil (CPO menurun. Disisi lain, biaya operasi dari proses produksi CPO ini meningkat 9,8% karena biaya transportasi yang tinggi.  Dipandang dari sistem kajian manajemen sistem rantai pasok, kerugian atas menurunnya harga ditambah dengan tingginya biaya transportasi akan semakin merugikan PT. XYZ. Dalam upaya menekan kerugian yang terjadi, meminimasikan biaya transportasi pengadaan bahan dapat menjadi salah satu alternatif solusinya. Kebijakan pada level strategis yang dapat dijadikan usulan, salah satunya dengan mengajukan alternatif moda transportasi dengan memperhatikan faktor kedinamisan dan ketidakpastian. Faktor-faktor tersebut dapat diimplementasikan dengan penerapan simulasi model dinamik. Hasil dari model dinamik yang diusulkan, penurunan biaya transportasi dicapai dengan pemilihan dan penentuan jumlah dari setiap alternatif moda transportasi yang diusulkan pada setiap level pada elemen sistem yang telah didefinisikan. Kata kunci : model dinamik, biaya transportasi, pengadaan crude palm oil Abstrct The economic crisis in Europe makes the price of commodities such as Crude palm Oil (CPO declined. On the other hand, the operating cost of the CPO production increased 9.8% due to high transportation costs. From the point of view of supply chain management systems assessment, loss on declining prices coupled with the high transportation costs will be more detrimental to PT. XYZ. In an effort to reduce the loss, transportation cost of procurement cycle can be an alternative solution. The strategic level policy that can be proposed, is proposing an alternative mode of transportation were attentive to dynamics and uncertainty factors. The factors can be implemented by the application of dynamic simulation models. Results of the proposed dynamic model, reduced transportation costs achieved by the selection and determination of the amount of each proposed alternative transportation

  6. Penentuan Waktu dan Suhu Pengeringan Optimal Terhadap Sifat Fisik Bahan Pengisi Bubur Kampiun Instan Menggunakan Pengering Vakum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Helmi Diza

    2014-12-01

    Full Text Available Research to improve the quality of kampiun instant porridge had been done with the treatment temperature and time of drying using a vacuum drying. The aim of the study was to determine the optimal drying temperature and time in the filler manufacture of instant kampiun porridge consisted of instant rice porridge, instant mung beans, black rice porridge and banana instant. To the obtained products were tested the physics test which covered yield, moisture content, density kamba, water absorption capacity, and rehydration time. The results of analysis from various treatments showed that the optimum treatment for instant rice porridge was drying temperature 60oC for 6 hours, for instant mung beans was drying temperature 60oC for 6 hours, for instant banana was drying temperature of 50oC for 6 hours, and for black sticky rice porridge was drying temperature 60oC for 6 hours.ABSTRAKPenelitian peningkatan mutu bubur kampiun instan telah dilakukan dengan perlakuan suhu dan waktu pengeringan menggunakan alat pengeringan vakum. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan suhu dan waktu pengeringan optimal dalam pembuatan bahan pengisi bubur kampiun instan, yang terdiri dari bubur beras instan, kacang hijau instan, bubur ketan hitam instan dan pisang instan. Terhadap produk yang dihasilkan dilakukan uji fisika meliputi rendemen, kadar air, densitas kamba, kapasitas penyerapan air, dan waktu rehidrasi. Hasil analisis terhadap berbagai perlakuan menunjukkan perlakuan optimal untuk bubur beras instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam, untuk kacang hijau instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam, untuk pisang instan adalah suhu pengeringan 50oC selama 6 jam dan untuk bubur ketan hitam instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam.

  7. PENGARUH KONSENTRASI BAHAN STABILISATOR PEG 1000 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESTABILAN DIMENSI KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusyiani Lusyiani

    2016-11-01

    Full Text Available Kayu bersifat higroskopis dan anisotropis, karena itulah untuk meningkatkan kualitas kayu diperlukan suatu perlakuan stabilisasi dimensi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsentrasi Polyethylene Glycol 1000 dan waktu perendaman terhadap stabilisasi dimensi kayu yakni nilai penyusutannya.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polyethylene glycol 1000, kayu Kecapi dan air suling sebagai pelarutnya.  Proses stabilisasi dimensi dilakukan dengan menggunakan metode proses difusi bulking yang mengganti bahan penstabilnya dengan air.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 buah sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polyethylene Glycol 1000 pada tingkat konsentrasi 30% dan lama perendaman 5 hari memiliki nilai stabilisasi dimensi terbaik untuk semua parameter yang diuji.  Tingkat konsentrasi tertinggi untuk Polyethylene Glycol 1000 dan lama perendaman yang terlama, nilai penyusutannya paling kecil dan juga dapat meningkatkan nilai stabilisasi dimensi. Wood is hygroscopic and anisotropic, hence it is needed to improve the quality of wood by dimension stabilization treatment. The aim of study is to examine the effect of Polyethylene Glycol  1000 concentration and soaking time on the shrinkage rate stabilization dimensions. Polyethylene glycol 1000 and Kecapi wood were used in the research and distilled water as a solvent.  Stabilization was carried out by bulking method that replaced stabilizer material with water by diffusion process.  A member of 120 pieces samples were used in the study. The research results showed that Polyethylene Glycol  1000 at 30% concentration level and 5 days of soaking time have the best value of stabilization for all tested parameters.  The hingher level concentration of Polyethylene Glycol 1000 and the longer immersion time, smaller shrinkage and increasing the value of stabilization dimensions, as well.

  8. Simulasi Penentuan Kebutuhan Daya Pompa Pada Sistem Transpor Bahan Pangan Cair Dengan Menggunakan Parameter Reologi Susu Kental Manis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Ratna

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Simulasi penentuan kebutuhan pompa energi pada sistem bahan makanan transfer cair dengan menggunakan parameter software hasil krim reologi kental manis. Software ini dapat digunakan untuk menentukan energi pompa yang dibutuhkan oleh sistem transfer krim kental manis sehingga tidak terjadinya produk lompat dan gelembung yang menghancurkan krim kental manis. Sehingga pada saat dipasarkan, produk tidak lagi menarik dan baik untuk dikonsumsi. Sebelum melakukan simulasi dengan program komputer, dibutuhkan data viskositas (kekentalan parameter reologi krim kental manis. Hal ini diperlukan untuk mengetahui pengaruh parameter reologi untuk energi pompa yang diperlukan oleh sistem transfer krim kental manis. Dari simulasi diperoleh gambaran yang baik lebih untuk merancang suatu sistem transfer krim kental manis di salah satu pabrik pengolahan. A Simulation to Determine the Requirement of Pump Power on Transport System for Liquid Food Material using Rheology Parameter of Sweetened Condensed Milk ABSTRACT. A simulation using a software to determine the requirement of pump power on transport system for liquid food material using rheology as parameter for sweetened condensed milk. The software was able to determine the pump energy required by a transfer system of sweetened condensed milk in order to prevent the occurrence of the product jump and the effervescence. The effervescence would destroy the cream of sweetened condensed milk, so at the time of marketing, the product was no longer in good condition to consume. Before conducting simulation using computer program, viscosity data of sweetened condensed milk was required to know the influence parameter of rheology on pump power required by a transport system of sweetened condensed milk. From the simulation, a more good description was obtained to design a transfer system of sweetened condensed milk at one particular factory.

  9. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Pujo Mulyatno

    2013-06-01

    Full Text Available Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM, telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.

  10. Revalidation of the Malay Version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) Among Malay Postpartum Women Attending the Bakar Bata Health Center in Alor Setar, Kedah, North West Of Peninsular Malaysia

    Science.gov (United States)

    Mahmud, Wan Mohd. Rushidi Wan; Awang, Amir; Mohamed, Mahmood Nazar

    2003-01-01

    Aim: To reevaluate the psychometric characteristics of the Malay version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale among a sample of postpartum Malay women attending the Bakar Bata Health Center in Alor Setar, Kedah, North West of Peninsular Malaysia. Materials and methods: 64 women between 4 to 12 weeks postpartum were recruited for there validation study. They were given questionnaires on socio-demography, the 21-item Malay version of the Beck Depression Inventory II (BDI-II) and the 10-item Malay version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). All the participants were later interviewed using the Hamilton Depression Rating Scale (HDRS-17) and the Composite International Diagnostic Interview (CIDI). All diagnoses were made based on the Tenth Edition of the International Classification of Diseases (ICD-10) Results: 9 women (14.1%) were diagnosed to have significant depression (7 mild depressive episodes and 2 moderate depressive episodes according to ICD-10). EPDS was found to have good internal consistency (Cronbach alpha =0.86) and split half reliability (Spearman split half coefficient = 0.83). The instrument also showed satisfactory discriminant and concurrent validity as evidenced by the statistically significant difference in EPDS scores between the depressed group and their non-depressed counterparts (Mann Whitney U test: 2 tailed p value Depression Scale in identifying postpartum depression among recently delivered Malay women attending the Bata Bata Health Center in Alor Setar, Kedah, North West of Peninsular Malaysia. PMID:23386800

  11. ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN IDENTIFIKASI MIKOFLORA DARI RIZOSFER TANAH PERTANIAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L. SEBAGAI BAHAN AJAR KINGDOM FUNGI UNTUK SISWA KELAS X SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesy Maulina Nadhifah

    2016-10-01

    Full Text Available Agricultural area, particularly in the rhizosfer area there are various species of mold which lives mainly in the soil. The students have known molds which live in nature but they have not recognized mold which lives in the soil. It is required to develop a teaching material in the form of module which is created based on a research result. The results of this study were; (1 it has been discovered 7 species of mold, which are Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 the most dominant mold species was Trichoderma harzianum with the total number 1,8 x 104 cfu for every gram soil sample, and (3 there has been arranged of the learning module about fungi kingdom for students in high school level. Tanah pertanian, khususnya di daerah rizosfer, merupakan habitat dari berbagai spesies kapang yang hidup di dalamnya. Para siswa telah mengenal kapang yang tumbuh di alam tetapi mereka belum mengenal kapang yang hidup di dalam tanah pertanian. Perlu dikembangkan sebuah bahan ajar berupa modul yang dibuat berdasarkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini, meliputi (1 ditemukan 7 spesies kapang, yaitu Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 spesies kapang yang paling dominan adalah Trichoderma harzianum dengan total jumlah 1,8 x 104 cfu/g sampel tanah, dan (3 telah tersusun bahan ajar Biologi berupa modul Kingdom Fungi para siswa SMA.

  12. Evaluasi karakteristik abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel sebagai bahan dentinogenesis (Characteristic evaluation of rice husk ash with chitosan high molecule nanoparticle as dentinogenesis material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pretty Farida Sinta Silalahi

    2014-06-01

    Full Text Available Background: Mineral trioxide aggregate (MTA and resin modified glass ionomer cement (RMGIC are the material used for indirect and direct pulp capping due to biocompatibility, but these materials have many shortcomings. Mineral trioxide aggregate contains a little amount of arsenic and has long setting time, while HEMA containing RMGIC are cytotoxic. Rice husk ash nanoparticles (RHAn is a potential source of silica. High molecular chitosan nanoparticles (HMCn can stimulate the formation of reparative dentin. Combination of these two materials is biocompatible and have good sealing ability. Purpose: This study was aimed to study RHAn + HMCn used as biomaterials for prevention of pulpodentinal complex by examined at the microstructure of dentin surfaces applied with RHAn + HMCn. Methods: Twenty-four mandibular premolar teeth extracted for orthodontic purposes, were made cavity class I preparation with 3 mm depth above the cemento-enamel junction (CEJ. Then each tooth was cut in bucco-lingual direction and each part was cut using a cervical disc bur. Samples were divided into 3 groups, group I the teeth were applied with MTA; group II the teeth were applied RMGIC; group III the teeth were apllied with RHAn + HMCn. Characterization was done by using Scanning Electron Microscopy (SEM on the interface between test material and dentin adjacent to the pulp to see surface microstructure. Results: Material microstructure of RHAn + HMCn applied to the dentine showed tags like structure which was more significant than MTA. RHAn + HMCn showed to have better sealing ability than MTA. Porosity of ASPn + HMCn was less than MTA and RMGIC. Conclusion: The study suggested that the combined RHAn + HMCn biomaterials could be used as an active biomaterial that can maintain the integrity of pulp dentinal complex.Latar belakang: Mineral trioksida agregat (MTA dan semen ionomer kaca modifikasi resin (SIKMR adalah bahan yang digunakan untuk pulp capping langsung dan tidak

  13. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  14. PEMANFAATAN BIJI KERANDANG (Canavalia virosa SEBAGAI BAHAN PENGGANTI KEDELAI DALAM PEMBUATAN TAHU Utilization of Tribal Bean (Canavalia virosa as Soybean Substitution in Tofu Making

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek F. Djaafar

    2012-05-01

    Full Text Available Tribal bean (Canavalia virosa is a type of grain that can be found along the coast of Kulon Progo Regency, Yogya- karta. Tribal bean potential as an alternative food to soybeans substitution. This study aims to determine the physical and chemical quality of tribal bean tofu. Six treatments was performed namely (a tribal bean:soybean = 50 %:50% with rice vinegar 2 % coagulant; (b tribal bean:soybean = 25 %:75 % with rice vinegar 2 % coagulant; (c tribal bean:soybean = 50 %:50 % with lactic acid 2 % coagulant; (d tribal bean:soybean = 25 %:75 % with 2 % lactic acid coagulant; (e tribal bean:soybean = 50 %:50 % with pineapple extract coagulant; and ( f tribal bean:soybean = 25%:75 % with pineapple extract coagulant. Tofu quality was determine, such as pH coagulant, pH whey, rendement, textures, organoleptic test, water content, ash, crude fiber, fat, protein, and HCN. The study was conducted using a complete random design with two replications. The results showed that knows the best tofu kerandang is made with 75% substitution of soybean with rice vinegar coagulant which that rubbery, white, high rendement and a good aroma.Protein content of tribal bean tofu is 13.69 % and 3.40 % fat ABSTRAK Biji kerandang (Canavalia virosa adalah jenis biji-bijian yang dapat dijumpai disepanjang pesisir pantai Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Biji kerandang memiliki potensi sebagai bahan pangan alternatif pengganti kedelai. Pene- litian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan kimia tahu yang dihasilkan dengan bahan dasar biji kerandang. Enam perlakuan yang dilakukan yaitu (a kerandang:kedelai = 50 %:50 % kedelai dengan koagulan cuka beras 2 %; (b kerandang:kedelai = 25 %:75 % dengan koagulan cuka beras 2 %; (c kerandang:kedelai = 50 %:50 % dengan koa- gulan asam laktat 2 %; (d kerandang:kedelai = 25 %:75 % dengan koagulan asam laktat 2 %; (e kerandang:kedelai= 50 %:50 % dengan koagulan ekstrak nanas; dan (f kerandang:kedelai = 25 %:75 % dengan koagulan

  15. Identifikasi Jenis Bahan Aktif dan Penggunaan Insektisida Antinyamuk serta Kerentanan Vektor DBD terhadap Organofosfat pada Tiga Kota Endemis DBD di Provinsi Banten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joni Hendri

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. The increasing cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF in various places leads to increased efforts to control the Aedes aegypti mosquito populations using anti-mosquito insecticide. The use of insecticides continuously, the absence of insecticide rotation and errors in the application has been lead toinsecticide resistance of dengue vector. The purpose of this study is (1 to identify active ingredients of insecticide; (2 used of anti-mosquito insecticide that has been used by households and programs, (3 as well as knowing the susceptibility status of Aedes aegypti to organophosphate insecticides (Malathion 0,8% and Temephos 0.02 ppm. Descriptive research with cross sectional approach conducted in three highest endemic cities in Banten province: Cilegon City, Serang City, and South Tangerang City. Identification of antimosquito insecticide has been done by interview, and identifying health centers and Health Service reports. The results showed that most respondents have been using anti-mosquito insecticide applied daily at night. Respondents prefer to use repellent which can be applied by swab. Based on the active ingredient, D-alethrin is a type of active ingredients which mentioned most often, followed by Pralethrin and Diethyltoluamide (DEET. Insecticides used by the program are Malathion and Pirimiphos-methyl, rotated by Cypermethrin. Susceptibility test results showed that Aedes aegypti is not susceptible to Malathion 0,8 % and Temephos 0.02 ppm.Keywords: insecticide, anti-mosquitoes, Aedes aegypti, susceptibility, organophosphate.Abstrak. Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD di berbagai tempat memacu peningkatan upaya pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti menggunakan insektisida antinyamuk. Penggunaan insektisida secara terus menerus tanpa adanya rotasi dan kesalahan dalam aplikasi akan menyebabkan resistensi terhadap nyamuk vektor DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah (1 mengidentifikasi jenis-jenis bahan aktif (2

  16. KONVERSI ENERGI BIOMASSA KOTORAN SAPI MELALUI RANCANGAN BIODIGESTER UNTUK RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2017-11-01

    Full Text Available Biomassa kotoran sapi mengandung energi berupa gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pengolahan biomassa kotoran sapi menjadi bahan bakar dilakukan melalui proses konversi energi dalam suatu biodigester. Biodigester dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas 0,5997 m3 untuk waktu penyimpanan 30 hari.  Masyarakat yang memelihara sapi 2-3 ekor dapat menggunakan biodigester tipe plastik dan fixed dome dengan kapasitas tong plastik 250 liter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konversi energi biomassa kotoran sapi dapat digunakan sebagai sumber energi pada kompor.

  17. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  18. PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF OCTANE BOOSTER X TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG KENDARAAN SEPEDA MOTOR TIPE ALL NEW CBR150R

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Yuditia Rahmadian

    2017-11-01

    Full Text Available Proses pembakaran pada kendaraan bermotor sangat mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan dan efisiensi pembakaran pada mesin itu sendiri. Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan pada bahan bakar, baik mesin bensin maupun mesin diesel. Zat aditif digunakan sebagai anti knocking akibat pembakaran yang tidak sempurna dan meningkatakan angka oktan untuk bahan bakar bensin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi penggunaan zat aditif Octane Booster terhadap kinerja mesin motor CBR150R tahun 2014 menggunakan Dyno test, gas analyzer dan tes konsumsi bahan bakar. Berdasarkan eksperimen didapatkan bahwa campuran komposisi OB2 (1 liter pertamax ditambah 3 ml zat aditif Octane Booster membuat daya dan torsi meningkat menjadi 12.54 kW @10500 rpm dan 12.17 Nm @y500 rpm, serta menurunkan kadar CO menjadi 0.08 % Vol, HC menjadi 129 ppm Vol, O2 menjadi 2.68 % Vol dan menaikkan kadar CO2 menjadi 9.82 % Vol dan masih berada di bawah ambang batas dari ketentuan pemerintah. Komposisi tersebut juga menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar menjadi 22.73 ,l/km yang membuat kendaraan menjadi lebih irit.

  19. PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM MENJADI BAHAN PAKAN IKAN DENGAN FERMENTASI Bacillus subtilis (Utilization of Waste Chicken Feather to Fish Feed Ingredients Material with Fermentation of Bacillus subtilis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Siswani Mulia

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dengan fermentasi Bacillus subtilis. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL 4 perlakuan, 3 kali ulangan, yaitu P0 : tepung bulu ayam non fermentasi; P1 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 5 mL/2 g tepung bulu ayam; P2 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 10 mL/2 g tepung bulu ayam; P3 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 15 mL/2 g tepung bulu ayam. Parameter yang diamati adalah hasil uji proksimat meliputi kadar protein kasar, kadar air, kadar abu, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, dan parameter pendukung yaitu uji organoleptik, berupa sifat fisik tepung bulu ayam, meliputi warna, tekstur, dan bau. Data berupa hasil uji proksimat dianalisis menggunakan ANAVA dan Duncan Multiple Range Test (DMRT dengan taraf uji 5%, sedangkan untuk data hasil organoleptik dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dapat dilakukan dengan fermentasi B. subtilis. Fermentasi tepung bulu ayam menggunakan B. subtillis dapat meningkatkan kualitas bahan baku pakan ikan. Perlakuan P2 (inokulum 10 mL/2 g tepung bulu ayamadalah perlakuan yang paling efektif karena menghasilkan protein tertinggi yaitu 80,59%, dengan perubahan sifat fisik menjadi putih sampai putih kekuningan (warna, lembut (tekstur, dan khas kurang menyengat (bau.   ABSTRACT This study aims to utilize waste chicken feathers into fish feed ingredients by fermentation of Bacillus subtilis. The research has done by experimental methods with completely randomized design (CRD 4 treatments, 3 repetitions, ie P0: non-fermented chicken feather meal; P1: fermentation with B. subtilis 5 mL inoculum/2 g chicken feather meal; P2: 10 mL/2 g chicken feather meal; P3: 15 mL/2 g chicken feather meal. Parameters measured were the proximate test results include the levels of crude protein

  20. Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi (Enamel micro hardness of young permanent tooth after bleaching and remineralization paste application

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Liwang

    2014-12-01

    : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kekerasan mikro permukaan email gigi permanen muda, dan efek aplikasi pasta remineralisasi setelah pemutihan gigi. Metode: Empat belas gigi permanen muda ditempatkan dalam blok resin dengan jendela pada enamel permukaan bukal dan dilakukan pengukuran kekerasan permukaan enamel sampel awal dengan menggunakan alat Microvickers Hardness Tester. Kemudian dilakukan aplikasi bahan bleaching hidrogen peroxide 30% sebanyak 3 kali masing-masing selama 15 menit. Setelah aplikasi bahan bleaching, kekerasan permukaan enamel sampel diukur kembali. Sampel dibagi 2 kelompok; kelompok pertama diaplikasi pasta remineralisasi Hidroksi apatit + NaF 1450ppm, dan kelompok kedua diaplikasi pasta CPP-ACP + NaF 900ppm. Masing-masing pasta tersebut diaplikasikan selama 30 menit 7 hari berturut-turut. Setelah aplikasi pasta remineralisasi, sampel diukur kembali kekerasan permukaan enamelnya. Hasil: Kekerasan mikro permukaan enamel menurun setelah aplikasi pemutih gigi, dari 333.09 ± 10.49 VHN ke 299,15 ± 5.70 VHN. Kekerasan mikro setelah aplikasi Hidroxy apatit + NaF "> 1450ppm adalah 316,61 ± 5.87 VHN dan setelah aplikasi CPP-ACP + NaF 900ppm adalah 319,94 ± 3,25 VHN, namun kekerasan mikro setelah aplikasi pasta remineralisasi masih lebih rendah dari kekerasan mikro awal. Simpulan: Bahan pemutih gigi menurunkan kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda secara signifikan. Aplikasi pasta remineralisasi dapat meningkatkan kembali kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda.

  1. PHASE CHANGES ON 4H AND 6H SIC AT HIGH TEMPERATURE OXIDATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Setiawan

    2016-10-01

    -016-4971 card.  Diffraction pattern on 46S also showed lattice parameter, composition and crystallite size changes.  The lattice parameter changes not significant.  For 6S and 46S sam-ples at 1400 oC, the 6H-SiC phase changes into other phases more than 50 % from its original weight percentage. Keywords: silicon carbide, 4H-SiC, 6H-SiC, oxidation, high temperature. ABSTRAK PERUBAHAN FASA 4H DAN 6H SIC YANG TEROKSIDASI PADA TEMPERATUR TINGGI.  Telah dilakukan proses oksidasi pada silikon karbida yang mengadung fasa 6H dan silikon karbida yang mengandung fasa 4H dan 6H.  Silikon karbida merupakan keramik non oksida dengan sifat-sifat unggulnya yang sangat potensial digunakan dalam dunia industri.  Dalam industri nuklir silikon karbida digunakan sebagai bahan struktur kelongsong pada bahan bakar reaktor air ringan light water reactor (LWR dan sebagai pelapis pada kernel bahan bakar reaktor gas temperatur tinggi (RGTT.  Pada studi ini dilakukan simulasi oksidasi silikon karbida pada kernel apabila terjadi kegagalan pada pipa pendingin utamanya. Sampel dibentuk dari serbuk silikon karbida yang di pres hingga berbentuk pelet dengan diameter 12,7 mm dan ketebalan 1.0 mm kemudian dioksidasi pada temperatur 1000 oC, 1200 oC dan 1400 oC selama 1 jam.  Sampel sebelum dan setelah dioksidasi dilakukan penimbangan dan pengujian difraksi sinar-X menggunakan Difraktometer Panalytical Empyrean dengan Cu sebagai sumber sinar-X.  Analisis pola difraksi dilakukan menggunakan aplikasi General Structure Analysis System (GSAS, dengan hasil yang diperoleh adalah perubahan parameter kisi dan kandungan fasa SiC-nya.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua sampel yang teroksidasi mengalami peningkatan berat.  Oksidasi sampel 6S menyebabkan kenaikan berat tertinggi pada temperatur 1200 oC, sedangkan sampel 46S memiliki berat dengan kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur oksidasi.  Analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa domi-nan yang terbentuk pada sampel

  2. Perencanaan Simulasi Pengaturan Pembangkitan Daya Pada Kapal Fast Patrol Boat 60 M dengan Propulsi Hybrid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fikri Nuruddin Muzakki

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem propulsi hybrid yang memberikan berbagai keuntungan untuk pengoperasian kapal, seperti pertimbangan konsumsi bahan bakar yang rendah, pengaturan kecepatan dengan penggunaan propulsi yang optimal ataupun khusus untuk jenis kapal tertentu. Tentunya sistem propulsi hybrid memiliki kelamahan pula, salah satunya adalah pengaturan pembangkitan daya yang kompleks dibandingkan dengan system propulsi lain. Setiap kecepatan membutuhkan daya yang berbeda dan bahan bakar yang berbeda pula. Keputusan yang kurang tepat dapat mengurangi keunggulan dari pemasangan sistem propulsi hybrid. Oleh karena itu dibutuhkan Decision Support System untuk membantu nahkoda menentukan pengaturan propulsi yang optimal pada kecepatan yang diinginkan dan pada kondisi yang ada pada perairan yang dilalui. Dalam makalah ini dibuat Decision Support System dengan input utama berupa kecepatan dalam knot, service margin, dan kebutuhan listrik. Kecepatan dan sevice margin digunakan untuk menentukan kebutuhan tenaga penggerak dan selanjutnya digunakan untuk analisa alat penggerak. Untuk digunakan referensi nahkoda dapat memilih propulsi yang optimal dengan konsumsi bahan bakar yang minimum, dan dengan jumlah daya yang diperlukan untuk pengoperaian tersebut. Berdasarkan hasil simulasi penggunaan Decision Support System pada kapal Fast Patrol Boat 60 m ini menujukkan pemakaian terbaik pada kecepatan 20 knot dengan menggunakan sistem Shaft Generator pada daya 1181 kW disertai pengoperasian genset pada daya 0 kW dan jumlah pemakaian bahan bakar 482,99 kg per jam.

  3. INTEGRASI METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP DAN TECHNIQUE FOR OTHERS PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS DALAM MENENTUKAN PRIORITAS SUPPLIER BAHAN BAKU (Studi Kasus PT Nyonya Meneer Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ika Rinawati

    2015-01-01

    Full Text Available Salah satu faktor yang mempengaruhi performansi perusahaan adalah keberadaan supplier yang berperan sebagai penyedia bahan baku. Pemilihan supplier merupakan sebuah pengambilan keputusan multi kriteria, karena banyak faktor yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif dapat mempengaruhi performansi supplier.  Sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan supplier yang diprioritaskan PT Nyonya Meneer Semarang dalam memenuhi kebutuhan bahan baku jahe, temulawak, kencur, sambiloto dan pegagan. Kemudian dilakukan pengelompokkan 5 item bahan baku dengan menggunakan model Kraljic Portfolio Matrix. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil yakni bahan baku jahe, kencur dan temulawak termasuk kedalam kategori kuadran critical. Metode Analytical Network Process (ANP dapat dijadikan alternatif untuk suatu permasalahan yang memiliki banyak subkriteria yang saling berkaitan atau berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan untuk perankingan  supplier dengan metode Technique For Orders Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS. Terdapat 13 subkriteria yang digunakan dalam penentuan prioritas supplier. Berdasarkan pembobotan subkriteria dengan menggunakan ANP, subkriteria yang paling besar pengaruhnya dalam penentuan prioritas supplier adalah harga penawaran sebesar 0,2736. Selanjutnya untuk penentuan prioritas supplier dilakukan dengan menggunakan metode TOPSIS dimana bobot subkriteria diperoleh dari pengolahan metode ANP. Kata Kunci : penentuan prioritas supplier, kraljic portfolio matrix, ANP, TOPSIS   Abstract One of the factors that influence the company performance is the presence of suppliers which supplies raw materials. Selection of suppliers is a Multi-Criteria Decison Problem, because many factors are qualitative and quantitative data can affect the performance of suppliers. So the purpose of this research is to determine the priority supplier companies to meet the raw material needs of jahe, temulawak, kencur, sambiloto and

  4. PENGARUH BERBAGAI KECAMBAH KACANG-KACANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN DASAR MEAT ANALOG TERHADAP SIFAT FISIK (TEKSTUR, KESUKAAN DAN RASIO ARGININ/LISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2013-06-01

    Full Text Available The aims of this research were to determine the best of local legume sprout as raw material of meat analog, based on its texture, sensory (preference properties, and the ratio of arginine/lysine, compared to meat analog from soybean. Meat analogs were made of protein of local legumes sprout, which were velvet beans, cowpeas, and winged beans that had been germinated for 48, 36 and 24 hr respectively. The protein of velvet beans, cowpeas, and winged beans sprout for meat analog production were extracted at pH 9 and precipitated at pH 4, 5, and 5 respectively. Hence their products were analyzed the texture, the sensory properties (the hedonic scales of color, texture, odor, taste, and overall, and the ratio of arginine/lysine. The characteristics of meat analog from the legumes sprout were compared to meat analog from soybean for determination of the best legume sprout as raw material of meat analog. The result of this research showed the properties of meat analog from winged bean and cowpeas sprouts were better than velvet beans sprout. The meat analog from soybean was still better than meat analog from the local legumes sprout, especially its texture. The arginine content, that was known as  hypocholesterolemic and hypoglycemic component,  of meat analog from cowpeas sprout was lower than meat analog from soybean, but its ratio of arginie/lysine was not signifi cantly different. While the ratio of arginine/lysine of meat analog from the other legumes sprout were lower than meat analog from soybean. Therefore the meat analog from cowpeas sprout was chosen as the best product and was potential as functional food especially for reducing blood cholesterol. Keywords: Meat analog, sprout, local legumes, arginine/lysine ratio   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal terbaik sebagai bahan baku kedelai berdasarkan tekstur, sifat sensoris, dan rasio arginin/lisin dibandingkan meat analog dari biji

  5. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Aplikasi Sodium Hipoklorit (NaOCL sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar terhadap Kekuatan Geser Perlekatan Siler Berbahan Dasar Resin Pada Dentin Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunjung Nugraheni

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaOCI, dengan konsentrasi 0,5%-5.25%. Penggunaan NaOCL berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaOCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 gigi, kelompok 1 di rendam dalam 6ml NaOCI 2,5%. Kelompok II direndam dalam 6 ml NaOCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok diremdam selama 10 menit, sub kelompok direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubaror pada suhu 370 C selama 72 jam. Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian. Hasil uji statistik AVANA dua jalur menunjukkan kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaOCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007. Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit,, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 10 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 5

  6. Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Hanafi

    2016-12-01

    Islam melalui bahan pengajaran baru yang mampu melaksanakan misi studi Islam dengan lintas disiplin.

  7. Uji kesetimbangan kalor proses sterilisasi kumbung jamur merang kapasitas 1.2 ton media tanam menggunakan tungku gasifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Maulana K

    2016-12-01

    Full Text Available Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungku tradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masih sangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Tungku gasifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada tungku tradisional karena memiliki efisiensi yang relatif lebih tinggi dan bebas dari asap pembakaran yang mengganggu. Untuk menggantikan tungku tradisional tersebut dengan tunggku gasifikasi, harus dilakukan uji kesetimbangan kalor terlebih dahulu agar dapat diketahui kebutuhan energi yang diperlukan pada proses sterilisasi tersebut. Dengan uji kesetimbangan kalor dapat diketahui perbandingan energi input pada sisi bahan bakar dengan energi yang termanfaatkan (energi output dan energi yang terbuang (heat losses selama proses sterilisasi tersebut berlangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kumbung jamur ukuran sebenarnya yang ada di lapangan dengan jumlah media tanam jamur merang sekitar 1.2 ton limbah kapas menggunakan tungku gasifikasi yang dibuat dari drum bekas oli. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar pada reactor gasifikasinya yaitu bahan bakar limbah kapas dan bahan bakar limbah sekam padi. Dari hasil uji yang didapat, limbah kapas memiliki jumlah energi output yang lebih besar daripada limbah sekam padi (energi output pada limbah kapas sebesar 8.4% dari energi inputnya dan limbah sekam padi memiliki 7.9% energi output. Namun jika dilihat dari efisiensi pembakarannya, limbah sekam padi memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada limbah kapas (28.0% untuk limbah sekam padi dan 27.2% untuk limbah kapas.

  8. RANCANG BANGUN ALAT DEHYDRATOR BIOETANOL UNTUK MENGHASILKAN FUEL GRADE ETHANOL (FGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Bioethanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif dengan sumber bahan baru yang dapat diperbarui. Bioethanol dapat menjadi bahan bakar alternatif bila mempunyai konsentrasi lebih dari 99% yang dikenal dengan nama Fuel Grade Ethanol. Proses pembuatan Fuel Grade Ethanol menggunakan metode pemisahan lanjut diantaranya adalah dengan metode distilasi azeotrop, pervorasi membran, dan adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian mesin dehydrator bioethanol yang bekerja dengan metode absorbsi. Mesin dehydrator ini menggunakan zeolit syntetis dengan ukuran 3 A yang sebelumnya telah dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: (1 Tahap perancangan (desain alat dehydrator biorthanol; (2 Tahap pembuatan alat dehydrator berdasarkan spesifikasi yang telah ditetapkan ; (3 Pengujian alat dehydrator yang berorientasi hasil yaitu bioetanol minimal berkadar sekitar 99%. Mesin destilator bioetanol yang telah dikembangkan mempunya spesifikasi sebagai berikut: dimensi tangki bahan baku tingginya adalah 250 mm dengan diameter 300 mm, Bagian tabung I terbuat dari pipa stainless steel dengan diameter 100 mm dan tinggi 600 mm. Tebal dari pipa tersebut adalah 2 mm. Tabung II terbuat dari stainless steel yang mempunyai diamater 100 mm dan tinggi 300 mm dengan ketebalan 2 mm. Kondensor berdiameter 100 mm dan tinggi 600 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin yang sudah dikembangkan ini mampu menghasilkan Fuel Grade Ethanol dengan kadar lebih dari 99%. Kata kunci: dehydrator, bioethanol, fuel grade ethanol, bahan bakar alternatif.

  9. Uticaj oksidacije aktivnog uglja sumpornom kiselinom i impregnacije bakar-sulfatom na sorpcionu sposobnost gasnog filtra za zaštitu od dejstva amonijaka / Study of the effects of activated carbon oxidation with sulphuric acid and impregnation with copper sulphate on the protection capacity of gas filters against ammonia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sretko Ilić

    2002-01-01

    Full Text Available U radu je istraživana mogućnost poboljšanja kvaliteta aktivnog uglja (AU za upotrebu u sredstvima za ličnu zaštitu respiratornih organa od dejstva amonijaka. Uzorci komercijalnih AU oksidovani su različitim količinama rastvora sumporne kiseline, masenih koncentracija 10% i 15%. Na uzorke AU tretirane kiselinom deponovan je zatim bakar-sulfat, metodom dvostruke impregnacije rastvorom bakar-sulfata do početne vlažnosti uzorka. Impregnisani AU ispitanje u sloju u gasnom filtru prečnika 105 mm, čije su visine imale vrednosti od 29 mm do 41 mm, a uslovi su bill: ulazna koncentracija amonijaka -3,5 mg/dm3 (zapreminska koncentracija 0,5%, protok gasne smeše vazduh-amonijak - 30 dm3/min, relativna vlažnost 70% i ambijentna temperatura. Proboj je detektovan kvalitativno, pomoću indikatorskog papirića safenolftaleinom. AU impregnisan novim postupkom obezbedio je u sloju visine 29 mm vreme proboja 108 min, a 160 min u sloju visine 41 mm. / The objective of this paper has been the study of the possibility to enhance the properties of activated carbon (AC for using it in respiratory protective devices for ammonia removal from the air. The commercial AC samples were oxidized with different amounts of 10% and 15% sulphuric acid solutions. The acid treated AC samples were the loaded with copper sulphate with twofold impregnation by the incipient wetness method. The impregnated AC was tested in a packed bed in the gas filter with a diameter of 105 mm and a bed depth ranging from 29 mm to 41 mm under the following test conditions inlet concentration of ammonia was 3,5 mg/dm3, flow rate of 30 dm3/min at 70% relative humidity and ambient temperature. The breakthrough was detected qualitatively by the phenolphtalein indicator paper. The new impregnated AC reached the breaktrough time of 108 min for a 29 mm bed depth, and 160 min for a bed depth of 41 mm.

  10. Analisa Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Biogas Termurnikan Berbasis Absorber Fe2o3

    OpenAIRE

    Sutanto, Rudy; Alit, Ida Bagus; Nurchayati, Nurchayati

    2014-01-01

    The long-term aim of this research is to obtain a biogas what the renewable natural gas quality and can be used to fuel an electric generator to support the availability of electricity in the region of small islands. Specific targets to be achieved is to determine whether the binding of H2S in biogas can raise engine performance of the machine, information technology, and the active materials so comprehensive to absorb hydrogen sulfide gas as materials of the textbook writing and articles for...

  11. CRITICALITY ANALYSIS OF URANIUM STORAGE FACILITY WITH FORMATION RACKS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2017-03-01

    ANALISIS KRITIKALITAS DI FASILITAS PENYIMPANAN BAHAN URANIUM DENGAN FORMASI PENGATURAN RAK. Bahan uranium dibutuhkan untuk produksi bahan bakar reaktor penelitian dan radioisotop. Bahan uranium sebelum digunakan terlebih dahulu disimpan pada fasilitas penyimpanan. Salah satu prasyarat fasilitas penyimpanan bahan uranium adalah fasilitas tersebut harus dalam kondisi sub-kritis. Bila kondisi kritis terjadi mengakibatkan proses fissi pada bahan uranium tidak terkendali, sehingga akan menimbulkan suhu yang sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi kritikalitas dari fasilitas penyimpanan bahan uranium yang berada di PT. INUKI (Persero untuk menjamin fasilitas tersebut dalam kondisi sub-kritis. Analisis kritikalitas dilakukan menggunakan program MCNP-5 untuk mengetahui tingkat kritikalitas dari tiga fasilitas penyimpanan bahan uranium untuk kondisi awal dan kondisi setelah ditambahkan rak penyimpanan. Untuk fasilitas penyimpanan 1 dan 2 dibuat tiga skenario pengaturan container pada rak penyimpanan, sedangkan pada fasilitas penyimpanan 3 dilakukan 1 skenario.  Hasil ini menunjukkan seluruh fasilitas penyimpanan pada kondisi awal dan setelah ditambah rak penyimpanan dalam kondisi sub-kritis (k-eff<1. Hasil tersebut selanjutnya dipergunakan sebagai dasar untuk menyusun manejemen pengelolaan bahan uranium. Selain itu juga digunakan sebagai dasar untuk pembuatan ijin dari badan pengawas (BAPETEN. Kata Kunci : kritikalitas, fasilitas penyimpanan berbahan uranium,  k-eff

  12. KONTRIBUSI JENIS BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI NATRIUM PADA ANAK USIA 6-18 TAHUN DI INDONESIA (FOOD CONTRIBUTION IN SODIUM INTAKE OF CHILDREN AND YOUNG AGE [6-18 YEARS] IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Hypertension, heart disease and stroke are a major cause of death in Indonesia. In 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia about 25,8 persen. WHO concluded that excess sodium consumption showing a positive straightline relationship with increased incidence of hypertension and cardiovascular disease. The aim of data analysis was to get information about  the contribution of sodium intake in children aged 6-18 years. The data came from Individual Food Consumption Study in 2014. The 24 hours recall were done in 2014 was administered to 34.956 children and young people boys and girls aged 6-18 years. Sodium intake were estimated indirectly from food consumption data. The analysis showed that the average of sodium intake in children age 6-18 years were 2609 mg /day, of which as much as 55.3 percent consume more than 2000 mg/day. The food groups that highly contribute to sodium intake were from seasoning (51.8%, cereals and cereals product (21.16%, fish and fish product (10.69%, meat and meat products (4.78%. The main source of sodium intake in children 6-18 years age came from salt (43.9%, followed by noodles (13.2%, other condiment (7.9% and fresh fish (5.4% processed fish (5.3% in consecutive. While  other foods contribute less than 5 percent of sodium.ABSTRAK Saat ini, hipertensi, penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Menurut hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 persen. Data WHO menunjukkan bahwa kelebihan konsumsi Natrium berkaitan dengan peningkatan kejadian hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Tujuan analisis data untuk memperoleh informasi kontribusi bahan makanan terhadap asupan Natrium pada anak usia 6-18 tahun. Data yang digunakan adalah data Studi Konsumsi Makanan Individu 2014. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 34.956 anak usia 6-18 tahun. Jumlah asupan Natrium diperoleh dari data recall 1x24 jam. Hasil analisis

  13. Daur ulang bahan penyamak krom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Oetojo

    1994-08-01

    Full Text Available Reusing of waste chrome to minimize the pollutant is the purpose of this study. Nevertheless the leather output must be fulfill the standard. For each treatment used, three sides of cow hide with twice replications. The treatment was nine time done. Before the waste chrome liquor was used for tanning it must be adjusted for the quantity of the flood, the pH and the, consenteration. Ther more 7% basic chrome-sulphate base on the pelt weight was added. The leathers out put were visual investigated, and chemically analysed. The waste chrome liquor was chemically analysed. Statistically analyse point out that there is no significance different (P ≤ 0.05 degree of Cr2O3 either in the leather or in the waste chrome liquor due to the treatment. Degree of Cr2O3 of the leather revolve from 3,17 up to 3,82%, whereas degree of, Cr2O3 of the liquor revolve from 7,81%, up to, 13,4 gram per litre. Visual investigation and physical testing point out that the leathers output fulfill the standard. Practical meaning of the study are waste chrome liquor may be reused for tanning by adding 7 % basic chrome sulphate and the leather output fulfill the standard.

  14. Sintesis dan Karakterisasi Grafena dengan Metode Reduksi Grafit Oksida Menggunakan Pereduksi Zn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Taufantri

    2016-05-01

    Full Text Available Graphene is a thin material, has a hexagonal two-dimentional lattice and is considered as an interesting material for adsorption process. Nowadays, graphene has been known as a potential material for diverse application, such as adsorbent. In this study graphene was synthesized from graphite. Furthermore, graphene was applied for adsorption of dichloro diphenyl trichloroethane (DDT. Graphene was synthesized by Hummer’s method using hydrothermal and reduced by Zn. The samples were characterized by Scanning Electron Microscope (SEM and X-Ray Diffraction (XRD methods. The results of the XRD showed graphene structure in the 2θ, appeared at 23.9369 with interlayer spacing was about 3.71763 Å, compared with graphite oxide structure in the 2θ appeared at 11.2055 with interlayer spacing was about 7.89649 Å. The results of SEM analysis showed graphene has one layer with planar hexagonal structure and seems transparent whose single layer and multi layers. The graphene adsorption was analyzed by using the UV-Visible spectrophotometer. The results indicated the surface area of graphene was shown as 46.8563 m2/g. The amount of DDT adsorbed by graphene during 15 minutes was 7.5859 mg/g. This adsorption mechanism of DDT and graphene might be due to π-π and hydrogen interactions.   Keywords: Adsorption, dichloro diphenyl trichloroethane (DDT, graphena. DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.2233

  15. Pengaruh Tri-n-Oktil Posfin Oksida dan Tingkat Ekstraksi pada Pemurnian Konsentrat Thorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Veronica Purwani

    2015-11-01

    Full Text Available The extraction of thorium oxalate concentrate as processing product of monazite using Tri Octyl Posfine Oxide (TOPO has been done. The most impurities contained in thorium oxalate concentrate are Ce (cerium and La (lanthanum. The purpose of this study is to purify Th by separating Ce and La using extraction process. The extraction is done by bacth and multistage. The solution of feed or water phase is 10 grams of Th oxalate concentrate dissolved in 10.08 M HNO3 so that the volume becomes 100 mL and the organic phase is TOPO in kerosene. Stripping in each stage conducted three times, first stripping use water, second stripping use 5 % oxalic acid and the third stripping use water. Extraction time at every stage is 15 minutes and stripping time at every stage is 5 minutes with ratio of aqueous phase to organic phase = 1 : 1 . The parameters were studied % TOPO - kerosene and number of extraction stage. The optimum usage of TOPO in kerosene is 5 %. On extraction I obtained Ce concentrate and on extraction II and III obtained Th concentrates. The extraction II efficiency of Th is 39.76 % and extraction III efficiency of Th is 26.33 % . Coefficient of distribution (Kd of Th in stage II is 0.7587 and Kd of Th in stage III is 1.0096. Total extraction efficiency of Th is 80.08 %, total extraction efficiency of Ce is 56.12 %, and total extraction efficiency of La is 1.54 %. The separation factor of Th – Ce in extraction I is 1.00 and separation factor of Th – La in extraction I is 92.0, separation factor of Th – Ce in extraction II is 250.24, and separation factor of Th – La in extraction II is ∞. Separation factor of Th – Ce in extraction III is 124.22 and separation factor of Th – La in extraction III is ∞. Total separation factor of Th – Ce is 1.4270 and total separation factor of Th – La is 4.0459. The content of Th oxalate in stripping product from the extraction II is 97.06 % and in stripping product from the extraction III is 98.00%.

  16. Studi Eksperimen Unjuk Kerja Mesin Diesel Menggunakan Sistem Dual Fuel Solar Gas CNG Dengan Variasi Tekanan Injeksi Gas Dan Derajat Waktu Injeksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dicky Yoko Exoryanto

    2017-01-01

    Full Text Available Bahan bakar gas ini jika ditinjau dari ekonomis tergolong sangat murah dan ramah lingkungan. Namun, pengaplikasian bahan bakar gas CNG pada generator diesel dengan sistem dual fuel berdampak pada penurunan performansinya. Hal ini terjadi karena rasio campuran udara dan bahan bakar pada sistem dual fuel belum sesuai, sehingga perlunya penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa pada mesin diesel dengan memodifikasi saluran masuk udara dengan memasang injector gas CNG untuk memasukkan bahan bakar tersebut kedalam ruang bakar sehingga mesin diesel berubah menjadi sitem dual fuel. Tidak hanya saluran masuk udara saja yang di modifikasi tetapi, variasi start of injection dan tekanan gas yang masuk juga di variasikan. Penelitian ini di lakukan secara eksperimental dengan menginjeksikan gas CNG ke dalam ruang bakar melalui saluran hisap yang sudah terpasang injector. Proses pengaturan injeksi gas CNG diatur oleh ECU programamble melalui software VEMSTUNE. Sistem pengaturan yang dilakukan adalah mengatur derajat waktu injection (SOI dengan nilai 5o, 30o, 55o, dan 80o CA BTDC dan variasi tekanan masuk gas CNG dengan nilai 1, 1,5, 2, dan 2,5 N/m2. Penelitian ini dilakukan dengan putaran mesin konstan sebesar 2000 rpm dengan beban 0 sampai 100 %. Hasil yang didapatkan dari eksperimen yang dilakukan kali ini, antara lain : performa dual fuel lebih optimal dibandingkan saat pengoperasian single fuel. Pengaturan paling optimal terjadi pada start of injection 80° CA BTDC dengan tekanan 1,5 gas CNG. Gas CNG dapat menggantikan porsi bahan bakar minyak solar sebesar 45,30 %. Nilai subtitusi minyak solar yang optimal sebesar 61,39 % dan SFC minyak solar rata-rata mengalami penurunan sebesar 47,10 %, tetapi SFC dual fuel rata-rata meningkat sebesar 47,67 % dibandingkan SFC single fuel. Nilai rata-rata efisiensi thermal turun sebesar 40,89 %, nilai AFR rata-rata turun dari 25,60 menjadi 12,90 dan Temperatur gas buang meningkat dari

  17. Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Premana Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%, tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.

  18. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  19. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  20. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  1. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ENERGY ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Setyo Nugroho

    2018-04-01

    Full Text Available Pyrolisis pada suhu rendah plastik PP akan menghasilkan minyak sedikit. Plastik PP memiliki struktur ikatan kristal teratur, lebih sulit terdekomposisi jika dibandingkan dengan plastik PE yang memiliki struktur rantai yang panjang dan bercabang. Hasil pengujian didapat bahwa pada suhu 4000C jumlah minyak, gas, dan padatan  yang dihasilkan berturut-turut sebesar 52%, , 15% dan 33 %. Minyak yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan temperature reactor 200 OC. Hasil pada suhu 2000C jumlah minyak, gas, dan padatan  yang dihasilkan berturut-turut sebesar 30%, 10%, dan 60 %. Rata- rata waktu penyalaan generator berbahan bakar gasolin adalah 9,25 menit dengan berbagai macam variasi pembebanan. Waktu terlama penyalaan generator adalah 11.09 menit dengan bahan bakar campuran gasolin + minyak pyrolisis ( temperatur 300oC dan paling boros adalah 9.02 menit berbahan bakar 100 % minyak hasil pyrolisis. Kata kunci:  Pyrolisis, Plastik PP, Waktu nyala, minyak, pembebanan, generator

  2. Analisis Kualitas Udara dan Keluhan Kesehatan yang Berkaitan dengan Saluran Pernafasan Pada Pekerja Batubara di PLTU Labuhan Angin Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2017

    OpenAIRE

    Hutagaol, Sari Puspita

    2017-01-01

    131000721 Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan suatu kegiatan yang memproduksi tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar padat, cair, dan/atau gas untuk memanaskan air dalam ketel uap (boiler) yang memproduksi uap untuk menggerakkan turbin yang seporos dengan generator sehingga membangkitkan tenaga listrik. Salah satu pembangkit listrik tenaga uap yang terdapat di sumatera utara adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Labuhan Angin di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit...

  3. Produksi Biogas dari Limbah Makanan melalui Peningkatan Suhu Biodigester Anearob

    OpenAIRE

    Purnomo, Agus; Mahajoeno, Edwi

    2010-01-01

    Isu lingkungan seperti pencemaran udara, pemanasan global, dan zero waste telah mendorong peningkatan perhatian pada sumber-sumber energi terbarukan. Harga bahan bakar minyak (fosil) yang semakin mahal menjadi salah satu alasan untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satu diantaranya berupa biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas dari limbah makanan dengan peningkatan suhu dalam biodigester anaerob.Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Biologi, UPT Lab. Pusat MI...

  4. Pengaruh Kandungan Uranium Dalam Umpan Terhadap Efisiensi Pengendapan Uranium

    OpenAIRE

    Torowati

    2010-01-01

    PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM. Setiap aktivitas analisis di Laboratorium Kendali Kualitas, Bidang Bahan Bakar Nuklir selalu dihasilkan limbah radioaktif cair. Limbah radioaktif cair di laboratorium masih mengandung uranium yang cukup besar ± 0,600 g U/l dengan keasamaan yang cukup besar pula. Karena uranium mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi maka perlu USAha untuk mengambil kembali uranium tersebut. Pada kegiatan ini telah dilak...

  5. Studi Ketebalan Elektroda Pada Produksi Gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen) Oleh Generator Hho Tipe Basah Dengan Katalis NaHCO3 (Natrium Bikarbonat)

    OpenAIRE

    Ihsan Sopandi; Yuli Hananto; Bayu Rudiyanto

    2015-01-01

    Abstrak. Salah satu energi alternatif yang efektif dikembangkan sekarang ini untuk mengganti bahan bakar minyak yaitu hidrogen. Untuk mendapatkan gas hidrogen dapat  dilakukan melalui proses elektrolisis air dengan memecahkan senyawa H2O menjadi gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen) dengan bantuan listrik arus searah (Direct Current) melalui media elektroda berupa plat stainless steel 304. Pada penelitian ini, akan diteliti hasil produksi gas HHO oleh generator HHO tipe basah dengan metode elek...

  6. Penetapan Kadar Protein Pada Kecap Dengan Metode Kjeldahl

    OpenAIRE

    Muhammad, Mahatir

    2015-01-01

    Kecap merupakan pelengkap makanan dan masakan yang hampir setiap hari di konsumsi oleh masyarakat di negara kita. Kualitas dari kecap ditentukan dari kadar/kandungan proteinnnya. Protein merupakan zat makanan yang berguna pada tubuh karena zat ini berfugsi sebagai bahan bakar juga sebagai zat pembangun dalam tubuh. Kecap harus melalului serangkaian pengujian untuk menentukan kualitas kecap tersebut. Salah satunya adalah penetapan kadar dengan metode kjeldahl. Tujuan pengujian ini adalah untuk...

  7. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  8. PENGARUH PENGGUNAAN ENERGY SAVING DEVICE PADA PROPELLER B4 55 DENGAN METODE CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-10-01

    Full Text Available Tingginya harga bahan bakar semakin mendorong pelaku industri khususnya pemilik kapal melakukan penghematan konsumsi bahan bakar dan cara yang cukup efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan menambah instalasi alat yang disebut Energy Saving Device (ESD pada propeller dengan tujuan meningkatkan efisiensi propulsi.   Beberapa desain  ESD propeller yang telah dikembangkan yakni Ducted Propellers (Kort Nozzel propeller, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF. Perbedaan jenis Energy Saving Device (ESD mengindikasikan perubahan gaya torque dan thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller terhadap torque dan thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui jenis ESD dengan performa paling optimal dengan bantuan paket program CAD (Computer Aided Design serta CFD (Computational Fluid Dynamics. Hasil analisa dengan menggunakan RANS software CFD menunjukkan akibat penambahan instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Gaya thrust yang terjadi pada pada PBCF Propeller adalah sebesar 8.70E+05 N, dengan Torque 7.18E+05, sedangkan thrust pada Nozzle Propeller adalah sebesar 1.18E+06 dengan Torque 9.86E+05

  9. APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK (Aplication of Qual2Kw Model to Determine the Strategy in Solving Gajahwong River Water Pollution Caused by Organic Matter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Dyah Novitasari Lestari

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1 Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2 Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.   ABSTRACT Water quality modelling of Gajahwong River has been done using QUAL2Kw model for DO-BOD parameters. The dynamics of DO-BOD of the river on the existing conditions in 2011 has been investigated. Because of  the load of pollutants in the rainy condition and no rain condition was different, then the predictions made on both conditions. QUAL2Kw modelling results for Gajahwong River in year 2011 showed that the BOD concentration of the river on both conditions has exceeded water quality standards class II. The simulation results showed that: (1 Housing construction that discharge its liquid waste into Gajahwong River on total discharge 0,1 m3/s with concentration of BOD 10 mg/L, increased the BOD and decreased the DO of Gajahwong River, and (2 Water quality management and organic pollution control of Gajahwong River can be done by a strategy of making communal WWTP in each district with reduction of the upstream BOD concentration to 2 mg /L.

  10. REAKTOR INNOVATIVE MOLTEN SALT (IMSR DENGAN SISTEM KESELAMATAN PASIF MENYELURUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-04-01

    Full Text Available Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan-bakar nuklir dan peningkatan aspek ekonomi. reaktor Innovative Molten Salt (IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur fluoride (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. Reaktor IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-233 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan sustainabilitas ketersedian sumber daya bahan bakar nuklir dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain reaktor IMSR memiliki sifat inherent safe, yaitu koefisien umpan balik daya yang negatif serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif. Fitur-fitur keselamatan pasif terdiri dari sistem shutdown pasif, sistem pendinginan pasif pasca shutdown serta sistem pendinginan pasif untuk produk fisi. Kecelakaan yang berpotensi terjadi pada IMSR, yaitu kecelakaan kehilangan aliran bahan bakar, kecelakaan kehilangan aliran pendingin, kecelakaan kehilangan kemampuan pengambilan kalor serta kecelakaan kerusakan integritas sistem reaktor, dapat ditangani sepenuhnya secara pasif hingga mencapai kondisi shutdown selamat. Kata kunci: keselamatan pasif, inherent safe, IMSR   The next Nuclear Reactor Technology developments are directed to the increasing of the aspects of safety, fuel utility, radioactive waste reduction, proliferation retention and economy. Innovative Molten Salt Reactor (IMSR is a nuclear reactor design that uses fluoride molten salt (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. IMSR is designed as a thermal breeder reactor, i.e. to produce U-233 from Th-232. This is the answer of natural nuclear fuel sustainability and radioactive waste problems. In term of safety aspect, IMSR design has inherent safe characteristics, i.e. negative power feedback coefficient, and passive safety features. The passive safety features are passive shutdown

  11. Gender and career Choice Differences on Bakare Vocational ...

    African Journals Online (AJOL)

    1,890) = 11.74, Mechanical F(1,189) = 8.28 and Computational F(1,189) = 1.47 interest areas of BVII. Similarly, aspired occupational choices differed significantly on Outdoor, F(5,189) = 3.24, Computational F(5,189) = 7.77, Artistic F(5,189) ...

  12. Variation in VIP latrine sludge contents | Bakare | Water SA

    African Journals Online (AJOL)

    This study investigated variations in the characteristics of the sludge content from different ventilated improved pit (VIP) latrines and variation in these characteristics at specific depths within each pit. Faecal sludge from 16 VIP latrines within the eThekwini Municipality was collected and laboratory characterisation including ...

  13. Autism spectrum disorders (ASD) in Africa: a perspective | Bakare ...

    African Journals Online (AJOL)

    Methods: Literature cited in Pubmed over the last decade on aspects of epidemiology, diagnosis, aetiology and knowledge of ASD in the African context were assessed. Keywords: autism, diagnosis, aetiology, knowledge and Africa were variously combined in the literature search. Results: No study specifically addressed ...

  14. REAKSI KATALITIS ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN METANOL MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE DISTILASI REAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-01-01

    Full Text Available Biodiesel is an alternative diesel fuel that is produced from vegetable oils and animal fats. Generally, it is formed by trans etherification reaction of triglycerides in the vegetable oil or animal fat with an alcohol. In this work, etherification reaction was carried out using oleic acid, methanol and sulphuric acid as a catalyst by reactive distillation method. In order to determine the best conditions for biodiesel production by reactive distillation, the experiments were carried out at different temperature (1000C, 1200C, 1500C and 1800C using methanol/oleic acid molar ratios (1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1, catalyst/ oleic acid molar ratios (0.5%wt, 1%wt, 1.5%wt and 2%wt and reaction times (15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. Result show that at temperature 1800C, methanol/oleic acid molar ratio of 8:1, amount of catalyst 1% for 90 minute reaction time gives the highest conversion of oleic acid above 0.9581. Biodiesel product from oleic acid was analyzed by ASTM (American Standard for Testing Material. The results show that the biodiesel produced has the quality required to be a diesel substitute. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang diproduksi dari bahan baku minyak nabati dan lemak hewan. Secara umum biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewan dan alkohol. Pada penelitian ini proses esterifikasi pada pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku asam oleat murni (99%, metanol dan katalis asam sulfat dengan metode distilasi reaktif. Distilasi reaktif merupakan penggabungan antara proses reaksi dan proses pemisahan dalam satu unit proses sehingga memungkinkan diperoleh biodiesel dengan kemurnian yang tinggi. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah temperatur (1000C, 1200C, 1500C, 1800C, jumlah katalis H2SO4 (0,5% berat, 1% berat, 1,5% berat, 2% berat, rasio metanol : asam oleat dinyatakan 1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1 (dalam % berat terhadap konversi

  15. Analisa Kadar Kalsium Oksida (CaO) Pada Berbagai Jenis Pakan Ayam Secara Titrasi Permanganometri Di Baristand Industri Medan

    OpenAIRE

    Tarigan, M. Rosidi

    2010-01-01

    Livestock woof is food for the livestock of chicken owning complete content nutrisi. mineral calcium is one of very content nutrisi in need of chicken livestock if insuffiency will cause the mineral deficiencies at the chicken livestock.livestock woof can be differentiated according to used type is adapter for type of livestock and livestock age,every the livestock woof contain the nutrisi which different each other. To adjust the need of nutrisi of chicken livestock hence doing content ...

  16. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  17. Kandungan L-3, 4-dihydroxyphenylalanine Suatu Bahan Neuroprotektif pada Biji Koro Benguk (Mucuna pruriens Segar, Rebus, dan Tempe (L-3,4-DIHYDROXYPHENYLALANINE CONTENT AS A NEUROPROTECTIVE MATERIAL ON FRESH, COOKED AND FERMENTED OF KORO BENGUK (MUCUNA PR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wahyu Pangestiningsih

    2017-04-01

    kandungan L-DOPA mulai dari biji koro benguk segar, rebus, dan bahan olahannya yaitu tempe benguk. Uji dilakukan pada biji koro benguk mentah kulit berwarna putih (BR D dan hitam (BR A asal Wonogiri, Jawa Tengah, serta biji koro benguk mentah kulit berwarna putih (KP C, biji koro benguk yang sudah direbus dua kali, dan tempe benguk asal Kulon Progo, Yogyakarta. Sampel diekstraksi menggunakan pelarut etanol dan n-propanol, kemudian dianalisis dengan teknik high-performance liquid chromatography (HPLC untuk melihat kadar kandungan L-DOPA-nya. Hasil penelitian menunjukkan, kadar L-DOPA tertinggi (8,56% ditemukan pada biji koro benguk mentah dengan warna kulit putih asal Wonogiri yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol, sedangkan kadar L-DOPA terendah (0,016% ditemukan pada sediaan tempe yang diekstraksi dengan n-propanol asal Kulon Progo. Secara umum, ekstraksi menggunakan pelarut etanol memberikan hasil kadar L-DOPA yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut n-propanol. Semua ekstraksi sampel, mulai biji koro benguk segar, rebus sampai bentuk tempenya mengandung L-DOPA, dengan kadar tertinggi terdapat pada biji koro benguk segar berkulit putih asal Wonogiri, Jawa Tengah yang diekstraksi menggunakan etanol, sedangkan kadar terendah dijumpai pada tempe benguk dari Kulon Progo, Yogyakarta yang diekstraksi menggunakan n-propanol.

  18. PENGARUH UMUR POHON, BONITA DAN POSISI AKSIAL BATANG TERHADAP STRUKTUR MAKROSKOPIS DAN KUALITAS KAYU JATI SEBAGAI BAHAN FURNITUR (Effect of Tree Age, Site Quality Index and Trunk Axial Position on Macroscopic Structure and Quality of Teak Wood

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Suranto

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan kayu jati muda merupakan solusi alternatif terhadap terbatasnya ketersediaan bahan baku yang dihadapi oleh industri mebel. Kayu muda cenderung memiliki kayu berkualitas rendah. Salah satu pengukur kualitas kayu adalah sifat struktur makroskopik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pohon, bonita dan posisi aksial batang terhadap struktur makroskopis kayu dan kualitas kayu. Tiga puluh enam pohon jati muda ditebang dari kawasan hutan KPH Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Tiga cakram berketebalan 3 cm diambil dari masing-masing posisi aksial batang, yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Pengukuran proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun dilakukan berdasarkan perbedaan warna alami dan dengan menggunakan lembaran plastik transparan bergambar pola milimeter. Data dianalisis dengan analisis varians dalam rancangan acak lengkap berblok yang disusun secara faktorial. Pengujian lanjutan dilakukan dengan uji HSD Duncan. Kualitas kayu ditentukan dengan analisis determinan berdasarkan kurva normal Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi tiga faktor tidak berpengaruh terhadap proporsi kayu teras, dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi kelas umur dan bonita pengaruh nyata terhadap proporsi kayu teras dan dimensi lingkarah tahun. Posisi aksial batang berpengaruh secara nyata terhadap proporsi kayu teras dan berpengaruh sangat nyata terhadap dimensi lingkaran tahun. Semakin mendekat pada posisi pangkal batang, semakin tinggi proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi tiga faktor yaitu kelas umur V, bonita 4 dan posisi tengah batang menghasilkan kualitas kayu tertinggi, yaitu kelas 2, dan interaksi kelas umur V, bonita 3 dan bagian ujung batang menghasilkan kualitas terendah, yaitu kelas 4. Penggunaan kayu berbasis kualitas akan memaksimalkan nilai guna dan meningkatkan umur pakai produk, sehingga mengurangi intensitas penebangan hutan dan lebih ramah lingkungan hidup. ABSTRACT Young teak utilization

  19. Radioactive materials transportation; Pengangkutan bahan radioaktif

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1988-12-31

    The chapter briefly discussed the following subjects: packaging and it`s procedures and requirements, extra requirement for large sources, rules and guides of packaging and transportation, classification of packages before delivery.

  20. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang N.

    2012-11-01

    Full Text Available The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the aking than other alternate food such as cassava. Therefore we performed to study the nutrition and acceptability of the used rice through the chemical analysis, microbial observation and sensory evaluation of the cooked of used rice.Objectives: The objective of this study is to asses the uses rice as staple food.Methods: Five samples of the used rice were obtained from district of Cirebon, Sumedang, Cileles, Indramayu and Bandung. The method of study is descriptive method to examine the characteristic of used rice by comparing with the ordinary rice.Results: As the consequent in preparation of the used rice, its content of moisture, pH, density and whiteness were low than those of ordinary rice. In addition, the content of reducing sugar was a bit higher than these of original rice. However, the protein content of used rice showed the various result, two samples of them had protein content less than the usual rice's while the rest three samples had protetn content higher than the ordinary rice's. The content of ash and total count of microbial in the used rice was seemly not different from the usual rice's However, the growth of microbial during preparation of the used rice was observed. Therefore, the examination of toxic substance should be done. The color, texture and aroma of the used rice were assessed lower than those of the ordinary rice in descriptive analysts. The steamed used rice had brownish white color, very soft texture and enough annoying acid aroma. Conclusion: The quality of used rice could be increased both nutritionally and its acceptance. Mixing the used rice with other ingredient and the more controlled drying process and good raw material would increase the quality of the used rice. In addition, the examination of toxic substance produced the micro organism should be done, since the micro organism growth during the preparation of used rice.Keywords: the used rice, beras aking.

  1. IMPLEMENTASI BAHAN AJAR KALULUS LANJUT BERBASIS INKURI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Farida

    2017-12-01

    Full Text Available In advanced calculus learning is needed teaching materials that can help students understand the concept. One of the teaching materials that can be used is by applying teaching materials that contains the problem of understanding the concept of advanced calculus. This instructional material can be arranged with inquiry-based. The research design used is Pre-Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design type. From result of research, obtained t count equal to 11,8 and t tabel equal to 1,645 mean value of concept comprehension after given instructional materials advanced calculus based on inquiry is significantly better than before using advanced calculus based instructional materials inquiry. Based on the results of data analysis concluded that the instructional materials advanced inquiry-based advanced calculus developed effectively can improve the ability of students' concept of understanding on advanced calculus learning.

  2. IMPLEMENTASI BAHAN AJAR KALULUS LANJUT BERBASIS INKURI

    OpenAIRE

    Nurul Farida; Rina Agustina

    2017-01-01

    In advanced calculus learning is needed teaching materials that can help students understand the concept. One of the teaching materials that can be used is by applying teaching materials that contains the problem of understanding the concept of advanced calculus. This instructional material can be arranged with inquiry-based. The research design used is Pre-Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design type. From result of research, obtained t count equal to 11,8 and t tabel equa...

  3. Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Suprastiwi

    2015-10-01

    Full Text Available Carbamide peroxide as a whitening agent for teeth is very popular because the use of this agent is easy and inexpensive. There are two kinds of concentrations, i.e. 10%-15% and 35%. The methods are home bleaching and in office bleaching. For home bleaching, the duration of whitening application is 2-6 weeks, each day for 8 hours, whilst for in office bleaching, two hour application will be required. Whitening efficacy might be increased up to 2-5 levels and the color may sustain for 1-3 years, and this treatment could be reapplied. There is an effect on pulp system, but the effect is reversible, i.e. sensitivity which could be treated with fluoridation or application of potassium nitrate. The side effects on gingiva include inflammation which is caused by the buffer and is only temporary. Bleaching is safe to be use and the result will be satisfying if proper procedure is followed.

  4. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  5. Pembuatan Biobriket dari Limbah Cangkang Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munas Martynis

    2012-06-01

    Full Text Available Biobriquette is an alternative energy as fuel substitute which is produced from organic materials or underutilized agricultural waste (biomass. Some types of biomass waste has considerable potential as wood waste, rice husks, straw, bagasse, palm shells, and municipal solid waste. Another untapped potential is the cocoa shell waste. These wastes are not used if it will cause a bad odor and may damage ecosystems. This study aims to see the effect of particle size variations and biobriquette shape to the biobriquette compressive strength produced, quality analysis, and combustion rate of biobriquette. The making of biobriquette used starch as adhesive as much as 50% of the biobriquette weight, variations of biobriquette particle size were 30 mesh and 60 mesh, the shape of biobriquette were hollow cylinder and solid cylinder. The results showed that biobriquette generated met the fuel standards for households. The best biobriquette was hollow cylinder biobriquette with the size of 30 mesh and the resulting calorific value was more than 4000 cal/g. Based on burning test, biobriquette obtained could be used as fuel.ABSTRAKBiobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau limbah pertanian (biomassa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah cangkang kakao. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi ukuran partikel dan bentuk biobriket terhadap kuat tekan biobriket yang dihasilkan, menganalisa mutu dan laju pembakaran bioriket. Pembuatan biobriket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji sebanyak 50 % dari berat biobriket, variasi ukuran partikel biobriket adalah 30 mesh

  6. Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Arya Satya Dharma Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang memiliki gas alam yang melimpah, namun kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan listrik di Indonesia yang sekarang sedang dalam krisis terutama di Indonesia Timur. Salah satu penyebab krisis tenaga listrik yang terjadi di Indonesia adalah tingginya nilai harga bahan bakar minyak, dimana High Speed Diesel Oil merupakan bahan bakar utama bagi pembangkit listrik di Indonesia. Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.Studi kali ini bertujuan untuk pemanfaatan gas alam cair (LNG untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan menentukan pola distribusi LNG dengan menggunakan Blok Masela sebagai sumber LNG dan menggunakan kapal untuk mendistribusikannya. Terdapat 39 pembangkit yang tersebar di 4 pulau yaitu Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Kapal yang digunakan untuk mendistribusikan terdapat 5 kapal dengan ukuran 2500 m3, 7500 m3, 10000 m3, 19500 m3, 23000 m3. Untuk mendapatkan rute distribusi, studi ini menggunakan metode Linear Programing dan dalam Vehicle Routing Problem. Hasil optimasi pada distribusi ini adalah rute dan kapal yang optimal / terbaik dengan biaya ekonomi yang minimal.Dari hasil penelitian ini pembangkit akan dibagi menjadi 5 cluster dimana terdapat 5 rute yang terpilih dengan menggunakan 6 kapal yaitu 5 kapal ukuran 2500 m3 dan 1 kapal dengan ukuran 7500m3. Biaya total yang diperlukan dalam mendistribusikan LNG sebesar US$ 111,863,119.15 untuk Opex dan US$ 283,967,000.00 untuk Capex. Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan yang terpilih adalah antara US$ 3.5 sampai US$ 3.9 dengan payback period selama 6.8 – 4.7 tahun tahun dari waktu operasi 20 tahun.

  7. Penyamakan kulit lapis samak kombinasi dengan bahan penyamak alumunium sebagai bahan penyamak pendahuluan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Oetojo

    1987-12-01

    Full Text Available As a tanning material alum salt has similar properties of the basic chromium sulphate. It is, therefore, the purpose of this research is to exchange chromium tannage with alum tannage in pretanning for the vegetable tanned lining leather. In doing such a way the chromium pollution may be eliminated, whereas the alum pretanned lining leather output must be fulfill the physical and chemical requirements as that one of the chrome pretanned. In pretanning the use of alum tannage varied from 2,5%, 3,0%, 3,5% and 4,0%. Afterwards the subsequent process was vegetable tanning using 30% of mimosa powder. The lining leather output from the research was physical and chemical tested. The practical meaning of this research is that for pretanning the vegetable tanned lining leather it is possible to use 2,5% alum salt. The values of the physical and chemical test obtained are that the degree of tannage is 94,54, tensile strength is 174,24 kg/cm2, and strength is 22%. Water absorption for 2 hours is 133,01% and for 24 hours is 134,48%. Whereas the flexural endurance is unbreak condition.

  8. Penyamakan kulit lapis samak kombinasi dengan bahan penyamak alumunium sebagai bahan penyamak pendahuluan

    OpenAIRE

    Bambang Oetojo

    1987-01-01

    As a tanning material alum salt has similar properties of the basic chromium sulphate. It is, therefore, the purpose of this research is to exchange chromium tannage with alum tannage in pretanning for the vegetable tanned lining leather. In doing such a way the chromium pollution may be eliminated, whereas the alum pretanned lining leather output must be fulfill the physical and chemical requirements as that one of the chrome pretanned. In pretanning the use of alum tannage varied from 2,5%...

  9. Penyamakan Kulit Lapis Samak Kombinasi Dengan Bahan Penyamak Alumunium Sebagai Bahan Penyamak Pendahuluan

    OpenAIRE

    Oetojo, Bambang

    1987-01-01

    As a tanning material alum salt has similar properties of the basic chromium sulphate. It is, therefore, the purpose of this research is to exchange chromium tannage with alum tannage in pretanning for the vegetable tanned lining leather. In doing such a way the chromium pollution may be eliminated, whereas the alum pretanned lining leather output must be fulfill the physical and chemical requirements as that one of the chrome pretanned. In pretanning the use of alum tannage varied from 2,5%...

  10. ANALISA THERMOGRAVIMETRY PADA PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Setiawan

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakterisasi degradasi termal dari limbah pertanian untuk dijadikan suatu bahan bakar padat alternatif. Penelitian diawali dengan tahap pengumpulan bahan yang dilanjutkan penyeragaman ukuran sampel uji hingga berukuran 20 mesh. Setelah itu masing-masing sampel dikeringkan hingga kadar air maksimal 12 %. Sebelum Sampel seberat 20 gram diuji pirolisis dengan menempatkan sampel dalam reaktor yang telah dialiri nitrogen dengan laju 100 ml/menit. Sampel diuji dengan kondisi heating rate 15 oC/menit, temperatur akhir 600 oC dan holding time 10 menit. Data yang didapat berupa penurunan massa dan perubahan temperatur dicatat dalam laptop dengan menggunakan software RS-Key, Ms Excel dan Adam.NET Utility. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan campuran serbuk gergaji dan jerami memiliki temperatur pirolisis paling rendah, sementara campuran sekam padi dan kulit singkong memiliki massa arang paling banyak.

  11. Studi Awal Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Nira Siwalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novarian Budisetyowati

    2017-01-01

    Full Text Available Bioetanol kini banyak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol untuk campuran bensin harus memiliki kemurnian sebesar 99,5-100%. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Setelah dari fermentor nira yang sudah difermentasi dinetralkan pH nya menggunakan NH4OH di tangki netralisasi. Dari tangki netralisasi nira dipompakan melewati preheater sebelum masuk ke kolom distilasi. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan kolom distilasi sebanyak 2 buah. Pada distilasi yang pertama diperoleh kadar etanol sebesar 60% dan pada distilasi yang kedua diperoleh kadar 96%. Dari kolom distilasi 2 larutan didinginkan menggunakan cooler untuk didapatkan suhu 32oC agar sesuai dengan suhu proses dehidrasi dengan menggunakan Molecular Sieve yang diinginkan. Proses dehidrasi dilakukan untuk mendapat kadar etanol 99,5%. Etanol 99,5% yang dihasilkan kemudian disimpan dalam tangki penampung. Kebutuhan bioetanol dalam negeri pada tahun 2018 diperkirakan 3.166.015,13 kL/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut internal rate of return 26,53 % per tahun, pay out time 4,73 tahun, dan BEP 34,62 % Ditinjau

  12. Karakteristik Morfologi Permukaan Pada Polimer PVdF-LiBOB-ZrO2 dan Potensinya untuk Elektrolit Baterai Litium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etty Marti Wigayati

    2018-02-01

    Full Text Available Membran elektrolit polimer pada baterai litium ion berfungsi sebagai media transport ion dan sebagai separator antara anoda dan katoda. Dalam penelitian ini, telah dilakukan sintesis membran elektrolit polimer LiBOB (Lithium Bis Oksalato Borate dengan rumus kimia LiB(C2O42 dengan menggunakan Polyvilinidine fluoride (PVdF sebagai matriks dan bahan aditif  Zirkonium Oksida (ZrO2. Metoda yang dipergunakan adalah solution cast. Konsentrasi bahan aditif dibuat bervariasi. Membran yang terbentuk dikarakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electrone Microscope (SEM, sifat elektrokimia dengan Cyclic Voltametric (CV dan kapasitas baterai dengan kurva charge discharge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi permukaan rantai polimer saling berikatan dan tersusun dengan bagus. Pori tertutup oleh rantai polimer secara rata yang berikatan membentuk jaring dan saling bertumpukan pada keadaan amorf. Terjadi reaksi oksidasi dan reduksi pada sel baterai dengan kapasitas charge sekitar 24 mAh pada tegangan 4 volt, sedangkan kapasitas discharge bernilai sama sekitar 24 mAh pada tegangan 4 volt dengan penambahan 10% ZrO2.

  13. Perhitungan Biaya Produksi Ayam Bakar Dengan Metode Full Costing (Studi Kasus Ayam Bakar Kaki Lima Jalan Dr. Mansyur Iii Padang Bulan Medan)

    OpenAIRE

    Marthsari, Rica

    2016-01-01

    To avoid errors in the calculation of cost of production and cost efficient to produce required an appropriate method. The exact method used in calculating the cost of production is the full costing method. As for the problem of this research is an error in the calculation of production costs generated often causes the price is set too low or too high. This resulted in an incompatibility of the expected profit with the actual profit we earn. The purpose of this study is to analyze the prod...

  14. ANALISA KEHILANGAN ENERGI PADA FIRE TUBE BOILER KAPASITAS 10 TON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditio Primayudi Aji Nugroho

    2015-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penulisan ini adalah menghitung kinerja boiler dengan mengetahui kerugian energi pada saat produksi steam. Analisa teknis pada boiler sangat diperlukan, sebagai upaya peningkatan efisiensi dan mengetahui banyaknya energi yang terbuang sebagai kerugian. Faktorfaktor penyebab kehilangan panas/heat loss terbesar pada boiler antara lain : “kehilangan panas akibat gas buang kering, kandungan steam dalam gas buang, kandungan air dalam bahan bakar, kandungan air dalam suplai udara dan lain-lain”.Kehilangan panas/heat loss atau juga bisa disebut kehilangan energi merupakan salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh dalam mengidentifikasi efisiensi pada boiler.Untuk itu dilakukan studi analisa dengan perhitungan kehilangan panas dengan tujuan untuk mengetahui besarnya penurunan performance dan penyebab dari penurunan performance. Berdasarkan data dan analisa metode direct diketahui penurunan sebesar 21% pada kondisi normal (operasi 79% dan dari hasil perhitungan kehilangan panas indirect sebesar 16.68% efisiensi boiler sebesar 83.32% maka dari itu adanya kehilangan panas, perlu adanya perbaikan dalam control pengaturan bahan bakar dan udara yang masuk secara optimum dengan cara menggunakan Oxygen Trim Control yang berfungsi untuk mengukur konsentrasi oksigen pada cerobong dan secara otomatis mengatur oksigen pada udara yang masuk burner sehingga dihasilkan pembakaran dengan efisiensi yang optimal.dan dengan menggunakan economizer pada pemanasan awal suhu air umpan dapat menaikan efisiensi boiler.

  15. Application of game theory in decision making strategy: Does gas fuel industry need to kill oil based fuel industry?

    Science.gov (United States)

    Azmi, Abdul Luky Shofi'ul; Prabandari, Dyah Lusiana; Hakim, Muhammad Lintang Islami

    2017-03-01

    Even though conversion of oil based fuel (Bahan Bakar Minyak) into gas fuel (Bahan Bakar Gas) for transportation (both land and sea) is one of the priority programs of the government of Indonesia, rules that have been established merely basic rules of gas fuel usage license for transportation, without discussing position of gas fuel related to oil based fuel in detail. This paper focus on possible strategic behavior of the key players in the oil-gas fuel conversion game, who will be impacted by the position of gas fuel as complement or substitution of oil based fuel. These players include industry of oil based fuel, industry of gas fuel, and the government. Modeling is made based on two different conditions: government plays a passive role and government plays an active role in legislating additional rules that may benefit industry of gas fuel. Results obtained under a passive government is that industry of oil based fuel need to accommodate the presence of industry of gas fuel, and industry of gas fuel does not kill/ eliminate the oil based fuel, or gas fuel serves as a complement. While in an active government, the industry of oil based fuel need to increase its negotiation spending in the first phase so that the additional rule that benefitting industry of gas fuel would not be legislated, while industry of gas fuel chooses to indifferent; however, in the last stage, gas fuel turned to be competitive or choose its role to be substitution.

  16. Tipe Dry Cell dan Wet Cell berdimensi 80 x 80 mm dengan Penambahan PWM E-3 FF (1 kHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanur Arzaqa Ghiffari

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan bahan bakar minyak semakin terbatas dan hasil pembakarannya berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satu solusinya dengan memanfaatkan gas HHO pada kendaraan bermotor. Penelitian dengan sistem direct connection, temperatur mencapai lebih dari 90oC menyebabkan  generator HHO menjadi rusak dan meleleh, maka penelitian ini menambahan alat untuk mengkontrol besarnya arus, frekuensi, dan duty cycle. Pengembangan generator HHO menggunakan tipe kering (dry cell dan tipe basah (wet cell dengan penambahan PWM (Pulse Width Modulation E-3 Fixed Frequency 1 kHz divariasikan berupa duty cycle: 20%, 40%, 60%, 80%  dan direct connection. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar - Teknik Mesin ITS.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik unjuk kerja terbaik pada kedua tipe generator HHO dengan penambahan PWM. Nilai arus dan tegangan lebih stabil dibandingkan dengan tanpa penambahan PWM (direct connection, namun arus cenderung meningkat seiring dengan kenaikan temperatur mencapai 70oC. Efisiensi terbaik pada generator tipe wet dengan duty cycle 80%,  yaitu 27,7 %.

  17. PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Yudi Eka Risano

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan pada alat pengering biji kakao untuk proses pengeringan biji kakao milik Usaha Mandiri di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana agar proses pengeringan lebih efektif dan didapat kualitas hasil pengeringan biji kakao lebih baik. Perhitungan yang dilakukan meliputi dimensi alat pengering, termal yang terjadi pada alat pengering, dan kebutuhan bahan bakar pada alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana, serta dilakukan simulasi pada model alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana yang telah dirancang menggunakan Software Autodesk CFD untuk mengetahui sebaran suhu pada model alat pengering yang telah dirancang.  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana ini memiliki dimensi ruang pengering dengan diameter 90 cm, panjang 108 cm, dan tebal 1,2 mm. sebaran suhu pada ruang pengering sebesar 65,06oC , kalor yang dibutuhkan untuk proses pengeringan biji kakao sebesar 1028906,047 KJ, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan ± 8 jam 14 menit dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pengeringan sebanyak 302,62 kg atau 0,30260 kubik serta sebaran suhu rata-rata hasil simulasi menggunkan Software Autodesk CFD sebesar 63,5116oC.  Kata Kunci: kakao, pengeringan, Autodesk CFD, suhu

  18. MODEL SIMULATION OF GEOMETRY AND STRESS-STRAIN VARIATION OF BATAN FUEL PIN PROTOTYPE DURING IRRADIATION TEST IN RSG-GAS REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwardi Suwardi

    2015-03-01

    Full Text Available MODEL SIMULATION OF GEOMETRY AND STRESS-STRAIN VARIATION OF BATAN FUEL PIN PROTOTYPE DURING IRRADIATION TEST IN RSG-GAS REACTOR*. The first short fuel pin containing natural UO2 pellet in Zry4 cladding has been prepared at the CNFT (Center for Nuclear Fuel Technology then a ramp test will be performed. The present work is part of designing first irradiation experiments in the PRTF (Power Ramp Test Facility of RSG-GAS 30 MW reactor. The thermal mechanic of the pin during irradiation has simulated. The geometry variation of pellet and cladding is modeled by taking into account different phenomena such as thermal expansion, densification, swelling by fission product, thermal creep and radiation growth. The cladding variation is modeled by thermal expansion, thermal and irradiation creeps. The material properties are modeled by MATPRO and standard numerical parameter of TRANSURANUS code. Results of irradiation simulation with 9 kW/m LHR indicates that pellet-clad contacts onset from 0.090 mm initial gaps after 806 d, when pellet radius expansion attain 0.015 mm while inner cladding creep-down 0.075 mm. A newer computation data show that the maximum measured LHR of n-UO2 pin in the PRTF 12.4 kW/m. The next simulation will be done with a higher LHR, up to ~ 25 kW/m. MODEL SIMULASI VARIASI GEOMETRI DAN STRESS-STRAIN DARI PROTOTIP BAHAN BAKAR PIN BATAN SELAMA UJI IRADIASI DI REAKTOR RSG-GAS. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN telah menyiapkan tangkai (pin bahan bakar pendek perdana yang berisi pelet UO2 alam dalam kelongsong paduan zircaloy untuk dilakukan uji iradiasi daya naik. Penelitian ini merupakan bagian dari perancangan percobaan iradiasi pertama di PRTF (Power Ramp Test Fasility yang terpasang di reaktor serbaguna RSG-GAS berdaya 30 MW. Telah dilakukan pemodelan dan simulasi kinerja termal mekanikal pin selama iradiasi. Variasi geometri pelet dan kelongsong selama pengujian dimodelkan dengan memperhatikan fenomena ekspansi termal

  19. Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW Secara Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizkal

    2017-01-01

    Full Text Available Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass.  Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.

  20. Pemanfaatan Potensi Limbah Tongkol Jagung Sebagai Syngas Melalui Proses Gasifikasi Di Wilayah Provinsi Gorontalo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siradjuddin Haluti

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Jagung merupakan komoditi unggulan Propinsi Gorontal. Walaupun mengalami fluktuasi produksi jagung ditiap tahuntidak mempengaruhi produksi jagung di Provinsi Gorontalo. Dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan jagung makinmeningkat, dengan meningkatnya kebutuhan jagung berdampak pada tingginya produksi limbah tongkol jagung yangdihasilkan provinsi Gorontalo, tentunya ini akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Limbah tongkol jagungmerupakan salah satu sektor yang belum dimanfaatkan di provinsi Gorontalo secara maksimal dalam meningkatkannilai ekonomis, lebih efisien dan efektif penggunaannya. Diantaranya pemanfaatan biomassa tongkol jagung sebagaienergi bahan bakar alternatif. Tujuan yang diangkat dalam peneliitian ini adalah (1 Mengetahui potensi produksi limbahtongkol jagung di wilayah Provinsi Gorontalo sebagai energi alternatif. (2Mengetahui potensi energi alternatif melaluiproses gasifikasi sebagai pemanfaatan dari bahan baku limbah tongkol jagung untuk jadi Gas Syntesis (Syngas.Metode pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data. Hasil potensi bahan bakar yang dapat dihasilkan daripemanfaatan limbah tongkol jagung untuk wilayah Provinsi Gorontalo dapat mencapai total rata-rata sebesar 72.931 tonlimbah tongkol jagung. Untuk pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif melalui prosesgasifikasi menghasilkan syngas sebesar 92.852 ton.Kata kunci: potensi, limbah, tongkol jagung, gsifikasi, energi Abstract: Corn is a commodity Gorontal province. Despite the fluctuations in maize production in each year does not affect maizeproduction in Gorontalo Province. In recent years, corn demand is increasing, with the increasing demand of corncontributes to the high production of waste generated corncob Gorontalo province, this course will cause problems forthe environment. Corncob waste is one sector that is untapped in the province of Gorontalo to the maximum inimproving economic value, more efficient and effective

  1. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber, Cangkang Sawit dan Kulit Kayu Menggunakan Metode Langsung

    OpenAIRE

    Gaol, Dosma Putra Lumban

    2016-01-01

    Some of the factors that affect the efficiency of the boiler is a superheater pressure, water feed temperature, steam temperature, the amount of steam produced, the amount of fuel consumption and calorific value fuel combustion. Steamtab chemicallogic use companion software to calculate the value of enthalpy. The aim of this study is to get relations variations in pressure superheater with boiler efficiency, the relationship of variation of temperature feed water to the boiler efficiency, the...

  2. Perbandingan Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua antara Rebusan Daun Sirih dan Moist Exposed Burn Ointment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan

    2012-06-01

    Full Text Available The use of topical agent is one of the main strategies in management of burn injury. At Dr. Hasan Sadikin Hospital, moist exposed burn ointment (MEBO is the first line topical agent for treating burn injury, not all places in Indonesia able to use it. Piper betle is one of the traditional agent to treat wound including that caused burn injury. Our experimental study was to compare the second grade burn injury healing process by using Wistar sp. for boiled piper betle leaves, MEBO and as control physiologic sodium chloride for fourteen days (August 25th–September 8th 2009 at Animal Pharmacology Laboratory of Faculty of Medicine Padjadjaran University. The variables which measured were diameter of injury, pus development, evidence of serous and erythematous skin, at 4th, 7th and 14th day of studied. Histopathologic examination was conducted at day 14 to determine the amount of fibroblast, collagen and epithelial. The results according to the measurement of diameter (piper betle leaves group 17.4 mm was smaller than other groups (p<0.001. In pus development control group was higher than other groups (p=0.043. In pathological findings, the control group was at inflammation phase, while in boiled piper betle leaves group was at proliferation phase and in MEBO group at remodeling phase (with epithel score 1.9 which higher than other groups (p<0.001. In conclusions, application of boiled piper betle leaves in treating second degree burn injury gives a better result than physiologic sodium chloride, although MEBO is better for second degree burn injury healing process.

  3. Perekayasaan Heat Exchanger Sebagai Pemanas Umpan Uf 6 Dalam Pabrik Elemen Bakar Nuklir

    OpenAIRE

    Zacharias, Petrus; Pancoko, Marliyadi

    2011-01-01

    DESIGN OF HEAT EXCHANGER FOR HEATING UF6 FEED IN NUCLEAR FUEL ELEMENT PLANT. The process of conversion of UF6 to UO through Integrated Dry Route (IDR) i s done in a rotary kiln reactor. There are two stages of initi al treatment / conditioni ng before inserting the UF 6 in to the reactor : changing UF6 2 solid into the gas phase at a temperature of 60°C in an evaporator, and then, raising the temperature of UF C to 2900 C i n a Heat Exchanger (HE). Therefore it i s necessary to desi gn...

  4. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  5. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH ALJABAR LINEAR BERBASIS OPEN ENDED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Farida

    2017-01-01

    Full Text Available Teaching materials is one important component in learning because teaching materials can be used for independent study. On the other hand, the lack of teaching materials are on open-ended problems leads to an underdevelopment of creativity in learning. With the open-ended problems, students are expected to have more than one solution to solve problems in everyday life, especially in mathematical problem solving. The purpose of this study is to develop teaching materials based on open-ended valildly, practically and effectively in the subject of linear algebra. This research is the development by using Plomp models which consists of three stages: preliminary research, prototyping, and assessment. Data collection technique through observation, questionnaires and tests. The instruments used were observation sheet, questionnaire sheet and a test sheet. Based on result of the research that has been done shows that the teaching materials is based on open-ended in the subject linear algebra that have been developed otherwise valid with a value of 3.43, practice with a value 3,11 or in the percentage reached 77,75%, and effective with value of learning outcomes experiment class (use teaching materials developed higher than control class.

  6. Konsep, prinsip, dan prosedur pengembangan modul sebagai bahan ajar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gafur

    2010-06-01

    Full Text Available This article discusses the concepts, principles, and procedures indeveloping instructional module as a unit of instruction. It best suited forindividualized learning. A module is an instructional package completed with theobjectives, lesson content, strategies, exercises, feedback, and tests.To deliver instructional message, there are two important principles thatcan be used in developing instructional module. First is instructional messagedesign (readiness and motivation, attention directing device, student’s activeparticipation, repetition, and feedback, and the second is the contextual teachingand learning (relating, experiencing, applying, cooperating, and transferring.Those principles should be used in all of the components of instructionalstrategies (pre-instructional activities, presenting instructional material, learningguidance, eliciting performance, feedback, testing, and follow up activities(enrichment and remedial.The steps in developing modular instruction begin with writing theobjectives, selecting instructional materials, determining instructional strategies,selecting media, developing instrument and evaluation procedures, and the last iswriting the reference. Key words: Modular instruction, instructional message design, contextualteaching and learning, instructional strategy

  7. POTENSI LICHEN SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT: SUATU KAJIAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ERIS SEPTIANA

    2011-06-01

    Full Text Available Lichen is a plant with many benefits. Its abundant existence in an area may indicate that air pollution levels are still low. Besides as indicator of air quality, lichen is also used as traditional medicine. Until present time, application of lichens for arthritis, constipation, chemotherapy, external wound, microbial infection, worm and infestation are still done in some countries. It is due to active chemical compounds contain in lichen that has activities as antibacterial, antifungal, antiviral, antitumor, anticancer, antioxidant, anti-inflammatory, antiprotozoa, analgesic and antipyretic, and anthelmintic. With its potential and efforts to provide sustainable materials, lichen has good prospect to be developed become modern medicine.

  8. Penggunaan amiloglukosidase dalam produksi gula cair dengan bahan dasar ubiubian

    OpenAIRE

    Tatik Khusniyati; Abdul Choliq; E Djajakusuma; D Sastraatmadja

    2001-01-01

    Sugar cane limitation was found in refined sugar production, so it needed other alternative in sugar production with various cassava. Taro, sweet potato and cassava as high carbohydtrate of various cassava can be used in liquid sugar production by using microbial enzyme. Amiloglucosidase Mucorjavanicus can degrade various cassava carbohydrate. To know liquid sugar quality of various cassava, the use of amyloglucosidase Mucorjavanius in liquid sugar production with various cassava were researc...

  9. Penggunaan amiloglukosidase dalam produksi gula cair dengan bahan dasar ubiubian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Khusniyati

    2001-06-01

    Full Text Available Sugar cane limitation was found in refined sugar production, so it needed other alternative in sugar production with various cassava. Taro, sweet potato and cassava as high carbohydtrate of various cassava can be used in liquid sugar production by using microbial enzyme. Amiloglucosidase Mucorjavanicus can degrade various cassava carbohydrate. To know liquid sugar quality of various cassava, the use of amyloglucosidase Mucorjavanius in liquid sugar production with various cassava were researched. Observation were conducted with six treatments of amyloglucosidase concentration, that is 0.00% (control; 0.05%; 0.10%; 0.15%; 0.20% and 0.25%. the liquid sugar quality was detected by measuring reduction sugar ("DNS" method, water content (AOAC, pH, colour, and amyloglucosidase activity ("Samogeny" titration method. Statistical analysis used Complete Randomized Design. The result showed that the highest reduction sugar and amyloglucosidase activity on each sugar were found on liquid sugar 0.20% enzyme (p<0.05. the highest reduction sugar and amyloglucosidase activity, was respectively on Taro 323 mg/100ml and 54.91 unit/100 ml; sweet potato 242 mg/100 ml and 47.72 unit/100 ml; and cassava 188 mg/100 ml and 41.09 unit/100 ml. the lowest total solid or the highest water content between three sugars was on taro liquid sugar 0.20% enzyme, that is 64.97% and 35.03% respectively (p<0.05. pH liquid sugar on three various cassava was on range between 5.78-6.01. the best colour was on taro liquid sugar, that is brown to yellow. From three sugars with different raw material, the best sugar quality was tari liquid sugar with 0.20%.

  10. EFEKTIVITAS NIRA AREN SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG ADONAN ROTI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mody Lempang

    2013-12-01

    Full Text Available Fermentation is a natural process that happen in fresh-sweet sap of aren trees (Arenga pinnata Merr., because many kinds of microorganism stay and life in this substance e.g. bakteria (Acetobacter acetic and yeast (Saccharomyces tuac. Species of yeast from genus of Saccharomyses, e.g. Saccharomyses serivisae is wellknown as microorganism that can ferment sugar (glucose into alchohol and CO2. This natural process as well happen in aren sap, so that this substance potencially using as a swollen agent of bread or cake dough. This research objective is to recognize the effectiveness of aren sap as a swollen agent of bread dough. Fermentation duration of bread dough was one hour by using swollen agent of fresh, 10 hours old and 20 hours old of aren sap. Daily yield of sap tapped from aren trees in Maros district, South Sulawesi province was 7 litre (4-5 litre collected in the morning and 2-3 litre colected in the afternoon. Aren sap containt some of nutritions e.g. carbohydrate, protein, fat, vitamin C and mineral. Sweet taste of aren sap caused by it’s charbohydrate content of 11.18%. The effectiveness of aren sap as a swollen agent of bread dough is lower than instant (commercial yeast. The older of aren sap the lower of it’s effectiveness as a swollen agent of dough and kuality of bread yield.    Keywords : Sap, Arenga pinnata, swollen agent, bread dough

  11. Penggunaan Pati Sitrat sebagai Bahan Pengembang Tablet Isoniazid

    OpenAIRE

    Darmayasari, Intan

    2016-01-01

    inder. The modified starch is a starch which its hydroxyl group has been modified or given specific treatment for example by heating. Citrate starch is a modified starch which has good flow property and ability to expand and improve the dissolution rate of poorly soluble drugs. Based on descriptions above, the researcher to do research about use of citrate starch that synthesizing from cassava starch as swelling substance of isoniazid tablet. Objective: The aim of this study is to know abo...

  12. Rancang Bangun Alat Pengaduk Sabun Cair Bahan Baku Minyak Jelantah

    OpenAIRE

    Al Hakim, Muhammad Imam

    2015-01-01

    The process in making liquid soap from used cooking oil is an interesting thing to know. This research was held to design, construct, test, and analyze economic value of liquid soap stirrer made from used cooking oil. The parameter observed were water content, free fatty acid (FFA), alcohol insoluble part, effective capacity, yield, and economic analysis. Based on this research, it was summerized that effective capacity of this equipment was 20,2 l/hr. Yield percentage was 97,8%. Basic cos...

  13. Penggunaan Air Conditioner sebagai Aspek Pencegahan terhadap Kerusakan Bahan Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irvan Muliyadi

    2013-12-01

    Full Text Available Penggunaan AC di perpustakaan dapat mengurangi kerusakan buku dan manuskrip yang disebabkan oleh panas. Secara praktis AC dapat mengontrol temperatur dan kelembaban serta membersihkan udara. Ada 4 fungsi dari AC yaitu fentilasi, filterasi, pengontrolan temperatur, dan pengontrolan kelembaban.

  14. Kulit ikan balida sebagai industri bahan baku industri barang kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchtar Lutfie

    1999-07-01

    Full Text Available This study is aimed at detecring of physical properties (tensile strength and elongation of balida fosh skin lather (Natopterus chitala sp. Material used in this study is nfive sides from Pontianak (West Kalimantan. They were then tracted with Chromosal B as tanning agent and Irgata I.V as retanning agent to be finitshed leather. On testing the finished leather it is found that there is not aby significant different betweeb the dry and salted balida fish skin leather on their fisical properties of tensile strength and clongation, the mean of tensile streght of dry preserved balida skin lather and salied balida akin leather of which respect tively are 226,82 kg/cm2 and 43,2% respecrively. Viewed from thye test result, it is obviously that balida skin leather to be used material pf leather goods.

  15. Pemanfaatan kulit skrotom sapi sebagai bahan baku industri barang kuli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchtar Lutfi

    1999-12-01

    Full Text Available The aim of the research was to make use of cow scrotum hides to be raw material in leathergood manufacturing. Forty five pieces of scrotum hides were tanned to crust leather using subsequently 6%, 8% and 10% mineral tanning agent; 15%, 20% and 25% vegetable tanning agent; 15%, 20% and 25% synthetic tanning agent. The physical test results indicated that scrotum cow hides were able to be made use as raw material in leathergood manufacturing. The best tensile strength value was achieved by those tanned with mineral tanning agent 10% (175,33 kg/cm2 and the best elongation at break was achieved by those tanned with synthetic tanning agent 15% (41,00%. Where as by using vegetable tanning agent, no single sample fulfilled the requirements of SNI. 06-0253-1989, Quality and Testing method for Glaced Kid Leather.

  16. Karakterisasi kulit kayu tingi (Ceriops tagal sebagai bahan penyamak nabati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2014-12-01

    Full Text Available Tingi (Ceriops tagal bark was highly potential as tanning materials due to high tannin concentration. The aim of the study was to determine the characterization of properties of tanning material made from tingi bark, including the tannin levels, the non-tannin levels, the tannin type, the absorption level of the solution and the FTIR spectrum analysis. The method used in this research was countercurrent system in the extraction process, feed solution preparation process, the thickening process, powder formation process conducted with the aid of Rotavapor- 151 Standard, and testing. The results showed that the tingi bark contains tannin level 70.91% and non-tannin levels 10.63%. Tannins from tingi bark were classified as procyanidin condensed tannins type and the absorption values obtained maximum value at wavelength 490 nm. The FTIR spectral data indicated that tingi tannins contained hydroxyl group (ⱱ O-H; ⱱ N-H in the area (3467.418-3057.025 cm-1, aromatic group (ⱱ C-H in the area of 2875,733 cm-1, ⱱ C=O (ester group in tanned material in the area (1747.442-1612.422 cm-1, ⱱ-OH; R-COO-in the area of 1444.626 cm-1 and ⱱ(SO42 -; R-SO3; R-SO3H in the area (1112.823-1062.729 cm-1.

  17. Penentuan Nilai Kalor Briket Dengan Memvariasikan Berbagai Bahan Baku

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsinar Samsinar

    2016-07-01

    Full Text Available Limitations of the availability of non-renewable energy sources. Cocoa shell waste and sawdust widespread everywhere and can be used as an alternative energy source that is to cultivate and make fuel, one of which briquetting. The composition of the material that is (90: 10 75: 25 and 50: 50. After mixing the briquettes are printed using a printer briquettes. From this study, the best calorific value contained in the ratio of sawdust 90: Water Hyacinth 10 is 6223.20 cal/g, the ratio of sawdust 90: 10 cocoa skin is 5953.72 cal / g and Leather Cocoa 90 : Water Hyacinth 10 ie 6066, 09 cal/g. The best density value in comparison sawdust: cocoa skin (75:25 ie 1.05 kg/cm3. Best values compressive strength in comparison cocoa skin: water hyacinth (50:50 ie 2.32 kg/cm3. Best water content ratio of sawdust : water hyacinth (90 : 10 ie 3. 89% ash content. Value best comparison Leather cocoa : water hyacinth (90 : 10 is 0.66%. Volatile matter best value comparison cocoa skin: water hyacinth (90:10 ie 13.1%. The best comparison value of fixed carbon sawdust: cocoa skin (90 :10 is 62,34 %.

  18. Pemanfaatan arang aktif sekam padi untuk bahan pengisi keset karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herminiwati Herminiwati

    2005-07-01

    Full Text Available The purpose of this research was to make of activated carbon from rice husk be useful as filler. To inspect the conformity as filler, the activated carbon from rice husk was applied in the preparation of rubber mat compound, in the case carbon black N 330 was used as the standard of comparison. Activated carbon from rice husk was made by carbonization process at temperature of 450oC for one hour and activation process with NaCl 4% for 24 hours, followed by pyrolysis at temperature 500oC for one hour. Filler was milled and sieved by 400 mesh siefter. Rubber mat compound were prepared with various filler level of activated carbon from rice husk, carbon black N 330 either separately formulated or combination. The vulcanized rubber mat was then physically tested its tensile strength, elongation at break, hardness, an density. The research showed that the addition of filler by combining the activated carbon from rice husk and carbon black with ratio of 40:20 phr into the rubber compound could meet the physical properties requirements of rubber mat. Activated carbon from rice husk can be used as filler, but not as reinforcing filler.

  19. Arang aktif sekam padi sebagai bahan pengisi kompon sol karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract The aim of this research was to investigate the properties of activated carbon from rice husk filler in their application on vulcanized rubber soles, and to determine its suitability for rubber compound, the properties of activated carbon from rice husk filler in their application on vulcanized rubber soles, and to determine its suitability for rubber compound, the properties of activated carbon made from rice husk was investigated by comparing with cabon black N 330. Activated carbon made from rice husk was made by carbonization process at temperature of 4500C for 1 hour and activation process with NaCL 4% for 24 hours followed by pyrolysis at temperature 5000C for 1 hour. Filler was milled and sieved by 400 mesh siefter. The research showed that using activated carbon in the amount 20 phr and carbon black N330 40 phr. Fulfill the requirement at SNI : 12-0172-1987 : Canvas shoes sole for general purpose, where as tensile strength 11,24 N/mm2, elongation at break : 699%, tear strength 2,97 N/mm2, hardness : 65,7 shore A, density 1,23 gram/cm2, permanent set 0,10%, abrasion 0,72 mm3/ kgm and flexing at 250 kcs no crack.

  20. Tinjauan Kuat Tekan Bata Ringan Menggunakan Bahan Tambah Foaming Agent

    OpenAIRE

    Arita, Deri; Kurniawandy, Alex; Taufik, Hendra

    2017-01-01

    Lightweight bricks could be used as the substitute of conventional bricks for building wall materials. Lightweight brick has a weights beetween 600 to 1800 kg/m3. In this research, lightweight bricks were made by trial and errors made by adding combination of 0.3%, 0.6%, 0.9%, 1.2% and 1.5% of foam agent by cellular lighweight concrete (CLC) method. The optimum compresive strength was gain at 0.9% of foam agent. CLC lightweight brick is the type of bricks which is constructed by adding air bu...

  1. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR (BMK DENGAN MODEL METODE QIRO’AH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muis

    2016-10-01

    Full Text Available Islamic education learning is a learning that has many a role in knowledge. It caused religion is becoming guide for all of human being Islamic in the world. Besides, Islamic religion is able to guarantee a requirement life all mankind either in the world or the hereafter. Therefore, presumably in teaching and learning Islamic religion education, a teacher should have many a matter learning that variously and be able to implement it. One of it is the development of material with Qiro’ati model which is teacher guidance student as well. The material before need to be renovating in order that the material can be running well and appropriate with next era it will be felt by student. The alteration cannot be avoided again, in order that it become requirement human being Islam, but the alteration who doesn’t come out from regulation Islamic precept who has been teaching it. So that, the material lesson is possible give opportunity to the teacher Islamic religion education always actively do learning process that agree with institution of Islamic education requirement. The focus this research is how the effectively of material Islamic religion education with Qiro’ah model?

  2. PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sunarni

    2014-06-01

    Full Text Available Alfalfa (Medicago    sativa    L. as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P. The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control, T1 (SP, 100 kg P2O5/ha, T2 (SP, 200 kg P2O5/ha, T3 (SP, 300 kg P2O5/ha, T4 (RP, 100 kg P2O5/ha, T5 (RP, 200 kg P2O5/ha, T6 (RP, 300 kg P2O5/ha. Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha, KCl (100 kg K2O/ha and poultry manure (2 ton/ha. Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.

  3. Rancang bangun perekayasaan pabrik acuan sepatu pria dari bahan HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    1992-04-01

    Full Text Available The aim of this research is to find out process of production and the relation between cost, sell price and percentage of bieak even point. production of capacity planned is 480 pairs per day, so thit in a year with 2gg work day the capacity produced is 138,240 pairs of man shoe lasting. Manufacturer works for g hours a day. The economical carculations are as foilows : the totar .rpi,rr i, n-ro capitar + working capilrl =Rp 2,257,640,603.00, the torar production cost is variabre cost a I* * fixed cost a year = Rp 2,031,g29,715.N; the manufacturing cost = Rp 14'698.00/pairs, the profit carcurarion before taxing is Rp 627,63r,405.00, after taxing is Rp 502,105,124.00; the pay out period calcuration consists of the percentage of profit to return the capitar (rate of return before taxing is 27.g0 vo, after taxing is 22.24 vo and the pay out period before taxing 2 year il months, after taxing 3 year 6 months the break even calculation consists of the break even point is Rp 1,387,146,821.00, the percentrge of break even point is 53.g2 vo and the capacity of break even point is 7 ,440,077 pairs shoe last.

  4. Teknologi Pemanfaatan Serat Daun Nanas Sebagai Alternatif Bahan Baku Tekstil

    OpenAIRE

    Hidayat, Pratikno

    2009-01-01

    At present the pineapple plant is widely cultivated in some regions of Indonesia. Nevertheless the plantation of pineapple plants are commonly utilised only for fruit. This paper aim to represent the another benefit of pineaple plants which can be utilised their abundant pineaple leafs to be used for the textile material, known as pineapple leaf fibres. This subject consist of a review of investigation carried out on the method of  making pineapple leaf fibres such as decortication and degumm...

  5. Studi Karakteristik Biopolimer Gracilaria Verrucosa Sebagai Bahan Penjerap

    OpenAIRE

    Ariyanti, Dessy; Nurcahyani, Intan

    2012-01-01

    The presence of heavy metals such as Cu in industrial wastewater can lead to the environment contamination. The algae Gracilaria verrucosa is intended to be the environmentally friendly polymer used in biosorption process of heavy metals Cu. In this research, the characteristics and adsorption ability of biopolymers Gracilaria verrucosa against heavy metals Cu was studied respectively. Results shown that the maximum biosorption capacity of Gracilaria verrucosa in adsorbing Cu2+ was 38.34 mg/g...

  6. PENGEMBANGAN DESAIN DIDAKTIS BAHAN AJAR PERSAMAAN GARIS LURUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Wahyu Yunian Putra

    2018-02-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study aims to produce Didaktis Design teaching materials straight line equations. This research method is Research and Development (R & D with the model used is 4D.Tahapan done from defining phase (Define, design stage (Development, stage of dissemination (Dessiminate. Data collection techniques used are qualitative and quantitative analysis. Validation is done by material experts and media experts. The experiments were conducted through two stages: small group trial and large group trials. The results of validation of the material experts on the content quality aspect obtained an average score of 3.5 with valid criteria, on the aspect of the accuracy of the scope obtained an average score of 3.5 with valid criteria, and language aspects earned an average score of 3.2 with valid criteria. Expert media validation on Module size aspect obtains average score of 3.5 with valid criteria, skin design aspect Module obtains average score of 3.5 with valid criteria and on design aspect of content Module obtains average score 3.5 with criteria valid. In a limited trial of class VIII students in the attractiveness test obtained an average score of 3.6 with very interesting criteria and educator response with a score of 3.7 with very interesting criteria.  Keywords: Dictatical Design, Development of Teaching Materials, Straight Line Equations

  7. Modifikasi Blade Pencampur Pada Alat Pencampur Bahan Secara Mekanis

    OpenAIRE

    Nasution, Budiman Syahputra

    2011-01-01

    The agriculture equipment and machine has been operated since long time ago and their development were keep in touch with the development of human culture. Mixing is the distribution of one component to another. The mechanical mixing equipment has been designed to help the proses of mixing . The blade modification increase the capacity of mixing equipment and make the flow of material easier. The capacity of the equipment was 31,6 kg/hour, the percentage of imperfect mixing material was ...

  8. RTV-silikon sebagai Bahan Protesa Obturator Palatum

    OpenAIRE

    Chandrasegar, Akila

    2011-01-01

    Protesa Obturator palatum adalah protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau yang diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan. Obturator palatum dapat diklasifikasikan berdasar pada tahap perawatannya yaitu obturator selama pembedahan (surgical obturator), obturator interim dan obturator definitif. Terdapat beberapa tipe obturator selain dari obturator palatum seperti obturator palato fari...

  9. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lianawati Cristian

    2012-06-01

    Full Text Available Along with the development of technology, every line of business as well as a company that specializes in a construction project requires an information system that can support the company’s operations. The research objective is to analyze, identify the information needs, improve and design an accounting information system of construction materials purchases needed by the management of a contractor company to assist in decision making and address the issues contained in the running system. The research is carried out byimplementing data collection and information, analysis on the running system, analysis of research findings, identification of information needs, and identification of system requirements, as well as a structured design ofobject oriented analysis design (OOAD and unified modeling language (UML. The result obtained is an improving application design that features document numbering, document filing, and reports. The newdesigned accounting information system of raw material purchases of the construction company can generate a report needed timely, completely and accurately, so that it can be used by the management in decision-making process.

  10. Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah IPA Berbasis Pendekatan Scientific Approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitroh Setyo Putro Pribowo

    2017-05-01

    Full Text Available Scientific Approach is one instructional approach used in the curriculum of 2013. That prompted LPTK to generate prospective teachers who understand the essence of the curriculum of 2013. Based on observations activity and low student motivation to learn science. LKS assumed teaching materials can enhance the activity and motivation of students in the learning process. Research conducted by the method of research and development (research and development. Development of research methods used in this study adapt the model ADDIE. This model consists of five main phases or stages: 1 analyze, 2 design, 3 develop, 4 implement, 5 Evaluate. LKS development results-oriented IPA 1 aprroach by expert scientific learning technology obtained a score of V = 87.5 (very valid, while the practicality of the product gained a score of V = 71.5 with practicality criteria quite well. The effectiveness of the product was assessed by increased activity and student motivation. Activities students obtain a score of 73.21 with the active category as well as the motivation to study obtained a score of 63.94 with a category quite well. student worksheets produced meet the elements of a valid, practical, and effective.

  11. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-09-01

    Full Text Available The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical characteristics during composting of three kinds compost heap and to define parameters suitable for evaluating the stability of compost. The experiment were conducted from Mei to October 2011 and consisted of three treatments with six replicates for each treatment. Compost pile temperature,the pH, that reflected the initiation and stabilization of the compost, were measured during the composting process. The carbon organic material content, carbon and nitrogen content, the carbon to nitrogen ratio, organoleptic characteristics, and K2O, P2O5, Mg, Ca content were measured to evaluate the quality of the physicochemical properties of the compost. Compost toxicity level had evaluated using Germination Index. The result showed that the quality of compost from all treatments that were evaluated in this experiment meet the standard quality of SNI 2004.

  12. DEGRADASI BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR NANAS OLEH BAKTERI INDIGENAgus Sutanto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    2011-04-01

    Full Text Available Pineapple Liquid Waste has high organic material and still unfulfilled required quality standard. Processing occurred at the waste processing installation with pond system (Lagoon required a wide space and keep long time so that less efficient. Based on this problem, it needs an environmentally sound waste management by utilizing bioprocess technology using indigenous bacteria’s ability in degrading organic pollutant called Bioremediation. The objective of this research was to get isolated indigenous bacteria, enables to decrease organic material. It was divided into four stages. First, performed characteristic observation of isolated bacteria that potentially decrease organic material, secondly decomposition capability test in vitro, and thirdly scale bioremediation test pilot plan, fourthly bioremediation test in ex situ at the microbiology laboratory of Malang State University. Data were analyzed by Varian analysis to test the presence or absence of differences and regression test to analyze the link between variables. First phase result: 15 isolated indigenous bacteria.. Potential consortia bacteria consisting of more effective 4 species, indicated by 4 consortia bacteria decreased BOD in 6 days. Starter bacteria with a consortia K1’s combination (ABCD, Volume: 5% (v/v and 6 days were the most effective incubation time in decreasing BOD. Second phase result: 1 A significant link among the number of bacteria, a. Bacillus cereus, b. Acinetobacter baumanni, c.Bacillus subtilis, d. Pseudomonas pseudomallei and not abcd against organic material with contribution of 72,7% and negatively correlated, 2 Media treatment and incubation time gave distinctive outcome against organic material, 3 there was a link between organic material organic acid concentration decrease would decrease BOD at scale bioremediation test Pilot plan, and ex situ scale. Threshold BOD achievement limit value on 10th day (75 quality standard: 75. In accordance with ministry decree LH No. 05 year 2007 industrial wastewater quality standard, suggested to industry to use this study in processing its waste.

  13. Pengaruh Latek pada Kepekaan Terhadap Temperatur Bahan Pengikat Aspal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henri Siswanto

    2009-02-01

    Full Text Available Natural rubber (latex is an additive that could be expected to enhance the physical properties of an asphalt mixtrure, particular its temperature susceptibility bitumen in the form of latex-bitumen in road construction merits consideration. The objectives of the research were to in investigate the effect of latex on the temperature susceptibility. Bitumen used was 60/70-penetration grade and the latex was Dry Rubber Content 60. The results of tests in binders containing 0%, 2%, 4%, and 6% by weight of bitumen indicated that penetration index increases with increase in latex content, indicating a reduction in temperature susceptibility.

  14. PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO SEBAGAI BAHAN MENTAH GLASIR STONEWARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi Supriyadi

    2012-02-01

    Full Text Available Have been made 3 (three glaze formula with Sidoarjo mud, Pecatu lime and Lodoyo felspar as the component. The glazes are compatible applied to stoneware bodies because the mature temperature is so similar with the sintering temperature of stoneware bodies.These glazes have started to mature after fired at 1240oC and not yet destroyed at 1280oC. The glazes are melting enough, theirs color are yellow, greenish and yellow with red spot with smooth surface. The first glaze (coded by LS - 1 which made by mixture 40 % (w Sidoarjo mud, 15 % (w Pecatu lime and 45 % (w Lodoyo feldspar give yellow slight gloss glaze. The second glaze (coded by LS – 2 which have formula 40 % (w Sidoarjo mud, 25 % (w Pecatu lime and 35 % (w Lodoyo feldspar is greenish semi gloss glaze. The last one (coded by LS – 3 which made by mixture of 50 % (w Sidoarjo mud, 20 % (w Pecatu lime and 30 % (w Lodoyo feldspar give dop glaze with unique texture.

  15. Plastik nonwoven sebagai pengemas bahan makanan yang bersifat breathable

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Penny Setyowati

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Nonwoven plastic is a new material for packaging that has some special quality among the other things such as flexible, higher strength, hydrophob, breathable and hygienes. The technology of nonwoven plastic is spunbond technolog which is a clean technology and produce a non fibre product. The raw material of nonwoven plastic is food grade polypropylene, so that the products are safe for food packaging. Recently just pioneered of nonwoven plastic application as innerliner of plastic sack that can replace “karung goni”as rice packaging and replace cotton sack as meal or flour packaging. Therefore grains that have not been prepared yet, respiration activity is very important to be breathable characteristic of nonwoven plastic is able to support air circulation very well and also to keep humidity balance in the packaging. At the flour packaging, beside hydrophob characteristic, however breathable characteristic is necessary too because flour has a tendency to absorb water and flour stability must be kept at 13.5 – 14% moisture content. The first experiment was taken by PT. Boma Internusa concerning with rice storage that use nonwoven plastic packaging as innerliner of plastic sack during 2 months, and analysis showed that the rice did not smell, louse unfolding was decrease 9fumigation cost was low, yellow grains and broken grains were decrease and did not occur any change of color. In the experiment of flour storage during 3 months gave an analysis that flour wsa still having good condition and fulfilled the standard trade

  16. Perencanaan Sistem Persediaan Bahan Baku Industri Garmen di PT. DM

    OpenAIRE

    Nunung Nurhasanah; Syarif Hidayat; Ajeng Putri Listianingsih; Devi Utami Agustini; Faikar Zakky Haidar; Nida'ul Hasanati

    2016-01-01

    One of the effort to presence with global competition in the era of the Asean Economic Community (AEC) in 2015, making it the various parties, both government, private, and Small and Medium Industries (SMEs) to compete with products made in ASEAN countries. One of the things that can be done is to make the efficiency of the production costs. For that, we need a production planning and control are very closely related to the raw material. The presence of raw materials becomes important because...

  17. Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Ekonomi Syariah Untuk Madrasah Tsanawiyah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulin Nu’man

    2015-10-01

    Full Text Available This research aims to develop mathematical teaching materials based on sharia economy for madrasah tsanawiyah students with good quality. The method used in the study is the development model adapted from Borg & Gall is the preliminary stage, development, and validation. The preliminary stage includes literature studies, analysis of the needs and characteristics of students, and to plan and choose the design of teaching materials. The development phase includes determining the competence standard, basic competence, indicators, and the subject matter, compiling teaching materials math, and prepare research instruments. The validation phase includes validation expert and revisions. Results of the study are social arithmetic teaching materials based on sharia economy. Each material begins with the problem of economic comparison of Islamic and conventional. The feasibility of the value of teaching materials is Very Good for aspects of the look and Very Good for the material aspects. With these criteria very well, teaching materials are feasible for use in the learning of mathematics in the social arithmetic material.

  18. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  19. ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2015-06-01

    Full Text Available Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kg

  20. CORE DESIGNS OF ABWR FOR PROPOSED OF THE FIRST NUCLEAR POWER PLANT IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohannes Sardjono

    2015-04-01

    dan ekonominya cukup tinggi. Pada saat ini, jumlah penduduk Indonesia ada sekitar 230 juta dan 75 % dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. Pada tahun 2022, dimungkinkan sistem jaringan Jawa-Bali dapat menerima beban 2 unit PLTN yang teknologinya sudah teruji seperti PLTN ABWR atau PLTN air ringan lainnya yang kapasitasnya masing-masing 1 GW. Untuk itu diambilah contoh perhitungan untuk PLTN ABWR pada siklus keseimbangan dengan daya termal 3926 MWt dan lama operasi 18 bulan dan kapasitas faktornya minimum 87 %. Desain ini telah dicapai dengan jumlah bahan bakar teras 872 bundel bahan bakar tipe GE-11 yang susunannya 9×9 batang bahan bakar yang ditengahnya ditempatkan 2 bahan bakar besar tiruan yang berisi air. Ada 2 langkah perhitungan; pertama adalah menggenerasikan pustaka data bundel bahan bakar dan selanjutnya digunakan untuk analisis termal dan reaktivitas dalam teras. Desain teras menggunakan kode komputer Toshiba General Electric Bundle Lattice Analysis (TGBLA dan PANACEA. TGBLA adalah sebuah kode komputer yang dimiliki oleh General Electric Nuclear Energy untuk menggenerasikan pustaka data dalam sistem satuan cell dalam setiap batang bahan bakar dalam setiap bundle. PANACEA adalah kode komputer milik General Electric yang digunakan untuk analisis thermal hydraulic dan netronik yang digabung dalam simulator PLTN BWR. Hasil desain teras menguraikan tentang karakteristik termal dan reaktivitas teras seperti; laju maksimum pembangkitan panas linier (MLHGR adalah lebih rendah dari 14,4 kW/ft, rasio daya kritis minimum (MCPR adalah diatas dari 1,25, Reaktivitas Panas Lebih (HOTXS adalah lebih besar dari 1 %Dk pada BOC dan 0,8 %Dk pada 200 MWD/ST dan reaktivitas shutdown margin dingin (CSDM adalah lebih besar dari 1 %Dk. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa desain teras PLTN ABWR pertama untuk diusulkan dibangun pertama di Indonesia dengan menggunakan bundle bahan bakar tipe GE-11 adalah telah memenuhi persyaratan dan tujuan desain. Kata kunci: PLTN

  1. INVESTIGATION ON THERMAL-FLOW CHARACTERISTICS OF HTGR CORE USING THERMIX-KONVEK MODULE AND VSOP'94 CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmono Sudarmono

    2015-03-01

      Kegagalan sistem pembuangan panas pada reaktor berpendingin air jenis PWR, Three Mile Islands dan reaktor BWR Fukushima Daiichi, menyebabkan masyarakat nuklir mulai memikirkan penggunaan reaktor pembangkit daya jenis temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR. Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan litbang desain konseptual reaktor kogenerasi dengan tingkat daya menengah yang berpendingin gas helium dengan daya 200 MWt. Desain HTGR200K merupakan salah satu sistem pembangkit energi yang memiliki efisiensi energi paling besar, dan tingkat keselamatan inheren yang tinggi dan bersih. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950 0C sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi karakteristika termal flow untuk menentukan distribusi temperatur bahan bakar bola dan outlet temperatur pendingin gas helium teras HTGR. Hal ini dilakukan dengan menggunakan modul Thermix-Konvek yang terintegrasi dalam program VSOP’94. Geometri teras HTGR dikerjakan dalam modul BIRGIT untuk model teras 2-D (R-Z dengan 5 kanal aliran pebble dalam teras aktif arah radial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai tertinggi dan terendah temperatur yang terdapat pada teras   adalah sebesar 999.3 °C dan 886,5 °C. Demikian pula hasil temperatur tertinggi bahan bakar TRISO dan bahan bakar pebble di dalam teras, yaitu diperoleh sebesar  1510,20°C yang terletak pada lapisan bahan bakar inti UO2, di posisi z= 335.51 cm dan  r=0 cm. Analysis di lakukan pada laju massa aliran pendingin, tekanan dan daya masing-masing sebesar 120 kg/s, 7 Mpa dan 200MWth. Hasil

  2. Efek Perbedaan Jumlah dan Material Tube pada Distribusi Temperatur Tube Heat Exchanger dalam Kompor (Studi Kasus Di Industri Tempe Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Angga Kristyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Pemakaian heat exchanger pada kompor industri tempe di kelurahan Tenggilis Mejoyo Surabaya mengaplikasikan tube heat exchanger dengan jumlah tube 4 dan material tembaga. Pada pemakaian awal mampu memperlama penggunaan bahan bakar hingga 3 hari. Proses produksi heat exchanger memerlukan biaya hingga 2,5 juta rupiah. Untuk dapat mengatasi masalah tersebut maka dilakukan penelitian tentang performansi heat exchanger dengan memvariasikan material dan jumlah tube. Masalah ini disimulasikan dengan computational fluid dynamics. Simulasi dilakukan pada jumlah grid 388149 dan model turbulensi dengan nilai deviasi terhadap temperatur ukur sebesar 1,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi dengan jumlah tube 6 dan material besi memiliki performansi yang hanya berbeda sebesar 2395,188 Watt dan nilai temperatur keluaran hanya berbeda 2,338 K dengan 4 tube tembaga. Nilai investasi 6 tube besi juga lebih rendah dibandingkan dengan 4 tube tembaga senilai Rp 4.335.866,00 dan perbedaan nilai payback period hingga 4,22 bulan.

  3. ANALISIS PENGENDALIAN DAYA REAKTOR PCMSR DENGAN LAJU ALIR PENDINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Syafin Noha

    2015-03-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari Molten Salt Reactor (MSR yang memiliki karakter berbeda dengan lima reaktor generasi IV lainnya, yaitu menggunakan bahan bakar leburan garam. Pada reaktor MSR, garam lebur tidak digunakan sebagai pendingin tetapi digunakan sebagai medium pembawa bahan bakar. Dengan fase bahan bakar yang berupa garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4, maka dapat dilakukan pengendalian daya dengan mengatur laju aliran bahan bakar dan pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan laju alir pendingin terhadap daya reaktor PCMSR. Analisis dilakukan dengan empat jenis masukan untuk perubahan laju alir pendingin, yaitu masukan step, ramp, eksponensial, dan sinusoidal. Untuk masukan step, laju alir pendingin dibuat berubah secara mendadak. Selanjutnya untuk masukan ramp dan eksponensal, perubahan laju alir masing-masing dibuat perlahan secara linear dan mengikuti fungsi eksponensial. Kemudian untuk masukan sinusoidal, laju alir berubah naik turun secara periodik dengan memvariasikan frekuensi dari perubahan laju alir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan laju alir pendingin sebesar 50% dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada reaktor PCMSR turun sebesar 63% dari daya sebelumnya. Jika terjadi fluktuasi laju aliran pendingin, maka semakin cepat perubahan tersebut, maka respon daya yang diberikan semakin kecil. Pada frekuensi yang sangat cepat, daya reaktor menjadi konstan dan cenderung tidak memiliki respon terhadap laju aliran. Hal ini merupakan salah satu aspek keselamatan reaktor, karena reaktor tidak merespon perubahan yang terlalu cepat. Kemampuan reaktor mengatur daya menyesuaikan laju aliran pendingin merupakan aspek keselamatan lainnya. Kata kunci : PCMSR, pengendalian daya, laju alir pendingin, uji respon   Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR is the development of Molten Salt Reactor (MSR which has different character from other five

  4. Maximum Power Point Tracking menggunakan Buck Converter dengan Algoritma P & O untuk Turbin Angin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erik Tridianto

    2016-12-01

    Full Text Available Energi terbarukan adalah salah satu energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar untuk pembangkit listrik. Dari berbagai energi terbarukan,yang ada energi angin adalah yang paling mudah dicari. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ratusan pantai dan dengan kecepatan angin yang besar dan berfluktuasi 3-5 m / s. Dan solusi dari masalah angin yang berfluktuasi ini adalah dengan menggunakan kontrol MPPT (Maximum Power Point Tracking dengan lm2596 dc-dc buck converter. Ketika daya yang dihasilkan kurang dari yang diharapkan, maka kontrol MPPT akan menurunkan tegangan untuk mendapatkan daya maksimum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lm2596 buck dc-dc converter menggunakan kontrol MPPT dengan tujuan mendapatkan daya maksimum pada kondisi kecepatan angin yang bervariasi, dan jenis MPPT yang digunakan adalah Perturb and Observation (P & O. Untuk membaca daya yang dihasilkan menggunakan Voltage dan Current sensor. Hasil tes menunjukkan bahwa, dengan penambahan kontrol MPPT dapat meningkatkan output daya dari generator sebesar 23%-49%.

  5. KARAKTERISTIK REAKTIVITAS TERAS KERJA RSG-GAS SELAMA 30 TAHUN BEROPERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2017-06-01

    Full Text Available RSG-GAS, mulai dari komisioning, operasi teras kerja hingga kini telah 30 tahun beroperasi sehingga perlu dilakukan evaluasi keselamatan parameter neutroniknya. Untuk tujuan keselamatan telah dilakukan berbagai aktivitas penelitian, baik yang berhubungan dengan operasi, keselamatan, maupun dalam rangka penggunaan reaktor. Analisis dan pengelolaan besaran reaktivitas yang menunjang keselamatan operasi reaktor sangat penting dilakukan karena besaran ini mempengaruhi desain, kendali dan jadual operasi reaktor. Besaran tersebut dapat ditentukan melalui pengukuran reaktivitas batang kendali dan eksperimen pemuatan bahan bakar di dalam teras. Pengukuran reaktivitas batang kendali yang dilakukan pada setiap awal siklus teras (dengan kondisi teras dingin dan bersih, bebas pengaruh xenon, menghasilkan nilai reaktivitas batang kendali yang dapat digunakan untuk menentukan nilai reaktivitas lainnya seperti reaktivitas lebih, reaktivitas padam dan reaktivitas total. Pengelolaan reaktivitas teras telah dilakukan dengan baik selama 30 tahun dalam rangka mendukung operasi reaktor untuk keperluan penelitian dan iradiasi target.

  6. POMPA AIR BERTENAGA HIBRID UNTUK IRIGASI TANAMAN BUAH NAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danar Susilo Wijayanto

    2016-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan angin dan radiasi matahari sebagai sumber energi bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang, dan mendukung konservasi sumber daya alam. Pengabdian ini menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk pompa air yang digunakan sebagai sumber irigasi tanaman buah dan sayuran pada pertanian organik di Balai Percontohan Pertanian (BPP Ngasinan, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Teknologi hibrid menggabungkan turbin tenaga angin dan sel surya untuk memberikan pasokan listrik kepada pompa yang mengangkat air dengan Total Dynamic Head (TDH 12 meter. Sistem hibrid turbin angin dan solar sel mampu menghidupkan pompa air, sehingga pompa bisa mengalirkan air dari sumur ke tandon air. Sistem irigasi tetes dari tandon ke tanaman buah naga menyebabkan tanaman selalu lembab, sehingga mengurangi resiko kekeringan dan penyakit tanaman.

  7. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  8. ANALISIS EFEK KECELAKAAN WATER INGRESS TERHADAP REAKTIVITAS DOPPLER TERAS RGTT200K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair Zuhair

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam high temperature reactor, koefisien reaktivitas temperatur yang didesain negatif menjamin reaksi fisi dalam teras tetap berada di bawah kendali dan panas peluruhan tidak akan pernah melelehkan bahan bakar yang menyebabkan terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Namun masuknya air (water ingress ke dalam teras reaktor akibat pecahnya tabung penukar panas generator uap, yang dikenal sebagai salah satu kecelakaan dasar desain, dapat mengintroduksi reaktivitas positif dengan potensi bahaya lainnya seperti korosi grafit dan kerusakan material struktur reflektor. Makalah ini akan menganalisis efek kecelakaan water ingress terhadap reaktivitas Doppler teras RGTT200K. Kapabilitas koefisien reaktivitas Doppler untuk mengkompensasi reaktivitas positif yang timbul selama kecelakaan water ingress akan diuji melalui serangkaian perhitungan dengan program MCNPX dan pustaka ENDF/B-VII untuk perubahan temperatur bahan bakar dari 800K hingga 1800K. Tiga opsi kernel bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dengan tiga model kisi bahan bakar pebble di teras reaktor diterapkan untuk kondisi water ingress dengan densitas air dari 0 hingga 1.000 kg/m3. Hasil perhitungan memperlihatkan koefisien reaktivitas Doppler tetap negatif untuk seluruh opsi bahan bakar yang dipertimbangkan bahkan untuk posibilitas water ingress yang besar. Efek water ingress lebih kuat pada model kisi dengan fraksi packing lebih rendah karena lebih banyak volume yang tersedia untuk air yang memasuki teras reaktor. Efek water ingress juga lebih kuat di teras uranium dibandingkan teras thorium dan plutonium sebagai konsekuensi dari fenomena Doppler dimana absorpsi neutron di daerah resonansi 238U lebih besar daripada 232Th dan 240Pu. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, koefisien Doppler teras RGTT200K mampu mengkompensasi insersi reaktivitas yang diintroduksi oleh kecelakaan water ingress. Teras RGTT200K dengan bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dapat mempertahankan fitur keselamatan

  9. KINERJA INDUSTRI KAYU LAPIS DI KALIMANTAN SELATAN MENUJU EKOEFISIENSI Performance of Plywood Industry in South Kalimantan Towards Ecoefficiency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darni Subari

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertuiuan untuk mendapatkan gambaran umum kineria industri lapis di Kalimantan Selatan saat ini.  Penelitian dilaksanakan dengan mengamati data industri kayu lapis di Kalsel saat ini dan detail pengamatan pada 3 (tiga industri, yaitu PT. SST, PT. WTU dan PT. BIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kayu lapis umumnva memiliki kesamaan dalam proses dan mesin produksinya. Dari ke 3 industri kayu lapis yang diteliti vang membedakan adalah macam produk dan bahan baku kayunva. Efektifitas mesin dan proses masih cukup tinggi dengan rata-rata efisiensi mesin > 90% dan rendemen rata-rata ± 64%. Dalam penanganan aspek lingkungan, industri kavu lapis mempunyai kesamaan dalam hal penanganan limbahnva.  Penanganan limbah kayu dengan memanfaatkan kembali sebagian limbah kayu sebagai produk blockboard dan sisanva sebagai bahan bakar boiler. Untuk penanganan limbah cair. yaitu menggunakan kolam treatment dengan pencapaian mutu mengacu SK Gubernur Kalsel Nomor 036 tahun 2008 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri dan penanganan limbah debu dengan teknologi penyedot debu dan filter pada cerobong, sehingga emisi memenuhi baku mutu (SK Gubernur Kalsel Nomor 70 tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi. Kata kunci: industri plywood, proses produksi, hasil dan kualitas, limbah cair

  10. Perbedaan respon Aedes aegypti (Linnaeus (Diptera: Culicidae, terhadap paparan anti nyamuk bakar dan bunga keluwih (Artocarpus camansi, Blanco

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Endah Wahyuningsih

    2015-09-01

    Full Text Available The control of dengue hemorrhagic fever (DHF it is important to control the vector, i.e. Aedes aegypti (Linnaeus and Ae. albopictus (Skuse. Usually, controls of these vectors are done using chemical insecticides. Research on mosquito resistance has been done, but the impact of mosquitoes that survive after synthetic (chemical insecticides application has not been studied. The aim of this research was to analyze the differences of fecundity, fertility and vitality rate of mosquitoes that were exposed to natural insecticides i.e with burned breadnut flowers and mosquito coils containing transflutrin and d-aletrin. Mosquito samples were taken from field eggs which were exposed with synthetic and natural insecticides. Mosquitoes that remainder alive after 24 hours exposure were mated and each group were put in 2 cages, each repetition were repeated 3 times. The mosquito eggs were observed until adult mosquitoes die. Then, the fecundity, fertility and vitality rate were compared. Based on our analysis, there were no differences on fecundity rate, between control and mosquitoes that were exposed to natural insecticides, but there were significant differences between the control and the synthetic insecticides. Natural insecticides do not increase the rate of fecundity but synthetic insecticides may increase the rate of fecundity and number of mosquitoes and causes the mosquito lifespan longer than the control and natural insecticide treatment.

  11. Perbedaan respon Aedes aegypti (Linnaeus) (Diptera: Culicidae), terhadap paparan anti nyamuk bakar dan bunga keluwih (Artocarpus camansi, Blanco)

    OpenAIRE

    Nur Endah Wahyuningsih; Ramauli Agustina Sihit

    2015-01-01

    The control of dengue hemorrhagic fever (DHF) it is important to control the vector, i.e. Aedes aegypti (Linnaeus) and Ae. albopictus (Skuse). Usually, controls of these vectors are done using chemical insecticides. Research on mosquito resistance has been done, but the impact of mosquitoes that survive after synthetic (chemical) insecticides application has not been studied. The aim of this research was to analyze the differences of fecundity, fertility and vitality rate of mosquitoes that w...

  12. PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fina Ulviani

    2016-10-01

    Full Text Available Research on Gel Formulation of red betel leaf extract (Piper crocatum Ruiz & Pav for the treatment of burn wounds in rabbits (Oryctolagus cuniculus has been conducted. This study aimed to determine variation’s effect of concentration in gel of red betel leaf extract for the treatment of burn wounds in rabbits which had been wounded using hot metal. In this study, the viscous extract was formulated into gel with concentrations of 1%, 2% and 3%. The Gel’s Physical quality evaluation included organoleptic, pH, homogeneity and dispersive ability tests on day 0 until day 28. The gel activity test was performed on 5 rabbits divided into five treatment groups. Each rabbit was burn-wounded using hot metal plate at diameter of 20 mm. Each group was given five wounds consisting of a negative control, 1%, 2%, 3% of extract formula and a positive control. The diameter measurement of the wounds was done on the 1st, 3rd, 5th, 7th, 9th and the 21st day. Data of wound healing percentage was statistically analyzed with Two-Way ANOVA. The results showed that the gel with 3% of red betel leaf extract of which percentage of healing as much as 85.81% compared to gel extract 1% and 2% with percentage 65,32% dan 76,58%.

  13. Potensi Kayu Perkakas dan Kayu Bakar Jenis Jati (Tectona grandis di Hutan Rakyat Desa Natah, Gunung Kidul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris Hadi Purwanto

    2009-07-01

    Full Text Available Potentials  of Merchantable Timber and Firewod of Teak (Tectona grandis in Natah Village Community Forest , Gunungkidul The potential of merchantable timber and firewod of teak (Tectona grandis in Desa Natah community forest was estimated by developing allometric equations method. To establish the allometric equation 350 sample trees were measured to determine the relationships between tree height (H and diameter breast height (D. Thirty trees of various sizes were cut to measure the merchantable timber and firewood volume. The raw merchantable timber volume of teak in the community forest was defined as the ligneous material contained in the bole and branches which both with a diameter of at least 10cm. The result showed that D (taken at about 1.3m above the ground was a good predictor of H with r2 over 0.9672. When D was combined with H, r2 was improved somewhat for the merchantable timber volume, suggesting the growth patterns of tree dimensions were colesy interdependent. A standing stock of the merchantable timber and firewood volume of teak in the community forest was then estimated based on the allometric relations. Proportions of the merchantable timber and firewood volume were 66.91% and 33.09% of total wood volume per tree, respectively. The potential of merchantable timber and firewood volume in these community forest were 13.501 m3/ha and 8.686 m3/ha, respectively, with a basal area of 1.887 m2/ha. Based on the basal area, Desa Natah community forests of teak could be classified into extremely sparse of stands category.

  14. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  15. POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus P Paulangan

    2014-10-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosialnya. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Manfaat ekonomi langsung dari ekosistem mangrove adalah kayu mangrove sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan bangunan dan kawasan hutan yang dialih fungsikan sebagai area tambak. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan.Kata Kunci: Mangrove, Pengelolaan terpadu, Teluk YoutefaPOTENTIAL MANGROVE ECOSYSTEM IN YOUTEFA BAY TOURIST PARK, JAYAPURA CITY, PAPUAABSTRACTMangrove ecosystem has biodiversity, either in ecology or social use. This ecosystem plays a role in ecology cycle in coastal area with the reliance of aquatic biota and humans upon its existence. The location of mangrove ecosystem of Youtefa Bay Tourist Park that is near to the city placed it in direct contact with a variety of activities, such as the utilization of mangrove wood as a firewood, building material and others that threat the quality of the mangrove ecosystem to experience a decrease. Besides, there were activities

  16. Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG dari Low Rank Coal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Permatasari

    2014-09-01

    Full Text Available Substitute Natural Gas (SNG merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4 melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006 menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas

  17. Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Iswanto

    2015-12-01

    Full Text Available Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas. Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO dan hidrogen (H2 yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara

  18. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  19. Fuel elements based on mixed oxides UO{sub 2} - PuO{sub 2}; Gorivni elementi na bazi mesanih oksida UO{sub 2} - PuO{sub 2}

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Katanic-Popovic, J; Stevanovic, M [Boris Kidric Institute of nuclear sciences, Vinca, Belgrade (Yugoslavia)

    1978-07-01

    Questions concerning utilization of plutonium as a fissionable material in fuel elements for nuclear power plants have been discussed. Characteristics and application of fuel elements with mixed UO{sub 2} - PuO{sub 2} fuel for thermal and fast breeder reactors have also been dealt with. In the presentation of technological processes for production of fuel elements based on mixed oxides specific characteristics are given with respect to the work with plutonium and relatively high production costs as compared to classical fuel elements based on sintered UO{sub 2}. (author)

  20. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  1. Mesin Pemindah Bahan : Studi Prestasi Belt Conveyor Hubungannya Dengan Ukuran Butiran Dan Tingkat Kelembaban Bahan Curah ( Batubara ), Panjang Belt 7,6 Meter ; Lebar 32 Centimeter

    OpenAIRE

    Nugroho, Rio

    2011-01-01

    Banyak industri yang menggunakan belt conveyor sebagai alat transportasi material, sebab punya banyak keuntungan. Sehingga, untuk meningkatkan performansi belt conveyor tersebut perlu dilakukan pengidentifikasian prestasi belt conveyor. Identifikasi dilakukan dengan material transfer batubara. Yang akan diamati adalah pengaruh ukuran butiran material dan tingkat kelembaban terhadap kapasitas transfer belt conveyor. Dari pengujian didapatkan kapasitas transfer terbesar adalah material batubar...

  2. Pengaruh Tandem Booster TNT Terhadap Kecepatan Detonasi Campuran Bahan Peledak Tepung Kalium Klorat, Sulfur Dan Aluminium Sebagai Bahan Peldak High Explosive

    OpenAIRE

    Tarigan, Tarsim

    2010-01-01

    There are a research on velocity of detonation explosives from Improvised Bomb with potassium chlorate, sulfur and aluminum with a composition of 65:20:15% (weight / weight), 70 mesh, galvanized pipes and containers with some blasting mechanism, starts with an explosion that ignite by a improvise detonator, factory detonator without a booster, factory detonator with a tandem booster TNT, and TNT booster modifications by adding a layer of Pb plate and make a cavity between the main booster ch...

  3. ANALYSIS OF GAMMA HEATING AT TRIGA MARK REACTOR CORE BANDUNG USING PLATE TYPE FUEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiyanto Setiyanto

    2016-10-01

    , telah dilakukan kajian penggunaan bahan bakar jenis pelat seperti yang digunakan oleh RSG-GAS. Berbagai langkah analisis telah disiapkan, termasuk perhitungan desain teras, dan sistem keselamatannya. Penggunaan elemen bakar tipe pelat menghasilkkan reaktor dapat dioperasikan hanya dengan 20 elemen bakar. Dibandingkan teras aslinya, nampak bahwa teras baru menjadi lebih kecil dan kompak, rapat dayanya naik, tetapi menyisakan beberapa ruang kosong yang dimungkinkan untuk menempatkan fasilitas iradiasi di teras. Dengan adanya fasilitas iradiasi di dalam teras, maka pembangkitan panas gamma di teras menjadi faktor baru yang harus diperhatikan. Untuk alasan ini, telah dilakukan perhitungan pembangkitan panas gamma teras reaktor Triga 2000 Bandung mengunakan program Gamset. Perhitungan didasarkan pada persamaan atenuasi liner, sumber garis dan arah perambatan tiga dimensi. Selain panas gamma di teras, akan dihitung juga panas gamma di reflektor (Lazy Susan, dan di CIP untuk berbagai jenis bahan. Diperoleh hasil bahwa panas gamma di CIP cukup signifikan (0,87 w/g, tetapi di posisi Lazy Susan relatif kecil, rata-rata hanya 0,11 w/g. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan CIP untuk iradiasi perlu mempertimbangkan panas gamma dalam perhitungan LAK nya. Kata kunci: panas gamma, reaktor nuklir, reaktor penelitian, keselamatan reaktor

  4. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    Full Text Available PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor is one type of Advanced Nuclear Reactors. The PCMSR has benefit charasteristics of very efficient fuel use, high safety charecteristic as well as high thermodinamics efficiency. This is due to its breeding capability, inherently safe characteristic and totally passive safety system. The PCMSR design consists of three module, i.e. reactor module, turbine module and fuel management module. Analysis in performed by parametric calculation of the turbine system to calculate the turbine system efficiency and the hat available for desalination. After that the mass and energi balance of desalination process are calculated to calculate the amount of distillate produced and the amount of feed sea water needed. The turbine module is designed to be operated at maximum temperature cycle of 1373 K (1200 0C and minimum temperature cycle of 333 K (60 0K. The parametric calculation shows that the optimum turbine pressure ratio is 4.3 that gives the conversion efficiency of 56 % for 4 stages turbine and 4 stages compressor and equiped with recuperator. In this optimum condition, the 250 MWe PCMSR turbine system produces 196 MWth of waste heat with the temperature of cooling fluid in the range from 327 K (54 0C to 368 K (92 0C. This waste heat can be utilized for desalination. By using MMED desalination system, this waste heat can be used to produce fresh water (distillate from sea water feed. The amount of the destillate produced is 48663 ton per day by using 15 distillation effects. The performance ratio value is 2.8727 kg/MJ by using 15 distillation effects. Keywords: PCMSR, discharged heat, MMED desalination   PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor merupakan salah satu tipe dari Reaktor Nuklir Maju. PCMSR memiliki keuntungan berupa penggunaan bahan bakar yang sangat efisisien, sifat keselamatan tinggi dan sekaligus efisiensi termodinamika yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pembiakan bahan bakar, sifat

  5. Aplikasi Berbasis Dekstop Untuk Persediaan Bahan Baku Produksi Menggunakan Model Waterfall (Study Kasus: PT. Seyon Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Chandra Ramdhani

    2018-05-01

    Full Text Available Basically, the computer functions are generally used as a medium for storing data and in it there are many application programs that can simplify and support a human work. In the warehouse of PT Seyon Indonesia for the process of inventory data management (raw and supporting, reports and data storage is still done manually. The existence of data recording errors and data inaccuracies are very likely to occur in this regard. To help facilitate the management of inventory data (raw and supporting in the section, the design of the program is the best solution to solve the problems that exist, namely in terms of data processing more accurate because the availability of input form data available and storage media centered in a single database that will make data management of incoming and outgoing goods more effective and efficient. The design of the inventory program (raw and supporting is made with a simple and interactive appearance but can process data well, so users can easily use it.

  6. Mutu Keju Putih Rendah Lemak Diproduksi Dengan Bahan Baku Susu Modifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    abubakar abubakar

    2016-06-01

    Full Text Available This research was conducted to investigate the quality of low-fat white cheese produced using raw material of modified milk. Five treatments applied were (A1 Using reduced fat (60% milk, (A2 Using emulsion of corn oil in skim milk (replacing milk fat with corn oil, (A3 Using emulsion of corn oil in skim milk and addition of whey protein concentrate (replacing milk fat with corn oil and the addition of whey protein concentrate=WPC, (A4 Using skim milk and water emulsion oil in water, and (A5 replacing milk fat with corn oil and the addition of probiotic (Lactobacillus casei. Each treatment was replicated three times. The selected that skim milk in corn oil emulsion with the addition of probiotics, the results showed had cheese quality characteristics as follow: yield 12.94±0.16%, hardnes 48.07±10.12 g, softness 8.51±0.54 kg/s, moisture content 50.37±1.60%, ash content 7.38±1.75% (dry matter, fat content 41.06±6.07% (dry matter, protein content 37.85±3.25% (dry matter, phosphorus content 346.62±25.61 mg/100g (dry matter, calcium content 860.78±87.91 mg/100g (dry matter, white color, regular texture, not flavorfull, salty taste, soft texture, elastic, ordinary preference acceptance.

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KALKULUS VEKTORBERDASARKAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKAKNISLEY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI MATEMATIKA MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Dedy

    2015-01-01

    Full Text Available This research is a study of Vector Calculus teaching material development that is designed toactivate all parts of students brain in learning process. The purpose of this research is to improve student’sunderstanding on mathematic subject. This teaching material development is based on Knisley’sMathematic Learning Model. The steps in this model of learning are exploration, elaboration, andconfirmation activities as guided in learning process standards.The research method adopted follows a series of research development developmental researchthrough thought experiments and instruction experimentation. The study begins with an in-depth studytheoretically develop the syllabus according to Vector Calculus curriculum structure and the distributionof subjects contained in the curriculum UPI 2010. The next step compile teaching materials presented inprint media which comes with interactive computer programs.Lectures by using teaching materials and student assignments that have been developed followingthe steps Knisley’s Mathematic Learning Model effective in improving student competence in vectorcalculus. This is presumably because the students have the opportunity to develop ideas collaborativelywith peers in completing tasks.Keywords: Knisley’s Mathematic Learning Model, exploration, elaboration, confirmation.

  8. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS E LEARNING PADA MATAKULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Vahlia

    2017-12-01

    Full Text Available The ability to evaluate learning is a basic skill that must be mastered by students as prospective teachers. Based on this, it is necessary a teaching materials that help students and lecturers during the lecture. Students can know and understand about learning evaluation. In addition, the existence of teaching materials can help students to improve students' skills in understanding the material. In order for students to learn independently and adapt to technology, e-learning is needed based on teaching materials where lecturers do not have to guide students one by one, but the students can also help each other with the help of internet. The research was conducted at Muhammadiyah University of Metro and the subject of the research was 6th semester students consisting of 2 classes. Class A as an experimental class whereas class B as control class. The development of e-learning-based teaching materials uses the main 4-D development model of Define, Design, Develop, and Disseminate or adapted into 4-P model, defining, designing, developing, and deploying. The results of this study indicate that: 1 Teaching materials based on e-learning can support lecturing evaluation of learning in mathematics education program. This can be seen from the percentage of student response questionnaires of 80% that fulfill the criteria is quite valid; 2 Teaching materials based on e-learning can optimize student learning outcomes. This can be shown in student learning outcomes that achieve optimal learning outcomes of 87.5%

  9. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS E LEARNING PADA MATAKULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

    OpenAIRE

    Ira Vahlia

    2017-01-01

    The ability to evaluate learning is a basic skill that must be mastered by students as prospective teachers. Based on this, it is necessary a teaching materials that help students and lecturers during the lecture. Students can know and understand about learning evaluation. In addition, the existence of teaching materials can help students to improve students' skills in understanding the material. In order for students to learn independently and adapt to technology, e-learning is needed based ...

  10. Penggunaan ekstrak kayu nangka (artocarpus heterophyllus sebagai bahan pewarna untuk kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2001-12-01

    Full Text Available Abstract The objective of this experiment was to evaluate the effect Alum content and time of mordanting on the rub fastness. Natural dyes from wood dyes Artocarpus heterophyllus haved an intermediate acid resistance (acetic acid, a good alkali resistance (natrium carbonat0 but they had very low sulphur acid resistance and low formic acid resistence. Natural dyes from wood dyes Artocarpus heterophyllus could be used as colouring matter on goat skin distributed throughout the substance of the fibre goat skin. Their rub fastness was a good (dry and wet. The variation of amounts alum (1%, 2%, 3% and treatment of mordanting (before and during dyeing did not influence on rub fastness (dry and wet.

  11. KUALITAS EGGURT KERING DENGAN BAHAN DASAR SUSU DAN BERBAGAI MACAM BIJI-BIJIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indratiningsih (Indratiningsih

    2012-06-01

    concentration, pH and acidity levels. It can be concluded that eggurt-sesame has the best sensory and microbiological quality, while the best chemical quality was obtained from eggurt-black soybeans. (Keywords: Quality, Dried eggurt, Milk, Sesame, Green beans, Black soybeans

  12. PENGARUH PENAMBAHAN SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN BAHAN RESIN EPOKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2012-02-01

    Full Text Available Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution andtransmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are betterthan porcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface ishygroscopic. For the repair was done by adding the surface properties of silicone rubber materialThis paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle of hidrophobicity and surfaceleakage current characteristics of epoxy resin materials ( Di-Glycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA andMethaphenilene Diamine (MPDA. The study was conducted in the laboratory using the electrode method IEC587:1984 with NH4Cl contaminants. The voltage applied to the epoxy resin sample at 3.5 kV and 50 HzfrequencyThe experimental results showed that the addition of silicon rubber in epoxy resin makes the surface materialcontact angle increases. The higher percentage of silicone rubber, the greater the contact angle and the longertime required for the occurrence of surface discharge.

  13. Analisis Mitigasi Risiko Supply Chain Bahan Baku Crumb Rubber Pada PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk

    OpenAIRE

    Khairunnisa

    2017-01-01

    120403126 Supply chain activities always have the potential to arise the risk, there fore, risk management is indispensable for the management of risk. On the company Bakrie Sumatra, PT Pantations Tbk, in the raw material supply chain activity crumb rubber has the opportunity for incorrect valuation of risks such as occurred to suppliers of materials, late delivery, as well as the constraints that occur inside itself. Therefore, the need for risk analysis and mitigation action handling to ...

  14. Optimasi Tablet Levofloksasin yang Mengandung Bahan Pengikat PVP K-30 dan Disintegran Vivasol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Ayu Fatmawati

    2017-12-01

    Full Text Available The aim of this research was to get optimal formula of levofloxacin tablet prepared with variation of PVP K-30 as binder and vivasol as disintegrant. The making of levofloxacin tablets was done by wet granulation. Tablet was prepared with various levels of PVP K-30 and disintegrant vivasol, compressed using a hydraulic press with 12 mm punch diameter, for 3 seconds. Physical quality (hardness, friability, and disintegration time and dissolution rate of tablet was evaluated. The optimization of the formula was done by factorial design of 22 factorial experiments with 2 factors (PVP K-30 and vivasol and 2 levels (2% and 4%. Optimization results showed that elevated levels of PVP K-30 increased tablet hardness, reduced friability of tablet, decreased disintegrating time, and increased dissolution rate of levofloxacin tablets. Meanwhile, elevated levels of vivasol increased the hardness of tablets, decreased the disintegrating time of tablets, decreased the dissolution rate of levofloxacin tablets, but did not affect the friability of tablets. In conclusion, the optimal tablet that meet the specifications of physical quality (hardness, friability, and disintegrating time and dissolution rate was made by 2.4 to 3.7% of PVP K-30 and 2.0 to 3.2% vivasol as shown in the feasible area of design space.

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA PEMAHAMAN BERDASARKAN STRATEGI PLAN (PREDICT, LOCATE, ADD, NOTE) UNTUK SISWA KELAS VII

    OpenAIRE

    Sudiati Sudiati; Nurhidayah Nurhidayah

    2017-01-01

    Abstract This study aims to produce reading comprehension learning materials based on the PLAN strategy and to find out the appropriateness for Grade VII students. This was a design and development study. The stages were taken from those of Borg and Gall. The data were qualitative and quantitative in nature. The data trustworthiness was assessed in terms of credibility, transferability, dependability, and confirmability. The research instruments were an interview guide and ...

  16. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU MAKANAN TERNAK PADA BAGIAN GUDANG DI KSU TANDANGSARI SUMEDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaedi Abdillah

    2017-05-01

    Full Text Available System storage of fodder raw material inventory in the warehouse still done manually record it in a book Raw Materials Inventory so the recording process takes longer. In addition, it can also errors in the information at the time of recording. Based on the analysis of the obstacles that exist in the Parts Warehouse, the authors build a database-based applications using Microsoft Office Access 2013 that can handle the entire data on revenues, expenditures and request for raw materials, and produce information accurately and automatically. Systems development method waterfall method, the tools used in the analysis of system design is Flowmap, Context Diagram, Data Flow Diagram, Data Dictionary and Relation Table. While the implementation of the system design is the programming language Visual Basic for Application (VBA by using Microsoft Office Access 2013 as the database.

  17. PROSEDUR PEMESANAN DAN PENERIMAAN BAHAN PASTRY UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DI HOTEL HILTON BANDUNG

    OpenAIRE

    Anisa Apriani; Oda Oda

    2016-01-01

    Abstract - Pastry is one of the departments of the hotel to provide a dessert dish.variouscake and dessert should be produced by the pastry every day in accordance with the request of the banquet event order (BEO). To produce the cake and dessert pastry section requires the availability of the raw materials. The basic ingredients are obtained from the order process until receiving of the pastry. use of materials is also onr of the things that influence the availablility of pastry. However in ...

  18. Pengaruh bahan pengisi serat kaca terhadap sifat fisik dan kristalinitas polipaduan PC/ABS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wahini Nurhajati

    2017-06-01

    Full Text Available This research aimed to determine the effects of the addition of glass fibers on the physical and crystallinity properties of PC/ABS polyblends. The ratio of PC/ABS used in this research was 75/25, while the addition of glass fibers ranged from 0; 5; 10; to 15 phr (based on the weight of PC/ABS. Polyblends of PC/ABS/glass fibers were prepared in a twin screw extruder. The test results showed that density and tensile strength of PC/ABS polyblends increased with an increase in the glass fiber content. The presence of glass fibers decreased MFI and impact strength of these PC/ABS polyblends. The functional groups were determined by the fourier transform infrared (FTIR spectrophotometer while crystallinity was examined using X-ray diffractometer (XRD.

  19. Kajian Bahan Ajar Mata Kuliah Teori Mesin Listrik dan Relevansinya dengan Kurikulum 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sujadi

    2016-04-01

    Full Text Available The objectives of this study were: (1 to examine the relevance of the teaching materials applied in the subject of Electrical Machines Theories related to the 2009 curriculum syllabus; (2 to reorganize thematerials delivered to the students based on the time management. The approach utilized in this study was content analysis. In this study, the explicit description of the study process was crucial. To assess the teaching materials that had been arranged and would be rearranged based on the time management the data resulted from documentation, observation, and interviews was required. It was carried out to complete the data for the handbook of Electrical Engineering Theories. The results revealed that the materials in the handbook are mostly relevant to the 2009 curriculum, but the time management needs to be reviewed. Theeliminated materials will be included in independent assignments or other relevant subjects.

  20. Kajian  Penerimaan Konsumen terhadap Produk “Koteja” Kopi dengan Tambahan Bahan Berkhasiat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurnia Harlina Dewi

    2014-06-01

    Full Text Available This study aimed to asses effect of different efficacious materials and types of sugar on consumer acceptance of “Koteja” (coffee with addition of sea cucumber and ginger based on organoleptic tests (taste, aroma, and color and to determine the most preferred coffee by consumers and in accordance with SNI. This study was conducted by using randomized completely design with 2 (two factors; efficacious materials (Morinda citrifolia, Piper retrofractum, Syzgium aromaticum and material mix and types of sugar (white sugar and brown sugar. Experimental data were subjected to ANOVA test followed by DMRT with 5% level of significant. The result showed that the use of Java chili (Piper retrofractum and brown sugar was the most preferred by consumer.

  1. PENGEMBANGAN MINUMAN FORMULA IBU HAMIL DAN MENETEKI BERBASIS BAHAN LOKAL NON SUSU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-11-01

    Full Text Available The Development of Non-Milk Based Formulated Drinks For Pregnant and Breastfeeding Women.Background: The pregnant and breastfeeding women need a greater nutrition intake compared to normal women. At second and third trimester of pregnancy, and during breastfeeding, a woman should have additional nutrient for approximately 300 Kcal energy and 17 grams protein per day. Recently, various formula drinks for pregnant and breastfeeding women are available in the market, however most of these formulas are expensive.Objectives: To develop non-milk based formula drinks for pregnant and breastfeeding women which contained adequate amount of additional macro and micro nutrients had good sensory quality and had long self life.Methods: Initially, 13 kinds of drinks were formulated. The drinks contained aproximately 300 Kcal energy and 17grams protein. They were analyzed for nutrient contain, microbiology and sensory quality in order to vote the best 5 formulas at the laboratory scale. The formulated drinks were packaged and sealed in 150 mL plastic cups. To know the self life of the drinks, storage was carry out in the room, incubator and refrigerator temperature during 12 months.Results: From sensory test, it was concluded that the best five drinks were kweni formula, chocholate formula, ginger formula, guava-orange formula and red bean formula. One cup of 150 ml formulated drink, had 140-150 Kcal energy and 8 grams protein. Therefore, to fulfill additional requirements for pregnant and breastfeeding women, the drinks should be consumed 2 cups a day.Conclusions: The formula drink developed could provide additional energy, protein, vitamin and mineral needed by pregnant and breast feeding women. There was no side effect reported by the panelist because of consuming the formula.Keywords: formulated drinks, pregnant women, breastfeeding women, acceptance.

  2. PENENTUAN BAHAN KERING BUAH SAWO SECARA TIDAK MERUSAK MENGGUNAKAN NIR SPECTROSCOPY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Suhandy

    2012-12-01

    Full Text Available This work was conducted to develop a new measuring system for nondestructive dry matter prediction in sawo fruit using short wavelength near infrared (SW-NIR spectroscopy. In this research, a number of 100 sawo fruits were used as samples. Spectra were acquired using a portable spectrometer (VIS-NIR USB4000, The Ocean Optics, USA with 100 ms integration time and 50 scans for number of scanning. Dry matter was measured using oven drying. The calibration and validation model was developed using the partial least squares (PLS regression method. The result showed that the best calibration model could be developed for original spectra in the wavelength range of  700-990 nm with F= 8, r = 0.92, SEC = 0.68 and  SEP = 0.86. Keywords:   Absorbance mode, dry matter, nondestructive method, sawo fruit, SW-NIR spectroscopy.

  3. Seleksi khamir yang berbasis selenium sebagai sumber bahan bioaktif dan uji modulasi apoptosis seluler Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titin Yulinery

    2012-02-01

    Full Text Available The selection of yeast from volcanic soil as bioactive source based on selenium and apoptosis modulation of Saccharomyces cerevisiae have been done. Isolation of yeast used the dilution method. Furthermore, the isolates were selected for resistance and accumulation test of selenium, catalyze test, resistance to high temperature and test of toxicity to garlic. The Inhibition activity was detected by using paper disc method. The result showed that 11 isolates from Kerinci and 4 isolates from Rinjani had been determined. 10 isolates were resistant to SeO2 toxicity, could accumulate Se, and had the activity of catalyze. Isolates 15 and 394.1 were sensitive to garlic toxicity, could inhibit 3.71 cm and 4.16 cm, respectively. All the isolates collected were mesophylic, and could grow at the temperature 28 €“30 °C. The highest Se concentration of the isolates was 0.92 ppm and 0.78 ppm, which produced by isolate 53 and 15 respectively. Isolate 15 were lower than isolate 53 in apoptosis modulation yeast LIPIMC strain and yeast BJ 3505 strain (10.54% and 14.24%, respectively. The highest frequent of petite was BJ 3505 strain.

  4. Protesa Maksilo Fasial Kerangka Logam Kombinasi Bahan Termoplastik pada Defek Kelas II Aramany Pasca Hemimaxillectomy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyus Mohamad Ilyas Djunaedy

    2012-06-01

    Full Text Available Background: Hemimaxilectomy surgery may cause facial defects, impaired function of speech, swallowing, mastication, esthetics as well as psychiatric patients and can cause problems I rehabilitation. Objective: This case report aims to determine the effect of maxillofacial prosthesis using ametal frame combination of thermoplastic materials in class II defects aramany to the aesthetic, retention, and stabilization of the prosthesis. Case: a 58- year old woman has done hemimaxilectomy, since ayear ago. Defective class II aramany, most of the maxillary teeth are gone, the teeth are still there 11, 13 and 17. Taking impression using hidrocoloid irreversible material was done following subjective, objective and radiographic examination, then the processs of ametal frame, MMR, teeth  arrangement, wax denture try in, then do the lab thermoplastic material, and insertion of the prosthesis. Manufacture of metal framework prosthesis combination of thermoplastic materials of class II defects aramany is the right choice. Conclusion: it can result in the retention, stabilization, good occlusion and esthetics.

  5. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK PANGAN OLAHAN YANG MENGANDUNG BAHAN REKAYASA GENETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi Suyadi

    2010-01-01

    Full Text Available Obligation to write a description of genetically engineered food manunjukkan does not mean that the product of genetic engineering that use materials are not safe, but the subscription is more information, because basically the food products that have been circulating in the market is a product that is safe for consumption means that products are free from material substances that are harmful to humans and how the processing should ensure the safety of the product, therefore the information in the form of inclusion of the words "Food Genetic Engineering" is intended to meet the consumers' right to choose the right form of goods or services to be consumed, which in this case is part of legal protection for consumers. Keywords: Protection Law, Consumer Protection Act, Genetic Engineering of Food, Consumer, Entrepreneur

  6. Evaluasi Pengendalian Intern Terhadap Sistem Akuntansi Pembelian dan Persediaan Bahan Baku Pada PT Fuyindo Multi Perdana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vini Mariani

    2010-12-01

    Full Text Available Internal control is essential for the operational activities of a company. The author conducted research for internal control of accounting systems and inventory purchases of raw materials. Internal controls for purchasing and inventory of raw materials is essential if companies want to produce a superior product. In this study researchers prepare the field research method by observation and literature study by studying the theories associated with the purchase and supply of raw materials. The results obtained show the important things that can be controlled by the company for operating companies to run well and the management can give a decision based on the reports of evaluation results, it can be suggested that companies should do in the internal control system purchase accounting and inventory of raw materials. 

  7. Bahan pemutih gigi dengan sertifikat ADA/ISO (Tooth bleaching material with ADA/ISO certificate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Meizarini

    2005-06-01

    Full Text Available Bleaching of teeth for cosmetic reasons is a popular aspect of cosmetic dentistry because patients realize the aesthetical benefits of these products. The dentist as a clinician's practitioner must be knowledgeable of the products and their application techniques. Bleaching materials which are safe and effective are the ADA accepted or manufactured by those which have already haved ISO certificate. Dentist must have enough knowledge about in-office bleaching prescribed for home-use bleaching including their contra indication and side effects, to advise the patients and provide effective bleaching services.

  8. Karakterisasi Sensor Gas Lpg (Liquefied Petroleum Gas) Dari Bahan Komposit Semikonduktor Tio2(cuo)

    OpenAIRE

    Dewi, Ratna Sari; -, Elvaswer

    2015-01-01

    The Liquefied Petroleum Gas (LPG's) sensor in the form of composite has been characterized. The steps of manufacturing processes are the mixing of materials, calcinations at 500ºC for 4 hours, blended, compacted and sintered at 700ºC for 4 hours. The sensor was tested at room temperature through current (I)-voltage (V) characteristics, sensitivity, and conductivity. Based on measurement I-V characteristic it's known that sample with 10% addition of CuO have sensitivity of 10 at 10 volt vol...

  9. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK PANGAN OLAHAN YANG MENGANDUNG BAHAN REKAYASA GENETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi

    2010-01-01

    Full Text Available Obligation to write a description of genetically engineered food manunjukkan does not mean that the product of genetic engineering that use materials are not safe, but the subscription is more information, because basically the food products that have been circulating in the market is a product that is safe for consumption means that products are free from material substances that are harmful to humans and how the processing should ensure the safety of the product, therefore the information in the form of inclusion of the words "Food Genetic Engineering" is intended to meet the consumers' right to choose the right form of goods or services to be consumed, which in this case is part of legal protection for consumers.

  10. Kajian Teknik Aplikasi Drainase Bawah Tanah dengan Menggunakan Bahan Baku Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Momon Sodik Imanudin

    2016-02-01

    Full Text Available Problems crop cultivation on rain fed land after rice is still too wet for crops, while for rice crop will experience drought on the generative phase. The technology was required to decrease the moisture content of the soil so that crops can be planted after rice. The study aims to examine the application of the use of the underground drainage system to lower the water logging. Local raw materials were used in order to easily adopted by farmers, because common uses of the pipe is still too expensive. The drainage material was made of a collection of coconut husk and wood twigs. As a test medium performed using texture medium sandy clay loam soil and sand. The test results showed that the ability of the drainage flow on coconut fiber, lower than that of wood sticks consecutive 0.37 and 0.48 liters / sec. And the maximum flow capability was shown in the sandy soil of 0.75 and 1.93 liters / sec. Condition of the land with drainage modulus 10mm / day and the structure of materials was used in the field of wood sticks with inter-channel spacing is 10 m, then there is a 10 in 1 ha pipeline, so the ability to discharge to 69 m3 / h. Therefore, it took time for water discharge at 100/69 = 1.45 This means that the potential of using systematically drainage disposal is fit for use primarily in the light texture such as sandy clay loam.

  11. KECERNAAN RANSUM SAPI BALI DENGAN KONSENTRAT FERMENTASI BERBASIS LUMPUR SAWIT DAN BAHAN PAKAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Badarina

    2017-09-01

    Full Text Available The aim of this research was to evaluate the dry matter and organic matterdigestibility in vivo of Bali cattle diet that supplemented with fermented concentrate ration based from palm oil sludge and several local feed sources. Fifteen Bali cattles with 2 years old and the range of live weight 184,5±3,63 kg were distributed into three treatments and five replication in Completely Randomized design. The treatment was the level of concentrate supplementation, They were P1 (10kg/day, P2(7,5kg/day and P3(5kg/day. The forage and the rice straw were adjusted as much as 10 kg/day and 1 kg/day, respectively. The composition of fermented concentrate consisted of palm oil sludge (70%, rice bran (10%, coffee husk (10% and coconut press fiber (10%. As bioactivator used”Bionak”as much as 0,3%. The an aerob fermentation took time a week. The result showed that up to the highest level (10kg/day the supplementation of fermented concentrate ration enhanced the consumption and the digestibility of the whole rations.

  12. Pemanfaatan Kulit Ari Kelapa sebagai Alternatif Bahan Pakan untuk Ikan Nila (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2016-03-01

    Full Text Available Feed is one of the most important things in aquaculture. More than 50% cost productiondecided by feed. The increase of artificial feed price affected by raw material price rising could troubled the farmers and cultivator. Coconut husk as waste in traditional markets. This research purpose to know the utilization of coconut husk as alternative feed material. This research used experiment method composed of one control and three treatmenteach of it with three repetitive. The treatment composition with 5%, 10%, and 15% coconut husk flour. The observed parameter in this research is survival rate, weight absolute, specific growth rate, conversion feed, and water quality. The obtained result is the feed with 15% coconut husk flour formulation had the best result compared from control with survival rate 100 ± 0%, weight absolute 11,75 ± 1,46 gram, specific growth rate 2,89 ± 0,41% and feed conversion ratio 1,62 ± 0,16 without the alteration of water quality. Coconut husk flour can be used as alternative feed material with 15% in formulation.

  13. Determinasi Energi Metabolis dan Kandungan Nutrisi Hasil Samping Pasar Sebagai Potensi Bahan Pakan Lokal Ternak Unggas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiyono Sugiyono

    2015-04-01

    Full Text Available (Determination of metabolic energy and nutrient market by product for local poultry feed ingredients ABSTRACT. This study aims to examine the metabolic energy (ME  and proximate analysis of the coconut husk, garlic skin, heart of young jackfruit, in order to see its potential as a local feed ingredients for poultry, especially chicken. The study was conducted in 3 stages include feed preparation stage, treatment stage and retrieval of data. Stage of treatment involves measurement of metabolic energy to "force feeding" the appropriate method of Sibbald (1976. The results of the proximate analysis and gross energy (GE  are  water content ranged from 6.28 to 13.60%, from 5.09 to 12.34% crude protein, crude fat from 0.57 to 48.72%, crude fiber 31.33 to 51.66 %, from 2.38 to 8.39% ash, extract materials without nitrogen from 3.19 to 27.11% and GE  3387.21 to 6491.17 (kcal/kg. The results of ME research is mathematical and biological ME each feed ingredient is coconut husk 4492.84 kcal/kg; 4025.59 kcal /kg, the heart of young jackfruit 1533.44 kcal/kg ; 1625.39 kcal/kg , garlic skins 1388.76 kcal/kg; 1327.65 kcal/kg, leather bean sprouts in 1392.48 kcal/kg; 1089 .33 kcal/kg . Conclusion The study is based on the results of the proximate analysis, the content of GE and EM biological byproduct feedstuffs markets that have potential for use in poultry rations are coconut husk being able to supply the highest energy.

  14. Pengembangan bahan ajar berbasis muatan lokal pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emil El Faisal

    2017-01-01

    Full Text Available This research aimed at (1 developing teaching materials based on local content for Civic Education in University; and (2 describing the potential impact of local content on student consciousness on local culture. It was a developmental research. The subject were student registered in Civic Education Course (Mata Kuliah PKn at History Department. Pilot project was validated through one to one, small group, and field evaluation. The analyzed result indicates that the developed instrument was valid and has potential impact. Supported data shows that the mean score prior to implementation was 6.86 and after implementation was 7.73. In other words, there was an increasing student achievement before and after its implementation. Accordingly, we suggest that this developed material could be implemented widely.

  15. Potensi Air Dadih (Whey) Tahu Sebagai Nutrien Dalam Kultivasi Chlorella SP. Untuk Bahan Baku Pembuatan Biodisel

    OpenAIRE

    Arinto, Dhika Joko; Paramastri, Hayu Pradipta; Soetrisnanto, Danny

    2013-01-01

    An increase of population growth and energy demand has lead to a foster fuel consumption, therefore an alternative fuel is necessarily needed for a solution to solve the problem. Currently, one of the most popular solution offered is biodiesel. The development of biodiesel as renewable energy is done by using microalgae such as Chlorella sp. with 28-32% lipid content as its raw material. The objective of this research is to find out the effect of various concentration, biomass based on growth...

  16. Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Alternatif Bahan Pelapis (Upholstery pada Produk Interior

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunida Sofiana

    2010-10-01

    Full Text Available Environment pollution which is caused by garbage, especially plastic products, is one undeniable thing nowadays. Environment pollution by non-degradable materials could be decreased in 3Rs that are recycling, reusing, reducing. Recycle method is one of creative methods; the plastic waste could be recycled into matting materials that substitute natural material (pandanus and also to be alternative upholstery in interior products. Plastic waste treatment process until disposable is easier than natural material which has to go through several stages like drying and staining. What could be gained from pandanus could also be gained from plastic waste, so there are many things probable products could be designed. The product image is assumed to be modern, one trend nowadays.    

  17. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berbagai Jenis Teks Bertema Kearifan Lokal Sikka Bagi Siswa SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robertus Adi Sarjono Owon

    2017-05-01

    ABSTRAC Writing is language skills in which integrated preached with the third other skills. In curriculum 2013, the learning done based on the text, but the sources of teaching materials still limited on students’ book published by Department of Education National. So that, it’s needed to developed teaching materials Writing Various Type of Text Themed Local Wisdom of Sikka Regency, NTT by Using Contextual Approach for The Junior High School Student. This research is aims to (1 identify prototype teaching materials writing various type of text themed Sikka local wisdom as students’ and teacher’s needed, (2 knowing the result of prototype expediency writing various type themed Sikka local wisdom in terms of and the contents of, and (3 knowing the effectiveness writing teaching materials to improving the learner’s ability in writing. This research is R& D. The data are collected by using questionnaire to identifies the necessity of teaching materials and to examine prototype expediency of teaching materials. Besides the data also are collected from Students’ result of study toward the ability in writing text themed Sikka local wisdom to examine effectiveness of product. This research indicates that (1 prototype teaching materials writing various type of text themed Sikka local wisdom by using contextual approach based on students’ and teacher’s necessity included:  text model, structure of the text, strategy of writing development, exercises, rating directive and supplement EYD. There is also contextual approach integrated in learning process, (2 the rating result of validation expert on the average score is 77, 45 (good mean while the rating result of validation user average score is 85, 53 (excellent and (3 teaching materials writing text effectively can develop the ability of students’ writing shown by the percentage of students’ classical completeness 80% in groups and 80% students can develop the text based on structure, content, spelling, punctuations and the use of capital letter. Key words: teaching materials, kinds of text, local wisdom, contextual approach

  18. Kajian Pengeringan dan Pendugaan Umur Simpan Seledri pada Berbagai Bahan Kemasan Fleksibel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Yulni

    2017-08-01

    Full Text Available Abstract Celery is a perishable horticultural product due to its high water content. This condition leads to a short durability of the celery, thus efforts to prolong its shelf life are required. This study aimed at studying the effects of immersion in sodium metabisulphite and drying temperature on the quality of dried celery leaves, and determining its shelf life using acceleration method based on critical moisture content approach. The results showed that soaking treatment using solution of sodium metabisulphite prior to drying process was able to maintain the dried celery leaves qualities, which resulted in higher chlorophyll content, lower apparent density, higher rehydration ratio, and higher VRS (volatile reducing substance in comparison without soaking treatment. Moreover chlorophyll content, apparent density, volatile reducing substance (VRS, and rehydration behaviours were affected by the drying temperature. Shelf life of dried celery leaves based on critical moisture content approach represented in linear low density polyethylene (LLDPE plastic, polypropylene (PP, and aluminium foil oriented polypropylene (OPP were 30, 51, and 790 days, respectively.

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellianawati -

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian research and development ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan capaian prestasi belajar yang cukup signifikan. Peningkatan persepsi diri mahasiswa tentang pemahaman materi Fisika Matematika 1 serta capaian rata-rata yang masuk dalam kategori B menggambarkan keefektifan metode ini. Masih ada beberapa mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian dengan perbaikan yang berkelanjutan baik dari segi konten, sajian, maupun proses pembelajaran.The research aimed to increase the students’ motivation in learning Mathematical Physics by choosing their own type of study in order to challenge them to study autonomy. Self Regulated Learning (SRL model is chosen since the model provides the role for teacher and learner to reach the learning goal. This research has been done to the students who taken Mathematical Physics 1 in even semester of academic year of 2010/2011. Based on the result using research and development methodology, it can be concluded that there is a quite significant gain of students’ understanding of Mathematical Physics 1 concepts. The increase of students’ self perception of material understanding of Mathematical Physics 1 and the average of achievement categorized as B shows the effectiveness of the method.  There are some students who still need to be concerned by continuing their improvement in learning content as well as the learning process.

  20. Pendugaan Masa Kadaluarsa Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz Instan pada Beberapa Bahan Kemasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Elza Fitriani

    2015-03-01

    Full Text Available The shelf life estimating of instant cassava were determined by analyzing the moisture sorption of it. The instant cassava was made into cube form with dimension of 0,5 cm x 0,5 cm x 0,5 cm and used as samples to analyzing the moisture sorption isotherm characteristic. Moisture sorption isotherms of it were determined at 28±2°C using standard gravimetric static method over a range of equilibrium relative humidity (ERH from 6.90%-97.90%. The experimental data were fitted by Henderson model and well predicted almost at each point of aw. The data of instant cassava’s moisture sorption isotherm followed type II behavior. The shelf life of it were calculated using Labuza equation with three different packaging materials: low density polyethylene (LDPE of 0.03 mm thickness, polypropylene (PP of 0.03 mm thickness and retort pouch. The shelf life of instant cassava using those three packaging materials were obtained for 103, 88 and 3502 days, respectively.

  1. Pendugaan Masa Kadaluarsa Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Instan pada Beberapa Bahan Kemasan

    OpenAIRE

    Pande Elza Fitriani

    2015-01-01

    The shelf life estimating of instant cassava were determined by analyzing the moisture sorption of it. The instant cassava was made into cube form with dimension of 0,5 cm x 0,5 cm x 0,5 cm and used as samples to analyzing the moisture sorption isotherm characteristic. Moisture sorption isotherms of it were determined at 28±2°C using standard gravimetric static method over a range of equilibrium relative humidity (ERH) from 6.90%-97.90%. The experimental data were fitted by Henderson model an...

  2. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI HIMPUNAN BERBANTU VIDEO PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulis Purwanto

    2015-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to know the feasibility of mathematics contextual-based learning materials on the material set using video-assisted learning. This research was a research and development (R & D. Models were used to adapt the model developed by Sugiyono, but not to stage a mass product. Subjects tested in this study was seventh grade Junior high school 1 Batanghari academic year 2014/2015. Results of the validation of teaching materials to obtain an average value of 82.14%. Learning outcomes of the pilot study of  small-scale was 84 and learning outcomes of large-scale was 84.33, so the contextual-based learning materials on the material set using video-assisted learning was very feasible used in learning

  3. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2013-04-01

    Full Text Available Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem vegetable waste could be formed as wafer. This research was conducted to study effectiveness of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration This experiment was run in completely randomized design which consist of 4 feed treatment and 3 replications.  Ration used was consisted of  P0 = wafer complete ration 0% coffee waste (control, P1 = wafer complete ration 2,5% coffee waste, P2 = wafer complete ration 5% coffee waste, and P3 = Wafer complete ration 7,5% coffee waste. The Variables observed were: physical characteristic (aroma, color, and wafer density and palatability of wafer complete ration. Data collected was analyzed with ANOVA and Duncan Range Test would be used if the result was significantly different. The result showed that the density of wafer complete ration coffee waste was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. Mean density wafer complete ration equal to: P0= 0,52±0,03, P1 =0,67±0,04, P2 =0,72±0,03, and P3 = 0,76±0.05 g/cm3. Wafer complete ration coffee waste palatability was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. It is concluded that of wafer complete ration composition 5 and 7,5% coffee waste was significantly wafer palatability and gave a highest wafer density. The ration P0 was the most palatable compare to other treatments for the experimental peking duck.

  4. KUAT TEKAN BATA RINGAN DENGAN BAHAN CAMPURAN ABU TERBANG PLTU ASAM-ASAM KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ninis Hadi Haryanti

    2016-02-01

    Full Text Available Various researches regarding the utilization of coal fly ash are currently being explored in order to increase its economic value as well as decrease its harm to environment.at the same time. The purpose of this reasearch is to know compressive pressure and weight of light-weight brick by using fired-coal waste from ”Asam-Asam” Coal Fired Steam Power Plant. The test result towards fly ash’s characteristics from ”Asam-Asam” Coal Fired Steam Power which has been done beforehand, is inline with the requirement of SNI 03-2460-1991. However the result of compressive pressure test still meets the requirement of SNI 03-0349-1989.Test has been conducted about compressive pressure and light-weight brick by using mixed materials of fly ash.  The compositions of light-weight brick’s production are cement and fly ash for 50% each, including mixed foam, polymer and hardener, 0.50% for each of them, in order to achieve the highest average result of light-weight brick’s compressive pressure by 39.99 kg/cm2 or 3.92 MPa. Meanwhile its density obtains 0.78 kg/dm3 or 780 kg/m3. ‘D’ light-weight brick’s compositions are cement by 42.86% and fly ash by 28.57% including unslaked lime by 28.57%. Whereas the mixed compositions of foam, polymer and hardener for each 0.50% and 0.38%.The test result above still fulfils the requirement of SNI 03-0349-1989, which is 21 kg/cm2 for the solid concrete brick quality level IV as well as fulfils the theory of light-weight brick according to Tjokrodimuljo (2007, concrete is categorized as light if its weight is less than 1800 kg/m3

  5. Kajian Penanganan Bahan dan Metode Pengeringan terhadap Mutu Biji dan Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Verra Mellyana

    2012-10-01

    Full Text Available Energy is consumed in many sectors such as industry, transportation, and household. Most of the source of energy nowadays are obtained from fosil, which is predicted available for less than 10-15 upcoming years, and should be replaced by renewable energy. One of potential renewable energy to considered is Jatropha, a plant with seeds containing oil that can be processed into biodiesel. As a part of plant, fruit of Jatropha should be treated properly after harvest to maintain its oil in the seeds, so that good physical and chemical properties of the oil extracted from the seed can be obtained. This research is aim to develop method of handling of the harvested Jatropha fruits, including its drying, to maintain quality of the seeds and oil resulted from extraction. Different combinations of preparation (fresh, seed and steamed seed and drying (temperature of 50, 60, 70 oC and natural sun drying, have been investigated. The results showed that the best treatment was seed drying at 70 oC with the drying time of 4.83 hour, oil rate of 40.06%, and oil yield of 28.59%. Quality of the seeds which fulfilled Standard National Indonesia (SNI 01-1677-1989 were broken seed (0.57%, cracked seed (0.20 %, foreign object (0%, moisture content (6.08%. However, the highest oil extraction (40.06% was not satisfy SNI 01-1677-1989. This case, quality of castor oil which qualified SNI 01-1904-1990 were oil moisture content (0.23% and acid value (0.33 mg KOH/g, but refractive index (1.6209, iod number (54.31 and saponification number (67.30 were unqualified.

  6. Pengaruh Penggunaan Nr dan Nbr dengan Bahan Pengisi Silika terhadap Sifat Fisika Kompon Rol Karet Cpo

    OpenAIRE

    Prasetya, Hari Adi

    2010-01-01

    The research aimed to obtain the influence of natural rubber NR, synthetic rubber NBR and alumunium silikat (AISiO₃) as a filler, its physical properties and also to find out rubber compound the best for rubber mixture with variation of NR : NBR 50, 70 : 30, 90 : 10 hr and variation of aluminium silikat (ASiO₂) 45 phr, 50 phr, 55 phr. The result showed that the addition of rubber NR : NBR ratio and alumunium silikat (ASiO₂) had significant effect on the hardness, tensile strength, abration re...

  7. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Pembelian dan Persediaan Bahan Baku pada PT Sumber Bahagia Metalindo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Elda Hiererra

    2012-06-01

    Full Text Available The research objective was to evaluate, learn and analyze whether the company’s business processes in accounting information systems of purchases and inventory of raw materials implemented in the company run as expected; to find out whether the accounting information system of purchasing and inventory of raw materials is well integrated, and to provide recommendations and suggestions to improve the weaknesses in the system for the company’s assets can be well cared for. Several methodologies are implemented in this research, which are literature study, field study, such as: interviews, observation, checklists, and documentation review followed by data analysis. Audit is implemented using audit around the computer. The results obtained are in the form of data analysis presented as problem findings, the impacts and recommendations for remedial action. It can be concluded from the results of this study that PT. Sumber Bahagia Metalindo owns sufficient information system control, but still there are some weaknesses to be improved in order to improve control process to the better objective.

  8. Pengembangan Bahan Ajar IPA Berupa Komik Edukasi pada Pokok Bahasan Objek IPA dan Pengamatannya di SMP

    OpenAIRE

    Tyas, Miranda Wahyuning; Wahyuni, Sri; Yushardi,

    2015-01-01

    Learn using educational comics is a learning activity with innovation learning materials. Educational comic is a story that pressurized in the motion and act, be presented in a sequence of images with a blend of the words that aim to increase the knowledge and abilities through learning practical technique or instruction about the facts by providing the information actively. Science learning materials based on educational comic is a development product of teaching materials that can improve s...

  9. Penerapan pemakaian baychrome – 2420 sebagai bahan penyamak krom pada kulit domba/kambing (wet blue

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfie Muchtar

    1998-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to know the shrinked temperature of wet blue from goat an sheep skins that tanned by baychrome 2420, and for know amount of Cr2O3 was absorbed and axpelled. It was used 40 pieces goat and sheep skins (wet salted preserved were tanned until wet blue used chromosal B and baychrome 2420 as chrome tanning and the others auxiliary material were Na2S, lime, Oropon OR, NACl, HCOOH, H2SO4 etc. The results of this research showed that baychrome 2420 can used as material chrome tanning that wished for wet blue was the mean of shrinked temperature 100,670C, mean of Cr2O3 content 3,99%, and mean of Cr2O3 residue was expelled 1,54 g/l.

  10. Penurunan bahan pencemar dalam air limbah samak krom dengan eceng gondok (Eichornia crassipes Solms

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Sunaryo

    1992-12-01

    Full Text Available This research is meant to know the capability of Eichornia crassipes in reducing pollutant in chrome tanning waste water. E. crassipes having the same condition was collected from a pool in Gambiran, Yogyakarta. Then those plants were put down into the media contaning chrome tanning waste water with 0, 5, 10, 15 and 20 ml per litre ground water. The chrome tanning waste water was taken from Leather Tanning Process Labolatory, IRDLAI, Yogyakarta. Based on laboratory research it was found that E. crassipes was able to reduce pollutant in chrome tanning waste water ranging from 2.5 up to 87%. Those values were as follows : COD : 2.5 – 41%; C1 : 14 – 63.5%; S:44-87% total Cr : 55.5 – 77% and total Cr : 55.5 – 77%. E. crassipes which had decrease efficiency of C1, S and Cr effectively were the treatments using chrome tanning waste water with 5, 10 and 15 ml per litre ground water.

  11. Perbedaan jenis bahan penyamak terhadap sifat fisik kulit katak bull frog

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochtar Lutfie

    1997-06-01

    Full Text Available The Obyective of this research is to study the effects of various tanning agents on the qualities of leather made from Bull Frog skin. Fifteen pieces of wet salted Bull Frog from Malang were tanned with several tanning agents, wich are mineral (10% Chromosal B, vegetable (10% Mimosa extract and synthetic tensile strengths and elongations. Its turned out that vegetable tanning agent gave the higest tensile strength (279,62 kg/cm2, while mineral tanning agent gave the lowest one (183.04 kg/cm2. It showed that the type of tanning agent used significantly effects the tensile strength of the leather produced (p ≤ 0.005. On the other hand, mineral tanning agent gave the higest elongation (105.20%. While vegetable tanning agent gave the lowest one (91.20%. This result implied that the type of tanning agent used has a significant effect on the elongation (p ≤ 0.01.

  12. Pengaruh penggunaan pankreas sapi dan dua jenis bahan penyamak terhadap kualitas fisik kulit skrotum kambing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Purwati Widowati

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract The pancreas of cow was applied as bating agent for wet-salted scrotum skins of goat. The bated skins were then applied with vetetable tanning, chrome-agent and the combination of both agents. The tanned skins were analyzed their tensile strength and elasticity. The results showed that there were significant differencis on those parameters. The tensile strength and elasticity of chrome tanned, vegetable tanned, and the combination of chrome and vegetable tanned-skins were 107,75 kg/cm2 and 100,5%; 56,83 kg/cm2 and 27,83 %; and 52,28 kg/cm2 and 55,67% respectively. The tensile strength and elasticity of tanned skins indicated a tendency to increase when the concentration of cow pancreas was increased up to 1.5 % and decreased when the concentration reaches 2 % for chrome tanned skins.

  13. PEMANFAATAN BUAH PISANG BATU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BREM DI DESA PENARUKAN KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I WY. G GUNAWAN

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT One of the beverage types nowadays likely drunk by lots of Bali society is brem representing alcohol beverage to be made through ferment process. Process of brem fermentation basically is to change reduction sugar which is on stone banana become alcohol with catalyst by enzyme yielded by yeast. If it is evaluated from economic facet, the fact that stone banana represents standard material of good brem producer besides it is cheap and also easy to get and if processed become brem beverage will assign enough high nutrition value with alcohol rate 5 ? 10 %. Brem beverage alcohol rate is highly depended on some factors like amount of side-result, amount of sugar used by yeast, yeast amount and type having the character of fermentative, loss of alcohol because of evaporation, and existence of air resulting the happening of oxidation. Degradation of alcohol rate caused by the happening of continuation ferment, that is alcohol turned into acetate acid because happened reaction of estherification. Process of this estherification always happened so that making alcohol rate and organic acids go down To obtain brem beverage with well guaranteed quality, hence process of specially process ferment cover : fermentation, maturation and pasteurizes (aging require obtaining furthermore observation and attention.

  14. Pengaruh Kombinasi Fly Ash dan Bottom Ash sebagai Bahan Substitusi pada Campuran Beton terhadap Sifat Mekanis

    OpenAIRE

    Yahya, Tengku Tantoni; Kurniawandy, Alex; Djauhari, Zulfikar

    2017-01-01

    Fly ash and bottom ash were waste that generated from the power plant burning coal process. Fly ash and bottom ash has the potential to be developed as a basic ingredient in concrete composites. This research aimed to obtain the properties of fresh concrete and hard concrete of the combined effect of fly ash and bottom ash as a substitute ingredient in composite concrete. This research has examined the influence of a combination of waste fly ash and bottom ash to the compressive strength of a...

  15. PENGGUNAAN SOFTWARE LEAWO DALAM MENYIAPKAN BAHAN AJAR KALKULUS II UNTUK MAHASISWA STIMIK STIKOM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Putu Labasariyani

    2018-03-01

    Full Text Available Mata Kuliah Kalkulus II sampai saat ini masih kurang diminati oleh banyak mahasiswa. Sesuai survei yang peneliti lakukan pada beberapa mahasiswa STIMIK STIKOM Indonesia, hal ini dikarenakan materi Kalkulus II yang diterima di kelas dianggap sulit untuk dipahami, sehingga mereka kurang berminat untuk memperhatikan materi yang disampaikan di kelas. Untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa, peneliti menggunakan metode classroom action research (penelitian tindakan kelas dengan model yang dirancang oleh Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang dikolaborasikan dengan video pembelajaran menggunakan Leawo Video Converter Pro. Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Untuk mengetahui hasil peningkatan motivasi dan kemampuan belajar mahasiswa dilakukan pengujian pada setiap akhir siklus. Motivasi belajar mahasiswa diukur dengan skor aktivitas belajar dan kemampuan belajar yang diukur melalui skor rata-rata kelas, dan ketuntasan belajar mahasiswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, analisis dokumen, dan wawancara serta menjalankan dua siklus sesuai ketentuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK. Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa adanya peningkatan rata-rata kelas dari 6,83 menjadi 8,63 di siklus II, ketuntasan belajar dari 42,86% menjadi 80,00% dan motivasi belajar mahasiswa yang dapat dilihat melalui skor aktivitas belajar dari 13,35 dengan kriteria cukup aktif menjadi 20,21 dengan kriteria aktif.

  16. Daya Antibakteri Bahan Tumpat Amalgam dan Resin Komposit Berfluor Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Serotipe KPSK2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih

    2015-09-01

    Full Text Available This research was carried out to study the difference in the antibacterial capacity of two kinds of filling materials, namely amalgam and composite resin, on S. mutans KPSK2 bacteria with different times of treatment. In total, 48 amalgam and composite resin samples each were prepared and then divided into four groups of treatment. Of each group, 6 samples were used to count the number of bacterial colonies and 6 samples to count the right obstacle zone. The results show that the best antibacterial capacity of composite resin occurred within one week, while for amalgam the best performance appears within one day. The antibacterial capacity of fluorine containing composites is stronger than that of amalgam for a time of 1 to 2 weeks.

  17. EFIKASI TRICHODERMA HARZIANUM DENGAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG PADA LADA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cipta Ginting

    2011-11-01

    Full Text Available The objective of this research was to determine the influence of the kinds of organic matter on the efficacy of Trichoderma harzianum Rifai to control foot rot of black pepper caused by Phytophthora capsici Leonian.  Trichoderma spp. were isolated from suppressive and non-suppressive soils taken from black pepper fields with high disease incidence.  Screening of Trichoderma spp. isolates was conducted through antagonistic test with dual culture technique.  Treatments were arranged in a completely randomized design with six replications.  Treatments were rice husk, rice straw, wood dust, Arachis pintoi, mixture of the four organic matters, the mixture without T. harzianum, and without organic matter.  The test was conducted in greenhouse with media consisted of soil, organic matter, and sand (2 : 2 : 1, v/v.  After being otoclaved, the medium was infested with T. harzianum and P. capsici each with five mycelium plugs of 1-cm diameter.  Black pepper seedlings were planted 5 days after fungal infestation.  After planting the seedlings, five leaf cuts were partly inserted into the soil on each pot.  The variables observed were disease incidence on the leaf cuts inserted into the soil and disease severity on the stems and roots.  The results show that all 16 Trichoderma isolates inhibited P. capsici colonies and some isolates showed stronger inhibition than the others.  T. harzianum reduced disease severity, but there was no effect of the kinds of organic matter on the ability of T. harzianum to control foot rot.

  18. PEMANFAATAN TANAMAN GULMA KAYAMBANG (Salvinia Molesta) SEBAGAI BAHAN PAKAN AYAM BURAS MELALUI ENERGI METABOLISMENYA

    OpenAIRE

    Akhadiarto, Sindu

    2018-01-01

    Kayambang is water seed from Indonesia which can be used for animal feed. In village it is usually used for duck and village fowl (kampong chicken). Kayambang grows very much on water surface and have hight nutrition include energy and protein. Animal feed are used for growth requirement and to support sintetics reactionsform its body. Energy from the feed is not used for animal infull. In each ingredient at least has 4 kind of energy : Gross Energy, Digestible energy, Metobalic energy and ne...

  19. Optimasi Formula Tablet Salut Enterik Natrium Diklofenak dengan Bahan Penyalut Kollicoat 30 D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Yunarto

    2015-05-01

    Full Text Available Diclofenac sodium is an analgetic and antiinflammation drug and commonly used by oral administration. Because of it’s side effects that can cause stomach irritation, nausea and vomiting, it’s made in the form of enteric-coated. Enteric-coated formulations developed used organic solvent having toxicity and flammability risks. The aim of this study is to develop diclofenac sodium enteric-coated tablets with a water-based coating material. Coating material used is Kollicoat 30 D which is a derivative of acrylic polymer that can dispersed in water. Optimalization of the formula is done by the weight gain 4%, 6% and 8%. The result showed that enteric coated tablets used coating material with weight gain 8% gave the best result with all parameters meet the requirements of the test, there was no change in acid medium for 2 hours and stable released active ingredient

  20. Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Reduced Water Dan Accelerated Admixture

    OpenAIRE

    Rahmat, Rahmat; Hendriyani, Irna; Anwar, Moh. Syaiful

    2016-01-01

    Concrete consist of: cement mortar, coarse aggregate, fine aggregate, water, and addictive materials. The main ingredient in manufacturing of concrete: rock material that called as aggregates. Aggregate has an important role on the quality of the concrete. Various types and trademarks for admixture of concrete that can be used as addictive of the concrete mix with specific purpose. The study aims to determine the effect of the added material of Reduced Water and Accelerated Admixture (Bestmit...

  1. Bahan Organik Total dan Kelimpahan Bakteri di Perairan Teluk Benoa, Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Eta Yuspita

    2017-09-01

    Full Text Available Benoa Bay is semi-enclosed waters that have various activities. The existence of these activities will contribute to organic matter in the waters so that the effect on the presence of bacteria. This study aims to determine the total concentration of total organic matter (TOM and bacterial abundance as well as its spatial and temporal distribution, and to determine the relationship of TOM concentration to bacterial abundance in the waters of Benoa Bay. Data collection is conducted on the surface of the waters in December 2016 to February 2017 when ebb conditions at 5 Benoa Bay water stations. Measurement of organic matter using permanganate test in titimetry based on standard methods SNI 06-6989.22-2004. Measurement of bacterial abundance using Total Plate Count (TPC method. The TOM concentrations ranged from 63.20 to 65.10 mg/l and bacterial abundances ranged from 30 to 300 CFU/ml. Spatial distribution of TOM concentration and bacterial abundance tends to be higher close to Suwung Landfills (TPA activity, floating net cage cultivation (KJA activity in Serangan waters, and Buaji river estuary and tend to be lower approaching Benoa harbor activity and waters further from those activities. The concentration of TOM and bacterial abundance in December 2016 to February 2017 have fluctuating values. Based on the interpretation of the correlation coefficient, the level of relationship between BOT concentration and bacterial abundance in the waters of Benoa Bay is quite strong.

  2. KAJIAN PENINGKATAN PATI RESISTEN YANG TERKANDUNG DALAM BAHAN PANGAN SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Haryo Bimo Setiarto

    2015-12-01

    Full Text Available Prebiotics are food ingredients that selectively stimulate the growth of probiotic bacteria in the colon. Resistant starch (RS is the starch that can not be digested by digestive enzymes and resistant to gastric acid so it can reach the colon to be fermented by probiotic bacteria. There are treatments to increase the content of RS such as: autoclaving-cooling cycling, combination of lintnerized with autoclaving-cooling, and combination of debranching pullulanase with autoclaving-cooling. The results of techno-economical study showed that the combination of fermentation followed by autoclaving-cooling can be used as an alternative technique to increase the content of resistant starch in food more effectively and efficiently.

  3. PENGGUNAAN BAHAN AJAR TEMATIK PEMBAGIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI KELAS IIA MI AHLIYAH II PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luvi Antari

    2015-12-01

    Full Text Available This study aims to look at improving student learning outcomes in the materials division using a thematic approach based teaching materials. This research is a classroom action research (Claassroom Action Research with a research subject graders IIA MI Ahliyah 2 Palembang, the second semester of 2014/2015 the number of students 28 people, consisting of 14 male students and 14 female students. This study was conducted by two cycles following the model of a Class Action Research & McTaggart Kemmis models which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The process of collecting data by using observation and tests. Based on this research, the data obtained in the first cycle who scored ≥ 70 there were 17 students with learning completeness percentage amounted to 60.71% of students had reached the indicators of success and the second cycle there are 23 students who reached a value ≥ 70 on the percentage of students learning completeness by 82 , 14% had reached an indicator of success. With the student response rate reached 76.56% in the first cycle and the second cycle reaches 81.25%. It can be concluded that learning by using a thematic approach based teaching materials division performed in this research was effective, because it can improve student learning outcomes in the distribution of matter in class IIA MI Ahliyah II Palembang

  4. PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PAKAN DI KABUPATEN CIAMIS

    OpenAIRE

    Mustika Gusnia Sari; Khursatul Munibah; Untung Sudadi

    2015-01-01

    Poultry development sector in Ciamis has effected an increasing in maize production as a raw material for feed. In period 2008-2012, the production of maize in Ciamis Region is 45.883 tons, meanwhile, the demand is 17.000 tons, consequently  the Ciamis District supposed to be able to fulfill the demand; however, but currently the feed industry in Ciamis are still importing the maize. Cluster development might be one of solution for this problem. The aims of this research are: (1) Analyzing la...

  5. RANCANG BANGUN OPTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN ALGORITMA WAGNER-WHITIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Saikhu

    2009-07-01

    Full Text Available Lotting or purchasing raw materials is one step in Material Requirement Planning. Lotting technique that already known is the Wagner-Within algorithm. This algorithm is widely used because it provides optimal solutions for problem sizedeterministic dynamic reservation at a particular time period in which the needs of the entire period must be completed. It takes a application system of optimization planning raw material requirements using the Wagner-Whitin algorithm. The development of this process begins with building a power module of demand data using Arima method (1,1,1, then followed by forecasting modules of consumer demand for end product by using the multiplicative decomposition forecasting methods, and ends with the development of Materials Requirement Planning module (MRP I using the Wagner-Whitin algorithm. The results of the test system with test data is the generation of data will form the same pattern that is likely up from week to week. Forecasting results have high accuracy registration of 99.48%, 99.64% and 99.68%. Wagner-Whitin algorithm always produces the combination of weeks. Result of the combination in the first week will produces the minimum cost for the entire week of production.

  6. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were not allof them, these were for CaC03 K-citrate, and benzoic acid. It was shown by the value of recovery of potassiumiodate contents of the iodized salt. The netralization properties of food addives were increased by the increasing of the potassiumiodate content of the iodized salt.Conclusions: The addition of some food additives into the iodized salt is able to prevent the iodate content of the salt from there activity of subtances in the spice. The addition of food additives also can pick up moisture of salt resulting preventation of the salt particles clumping together and so keep the product free flowing.Keywords: potassiumiodate, spices, iodized salt

  7. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Suryana Purawisastra; Mien Karmini

    2012-01-01

    THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. ...

  8. Metode Irigasi Tetes dan Perlakuan Komposisi Bahan Organik dalam Budidaya Stroberi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afik Hardanto

    2009-04-01

    Full Text Available Strawberry is a commercial fruit. It’s Growth and quality is influenced by soil condition, climate, and its self. Irrigation influences soil characteristic, such as: physical, chemical, and microbiological than influence an environment of its growth. this research used drip irrigation method with debit variation and organic matter composition. RCBD was used in this research. Variation of irrigation debit and organic matter composition are the independent variables, whereas dependent variables are C-Organic, N-available, characteristic of soil, and quality of strawberry fruit. Variation of debit irrigation did not significant influence to C-Organic, whereas organic matter composition had significant influence to C-Organic in 63th, 84th, and 105th day of planting. The highest C-Organic content on D3P3 treatment that is 17.92% and the lowest on D2P2 treatment that is 5.19%. Debit of irrigation influence to N-available content in 105th day of planting. The highest N-available content in D3P1 treatment that is 0.88 ppm, whereas the lowest N-available content in D2P3 treatment that is 0.67 ppm. Result of analysis, debit irrigation had significant influence and could increase fruit weight and reduction sugar-content. Organic matter composition had significant influence to increase fruit weight, vitamin C, total of soluble-solid, and reduction sugar-content. Combination of irrigation debit and organic matter composition had significant influence to fruit weight. In the treatment, debit of irrigation that make good influence to fruit quality is 300 ml/day/polybag and 1:2 ratio of organic matter composition.

  9. Pengaruh penggunaan bahan pewarna alam dari ekstrak kayu terhadap sifat fisis kulit ikan kakap merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2002-06-01

    Full Text Available Abstract The objective of this research is to identify the effect of some natural dye of wood extract to the physical properties (tensile strength, elongation and rub fastness resistance of kakap (Lutjanidae fish skin leather. Fifteen pieces of dry preserved kakap fish skin were used in this research, and tanned using syntan and alum. The dyeing process was done using natural dyes of wood extract of Caesalpinia sappan L, Artocarpus heterophyllus, Swietenia mahagoni JACQ, Maclura cochinensis, and Ceriops tagal. The result of research indicated that the kind of applied natural dyes were not affect the physical properties of Kakap fish skins. The fish skins dyed using the such natural dyes was able be utilised as material in leather goods manufacturing. One of the five types of natural dye used in this research, Swietenia mahagoni JACQ wood extract produced the best dyed leather having good tensile strength, elongation/flexibility and the colour fastness. The tensile strength was 213,15 kg/cm2, flexibility 56% and colour fastness with wet white cloth 3/4 (grey scale value and with dry white cloth 4/5 (grey scale value, respectively

  10. PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK MARMER PADA BETON SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SILICA FUME

    OpenAIRE

    Agil Fitri Handayani; Agoes Soehardjono M.D.; Achfas Zacoeb

    2015-01-01

    The Utilization of Marble Powder Waste in Concrete Ma­­­­­­­­terials as a Partial Material Substitution of Cement  with the Variation Use of Silica Fume. The purpose of this study was to determine the effect of marble powder and silica fume on the mechanical pro­per­ties of concrete. This study used an experimental design using 16 group of testing materials with variety types of mixtures between marble powder and silica fume 0.00; 5.00; 10.00; and 15.00%. The wa­ter-cement ratio was 0.50 and ...

  11. IMPLEMENTASI DISTRIBUSI REQUIREMENT PLANNING DAN SAVING MATRIX UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA DISTRIBUSI DI INDUSTRI BAHAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Oscar Ong

    2013-12-01

    Full Text Available Planning and scheduling of the distribution of goods in PT. Senatama Laboranusa are not well coordinated, so the demand for each product is out of control, which results in deficiency or excess of inventories in both of the factories and each warehouse. This problem will affect the distribution cost incurred by the company. In this study, the distribution data process is done by using Distribution Requirement Planning method and route distribution processing by using Saving Matrix, in which both of these methods can group the delivery schedule and flow of distribution route regularly. PO Release, which contains time, order amount of each area, and lot size EOQ (Economic Order Quantity method used; will be generated from the calculation of DRP. From the calculation of Saving Matrix, route order sequence is applied by using Nearest Neighbor method. After the implementation of Distribution Requirement Planning, the cost reduction resulted is 29.75% and the difference in distance after the application of Saving Matrix is 983.3 Km. With a good distribution activity planning and scheduling, the success rate in meeting the customer demand would be more optimal, while sales performance increases in fulfilling orders in a timely manner and  appropriate amount, hence the distribution costs can be kept as minimum as possible.

  12. Penelitian penggunaan minarex sebagai bahan pelunak dalam pembuatan kompon karet sol karet cetak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    1995-06-01

    Full Text Available The objective of this research is to use Minarex oil as a softener in making rubber sole compound and to know the optimal of formulation. The research applied Minarex type 3 with four kinds of A, B, C, D and with variation 5 parts, 6 parts, and 7 parts. Data analysed using Statistic Method with Compleetely Randomized Design and Split Plot Design. The result of this study showed that all kind of Minarex oils could be used to softener in making rubber sole compound and fullfilled the spesification of SNI 0778-89-A, "Sol Karet Cetak". The optimal of formulation to Minarex type 3 was Minarex C with application 7 parts.

  13. Pemanfaatan zeolit sebagai bahan pengisi dalam pembuatan karet sponge untuk tatakan sepatu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herminiwati Herminiwati

    2007-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to study the effect of zeolite as filler in the preparation of sponge rubber for shoe insocks. During wearing period of shoes, unpleasant odor often smell for the result of sweat accumulation and their decomposition by microorganism. Besides as rubber filler, zeolit has odor adsorption function. The formula of rbber sponge could be as the following : crepe rubber 100 phr, paraffinic oil 20 phr, ZnO 10 phr, stearic acid 5 phr, MBTS 1 phr, TMTD 0.25 phr, anti-oxidant 1 phr and sulphur 2 phr. To obtain the best sponge rubber formula, some experiment was done by formulating variation of zeolite and blowing agent AZDM in the amount of 25, 50, 75 phr and 5, 10, 15 phr respectively. The vulcanization process was carried-out at temperature 140oC for minutes by compression moulding. The research showed that the best formula with high odor absorption was consist of zeolite 50 phr and blowing agent AZDM 5 phr. The sponge rubber had odor adsorption 93,47%, and the physical properties were as follow: tensile strength 2.018 N/mm2, elongation at break 251%, tear strength 1.029 N/mm2, density 0.717 g/cm3, and compression set 36.38%. Odor absorption was tested by using gas chromatography.

  14. Studi Komposisi Mineral Tepung Batu Bukit Kamang Sebagai Bahan Baku Pakan Sumber Mineral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khalil

    2007-04-01

    Full Text Available The study was conducted to determine mineral content of limestone originated from natural deposit of Bukit Kamang for feedstuff. Six samples were prepared and chemically analyzed. The first was limestone in meal form as a product of local milling industry. Another five samples were deposit components with different color of blackish, dark blue, blue, light blue and white. There was 21 kinds of mineral determined which were divided into 3 groups: macros (Ca, P, Mg, Na, K, Cl and S, trace minerals (Mn, Zn, Fe, Cu, Se, Co and Mo and toxic elements (As, F, Hg, Cd, Pb, Ni and Cr. The results showed that Bukit Kamang’s limestone contained considerable high essential minerals of Ca, Se, Fe and Mn. The limestone consisted of 38%-40% Ca, 388 ppm Se, 295 ppm Fe and 205 ppm Mn. There were two toxic elements detected: Pb and Cd, but their concentration was found relatively low: 28 and 7 ppm, respectively.

  15. RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT BAHAN ADONAN ROTI TIPE HORIZONTAL BERKAPASITAS 10 KG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukanto Sukanto

    2016-07-01

    Full Text Available Modern technology recently was impact technology manufacturing of breads. Many mixer machine available on market, but to get special capacity mixer  as 10 kg is difficult. The goals of the research to design and manufactur mixer machine with 10 kg capacity. Experimental metode was applied of this study. The opinions data will be collected by some producer and grocer breads  responden. Furthermore the conclusion of this machine people need will be design and manufactur. Running test must be done to know performance machine produced. Finally this research was produced mixer machine with 10 kg capacity with  mixer unit by  screw sumbu horizontal system and 1 phase electric was applied. Dimension machine is ±85 x 65 x100 cm. Running test was done with good result, breads batter material ductile and kalis suitable to breads.  Beside that’s  the capacity of mixer was increase until 3 time form 1 – 3 kg

  16. Perkembangan Semen Tulang Sebagai Bahan Fiksasi pada Perawatan Bedah Tulang di Bidang Kedokteran Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2015-09-01

    Full Text Available The first bone cement developed by Charnley in the 1960s using polymethyl methacrylate (PMMA remains the most widely used material for fixation of orthopaedic joint replacement. In the field of dentistry, polycarboxylate and glass ionomer cements first came to prominence as dental cements in the late 1960s and early 1970s. Although biocompatible, the zinc component results in the formation of fibrous collagen capsule around the zinc polycarboxylate cement in vivo, which compromises the strength of the intermediate region between the bone and cement. Glass ionomer cements were anticipated to have potential in orthopaedic applications. The discovery of a well integrated intermediate layer between bone and many bioactive ceramic phases from the calcium-phosphate systems, such as hydroxyapatite (HA, resulted in the development of new cements incorporating such phases. Investigations into bioglass and apatite/wollastonite glass-ceramics prompted the development of off-the-shelf bone graft substitute materials. Synthetic hydroxyapatite is commercially available and serves primarily as a scaffold in order to facilitate the bone regeneration process. Many investigations have ranged from the development of castable bioactive materials to modified bioactive composites. This article attempts to give a broad overview of the different types of cements.

  17. Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Litter terhadap Kualitas Litter Broiler Fase Finisher di Closed House

    OpenAIRE

    Tiwi Metasari; Dian Septinova; Veronica Wanniatie

    2014-01-01

    The aim of this research was to 1) determine the effect of the use of rice husk, wood shavings,rice straw as litter material on litter quality for broiler during the finisher phase in closed house, 2)determine the best type of litter material on litter quality for broiler during the finisher phase in closedhouse. The duration of the research was 26 days. The research was started from 15 April to 10 May2014 in the closed house owned by PT. Rama Jaya Lampung Krawang Sari Village, the District o...

  18. Penggunaan Bahan Pengisi terhadap Mutu Nugget Vegetarian Berbahan Dasar Tahu dan Tempe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Rohaya

    2013-02-01

    Full Text Available The purpose of this study was to compare different sources of flours and protein sources based on soya bean products in producing vegetarian nugget. Factorial experimental design with three replications was employed where wheat, sweet potato, sago and banana flour as one factor, and tempeh and tofu as another factor. Moisture and raw protein content of vegetarian nuggets produced in this study was in accordance with the Indonesia Standard (SNI. Moisture was less than 60 percent and raw protein was above 12 percent. The highest organoleptic test was obtained from the nugget made of the combination of sago as filler and tofu as protein source. The nugget contained 60.00, 14.89, 28.89 and 2.00 percent of moisture, raw protein, raw fat and ash content, respectively. The organoleptic scores were 2.70, 3.58, 3.50, 3.53 and 3.62 for color, aroma, taste, texture and springiness, respectively. Keywords: nugget, vegetarian nugget, filler

  19. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    OpenAIRE

    Putri Srikartika; Netti Suharti; Eliza Anas

    2016-01-01

    AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Sta...

  20. Aplikasi Pengolahan Citra Digital dan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Memprediksi Kadar Bahan Organik dalam Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermantoro

    2011-04-01

    Full Text Available The objective of this research is to determine organic matter content in soil using image processing and artificial neural network. The images of soil were captured using digital camera and processed using image process algorithm. The images parameter data i.e. red, green, blue, hue, saturation, intensity, mean, entropy, energy, contrast, and homogeneity were extracted from sixty soil sample with different organic matter content. Parameter images data were used as the inputs data for ANN analysis. Output layer of ANN is organic matter content in soil. Based on experiment found that application of image processing and ANN for predicting organic matter content in soil have the high accuracy with coefficient determination of 90.75 % and mean square error (MSE of 0.002762.

  1. Sintesis Bahan Dasar Tibial Tray Berbasis HDPE Yang Diperkuat Dengan Iradiasi Gamma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulistioso Giat S.

    2014-04-01

    Full Text Available Tibial tray yang sudah komersil dibuat dari Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE tetapi harganya sangat mahal. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan polimer High Density Polyethylene (HDPE untuk pembuatan tibial tray karena harganya yang lebih murah dan memiliki kemiripan sifat dengan UHMWPE. HDPE dibuat dengan dua metode, yaitu metode hot press dan pemanasan tanpa tekanan (PTT. UHMWPE dengan metode hot press digunakan sebagai pembanding. Metode hot press dilakukan pada suhu 180 °C dan diberi tekanan sebesar 200 kg/cm2. Sedangkan metode pemanasan tanpa tekanan (PTT dilakukan di dalam oven pada suhu 180°C. Film tipis UHMWPE dan sampel HDPE yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, kemudian diiradiasi sinar gamma dengan variasi dosis 0, 100, 200, 300 dan 500 kGy. Karakterisasi mencakup analisis morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM, uji kekerasan, kekuatan tarik, dan derajat kristalinitas. Semakin tinggi dosis radiasi, maka kekerasan dan derajat kristalinitas semakin meningkat, tetapi kekuatan tarik semakin menurun. Dosis radiasi untuk sampel HDPE yang optimum , adalah 100 kGy untuk HDPE yang dibuat dengan metoda hot press, pada kondisi ini HDPE mempunyai kekuatan mekanik mendekati nilai kekuatan mekanik UHMWPE, sedangkan HDPE yang dibuat dengan metode PTT kekuatan mekaniknya masih dibawah kekuatan mekanik HDPE yang dibuat dengan metoda hot press 

  2. Model Pemesanan Bahan Baku menggunakan Peramalan Time Series dengan CB Predictor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Pujadi

    2014-12-01

    Full Text Available A company that manufactures finished goods often faces a shortage of raw materials, due to the determination of the quantity of raw material ordering improper because it is done by intuition and the lack of raw material inventory reserves. This resulted in costs because inefficient production processes are inhibited or had to perform an emergency procurement of raw materials to meet customer orders. The company seeks to use the method in determining the order quantity of raw material, comprising the steps of (1 collecting historical data of raw material use, step (2 forecasting needs raw materials, step (3 calculating the order quantity forecasting based on the data by comparing the deterministic method and probabilistic methods. Calculating safety stock for each raw material is done so as to cope with the situation outside of normal conditions, such a surge in orders. In its design, the system will be developed using the Unified Modeling Language modeling language (UML on the basis of the concept of object-oriented analysis and design (Object Oriented Analysis and Design. With the proposed implementation of the information system, the company can estimate the need for raw materials more quickly and accurately, and can determine the order quantity that is tailored to the needs. So that the costs associated with ordering and storage of raw materials can be minimized.

  3. SKRENING BAKTERI TOLERAN PESTISIDA DENGAN BAHAN AKTIF KLORANTRANILIPROL ASAL TANAH PERTANIAN BATURITI TABANAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI KADEK WIWIK SINTA DEWI

    2017-06-01

    Full Text Available In Indonesia agriculture practice often used the large scale pesticide application such as insecticide, herbicide, and fungicide. The wide use of toxic pesticide has created numerous problem in increasing environtmental hazard to human and to other animals. Many of soil bacteria had important role to degrading chemical compounds into simpler compounds as a bioremediation agent. The aim of this study was to screen the Chlorantraniliprole tolerant bacteria using soil mineral medium with Prevathon pesticide addition, also teo identificate the species of bacteria. This research was conducted at Microbiology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University. The research was done in three analysis, (1 bacteria test on Prevathon pesticide addition to mineral medium treatment, (2 characterization of bacteria, (3 Identification of pesticide tolerant bacteria with BD BBL Crystal Enteric/Non FermenterID Kit. The results showed that mineral medium with the addition of pesticides Prevathon treatment able to provide a significant different effect on the enrichment stage 1, stage 2 and stage 3 (P<0.05, there was 5 isolates pesticide tolerant bacteria that isolated from Baturiti Tabanan cultivated soil that was BSP 1, BSP 2, BSP 3 known as gram negative bacteria, and BSP 4, BSP 5 known as Gram positive bacteria, pesticide tolerant bacteria identified as Serratia marcescens which is a Gram negative bacteria group and may cause pathogenic.

  4. Pemanfaatan Biji Buah Nyamplung (Callophylum Inophylum Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Biru Chandra

    2013-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia. Sepanjang sekitar 95000 Km merupakan habitat penting bagi vegetasi mangrove dan biota nya. Sebuah survei tahun 2007 menunjukkan bahwa 20% dari garis pantai rusak, dan tanah aktif terancam oleh erosi. Reboisasi penanaman vegetasi pantai dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah Calophyllum Inophyllum. Potensi penggunaan benih C.Inophyllum tidak jelas sampai sekarang. Oleh karena itu, komposisi dan analisia C. Inophyllum dan minyak akan diselidiki. Dari hasil, ditemukan bahwa biji buah C. inophyllum mengandung lemak kasar (63,1%, serat kasar (16,64%, abu (3,22%, protein (3,42%, kelembaban (4,15%, dan ekstrak nitrogen bebas (13.62%. Itu juga memiliki nilai kalori 6092 kal / g. Its lipid asam lemak bebas yang terkandung (8,23%, monogliserida (3,93%, digliserida (3,37%, trigliserida (81.06% dan bioactive (3,4%.

  5. Uji Organoleptik Hasil Jadi Kue Menggunakan Bahan Non Instant dan Instant

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianka Wahyuningtias

    2010-05-01

    Full Text Available The process of making a cake in the modern era, demanding speed because of the time more valuable and more widely distribution coverage, which means greater production capacity. Then the process is made as efficient as possible. Busyness is high enough to make parents and family also eventually follow the diet and no hassle instant preparation. Now was enough just to buy one box of instant cake mix that is usually already included in the package, plus live eggs, and butter cake be desired. The process is also very clear instructions printed on the packaging of instant flour. From the results of analysis of Material Differences between Normal and Instant Ingredients (Paired Samples Correlations then we can see the differences, views of significant value. If sig is smaller than 0:05, the materials A and B materials are different, but if the sig is greater than 0:05, the materials A and B, have same material. From the above table can be viewed texture and flavor of the cake A and B are different, while for the smell, taste, and colors have in common. So it can be concluded that between the two cakes A and B are same. 

  6. KARAKTERISTIK AUS MATA PISAU TERLAPISI BAHAN PENGERAS PADA PEMOTONGAN KAYU MERSAWA DAN PAPAN PARTIKEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzan Fahrussiam

    2015-12-01

    Full Text Available The use of mersawa wood and particleboard as a materials has been increasing for building constructions and decorative purpose. In previous study reported that, these materials provide a high rate of wear caused by abrasion (high silica and resin content. This article presents the characteristics of wear on the clearance face of newly multilayer-coated K10 cutting tools when milling mersawa wood and particleboard. The K10 cutting tools were coated with monolayer titanium aluminum nitride (TiAlN, multilayer TiAlN/titanium silicon nitride (TiSiN, and TiAlN/titanium boron nitride (TiBN. Mersawa wood with density of 0.80 g/cm3 and particleboard with a density of 0.61 g/cm3 were cut using the coated tools and uncoated K10. Cutting tests were performed on computer numeric control router at a high cutting speed of 17 m/s and a feed rate of 0.1 mm/rev to investigate the wear characteristics on the clearance face of these coated tools. Result of research shown that the coated tools experienced a smaller amount of wear than the uncoated tool when cutting the mersawa and particleboard. The best coating among other coated in this study was multilayer TiAlN/TiBN. The high hardness, low coefficient of friction, high resistance to oxidation, and high resistance to delamination wear of the multilayer-coated TiAlN/TiBN tool indicate a very promising applicability of this coating for high-speed cutting of abrasive woods and wood based materials.

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOSMOGRAFI BERBASIS AL QURAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Furqan Ishak Aksa

    2018-01-01

    Full Text Available This research is based on the dryness of spiritual values in cosmography learning in college. This is because of the cosmographic material currently available contains only the cognitive domain. This condition makes cosmographic learning in college unable to make students as a person who glorifies God and pious in accordance with the mandate of Law Number 12 the year 2012. The research and development procedure is done by modifying the Dick and Carey model which is done through 7 stages. The results showed that the acceptance of teaching materials products reached 80, 42%. An important finding of this research is the integration of Quranic verses into teaching material can add the belief of the respondent to God Almighty for the creation of the universe. This makes the student become a person who glorifies God. Although spiritual intelligence is difficult to measure with various instruments,  at least the opinions of most respondents, it can be used as a benchmark that learning Al Quran-based cosmography can increase students' confidence in God Almighty.

  8. Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Bahan Baku, dan Teknologi terhadap Produksi Industri Furniture di Kota Denpasar

    OpenAIRE

    Natha, Ketut Suardikha; Prianata, Rahadian

    2014-01-01

    The development of a regional development is a process to raise the level of welfare of society. Another reason why the economic growth and development is undertaken is to be able to stimulate sectors of the economy that is growing, one of which is the industrial sector. The industrial sector is one of the few other sectors are growing rapidly in the area of ??Denpasar. One industry that is growing and is now pretty much in demand is the furniture industry. This research was conducted in the ...

  9. Evaluasi Pengaruh Penggunaan Bahan Pengganti Telur (Egg Replacer) Pada Pembuatan Cake

    OpenAIRE

    Dewi, Nova Sarifah

    2015-01-01

    Nowdays many people are allergic to egg either the white or the egg yolk, that is why the research way conducted. The research was aimed to evaluate the functional characteristics and sensory quality of cakes made of soy protein isolate, whey protein isolate, corn starch, guar gum, xanthan gum and whole egg powder. The research had been performed using a non factorial completely randomized design with 7 levels and 3 repetition. The egg replacer composition were E1 = whey protein isolate (18,...

  10. Analisis Faktor Kerusakan Bahan Pustaka di Perpustakaan SMP Negeri 4 Sungguminasa, Gowa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Ummu Salamah

    2015-11-01

    Full Text Available The damaged of library collections must be concerned by all type of libraries. It always occured in library, particularly in school libraries. The study will investigate factors that damaged library collections and ways to solve such a case in the library of SMP 4 Sungguminasa, Gowa (a secondary school located in Gowa, South Sulawesi. The data were gathred through direct observations and interviews with staf in the library. The study found that there were kinds of damaged of library collection, which were 1 caused by studens, 2 caused by floods, and 3 caused by insects. In terms of its preservation, the library have some solutions which were 1 determining strict penalties for the library users who have damaged the collections, 2 binding library materials, 3 setting the library room, 4 maka a report to the school authoritative to care of library school, 5 cleaning routinely the library shelves.

  11. PEMANFAATAN KULIT CEMPEDAK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISEAE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Safriana Safitrie

    2015-10-01

    Full Text Available Along with prevention efforts of fossil fuel crisis in the future and the implementation of government programs on energy policy, it is necessary to research on renewable energy such as bioethanol. The raw material for bioethanol production usually contain high enough carbohydrates and carbohydrate of jackfruit is 28.6 g/100 g jackfruit. This study aims to determine the effect of the process of acid hydrolysis treatment against the degradation of lignin in the skin fibers of jackfruit, determine the optimum weight of jackfruit skin to the process of acid hydrolysis treatment, know the optimum pH and right nutrient to produce the highest ethanol content. Jackfruit skin was cut, roasted and refined to powder and then analyzed the structure of the morphology using SEM and crystallity using XRD methods. The powder is added with solution of H2SO4 (2% v/v and 90 mL of distilled water and hydrolyzed at 100°C for 1 hour with a variety of heavy of jackfruit skin (%w/v as follows: 2.5%; 5%; 7.5% and 10%. Hydrolyzate with the highest glucose levels do variations in pH, which is 4; 4,5 and 5 sterilized using an autoclave for 15 minutes. The hydrolyzate is added starter that has been activated and Saccharomyces cerevisiae then fermented in orbital shaker at 120 rpm for 4 days. The fermentation process is repeated by adjusting pH 4.5 at hydrolyzate and add a variety of nutrients, namely 0.1 g urea; 0.1 g NPK; and 0.05 g urea+0.05 g NPK. The content of bioethanol tested with GC method. Based on XRD, the characteristic of peak of cellulose of jackfruit fiber skin is increased. Crystallinity Index before hydrolysis 20.39% and 24.59% after hydrolysis. From the analysis by the Luff-Schoorl method obtained the highest total sugar content with weight of jackfruit skin of 7.5% (w/ v is 15.25% (v/v. While the results of the analysis by GC method to variations in pH and nutrient is obtained a highest content of bioethanol is 0.810% (v/v at pH 4.5 and 0.731% (v/v with the addition of 0.05 g urea+ 0.05 g NPK.

  12. HIDROLISIS ENZIMATIS SAMPAH BUAH-BUAHAN MENJADI GLUKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rima Nurul Hidayati

    2018-03-01

    Full Text Available Fruits garbage is very potential raw material to produce bioethanol because containing sugar and starch. There is three step in bioethanol making process, first hydrolysis, then fermentation and the last purification. The research objective was to learn enzymatic hydrolysis process from fruits garbage in order to bioethanol production, learning the temperature influence to alpha amylase enzyme performance toward sugar rate yielded from enzymatic hydrolysis and learning influence gluco amylase enzyme addition toward sugar rate yielded from enzymatic hydrolysis. The research was run with some step. First, analysis the raw material that was calculating its water contents by heating the sample used oven at temperature 100oC during 1 hour, then repeating until weight constant, then analysing the strach rate which contain in fruits garbage by luff schoorl method. Second, hydrolysing 60 g of fruits garbage and 1 mL of alpha amylase enzyme in 400 mL aquadest during 1 hour, then sacharification process at temperatur 55oC during ½ hour. Third analysing sugar rate from hydrolysis yielded with titration method toward fehling A and B which has been standaritation, till formed a sorrel sediment. Enzymatic hydrolysis process from fruits garbage was run with two step, there is gelatination process and sacarification process. In gelatination process, alpha amylase enzyme is work maximal at temperature 95oC. Enzymatic hydrolysis from 60 g of fruits garbage, 400 mL of aquadest, 1 mL of alpha amylase at temperature 95oC yielding optimum sugar rate by addition 6 mL of gluco amylase at temperature 55oC.

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SEGIEMPAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Ardi Saputro

    2016-09-01

    Full Text Available The research aims to enhance the problem solving on a rectangular material and to produce a decent learning tools used in learning. This study uses the ADDIE model development phase Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. The population in this research is class VII SMP N 29 Semarang. The results of the validation expert and student questionnaire mostly indicate the criteria very well. So the device is valid to implement. The results showed teaching materials based comic character education to enhance the problem-solving rectangular material is worthy of (valid or can be used as teaching materials. Problem solving ability of students to use teaching materials are also comics more effective than student learning outcomes using conventional learning model in the subject matter quadrilateral.

  14. Kandungan nutrien dan kecernaan bahan kering in-vitro limbah udang hasil fermentasi dengan Aspergillus oryzae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan H. Djunaidi

    2014-08-01

    Full Text Available The research aimed at evaluating the nutrient content and dry matter digestibility of aspergillus oryzae fermented shrimp waste meal. The material used are vannamei shrimp waste meal, A.oryzae isolate and chemical standard microbe growth. The research was arranged in completely randomized design with 4 treatments of time incubation (W0 = no fermentation; W1 = 24; W2 = 48 and W3 = 72 hours with 3 replications. The variables measured were dry matter, organic matter, crude fat, crude fibre, crude protein and dry matter digestibility. The research showed that the nutrient of shrimp waste was changed after 72 hours incubation. The dry matter and organic matter were increased, but crude fibre, fat and crude protein were decreased with 1,67–2,02%, 6,13–6,87%, 0,20–2,065% and 3,48–5,84% respectively, and dry matter digestibility increased 9%. Keywords: Shrimp waste, digestibility value

  15. Analisis Struktur Kristal Lifepo4 Olivine Sebagai Bahan Katoda Batere Li-Ion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Gunawan

    2013-10-01

    Full Text Available Sintesis LiFePO4 dilakukan dengan pencampuran LiCl, FeCl2.4H2O dan H3PO4 ekuimolar ke dalam air. Homogenasi larutan dilakukan dengan pengaduk magnetic pada suhu 60o C. Prekursor LiFePO4 diperoleh setelah pemanasan 200o C dengan furnace selama 2 jam. Sintering prekursor LiFePO4 dilakukan pada suhu 700o C dengan furnace selama 4 jam dengan aliran N2 untuk membentuk fasa kristalit LiFePO4. Kemurnian fasa dan struktur kristal dianalisis dengan menggunakan XRD. Analisis struktur kristal dari pola difraksi sinar-X dilakukan dengan perangkat lunak FULLPROF. Pengamatan morfologinya dilakukan dengan menggunakan SEM dengan kombinasi energy dispersive spectroscopy (EDS dan pengukuran gugus fungsional dengan FT-IR. Hasil analisis struktur kristal menunjukkan bahwa senyawa LiFePO4 memiliki struktur Kristal orthorhombic, space group 62, simbol Pnma (Hermann-Mauguin dengan parameter kisi a= 6.0019999, b= 10.330000, c= 4.6999998. 

  16. PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP TINGKAT SERAPAN AIR DALAM BAHAN POLY (2-VINYL PYRIDINE -CO-STYRENE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr Wiendartun

    2015-01-01

    Full Text Available Hydrophilic properties of organic polymer such as Poly (2-Vinylpyridine- Co-Styrene have been found to have a correlation with other physical properties especially the electric resistivity. In this work, we have studied one of the physical properties of a polymer material, Poly (2-Vinylpyridine- Co-Styrene, that is the electric resistivity. It was studied on the basis of its relation with the concentration, temperature, humidity and the distance between their electrodes. The sample fabricated consists of two types of consentration: 0.03 gr/ml and 0.05 gr/ml with the distance between the two electrodes are 0.40 mm and 0.80 mm respectively. Towards these samples, we investigated the resistance coefficient for every 2% change in humidity for both drying and watering processes. From the experiment we obtain the following results: 1 There is hysteresis during the watering and drying processes indicating the continuity of resistance of this material, 2 Sample with smaller distance of electrodes performs better than that of the longer ones, 3 Sample fabricated from solution with higher concentration performs better than that of the lower ones, 4 Room temperature plays a significant role on the performance of the polymer material between the associated electrodes. These results could be used as a stepping-stone toward the more advance research leading the determination of film stability, resistancy upon temperature variation etc, so that this polymer material could be further developed into the humidity sensor device material. Key words: Hydrophilic, electric resistance, humidity sensor and polymer.

  17. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Isti Faizah

    2018-01-01

    Full Text Available The behavior of elementary school students who demonstrate character still concerned about the environment more focused kurang.Guru impart knowledge to students and less focused instill character lingkungan.Kurangnya concerned about the availability of teaching materials that can be environmentally conscious character planting guidelines siswa.Guru require materials that can foster character of environmental care. This study was conducted using ADDIE method development procedures with steps include Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The research was conducted in SD N Sendangmulyo 03 Semarang. The research subjects in this study were 34 fourth grade students. The data collected in this study is data and data media expert subject matter experts and product testing results data. Based on the results of this study indicate that through the validation of media experts and subject matter experts obtained by percentage for the results obtained media expert validation percentage of 90% with the assessment criteria in the category of "Very Good". The results of expert validation on the first validation material obtained by percentage of 58% with the assessment criteria in the category of "Enough". The results of expert validation material at the second validation percentage of 71% was obtained with the assessment criteria in the category of "Good". The results of expert validation material at the third validation percentage of 75% was obtained with the assessment criteria in the category of "Good". Media expert validation by Master percentage of 85% was obtained with the assessment criteria in the category of "Very Good". Results matter expert validation by Master percentage of 95% was obtained with the assessment criteria in the category of "Very Good" then the product is tested on all students in fourth grade N 03 Semarang Sendangmulyo obtained an average percentage of 98.5% keidelan with the criteria of "Very Good". The average results of students' prior to using EE teaching materials amounting to 64.12 while the average student learning outcomes after the use of teaching materials PLH of 90.51. Then, from the observation of environmental care character on the student obtained the result "Very Good" with an average score of 19. It shows a decent EE instructional materials used as teaching material because it can improve the character of environmental awareness in students. It can be concluded that PLHdapat instructional materials used for teaching in primary schools, especially the fourth grade. His suggestion that EE teaching materials for fourth grade students that have been developed to be implemented in a learning activity to determine the extent of the advantages and disadvantages of these learning products. Keywords: Teaching Materials, PLH, Character, Environmental Care.

  18. PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESSDI PR PAHALA SIDOARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftakhul Jannah

    2016-11-01

    Full Text Available Choosing right raw material supplier(s is essential to reassure raw material of good quality. There are several approcahes being used for supplier selection, including method of selection and evaluation system, and models. This study aimed at evaluating and developing raw material supplier selection method in PR Pahala, Sidoarjo, Indonesia, a cigarrette company. The model used in this study was QCDFR (Quality, Cost, Delivery, Flexibility, Responsiveness model. Several stages employed during development of the model were: establishing criterion, performance indicator of supplier of each criterion, alternative, criterion weight, performance indicator of supplier alternative and, making of spread sheet and reporting of evaluation election of supplier. There are several main suppliers of dried tobacco to be evaluated in this study, which come from four different areas, namely Madura, Bondowoso, Tulungagung, and Malang. The model developed should be able to assisst the company in the supplier selection to achieve supplier of the best performance.The most important criterion factor of supplier selection in PR Pahala is criterion of quality which had highest weight of 0,373, followed by cost of 0,266, criterion of responsivenessof 0,156, criterion of delivery of 0,128, criterion of flexibility of 0,077. Moreover, weight of selection alternative according to area were Madura with 0,311, Tulungagung 0,234, Bondowoso 0,253, Malang 0,202.

  19. Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Kota Malang Pasca Kenaikan Harga Bahan Makanan

    OpenAIRE

    Susilowati, Dwi

    2009-01-01

    The intention of this research are 1) To know how pattern consume society of malang city after the increase of price foodstuff? 2) How pattern consume society of malang city after increase of price of food-stuff compared to previously? and 3) Whether difference of pattern consume society of malang city before and hereafter the increase of price food-stuff? From result of research indicate that there is no change meaning to consume rice and soy (tempe/tofu) before and also after existence of i...

  20. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Malalina Malalina

    2014-06-01

    Full Text Available This development research was conducted in order to (1 develop valid and practical computer-based interactive learning materials on circles and (2 identify their effect on the leraning outcomes after they learned the materials at SMP Nurul Iman Palembang. The subjects of this research were the 34 students class VII. 7 of this school. The data were collected from walk through, documentation, observation and language. The average results were 87,11%. The materials were practical as shown by one to one try outs. The stedents achieved an average score of 73,33 that feel in the good range, and were involved the learning activities the very active (66,7% and active (33,3% ranges. In small group work, the students achieved an average score of 73,33 (good category and showed levels of very active (50%. The rest were active (16,67%, fairly active (16,67% and less active (16,67% resepectively. Based on field test results, the materials gave effect on the students’ potential and learning outcomes. The final results of the students’ achievement were as follow : very good (20,59%, good (58,8%, adn fair (20,59%. In term of their activity levels, they were grouped into very active (27,45%, active (45,10% and fairly active (27,45%.   Key words :  interactive learning materials, circles, developments, tangent line on the circle. DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jpm.8.1.1861.55-70 

  1. Composite Flowable Fabricated (CFF Sebagai Alternatif Bahan Pasak Gigi Paska Endodontik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Warna Aju Fatmawati

    2014-12-01

    for 20 seconds. Treatment of NiTi post group was same with CCF post group, the different NiTi post was inserted using glass ionomer luting type 1. Furthermore all of tooth sample, prefabricated and fabricated, was tested by threebending point with ISO10477. The result showed that mean of NiTi post (stiffness= 115,30 N/mm; modulus elastisitas = 9,31 Gpa; flexural= 812 Gpa was higher than CFF post (stiffness = 35 N/mm; modulus elastisitas = 3,45 Gpa; flexural= 475,8 GPa; and there was significant different between prefabricated (NiTi dengan fabricated(CFF post statistically. Although composite flowable can be used as alternative of post endodontic and needs further research that is suitable with standard of post materials.

  2. PEMANFAATAN ABU KULIT BUAH KAPUK RANDU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PENGEMBANG KUE

    OpenAIRE

    Yuniarti, Nenik; Sulhadi, Sulhadi; Darsono, Teguh

    2017-01-01

    Kapok tree (C. pentandra) is a plant that is commonly found in Indonesia. The skin of kapok fruit containing sodium substances can be utilized as raw material for making baking soda. The purpose of this study is to determine the increase in the volume of cakes owned by food developers. This research method by soaking the ashes of the skin in the air at least 12 hours. Soaked ashes of filtered ashes and evaporated water until temperature of 890 C until the result of baking soda solids. Baking ...

  3. Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarwanto -

    2014-01-01

    Full Text Available Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK. Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D. Tahap-tahap penelitian meliputi (1 studi pendahuluan; (2 pengembangan PCK; (3 validasi PCK; dan (4 pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK. The research method used was a research & development (R & D, with the stages of (1 preliminary study, (2 development of PCK, (3 validation PCK, and (4 product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.

  4. Kombinasi Teknologi Kemasan dan Bahan Tambahan Untuk Mempertahankan Mutu Kolang Kaling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amarilia Harsanti Dameswari

    2017-12-01

    Full Text Available Gumoti palm is one of health food with minimal post-harvest treatment that caused damage and limited range of distribution. The damage that Occurs in gumoti palm is brown discoloration caused by oxidation of the enzyme polyphenoloxidase (PPO. Prevention of the damage can be done by reducing the oxygen as a source of oxidation reactions. The use of packaging, soaked water and substance a citric acid can reduce enzymatic browning reactions that lead to color deterioration of gumoti palm. The purpose of this study is to examine the influence of the ratio of water, the concentration of citric acid from lime and packaging technology to discoloration on the surface of gumoti palm during storage. The first stage is the determination of the ratio of water gumoti palm and citric acid concentration of lime was best to maintain the quality. Water ratio studied were 1:1; 1:2 and 1:3 being the concentration of citric acid were 0.1%, 0.5% and 1%. Storage was at room temperature to accelerate change in the quality as a result of this preliminary study are used in the research stage into two. The second stage was to determine the packaging technology combined with materials. The variations of packaging techology by vacuum and non vacuum. Gumoti palm stored at 5OC until the sample was broken. Quality parameters measured include, color, galactomannan content, texture (hardness. The best results was gumoti palm with addition of citric acid 0.1% of lime is able to maintain color preference level is still acceptable to consumers up to 9 days of storage However the effect on the change in taste with consumer acceptance ondy until 6 days after storage at 5OC. Packaging pouch made from PE + nylon combined with water (ratio 1: 3 and citric acid 0.1% were able to retain their galactomanan of 40.18 % to 31.48%.

  5. Karakteristik Kimia dan Organoleptik Flakes Kacang Hijau dengan Penambahan Bahan Pengisi dan Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Indra Rasyid

    2016-04-01

    Full Text Available (Chemical and Organoleptic Characteristics of Mung Bean Flakes with The Addition of Fillers and Water  ABSTRACT. The objective of this research was to determine the chemical and organoleptic characteristics of mung bean flakes with the addition of fillers and water. The study was conducted using completely randomized design with two factors namely the addition of fillers and water. The results showed that the addition of fillers and water has significant (P≤0,01 effect on the water absorption ratio and protein levels of mung bean flakes. The best treatment was obtained by the mung bean flour without the addition of fillers with 150% of addition water with water absorption ratio of 204%, water content of 5,7%, protein of 22,01%, starch levels of 61,76%, organoleptic values of aroma of 2,61, color of 2,42, crispness of 2,72 and flavor of 2,83.

  6. Pengaruh Pakan dan Bahan Peluruh Serisin terhadap Filamen Terurai Kokon Ulat Sutera Emas Cricula trifenestrata Helf

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Terry M Frans

    2015-10-01

    The research aim was to obtain the effect of fodder and sericin degumming agents on asunder filament of golden silkworm cocoon of Cricula trifenestrata Helf. This study expected to find an asunder filament technology in the yarn spinning phase, as the material of silk textile. The complete random design was used to find the interaction between two treatment factors of fodder types and sericin degumming agents. The length of asunder filament per cocoon (cm, the amount of pieces of asunder filament per cocoon (sheet, and the length of filament per piece (cm/sheet were evaluated. The combination between avocado leaf and soap sericin degumming agent with wood ashes treatment showed the best results on the average of the length of sericin emitec filament asunder per cocoon, the average amount of filament pieces per cocoon, and the average filament length per piece. Therefore, the treatment combination is recommended on the cocoon asunder process.

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Agustina

    2017-01-01

    Full Text Available Teaching materials are needed for students to support the lecture. The purpose of this study was to determine how to develop problem-based teaching materials on the subjects of mathematical economics mathematics education courses. This research was conducted at the University of Muhammadiyah Metro by selecting a student of mathematics education as a research subject.This study is a research development. The method used as follows: (1 research and information gathering, (2 planning, (3 product development, (4 the initial trials, (5 product revision, (6 the field trials, (7 the revised product field trials, (8 the operational testing of products, (9 the revision of the product and (10 the implementation and dissemination. To obtain problem-based teaching materials will be validated teaching materials by 2 experts math education materials and one person linguists. The achievement of this research is problem-based teaching materials that can support economic mathematics lectures. The achievement that will be produced is ≥ 50% students of mathematics education are getting the optimal learning course on the math economy. Based on the results of questionnaires percentage obtained validation criteria of 80% of teaching materials and meet the criteria are valid for.

  8. PENINGKATAN KADAR GERANIOL DALAM MINYAK SEREH WANGI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BIO ADDITIVE GASOLINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2014-10-01

    Full Text Available Sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol merupakan senyawa penyedia oksigen sehingga minyak sereh wangi dimungkinkan dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Penelitian ini bertujuan  meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline.Penelitian dilakukan dalam  tiga tahap, yaitu  pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan aplikasi minyak sereh wangi yang mengandung geraniol tinggi sebagai bio aditive gasoline.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemungutan minyak sereh wangi yang dilakukan dengan metode distilasi uap menghasilkan rendemen sebesar 0,76% dengan kadar geraniol 5,36%.Kadar geraniol dapat ditingkatkan menjadi 21,78% melalui proses distilasi vakum pada suhu 120oC. Pengujian minyak sereh wangi dengan kadar geraniol tinggi sebagai bio additive gasoline meliputi uji performa dan efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi perbandingan volume gasoline dengan bio additive. Hasilnya, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline ; minyak sereh wangi = 1000:2 mampu meningkatkan power mesin dari 7,8HP menjadi 8,6HP. Sementara, pada pengujian efisiensi bahan bakar, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline : minyak sereh wangi = 1000:2 dapat meningkatkan efisiensi mesin sebesar 10,8%. Citronella contains geraniol which is an oxygen provider substances, so it may be used as bio additive. The purpose of this research  is to increase geraniol content in citronella oil and use it as a gasoline bio additive. This research is conducted  in three steps including take the citronella oil from citronella leaf, increase geraniol content in citronella oil and use citronella oil as a gasoline bio additive. The result show that citronella oil produced from citronella leaf using vapor distillation method contains geraniol

  9. STUDI EMISI TUNGKU MASAK RUMAH TANGGA (Study for Emission Characteristic of Household Stoves

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2013-03-01

    menghasilkan NO2 lebih banyak (99 μg/m3 dibandingkan kompor minyak tanah (25 μg/m3. Emisi partikulat meningkat menurut jenis bahan bakar yang digunakan dengan urutan dari yang paling rendah adalah LPG, minyak tanah, batubara, dan biomassa. Kata kunci: emisi, tungku, biomassa, bahan bakar fosil

  10. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  11. PENGEMBANGAN TUNGKU BRIKET BATUBARA SKALA RUMAH TANGGA Improvement of a Coal Briquette Stove for Household Scale

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tamrin Tamrin

    2012-05-01

    Full Text Available Improving of a coal briquette stove is required in the context of energy diversification for strengthening national energy security. The policy of kerosene conversion to LPG is a short term policy and needs other source of energy alternative.  In idealized sense, all potentials should be used for household cooking, not always depending on a particular energy source. Purpose of this research was to improve a household coal briquette stove to increase stove efficiency and ease in ceasing the ember. Design criteria of the coal briquette stove were based on heat transfer from the burning coal to the heated object, ease in ceasing the ember, and facilitating the exhausting smoke from the kitchen room. Performance test to the designed stove was conducted on analyses of temperature at the bottom of a pan versus time during the firing, heat efficiency, and the time of ceasing ember. The results showed that the cooking temperature (>180 oC was reached after 35-65 minutes. The cooking temperature lasted for 4 hours, heat efficiency of 25.5 % was about optimum, and the time of ember ceasing was 19-33 minutes. ABSTRAK Pengembangan tungku briket batubara sangat diperlukan dalam diversifikasi pemakaian energi bahan bakar agar ketahanan energi nasional  menjadi kuat.  Kebijakan pengalihan bahan bakar minyak tanah ke elpiji merupakan ke- bijakan jangka pendek dan perlu energi alternatif lainnya  Idealnya  semua potensi yang ada dapat digunakan untuk memasak, tidak harus bergantung pada energi tertentu.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan tungku briket batubara skala rumah tangga untuk meningkatkan efiseinsi dan memudahkan pematian bara api. Tungku briket batubara dibuat didasarkan pada sistem pindah panas dari bara briket ke objek yang dipanaskan, memudahkan pe- matian bara api briket batubara dan menyalurkan asap dari ruang pembakaran keluar dari ruang dapur. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu dasar panci selama pembakaran

  12. Sistem Monitoring Pendeteksi Kebocoran LPG berbasis Mikrokontroller ATmega16 menggunakan RF APC220

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RATNA SUSANA

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Penggunaan LPG sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak dirasakan lebih efektif dan praktis. Namun kandungan senyawa di dalamnya memiliki efek yang negatif jika menguap di udara bebas. Sistem detektor gas LPG dapat menjadi salah satu solusi untuk mengetahui lebih dini terjadinya kebocoran gas. Implementasi sistem detektor gas LPG pada penelitian ini berupa sistem monitoring nirkabel yang dilengkapi alarm sebagai indikasi jika terjadi kebocoran gas. Sistem terdiri dari bagian Remote Controller dan Master Controller. Remote Controller menggunakan mikrokontroler ATMega16 yang terintegrasi dengan sensor MQ5, LCD dan transceiver RF APC220. Sedangkan Master Controller berupa komputer (PC yang dapat menampilkan kondisi ruangan yang dideteksi oleh bagian Remote Controller. Sistem berhasil mendeteksi gas LPG dan menampilkan kadar konsentrasinya dalam rentang 200 sampai dengan 1000 ppm. Ketika kadar konsentrasi gas mencapai 5000 ppm, alarm aktif secara otomatis dan memberikan status waspada. Pengiriman data secara nirkabel dengan adanya sejumlah penghalang berhasil dilakukan sampai jarak 200 m. Kata kunci: Sistem Monitoring, Remote Controller, Master Controller, LPG, RF APC220   Abstract The use of LPG as a fuel alternative to fossil fuels may be more effective and practical. Neverfluless its compound has a negative effect if it evaporates to the air. LPG gas detector system may be one solution to determine the early occurrence of gas leak. The detector system implementation in this study was a wireless monitoring system that had alarm to indicate if there was the gas leak. The system consisted of the Remote Controller and the Master Controller. Remote Controller used ATmega16 microcontroller integrated with MQ5 sensor, LCD and RF transceiver APC220. While the Master Controller in the form of a computer (PC that could display a room condition was detected by the Remote Controller section. LPG gas system successfully detected

  13. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Dengan Katalis NaOH Menggunakan Gelombang Mikro (Microwave Secara Kontinyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daru Satria Prayanto

    2016-04-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan metode pemanasan konvensional maupun dengan metode pemanasan microwave. Dengan radiasi microwave, maka waktu yang dibutuhkan saat proses transesterifikasi lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Disisi lain, minyak kelapa memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa secara kontinyu melalui proses transesterifikasi metanol dengan menggunakan radiasi microwave dengan katalis NaOH dan mempelajari pengaruh konsentrasi tiap katalis, daya, dan laju umpan yang digunakan terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Dalam penelitian ini di gunakan 3 variabel, yaitu laju umpan 0,73; 1,25; 1,72 ml/s, konsentrasi katalis 0,25; 0,5; 1 (% berat variabel daya microwave 100, 264, 400, 600, dan 800 Watt. Rasio umpan ditentukan pada 1:9. Pada tahap persiapan melarutkan metanol dan katalis sesuai dengan variabel hingga tercampur homogen. Selanjutnya tahap transesterifikasi dengan mencampurkan larutan metanol (metanol dan katalis dengan minyak kelapa dengan mol ratio yang telah ditentukan dan mengatur daya microwave untuk memulai proses transesterifikasi, proses berlangsung secara kontinyu menggunakan mix flow reaktor. Selanjutnya pemisahan hasil transesterifikasi dari gliserol, dilanjutkan dengan tahap pencucian dengan aquadest untuk memisahkan impurities dan katalis yang masih tersisa dalam biodiesel kemudian memanaskan pada oven untuk menguapkan kandungan air dalam biodiesel. Selajutnya menganalisisa hasil biodiesel terhadap yield, densitas, dan viskositasnya. Hasil terbaik dari variabel yang digunakan di atas adalah pada katalis NaOH dengan konsentrasi 1

  14. Pengaruh Simultan Parameter Suhu dan Konsentrasi Larutan NaOH Terhadap Kuantitas dan Kualitas Hasil Cellulose Powder pada Proses Delignifikasi Tongkol Jagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprianto Suprianto

    2015-08-01

    Full Text Available Jagung merupakan sumber karbohidrat ketiga di Indonesia setelah padi dan ketela. Produksi jagung Indonesia meningkat terus menerus selama 10 tahun terakhir, yang diikuti dengan konsekuensi meningkatnya tongkol jagung sebagai produk ikutan pertanian jagung. Jumlah tongkol jagung dapat mencapai 40% dari produksi jagung. Fakta ini menunjukkan semakin tinggi potensi tongkol jagung untuk dapat dimanfaatkan bagi penunjang kehidupan manusia. Pemanfaatan tongkol jagung secara langsung sebagai bahan bakar maupun tidak langsung, yaitu melalui tahapan proses fisika dan kimia, sebelum dimanfaatkan langsung, telah mulai banyak menarik perhatian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menambah informasi pengolahan tongkol jagung menghasilkan selulosa powder yang dapat digunakan sebagai cellulose gel, selulose membrane filter penjernihan air maupun sebagai bahan baku turunan senyawa selulosa, seperti selulosa asetat, carboxy methyl cellulose dan nitro selulosa.Proses pengolahan tongkol jagung menjadi cellulose prowder dilakukan dalam tiga tahapan proses, masing-masing untuk menghilangkan komponen hemiseluola, lignin dan warna dalam tongkol jagung. Proses tahap pertama menggunakan larutan asam nitrat 7,5% pada suhu 80 o C selama 2 jam, dilanjutkan dengan proses tahap kedua menggunakan larutan NaOH selama 2 jam dengan variasi suhu 80 sampai 100 o C dan variasi konsentrasi NaOH dari 1 N sampai 3 N dan selanjutnya proses tahap ketiga menggunakan hydrogen peroksida dengan konsentrasi 4%, suhu 80 o C dan waktu 2 Jam. Keberhasilan proses diidentifikasi dengan kuantitas dan kualitas hasil cellulose powder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang baik dalam tahap proses delignifikasi adalah suhu antara 85 sampai 95 o C dan konsentrasi NaOH antara 1,25 N sampai 2 N. Produk pengolahan dari tongkol jagung, dengan proses tiga tahap ini diperoleh hasil cellulose powder warna putih dengan kadar   selulosa sekitar 88 sampai 90%, dengan yield investor sekitar 30

  15. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR (Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Widadie

    2013-11-01

    Full Text Available The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%; ash (2.65%; carbon-bound (85.83%, compared to using sunlight, water content (15.89; ash (2.57% and carbon-bound (77.32%.The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

  16. MENGGALI KEKUATAN INTERNAL MASYARAKAT MELALUI ENERGI BARU TERBARUKAN KHUSUSNYA LIMBAH TERNAK SAPI DI DESA WANAJAYA, KECAMATAN WANARAJA, KABUPATEN GARUT – PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyanti Sriyanti

    2016-01-01

    Full Text Available Energi baru terbarukan merupakan suatu pengembangan teknologi dalam rangka pemanfaatan sumberdaya alam ataupun non-alami yang dimanfaatkan untuk menjadi suatu energy baru seperti biogas dan listrik. Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik untuk kegiatan industri,kegiatan komersial maupun kehidupan sehari-hari masyarakat. Termasuk untuk Desa Wanajaya, sebagai desa yang merupakan penghasil ternak khususnya sapi. Desa ini merupakan pilot project dalam pengembangan biomassa menjadi bio gas, namun karena adanya beberapa kendala maka pilot project tersebut tidak berkelanjutan. Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metan untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui. Tujuan kegiatan PKM ini yaitu melakukan tahapan awal di dalam rencana penerapan teknologi tepat guna pemanfaatan kotoran sapi sebagai sumber energi gas dan energi listrik alternatif di Desa Wanajaya, Kec. Wanaraja – Kabupaten Garut. Besarnya produksi kotoran sapi per hari atau per tahunnya menjadi daya tarik dan kekuatan untuk bisa memanfaatkan limbah ternak menjadi biogas dan energi alternatif bagi lingkungan masyarakat local. Selain ketersedian kotoran sapi sebagai modal utama untuk pemanfaatan limbah ternak (kotoran sapi ada factor-faktor lain yang harus diperhatikan, antara lain ; pakan ternak yang digunakan, pengelolaan limbah ternak, jumlah sapi, jarak lokasi timbunan kotoran dengan rumah dan lain-lain. Mengembangkan dan Meningkatkan kemampuan sumberdaya masyarakat didalam pemanfaatan limbah ternak menajdi berbagai alternatif baik sisi energi, biogas dan lainnya

  17. ANALISIS ENERGI MASUKAN-KELUARAN PADA PROSES PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaesis guineensis jacq. Input-Output Energy Analyisis in Oil Palm Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2012-03-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis energi masukan-keluaran dan mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi pada proses budidaya kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PTPN VII Unit Usaha Rejosari, Lampung Selatan dengan mengamati semua energi yang digunakan dan dihasilkan. Energi masukan terdiri dari tenaga manusia, bahan bakar, energi tidak langsung dari pupuk, pestisida, dan alat-mesin pertanian. Energi keluaran berasal dari tandan buah segar (TBS dengan komponen minyak sawit, minyak inti sawit, serat, cangkang, dan tandan kosong, serta pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kelapa sawit memerlukan energi masukan sebesar 57,63 GJ.ha-1  dan menghasilkan energi 339,14 GJ.ha-1. Sebagian besar energi masukan adalah penggunaan pupuk yang mencapai 31,22 GJ.ha-1  (54,18 % dari total energi masukan. Berdasarkan tahapan budidaya, maka pemeliharaan tanaman produktif memerlukan energi yang paling besar yaitu 33,06 GJ.ha-1  (57,37 %. Budidaya kelapa sawit menghasilkan energi neto 281,51 GJ.ha-1 dengan rasio energi 5,88, produktivitas energi 0,258 kg TBS/MJ, dan intensitas energi 3,87 MJ/kg TBS.   Kata kunci: Analisis energi, energi masukan, energi keluaran, indikator energi

  18. ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN FUZZY FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi Supriyadi

    2017-11-01

    Full Text Available Ash Handling System merupakan suatu bagian dari pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara yang berfungsi untuk menyalurkan limbah pembuangan sisa hasil proses pembakaran batu bara pada boiler. Sisa pembakaran terbagi menjadi fly ash dan bottom ash. Untuk sisa pembakaran fly ash akan disalurkan menuju ke Electrostatic Precipitator untuk ditangkap  dengan metode corona dan ditransfer menuju penampungan fly ash dengan cara dimampatkan bersama udara dari kompresor yang melalui pipa-pipa dan tabung transporter. Sedangkan untuk sisa pembakaran bottom ash akan disalurkan dengan alat yang disebut SSC (Submerged Scraper Conveyor. Gangguan pada SSC dapat terjadi mulai dari belt putus, masalah pada penggerak, hingga masalah pada kelistrikan dan instrumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai OEE, mengetahui dampak gangguan belt sobek, mengetahui penyebab terjadinya belt conveyor sobek dan melakukan estimasi hasil perbaikan dari sisi biaya. Penelitian ini menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE dan Fuzzy Failure Mode and Effects Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE pada tahun 2015 sekitar 52,05%, masih di bawah standar nilai OEE sebesar 85%. Penyebab utamanya adalah adanya gangguan belt sobek karena gesekan belt dengan support return ketika belt conveyor mengalami jogging yang berdampak pada terganggunya penyaluran abu. Modifikasi dapat menghindari kerugian perusahaan sebesar Rp. 582.548.800,00.

  19. PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH ORGANIK ZERO WASTE DI KABUPATEN TEGAL (STUDI KASUS DI TPA PENUJAH KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muiz Liddinillah Sanfiyan

    2017-12-01

    Full Text Available Permasalahan sistem pengolahan sampah yang ada di Kabupaten Tegal adalah masih menggunakan sistem Open Dumping. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Tegal pada tahun 2016, komposisi sampah organik adalah yang terbesar kedua setelah sampah plastik dan sangat berpotensi mengalami penambahan setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perancangan pembangkit listrik tenaga sampah organik zero waste di Kabupaten Tegal, dengan studi kasus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA sampah Penujah. Objek dalam penelitian ini adalah sistem pengolahan sampah organik yang ada di Kabupaten Tegal dengan menggunakan sistem pengolahan sampah zero waste. Sistem pengolahan sampah organik zero waste adalah sistem pengolahan sampah yang tidak menghasilkan sampah kembali. Jadi, diharapkan jumlah sampah organik akan berkurang secara bertahap. Sampah organik dapat dirubah menjadi biogas melalui proses fermentasi yang dibantu oleh bakteri secara anaerob di dalam reaktor biodigester. Biogas tersebut ditampung di dalam tempat penampungan untuk kemudian didistribusikan ke dalam genset biogas sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sisa pengolahan biogas dapat dirubah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos yang bernilai ekonomis.

  20. Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvy Djayanti

    2015-10-01

    Full Text Available Peran industri kecil di beberapa wilayah Kabupaten Semarang sangat penting dalam menunjang perekonomian, khususnya di sekitar lokasi industri tersebut. Salah satu industri kecil yang memiliki potensi berkembang adalah industri tahu. Di Jawa tengah ada sekitar 500 industri tahu, yang sampai saat ini masih terus mengembangkan kapasitas produksinya. Industri tahu adalah salah satu industri kecil yang berpotensi menyebabkan masalah lingkungan. Hampir seluruh industri kecil, terutama industri tahu, sebagian besar tidak memiliki instalasi pemanfaatan limbah dan pengolahan limbah, karena dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun unit tersebut. Dengan melihat masalah tersebut, pendekatan yang dapat menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan cara menerapkan produksi bersih. Kajian penerapan teknologi bersih ini dilakukan dengan metode quick scanning pada setiap tahapan proses produksi. Proses  produksi  tahu terdiri  dari  pemilihan kedelai, penimbangan kedelai, perendaman, pencucian, penggilingan, ekstraksi, penyaringan, pemasakan, penggumpalan, pemisahan whey, pembungkusan, pengepresan, pemasakan, dan pengemasan. Pada proses pembuatan tahu di industri ini memiliki perbedaan dari pembuatan tahu di Industri tahu lain, yaitu terdapat penambahan garam dan bawang putih untuk menambah sedap produk tahu. Hasil kajian penerapan produksi bersih di industri tahu adalah good house keeping, recycle, reduce dan reuse. Berdasarkan beberapa kriteria kelayakan, alternatif penerapan produksi bersih untuk industri ini berupa modifikasi tungku yang dilengkapi dengan cerobong asap, modifikasi alat penyaringan dengan mesin, dan pembangunan instalasi digester untuk penghasil biogas. Kesimpulan kajian ini industri tahu ini belum mengenal produksi bersih. Manfaat yang diperoleh dari penerapan produksi bersih berupa penghematan bahan bakar, peningkatan rendemen filtrat tahu, dan kebersihan lingkungan.

  1. OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PENGKONDISI UDARA MELALUI SISTEM KENDALI ON-OFF BERBASIS MIKROKONTROLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyanto Pangaribowo

    2015-10-01

    Full Text Available Penghematan energi listrik merupakan langkah yang strategis, mengingat sebagian besar energi listrik yang dikonsumsi oleh objek-objek tersebut dihasilkan dari pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Salah satu komponen yang mengkonsumsi energi listrik terbesar pada objek-objek tersebut di atas adalah mesin-mesin pengkondisi udara ruangan. Pengaturan pengoperasian mesin pengkondisi udara ruangan kebanyakan dilakukan secara manual menggunakan alat remote control. Namun sistem tersebut tidaklah efektif dan efisien  karena kendali bergantung kepada seorang atau beberapa operator untuk menghidupkan atau mematikannya. Penelitian ini bermaksud melakukan analisa penghematan energi listrik melalui sistem kendali on - off Air Conditioner (AC menggunakan microcontroller pada ruang dosen Universitas Mercu Buana yang berukuran 9 meter x 14 meter. Sistem pengendali yang dirancang menggunakan interaksi antara sinyal informasi yang diperoleh dari sensor suhu. Diperoleh hasil setingan program yang optimum untuk menghemat energi listrik yaitu pada suhu 220 C - 240 C. AC nomor 1 dan AC nomor 2 bekerja secara On – Off bergantian selama 3 jam dengan konsumsi daya sebesar 27,8 KWH perhari.

  2. Pengaruh Sistem Pengapian Terhadap Produk Gas Buang yang Dihasilkan oleh Motor Toyota Type 5K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Salah platina dan elektronik pada satu faktor yang menyebabkan polusi udara di sekitar kita adalah gas buang hasil pembakaran bahan bakar dan udara yang ditimbulkan oleh banyaknya kendaraan di jalan raya. Selain itu dalam rangka era globalisasi semua produsen kendaraan bermotor dituntut untuk bersaing lebih ketat dalam memproduksi kendaraan yang praktis, ekonomis, dan selalu memperhatikan aspek lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan produk emisi gas buang yang teridiri dari carbon hidrogen, carbon monoksida, dan oksigen yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor Toyota 5K yang menggunakan sistem pengapian saat putaran rendah, menengah, dan tinggi. Sebagai objek penelitian digunakan motor Toyota 5K. Hasil yang diperoleh dari pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan sistem pengapian ada iteraksi yang signifikan dengan F rasio = 96,966 pada p < 0,05 terhadap emisi gas buang HC dan F rasio = 12, 801 pada p < 0,05 terhadap emisi gas buang CO. Hal ini berarti bahwa pada berbagai putaran motor, produk emisi gas buang paa sistem pengapian elektronik lebih rendah daripada sistem pengapian konvensional.

  3. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  4. IMPLEMENTASI POPULATION RESIZING ON FITNESS IMPROVEMENT GENETIC ALGORITHM (PROFIGA UNTUK OPTIMASI RUTE KUNJUNGAN PROMOSI UNIVERSITAS MURIA KUDUS BERBASIS ANDROID DAN GOOGLE MAPS API

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Listyorini

    2016-04-01

    Full Text Available Tim Promosi Universitas Muria Kudus (UMK melakukan kunjungan promosi ke sekolah menengah atas pada setiap tahun. Kunjungan tersebut dilakukan ke sekolah-sekolah menengah atas di wilayah Kudus, Jepara, Pati, Demak, Rembang dan Purwodadi. Untuk memudahkan kunjungan, setiap kunjungan dibatasi sekitar 15 (lima belas sekolah. Namun pada saat melakukan kunjungan, tim tersebut mengalami kesulitan dalam menentukan rute kunjungan sekolah. Hal ini dikarenakan jarak sekolah yang dikunjungi cukup jauh atau memiliki rute yang rumit sehingga menyebabkan waktu kunjungan yang molor dan biaya pengeluaran bahan bakar yang cukup boros. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dikembangkan suatu aplikasi menggunakan metode heuristik algoritma genetika dengan dinamisasi ukuran populasi atau Population Resizing on Fitness Improvement Genetic Algorithm (PRoFIGA. Aplikasi dikembangkan dengan basis android digunakan untuk memudahkan mencari rute kunjungan terpendek bagi tim promosi UMK sehingga waktu kunjungan menjadi efektif dan efisien. Hasil dari penelitian adalah aplikasi berbasis android untuk penentuan rute kunjungan sekolah terpendek menggunakan metode heuristik yang efisien dan efektif yang dikombinasikan dengan Google Maps Application Programming Interface (API untuk display rute kunjungan sehingga lebih memudahkan bagi tim promosi UMK. Kata kunci: optimasi rute kunjungan, algoritma fuzzy evolusi, optimasi rute android.

  5. Pirolisis Campuran Sampah Plastik Polistirena Dengan Sampah Plastik Berlapisan Aluminium Foil (Multilayer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yebi Yuriandala

    2016-04-01

    Full Text Available Sampah plastik yang dulunya merupakan masalah lingkungan, saat ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan proses daur ulang yang memanfaatkan energi panas yaitu pirolisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis terhadap minyak (liquid yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastik Polistitren (PS, plastik berlapisan aluminium foil (kemasan/ multilayer (AL dan campuran plastik tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kuantitas produk dan senyawa kimia yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastic PS, kemasan dan campuran keduanya. Penelitian dilakukan dengan menempatkan 50 gram PS (PS, 50 gram plastik berlapisan aluminium foil (AL (multi layer,dan PS dengan campuran 10%, 20%, 30%, 40% AL didalam reaktor pirolisis yang terbuat dari stainless steel berbentuk silinder dengan volume 0,96 m3 dengan temperatur akhir 450oC. hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan Plastik berlapisan aluminium foil maka semakin cepat naiknya temperatur mencapai titik optimum yang ditetapkan (450oC. Sedangkan senyawa kimia yang dihasilkan pada pirolisis yang mengandung PS sebagian besar berupa senyawa aromatic, sedangkan pada pirolisis AL sebagian besar berupa senyawa olefin.

  6. Developing a Model Using Homer for a Hybrid Hydrogen Fuel Cell System

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fera Annisa

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRACT. Hydrogen is widely considered be the fuel of the near future. Combined wind/PV energy hybrid systems can be used to sources energy to hydrogen production. This paper describes design, simulation and feasibility study of a hybrid energy system for a household in Malaysia. One year recorded wind speed and solar radiation are used for the design of a hybrid energy system. In 2000 was average annual wind speed in Johor Bahru is 3.76 m/s and annual average solar energy resource available is 5.08 kWh/m2/day. National Renewable Energy Laboratory’s HOMER software was used to select an optimum hybrid energy system. In the optimization process, HOMER simulates every system configuration in the search space and displays the feasible ones in a table, sorted by total net present cost (TNPC. The optimization study indicates that sensitivity analysis of the HOMER is shown in the overall winner which shows that the most least cost and optimize hybrid system is combination of 10 kW of PV array, 1 unit of wind turbine, 2 kW of fuel cell, 120 units of batteries and 6 kW converter as well as 1 kW of electrolyzer so as to generate the minimum COE, $2.423 kWh- 1. Although renewable sources (wind and PV involved in the power generation, 1 kg of hydrogen was produced in this system. Pengembangan Model Dengan Menggunakan Homer Untuk Sistem Sel Berbahan bakar Hidrogen Hibrida ABSTRAK. Hidrogen secara luas dianggap sebagai bahan bakar masa depan. Gabungan sistem hibrida energi angin/fotovoltaik dapat digunakan untuk sumber energi produksi hidrogen. Makalah ini menjelaskan desain, simulasi dan studi kelayakan dari sistem energi hibrida untuk rumah tangga di Malaysia. Satu tahun kecepatan angin tercatat dan radiasi matahari digunakan untuk desain sistem energi hibrida. Pada tahun 2000 adalah kecepatan angin rata-rata tahunan di Johor Bahru 3.76 m/det dan rata-rata sumber daya energi surya tahunan yang tersedia adalah 5.08 kWjam/m2/ hari. Software HOMER digunakan

  7. PENGARUH KOMPOSISI ARANG AKTIF DAN KALSIUM KARBONAT PADA PACK CARBURIZING TERHADAP MICROSTRUCTURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni, Syafrul Hadi

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pengerasan  permukaan pada baja lunak, dengan proses pack carburizing. Baja lunak banyak digunakan seb