WorldWideScience

Sample records for antimikroba dan sifat

  1. ISOLASI DAN UJI DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    YP Arum

    2013-07-01

    Full Text Available Daun kersen mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid yang merupakan senyawa obat dapat digunakan sebagai antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antimikroba ekstrak daun kersen terhadap Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah mengisolasi senyawa flavonoid dari daun kersen dengan menggunakan larutan etanol dan metanol. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan menggunakan IR dan UV-Vis. Selanjutnya sifat antibakteri flavonoid diujikan pada bakteri Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak hasil isolasi daun kersen merupakan senyawa flavonoid berupa auron, flavonol, dan flavon. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya puncak pada spketrum UV-Vis di daerah panjang gelombang 382 nm, 350 nm dan 323 nm serta diperkuat dengan munculnya serapan khas C=O dan –OH pada spektrum IR. Ekstrak hasil isolasi daun kersen dengan pelarut etanol dan metanol memiliki daya hambat terhadap bakteri yakni terbukti mempunyai sifat antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kersen semakin tinggi pula daya hambatnya terhadap bakteri. Ekstrak yang paling efektif menghambat bakteri adalah pada ekstrak dengan konsentrasi 96% dengan pelarut metanol. Cherry leaves can be used as a drug because it contains of flavonoid compounds, which contain antioxidant, antibacterial, and anti-inflammatory. The study was aimed to determine the antimicrobial strength of cherry leaf extract against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus. This research used flavonoid compound from cherry leaves isolation method by using ethanol and methanol solvent. IR and UV-Vis was used to identify flavonoid, then

  2. AISOLASI DAN UJI DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M H Setiawan

    2017-03-01

    Full Text Available Kandungan senyawa flavonoid dalam limbah kulit nanas memiliki prospek positif sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak kulit nanas basah (KNB dan ekstrak kulit nanas kering (KNK dan mengetahui jenis senyawa flavonoid yang berperan sebagai antimikroba terhadap S. aureus dan E. coli. Flavonoid diisolasi menggunakan metode Domestic Microwave Maceration Extraction (DMME dan partisi. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi sumuran. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etil asetat KNB maupun ekstrak etil asetat KNK berpotensi sebagai antimikroba, namun ekstrak etil asetat KNB lebih efektif menghambat bakteri S. aureus dan E. coli dengan diameter daerah hambat (DDH berturut-turut 13 mm dan 15 mm dibanding ekstrak etil asetat KNK dengan nilai DDH berturut-turut 12 dan 14,25 mm. Senyawa flavonoid dalam kulit nanas yang berperan sebagai antimikroba diduga merupakan golongan flavanon (KNB dan dihidroflavonol (KNK.Flavonoid compound in pineapple peel waste have positive prospects for antimicrobial. This study aims at understanding effectiveness of wet pineapple peel extract and dried pineapple peel extract antimicrobial and to know the type of flavonoid compound which act as antimicrobial against S.aureus and E.coli. Flavonoid was isolated using Domestic Microwave Maceration Extraction (DMME and partitions. Antimicrobial activity was tested using pitting diffusion method. Based on the research result, wet pineapple peel extract and dried pineapple peel extract are potential to be antimicrobial. However wet pineapple peel extract is more effective to inhibit bacteria S.aureus and E.coli with Inhibitory Regional Diameter respectively 13 mm and 15 mm compared to dried pineapple peel extract with Inhibitory Regional Diameter respectively 12 and 14,25 mm. Flavonoid compound in pineapple peel that acts as an antimicrobial is thought to be flavanones (wet pineapple peel and dihydroflavonol (dried

  3. POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS. DAN KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN. SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Happy Sandha

    2015-01-01

    Full Text Available Penggunaan tanaman tradisional sebagai obat telah banyak dikembangkan sebagai solusi pada kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antimikroba dari ekstrak sambiloto, kunyit serta kombinasinya terhadap pertumbuhan bakteri gram negatif Esherichia coli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni yang dilakukan secara in-vitro. Ekstrak sampel kunyit dan sambiloto diperoleh dari proses ekstraksi menggunakan methanol 95%. Aktivitas antimikroba dinilai dari diameter zona hambat yang terbentuk pada bakteri E. coli dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kombinasi ekstrak sambiloto dan kunyit memiliki potensi antimikroba yang bermakna terhadap bakteri E. coli dengan zona hambat sebesar 27,33 mm (p=0,002 pada konsentrasi 15 µg/ml. Ekstrak kunyit tunggal memiliki potensi antimikroba terhadap E. coli pada konsentrasi 15 µg/ml dengan zona hambat 28,67 mm (p=0,004. Ekstrak sambiloto tunggal tidak memiliki potensi antimikroba untuk E. coli. Simpulan penelitian ini yaitu penggunaan kunyit sebagai antimikroba tunggal memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan kombinasi ekstrak, sehingga tidak perlu dikombinasi dengan sambiloto.    

  4. Beberapa Sifat dari Modul dan Gelanggang dengan Dimensi Goldie Berhingga (Suatu Kajian Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Kamal Amir

    2012-11-01

    Full Text Available Suatu modul M dikatakan mempunyai demensi Goldie berhingga jika modul tersebuttidak memuat suatu jumlahan langsung dari takberhingga banyak submodul-submodultaknol. Sedangkan, suatu gelanggang R dikatakan mempunyai dimensi Goldie kanan berhinggajika gelanggang tersebut mempunyai dimensi Goldie berhingga sebagai suatu modul kanan.Tulisan ini akan menyajikan beberapa sifat dari modul dan gelanggang yang mempunyai dimensiGoldie berhingga. Sifat-sifat tersebut bukanlah merupakan sifat-sifat yang baru. Namundemikian, tulisan ini akan menyajikan pembuktian dari sifat-sifat tersebut dengan cara yanglebih terperinci dan lengkap sehingga lebih mudah dimengerti, terutama bagi pembaca pemuladalam bidang aljabar.

  5. FORMULASI PASTA GIGI BERBAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN SIRIH HITAM SEBAGAI ANTIMIKROBA PENYEBAB RADANG GUSI (GINGIVITIS DAN GIGI BERLUBANG (CARIES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Prasetya

    2012-12-01

    Full Text Available This study aims to obtain a formula toothpaste preparations with active ingredient is extracts of black betel leaf which effectively kills microbes cause inflammation of the gums (gingivitis and tooth perforated (caries. The active ingredient is obtained by performing maceration followed by fractionation of the extract. Test of antimicrobial activity against microorganisms Streptococcus mutans & Candida albicans using the diffusion method, which will get an effective concentration to be used for toothpaste formulations with active ingredient is black betel leaf. Then continued with the test and evaluation of the effectiveness of the final dosage form of toothpaste preparations. Obtained from the test concentration of 20% n-hexane extract fraction of black betel leaf have the greatest antimicrobial power against Streptococcus mutans and Candida albicans. And after optimization of the base, obtained the good mass forming of toothpaste with base PGA (Pulvis Gummi Arabica at concentration of 30%. Key words: antimicrobial activity, tooth paste, black betel leaf, formulations   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula sediaan pasta gigi berbahan aktif ekstrak sirih hitam yang efektif membunuh mikroba penyebab radang gusi (gingivitis dan gigi berlubang (caries. Bahan aktif diperoleh dengan cara melakukan maserasi yang dilanjutkan dengan fraksinasi dari ekstrak tersebut. Uji aktivitas antimikroba terhadap mikroorganisme Streptococcus mutans & Candida albican menggunakan metode difusi, yang mana akan didapatkan konsentrasi efektif yang akan digunakan untuk formulasi pasta gigi berbahan aktif sirih hitam. Dilanjutkan dengan uji efektivitas dan evaluasi sediaan akhir berupa sediaan pasta gigi. Dari pengujian tersebut diperoleh konsentrasi 20% ekstrak fraksi n-heksana daun sirih hitam mempunyai daya antimikroba paling besar terhadap Streptococcus mutans dan Candida albican. Dan setelah dilakukan optimasi basis, didapatkan penggunaan basis

  6. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel

  7. Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mela Faridlah

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. Research on volcanic residual soil characteristics using magnetic methods and geotechnic methods was carried out on a stable slope and landslide slope are located in Langensari Lembang west Bandung, West Java Province. This study are intended to describe the characteristics of the magnetic susceptibility and residual volcanic soil engineering parameters. Geotechnical characteristics were determined by physical properties tests such as bulk density test, wet density, dry density, water content, degree of saturation and porosity

  8. Pengaruh Suhu dan Metode Perlakuan Panas terhadap Sifat Fisika dan Kualitas Finishing Kayu Mahoni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Perlakuan panas dikenal sebagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas dimensi dan menurunkan higroskopisitas. Di sisi lain, perlakuan panas dapat membuat warna kayu menjadi lebih gelap, penurunan sifat mekanika kayu, dan sifat wetabilitas kayu. Oleh karena itu, penelitian mengenai perlakuan panas pada kondisi yang optimum sangat menarik untuk dilakukan agar menghasilkan kayu dengan kualitas yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi suhu dan metode perlakuan panas terhadap sifat fisika dan kualitas finishing kayu mahoni. Contoh uji perlakuan dibuat dari kayu mahoni yang berasal dari industri penggergajian kayu rakyat. Penelitian ini menggunakan 2 metode perlakuan panas yaitu metode oven dan penguapan (steaming pada variasi suhu 90°C, 120°C, dan 150°C selama 2 jam waktu efektif. Pengujian sifat fisika diuji berdasarkan standar ASTM, yang meliputi : kadar air seimbang, perubahan dimensi, perubahan warna, dan wetabilitas. Pengujian finishing meliputi cross cut test, uji delaminasi, dan uji kekilapan (glossy test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara suhu dan metode perlakuan panas berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan warna, serta berpengaruh nyata terhadap penyusutan radial, cross cut test, dan uji delaminasi. Metode oven menghasilkan contoh uji dengan kadar air dan pengembangan radial yang lebih rendah, warna yang lebih terang, serta uji delaminasi yang lebih baik dibandingkan dengan metode penguapan. Kata kunci: perlakuan panas, metode oven, metode penguapan, suhu, finishing   Effect of temperature and heat treatment on physical properties and finishing quality of mahagony wood Abstract Heat treatment is well known as a method for increasing dimensional stability and reducing hygroscopicity of wood. However, heat tratment can cause the color of wood become darker and reduce the wettability, as well as its mechanical properties. Therefore, the optimum condition of heat

  9. Evaluasi Sifat Morpologi dan Teknologi Pengolahan pada Gabah dan Beras

    OpenAIRE

    Santosa, Susilo

    2017-01-01

    Penelitian evaluasi dan beras terhadap mutu dan jumlah hasil ditekankan pada lr36 , lr38 dan Cisadane. Penelitian dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Pangan Karawang. Hasil studi menunjukkan diantara ketiga varitas, Cisadane mempunyai ukuran dimensi butiran yang lebih besar daripada Ir36 dan Ir38. Di antara ketiga varitas, persen kulit sekam yang tertinggi didapat 23,57 % pada lr38 diikuti 22,32% pada Ir36 dan 19,5% pada Cisadane. Persen beras pecah kulit tertinggi diperoleh pa...

  10. Evaluasi Sifat Morpologi Dan Teknologi Pengolahan Pada Gabah Dan Beras

    OpenAIRE

    Santosa, Susilo

    1982-01-01

    Penelitian evaluasi dan beras terhadap mutu dan jumlah hasil ditekankan pada lr36 , lr38 dan Cisadane. Penelitian dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Pangan Karawang. Hasil studi menunjukkan diantara ketiga varitas, Cisadane mempunyai ukuran dimensi butiran yang lebih besar daripada Ir36 dan Ir38. Di antara ketiga varitas, persen kulit sekam yang tertinggi didapat 23,57 % pada lr38 diikuti 22,32% pada Ir36 dan 19,5% pada Cisadane. Persen beras pecah kulit tertinggi diperoleh pa...

  11. Pemberdayaan Pembelajaran Materi Ajar Identifikasi Sifat-Sifat Bangun Datar Bagi Pengembangan Nilai Karakter Berpikir Kritis dan Logis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afia Rahmadini

    2012-06-01

    Full Text Available Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill.Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dikeluarkannya Permendiknas no. 41 tahun 2007 tentang standar proses dan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah hasil pengembangan dan ketercapaian pelaksanaan perangkat pembelajaran matematika berbasis pemanfaatan lingkungan dan alat peraga manipulatif pada materi pokok mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar di SDN Sekaran 01? Bagaimanakah kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan? Penelitian ini termasuk penelitian Research and Development dengan menggunakan Model 4 D yang meliputi tahap pendefinisian (define, tahap perancangan (design, tahap pengembangan (develop. Sementara tahap penyebaran (disseminate tidak dilakukan mengingat terbatasnya waktu dan biaya.  Adapun hasil penelitian ini adalah (1perangkat pembelajaran berupa RPP dengan lampiran- lampirannya yang berupa LAS, LTS, prototype APM, dan setting lingkungan yang valid; (2 perangkat dapat diterapkan dengan kategori keterlaksanaan adalah terlaksana dengan baik, KBM berjalan lancar dan pembelajaran mampu memacu semua siswa untuk aktif sehingga secara empiris perangkat yang dikembangkan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran; (3 kualitas proses pembelajaran cukup tinggi hal ini ditinjau dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan kelas 88,37%, motivasi belajar  25,58% siswa tinggi dan 74,42% siswa memiliki motivasi sangat tinggi, respon siswa positif sebanyak 97,67% dan kesan guru terhadap penerapan perangkat yang dikembangkan positif  sebanyak 100%. 

  12. Aktivitas Antioksidan, Sifat Fisik, Dan Tingkat Penerimaan Permen Marshmallow Dengan Penambahan Brokoli

    OpenAIRE

    Jalasena, Rizka Akbar; Anjani, Gemala

    2016-01-01

    Latar Belakang : Komsumsi sayur pada anak masih rendah. Brokoli merupakan salah satu sayuran tinggi antioksidan. Salah satu cara meningkatkan konsumsi sayur pada anak adalah melalui produk yang disukai seperti permen. Penambahan brokoli pada permen marshmallow diharapkan dapat menjadi alternatif produk tinggi antioksidan.Tujuan : Menganalisis kandungan aktivitas antioksidan, sifat fisik (kekerasan dan kekenyalan), dan tingkat penerimaan permen marshmallow dengan penambahan brokoli.Metode : Me...

  13. Pengaruh Perbedaan Jenis Asam dan Waktu Demineralisasi pada Nilai Rendemen dan Sifat Fisiko Kimia Gelatin Tulang Sapi Bali.

    OpenAIRE

    Ramadani, Dewi

    2014-01-01

    2014 Dewi Ramadani (I 411 10 267). Pengaruh Perbedaan Jenis Asam dan Waktu Demineralisasi pada Nilai Rendemen dan Sifat Fisiko Kimia Gelatin Tulang Sapi Bali. Muhammad Irfan Said Sebagai Pembimbing Utama dan Farida Nur Yuliati Sebagai Pembimbing Anggota. Gelatin merupakan senyawa hasil hidrolisis serabut kolagen secara persial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh jenis larutan dan waktu demineralisasi pada nilai rendemen dan sif...

  14. Kajian Sifat Fisik Dan Kimia Tepung Labu Kuning (Cucurbita Maxima) Dengan Perlakuan Blanching Dan Perendaman Natrium Metabisulfit (Na2s2o5)

    OpenAIRE

    Purwanto, Chatrine Chrisandy; Ishartani, Dwi; Muhammad, Dimas Rahadian Aji

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tepung labu kuning yang diberi perlakuan blanching dan perendaman natrium metabisulfit. Penelitian ini terdiri dari dua tahap utama, yaitu pembuatan tepung labu kuning dan pengujian sifat fisik dan kimia tepung labu kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan analisa. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Analysis of Variance (ANOVA). Bila ada perbedaan antar perlakuan maka dilan...

  15. SIFAT FISIK-KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAWANG GORENG PALU PADA BERBAGAI FREKUENSI PEMAKAIAN MINYAK GORENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Alam

    2015-02-01

    diulang tiga kali. Frekuensi pemakaian minyak goreng pengaruhnya sangat nyata menurunkan warna, tekstur, kadar air, minyak dan tingkat kesukaan panelis terhadap kerenyahan bawang goreng Palu serta meningkatkan laju oksidasi asam lemak tidak jenuh  pada minyak goreng. Mutu fisik-kimia dan organoleptik bawang goreng Palu secara berturut-turut terbaik diperoleh dari penggorengan menggunakan minyak goreng segar, 1, 2 dan 3 kali pemakaian. Pemakaian minyak goreng > 3 kali, asam lemak bebas telah teroksidasi sehingga kurang layak untuk digunakan jika ditinjau dari aspek daya tahan simpan bawang goreng dan kesehatan. Kata kunci: Bawang goreng, sifat fisik-kimia dan organoleptik, frekuensi pemakaian minyak goreng

  16. AKTIVITAS GEL MULUT BERBAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN SIRIH HITAM KALIMANTAN SEBAGAI ANTIMIKROBA PENYEBAB RADANG GUSI (Gingivitis DAN GIGI BERLUBANG (Caries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Prasetya

    2013-12-01

    Full Text Available This study aimed to test the activity of active ingredient mouth gel preparation of kalimantan black piper betle leaf extract with the main base of Hydroxy Ethyl Cellulose namely (HEC as a mucoadhesive polymer that is able to increase the attractive forces between the active material with a layer of mucus that will extend the contact time with the active ingredient tissue targets, moreover would be increase the effectiveness of antimicrobial activity causes inflammation of the gums (gingivitis and tooth decay (caries. Activities that have been implemented are mouth gel activity assays with Kalimantan black piper betle leaf extract as in- vitro using the agar diffusion method pitting. In testing with active oral gel preparation of black piper betle leaf extract with the main base of Hydroxy Ethyl Cellulose namely (HEC as in vitro, it can be seen that the sample may provide the inhibitory effect of the fungus Candida albicans and the bacterium Streptococcus mutans in the presence of a clear zone indicated on the medium. Furthermore, at this stage of the dilution of the gel in twice causing decline in the effectiveness of the inhibition of both the fungus Candida albicans and the bacterium Streptococcus mutans. The results of in- vitro testing without dilution is 19.8 mm in bacteria Streptococcus mutans and 34.4 mm in the fungus Candida albicans. Keywords: antimicrobial, oral gel, black piper betle, gingivitis , cavities   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas sediaan gel mulut berbahan aktif ekstrak daun sirih hitam Kalimantan dengan basis utama yakni Hydroxy Ethyl Cellulose (HEC sebagai mucoadhesive polymer yang mampu meningkatkan gaya tarik menarik antara bahan aktif dengan lapisan mukus sehingga akan memperpanjang waktu kontak bahan aktif dengan jaringan target, selanjutnya akan meningkatkan efektivitas aktivitas antimikroba penyebab radang gusi (gingivitis dan gigi berlubang (caries. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah

  17. Pengaruh Massa Zn Dan Temperatur Hydrotermal Terhadap Struktur Dan Sifat Elektrik Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rizki Ilhami

    2014-09-01

    Full Text Available Kemajuan teknologi yang sangat berkembang pada saat ini membutuhkan material yang tidak hanya kecil ataupun ringan, tetapi juga memiliki sifat thermal, elektrik, dan mekanik yang baik. Graphene adalah material yang dapat menjawab kebutuhan hal tersebut. Permasalahan yang kemudian muncul adalah proses sintesis massal yang masih menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis material graphene dengan metode hydrothermal dan menggunakan serbuk Zn sebagai reduktor. Penelitian ini menganalisa pengaruh varaiasi penambahan massa sebesar 0,8 gram, 1,6 gram, dan 2,4 gram zinc serta variasi temperatur hydrthermal 160ᵒC, 180ᵒC, 200ᵒC. Proses karakterisasi material graphene dilakukan dengan pengujian Scanning Electron Microscope (SEM, X-Ray Diffraction (XRD, Fourier Transform Infraredspectroscopy, Thermo Gravimetric Analysis/Differential Scanning Calorimetry (TGA/DSC, dan Four Point Probe digunakan untuk mengetahui nilai konduktivitas elektrik material. Morfologi dari graphene yang dihasilkan berbentuk lembaran-lembaran transparan dan tipis yang saling menumpuk.Semakin banyak serbuk Zn yang diberikan menjadikan permukaan graphene semakin tipis. Nilai konduktivitas elektrik terbesar dihasilkan dari variasi panambahan serbuk zinc sebesar 2,4 gram dan temperatur hydrothermal sebesar 180ᵒC dengan nilai sebesar 0,012526 S/cm.

  18. Isolasi dan Karakterisasi Sifat Pati Kacang Hijau (Vigna radiata L. Beberapa Varietas Lokal Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyanto Triwitono

    2017-09-01

    Full Text Available Mung beans is a kind of legumes that possesses a potential  amylose to produce low calories RS-3. Studies on the characteristics of the starch will be useful for the treatment of obesity in the future. Isolation and characterization of the properties of mung bean starch of 4 local Indonesian varieties (Walet, Sriti, Murai, and Vima-1 have done. Isolation of starch using a modified method of Hoover. The analyzed properties of starch consist of starch content, amylose content, granular shape, color, swelling power, WHC, the blue value, amylograph and crystallinity properties. The results indicated that the mung bean varieties Walet have the highest amylose content (55.39%, that’s potential as source of  RS-3. Mung beans Walet have the 42.11% of starch content; 35.33% of yield starch; 99.63%  of starch purity; 17.11 g/g of highest swelling power; 65.26 g/g of WHC; 59.36 g/g  of OHC; 8.92% of blue value; Oval granular shape; white  color (88.09 of  Lightness; 78.7 °C of gelatinization temperature; tipe C of X-ray diffraction pattern, and 1430 Cp of the fastest retrograded starch viscosity. ABSTRAK Kacang hijau merupakan jenis kacang-kacangan sumber pati beramilosa tinggi yang potensial menghasilkan RS-3 tinggi dan rendah kalori. Kajian tentang karakteristik patinya akan membuka peluang pemanfaatannya untuk penanganan obesitas di masa datang. Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi sifat-sifat pati kacang hijau dari 4 varietas lokal Indonesia (Walet, Sriti, Murai, dan Vima-1. Isolasi pati menggunakan metode Hoover yang dimodifikasi dan sifat-sifat pati yang dianalisis meliputi kadar pati, amilosa, bentuk granula, warna pati, swelling power, WHC, blue value, viskositas, dan sifat kristalinitas pati. Hasil isolasi dan analisis menunjukkan bahwa kacang hijau varietas Walet memiliki kadar amilosa paling tinggi (55,39%, sehingga potensial sebagai bahan dasar RS-3. Kacang hijau Walet menghasilkan kadar pati 42,11%; rendemen pati 35

  19. KAJIAN KADAR SERAT, KALSIUM, PROTEIN, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK CHIFFON CAKE BERBAHAN MOCAF SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Ayu Damayanti

    2014-05-01

    Full Text Available Study of Fiber, Calcium, and Protein Content and the Organoleptic Cha­rac­teristics of Mocaf Chiffon Cake as an Alternative Substitution of Wheat Flour. This research aims to identify the physical properties, the hedonic quality, the level of preferences, as well as the fiber, calcium, and protein contents of mocaf chiffon cakes. Data is analyzed using t-test. The results show: (1 the physical properties of colors has colors L (brightness, a+ (redness, and b+ (yellowish; (2 the highest value of preference level of color is 4.28; (3 the highest value of the hedonic quality of flavors is 4.60; (4 the highest value of the chemical properties of calcium is 10.53, (5 the lowest value of the protein content is 5.97 g, and (6 the highest value of fiber content is 4.34 g.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, mutu hedonik, tingkat kesukaan, kandungan serat, kandungan kalsium, dan kandungan protein chiffon cake berbahan mocaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: (1 sifat fisik warna memiliki kisaran warna L (kecerahan, a+ (kemerahan, dan b+ (kekuningan; (2 tingkat ke­suka­­an warna memiliki nilai tertinggi 4,28; (3 mutu hedonik rasa memiliki nilai tertinggi 4,60; (4 sifat kimia kalsium memiliki nilai tertinggi 10,53; (5 kan­dung­an protein memiliki nilai terendah 5,97g; dan (6 kandungan serat memiliki nilai ter­tinggi  4,34 g.

  20. Pemanfaatan serat silicon carbon dan partikel alumina pada matrik aluminium untuk meningkatkan sifat mekanis material komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Suarsana

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Pemanfaatan penguat material komposit berbasis serat dan juga partikel pada pembuatan bahan komposit sekarang ini sangatpotensial untuk dikembangkan dan diteliti. Beragam sumber serat dan juga penguat dalam bentuk partikel bisa didapat dari seratalami dari tumbuh-tubuhan dan juga serat yang sudah dikenakan perlakuan sebelumnya. Indonesia memiliki potensi sumberalam yang sangat potensial terutama sebgai sumber serat dari tumbuhan juga berupa logam aluminium (bauxite dari fosil.Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat industri sebagai bahan dasar pembuatan komposit bermatrikAluminium dan sebagai penguat berupa serat maupun partikel alumina. Metode pembuatan Aluminum Matrix Composite (AMCdengan proses metalurgi serbuk pada gaya tekan/kompaksi 2,5 ton mengunakan alat press hydrolik, waktu penahanan 15menit, serta proses perlakuan pada variasi komposisi berat (%wt. Variasi komposisi penguat serat Silicon Carbon (SiC danAl2O3 (alumina pada matrik Aluminium adalah : 30% SiC + 0% Al203, 27% SiC + 3% Al203, 24% SiC + 6% Al203 dan 21% SiC+ 9% Al203 dengan matrik 70% Al, pada kondisi tempertaur 500oC, 550oC dan 600oC. Setelah material komposit terbentuk, diujiuntuk mengetahui sifat mekanik akibat pengaruh variasi komposisi antara matrik dan penguatan pada komposit. Uji karakteristikdilakukan di laboratorium untuk menggetahui sifat kekuatan dan kekerasan material komposit. Selanjutnya dicari hubunganantara sifat masing-masing komposisi penguat serat SiC dan Al2O3 pembentuk komposit yang dibuat untuk mengetahui manfaatdari penguat serat dan partikel alumina.Kata Kunci: Sifat kekuatan, kekerasan, serat SiC dan Al2O3 Abstract: Utilization reinforcement fiber-based composite material and particles in the manufacture of composite materials now havepotential to be developed and researched. Various sources of fiber and reinforcement in particle form can be obtained fromnatural fibers from plants and fiber that has been subjected to a

  1. SIFAT HIPOKOLESTEREMIK MINYAK KELAPA SAWIT, MINYAK KEDELAI DAN TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mien KMS Mahmud

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar kolesterol dan trigliserida darah merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kemungkinan adanya gangguan jantung atherosklerosis. Kadar lipida darah mempunyai korelasi yang tinggi dengan jenis lemak atau minyak yang dikonsumsi setiap hari, karena komposisi asam lemak pada setiap jenis minyak berbeda. Tempe telah lama digemari masyarakat Indonesia dan telah diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian yang dilaporkan melalui makalah ini bertujuan mempelajari peluang kejadian penyakit atherosklerosis pada pada kelinci dengan pola konsumsi minyak makan asal kelapa sawit, minyak kedelai, minyak asal lemak babi atau minyak babi dicampur tempe. Kelinci percobaan dewasa yang sehat dikelompokkan berdasarkan kadar hemoglobin darah antara 8.2-13.6 g/dl menjadi lima kelompok percobaan. Satu kelompok sebagai kontrol diberi ronsum standar terdiri dari pelet, kangkung dan ubi merah secara adlibitum. Empat kelompok lainnya, disamping ransum standar juga diberi 2 ml minyak babi atau minyak kedelai atau minyak kelapa sawit atau minyak babi yang ditambahkan 5 gram tempe bubuk, sehari. Pengamatan dilakukan terhadap kadar kolesterol total,  LDL, HDL dan trigliserido darah. Dilakukan pula pemeriksaan histopatologi pada jaringan pembuluh darah jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak babi menyebabkan kenaikan kadar kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida didalam darah sebanyak masing-masing berturut-tuut 60%, 89%, 52% dan 42%. Minyak kelapa sawit menaikan kadar kolesterol total 15%, menurunkan kadar LDL 21%, menaikan kadar HDL 24% dan menurunkan kadar trigliserida 14%. Minyak kedelai menurunkan kolesterol total sebanyak 10%, LDL 30%, trigliserida 24% seraya menaikan kadar HDL sebanyak 3%. Penambahan tempe ke dalam minyak babi dapat menurunkan kadar kolesterol total 10%, LDL 44%, trigliserida 28% dan memelihara kadar HDL lebih tinggi dari sebelum perlakuan. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa pemberian

  2. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  3. KAJIAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS BST DIDADAH NIOBIUM DAN TANTALUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Huriawati

    2016-11-01

    Full Text Available In this research thin films of Barium Strontium Titanate (BST has been synthesis with different compositions Ba0,5Sr0,5TiO3 and Ba0,25Sr0,75TiO3 which doped by Nb2O5 (Niobium and Ta2O5 (Tantalum on Si (100 type-p substrate. Thin films were produced by chemical solution deposition technique (CSD and spin coating technique with annealing temperature at 850oC, 900oC dan 950oC. Rotation velocity at 3000 rpm and time of rotation is 30 seconds. Characterization of Films is optic Characterization (absorbance ana reflectance. From the Characterizations were obtained BNST thin film with 5% doping and anneling temperature at 8500C as photodiode light sensor which applied in electronic circuit.

  4. Pengaruh Kecepatan Homegenisasi Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Krim Nanopartikel dengan Metode High Speed Homogenization (HSH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galuh Suprobo

    2015-06-01

    Full Text Available Nanoparticle cream is the development of nanotechnology in cosmetics fields for improving the function of cream. High speed homogenization (HSH is one of the methods for creating nanoparticle cream. In this research, the use of natural materials based palm oil derivative  such as stearic acid, cetil alcohol, cetil stearil alcohol was chosen in nanoparticle cream producing by using HSH methods.The speed variable of  homogenization of 1000 rpm, 1500 rpm, 2,000 rpm and 2,500 rpm  intended to find out the influence of speed toward the  properties of cream product. The observation result showed the influence on physical display in term of texture but not in homogeneity , stability and cream color. The pH of the product during two months storage for all variables were still stable. The particle size was increased in the homogeneity of speed at 2000 rpm and 2500 rpm. In this research has produced the cream in particle size from 239.86 to 358.10 nm which enter in nanoparticle category 50 nm to 1000 nm. The stability of nanoparticle cream product in the range of 97,20 to 98%.ABSTRAKKrim nanopartikel merupakan pengembangan nanoteknologi di bidang kosmetik untuk meningkatkan fungsi krim tersebut. High speed homogenization (HSH merupakan salah satu metoda dalam pembuatan krim nanopartikel. Pada penelitian ini, krim nanopartikel dibuat menggunakan bahan baku alami turunan kelapa sawit yaitu asam stearat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metoda HSH. Variabel kecepatan homogenisasi pada 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap sifat-sifat krim. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kecepatan homogenisasi dalam reaktor berpengaruh terhadap tampilan fisik dari segi tekstur, akan tetapi tidak mempengaruhi terhadap kehomogenan, stabilitas dan warna krim. Dari pengamatan selama 2 bulan penyimpanan diketahui tidak terjadi perubahan pH selama penyimpanan untuk keempat variabel. Ukuran partikel

  5. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  6. PENGUKURAN SIFAT POLARISASI BERBAGAI MINYAK NABATI MENGGUNAKAN LAMPU IR DAN LASER HE-NE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    U Kaltsum

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat polarisasi berbagai minyak nabati (minyak sawit, minyak kedelai, minyak zaitun, VCO, minyak curah, dan jelantah dengan variasi keadaan baru dan kadaluwarsa, menggunakan lampu IR dan laser He-Ne. Pengujian dilakukan dengan menempatkan minyak nabati diantara polarisator dan analisator. Hasil penelitian pada kedua sumber cahaya menunjukkan pola yang hampir sama. Minyak zaitun dan VCO memiliki perubahan sudut polarisasi alami kecil, sedangkan minyak sawit, kedelai, jelantah, dan curah memiliki perubahan sudut polarisasi alami besar. Besarnya perubahan sudut polarisasi minyak kadaluwarsa lebih besar dibanding minyak baru. Perubahan sudut polarisasi sebanding dengan jumlah radikal bebas (ALB, peroksida dan molekul asimetri (asam lemak jenuh, molekul rantai panjang. Meskipun pola yang dihasilkan oleh kedua sumber cahaya sama, namun lampu IR memberikan nilai perubahan sudut polarisasi yang lebih tinggi dari laser He-Ne. Hal ini dimungkinkan karena daya lampu IR lebih besar dari He-Ne, sehingga energi yang dihasilkan lampu IR lebih tinggi dan perubahan sudut polarisasinya lebih besar. This research based on previous research that using IR lamp (250 watt and He-Ne laser (1 mW on a mixture of palm oil and animal oil. Both of light source were used again to measure polarization properties of various vegetable oils (palm oil, soybean oil, olive oil, VCO, rainfall oil and used cooking oil with a variety of new and expired. The tools used were a set polarization, IR lamp, He-Ne laser, and power supply. The experiment was done by placing vegetable oil between the polarizer and analyzers. The result showed both of light sources had similar pattern; polarization changes of olive oil and the VCO were small, while polarization changes of palm oil, soybean oil, used cooking oil, and rainfall were high. Polarization change of expired oil was higher than new oil. The value of polarization change was proportional to free

  7. Pengaruh Perlakukan Alkali terhadap Sifat Fisik, dan Mekanik Serat Kulit Buah Pinang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cokorda Putri Kusuma Kencanawati

    2018-04-01

    Full Text Available Makalah ini menganalisis pengaruh perlakukan alkali dan tanpa perlakukan alkali terhadap karakateristik fisik, morfologi dan sifat mekanik serat kulit buah pinang (areca Catechu L.. Selama ini pemanfaatan limbah pertanian belum dilakukan secara maksimal, sehingga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Serat kulit buah pinang (Areca Husk Fiber/AHF selama ini hanya dipergunakan sebagai bahan bakar biomassa dan media tanam sedangkan untuk pemanfaatan lain belum ada sama sekali. AHF diberi perlakukan NaOH 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan waktu perendaman 2 jam pada temperatur kamar, untuk mengetahui karakteristik fisik AHF maka dilakukan pengukuran panjang dan diameter serat, pengujian densitas, pengujian kadar air dan moisture sedangkan untuk mengetahui karakteristik mekanik dilakukan pengujian tarik serat tunggal sesuai dengan ASTM D 3379. Dari penelitian ini diketahui bahwa diameter AHF mengalami pengurangan diameter akibat perlakukan alkali, hal ini terkait dengan hilangnya kandungan lignin, pektin dan wax. Densitas AHF menurun dengan meningkatan prosentase NaOH bila dibandingkan dengan AHF tanpa perlakukan NaOH. Kekuatan tarik bervariasi dengan adanya perlakuan alkali.  Kekuatan tarik AHF tertinggi pada serat yang mengalami perlakukan NaOH 5% yaitu sebesar 165 Mpa dan kekuatan tarik terendah pada AHF dengan perlakuan Alkali 10% yaitu sebesar 137 MPa . This paper analyzes the effect of alkali and non-alkali treatments on the physical characteristics, morphology and mechanical properties of betel nut huks fiber (areca Catechu L.. the used of agricultural waste has not been done optimally, causing environmental pollution. Areca Husk Fiber (AHF only used as biomass fuel and planting medium, while for the other uses it has not existed. AHF was given 2.5%, 5%, 7.5% and 10% NaOH treatment with 2 hours immersion at room temperature, to known the physical characteristics of AHF then measured the length and diameter of fiber, density test, water

  8. Pengaruh Penambahan Ni, Cu, dan Al dan Waktu Milling pada Mechanical Alloying Terhadap Sifat Absorpsi dan Desorpsi Mg sebagai Material Penyimpan Hidrogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrian Budi Pratama

    2012-09-01

    Full Text Available Mg merupakan salah satu material yang digunakan sebagai material penyimpan hidrogen dengan membentuk MgH2. Sifat absorpsi dan desorpsi hidrogen dari suatu metal hidrida salah satunya tergantung  pada bahan, unsur penambah, dan metode pembuatannya. Pada penelitian kali ini Mg sebagai material penyimpan hidrogen dihasilkan melalui metode mechanical alloying dengan unsur penambah Ni, Cu, dan Al dan variasi waktu milling 10, 20, 30 jam. Selanjutnya sampel dilakukan pengujian SEM, XRD, DSC, dan Uji hidrogenisasi. Dari data uji diperoleh bahwa meningkatnya waktu milling menurunkan ukuran partikel sehingga meningkatkan wt% hidrogen terabsorb dan menurunkan temperatur onset desorpsi. Namun efek aglomerasi dan coldwelding yang berlebih pada proses mechanical alloying mengakibatkan ukuran partikel menjadi lebih besar. Unsur pemadu Al dan Cu berfungsi sebagai katalis, sedangkan Ni berfungsi sebagai pemadu yang ikut bereaksi dengan hidrogen. Mg10wt%Al dengan waktu milling 20 jam mempunyai nilai weight percent terbaik H2 yaitu 0.38% dalam temperatur hidrogenisasi 2500C, tekanan 3 atm, dan waktu tahan 1 jam. Sedangkan Mg10wt%Al dengan waktu milling 30 jam memiliki temperatur onset paling rendah yaitu 341.490C Kata Kunci— Absorpsi, Desorpsi, Material Penyimpan Hidrogen, Mechanical Alloying, Mg

  9. PENGARUH PERSENTASE PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN SEMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian sifat fisika meliputi kerapatan, kadar air, penyerapan air dan pengembangan tebal dan sifat mekanika meliputi keteguhan lentur (MoE keteguhan patah (MoR serta  pengurangan tebal akibat tekanan. Rancangan Percobaan Yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 3 perlakuan yaitu 100% pelepah kelapa sawit; 100% kulit durian dan  50% pelepah kelapa sawit : 50% kulit durian dengan 3 kali ulangan. Standar yang digunakan untuk perbandingan  yaitu SNI–03– 2104-1991-A. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : Sifat Fisika yaitu kerapatan rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 0,90 gr/ cm3, 0,91 gr/ cm3, 0,81 gr/ cm3, Kadar air rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 7,37%, 6,59%, 7,08%, Penyerapan air rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 49,51%, 44,99%, 50,11%, Pengembangan tebal rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 1,67%, 2,04%, 3,44%, Kerapatan, kadar air, penyerapan air dan pengembangan tebal tidak berpengaruh nyata. Sifat Mekanika yaitu Keteguhan lentur (MoE rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 7.350,68 kg/cm2, 3.590,43 kg/cm2, Keteguhan patah (MoR rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 11,82kg/cm2, 8,66kg/cm2, 4,53 kg/cm2Pengurangan tebal akibat tekanan rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 8,92 %, 10,01 %, 9,92 %, Keteguhan patah (MoR berpengaruh nyata sedangkan keteguhan

  10. KARAKTERISTIK SIFAT FISIK KAYU JABON(Anthocephalus cadamba Miq PADA ARAH LONGITUDINAL DAN RADIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Widiyanto

    2017-06-01

    Full Text Available This study aims to investigate the characteristics of the physical properties of jabon (Anthocephalus cadambaMiq. wood and its variations in the stem longitudinaland radial direction. A total of 3samplesof jabontrees were taken from private forest in Talagawangi Village, Pakenjeng sub-District, Garut District, West Java Province. Speciments of physical properties were taken at 3 different heightsof the longitudinal direction(bottom, midle and top of trunkas well as 3 differentradialdirections (near pith, middle and near barkof the jabontrunk. The observation focused on the physical properties in three position of both longitudinal and radial orientation. The parameters observed were green wood moisture content(GMC, air-driedmoisture content (ADMC, specific gravity on green wood moisture volume (SGG, and specific gravity on air-dried moisture volume (SGAD. Result showed that the average of GMC and ADMC of jabon wood were 118,43% and 15.36% respectively, while SGG and SGAD are 0.33 and 0.37 respectively.The specific gravity (both SGG and SGAD of jabon wood was significantly differencein bothlongitudinal and radial direction; while the ADMC and FMC were not significantly difference for longitudinal direction but significantly difference for radial direction. On radial direction, the GMC decreased from the pith to midle and increased near ther bark; while the ADMC regularly decreased from the pith to bark. The specific gravity value on the longitudinaldirection consistently increases from the bottom of the trunk to the top. On radial direction, the specific gravity value consistently increases from the pith to near the bark. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik kayu jabon (Anthocepalus cadamba Miq dan variasinya pada arah longitudinal dan radial batang.Sebanyak 3 pohon, masing-masing diambil sampel 3 titik pada arah longitudinal dan radial batang kayu jabondiambil dari hutan rakyat Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng

  11. Perbaikan Sifat Laju Transmisi Uap Air dan Antibakteri Edible Film dengan Menggunakan Minyak Sawit dan Jeruk Kunci

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santoso

    2018-01-01

    Full Text Available The objective of the research was to improve water vapor transmission rate and antibacterial properties of edible film by using red palm oil and Citrus mitis. The research design was factorial completely randomized design with three replications. There were three studies: the addition of Uncaria gambir Roxb extract, palm oil concentration, and pH value at the concentration 0, 1.5, and 3 (% w/v; 0, 1.5, and 3 (% v/v; and 3, 4, 5, and 6 respectively. The results showed that interaction of Uncaria gambir Roxb extract, palm oil and pH had significant effected on solubility of edible film. Interaction of Uncaria gambir Roxb and palm oil had significant effected on thickness, percentage of elongation and solubility of edible film. Interaction of Uncaria gambir Roxb and pH had significant effected on solubility of edible film. Characteristic of edible film was produced thickness 0.15 to 0.28 mm, percentage of elongation 23.33 to 87.78%, solubility 33.9 to 49.16%, water vapor transmission rate 3.43 to 8.52 g.m-2.d-1, and inhibition zone for Staphylococcus aureus 0.2 to 8.2 mm. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki laju transmisi uap air dan sifat antibakteri edible film dengan menggunakan minyak sawit dan jeruk kunci. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri atas konsentrasi ekstrak gambir; 0, 1,5, dan 3 (% b/v, konsentrasi minyak sawit; 0, 1,5, dan 3 (% v/v, dan pH (3, 4, 5, dan 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi ekstrak gambir, minyak sawit, dan derajat keasaman (pH berpengaruh nyata terhadap kelarutan edible film. Interaksi ekstrak gambir dengan minyak sawit berpengaruh nyata terhadap ketebalan, persen pemanjangan, dan kelarutan edible film. Interaksi minyak sawit dengan derajat keasaman (pH berpengaruh nyata terhadap kelarutan edible film. Interaksi ekstrak gambir dengan derajat keasaman (pH berpengaruh nyata terhadap kelarutan edible film

  12. KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA DAN FUNGSIONAL FRAKSI PATI UWI UNGU (DIOSCOREA ALATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lula Nadia

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTSize fractionation of yam starch granule could be achieved through dry sieving Retsch Siever with 400 and 500 mesh. Although the fractionation was not completely separate the granule size, however it could provide a significant difference in average size of the fractions. Starch granule morphology, size distribution, amylose and phosphorus contents, crystal structure, thermal properties, and rheological characteristic of the starch fraction were evaluated. In this study, based on the average value of the granule size, significant effects of fraction were obtained on phosphorus content and relative crystallinity of the starch. The size fraction differences did not give a significant impact on its gelatinization character, while in the pasta formations the effect of the fraction was found in peak and final viscosity. In the bigger size fraction, the phosphorus content increased but the relative crystallinity decreased. These differences made the large size fraction of starch granule had the advantage in paste profiling than starches and fractions against stirring, heating and cooling for its potential use in food processing as thickner.Keywords: dioscorea alata, starch, size fractionation, size distribution, viscoelastisityABSTRAKFraksinasi ukuran granula pati uwi dapat dicapai dengan menggunakan pengayakan kering Retsch Siever 400 dan 500 mesh. Meskipun metode fraksinasi ini tidak sempurna memisahkan ukuran granula, tetapi dapat memberikan perbedaan yang signifikan dari nilai rerata ukuran fraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi morfologi granula, distribusi ukuran, kandungan amilosa, kadar fosfor, struktur kristal dan kristalinitas relatif, sifat termal, serta karakteristik rheologi dari fraksi pati. Penelitian menunjukkan, berdasarkan nilai rerata ukuran granula, pengaruh signifikan dari fraksi diperoleh pada kandungan fosfor dan kristalinitas relatif pati. Perbedaan ukuran fraksi granula tidak cukup memberi pengaruh yang

  13. SIFAT FISIKA MEKANIKA PAPAN PARTIKEL DARI PELEPAH NIPAH (Nyfa fruticans Wurmb DAN SERBUK GERGAJI DENGAN PEREKAT UREA FORMALDEHYDE Physical-mechanical Properties of Particle Boards Made From Nipah (Nyfa fruticans wurmb and Sawdust with Urea Formaldehyde Adhesive

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Mirad Sari

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan buatan dari pelepah nipah dan serbuk gergaji yang meliputi kerapatan, kadar air, penyerapan air, pengembangan tebal, keteguhan lengkung dan keteguhan patah. Penelitian dan pengujian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan untuk pembuatan partikel, dan pengujian sifat fisik mekanik dilakukan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Pengujian sifat fisik yang meliputi pengujian kadar air, kerapatan, penyerapan air dan pengembangan tebal, pengujian sifat mekanik meliputi pengujian MOE dan MOR. Hasil penelitian menunjukkan Kadar air dari papan partikel hampir semuanya masuk standar SNI  kecuali pada perlakuan A yaitu sebesar  16,74 %, semua perlakuan untuk kerapatan telah memenuhi standar SNI yaitu  0,40 kg/cm2 – 0,90 kg/cm2, penyerapan air yang masuk standar SNI adalah perlakuan D yaitu 28,88 % dan 23,42 %, kisaran nilai perlakuan pengembangan tebal  3,82 % - 12,29 % telah memenuhi standar SNI, semua sifat mekanika MOE tidak ada yang memenuhi standar SNI kecuali pada MOR untuk perlakuan D yaitu sebesar 85,43 kg/cm2. Kata kunci:  Sifat Fisik  Mekanik, Pelepah Nipah dan Serbuk Gergaji, Urea Formaldehide

  14. PENGARUH VARIASI PUTARAN CETAKAN DAN PENAMBAHAN INOKULAN Ti-B PADA CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN ALUMINIUM A356.0

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Nugroho

    2016-08-01

    Full Text Available Perkembangan industri pengecoran global hingga lokal sampai saat ini tumbuh dengan sangat pesat. Salah satu produk yang banyak dicari konsumen adalah velg, part pada roda sepeda motor. Tetapi sayangnya velg lokal sering dikeluhkan memiliki kualitas lebih rendah dari pabrikan. Paduan alumunium  A-356.0 merupakan  salah satu bahan material yang cocok untuk bahan baku pembuatan velg racing (cast wheel mobil maupun sepeda motor. Karena memiliki beberapa kelebihan seperti: ringan, tahan korosi dan warnanya menarik, namun memiliki kekurangnan yaitu sifat mekanisnya belum memenuhi syarat. proses pembuatannya  menggunakan proses Vertical Centrifugal Casting (VCC dengan penambahan inokulan Al-Ti-B sebagai unsur penghalus butir, inokulan Al-Ti-B akan dicampurkan kedalam 8 kg cairan aluminium dengan komposisi variasi campuran 0, 6, 9, dan 12 gram untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dengan 2 variasi putaran yaitu 450 dan 850 rpm. Selanjutnya hasil dari pengecoran centrifugal casting diuji secara mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, uji tarik dan struktur mikro nya mengunakan standar ASTM. Hasil pengujian di proleh nilai kekerasan dan kekuatan tarik  yang paling tinggi pada spesimen A3 dan B3 yaitu 64.73 BHN dan 67.81 BHN, 182.18 Mpa  dan 188.28 Mpa. Titanium  yang  dikombinasikan  dengan  Boron  atau  Carbon  merupakan  unsur  paduan Al-Si  yang  berfungsi  untuk  menghaluskan butiran  (grain  refiner Hal  inilah  yang mempengaruhi  adanya  perubahan  sifat mekanik  dan  struktur  mikro  tersebut.  Dengan semakin  halus  butiran,  maka  penjalaran dislokasinya  akan  semakin  sulit,  sehingga mempunyai ketahanan yang lebih besar, karena diperlukan  energi  yang  lebih  besar  untuk merusak  butiran  yang  halus  tersebut. adanya gaya sentrifugal (CF selama proses penuangan kedalam cetakan. Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiap

  15. PENGARUH VARIASI SUHU PADA PROSES SELF TEMPERING DAN VARIASI WAKTU TAHAN PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA AISI 4140

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunardi Sunardi

    2016-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis pada baja AISI 4140 dengan proses tempering dengan variasi waktu tahan dan variasi suhu pada proses self tempering. Material terlebih dahulu dipanaskan pada suhu 850°C, di tahan dengan waktu 14 dan 28 menit, media pendinginan adalah Oli SAE 20. Pada proses tempering baja dipanaskan kembali dengan suhu 200°C di tahan dengan waktu 30 dan 120 menit. Sedangkan untuk proses self tempering, baja di panaskan pada suhu 850°C di tahan dengan waktu 14 dan 28 menit kemudian didinginkan, suhu yang harus dicapai pada pendinginan adalah 200°C, 400°C dan 600°C. Proses tempering dengan variasi waktu tahan mempunyai nilai kekerasan terbesar 50,1 HRC dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan nilai kekerasan terbesar pada proses self tempering dengan variasi suhu adalah 29,68 HRC pada suhu 200°C. Nilai ketangguhan terbesar pada saat proses tempering adalah 0,341 (J/mm2 dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan pada saat proses self tempering ketangguhan terbesar pada suhu 600°C dengan nilai 0,375 (J/mm2. Laju korosi terbesar pada saat tempering adalah 0,055 (mpy dengan waktu tahan 30 menit, sedangkan pada saat proses self tempering laju korosi terbesar pada suhu 400°C dengan nilai 0,0388 (mpy. 

  16. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  17. AKTIVITAS ANTIMIKROBA YOGURT BERBASIS AIR KELAPA MENGHAMBAT BAKTERI PATOGEN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lindawati S. A.

    2014-11-01

    Full Text Available Yogurt merupakan minuman susu yang difermentasi dengan menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophyllus sebagai starter. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tertinggi dari yogurt berbasis air kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri pathogen (Salmonella, Staphylococcus, Klebsiela pneumonia dan E.coli secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Keempat perlakuan tersebut: Ko: susu skim 12%+air; K1: susu skim 12%+air kelapa gading; K2: susu skim 12%+kelapa gading bulan; K3: susu skim 12%+air kelapa hijau. Peubah yang diamati adalah aktivitas antimikroba yogurt terhadap bakteri pathogen (Salmonellatyphi, Staphylococcus, Klebsiella pneumonia dan E.coli, total plate count (TPC, total bakteri asam laktat dan E,coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa bulan terhadap bakeri Salmonella typhi dan Staphylococcus masing-masing sebesar 0,21 dan 0,26 cm dengan total bakteri asam laktat1,1×107 cfu/mL sedangkan untuk Klebsiella pneumonia dan E.coli diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa gading sebesar 0,38 dan 0,64 mm dengan total bakteri asam laktat 3,1×106 cfu/mL.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yogurt berbasis air kelapa gading, bulan, hijau dan tanpa air kelapa memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas (menghambat bakteri gram positif dan negatif.

  18. Sifat Fisika Mekanika dan Ketahanan Papan Partikel Bambu dengan Perekat Asam Sitrat terhadap Serangan Rayap Kayu Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai penggunaan asam sitrat sebagai agen pengikat alami masih relatif sedikit. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada pengaruh jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan terhadap sifat papan partikel bambu, termasuk ketahanannya terhadap serangan rayap kayu kering. Bahan penelitian adalah partikel bambu petung. Komposisi kimia bahan baku bambu diuji untuk kadar ekstraktif, holoselulosa, lignin, dan alfa selulosa. Faktor pada penelitian ini adalah jumlah asam sitrat (0 - 40% berdasarkan berat kering udara partikel dan suhu pengempaan (200 oC dan 220 oC. Sifat fisika dan mekanika papan partikel diuji berdasarkan standar pengujian JIS A 5908. Analisis menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR juga dilakukan untuk mengetahui perubahan gugus ester pada berbagai jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan. Pengujian ketahanan terhadap serangan rayap kayu kering juga dilakukan dengan menghitung nilai pengurangan berat dan mortalitas rayap setelah 6 minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan tebal, penyerapan air, modulus elastisitas dan modulus patah. Intensitas gugus C=O yang ditunjukkan pada puncak 1720 cm-1 semakin bertambah besar seiiring dengan semakin banyaknya jumlah asam sitrat, yang menyebabkan kekuatan perekatan dan stabilitas dimensi papan partikel menjadi semakin kuat. Kondisi optimum pada penelitian ini adalah papan partikel dengan penambahan jumlah asam sitrat 20 % pada suhu pengempaan 200 oC dengan kualitas yang dapat memenuhi standar JIS A 5908 tipe 8. Penambahan asam sitrat dapat meningkatkan mortalitas rayap kayu kering secara nyata. Penambahan 20 % asam sitrat pada suhu pengempaan 200 oC menghasilkan nilai pengurangan berat 0,9 % dan mortalitas rayap 57 %. Kata kunci: bambu petung, asam sitrat, suhu pengempaan, jumlah asam sitrat.   Mechanical properties and durability against the dry termite attacks of particleboard made from bamboo

  19. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  20. PENERAPAN PULSED ELECTRIC FIELD PADA PASTEURISASI SARI BUAH APEL VARIETAS ANA: KAJIAN KARAKTERISTIK NILAI GIZI, SIFAT FISIK, SIFAT KIMIAWI DAN MIKROBIA TOTAL Application of Pulsed Electric Field in Pasteurization of Apple Juice of Ana Cultivar : Study on

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Choviya Hawa

    2012-05-01

    Full Text Available Apple juice, extracted from apple of ana cultivar , was pasteurized using a pulsed electric field (PEF method. The aimof this research was to analyze the changes on nutritional, physical and chemical properties and total microbes from apple juice after pasteurization. The research was conducted from July until Oktober 2009 located in Malang. The PEF treatment was carried out using treatment time variation for 10, 20, 30, 40, 50 and 60 seconds. Several parameters of vitamin A and C, water content, density, pH, total soluable solid and total microbes were observed. The results showed that PEF treatment did not significantly change nutritional, physical and chemical properties and total microbes after pasteurization with PEF in compared with no treatment pasteurization. The highest degradation was found in treatment time for 60 seconds, i.e. 93.53 %. ABSTRAK Sari buah apel, yang diekstrak dari apel varietas ana, dipasteurisasi dengan metode pulsed electric field (PEF. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan karakteristik nilai gizi, sifat fisik, kimiawi dan total mikrobia sari buah apel sesudah dipasteurisasi. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan Oktober 2009 di Malang. Penelitian ini menggunakan variasi waktu pengolahan 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 detik. Parameter pengamatan yaitu vitamin A dan C, kadar air, berat jenis, pH, total padatan terlarut dan total mikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gizi, sifat fisik dan kimiawi dari sari apel  tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan sari apel tanpa perlakuan PEF. Penurunan total mikrobia terbesar pada waktu perlakuan 60 detik dengan efektivitas pembunuhan sebesar 93,53%.

  1. PENGGUNAAN BAHAN PENGISI DALAM PERBAIKAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK DODOL BUAH MERAH (Pandanus conoideus L SEBAGAI SUMBER β-KAROTEN The Use of Filler on Enhancing Physicochemical and Organoleptic Properties of Redfruit Dodol as A Source of Β-Car

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murtiningrum Murtiningrum

    2012-05-01

    Full Text Available The main problem in preparation of redfruit dodol is the soft texture of dodol. In the research, preparation of red fruit dodol was done by adding different flours (wheat, rice and tapioca to the total weight of glutinous flour and redfruit paste, as much as 15 % by weight. The preferences of panelists and physicochemical properties tests were done on the redfruit dodol product. The result indicated that the best formulation was the red fruit dodol with tapioca. The panelist preference scores of colour, flavor, odor and texture of the best dodol formulation were fairly like (5.40, fairly like (5.05, like (6.05 and fairly like (5.70 respectively. The physical properties of dodol including hardness, sticky and elasticity level were 951.43 gf, 216.68 gf and 0.35 % respectively. The dodol contained moisture 37.86 %, total solid62.14 with water availibility (a 0.83 and β-carotene 1.02 ppm. ABSTRAK Permasalahan utama dalam pembuatan dodol buah merah, yaitu teksturnya lembek dan lunak. Pada penelitian ini dilakukan penambahan jenis tepung yang berbeda, yaitu tepung terigu, beras dan tapioka sebanyak 15 % (b/b dari berat tepung ketan dan pasta buah merah. Dodol yang dihasilkan dilakukan pengamatan sifat fisikokimia dan ting- kat penerimaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dodol formula terbaik berdasarkan sifat organoleptik dan fisikokimia adalah dodol dengan penambahan tapioka. Dodol tersebut memiliki sifat organoleptik dengan skor kesukaan warna agak suka (5,40, rasa agak suka (5,05, aroma suka (6,05 dan tekstur agak suka (5,70, sifat fisik kekerasan dan kelengketan masing-masing 951,43 dan 216,68 gf, serta kekenyalan 0,35 %,  juga memiliki sifat kimiadengan mengandung air dan total padatan masing-masing 37,86 % dan 62,14 % dengan tingkat ketersediaan air (a 0,83 dan kandungan β-karoten 1,02 ppm.

  2. Pengaruh Degasser Dan Grain Refiner Terhadap Sifat Mekanik Paduan Al-Si Produk Cor

    OpenAIRE

    Yohanes, Glenn; Djamil, Sofyan

    2008-01-01

    Paduan aluminium banyak digunakan pada industri otomotif, seperti pada pembuatan velg dan komponen-komponen mesin. Studi pengaruh degasser dan grain refiner terhadap kekuatan tarik, kekuatan luluh, elongasi dan kekerasan, pada proses peleburan dibandingkan dengan atau tanpa menggunakan degasser dan grain refiner. Benda uji didapat dengan melebur blok mesin Mitsubishi L.300, menggunakan tungku listrik dan proses cor sistem cetakan terbuka. Hasil penelitian, meliputi kekuatan tarik, luluh, elon...

  3. Pengaruh Degasser dan Grain Refiner terhadap Sifat Mekanik Paduan Al-Si Produk Cor

    OpenAIRE

    Yohanes, Glenn; Djamil, Sofyan

    2009-01-01

    Paduan aluminium banyak digunakan pada industri otomotif, seperti pada pembuatan velg dan komponen-komponen mesin. Studi pengaruh degasser dan grain refiner terhadap kekuatan tarik, kekuatan luluh, elongasi dan kekerasan, pada proses peleburan dibandingkan dengan atau tanpa menggunakan degasser dan grain refiner. Benda uji didapat dengan melebur blok mesin Mitsubishi L.300, menggunakan tungku listrik dan proses cor sistem cetakan terbuka. Hasil penelitian, meliputi kekuatan tarik, luluh, elon...

  4. PENGARUH VARIASI PUTARAN CETAKAN, INOKULAN TI-B PADA CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN ALUMINIUM A356.0

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Nugroho

    2015-06-01

    Full Text Available Paduan alumunium  A-356.0 merupakan  salah satu bahan material yang cocok untuk bahan baku pembuatan velg racing (cast wheel mobil maupun sepeda motor. Karena memiliki beberapa kelebihan seperti: ringan, tahan korosi dan warnanya menarik, namun memiliki kekurangnan yaitu sifat mekanisnya belum memenuhi syarat. proses pembuatannya  menggunakan proses Vertical Centrifugal Casting (VCC dengan penambahan inokulan Al-Ti-B sebagai unsur penghalus butir, inokulan Al-Ti-B akan dicampurkan kedalam 8 kg cairan aluminium dengan komposisi variasi campuran 0, 6, 9, dan 12 gram untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dengan 2 variasi putaran yaitu 450 dan 850 rpm. Selanjutnya hasil dari pengecoran centrifugal casting diuji secara mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, uji tarik dan struktur mikro nya mengunakan standar ASTM. Hasil pengujian di peroleh nilai kekerasan dan kekuatan tarik  yang paling tinggi pada spesimen A3 dan B3 yaitu 64.73 BHN dan 67.81 BHN, 182.18 Mpa  dan 188.28 Mpa. Titanium  yang  dikombinasikan  dengan  Boron  atau  Carbon  merupakan  unsur  paduan Al-Si  yang  berfungsi  untuk  menghaluskan butiran  (grain  refiner Hal  inilah  yang mempengaruhi  adanya  perubahan  sifat mekanik  dan  struktur  mikro  tersebut.  Dengan semakin  halus  butiran,  maka  penjalaran dislokasinya  akan  semakin  sulit,  sehingga mempunyai ketahanan yang lebih besar, karena diperlukan  energi  yang  lebih  besar  untuk merusak  butiran  yang  halus  tersebut. adanya gaya sentrifugal (CF selama proses penuangan kedalam cetakan. Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiap layer, hal ini juga menjelaskan bahwa .produk yang dibuat dengan menggunakan metode ini bebas cacat porosity, sisi terluar dari produk sentrifugal akan memiliki nilai kekerasan yang tinggi dibandingkan dengan sisi tengah produk, sifat mekanisnya juga akan memiliki nilai yang

  5. Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Kehalusan Gambir Serta Variasi Komposisi Terhadap Beberapa Sifat Fisika dalam Pembuatan Tinta Cetak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2015-12-01

    Full Text Available Ink is a very important element that determines the quality of a printout. One of the potential natural materials that can be used as a raw material for making printing ink is gambier.The objective of this study was to observe the effect of stirring speed and particle size on some physical properties in the printing ink. The ink manufacturing was done in 2 phases, namely the manufacture of color pigment and ink formulation. Pigment ink was made by cleaning the gambier through dilution with hot water, filtration, and precipitation of fitrat. Furthermore the gambier was mashed with particle size variation 40, 60, 80 mesh. The adding saturated FeCl3 compounds in ethanol into the extract gambier slowly with stirring speed 250, 500, 750 rpm for 4 hours. The color of the pigment, viscosity, and the particle size was tested by using the PSA method (particle size analyzer. Manufacture of ink formula with additives propylene glycol 7.5; 10; 12.5 mL and polyethylene glycol 0.1; 0.3; and 0.5 mL for every 30 ml of extract gambier in ethanol. Best pigment was obtained from the use of gambier 60 mesh powder, stirring speed 250 rpm, the smallest pigment particle was 47.54 nm. The best ink formula was using propylene glycol and polyethylene glycol 12.5 mL and 0.5 mL. The characteristics of ink were black colored ink with a density 0.9633 at a temperature of 28-30°C, viscosity 0.9 cP, and surface tension 0.2539 N/m.ABSTRAK Tinta merupakan unsur yang sangat penting menentukan kualitas hasil cetakan. Salah satu bahan alam potensial yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tinta cetak adalah gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh kecepatan pengadukan dan kehalusan bahan baku gambir terhadap beberapa sifat fisika dalam pembuatan tinta cetak. Pembuatan tinta dilakukan 2 tahap yaitu pembuatan pigmen dan formula tinta. Pigmen tinta dibuat dengan cara membersihkan  gambir melalui pelarutan dengan air panas, penyaringan, dan pengendapan

  6. Sifat Fisik Pati Ganyong (Canna edulis Kerr. Termodifikasi dan Penambahan Gum Xanthan untuk Rerotian (Physical Characteristics of Modified Canna edulis Kerr. Starch and Gum Xanthan for Bakeries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parwiyanti Parwiyanti

    2016-12-01

    dengan uji BNJ (α = 0,05. Parameter yang diamati swelling power (SP, indeks kelarutan dalam air (IKA, indeks absobsi air (IAA, derajat pengembangan (DP, dan densitas kamba (DK pati ganyong termodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi pati ganyong dengan kombinasi perlakuan suhu dan waktu HMT serta konsentrasi GX menghasilkan pati termodifikasi dengan sifat fisik yang berbeda nyata antar perlakuan maupun pati alaminya.  Modifikasi pati ganyong dengan HMT pada suhu 80 °C, waktu 8 jam, kadar air pati 15 % dan konsentrasi gum xanthan 1 % dapat menghasilkan pati ganyong yang sifat fisiknya mendekati tepung terigu kadar protein sedang dan berbeda dengan pati ganyong alami. Sifat fisik pati ganyong termodifikasi tersebut adalah SP 16,90 ± 0,48 g/g, IKA 10,28 ± 0,25 %, IAA 112,58 ± 0,38 %, DP 0,94 ± 0,11 mL/g, dan DK 0,73 ± 0,026 g/mL. Kata kunci: Pati ganyong; gum xanthan; HMT; modifikasi; sifat fisik

  7. Pengaruh Pemberian Margarin terhadap Sifat Fisiko Kimiawi dan Sensoris Sosis Ayam Petelur Afkir (The Effect of Margarine Application on Physicochemical and Sensory Properties of Culled Hens Layer Sausages

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendronoto Arnoldus Walewengko Lengkey

    2016-12-01

    Full Text Available Research was aimed to determine the effect of margarine application on the physicochemical and sensory properties of culled layer hens sausages. In addition to utilizing the culled layer hens meat as a source of animal protein, as well as to diversify food, so that the resulting product can be accepted by consumers. This study was conducted in a completely randomized experimental design with four treatments unidirectional pattern with margarine giving addition 0.0 %; 2.5 %; 5.0 % and 7.5 % with four replications. The data obtained were statistically tested by analysis of variance (ANOVA, if there is a noticeable difference, then it continued to Duncan's multiple range test. The analysis showed that the water content, fat content, and pH sausage has significant effect, but the protein content was not significantly between the sausages were not given margarine (P-1 and the sausages are given margarine (P-2, P-3 and P-4. The sausage produced will increase the protein content, fat content, and pH with increasing percentage of margarine given, otherwise the moisture content will decrease. Based on sensory testing (appearance, color, flavor, texture and total acceptance, culled layer hens sausage can be accepted by consumers. Sausages were given margarine value ranges between 7.0 to 8.4 (just like - really like and were not given margarine has lower value ranging from 5.2 to 6.9 (neutral - just like.   ABSTRAK Penelitian mengenai pengaruh pemberian margarin terhadap sifat fisiko kimiawi dan sensoris sosis ayam petelur afkir adalah untuk mengetahui penambahan margarin terhadap kualitas sosis ayam petelur afkir, selain itu untuk memanfaatkan daging ayam petelur afkir sebagai sumber protein hewani, dan untuk melakukan penganekaragaman pangan, sehingga produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola searah dengan empat perlakuan pemberian margarin 0,0 %; 2,5 %; 5

  8. PENELITIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS BAJA KARBON RENDAH AKIBAT PENGARUH PROSES PENGARBONAN DARI ARANG KAYU JATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masyrukan Masyrukan

    2017-01-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, proses pengarbonan (carburising yang dilakukan adalah dengan menambahkan kandungan unsur karbon (C ke dalam permukaan baja. Sumber karbon diperoleh dari arang kayu jati yang telah ditumbuk halus. Temperatur yang digunakan selama proses pengarbonan adalah 900°C, dengan variasi waktu penahanannya 2 jam,  4 jam, dan 6 jam. Setelah itu didinginkan dengan air (quench. Pembuatan benda uji dilakukan untuk mendapatkan sampel dan supaya memudahkan dalam pelaksanaan penelitian.  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan dan pengujian impact.Pengujian kekerasan yang telah dilakukan terhadap material pengarbonan menghasilkan distribusi kekerasan dari permukaan menuju inti, untuk masing-masing waktu penahanan yang berbeda. Untuk waktu penahanan 2 jam mulai HVN 257,5 Kg/mm²  sampai 205,3 Kg/mm² menuju inti ; 4 jam mulai HVN 273,1 Kg/mm² sampai 204,4 Kg/mm² menuju inti ; 6 jam mulai HVN 274,6 Kg/mm²  sampai 204,4 Kg/mm² menuju inti.Hasil pengamatan foto struktur mikro melalui microscope olympus photomicrographic system dihasilkan foto struktur mikro untuk raw material dan carburising sama terdapat ferit dan perlit,  untuk yang dikarburising struktur mikronya,  yaitu ferit  dan perlit.  Semakin lama proses karburising,  semakin banyak pula kandungan perlitnya yang mengakibatkan semakin tingginya tingkat kekerasan. Hasil pengujian impak menunjukkan rata-rata harga impak untuk spesimen raw material = 0,350 J/mm2, waktu penahanan 2 jam = 1,013 J/mm2 , spesimen waktu penahanan 4 jam = 0,600 J/mm2, spesimen waktu penahanan 6 jam = 1,590 J/mm2.

  9. Pengaruh Substitusi Tepung Pisang pada Pembuatan Brownies terhadap Sifat Kimia dan Penerimaan Organoleptik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sifia Silfia

    2012-12-01

    Full Text Available Kepok banana (Musa paradisiaca L is a banana which is usually consumed after being processed first. The banana flesh has a high solid content so that it is very suitable to be made banana flour. Banana flour is obtained from banana fruit flesh through a process of drying and milling. The benefits of banana flours will make it more durable, easier in packing and transportation, more practical for diversifying processed products, to provide added value of banana, and to create business opportunities for the rural agroindustry development. Thus the study was conducted to compare the banana flour with wheat flour. The concentration of banana flour used were 100%, 75%, 50%, 25%, and 0% (control. Products were then analyzed for the crude fiber content, water content, protein, and organoleptic tests were done for taste, aroma, and texture. The results showed that the banana browniez provide the optimum result in treatment when 75% of banana flour was used resulting crude fiber content 1.88%, water content 38.01%, protein content 12.9%, texture, taste and aroma were preferred by the panelists.ABSTRAKPisang kepok (Musa paradisiacal L merupakan pisang yang biasanya dikonsumsi setelah diolah terlebih dahulu. Daging buahnya memiliki kandungan padatan yang cukup tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan tepung pisang. Tepung pisang diperoleh dari dagingbuah pisang melalui proses pengeringan dan penggilingan. Manfaat diolah menjadi tepung pisang adalah agar lebih tahan lama, lebih mudah dalam pengemasan dan pengangkutan, lebih praktis untuk diversifikasi produk olahan, memberikan nilai tambah buah pisang, dan menciptakan peluang usaha pengembangan agroindustri pedesaan dan mengurangipenggunaan pemakaian terigu. Penelitian pembuatan brownies pisang dilakukan dengan perlakuan perbandingan tepung pisang dengan tepung terigu. Persentasi tepung pisang yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, 25%, dan kontrol. Produk kemudian dianalisis kadar serat kasar, air

  10. SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL MINUMAN REMPAH TRADISONAL (MINUMAN SECANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Eva Nirmagustina

    2012-12-01

    Full Text Available Secang drink is an Indonesian traditional drink, especially from Yogyakarta and Central Jawa, that is made from secang wood (Caesalpinia sappan L which gives red color like wine.  Except secang wood in secang drink, there are also other spices, such as ginger, clove, lemongras, cinnamon bark, cardamon, and nutmeg.  The active component of spices mostly from phenolic compound, including brazilin dan brazilein (secang wood, zingiberen, gingerol, dan shogaol (ginger, eugenol (clove, geraniol, citronellal, citronellol, lemonene (lemongrass, sineol dan sinamaldehida (cinnamon bark, cineol dan pinen (kapulaga, myristicin dan safrol (nutmeg.  This research objectives were to investigate the effect of various types of phenols in the spices of the organoleptic properties and phenol total content of secang drink. The treatments were the formulation of secang drink, secang wood (F1, secang wood and red ginger (F2, secang wood, red ginger, lemongrass (F3, secang wood, red ginger, lemongrass, clove (F4, secang wood, red ginger, lemongress, clove, cinnamon bark (F5, secang wood, red ginger, lemongrass, clove, cinnamon bark, cardamon (F6, secang wood, red ginger, lemongrass, clove, cinnamon bark, cardamon, nutmeg (F7.  The formulation of secang drink were 1 liter water, 5 stalk secang wood (1 cm, 100 gram red ginger, 2 clove, 2 lemongrass, 2 stalk cinnamon bark (1 cm, 2 cardamon, 1/3 nutmeg, 100 gram sugar, 1 tablespoon.  Based on the average value of the panelist's favorite degree on color, aroma, flavor, and overall appearance of the most high secang drinks in a row is the formulation 1 (3,4, formulation 2 (3.0, formulation 2 (2.8 , and the formulation of 2, 4, 5, and 6 (2.8. There were differences between the treatment of color and aroma, but nots between the treatment of taste and overall appearance.  The formulation 1 of secang drinks contained the lowest total phenol (117.989 mg/L and the  formulation 7 of secang drinks contained the highest total

  11. PENGARUH BERBAGAI KECAMBAH KACANG-KACANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN DASAR MEAT ANALOG TERHADAP SIFAT FISIK (TEKSTUR, KESUKAAN DAN RASIO ARGININ/LISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2013-06-01

    Full Text Available The aims of this research were to determine the best of local legume sprout as raw material of meat analog, based on its texture, sensory (preference properties, and the ratio of arginine/lysine, compared to meat analog from soybean. Meat analogs were made of protein of local legumes sprout, which were velvet beans, cowpeas, and winged beans that had been germinated for 48, 36 and 24 hr respectively. The protein of velvet beans, cowpeas, and winged beans sprout for meat analog production were extracted at pH 9 and precipitated at pH 4, 5, and 5 respectively. Hence their products were analyzed the texture, the sensory properties (the hedonic scales of color, texture, odor, taste, and overall, and the ratio of arginine/lysine. The characteristics of meat analog from the legumes sprout were compared to meat analog from soybean for determination of the best legume sprout as raw material of meat analog. The result of this research showed the properties of meat analog from winged bean and cowpeas sprouts were better than velvet beans sprout. The meat analog from soybean was still better than meat analog from the local legumes sprout, especially its texture. The arginine content, that was known as  hypocholesterolemic and hypoglycemic component,  of meat analog from cowpeas sprout was lower than meat analog from soybean, but its ratio of arginie/lysine was not signifi cantly different. While the ratio of arginine/lysine of meat analog from the other legumes sprout were lower than meat analog from soybean. Therefore the meat analog from cowpeas sprout was chosen as the best product and was potential as functional food especially for reducing blood cholesterol. Keywords: Meat analog, sprout, local legumes, arginine/lysine ratio   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal terbaik sebagai bahan baku kedelai berdasarkan tekstur, sifat sensoris, dan rasio arginin/lisin dibandingkan meat analog dari biji

  12. KARAKTERISASI SIFAT-SIFAT BIOKIMIA EKSTRAK KASAR LIPASE EKSTRASELULER BAKTERI Azospirillum sp.PRD1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Nur Handayani

    2011-11-01

    Full Text Available Enzim lipase mempunyai peranan penting dalam katalis berbagai reaksi industri satu diantaranya pembuatan flavor melalui reaksi esterifikasi. Lipase adalah biokatalis yang berperan besar dalam aplikasi bioteknologi, seperti dalam sintesis biopolimer, biodiesel, produksi obat, dan produksi flavor. Peningkatan penggunaan lipase untuk industri mendorong dilakukan penelitian untuk mendapatkan sumber-sumber lipase baru. Sumber lipase yang potensial salah satunya adalah bakteri Azospirillum sp.PRD1 dari isolat lokal Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan ekstrak kasar lipase dan menentukan karakteristik sifat-sifat biokimiawinya. Metode yang digunakan antara lain peremajaan bakteri Azospirillum sp.PRD1, dan produksi inokulum, penentuan waktu produksi optimum dan fase pertumbuhan bakteri, ekstraksi dan produksi ekstrak kasar lipase dan penentuan karakteristik sifat-sifat biokimiawinya. Hasil penelitian diperoleh ekstrak kasar lipase dari inokulum berumur 7 jam dan medium produksi dengan induser minyak zaitun yang diinkubasi selama 3 jam memiliki aktivitas spesifik 7,0547 Unit/mg. Lipase ekstrak kasar optimum pada pH 7, suhu 40 oC dan waktu inkubasi selama 25 menit. Lipase merupakan metaloenzim dengan kofaktor Zn2+ , Mn2+, Hg2+, Ca2+, Co2+ and Mg2+.

  13. ANALISIS ARAH DAN PERLAKUAN SERAT TAPIS SERTA RASIO EPOXY HARDENER TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT TAPIS/EPOXY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Lokantara

    2012-11-01

    Full Text Available Tapis kelapa (Coconut filter as natural fiber, in this time its resources very copius but no longer be exploited and thrown off hand as waste though in fact its used for other material dissimilar inovatif and high economic valuable that is as one of natural fiber alternative to be composite. The objective of this research is to investigate the behavior changing of physical and mechanical properties of composite tapis kelapa as reinforcement and epoxy 7120 with hardener Versamid 140 as matrix. The fiber is treated with the chemical NaOH and KMnO4 with percentage 0.5%, 1%, and 2% in weight, respectively. The ratio of epoxy and hardener is 7:3 and 6:4, and fiber orientation 0o, 45o, dan 90o. For testing of the speciment in tensile test with ASTM standard D3039 and three point bending test with ASTM standard D790. The result of this research obtained that fiber treatment with KMnO4 give the better effect to machine properties compared to NaOH. Variation of percentage 0.5%, 1%, and 2% NaOH and KMnO4 give the effect in fiber surface which higher percentage make the cleaner of surface, decrease of wax contain, and roughness of fiber surface so that stronger of linkage of fiber and matrix and increase of tensile strength, bending strength, and bending modulus of the composite. The highest tensile strength, modulus of elasticity and bending strength are 70.23 MPa, 446.24 GPa and 97.81 MPa respectively reached at composite with ratio epoxy/hardener 7:3; by 2% KMnO4 and fiber orientation 45o. While the highest modulus of elasticity is 385.48 GPa reached at composite with the ratio epoxy/hardener 6:4; 2% KMnO4 and fiber orientation 90o. Keywords: Tensile Strength, bending strength, ratio of epoxy/hardener, NaOH, KMnO4

  14. PERBAIKAN SIFAT MEKANIK DAN LAJU TRANSMISI UAP AIR EDIBLE FILM DARI PATI GANYONG TERMODIFIKASI DENGAN MENGGUNAKAN LILIN LEBAH DAN SURFAKTAN Improving the Mechanical and Water Vapour Transmission Rate Properties of Edible Film from Modified Ganyong Starc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santoso

    2012-05-01

    Full Text Available Edible film from ganyong starch without and with modification were incorporated by CMC and lecithin as surfactants. Edible film were characterized with respect to water vapor transmission rate and mechanical properties. Incorporation of CMC 2 % and lecithin 1 % as surfactants decreased water vapor transmission rate. Puncture strength decreased but still fulfill Japanese Industrial Standard (JIS 1975 min 50 gf.  Elongation of edible film increased and not fulfill JIS 1975 min 70 %.   Keywords: Carboxymethyl cellulose, lecithin, modification, starch, surfactants   ABSTRAK Edible film pati ganyong sebelum dan setelah dimodifikasi ditambahkan surfaktan CMC dan lesitin. Karakteristik edible film yang diamati adalah laju transmisi uap air dan sifat mekanik (kuat tekan dan persen pemanjangan. Penambahan CMC dengan konsentrasi 2 % dan lesitin 1 % menurunkan laju transmisi uap air edible film pati ganyong. Kuat tekan edible film pati ganyong mengalami penurunan, namun masih memenuhi standar JIS 1975 minimal 50gf. Nilai persen pemanjangan edible film pati ganyong meningkat tetapi belum memenuhi standar JIS 1975. Kata kunci: Carboxymethyl cellulose, lesitin, modifikasi, pati, surfaktan

  15. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBANYA

    OpenAIRE

    Mufidah, S.Si., M.Si., Apt.

    2004-01-01

    Dalam rangka pengembangan obat tradisional, telah dilakukan isolasi dan uji aktivitas antimikroba minyak atsiri daun legundi (Vitex trifolia, L.) familia Verbenaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, menganalisis dan menguji aktivitas antimikroba minyak atsiri daun legundi. Isolasi dilakan dengan alat destilasi Stahl, diperoleh minyak atsiri sebanyak 0,02% v/b daun segar dan 0,08% v/b daun kering. Dari interpretasi data GC-MS tampak adanya 1,8 ???Cineole (17,83%), ???-terpiny...

  16. AKSEPTABILITAS DAN SIFAT DAGING ITIK AFKIR YANG DILAKUKAN CURING MENGGUNAKAN EKSTRAK KURKUMIN KUNYIT UNTUK MENGHAMBAT OKSIDASI LEMAK SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartati Candra Dewi

    2015-02-01

    asam lemak dan angka peroksida penyimpanan beku selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging itik afkir yang paling akseptabel adalah daging itik dengan curing menggunakan 0,3% ekstrak kunyit dengan lama curing selama 10 menit. Penambahan ekstrak kurkumin kunyit pada daging itik afkir mampu menghambat peroksidasi asam lemak sekitar 39,55% pada penyimpanan beku selama lima minggu. Kadar air dan lemak menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Namun asam lemak bebas mengalami kenaikan yang signifikan sampai minggu ke 5. Angka peroksida meningkat sampai minggu kelima sebesar 39,55 m.eq, kemudian menurun. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa akseptabilitas terbaik menggunakan ekstrak kurkumin 0,3% dengan lama curing 10 menit, pada penyimpanan beku selama 8 minggu. Kata kunci:Daging itik afkir, antioksidan kurkumin, akseptabilitas dan kualitas daging

  17. Pengaruh Panjang Serat Terhadap Nilai Koefisien Absorpsi Suara dan Sifat Mekanik Komposit Serat Ampas Tebu dengan Matriks Gipsum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanus Laga Suban

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk membuat material komposit gipsum berpenguat serat alam untuk bahan penyerap suara. Permasalahan yang dikaji adalah untuk mengetahui hubungan panjang serat pada komposit ampas tebu bermatrik  gipsum terhadap nilai koefisien absorpsi suara (α, kekuatan tekan, dan kekuatan lenturnya. Panjang serat yang digunakan adalah 10mm, 30mm, dan 50mm  dengan fraksi volum 30% serat : 70% gipsum. Tujuannya untuk mendapatkan hubungan nilai koefisien absorpsi suara, kuat lentur, dan kuat tekan dengan panjang serat yang diberikan serta aplikasinya dalam material bahan penyerap suara yang memenuhi standar ISO 11654. Metode pembuatan spesimen komposit yang digunakan adalah hand lay up. Metode pengujian berdasarkan standart ASTM E1050 untuk pengujian koefisien absorpsi suara, ASTM D790 untuk pengujian kuat lentur, dan ASTM D695 untuk pengujian kuat tekan. Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara memenuhi standar ISO 11654 dengan nilai koefisien α lebih besar dari 0,15. Nilai kuat lentur terbaik ialah pada panjang serat 30mm sebesar 1,952 MPa. Nilai kuat tekan terbaik ialah pada panjang serat 50mm sebesar 2,005 MPa

  18. Penentuan Waktu dan Suhu Pengeringan Optimal Terhadap Sifat Fisik Bahan Pengisi Bubur Kampiun Instan Menggunakan Pengering Vakum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Helmi Diza

    2014-12-01

    Full Text Available Research to improve the quality of kampiun instant porridge had been done with the treatment temperature and time of drying using a vacuum drying. The aim of the study was to determine the optimal drying temperature and time in the filler manufacture of instant kampiun porridge consisted of instant rice porridge, instant mung beans, black rice porridge and banana instant. To the obtained products were tested the physics test which covered yield, moisture content, density kamba, water absorption capacity, and rehydration time. The results of analysis from various treatments showed that the optimum treatment for instant rice porridge was drying temperature 60oC for 6 hours, for instant mung beans was drying temperature 60oC for 6 hours, for instant banana was drying temperature of 50oC for 6 hours, and for black sticky rice porridge was drying temperature 60oC for 6 hours.ABSTRAKPenelitian peningkatan mutu bubur kampiun instan telah dilakukan dengan perlakuan suhu dan waktu pengeringan menggunakan alat pengeringan vakum. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan suhu dan waktu pengeringan optimal dalam pembuatan bahan pengisi bubur kampiun instan, yang terdiri dari bubur beras instan, kacang hijau instan, bubur ketan hitam instan dan pisang instan. Terhadap produk yang dihasilkan dilakukan uji fisika meliputi rendemen, kadar air, densitas kamba, kapasitas penyerapan air, dan waktu rehidrasi. Hasil analisis terhadap berbagai perlakuan menunjukkan perlakuan optimal untuk bubur beras instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam, untuk kacang hijau instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam, untuk pisang instan adalah suhu pengeringan 50oC selama 6 jam dan untuk bubur ketan hitam instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam.

  19. Sifat Tahan Luntur dan Intensitas Warna Kain Sutera Dengan Pewarna Alam Gambir (Uncaria gambir Roxb Pada Kondisi Pencelupan dan Jenis Fiksator Yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2014-06-01

    Full Text Available Gambier (Uncaria gambir Roxb contains tannin compounds that can be used as a dye for textile products. Tannins are complex compounds in plant tissues when reacted with certain metal ions will form a specific colour. Result of strength and colour direction depend on dyeing condition and kind of fixator in fixation process. Purpose of the research to decide a right of dyeing condition and kind of fixator which were desired in order to produce colour variation, colour strength value, and a good colour fastness. The dyeing was conducted in hot condition (60-70ºC in room temperature (27-30ºC with fixator Al2(SO43, CaO,, and FeSO4. Result of the research was found a colour direction that was variative enough on silk fabrics started from yellow, golden yellow, brownish red, brown, moss green until blackish green. The optimum condition was obtained in hot dyeing (60-70ºC, kind of fixator CaO that produced intensity and higher darkness colour (K/S value as high as 19.174 and colour fastness of washing 40oC, bright light and heat pressure was good and very good (4-5.ABSTRAK Gambir (Uncaria gambir Roxb mengandung senyawa tanin yang dapat digunakan sebagai pewarna pada produk tekstil. Tanin merupakan senyawa komplek pada jaringan tumbuhan yang bila direaksikan dengan ion-ion logam tertentu akan membentuk warna yang spesifik. Intensitas dan arah warna kain yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kondisi saat pencelupan dan jenis fiksator pada proses fiksasi. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kondisi pencelupan yang tepat dan pemilihan jenis fiksator yang diinginkan dalam menghasilkan variasi warna, nilai intensitas dan ketahanan luntur warna yang baik. Pencelupan dilakukan dalam suasana panas (60-70ºC dan pada suhu kamar (27-30ºC, dengan pembangkit warna (fiksator Al2(SO43 (tawas, CaO(kapur tohor dan FeSO4 (tunjung.  Hasil penelitian didapatkan arah warna yang cukup variatif pada kain sutera mulai dari kuning, kuning keemasan, merah kecoklatan

  20. PENGARUH UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN FUNGSIONAL KARAGENAN Effect of Harvest Time of Seaweed Eucheuma cottonii on Physical, Chemical and Fungsional Properties of Carra- geenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djagal W. Marseno

    2012-05-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluate the effect of different harvesting times of Eucheuma cottonii on both physical, chemical and functional properties of carrageenan. Seaweed Eucheuma cottonii was obtained from water territorial of Tablolong Kupang. The study was carried out into two steps. The first step was to investigate the effect of harvesting time of 30, 45, and 60 days after planting on physical and chemical properties of obtained carrageenan. The second step was to study the effect of functional properties of obtained carrageenan on viscocity and the stability of tomato sauce. The results showed that seaweed which was harvested in 45 days after planting has good physical and chemical properties of carrageenan in term of moisture 12.45 %; protein 5.03 %; extract ether 1.40 %; ash 21.29 %; carbohy- drate 72.28 %; sulphate 19.69 %; and crude extract 48.20 %. The obtained carrageenan at concentration of 1,5%, also give highest viscocity of 11.50-45 cps and gel strength of 0.8961-4.0709 kg/cm2. Further identification show that the obtained carrageenan produced was classified as kappa carrageenan and at 0,2 % (w/v was able to stabilize tomato sauce up to 86 % and viscosity of 60 cps after 2 weeks of storage at room temperature. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengkaji sifat fisik dan kimia karagenan yang diperoleh dari rumput laut Eucheuma cot- tonii pada umur panen yang berbeda dari perairan Tablolong Kupang dan mengetahui sifat fungsionalnya sebagai stabilizer dan thickener dalam saos tomat. Penelitian diawali dengan menanam rumput laut pada interval tanam yang berbeda, sehingga pada saat panen yang bersamaan diperoleh rumput laut dengan umur yang berbeda yaitu 30, 45,60 hari. Tahap berikutnya adalah ekstraksi dan karakterisasi karaginan yang dihasilkan, kemudian aplikasi karaginan yang diperoleh untuk menjaga stabilitas viskositas saos tomat pada konsentrasi karagenan (0,1 %, 0,15 %, 0,2 % b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  1. Sifat Mekanik Membran Berbasis Paduan Kitosan Suksinat-Kitosan Terinsersi Litium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L.O.A.N Ramadhan

    2014-10-01

    Full Text Available Sifat mekanik merupakan salah satu karakter yang penting dalam pengembangan material polimer fungsional seperti membran elektrolit yang berpotensi untuk penghantar litium. Dalam penelitian yang telah dilakukan, membran elektrolit disintesis dengan bahan dasar kitosan suksinat dan kitosan, serta litium. Membran dipreparasi melalui metode inversi fasa dengan variasi komposisi fraksi massa kitosan suksinat dan kitosan. Selanjutnya dilakukan uji sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi massa kitosan suksinat sampai dengan 60% (b/b cenderung meningkatkan kekuatan tarik dan perpanjangan, serta menurunkan Modulus Young. Pada fraksi massa kitosan suksinat 70% (b/b sampai dengan 80% (b/b, kekuatan tarik dan perpanjangan cenderung menurun, serta Modulus Young meningkat. Nilai maksimum kekuatan tarik, perpanjangan, dan Modulus Young masing-masing adalah 0,18 MPa, 112 %, dan 14,31 MPa. Berdasarkan hasil analisis sifat mekaniknya, membran paduan kitosan suksinat-kitosan terinsersi litium memiliki stabilitas mekanik yang cukup baik. 

  2. ANALISIS SIFAT TARIK DAN IMPAK KOMPOSIT SERAT RAMI DENGAN PERLAKUAN ALKALI DALAM WAKTU 2,4,6 DAN 8 JAM BERMATRIK POLIESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2017-10-01

    Full Text Available Ikatan interfacal bonding pada komposit serat alam sangat tergantung dari kekasaran permukaan serat. Permukaan serat dapat ditingkatkan daya ikatan permukaannya dengan cara mencelupkan pada larutan alkali. Pencelupan ini akan mengurangi lapisan lignin yang mengurangi kekuatan ikat pada permukaan serat. Pada penelitian ini proses yang digunakan adalah perlakuan alkali terhadap permukaan serat dengan  cara merendam serat rami selama 2,4,6, dan 8 jam. Larutah alkali yang digunakan adalah larutan NaOH dengan konsentrasi 10% pada pelarut air. Serat rami   Boehmeria nivea (L Goud direndam pada larutan NaOH selama 2,4,6, dan 8 jam perendaman, untuk menghilangkan zat ligninnya agar kekuatan ikatan permukaan bisa diperbaiki.  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan pengujian impak. Hasil yang didapat adalah kekuatan tarik terbesar didapat pada perendaman 8 jam yaitu sebesar 41,9 MPa. Modulus young terbesar didapat pada perendaman 2 jam, yaitu 2743,15 Mpa, dan kekuatan impak terbesar adalah 0,0725 Joule/mm2 terjadi pada perendaman 4 jam   Kata kunci : komposit serat, kekuatan tarik, kekuatan impak, perendaman alkali

  3. PREVALENCE OF ACINETOBACTER BAUMANNII ISOLATED FROM CLINICAL SPECIMENS IN ADAM MALIK HOSPITAL

    OpenAIRE

    Evita Mayasari; Cherry Siregar

    2014-01-01

    AbstrakAcinetobacter baumannii merupakan spesies Acinetobacter spp. tersering diisolasi darimanusia, dan lebih sering dijumpai pada infeksi nosokomial dibandingkan dengan infeksi dikomunitas. Eksistensi bakteri ini di lingkungan terkait dengan keragaman reservoir, kemampuanmemperoleh gen pembawa sifat resisten antimikroba, dan sifat resisten terhadap pengeringan.Infeksi disebabkan strain A.baumannii yang resisten terhadap banyak antibiotik tidak mudahdikendalikan dan menjadi permasalahan di b...

  4. Peningkatan Sifat Mekanik Kawat Anyam (Wire Mesh) Baja Melalui Proses Pelapisan Nikel

    OpenAIRE

    Widagdo, Baskara Surya; Sulistyo, Sulistyo

    2017-01-01

    Teknologi pelapisan logam telah berkembang dengan pesat. Metode yang dikembangkan bervariasi. Salah satu tujuan teknologi pelapisan logam adalah untuk meningkatkan kualitas logam baik dari sifat ketahanan korosi maupun peningkatan ketahanan sifat mekanik seperti tahan aus maupun kekuatan tarik logam tersebut. Paper ini membahas tentang teknologi pelapisan logam berbentuk kawt anyam (wire mesh) menggunakan lapisan nikel. Kawat anyam dibersihkan dengan larutan HCl dan dicuci dengan air sabun ke...

  5. Analisis Pengaruh Doping Nitrogen Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Berbahan Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ayu Safitri

    2017-03-01

    Full Text Available Kebutuhan manusia akan barang elektronik semakin meningkat, sehingga meningkat pula kebutuhan akan media penyimpan listrik. Salah satu media penyimpan energy yaitu kapasitor. Electric Double Layer Capacitor (EDLC merupakan superkapasitor yang memiliki waktu hidup yang lebih lama, rapat daya dan kecepatan charging-discharging tinggi. Graphene telah banyak dieksplorasi sebagai material untuk EDLC, salah satunya yaitu dengan pendopingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh doping nitrogen terhadap struktur dan morfologi serta pengaruh doping nitrogen terhadap sifat kapasitif dari elektroda superkapasitor berbahan Graphene. Sintesis graphene diawali dari grafit yang dioksidasi menjadi grafit oksida dengan metode Hummer. Grafit oksida lalu direduksi dengan metode hydrotermal menjadi graphene. Penelitian ini memvariasikan doping nitrogen dengan penambahan NH4OH 0.1 ml, 0.3 ml dan 1 ml. Material yang disintesis ini dikarakterisasi menggunakan XRD(X-Ray Diffraction, SEM (Scanning Electron Microscopy , EDS (Energy Disspersive X-Ray analysis, FPP (Four Point Probe, dan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopu. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa material yang disintesis adalah graphene. Sifat kapasitif Elektroda diukur dengan melakukan uji Cyclic Voltametry (CV dengan rentang scan rate 5, 10, 50 dan 100 mV/s. Dari hasil penelitian didapatkan doping nitrogen pada graphene yang paling optimal adalah dengan penambahan NH4OH 0.3 ml yaitu 5.2%at dengan nilai kapasitansi sebesar 208.47 F/g.

  6. Sifat Strong Perron-Frobenius Pada Solusi Positif Eventual Sistem Persamaan Differensial Linier Orde Satu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Sari

    2014-12-01

    Full Text Available Artikel ini membicarakan tentang sifat strong Perron-Frobenius pada solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu. Syarat perlu agar solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu diajukan. Beberapa kriteria tentang matriks eksponensial positif eventual dan matriks positif eventual juga akan digunakan dalam teorema.

  7. Sifat Strong Perron-Frobenius Pada Solusi Positif Eventual Sistem Persamaan Differensial Linier Orde Satu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Sari

    2015-04-01

    Full Text Available Artikel ini membicarakan tentang sifat strong Perron-Frobenius pada solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu. Syarat perlu agar solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu diajukan. Beberapa kriteria tentang matriks eksponensial positif eventual dan matriks positif eventual juga akan digunakan dalam teorema.

  8. Pengaruh Pencucian terhadap Sifat Fungsional Daging Lumat Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Suryanti

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian terhadap sifat fungsional daging lumat ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus. Ikan patin siam hidup diperoleh dari kolam ikan di Parung, Bogor. Ikan diberok selama 24 jam, kemudian ikan dimatikan dengan perendaman dalam air es selama ± 20 menit. Daging dipisahkan dari tulang dan kulit hingga diperoleh filet daging. Filet dicuci dan dilumatkan dengan mincer. Daging lumat yang diperoleh dicuci satu sampai tiga kali dalam air pada s uhu 4–5oC dengan rasio 1:5 (w/v, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan dan pengepresan. Sebagai kontrol adalah daging lumat yang dipress tanpa melalui pencucian dan penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian satu kali menghasilkan sifat fungsional terbaik dalam hal water holding capacity41,98%, sifat emulsi (aktivitas emulsi 0,37 dan stabilitas emulsi 48,37%, serta kekuatan gel 1364 g cm. Komposisi proksimat daging lumat dengan pencucian satu kali menghasilkan kadar air 81,21%, protein 87,25% (bk, abu 1,63% (bk, dan lemak 10,29% (bk.

  9. Simulasi Sifat Fisis Model Molekuler Dinamik Gas Argon dengan Potensial Lennard-Jones

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wira Bahari Nurdin

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFTelah  dilakukan  pembuatan  dan  pengujian  suatu  simulasi  tentang  sifat  fisis  gasargon  dengan  menggunakan  dinamika  molekuler  menggunakan  potensial Lennard-Jonesdalam sistem terisolasi (ensemble mikrokanonik. Jumlah molekul, energi total sistem danluas  kotak  simulasi  telah  divariasikan.  Untuk  menghitung  perubahan  posisi  digunakanalgoritma Verlet. Sifat fisis yang ditentukan dalam simulasi adalah temperatur dan energitotal  sistem  untuk  menentukan  adanya  fase  transisi.  Dari  hasil  simulasi,  terdapatkesesuaian antara simulasi dengan gas argon dan tidak diperoleh adanya fase transisi.Kata kunci: Simulasi dinamika molekul, argon, potensial Lennard-Jones, ensemblemikrokanonik, algoritma Verlet

  10. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  11. SIFAT FISIOKIMIA DAN AROMA EKSTRAK VANILI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Setyaningsih

    2007-12-01

    Full Text Available The curing process of vanilla beans from dried vanilla to vanilla extract would give added value to vanilla products. Aroma and taste in vanilla extract depend on variety of plants, cultivation methods, and curing process. Indonesian vanilla extract tend to give woody and phenolic aroma because it was harvested too early and it did not cure perfectly. This study was to identify the physicochemical and aroma characteristics of vanilla extracts from importer, exporter, and vanilla extracts from the newest experiment from our laboratory. There were seven samples, three from importers (Tahiti grade I, Tahiti grade II, Virginia Dare, two from Indonesian Vanilla exporters (Djasula Wangi, Cobra, and two from our laboratory (G11, 57. The physicochemical characteristics which were analyzed were vanillin content, ash, soluble ash, alkalinity of soluble ash, alkalinity of total ash, total acidity, and lead number, all compared with the Food and Drugs Administration (FDA standard. Sensory analysis used aroma description test consist of qualitative descriptive test (in-depth interview and focus group methods and quantitative descriptive analysis. The result showed that the laboratory's sample from modified curing process (G11 followed the FDA standard in physicochemical characters, but the aroma description was not as strong as the aroma of vanilla extract from exporters, namely Cobra with creamy, sweet, and vanilla aroma; and vanilla extract from importer, namely Virginia with smoky and spicy aroma

  12. SIFAT ORGANOLEPTIK SUBTITUSI TEPUNG KIMPUL DALAM PEMBUATAN CAKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Rafika

    2014-01-01

    Full Text Available Organoleptic properties of kimpul flour substitution in the cake making. Kimpul is a one of tuber food source, which contains carbohidrate, protein, fat, some mineral and vitamins. The aims of this research is to find out the sensory properties (hedonic quality and hedonic of the kimpul cake flour substitution. This experimental research uses a completely-randomized design using an analysis of variance. The results analysis of the hedonic quality of color, texture and flavor obtain the highest mean rates at the amount of 40% substitution of kimpul flour, and the results  were not significantly different between treatments. The hedonic test of color, flavor, and texture obtain the highest mean rates at the amount of 80% substitution of kimpul flour.   Kimpul merupakan sumber pangan umbi-umbian yang mengandung karbo­hidrat, protein, lemak, beberapa mineral dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengetahui sifat sensori (mutu hedonik dan hedonik cake subtitusi tepung kimpul. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode rancangan acak lengkap  mengguna­kan analisis sidik ragam (Analysis of Variance. Hasil analisis uji mutu hedonik warna, tekstur dan rasa memperoleh rerata tertinggi pada jumlah substitusi tepung kimpul 40% yang tidak berbeda antar perlakuan. Uji hedonik (uji tingkat kesukaan warna, rasa, dan tekstur  memperoleh rerata tertinggi pada jumlah subtitusi tepung kimpul 80%.

  13. PENGARUH PERBEDAAN SIFAT PENYANGGA ALUMINA TERHADAP SIFAT KATALIS HYDROTREATING BERBASIS NIKEL-MOLIBDENUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfah

    2012-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ALUMINA SUPPORT PROPERTIES ON THE NICKEL-MOLIBDENUM BASE HYDROTREATING CATALYST. Effect of surface characteristics of three species of synthesized γ-alumina (alumina-1, alumina-2 and alumina-3 on characteristics NiMo catalysts has been studied. Those aluminas are derived from boehmite Catapal B by varying rasio mol nitric acid to boehmite. A sol-gel method is used to synthesize γ-Al2O3 support. The Nitrogen adsorption, X-ray diffraction (XRD, Temperature Programmed Reduction (TPR of H2, Temperature Programmed Desorption (TPD of NH3, and mechanical strength are used to characterize the supports and catalysts. The results showed that the surface area alumina affects the formation of crystalline MoO3 in the NiMo catalyst, while γ-Al2O3-3 support which has the highest surface area (about 195 m2/g compared to the other two types of alumina (>195 m2/g does not have a crystalline MoO3. The formation of crystalline MoO3 is not influenced by the acidity alumina. Based on the results of XRD, it is  indicated that the supported alumina-3 NiMo catalyst (having the highest acid strength shows that there is no presence of crystalline MoO3. Pore size distribution of support did not change significantly after the deposition of Ni and Mo oxides. Mechanical strength of support also affects the strength NiMo catalyst. Support alumina-3 which has the highest mechanical strength gives the mechanical strength of the highest NiMo catalyst. Pengaruh sifat penyangga γ-alumina hasil pengembangan (alumina-1, alumina-2 dan alumina-3 pada karakter katalis hydrotreating nikel-molibdenum (NiMo telah dipelajari. Ketiga jenis γ-alumina diturunkan dari boehmite “Catapal B” dengan menvariasikan nisbah mol asam nitrat terhadap boehmite. Pembuatan γ-alumina menggunakan metoda sol-gel. Adsorpsi Nitrogen, X-ray difraksi (XRD, Temperature Programmed Reduction (TPR H2, Temperature Programmed Desorption (TPD NH3, dan kekuatan mekanik digunakan untuk

  14. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  15. PEMBUATAN DAN KAJIAN SIFAT-SIFAT FISIKOKIMIA, MEKANIKAL, DAN FUNGSIONAL EDIBLE FILM DARI KITOSAN UDANG WINDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Sofia

    2016-12-01

    Full Text Available This research aims to develop bioplastic as primary packaging or edible film of chitosan biopolymer derived from tiger prawn shells (Penaeus monodon, and to perform physicochemical and mechanical characteristics. An evaluation of the physicochemical properties of plastic films made from chitosan, by modifying the order of the different treatment processes, namely: a DPMA (deproteination, demineralization, deacetylation, b DMKA (demineralization, decoloration, and deacetylation has conducted. The results of scanning FT-IR of the product shows that chitosan has identical spectrum compare of standard compound. Chitosan product from tiger prawn shells was the used as raw material for the manufacture of bioplastics. Experiments variable on the manufacture of edible film is a study of the effect of the use of different plasticizers (glycerol and sorbitol and carboxylmethylcelullose (CMC additives to the physicochemical, mechanical characteristics, and edible film functional. The results showed that all the edible film produced has a clear coat with a thickness between 0.05 to 0.3 mm. Meanwhile, the film density is highest at the DPMA + chitosan edible film sorbitol + CMC with a value of 1.7300 g/cm3. The use of plasticizer sorbitol provides great tensile strength but not too elastic, compared to the glycerol, while an increase in the average CMC can increase tensile strength and %Elongation. The use of different plasticizers and additives CMC does not significantly affect its functional properties, where the value of WVTR (water vapor transmission rate is relatively the same on both types of edible films, ranging from 3.2409 to 4.8858 g /hr.m2.

  16. SOIL PROPERTIES OF EIGHT FOREST STANDS RESULTED FROM REHABILITATION OF DEGRADED LAND ON THE TROPICAL AREA FOR ALMOST A HALF CENTURY (Sifat-sifat Tanah Delapan Tegakan Hutan Hasil Rehabilitasi Lahan Terdegradasi pada Daerah Tropika Selama Setengah Abad

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Supriyo

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Physical, chemical and biological properties of soil are influenced by vegetation types which grow above it. Different tree species of stands will produce difference litter quantity, litter quality and also plants’ root system. Therefore quantifying physical and chemical soil properties in several stands after rehabilitation of degraded land will increase the understanding of forest soil characteristics. The research was conducted in 8 forest stands in Wanagama I, Gunungkidul, Yogyakarta. Collection of soil samples was done at the depth of 0-10, 10-30 and 30-50 cm by making soil profile. The result showed that the textural classes were from sandy clay loam to clay. The content of clay increased with increasing soil depth. Bulk density did not differ much among the profiles and soil depth, ranging from 0.90 to 1.28 g/cm3, and so were particle density ranged from 2.19 to 2.55 g/cm3 and pore space ranged from 47.89 to 58.08 %. pH H2O ranging from 5.81 to 7.49 (slightly acid to neutral, meanwhile  pH KCl ranging from 4.44 to 6.37. C-organic content varied widely among the vegetations and soil depth ranged between 0.11 and 5.17 %. Available P and total P varied widely from 1 to 104 ppm and from 20 to 390 ppm, respectively. CEC were not much different among the profiles and soil depths, ranging from 19.80 to 38.06 cmol (+/kg and base saturation in all samples were very high i.e. > 100 %.   ABSTRAK Sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah dipengaruhi oleh tipe vegetasi yang tumbuh di atasnya. Perbedaan spesies pohon suatu tegakan akan menghasilkan perbedaan jumlah seresah, kualitas seresah dan juga sistem perakaran. Kuantifikasi sifat-sifat fisik dan kimia tanah pada beberapa tegakan hutan pada lahan terdegradasi setelah direhabilitasi akan meningkatkan pemahaman mengenai sifat-sifat tanah hutan. Penelitian dilakukan pada I jenis tegakan hutan di Hutan Pendidikan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada

  17. Pengaruh variasi berat polimer terhadap sifat fisik Patch NaF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diyah Fatmasari

    2018-04-01

    mendapatkan plester dengan variasi berat polimer yang menghasilkan sifat fisik yang baik. Desain penelitian adalah quasy experimental dengan post test groupresearch design sebagai rancangan penelitian. Variabel pengaruh adalah variasi polimer dan lama penyimpanan (1 dan 7 hari, variabel terpengaruh adalah ketebalan, daya tahan terhadap lipatan, berat, kandungan obat, persentase moisture uptake dan persentase loss on drying. Pembuatan plester NaF menggunakan solvent casting method PVA; PVP dipanaskan dalam water bath sampai polimer larut; NaF 100 mg diaduk dalam 2 ml aquabides; 0,1 ml asam oleat; 0,1 ml IPA dicampur menjadi satu dalam tabung kacadan dilarutkan dalam 3,8 ml aquabides. Dibuat 3 jenis plester NaF dengan konsentrasi polimer bervariasi. Semua bahan kemudian dicampur menjadi satu dalam tabung kaca dan diaduk sampai larut, dituang dalam cawan petri dan didiamkan selama ± 3 hari. Jika sudah kering maka matriks diambil dengan pisau khusus dan disimpan dalam alumunium foil sampai digunakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sifat fisik pada ke tiga jenis plester NaF. Plester dengan perbandingan PVP : PVA = 1 : 2 menghasilkan sifat fisik paling baik. Penyimpanan dalam alumunium foil tidak menyebabkan terjadinya perbedaan sifat fisik plester NaF. Plester NaF dengan variasi polimer yang baik dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Perlu dikembangkan plester NaF dengan variasi polimer terbaik.

  18. Perbedaan Pandangan Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiil Tindak Pidana Korupsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seno Wibowo

    2015-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Penerapan ajaran sifat melawan hukum materiil dalam fungsi positif dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor 2001 oleh Mahkamah Agung pasca putusan Mahkamah Konstitusi telah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat (1 huruf D dan asas legalitas serta asas pemisahan kekuasaan negara. Selain itu, hal tersebut juga dinilai tidak mengindahkan sudut hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia, sehingga tidak mencerminkan kepastian hukum. Mahkamah Agung tidak berwenang menerapkan kembali ajaran sifat melawan hukum dalam fungsi positif yang terdapat dalam UU Tipikor 2001 dikarenakan dengan hal tersebut dinyatakan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat oleh Mahkamah Konstitusi. Putusan judicial review Mahkamah Konstitusi tidak hanya mengikat para pihak yang berperkara namun juga rakyat dan lembaga tinggi negara termasuk Mahkamah Agung. Mahkamah Agung harus melaksanakan dan mematuhi putusan judicial review tersebut mengingat kedudukan putusan Mahkamah Konstitusi sebagai negative legislation. Apabila instansi penegak hukum maupun aparaturnya menggunakan suatu instrumen hukum yang telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan mengikat secara hukum, maka akibat hukum yang terjadi dapat berupa kerugian finansial. Instansi penegak hukum atau aparaturnya dapat menanggung akibat hukum secara pribadi (personal liability untuk mengganti kerugian yang dituntut melalui peradilan biasa yang ditegakkan secara paksa dan demi hukum batal sejak semula (ab initio. Abstract The application of the unlawful material doctrine in a positive function in Law Number 20 in 2001 on The Amendment of Law Number 31 in 1999 on Corruption Eradication (UU Tipikor 2001 by the Supreme Court after the decision of the Constitutional Courts contrary to the Constitution of 1945 Article 28 D paragraph 1 and the principle of legality and separation of state

  19. Isolasi mikroba endofitik dari tanaman obat sambung nyawa (Gynura procumbens dan analisis potensinya sebagai antimikroba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rumella Simarmata

    2012-02-01

    Full Text Available Sambung nyawa (Gynura procumbens has many beneficial effects to human health, such as decreasing blood pressure, maintaining blood sugar level (hypoglycaemic, decreasing cholesterol, a remedy for kidney trouble, antibacterial and lessen the inflamation (antiinflamation. This research was undertaken to discover the potency of endophytic microbes from sambung nyawa as antimicrobial agents. The purpose of this research was to screen the endophytic bacteria and the endophytic fungi having antimicrobial activity, which were isolated from stems, leaves, roots and fruits of medical plants, sambung nyawa. The antimicrobial activity was determined by measuring the growth inhibition of pathogenic microbes i.e Candida albicans, Escherichia coli, Pseudomonas sp. and Bacillus subtilis. A total of 38 isolates of bacteria and 15 isolates of fungi were obtained from sambung nyawa. Analysis demonstrated that, 45% isolates of bacteria and 20% isolates of fungi exhibited inhibitory activity. Antimicrobial activity was found in 21% of the isolates that inhibited the growth of C. albicans, E. coli, Pseudomonas sp., and B. subtilis, whereas 24% of isolates had activity only against B. subtilis. Isolate of endophytic bacteria USN 1.1 and USN 2.3 showed the most significant of inhibition zone. The Inhibition zone of the isolate USN 1.1 to C. albicans, E. coli, Pseudomonas sp, and B. subtilis were 2.318 cm2, 0.969 cm2, 0.796 cm2, and 0.381 cm2, respectively. The Inhibition zone of the isolate USN 2.3 to C. albicans, E. coli, Pseudomonas sp., and B. subtilis were 3.01 cm2, 0.519 cm2, 0.588 cm2 and 0.83 cm2, respectively. These results indicated that endophytic bacteria and endophytic fungi could be a promising source for antimicrobial agents.

  20. PENGARUH VARIASI PH TERHADAP KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAKSI PROPOLIS DAN KARAKTERISTIKNYA SEBAGAI ANTIMIKROBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Nurfazri Rismawati

    2017-10-01

    ABSTRACT Propolis has been recognized among people as a medicine, and health food. Propolis is a resin substance collected by honey bee from various plants that have properties such as antimicrobials, antioxidants, apoptosis and anti-cancer. Propolis is a hard resin substance, it needs an extraction process to get propolis ready for consumption. The purpose of this study was to analyze the influence of pH variation on the extraction process of propolis with water solvent and its characterization as an antimicrobial agent. The extraction was done by maceration technique, with the ratio of propolis powder and solvent was 2: 8, with variation of pH 2,4,6,8 and 10. Flavonoids were measured by colorimetric complexation method of aluminum - flavonoids. Antimicrobial activity against Staphylococcus aureus was measured by the disk diffusion method and the formation of the inhibitory zone. From the standard series obtained regression of 0.9995 and the highest flavonoid content obtained by using water solvent pH 8 which is equal to 62.6098 ppm. Antibacterial activity of propolis showed positive result form resistor zone on water solvent pH 8 which is about 2.0 mm. The linear equation equation equation is y = 5,6029x - 4,2001 with with R2 is 0,8289. The optimum flavonoid content is indicated on the extraction at pH 8    Keywords: antimicrobial activity, flavonoids, pH, propolis

  1. KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR U-ZrHX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR      U-ZrHx. Telah dilakukan analisis untuk menentukan korelasi komposisi terhadap sifat termal pada serbuk bahan bakar U-ZrHx. Serbuk U-ZrHx dibuat dari proses hidriding ingot U-Zr, dimana ingot U-Zr merupakan hasil peleburan logam U dan Zr. Dalam percobaan ini dibuat tiga variasi serbuk yaitu U-35ZrHx, U-45ZrHx, dan U-55ZrHx. Perlunya dilakukan penentuan kadar Zr terhadap sifat termal adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Zr terhadap sifat transformasi panas dari bahan bakar tersebut. Mula –mula dilebur logam U dan Zr didalam tungku peleburan busur listrik hingga menghasilkan ingot U-Zr. Ingot U-Zr selanjutnya dibuat serbuk dengan teknik hidridring-milling hingga menghasilkan serbuk U-Zr. Serbuk U-Zr dianalisis komposisi dengan menggunakan teknik sepektroskopi serapan atom (SAA dan sepektroskopi UV-Vis. Hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa pada analisis untuk menentukan kandungan U dan Zr hampir semua sampel uji yang dianalisis mempunyai perbedaan yang cukup besar antara kandungan U dan Zr yang ditentukan dengan hasil analisis U dan Zr terkecuali hasil analisis pada serbuk U-45Zr yang hanya berbeda 0,609 %. Dari hasil pengujian unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur pengotor yang ada masih memenuhi persyaratan untuk bahan. Pengujian kapasitas panas yang dilakukan pada rentang temperatur 35ºC hingga 437ºC memperlihatkan bahwa nilai kapasitas yang paling besar adalah serbuk U-35ZrHx dengan nilai kapasitas panas sebesar 0,13 J/g.oC. Sementara itu dari pengujian transisi perubahan fasa diperoleh bahwa pada U-45ZrHx mengalami dua tahapan reaksi disertai perubahan fasa. Dapat disimpulkan apabila dilihat dari kandungan U dan Zr  belum bisa digunakan untuk bahan bakar, sedangkan dari analisis kandungan unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur yang ada masih  memenuhi persyaratan untuk bahan bakar kecuali unsur Fe. Sementara itu hasil analisis sifat termal

  2. Pembuatan Poros Berulir (Screw) untuk Pengupas Kulit Ari Kedelai Berbahan Dasar 50% Aluminium Profil dan 50% Piston Bekas dengan Penambahan 0,02 % Tib (Titanium Boron)

    OpenAIRE

    Wisnujati, Andika

    2016-01-01

    Aluminium paduan pada penelitian ini menggunakan campuran Aluminium profil dan piston bekas. Piston bekas digunakan untuk mendapatkan unsur Si yang cukup tinggi pada piston. Penambahan unsur TiB (Titanium-Boron) sebanyak 0,02% pada saat pengecoran diharapkan mampu memperbaiki sifat-sifat mekanis dan fisis aluminium sehingga diharapkan aluminium paduan ini memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dibandingkan tanpa penambahan unsur apapun.Paduan aluminium untuk pembuatan screw akan dicor dengan ...

  3. Isolasi dan Karakterisasi Bakteriosin yang Dihasilkan Oleh Lactobacillus lactis dari Sedimen Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofiq Sunaryanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi bakteriosin yang dihasilkan oleh Lactobacillus lactis yang berasal dari sedimen laut. Karakterisasi bakteriosin meliputi uji aktivitas antimikroba, stabilitas terhadap suhu, pH, penambahan enzim, surfaktan, dan stabilitas bakteriosin terhadap penyinaran lampu UV. Aktivitas antimikroba bakteriosin diuji melawan bakteri uji Escherichia coli ATCC 25922, Enterococcus faecalis ATCC 29212, Bacillus subtilis ATCC 66923, Staphyllococcus aureus ATCC 25923, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, dan Candida albican. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteriosin mampu menghambat pertumbuhan E.coli ATCC 25922, E. faecalis ATCC 29212, S. aureus ATCC 25923 dan B. subtilis ATCC 66923, namun demikian tidak mampu menghambat pertumbuhan L. plantarum, L. bulgaricus, L. casei, dan C. albican. Bakteriosin yang dihasilkan oleh Lactobacillus lactis stabil terhadap pemanasan sampai dengan suhu 70 °C dan stabil pada rentang pH 3 sampai dengan 7. Aktivitas bakteriosin hilang dengan penambahan tripsin, pepsin, dan proteinase-K, namun aktivitas bakteriosin stabil terhadap penambahan a-amilase. Penambahan tween 20, tween 80, dan EDTA mampu meningkatkan aktivitas bakteriosin sebesar 1,1 sampai dengan 1,2 kali dibandingkan dengan tanpa penambahan surfaktan. Penyinaran lampu UV selama 15 menit tidak berpengaruh terhadap aktivitas bakteriosin.

  4. KARAKTERISASI SIFAT FISIKO-KIMIA DAN FUNGSIONAL ISOLAT PROTEIN BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L. [Characterization of Physicochemical and Functional Properties of Winged-Bean (Psophocarpus tetragonolobus L. Protein Isolate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Budijanto1,2*

    2011-12-01

    Full Text Available Winged-bean (Psophocarpus tetragonolobus L. has similar protein concentration to soybean. Higher productivity of winged-bean as compared to soybean and ground nut makes it feasible to develop this legume as a natural source of vegetable protein. Protein isolate was made by isolating protein from defatted winged-bean flour employing its isoelectric point, and several stages of centrifugation. The protein content of winged-bean protein isolate was 83.87% (db. Analysis of physicochemical properties of winged-bean protein isolate, suggested that the bulk density was 0.60 g/ml with water and oil absorption capacity of 2.61 g H2O/g solid; 1.60 ml oil/g solid, respectively. Moreover, this protein isolate had emulsion capacity of 70.5%; foam capacity of 89.5% and formed gel at concentration of 15%. Data on amino acids composition indicated that glutamic acid was the highest concentration (6.37%, whereas tryptophan was the lowest one (0.37%. Several essential amino acids, such as leucine dan lysine, were found in winged-bean protein isolate at a concentration of 3.2% and 2.8%, respectively, calculated from the total amino acid.

  5. Pengaruh Media Lagu Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Sifat-Sifat Bangun Datar Siswa Kelas 5 SD Negeri 5 Kota Bengkulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Myti Sandri

    2018-03-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh media lagu terhadap hasil belajar matematika pada materi sifat-sifat bangun datar untuk siswa kelas 5 SD Negeri 5 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2015/2016 Semester II. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri 5 Kota Bengkulu. Sampel penelitian ini dua kelas yaitu  kelas eksperimen yang menerapkan metode ekspositori dengan menggunakan media lagu dan  kelas kontrol yang menerapkan metode ekspositori tanpa menggunakan media lagu. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes. Untuk analisis data menggunakan uji-t dengan data berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata siswa yang diajar dengan menggunakan media lagu lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang diajar tanpa menggunakan media lagu. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 72.04 dan  nilai rata-rata siswa kelas kontrol adalah 60.21. Hal ini sesuai dengan hasil uji hipotesis nilai thitung = 1.8282 lebih dari nilai ttabel = 1.67065 dalam taraf signifikan 5%. Maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media lagu terhadap hasil belajar matematika pada sifat-sifat bangun datar kelas 5 SD Negeri 5 Kota Bengkulu. Kata kunci : Hasil belajar, Media Lagu, Metode Ekspositori. Abstrak. The aim of research is knowing how to the effect of media songs on the study’s result of mathematics learning on the material of the two dimentionals characters for student class 5.C SD Negeri 5 Kota Bengkulu school of year 2015/2016 Semester II. Population of this research  is student class 5 SD Negeri 5 Kota Bengkulu. Sample of this research is student class 5.C by 31 student for the experiment class apply to expository methods to use media songs and class 5.A by 31 student for control class to apply expository method not to use media songs. The tecnich data collection is instrument test. For data analysis using t-test with normal distribution

  6. Peningkatan Aktivitas Antijamur Candida Albicans Salep Minyak Atsiri Daun Sirih (Piper Bettle Linn.) melalui Pembentukan Kompleks Inklusi dengan B-siklodekstrin

    OpenAIRE

    Astuti, Ika Yuni; Hartanti, Dwi; Aminiati, Ani

    2010-01-01

    Minyak atsiri daun sirih (Piper betle Linn.) memberikan aktifitas antimikroba terhadap Candida albicans (Wirna, 2006). Sifat minyak atsiri adalah kurang stabil terhadap suhu tinggi, cahaya, dan oksigen. Untuk menjaga kestabilan dan memudahkan penanganan minyak atsiri dalam pembuatan sediaan, dapat dilakukan pembuatan kompleks inklusi minyak atsri dengan b-siklodekstrin (Szejtli, 1989). Hal ini mendorong penulis untuk meneliti tentang pengaruh pembentukan kompleks inklusi minyak atsiri daun si...

  7. Pengaruh Fermentasi Bakteri Asam Laktat Terhadap Sifat Fisikokimia Tepung Gadung Modifikasi (Dioscorea hispida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Haryo Bimo Setiarto

    2016-06-01

    Full Text Available Yam (Dioscorea hispida is one of the tubers belonging to the family dioscoreaceae. Yam tubers not only have high content of carbohydrate, but also contain some toxic compounds such as: cyanogenic glycosides, alkaloids dioscorin, dehydrodioscorin, saponin and sapogenin. Fermentation of yam tubers can affected for physicochemical and amylography characteristics of modified yam flour and reduced toxic compounds. This study was aimed to determine effect of lactic acid bacteria (LAB fermentation on the physicochemical properties and characteristics of yam flour amilography modification. From the 15 isolates of Lactobacillus plantarum had been selected two isolate (L. plantarum B291 and B307 with the highest amylase enzyme activity to be used as starter fermentation to produce modified yam flour. Fermentation of LAB could reduce levels of HCN on modified yam flour, although decreased levels of HCN was not significant with requirements of SNI. Fermentation of LAB increased levels of protein, fat and lactic acid, but decreased pH value and carbohydrate content in modified yam flour. Based on results of amylography analysis, control of yam flour with shredded without fermentation had the best gelatinization profile because it most resistant about heating.ABSTRAKGadung (Dioscorea hispida merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang tergolong dalam family Dioscoreaceae.  Ubi gadung memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, akan tetapi juga mengandung beberapa senyawa racun berupa glikosida sianogenik, alkaloid dioscorin, dehydrodioscorin, saponin dan sapogenin yang berbahaya bagi kesehatan. Fermentasi umbi gadung dapat mempengaruhi sifat fisikokimia dan amilografi tepung gadung modifikasi serta menurunkan senyawa toksiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri asam laktat (BAL penghasil amilase terhadap sifat fisikokimia dan amilografi tepung gadung modifikasi. Sebanyak 15 isolat Lactobacillus plantarum telah diseleksi, sehingga

  8. Penelitian pengaruh penambahan karet reclaim terhadap sifat- sifat kuat tarik, kemuluran dan volume terkikis kompon karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    1990-12-01

    Full Text Available Reprocessed of wastevulcanized rubber products, known as reclaim rubber, is used as a filler in rubber soles. Uncorrect usage of reclaim rubber in rubber sole manufacturing can decrease the product performance such as as tensile streangth, elongation break and abrasion resistance. In this experiment, by comparison of 30, 40, 50, 60 and 70 parts of reclaim rubber to the 100 part of natural rubber (RSS sow that tensile strength decreased to 174.138, 160.118, 140.574, 134.092, and 449,60, 437.20, 426.00, 403.80 and 396.60% nrespectively, whereas abrasion resistance decreased to 0,2491, 0,4781, 0,5267, 0.7909, and mm3 / kgm respectively.

  9. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN HIBRIDA KITOSAN-SILIKA- PEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Widhi Mahatmanti

    2013-02-01

    Full Text Available Membran kitosan mempunyai efektivitas pemisahan relatif tinggi tetapi kestabilan mekanik rendah. Untuk meningkatkan kestabilan perlu ditambahkan silika sehingga dihasilkan membran kitosan-silika. Sebagai bahan dasar silika digunakan natrium silikat yang diisolasi dari abu sekam padi. Dalam pembuatan membran kitosan-silika, plasticizer (polietilen glikol/PEG digunakan untuk meningkatkan kestabilan mekanik membran secara signifikan. Pembuatan membran kitosan-silika-PEG dilakukan dengan cara penguapan larutan dan pencetakan. Membran kitosan-silika-PEG dikarakterisasi sifat mekaniknya dengan menguji kekuatan tarik, persen perpanjangan dan Modulus Young, perubahan gugus fungsi, morfologi, sifat kristalinitas, kestabilan terhadap suhu, sifat hidrofilisitas, dan uji terhadap fluks air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan-silika dengan komposisi kitosan/silika 1:0,8 mempunyai harga kuat tarik optimum. Penambahan PEG akan meningkatkan harga persen perpanjangan, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada hasil uji FTIR dan XRD, tetapi meningkatkan sifat hidrofil seiring dengan meningkatnya konsentrasi PEG dan pH. Nilai Fluks air menurun dengan meningkatnya konsentrasi PEG, dimungkinkan PEG terjebak secara fisik dalam padatan komposit.

  10. SCREENING FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBA PADA BUAH JERUK LEMON(Citrus limon DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Nirmala Permata

    2018-03-01

    Full Text Available The desire to live healthy by eating natural foods and drinks into the lifestyle of the community. Orange becomes one of the fruits that become functional food to maintain and maintain health. The purpose of this research is to know the difference of antioxidant and antimicrobial activity on Citrus limon and Citrus aurantiifolia. The research method is laboratory experimental research with descriptive analysis. This research was conducted in February-April 2017 at the Laboratory of Plant Biological Microbiology and Plant Chemistry Department of Biology State University of Malang. Phytochemical screening by color reaction method, total phenol with Folin Ciocalteu method, antioxidant activity with DPPH method and antimicrobial activity with disc method. Screening results show the presence of saponins and alkaloids but there are no flavonoids, terpenoids and tannins. Total phenol test showed total phenol content in Lemon (Citrus limon of 110,25 mg GAE / 100ml while in Lime (Citrus aurantiifolia 116,5 mg GAE / 100ml. The antioxidant activity of Lemon Citrus (Citrus limon 49.593 g / ml and Lime (Citrus aurantiifolia 49.589g / ml. Antimicrobial activity test obtained the highest zone of resistance at 100% concentration of each citrus fruit. The conclusion of this study is that there is a difference of antioxidant and antimicrobial activity in both oranges, where the lemon fruits (C.limon antioxidant activity is higher than and Lime (C. aurantiifolia, while the antimicrobial activity of lemon (C. aurantiifolia is higher Rather than lemon (C.limon.

  11. Teori Implisit dalam Proses Belajar, Relasi antar Pribadi dan antar Kelompok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aquilina Tanti Arini

    2014-06-01

    Full Text Available Artikel ini memaparkan tentang teori implisit yang perkembangannya dipelopori oleh Carol S. Dweck dan kolega-koleganya. Teori implisit merupakan teori orang awam yang terdiri atas teori entitas dan inkremental. Teori entitas adalah pandangan yang dimiliki orang awam bahwa sifat bersifat permanen, sedangkan teori inkremental adalah pandangan orang awam bahwa sifat bersifat dinamis dan dapat dikembangkan. Pemaparan teori implisit didasarkan pada hasil-hasil penelitian pada berbagai isu belajar dan relasi-relasi sosial, meliputi penelitian-penelitian tentang peran teori implisit pada performansi dan proses-proses belajar yang mendasarinya, pada relasi antar pribadi dan relasi antar kelompok. Selain itu juga dipaparkan hasil penelitian tentang intervensi untuk mengubah teori implisit yang mendukung perubahan diri dan sosial yang konstruktif. Paparan tentang teori implisit diharapkan memberikan pemahaman tentang peran perbedaan individu dalam proses interaksi sosial.

  12. PENGARUH SIFAT FISIK TANAH PADA KONDUKTIVITAS HIDROLIK JENUH DI 5 PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMBERSARI MALANG Effect of Soil Physical Properties on Saturated Hydraulic Conductivity in The 5 Land Use (A Case Study in Sumbersari Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Rosyidah

    2013-11-01

    physical properties, SHC, water movement in soil, infiltration   ABSTRAK Pergerakan air dalam tanah jenuh akan mempengaruhi limpasan dan infiltrasi pada suatu daerah, sedangkan proses pergerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan dan perbedaan sifatsifat dasar tanah yang meliputi alih fungsi lahan yang semula ada vegetasi menjadi lahan yang tak ada atau minim vegetasi mengakibatkan laju infiltrasi dan perkolasi pada tanah menjadi berubah dan memungkinkan terjadinya proses infiltrasi yang cukup besar, menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan secara langsung dan penurunan ketersediaan air tanah. Pengukuran pergerakan air dalam tanah kondisi jenuh atau Konduktivitas Hidrolik Jenuh tanah (KHJ sangat penting karena KHJ berperan dalam penentuan limpasan air, infiltrasi, dan perkolasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah di berbagai penggunaan lahan dengan menggunakan metode constant head dan sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, berat isi, berat jenis, dan porositas di 5 penggunaan lahan pada 3 kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di area Kelurahan Sumbersari pada bulan Desember 2008 hingga bulan Oktober 2009. Penelitian pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ dengan menggunakan metode constant head pada 5 penggunaan lahan yaitu pemukiman penduduk (T1, lapangan (T2, kebun tomat (T3, semak belukar (T4, sawah irigasi (T5 pada 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0-15 cm (K1, 15-30 cm (K2, dan 30-45 cm (K3. Sifat fisik tanah yang dianalisis antara lain tekstur tanah, berat isi, berat jenis, porositas, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ tertinggi pada seluruh titik lokasi adalah lokasi sawah irigasi dengan kedalaman 30-45 cm. Faktor utama yang mempengaruhi nilai KHJ adalah nilai berat isi. Sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi nilai KHJ

  13. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  14. Kepemimpinan Pendidikan: Tinjauan terhadap Teori Sifat dan Tingkah-laku

    OpenAIRE

    Muflihin, Muh. Hizbul

    2015-01-01

    The substance of education is learning activity. The key of education successfulness is correlation and interaction between teacher and headmaster as top level leader at school. The ability or competence of school leader (headmaster) to develop teacher spirit or other employee is depending on character and ways shown to them. Its mean that good manner and how to treat other team-member has significant effect to his success to implement leadership at school. Education leader, at every level—he...

  15. Kepemimpinan Pendidikan: Tinjauan Terhadap Teori Sifat Dan Tingkah-laku

    OpenAIRE

    Muflihin, Muh. Hizbul

    2008-01-01

    The substance of education is learning activity. The key of education successfulness is correlation and interaction between teacher and headmaster as top level leader at school. The ability or competence of school leader (headmaster) to develop teacher spirit or other employee is depending on character and ways shown to them. Its mean that good manner and how to treat other team-member has significant effect to his success to implement leadership at school. Education leader, at every level—he...

  16. SIFAT DASAR DAN POTENSI KEGUNAAN KAYU JABON MERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mody Lempang

    2014-09-01

    Full Text Available This research was carried out to examine basic properties (anatomical structure, chemical, physical and mechanical of jabon merah wood (Anthocephalus macrophyllus (Roxb. Havil taken from natural forest in Luwu Timur District South Sulawesi Province. Potential uses of wood were determined by considering those properties and wood uses which the local inhabitants have currently employed. Results revealed that jabon merah heartwood is yellowish rather tend to red in colour and not clearly distinct from the sapwood, texture is rather fine and even, grain is straight and sometimes rather interlocked, wood surface is rather glossy, rather smooth to smooth in touch, and moderate in hardness. Fiber is remarkably long with very thin wall thickness. High in cellulose and extractive, moderate in lignin and low in pentose content. Moderate in specific gravity (0.48, very low in shrinkage and classified in wood strength class III. Potential uses are for light construction material under roof, cheap furniture, handicraft, measuring and drawing instruments, pencil, box and stick of matches, toothpick, spoon and handles of ice cream, moulding, wood composites, pulp and paper, pallet, packing box and concrete forms.Keywords: Anatomical, chemical, mechanical, uses of wood, jabon merah

  17. PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PRAKTIKUM SIFAT KOLIGATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hubbi

    2017-01-01

    Full Text Available  Abstract: The process of learning colligative properties have tend to learn chemistry as a product so that students have difficulty understanding this topic. Guided inquiry-based learning laboratory is a learning strategy that can accommodate chemistry learning as product and process. This research aims to know the effect of practice learning strategy based on guided inquiry to the instructional result of year 12 of science of MA Ma’arif 7 Lamongan on the topic of colligative properties of solution. The instructional result is the score from a report of practice result and written test. The subject of this research is 34 students of 12-E IPA class of MA Ma’arif 7 Lamongan in the academic year 2015-2016. The research design that used is the one group pretest-posttest. The research instruments used written test and observation checklist. The written test measured the result of validated instrcution before it is used and has reliability 0,802. The obtained data then was analysed with a descriptive analysis and different test. The different test used t-paired test. Paired t-test results obtained sig 0,000 which is smaller than 0.05 so H0 is rejected by 95% reliability. Based on these results it can be concluded that there was significant improvement of learning outcomes using laboratory procedures of colligative properties. The average value of student learning outcomes was increased from 61.05 into 81.44. This increase showed that the practice learning based on guided inquiry had a good level of effectiveness.Abstrak: Proses pembelajaran materi sifat koligatif cenderung hanya mempelajari kimia sebagai produk sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami topik ini. Pembelajaran praktikum berbasis inkuiri terbimbing merupakan strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi pembelajaran kimia sebagai produk dan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran praktikum berbasis inkuiri terbimbing terhadap hasil

  18. SIFAT MEKANIS BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fengky S. Yoresta

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai kekakuan dan kekuatan lentur maksimum bambu betung (Dendrocalamus asper dengan posisi kulit bambu yang berbeda, serta untuk menentukan nilai kekuatan tarik sejajar serat bambu betung. Kekakuan, kekuatan lentur maksimum, dan kekuatan tarik sejajar serat berturut-turut dinyatakan dalam MOE (modulus of elastcity, MOR (modulus of rupture, dan σtr// (maximum tensile strength. Bambu betung yang berumur +­ 4 tahun digunakan dalam penelitian ini. Sepuluh spesimen uji masing-masing digunakan untuk pengujian lentur dengan posisi kulit bambu di serat atas/daerah tekan, di serat bawah/daerah tarik, dan pengujian tarik sejajar serat. Pengujian dilaboratorium dilakukan berdasarkan ASTM D143-05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi kulit bambu mempengaruhi nilai MOE dan MOR. Bambu dengan posisi kulit di serat atas/daerah tekan cenderung memiliki nilai MOE dan MOR lebih tinggi dibandingkan bambu dengan posisi kulit di serat bawah/daerah tarik. Bambu dengan posisi kulit di serat atas memiliki nilai MOE = 62118,90 kg/cm2dan MOR = 826,36 kg/cm2, sedangkan bambu dengan posisi kulit di serat bawah memiliki nilai MOE = 51563,20 kg/cm2dan MOR = 633,38 kg/cm2. Kekuatan tarik sejajar serat bambu diperoleh sebesar 2309,00 kg/cm2. Kata Kunci: Kekakuan, Kekuatan Lentur, MOE, MOR, Kekuatan Tarik

  19. Analisis Pengaruh Beban Terhadap Karakteristik dan Efisiensi Generator Arus Searah Penguatan Kompon Kumulatif dan Kompon Diferensial (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

    OpenAIRE

    Lubis, Syahrizal

    2015-01-01

    Salah satu jenis generator DC yang cukup banyak digunakan adalah generator DC kompon panjang dan generator DC kompon pendek. Berdasarkan sifat penguatnya terhadap jangkar generator kompon dibagi menjadi dua yaitu generator DC kompon diferensial dan generator DC kompon kumulatif. Pada karakteristik berbeban sebuah generator DC menunjukkan bagaimana hubungan antara tegangan terminal Vt dan arus medan If ketika generator dibebani. Pada generator DC penguatan kompon, peningkatan...

  20. SIFAT FUNGSIONAL ISOLAT PROTEIN ‘BLONDO’ (COCONUT PRESSCAKE DARI PRODUK SAMPING PEMISAHAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL DENGAN BERBAGAI METODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Permatasari

    2015-11-01

    OHC tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar metode (p≤ 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metode fisik menghasilkan sifat fungsional terbaik. Kata kunci: Sifat fungsional, isolat protein, blondo, VCO

  1. Efikasi Kendiri: Perbandingan Antara Islam dan Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noornajihan, J.

    2014-12-01

    Full Text Available Terminologi efikasi kendiri (EK merupakan terminologi yang diperkenalkan dalam ilmu psikologi sekitar tahun 70-an. Namun, istilah ini masih kurang difahami oleh kebanyakan individu terutama mereka yang bukan berlatar belakangkan bidang psikologi. Oleh itu, satu keperluan hasil penulisan ini diketengahkan, memandangkan konsep ini penting dalam diri setiap individu bagi memacu kecemerlangan diri. Justeru, kertas kerja ini akan mengupas serba ringkas mengenai konsep EK dari perspektif Islam dan Barat, dengan melihat kepada beberapa titik persamaan dan perbezaan antara kedua-dua pandangan. Islam dan Barat bersetuju bahawa individu yang memiliki EK yang tinggi merupakan individu yang berfikiran positif, berani mengambil risiko dan tidak mudah berputus. Namun pandangan Islam terhadap konsep ini lebih luas, kerana Islam mengaitkan konsep ini dengan konsep tauhid uluhiyyah dan konsep manusia sebagai ahsan al-taqwim. Oleh demikian, EK dari perspektif Islam lebih bersifat kekal dan umum, di samping individu yang berefikasi tinggi menurut Islam ialah individu yang memiliki sifat sabar, syukur, redha dan redha.

  2. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SAGA DAN DAUN SIRIH TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    USEMAHU, RIFDATUL AHWAL

    2015-01-01

    2015 Latar Belakang: Bakteri adalah salah satu mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Daun sirih dan daun saga memiliki sifat antibakteri karena mempunyai zat aktif yang berguna untuk meghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efektivitas antara daun saga dan daun sirih. Metodologi : Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories. Sampel penelitian ini adalah ...

  3. Karakteristik sifat mekanik, ketahanan api dan pembakaran, dan morfologi nanokomposit campuran PVC dan LDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2014-06-01

    Full Text Available The purpose of the study was to determine the effect of addition of low density polyethylene (LDPE and flame retardant on mechanical properties, resistant to fire and burning and morphology from the mixture of polyvinyl chloride (PVC, LDPE, flame retardant, and nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC as filler. The materials were mixed in laboplastomill at 215 ºC, torque speed 50 rpm, for 10 minutes. Nanocomposite was prepared by PVC/LDPE variations of 100/15; 100/20; 100/25; and 100/30 phr and flame retardant variations of 30 and 35 phr. The results showed that the hihger of LDPE in nanocomposite increased the hardness and impact resistance, however, it decreased the tensile strength, elongation at break, and density. Addition of flame retardant to the nanocomposites showed good resistance to fire and burning, and optimum mechanical properties were found in using of 35 phr flame retardant.The morphology of the nanocomposite, were observed by Scanning Electron Microscope (SEM confirmed that homogeneous mixture of LDPE dispersed in the PVC matrix.

  4. PENGARUH VARIASI SUHU POST WELD HEAT TREATMENT ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA EMS-45 DENGAN METODE PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusiyanto Rusiyanto

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kekerasan Vickers material Baja EMS-45 sebelum proses pengelasan dan setelah dilakukan proses pengelasan tanpa post weld heat treatment annealing, Untuk mengetahui berapakah suhu optimal post weld heat treatment annealing untuk material baja EMS-45 dengan variasi suhu yang digunakan 350 o C, 550 o C, dan 750 C. Untuk mengetahui struktur mikro dari material baja EMS-45 akibat variasi suhu post weld heat treatment annealing pada proses pengelasan dengan menggunakan metode pengelasan shielded metal arc welding. Bahan atau material dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja EMS-45 dengan ketebalan pelat 10 mm, lebar pelat 20 mm dan panjang 100 mm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kekerasan tertinggi setelah proses pengelasan terletak pada daerah Logam Las. Pengelasan non PWHT memiliki nilai kekerasan paling tinggi setelah proses pengelasan yaitu sebesar 183,2 VHN. Suhu optimal Post Weld Heat Treatment Annealing untuk material baja EMS-45 adalah pada suhu 750 C. Karena pada PWHT pada suhu tersebut mengalami penurunan kekerasan yang besar yaitu sebesar 127,2 VHN, sehingga material baja EMS-45 dapat memperbaiki sifat mampu mesinnya. Struktur mikro dari material baja EMS-45 sebelum proses pengelasan berupa grafit serpih, perlit dan ferit, setelah dilakukan proses pengelasan mempunyai struktur mikro berupa matrik ferit dan grafit pada daerah logam las, matrik perlit kasar dan grafit serpih pada daerah HAZ dan struktur perlit, grafit serpih dan ferit pada daerah logam induk o o

  5. PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LUAS DAN KELILING SEGITIGA DAN SEGIEMPAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ayu Pramoda Wardhani

    2016-09-01

    Penalaran analogi adalah proses penarikan kesimpulan dengan menggunakan kesamaan sifat dan struktur hubungan dari permasalahan sumber untuk diaplikasikan pada permasalahan target. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah luas dan keliling segitiga dan segiempat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penalaran analogi siswa kemampuan tinggi terjadi dengan baik. Penalaran analogi siswa kelompok sedang cenderung terjadi cukup baik. Ada beberapa hambatan yang dialami siswa kelompok sedang, yaitu pada proses mapping. Penalaran analogi siswa kemampuan rendah menunjukkan bahwa subjek tidak dapat memahami masalah yang diberikan.

  6. PROFIL GELATINISASI BEBERAPA FORMULASI TEPUNG-TEPUNGAN UNTUK PENDUGAAN SIFAT PEMASAKAN (GELATINISATION PROFILE OF SEVERAL FLOUR FORMULATIONS FOR ESTIMATING COOKING BEHAVIOUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelis Imanningsih

    2012-06-01

    garam dan protein putih telur merupakan formulasi dasar yang banyak dijumpai pada makanan tradisional Indonesia. Komposisi amilopektin-amilosa yang berbeda serta adanya interaksi bahan di dalam formula sangat menentukan sifat pemasakan untuk mendapatkan karakteristik tekstur yang diinginkan. Untuk mempelajari interaksi beberapa jenis tepung dengan air, protein putih telur dan garam serta pengaruhnya terhadap sifat pemasakan makanan semi-solid. Ada empat formulasi untuk setiap jenis tepung (beras, beras ketan, terigu dan tapioka, yakni: (1 air : tepung = 25 : 3 g; (2 air : tepung : garam =  25 : 3 : 0,28 g; (3 air : tepung : protein putih telur = 25 : 3 : 0,3 g; dan (4 air, tepung, garam, protein putih telur = 25 : 3 : 0,28 : 0,3 g. Tepung-tepungan dianalisis kandungan proksimat, distribusi ukuran partikel dan komposisi amilosa-amilopektinnya. Sifat pemasakan diuji dengan menggunakan Rapid Visco Analizer (RVA untuk menentukan viskositas, suhu dan waktu puncak terjadinya gelatinisasi. Tepung beras, beras ketan, terigu dan tapioka memiliki sifat gelatinisasi berbeda yang berhubungan dengan struktur pati dan komposisi amilosa-amilopektin. Tepung terigu memiliki viskositas puncak yang paling rendah, sementara tepung tapioka tertinggi. Adanya garam akan menunda waktu terjadinya gelatinisasi. Protein putih telur meningkatkan viskositas puncak, dan adanya garam dan protein putih telur secara bersamaan meningkatkan viskositas puncak dan menyebabkan viskositas puncak ini terjadi dengan lebih cepat. Dalam pengolahan pangan, tepung tapioka dapat digunakan untuk memberi kekentalan pada waktu pemasakan yang singkat, tetapi kurang dapat memberikan kekentalan yang cukup pada produk yang dingin. Tepung beras memerlukan waktu pemasakan yang cukup lama untuk memberikan kekentalan yang baik pada produk, tetapi kekentalan ini dapat bertahan baik pada suhu yang dingin. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 13-22] Kata kunci: tepung, garam, protein, gelatinisasi, viskositas

  7. KARAKTERISASI STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR KRISTAL FILM TEBAL FETIO3 DARI BAHAN MINERAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yus Rama Denny

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan studi awal pembuatan dan pengolahan bahan mineral Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan termistor NTC. Bahan mineral yarosit dari alam dimurnikan dengan larutan HCl, diendapkan dengan menggunakan NH4OH dan dipanaskan pada suhu kalsinasi 700oC selama 2 jam. Pembuatan termistor NTC dilakukan dengan mecampurkan serbuk yarosit hasil pemurnian dan pengendapan dengan TiO2. Pasta termistor FeTiO3 dicetak dipermukaan alumina substrat dengan metode screen printing, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500oC selama 1 jam diruangan udara dilanjutkan disinter pada suhu 1100oC selama 1 jam diruangan hidrogen. Sifat listrik keramik film tebal hasil sinter diukur pada berbagai suhu. Struktur kristal dievaluasi dengan difraksi sinar x (XRD, dan struktur mikro dievaluasi dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh keramik film tebal berstruktur heksagonal (Illiminite. Data struktur mikro dan sifat listrik memperlihatkan bahwa termistor dari yarosit memenuhi kebutuhan pasar.

  8. Pengaruh Variasi Kadar Zn Dan Temperatur Hydrotermal Terhadap Struktur Dan Nilai Konduktivitas Elektrik Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lita Nur Azizah

    2014-09-01

    Full Text Available Graphene adalah bentuk 2D dari karbon dengan sifat-sifat unggul yang menarik untuk dikembangkan. Permasalahan yang kemudian muncul adalah proses sintesis massal yang masih menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis material graphene secara kimiawi dengan menggunakan reduktor zinc dan metode hydrothermal dan menganalisa pengaruh varaiasi penambahan massa sebesar 0,8 gram, 1,6 gram, dan 2,4 gram zinc serta variasi temperatur hydrthermal 160ᵒC, 180ᵒC, 200ᵒC. Proses karakterisasi material graphene dilakukan dengan pengujian Scanning Electron Microscope (SEM, X-Ray Diffraction (XRD, Fourier Transform Infrared spectroscopy, Uji Iodine number, dan Four Point Probe digunakan untuk mengetahui nilai konduktivitas elektrik material. Morfologi dari graphene yang dihasilkan berbentuk lembaran-lembaran transparan dan disertai dengan kerutan pada permukaannya. Nilai konduktivitas elektrik terbesar dihasilkan dari variasi panambahan serbuk zinc sebesar 0,8 gram dan temperatur hydrothermal sebesar 200ᵒC dengan nilai sebesar 0,10281 S/cm dan bilangan iodine 11384,64.

  9. EDIBLE COATING BERBASIS PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN ANTIMIKROBA MINYAK SEREH PADA PAPRIKA: PREFERENSI KONSUMEN DAN MUTU VITAMIN C

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widaningrum Widaningrum

    2015-05-01

    vitamin C pada paprika dengan perlakuan 0,4% minyak sereh pada suhu 8°C pada hari penyimpanan ke-27 masih tetap tinggi yaitu 1,5 mg/100g. Kata kunci: Paprika, edible coating, preferensi konsumen, vitamin C

  10. Pembuatan dan Pengujian Kualitas Semen Portland Yang Diperkaya Silikat Abu Ampas Tebu

    OpenAIRE

    Suci Wulandari, Indah Pratama

    2015-01-01

    Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan abu ampas tebu terhadap kuat tekan mortar dan sifat fisis semen portland komposit, meliputi: kehalusan semen, kebutuhan air semen, waktu pengikatan semen, pemuaian dan komposisi kimia semen. Dari hasil penelitian, besar kuat tekan pada penggunaan abu ampas tebu dengan kadar 9% merupakan penambahan optimum pada mortar yang direndam larutan kapur jenuh Sedangkan dari hasil pengujian fisis yang meliputi kehalusan semen, kebutuhan air semen, waktu pengi...

  11. Keragaman Jenis Salak Bangkalan {Salacca Zalacca (Gaertner) Voss} Menggunakan Penanda Morfologi Dan Analisis Isozim

    OpenAIRE

    Ariestin, Yuliamita; Kuswanto, Kuswanto; Ashari, Sumeru

    2015-01-01

    Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam sektor pertanian khususnya salak. Keragaman tanaman salak yang ada di Kabupaten Bangkalan perlu diidentifikasi untuk melihat sifat dan keragaman genetik. Untuk tujuan pemuliaan tanaman salak, telah dilakukan penelitian identifikasi tanaman pada bulan Februari sampai bulan Maret 2014. Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan petani telah ditemukan enam jenis tanaman salak antara lain salak Apel, Bunter...

  12. ANALISIS KADAR HARA PUPUK ORGANIK KASCING DARI LIMBAH KANGKUNG DAN BAYAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfayetti Elfayetti

    2017-04-01

    Full Text Available Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodeversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah(International Federation of Organic Agriculture Movements,2014. Geografi Pertanian merupakan mata kuliah di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed merupakan matakuliah wajib pada semester genap, tepatnya pada semester IV (empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing dari limbah kangkung dan bayam dan untuk mengetahui kandungan hara N, P, K dan pH kascing dari limbah kangkung dan bayam pada tanah ultisol. Untuk mengatasi permasalahan pada pupuk organik, maka harus diupayakan bagaimana memperoleh pupuk yang memiliki unsur hara yang padat dan pengadaannya relatif murah dan mudah. Pemanfaatan limbah organik untuk budidaya cacing tanah merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Rendahnya bahan organik, N, P, K menunjukkan bahwa tanah pada percobaan ini membutuhkan bahan organik. Pemberian bahan organik seperti cacing diharapkan dapat meningkatkan Produktivitas Ultisol dimana Kascing mempunyai sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi tanah yang baik, sehingga dapat meningkatkan serapan hara dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Jenis makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan cacing tanah dan kualitas kascing yang dihasilkan. 2.Terdapat perbedaaan pada bobot cacing tanah yang dihasilkan dengan adanya perbedaan jenis makanan. Jenis makanan bayam memberikan tingkat pertumbuhan cacing tanah terbaik dengan terjadinya pertambahan bobot sebesar 650 gram yang awalnya hanya 250 gram. 3. Dari beberapa parameter sifat kimia dan biologi kascing, maka jenis makanan bayam memberikan nilai N tertinggi yaitu 0,52 dan pada pakan kangkung terdapatnilai p tertinggi yaitu 0,35. Kata Kunci

  13. Isolasi karakterisasi dan pengelompokan strain Salmonella typhi asal Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur berdasarkan sifat-sifat fenotip

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Charis Amarantini

    2012-02-01

    Full Text Available Typhoid fever is highly endemic in the South-West Sumba Regency, East Nusa Tenggara. The incidence rate of the diseases is high estimated at 725/100,000. It is an acute systemic infection caused by Salmonella typhi. The clinical symptoms of the disease are extremely diverse, starting from the mild form to severe ones with the most feared complication being perforation within the small intestine. Therefore, it is important to perform isolation, characterization, and grouping of S. typhi strains from the blood culture in order to determined definitely diagnosis and the different phenotypic characteristics in the community. Isolation was done in selective and differential media: BacT/ALERT FA culture media, Selenite Cystine Broth, Chromocult Coliform Agar, MacConkey Agar, andSalmonella Shigella Agar. The typical colony of Salmonella was confirmed on Triple Sugar Iron Agar, Urea agar, and L-Lysinedecarboxylation media. Phenotypic characteristics of all isolates were identified using API 20E and API 50CHE diagnostics. Based on biochemical characteristics the result showed that 18 strains obtained from different geographical origins were diverse. Four strains have similarity value 100% while the remained strains have similarity value 86.3-98.4%. All of the strains were categorized in the species of S. typhi.

  14. AGROFORESTRI UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tigor Butarbutar

    2017-01-01

    Full Text Available Hilangnya tutupan lahan hutan karena konversi hutan untuk pemukiman, perkebunan, pertanian dan kebutuhan untuk pembangunan di sektor lain, telah menyebabkan perubahan pola cuaca/iklim di berbagai tempat. Perubahan iklim dapat diantisipasi dengan mitigasi dan adaptasi. Mitigasi berarti usahausaha pencegahan yang perlu dilakukan, sedangkan adaptasi merupakan kegiatan-kegiatan penyesuaian yang perlu dilakukan untuk dapat hidup dan bertahan dan meningkatkan ketahanan, kelenturan dan mengarahkemigrasikarenakondisiiklimyangberbeda.Agroforestridapatmemitigasidanmengadaptasi perubahaniklim dengan alasan-alasansebagaiberikut: aPencampuranjenis pohonpenghasilkayu,buah dan lain-lain, karena campuran jenis lebih baik dari tanaman murni; b Pencampuran jenis yang didasarkan pada sifat toleransi ( dan , sehingga akan memanfaatkan seluruh cahaya untuk fotosintesis; c Pencampuran perbedaan umur; d Pencampuran berdasarkan perbedaan waktu pemanenan; e Penggabungan nilai ekonomi, sosial dan budaya sehingga perubahan vegetasi dapat berjalan seiring dengan perubahan sosial dan budaya secara berangsur yang dapat disesuaikan dengan perubahan iklim; dan f Dapat digunakan sebagai model untuk memfasilitasi perubahan kelompok vegetasi menjadi kelompok yang baru (adaptasi, seperti teori perubahan vegetasi melalui perladangan berpindah-pindahyangteratur.

  15. Sifat Fisik Pakan Kaya Serat dan Pengaruhnya terhadap Konsumsi dan Kecernaan Nutrien Ransum pada Kambing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N.A. Sigit

    2006-12-01

    Full Text Available Fibrous feeds vary in their physical properties. The experiment aimed to clarify the effect of physical properties of fibrous component in rations on feed intake and nutrient digestibility in goats. Rations were composed of 50% fibrous feed and 50% concentrate. The fibrous feed as treatments were as follows: napier grass (RG, rice straw (JP, cocoa pod (KC, mixed rice straw and coffee husk (JK, mixed napier grass, rice straw, coffee husk, and cocoa pod (CP. Rations were offered to four groups of 20 Etawah-grade goats weighing of 13.50±2.14 kg in a randomized block design. Physical properties of the fibrous components of ration and faeces, nutrients intake and digestibility and daily life weight gain were evaluated. Analysis of variance and correlation were applied to analyze data. Dry matter intake varied from 298-440 g/day. Goats offered KC ration had the highest intake. Low feed intake was associated with the low density of the fibrous component. Dietary fat digestibility decreased when the fibrous feed component had low capacity of oil adsorption. Young goats had life weight gain of 50-136 g/day, TDN requirement for maintenance and 50 g daily gain of 63.4 g and 131 g TDN, respectively. The results indicated that physical properties of fibrous component in the rations influenced dry matter intake and nutrients digestibility in growing goats.

  16. SIFAT SENSORY DAN FUNGSIONAL BERAS ANALOG DARI CAMPURAN ONGGOK TERFERMENTASI DAN KETAN HITAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurdjanah

    2014-07-01

    Full Text Available There are a lot variety of products can be used for rice substitute as a staple food. One of them is analog rice processed from onggok (solid waste from tapioca production formulated mixed with black waxy rice (BWR.  Onggok has poor quality when applied on food products, therefore  natural fermentation and addition of BWR can be used as an alternative to improve it. The objective of this research was to find out the proportion of  onggok and BWR in  producing analog rice that has the best organoleptic and contains functional food. This research was conducted within a complete randomized block design with a single factor and four replications. The single factor was the formulation of onggok and BWR consisted of 6 levels: 100:0 (F0, 90:10 (F1, 80:20 (F2, 70:30 (F3, 60:40 (F4, 50:50 (F5  The results showed that the best formulation was found on F3 (70% onggok and 30% BWR. The best analog rice had the characteristics of purple, a mild BWR  aroma, and  slightly  liked in overall acceptance of raw sample. The cooked rice had the characteristics of black-purple in color, mild BWR  in aroma, slightly chewy in texture,  mild BWR in taste, and slightly liked in overall acceptance. The  moisture, ash, lipid, protein and carbohydrate contents were 3.0%, 0.9%, 1.4%, 6.2%, and 86.3% . The conversion of rice to glucose as hidrolyzed using α amylase was 12.4%, and total phenolic content was 14,5 mg/g. Keywords: analog rice, black  waxy rice, onggok, total phenolic

  17. SIFAT FISIKO-KIMIA GELATIN KULIT IKAN BELUT DAN LELE PADA KEADAAN SEGAR DAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni Rahmawati

    2016-06-01

    The first stage of the research was raw material preparation (fresh and dry fish skin soaked in aquadest for 4 hours. Fish skin extracted using 0,05 M acetic acid for 10 hours, washed in water and then extracted using aquadest at 80OC for 2 hours to get gelatin liquid, the liquid was filtrated. Filtrat was dried in cabinet dryer at 55OC for  48 hours to get gelatin layers, and then blended to get gelatin granule. The results were showing viscosity of gelatin from dry fish skin as same as from fresh fish skin, gel strength and melting point of gelatin from dry fish skin was higher than from fresh fish skin. Influence of fish skin drying was increase turbidity and color of gelatin. The best gelatin was ekstracted from dry skin swamp ell with viscosity 6,65 cps, gel strength 206,30 Bloom, melting point 22,33OC. Gelatin from fresh skin swamp ell was the best turbidity 1,65 ntu and color (L = 41,87, a = 8,90, b = 27,27.

  18. Penelitian pengaruh campuran carbon black dan china clay terhadap sifat tegangan putus dan kekerasan karet vulkanisat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih Supraptiningsih

    1999-07-01

    Full Text Available It has been done a research of the influence of mixed carbon black and hardness properties on the vulcanization of rubber. It has been made with additive of carbon black and china clay mixed, in total variation. The result is seen that total variation of carbon black and china clay not influence to tensile strength, but their interacton can do it. The hardness of vulcanization of rubber will be influence by total variation of carbon black china clay anad their interaction.

  19. PENGARUH JENIS KEDELAI DAN JUMLAH AIR TERHADAP SIFAT FISIK, ORGANOLEPTIK DAN KIMIA SUSU KEDELAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Eva Nirmagustina

    2013-09-01

    Full Text Available Soybean milk,  a highly nutritious drink especially in protein content, is made ​​from soybean.  Some of the benefits of soybean milk are relatively low price , suitable to be consumed by people with lactose intolerant and for people with diabetes mellitus, favored by children, and easy to manufacture.  Soybean milk quality is determined by the type of soybeans and the amount of water used to dilute.  The research objective was to determine the influence of the type of soybeans (Edamame var. Ryoko, Import, and Local var. Willis and the amount of water (8, 10, 12 parts on physical, sensory, and chemical characteristic of soybean milk.  The study was conducted in a complete randomized block design with three replicatations, and replication used as a group.  The data were analyzed using analysis of variance to determine various error estimators and further tested using Duncan's test find whether there is a difference between treatments.  The result showed that viscosity of soybean milk did not influence by the type of soybean but it is influenced by the amount of water. The interaction between the type of soybeans and the amount of water did not affect the organoleptic properties (color, aroma, and taste of soybean milk. Keywords: milk, soybean, sensory properties, water dilution.

  20. Studi Pembuatan dan Karakteristik Sifat Mekanik dan Hidrofobisitas Bioplastik dari Pati Sorgum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Darni

    2009-12-01

    Full Text Available This research investigated the utilization of sorghum starch and chitosan as basic material for preparation of biodegradble plastic. The optimum conditions for the formation of biodegradble plastic and the effect of starch-chitosan formulation on mechanical properties of the biodegradable plastic were studied. The experiments were conducted by varying concentration sorbitol as plasticizer (i.e. 20%, 25%, 30%, and 40% dry weight, ratio starch to chitosan (i.e. 6:4, 7:3, 8:2, 9:1, 10:0 g/g and at ranging gelatinuous temperature of 65-95oC. The results showed that the optimum conditions were obtained at starch:chitosan mass comparison of 7:3 and sorbitol concentration of 20%. The mechanical properties of the biodegradable plastic produced at gelatinuous temperature of 95oC were: tensile strength of 6,9711 Mpa, elongation percentage of 16,48, modulus young of 42,48 Mpa, and water resistance of 36,825%. Keywords: bioplastic, chitosan, plasticizer, sorgum, sorbitol

  1. PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK PERMEN KARAMEL SUSU KAMBING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Suslawati

    2012-12-01

    Full Text Available Caramel candy is a kind of toffee classified into  soft candies, and  processed using milk and sugar as the main ingredients. One way to prevent food spoilage is to use suitable packaging as well as storage system. This study was aimed to determine the effects of  packaging materials and storage time until 28 days at room temperature  and their interaction effects on the the chemical, microbiological, and organoleptic properties , and its accordance with SNI 3457.2 caramel candy standard. The study was conducted in two groups of factors and arranged in Complete Randomized Design with three replications. The first factor was the type of packaging (P consisted of polyethylene plastic (P1, aluminum foil (P2, and oil paper packaging (P3. The second factor was the duration of storage (L consisted of 0 days (L1, 7 days (L2, 14 days (L3, 21 days (L4, and 28 days (L5.  The homogenity and additivity  of  the data were tested using Barlett  and Tuckey tests, continued using ANOVA ,  and then further tested using  comparison and orthogonal polynomials at of 1% or 5% level of significance.  The results showed the samples wrapped in aluminum foil  and stored for 28 days at room temperature, was found to be the best type of packaging. The criteria of the best goat’s milk caramel candies were:  water content of 5,81% w/w, ash content of 0,95% w/w, reducing sugar content 2,26% w/w, total molds and yeasts 0,49x102 colonies/gram, a total microbial of 2,83 colonies/gram, and the color, texture, taste, and aroma were brown, soft, sweet, and neutral. these criteria met the SNI 3547.2 (2008 quality standard for  caramel candies.

  2. KARAKTERISTIK MORFOLOGI, TERMAL, FISIK-MEKANIK, DAN BARRIER PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU KOMPOSIT PATI TERMOPLASTIK-LLDPE/HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryat Waryat

    2013-08-01

      ABSTRAK   Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel. Kata kunci: plastik biodegradabel, pati termoplastik, compatibilizer MA-g-LLDPE/HDPE

  3. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI PATI SINGKONG DAN EKSTRAK KEDELAI SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shobirotu Salamah

    2015-02-01

    Full Text Available Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh bahan pengemas plastik adalah dengan pengembangan biodegradable plastic ramah lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan produk kemasan makanan yang dapat diuraikan. Salah satunya adalah memberi antimikroba pada edible film. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya secara fisik dan mekanik menggunakan alat FS/SPAG 01/2650 dan diuji efektifitas antimikrobanya. Didapat kadar air tertinggi pada edible film kontrol yaitu 15,83 %. Densitas dengan penambahan ekstrak kayu manis 1,5% memiliki nilai yang lebih tertinggi yaitu 1,1 gr/ml. Nilai Modulus young atau tingkat elastisitas film tertinggi yaitu pada edible film penambahan ekstrak bawang putih 1% sebesar 2,872 Mpa. Nilai Tensile strength atau nilai kuat tarik suatu film tertinggi yaitu 3,808 N/mm diperoleh pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5% dan Nilai Extention at Maximum atau nilai pemanjangan film tertinggi yaitu 6,880 mm pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5%. Sedangkan pengujian daya hambat terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Diameter zona bening terbesar yaitu pada penambahan ekstrak bawang putih 1,5%.

  4. Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Jahe Merah (Zingiber OffiCinale Var. Rubrum) Dan Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Schum) Terhadap Bakteri Patogen Dan Perusak Pangan

    OpenAIRE

    Rialita, Tita; Rahayu, Winiati Pudji; Nuraida, Lilis; Nurtama, Budi

    2015-01-01

    The aims of this study was to determine the characteristics, composition and antimicrobial activity of essential oils of local Indonesian red ginger and red galangal against four pathogenic and food spoilage bacteria, which were B. cereus ATCC 10876, E. coli ATCC 25922, S. typhimuriumATCC 14028, and P. aeruginosa ATCC 27853. Analysis of physicochemical characteristics was carried outin accordance with ISO7355:1985. The chemical compositionwas analyzed using aGC-MS. The antimicrobial activity ...

  5. Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap Bakteri Patogen dan Perusak Pangan

    OpenAIRE

    Rialita, Tita; Rahayu, Winiati Pudji; Nuraida, Lilis; Nurtama, Budi

    2017-01-01

    The aims of this study was to determine the characteristics, composition and antimicrobial activity of essential oils of local Indonesian red ginger and red galangal against four pathogenic and food spoilage bacteria, which were B.cereus ATCC 10876, E. coli ATCC 25922, S. typhimuriumATCC 14028, and P. aeruginosa ATCC 27853. Analysis of physicochemical characteristics was carried outin accordance with ISO7355:1985. The chemical compositionwas analyzed using aGC-MS. The antimicrobial activity w...

  6. Pengaruh Beberapa Dosis Kompos Dan Azolla ( Azolla Pinnata R. B ) Segar Pada Pertumbuhan Dan Hasil 2 Varietas Tanaman Wortel ( Daucus Carotta L. )

    OpenAIRE

    Huda, M. Syahrial; Widaryanto, Eko; Nugroho, Agung

    2016-01-01

    Wortel termasuk jenis sayuran umbi yang bernilai ekonomis penting di dunia. Salah satu factor budidaya wortel adalah tanah yang tidak hanya sebagai media akar tanaman namun sebagai media tanaman dapat menyerap nutrisi, air dan oksigen. Salah satu peranan bahan organik adalah memperbaiki sifat fisik tanah. Azolla (Azolla pinnata) ialah tumbuhan paku air yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk memperbaiki agregat tanah. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui pengaruh dosis kom...

  7. Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Akar Wangi Menggunakan Metode Steam - Hydro distillation dan Hydro distilation dengan Pemanas Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maulana M Al Hanief

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh minyak atsiri dari akar wangi dengan modifikasi metode steam-hydro distillation dan hydro distillation yaitu menggunakan pemanasan microwave kemudian membandingkan hasilnya dengan penelitian sebelumnya. Modifikasi ini diharapkan lebih efisien dalam masalah lama penyulingan dan kualitas serta kuantitas rendemen minyak yang lebih baik dan banyak. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu steam-hydro distillation dan hydro distillation dengan pemanfaatan gelombang mikro. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian adalah akar wangi jenis pulus wangi yang tumbuh di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Variabel yang digunakan adalah bahan baku yang dicacah dan bahan baku utuh dengan variasi massa bahan 50 gr, 60, gr, 70 gr, 80 gr, dan 90 gr dengan pelarut air sebanyak 450 ml dalam labau distiller berukuran 1000 ml. Lama penyulingan adalah lima jam dengan pengamatan tiap 30 menit serta daya yang digunakan adalah 400 Watt. Analisa terhadap hasil minyak atsiri yang diperoleh antara lain analisa GC-MS, spesific gravity, indeks bias, dan bilangan asam. Hasil dari penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang tidak memanfaatkan gelombang mikro. Dari hasil penelitian diperoleh % rendemen kumulatif, sifat fisik, sifat kimia, dan kandungan komponen minyak dari metode steam-hydro distillation lebih baik dibandingkan metode hydro distillation ditandai dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan SNI.  Sementara itu jika dibandingkan dengan metode terdahulu dapat disimpulkan bahwa penggunaan gelombang mikro lebih efisien dalam waktu dan kuantitas serta kualitas minyak yang lebih baik dibandingkan tanpa penggunaan gelombang mikro

  8. PENGARUH VARIASI MEDIA QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIS RANTAI ELEVATOR FRUIT KELAPA SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saufik Luthfianto

    2017-03-01

    Full Text Available Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin air+garam terhadap sifat mekanis rantai elevator,  mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin oli 20w – 50w terhadap sifat mekanis rantai elevator, mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin air laut terhadap sifat mekanis rantai elevator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Hasil uji one way ANOVA yang telah dilakukan mengindikasikan bawa Fhitung uji kuat tarik sebesar 2,046, yang lebih kecil daripada Ftabel (2,6 sebesar 5,14 (Fhitung Ftabel, artinya uji kekerasan (Quenching pada ketiga jenis media signifikan berbeda atau terdapat perbedaan kekerasan yang signifikan diantara ketiga jenis penggunaan media

  9. PENGARUH RASIO RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L. DENGAN JAHE (Zingiber officinale TERHADAP KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU WEDANG TEKI INSTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurwikan Sutralestari

    2018-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memperoleh proses pengolahan wedang teki ins­tan, mengetahui kapasitas antioksidan serta mutu (rendemen, waktu rehidrasi, sifat fi­sik warna, dan uji hedonik wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe berbeda. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen meng­­­­gunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua kali pengulangan. Data ha­sil analisis diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variances. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe yang berbeda berpengaruh terhadap kapasitas antioksidan, waktu rehidrasi, si­­fat fisik warna, serta uji hedonik rasa dan warna. Kapasitas antioksidan dan ke­su­ka­an rasa terbaik  pada wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 2½. Waktu rehidrasi tercepat, sifat fisik warna paling cerah dan kesukaan war­­­­na pada wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1½.

  10. STUDI TENTANG PEMROSESAN TEPUNG SORGUM TERFOSFORILASI DAN APLIKASINYA PADA BERBAGAI ADONAN PASTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummi Rohajatien

    2012-08-01

    Full Text Available Sorghum is a potential alternative food source to be developed. The objective of the research is. (1 to know the effects of the treatment of STTP concen­tra­tion and duration of phosphorylation process to functional properties of sorghum flour; and (2 to know the comparison on both the physical and organoleptic quality of pastry product using basic material of phosphorylated sorghum and wheat flour. The research uses factorial randomized block design with 2 factors. T-Test is used to know both comparison on physical and organoleptic quality of pastry product by using basic material of phosphorylated sorghum and wheat flour. The result of T-test to the physical quality parameters of cake and pancake (cutting power, texture and color lightness was significantly different for the alpha 0,05. On the other hand, organoleptic quality parameters (appearance, taste, flavor, smoothness, softness and color were not significantly different. In addition, for cookies physical quality para­meters (broken power, texture, and color were significantly different. On the contrary, for organoleptic quality parameters, they were not significantly different. Sorgum merupakan sumber makanan alternatif sangat potensial untuk di­kembangkan. Penelitian ini bertujuan: (1 mengetahui pengaruh perlakuan konsentrasi STTP dan lamanya proses fosforilasi pada sifat fungsional pada tepung sorgum; dan (2 me­ngetahui perbandingan kedua kualitas organopleptik dan fisik produk pastri dengan menggunakan bahan dasar tepung terigu sorgum terfosforilasi. Penelitian meng­gunakan rancangan blok acak faktorial dengan 2 faktor. T-test digunakan untuk mengetahui kedua perbandingan pada sifat fisik dan organoleptik produk pastri dengan menggunakan sifat dasar tepung terigu dan sorgum terfosforilasi. Hasil dari T-test pada parameter kualitas fisik cake dan kue dadar berbeda secara nyata pada alpa 0,05. Parameter kualitas organoleptik tidak berbeda nyata. Parameter kualitas fisik cookies

  11. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L. DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP DAYA AWET TAHU PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Hendra

    2017-08-01

    Full Text Available Tahu termasuk bahan pangan yang cepat mengalami kerusakan sehingga dapat digolongkan ke dalam golongan high perishable food. Komposisi tahu yang banyak mengandung protein dan air menyebabkan tahu merupakan media yang cocok untuk tumbuhnya mikroba sehingga tahu menjadi cepat mengalami kerusakan. Bawang putih (Allium sativum L juga bersifat antimikroba E.coli, Shigella sonnei, Staphylococcus sureus dan Aerobacter aerogenes. Manfaat lainya adalah dapat mengurangi jumlah bakteri aerob, kaliform dan mikroorganisme lainnya sehingga bahan makanan yang ditambahkan bawang putih akan lebih awet. Rumusan masalah apakah ekstrak bawang putih berpengaruh terhadap lamanya penyimpanan tahu putih? Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum L. terhadap daya awet Tahu putih. Hipotesis Penelitian ini adalah, diduga ada pengaruh pemberian konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L. terhadap daya awet tahu putih. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Berdasarkan analisis Varian menunjukkan bahwa signifikansi taraf signifikan pada Tabel 1 F hitung perlakuan lebih besar dari F tabel 0,05 dan F tabel 0,01 yaitu 2,93 4,58 artinya pemberian ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum L. memberikan pengaruh sangat nyata terhadap daya awet tahu putih. Berdasarkan rata-rata jumlah mikroorganisme yang ada pada tahu putih, maka di ketahui bahwa konsentrasi Perlakuan P1 (80 gr ekstrak bawang putih (Allium sativum L. dengan masa simpan 1 x 24 jam berpengaruh sangat nyata terhadap daya awet  tahu putih.

  12. PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN BIAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Narsa

    2000-01-01

    Full Text Available In recent years, the business's environments have changed and facing the transition era from industrial age to information and communications age. These changes caused by advanced in technology, intimately connected with transportation technology, information and communications technology, and manufacturing technology. These changes tend to revolutionary than evolutionary. There are many changes in various aspects cause the changes of the business's environment, thereabouts changes in management and organization paradigm, market, marketing (e.g. E-Commerce, nature and characteristics of production, the vision, mission, and business strategy, and cost management systems (e.g. in performance evaluation-the balanced scorecard. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada beberapa tahun terakhir ini, lingkungan bisnis telah berubah dan berada dalam masa transisi dari era revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi. Perubahan ini dipicu oleh perubahan teknologi sebagai denominator, khususnya pada tiga sektor utama yaitu (1 teknologi transportasi; (2 teknologi manufaktur; dan (3 teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan yang terjadi cenderung bersifat revolusioner daripada evolusioner. Perubahan lingkungan ini telah membawa perubahan pada paradigma organisasi dan manajemen, perubahan pasar, pemasaran (dengan bertumbuhkembangnya bisnis lewat internet, perubahan sifat dan karakteristik produksi, perubahan visi. misi dan strategi usaha, dan perubahan pada sistem manajemen biaya. Kata kunci: perubahan, lingkungan bisnis, teknologi, revolusioner.

  13. STUDI PENDAHULUAN OZONASI (KATALITIK DAN NON KATALITIK LIMBAH CAIR KARBOFURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enjarlis Enjarlis

    2012-02-01

    Full Text Available Karbofuran adalah insektisida yang banyak digunakan oleh petani padi di Indonesia. Di perairan karbofuran berpotensi membentuk organoklorida dengan klor atau turunan klor. Oleh sebab itu,   karbofuran  digunakan sebagai objek  penelitian untuk disisihkan dalam air dengan proses ozonasi. Proses ozonasi  mampu menguraikan organik kompleks menjadi sederhana dan  meningkatkan sifat biodegradable. Tujuan penelitian yaitu membandingkan  penyisihan karbofuran  dalam air dengan proses ozonasi non-katalitik dan katalitik menggunakan katalis karbon aktif. Ragam percobaan yaitu pH (2, 7, dan 9 pada  suhu kamar  selama  60 menit.  Analisis konsentrasi karbofuran  menggunakan kromatografi gas dan konsentrasi zat organik  sebagai Chemical Oxigen Deman (COD secara titrasi pada satiap10 menit selama 60 menit. Hasil percobaan memperlihatkan proses ozonasi katalitik dan non-katalitik terbaik  pada kondisi basa (pH 9  dengan penyisihan karbofuran 100 % dan COD turun dari 134 ppm menjadi 38 ppm untuk ozonasi katalitik, sedangkan pada ozonasi non-katalitik penyisihan  karbofuran  46,4 % dan  COD turun menjadi  70 ppm. Perubahan suhu dan pH selama proses baik ozonasi katalitik maupun non-katalitik  tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

  14. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Sifat Biofisik Tanah dan Kapasitas Infiltrasi di Kota Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Utaya

    2008-12-01

    Full Text Available Land use management causes the changes of the function of the land in the city. The change of the function of uncultivated land to be cultivated land has a potential to change soil biophysical characteristic, and at the same time, it decreases the absorption of soil water. This research aims: (1 to study the influence of the landuse change towards soil biophysical characteristics, (2 to study the correlation between soil biophysical characteristics and infiltration capacity, and (3 to study the influence of the landuse change towards the infiltration capacity. The landuse change is studied by comparing the ongoing mapping documents. Soil biophysical characteristics consist of root biomass, number of worms, soil organic matter (SOM, and porosity. The root biomass is obtained by root density, the number of worms is identified with monolith and hand sorting method, the SOM is identified with fraction analysis, and the porosity is identified with cylinder and pignometer method. The water absorption is measured with the plot experiment. The influence of the landuse towards soil biophysical traits is analyzed T-test and the influence of landuse change towards infiltration capacity is analyzed correlatively. This research gains the results that: (1 the landuse change causes the change of soil biophysical traits, too, and the soil biophysical traits change causes, furthermore, the declining of the land capability in absorbing water, and (2 the amount of the infiltration capacity is caused by soil biophysical traits, mostly by root biomass, number of worms, and the SOM, and (3 the landuse change causes the declining of infiltration capacity.

  15. PENGARUH MEDIUM PERENDAM TERHADAP SIFAT MEKANIK, MORFOLOGI, DAN KINERJA MEMBRAN NATA DE COCO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Senny Widyaningsih

    2008-05-01

    Full Text Available Nata de coco is bacterial cellulose which is produced by Acetobacter xylinum in fermentation process of coconut water. Based on its properties, nata de coco can be used as a membrane. Soaking medium in purification of nata de coco gel can influence structure, morphology, and performance of nata de coco membrane. First medium was NaOCl 0.05% and NaOH 5%, Second medium was ultrasonic. Third medium was NaOH 1% and CH3COOH 1%. Mechanical property were analysized based on its tensile strength. Morphology of membrane was analysized using SEM. Performance of membrane was determined based on its permeability. The result showed that nata de coco membrane which had the best value on mechanical properties, morphology, and performance was membrane in third medium.

  16. Pengaruh bahan pengisi serat kaca terhadap sifat fisik dan kristalinitas polipaduan PC/ABS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wahini Nurhajati

    2017-06-01

    Full Text Available This research aimed to determine the effects of the addition of glass fibers on the physical and crystallinity properties of PC/ABS polyblends. The ratio of PC/ABS used in this research was 75/25, while the addition of glass fibers ranged from 0; 5; 10; to 15 phr (based on the weight of PC/ABS. Polyblends of PC/ABS/glass fibers were prepared in a twin screw extruder. The test results showed that density and tensile strength of PC/ABS polyblends increased with an increase in the glass fiber content. The presence of glass fibers decreased MFI and impact strength of these PC/ABS polyblends. The functional groups were determined by the fourier transform infrared (FTIR spectrophotometer while crystallinity was examined using X-ray diffractometer (XRD.

  17. Karakteristik Sifat Tarik Dan Mode Patahan Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    OpenAIRE

    Astika, I Made; Dwijana, I Gusti Komang

    2014-01-01

    The purpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. tensile strength of composites coconut filter fiber. In the future this material can be used to replace the wood, bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance. The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs) type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) and fiber treatment by  0.5% KMnO4...

  18. SIFAT, KEPRIBADIAN, TUJUAN HIDUP MAHASISWA, DAN KAITANNYA DENGAN PERSEPSI TENTANG PERGAULAN LAWAN JENIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monika Yuliantin

    2010-01-01

    Full Text Available Globalization that develops in line with development of science and technology such as film, soap opera, and music do not only give positive influence but also have brought negative influence for Indonesian people who still extremely hold norms especially religion norm. The aimed of this research was to analyze the perception about interaction of opposite gender of college students. This research used cross sectional study design. The research was done in Bogor Agricultural University (IPB Bogor. Respondents of this research were 146 students of undergraduate of 2nd and 3rd grade in the year 2008, consist of 43 men and 103 women. Almost all of respondents had conservative perception about interaction of opposite gender. The study found significant correlation between: (1 respondents perception about interaction of opposite gender with type of gender, cumulative achievement index, trait and personality, (2 interaction of opposite gender respondents’ behaviour with type of gender, trait and personality, monthly pocket money, and respondents’ perception about interaction of opposite gender. Multiple regression analysis showed that type of gender and trait and personality variables had significant effect on perception of interaction of opposite gender.

  19. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Yogurt Yang Menggunakan Starter Lactobacillus bulgaricus Dengan Persentase Yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusdar Zakaria

    2001-10-01

    Full Text Available ABSTRACT.  A study of pyisical properties and quality of yogurt with Lactobacillus bulgaricus as a starter has been doon. Objectives of this study is to know how many percent starter of L. bulgaricus in yogurt to decrease suscepetibility to syneresis and to increase quality of yogurt. Yogurt was analyzed for susceptibility to syineresis, titratable acidity and content of crude protein and crude fat. Syinerisis of yogurt was evaluated according to centrifugal methods of Halwarkar and Kalab. The result of the study showed that yogurt with 2.5-10 % L. bulgaricus as a starter are not have any effect of susceptibility to synerisis and content of crude fat, but centripuged at 250-1000 rpm. Had significantly different (<0.01 on susceptibility to synerisis. On the other hand the increasing of centrifuge rotation, increase susceptibility to synerisis. The starter of 5-10% L. bulgaricus used in yogurt able to increase titratable acidity and content of crude protein. The yogurt prepared by 10% L. bulgaricus had the highest score (3.88% of crude protein, although there is no significant differences with yogurt using 7.5% L. bulgaricus.

  20. Karakterisasi Morfologi dan Sifat Kuantitatif Gandum (Triticum aestivum L. di Dataran Menengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sartika Widowati

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRACTIndonesia is one of the largest wheat importers. Suitable environmental condition for wheat needs to be studied if wheat is going to be widely cultivated in Indonesia. The adaptability of wheat grown in various climates and altitudes is one of the important aspects. The objective of this experiment was to study the quantitative and morphological character of wheat grown in middle land (540 m asl in Bogor, West Java. The experiment was arranged in randomized complete block design with three replications. Wheat genotypes used were three national varieties (Nias, Selayar, and Dewata, four new improved varieties (Guri 3 Agritan, Guri 4 Agritan, Guri 5 Agritan, and Guri 6 Unand, and one introduced genotype (SBD. Data were collected for several quantitative variables and seventeen morphological characters based on UPOV descriptor. The result showed that wheat growth was restricted in Bogor. Genotype determined plant height, leaf number, ear length, root length, number of spikelet, harvest time, seed weight, number of tillers, and plant biomass. Based on ear length, grain weight, and plant biomass, Guri 3 Agritan had the highest production than the other genotypes.Keywords: diversity, genetic relationship, high temperature, introduced genotype, phylogenetic

  1. SIFAT FISIK, KIMIA, DAN FUNGSIONAL DAMAR [Brief Review on: Physical, Chemical and Functional Properties of Dammar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noryawati Mulyono1

    2004-12-01

    Full Text Available Dammar is one of Indonesian forestry products which is abundant. It has unique physical, chemical and functional properties. The important physical properties of dammar include its solubility in some organic solvents, softening temperature, viscosity and its absorbance. The important chemical properties reviewed here include its properties as resin, composition of terpenoid compounds present in dammar, and essential oil yielded from distillation of fresh dammar. Physical and chemical properties of dammar need to be studied further in order to optimize its functional properties. So far, dammar is widely used as weighting agent and source of essential oil. However, now, some species of dammar are being explored and developed for sal flour, fat source, triacylglycerol substituent for cocoa butter and wood preservatives.

  2. Pengaruh Penambahan Sodium Lauril Sulfat (Sls) Sebagai Surfaktan Terhadap Sifat Fisik Dan Uji Disolusi Tablet Ketoprofen

    OpenAIRE

    Pratama, Adithya Wahyu; Siswanto, Agus; Suparman, Suparman

    2012-01-01

    Ketoprofen (acid 2-(3-benzoilfenil) propanoat) was derivated of propionat acid which has analgesic, antipyretic, and anti-inflammatory with poor solubillity in water. This research allowed to increase the dissolution rate of ketoprofen tablets and effect on the physical characteristic by adding sodium lauril sulfat as surfactant. Sodium lauryl sulfat is a surfactant that can be used to improve wetting and dissolution rate. This study was done with make four formula of ketoprofen tablets by d...

  3. PENGARUH FORTIFIKASI NANOPARTIKEL KALSIUM LAKTAT KERABANG TELUR TERHADAP SIFAT KIMIA DAN FISIK BAKSO AYAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Hadi Prayitno

    2016-03-01

    Full Text Available The experiment was conducted to analysis the effect of nanoparticle eggshell calcium lactate fortification on chemical and physical properties of chicken meatballs. The materials were chicken meat, filler, spices, salt, eggshell calcium and nanoparticle calcium lactate. Fortification level of eggshell calcium and nanoparticle calcium lactate on making meatballs was 0.3% of the total meatball dough. Each treatment consisted of five replications. The data of chemical and physical properties of meatballs were analyzed statistically using variance analysis. The differences between means were tested by Duncan's new Multiple Ranges Test. The meatball fortified with eggshell calcium showed lower moisture content 67.92%, and showed higher fat content 6.92% and ash 2.56% than those of nanoparticle eggshell calcium lactate. The meatballs fortified with eggshell calcium had higher pH value 7.34 and water-holding capacity 58.53% and more firmness than those of fortified with eggshell calcium lactate. (Keywords: Chemical and physical properties, Chicken meatballs, Eggshell, Fortification, Nanoparticle calcium lactate

  4. PENGARUH FOTOOKSIDASI UV-C TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN BAKING EXPANSION PATI SAGU (Metroxylon sago

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eduard Fransisco Tethool

    2017-09-01

    Full Text Available Native Sago starch is difficult to used in industry because of the limitations of its phisycochemical properties. The aim of this research was to studied effect of UV-C photo-oxidation on  physicochemical properties and baking expansion of sago starch. Five slurries ratio (starch : water ratio: 1:2; 1:4; 1:6; 1:8; and 1:10 were oxidized with UV-C irradiation for 20 minutes, and then compared with native sago starch. The results showed that UV-C photo-oxidation increasing amylose content and paste viscosity, but decreasing swelling power and solubility, and carbonyl and carboxyl content. Used of UV-C as a photooxidator effective to increasing baking expansion characteristic, and the best slurry ratio was 1:6, which has 6.97 ml/g specific volume or 33.7% increased from native sago starch (5.22 ml/g

  5. STUDI SIFAT FISIK BIJI KECAPI (Sandoricum koetjape Burm. f. Merr DAN PENYIMPANANNYA DALAM SUHU KAMAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Popi Aprilianti

    2009-01-01

    Full Text Available The Santol fruit (Sandoricum koetjape Burm. f. Merr. is one of the most important fruit trees in Meliaceae. It possesses seeds with sticky white aril that cannot be stored for a long term because of its characteristic as recalcitrant seeds. The aim of this research was to study the storage period of the santol seeds in the room temperature. Measurements were conducted on seed characteristics such as weight, length, seed thickness, water content, seed viability, and germination rate. The result shows that santol seed can be stored maximum for 40 days. Between 30-40 days the seed can still germinate but the seedling is in normal strong and normal weak category. Based on water content measurement and viability observation, santol seed can be grouped as recalcitrant.

  6. Pengaruh Penggunaan Nr dan Nbr dengan Bahan Pengisi Silika terhadap Sifat Fisika Kompon Rol Karet Cpo

    OpenAIRE

    Prasetya, Hari Adi

    2010-01-01

    The research aimed to obtain the influence of natural rubber NR, synthetic rubber NBR and alumunium silikat (AISiO₃) as a filler, its physical properties and also to find out rubber compound the best for rubber mixture with variation of NR : NBR 50, 70 : 30, 90 : 10 hr and variation of aluminium silikat (ASiO₂) 45 phr, 50 phr, 55 phr. The result showed that the addition of rubber NR : NBR ratio and alumunium silikat (ASiO₂) had significant effect on the hardness, tensile strength, abration re...

  7. Penelitian pengaruh campuran karet alam dan karet nitril kompon sol sepatu terhadap sifat swelling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofyan Karani

    1997-06-01

    Full Text Available The objective of this research is to find the quality of oil resistant soles indicated by swelling test in Benzol. The compound is made of natural rubber (RSS and synthetic rubber (NBR the part of which vary from 45/55; 50/50; 55/45. The result of the test indicates that the sole compound of RSS 45 part and NBR 55 part gives the best oil resistant.

  8. Pengaruh suhu vulkanisasi terhadap sifat mekanis vulkanisat karet alam dan karet akrilonitril-butadiena

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Norma Arisanti Kinasih

    2015-12-01

    Full Text Available Natural and acrylonitrile-butadiene rubbers possess different vulcanization characteristics. Selection of the vulcanization system and temperature affects the mechanical properties of vulcanized natural rubber (NR and acrylonitrile-butadiene rubber (NBR. In the present work, the effect of vulcanization temperature (150, 160, 170 and 180oC on the mechanical properties of NR and NBR vulcanizates was studied. The effect of different vulcanization system (semi efficient, efficient and sulfur donor was studied in NR blends, while the effect of different acrylonitrile content (26, 28 and 33 wt % was studied in NBR blends. The NBR curing characteristics and mechanical properties data showed that vulcanization at low temperature (150oC was suitable for low acrylonitrile-NBR, whereas that at high temperature (170oC was suitable for high acrylonitrile-NBR. In addition, the semi efficient system at low temperature vulcanization (150oC was suitable for natural rubber.

  9. Pengaruh suhu vulkanisasi terhadap sifat mekanis vulkanisat karet alam dan karet akrilonitril-butadiena

    OpenAIRE

    Norma Arisanti Kinasih; Muhammad Irfan Fathurrohman; Dadang Suparto

    2015-01-01

    Natural and acrylonitrile-butadiene rubbers possess different vulcanization characteristics. Selection of the vulcanization system and temperature affects the mechanical properties of vulcanized natural rubber (NR) and acrylonitrile-butadiene rubber (NBR). In the present work, the effect of vulcanization temperature (150, 160, 170 and 180oC) on the mechanical properties of NR and NBR vulcanizates was studied. The effect of different vulcanization system (semi efficient, efficient and sulfur d...

  10. Modifikasi Zeolit Dengan Tembaga (Cu) Dan Uji Sifat Katalitiknya Pada Reaksi Esterifikasi

    OpenAIRE

    Arjek, Orien Claudia Handayani; Fatimah, Is

    2017-01-01

    Zeolite modification with Cu has been conducted. Material modification is done by impregnating Cu through a zeolite powder reflux process with CuSO4.5H2O solution so that theoretical Cu concentration is 5% followed by oxidation and reduction of solids. Material characterization was performed by x-ray diffraction analysis (XRD), Fourier Transform Infra-Red (FTIR) and acidity testing of Cu/Zeolite catalyst.The results showed that the crystallinity level of Cu/Zeolite did not change significantl...

  11. Pengaruh Kombinasi Fly Ash dan Bottom Ash sebagai Bahan Substitusi pada Campuran Beton terhadap Sifat Mekanis

    OpenAIRE

    Yahya, Tengku Tantoni; Kurniawandy, Alex; Djauhari, Zulfikar

    2017-01-01

    Fly ash and bottom ash were waste that generated from the power plant burning coal process. Fly ash and bottom ash has the potential to be developed as a basic ingredient in concrete composites. This research aimed to obtain the properties of fresh concrete and hard concrete of the combined effect of fly ash and bottom ash as a substitute ingredient in composite concrete. This research has examined the influence of a combination of waste fly ash and bottom ash to the compressive strength of a...

  12. Potensi Tepung Wortel (Daucus carrota L. dalam Meningkatkan Sifat Antioksidan dan Fisikokimia Sweet Cream Butter.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rebeka Patricia Sianturi

    2018-03-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of addition powder carrot as antioxidant agent to antioxidant activity, fat content, mositure, cholesterol, pH value and melting point of sweet cream butter. The method used was experiment laboratory. The materials used were sweet cream butter and carrot powder and the treatments were the addition of carrot powder 0% (A, 2% (B, 4% (C, and 6% (D then analyzed about antioxidant activity, fat content, mositure, cholesterol, pH value and melting point of sweet cream butter. The data were analyzed by ANOVA using the basic design of Block Randomized Design (BRD and continued by Duncan's Multiple Range Test (DMRT if there was a significantly different. Finding suggested an effect of the addition carrot powder could improve the quality (up to 42.55% of sweet cream butter which is 6% of carrot powder give the best treatment.

  13. Sifat Fisiko-Kimia Dendeng Daging Giling terkait Cara Pencucian (Leaching dan Jenis Daging yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharyanto

    2008-08-01

    Full Text Available Dendeng is a typical Indonesian jerked meat commonly made from sliced or ground beef with 2 mm thickness. This research was conducted to study the effect of kind of meat and leaching method on pH, toughness, protein, fat content and peroxide value (PV of ground jerked meat. The experiment was set up in a completely randomized factorial design with three replications. The first factor was three levels of leaching methods (no washing, washed in 1.5 x 1.5 x1.5 cm size and washed minced meat. The second factor was kind of meat namely horse meat, lamb and beef. The results indicated that neither interaction effect between leaching and kind of meat nor effect of leaching were significant on all characteristics observed. Kind of meat influenced significantly on the pH, toughness, fat content and PV of dendeng (P<0.01.

  14. Pengaruh sulfur terhadap sifat fisika campuran pale crepe dan SBR untuk karet tahan panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2013-12-01

    Full Text Available Sulfur plays an important role in the rubber vulcanization process especially in the formation of crosslinks. Heat resistant rubber made from mixing pale crepe and SBR requires the right amount of sulfur as crosslinking agent. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of sulfur on the changes in physical properties before and after aging. Heat resistant rubber was made with variation of pale crepe/SBR: 80/20; 70/30; 60/40; 50/50 phr and sulfur variation of 1; 1.5 phr. The results showed that sulfur was influential in the crosslinks formation. The addition of 1 phr sulfur gave higher physical properties of the vulcanized with 1.5 phr sulfur. The changes of physical properties after aging process of the vulcanized with sulfur 1 phr was lower than the vulcanized with sulfur 1.5 phr. Vulcanized pale crepe/SBR (70/30 with 1 phr sulfur could be applied as heat-resistant rubber products.

  15. Pengaruh suhu vulkanisasi terhadap sifat tegangan putus, perpanjangan putus dan ketahanan sobek kompon sol karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    1995-12-01

    Full Text Available One of the processes steps for producing rubber sole is vulcanization process. This process is carried out by using pressed moulding methods in which rubber compound was heated and pressed in the mould of rubber sole at certain time and temperature. The aim of this research is to know the influence of the temperature used for vulcanization for the tensile strength, elongation and tearing strength properties of the rubber sole compound. Temperature vulcanization used for the research was varied at 1400C, 1500C, 1600C and 1700C. The results shows that vulcanization at 1400C, give the highest properties in tensile strength, elongation and tearing strength, those are : 113,70 kg/cm2; 326,60 % and 107,00 kg/cm2respectively. Increasing temperature vulcanization cause decreasing those physical properties.

  16. Perbandingan Sifat Fisik Beton Yang Menggunakan Semen Portland Pozzolan Dan Semen Portland Tipe I

    OpenAIRE

    Yusnita, Heni

    2011-01-01

    The research about concrete by using the Portland pozzolan cement and Portland cement type I has been done with the variation of submersion time is 7, 14, 21, and 28 days. The test is done for physics of the concrete. The sample is made from the ingredients 1 cement : 2 sand : 3 pebble. The result of the researching shows that the used of the Portland pozzolan cement can raise the impact of the concrete as much as 9,15% from concrete which uses the Portland cement type I. Orther side for the ...

  17. Sifat Fisik dan Organoleptik Yogurt Drink Susu Kambing dengan Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti

    2018-03-01

    Full Text Available The objective of this studies were to determine the physical properties of viscosity and organoleptic of yogurt drink with the suplementation of mangosteen peel extract. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD of the factorial pattern. The first factor was the difference of mangosteen peel extract level (0%, 3% and 6% v / v, while the second factor was the storage time of yogurt (0, 1, and 2 weeks with 3 replications. The results showed that the supplementation of mangosteen peel extract on yogurt drink gave significant effect (p <0.05 on viscosity, color and sensory analysis (viscosity and texture. Yogurt drink was recommendation with mangosteen peel extract 3% (74.65cp, lightness (L 79.89, redness (a* 0.14 yellowness (b* 2.32, sensory analysis of viscosity with score 2.84 (moderate viscosity, organoleptics of color 3.52 (white yelowness and texture test with score 2.12 (moderate smooth. It can be concluded that the addition of mangosteen peel extract can improve the quality of physical, color, organoleptik yogurt drink. The use of mangosteen peel extract will increase the economic value and product diversification.

  18. Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah pada Sistem Pertanian Organik

    OpenAIRE

    Margolang, Rizky Dharmawan

    2016-01-01

    This research was carried out in an organic garden Environmental Education Center (PPLH) Bohorok in the Village District of Bohorok Fight Weigh Langkat. This study was conducted in November 2013 - April 2014. The purpose of the study to determine the characteristics of some of the physical, chemical, and biological properties of soil in organic farming systems. The study was conducted by survey method by evaluating the nature of the soil in agricultural areas based on time implementation of o...

  19. Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, Dan Biologi Tanah Pada Sistem Pertanian Organik

    OpenAIRE

    Rizky Dharmawan Margolang,, Rizky Dharmawan Margolang; Jamilah, Jamila; Sembiring, Mariani

    2015-01-01

    The purpose of the study to determine the characteristis of some of the physical, chemical, and biological properties of soil in organic farming systems. The study was held about 6 month from November 2013 to April 2014 in Bioenvironment Education Center of Organic Farming Bahorok in Timbang Lawan village, Bahorok, at Langkat district for observe the characteristic of some physical, chemical, and biological characteristic of soil in organic farming system. This research was conducted with sur...

  20. SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK MI BASAH DARI PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nida El Husna

    2017-09-01

    Full Text Available Sago starch as local food rich in carbohydrates and crude extract of moringa leaves that rich in protein have potential to be developed as a raw material for wet noodle. The objective of this research was to determine the effect of percentage of moringa leaf extract (5%, 10%, 15% and the filtering process of extracts (with and without screening on the physical and sensory properties of wet noodle. This study was conducted using completely randomized design consisted of two factors with three replications. Analysis of wet noodles includes of cooking time, cooking loss, water absorption, percentage of breaking noodles, sensory (hedonic test of color, aroma, taste, and texture. The results showed that the higher of percentage of moringa leaves extract increased the cooking time, cooking loss, and percentage of breaking noodles. Moringa leaf extract with the screening process decreased the cooking time and breaking percentage of noodles. The best treatment was obtained from the addition of moringa leaves extract of 5 % and with the filtering process of extracts.

  1. Sifat Kepribadian Sebagai Pemoderasi Hubungan Stres Kerja Dan Perilaku Disfungsional Audit

    OpenAIRE

    Rustiarini, Ni Wayan

    2014-01-01

    Auditor personality trait is an interesting topic in accounting field because this research is still rarely on accounting profession in Indonesia. The purpose of this study was to investigate the effect of work stress and dysfunctional audit behavior, with a focus on personality trait role: the big five personality and locus of control. The respondents for this study are auditors who work on public accounting firms in Bali. Moderated regressions analysis test used to examine seven hypotheses ...

  2. SIFAT KEPRIBADIAN SEBAGAI PEMODERASI HUBUNGAN STRES KERJA DAN PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Rustiarini

    2014-06-01

    Full Text Available Auditor personality trait is an interesting topic in accounting field because this research is still rarely on accounting profession in Indonesia. The purpose of this study was to investigate the effect of work stress and dysfunctional audit behavior, with a focus on personality trait role: the big five personality and locus of control. The respondents for this study are auditors who work on public accounting firms in Bali. Moderated regressions analysis test used to examine seven hypotheses are formulated. The results showed that job stress have positive effects on dysfunctional audit behavior. Moreover it was determined that one of the personality trait, openness to experience, along with internal and external locus of control, have significant effect on the relation between job stress and dysfunctional audit behavior, but other personality traits such as conscientiousness, extraversion, agreeableness, and neuroticism do not have significant effect on the relation between job stress and dysfunctional audit behavior. This indicates that auditor personality is important to reduce the likelihood of dysfunctional audit behaviors.

  3. SIFAT KEPRIBADIAN SEBAGAI PEMODERASI HUBUNGAN STRES KERJA DAN PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDIT

    OpenAIRE

    Ni Wayan Rustiarini

    2014-01-01

    Auditor personality trait is an interesting topic in accounting field because this research is still rarely on accounting profession in Indonesia. The purpose of this study was to investigate the effect of work stress and dysfunctional audit behavior, with a focus on personality trait role: the big five personality and locus of control. The respondents for this study are auditors who work on public accounting firms in Bali. Moderated regressions analysis test used to examine seven hypotheses ...

  4. Pembuatan minyak kelapa secara enzimatis dengan memanfaatkan kulit buah dan biji pepaya serta analisis sifat fisikokimianya

    OpenAIRE

    Yunita Susanti; Purwanto Purwanto; Yuliana Kristiani Dewi

    2012-01-01

    Enzymatic process using papain is an efficient and less expensive method for producing coconut oil. This research was conductedto produce coconut oil which meet quality requirement from Cocos Nucifera L using ripe fruit peel and seed of papaya (Carica PapayaL) as enzyme sources. The coconut oil was prepared by mixing of coconut milk and juice of papaya ripe fruit peel and/or seed; and thenthe oils produced and incubated for 24 hours. The physicochemical properties of the coconut oil were dete...

  5. BIOAVAILABILITAS FORTIFIKAN, DAYA CERNA PROTEIN, SERTA KONTRIBUSI GIZI BISKUIT YANG DITAMBAH TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus DAN DIFORTIFIKASI SENG DAN BESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kartika Sari

    2015-02-01

    dilakukan analisis bioavailabilitas Zn dan Fe. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa bioavailabilitas Zn dan Fe tidak berbeda nyata pada berbagai taraf fortifikasi (p>0.05. Biskuit hasil fortifikasi Zn dan Fe sebesar 50% AKG memiliki bioavailabilitas tertinggi, yaitu masing-masing 76,32% dan 41,80%. Formula biskuit ini dipilih untuk dianalisis lebih lanjut, yang meliputi analisis sifat fisik, kimia, dan daya cerna protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa biskuit terpilih tersebut lebih renyah daripada biskuit komersial. Dalam 100 g biskuit tersebut terkandung air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat berturut-turut sebesar 2,73 g; 2,08 g; 13,34 g; 24,53 g; 57,32 g; serta energi sebesar 503 kkal. Kadar Fe dan Zn biskuit terpilih tersebut adalah 11,7 mg dan 8,83 mg/100 g; dengan daya cerna protein sebesar 78,45%. Biskuit berbasis tepung ikan gabus 15% yang difortifikasi Zn dan Fe sebesar 50% AKG memenuhi standar kualitas biskuit SNI 01-2973-1992. Kontribusi biskuit terpilih terhadap AKG energi, protein, Fe dan Zn berturut-turut adalah 19,48%; 20,51%; 74,44%; 54.44%. Kata kunci: Bioavailabilitas, biskuit ikan gabus, daya cerna protein, fortifikasi

  6. Studi Penggunaan Plat Elektroda Netral Stainless Steel 316 dan Aluminium Terhadap Performa Generator HHO Dry Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tasrif Arifin

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak. Generator HHO merupakan alat yang menggunakan prinsip elektrolisis air untuk memisahkan unsur-unsur kandungan air murni (H2O menjadi Gas HHO, dalam upaya peningkatan performanya tentu dibutuhkan bahan konduktor yang memiliki sifat kelistrikan baik. Penambahan plat elektroda netral ialah bertujuan untuk meningkatkan performa elektroliser dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi pada saat proses elektrolisis air bekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa plat elektroda netral aluminium mampu meningkatkan nilai performanya sedangkan untuk plat SS 316 mampu meminamalisir persentase losses energy. Larutan AMDK murni terbukti mampu meningkatkan produktivitas gas dibandingkan dengan larutan aquades murni, tetapi kelemahan dari larutan AMDK yaitu mudahnya terbentuk gel-gel, sehingga menghambat pergerakan elektron dan laju aliran produksi. Karateristik sifat bahan sangat berpengaruh terhadap pencapaian kinerja Generator HHO karena tidak semua jenis plat elektroda netral mampu meningkatkan performanya. Sifat-sifat kelistrikkan bahan yang sangat berpengaruh ialah sifat keelektronegatifan atau potesial elektroda dan koefisien nilai muai dari suatu bahan konduktor.   Usage Study Neutral Electrode Plate Stainless Steel 316 and Aluminium of Performance Generator HHO Dry Cell Type Abstract. Generator is a tool that use principle of water electrolysis to separated the element of pure water conscience (H2O be HHO gas, in effort to increase the perform of HHO Generator is needed a conductor ingredients which has a good electricity character the direction of addition neutral electrode plate is to increase the electrolyzer perform and to overcome every problem that happen when the water electrolisys process is going. This research shows that neutral electrode aluminium plate can increase the performance value and the SS 316 plate can minimize the percentage of losses energy. The pure AMDK solution proofs that can increase the gas productivity

  7. Proses Kondensasi Imaji dan Pengalihan Mimpi dalam Dongeng Nenek Pakande

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuraidar Agus

    2013-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap proses kondensasi imaji dan pengalihan mimpi dalam dongeng Nenek Pakande (NP berdasarkan teori psikoanalisis Freud. Pengumpulan data di lakukan secara dokumentatif atas cerita­‐cerita tentang NP, yaitu melalui teknik pembacaan, analisis teks, dan teknik elisitasi. Berdasarkan hal tersebut ditemukan bahwa gejala kondensasi dan pengalihan mimpi dalam cerita NP adalah melalui usaha penciptaan tokoh­‐tokohnya dan berdasarkan realita yang kemudian diimajinasikan. Proses tersebut melahirkan citraan tentang kemampuan akal tokoh anak kecil dengan segala usahanya untuk menaklukkan NP (raksasa. Selain itu, citra ibu tiri telah terkondensasi lewat imajinasi yang menakutkan bagi sang anak tiri linear dengan sifat­‐sifat buruk dan eksistensi supranatural NP yang mengendap dalam alam imajinasi. Abstract: This paper attempts to describe the process of condensation of reality and its imagination found in the fairy tale Nenek Pakande. This paper aims to reveal the image of the NP condensation process by Freud's psychoanalytic theory. The data was collected through the documentation on the stories of NP by reading techniques, text analysis, and elicitation techniques. Based on them, it is found that the symptoms of NP condensation in the story is through the characters venture creation and, based on what is true in reality, then imagined. It gives birth to images of a child's way of thinking and his efforts to conquer NP. In addition, the image of stepmothers has condensed through a frightening image to his stepson, and of the NP’s vices and supernatural existence living in an imagination. Key Words: Freud’s psychoanalysis, condensation, imagination, fables

  8. IKAN HIAS LAUT: TANTANGAN BUDIDAYA DAN PELUANG BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anjang Bangun Prasetio

    2012-12-01

    Full Text Available Indonesia mempunyai potensi ikan hias laut cukup besar, selain ikan yang unik, baik warna, bentuk, dan tingkah laku, serta sifat-sifat lain yang dimilikinya, juga potensi jenis yang cukup banyak di alam. Hal ini cukup menarik untuk peluang bisnis, karena tidak hanya bagi para pencinta ikan hias (hobiis akan tetapi para pemula juga mulai menggemari ikan hias. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terkait ikan hias laut ini sehingga upaya untuk memproduksi benih dan induk dari hasil budidaya sudah harus digalakkan, mengingat banyak jenis-jenis budidaya ikan hias laut yang potensial untuk dikembangkan berdasarkan permintaan pasar baik domestik maupun internasional. Beberapa dukungan kebijakan yang dapat dilakukan terkait status budidaya ikan hias laut, antara lain pengembangan ke arah budidaya, industrialisasi budidaya, serta penataan sistem perdagangan.

  9. Pengaruh berbagai jenis penyamakan dan tipe finish terhadap morfologi, sifat organoleptis dan mekanis kulit biawak (Varanus salvator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Monitor lizard (Varanus salvator skin is exotic leather because it has a unique grain. Therefore, the original grain of the animal needs to be maintained in the finishing process so that its performances look likes natural. This research aimed to study the effect of tanning materials (vegetable and chrome and the type of finish (natural, aniline, semi-aniline and two tone on morphology, organoleptic and mechanical properties of lizard skin. The materials used in this study were dry preserved lizard skins. The research varied on the types of tanning (vegetable and chrome and the type of finish (natural, aniline, semi-aniline and two tone each by varying the finishing materials (casein and protein binders. The tests were conducted on the observation of the structure using photomicrographs, rub fastness, adhesion of finish strength, tensile strength, elongation at break and organoleptic. The results showed that the best result was vegetable tanned lizard skin using natural finish with casein and met the requirements of SNI 06-4362-1996, lizard skin for shoe upper. This gave dry and wet rub fastness of 5 and 5 respectively; dry and wet adhesion of finish strength of 650 and 100 g/cm respectively; tensile strength of 207.43 kg/cm2; elongation at break of 37.52% and organoleptic value of panelists observations of 87.9 (good.

  10. FORMULASI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita maxima DAN TERIGU TERHADAP DERAJAT PENGEMBANGAN ADONAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK ROTI MANIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Susilawati

    2013-07-01

    Full Text Available The aim of the research was to determine the formulation of pumpkin flour and wheat flour for producing the best of dough improvement and organoleptic properties of sweet bread. The research was carried out in a complete randomized block design, single factor with 8 treatments and 3 replications. The 8 formulations of pumpkin flour and wheat flour  were: (F consisted of F1 (0:100, F2 (5:95, F3 (10:90, F4 (15:85, F5 (20:80, F6 (25:75, F7 (30:70, and F8 (35:65. The results showed that F3 was the best formulation to produce sweet bread with a dough improvement  2.51% and organoleptic with score of color 4.07 (yellow, texture 3.43 (somewhat soft, taste 3.50 (sweet, flavor 3.00 (somewhat typical pumpkin, and overall acceptance 3.70  (like. The sweet bread of F3 contained moisture 18.90%, ash 1.18%, fat 8.63%, protein 9.47%, crude fiber 3.11%, and carbohydrate (by difference 58.71%. Keywords:  Cucurbita maxima, pumpkin flour, sweet bread, wheat flour

  11. PENGARUH LAJU PENDINGINAN, SUHU, DAN LAMA KRISTALISASI PADA PROFIL TRIASILGLISEROL DAN SIFAT PELELEHAN PRODUK FRAKSIONASI MINYAK KELAPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursalin

    2013-04-01

    Full Text Available Dry fractionation will produce a fraction of olein and stearin with different composition of high melting and low melting as well the distribution of triacylglycerol (TAG in the form of trisaturated (St3, disaturated (St2U and monosaturated (StU2. This research aimed to study the effect of critical cooling rate and crystallization temperature on the composition and profile of TAG changes as well the melting properties of the fractionated coconut oil products. Coconut oilwas heated at 70°C then cooledat differentcooling rate to reach various crystalization temperatures. The oil was then stirred at 15rpm and allowed to crystallize at different period of time, and finally fractionated by vacuum filtration using Whatman #40 paper. Fractionation temperatures were the same as crystalization temperatures. The results showed that the critical cooling rate was proportional to the solid-like to liquid-like ratio, the content of St3 and SFC profile of olein fraction but inversely proportional to the content of St2U and StU2 TAG. Interval crystallization temperature between 21.30 and 21.73 °C produced the S/L ratio, the content of St3 TAG and SFC profiles of olein fractions lower and the content of St2U and StU2 TAG higher than the temperature interval below or above it. Coconut oil fractionation more effective in higher crystallization temperature or lower critical cooling rate. In these cooling treatments, St3 TAG which has high melting pointwould be concentrated at stearin fraction, while St2U and StU2 TAG and MCTwould be at olein fraction. Therefore, it will increase melting properties of stearin fraction and decrease olein fraction.

  12. Substitusi Labu Kuning (Cucurbita Moschata Dan Tepung Beras Terhadap Peningkatan Nilai Gizi, ?-Karoten Dan Sifat Sensoris Kue Ombus-Ombus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Duniaji

    2016-09-01

    Full Text Available The research was conducted to determine the effect of pumpkin and rice flour ratio to Nutrition Value and ?-carotene content of ombus-ombus cake. This research using randomized block design with 5 treatment of substitution of pumkin and flour rice: 0% pumpkin: 100% rice flour, 20% pumpkin: 80% rice flour, 30% pumpkin: 70% rice flour, 40% pumpkin:60% rice flour, 50% pumpkin: 50% rice flour. Those treatment repeated 3 times. Data obtained analyzed with anova, treatment with significant different tested by Duncan test. The results of the research showed that substitution of pumpkin and rice flour gave different effect on water content, ash content protein content, fat content, carbohydrate content, ?-carotene, colour, taste, aroma, and overall acceptance. substitution 50% of pumpkin and 50% rice flour gave the nutrition value of ombus-ombus cake with water 48.70%, ash 6.16%, protein 4.44%, fat 0.18%, carbohydrates 41.58 %, and  ?-carotene 6.31%, while sensories evaluation such as color 4,3 (yellow, flavor 4,4 (like, aroma 4,2 (typical pumpkin and overall acceptance 4,8 (really like by the panelists.

  13. Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

    OpenAIRE

    Sipahutar, Wahyu Solafide

    2015-01-01

    Had made research manufacture NdFeB magnets of flakes of wet milling process using a ball mill to the physic properties, microstructure, and magnetic properties with variations milling time is 16 hours, 24 hours, 48 hours, 72 hours. Powder result of mechanical milling using a ball mill and then analyzed the resulting particle size by using PSA and XRD. Then do the manufacture of test samples in the form of pellets by compaction process through print isotropy. Having obtained a sample of pelle...

  14. FORTIFIKASI JAGUNG MANIS DAN KACANG HIJAU TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Setyani

    2012-12-01

    Full Text Available Sweet corn-mung bean milk can be used to helping increasing the nutrition status of the society . This research was aimed to find the formulation of sweet corn and mung bean that produce sweet corn-mung bean milk with the best physical, chemical and sensory characteristics and is accepted by consument. The experiment was arranged in a completely block randomized design (CBRD withy one factor and three replications. The treatments were five  formulations of sweet corn and  mung bean , they were 3:1 (F1, 2:1 (F2, 1:1 (F3, 1:2 (F4, and 1:3 (F5 (w/w. The data were analysed using analysis of variance, and then continued with 1 % and 5 % Least Significant Different Test. The determinination of the water addition that produced mung bean-sweet corn milk that is compliance with the total solid in SNI (11.5 % was done in the preliminary research. The preliminary research result showed that mung bean sweet corn milk has total solid of 15-19% for all of formulations, while the best favorable milk was  milk with the formulation: water that is at 1:10. The result of the main research showed that the stabilityobjectively, protein content, and organoleptic characteristic were not significanly different among sweet corn and mung bean formulations, but the stability visually, the viscosity, soluble total solid and fat content were significanltly different among sweet corn and mung bean formulation. According to the SNI (soluble total solid, protein and fat contents are the formulation that have met the soy milk quality standard, but the best formulation was found in  F2, with the protein content of 3,183% , fat content of 3,667%, and the most favourable formulation was  F2 formulation with 1, 893 score. The result of amino acid analysis on the best mung bean-sweet corn milk showed that five types of essential amino acid (threonine, valine, isoleucine, leucine and lysine have not met the amino acid standard yet by FAO (1973. In conclusion, the combination of sweet corn and mung bean become mung bean sweet corn milk has not overcome the lack of lysine on corn and methionine on mung bean yet. Keywords : ,Amino acid,  sweet corn, mung bean

  15. Pengaruh Pemberian Vermikompos dan Biochar Jerami Padi terhadap Sifat Biologi Tanah dan Kapasitas Menyimpan Air pada Tanah Ultisol

    OpenAIRE

    Ramadhan, Azhari

    2016-01-01

    Soil biology and soil water holding capacity is an important aspect in determining the health of the soil. Giving vermicompost and paddy straw biochar can affect the biological properties of the soil and ultisol soil water holding capacity. This study aimed to determine the effect of vermicompost and paddy straw biochar on biological properties of the soil and the ultisol water holding capacity. The research was conducted in the laboratory. This research used randomized block design with one ...

  16. Studi pengaruh umur dan tinggi batang terhadap struktur serat sifat fisik morfologi dan kimia batang bambu apus Gigantochloa Apus Kurz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Purnobasuki

    2001-12-01

    Full Text Available Characteristic and anatomical study of Gigantochloa apus was carried out to know the fiber structure, morphological, physical, and chemical properties on various age and part of culm height. The research was done by ex post facto design and the data was analyzed by observational description. For anatomical observation, materials were processed using paraffin, PEG, and wood method and maceration for fiber structure. The result showed that inter-nodus amount, diameter, and wall thickness was increase in older culm. Fiber length was 3.8 mm in average, and older culms have longer fiber than the young ones and within the same culm, the lower part had longer fibers than the upper part. The fresh density (0.97-1.17 g/ml and the oven dry density (0.57-0.79 g/ml of this bamboo, it was higher for the older culm than younger culm. Liquor sorption (in NaOH 5% solution into bamboo chips was fairly good. The sorption into the young bamboo was faster and better than into older bamboo. Young bamboo culms contain more water than older culms and the top part within the same culm contain litte water than lower part. The total cellulose in young bamboo culm was higher than the older (64%-54%, but the lignin on the contrary in lower (14%-28%. At the bottom part, the lignin was higher than the upper prt. The ash content was high (1.6%-4.5% and its fluctuated based on age and the height part of culm.

  17. KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS KATALITIK BERBAGAI VARIASI KOMPOSISI KATALIS Ni DAN ZnBr2 DALAM Γ-Al2O3 UNTUK ISOMERISASI DAN HIDROGENASI (R-(+-SITRONELAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ED Iftitah

    2014-06-01

    Full Text Available Pengaruh sifat dan karakter berbagai variasi komposisi katalis Ni dan ZnBr2 yang terimpregnasi dalam γ-Al2O3 terhadap aktivitas dan selektivitasnya untuk reaksi isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal telah dilakukan. Dalam penelitian ini, terdapat tiga jenis variasi komposisi Ni dan ZnBr2 dalam γ-Al2O3, yaitu: A1=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (1:1 dan A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3. Katalis dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area, dan SEM-EELS. Luas area permukaan spesifik dan porositasnya ditentukan berdasarkan adsorption-desorption gas nitrogen pada 77 K. Distribusi dan volume pori ditentukan dengan desorption isotherm pada P/Po ≥ 0,3. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakter dan sifat katalis dengan aktivitas katalitiknya terhadap produk isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal. Uji aktivitas dilakukan dalam sebuah reaktor mini dengan 0,5 g katalis dan 3 mL (R-(+-Sitronelal menggunakan atmosfir gas N2 dan/atau H2 dalam waktu 5 dan 24 jam masing-masing pada suhu 90 dan 120 °C. Komposisi katalis, pemilihan jenis atmosfir gas dan suhu sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan selektivitas pembentukan produk isomerisasi dan hidrogenasi. Konversi (R-(+-Sitronelal tertinggi ditunjukkan oleh katalis A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3 dengan kondisi reaksi selama 5 jam (4 jam N2 + 1 jam H2 pada suhu 90 °C dan 24 jam (4 jam N2 + 20 jam H2 pada suhu 120 °C. The influence of catalyst properties and characteristics of Ni and ZnBr2 catalysts impregnated in γ-Al2O3 on the activity and selectivity of (R-(+-Citronellal isomerisation and hydrogenation has been done. In this study, there were three sets of Ni and ZnBr2 in γ-Al2O3 with various composition, they were A1=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (1:1, A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3. The catalysts were characterized using X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area and SEM

  18. ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SIRIH (Piper betle L. SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    desi - sagita

    2017-03-01

    Full Text Available Bakteri endofit adalah salah satu alternatif penghasil senyawa antimikroba. Keberadaan bakteri dalam tanaman memungkinkan bakteri menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti yang terkandung dalam tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Aktifitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirbi Bauer. Sirih (Piper bettle adalah tanaman yang telah digunakan oleh banyak orang karena mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan. Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi adalah 13 isolat yaitu E1, E2, E3,E4,E7,E8, E9, E10, E11, E12 dan E13. Berdasarkan uji aktifitas antibakteri, 6 dari 13 isolat endofit yang berpotensi memberikan aktifitas antibakteri. 5 dari isolat tersebut yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphyl,ococcus aureus dan E8 yang aktifitas nya tinggi dengan diameter zona bening 18.96 mm dan hanya 1 isolat yaitu E7 yang mampu menghambat  Escherichia coli dengan diameter zona bening 14.01 mm.

  19. Isolasi Dye Organik Alam dan Karakterisasinya Sebagai Sensitizer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurussaniah Nurussaniah

    2018-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengisolasi dan karakteristik dye organik alam sebagai sensitizer. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu persiapan, isolasi dye organik alam, karakterisasi sifat optik, analisis dan menyimpulkan. Isolasi dye organic alam dilakukan untuk memperoleh sari dari bahan-bahan alam. Penelitian ini menggunakan bahan alam yaitu jagung (Zea mays dan labu kuning (Cucurbita moschata. Karakterisasi optik dye organik alam dalam penelitian ini dilihat dari spektrum absorbansi yang diukur menggunakan Spektrophotometer Uv-Vis. Spektrum absorbansi dye diukur dalam kuvet optik, pada panjang gelombang 350-800 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi dye organik alam diperoleh melalui metode ekstraksi, yaitu suatu metode untuk memperoleh sari dari bahan-bahan alam. Proses ekstraksi dilakukan dengan melarutkan biji jagung (Zea mays dan daging buah labu kuning (Cucurbita moschata dalam pelarut etanol dengan konsentrasi 1:5. Karaktistik optik jagung (Zea mays dan labu kuning (Cucurbita moschata  menunjukkan panjang gelombang yaitu berada pada cahaya tampak dengan rentang panjang gelombang 350 – 500 nm.  Dengan demikian  dye  beta-karoten yang berasal dari jagung (Zea mays dan labu kuning (Cucurbita moschata dapat dimanfaatkan sebagai sensitizer dalam prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC.

  20. Karakterisasi dan Aplikasi Enzim Transglutaminase dari Streptoverticillium ladakanum pada Daging Lumat IKan Mata Goyang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan karakterisasi enzim transglutaminase mikroba (MTGase yang diproduksi dari Streptoverticillium ladakanumdengan menggunakan media yang mengandung limbah cair tahu dan hidrolisat tepung tapioka. Enzim MTGase yang dikarakteris as i merupakan enzim kasar yang telah dipekatkan menggunakan ultrafiltrasi dan dikeringbekukan. Enzim ini kemudian diaplikasikan pada daging lumat ikan mata goyang (Priacanthus macracanthus lalu diamati sifat fisik (tekstur produk restrukturisasi yang dihasilkan. Sebagai pembanding,  dilakukan aplikasi TGase komersial (KTGase pada daging lumat yang sama. Penambahan TGase dilakukan dengan 2 cara, yaitu:  (1 bersama-sama dengan garam NaCl 1%, (2 bersama-sama dengan garam NaCl 1% dan sodium kaseinat 1%. Sebagai control adalah daging lumat ditambah garam N aCl 1% (tanpa penambahan enzim TGase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTGase dari S. ladakanumbekerja optimum pada pH 8 dan suhu 55°C. Aktivitas enzim ini relatif tidak terpengaruh oleh adanya ion logam Ca2+,Mg2+, Na+, dan K+maupun inhibitor seperti ethylenediaminetetraacetic acid(EDTA, dan phenylmethyl-sulfonylfluoride(PMSF. Enzim MTGase tanpa penambahan sodium kaseinat menunjukkan kemampuan membentuk gel yang tidak berbeda dengan TGase komersial, menghasilkan kekuatan gel 16848 g mm dan nilai kekenyalan 0,97. Enzim ini juga terbukti dapat meningkatkan kekuatan gel, kekenyalan, dan kepadatan produk restrukturisasi daging lumat ikan yang hanya ditambah garam NaCl saja atau yang ditambah garam NaCl dan sodium kaseinat.

  1. Pemodelan Sistem Informasi Untuk Mengukur Kualitas Kinerja Perguruan Tinggi dengan Pendekatan Balanced Scorecard dan Blue Ocean Strategy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlinah Baharuddin

    2016-01-01

    Full Text Available Semakin tingginya persaingan saat ini, khususnya perguruan tinggi bidang pendidikan, memunculkan kebutuhan strategi bisnis untuk bertahan. Pemodelan Sistem Informasi dengan pendekatan Balanced Scorecardkini merupakan salah satu tujuan dalam pencapaian pengukuran hasil kinerja untuk mencapai sasaran perguruan tinggi serta menciptakan inovasi solusi dengan menerapkan Blue Ocean sehingga selaras dengan strategi bisnis yang dijalankan. Pemodelan sistem informasi yang akan dibahas adalah menggunakan strategi bisnis Balanced Scorecard (BSC diintegrasikan dengan Blue Ocean Strategy (BOS. Dengan sifat-sifat pada BSC dan BOS, model ini menjawab kebutuhan Strategi Sistem Informasi pada perguruan tinggi yang berkarakteristik dinamis, inovatif, dan tingkat persaingan tinggi dengan hasil pencapaian kinerja yang terukur. Pemodelan sistem informasi diimplementasikan pada Universitas Pancasakti Makassar. Hasil menunjukkan komponen-komponen perguruan tinggi yang dipetakan ke dalam 4 perspektif BSC, yaitu perspektif pelanggan, finansial, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan dan kanvas strategi serta kerangka kerja 4 langkah pada BOS yaitu kurangi-tingkatkan-hapus-ciptakan. Hasil penelitian berupa pengukuran penilaian kinerja dengan program aplikasi berbasis web, yang merupakan bagian dari sistem informasi management perguruan tinggi. Sistem ini memberikan informasi kepada seluruh anggota yang terkait tentang kualitas kinerja. Kata kunci : Balanced Scorecard(BSC; Kualitas kinerja; Blue ocean strategy(BOS; Web; Perguruan tinggi

  2. ANALISIS KEKUATAN MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA MATERIAL POLIMER PENYUSUN KIPAS RADIATOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Diniardi

    2014-01-01

    Full Text Available Indonesia yang kaya bahan baku untuk industri mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan produk industri lokal satunya adalah polimer. Pemanfaatan polimer mengalami pemanfaatan yang sangat pesat, terutama pada industri otomotif. Polimer dibedakan menjadi 4 macam, menurut sifat masing-masing bahan tersebut, diantaranya adalah thermoplastik, thermoset, elastomer dan thermoplastik elastomer. Dalam penelitian ini untuk mengetahui mutu dan unsur dari bahan polimer, khususnya pada kipas radiator. Penelitian yang dilakukan adalah pengujian tarik, impak dan struktur mikro (identifikasi pada bahan polimer. Hasil uji tarik pada berbagai tingkat temperatur tarik menunjukan perbedaan yang signifikan, namun demikian regangan patah pada temperatur uji 90oC mempunyai nilai jauh lebih besar dibandingkan pada temperatur uji 24oC, demikian halnya dengan hasil uji impak. Hasil indentifikasi struktur mikro bahan tersebut diketahui sebagai polipropilen (PP.

  3. ANALISIS KADAR AIR DAN AKTIFITAS AIR KRITIKAL PRODUK SATA DARI MALAYSIA DAN IMPLIKASINYA PADA SIFAT-SIFAT PRODUK DAN UMUR SIMPANNYA [Analysis of Critical Moisture and Water Activity of Malaysian Sata and Its Implication to Product Characteristics and Shelf Life

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Hayati1

    2005-12-01

    Full Text Available Critical moisture and water activity of Sata. a Malaysian traditional food made of fish and young coconut meats, were analyzed for the first and second critical points of transition among the primary, secondary and tertiary bound water fractions in the Sata. It was found out that the first critical points of moisture content and water activity were M, of 5.09 % db (4.73 % wb and ar of 0.44 respectively. The second critical points were water content M5 of 19.38 % db(15.2 % wb and water activity as of 79 % respectively. The upper limit of he tertiary bound water (Mt was 75.3 % db (43.0 % wb. Sate sample in the primary bound water fraction (represented by moisture content at 5.0 % rib / 4.73 % wb, was stable in color and appearance, but slightly rancid due to molecular mobility of the liquid oil content The sample in the secondary bound water fraction (represented by moisture content of 15.0% db / 13.0% wb, has a color change to darker brown: and in the tertiary bound water fraction (represented by moisture of 30.5 % db / 23.4 % wb, mold growth appeared on the 10th day storage. The characteristics of the Malaysian Sate indicated an intermediate moisture food (IMF with water content of 37.5% wb, water activity of 0.9 and limited shelf tile to, few days at room temperature.

  4. REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG DENGAN PENANAMAN LCC DAN AGEN HAYATI TRICHODERMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidayat

    2017-10-01

    Trichoderma sebagai media untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah di lahan bekas tambang batubara. penelitian ini akan dilakukan reklamasi lahan bekas tambang yang rusak dan miskin unsur hara pada tahun 2015. Pembuatan demplot penelitian dengan ukuran 10 m x 5 m = 50 m2  sebanyak 3 demplot yang akan diberi perlakuan  (P1 tanaman LCC, (P2 agen hayati Trichoderma, dan (P3 Tanaman LCC + agen hayati Trichoderma yang dibandingkan dengan analisa awal (P0. Penanaman LCC  dan pemberian agen hayati trichoderma dengan lama waktu 6 bulan pengamatan (mematikan tanaman LCC setelah terjadi pengomposan dilakukan analisa sifat fisik dan kimia tanah setelah perlakuan guna melihat perubahannya kemudian dibandingkan dengan data hasil laboratorium sebelum diberi perlakuan di lahan tersebut hasil yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan Anova rancangan acak lengkap dan bila berpengaruh nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang  terbaik pada perlakuan P1 diperoleh dari hasil analisa N Total, C/N Rasio namun berbeda tidak nyata dengan P2 dan P3, perlakuan P2 yang terbaik dari hasil analisa Ca namun tidak berbeda nyata dengan P1 dan P3, C organik,  KTK tanah.  Perlakuan P3 yang terbaik pada hasil analisa Mg dan K2O sedangkan P0 yang terbaik diperoleh hasil analisa K dan P2O5. Sementara pH tanah dan hasil analisa sifat fisik tanah meliputi variabel seperti Berat jenis (Bulk Density, Porositas, Kadar air, tekstur, konsistensi dan bermeabiltas tanah berpengaruh tidak nyata.

  5. Diagnosis dan Penatalaksanaan Uveitis dalam Upaya Mencegah Kebutaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Sitompul

    2016-06-01

    Full Text Available Uveitis adalah peradangan uvea yang dapat mengakibatkan kebutaan. Uveitis dapat disebabkan oleh peradangan di uvea saja, merupakan bagian dari penyakit sistemik (autoimun, infeksi, keganasan, perluasan peradangan di kornea dan sklera, trauma, namun sebagian tidak diketahui penyebabnya (idiopatik. Uveitis anterior adalah inflamasi di iris dan badan siliar dengan gejala nyeri, mata merah, fotofobia, dan penurunan tajam penglihatan. Uveitis intermediet merupakan peradangan di pars plana namun sering diikuti vitritis dan uveitis posterior. Gejala uveitis intermediet biasanya ringan, tidak disertai nyeri dan mata merah namun tajam penglihatan dapat menurun akibat edema makula dan agregasi sel di vitreus. Uveitis posterior adalah peradangan di koroid dan retina yang sering terjadi di negara berkembang karena tingginya penyakit infeksi (toksoplasmosis, tuberkulosis, HIV, sifilis. Pasien mengeluh penglihatan kabur namun tanpa disertai mata merah, nyeri, atau fotofobia. Komplikasi uveitis posterior adalah katarak, glaukoma, edema makula, keratopati, kekeruhan vitreus, ablasio retinae, dan atrofi nervus optik. Prognosis uveitis posterior lebih buruk dibandingkan uveitis anterior. Panuveitis adalah peradangan seluruh lapisan uvea. Diagnosis uveitis ditetapkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan mata, pemeriksaan laboratorium dan pencitraan. Terapi uveitis ditujukan untuk menekan inflamasi, perbaikan struktur dan fungsi penglihatan, menghilangkan nyeri serta fotofobia. Kortikosteroid dan imunosupresan merupakan obat pilihan untuk mengatasi inflamasi sedangkan NSAID untuk mengurangi nyeri dan sikloplegik untuk mencegah sinekia posterior. Antimikroba diberikan bila uveitis disebabkan oleh infeksi. Penyakit yang mendasari uveitis harus diatasi secara komprehensif untuk mencegah perburukan, komplikasi dan kebutaan. Kata kunci: uveitis anterior, uveitis intermediet, uveitis posterior, panuveitis, autoimun, infeksi, trauma, peradangan Diagnosis and

  6. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  7. POTENSI PEMAKAIAN KERIKIL PATERONGAN TORJUN DAN OMBEN DI PULAU MADURA UNTUK BETON STRUKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julistiono Handojo

    2001-01-01

    Full Text Available The use of structural concrete in Madura increases with the development of the island, however coarse and fine aggregates which are used, mostly come from Jawa. This research explores the possibility of using the coarse aggregates from Madura taken from Paterongan, Torjun, and Omben. Although it is shown that in general the coarse aggregates are physically the same with aggregates from Mojokerto or Pasuruan and pass SNI, ACI, ASTM, and BS, only aggregate from Torjun pass the flakiness requirements. The fineness modulus of the aggregates do not pass SNI but pass the BS requirement. Using the aggregates in 225kg/cm2 concrete strength mix design fail to reach the target strength. Aggregates from Paterongan and Omben are only recommended for lean concrete, but there is a possibility to use aggregates from Torjun for structural concrete, with betterment in grading. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemakaian beton di pulau Madura meningkat seiring dengan perkembangan pulau Madura tetapi agregat kasar dan halus yang digunakan untuk pembuatan beton masih banyak didatangkan dari pulau Jawa. Untuk melihat kemungkinan penggunaan krikil Madura sebagai agregat kasar beton, telah dilakukan penelitian kekuatan terhadap kerikil Madura yang berasal dari Paterongan, Torjun, dan Omben. Meskipun secara umum dapat dikatakan sifat-sifat fisik kerikil tersebut mendekati sama dengan kerikil dari Mojokerto atau Pasuruan dan memenuhi syarat SNI, ACI, ASTM maupun BS, hanya krikil dari Torjun yang memenuhi syarat kepipihan. Modulus kehalusan kerikil tersebut juga tidak memenuhi syarat SNI walaupun masih memenuhi syarat BS. Penggunaan kerikil Paterongan, Torjun, dan Omben untuk mix disain 225 kg/cm2 ternyata di bawah target yang diharapkan, sehingga kerikil Paterongan dan Omben direkomendasi hanya untuk beton rabat, sedangkan kerikil dari Torjun kemungkinan masih bisa digunakan untuk beton struktur dengan perbaikan gradasi.

  8. Pengaruh sistem vulkanisasi konvensional (CV dan semi efisien (SEV terhadap sifat aging dan termal vulkanisat campuran karet alam dan karet butil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2015-12-01

    Full Text Available The purpose of this research was to study the effect of CV and SEV curing systems on aging and thermal properties of natural rubber and butyl rubber blends. The mixing of rubber and rubber chemicals using two roll-mills and the vulcanization process was carried out by the hydraulic press at 160° C and 150 kg/cm2. The research design used two variations; first, the CV curing system (accelerator/sulfur (1.0/2.5 phr and SEV curing system (accelerator/sulfur (2.1/1.5 phr, second, the ratio of natural rubber/butyl: 100/0; 95/5; 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30; 65/35; 60/40 and 55/45 phr. The parameter observed were tensile strength, elongation at break, hardness before and after aging and thermal properties, e.g.TG/DTA and DSC. The results showed that CV curing systems provided tensile, elongation at break properties gave higher quality and better aging properties. TG/DTA analysis of vulcanizates processed with CV curing systems provided slightly better thermal stability than of the SEV curing system.

  9. Daya antibakteri penambahan Propolis pada zinc oxide eugenol dan zinc oxide terhadap kuman campur gigi molar sulung non vital (The antibacterial effect of propolis additional to zinc oxide eugenol and zinc oxide on polybacteria of necrotic primary molar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yemy Ameliana

    2014-12-01

    , serta memiliki spektrum antibakteri yang sempit. Penelitian menunjukkan propolis dengan konsentrasi 20% memiliki daya antibakteri terhadap bakteri staphylococcus aureus Tujuan: Penelitian ini bertujuan meneliti efek aktivitas antimikroba pasta saluran akar dengan penambahan propolis pada zinc oxide eugenol (ZOEP dan pada zinc oxide (ZOP Metode: Kultur bakteri campur diperoleh dari saluran akar gigi molar sulung 5 pasien anak yang sedang dirawat saluran akar. Bakteri ditumbuhkan dalam BHI Broth dan diinokulasi ke Muller Hinton Agar media. Plate agar dibagi menjadi 3 bagian, dan setiap bagian dibuat satu sumuran. Sumuran pertama diisi dengan ZOE sebagai kontrol, sumuran kedua diisi dengan ZOEP dan sumuran ketiga diisi dengan ZOP, kemudian diinkubasi selama 24 jam, pada 37°C. Daya antimikroba ditentukan dengan mengukur diameter zona hambatan pertumbuhan bakteri campur. Data dianalisis statistik dengan t-test independent. Hasil: Pasta campuran zinc oxide propolis memiliki daya antibakteri terhadap kuman campur gigi molar sulung non vital paling kuat, diikuti pasta zinc oxide eugenol propolis, dan pasta zinc oxide eugenol. Terdapat perbedaan zona hambat yang signifikan diantara ZOE, ZOEP dan ZOP (p<0.05. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tambahan propolis pada pasta zinc oxide dapat meningkatkan efek antimikroba terhadap polybacteria saluran akar dari molar sulung yang nekrotik.

  10. Variasi morfologi, karyotipe dan pola pita protein pada berbagai varietas kamboja jepang (Adenium obesum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI HASTUTI

    2009-11-01

    Full Text Available Hastuti D, Suranto, Setyono P. 2009. Variasi morfologi, karyotipe dan pola pitaprotein pada berbagai varietas kamboja jepang (Adenium obesum. Bioteknologi 6:88-95. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi Adenium obesum dari enam varietas yaitu obesum, cery, red lucas, red fanta , white bigben, dan harry potter berdasarkan sifat morfologi, karyotipe, serta pola pita protein. Preparat kromosom dibuat dengan metode squash semi permanen dengan bahan ujung akar tanaman dan pola pita protein dilakukan dengan metode SDS-PAGE. Data kualitatif meliputi bentuk dan warna daun dan bunga dari masing-masing varietas. Data morfometri antara varietas dianalisis dengan analisis sidaik ragam (ANAVA, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT, pada taraf 5% terbukti terdapat beda nyata antar varietas. Pola pita protein akar, batang, daun serta semua organ dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis kelompok hierarkhis Average Linkage (between Groups dalam program SPSS 10.0. Hasilnya menunjukkan bahwa keenam varietas memiliki karakter morfologi yang bervariasi, yaitu warna daun hijau muda sampai hijau tua, tidak berbulu, tulang daun polos, sedangkan warna mahkota merah muda sampai merah tua, walaupun ada yang putih dan kuning. Jumlah kromosom semua sama yaitu n =22, dimana panjang absolut kromosom berkisar antara 2,56-5,13 µm. Pola pita protein yang terbentuk secara kualitatif terdapat variasi ketebalan di antara keenam varietas, yang menunjukkan adanya perbedaan kandungan proteinnya.

  11. PENGARUH KADAR TRIPTOPAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN KRABLET KEPITING BAKAU, Scylla serrata SELAMA MASA PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2017-01-01

    Full Text Available Kepiting bakau bersifat kanibal dan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lambat ketika diberi pakan buatan. Triptopan adalah salah satu asam amino esensial untuk pertumbuhan dan merupakan prekursor pembentukan serotonin yang dapat mengontrol sifat agresif pada beberapa vertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum triptopan pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan krablet selama masa pendederan. Empat dosis penambahan L-triptopan dalam pakan yaitu: 0% (A; 0,25% (B; 0,5% (C; dan 1,0% (D dengan kadar triptopan dalam pakan berturut-turut 0,41%; 0,52%; 0,67%; dan 0,96%; serta kontrol berupa pakan rebon kering (E yang mengandung triptopan sebanyak 0,79%. Hewan uji yang digunakan adalah krablet kepiting bakau berumur 3-5 hari sejak memasuki stadia krablet. Krablet dipelihara dalam bak fiber berukuran 1,0 m x 1,0 m x 0,5 m sebanyak 15 unit dengan kepadatan masing-masing 50 ekor/m2. Selama lima minggu pemeliharaan, krablet diberi pakan uji sebanyak 30%-15%/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krablet yang diberi pakan mengandung triptopan 0,67% menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi dan berbeda nyata (P0.05 among the treatments.

  12. ANALISIS KARAKTERISTIK BERPIKIR GEOMETRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN FASE VAN HIELE BERBANTUAN GEOMETERS SKETCHPAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Kurniawati

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini mendeskripsikan karakteristik bepikir geometri dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek kelas 7 SMP N 2 Rembang yang diambil tiga siswa tiap level. Pengambilan datanya dilakukan tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran berkategori baik. (1 Subjek level 1 dapat mendefinisikan, mengelompokkan jenis transformasi berdasarkan gambar, namun belum mengenal sifat, serta memiliki kemandirian belajar yang rendah, (2 subjek level 2 dapat mendefinisikan, mengelompokkan jenis transformasi dan menyebutkan sifat-sifatnya serta memiliki kemandirian belajar sedang, (3 subjek level 3 dapat mendefinisikan, mengelompokkan jenis transformasi dari gambar, menyebut sifat dan menghubungkan dengan jenis lainnya serta memiliki kemandirian belajar tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka guru dapat mendesain suatu pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa dengan memperhatikan karakteristik berpikir geometrinya.The purpose of this study was to describe the characteritics of VII grade students geometric thinking. This research was a descriptive qualitative research. The subject of this research was nine students of VII grade at SMP N 2 Rembang consist of three students from each level 1 (visualization, level 2 (analysis, and level 3 (informal deduction. Data in this research was the characteristics of geometric thinking obtained from test and interview. (1 Students of level 1 can define transformation based on the appearance; grouping the pictures; can’t understand properties of each transformation or related to another; and have low category in self regulated learning, (2 students of level 2 can define, grouping transformation based on the appearance, explain properties but can’t related to another, and have average category in their self regulated learning, (3 students of level 3 define, grouping transformation, understand properties

  13. Karakteristik Morfologi Permukaan Pada Polimer PVdF-LiBOB-ZrO2 dan Potensinya untuk Elektrolit Baterai Litium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etty Marti Wigayati

    2018-02-01

    Full Text Available Membran elektrolit polimer pada baterai litium ion berfungsi sebagai media transport ion dan sebagai separator antara anoda dan katoda. Dalam penelitian ini, telah dilakukan sintesis membran elektrolit polimer LiBOB (Lithium Bis Oksalato Borate dengan rumus kimia LiB(C2O42 dengan menggunakan Polyvilinidine fluoride (PVdF sebagai matriks dan bahan aditif  Zirkonium Oksida (ZrO2. Metoda yang dipergunakan adalah solution cast. Konsentrasi bahan aditif dibuat bervariasi. Membran yang terbentuk dikarakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electrone Microscope (SEM, sifat elektrokimia dengan Cyclic Voltametric (CV dan kapasitas baterai dengan kurva charge discharge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi permukaan rantai polimer saling berikatan dan tersusun dengan bagus. Pori tertutup oleh rantai polimer secara rata yang berikatan membentuk jaring dan saling bertumpukan pada keadaan amorf. Terjadi reaksi oksidasi dan reduksi pada sel baterai dengan kapasitas charge sekitar 24 mAh pada tegangan 4 volt, sedangkan kapasitas discharge bernilai sama sekitar 24 mAh pada tegangan 4 volt dengan penambahan 10% ZrO2.

  14. Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat dan Suhu Pengempaan terhadap Kualitas Papan Partikel Pelepah Nipah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2014-01-01

    Full Text Available Papan partikel tanpa perekat sintesis atau binderlessboard merupakan alternatif produk ramah lingkungan yang potensial dikembangkan di Indonesia. Kelemahan produk tersebut diantaranya adalah kestabilan dimensinya yang relatif rendah. Alternatif perbaikan produk bisa dilakukan dengan menambahkan bahan pengaktif komponen kimia. Asam sitrat memiliki tiga gugus karboksil dan diharapkan dapat membentuk ikatan ester dengan gugus hidroksil pada permukaan kayu. Penelitian menggunakan asam sitrat relatif baru dan belum banyak dikembangkan, oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk pengembangan produk biokomposit dengan menggunakan asam sitrat sebagai bahan pengikat. Bahan yang digunakan adalah pelepah nipah dengan ukuran partikel (halus dan kasar, konsentrasi asam sitrat (0% dan 10%, dan suhu pengempaan (180ºC dan 200°C. Pengujian sifat fisika dan mekanika dilakukan berdasarkan Japanese Industrial Standard untuk papan partikel (JIS A 5908. Penambahan asam sitrat memperlihatkan kenaikan sifat fisika (penyerapan air dan mekanika papan partikel. Perbedaan ukuran partikel mempengaruhi sifat mekanika papan partikel dimana ukuran partikel kasar memberikan nilai mekanika yang lebih baik dibandingkan dengan ukuran partikel halus. Kualitas papan partikel optimum diperoleh pada kondisi pengempaan 180ºC, penambahan asam sitrat 10% dari partikel ukuran kasar dengan nilai pengembangan tebal 2,4%, penyerapan air 41%, kekuatan rekat internal 0,2 MPa, modulus patah 5,5 MPa, dan modulus elastisitas 1,6 GPa. Kata kunci: asam sitrat, pelepah nipah, konsentrasi asam sitrat, suhu pengempa   Effect of Citric Acid Concentration and Pressing Temperature on the Quality of Particleboard from Nypa Frond Abstract Binderlessboard is one of the potential eco friendly products that can be developed in Indonesia. However, its boards usually have low in dimensional stability. Addition of the chemical agent, such as citric acid, that can improve the dimensional stability is

  15. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  16. Tanaman Genetically Modified Organism (GMO dan Perspektif Hukumnya di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuwono Prianto

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Genetically modified organism (GMO merupakan organisme yang gen-gennya telah diubah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Produk rekayasa genetika diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu generasi pertama: satu sifat; generasi kedua: kumpulan sifat; generasi ketiga dan keempat: near-intragenic, intragenic, dan cisgenic. Adapun produk rekayasa genetika pada tanaman di Indonesia di antaranya adalah padi, tomat, tebu, singkong, dan kentang. Regulasi tanaman hasil rekayasa genetika diatur oleh beberapa lembaga, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Komisi Keamanan Hayati, Tim Teknis Keamanan Hayati, dan Biosafety Clearing House, berdasarkan peraturan pemerintah No. 21 tahun 2005. Pengujian yang dilakukan pada produk rekayasa genetika meliputi analisis sumber gen penyebab alergi, sekuens homolog asam amino, resistensi pepsin, skrining serum, serta penggunaan hewan uji. Berbagai produk GMO di Indonesia sejauh ini merupakan produk yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, yang perlu diawasi secara ketat dari segi dampaknya terhadap lingkungan melalui ketentuan hukum yang berlaku, yang diwakili oleh instansi-instansi terkait tersebut.Abstract Genetically modified organism (GMO is an organism whose genes that have been altered by using genetic engineering techniques. Genetic engineering products are classified into 4 types, which are the first generation: one trait; the second generation: a collection of properties; the third and fourth generation: near-intragenic, intragenic, and cisgenic. The genetic engineering products in plants in Indonesia include rice, tomatoes, sugar cane, cassava, and potatoes. The application of the genetically engineered crops is regulated by several institutions, including the Ministry of Environment, the Ministry of Agriculture, the Biosafety Commission, the Biosafety Technical Team and the Biosafety Clearing House, under government regulation No. 21 of the year

  17. SINTESIS MEMBRAN NATA ALOE VERA-ETILENDIAMIN DAN KARAKTERISASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    EB Susatyo

    2014-06-01

    Full Text Available Serat yang terkandung di dalam nata Aloe vera adalah selulosa sehingga dapat digunakan dalam sintesis membran. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis membran nata Aloe vera-etilendiamin (nata-en menggunakan sistem vakum cair. Proses preparasi membran berlangsung melalui tiga tahap, yaitu preparasi nata Aloe vera, aktivasi menggunakan asam sulfat, dan modifikasi dengan menggunakan etilendiamin. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari teknik dalam sintesis membran nata-en kemudian melakukan karakterisasi untuk mengetahui karakter strukturnya. Hasil penelitian menunjukkan perilaku yang berbeda dalam hal sifat mekanik dan strukturnya. Membran nata murni memiliki sifat mekanik yang kuat, nata teraktivasi cenderung rapuh, sedangkan nata-en bersifat liat. Spektra infra merah dari ketiga tipe membran (nata murni, nata teraktivasi, dan nata-en secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan, hanya terjadi pergeseran panjang gelombang dari masing-masing membran. Berdasarkan spektra infra merah dapat diketahui bahwa masing-masing membran mempunyai gugus hidroksil, tetapi serapannya semakin melebar untuk setiap membran. Gugus alkil dan karboksil juga masih tampak, namun pada membran nata teraktivasi serapannya berkurang, sedangkan pada membran nata-en muncul puncak baru yang menunjukkan adanya gugus amin. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi ikatan antara nata dengan etilendiamin. Fibers contained in nata Aloe vera is cellulose that can be used in the synthesis of membrane. The research has done on the synthesis of nata Aloe vera-ethylenediamine (nata-en membrane by using liquid vacuum system. Membrane preparation process consisted of three stages, they are nata Aloe vera preparation, activation using sulfuric acid, and membrane modification by using ethylenediamine. The purpose of research is to study the technique of nata-en membrane synthesis then to perform the characterization to determine the character of their structure.The results

  18. PENGARUH RADIASI SINAR GAMMA COBALT-60 TERHADAP SIFAT MORFOLOGI DAN AGRONOMI KETIGA VARIETAS JAGUNG (ZEA MAYS L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makhziah

    2017-04-01

    Full Text Available Mutation is one of the ways to improve genetic variation in plant breeding so the target traits were more easily obtained. Grains of three varieties of maize (Bisma, Madura local, and Gumarang were treated with gamma 60cobalt irradiation doses (0, 100, 200, and 300 Gy before sowing then planted in a split plot randomized block design with three replication, to be evaluated for their morphology and agronomic traits. The Main plot was cultivars and sub plot was gamma radiation rates. There was no interaction between gamma rates and cultivars of maize, but increasing of gamma rates caused decreasing of some traits. Some traits such as plant height and leaves number were decreased significantly when gamma rate increased 100 to 300 Gy as well yield components such as grain weight and grain number per ear. Gamma 200 caused produce more ears than other rates. Bisma exhibited greater performance than Madura and Gumarang both of morphology and agronomic traits.

  19. ASPEK PROSES DIAGENESIS TERHADAP SIFAT FISIK BATUPASIR FORMASI KEREK, DAERAH KALIPUTIH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SINGOROJO, KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vanny Hertanto Vahyu

    2012-07-01

    Full Text Available The sedimentary rock is formed and associated with the diagenesis processes, as all the physical, chemical, andbiological changes in the characteristics of a sediment accumulation from the time the grains are deposited untilthey are metamorphosed. This process is profoundly influence the characteristic of sedimentary rock, including thetexture, internal structure, mineral composition, cementation type, and pore space. Hence, it is important to knowor learn the stage of sandstone diagenesis, especially in the Kerek Formation to mark the correlation betweendiagenesis and physical properties of sandstone.The purpose of this research is to identify the stage of diagenetic processes, diagenetic environment, the type ofcementation, and the relationship between diagenetic stage and physical properties of sandstone. The methods usedin this research are survey method and data analysis method. The survey method includes the making of crosssectionalmeasured stratigraphy and data analysis method includes petrographic and scanning electron microscopy(SEM.The sedimentary structures found in the carbonate sandstones are burrows, convolute ripple lamination, gradedbedding, parallel lamination, cross lamination, current ripple lamination; which are features of turbidity deposition(Bouma sequence. Based on the petrography analysis results for sample P 01 and P 02 showed compaction,cementation, dissolution, and bioturbation, with a porosity value of 1 %. Sample P 03 showed compaction,cementation, dissolution, and bioturbation, with a porosity value of 7 %. Sample P 04 showed compaction,cementation, and dissolution, with a porosity value of 1 %. Sample P 06 showed compaction, cementation,dissolution and replacement, with a porosity value of 5 %. Sample P 07 showed compaction, and cementation, witha porosity value of 30 %. The Lithology type in the research area was Calcarenite with dominant shell fragment,the lithology names are Packed biomicrite (Folks, 1959; in Nichols, 2009, and Packstone (Dunham, 1962; inNichols, 2009. Carbonate sandstones predominantly feldspar and quartz minerals and the lihtology names areCarbonate quartz wackes (Pettijhon, 1975; in Nichols, 2009, and Carbonate feldspathic arenite (Pettijhon, 1975;in Nichols, 2009. There are three minerals type of cement showed in carbonate sandstones which are calcite,chlorite and pyrite cements.The results of this research indicate that the diagenesis stages of carbonate sandstones showed cementation,dissolution, replacement, bioturbation, and compaction processes, and the more stages of diagenesis that occurs incarbonate sandstones will result in reduced porosity and progressively up at for formation stratigraphy excelsiorsediment rock assess its porosity is equal to 1%, 5%, 7% and 15% respectively. The type of cement minerals in thecarbonate sandstone influence porosity, especially in carbonate sandstone which there are chlorite cement that havesmall porosity value of 1%, 5% and 7%. The environment of diagenesis in carbonate sandstones that is phreatic andburial experienced of eogenesis process, mesogenesis process and telogenesis process.

  20. Penelitian pengaruh variasi bahan pelunak naphtenic oil terhadap sifat fisis tegangan putus dan perpanjangan putus kompon karet untuk alas sapi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luciawati Sunarjo

    1996-12-01

    Full Text Available The aim of this research is to know influence of plasticizer naphtenic oil to the physical properties of tensile strength and elongation at break of rubber compound for cowmats. It makes from Rubber Smoke Sheet (RSS and Styrene Butadiene Rubber 1502 (SBR as raw material with addition ingredients are Calcium Carbonate, FEF black, Stearic Acid, Zinc Oxide, Plasticizer Naphtenic Oil, Paraffine Wax, TMT, CBS, AOSP and Sulphur as Vulcanizing agent. Rubber compound for cowmats, formed to slab by hydraulic press at 1500C and 150 Kg/cm2. Than tested tensile strength and elongation at break. The result of this research indicated that platicizer naphtenic oil (x and tensile strength have regression equation as Y1 = 24.168 – 0.634 X (r = 0.87, while naphtenic oil and elongation at break have regression equation as Y2 = 236.32 + 21 X (r = 0.88.

  1. Pengaruh Ameliorasi Terak Baja Dan Pengaturan Tinggi Muka Air Tanah Terhadap Sifat Biologi Gambut Perkebunan Kelapa Sawit

    OpenAIRE

    Muharis, Satria

    2016-01-01

    This study was conducted in peat Oil Palm Plantation PTPN IV Kebun Panai Jaya province of North Sumatra and in cooperation with the Oil Palm Research Center (PPKS). The purpose of this study do sustainable peatland management by utilizing steel waste as fertilizer (ameliorant) and setting the ground water level. Giving ameliorant aims to increase levels of nutrients in the soil, while the management of groundwater levels to prevent subsidence in the peat. With the addition of ameliorant and s...

  2. PENGARUH JENIS PENGEMAS TERHADAP RETENSI KAROTEN, SIFAT FISIK DAN KIMIA GULA KELAPA YANG DIPERKAYA MINYAK SAWIT MERAH SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vicencius Prihananto

    2015-10-01

    hingga penyimpanan selama 2 bulan, kadar air produk pada semua perlakuan masih dalam kisaran standar SNI-013743-1995 (< 10 %, yaitu antara 8,55 % - 9,94 %. Kata kunci: Minyak sawit merah, retensi karoten, gula kelapa, penyimpanan, pengemas

  3. Ketahanan N-pentana Dan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Perapat Dari Campuran Karet Alam/akrilonitril-butadiena Dengan Kompatibiliser

    OpenAIRE

    Kinasih, Norma Arisanti; Fathurrohman, Muhammad Irfan

    2016-01-01

    The improvement of the compatibility of natural rubber (NR)/acrilonitrile-butadiene rubber (NBR) blend on rubber seal vulcanizate has been done by the addition of chloroprene rubber (CR) or epoxidized natural rubber (ENR) as compatibilizer. Rubber seal compound was made of NR and NBR blend (BN) with CR (BCR), and ENR with epoxy content of 10% (BENR10), 20% (BENR20), 30% (BENR30), 40% (BENR40), and 50% (BENR50). The composition in each formula was homogenized, with comparison of NR:NBR at 40:6...

  4. Deteksi Gen Penyandi Sifat Resistensi Metisilin, Penisilin dan Tetrasiklin pada Isolat Staphylococcus aureus Asal Susu Mastitis Subklinis Sapi Perah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatkhanuddin Aziz

    2017-02-01

    species specific gene of S. aureus and the gene encoding methicillin, penicillin and tetracycline were confirmed by PCR method. The results showed 11 isolates representing of Methicillin Susceptible Staphylococcus aureus (MSSA could be identified, wherein 5 isolates were harboring both of penicillin and tetracycline resistant genes respectively.

  5. Identifikasi Sifat dan Distribusi Sel Endokrin Ghrelin di Lambung Tikus (Rattus Norvegicus: Studi Immunohis-Tokimia pada Kondisi Obesitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Budipitojo

    2016-06-01

    Full Text Available Obesity is one of major nutritional problems in the world. Obesity is very dangerous, especially when concentrated in the abdomen, because it is closely linked to various diseases such as diabetes, hypertension, heart disease, which can to causing death. This study aims to identify the nature and distribution of ghrelin on gastric endocrine cells in the obese rat (Rattus norvegicus by using immunohistochemical techniques. The results will strengthen the understanding of the role and function of ghrelin as an alternative therapeutic target on obesity. The research used gastric tissues of ten obese and control rats which were stained with avidin-biotin-peroxidase complex method of immunohistochemistry. The results showed the existence of two types of ghrelin-producing cells (open and closed types on the gastric mucosa of control rats, and only one type of ghrelin producing cells (open type in obese rats. The intensity of ghrelin immunoreactive positive cells was detected weak in obese rats, but very strong in control rats. Ghrelin endocrine cells mainly distributed in the basal part of the gastric mucosa of the fundus parts, with a very small number in obese rats, but highly abundant in control rats. This study confirmed the decrease of the ghrelin synthesis and secretion in obese rat (Rattus norvegicus at the cellular level. The decrease of ghrelin synthesis is characterized by a reduction on the number of ghrelin producing cells, the disappearance of the close type of ghrelin producing cells, and the low activity of protein synthesis in the ghrelin producing cells. Ghrelin endocrine cells distributed mainly in the basal part of the gastric mucosa, especially in the fundus parts.

  6. Reologi, sifat aging, termal, dan swelling dari campuran EPDM/NR dengan bahan pengisi carbon black N220

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2016-06-01

    Full Text Available The blends of EPDM and NR are immiscible in nature and incompatible. Introducing maleic anhydride as a compatibilizer into the blends was expected to produce compatible blends with balanced mechanical properties. The purpose of this research was to determine the effect of EPDM/NR ratio on the rheological, aging, thermal and swelling properties of the blends. The variation of EPDM/NR ratio were 100/0, 80/20, 70/30, 60/40, 50/50, and 40/60 phr. The blends were mixed using two roll mill. The results showed that the addition of NR affects the maximum torque, scorch time, and optimum vulcanization time. In the blends, EPDM plays an important role in improving aging, swelling, thermal properties.

  7. Analisis sifat fisika pemanfaatan pati tandan kosong sawit dan limbah plastik LDPE sebagai bahan pembuatan plastik biodegradabel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tengku Rachmi Hidayani

    2017-06-01

    Full Text Available This research aimed to overcome the issue of plastic packaging waste that accumulates in nature because synthetic polymers cannot be easily unraveled by bacteria. Biodegradable plastics were produced by mixing waste of plastics of the low density polyethylene (LDPE with starch of empty palm fruit bunches, modified with the addition of maleic anhydride as a crosslinking agent. To produce biodegradable plastics, different compositions of LDPE waste, starch of empty palm fruit bunch, maleic anhydride, and benzoyl peroxide were used, namely (90: 10: 1: 1, (80: 20: 1: 1, (70: 30: 1: 1, and (60: 40: 1: 1. Research stages consisted of extraction of starch from palm empty fruit bunch (PEFB; preparation of biodegradable plastic powder with the reflux method and xylene solvents; and making of biodegradable plastics using the press molding method. Based on the results of characterization, it was revealed that the optimum condition was generated by biodegradable plastics with the composition of LDPE waste, starch of empty palm bunches, maleic anhydride, and benzoyl peroxide was equal to 60: 40: 1: 1, which generated the tensile strength value of 6.9410 N/m2, the elongation at break of 3.1875%, the the melting point temperature of 103oC, and the decomposition temperature of 384oC. Besides, the thermal gravimetric test generated a residue of 12.6% and results of the analysis on morphological properties suggested that the starch distributed evenly.

  8. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanolik Daun Teh Hijau (Camellia sinesis L. dalam Sediaan Krim terhadap Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Widyaningrum

    2012-12-01

    Design and Method: In this study, green tea leaf extract condensed obtained by maceration using 50% ethanol solution. Cream formula that is made in five concentration ethanolic extract of green tea leaves 1%, 3%, 5%, 7%, and 9% use a modified formula antiacne cream. Cream tested physical properties include homogenity, percent separation, dispersive power and adhesion. During the antibacterial activity was also tested. The data obtained were analyzed statistically using the non-parametric Kruskal-Wallis test followed by Mann Whitney test with a level of 95%. Results: The preparation cream ethanolic leaf green tea extract at various concentrations have good homogenity and not separate, the greater concentration of cream ethanolic extract of green tea leaves get smaller power and energy dispersive adhesion, whereas the inhibitory against Staphylococcus aureus bacteria is getting biger. Conclusion: Cream ethanolic extract of green tea leaves that are comparable with the positive control (Ristra acne creaming the physical properties and the antibacterial activity at a concentration of 7% (Sains Medika, 4(2:147-156.

  9. KAJIAN SIFAT FISIK, KIMIA DAN FISIOLOGI TERHADAP BEBERAPA TINGKAT KEMATANGAN BUAH RAMBUTAN VARIETAS SI MACAN DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurhayati

    2016-10-01

    Full Text Available The aim of this research was to determine theee effect of physical, chemical and physiological characteristic of several stages maturity of rambutan cultivar Simacan in Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. This experimental research was conducted from March to May 2004 used a single factorial Randomized Complete Design (RCD, consisted of six levels, i.e.: A (Rambutan fruit with red stages of maturity, B (Rambutan fruit with yellowness red stages of  maturity, C (Rambutan fruit with yellow  stages of  maturity,  D (Rambutan fruit with greennes  yellow stages of  maturity, E (Rambutan fruit with green  stages of  maturity.  The treatment was done in three replications. The research result showed that (i According to the physical characteristics (weight of whole fruit, fruit flesh and flesh thickness, rambutan in red stages of maturity (84,340%, the highest sugar content was in the red stages of maturity (86,20%, the highest vitamin C content was in the red stages of maturity (29,151% and the highest total solution soluble was in the yellow stages of maturity (15,104% (iii. According to the physiological characteristics, the highest respiration rate was in the greenness yellow fruits stage of maturity ( 0,0495%. Based on the research, it is better for  farmers to harvest rambutan Simacan once they are in red stage. In this stage the rambutan will have its highest sugar, and vitamin C contents.

  10. Penelitian penerapan sol karet sepatu kanvas untuk olah raga pada industri ditinjau dari sifat ketahanan kikis dan kekerasannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Any Setyaningsih

    1998-06-01

    Full Text Available Appied research rubber sole for canvas shoes sport of industry have observed of properties abrasion resistance and hardness with perform research on the process to shape sole in industry with variation time of 4, 5, 6, 7, 8 minutes and pressure of 145, 150, 155 kg/cm2 on temperature 150’C on the result 15 variation soles, until of result properties abrasion resistance = 0.1410 mm3/kgm and hardness = 70 shore A to shape with variation pressure 150 kg/cm2, time 6 minute and temperature 150’C ti fill means SNI 0171-1987 A : Canvas Shoes with Rubber Sole for Sport.

  11. SIFAT FUNGSIONAL PATI GARUT HASIL MODIFIKASI HIDROKSIPROPILASI DAN TAUT SILANG [Functional Properties of Hydroxypropylated and Crosslinked Arrowroot Starch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rijanti Rahaju Maulani1*

    2013-06-01

    Full Text Available Dual-modified arrowroot starch using hydroxypropylation and cross-linking methods was carried out to overcome the deficiency in of native arrowroot starches for food processing application. The modification applied the combination concentration of propylene oxide (8, 10, and 12% and ratio of sodium trimetaphosphate (STMP:sodium tripolyphosphate (STPP (1%:4%, 2%:5%, and 3%:6%. The resulting dual-modified arrowroot starches had lower gelatinization temperature (68.45–70.00ºC than that of native arrowroot starch (72.85ºC. The modified arrowroot starches also had a higher peak viscosity (>5500 cp than that of native arrowroot starch (4209 cP. Breakdown and setback viscosity of modified arrowroot starch was higher values than the native. At acidic pH, the viscosity decreased at different levels of temperature changes as compared to that of normal pH. Modified starch made with 8% propylene oxide and ratio of STMP: STPP 2%:5% and 3%:6%; as well as that made with 10% propylene oxide and 1% STMP:4% STPP had the lowest syneresis tendency. Decrease in the paste clarity occured with increasing concentration of STMP:STPP. The sedimentation volume of the modified starch was higher (29.17-35.83% than that of native starch (28.08%, except for those made with 1% STMP: 4% STPP at concentration of propylene oxide 8% and 12%. The gel strength increased (61.77-78.97 gf at 8% propylene oxide, but decreased (66.50-47.77 gf at higher concentrations.

  12. Pengaruh Pelapisan Kitosan terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tomat Segar (Lycopersicum pyriforme pada Berbagai Tingkat Kematangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melly Novita

    2012-10-01

    Full Text Available Tomato fruit undergoes many physicochemical changes after harvest caused by the process of metabolism. The method used to inhibit the metabolic processes in tomatoes can be overcome by controlled atmosphere storage. However, this method requires a high cost. Therefore there is another method that is more practical and economical to imitate the mechanism of the controlled atmosphere is by the use of coating materials (coating. Coating material must be able to form a barrier layer of the loss of water content and can maintain fruit quality and does not pollute the environment. Chitosan is a natural alternative as a coating material that is non-toxic and safe for health. This study aimed to observe the effect of chitosan coating on quality and shelf life of fresh tomatoes at different maturity levels. The study design used was completely randomized design (CRD factorial with two factors. The factor I was the maturity stages which consisted of 3 (three levels : K1 = full green (0-10% red skin, K2 = light red (30-60% red skin, K3 = ripe ( > 70% red skin. Factor II is storage duration which consisted of 5 (five level : P1 = 0 day, P2 = 5 days, P3 = 10 days, P4 = 15 days, P5 = 20 days, with 2 (two replications. The analysis conducted on tomatoes were weight loss, solusble solids concentration, total acid, and vitamin C. The results showed that the tomatoes were coated chitosan could inhibit weight loss, soluble solids concentration, total acid, and vitamin C than untreated tomatoes (control. Chitosan coating with a concentration of 1% and a long soaking for 10 minutes on the tomatoes with the maturity stages of 0-10% skin red and 30-60% skin red could maintain in good condition for 20 days of storage. But the tomatoes with the maturity stage > 70% red skin only able to survive 10 days of storage.

  13. Identifikasi Ras Fisiologis Fusarium oxysporum f.sp. cubense Berdasarkan Sifat Kompatibel Secara Vegetatif dan Pembentukan Bahan Volatil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wibowo

    2002-07-01

    Full Text Available Race characterization of F. oxysporum Schlecht. f.sp. cubense (E.F. Smith Snyd. & Hans. by determining disease reaction is difficult because the result may be biased due to the variability of growing condition. This study is aimed to identify physiological races of F. oxysporum f.sp. cubense in banana plantation in the province of Daerah Istimewa Yogyakarta by examining the relation of the fungal pathogen isolates. The identification of physiological races of F. oxysporum f.sp. cubense was based on vegetative compatibility groups (VCGs. The research was conducted in The Laboratory of Mycology Faculty of Agriculture GMU on March to November 2000. Observation of heterokarion formed by the mutant of F. oxysporum f.sp. cubense on selective medium was carried out in order to identify the compatibility of two different fungal isolates. Nitrate non utilizing (nit mutants obtained without mutagen were used as the label. Nit mutant obtained from the same wild type isolates could form heterokarion on minimal agar medium containing NaNO3 as nitrogen source. Eleven isolates of F. oxysporum f.sp. cubense have been isolated from several cultivars of banana. Vegetative compatibility tests showed that of 11 eleven isolates, there were six different group VCGs where four of them formed volatile compound in rice medium whereas two of them did not. Key words: Fusarium wilt, F. oxysporum f.sp. cubense, vegetative compatibility groups (VCGs

  14. Identifikasi Ras Fisiologis Fusarium Oxysporum F.sp. Cubense Berdasarkan Sifat Kompatibel secara Vegetatif dan Pembentukan Bahan Volatil

    OpenAIRE

    Wibowo, Arif; Suryanti, Suryanti; Sumardiyono, Christanti

    2002-01-01

    Race characterization of F. oxysporum Schlecht. f.sp. cubense (E.F. Smith) Snyd. & Hans. by determining disease reaction is difficult because the result may be biased due to the variability of growing condition. This study is aimed to identify physiological races of F. oxysporum f.sp. cubense in banana plantation in the province of Daerah Istimewa Yogyakarta by examining the relation of the fungal pathogen isolates. The identification of physiological races of F. oxysporum f.sp. cubense was b...

  15. Potensi minuman bubuk kedelai (var. Galunggung sebagai minuman fungsional: sifat fisikokimia, efek hipoglikemik dan hipokolesterolemik serta status antioksidan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyaningrum Aviriani

    2012-04-01

    Conclusion: Powdered soybean (var. Galunggung beverage has the potential to be developed as functional drink with several health claims, i.e. reduce glucose and cholesterol levels, and improve antioxidant status.

  16. KONSEP QONA’AH DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH MAWADDAH DAN RAHMAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Mahmudah Noorhayati

    2017-02-01

    Full Text Available Tulisan ini menjelaskan konsepsi tentang pentingnya qonaah (nafsiologi yang sungguh-sungguh terhadap apa yang diterima atau dimiliki dalam konsteks kehidupan rumahtangga, merupakan prioritas dominan untuk menjaga, menyeimbangkan dan merealisasikan suatu keluarga yang sakinah,mawaddah dan rahmah (samarah. Ditengah realitas masyarakat modern saat ini yang menggambarkan kecenderungan pola hidup konsumtif, hedonis, kompetitif dan teknologis secara berkesinambungan. Pola hidup tersebut berpotensi menyebabkan munculnya sikap atau perilaku berlebihan bagi setiap individu yang mengarah kepada sikap individualis, ataupun antipati sosial. Bahkan bisa menguatkan sifat kebencian, kesombongan, dendam dan sifat tercela lainnya. Melalui kajian pustaka dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, tulisan ini ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana konsep qonaah dalam mewujudkan sebuah keluarga samarah?. Jati diri seorang muslim atau muslimah saat ini dan mendatang terus diuji melalui perubahan-perubahan dalam semua aspek di lingkungan terdekatnya. Harapan dan impian setiap anggota keluarga dalam mendambakan kehidupan rumahtangga yang tentram, rukun, harmonis pada saatnya termanifestasikan dalam realitas interaksi sosial, bila keberadaan individu memiliki kematangan falsafah yang tampak melalui spiritual dan sosialnya secara berimbang. Kata kunci: qonaah, sakinah, mawaddah, rahmah, keluarga.   THE QONAAH: A CONCEPT TO REALIZING SAKINAH MAWADAH WA RAHMAH FAMILY. This article is describe about the concept of the important of qonaah that they have received and belonged wholeheartedlyy in the context of household, it is the dominant priority to keep, to balance and to realisize the family that has sakinah, mawaddah and rahmah (samarah. In the middle of modern era, the societies are tend to be consumtive, hedonis, competitive and thechnologic lifestyles as continuity. This lifestyle had influences for a negative effects such as an excessive attitudes and

  17. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L. SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiwit Widowati

    2016-06-01

    Full Text Available Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. Endophyte fungi can be found in many plants especially herbs such as turmeric (Curcuma longa L. The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from stem of C. longa L. which is potential as an antioxidant producer. The endophyte fungi isolated from turmeric stem were 12 isolates. Antioxidant activity was assayed using 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH showed that isolate K.Cl.Sb.B1 produced the highest inhibition value (78,81%. Based on molecular identification, the isolate K.Cl.Sb.B1 was Colletotrichum sp.Keywords: Curcuma longa L., endophyte fungi, identification antioxidant ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang terdapat di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan tanaman inang. Kapang endofit mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Kapang endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat seperti kunyit (Curcuma longa L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang endofit dari batang tanaman kunyit yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH menunjukkan bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi tertinggi (78,81%. Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp.Kata kunci: Curcuma longa L., identifikasi antioksidan, kapang endofit

  18. KOMPOSISI KIMIA DAN ORGANOLEPTIK FORMULA NUGGET BERBASIS TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG RICEBRAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sufiati Bintanah

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Di Indonesia terjadi perubahan pola penyakit dari infeksi dan kekurangan gizi ke degeneratif dan kanker akibat perubahan gaya hidup dan pola makan  tinggi lemak dan rendah serat serta modernisasi pola hidup. Tempe kedelai merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan trigliserida, kolesterol total, kolesterol LDL, serta meningkatkan kolesterol HDL. Bekatul juga merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan kadar lemak darah karena mengandung oryzanol, tokoferol, dan asam felurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi formula nugget berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptik serta aktifitas antioksidan. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan perlakuan formulasi tepung tempe dan tepung ricebran sebanyak 10 formula. Analisis komposisi kimia dilakukan terhadap bahan mentah dan nugget meliputi analisis protein (mikro kjedhl, lemak (soxhlet, air (oven, karbohidrat (Luff Schoorl l, penetapan kadar Vitamin E (Alfa-Tokoferol, analisa aktivitas anti bakteri metode difusi agar. Pengujian organoleptik menggunakan metode scoring. Hasil menunjukkan nugget dengan formula tepung tempe 50% dan tepung bekatul 50% (formula A7, mempunyai komposisi kimia terbaik yaitu protein 19,5g%, lemak 18.33g%, air 35.59%, abu 1,62%, serat kasar 9,57g%, Karbohidrat 25,41 g%, Vitamin E 148,92 µg/g, aktifitas antioksidan 197,1 µg/ml. Hasil pengujian organoleptik terhadap warna, rasa, aroma maupun tekstur yang paling disuka pada formula A7. Kesimpulan: Optimasi tepung tempe dan rice bran yang diterima berdasarkan sifat fisik, organoleptik dan analisa zat gizi adalah dengan perlakuan sangrai 20 menit. Formula nugget yang optimum A7 dengan perbandingan tepung tempe dan rice bran 50:50 g. Kata Kunci: Komposisi Kimia, Organoleptik, Formula Nugget, Tepung Tempe, Ricebran Abstract In Indonesia, there has been a changing disease pattern from infectious and food deficiency diseases to degenerative and cancerous diseases. Soy bean cake

  19. KARAKTERISTIK MEKANIS DAN PERILAKU LENTUR BALOK KAYU LAMINASI MEKANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Prasetyowati Putri

    2016-09-01

    . Three types of the mechanical-laminated beams used in this study beside glulam beams as control. The type 1 using bolts/nails along the span as a connector between laminas. Beam type 2 only using nails/bolts on the one-third span at both ends of the beam, while adhesive on the other space of span. Nails or bolts on beam type 3 is placed on the one-third span at the middle of the beam, and the other space using adhesive. Bending test was conducted by using one-point centre loading method with 90 cm of span. The study concluded that beam type 3 has the highest value of Modulus of Elasticity (MOE compared to beam type 1 and type 2. The highest MOE for laminated beams is found on nail-laminated beam with diameter of 0.3 cm type 3 (52162.95 kg/cm2 while the lowest one is on nail-laminated beam with diameter of 0.3 cm type 1 (11077.41 kg/cm2. The highest Modulus of Rupture (MOR is found on nail-laminated beam with diameter of 0.3 cm type 3 (368.16 kg/cm2, and the lowest one is on bolt-laminated beam with diameter of 0.5 cm type 3 (207.36 kg/cm2. The control beam has the highest value of MOE and MOR compared to all mechanical-laminated wood beams. Position of bolts, nails, and adhesive on the laminated beams is only affects to MOE. All damage found on the mechanical-laminated beams is in form of flexural collapse and shear failure among laminas. REFERENCES Anshari, B (2006. Pengaruh variasi tekanan kempa terhadap kuat lentur kayu laminasi dari kayu meranti dan keruing. Civil Engineering Dimension. 1(8:25-33. Gere, JM dan Timoshenko, SP (2000. Mekanika Bahan. Suryoatmono B, penerjemah; Hardani W, editor. Jakarta (ID: Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Mechanics of Material Fourth Edition. [JAS] Japanese Agricultural Standard (2003. Glued Laminated Timber. JAS 234:2003. Mardikanto, TR., Karlinasari, L., Bahtiar, ET (2011. Sifat Mekanis Kayu. Bogor (ID: IPB Press. Moody RC., Hernandez, R., Liu, JY (1999. Glued structural members. Di dalam: Wood and Handbook, Wood as Engineering

  20. Identifikasi dan Pengendalian Jamur Busuk Putih Buah Salak dengan Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Pratomo

    2009-12-01

    Full Text Available One of the important disease on snakefruit (Salacca edulis is fruit rot disease with white symptom. Control of snake fruit diseases is better when natural compounds rather than chemicals pesticide were used which might cause consumer hazard. Several of plant extract i.e. from Zingiberaceae which have antimicrobial activity had been studied. The purpose of this study were to identify the pathogen of white rot and to know the effect of torch ginger’s flower (Nicolaia speciosa extract on disease development. The spores was identified under microscopic condition from diseased fruits and isolates. Torch ginger’s flowers was extracted in ethanol. After removal of the ethanol the crude extract was dissolved with distilled water. Food Poisoned Technique was done to evaluate its influence in vitro. Both detached and clustered fruits were sprayed with the extract then inoculated with the pathogen. The result showed that the pathogen was Chalaropsis sp. Detached snakefruit was more susceptible to Chalaropsis sp. infection than those in cluster. In vitro test showed 48–50 % of torch ginger’s flower extract in water inhibit 90% of colony growth. The extract inhibited the development of Chalaropsis sp. in detached snakefruit or in cluster ones. Concentrated extract protected snakefruit up to 100% from Chalaropsis sp. infection.   Salah satu penyakit penting yang menurunkan tingkat pemasaran buah salak adalah penyakit busuk buah dengan gejala jamur putih. Pengendalian penyakit ini dengan bahan nabati lebih baik dibandingkan dengan pestisida kimia yang berbahaya bagi konsumen. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tanaman dari keluarga Zingeberaceae antara lain bunga kecombrang mengandung senyawa antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab penyakit jamur putih pada buah salak dan pengaruh ekstrak bunga kecombrang untuk pengendalian penyakit tersebut. Identifikasi patogen secara mikroskopi dilakukan secara korekan langsung dan

  1. Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut melalui Teknik Ameliorasi dan Inokulasi Mikroba Pelarut Fosfat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Nur Istina

    2014-12-01

    Full Text Available Keterbatasan lahan potensial menyebabkan perluasan areal pertanian mengarah pada lahan gambut. Kendala pengembangan lahan gambut adalah rendahnya kandungan hara tersedia bagi tanaman. Fosfat (P merupakan salah satu unsur hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, disisi lain ketersediaan hara ini pada lahan gambut terbatas karena ikatan asam organik dan sifat yang mudah tercuci. Penelitian untuk menguji pengaruh ameliorasi dan inokulasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan hara P di lahan gambut dilakukan di kebun pembibitan kelapa sawit petani di Riau dari Oktober 2013 - Maret 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, kandungan hara tanaman, dan bobot biomasa bibit setelah 5 bulan di pembibitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan P tersedia, serapan P oleh batang dan akar, berat brangkasan dan berat kering batang. Sedangkan mikroba pelarut fosfat berpengaruh secara tidak nyata.The limitation of potential land leads agricultural development expansion to the peat soil area. Constrain of the peatland development is the low nutrient content that is required by plant. Phosphate is one of major growth and production limiting nutrient because of the solublelize of the organic acids and immobility The research was conducted from October 2013 – March 2014 at the farmer main nursery in Riau province to test the effect of amelioration and phosphate solubilizing microbe inoculation on P availability on palm oil seedling growth and production at peatland, used Randomized Block Design with 30 treatments and 3 replications. The parameters observed were plant height, leaf number, leaf width, leaf length, stem diameters, nutrient contents, also fresh and dry weight after 5 months at the

  2. Pengaruh Konsentrasi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil dan Minyak Jarak (Castor Oil terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Mandi Cair

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Widyasanti

    2017-04-01

    Full Text Available VCO contains of lauric acid that perform to smooth and to moisturize the skin. Castor oil has ricinoleic acid that serves to protect the skin. Therefore, both of the oil are suitable to be the raw material for liquid soap making. This study aimed were to produce a liquid soap, to determine the exact concentration of VCO and castor oil for liquid soap and to find out the effect of VCO and Castor Oil concentrations to the characteristics of liquid soap. The method used was laboratory experimental method with descriptive analysis. The treatments in this study were A =concentrations of VCO 100 %, B = concentrations of VCO 80 % and castor oil 20 %, C = concentrations of VCO 50 % and castor oil 50 %, D = concentrations of VCO 20 % and castor oil 80 %, and E = concentrations of castor oil 100 %,  from 200 gram soap base. The parameter observed for liquid soap included chemical properties, physical properties of soap, and organoleptic test. The result shows that all treatments complies the requirement SNI 06-4085-1996. The formula of liquid soap with treatment B was revealed as the best product with 0.01 % of total alkali content, pH value of 9.16 , specific gravity 1.06, and total plate count 5colonies/g. This technology process of natural liquid soap production with the VCO and castor oil could be develop and apply in industrial scale.

  3. Pengaruh Konsentrasi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dan Minyak Jarak (Castor Oil) terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Mandi Cair

    OpenAIRE

    Asri Widyasanti; Shayana Junita; Sarifah Nurjanah

    2017-01-01

    VCO contains of lauric acid that perform to smooth and to moisturize the skin. Castor oil has ricinoleic acid that serves to protect the skin. Therefore, both of the oil are suitable to be the raw material for liquid soap making. This study aimed were to produce a liquid soap, to determine the exact concentration of VCO and castor oil for liquid soap and to find out the effect of VCO and Castor Oil concentrations to the characteristics of liquid soap. The method used was laboratory experiment...

  4. Sifat fisika dan analisis gugus fungsi karet seal o-ring dari bahan termoplastik elastomer nitrile butadiene rubber (NBR dan polyvinyl chloride (PVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2013-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to determine the physical properties and functional groups on O-ring rubber seals made of thermoplastic elastomers blend NBR and PVC. Composition of the NBR / PVC were successively varied : 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30 and 65/35 phr. Mixing process between NBR/PVC with additive used a two roll mill within a temperature of 60º - 80 ºC, the vulcanization process used a hydraulic press at a temperature of 170 oC and pressure of 150 kg/cm2. The physical properties were evaluated including tensile strength, elongation at break, hardness, before and after aging, hardness after immersion in isooctane and swelling while analysis of functional groups was also carried out by method of Fourier Transform Infrared Spectrophotometer (FTIR. The result of the best vulcanized was characterized by tensile strength 188.93 kg/cm2, the change of tensile strength after aging 2.50%, elongation at break of 400%, the change of elongation at break after aging was 12.5%, hardness 75 shore A, the change of hardness after aging 0%, the change of hardness after immersion in isooctane 1.3%, swelling 0.8% and functional group of vulcanisate was indicated by new peak (OH at wave band of 3468 cm-1. Those formula met the requirements of the technical specifications of ASTM D 2000 seal O-ring.

  5. Pengaruh Pemberian Kompos Jerami Dan Pupuk Sp-36 Pada Tanah Sulfat Masam Potensial Terhadap Perubahan Sifat Kimia Serta Pertumbuhan Dan Produksi Padi (Oriza Sativa L.)

    OpenAIRE

    Bhakari, Herlina Eka; Fauzi, Fauzi; Hanum, Hamidah

    2013-01-01

    The objective of this research was to study the effect of rice straw compost and the application ofphosphorus fertilizer of SP-36 on chemical characteristic of acid sulphate soils, rice growth andproduction (Oryza sativa L). This research was conducted in greenhouse agricultural departments,Universities Northen Sumatera, Medan. This study used a randomized block design factorial, with2 factors : factor 1 : rice straw compost treatment (J) wich consist of : J0 = 0 ton ha-1(0 g straw/pot); J1 =...

  6. Pengaruh Pemberian Kompos Jerami Dan Pupuk Sp-36 Pada Tanah Sulfat Masam Potensial Terhadap Perubahan Sifat Kimia Serta Pertumbuhan Dan Produksi Padi (Oryza Sativa L.)

    OpenAIRE

    Bhakari, Herlina Eka

    2013-01-01

    The objective of this research is to study the effect of rice straw compost and the application of phosphorus fertilizer of SP-36 on chemical characteristic of acid sulphate soils, rice growth and production (Oryza sativa L). This study used a randomized block design factorial, with 2 factors : factor 1 : rice straw compost treatment (J) wich consist of : J0 = 0 ton ha-1 (0 g straw/pot) ; J1 = 10 ton ha-1 (40 g straw/pot); J2 = 20 ton ha-1 (80 g straw /pot); J3 = 30 ton ha-1 ...

  7. Kajian Sifat Kimia Tanah, Pertumbuhan Dan Produksi Padi Pada Tanah Sulfat Masam Potensial Akibat Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Pupuk Sp-36

    OpenAIRE

    Tambunan, Sri Wahyuni; Fauzi, Fauzi; Purba, Marpaung

    2013-01-01

    The objective of this research is to study the effect of empty palm oil bunch compost (EPOBC) andthe application of phosphorus fertilizer of SP-36 on chemical characteristic of acid sulphate soils,rice growth and production (Oryza sativa L.). This study used a randomized block design factorial,with 2 factors: factor 1: compost EPOBC treatment (B) which consist of: B0 = 0 ton ha-1 (0g EPOBC/pot) ; B1 = 10 ton ha-1 (40 g EPOBC/pot); B2 = 20 ton ha-1 (80 g EPOBC/pot);B3 = 30 ton ha-1 (120 g EPOB...

  8. Kajian Sifat Kimia Tanah, Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryiza sativa L.) Pada Tanah Sulfat Masam Potensial Akibat Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk SP-36

    OpenAIRE

    Tambunan, Sri Wahyuni

    2013-01-01

    This research aims to compost give effect empty palm bunch studies and fertilizer SP-36 to improve chemistry characteristic, growing and rice production (Oryza sativa L.) in acidic sulfate soil. This research was conducted in greenhouse agricultural departments, universities northern Sumatra, Medan. This study used a randomized block design (RAK) factorial, with 2 factors: factor 1: compost TKS treatment factor (B) are : B0 = 0 ton ha-1 (0 g TKS/pot) ; B1 = 10 ton ha-1 (40 g TKS/pot); B2 = 20...

  9. PENERIMAAN PANELIS DAN SIFAT KIMIAWI EMULSI LABU KUNING DAN FRAKSI OLEIN SAWIT [Pannelists Acceptance and Chemical Properties of Pumpkin and Palm Olein Fraction Emulsion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Rahmadi

    2015-12-01

    Full Text Available This study aimed to produce functional food products with the main ingredient of pumpkin and olein fraction of red palm oil (OF-RPO. This research was conducted in two stages. The first was to analyze consumer acceptance where a Completely Randomized Design was used with one factor. The factor was the composition of pumpkin and OF-RPO levelled as follow: 100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, and 0:100 (v/v. In the second stage, analyses of carotenoids using HPLC, FFA, pH, vitamin C, and peroxide values were carried out on selected formula (mixture of pumpkin and OF-RPO, formula with 100 mL of pumpkin, formula with 100 mL of OF-RPO, and negative control (without pumpkin and OF-RPO, before and after the storage period of two months, except for HPLC analysis. The best formula based on acceptance test was a composition of 90 mL pumpkin and 10 mL OF-RPO was further diluted 1:4 (v/v. Characteristics of the product were sweet, sour, not bitter, not grassy, and not rancid. The emulsion product contains trans-β-carotene at 141.65±0.47 mg/L, equivalent to 237 UI activity of vitamin A/mL. The content of trans-β-carotene was found at the highest (341.83 mg/L from the pumpkin juice, while the OF-RPO had the lowest trans-β-carotene content (41.2 mg/L. Product was acidic with a pH of 3.6±0.1 and with vitamin C content of 13.2±1.2 mg/100 g of product. Acidity and vitamin C levels tended to remain stable during the storage period for two months. Peroxide value of the emulsion product was at 0.8 mEq oxygen/kg. The FFAs were in the range of 1.59 to 1.73% and they also did not change significantly after storage for two months.

  10. PENERIMAAN PANELIS DAN SIFAT KIMIAWI EMULSI LABU KUNING DAN FRAKSI OLEIN SAWIT [Pannelists Acceptance and Chemical Properties of Pumpkin and Palm Olein Fraction Emulsion

    OpenAIRE

    Anton Rahmadi; Yuliadini Puspita; Sukmiyati Agustin; Miftakhur Rohmah

    2015-01-01

    This study aimed to produce functional food products with the main ingredient of pumpkin and olein fraction of red palm oil (OF-RPO). This research was conducted in two stages. The first was to analyze consumer acceptance where a Completely Randomized Design was used with one factor. The factor was the composition of pumpkin and OF-RPO levelled as follow: 100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, and 0:100 (v/v). In the second stage, analyses of carotenoids using HPLC, FFA, pH, vitamin C, and peroxid...

  11. Perbandingan Berat Lahir, Persentase Jenis Kelamin Anak dan Sifat Prolifik Induk Kambing Peranakan Etawah pada Paritas Pertama dan Kedua di Kota Metro

    OpenAIRE

    Muhammad Dima Iqbal Hamdani

    2015-01-01

    The aim of research was to compare birth weight, sex of kids, prolificacy of does between the first and second parity of Ettawa grade goat at Metro City to select replacement stock that was prolific and high at birth weight. Survey method was used in this research to observe birth weight of male and female kid, percentage of male and female kid, percentage of does foals single kid and twin, litter size between the first and second parity. Survey was conducted by observation recording of 80 he...

  12. Evaluasi Sifat Ovisidal dan Nimfasidal Insektisida Buprofezin 100 g/l terhadap Telur dan Nimfa Wereng Coklat, Nilaparvata lugens (Stal. (Hemiptera: Delphacidae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    BAEHAKI SUHERLAN EFFENDI

    2016-11-01

    Full Text Available Evaluation of ovicidal and nymphcidal properties of buprofezin 100 g/linsecticide to eggs and nymphs of brown planthopper, Nilaparvata lugens(Stal. (Hemiptera: Delphacidae. Research was carried out in screen house ofSukamandi, Indonesian Center for Rice Research (ICRR in the wet season of 2013. Theresearch used randomized block design with 5 doses levels insecticide treatment of buprofezin100 g/l and four replications. The buprofezin treatments were 250, 500, 750, 1000, and 1500ml/ha compared with control without insecticide. The objective of the research to evaluate ofovicidal and nymphcidal of buprofezin to brown planthopper (BPH. The results showed thatthe ovicidal properties of buprofezin 100 g/l with a range doses of treatments to BPH eggsthat application at 5 days after inoculation with eggs remains in the plant tissue were 39,79-94,88%. The raising ovicidal of buprofezin were 74,84-99,5% that applied at 9 days afterinoculation with eggs remains in the plant tissue. In the other hand the ovicidal properties ofbuprofezin decreased dramatically were 20-48% that applied at 5 days after inoculation andthen BPH eggs removed from plant tissue (dissected at 9 days after inoculation. The higherovicidal properties of buprofezin is better in the plant tissue than in the dissected eggs treated,because buprofezin working on eggs in plant tissue as a systemic insecticide. The dissectedBPH eggs of rice treated to show the normal eggs shape and no eggs contracted. Theunhatched eggs of buprofezin treatments were milk white due to insecticide effect, sometranslucent color with a red dot as a fertile eggs or without a red dot as unfertile eggs.Buprofezin was the excellent nymphcidal insecticide with the value of the efficacy to BPHnymphs were very high about 87,44 -100% for a range doses treatments. Buprofezin did notresurgence effect, moreover this insecticides still have ovicidal and nimphcidal properties as abasic to reduce offspring of brown planthopper.

  13. Evaluasi Sifat Ovisidal dan Nimfasidal Insektisida Buprofezin 100 g/l terhadap Telur dan Nimfa Wereng Coklat, Nilaparvata lugens (Stal.) (Hemiptera: Delphacidae)

    OpenAIRE

    BAEHAKI SUHERLAN EFFENDI; EKO HARI ISWANTO; AMIR HAMZAH

    2016-01-01

    Evaluation of ovicidal and nymphcidal properties of buprofezin 100 g/linsecticide to eggs and nymphs of brown planthopper, Nilaparvata lugens(Stal.) (Hemiptera: Delphacidae). Research was carried out in screen house ofSukamandi, Indonesian Center for Rice Research (ICRR) in the wet season of 2013. Theresearch used randomized block design with 5 doses levels insecticide treatment of buprofezin100 g/l and four replications. The buprofezin treatments were 250, 500, 750, 1000, and 1500ml/ha compa...

  14. SIFAT PROOKSIDATIF FORTIFIKAN NaFeEDTA, DENGAN KECAP KEDELAI MANIS SEBAGAI MAKANAN PEMBAWA, DALAM SISTEM BIOLOGIS (TIKUS Oxidative Effect of NaFeEDTA Fortificant in Sweet Soy Sauce as Fortification Vehicle, on Biological System (Rats

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Naruki Naruki

    2012-05-01

    Full Text Available In vivo study about the effect of NaFeEDTA fortificant in sweet soy sauce on TBARS value of plasma and liver, as well as on histopathologic changes of liver, intestine, and stomach of Sprague Dawley rats was conducted. The oxida- tive properties were determined using hemoglobin depletion-repletion method. During 42 days of repletion periode, iron-depleted rats were fed iron-free diet. NaFeEDTA was ingested in varied dosage, i.e. from 0.175 to 1.4 mg Fe/day for each rat. Sweet soy sauce H O (0.2 mL/day was used as fortification vehicle and H O (0.2 mL/day as a control.2 2FeSO .7H O fortificant (0.35 mg Fe/day, with H O as vehicle was used as reference standard. At the end of the reple-4 2 2tion period, TBARS value of either plasma or liver was analized. The histopathologic changes of liver, intestine, and stomach were also evaluated. The data showed that NaFeEDTA fortificant in sweet soy sauce had no effect on TBARS value of plasma, but it resulted in increased TBARS value of liver. The histopathologic data showed that NaFeEDTA intake up to 0.35 mg Fe/day did not result in histopathologic changes of liver, intestine, and stomach, as well. ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh dosis fortifikan NaFeEDTA dalam kecap kedelai manis terhadap angka TBARS plasma dan hati, serta perubahan histopatologik organ hati, usus, dan lambung telah dilakukan pada tikus Sprague Dawley. Evaluasi sifat prooksidatif zat besi dari NaFeEDTA dilakukan dengan metoda deplesi-replesi hemoglobin. Selama peri- ode replesi, tikus yang sebelumnya dibuat anemia, diberi diet basal bebas Fe dan minuman H O. NaFeEDTA diberikan sebagai sumber zat besi, dengan dosis bervariasi, yaitu dari 0,175 sampai dengan 1,40 mg Fe/ekor/hari. Kecap kedelai manis atau H O digunakan sebagai pembawa fortifikan. Fortifikan standar FeSO .7H O (0,35 mg Fe/ekor/hari dalam2 4 2H O digunakan sebagai pembanding. Periode replesi dilakukan selama 42 hari. Pada akhir periode replesi dilakukananalisa angka TBARS

  15. PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mashudi Mashudi

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada ranah kognitif mata pelajaran matematika. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata ujian dan pretest yang tidak memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM. Rendahnya hasil belajar siswa tidak terlepas dari minimnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif sebagai hasil penerapan RME. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang sikap siswa terhadap pembelajaran matematika realistik. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SDN Kiarapandak 01 Kec. Sukajaya Kab. Bogor yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, jurnal siswa, tes, dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada ranah kognitif secara umum mengalami peningkatan setelah diterapkannya pendekatan RME. Pada siklus I skor rata-rata gain ternormalisasi pada pretest dan akhir siklus I skor rata-rata siswa termasuk kategori rendah. Sementara pada siklus II skor rata-rata siswa gain ternormalisasi pada siklus I dan akhir siklus II  skor rata-rata siswa termasuk kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada aspek kognitif mengalami peningkatan setelah diterapkannya pendekatan RME. Kata kunci : pembelajaran matematika realistik, hasil belajar.  Abstract. This research is motivated lack of student learning outcomes in the cognitive domain of mathematics. This is demonstrated by the average score of the test and pretest that do not meet the value of Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM. Low student learning

  16. EVALUASI, UJI STABILITAS FISIK DAN SINERESIS SEDIAAN GEL YANG MENGANDUNG MINOKSIDIL, APIGENIN DAN PERASAN HERBA SELEDRI (Apium graveolens L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Sri Kuncari

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractMinoxidil, apigenin and celery are believed to have the same bioactivity as a vasodilator that can widen blood vessels. This study discusses about the gel formulation in the scope of evaluation of gel preparation, using carbomer as a gelling agent each containing minoxidil, apigenin and celery juice. The method used in gel evaluation were organoleptic observation, homogeneity, pH, consistency and viscosity; physical stability at 40±2 °C, 28±2 °C, 4±2 °C and syneresis. Based on the result, all gel formulations showed their consistency and viscosity were higher after 8 weeks of storage at room temperature. The rheogram of three gel formulations in term of flow properties remain unchanged after 8 weeks of storage. It was indicated that the flow properties of gel formulation was pseudoplastis tixotropic. The gel containing minoxidil, apigenin and celery juice showed good physical stability at 28±2 °C and 40±2 °C, but less stable at 4±2 °C after 14 weeks of storage. The highest number of syneresis was found in a gel containing celery juice.Keywords : Celery, Apigenin, Gel, StabilityAbstrakMinoksidil, apigenin dan seledri memiliki aktivitas biologi yang sama sebagai vasodilator yang dapat memperlebar pembuluh darah. Penelitian ini sebagai evaluasi sediaan gel, menggunakan karbomer sebagai gelling agentyang mengandung masing-masing minoksidil, apigenin dan perasan herba seledri. Metode yang digunakan dalam evaluasi gel adalah pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, konsistensi dan viskositas; stabilitas fisik pada suhu 40±2 °C, 28±2 °C, 4±2 °C dan sineresis. Berdasarkan hasil penelitian, ketiga formula gel menunjukkan konsistensi dan viskositas yang lebih tinggi setelah 8  minggu  penyimpanan  pada  temperatur  ruang.  Hasil  rheogram  dari  ketiga  formula gel  menunjukkan  sifat  alir  yang  tetap  tidak  berubah  setelah  8  minggu  penyimpanan, yaitu pseudoplastis tiksotropik. Gel yang mengandung

  17. REGENERASIRUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty MELALUI INDUKSI KALUS DAN EMBRIO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PERANGSANG TUMBUH SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2009-04-01

    Full Text Available Regenerasi rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan dalam rangka penyediaan benih yang bermutu dan mempunyai keunggulan melalui induksi kalus dan embrio dengan penambahan hormon pertumbuhan yang diintroduksi ke dalam media kultur yang dapat memacu induksi kalus dan penebalan pigmen rumput laut. Media kultur yang digunakan adalah media Conwy padat dengan penambahan agar 0,8%-1,6%. Hormon perangsang tumbuh yang digunakan untuk memacu pertumbuhan kalus dan filamen embrio yaitu IAA (Indol acetic acid, kinetin, dan auxilin dengan konsentrasi berkisar 0,4-1 mg/L. Embrio yang dihasilkan merupakan anakan yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Sintasan dan perkembangan embrio yang paling baik yaitu dengan penambahan IAA dengan konsentrasi 0,4 mg/L pada media padat. Pembentukan anakan dilakukan dengan mengiris embrio dan menumbuhkan pada media cair yang diperkaya dengan hormon yang sama. Pemeliharaan anakan pada media kultur dilakukan hingga mencapai ukuran 2-3 cm. Regeneration of seaweed Kappaphycus alvarezii was done to provide high quality seed through callus and embryo induction using plant growth regulator which was introducted to the culture medium. This growth regulator can stimulate the callus induction procces and thickening the seaweed pigment. Applied medium culture was agar medium with 0.8%-1.6% concentration enriched with Conwy and the applied growth regulators were IAA (Indol acetic acid, kinetin dan auxilin with 0.4-1 mg/L concentration range. Resulted embryo has the same characteristics with the stock. The best survival rate and embryo growth was IAA treatment with 0.4 mg/L concentration. Formation of embryo was done by transferring them from solid medium to the liquid one with the same growth regulator treatment. The nursery of the seed in culture medium was carried out until it has reached 2-3 cm in size.

  18. Root Canal Retreatment menggunakan Kombinasi Kalsium Hidroksida dan Chlorhexidine sebagai Medikamen Intra Kanal Insisivus Sentral Kiri Maksila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andina Novita Sari

    2014-12-01

    retreatment dengan cleaning dan shaping ulang yang baik dengan menggunakan medikasi intrakanal berupa kombinasi kalsium hidroksida dan chlorhexidine 2% diharapkan mempunyai efek antimikroba yang sinergis untuk mencapai kesuksesan root canal retreatment.   Root Canal Retreatment Using Calcium Hydroxide as Intra Canal Medicament On The Maxillary Left Incisor. Enterococcus faecalis bacteria is most abundant in the root canal infection treated endodontically. Chlorhexidine has a broad antibacterial spectrum and has been used as an endodontic irrigant and intracanal medication. Chlorhexidine has a bactericidal and fungicidal effect as chlorhexidine absorbed into the bacterial cell surface and cause damage to the integrity of the cell membrane. Calcium hydroxide is a biocompatible, antimicrobial agents with high pH effects and stimulates hard tissue formation. A mixture of calcium hydroxide and chlorhexidine is used to control bacteria Enterococcus faecalis alternative. The purpose of this case report is to report on the success of root canal treatment in the left maxillary central incisor with acute periapical periodontitis using a combination of calcium hydroxide and chlorhexidine as intracanal A 24 years old female patient presents with left upper central incisor tooth ache since 4 years ago. The tooth was hurt to percussion, but normal to pulpation as well as the mobility. The tooth has a history of previous trauma and broken 6 years ago and has performed endodontic treatment. Radiographic examination showed obturation teeth 21 are not hermetic with periapical radiolucency in diffuse boundaries, widening of the periodontal ligament and the dissolution of the lamina dura. Root canal re-treatment using a combination of calcium hydroxide and chlorhexidine as intracanal medicaments were performed. In conclussion, the root canal cleaning and shaping retreatment can be performed using a combination of calcium hydroxide and chlorhexidine as intracanal

  19. EFEKTIVITAS MASSAGE LUMBAL DAN BREAST MASSAGE TERHADAP KONTRAKSI UTERUS PADA IBU BERSALIN KALA I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ipang Suparti

    2017-09-01

    Full Text Available Penyulit dalam persalinan antara lain adanya kelainan presentasi dan posisi, distosia karena kelainan alat kandungan, distosia karena kelainan janin, dan distosia karena kelainan his (Manuaba, 2010. Distosia karena kelainan his dapat terjadi karena sifat his yang berubah-ubah, tidak adanya koordinasi dan sinkronisasi kontraksi dan bagian–bagiannya sehingga kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan. Kelainan his juga dapat terjadi karena his yang tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong anak keluar. His yang tidak adekuat ini disebut dengan inersia uteri (Leveno K, 2010 dalam Atun Raudotul dkk. Upaya non farmakologis merupakan suatu upaya untuk membantu timbulnya kontraksi tanpa bantuan obat atau bahan sintetik lainnya. Dimana upaya tersebut dengan melakukan pijatan pada bagian tubuh agar merangsang pengeluaran oksitosin secara lebih alami dan aktif sehingga diharapkan tidak menimbulkan efek yang berbahaya bagi ibu maupun janin. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I di BPM Siti Sugiharti pada periode Maret-April 2016. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental yaitu desain yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2013. tindakan massage lumbal yang dilakukan pada ibu bersalin kala I terjadi peningkatan kontraksi uterus sebanyak 20 (95,24% responden. Sedangkan pada tindakan breast massage terjadi peningkatan kontraksi uterus sebanyak 19 (90,48% responden. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan massage lumbal yang dilakukan pada ibu bersalin kala I lebih berhasil dibandingkan dengan breast massage. Terdapat perbedaan kontraksi uterus sebelum dan setelah dilakukan Breast Massage terhadap peningkatan kontraksi uterus pada ibu bersalin

  20. Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Jamilatun

    2014-04-01

    Full Text Available Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.. Arang aktif akan dibuat dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa.dan diimplementasikan untuk menjernihkan asap cairnya. Adapun langkah yang pertama membuat arang aktif dari tempurung kelapa adalah, membuat arang tempurung kelapa dengan membersihkan tempurung kelapa terlebih dahulu dari bahan-bahan pengotor seperti tanah, kerikil. Kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari, selanjutnya membakar tempurung kering pada drum/bak pembakaran dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam. Langkah yang kedua adalah arang hasil pembakaran direndam dengan bahan kimia CaCl2 dan ZnCl2 (kadar 25 % selama 12 sampai 24 jam untuk menjadi arang aktif. Selanjutnya melakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikutan dapat dipisahkan. Arang aktif basah dihamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 110 – 8000C selama 3 jam. Suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 800oC dengan kadar air 1,3 %, kadar abu 0,60 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadap kadar iod sebesar 580,0 mg/g yang memenuhi standar SNI 06-3730. Penjernihan air limbah rumah tangga, air berwarna menggunakan karbon aktif dari suhu aktivasi 800oC menghasilkan air yang jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5.

  1. COGNITIVE SCIENCE DAN COGNITIVE DEVELOPMENT DALAM PEMROSESAN INFORMASI (INFORMATION PROCESSING PADAANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellen Prima

    2017-03-01

    Full Text Available Cognitive science is a science which studies how human mental processes to influence one’s behavior. Principal major issue that needs to be known in the understanding of cognitive science and their development is related to how the initial state of cognitive science itself, the mind is adapted, the development process starting from the concrete to the abstract, the conceptual nature of the change, the difference between learning and development, format representation of the underlying changes in development, the role of implicit and explicit cognitions in the development, the role of the association and the rules in the development, the universal development, cognitive domain and how to influence the development of brain structure. There are three difference in the cognitive domain of the most common sense that domain as a module, as the domain of expertise, and domain as a model of mind.   Ilmu kognitif adalah suatu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana proses mental manusia dalam mempengaruhi perilaku seseorang. Pokok pembahasan utama yang perlu diketahui dalam memahami ilmu kognitif dan perkembangannya yaitu terkait dengan bagaimana keadaan awal dari ilmu kognitif itu sendiri, pikiran yang teradaptasi, proses perkembangan mulai dari hal yang kongkrit sampai dengan abstrak, sifat konseptual dalam perubahan, perbedaan antara belajar dan pengembangan, format representasi yang mendasari perubahan dalam perkembangan, peran kognisi implisit dan eksplisit dalam perkembangan, peran asosiasi dan aturan dalam perkembangan, perkembangan secara universal, domain kognitif dan bagaimana struktur otak mempengaruhi perkembangan. Ada tiga perbedaan domain kognitif dari indera yang paling umum yaitu domain sebagai modul, domain sebagai bidang keahlian, dan domain sebagai model pikiran.

  2. Daya hambat xylitol dan nistation terhadap pertumbuhan Candida albicans (in vitro (Inhibition effect of xylitol and nistatin combination on Candida albicans growth (in vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarah Kartimah Djajusman

    2014-09-01

    Full Text Available Background: The growth of Candida albicans can be controlled by using antifungal such as nystatin. These days we found that using antifungal is not enough to control Candida albicans, we also have to control the intake of sugar by using xylitol. Purpose: Purpose of the study was to determine the optimal inhibitory concentration of xylitol-nystatin in the Candida albicans growth. Methods: This was an in-vitro study using an antimicrobial test of serial dilution with xylitol-nystatin and sucrose–nystatin consentration of 1%, 3%, 5%, 7%, 9%, and 10%.Growth inhibition of C. albicans was determined by the inhibition zone of xylitol + nystatin on C. albicans culture media (in vitro Results: The result of study was the inhibitory consentration of xylitol-nystatin to inhibit Candida albicans growth was 3%-10%. Conclusion: The study showed that combination of xylitol and nystation could inhibit the growth of Candida albicans.Latar belakang: Pertumbuhan Candida albicans dapat dikontrol dengan menggunakan antijamur seperti nistatin. Penggunakan antijamur saja tidak cukup untuk mengontrol Candida albicans, namun perlu pula mengontrol asupan gula dengan menggunakan xylitol. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi hambat optimal xylitol-nistatin dalam pertumbuhan Candida albicans. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian in vitro menggunakan uji antimikroba pengenceran serial dengan xylitol-nistatin dan nystatin-sukrosa konsentrasi 1%, 3 %, 5 %, 7%, 9%, dan 10%. Daya hambat pertumbuhan C. albicans diukur dari zona hambat xylitol + nistatin pada media kultur C. albicans (in vitro Hasil: Konsentrasi penghambatan xylitol-nistatin untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans adalah 3-10%. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi xylitol dan nystation bisa menghambat pertumbuhan Candida albicans.

  3. Pembuatan Bioplastik Dari Pati Ubi Kayu Berpenguat Nano Serat Jerami dan ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairul Amni

    2015-12-01

    pembuatan plastik karena selain mudah didapat dan harganya murah, penggunaannya juga masih sangat minim jika dibandingkan dengan tumbuhan lainnya yang merupakan bahan makanan pokok masyarakat, seperti beras, jagung, kentang, gandum, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat plastik yang dapat mengurangi dampak lingkungan dengan melihat pengaruh konsentrasi penguat yang digunakan terhadap sifat mekanik  film, daya serap air, dan laju penguraian dari plastik tersebut. Penguat  yang digunakan adalah serat jerami yang berukuran nano, ZnO dan campuran keduanya  dengan konsentrasi 1%, 3%, 6%, dan 9% dari masing-masing penguat. Pengujian sifat mekanik (kuat tarik dan elongasi menggunakan Electronic System Universal Testing Machines, pengujian daya serap air dilakukan dengan cara merendam film tersebut di dalam air selama 24 jam, dan pengujian laju penguraian dilakukan dengan cara menguburkan film ke dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi 9% ZnO yaitu 0,32 kgf/mm2, sebaliknya persen elongasi tertinggi diperoleh  pada konsentrasi 1% nano serat jerami  yaitu 34%. Daya serap air terendah yaitu 16% diperoleh pada konsentrasi 9% ZnO. Penyerapan air paling tinggi adalah 27,23% pada konsentrasi nano serat jerami 1% dan proses penguraian terjadi selama 18-27 hari.

  4. Pencemaran merkuri di perairan dan karakteristiknya: suatu kajian kepustakaan ringkas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Adlim

    2016-05-01

    emas menggunakan unsur merkuri yang sukar larut dalam air, kelarutannya hanya 0,06 g per ton unsur merkuri  namun kelarutannya dapat meningkat jika di dasar laut yang gelap dan banyak oksigen terlarut. Berdasarkan sifat kelarutannya, dapat dipahami bahwa kadar merkuri di Sungai Teunom masih di bawah batas toleransi, namun aktivitas penambangan emas tetap saja memiliki resiko kerusakan lingkungan apalagi jika tidak mendapat pengawasan yang memadai. Banyak peneliti berusaha membuktikan perubahan merkuri menjadi metil merkuri (biometilasi tetapi mereka menggunakan garam merkuri dan bukan unsur merkuri dalam ekperimen mereka. Metil merkuri memang ditemukan di alam tetapi proses perubahan dari senyawa merkuri menjadi metil merkuri masih diperdebatkan dan belum diperoleh bukti yang kuat perubahan dari unsur merkuri menjadi metil merkuri dalam air sehingga di Peraian Aceh belum tentu tercemar metil merkuri sebagaimana kasus Minamata. Kata kunci: Aceh; metil-merkuri; minamata; penambangan; emas

  5. ANALISIS FRAKSI-FRAKSI KURVA ISOTERMI SORPSI AIR DARI TEPUNG ROSELA DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT-SIFAT MUTU PRODUK [Analysis of Moisture Sorption Isotherm Fraction of Roselle Powder and Its Effect on Products the Quality Characteristics

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Hayati

    2013-06-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine the fractions of moisture sorption isotherm curve and the critical water content of roselle powder and its effect on the product quality during storage. Roselle flowers were harvested at 25 days after flowering and sun dried (30ºC for 3 days. The result showed that the moisture sorption isotherm curve of the roselle powder was sigmoid. The critical transition points among the three fractions of the bound water in the roselle flour were first at moisture content (Mp and water activity (ap of 7.97% dry basis (db and 0.23 respectively, and second at Ms 21.1% db water content and water activity (as of 0.65%. Roselle powder samples were stored for 20 days at three relative humidity (RH fractions represented by RH 22% (moisture content at 7.2% db, RH 57 % (20.5% db and 84 % (54.2% db. The samples stored in the first fraction was stable in texture, colour and appearance, while the sample in the secondary bound water fraction (21.1% db, changed in colour into darker red. The sample stored in the tertiary bound water fraction (54.2% db changed into brown colour with musty smell and mouldy after 15 days.

  6. Pengujian Kemampuan Daya Samak Cube Black dan Limbah Cair Gambir Terhadap Mutu Kulit Tersamak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustri Yeni

    2016-06-01

    Cube black dan limbah cair pengolahan gambir. Konsentrasi bahan penyamak yang digunakan dalam perlakuan adalah 2%, 3% dan 4% dengan berat kulit yang akan disamak sebanyak 1 kg. Kulit tersamak diuji terhadap derajat penyamakan (DP dan uji fisik meliputi kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek. Pada perlakuan yang sama dibandingkan dengan penyamak krom. Hasil uji kulit tersamak menunjukkan makin tinggi konsentrasi bahan penyamak makin tinggi nilai DP dan sifat fisik kulit makin baik. Kulit tersamak dari kambing menggunakan Cube black gambir pada konsentrasi 4% menghasilkan nilai DP mendekati sama dengan penyamak krom (38,45% dan 36,60%. Untuk kulit ikan tuna tersamak menghasilkan nilai DP 39,57% dan 31,35%. Bahan penyamak gambir menghasilkan nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kemuluran lebih tinggi dari penyamak krom. Nilai kekuatan tarik kulit kambing 730,37 kg/cm2, ikan tuna 353,33 kg/cm2 diperoleh dari penyamak limbah cair. Nilai kekuatan sobek kulit kambing adalah 353,33 kg/cm2, kulit ikan tuna 29,96 kg/ cm2 dan nilai kemuluran kulit ikan tuna 202,0% diperoleh dari Cube black gambir. Hasil penelitian menunjukkan bahan penyamak gambir memiliki sifat penyamak yang dapat menggantikan penyamak krom.

  7. Optimasi Naive Bayes Dengan Pemilihan Fitur Dan Pembobotan Gain Ratio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Guna Adi Socrates

    2016-03-01

    Full Text Available Naïve Bayes merupakan salah satu metode data mining yang umum digunakan dalam klasifikasi dokumen berbasis text. Kelebihan dari metode ini adalah algoritma yang sederhana dengan  kompleksitas  perhitungan  yang  rendah.  Akan  tetapi,  pada  metode  Naïve  Bayes terdapat kelemahan dimana sifat independensi dari fitur Naïve Bayes tidak dapat selalu diterapkan sehingga akan berpengaruh pada tingkat akurasi perhitungan. Maka dari itu, metode Naïve Bayes perlu dioptimasi dengan cara pemberian bobot mengunakan Gain Ratio. Namun, pemberian bobot pada Naïve Bayes menimbulkan permasalahan pada penghitungan probabilitas setiap    dokumen, dimana fitur  yang tidak  merepresentasikan kelas  yang diuji banyak muncul sehingga terjadi kesalahan klasifikasi. Oleh karena itu, pembobotan Naïve Bayes   masih   belum   optimal.   Paper   ini mengusulkan  optimasi  metode   Naïve   Bayes mengunakan pembobotan Gain Ratio yang ditambahkan dengan metode pemilihan fitur pada kasus klasifikasi teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi metode Naïve Bayes menggunakan pemilihan fitur dan pembobotan menghasilkan akurasi sebesar 94%.

  8. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  9. Dialektika Agama dan Budaya dalam "Berkah" Nawu Sendang Selirang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryono Abdul Ghafur

    2017-05-01

    jukkan bahwa bagi masyarakat abangan, Sendang Selirang menjadi ritus dan upacara yang dilaksanakan dengan emosi keagamaan dan mempunyai sifat keramat. Pemaknaan tersebut ternyata berbeda bagi kelompok santri yang direpresentasikan dengan Muhammadiyah. Bagi beberapa aktivis Muhammadiyah, tradisi nawu sendang (Sendang Selirang merupakan bagian dari tahayul, bid’ah, dan kurafat sehingga harus dihindari. Sementara bagi kelompok “cendekiawan”, peristiwa nawu sendang tidak cukup dipandang dari sisi agama, namun juga dari sisi budaya. Ini sebagai “jalan tengah” untuk menengahi dua kelompok sebelumnya yang berpotensi konflik. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dari tiga kelompok tersebut dipengaruhi oleh bukan semata pandangan keagamaan masing-masing, tapi juga oleh faktor lain di luar agama, seperti pemerataan dalam penyelenggaraan dan keuntungan material. Kebersamaan dalam perbedaan tetap yang diutamakan, sehingga harmoni terus berjalan dengan baik.

  10. POTENSI EDIBLE FILM ANTIMIKROBA SEBAGAI PENGAWET DAGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maskiyah (Maskiyah

    2015-06-01

    Full Text Available Fresh meat are highly perishable due to their enriched nutrient composition which is easily contaminated by almost any microorganisms. The application of antimicrobial edible films is one of the effective method to extend the shelf life of fresh meat. This study aimed to get antimicrobial edible films formula that have the potential to preserve fresh meat. The study consisted of several steps: 1 research for making a fresh garlic extract, 2 extraction of gelatin from chicken feet, 3 formulation and manufacturing of antimicrobial edible films and 4 the application of edible films on fresh meat. Gelatin-based antimicrobial edible films was the best one that can be applied on fresh meat. Characteristics of the antimirobial edible film: color L 97.28; elongation: 20 mm; tensile strength <0.1 kgf; thickness 0.06 mm; WVTR 15.49 g/(mm.jam; Aw 0.526; moisture content: 22.73%, and has antimicrobial characteristic because of it’s inhibition ability to the growth of S. aureus and E. coli. (Key words: Antimicrobial, Edible film, Meat

  11. KENAKALAN REMAJA DI PROPINSI JAWA BARAT DAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sapardiyah Santoso

    2012-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di propinsi Jawa Barat dan Bali, tentang kenakalan remaja yang meliputi sifat dan perilaku remaja dalam mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepalan tinggi (ngebut. keterlibatan perkelahian antar pelajar, termasuk keinginan untuk tidak mengikuti pelajaran di sekolah (membolos, meninggalkan rumah tanpa seizin orang tua, dan melakukan coret-coret di dinding, tindakan kriminal termasuk pemerasan, pencurian serta perusakan gedung. Responden adalah remaja berumur 13—19 tahun yang masih sekolah atau sudah putus sekolah, belum menikah dan berada di wilayah puskesmas terpilih. Jumlah responden 1110 remaja di Jawa Barat (Bandung dan Cianjur dan 877 remaja di propinsi Bali (Denpasar dan Gianyar. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah (DKT. Sebagai hasil penelitian dapat dikemukakan disini bahwa remaja yang pernah mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi di Jawa Barat-urban sebesar 22,4%, sementara di rural 10,6%. Sebaliknya di Bali di urban hanya 18,4%, sedangkan di rural 22,4%. Pengalaman pemah absen tidak mengikuti pelajaran di sekolah tanpa izin guru (membolos di Jawa Barat-urban 51,9%, rural 33,7%, sebaliknya di Bali-urban 30,1%, rural 37,1% dan meninggalkan rumah tanpa izin orang tua, secara berturut-turut dapat dikemukakan sebagai berikut : di Jawa Barat-urban 54,4%, rural 42,3% sementara di Bali-urban 58,4%, rural 52,7%. Kenakalan remaja berupa coret-coret dinding baik di propinsi Jawa Barat maupun di Bali cukup tinggi juga. Di propinsi Jawa Barat hampir seimbang yaitu untuk urban 26,3%, sedangkan di rural 23,6%. Sebaliknya di Bali-urban 31,7% lebih tinggi daripada di rural 19,6%. Bentuk kenakalan remaja yang lain kearah kriminalitas, meliputi pemerasan dan pencurian ditemukan pula melalui penelitian di Jawa Barat-urban, remaja yang pernah melakukan pemerasan hanya sekitar 2,2%. Nampaknya di rural agak

  12. KARAKTERISTIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN JENIS VEGETASI MANGROVE DAN KEDALAMAN TANAH BERBEDA SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS UNTUK TANAH TAMBAK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2011-04-01

    Full Text Available Kondisi lahan mangrove sangat ekstrem, sehingga vegetasi yang tumbuh merupakan vegetasi yang telah beradaptasi dan berevolusi dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah di bawah tegakan vegetasi mangrove dan kedalaman tanah berbeda yang dapat dijadikan indikator biologis untuk memprediksi karakteristik tanah untuk budidaya tambak. Pengukuran dan pengambilan contoh tanah dilakukan di bawah tegakan paku laut (Acrostichum aureum, bakau (Rhizophora apiculata, api-api (Avicennia alba, dan nipah (Nypa fruticans masing-masing pada kedalaman tanah 0-0,25 m dan 0,50-0,75 m di hutan mangrove Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kualitas tanah yang diukur langsung di lapangan adalah pHF, pHFOX, dan potensial redoks, sedangkan yang dianalisis di laboratorium adalah kandungan air, pHKCl, pHOX, SP, SKCl, SPOS, TPA, TAA, TSA, pirit, karbon organik, N-total, PO4, Fe, Al, tekstur, dan nilai n. Analisis ragam dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar vegetasi mangrove pada kedalaman yang sama, sedangkan Uji T dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar kedalaman pada vegetasi mangrove yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan bakau, api-api, nipah, dan paku laut yang tumbuh pada tanah sulfat masam Kabupaten Mamuju diklasifikasikan sebagai Sulfaquent dan Sulfihemits untuk kategori Kelompok Besar. pHF tanah pada vegetasi dan kedalaman tanah yang berbeda relatif sama, tetapi peubah kemasaman tanah lainnya menunjukkan bahwa tanah vegetasi paku laut memiliki potensi kemasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan vegetasi lainnya. Kesuburan dan sifat fisik tanah vegetasi paku laut lebih mendukung untuk lahan budidaya tambak daripada vegetasi lainnya (bakau, api-api, nipah. Kualitas tanah pada setiap vegetasi relatif sama pada kedua kedalaman, kecuali tanah vegetasi paku laut dan api-api yang memiliki pH dan kandungan PO4 yang

  13. IMPLEMENTASI ALGORITMA HILL CLIMBING DAN ALGORITMA A* DALAM PENYELESAIAN PENYUSUNAN SUKU KATA DASAR DENGAN POLA PERMAINAN BINTANG KEJORA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurdin Nurdin

    2016-07-01

    Full Text Available Permainan Bintang Kejora merupakan permainan yang sama seperti permainan pergeseran angka dalam kotak berbentuk persegi (Puzzle. Jenis permainan seperti ini cenderung mudah untuk diselesaikan. Bentuk wadah bintang menyebabkan arah pergeseran akan menjadi terbatas. Permainan bintang kejora ini cukup rumit dan sukar untuk diselesaikan secara manual. Permainan ini dapat diselesaikan dengan metode heuristik, yaitu dengan menggunakan algoritma hill climbing dan algoritma A*. Sifat algoritma hill climbing adalah mencari kemungkinan-kemungkinan dari calon solusi untuk mendapatkan yang optimal bagi penyelesaian masalah dengan mencari nilai heuristik yang terkecil. Sedangkan algoritma A* membantu menemukan solusi pencarian dalam ruang keadaan dengan mempertimbangkan nilai heuristik terbesar yang dilacak sesuai node yang akan dilewati. Pembuatan perangkat lunak ini dirancang terlebih dahulu dengan menggunakan diagram State Transition Diagram, Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Class Diagram. Perangkat lunak ini dapat memberikan penyelesaian yang optimum atas permainan bintang kejora yang nantinya menghasilkan huruf yang sebelumnya diacak menjadi tersusun membentuk sebuah kata dasar. Hasil yang didapatkan berupa langkah-langkah ditemukan solusi serta ditampilkan waktu pencarian yang dibutuhkan dalam menemukan solusi. Pencarian A* lebih cepat menemukan solusi dibandingkan Hill Climbing, karena A* mencari nilai heuristik pada jarak yang terjauh sehingga langsung tepat menuju sasaran. Kata kunci: Hill Climbing, Algoritma A*, Bintang Kejora

  14. SIMULASI KESEIMBANGAN ENERGI PERMUKAAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK MM5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yopi Ilhamsyah

    2016-03-01

    Full Text Available Studi simulasi keseimbangan energi permukaan di Jakarta dan daerah sekitarnya menggunakan model numerik Fifth-Generation Penn State/NCAR Mesoscale Model (MM5 telah dilakukan. Empat domain dengan resolusi spasial 9 km yang menggambarkan daerah Jakarta dan sekitarnya disimulasikan selama 5 hari pada tanggal 04-08 Agustus 2004 untuk memperoleh hubungan radiasi dan keseimbangan energi di wilayah tersebut. Hasil menunjukkan bahwa keseimbangan energi lebih tinggi pada siang hari terjadi di perkotaan dibandingkan daerah lainnya. Sementara itu, komponen energi seperti fluks bahang terindera dan laten di permukaan masing-masing menunjukkan bahwa wilayah laut dan perkotaan lebih tinggi daripada daerah lainnya. Sebaliknya, fluks bahang tanah menunjukkan daerah rural di bagian timur Jakarta lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Secara umum, keseimbangan radiasi dan energi pada siang hari lebih tinggi daripada malam hari di seluruh daerah. Rasio Bowen di wilayah kota yang mencerminkan kawasan bangunan dan perkotaan lebih tinggi daripada di daerah rural yang didominasi oleh lahan pertanian beririgasi. Hal ini sesuai dengan perubahan sifat fisik tutupan lahan seperti albedo, kelembaban tanah dan karakteristik bahang.    A study of surface energy balance simulation in Jakarta and surrounding areas by using Fifth-Generation Penn State/NCAR Mesoscale Model (MM5 numerical model was done. Four domains that presented the outermost and the innermost of Jakarta and surrounding areaswere utilized. All domains have spatial resolutions of 9 km. Model was simulated for 5 days on August 4-8, 2004. The relation of radiation and energy balance at the surface were derived from model output. The result showed that energy balance was higher in the city during daytime. Meanwhile, energy component, i.e., surface sensible and latent heat flux showed that sea and city were higher than others, respectively. Moreover, ground flux showed eastern rural areawas higher than others

  15. Sintesis dan Karakterisasi Material Nanokomposit CNT/MnO2 Untuk Aplikasi Material Superkapasitor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Subagio

    2014-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan fabrikasi material nanokomposit CNT/MnO2 sebagai material elektroda superkapasitor dengan reaksi redox antara CNT dan KMnO4. Variasi komposisi dari kedua bahan tersebut dilakukan untuk mengetahui sifat struktur, morfologi dan kelistrikannya dengan perbandingan massa CNT/MnO2 sebesar 0, 25, 50 dan 75%. Pola struktur kristal dan morfologi dari material serbuk nanokomposit CNT/MnO2 dikarakterisasi dengan X-ray diffraction (XRD, scanning electron microscope (SEM dan transmission electron microscope (TEM, sedangkan pola ikatannya dikarakterisasi dengan FTIR. Serbuk nanokomposit CNT/MnO2 ini selanjutnya dibuat pellet berbentuk silinder berukuran diameter 1 cm dan ketebalan 2 mm dengan variasi penambahan pengikat polyvinylidene difluoride (PVDF sebesar 10, 20 dan 30% dari campuran CNT/MnO2. Pellet dari material CNT/MnO2 ini selanjutnya dipanaskan pada temperatur 70 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran resistansinya menunjukkan bahwa material CNT/MnO2 dengan perbandingan massa CNT/MnO2 sebesar 75% dan penambahan pengikat PVDF sebesar 20% menunjukkan nilai resistansi yang paling rendah. Selanjutnya prototip superkapasitor CNT/MnO2 dengan menggunakan PVDF sebesar 20% diukur dengan metode electrochemical impedance spectroscopy menghasilkan nilai kapasitansi spesifik sebesar 7,86 F/gr. Nanocomposite materials CNT/MnO2 have been fabricated as candidate of supercapacitor electrode material with a redox reaction between CNT and KMnO4. Variations in the composition of the two materials were carried out to determine the structure, morphology and electrical properties of CNT/MnO2 with mass ratio of 0, 25, 50 and 75 %. Pattern of the crystal structure and morphology of the CNT/MnO2 nanocomposite powder were characterized by X-ray diffraction (XRD, scanning electron microscope (SEM and transmission electron microscope (TEM, while the bond pattern was characterized by FTIR. CNT/MnO2 nanocomposite powder was managed to make cylindrical pellets with

  16. VARIASI KONSENTRASI BUAH ASAM (Tamarindus indica L. DAN SUSU SKIM TERHADAP KUALITAS YOGHURT KUNIR ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Rahayu Artini

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi buah asam (Tamarindus indica L. dan  susu skim untuk menghasilkan kualitas yoghurt sesuai  dengan SNI 01-2981-2009.Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri atas sembilan perlakuan. Yoghurt kunir asam dibuat dari variasi penambahan variasi konsentrasi Tamarindus indica L. 30%, 40%, dan 50% (b/V dan  susu skim 5%, 10%, dan 15% (b/V. Sifat fisika, kimia, dan mikrobiologi  yoghurt kunir asam diamati. Dihasilkan kualitas terbaik yoghurt kunir asam dengan penambahan 30% Tamarindus indica L. (b/V0dan 15% susu skim (b/V. Dengan hasil analisis penampakan cairan kental; konsistensi homogen; rasa asam; bau khas; viskositas 89,3 cP; pH 4,85; kadar abu 1,52%; kadar lemak total 2,53%; kadar protein total 3,74%; kadar asam laktat 0,223%, kadar kurkumin 0,389%; cemaran logam Pb dan Cu serta Total Coliform dan E. coli negatif. ABSTRACT:.The objective of this research was to determinethe influence of concentrated Tamarindus indica L. and skim milk powder in producing tumuric curcumin yogurt towards its product based on SNI 01-2981-2009. The research was conducted in completely randomized design which consisted of nine treatments. The yogurt mixtures were made from a variation of 30%, 40%, and 50% of Tamarindus indica L. and addition of  5%, 10%, and 15% of skim milk powder.  Physical, chemical, and microbiology properties of the turmeric curcuma yogurts were observed.  The results showed the best quality of turmeric curcumin  yogurt was formulated by the addition of 30% Tamarindus indica L. and 15% skim milk powder,  with the results of the analysis: the appearance of a viscous fluid; homogeneous consistency; sour taste; distinctive smell; viscosity of 89.3 cP; pH of 4.85; ash content of 1.52%; total fat content of 2.53%; total protein content of 3.74%; lactic acid levels of 0.22%, curcumin content of 0

  17. SINTESIS DAN MODIFIKASI LAPIS TIPIS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Alauhdin

    2014-11-01

    Full Text Available Dalam bidang medis, kitosan telah banyak digunakan yakni pada sistem penghantaran dan pelepasan obat. Pelepasan obat dengan kitosan memiliki keterbatasan karena kitosan cepat sekali menyerap air dan memiliki derajat swelling yang tinggi sehingga menyebabkan pelepasan obat terjadi dengan cepat. Diharapkan dengan memodifikasi struktur kitosan secara kimia dapat meningkatan kelarutannya dalam pelarut-pelarut organik. Telah dilakukan sintesis dan modifikasi lapis tipis kitosan. Modifikasi dilakukan melalui pembentukan ikatan silang kitosan dengan tripolifosfat (TPP pada kondisi asam untuk menghasilkan kitosan-TPP. Ikatan silang yang terbentuk diamati dengan FTIR. Sementara itu, pengaruh hasil pengikatan silang diamati dengan membandingkan rasio swelling kitosan-TPP pada kondisi pH yang berbeda-beda. Rasio swelling lapis tipis cenderung konstan setelah terjadi pengikatan silang kitosan dengan tripolifosfat. Reaksi tripolifosfat dengan kitosan melalui pembentukan ikatan silang menjadikan lapis tipis semakin rapat sehingga molekul air sulit untuk berdifusi masuk ke dalam struktur kitosan-tripolifosfat. Hasil ini menunjukkan bahwa pengikatan silang mampu mengurangi kelarutan dan meningkatkan sifat mekanik kitosan. Rasio swelling lapis tipis berkurang dengan adanya pengikatan silang. Hal ini mengindikasikan bahwa pengikatan silang oleh TPP dapat mengurangi hidrofilitas lapis tipis karena gugus amino yang reaktif telah bereaksi dengan ion tripolifosfat. In the medical field, chitosan has been widely used in the delivery systems and drug release. Drug release with chitosan has limitations because chitosan absorbs water very quickly and have a high degree of swelling that causes the release of the drug occurs rapidly. It is expected that by modifying the chemical structure of chitosan could improve its solubility in organic solvents. The synthesis and modification of chitosan thin film have been done. It was performed through the formation of crosslinked

  18. Kerjasama Pemasaran Obat Antara Dokter Dengan Pedagang Besar Farmasi Di Kota Bandung Dihubungkan Dengan Kode Etik Kedokteran dan Kepmenkes No. 3987/A/K/1973

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Pujiastoeti

    2006-03-01

    Full Text Available Salah satu faktor penting yang sering dirasakan masyarakat umum sebagai penyebab mahalnya biaya pelayanan kesehatan adalah harga obat. Mengingat obat merupakan komponen yang dominan dalam upaya pengobatan/penyembuhan terhadap penderita dan untuk kebanyakan penyakit sering merupakan terapi yang lebih tepat. Banyak sudah jeritan dan keluhan masyarakat terhadap obat yang tidak terjangkau oleh kantong mereka. Hal ini banyak terungkap pada media / harian / majalah, sehingga banyak laporan bahwa penderita tidak dapat menebus resep karena kantong mereka tidak menjangkau obat tersebut. Dalam kaitan dengan ini, penulis berasumsi bahwa harga obat yang tinggi tersebut disebabkan adanya pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi dalam persaingan usaha untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk itu perlu ditelaah mengenai kerjasama ini dari berbagai aspek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi sebagai berikut : sifat penelitian, deskriptif analisis, pendekatan penelitian, yuridis normatif, lokasi penelitian Kota Bandung, responden penelitian yaitu dokter dan pedagang besar farmasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan lapangan. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposif sampling. Data yang telah diperoleh dianalisa dengan analisa kualitatif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam “kerjasama” pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi tidak terdapat hubungan hukum karena tidak mempunyai akibat hukum. “Kerjasama” pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi tidak sesuai dengan kode etik kedokteran dan kode etik pemasaran farmasi, serta bertentangan dengan Kepmenkes RI No. 3983/A/SK/1973 tentang Larangan Pedagang Besar Farmasi Menjual Obat Secara Langsung kepada Dokter, Dokter Gigi, dan Apotek. “Kerjasama” pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi memenuhi asas konsensual, namun tidak sesuai dengan asas

  19. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were

  20. Pengaruh Globalisasi Dan Hegemoni Pada Transformasi Musik Dol Di Kota Bengkulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Parmadie

    2018-02-01

    Full Text Available Transformasi memiliki arti perubahan bentuk dan secara lengkap merupakan perubahan fisik maupun nonfisik (bentuk, rupa, sifat, fungsi, dan lain-lain. Transformasi dimaksudkan baik perubahan yang masih menunjukkan benda asalnya maupun perubahan yang sudah tidak memperlihatkan kesamaan dengan benda asalnya. Arus globalisasi dan hegemoni yang terjadi pada perubahan musik Dol sebagai musikalitas ritual Tabot digunakan secara sengaja untuk hiburan, kreativitas seniman, pencitraan, pendidikan, dan pariwisata. Fenomena yang terjadi dalam waktu yang panjang dan bertahap-tahap, bersifat linier dan hierarkis, dari sakral ke sekuler atau profan (komodifikasi, dari idealisme tradisi ke idealisme industri dan pencitraan (ekonomi, dan dari tujuan ke pesanan (kreativitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yaitu teori hegemoni, teori budaya populer dan teori praktik sosial. Hasil penelitian pengaruh globalisasi dan hegemoni pada perubahan musik Dol dari sakral ke sekuler atau profan maupun sebaliknya yang terjadi dalam masyarakat Bengkulu menyebabkan perubahan (motivasi dan stimulasi ini dapat diterima oleh masyarakat dan bisa menyatu dalam kehidupan bermasyarakat.  Pengaruh globalisasi dan hegemoni pada perubahan musik Dol menjadikan kesenian ini sebagai industri budaya, materi kreatifitas seniman, pariwisata, pencitraan dan inovasi pada pendidikan. Musik Dol tumbuh menjadi kebudayaan seni pertunjukan baru yang menggeser  keberadaan pesta rakyat ritual Tabot pada saat ini. Hal ini tampak jelas dalam perkembangan musik Dol semakin meluas secara kuantitas dan kreatifitas. Transformation signifies meaningful change in form and is a complete physical and nonphysical reconfiguration (form, likeness, nature, function, etc.. Transformation is representative of both intended change that is still indicative of the origins of an object and the changes that are not indicative of

  1. Kadar leptin saliva dan kejadian karies gigi anak obesitas (Salivary leptin levels and caries incidence in obese children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfrida Atzmaryanni

    2013-09-01

    anak normal. Kondisi ini berhubungan dengan perubahan keadaan rongga mulut terutama peningkatan kadar Leptin di saliva. Karies adalah penyakit jaringan keras yang disebabkan oleh aktivitas dari mikroorganisme, terutama Streptococcus mutans. Protein di saliva berfungsi menjaga ekosistem rongga mulut. Leptin merupakan protein saliva, leptin terutama di sintesis pada sel adiposa dan melakukan transport aktif sehingga dapat ditemukan di saliva. Leptin di saliva bekerja dengan dua cara yaitu sebagai antimikroba yang mencegah perlekatan bakteri di permukaan gigi atau dengan cara menginduksi sitokin yang mempengaruhi sistem imun dalam rongga mulut. Simpulan: Kadar leptin dalam saliva anak obesitas lebih tinggi dibanding anak normal. Rendahnya insiden karies anak obesitas berhubungan dengan kadar leptin di dalam saliva anak obesitas yang lebih tinggi dibandingkan anak normal. Perubahan komposisi saliva dan laju alir saliva pada anak obesitas juga menyebabkan rendahnya insiden karies dibandingkan dengan anak normal.

  2. Meet EPA's Dan Nelson

    Science.gov (United States)

    EPA’s Dan Nelson is the Director of the Human Research Protocol Office at the National Health and Environmental Effect Research Laboratory, Dan works to protect the rights and welfare of EPA’s research participants.

  3. Penelitian sifat sifat fisika sol plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilowati

    1986-12-01

    Full Text Available The physical properties of plastic soles especially flexible soles and spons soles for footwear (shoes, sandals, etc are very important. This physical properties are : tensile strength; elongation at break; tensile stress at 100%; hardness; density; tear resistance; permanen set; abrasion resistance and flexing. The type of plastic material used for flexible and spons plastic soles, as recorded by infrared spectrophotometry analysis indicate that most of them are made by PVC. Physical test result shown that plastics soles can be graded into three categories in comparation with the specification of the IIS (Indonesian Industial Standard number SII 1103 – 84.

  4. Bahasa, Simbol, dan Religi

    OpenAIRE

    Supriyadi, Supriyadi

    1999-01-01

    Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, makhluk berakal, makhluk berseni, dan sebagainya. Tulisan ini secara tidak langsung membicarakan manusia sebagai makhluk berbahasa, bersimbol, dan bereligi . Meskipun demikian, titik tolaknya bukan pada manusia itu sendiri, tetapi pada bahasa, simbol, dan religinya, terutama pada hubungan di antara ketiganya . Hubungan antara bahasa dan simbol tidak diragukan lagi karena bahasa merupakan jenis simbol . Demikian juga hubungan antara simbol dengan ...

  5. Kualitas Papan Partikel dari Pelepah Nipah dengan Perekat Asam Sitrat dan Sukrosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan perekat alami dan bahan baku non kayu dalam pembuatan papan partikel masih sangat terbatas. Sukrosa dan asam sitrat adalah dua bahan alami yang potensial sebagai perekat alami pengganti perekat sintetik berbasis formaldehida. Nipah (Nypa fruticans Wurmb. merupakan bahan non kayu yang potensial dijadikan alternatif bahan baku papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas papan partikel pelepah nipah yang direkat dengan sukrosa/asam sitrat (100/0, 87,5/12,5 dan 75/25. Papan partikel yang dibuat berukuran 25 cm × 25 cm × 1 cm, target kerapatan 0,8 g/cm3. Variabel perekatan antara lain jumlah perekat 20%, waktu kempa 10 menit, suhu kempa 180°C dan tekanan spesifik 3,6 MPa. Sifat fisika dan mekanika papan partikel diuji berdasarkan standar JIS A 5908:2003, kekasaran permukaan diukur menggunakan metode yang dilakukan oleh Hiziroglu (1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam sitrat terhadap sukrosa berpengaruh positif terhadap sebagian besar sifat papan partikel pelepah nipah. Papan partikel pelepah nipah dengan perekat sukrosa/asam sitrat 87,5/12,5 mampu memberikan hasil terbaik dengan memenuhi standar JIS A 5908:2003. Karakteristik papan partikel tersebut adalah kerapatan 0,89 g/cm3, kadar air 10,21%, pengembangan tebal 2,45%, penyerapan air 23,55%, kekasaran permukaan 5,13 μm, keteguhan rekat internal 0,39 MPa, keteguhan patah 9,80 MPa dan keteguhan elastisitas 3,19 GPa. Kata kunci: papan partikel, pelepah nipah, perekat alami, sukrosa, asam sitrat   Quality of the Nipa Frond Particleboard Bonded with Citric acid and Sucrose Abstract Utilization of natural binder for non-wood composite is still limited. Sucrose and citric acid are potential natural binding agents for composite products. Nipa (Nypa fruticans Wurmb. was non-wood materials which are potentially to be used as an alternative raw material for particleboards. This study aimed to determine the quality of the nipa frond

  6. FABRIKASI FERROGEL BERBAHAN DASAR NANOPARTIKEL MAGNETIT (Fe3O4 DARI HASIL SINTESIS PASIR BESI PANTAI UTARA JAWA DAN SIFAT MAGNETO-ELASTISITASNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Rahmawati

    2013-05-01

    Full Text Available Iron sand is one of natural materials that has been widely explored and so far is  only used  as building materials. This research provides solutions to increase the economic values of iron sand, by preparing ferrogel from iron sand. The purpose of this research is to prepare Fe3O4 nanoparticles-based-ferrogel from  synthetic  Fe3O4   prepared  from  iron  sand.  The  iron  sand  was obtained from north coast of Central Java. The preparation of synthetic Fe3O4 produced nanoparticles having a size of 82,42 – 110,9 nm . The characterization using XRD indicated that Fe2O4 content in the iron sand was 30%, and increased to 76% in the synthetic materials. In addition, the synthetic materials has additional phase of Al0.95  Ga0.05.  The ferrogel was prepared by mixing the synthetic materials with PVA (Polyphinyl alcohol. The ferrogel was characterized for its magnetoelasticity properties so that it can be used for artificial muscles. The results of magneto-elasticity ferrogel characterization showed that the higher the concentration of Fe3O4 filler in PVA matrix, the higher the deviation and elongation. However, the impurity of Al0.95 Ga0.05 in the ferrogel seemed to cause its magnetoelasticity to be less than optimum.

  7. Sifat Fisik Daging Sapi, Kerbau dan Domba pada Lama Postmortem yang Berbeda (Physical Characteristics of Beef, Buffalo and Lamb Meat on Different Postmortem Periods

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komariah (Komariah

    2012-02-01

    buffalo meat and lamb. The mean shear force of beef (6.73±0.16 kg/cm2 and buffalo meat (6.53±0.38 kg/cm2 were significantly (P<0.05 higher than lamb (5.24±0.93 kg/cm2. (Key words: Physical characteristic, Postmortem, Beef, Buffalo, and Lamb meat

  8. Sifat Fisik Daging Sapi, Kerbau dan Domba pada Lama Postmortem yang Berbeda (Physical Characteristics of Beef, Buffalo and Lamb Meat on Different Postmortem Periods)

    OpenAIRE

    Komariah (Komariah); Sri Rahayu; Sarjito (Sarjito)

    2012-01-01

    Physical characteristic of meat is very important in processing since it will determine the quality and type of processing being made. Meat characteristics of each livestock may different, but it is thought to be the same. Society in general assess the characteristics of buffalo and lamb meat with reference to the  characteristics of beef, so that the processing of meat into processed meat products often have different outcomes. The aim of the experiment was to study the physical character...

  9. Sifat Kimia Tanah Dan Kesesuaian Lahan Pada Masing-masing Tipologi Lahan Rawa Lebak Untuk Budidaya Tanaman Padi, Kasus Di Desa Tanjung Elai, Ogan Komering Ilir

    OpenAIRE

    Waluyo, Waluyo; Djamhari, Sudaryanto

    2011-01-01

    Research conducted in the village of Tanjung Alai, District of Padang Sira Island Komering Ogan Ilir district of South Sumatra with an area of 100 ha. This study aims to determine the soil chemical properties and suitability of land in each valley swamp land typology. Result interpretation and field observation and analysis of soil samples, the soil in the study area can be categorized as follows: 1) Typic Haplosaprists; saprik, shallow, drainage is blocked, flat pH 4.6, covering 13.5 hectare...

  10. SIFAT KIMIA TANAH DAN KESESUAIAN LAHAN PADA MASING-MASING TIPOLOGI LAHAN RAWA LEBAK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PADI, KASUS DI DESA TANJUNG ELAI, OGAN KOMERING ILIR

    OpenAIRE

    Waluyo, Waluyo; Djamhari, Sudaryanto

    2013-01-01

    Research conducted in the village of Tanjung Alai, District of Padang Sira Island Komering Ogan Ilir district of South Sumatra with an area of 100 ha. This study aims to determine the soil chemical properties and suitability of land in each valley swamp land typology. Result interpretation and field observation and analysis of soil samples, the soil in the study area can be categorized as follows: 1) Typic Haplosaprists; saprik, shallow, drainage is blocked, flat pH 4.6, covering 13.5 hectare...

  11. Pengaruh mimosa pada penyamakan kulit jaket domba samak nabati menggunakan sistem C-RFP, ditinjau dari sifat organoleptis, fisis, dan morfologi kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2016-06-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine the effect of the use of mimosa, to manufacture environmentally friendly leather for jacket by using the C-RFP system (C=Conditioning, R=Rapid, F=Fass (drum, P=Powder, on physical, organoleptic, and morphology properties of leather. It was also to obtain a formula for vegetable tanning with C-RFP system. Pickled skins are conditioned (pre-tanning using Sodotan TSN and Sodotan APR, and then Sodotan TSN was chosen due to it meets the requirements of SNI leather for jacket (SNI 4593:2011. Then, pickled skins were tanned with mimosa and applied C-RFP system or rapid tanning without water added. Mimosa, used in this research, were 15%, 20%, and 25% and fatliquor were 12.5%, 15%, and 17.5%. Furthermore, The leather were finished into an environmentally friendly leather for jackets, and then tested for physical and organoleptic properties based on the SNI 4593:2011 as well as leather morphology (SEM. The physical test result shows that for mimosa 15%, 20% and 25%, and for fatliquor 15% and 17.5% are fullfill the SNI.

  12. SIFAT FISIK MINYAK SAWIT KASAR DAN KORELASINYA DENGAN ATRIBUT MUTU [Physical Properties of Crude Palm Oil and Their Correlations to the Quality Attributes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Wulandari1,2*

    2011-12-01

    Full Text Available Indonesia is the largest producer and exporter of crude palm oil (CPO in the world. Process engineering applications of CPO during handling, transporting, and processing, need baseline data related to CPO’s physical properties. This research was aimed to obtain baseline data about physical properties of CPO and to study the correlation between CPO’s quality attributes to their physical property parameters. Study on physical property and quality of CPO was conducted to five CPO samples from different CPO’s producers. Those samples had variations on physical property parameters and quality attributes. Some physical property parameters of CPO were depended on the temperature of measurements. CPO samples showed non-Newtonian pseudoplastic behaviour at 25°C with various flow behaviour index (n and concistency index (K, other wise at 55°C all CPO samples showed Newtonian behaviour.There were good correlations between quality attributes of CPO to their physical property parameters at 25°C, including correlations between free fatty acid contents of CPO and the temperatures of crystallization, as well as between iodine values and the rheological properties of CPO.

  13. PENGARUH KONSENTRASI CaCl2 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KERIPIK PISANG MULI (Musa paradisiaca L. DENGAN PENGGORENGAN VAKUM (VACUUM FRYING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fibra Nurainy

    2013-07-01

    Full Text Available The ripe muli banana is very sensitive to high temperatures, therefore this type banana cannot be fried at normal atmosphere pressur. Therefore , a frying process at low temperature and low pressureis needed. The objective of this research was to determine the best CaCl2 concentration, soaking time, and the interaction between  them in producing the best muli banana cracker using vacuum frying. The factorial experiment was arranged  in a complete randomized block design with three replications. The first factor was the CaCl2 (K concentration and the second factor was soaking time (T. The CaCl2 concentration consisted of three levels: 1% (K1, 2% (K2, and 3% (K3. The soaking times were 10 minutes (T1, 20 minutes (T2, and 30 minutes (T3. Weight of each sample processed was 2 kg. The sensory evaluation data homogeneity  and additivity were  tested using Bartlet  and Tuckey tests.  Then the data were analyzed using ANOVA, and further analyzed using honest significant difference with significant level of 5%. The best organoleptic properties of vacuum fried muli banana cracker was found on the treatment of  1% CaCl2 soaked for10 minutes (K1L1 with characteristics of typical banana aroma, yellow brownish color, sweet and a little bit sour taste, no after taste, and crunchy. The overall acceptance was favorable. Keywords: CaCl2, cracker, crunchiness, muli banana, vacuum frying

  14. PENGUJIAN SIFAT PREBIOTIK DAN SINBIOTIK PRODUK OLAHAN UBI JALAR SECARA IN VIVO [In Vivo Evaluation of Prebiotic and Synbiotic Properties of Processed Sweet Potato Products

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilis Nuraida1,2

    2008-12-01

    Full Text Available The aims of this research were to investigate the prebiotic and synbiotic properties of sweet potato products (combined with L. casei subsp Rhamnosus for probiotic in increasing the number of Lactic Acid Bacteria (LAB and suppressing the number of E. coli and the occurrence of Salmonella in vivo. Some previous study showed that sweet potato is a potent source of prebiotic. The sweet potato products evaluated were sweet potato flakes (SPF and sweet potato ice cream mix. The in vivo assay used male rat strain Sprague-Dawley. Total microbes, LAB, E. coli and Salmonella in fecal were analyzed before, during and after feeding period. Feeding with SPF as prebiotic, L. casei subsp Rhamnosus as probiotic, and combination of both as synbiotic for ten days were able to increase the number of LAB (0.4-1.1 log CFU/g and suppress the number of E. coli in rat feces (1.5-1.7 log CFU/g. All of the treatment did not affect the occurrence of Salmonella in rat feces. The treatment of sweet potato ice cream mix as prebiotics and the combination of sweet potato ice cream mix and L. casei subsp. Rhamnosus as synbiotic for ten days did not effect the number of LAB and E. coli in rat feces.

  15. Mikrostruktur dan Karakterisasi Sifat Mekanik Lapisan Cr3C2-NiAl-Al2O3 Hasil Deposisi Dengan Menggunakan High Velocity Oxygen Fuel Thermal Spray Coating

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Riyanto

    2012-03-01

    Full Text Available Surface coating processing of industrial component with thermal spray coatings have been applied in many industrial fields. Ceramic matrix composite coating which consists of Cr3C2-Al2O3-NiAl had been carried out to obtain layers of material that has superior mechanical properties to enhance component performance. Deposition of CMC with High Velocity Oxygen Fuel (HVOF thermal spray coating has been employed. This study aims to determine the effect of powder particle size on the microstructure, surface roughness and hardness of the layer, by varying the NiAl powder particle size. Test results show NiAl powder particle size has an influence on the mechanical properties of CMC coating. Hardness of coating increases and surface roughness values of coating decrease with smaller NiAl particle size.  

  16. PENGUJIAN SIFAT FISIS-MEKANIS DAN NONDESTRUKTIF METODE GELOMBANG SUARA PAPAN WOL SEMEN BERKERAPATAN SEDANG-TINGGI BAMBU BETUNG (DENDROCALAMUS ASPER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Karlinasari

    2012-04-01

    Full Text Available Cement board is a composite wood product has advantages such as fire resistance, termite, water resistant, and has good sound insulation properties. Bamboo is suitable material that can be used as a raw material of cement board. The objectove of this study was to determine the physical-mechanical properties of wool cement boards from betung bamboo (Dendrocalamus asper in various densities. Mechanical testing included nondestructive testing performed using the sound waves velocity method (stress wave velocity. The material used was particles of wool/ excelsior dimensions. The adhesive used was Portland cement type I by the ratio of bamboo: cement: water 1:2:1. Target board densities were 0.5 g/cm3; 0.8 g/cm3; and 1.0 g/cm3. The results showed the higher density of the board the higher mechanical properties of boards. The difference density cement board was more influential on mechanical properties (MOE, MOR, SW board compared with those physical properties. Nondestrcutive testing using sound waves velocity method can be used to predict mechanical bending properties of wool cement board of betung bamboo as indicated by the close relationship between the parameter estimators (dynamic MOE and static testing value (MOE and MOR.

  17. Beberapa sifat fisika kimia tanah yang berpengaruh terhadap model kecepatan infiltrasi pada tegakan mahoni jabon dan trembesi di Kebun Raya Purwodadi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Sri Darmayanti

    2013-03-01

    Full Text Available The research was conducted at the Purwodadi Botanical Gardens in three areas covered by the dominant vegetation Mahoni(Swietenia macrophylla, Jabon (Anthocephalus cadamba and trembesi (Samanea saman in January to May 2012. The purpose of thisstudy was to obtain a model infi ltration rate (cm/h that was infl ued by physical and chemical properties of the soil that exist under thevegetation. Physical and chemicalparameters of soil chemical properties is observed macropore (%, organic matter (%, percentage ofthe fraction silt (%, sand(%, and clay(%, and bulk density (BD (g/cm3. The six factors are thought to differ indirectly because of thespecifi cation and morphology of the dominant plant species shelter. Data infi ltration was collected by using the ring infi ltrometer, whilemacroporosity tested with metylen blue method, the properties of the other physical chemical factortested by laboratory of Departmentof Soil, Brawijaya University. The model derived from the analysis of the regression equation using SPSS software version 17.0. Thestudy produced three different models of infi ltration rate on each plot different, they were Y = - 15,8 + 17,3 X1 - 1,09 X2 + 1,53 X3 +0,001 X4 - 21,3 X6 (Mahoni's plot;Y = - 108 + 53,0 X1 - 0,68 X2 + 5,27 X3 - 0,470 X4 + 59,7 X6 (Jabon's plot; Y = - 20,1 + 17,4X1 - 1,06 X2 + 1,57 X3 + 0,082 X4 - 21,6 X6 (Trembesi's plot. Y= Infi ltration rate (cm/h, X1= macropore (%, X2= organic matter(%, percentage of the fraction silt (% (X3, sand (% (X4, and X6= bulk density (g/cm3. In the equation not found factor X5 (clayfraction helped form a model because of multicollinearity analysis obtained by assuming that the clay fraction still contains a linearrelationship (correlated with other variables.

  18. SIFAT KIMIA SELAI BUAH NAGA, KOMPOSISI MIKROFLORA DAN PROFIL SCFA FESES RELAWAN [Chemical Properties of Drugon Fruit Jam, Microflora Composition and SCFA Profile of Human Volunteer Faecal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati

    2015-12-01

    Full Text Available Dragon fruit contains oligosaccharides, Including prebiotic ingredients, that are namely raffinose, stachyose, and fructo-oligosaccharides. The heat treatment process like jam producing can affect the functional properties of a food material. The aim of the research wereto know the effect of jam processing on chemical properties, and their prebiotic properties. Evaluation of the prebiotic properties was conducted by in vivo method i.e. probiotic and enterobacteria population of volunteers faecal (microflora composition, prebiotic index (PI value and Short Chain Fatty Acid (SCFA profile. The result showed that the processing of dragon fruit into jams decreased water content, β-sianin and dissolved particles but increased the Insoluble Indigestible Fraction (IIF. The PI value of dragon fruit jam were 1.70 for white dragon jam and 1.18 for red dragon fruit. The jam processing decreased PI value up to 0.49 (red dragon fruit jam and 0.54 (white dragon fruit jam. The fresh dragon fruit and the jam produced short chain fatty acid (SCFA i.e. acetic and propionic acid. It can be concluded that prebiotic properties of white dragon fruit better than red dragon fruit.

  19. KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK HIDROLISAT TEMPE HASIL HIDROLISIS PROTEASE [Study on physicochemical and organoleptic properties of tempeh hydrolysate produced by protease

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Herry

    2002-12-01

    Full Text Available Physicochemical and organoleptic properties of tempeh hydrolysate produced by protease were studied. The tempeh hydrolysate had different properties comparing with those of the unhydrolyzed tempeh powder. Hydrolysis of the tempeh protein could lower the antioxidant activity. Accordingly, the TBA value increased significantly when the tempeh was hydrolyzed by protease. This process also promoted Maillard reaction, resulting in a more brown color than that of the unhydrolyzed tempeh powder. Moreover, the tempeh hydrolysate had a better protein solubility, and a higher index of umami taste by organoleptic evaluation.

  20. Pengaruh Mimosa Pada Penyamakan Kulit Jaket Domba Samak Nabati Menggunakan Sistem C-RFP, Ditinjau Dari Sifat Organoleptis, Fisis, Dan Morfologi Kulit

    OpenAIRE

    Sutyasmi, Sri; Widowati, Titik Purwati; Setyadewi, Noor Maryam

    2016-01-01

    The purpose of this study was to determine the effect of the use of mimosa, to manufacture environmentally friendly leather for jacket by using the C-RFP system (C=Conditioning, R=Rapid, F=Fass (drum), P=Powder), on physical, organoleptic, and morphology properties of leather. It was also to obtain a formula for vegetable tanning with C-RFP system. Pickled skins are conditioned (pre-tanning) using Sodotan TSN and Sodotan APR, and then Sodotan TSN was chosen due to it meets the requirements of...

  1. Pengaruh mimosa pada penyamakan kulit jaket domba samak nabati menggunakan sistem C-RFP, ditinjau dari sifat organoleptis, fisis, dan morfologi kulit

    OpenAIRE

    Sri Sutyasmi; Titik Purwati Widowati; Noor Maryam Setyadewi

    2016-01-01

    The purpose of this study was to determine the effect of the use of mimosa, to manufacture environmentally friendly leather for jacket by using the C-RFP system (C=Conditioning, R=Rapid, F=Fass (drum), P=Powder), on physical, organoleptic, and morphology properties of leather. It was also to obtain a formula for vegetable tanning with C-RFP system. Pickled skins are conditioned (pre-tanning) using Sodotan TSN and Sodotan APR, and then Sodotan TSN was chosen due to it meets the requirements of...

  2. EFEKTIVITAS ANTIBIOTIKA DAN VAKSIN DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT STREPTOCOCCOSIS PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hambali Supriyadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui antibiotik yang efektif untuk pengobatan penyakit streptococcosis, serta mendapatkan cara pencegahan penyakit secara biologis yaitu melalui penggunaan vaksin telah dilakukan di Laboratorium Riset kesehatan Ikan Pasar Minggu. Tiga jenis antibiotika yaitu Neomycin, Oxytetracyclin, dan Enrofloxacin diuji efektivitasnya terhadap 4 isolat bakteri Streptococcus iniae yaitu Y2N7, Y2N9, GM2.4, dan S1N8 melalui uji zona hambatan dan konsentrasi hambat minimum (MIC. Uji imunogenitas diuji dengan cara pembuatan vaksin dari isolat yang digunakan yang kemudian dievaluasi level titer antibodi yang diproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enrofloxacin merupakan antibiotik yang efektif terhadap semua isolat yang diuji, sedangkan neomycin efektif hanya untuk isolat Y2N7. Isolat GM2.4 relatif memiliki sifat immunogenitas lebih baik dibanding dengan isolat uji lainnya. Research with the aims to evaluate the effectiveness of several antibiotics against 4 (four streptococcus iniae isolates, and evaluation of immunogecity of those isolate to be used for disease control (vaccine have been conducted at Fish Health Research Laboratory Pasar Minggu. The effectiveness of three antibiotics namely Neomycin, Oxytetracyclin, and Enrofloxacin have been tested against 4 (four isolates Y2N7, Y2N9, GM2.4, and S1N8. The immunogenicity of those isolates were also tested by developing vaccine and evaluated through the production of antibody titer level. The results indicated that enrofloxacin was effective against all isolates tested, meanwhile neomycin only effective against isolate Y2N7. Isolate of GM2.4 was relatively immunogenic as compared to the other isolates.

  3. Analisis Kebijakan dan Efektivitas Organisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Syarifudin Kiwang

    2015-05-01

    Full Text Available Penerapan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 8 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi pada UPT Diklat Koperasi dan UMKM. Penelitian ini berusaha untuk melihat dampak kebijakan organisasi terhadap efektivitas organisasi dengan menggunakan enam elemen variabel dari kebijakan dan praktik manajemen. Keenam elemen tersebut adalah penetapan tujuan strategis, pencarian dan pemanfaatan sumber daya, lingkungan prestasi, proses komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan, serta adaptasi dan inovasi organisasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data model Miles dan Huberman, yang terdiri atas reduksi data, display/penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas organisasi pada UPT Diklat koperasi dan UMKM belum berjalan secara baik, hal ini dapat dilihat dari beberapa hal antara lain, belum adanya tenaga spesialisasi pengelola diklat dan tenaga khusus (sarjana di bidang perkoperasian dan kondisi lingkungan kerja (lingkungan prestasi pada UPT Diklat koperasi dan UMKM yang belum efektif. Penempatan pegawai juga belum tepat, mutasi ke UPT Diklat Koperasi dan UMKM tidak memperhatikan latar belakang pendidikan dan spesialisasi/keahlian pegawai sehingga membutuhkan waktu dalam proses penyesuaian serta menurunkan jumlah pelaksanaan diklat dikarenakan keterbatasan alokasi dana.

  4. ANALISIS KELAYAKAN DAN SENSITIVITAS HARGA INPUT PADA USAHA BUDIDAYA IKAN LELE DALAM KOLAM TERPAL DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idiannor Mahyudin

    2016-10-01

    menunjukkan usaha budidaya ikan lele dalam kolam terpal layak untuk diusahakan lebih lanjut.  Hasil analisis sensitifitas terhadap kenaikan harga input dalam hal ini pakan ikan meningkat 20%, diperoleh nilai NPV 12% sebesar Rp 87.611,919 > 0, nilai B/C 12% = 1,86 > 1 dan nilai IRR = ~ (tidak terhingga  > dari tingkat bunga berlaku. Dari hasil analisis sensitifitas menunjukkan walaupun ada kenaikan pakan sebesar 20% usaha budidaya ikan dalam kolam terpal tetap layak untuk diusahakan.  Permasalahan yang ada pada petani ikan lele dalam kolam terpal adalah: mahalnya harga pakan ikan, rendahnya harga jual ikan, terbatasnya modal usaha, sifat kanibal dari ikan lele dan biaya pergantian terpal  yang dilakukan setiap tahun.  Struktur  pasar ikan lele adalah struktur pasar persaingan tidak sempurna (struktur pasar oligopoli.

  5. ASETILASI PADA FENOL DAN ANISOL MENGGUNAKAN ANHIDRIDA ASAM ASETAT BERKATALIS Zr4+-ZEOLIT BETA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DA Retnoningrum

    2015-07-01

    Full Text Available Zeolit beta pada umumnya memiliki keasaman tinggi dan berpotensi aktif sebagai katalis heterogen dalam asilasi Friedel-Crafts senyawa aromatik. Untuk meningkatkan stabilitas dan selektivitasnya, zeolit beta perlu diaktivasi dan dimodifikasi terlebih dahulu dengan mengembankan logam aktif zirkonium dengan metode pertukaran ion. Karakterisasi katalis meliputi analisis kristalinitas katalis dengan XRD, sifat permukaan katalis dengan Surface Area Analyzer dan uji keasaman dengan pengadsorbsi piridin. Dalam penelitian ini, dipelajari aktivitas dan selektivitas katalis Zr4+-zeolit beta dalam reaksi asetilasi fenol dan anisol. Reaksi dilakukan pada berbagai variasi suhu yaitu 100 dan 130C dengan waktu reaksi yaitu pada jam ke 4, 8 dan 12. Hasil asetilasi kemudian dianalisis menggunakan GC, FTIR dan analisis produk menggunakan GC-MS. Asetilasi fenol dengan katalis Zr4+-zeolit beta menghasilkan produk fenil etanoat dengan kadar 95,87% dan selektivitas 100%. Hasil ini didapatkan pada suhu reaksi 130C dan waktu reaksi 8 jam. Asetilasi pada cincin benzena baik pada fenol maupun anisol tidak terjadi, hal ini karena asetilasi pada cincin benzena lebih sukar dibandingkan asetilasi pada gugus OH fenol. Perlu adanya kondisi lain untuk melakukan asetilasi pada cincin benzena. Asetilasi anisol pada waktu reaksi 24 jam dan temperatur 130C didapatkan produk dengan kadar 74%.Beta zeolite generally has a high acidity and potentially active as heterogeneous catalyst in the Friedel-Crafts acylation of aromatic compounds. To improve its stability and selectivity, beta zeolite needs to be activated and modified in advance with zirconium to elicit active metal using ion exchange method. Characterization of catalyst include catalyst’s crystallinity using XRD analysis, the nature of the catalyst surface with the Surface Area Analyzer and the acidity test using pyridine adsorption. In the current study the activity and the selectivity of catalyst Zr4+-beta zeolite

  6. TANGKI SEPTIK DAN MASALAHNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-10-01

    Full Text Available Manusia yang sehat tiap hari membuang tinja yang harus ditampung dan/atau diolah secara saniter. Meskipun Indonesia telah 55 tahun merdeka dan telah memiliki banyak ahli sanitasi/teknik penyehatan baik lulusan dalam maupun luar negeri, namun cara pengelolaan tinja yang ada kebanyakan masih belum memenuhi syarat kesehatan. Tangki septik dianggap sebagai cara penampungan tinja yang terbaik, padahal sebenarnya masih terjadi pencemaran tanah dan air melalui saluran perembesan.Tangki septik (septic tank merupakan salah satu macam sarana pengolahan tinja manusia yang pada garis besarnya terdiri dari sebuah tangki pembusukan lumpur (sludge digester dan saluran perembesan efluen. Tangki pembusukan harus memenuhi syarat mengenai perbandingan panjang dan lebar serta syarat kedalaman maksimum dan minimum, agar pembusukan lumpur dari tinja manusia dapat berjalan sempurna malahan tidak berbau busuk lagi.

  7. PENGARUH UMUR POHON, BONITA DAN POSISI AKSIAL BATANG TERHADAP STRUKTUR MAKROSKOPIS DAN KUALITAS KAYU JATI SEBAGAI BAHAN FURNITUR (Effect of Tree Age, Site Quality Index and Trunk Axial Position on Macroscopic Structure and Quality of Teak Wood

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Suranto

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan kayu jati muda merupakan solusi alternatif terhadap terbatasnya ketersediaan bahan baku yang dihadapi oleh industri mebel. Kayu muda cenderung memiliki kayu berkualitas rendah. Salah satu pengukur kualitas kayu adalah sifat struktur makroskopik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pohon, bonita dan posisi aksial batang terhadap struktur makroskopis kayu dan kualitas kayu. Tiga puluh enam pohon jati muda ditebang dari kawasan hutan KPH Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Tiga cakram berketebalan 3 cm diambil dari masing-masing posisi aksial batang, yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Pengukuran proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun dilakukan berdasarkan perbedaan warna alami dan dengan menggunakan lembaran plastik transparan bergambar pola milimeter. Data dianalisis dengan analisis varians dalam rancangan acak lengkap berblok yang disusun secara faktorial. Pengujian lanjutan dilakukan dengan uji HSD Duncan. Kualitas kayu ditentukan dengan analisis determinan berdasarkan kurva normal Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi tiga faktor tidak berpengaruh terhadap proporsi kayu teras, dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi kelas umur dan bonita pengaruh nyata terhadap proporsi kayu teras dan dimensi lingkarah tahun. Posisi aksial batang berpengaruh secara nyata terhadap proporsi kayu teras dan berpengaruh sangat nyata terhadap dimensi lingkaran tahun. Semakin mendekat pada posisi pangkal batang, semakin tinggi proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi tiga faktor yaitu kelas umur V, bonita 4 dan posisi tengah batang menghasilkan kualitas kayu tertinggi, yaitu kelas 2, dan interaksi kelas umur V, bonita 3 dan bagian ujung batang menghasilkan kualitas terendah, yaitu kelas 4. Penggunaan kayu berbasis kualitas akan memaksimalkan nilai guna dan meningkatkan umur pakai produk, sehingga mengurangi intensitas penebangan hutan dan lebih ramah lingkungan hidup. ABSTRACT Young teak utilization

  8. DEPRESI DAN GANGGUAN TIDUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Eko Radityo

    2012-12-01

    Full Text Available Depresi merupakan gangguan mood berupa kesedihan yang intens, berlangsung dalamwaktu lama, dan mengganggu kehidupan normal yang insidennya semakin meningkatseiring dengan meningkatnya tekanan hidup. Tahun 2020, depresi diperkirakanmenempati urutan kedua penyakit di dunia. Gejala-gejala depresi terdiri dari gangguanemosi, gangguan kognitif, keluhan somatik, gangguan psikomotor, dan gangguanvegetatif. Salah satu gejala depresi yang muncul adalah gangguan tidur yang bisaberupa insomnia, bangun secara tiba-tiba, dan hipersomnia. Hal ini disebabkan olehgangguan neurotransmiter dan regulasi hormon. Selain sebagai gejala depresi, gangguantidur juga bisa merupakan penyebab depresi. Beberapa penelitian memberikanhubungan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko depresi di kemudian hari.

  9. Pengaruh Ekstraksi Zat Warna Alam dan Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna pada Kain Batik Katun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKain katun merupakan jenis kain yang terbuat dari serat kapas, mempunyai sifat mudah menyerap  bahan alami maupun kimia dan banyak digunakan untuk bahan media batik. Telah dilakukan penelitian ekstraksi pada lima jenis zat warna alam dengan menggunakan air. Variasi antara bahan pembawa zat warna dengan air adalah 1 : 6 dan 1 : 8. Fiksasi dilakukan dengan menggunakan kapur, tunjung, tawas, campuran kapur dengan tetes dan tanpa fiksasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan air pada ekstraksi dan bahan fiksasi terhadap ketahanan luntur warna pada kain. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstraksi zat warna alam dari daun indigo, daun mangga, kulit kayu nangka, kulit buah manggis dan biji buah kesumba dengan menggunakan air sebanyak 6 dan 8 bagian, memberikan hasil yang tidak jauh berbeda. Jenis zat warna alam dan bahan fiksasi yang diaplikasikan untuk pembatikan kain katun yang memberikan ketahanan luntur baik adalah: kulit buah manggis dengan fiksasi kapur, tawas dan tanpa fiksasi, biji buah kesumba/bixa dengan fiksasi tunjung dan tawas, kulit kayu nangka dengan fiksasi tunjung, daun mangga dengan fiksasi tawas. Daun indigo mempunyai ketahanan luntur warna yang baik sampai sangat baik terhadap pencucian, tetapi kurang baik sampai baik terhadap sinar terang hari. Penggunaan fiksasi campuran kapur dan tetes tebu menghasilkan ketahanan luntur warna pencucian dan sinar terang hari lebih rendah dibanding fiksasi dengan kapur. Ketahanan luntur dari kelima zat warna alam terhadap pencucian lebih baik dibanding ketahanan luntur terhadap sinar terang hari. Kata kunci: zat warna alam, ekstraksi, fiksasi, katunABSTRACTThe cotton fabric is a type of fabric made from cotton fiber, its easily absorbed material both natural and chemical, and widely used as a material for batik.Research extraction of five types of natural dyes made with a variety of colour materials carrier and the use of water is 1:6 and 1:8. Fixation of color on

  10. Keragaman dan Peran Biologi Arthrophoda pada Sawah Irigasi dan Tegalan

    OpenAIRE

    Suwarno, Suwarno

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman arthropoda dan peran biologinya pada tanah sawah irigasi dan tegalan. Penelitian ini dilaksanakan di daerah persawahan di daerah Sragen pada bulan Maret – Mei 2016. Metode Penelitian dengan menggunakan pitfall trap atau perangkap jebakan yang diletakkan area persawahan dan tegalan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan purposive sampling. Sampel arthropoda yang diperoleh diidentifikasi dan dianalisis di Laboratorium pendidikan Biologi. ...

  11. Fermentasi Biji Kakao Kering Menggunakan Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus lactis, dan Acetobacter aceti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulono Apriyanto

    2018-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat kimia pada fermentasi biji kakao kering jemur. Biji kakao kering jemur yang diperoleh dari petani memiliki kadar air yang tidak seragam. Guna menimalkan kegagalan fermentasi maka biji kakao kering jemur diperoleh melalui pengeringan biji kakao segar menggunakan kabinet dryer dengan sebelumnya dikondisikan pada suhu seperti pengeringan dengan sinar matahari, dan masing ditentukan kadar gula reduksinya. Percobaan fermentasi biji kakao kering dilakukan fermentasi pada wadah fermentasi dengan jumlah biji 150 g setiap wadah. Sebelum difermentasi terlebih dahulu biji kakao kering jemur direhidrasi agar didapat kadar air mendekati biji segar, kemudian biji kakao kering jemur diinkubasi selama enam hari dan tanpa dibalik selama fermentasi. Setiap perlakuan diulangi tiga kali dan diamati tiap 24 jam sampai 120 jam. Kadar gula reduksi (kontrol 4,49–11,45%, inokulum diawal (IA 4,69–11,55%, inokulum bertahap (IB 4,64–11,54%, kadar asam tertitrasi (kontrol 4,48–6,45%, inokulum diawal (IA 4,64–6,39%, inokulum bertahap (IB  4,45–6,59%, populasi Saccharomycescerevisiae (kontrol 5,56–7,28 (log CFU/g, inokulum diawal (IA 6,45–8,75 (logCFU/g, inokulum bertahap (IB 6.88 – 8.99 (logCFU/g, Lactobacillus lactis (kontrol 6,66–8,15 (log CFU/g, inokulum diawal (IA 7,65–8,21(log CFU/g, inokulum bertahap (IB 7,66–8,95 (log CFU/g dan Acetobacter aceti (kontrol 4,26–6,95% (log CFU/g, inokulum diawal (IA 4,85–7,40 (log CFU/g, inokulum bertahap (IB 4,35–7,91 (log CFU/g dalam pulp fermentasi diamati selama proses fermentasi. Untuk mengetahui kualitas biji kakao dilakukan pengukuran pH (kontrol 5,67–3,98, inokulum diawal (IA 5,67–3,55, inokulum bertahap (IB 5,67–3,50, kadar etanol (kontrol 0,3–0,5%, inokulum diawal (IA 0,3–0,52%, inokulum bertahap (IB 0,35–0,53% dan indeks fermentasi selama fermentasi (kontrol 0,31–0,88, inokulum diawal (IA 0,32–0,99, inokulum bertahap (IB 0,33–1,03. Kata

  12. ASPEK PENEGAKAN KODE ETIK HAKIM DALAM MEWUJUDKAN KEKUASAAN KEHAKIMAN YANG BERMARTABAT DAN BERINTEGRITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heni Hendrawati

    2016-03-01

    Full Text Available Penulisan karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh munculnya isu-isu negatif terkait penegakkan kode etik hakim dalam mewujudkan kekuasaan kehakiman yang bermartabat dan berintegritas. Isu-isu negatif itu antara lain terdapat fenomena tentang korupsi peradilan (judicial corruption dalam bentuk berbagai perilaku tercela (permainan kotor seperti penyuapan, transaksi perkara, calo perkara, makelar kasus (markus, pemerasan, jual beli putusan, dan sebagainya.  Padahal untuk menegakkan supremasi hukum adalah dengan menegakkan etika, profesionalisme serta disiplin terutama oleh profesi hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu penelitian yang mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap permasalahan yang dibahas. Jenis penelitian dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah kepustakaan (library research yang menggunakan bahan hukum primer yaitu  Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman , Surat Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Nomor: 047/KMA/SKB/IV/2009 -02/SKB/P.KY/IV/2009 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, serta Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Dan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Nomor : 02/PB/MA/IX/2012- 02/PB/P.KY/09/2012 Tentang Panduan Penegakan Kode Etik Dan Pedoman Perilaku Hakim. Adapun bahan hukum sekunder berupa jurnal hukum, buku-buku, artikel hukum ilmiah  yang terkait dengan rumusan permasalahan penelitian. Sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu memberikan gambaran bagaimana implementasi peraturan perundang-undangan tentang kode etik hakim untuk mewujudkan hakim yang bermartabat dan berintegritas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah  pendekatan perundang-undangan (statute approach pendekatan sejarah (historical approach, pendekatan kasus (case approach.  Pendekatan perundang-undangan  terkait dengan upaya untuk mewujudkan hakim

  13. Sistem Verifikasi Tanda Tangan Off-Line Berdasar Ciri Histogram Of Oriented Gradient (HOG Dan Histogram Of Curvature (HoC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Wahyu Widodo

    2015-08-01

    Full Text Available Abstrak Tanda tangan dengan sifat uniknya merupakan salah satu dari sekian banyak atribut personal yang diterima secara luas untuk verifikasi indentitas seseorang, alat pembuktian kepemilikan berbagai transaksi atau dokumen di dalam masyarakat. Keberhasilan penggunaan ciri gradien dan curvature dalam bidang-bidang penelitian pengenalan pola dan bahwa tanda tangan dapat dikatakan merupakan hasil tulisan tangan yang tersusun atas beragam garis dan lengkungan (curve yang memiliki arah atau orientasi merupakan alasan bahwa kedua ciri tersebut digunakan sebagai metoda verifikasi tanda tangan offline di penelitian ini. Berbagai implementasi dari pre-processing, ekstraksi dan representasi ciri, dan pembelajaran SVM serta usaha perbaikan yang telah dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa ciri HOG dan HoC mampu dimanfaatkan dalam proses verifikasi tanda tangan secara offline.  Pada basis data GPDS960Signature, HOG dan HoC yang dihitung pada ukuran sel 30 x 30 piksel memberikan dengan nilai %FRR terbaik 26,90 dan %FAR 37,56.  Sedangkan pada basis data FUM-PHSDB, HOG dn HoC yang dihitung pada ukuran 60 x 60 piksel memberikan nilai %FRR terbaik 4 dan %FAR 57. Kata kunci: verifikasi tanda tangan, curvature, orientation, gradient, histogram of curvature (HoC, histogram of oriented gradient (HOG Abstract Signature with unique properties is one of the many personal attributes that are widely accepted to verify a person's identity, proof of ownership transactions instrument or document in the community. The successful use of gradient and curvature feature in the research fields of pattern recognition is the reason that both of these features are used as an offline signature verification method in this study. Various implementations of preprocessing, feature extraction and representation, and SVM learning has been done in the study showed results that HOG and HoC feature can be utilized in the process of offline signature verification.  HOG and

  14. Teori Kepemimpinan Sifat

    OpenAIRE

    Marianti, Maria Merry

    2009-01-01

    Leadership is the ability to influence a group toward the achievement of a vision or a set of goals. There are three groups of Leadership theories: trait theories, behavioral theories, and contingency theories. Trait theories of leadership differentiate leaders from non-leaders by focusing on personal qualities and characteristics. This paper focuses on trait theories of leadership. This theory is based on characteristics of many leaders - both successful and unsuccessful - and is used to pr...

  15. PREVALENCE OF ACINETOBACTER BAUMANNII ISOLATED FROM CLINICAL SPECIMENS IN ADAM MALIK HOSPITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evita Mayasari

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakAcinetobacter baumannii merupakan spesies Acinetobacter spp. tersering diisolasi darimanusia, dan lebih sering dijumpai pada infeksi nosokomial dibandingkan dengan infeksi dikomunitas. Eksistensi bakteri ini di lingkungan terkait dengan keragaman reservoir, kemampuanmemperoleh gen pembawa sifat resisten antimikroba, dan sifat resisten terhadap pengeringan.Infeksi disebabkan strain A.baumannii yang resisten terhadap banyak antibiotik tidak mudahdikendalikan dan menjadi permasalahan di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui prevalensi A.baumannii dari spesimen klinis di instalasi mikrobiologi klinik RSUPHaji Adam Malik serta pola kepekaannya terhadap berbagai antibiotik. Identifikasi dan ujikepekaan menggunakan mesin otomatis Vitek 2 dengan Advanced Expert System (AES.Penelitian ini menemukan 644/3693 (17,44% isolat A.baumannii dari berbagai spesimen klinis.A.baumannii paling banyak diisolasi dari spesimen dahak. Penelitian ini menemukan 147/644(23% bahwa isolat carbapenem-resistent A.baumannii (imipenem dan meropenem. Sebagianbesar isolat sensitif terhadap colistin, amikacin dan tigecycline. Prevalensi A.baumanni yangditemukan pada penelitian ini adalah rendah namun resistensinya tinggi terhadap antibiotikterutama golongan penicillin, cephalosporin dan fluoroquinolon.AbstractAcinetobacter baumannii is the most frequent species of Acinetobacter spp. isolated fromhumans and more common in nosocomial infection than it is in community acquired infection.A.baumannii existence in environment is associated with the diversity of its reservoirs, itscapacity to accumulate genes of antimicrobial resistence, and its resistence to desiccation.Infection of Multidrug resistent (MDR strain of A.baumannii is not easy to manage and it hasbecome a problem in many countries. The aim of this retrospective study was to investigatethe prevalence of A.baumannii from routine clinical specimens sent to clinical microbiologylaboratory RSUP HAM

  16. KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN AKUMULASI MINERAL TANAH PADA BANGUNAN SARANG RAYAP TANAH Macrotermes gilvus Hagen (BLATTODEA: TERMITIDAE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Subekti

    2012-03-01

    Full Text Available Rayap Macrotermes gilvus Hagen mempunyai peranan ekologis rayap tanah M. gilvus sebagai degradator primer di dalam hutan, eksplorasi perananannya sebagai agen biologis dalam perbaikan vegetasi dan perbaikan kualitas tanah. Rayap dapat memodifikasi sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian tentang kandungan bahan organik telah dilakukan dengan analisis proksimat (metode Weende, sementara akumulasi mineral tanah menggunakan metode X-Ray berdasarkan Analysis Program Cristallynity. Rayap M. gilvus Hagen merupakan komponen penting dalam memodifikasi beragam mineral dari tanah disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara komposisi mineral tanah dalam sarang rayap M. gilvus Hagen dengan mineral tanah disekitar sarang. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik dalam bangunan sarang menghasilkan sebesar 98.33% dan padatannya 1.67%. Padatan ini terdiri dari karbohidrat sebesar 3.16%, abu 4.19%, lemak 23.95%, protein sebesar 39.52%, dan sisanya 29.18% berupa mineral-mineral. Bangunan sarang rayap yaitu SiO2 dan Despujolsite yang dibawa dari lingkungan sekitar kedalan bangunan sarang. Unsur-unsur yang lain diperoleh dari sebagian material yang berasal dari saliva, humus dan tanah sekitar sarang. The termite Macrotermes gilvus Hagen plays an ecological role. Subterranean termites M. gilvus is considered as the primary degradator in the forest, and therefore the exploration of its role as the biological agent to recover the vegetation and soil quality might be useful. Termites could modify the physical and chemical nature of soil. M. gilvus Hagen was an important component in modifying various minerals of the surrounding soil.  Research on the content of the organic materials had been proximat analysis (Weende methode, and the accumulation of soil mineral structure in the mound with X-Ray Methode (Analysis Program Cristallynity 2006. The result of the research indicated that there was significant difference

  17. Liever kraanwater dan bronwater

    NARCIS (Netherlands)

    Kole, A.P.W.

    2011-01-01

    Een test in het Restaurant van de Toekomst van de invloed van CO2-labels op het aankoopgedrag van consumenten, heeft nog geen duidelijk beeld opgeleverd. Wel pakten mensen vaker kraanwater dan bronwater.

  18. Dan Performer Mei Lanfang

    DEFF Research Database (Denmark)

    Risum, Janne

    2010-01-01

    The convention of performing female characters (dan characters) in Beijing opera, as practised by its most prominent male performer of female characters Mei Lanfang, and its and his cultural context and aesthetic aim...

  19. ANALISIS PENGARUH EVA DAN MVA TERHADAP RETURN SAHAM PADA INDUSTRI PROPERTI DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2007-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ryan Pahlawan

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1 pengaruh Economic Value Added (EVA terhadap return saham (2 pengaruh Market Value Added (MVA terhadap return saham (3 pengaruh Economic Value Added (EVA dan Market Value Added (MVA terhadap return saham antara variabel kinerja keuangan industri properti di Bursa Efek Indonesia pada periode 2007-2012. Kegunaan teoritis adalah untuk memberikan kontribusi tentang pengetahuan manajemen keuangan, yang dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian berikutnya kinerja keuangan terutama tentang industri properti di Bursa Efek Indonesia. Kegunaan praktis adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat Economic Value Added (EVA dan Market Value Added (MVA terhadap kinerja keuangan untuk kontribusi memberi kepada manajemen properti umum dalam mengelola variabel kinerja industri properti Bursa Efek Indonesia.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari data Bursa Efek Indonesia, dan Departemen Riset menurut sifat laporan keuangan pada periode 2007-2012. Sampel adalah 54 variabel dan dianalisis dengan regresi berganda metode statistik linier. Total nilai determinasi adalah 0,368, artinya ini adalah 36,8% informasi dalam data dapat dijelaskan oleh model dan 63,2% di bawah variabel lain dan error. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1 Variabel Economic Value Added (EVA berpengaruh positif terhadap return saham; (2 Variabel Market Value Added (MVA memiliki pengaruh negatif terhadap Return Saham; Mengacu pada kesimpulan penelitian diatas maka disarankan adalah: (1 Dioptimalkan Economic Value Added (EVA untuk mencapai pendapatan dan keuntungan dari return saham (2 Mengelola Variabel Market Value Added (MVA pada kondisi baik untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendapatkan dipercaya dari investor Bursa Efek Indonesia (3 Fokus ke Manajemen Risiko, Jasa, perusahaan Visi & Misi, dan Active keterampilan dan pengetahuan karyawan perusahaan yang lebih tinggi untuk

  20. LIFE CYCLE COSTING DAN EKSTERNALITAS BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT DAN MINYAK ALGA DI INDONESIA (Life Cycle Costing and Externities of Palm and Algal Biodiesel in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Dwi Santoso

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Biaya produksi biodiesel menjadi salah satu hambatan program konversi bahan bakar minyak ke biodiesel negara-negara termasuk Indonesia dalam upaya mengantipasi terjadinya krisis energi. Salah satu penyebab biaya produksi yang tinggi adalah karena variabel biaya produksi yang diperbandingkan selama ini belum sepenuhnya mencerminkan keseluruhan potensi yang terkandung dalam biodiesel. Potensi biodiesel yang tergolong ke dalam komoditas lingkungan seperti sifat terbarukan, rendah dalam penggunaan lahan, dan ramah lingkungan perlu dimasukkan dalam perhitungan agar mendapatkan perbandingan perhitungan yang obyektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan komoditas lingkungan pada stuktur biaya produksi biodiesel dari minyak sawit dan minyak alga. Nilai komoditas lingkungan diperkirakan dengan metode metode benefit transfer dan untuk memperlihatkan nilai keuntungan digunakan pendekatan willing to pay (WTP. Nilai-nilai komoditas lingkungan diacu dari hasil perhitungan perangkat lunak Environmental Priority Strategy (EPS versi 2000. Untuk kasus Indonesia, nilai komoditas lingkungan EPS diinferensi dengan elastisitas berdasarkan dari perbandingan nilai pendapatan per kapita negara Swedia dan Indonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis life cycle costing (LCC yang diaplikasikan dengan menambahkan variabel eksternalitas dapat memberikan informasi yang detil tentang komposisi biaya produksi biodiesel dan dapat digunakan sebagai metode untuk mendapatkan gambaran total biaya produksi yang paling kompetitif dari beberapa sumber.  Analisis juga menyimpulkan bahwa variabel eksternalitas turut mempengaruhi kenaikan total biaya produksi biodiesel hingga 14%. Hasil analisis profitabilitas menyatakan bahwa pasokan biomasa alga untuk produksi biodiesel lebih terjamin dan berkelanjutan dibandingkan biomasa sawit karena kendala teknis dan non teknis pada produksi biomasa alga lebih mudah diatasi selain itu juga keunggulan

  1. PENGARUH FORMULASI PASTA LABU KUNING DAN TEPUNG BERAS KETAN PUTIH TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORI DODOL [The Effect of Formulation Pumpkin Paste and White Glutinous Rice Flour on Chemical and Sensory Properties Dodol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Hanggara

    2016-03-01

    Full Text Available The objective of this research was to study the effect formulation between pumpkin pasta and white glutinous rice flour on chemical and sensory properties of dodol. The research was a single factor, arranged in a Complete Randomized Design with six replications. The factor was the formulation of pumpkin pasta and white glutinous rice flour consisted of four levels, i.e. 10 : 90 (L1; 20 : 80 (L2; 30 : 70 (L3; 40 : 60 (L4; 50 : 50 (L5; and 60 : 40 (L6.  The data were analyzed by using ANOVA and were further tested with LSD test at 5% level of significant. The results showed that the ratio of pumpkin paste and white glutinous rice flour significantly affected the chemical (moisture and sucrose contents and  sensory properties (texture, color, taste, flavor and overall acceptance of dodol.  The best formulation was found on dodol produced from 50% pumpkin paste and 50% white glutinous rice flour (L5 with the moisture content of 22,51%, sucrose content of 33,67%, total carotenoids content of 1,16 µg/g, fat content of 23,12%, with the texture score of 2,71 (rather elastic, color score of  3,97 (yellow-brown, taste score of 3,75 (feel pumpkin, flavor score of 3,50 (flavorful pumpkin and the overall acceptance of 3,51 (like. Keywords:  dodol, pumpkin, white glutinous rice

  2. PENGARUH FORMULASI PASTA LABU KUNING DAN TEPUNG BERAS KETAN PUTIH TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORI DODOL [The Effect of Formulation Pumpkin Paste and White Glutinous Rice Flour on Chemical and Sensory Properties Dodol

    OpenAIRE

    Hadi Hanggara; Sussi Astuti; Sri Setyani

    2016-01-01

    The objective of this research was to study the effect formulation between pumpkin pasta and white glutinous rice flour on chemical and sensory properties of dodol. The research was a single factor, arranged in a Complete Randomized Design with six replications. The factor was the formulation of pumpkin pasta and white glutinous rice flour consisted of four levels, i.e. 10 : 90 (L1); 20 : 80 (L2); 30 : 70 (L3); 40 : 60 (L4); 50 : 50 (L5); and 60 : 40 (L6).  The data were analyzed by using ANO...

  3. PENGARUH DEKSTRIN DAN GUM ARAB TERHADAP SIFAT KIMIA DAN FISIK BUBUK SARI JAGUNG MANIS (Zeamays saccharata [The Effects of Dextrin and Arabic Gum on Chemical and Physical Properties of Sweet Corn (Zeamays saccharata Milk-like Powder

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutardi*

    2010-12-01

    Full Text Available The aim of this research was to determine the effects of type and amount of binder on the chemical and physical properties of sweet corn milk-like powder. Sweet corn milk-like powder was prepared from sweet corn kernel extracted with water with ratio of water and kernel of 2:1 (v/w, then dehydrated by spray dryer. Dextrin and arabic gum in various amount i.e. 2.5; 5.0; and 7.5% (w/v, respectively were added to the sweet corn milk-like before drying, and control was also made. The reducing sugar and total sugar, protein, fat, and moisture content, and as well as bulk density, colour, and solubility of the powder were then analyzed. The chemical and physical properties of sweet corn milk-like powder with addition of dextrin and arabic gum in the amount of 2.5; 5.0; and 7.5% (w/v were significantly different (p > 0.05. According to all aspects studied, sweet corn milk-like powder with addition of dextrin in the amount of 2.5% was the best product of all, which had reducing sugar of 5.00% (db; total sugar 17.01% (db; protein13.67% (db; fat 5.97% (db; moisture 5.38%; bulk density 0.47 g/cm3; and solubility of 93.70%.

  4. PREFERENSI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL : PERSPEKTIF GENDER DAN ENTREPRENEURABILITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaira Amalia Fachrudin

    2013-06-01

    Full Text Available Preferensi pembiayaan dalam perusahaan besar lebih didasarkan pada karakteristik perusahaan tersebut.  Namun dalam usaha mikro dan kecil hal ini mungkin berbeda dan bergantung pada karakteristik pemiliknya seperti gender dan entrepreneurability.   Perbedaan gender mungkin juga membedakan entrepreneurability dan dukungan yang diterima.  Penelitian ini akan menguji apakah terdapat perbedaan preferensi pembiayaan berdasarkan gender, entrepreneurability berdasarkan gender dan berdasarkan preferensi pembiayaan, serta perbedaan dukungan berdasarkan gender.  Sampel dari usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam bidang kuliner  diuji dengan uji beda Independent Sample t Test dan kemudian dengan Crosstabulation untuk lebih memperinci hasilnya.  Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan preferensi pembiayaan berdasarkan gender dan berdasarkan  entrepreneurability, namun entrepreneurability berbeda signifikan berdasarkan gender dan juga ditemukan bahwa dukungan moral, tenaga, dan modal yang diterima pemilik usaha pria dan wanita tidak berbeda signifikan (p value lebih kecil dari 0.05.   Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat kesetaraan gender dalam pembiayaan usaha dan entrepreneurability lebih tinggi pada pria.  Pria pemilik usaha juga mendapatkan dukungan tenaga kerja yang lebih banyak daripada wanita.  Dukungan tenaga ini adalah salah satu bentuk  financial bootstrapping karena dapat mengurangi pembiayaan usaha

  5. UKURAN PARTIKEL DAN KONFORMASI KRISTAL ZEOLIT-A HASIL SINTESIS DENGAN PENAMBAHAN TETRAPROPILAMMONIUM HIDROKSIDA (TPAOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul - Widiastuti

    2014-12-01

    Full Text Available Abstract PARTICLE SIZE AND CRYSTAL CONFORMATION OF SYNTHESIZED ZEOLITE-A WITH TETRAPROPYLAMMONIUM HYDROXIDE (TPAOH ADDITION. The aims of this research is to study the effect of tetrapropylammonium hydroxide (TPAOH concentration in the synthesis of zeolite A to its physical characteristics such as crystallinity, crystal conformation and average crystal size. The zeolite A was synthesized with composition 3.165 Na2O : 1.000 Al2O3 : 1.926 SiO2 : 128 H2O : x TPAOH where x was 0; 0.0385; 0.0577; 0.0770; 0.1540 and 4.1602. The zeolite was crystalized under hydrothermal condition in a stainless steel autoclave at 100°C for 5 hours. The resulting crystal was washed with distilled water until pH 8 and then dried in an oven at 80oC for 24 hours. FT-IR and XRD analysis results show that the synthesized zeolite A at x = 4.1602 has the lowest crystallinity. It is estimated due to the mass of TPAOH was four times higger than the mass of zeolite framework components (Si and Al. SEM and PSD (Particle Size Distribution analysis results show that TPAOH concentration affected the crystal conformation and the average size of zeolite A particles. The formation of chained crystal conformation was caused by the electrostatic interactions between TPA+ and negatively charge of zeolite framework. In addition, the particel size of the synthesized zeolite A at x = 0.1540 was 2.024 µm which was smaller than the particel size of the synthesized zeolite A without TPAOH, which was 3.534 µm. Keywords: average size of particles; crystal conformation; TPAOH; zeolite A Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi TPAOH (Tetrapropilamonium hidroksida dalam sintesis zeolit A terhadap sifat fisikanya yang meliputi kekristalan, konformasi kristal dan ukuran rata-rata kristal yang terbentuk. Pada penelitian   ini   zeolit A   disintesis    dengan komposisi 3,165 Na2O : 1 Al2O3 : 1,926 SiO2 :128 H2O: x TPAOH. Konsentrasi TPAOH divariasikan dengan

  6. DETEKSI DAN MANAJEMEN REFEEDING SYNDROME

    OpenAIRE

    Darmadi Darmadi; Riska Habriel Ruslie

    2012-01-01

    AbstrakRefeeding syndrome (RFS) dideskripsikan sebagai perubahan biokimiawi, manifestasi klinis dan komplikasi sebagai konsekuensi pemberian nutrisi pada pasien kurang gizi. Refeeding syndrome ini menyebabkan dampak buruk dan kematian. Sindroma ini lebih sering terjadi pada kelompok risiko. Refeeding syndrome merupakan suatu sindroma yang sering tak terdiagnosis oleh karena itu perlu peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari tenaga medis untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas dari RFS. K...

  7. INOVASI DAN STRATEGI PENCAPAIANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liem Ferryanto

    2009-01-01

    Full Text Available Innovation is the way of life of any institution to profitably sustain its life. It starts with empathy, the ability to reach outside of ourselves and walk in someone else’s shoes, and optimal implementation of the newly advanced technology. Innovation shows its results through continuously hard working efforts known as "10 Thousand Hours Rule". As world uncertainty creates complexity we, instead of predicting, should therefore anticipate the future by creating and managing real options on contingent projects or elements of alternative optimal strategies. This should reflect into our portfolio strategy. Abstract in Bahasa Indonesia: Inovasi merupakan darah bagi suatu institusi untuk bisa hidup berkelanjutan serta menguntungkan. Inovasi berupa penemuan baru secara sistematis yang berawal dari empati, kemampuan untuk melihat dunia melalui mata orang lain, dan pemanfaatan secara optimal kemajuan teknologi yang ada. Inovasi baru menghasilkan buahnya melalui kerja keras, yaitu dengan mengikuti “Aturan 10 Ribu Jam” secara berkesinambungan. Ketidakpastian, interaksi, keterbatasan dan degradasi menciptakan kompleksitas tentang kebutuhan dan solusi di masa depan. Oleh sebab itu daripada meramalkan risiko yang bakal terjadi, kita sebaiknya memasang strategi berupa skenario untuk mereduksi akibat dari risiko masa depan yang tidak kita mengerti. Skenario ini dapat diperoleh lewat penciptaan dan penanganan beberapa pilihan nyata atas semua proyek antisipatif yang ada. Kata kunci: Inovasi, ketidakpastian dan kompleksitas, aturan 10 ribu jam, paradoks strategi, peta jalan, empati, kerja berkesinambungan.

  8. PENGELOLAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DI THAILAND, MYANMAR, DAN INDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital, SKM Anorital, SKM

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam bulan Januari 1991 yang lalu, Sdr. Anorital, SKM (Ka. Subbag. Pengumpulan dan PengolahanData Badan Litbangkes dan H. Syafwani Mirin, SKM (Ka. Bag. Keuangan Badan Litbangkes memperoleh fellowship dari WHO untuk melakukan studi perbandingan ke institusi-institusi penelitian kesehatan di Thailand,Myanmar, dan India.Berikut di bawah ini tulisan bersangkutan yang menggambarkan secara garis besar pengelolaan penelitian dan pengembangan kesehatan pada masing-masing negara obyek studi. Semoga informasi yang terkandung pada tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

  9. Kinerja Dan Efisiensi Bank Pemerintah (Bumn) Dan Busn Yang Go Publik Di Indonesia

    OpenAIRE

    Haryanto, Sugeng

    2012-01-01

    Penelitian ini menganalisis kinerja dan tingkat efisiensi bank-bank BUMN dan BUSN yang go Publik di Bursa Efek Indonesia. Sample penelitian ini mengambil tiga bank BUMN Bank BNI 46, Bank Mandiri dan Bank BRI) dan tiga bank BUSN (Bank BCA, Bank Niaga dan Bank Panin) dengan periode analisis tahun 2005-2011. Varibael yang digunakan meliputi ROA, ROE, LAR. LDR, NPL dan BOPO. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisis perbedaan kinerja antara Bank BUMN dan BUSN yang go public di...

  10. Kondisi oral higiene dan karies gigi pada vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan

    OpenAIRE

    Prawira, Albert

    2011-01-01

    Perbedaan pola makan antara vegetarian dan non vegetarian dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi oral higiene dan karies gigi pada umat vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan. Jenis penelitian adalah survei deskriptif. Sampel terdiri atas 74 vegetarian dan 65 non vegetarian. Pemeriksaan oral higiene dan karies gigi masing-masing menggunakan indeks OHIS Greene dan Vermillion dan indeks DMFT Klein, se...

  11. Analisa Kekuatan Sambungan Pipa Baja Karbon dan Besi Cor Berbasis Teknologi Las Gesek (Friction Welding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Husodo

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Adanya kesulitan yang akan terjadi manakala dilakukan proses penyambungan dua buah logam yang berbedakomposisi. Namun ada alternative metode proses penyambungan logam baja yang berbeda komposisi dengan metodelas gesek. Selain itu metode las gesek ini mempunyai banyak keunggulan antara lain waktu proses cepat, tidak perlulogam pengisi, panas yang terjadi tidak sampai logam mencair, panas yang terjadi tidak terlalu tinggi juga mudahditerapkan karena dapat memanfaatkan mesin perkakas. Oleh karena itu perlu dilakukan proses penyambungan denganmetode las gesek untuk alternative proses pembuatan produk stang sepeda motor. Penelitian dilakukan denganmemvariasi tekanan tempa sebesar 375, 437,5 dan 500 kgf/cm2 , tekanan gesek 62,5 kgf/cm2 dan durasi waktu gesek120 detik. Sampel uji yang dihasilkan dilakukan pengujian struktur mikro dengan metallografi sedangkan sifat mekanikdilakukan dengan pengujian kekerasan dan kekuatan tarik. Analisa dilakukan untuk mengetahui peluang las gesekdipakai sebagai alternative proses produksi produk stang sepeda motor. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode lasgesek dapat digunakan menyambung dua buah logam baja yang berbeda kompisi yaitu pipa baja karbon rendah denganbesi cor. Kekuatan las akan meningkat ketika tekanan tempa juga meningkat. Kekuatan sambungan tertinggi sebesar546,66 N/mm2.Kata kunci: Las gesek, pipa baja karbon rendah, besi cor, tekanan tempa, tekanan gesek Abstract: The difficulties that will occur when the process of joining two pieces made of different metal compositions. However,there are alternative methods of process connection of different steel metal composition with friction welding method.Besides this friction welding method has many advantages such as faster processing time, do not need filler metal, theheat does not occur until the metal melts, heat is happening is not too high is also easy to implement because it can takeadvantage of machine tools. Therefore, it is necessary to the

  12. PENGARUH KOMPOSISI ARANG AKTIF DAN KALSIUM KARBONAT PADA PACK CARBURIZING TERHADAP MICROSTRUCTURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni, Syafrul Hadi

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pengerasan  permukaan pada baja lunak, dengan proses pack carburizing. Baja lunak banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan suatu produk.  Untuk mendapatkan sifat yang keras pada permukaan dan tetap lunak pada intinya maka  dilakukan proses pengerasan permukaan, sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai dengan  tujuan desainnya. Proses carburizing ini, diperlukan sebuah tungku pembakar yang dirancang tahan panas serta mudah dioperasikan. aman dengan bahan bakar batu bara . untuk penguji tungku yang telah dirancang dilakukan pengujian pada baja rabon rendah dengan mengunakan media karburisasi 1000 gr arang aktif dengan variasi :  200 gram, 100 grm, 66.7 gram Kalsium  karbonat ( CaCo3 pada temperatur   pemanasan 950 0C dan  waktu tahan 4 jam   Kemudian dilanjukan dengan proses quenching. Dari hasil pengujian menunjukan bahan uji dengan komposisi 1000 gr arang aktif dengan 200 gram calcium carbonat lebih baik penambahan unsur karbon sehingga waktu dilakukan quenching terbentuk struktur mikro martensite Kata kunci : Komposisi Arang aktif dan CaCo3, Temperatur, Waktu tahan The goal of the research to obtain surface hardening method on mild steel, with a pack carburizing process. Mild steel is widely used as an ingredient in the manufacture of a product. To get hard on the nature of the surface and remains soft at the core surface hardening process is carried out, so that the product can be used in accordance with the purpose of design.To do this carburizing process, required a stove burner designed heat resistant and easy to operate. safe with fuel coal. for testers furnace that has been designed to do testing on steel Rabon low by using media carburizing 1000 grams of activated charcoal with variations: 200 grams, 100 grm, 66.7 grams of calcium carbonate (CaCO3 at the heating temperature of 950 0C and holding time 4 hours Then dilanjukan with process quenching. Test results

  13. Pengaruh Pengurangan Kadar Air dan Penggunaan Bahan Pengikat Kadar Air dalam Pembuatan Cake Bengkuang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2016-12-01

    Full Text Available Yam contains a high water content ranging from 86-90% therefore when be processed to be a product such as cake will also result a high water content and cause the product is not durable. By the nature characteristics of the yam was then made utilization efforts became yam cake in order to develop yam processing, increase value added, and diversify food processing based on raw materials of local potential in Padang City. Yam can be used by processing them into a semi wet food such as cake with a dominant amount of yam up to 50% of the cake batter, but only had a shelf life for 3 days. To increase the shelf-life study was carried out water content reduction of raw materials and using of a binder in the making of yam cake. The treatment of water content reduction of yam was done using juicer and pressing. A comparison as a control was performed without reduction of water content. The use of water content binder was conducted with the addition of coconut, cornstarch, and rice flour. Yam cake formulas using binder of water content  with cornstarch and reduction the water content of raw material by pressing showed optimal results with a preferred value of organoleptic panelist, the water content 28.50%, carbohydrate 56.31%, protein 6.13%, fat 10.23%, energy 341.86 kcal/100g, dietary fiber 5.98%, calcium 27.77 mg/100g, and 5.92% inulin, storability for 5 days at room temperature and 4 weeks at refrigerator temperature.ABSTRAKBengkuang mengandung kadar air yang tinggi berkisar 86-90% sehingga jika diolah untuk menjadi produk berupa cake akan memberikan kadar air yang juga tinggi dan menyebabkan produk menjadi tidak tahan lama. Dengan sifat alami bengkuang tersebut maka dilakukan upaya pemanfaatannya menjadi cake bengkuang dalam rangka pengembangan olahan dari bengkuang, peningkatan nilai tambah, dan diversifikasi olahan pangan berbasis bahan baku lokal yang cukup potensi di kota Padang. Bengkuang dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi pangan

  14. PRODUKSI KAYU BULAT DAN NILAI HARAPAN LAHAN JABON (Anthocephalus cadamba DI PT INTRACA HUTANI LESTARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Sarjono

    2017-10-01

    Full Text Available The decline in the quality and quantity of natural forests requires plantation forests as timber suppliers. Jabon is one type of fast growing plant that is expected to meet national wood demand because the type jabon has a fast growing nature and quality of wood is relatively the same as sengon. Some of the advantages of jabon are: rapid growth, adaptability to various places of growth, silvicultural treatment is relatively easy, relatively resistant to pests and diseases. The study was conducted for the purpose of knowing roundwood production and land expected value of Jabon (Anthocephalus cadamba in PT Intraca Hutani Lestari. This research was conducted at PT Intraca Hutani Lestari in Tana Tidung, North Kalimantan for 3 months effective with several stages of field orientation, preparation of research plan, literature study, data collection, data simulation and writing of research result. Analysis of the data used by using the formula of volume, increment and value of land expectation. The result of calculating the potential of A. candamba stand with spacing of 3m X 3m showed that effective harvesting was done at age 8 with total volume of 199.61 m3 ha-1; MAI of 24.95 m3 ha-1year-1 and CAI of 24, 49 m3 ha-1year-1with an average diameter of 31 cm. To calculate the land expectation value on A. cadamba plant shows the greatest value at 8 years old with a value of Rp59,916,283. Penurunan kualitas dan kuantitas hutan alam memerlukan hutan tanaman sebagai penyuplai kayu. Jabon merupakan salah satu jenis tanaman fast growing yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan kayu nasional karena jenis jabon memiliki sifat cepat tumbuh dan kualitas kayu yang relative sama dengan sengon. Beberapa kelebihan jabon antara lain: pertumbuhan cepat, mudah beradaptasi pada berbagai tempat tumbuh, perlakuan silvikultur relative mudah, relative tahan terhadap hama dan penyakit  dari  Penelitian ini dilakukan untuk tujuan mengetahui produksi kayu bulat dan nilai harapan

  15. ANALISIS KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR PERTANAHAN KOTA PEKANBARU (PADA SEKSI HAK TANAH DAN PENDAFTARAN TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masirun Masirun

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak : Penelitian ini dilakukan di Kantor pertanahan kota pekanbaru riau, yang terletak dijalan, Pepaya NO 47 Kantor pertanahan merupakan kantor pelayanan masyarakat bertujuan membuat sertifikat-sertifikat tanah dan Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja karyawan pada kantor pertanahan kota pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada kantor pertanahan Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian, diperoleh jumlah sampel sebanyak 62 karyawan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif.Dalam penelitian ini, jenis dan sumber data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari kantor pertanahan kota pekanbaru.diolah lebih lanjut, serta data sekunder yang berupa data yang telah jadi tanpa mengalami perubahan seperti sejarah singkat perusahaan, job description masing-masing bagian perusahaan, serta struktur organisasi perusahaan.Adapun pendidikan dan pelatihan pada kantor pertanahan kota pekanbaru riau jugak di katagorikan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kualitas, produktivitas yang meningkat dengan adanya pendidikan dan pelatihan serta pengembangan idividu dan jugak dengan adanya pendidikan dan pelatihan tersebut sangat membantu dalam hal meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja serta merupakan perencanaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik lagi.Dari hasil analisis penelitian tersebut diketahui bahwa rata-rata karyawan yang bekerja pada kantor pertanahan kota pekanbaru cukup baik, Kinerja karyawan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Sifat, Perilaku, Kompetensi. Abstract : This study was conducted in the Office of Riau pekanbaru city land, which is located in the street, Papaya NO 47. The land office is aimed at making the civil service of the certificates of land and the purpose of this study is to analyze the performance of employees at the land office

  16. Pengaruh serbuk serat batang pisang sebagai filler terhadap sifat mekanis dari komposit PVC– CaCO3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT The aim of research was to study the effect to the mechanical properties of banana fiber as a filler of PVC-calcium carbonate composite. Banana stem powder was made from banana stem which was grounded and soaked in 15 % NaOH for 24 hours to remove the lignin, dried and screened to 200 mesh, PVC-calcium carbonate composite was made using a Two Roll Mill at o temperature of 50 C, for 10 minutes and 50 rpm. The composition of PVC and additiveswere not varied, while the variations made on banana fiber, ie 0, 10; 20, 30, and 40 phr (per hundred resin. The observation showed the mechanical properties of PVC- calcium carbonate 2 composite has value of weight per unit area between 4.55 to 5.90 kg/m , bulk densities from 1.503 3 2 to 1.999 g/cm , tensile strength from 67.56 to 79.03 kg/cm , hardness 55.00 to 66.66 shore D, 2 water absorption from 0.960 to 3.322 %, flexibility test from 118.99 to 165.09 kg/cm , flash point 0.032 0.075 inc / sec, water density was good (not drop happened and the ability of sawed and nailed was good (no defected/cracked. When the test results of PVC-calcium carbonate composite with banana fiber compared with SNI 15-0233-1989 Mutu dan Cara Uji Lembaran Serat Semen, indicates that

  17. UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PADA PEMBUATAN RODA CASTOR 5” MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN PENGENDALIAN PROSES STATISTIK (Studi Kasus Di Unit Komponen Plastik PT. Mega Andalan Kalasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Utami Handayani

    2012-02-01

    Full Text Available PT. Mega Andalan Kalasan (MAK merupakan industri manufaktur yang menghasilkan peralatan rumah sakit dari logam. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan pada Unit Komponen Plastik yang salah satu hasil produknya adalah roda castor 5”. Keluhan yang sering terjadi adalah adanya kerusakan pada bagian roda, terutama bagian wheel out roda. Hal ini disebabkan adanya rongga udara antara komponen wheel out dengan wheel in yang dapat menyebabkan pecah/terpisahnya bagian wheel out dengan wheel in. Untuk mengetahui ada tidaknya rongga, cara yang dapat dilakukan selama ini adalah membelah roda sehingga dapat terlihat bagian dalamnya (uji merusak. Cara ini tentu saja sulit dan tidak ekonomis. Pihak perusahaan pun memutuskan untuk mengganti material yang selama ini digunakan (Haibam dengan material lain (TPU yang memiliki sifat bahan lebih baik. Hal ini mampu mengurangi keluhan yang terjadi akibat cacat yang terjadi ketika masih menggunakan material haibam. Akan tetapi, penggantian bahan tidak serta merta menyelesaikan permasalahan, hal ini dapat dilihat dengan muncunya permasalahan baru berkaitan dengan proses produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk meminimalkan cacat yang terjadi pada proses pembuatan roda castor 5” dan difokuskan pada cacat wheel out Castor 5”. Hasil identifikasi terhadap bahan haibam dan TPU menunjukkan bahwa sink mark merupakan cacat dominan. Pengolahan data dengan menggunakan metode DPMO menghasilkan tingkat sigma yang berbeda. Dari kedua tingkat sigma yang dihasilkan tersebut terlihat bahwa Tingkat Sigma Haibam > TPU (3,0 Sigma > 2,8 Sigma. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kemampuan proses ketika proses produksi castor diganti bahan bakunya dari Haibam menjadi TPU. Kata kunci : Wheel in, Wheel out, Haibam, TPU, DPMO, SPC, Ttngkat Sigma

  18. IDE DAN DESAIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priscilia Yunita Wijaya

    1999-01-01

    Full Text Available We have seen many desain all around our everyday living. Design exist in the form of brochures%2C posters%2C banners%2C signages%2C book covers%2C and etcetera. Some are nice and easy to understand%2C some are ok%2C and some look like they are not fully develop and thought. A word that run across our mind whrn we enjoying a design is idea . A good design almost always associated with a good idea%2C is it tru? This paper is going to discuss about desain and its relationship to idea. Abstract in Bahasa Indonesia : Banyak desain yang diamati dalam kehidupan kita sehari-hari. Desain hadir dalam bentuk brosur%2C poster%2C spanduk%2C tanda-tanda%2C sampul buku%2C dan lain sebagainya. Ada beberapa yang bagus dan mudah untuk dimengerti%2C beberapa yang biasa%2C dan beberapa yang tampak asal dibuat. Sebuah kata yang terlintas dalam pemikiran kita dalam menikmati sebuah desain adalah ide . Sebuah desain yang baik selalu di identikan dengan ide yang baik%2C benarkah hal ini? Apakah desain dan apa hubungannya dengan ide akan dibahas pada tulisan ini.

  19. URGENSI DAN PROSPEK PENGATURAN (IUS CONSTITUENDUM UU TENTANG CONTEMPT OF COURT UNTUK MENEGAKKAN MARTABAT DAN WIBAWA PERADILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Mulyadi

    2015-07-01

    Full Text Available UU Contempt of Court merupakan kebutuhan yang bersifat urgent, segera dan mendesak, sehingga perlu dilakukan kajian dan penelitian secara kritis, akademis dan bersifat komprehensif untuk menjaga keluhuran dan menegakkan martabat dan wibawa peradilan.

  20. Epistemologi dan Keterbatasan Teori Gravitasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Erwin

    2017-08-01

    Full Text Available Peristiwa tentang kecenderungan jatuhnya benda-benda menuju pusat bumi dan keteraturan peredaran planet dan benda-benda langit lainnya dalam tata surya dahulu dianggap dua fenomena yang berbeda. Mekanika benda langit dan mekanika bumi yang sebelumnya merupakan dua pengetahuan yang terpisah, dianggap satu kesatuan oleh Sir Isaac Newton. Newton mengemukakan hukum gravitasi umum yaitu gaya tarik menarik antara dua benda besarnya sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum gravitasi ini sukses menjalaskan bagaimana benda cendrung jatuh menuju pusat bumi dan peredaran planet dan benda-benda langit lain mengelilingi matahari dalam sistem tata surya. Namun hukum gravitasi Newton ternyata tidak sepenuhnya tepat, beberapa hal dapat dijelaskan dengan hukum relativitas Einstein, namun demikian hukum relativitas Einstein juga dicurigai masih perlu diamandemen agar dapat menjelaskan fenomena alam dengan tepat.

  1. EPISTEMOLOGI DAN KETERBATASAN TEORI GRAVITASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Erwin

    2017-08-01

    Full Text Available Peristiwa tentang kecenderungan jatuhnya benda-benda menuju pusat bumi dan keteraturan peredaran planet dan benda-benda langit lainnya dalam tata surya dahulu dianggap dua fenomena yang berbeda. Mekanika benda langit dan mekanika bumi yang sebelumnya merupakan dua pengetahuan yang terpisah, dianggap satu kesatuan oleh Sir Isaac Newton. Newton mengemukakan hukum gravitasi umum yaitu gaya tarik menarik antara dua benda besarnya sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum gravitasi ini sukses menjalaskan bagaimana benda cendrung jatuh menuju pusat bumi dan peredaran planet dan benda-benda langit lain mengelilingi matahari dalam sistem tata surya. Namun hukum gravitasi Newton ternyata tidak sepenuhnya tepat, beberapa hal dapat dijelaskan dengan hukum relativitas Einstein, namun demikian hukum relativitas Einstein juga dicurigai masih perlu diamandemen agar dapat menjelaskan fenomena alam dengan tepat.

  2. ISLAM DAN RADIKALISME: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idrus Ruslan

    2017-02-01

    Full Text Available Sejak tragedi pemboman WTC tanggal 11 September 2001 yang disusul dengan rangkaian peledakan bom di sejumlah negara, banyak orang non Muslim yang berasumsi bahwa ajaran Islam identik dengan radikalisme. Walaupun assumsi yang berkembang itu dapat dimaklumi, namun keyakinan tersebut tentu saja tidak sepenuhnya benar. Karena meskipun terdapat sekelompok orang Islam yang berbuat radikal, akan tetapi mayoritas Muslim justru bertentangan dengan mereka. Lagi pula, jika dicermati secara mendalam, sesungguhnya Islam sama sekali tidak mentolerir tindakan radikal. Ia adalah agama kasih sayang yang sangat mendodrong penganutnya untuk berbuat baik terhadap orang lain, termasuk kepada orang-orang non-Muslim. Artikel ini menawarkan beberapa upaya strategis dalam mengantisipasi dan menanggulangi bahaya radikalisme-terorisme.

  3. Pengaruh Kerapatan Vegetasi Penutup Lahan terhadap Karakteristik Resesi Hidrograf pada Beberapa Subdas di Propinsi Jawa Tengah Dan Propinsi DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bokiraiya Latuamury

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi DIY, dilatarbelakangi oleh penurunan daya dukung lingkungan seperti rusaknya kawasan hutan dan berkurangnya luas tutupan lahan hutan, yang dapat mempengaruhi perilaku aliran air. Dengan adanya perubahan tutupan lahan akan berdampak pada berubahnya sifat-sifat hidrologi seperti koefisien aliran, debit dan karakteristik hidrograf aliran. Indikator kerusakan hutan dapat dilihat dari karakteristik hidrograf. Evaluasi respon DAS berupa hidrograf aliran akibat adanya perubahan penutup lahan menjadi sangat penting untuk dianalisis karena merupakan tolok ukur dalam setiap penentuan kebijakan terkait dengan penanganan banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1. mengkaji karakteristik kerapatan vegetasi penutup lahan dan keterkaitannya dalam ekosistem DAS, (2. mengkaji karakteristik aliran dasar (koefisien resesi  pada beberapa sub-DAS tersebut, dan (3. menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi penutup lahan terhadap karakteristik hidrograf aliran khususnya aliran dasar pada sub DAS yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei data sekunder pada rekaman data AWLR/SPAS untuk analisis resesi hidrograf dan koefisien resesi (Krb, dan interpretasi citra Landsat ETM+ untuk transformasi indeks vegetasi NDVI dikorelasikasi dengan data kerapatan vegetasi untuk mempresentasikan karakteristik kerapatan vegetasi. Selanjutnya hasil transformasi indeks vegetasi NDVI kemudian diujikorelasikan dengan karakteristik resesi (koefisien resesi untuk menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi penutup lahan terhadap karakteristik resesi hidrograf. Hasil uji statistik NDVI dengan koefisien resesi menunjukkan terdapatnya korelasi antara nilai NDVI dan koefisien resesi pada R2 = 0,1427, F = 2.17 tidak berpengaruh nyata pada taraf signifikan 1% sebesar 0.1646 (lampiran 1.2b. Analisis korelasi antara variabel independen (NDVI penutup lahan dengan variabel

  4. DIVERSITAS DAN KERAPATAN MANGROVE, GASTROPODA DAN BIVALVIA DI ESTUARI PERANCAK, BALI

    OpenAIRE

    Susiana; Ali, Syamsu Alam; Rukminasari, Nita

    2011-01-01

    Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove menggunakan transek kuadrat 10 m x 10 m. Kelimpahan dan kepadatan gastropoda dan bialvia menggunakan transek kuadrat berukuran 1 m x 1 m. Analisis nMDS, cluster untuk melihat hubungan karekteristik mangrove alami dan rehabilitasi dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi untuk mendetermi...

  5. DAKWAH DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurmahyati

    2017-02-01

    Full Text Available Da’wah is an attempt to persuade and influence others in realizing the teachings of Islam, to achieve worldly prosperity and welfare of the hereafter. The success was fueled by propaganda aspects are interrelated, anatara preachers, propaganda material, propaganda strategy, mad’u (target da’wah. The number of women in this country nearly half of people (49.36. therefore, it is important to empower women in da’wah to build their own people in consciousness and religious activities that provide the basics of life prosperous world and hereafter.   Dakwah merupakan suatu upaya untuk mengajak dan mempengaruhi orang lain dalam merealisasikan ajaran Islam, untuk mencapai tujuan kesejahteraan duniawi maupun kesejahteraan ukhrawi. Keberhasilan tersebut pun dipicu oleh berbagai aspek dakwah yang saling terkait, antara juru dakwah, materi dakwah, strategi dakwah, mad’u (sasaran dakwah. Jumlah kaum perempuan di negara ini hampir mencapai separuh dari jumlah masyarakatnya (49,36. Oleh karena itu, sangat penting sekali pemberdayaan perempuan dalam dakwah untuk membangun kaumnya sendiri dalam kesadaran dan aktivitas-aktivitas keagamaan yang memberikan dasar kehidupan sejahtera duniawi dan ukhrawi.

  6. ASIMETRI INFORMASI DAN UNDERPRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tety Anggita Safitri

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh asimetri informasi terhadap underpricing. Penelitian ini menggunakan sampel 63 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2005-2010. Analisis data menggunakan regresi linier berganda, yaitu menguji proksi asimetri informasi yang terdiri atas ukuran perusahaan, umur perusahaan, proporsi saham yang ditawarkan kepada masyarakat, reputasi underwriter dan reputasi auditor terhadap underpricing. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa reputasi underwriter dan reputasi auditor berpengaruh terhadap underpricing. Ukuran perusahaan, umur perusahaan dan proporsi saham yang ditawarkan tidak berpengaruh terhadap underpricing.The aim of this research is to examine the effect of assymetric information on underpricing. This research used a sample of 63 companies that make initial public offering on the Indonesia Stock Exchange in the period of 2005-2010. The data analysis is using multiple linear regression, which is testing the proxy of asymmetric information which consists of the firm size, the firm age, the proportion of shares offered to the public, underwriter reputation and auditor reputation on underpricing. This research indicates that underwriter reputation and auditor reputation have a significant effect on underpricing. The firm size, the firm age and the proportion of shares offered to the public have no significant effect on underpricing.

  7. PEMANFAATAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA SAPONIN DAUN PEPAYA PADA KEMASAN KELOBOT JAGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyuningsih

    2016-06-01

    Full Text Available This study aimed to utilize saponins from papaya leaves as antifungal on maize husk packaging. Crude and semi-pure saponins were extracted from papaya leaves using Soxhlet and Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE methods. The total saponin contents were determined using UV-Vis spectrophotometry. Their ability to inhibit Aspergillus niger was tested by macrodillution method. The extracts were also applied to maize husk by soaking it for 5 minutes at concentration of 10, 20 and 25 mg/mL. The parameters observed were physical and mechanical properties (tensile strength and elongation, water vapor transmission rate (WVTR, total plate count (TPC and mold and yeast counts (MYC after 25 days of storage at room temperature (±28ºC. Drying of young papaya leaves using cabinet dryer resulted in the highest yield of crude saponin (12.96 ± 0.26%. Total saponin content in crude saponin extract was 115.43 mg/g, while in semi-pure saponin extract was 480.19 mg/g. Crude saponin and semi-pure saponin extract at concentration of 25 mg/mL could inhibit the growth of A. niger for 1.35 and 0.36 log CFU/mL, respectively after 24 hours. The WVTR test indicated that treatment with a concentration of 25 mg/mL of crude saponin extracts showed the lowest transmission. The addition of crude saponin and semi-pure saponin extract to the maize husk at the concentration of 10, 20 and 25 mg/mL was able to inhibit the microbial growth, represented by constant number in TPC and MYC for 25 days storage. This study showed that crude saponin and semi-pure saponin extract could improve the functional properties of maize husk as packaging materials.

  8. Uji Efektivitas Antimikroba Beberapa Merek Dagang Pembersih Tangan Antiseptik

    OpenAIRE

    Radji, Maksum; Suryadi, Herman; Ariyanti, Dessy

    2007-01-01

    In Modern life, peoples are more conscious to keep their healthy. One of the way to keep our body healthy is by keeping our hand clean. Washing hands with soap and water, sometimes is unpractical since it need water to rinse off the soap. Prod-uct innovation has been developed to overcome the unpractical side, which is called antiseptic hand wash or hand sanitizer. This study has been done to evaluate the antimicrobial activity of some hand sanitizer products marketed in Jakarta. The re-sult ...

  9. DAMPAK NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI DAN CARA ANTISIFASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Ratnaya

    2011-03-01

    Full Text Available Sampai saat ini perkembangan ilmu pengetahuan telah menghantarkan masyarakat menuju babak baru yaitu babak yang memanfaatkan peralatan-peralatan yang merupakan hasil dari teknologi. Penggunaan tenaga manusia yang semakin hari semakin kecil volumenya sering kali menyebabkan orang kehilangan pekerjaannya karena tugasnya telah tergantikan oleh peralatan atau mesin. Sebagai sarana penyampaian informasi dan komunikasi, komputer bisa dipakai sebagai sarana berinternetan. Lewat internet orang bisa mencari bermacam-macam informasi dan berkomunikasi. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Selain memberikan keuntungan, ternyata peralatan teknologi informasi dan komunikasi juga memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Dampak negatif tersebut muncul sebagai akibat dari penggunaan yang salah atau tidak bertanggung jawab dari yang menggunakan. Beberapa dampak negatif tersebut adalah 1. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya (seperti belajar dan olah raga, 2. Anak kehilangan kemampuan berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online, 3 Adanya pelanggaran hak cipta, 4.  Kejahatan di internet, 5. Penyebaran virus komputer, dan 6. Pornografi, perjudian, penipuan, tayangan kekerasan. Adapun cara mengatasi dampak-dampak negatif tersebut adalah : 1. Gunakan teknologi untuk menjalin hubungan dengan orang yang sudah dikenal, 2. Cari komunitas positif  yang sering melakukan pertemuan didunia nyata, 3. Perlunya penegakkan hukum yang berlaku dengan dibentuknya polisi internet, 4. Menghindari pemakaian telepon seluler yang berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi penggunaan telepon seluler, 5. Perbanyak membaca buku-buku yang bersifat edukatif dan bersifat keimanan serta aplikasi komputer yang bersifat mendidik, dan 6. Perlunya pengaturan

  10. CANDRA NAYA ANTARA KEJAYAAN MASA LALU DAN KENYATAAN SEKARANG (Hasil Penelitian tahun 1994- 1998

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Widayati

    2003-01-01

    Full Text Available The peacefulness of Candra Naya ancient building has lately begun to be disturbed again because of many kinds of polemics on printed and electronic media as well as on millis. This happens because there is a present decision made by the owner, namely PT Bumi Perkasa Permai to Indonesian Chinese Fund. It happens that at present this Fund wants to build Indonesian Chinese Museum at TMII (Mini Beautiful Indonesian Park and that Fund makes a request that it is allowed to move the Candra Naya building to TMII so that it can be a part of the Museum building. This writing is meant to give information on the process side of field observation having been done for years. The nature of this writing is neutral that there is no siding with anyone. And thank you to PT Bumi Perkasa Permai to give me opportunity to research the conservation building. The review includes historical and temporary demolition data. It also does the data of conservation accomplishments which have been done till the crisis era in 1998. After all, however, the activities stop Abstract in Bahasa Indonesia : Kedamaian bangunan kuno Candra Naya akhir-akhir ini terusik oleh adanya polemik, baik dari media cetak maupun elektronik. Hal ini terjadi karena adanya sebuah pernyataan yang dibuat oleh pemiliknya, yaitu PT Bumi Perkasa Permai kepada sebuah paguyuban Indonesia-Cina. Masalahnya adalah bahwa paguyuban tersebut berniat mendirikan sebuah museum Indonesia-Cina di TMII (Taman Mini Indonesia Indah dan ingin mengajukan permohonan untuk memindahkan bangunan Candra Naya tersebut ke TMII, yang nantinya direncanakan untuk menjadi bagian dari bangunan museum tersebut. Tulisan ini berisi informasi, melalui proses pengamatan lapangan yang dibuat pada tahun-tahun yang lalu. Sifat dari tulisan ini adalah netral dan tidak memihak pada siapapun. Terima kasih pada PT Bumi Perkasa Permai yang telah memberikan kepada saya kesempatan untuk meneliti bangunan konservasi tersebut. Isi dari tulisan ini

  11. KETERGANTUNGAN ONLINE GAME DAN PENANGANANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridwan Syahran

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perilaku yang ditimbulkan dari kecanduan bermaian online game pada siswa SMP Negeri 1 Palu yang meliputi faktor-faktor penyebab kecanduan, keadaan psikologis yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game dan dampak-dampak yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game.Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan berdasarkan responden dan informan sebagai bahan sumber data. Dalam proses pengumpulan data digunakan teknik observasi dan wawancara, dimana setelah data diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa subyek (RZ dan (MT, kedua subyek penelitian menjadi ketergantungan atau kecanduan untuk bermain online game yang dikarenakan tersedianya beberapa fasilitas pendukung untuk bermain game di rumah, adanya faktor sosial dari pertemanan dengan teman bermain dan keingintahuan yang sangat besar terhadap suatu jenis game. Penanganan ketergantungan game online dengan bantuan dari berbagai pihak terutama pihak sekolah memberikan kepercayaan kepada konselor sekolah atau guru BK untuk mengadakan seminar kepada orang tua siswa tentang game online dan masalah yang akan ditimbulkan, mengatur waktu belajar dan bermain anak, memasukkan materi tentang game online dan dampaknya kepada siswa serta memberikan penyaluran yang baik dalam memilih game yang edukatif serta Menjalin komunikasi interpersonal agar anak dapat terbuka dengan orang tua.

  12. ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL AIR DI DAS CISADANE HULU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilda Nilda

    2015-08-01

    Full Text Available Air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting bagi manusia. Terdapat beberapa faktor utama penyebab perubahan sumber daya air, diantaranya adalah perubahan penutupandan pengelolaan lahan yang meningkatkan kekedapan lahan.Salah satu tujuan pengelolaan DAS adalah mencapai kondisi tata air optimal yang dapat dikenali dari sifat aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengetahui distribusi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di wilayah DAS Cisadane Hulu dari tahun 2003 sampai 2010; (2 mengetahui perubahan hasil air akibat distribusi perubahan penggunaan lahan. Daerah kajian penelitian adalah DAS Cisadane Hulu dengan luasan sekitar 22.288,01 ha. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu analisis perubahan penggnaan lahan dan prediksi aliran dengan model HEC-HMS. Dalam penelitian ini digunakan peta pengunaan lahan dari BIG (Badan Informasi Geospasial tahun 2003 dan Peta Penggunaan Lahan tahun 2010 hasil interpretasi Citra ALOS. Selanjutnya kedua peta tersebut dianalisis dengan metoda tabel silang (cross tabel untuk memperoleh data perubahan penggunaan lahan dari setiap kelas penggunaannya. Kedua data series penggunaan lahan ini digunakan sebagai input pada model prediksi debit aliran HEC-HMS. Selanjutnya dibangun juga skenario-skenario untuk melihat dampak perubahan lahan terhadap debit aliran di DAS Cisadane Hulu. Metode bilangan kurva (SCS-CN dipilih untuk menghitung besar curah hujan efektif, yaitu dari pengurangan curah hujan bruto dengan berbagai bentuk kehilangan air (loss. Transformasi dari curah hujan efektif menjadi hidrograf aliran langsung (direct runoff diperoleh dengan menggunakan metode hidrograf satuan SCS Curve Number. Selama kurun waktu 2003 – 2010 terjadi perubahan penggunaan lahan di DAS Cisadane Hulu. Luas Hutan bertambah 223,78 ha, pemukiman 214,78 ha, rumput/tanah kosong 85, 73 ha, dan gedung 12, 64 ha. Terjadi penguarangan luas semak belukar 225,64 ha, tegalan/ladang 145,92 ha, sawah irigasi 124

  13. INKRIMINASI VEKTOR MALARIA DAN IDENTIFIKASI PAKAN DARAH PADA NYAMUK AnopHELEs SPP DI KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Widyastuti

    2013-12-01

    Full Text Available AbstrakMalaria masih merupakan masalah kesehatan di Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Borobudur. Annual Parasite Incidence (API dua tahun terakhir sebesar 0,19 pada tahun 2004 dan meningkat 0,34 pada tahun 2005, menunjukkan status Low Case Incidence (LCI. Kasus malaria di daerah tersebut sehubungan dengan  adanya  beberapa  spesies  nyamuk  Anopheles  yang  potensial  sebagai  vektor  malaria.  Kompetensi vektorial  nyamuk  Anopheles  di  Kecamatan  Borobudur  belum  banyak  dilaporkan,  khususnya  halam  hal kerentanannya terhadap Plasmodium dan sifat antropofilik (kesukaan menghisap darah manusia. Berbagai spesies seperti Anopheles aconitus, An maculatus, dan An. balabacensis merupakan tersangka vektor malaria di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: a. mendeteksi antigen protein circum sporozoit P. falciparum atau P. vivax pada nyamuk Anopheles sp dengan teknik Enzyme Linked Immunosarbant Assay (Elisa dan b.  mengidentifikasi  pakan  darah  manusia  pada  nyamuk  Anopheles  spp  dengan  teknik  Elisa.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2006 di 2 desa HCI yaitu di Giripurno dan Giritengah, Kecamatan Borobudur. Penelitian dilakukan dengan menangkap nyamuk yang istirahat di dalam dan luar rumah pada malam hari (18.00-12.00 dan pagi hari (06.00-08.00 sesuai dengan metode WHO, 2003. Nyamuk Anopheles spp dipisahkan berdasarkan spesies untuk dihitung kepadatannya. Selanjutnya dilakukan pembedahan ovarium untuk  mengetahui  paritasnya  (parous  atau  nulliparous. Anopheles  spp  parous  (4  spesies  yaitu Anopheles aconitus, An maculatus, An. balabacensis dan An. barbirostris diperiksa kondisi abdomennya untuk kepentingan pengujian dengan ELISA. Keempat spesies nyamuk parous (semua kondisi abdomen yaitu unfed, blood fed, half gravid dan gravid diambil bagian dada-kepala untuk kepentingan Elisa sporozoit. Nyamuk parous dengan kondisi blood fed dan half gravid diambil bagian

  14. SIFAT ORGANOLEPTIK, SIFAT FISIK, SERTA KADAR β-KAROTEN DAN α-TOKOFEROL EMULSI BUAH MERAH (Pandanus conoideus (The Organoleptic Properties, Physical Properties, and the Level of β-carotene and α-tocopherol of Red Fruit (Pandanus conoideus Oil Emulsion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zita Letviany Sarungallo

    2014-07-01

    Full Text Available The objective of this study was to determine the organoleptic and physical properties, and the level of β-carotene and α-tocopherol of red fruit (Pandanus conoideus emulsion. The emulsion was made by mixing red fruit oil and water in ratio of 7:3, with addition of some emulsifiers as treatments, namely 0.20% of CMC (carboxyl methyl cellulose (F0, 0.5% of Tween 80 and 0.2% of CMC  (F1, and 0.5% of Tween 20 and 0.2% of CMC  (F2. Based on the organoleptic evaluation, the most preferred formulation of red fruit emulsion was F1, which have complementary ingredients, namely 0.50% of Tween 80, 0.20% of CMC, 0.06% of sodium benzoate, 0.02% of ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA, 1.5% of orange citrus essence, and 15% of sugar. The acceptance scores of the formulation for color, taste, aroma, and texture were 4.5 (like-extremely like, 3.8 (neutral-like, 3.8 (neutral-like, and 4.1 (like, respectively, and the level of viscosity was thick with organoleptic score of 6.1 (thick. Physically, red fruit emulsion has red orange in color, citrus in aroma, sweet in taste, viscous in texture, viscosity 20.5 dPa.s, pH 6.4,  and stability 100% in strorage for 30 days at room temperature.  The content  of β-carotene  and α-tocopherol were 14 mg/kg and 229.4 mg/kg respectively. Keywords: Red fruit (Pandanus conoideus, emulsion, organoleptic and physical properties, β-carotene, α-tocopherol

  15. Karakter Jamur Ceratocystis sp. Penyebab Penyakit Busuk Batang pada Acacia decurrens dan Status Penyakitnya di Taman Nasional Gunung Merapi, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu

    2016-03-01

    Full Text Available Acacia decurrens merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh mendominasi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM, pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Sekitar 80% tegakan A. decurrens di kawasan tersebut menunjukkan gejala busuk batang akibat infeksi jamur Ceratocystis sp. yang umumnya dipicu oleh luka gerekan kumbang dari kelompok ambrosia. Penelitian bertujuan untuk : (1 mendeskripsikan karakter morfologi jamur Ceratocystis sp., serta kemampuannya beradaptasi pada beberapa jenis tanaman hutan, (2 mengevaluasi status penyakit busuk batang oleh jamur Ceratocystis sp. Karakter morfologi dan kemampuan adaptasinya pada inang akasia, melina, jabon, sengon, dan jati dilakukan di Laboratorium Perlindungan dan Kesehatan Hutan, Fakultas Kehutanan UGM. Survei untuk evaluasi status penyakit busuk batang dilakukan pada bulan Februari sampai Agustus 2014 di demplot restorasi pasca erupsi Merapi (luas 8,4 ha, dengan intensitas sampling 8%. Berdasarkan karakter morfologi, terdapat 2 isolat jamur Ceratocystis sp. yaitu asal lembah (L dan dari bukit (B dengan warna koloni krem, luas koloni 20-22 cm2 pada umur 14 hari, membentuk konidia menyerupai tong, dan silindris. Sifat lainnya yaitu memiliki kemampuan yang sama untuk tumbuh, mengkolonisasi, dan menginfeksi inang akasia, sengon, jabon, dan melina, tetapi tidak mampu tumbuh pada inang jati. Berdasarkan luas serangan, status penyakit busuk batang berkisar antara sangat umum sampai menyebar luas (luas serangan = 54-100%, dengan tingkat keparahan bekisar antara ringan sampai parah (intensitas penyakit = 15-67%. Kata kunci: Ceratocystis sp., Acacia decurrens, luas serangan, intensitas penyakit, Taman Nasional Gunung Merapi.   Characteristic of stem rot diseases caused by Ceratocystis sp. on Acacia decurrens and its status in Gunung Merapi National Park, Yogyakarta Abstract Mount Merapi National Park (TNGM has been dominated by Acacia decurrens after the eruption in 2010. Almost 80% of A

  16. GAMBARAN JENIS DAN JUMLAH KONSUMSI FAST FOOD DAN SOFT DRINK PADA MAHASISWA OBESITAS DI UNIVERSITAS HASANUDDIN

    OpenAIRE

    Suryanti, Rut; Jafar, Nurhaedar; Syam, Aminuddin

    2013-01-01

    Konsumsi fast food dan soft drink dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis dan jumlah zat gizi makro dari konsumsi fast food dan soft drink pada mahasiswa yang obesitas.Jenis penelitian adalah deskriptif, dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Universitas Hasanuddin dengan jumlah responden 60 orang. Instrument penelitian adalah kuesioner identitas diri dan food frekuensiSemiQuantitatif fast food dan soft drink, food pictur...

  17. PERSEPSI DAN TRANSFORMASI VISI DAN MISI PADA CIVITAS AKADEMIKA STAIN PEKALONGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Khanafi

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini mengukur tingkat persepsi visi dan misi civitas akademika STAIN Pekalongan, dan mengukur juga tingkat implementasi sebagai transformasi visi misi tersebut serta menemukan hubungan antara persepsi dengan implementasinya. Kajian ini memiliki signifikan yang strategis dalam konteks manajemen dan pengembangan Pendidikan di STAIN Pekalongan dan lembaga pendidikan lainnya. Hal ini karena posisi visi dan misi sebagai kerangka acuan (frame of reference yang mengarahkan dan menjelaskan kepada keseluruh unsur civitas akademika dalam setiap program kerjanya.

  18. Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak OSPF (Open Shortest Path First dan EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol adalah dua routing protokol yang banyak digunakan dalam jaringan komputer. Perbedaan karakteristik antar routing protokol menimbulkan masalah dalam pengiriman paket data. Teknik redistribution adalah solusi untuk melakukan komunikasi antar routing protokol. Dengan menggunakan software Cisco Packet Tracer 5.3 pada penelitian ini dibuat simulasi OSPF dan EIGRP yang dihubungkan oleh teknik redistribution, kemudian dibandingkan kualitasnya dengan single routing protokol EIGRP dan OSPF. Parameter pengujian dalam penelitian ini adalah nilai time delay dan trace route. Nilai trace route berdasarkan perhitungan langsung cost dan metric dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasilnya dapat dilakukan proses redistribution OSPF dan EIGRP. Nilai delay redistribution lebih baik 1% dibanding OSPF dan 2-3% di bawah EIGRP tergantung kepadatan traffic. Dalam perhitungan trace route redistribution dilakukan 2 perhitungan, yaitu cost untuk area OSPF dan metric pada area EIGRP. Pengambilan jalur utama dan alternatif pengiriman paket berdasarkan nilai cost dan metric yang terkecil, hal ini terbukti berdasarkan perhitungan dan simulasi. Kata kunci: OSPF, EIGRP, Redistribution, Delay, Cost, Metric. Abstract OSPF (Open Shortest Path First and EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol are two routing protocols are widely used in computer networks. Differences between the characteristics of routing protocols pose a problem in the delivery of data packets. Redistribution technique is the solution for communication between routing protocols. By using the software Cisco Packet Tracer 5.3 in this study were made simulating OSPF and EIGRP redistribution linked by technique, then compared its quality with a single EIGRP and OSPF routing protocols. Testing parameters in this study is the value of the time delay and trace route. Value trace route based on direct calculation of cost

  19. Pengaruh Perebusan, Penggaraman Dan Penjemuran Pada Udang Dan Cumi Terhadap Pembentukan 7 Ketokolesterol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Riyanto

    2007-12-01

    Full Text Available Penelitian pengaruh perebusan, penggaraman dan penjemuran pada udang dan cumi terhadap pembentukan 7‑ketokolesterol telah dilakukan. Dalam penelitian ini, udang dan cumi masing ­masing dibagi dalam dua kelompok. Pada kelompok pertama diberikan perlakuan perebusan dalam air, dan pada kelompok kedua diberikan perlakuan perebusan dalam air garam (3% air garam untuk udang dan 20% air garam untuk cumi. Setelah perebusan, dilakukan pengeringan di bawah matahari (udang dikupas dahulu sebelum dijemur. Pengambilan sampel dilakukan saat kondisi segar, setelah direbus dan setelah dijemur. Pengamatan dilakukan terhadap kandungan 7‑ketokolesterol, kolesterol, nilai TBA, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan, penggaraman dan penjemuran berpengaruh terhadap pembentukan 7‑ketokolesterol sampai konsentrasi 20,82 ppm pada udang dan 15,05 ppm pada cumi sebagai konsentrasi tertinggi produk hasil oksidasi kolesterol yang terbentuk. Penelitian ini dapat dijadikan bukti bahwa pemanasan (perebusan dan penjemuran, serta penggaraman berpengaruh dalam proses oksidasi kolesterol pada udang dan cumi.

  20. CORPORATE IDENTITY SEJARAH DAN APLIKASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Suharto Cenadi

    1999-01-01

    Full Text Available In the recent globalization era%2C and the developed market%2C many companies compete to attract consumers to buy their products. One of the keys to compete and survive in this developing market is by creating an image and graphic identity. This paper will discuss about corporate identity%2C image%2C its purpose and applications. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam era globalisasi dewasa ini%2C dan dengan berkembangnya pasar (market%2C banyak perusahaan bersaing untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli produknya. Salah satu cara untuk bersaing dan dapat bertahan di dalam pasar yang terus berkembang ini adalah dengan menciptakan suatu image dan identitas graphic. Tulisan ini akan membahas tentang corporate identity%2C image%2C fungsi dan aplikasinya

  1. Profil Sensori dan Nilai Gizi Beberapa Jenis Ikan Patin dan Hibrid Nasutus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2010-11-01

    Full Text Available Penelitian mengenai profil sensori dan nilai gizi filet patin Siam (Pangasius hypopthalmus, Jambal (Pangasius djambal Bleeker, Pasupati, Nasutus serta hasil silangan Siam dan Nasutus (hibrid Nasutus telah dilakukan. Analisis sensori dilakukan dengan uji pembeda menyeluruh, uji pembeda atribut, uji kesukaan, dan uji rangking. Pengamatan lainnya dilakukan terhadap edible portion dan nilai gizi (proksimat dan profil asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filet patin hibrid Nasutus lebih memiliki kesamaan warna dengan filet patin Nasutus daripada filet patin Siam. W arna daging filet patin hibrid Nasutus berbeda nyata dengan induknya yaitu patin Nasutus dan patin Siam. Panelis lebih menyukai warna filet patin hibrid Nasutus dibandingkan dengan patin Pasupati. Patin hibrid Nasutus mempunyai tekstur yang berbeda nyata dengan Nasutus dan Jambal yang kompak dan padat, tetapi mempunyai kesamaan dengan patin Siam dan Pasupati yang agak kompak dan agak padat. Berdasarkan intensitas warna, hasil uji pembeda atribut dan uji kesukaan, maka secara berturut-turut panelis menyukai filet patin Jambal, Nasutus, hibrid Nasutus, Pasupati, dan Siam. Hibrid Nasutus mempunyai edible portionpaling tinggi (49% dibandingkan dengan patin lainnya tetapi mempunyai kadar air, kadar lemak, dan kadar protein yang lebih rendah dan berbeda nyata dengan induknya (patin Siam dan Nasutus. Patin Siam mengandung asam amino esensial paling tinggi di antara berbagai jenis patin yang diteliti. Profil asam amino patin hibrid Nasutus, Jambal, Pasupati, dan Nasutus hampir sama, kecuali pada patin Siam yang mengandung glisin, leusin, isoleusin, histidin, serin, treonin, dan prolin yang lebih tinggi dibandingkan dengan patin lainnya

  2. Antimicrobial proteins of Snail mucus (Achatina fulica against Streptococcus mutans and Aggregatibacter actinomycetemcomitans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herluinus Mafranenda DN

    2014-03-01

    .Latar belakang: Achasin dan mytimacin-AF adalah protein lendir bekicot (Achatina fulica yang memiliki aktivitas antimikroba. Lendir bekicot diduga memiliki protein lain yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Actinobacillus actinomycetemcomitans bakteri patologis oral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi protein lendir bekicot (Achatina fulica yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Aggretibacter actinomycetemcomitans, dan membandingkan efek antimikroba protein achasin dan mytimacin-AF. Metode: Sampel penelitian adalah lendir bekicot yang diambil dari Provinsi Yogyakarta. Isolasi dan karakterisasi protein dilakukan dengan metode SDS-PAGE, elektro-elusi, dan dialisis. Nano drop test dilakukan untuk menentukan konsentrasi protein. Uji sensitivitas dilakukan dengan menggunakan uji dilusi, dan diikuti oleh spektrofotometri dan tes difusi kertas cakram. Hasil: Protein dari lendir bekicot (Achatina fulica yang ditemukan adalah protein dengan berat molekul 83,67 kDa (achasin, 50,81 kDa, 15 kDa, 11,45 kDa (urutan asam amino penuh mytimacin-AF dan 9,7 kDa (mytimacin- AF. Berdasarkan uji dilusi, Achasin memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Streptococcus mutans, sedangkan mytimacin-AF memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Namun hasil uji difusi cakram kertas menunjukkan bahwa Achasin memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Aggegatibacter actinomycetemcomitans, sementara mytimacin-AF tidak memiliki kegiatan antimikroba. Simpulan: Protein dengan berat molekul 50,81 kDa, 15 kDa, 11,45 kDa merupakan protein antimikroba baru diisolasi dari lendir bekicot. Achasin, memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Streptococcus mutans, sedangkan mytimacin-AF memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Actinobacillus actinomycetemcomitans.

  3. MENGENALI GEJALA TINITUS DAN PENATALAKSANAANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Purwita Agustini

    2016-05-01

    Full Text Available Telinga berdenging atau dikenal dalam bahasa medis sebagai tinitus, banyak dikeluhkan sebagai suatu bising atau bunyi yang muncul di kepala tanpa adanya rangsangan dari luar. Adapun keluhan yang dialami ini seperti bunyi mendengung, mendesis, menderu, atau berbagai variasi bunyi yang lain. Tinitus bukanlah penyakit atau sindroma, tapi hanya merupakan gejala yang mungkin berasal dari satu atau sejumlah kelainan. Sebetulnya suara yang terdengar oleh telinga tersebut belum tentu bersifat kelainan atau patologis. Jika orang sehat yang terbukti telinganya normal, berada dalam ruang kedap (anehoic chamber, maka ia akan dapat mendengar berbagai macam suara yang berasal dari berbagai organ tubuhnya sendiri yang memang bekerja setiap saat, contohnya: pernapasan, kontraksi jantung, dan aliran darah. Kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari, suasana yang memungkinkan suara fisiologis atau normal tersebut terdengar oleh seseorang sangat jarang tercipta dan bahkan dalam kamar yang sunyi di malam hari sekalipun. Hal ini dikarenakan, bunyi masking dari lingkungan dengan berintensitas bunyi sekitar 25 – 30 dB. Tinitus baru menjadi gejala jika suara organ tubuh intensitasnya melebihi bunyi masking lingkungan tadi. Tinitus kerap diderita terutama orang pada kelompok usia pertengahan dan usia tua. Menurut data statistic dari pusat kesehatan di Amerika, sekitar 32% orang dewasa pernah mengalami tinitus pada suatu saat tertentu dalam hidupnya, dan 6 % nya sangat menganggu dan cukup sulit disembuhkan. Di Inggris, 17% populasi juga memiliki masalah tinitus. Sayangnya di Indonesia belum ada data statistic yang memadai, namun berdasarkan pengalaman empiris, penderita tinitus cukup banyak dan sering ditemui di tempat praktek, klinik, maupun rumah sakit. Meski tinitus bukanlah keadaan yang membahayakan, munculnya gejala ini pada hampir kebanyakan orang sangat mengganggu dan sering mempengaruhi kualitas hidup dan pekerjaannya. Kata Kunci: Tinitus, berdenging, telinga

  4. Le CRDI dans les Philippines

    International Development Research Centre (IDRC) Digital Library (Canada)

    Le CRDI appuie la recherche dans les. Philippines depuis 1972. Le travail qu'y ont accompli des universités et des instituts de recherche vigoureux et la participation active de la société civile ont entraîné d'importantes améliorations dans les domaines de l'agriculture, du suivi de la pauvreté et de la gestion des forêts.

  5. XML specifications DanRIS

    DEFF Research Database (Denmark)

    2009-01-01

    XML specifications for DanRIS (Danish Registration- og InformationsSystem), where the the aim is: Improved exchange of data Improved data processing Ensuring future access to all gathered data from the year 1999 until now......XML specifications for DanRIS (Danish Registration- og InformationsSystem), where the the aim is: Improved exchange of data Improved data processing Ensuring future access to all gathered data from the year 1999 until now...

  6. Ketergantungan Online Game Dan Penanganannya

    OpenAIRE

    Syahran, Ridwan

    2015-01-01

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perilaku yang ditimbulkan dari kecanduan bermaian online game pada siswa SMP Negeri 1 Palu yang meliputi faktor-faktor penyebab kecanduan, keadaan psikologis yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game dan dampak-dampak yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game.Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan berdasarkan responden dan informan sebagai bahan sumber data. Dalam proses ...

  7. ENERGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astra

    2010-11-01

    Full Text Available Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang  lainnya, perubahannya sering mempengaruhi lingkungan dan udara yang kita hirup dengan berbagai cara. Energy kimia dalam bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui pembakaran dan  ini sebagai penghasil polutan terbesar. Dan dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor adalah penyebab utama terjadinya polusi udara.  Polutan yang dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi  hidrokarbon (HC, nitrogen oksida (NOx, dan  karbon monoksida (CO. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam,  pemanasan global dan perubahan iklim.   The conversion of energy from one form to another often affects the environment and the air we breath in many ways. Pollutants are emitted as the chemical energy in fossil fuels is converten to thermal, mechanical, or electrical energy via combustion, and thus power plants, motor vehicles, and even stoves take the blame for air pollution, and  the pollutants released by the vehicles are usually grouped as hydrocarbons (HC, nitrogen oxides (NOx, and carbon monoxide (CO. Pollutans emitted during the combustion of fossil fuels are responsible for smog, acid rain, and global warming and climate change.

  8. Isolasi dan Karakterisasi Ralstonia syzygii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanuar Danaatmadja

    2009-07-01

    Full Text Available Ralstonia syzygii is one of important pathogens of cloves. This study was aimed at obtaining pure culture of R. syzygi from diseased plant tissue samples. The acterium was isolated from infected clove plantations in Ungaran, Central Java. It had the ability to make clove seedlings show symptoms and then die 41 days after inoculation. The reisolated bacterium also showed its ability to kill clove seedlings after 17 days. The bacterium is gram negative, able to ultilize glucose, sucrose, maltose, mannitol, sorbitol, dulcitol, and glycerol, able to hydrolyze starch, grow well at 27oC, able to catalyze and release water and oxygen from hydrogen peroxyde (H2O2 and aerobically.   Ralstonia syzygii merupakan salah satu patogen penting pada tanaman cengkeh. Penelitian ini dilakukan untuk mendapakan isolat murni R syzygii dari jaringan tanaman terinfeksi. Bakteri diisolasi dari pertanaman cengkeh sakit yang berasal dari daerah Ungaran, Jawa Tengah. Bakteri menunjukkan kemampuan untuk menyebabkan bibit tanaman cangkeh sakit dan kemudian mati 41 hsi. Bakteri hasil reisolasi juga menunjukkan kemampuannya menyebabkan sakit dan kematian pada bibit tanaman cengkeh setelah 17 hsi. Bakteri yang diperoleh bersifat gram negatif, mampu memanfaatkan glukosa, sukrosa, maltosa, manitol, sorbitol, dulsitol, dan gliserol, mampu menghidrolisis pati, tumbuh baik pada suhu 27o C, mampu mengkatalisis dan melepaskan air dan oksigen dari hydrogen peroxide (H2O2 dan bersifat aerob.

  9. ANALISA MODA DAN EFEK KEGAGALAN (FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS / FMEA PADA PRODUK KURSI LIPAT CHITOSE YAMATO HAA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denny Nurkertamanda

    2012-02-01

    Full Text Available Chitose Indonesia Manufacturing merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual furniture dari logam dengan kerjasama negara Jepang. Berdasarkan data penjualan Chitose Indonesia Manufacturing pada tahun 2003, kursi lipat Chitose Yamato merupakan jenis kursi lipat yang memiliki angka penjualan sebesar 59% dari keseluruhan jenis produk yang diproduksi. Kursi lipat Chitose Yamato HAA merupakan salah satu sarana untuk duduk yang dilengkapi dengan sandaran sesuai dengan bentuk punggung manusia dan dapat dilipat untuk memudahkan penyimpanannya. Selain itu juga rangka kakinya yang berbentuk H sehingga dapat digunakan pada permukaan yang datar atau bergelombang. Material yang digunakan pada rangka kursi lipat Chitose Yamato HAA adalah berupa elemen struktur rangka yang bersifat isotropik, yakni memiliki keseragaman sifat dan bahan suatu elemen (regangan, tegangan, mekanis, dsb. Pada analisa moda kegagalan dilakukan identifikasi moda kegagalan yang potensial, keparahan yang ditimbulkan, dan frekuensi kejadian moda kegagalan. Dengan menggunakan analisa moda kegagalan, maka diharapkan kualitas produk akan meningkat dan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. RPN adalah indikator kekritisan untuk menentukan tindakan koreksi yang sesuai dengan moda kegagalan. RPN digunakan oleh banyak prosedur FMEA untuk menaksir resiko menggunakan tiga kriteria yaitu Keparahan efek (Severity S, Kejadian penyebab (Occurrence O, Deteksi penyebab (Detection D. Angka prioritas RPN merupakan hasil kali rating keparahan, kejadian, dan deteksi. Angka ini hanyalah menunjukkan rangking atau urutan defisiensi desain sistem. Kata kunci : Moda Kegagalan, Efek Kegagalan, Penyebab Kegagalan, Deteksi, Kejadian, Keparahan, RPN (Risk Priority Number.     Chitose Manufacturing Indonesia is a company that produce and sells furniture made from alloy in cooperation with Japan. Based on Sales data by Chitose Indonesia Manufacturing in 2003, Chitose Yamato foldable chair has a sales number

  10. FORMULASI FLAKES TEPUNG KOMPOSIT PATI GARUT DAN TEPUNG SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PEGAGAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SARAPAN ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Pratama Sianturi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRACTGotu Kola is a herbal plant that can improve cognitive ability. This study aims to find a flakes formulas of composite flour of arrowroot starch and cassava flour with addition of gotu kola as a functional food for elementary school children’s breakfast. The tests show that the final selected formula flakes (FTA are the flakes made of 60% arrowroot starch, 40% of cassava flour, with 2.5% addition of gotu kola. Acceptance test show that 91.67% of consumer target accept FTA. The results of physical analysis show that FTA have 51.04 g/mmof hardness, 273.79% of water absorption, and 0.13 g/ml of bulk density. The results of nutrition content analysis show that FTA contained 3.28% of water, 1.35% of ash, 0.43% of fat, 3.09% of protein, 91.86% of carbohydrate, and 384 kcal of energy, 11.33 mg/100 g of Ca, 5.93 mg/100 g of Fe, and 52.45 mg/100 g of P. Nutrient contributions of flakes FTA against RDA of children aged elementary school are 6.39—8.39% for energy, 1.80—3.09% for protein, 0.21—0.24% for fat, 11.13—14.61% for carbohydrate, 0.33—0.40% for Ca, 14.83—25.95% for Fe, and 1.47—3.67% for P.Keywords: arrowroot starch, breakfast, cassava flour, flakes, gotu kolaABSTRAKPegagan merupakan tanaman herbal yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula flakes dari tepung komposit pati garut dan tepung singkong dengan penambahan pegagan sebagai pangan fungsional untuk sarapan anak sekolah dasar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa flakes formula terpilih akhir (FTA adalah flakes yang terbuat dari 60% pati garut, 40% tepung singkong, dan dengan penambahan pegagan sebesar 2.5%. Uji penerimaan juga dilakukan terhadap flakes FTA, dan sebanyak 91.67% konsumen sasaran dapat menerima flakes FTA. Hasil analisis sifat fisik menunjukkan bahwa flakes FTA memiliki kekerasan sebesar 51.04 g/mm, daya serap air sebesar 273.79%, dan densitas kamba sebesar 0.13 g/ml. Hasil analisis kandungan gizi

  11. Sifat Mekanika Bambu Petung Laminasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nor Intang Setyo H.

    2014-02-01

    Full Text Available Laminated bamboo is a kind of engineered structure to improve mechanical properties of bamboo. It is done in order to meet the need of building materials to the building structure. Laminated bamboo are constructed by gluing a slice bamboo, so it has its advantages can be made in any size and a more uniform mechanical properties of natural bamboo. Mechanical properties is required for structural analysis. Good modeling in structural analysis and numerical properties must be supported by valid mechanical properties. ASTM D143 explains the procedure in getting the mechanical properties of wood . This study refers to ASTM D143 to get laminated bamboo mechanical properties of the material are then arranged in a linear elastic lamina mulitilayer Orthotropic . Proficiency level parameter values for bamboo laminate is Young's Modulus ( E , EL = 11 840 MPa ; ER = 511.14 MPa ; ET = 814.39 MPa , Poisson ratio νLR = 0.179 ; νLT = 0.229 ; νRT = 0.231 , and Modulus Slide (G , MPa GLR = 2.6112 ; GLT = 1.0435 ; GRT = 1.0435.

  12. Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit

    OpenAIRE

    Eko Hariadi

    2007-01-01

    Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB), pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe res...

  13. Metode Sederhana dan Efektif untuk Penghitungan dan Visualisasi Tiga Dimensi (3D) Biofilm Vibriio Cholera

    OpenAIRE

    Kurniawan, Andi; Fadjar, Mohamad; Sukoso, Sukoso; Prihanto, Asep Awaludin

    2015-01-01

    Mikroorganisme yang mampu menghasilkan biofim menimbulkan masalah yang serius dalam bidang kesehatan dan pangan. Penelitian biofim bagi sebagian peneliti sangat identik dengan kerumitan proses penghitungan dan visualisasi penutupan permukaan substrat penempelan bakteri. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efiiensi metode alternatif untuk menghitung dan memvisualisasikan biofimVibrio cholera. Pada penelitian ini beberapa faktor lingkungan seperti pH, suhu, dan kondisi kultur diujicobakan...

  14. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustanir Mustanir

    2009-12-01

    Full Text Available Hidrida logam berbasis MgH2 dengan sisipan 1 wt% katalis Fe telah berhasil disintesis dengan teknik ball milling. Hasil proses miling selama 80 jam menunjukkan bahwa ukuran butir material telah membentuk struktur nanokristal. Hal ini ditunjukkan oleh profil difraksi sinar-X dimana terjadi pelebaran puncakpuncak difraksinya dengan meningkatnya waktu miling. Hasil uji absorpsi secara gravimetrik diketahui bahwa MgH2 berkatalis 1 wt% Fe mampu menyerap hydrogen sebesar 5,5 wt% dalam waktu ~20 menit pada temperatur 300 oC. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa sejumlah kecil katalis Fe bekerja secara baik dalam memperbaiki sifat absorpsi material penyimpan hydrogen berbasis Mg.(Metal hydrides are of great interest as hydrogen storage media especially for automotive application. Hydrides of magnesium and magnesium alloys are particularly attractive as they combine potentially high hydrogen storage capacities, 7.6 wt%. But, unfortunately, the sorption properties are poor. For example, conventional hydrogenation of magnesium requires prolonged treatment at temperatures of 300 oC and above. Here, we report the absorption properties of MgH2 catalyzed with a small amount of Fe element (1wt% under argon atmosphere prepared by ball milling in 80 hours. As the results, it showed the influence of milling time on the absortion kinetics of material which could absorp hydrogen in amount 5.5 within 20 minutes at 300 oC. It is obvious that longer milling time and small amount of catalyst could improve the sorption properties of Mg-based hydrides. © 2009 BCREC UNDIP. All rights reserved[Received: 13rd November 2009, Revised: 25th December 2009, Accepted: 31st December 2009][How to Cite: M. Mustanir, Z. Jalil. (2009. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 4(2: 69

  15. Uji Sifat Fisik dan Palatabilitas Biskuit Limbah Tanaman Jagung sebagai Substitusi Sumber Serat untuk Domba (The Physical Characteristic and Palatability of Corn Plant Waste Biscuit as Fiber Substitution for Sheep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Retnani

    2012-02-01

    design used was Completely Randomized Design with 6 treatments and 3 replications. The treatment were : R1 (100% field grass, R2 (50% field grass+50% corn leaf, R3 (100% corn leaf, R4 (50% field grass+50% corn husk, R5 (50% corn leaf+50% corn husk and R6 (100% corn husk. The data were subjected to ANOVA and Contrast Orthogonal Test. The observed variables were water activity, moisture, water absorption, density, and palatability. The results indicated that the treatments had highly significant effect (P<0.01 on water content. The water content of biscuits in R2 (11.06±0.10, R1 (11.23±0.60, and R6 (11.39±0.71 were lower than in biscuits R4 (11.73±0.17, R5 (11.80±0.09, and R3 (12.85±0.37. The average of water content of all treatments was 11.68±0.34%. The treatments also significantly affected (P<0.05 water absorption of biscuit feed in which water absorption on R4 (514.48±19.95, R5 (504.27±5.59 and R1 (492.34±40.90 were higher than R6 (452.31±42.63, R3 (438.00±15.69 and R2 (383.49±31.97 with overall averages of 464.15±26.12%. Water activity, density, and palatability were not significantly different. It could be concluded that palatability of corn plant waste biscuit was the same with field grass biscuit on sheep. (Key words: Biscuit of corn plant waste, Physical characteristic, Palatability, Sheep

  16. SIFAT FUNGSIONAL PRODUK INTERAKSI FRAKSI GLOBULIN 7S KOMAK (Dolichos lablab DAN GUM XANTAN [Functional Properties of the Interaction Product Between Globulin of 7S Fraction of Lablab Bean (Dolichos lablab with Xantan Gum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukamto1*

    2009-12-01

    Full Text Available Lablab bean (Dolichos lablab seeds is a potential source of protein globulin.The bean’s protein content is 20.86 %, and the amount of globulin was more than 60% from the total protein, having major fractions of 7S and 11S. The objectives of this research were to explore the 7S globulin fractions, to study interaction between 7S globulin fractions with xanthan gum, and to observe the functional properties of the product of the interaction. The research was conducted in 2 steps. The first step was to fractionate the 7S fractions from globulin. The second steps was to interact 7S globulin fraction with xanthan gum. The yield of these interaction were examined for its physicochemical and functional properties. The results showed that the 7S globulin fractions could be interacted by xanthan gum at pH 7. The interacted product of globulin 7S fraction 10 % with xanthan gum 0,75 % had good functional properties than globulin 7S fraction, such as oil holding capacity, foaming capacity, and emulsion activity. Water holding capacity could not be detected because the yield became soluble. However,the foaming and emulsifying stability were still lower than those of soybean protein isolates. The research concluded that xanthan gum could be used to improve the physicochemical and functional properties of globulin 7S fraction.

  17. PENGARUH JENIS LARUTAN PERENDAM SERTA METODE PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN FUNGSIONAL GELATIN DARI KULIT CUCUT [The Influence of Solvent Variety and Drying Method on Physical, Chemical and Functional Characteristic of Shark Skin Gelatin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Astawan 1

    2003-04-01

    Full Text Available Gelatin is a denaturation product of collagen and has been widely utilized for foods, photography uses, medical materials, and culture materials for microorganisms. Recently, gelatin’s uses has expanded to new applications such as health foods. Gelatin of land animal origin such as bovine and porcine has been mainly used. However, gelatin with new properties is desired to develop expanded applications. In this research gelatin was made from shark skin. The shark skin collagen was distended by acetic acid solution (acid process and sodium hydroxide solution (alkali process, and gelatin was then extracted at 80oC of water. The extracted gelatin was dried by vacuum drying and freeze drying to obtain powder product. Shark gelatin produced by the combination of alkali and vacuum drying process (OVB gelatin had better qualities on yield, water content, gel strength, melting point, and emulsion stability as compared to the others. Sensory evaluation indicated that shark gelatin had lower values in color, odor, and performance as compared to the commercial gelatin of fish, pig and bovine (SKW Biosystem. However, as compared to the commercial gelatins, OVB gelatin had a similar values on gel strength (202 bloom and emulsion stability (100%, but higher values on viscosity (8 cP and pH (9.3. Those values indicated that ray skin gelatin can be used to substitute the commercial gelatin in some food industries

  18. SIFAT FISIK DAN KIMIA BUAH MANGGA (Mangifera indica L. SELAMA PENYIMPANAN DENGAN BERBAGAI METODE PENGEMASAN [Physical and Chemical Characteristics of Mangos (Mangifera indica L. during Storage with Various Methods of Packaging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Saputra

    2006-04-01

    Full Text Available The research was aimed to determine the physical and chemical characteristics of mangos in various packing methods during storage. Factorial Completely Randomized Design with four treatments and three replications were used in this research. The treatments were individually and collectively packed mangos which were stored at 10 and 200C. The physical and chemical changes of mangos in the flexible packaging (individual and collective were slower than mangos without packaging. Collectively packed mango stored was with the storage temperature of 100C was found to have longer shelf life than that of other treatments. On day 25, the collectively packed mango had weight loss of 1,464%, 0,316 Kgf hardness, 11,4% total sugars, 0,44% total acids, and 229,44 mg/100g vitamin C. Further duo-trio test indicated that panelists could detect the differences of the taste between packed and freshly harvested mangos. The hedonic test shows that most panelists preferred the taste of mangos that were collectively packed and stored at 100C (on day 10.

  19. EFFECT OF PRETREATMENTS ON CHEMICAL AND ANTIOXIDANT PROPERTIES OF SKY FRUIT (Swietenia macrophylla SEED OIL [Pengaruh Pra-perlakuan Terhadap Sifat Kimia dan Antioksidan Minyak Biji Buah Tunjuk Langit (Swietenia macrophylla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayati Mohd Yusof

    2012-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to investigate the effect of pretreatments on chemical and antioxidant properties of sky fruit (Swietenia macrohylla seed oil. The seeds were treated with different heat pretreatments (roasting, steaming, and microwaving and subsequently subjected to oil extraction by using a Bligh and Dyer method. It was found that different pretreatments significantly (p<0.05 affected yield and peroxide value of the extracted oils. However, no significant effect of pretreatment was observed on free fatty acid content of the seed oils. The oils exhibited significantly different levels of 1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH scavenging activity due to different heat pretreatments. The results revealed that the mean percentages of DPPH scavenging activity of untreated (control seed oil (87.69% and steamed seed oil (83.40% were significantly higher than those of roasted seed oil (75.71% as well as the microwaved one (63.98%. In contrast, the pretreatments did not significantly affect total phenolic content (TPC of the seed oils with the TPC mean values ranging from 0.016 to 0.022 mg/g (as gallic acid. Data gained from this study provided valuable information for edible oil industries in searching for alternative source of edible oil with medicinal benefits.

  20. Purwarupa Sistem Integrasi Quadcopter dan Mobile Robot

    OpenAIRE

    Dharmawan, Andi; Lusiarta Putera, Christian Antonia

    2012-01-01

    AbstrakQuadcopter, juga dikenal sebagai quadrotor, adalah helikopter dengan empat motor yang dilengkapi dengan  empat buah propeller pada masing-masing motornya yang digunakan untuk terbang dan bermanuver. Pada quadcopter terdapat 3 variabel sudut yang menjadi element utama dalam pengendaliannya yaitu roll, pitch, dan yaw yang diperoleh dari penggabungan sensor accelerometer, gyroscope dan magnetometer dengan metode Direction Cosine Matrix. Pada sistem integrasi mobile robot dan quadcopter, d...

  1. Review Dendrimer : Definisi, Sintesis, Aplikasi Dan Prospektif

    OpenAIRE

    Rahmi, Dwinna

    2013-01-01

    Dendrimer merupakan makrostruktur monodisperse dengan banyak cabang yang homogen dan degree of branching (DB) 100%. Dua cara sintesis dendrimer yaitu convergent dan divergent dilakukan. Convergent dilakukan dengan reaksi kovalen antara dua dan lebih monomer. Divergent dimulai dengan pembentukan inti dilanjutkan dengan pembentukan cabang yang merupakan group fungsional yang aktif. Sejauh ini dendrimer sudah banyak diterapkan pada bidang farmasi yaitu drug delivery dan non farmasi pada proses i...

  2. Rancang Bangun Aplikasi Enkripsi dan Dekripsi Email Dengan Menggunakan Algoritma Advanced Encryption Standard Dan Knapsack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timothy John Pattiasina

    2014-07-01

    Full Text Available Advanced Encryption Standard (AES dan Knapsack adalah dua algoritma enkripsi simetris dan asimetris yang paling sering digunakan. Penelitian ini menganalisa kedua algoritma AES dan algoritma Knapsack. Prototipe aplikasi enkripsi email ini dirancang dengan menggabungkan karateristik algoritma AES dan Knapsack untuk memecahkan masalah keamanan email. Algoritma AES digunakan untuk mengenkripsi dan deskripsi email berupa teks atau file, sedangkan Algoritma Knapsack di gunakan untuk mengenkripsi kunci AES. Enkripsi hybrid yang diterapkan pada aplikasi bertujuan untuk menambah keamanan informasi dalam sebuah jaringan.

  3. KORELASI ANTARA ISLAM DAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akmal Zainal Abidin

    2015-03-01

    Full Text Available CORELATION BETWEEN ISLAM AND ECONOMY. This paper aims to identifies about the correlation between economic and Islam. Islam is the perfect religion that governs all things in life, including the economy. This is evident with the concept of  well-being which is described in the al-Quran and Sunnah. Basically the goal of every human life is to prosper, although humans make sense of  well- being with a different perspective. Most understand economics assume that welfare is the welfare of  earthly material. But to make sense of well-being with the term al-Falah, is meaning holistic wellbeing and balance between material and spiritual dimensions. al-Quran and Sunnah have taught that the human being will be achieved if  living in balance between material and spiritual. This is because human life does not just stop in the life of this world, but there is still a second life that will be faced by humanity in the hereafter, and well-being will be achieved with the truth is that people can balance the needs of the world and the hereafter, and that is what is taught in Islamic economics. Keywords: Islam, Economy, Prosperity. Tulisan ini bertujuan untuk menjelasakn tentang korelasi antara ekonomi  dan  Islam.  Islam  adalah  agama  yang  sempurna  yang mengatur segala hal dalam kehidupan ini, termasuk juga ekonomi. Hal ini terbukti dengan konsep kesejahteraan yang dipaparkan dalam al-Quran dan Sunnah. Pada dasarnya tujuan hidup setiap manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan, meskipun manusia memaknai kesejahteraan dengan perspektif  yang berbeda-beda. Sebagian besar paham ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan adalah kesejahteraan material duniawi. Namun Islam memaknai kesejahteraan dengan istilah  Falah  yang  berarti  kesejahteraan  holistik  dan  seimbang antara dimensi material dan spiritual. Al-Quran dan Sunnah telah mengajarkan bahwa kesejahteraan akan tercapai jika manusia menjalani hidup secara seimbang antara material dan

  4. Karakteristik Dan Spektrum Manajemen Pendidikan Islam

    OpenAIRE

    Jannah, Siti Raudhatul

    2013-01-01

    Artikel ini mendiskusikan mengenai manajemen pendidikan Islam, karakteristik, dan spektrumnya. Karakteristik manajemen pendidikan Islam harus didasarkan pada al-Qur'an dan Hadits serta pemikiran rasional yang telah diuji validitasnya. Spektrum manajemen pendidikan Islam meliputi lingkup manajemen personalia pendidikan Islam, manajemen peserta didik pendidikan Islam, maanjemen kurikulum pendidikan Islam, manajemen keuangan pendidikan Islam, manajemen sarana dan prasarana pendidikan Islam, mana...

  5. PRODUKSI NANOFIBER DAN APLIKASINYA DALAM PENGOLAHAN AIR

    OpenAIRE

    Krisnandika, Vania Elita

    2017-01-01

    Abstrak Kebutuhan air meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan taraf kehidupan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan secara terus-menerus dan sangat cepat di Indonesia mengakibatkan penurunan kualitas air permukaan. Teknologi membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Membran berstruktur nano, khususnya nanofiber, saat ini menjadi perhatian karena menjawab kebutuhan teknologi filtrasi yang efektif dan hemat biaya. Pr...

  6. DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS OSEANOGRAFI BIOFISIK-KIMIA DAN PRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus spp. DI PERAIRAN LAUT TELUK AMBON (The Impact of Waste Disposal on the Biophysical-chemical Characteristics Changes and Teri fish

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk: (l mengidentifikasi karakteristik limbah hasil aktivitas manusia di pesisir teluk yang berpengaruh potensial terhadap penurunan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan Laut Teluk Ambon; (2 mengevaluasi perubahan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan dalam kaitannya dengan penyimpangan persyaratan peruntukkan sebagai tempat budi daya perikanan; dan (3 mengevaluasi pengaruh penyimpangan persyaratan peruntukan badan air laut terhadap potensi dan densitas ikan pelagis kecil, serta produksi ikan teri pada musim Timur dan Barat. Sampel penelitian terdiri atas air laut, ikan teri, dan kerang. Teknik pengambilan sampel ialah dengan pengacakan dan tanpa pengacakan. Teknik pengambilan data berupa survei, analisis laboratorium, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data Kurva Normal, Kuadrat Terkecil, Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial dan Berblok dengan Uji-F, Koefisien Nilai Nutrisi (KNN, Produksi Surplus, Hidroakustik, dan Sedimentasi Utermohl. Berdasarkan hasil analisis statistik, umumnya variabel penelitian tidak berpengaruh terhadap perubahan parameter oseanografi biofisik-kimia perairan Teluk Ambon, kecuali bahwa lokasi sampling berpengaruh terhadap nilai kecerahan pada tingkat signifikansi 95%. Kisaran nilai parameter oseanografi biofisik-kimia perairan laut ialah temperatur 23,7 - 28,7"C; TSS 2,005 - 12,436 mg/^; salinitas 24,00 - 35,50 mill; kecerahan 2,5 - 9,0 meter; pH 6,5 - 8,6; oksigen terlarut 2,09 - 6,88 mgA; BODs 10 - 50 mg/l; COD 22,5 - 150,8 mg/l; PO43- 0,22 - 3,29 mg/L, NQ-0.02 -2,94 mg/L; NO3- 21- 15,40 mg/L; Hg 0,001- 0,065 mg/L; KNN 0,27 -0/8 gr/cm; fitoplankton red-tede spesies Alexandrium affrne dengan jumlah 60,0 x 105 sel/liter menimbulkan perubahan warna perairan menj adi merah-kecoklatan. Produksi ikan teri pada musim Timur 191,5 ton (59,5 % dan musim Barat 130,2 ton (40,5 %. Populasi maksimum telur dan larva ikan teri adalah 4.090 telur/SO mt pada musim Timur dan 396 ekor/50

  7. IMPLEMENTASI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN PESISIR BARAT-LAMPUNG DAN KABUPATEN TEBO-JAMBI (Implementation of Community Timber Plantation in Pesisir Barat District-Lampung and Tebo District-Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sanudin Sanudin

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan dengan didasari oleh prinsip-prinsip pengelolaan hutan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi HTR pada koperasi yang mendapatkan Pinjaman Dana Bergulir (PDB dari Pusat Pembiyaan Pembangunan Hutan (PPPH. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 – Januari 2015 di KLL, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan KMB, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Data primer seperti pengelolaan HTR, kinerja PDB, dan permasalahan yang dihadapi dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola koperasi, pejabat di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP, Dinas Kehutanan Kabupaten/Provinsi, petani dan melalui pengamatan lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program HTR masih rendah akibat kurang maksimalnya kegiatan sosialisasi. Hal ini menyebabkan konflik dalam implementasi HTR. Berdasarkan kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi, tingkat keberhasilan implementasi HTR di KLL sangat tergantung kepada kesungguhan pihak koperasi dalam melakukan teknik silvikultur dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sementara implementasi HTR di KMB dari sisi silvikultur sudah cukup baik namun perlu pendekatan persuasif dalam penanganan masalah sosial. Sifat dari PDB adalah untuk memperkuat modal, oleh karena itu koperasi HTR harus mencari sumber permodalan lainnya baik lembaga keuangan maupun pihak swasta lainnya.   ABSTRACT Development of Community Timber Plantation (HTR is government effort to increase participation and responsibility of community around the forest on forest management based on management production forest. This study aimed is to know HTR implementation of cooperative which get revolving fund scheme (PDB-HTR from Forest Development

  8. DETEKSI DAN MANAJEMEN REFEEDING SYNDROME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmadi Darmadi

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakRefeeding syndrome (RFS dideskripsikan sebagai perubahan biokimiawi, manifestasi klinis dan komplikasi sebagai konsekuensi pemberian nutrisi pada pasien kurang gizi. Refeeding syndrome ini menyebabkan dampak buruk dan kematian. Sindroma ini lebih sering terjadi pada kelompok risiko. Refeeding syndrome merupakan suatu sindroma yang sering tak terdiagnosis oleh karena itu perlu peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari tenaga medis untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas dari RFS. Karena alasan tersebut ditulis tinjauan pustaka ini yang akan membahas mengenai patofisiologi, faktor risiko, manifestasi klinis, dan manajemennya.Kata kunci : refeeding syndrome, kurang gizi, hipofosfatemia, dukungan nutrisiAbstractRefeeding syndrome (RFS describel as biochemical changes, clinical manifestations, and complications that can occur as a consequence of feeding a malnourished individual. RFS can result in serious harm and death. RFS more commonly occurs in at-risk populations. Increased awareness amongst healthcare professionals is likely to reduce morbidity and mortality. This review examines the pathophysiology, risk factors, clinical manifestations, and management of RFS.Key word : refeeding syndrome, malnourished, hypophosphatemia, nutritional support

  9. Islam, Media, dan Politik : Sebuah Perdebatan dan Kontempelasi Nilai Berdemokrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idil Akbar

    2016-10-01

    Full Text Available Infact, press or media is one of pilar democracy. Media in democracy is a public sphere to communi-cation and makes relation, and a same time as public arena to gain information. But, media also could not release from streotypes and tendency that usually bring of interest, either the owner or ideology. It is meaning media can not released from perspective distorsion, values bias and take a side. Media also effective to become propaganda instrument for a political interest and an ideology. It is seen like how media in US, for example, stereotype of Islam in discourses contradiction and glob-al interest opposition. Then, Islam dominantly identified as doctrine teaches radicalism, fundamen-talism and terorism. Thus, it is often be justification for US to operate the military mission in the name of democracy. Tak dipungkiri pers atau media menjadi salah satu pilar bagi demokrasi. Media dalam demokrasi adalah sebagai ruang bagi publik berkomunikasi dan berinteraksi, sekaligus sarana publik mem-peroleh informasi tentang banyak hal. Namun, media juga tak bisa dilepaskan dari stereotip dan kecenderungan-kecenderungan, yang biasanya membawa kepentingan, baik pemilik maupun ide-ologi. Media karenanya tak lepas dari distorsi perspektif, bias nilai dan berpihak. Media juga efektif menjadi alat propaganda bagi sebuah kepentingan politik dan ideologi, seperti bagaimana media di negara Amerika, misalnya, menstereotipkan Islam dalam analisis pertentangan wacana dan kepent-ingan global. Sehingga, dominan Islam diidentikkan dengan sematan sebagai ajaran yang mengajarkan radikalisme, fundamentalisme dan terorisme. Karenanya pula seringkali menjadi alasan pembenar bagi Amerika untuk menjalankan misi militer atas nama demokrasi.

  10. Musisi Sekuler dan Gerejawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Cristovel

    2007-12-01

    Full Text Available Menjadi seorang musisi tidak sekedar bermain musik atau menyanyi saja. Ada jenjang-jenjang yang akan dilewatidalam dunia musik, yang pada akhirnya setiap musisi dihadapkan kepada tanggung jawab dalam dunia tersebut. Di jaman ini, jika jenjang seorang musisi sudah tahap profesional, maka musik dan bisnis merupakan hal yang tidak terpisahkan. Jadi tidak heran jika ada banyak orang yang memimpikan untuk berkarier dalam bidang musik, bahkan telah men1adicita-cita sejak kecil.Jadi penting bagi musisi gerejawi benar-benar "mengkotakkan dirinya" terhadap persepsi yang dianut oleh musisi sekuler, bukan mencampurkannya. Hal ini sangat esensial, karena musisi gerejawi bukan melayani manusia melainkan oleh anugerah Tuhan dipercayakan pekerjaan ini. Dengan demikian pelayanan sebagai musisi gerejawi tidak tercemar oleh persepsi dari dunia musik sekuler. Selain itu musisi gerejawi dapat merefleksikan Tuhan yang disembahnya kepada dunia sekuler, karena tujuan dari semua yang dilakukannya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan.

  11. PENGELOLAAN ZAKAT OLEH NEGARA DAN SWASTA Studi Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan Zakat Oleh BAZ Dan LAZ Kota Madiun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atik Abidah

    2010-12-01

    Full Text Available Abstraks: Keberadaan lembaga zakat di Indonesia yang diakui oleh perundang-undangan ada dua, yaitu Badan Amil Zakat (BAZ dan Lembaga Amil Zakat (LAZ. BAZ adalah lembaga zakat yang dikelola oleh pemerintah, sedangkan LAZ adalah lembaga yang dikelola oleh masyarakat. Artikel ini merupakan merupakan hasil penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data digali langsung dari BAZ Kota Madiun dan LAZ dalam hal ini ada 2 lembaga, yaitu Lembaga Manajemen Infaq (LMI dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH. Hasil penelitian BAZ lebih efektif dibanding LAZ, karena BAZ di bawah naungan Pemerintah Kota Madiun dan didukung dengan kebijakan dalam menjalankan progam kerjanya. Sedangkan pada LAZ (LMI dan BMH karena sifatnya mandiri, maka segala sesuatunya akan efektif jika mereka bekerja keras, dan itulah yang selama ini dilakukan oleh LMI dan BMH, sehingga sampai saat ini mereka masih eksis.

  12. INTERAKSI DAN HARMONI UMAT BERAGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2012-05-01

    Masyarakat Singkawang adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok suku bangsa dan agama. Secara historis, masyarakat Singkawang mampu mem­pertahankan harmoni antar agama. Model interaksi sosial yang bersifat asosiatif tampaknya potensial untuk mendukung harmoni di dalam masyarakat. Ber­dasarkan paradigma fungsional-struktural, masyarakat diasumsikan sebagai sistem organik yang memiliki huungan antar bagiannya untuk mempertahankan masyarakat. Interaksi sosial di dalam masyarakat Singkawang dikembangkan melalui interaksi di dalam lingkup keluarga, lingkungan sekitar, aktifitas ekonomi, para pimpinan agama, dan hubungan di dalam lingkup budaya dan tradisi. Meskipun demikian, hubungan antar unsur masyarakat masih kosmopolitan, yang di dalamnya anggota masyarakat kurang aktif dalam mengembangkan harmoni masyarakat.

  13. ETIKA BISNIS AL-GHAZALI DAN ADAM SMITH DALAM PERSPEKTIF ILMU BISNIS DAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AM. M. Hafidz MS.

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi: (1 pembangunan etika bisnis yang telah dirumuskan oleh al-Ghazali dan Adam Smith, (2 persamaan dan perbedaan antara dua etika bisnis pria, dan (3 relevansi bisnis mereka etika bisnis modern dunia dan ekonomi. Bisnis etika dibangun oleh al-Ghazali dan Smith di dataran praksis tidak jauh berbeda. Etika bisnis konstruksi dibangun oleh al-Ghazali didasarkan pada prinsip-prinsip seperti orientasi itikad baik tentang dunia dan akhirat, kejujuran, kepentingan pribadi dan social keseimbangan, dan perilaku / perbuatan yang tepat. Di sisi lain, etika bisnis konstruksi dibangun oleh Smith, berdasarkan keadilan, altruisme, keadilan dan liberal (kebebasan ekonomi. Baik etika bisnis yang diperkenalkan oleh kedua sangat relevan untuk menjadi digunakan sebagai bahan pokok acuan dalam etika bisnis modern.

  14. Pengembangan Sistem Otomatisasi AC dan Lampu Menggunakan Fuzzy dan Raspberry Pi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Ariyanto

    2017-11-01

    Full Text Available Otomatisasi AC dan lampu dilakukan untuk menghemat energi yang digunakan pada kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangan otomatisasi AC dan lampu perlu menerapkan sebuah perangkat yang memiliki fungsi maksimal dengan harga yang minimal. Raspberry Pi merupakan perangkat atau modul dengan harga rendah yang mampu melakukan komunikasi wireless tanpa bantuan modul lain. Dalam pengembangan otomatisasi AC dan lampu juga diperlukan sebuah metode yang mampu melakukan kontrol terhadap nyala AC dan lampu. Penerapan metode fuzzy dapat dilakukan untuk menghimpun informasi keadaan ruang yang didapat dari sensor untuk menentukan nyala AC dan lampu secara otomatis. Oleh sebab itu pada penelitian ini mengusulkan pengembangan otomatisasi AC dan lampu menggunakan Raspberry Pi dan Fuzzy. Otomatisasi AC dan lampu menggunakan Raspberry Pi yang menerapkan metode Fuzzy dapat menghemat energi hingga 59,87% dalam hal lama waktu nyala AC dan 57,47% untuk lumenasi lampu

  15. TIMBULAN SAMPAH B3 RUMAHTANGGA DAN POTENSI DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA (Generation of Household Hazardous Solid Waste and Potential Impacts on Environmental Health in Sleman Regency, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswanto Iswanto

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Sampah rumahtangga yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3 seperti baterai, lampu listrik, elektronik, kemasan pestisida, pemutih pakaian, pembersih lantai, cat, kaleng bertekanan (aerosol, sisa obat-obatan, termometer dan jarum suntik berpotensi mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Meskipun kuantitas sampah B3 rumahtangga (SB3-RT di Kabupaten Sleman hanya 2,44 g/orang/hari atau sekitar 0,488% dari sampah domestik, tetapi karena memiliki karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, beracun, infeksius dan/atau korosif maka sangat membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan (air, tanah, udara. Sampai saat ini, SB3-RT di Kabupaten Sleman masih ditangani seperti layaknya sampah domestik, yaitu dibakar, dibuang ke sungai, ditimbun di pekarangan, dibuang ke tempat pembuangan sampah ilegal atau dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA Piyungan. Jenis SB3-RT yang banyak ditemukan adalah sampah elektronik (24,91%, lampu listrik bekas (18,08% dan baterai bekas (16,71%. Ketiga jenis sampah tersebut mengandung berbagai unsur logam berat seperti Cd, Pb, Hg, Cr, As, Ni, Co, Zn, Cu, Al, Mn, Li, Sb dan Fe yang umumnya bersifat toksik, karsinogenik dan akumulatif yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia secara langsung atau melalui rantai makanan. Pemaparan bahan berbahaya beracun (B3 dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan/organ tubuh pada masyarakat sekitar tempat pembuangan, petugas sampah, pemulung, pengepul, pemanfaat dan pelaku daur ulang SB3-RT. Oleh karena itu SB3-RT perlu dikelola sebagaimana mestinya sesuai dengan sifat dan karakteristiknya.   ABSTRACT Household solid waste containing hazardous and toxic materials such as batteries, electric light, electronics, pesticides, bleach, cleaner, paint, pressurized cans (aerosol, unused medicines, thermometers and syringes can threaten human and environment. Although the quantity of Household Hazardous Solid Waste (HHSW in Sleman Regency only 2.44 g/person/day or

  16. The efficacy of honey solution as plaque reducing agent

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Nurul M

    2010-06-01

    sebagai kontrol. Hasil: Didapatkan peningkatan bermakna indeks plak dalam setiap kelompok penelitian, tetapi tidak berbeda antara ketiga kelompok pada setiap hari dalam waktu penelitian. Namun ditemukan nilai p sejak hari 1 (0,766 menurun secara bertahap ke hari ke 4 (0,076. Kesimpulan: Sifat antimikroba larutan madu sebagai obat kumur belum menunjukkan pengaruh bermanfaat untuk menghambat pembentukan plak gigi hingga hari ke 4 penelitian.

  17. Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway di Petshop "PetZone"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siska Fadhilah Wati

    2013-09-01

    Full Text Available Dewasa ini teknologi informasi sangat membantu dalam dunia bisnis. Kemudahan yang ditawarkan akan menjaring lebih banyak konsumen. Namun, perusahan tingkat menengah seperti PetZone saat ini masih jarang yang menawarkan kemudahan berbelanja atau pemesanan layanan secara online. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem berbasis web di perusahaan PetZone yang dapat memudahkan pemilik dan karyawan dalam apenjualan, pelayanan, dan pemasaran, serta memudahkan pelanggan dalam jual-beli barang dan jasa. Atas dasar masalah tersebut dibangun Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway untuk menunjang proses bisnis yang ada. Sistem informasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP framework Codeigniter, javascript untuk tampilan yang dinamis, dan database MySQL. Proses pembuatan dan pengembangan Sistem Informasi Penjualan ini menggunakan metode air terjun. Metode air terjun meliputi kebutuhan pengguna, analisis, rancangan, implementasi dan pengujian. Pemodelan Sistem Informasi yang dibangun menggunakan metode berorientasi objek UML (Unified Modeling Language yang terdiri dari Use case  diagram, Class diagram dan Sequence diagram. Hasil pengujian Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway menunjukkan bahwa semua fitur yang terdapat baik dalam sistem informasi maupun SMS gateway dapat bekerja dengan baikdengan ratusan sample data, dan server SMS gateway dapat memproses lebih dari satu SMS secara bersamaan. Dalam perkembangan ke depannya nanti, Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway masih dapat dikembangkan lagi dengan menambah fitur-fitur pada SMS gateway sehingga lebih memudahkan konsumen.

  18. PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PROTOTYPE SISTEM PARKIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Ayu Septriyaningrum

    2016-10-01

    Abstrak  Sistem parkir manual pada pelayanan parkir mall memerlukan pengelolaan dan pengembangan sistem yang lebih rumit dan jauh dari kata efisien. Informasi yang didapatkan pengelola parkir terkait kondisi parkir di lapangan setiap harinya masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan prototype sistem parkir. Metode pengembangan dan perancangan sistem pada penelitian ini adalah metode Waterfall. Hasil yang didapatkan adalah sistem ini dapat mendeteksi keberadaan mobil pada slot parkir yang tersedia dengan bantuan Intel Galileo Board Gen 2 sebagai kontroler, sensor LDR (Light Dependent Resistor dan sensor ultrasonik (PING sebagai alat bantu pendeteksi keberadaan mobil. Sistem dapat menampilkan aktifitas parkir pada aplikasi web seperti kondisi lahan parkir kosong, lahan terisi, waktu masuk, waktu keluar, lama parkir dan kapasitas parkir yang tersedia serta grafik pemakaian lahan parkir. Dapat disimpulkan bahwa perancangan dan pengembangan sistem berhasil diimplementasikan. Kata Kunci : Sistem parkir, waterfall, Intel Galileo Board Gen 2,sensor LDR (Light Dependent Resistor, sensor ultrasonik

  19. Efektivitas Weblog dan Facebook Terintegrasi untuk Pembelajaran Virtual

    OpenAIRE

    Hartono

    2014-01-01

    Abstrak: Saat ini, banyak mahasiswa menghabiskan waktu mereka di internet. Mereka melakukan kegiatan seperti membuat blog, mengunduh, mengunggah, chatting, dan berinteraksi melalui facebook. Mahasiswa sekarang ini hidup dengan teknologi. Penelitian menunjukkan bahwa weblog dan facebook berpotensi mendukung belajar dan mengajar. Guru dan pendidik menggunakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas weblog dan facebook ketika d...

  20. Lõuka tuuliku restaureerimine / Dan Lukas

    Index Scriptorium Estoniae

    Lukas, Dan

    2005-01-01

    Hiiumaal Pühalepa vallas Vahtrepa külas Lõuka talu maadel asuva pukktuuliku ajaloost, restaureerimise käigust. Teostus: Dan Lukas. Muinsuskaitseline järelevalve: Tõnu Sepp, tema kommentaar. Ill.:pukktuuliku lõiked ja korruste plaanid, 7 värv. fotot

  1. Internal Control: Peran Dan Perkembangannya

    OpenAIRE

    Murtin, Alek

    2000-01-01

    Perhatian terhadap pentingnya internal control dalam organisasi berjalan dari waktu ke waktu untuk meningkatkan fungsi internal control yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan organisasi, dimulai dengan adanya internal check, kemudian internal control system, internal control structure dan terakhir adalah internal control-integrated framework. Internal control system sempat berkembang beberapa tahun di Indonesia yang selanjutnya digantikan oleh internal control structure yang digunaka...

  2. Asuransi Takaful: Prospek Dan Tantangannya

    OpenAIRE

    Sobirin, Achmad; Muhtar, Muchsin

    1994-01-01

    Dewasa ini perhatian terhadap nilai-nilai syariah Islam terhadap muamalah khususnya di bidang ekonomi menjadi besar. Lembaga perekonomian yang terjalin dengan pranata keagamaan makin menggejala dimana-mana dan kini sedang tumbuh mencari bentuk untuk dapat diterima di tengah-tengah masyarakat.

  3. KETENTUAN TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA BERDASARKAN ASAS PERIKEMANUSIAAN DAN HAK ASASI MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Riyanti

    2017-01-01

    Hasil penelitian, ketentuan tentang standar pelayanan minimal bidang keluarga berencana, keluarga sejahtera dan asas perikemanusiaan dengan hak asasi manusia sangat berhubungan keterbatasan lingkup pelayanan dan standar pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi yang tidak jelasberdampak pada tidak dipenuhinya hak asasi manusia untuk mendapatkan kesetaraan dan kebebasan dalam pelayanan keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

  4. KINERJA DAN EFISIENSI BANK PEMERINTAH (BUMN DAN BUSN YANG GO PUBLIK DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Haryanto

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian ini menganalisis kinerja dan tingkat efisiensi bank-bank BUMN dan BUSN yang go Publik di Bursa Efek Indonesia.  Sample penelitian ini mengambil  tiga bank BUMN Bank BNI 46, Bank Mandiri dan Bank BRI  dan tiga bank BUSN (Bank BCA, Bank Niaga dan Bank Panin dengan periode analisis tahun 2005-2011. Varibael yang digunakan meliputi ROA, ROE, LAR. LDR, NPL dan BOPO. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisis perbedaan kinerja antara Bank BUMN dan BUSN yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2011.  Pendekatan pengukuran kinerja yang digunakan adalah Return on Asset (ROA, Return on Equity (ROE dan Loan to Deposit Ratio (LDR, Loan to Asset Ratio (LAR,  dan efisiensi bank. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 1 Bank-bank nasional, baik itu bank BUMN maupun BUSN menunjukkan kinerja yang semakin baik, 2 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja bank BUMN dan BUSN untuk variabel ROA, ROE, LAR, LDR, dan BOPO sedangkan variabel NPL yang merupakan indikator risiko kredit menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara Bank BUMN dan BUSN

  5. PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2001-01-01

    Full Text Available Small business as an economic activity of society on a small scale, has a central role in the economy of Indonesia. Although the economic crisis has created a great disturbance in the live of large and middle-size business, apparently small business continues to function well in the lower levels of the economy. The main role of small business is: 1 use excess labor; 2 as a producer of goods and services at reachable prices for the lower economic levels of society; 3 as a potential producer of foreign exchange because of the success of this type of industry in producing non-oil commodities for export. Remembering that the role of small business is large and has great influence on the lower economic levels of society, it is quite necessary to pay attention to the development of this sector. Abstract in Bahasa Indonesia : Usaha kecil sebagai kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil memiliki peran sentral dalam perekonomian Indonesia. Walaupun krisis ekonomi telah memporakporandakan kehidupan bidang usaha besar dan menengah, ternyata usaha kecil tetap tegar dan berjalan marak dikawasan kehidupan ekonomi tingkat bawah. Peran pokok usaha kecil ini adalah: (1 sebagai penyerap tenaga kerja, (2 sebagai penghasil barang dan jasa pada tingkat harga yang terjangkau bagi kebutuhan rakyat banyak yang berpenghasilan rendah, (3 sebagai penghasil devisa negara yang potensial kerena keberhasilannya dalam meproduksi komoditi ekspor non migas. Mengingat peran usaha kecil tersebut sangat besar andilnya bagi negara dan masyarakat kecil dilapisan bawah, maka pembinaan dan pengembangannya sangat perlu diperhatikan. Kata kunci: pembinaan, pengembangan, usaha kecil.

  6. INDUSTRIALISASI DAN TANTANGANNYA PADA SEKTOR PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Unwanullah

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Industrialisasi dan Tantangannya pada Sektor Pendidikan. Sumbangan pendidikan dalam perubahan dan pembangunan masa lalu telah bergeser dengan kemajuan teknoekonomi dan komunikasi. Perubahan yang terjadi telah menggeser tatanan kehidupan dan pandangan masyarakat. Materialisme, kapitalisme, efisiensi, dan efektivitas telah menjadi tujuan dan semangat hidup. Pergeseran pandangan masyarakat telah mengubah pula pandangan keberhasilan dan mutu pendidikan, di mana pendidikan diukur dari keberhasilan dalam keterserapan lulusan dalam dunia kerja, oleh karenanya pendidikan dianalisis dari karakteristik sebagai investasi (capital-investment. Pergeseran makna dan tanggung jawab pendidikan mendorong dunia pendidikan melakukan pembaruan dengan alternatif: membangun pembaruan penalaran warganya menuju pemerdekaan dan pendewasaan, pendidikan dilaksanakan secara komprehensif dan bekerjasama dengan semua pihak secara kemitraan, dan membangun visi pendidikan secara komprehensif dan simultan dengan semua pihak. Kata kunci: perubahan sosial, materialistik, modernisasi dan kapitalis Abstract: Industrialization and its education Sector challenges. Contribution of education has shifted with the progress of technology, economy, and communication. The changes have shifted the society's views. Materialism, capitalism, efficiency, and effectiveness have become of interest and enthusiasm for life. The shift has changed society's view, i.e. the view of success and quality of education, in which education is measured from a rate of the absorption of graduates into labor market, therefore education is analyzed from the characteristics of an investment (capital-investment. A shift in meaning and responsibility of education encourages the education sector to create reformation through these following alternatives: creating new thoughts towards liberation and maturation, implementing education comprehensively and cooperating with all parties in partnership, and creating

  7. Desain dan Uji Kinerja Fungsional Sistem Penggerak dan Kendali ROVERGARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fikri Pomalingo

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract The high population rate has an impact on increasing of land function change from agricultural land become housing and commercial building. As a result, it is difficult to get land for planting in the urban area. Therefore, this research is aimed to design equipment that can be used for planting in the narrow land using vertical gardening. This paper will report about design and functional testing of drive and control system on ROVERGARD. Drive system is based on water pump with additional gear train and chainsprocket mechanism. Control system use was on open loop type based on timer. The performance test of drive system was focused on electrical energy consumption and rotational speed of the system that was measured by multifunctional mini ammeter and tachometer. The control system was tested during 4 days, to evaluate their performances between set point and actual timing while filling water tank and rotate the system at maximal load condition. Electrical power consumption was 208 W at average rotational speed 2703 rpm. Increasing load caused an increase of energy consumption but made the drive rotation decline. The position control performance had on position error around 50 cm. Consequently, setting time on timer must be adjusted. Abstrak Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, mengakibatkan tingginya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan perumahan dan komersial. Masalah ini mengakibatkan sulitnya mencari lahan pertanian di daerah padat penduduk khususnya perkotaan. Oleh karena itu perlu dirancang sebuah alat yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di lahan sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menguji sistem penggerak dan kendali pada ROVERGARD. Sistem penggerak berasal dari pompa air yang dimodifikasi. Sedangkan sistem kendali menggunakan tipe open loop berbasis waktu dimana timer sebagai komponen utamanya. Pengujian kinerja penggerak difokuskan pada konsumsi listrik dan rpm yang diukur menggunakan

  8. KONTEKS DAN KONSTRUKSI SOSIAL MENGENAI KEMATIAN ELEKTIF ( EUTHANASIA ∗

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helly Prajitno Soetjipto

    2015-09-01

    konteks sosial dan konstruksi sosial kematian. Euthanasia didiskusikan di dalam suatu kerangka pikir yang mencoba memberi perhatian kepada hal-hal yang kontekstual dan interpretatif fenomena sosial suatu proses kematian dan kejadian kematian

  9. DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAru LIMFOMA ORtsITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardizal Rahman

    2014-12-01

    Full Text Available Limfoma orbita merujuk pada limfoma yang terjadi di konjungtiva, kelenjar lakrimal, palpebradan otot-otot ekstraokular. Limfoma primer non-Hodgkin (NHL dari orbita dapat ditemukanpada hanya 1o/o dari semua limforna non-Hodgkin. Anaiisis mutasi somatik pada regiovariabel (V dari immunoglobulin (ig dan segmen gen rantai berat (H telah menunjukkanperan dari stimulasi antigen kronik pada patogenesis limfoma /nucosa-associated lymphoidflssue (MALT. Patogen mikroba seperti Helicobacter pylaridan Chlamydia pneumonia dapaimendasari proses inflamasi dan pada akhirnya memicu akuisisi MALT juga memainkanperan penting dalam tranformasi maligna dan ekspansi klonal lanjutan limfoma. Penentuanstadium kanker sangat penting karena akan menentukan terapi apa yang akan diberikan dankemungkinan remisi dan prognosisnya. Berdasarkan sistem stadium Ann-Arbor, limfoma yangterbatas di orbita disebut sebagai stadium l, keterlibatan struktur sekitar (sinus paranasal,tonsil, dan hidung menjadikannya stadium ll. Stadium lll adalah penyakit nodal abdominaldibawah diafragma dan stadium lV merujuk pada keterlibatan yang tersebar dari satu ataulebih lokasi ekstranodal (hepar, sum-sum tulang atau sistem saraf pusat. Mayoritas pasiendatang dengan keluhan massa konjungtiva berwarna pink (91%, diikuti hiperemis konjungtiva(32%, propiosis (27%, massa palpebra atau orbita (19"fi, penurunan visus dan ptosis (6%,dan diplopia(2%. Bilateralitas terjadi pada 10% hingga 15% kasus dimana 80 % terjadisecarasimultan sedangkan 20% merupakan kondisi yang berurutan. Penilaian lanjut untuk stagingyang akurat dan perencanaan terapitermasuk anamnesis yang lengkap dan pemeriksaan fisik,pemeriksaan laboratorium rutin, elektroforesis protein sei-um, LDH serum, Fr-mikroglobulin,rontgen thoraks, CT scan thoraks, abdornen, dan pelvis, dan biopsisum-sum tulang. Diagnosapositif harus berdasarkan pada perneriksaan histologik dari sampeltumor yang memadai yangdiperoleh dengan biopsiorbita. Beberapa kriteria

  10. LITERACY AND SECONDARY ORALITY: (SEBUAH ANALISIS PERBANDINGAN KISAH ROMANTIS “A WALK TO REMEMBER” VERSI NOVEL DAN FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reny Triwardani

    2008-01-01

    kedua. Perbedaan kedua bentuk kelisanan ini dapat dikatakan bahwa budaya lisan yang pertama (primary orality berbasiskan fisik manusia, sedangkan kelisanan kedua berbasis kepada teknologi. Dalam hal ini, dapat dilihat bahwa perkembangan teknologi komunikasi, khususnya media elektronika memanfaatkan kembali sumber kelisanan sebagai alat penting dalam komunikasi dan penyampaian informasi. Bentuk-bentuk media dalam kelisanan kedua diantaranya adalah radio, televisi, film, dam media elektronika lainnya. Tulisan ini untuk memberikan paparan perbandingan antara budaya tulis yang mewujud pada novel dengan kelisanan kedua yang diwujudkan pada film. Kedua jenis budaya ini digunakan untuk mengkaji novel dan film dengan judul yang sama, yaitu “A Walk To Remember” yang ditulis oleh Nicholas Sparks dalam novelnya tahun 1999 atau pada filmnya dengan sutradara Adam Shankman yang dirilis pada tahun 2002. Berdasarkan indikator karakteristik kedua bentuk budaya tulis maupun kelisanan kedua, telah terjadi pembacaan yang berbeda dari sebuah karya A Walk to Remember. Indikator-indikator yang menunjukkan keberbedaan tersebut adalah sebagai berikut; Subyektifitas/Objektifitas, Situasional/Abstrak dan analitikal, Aggregative/ Stand alone, Collaborative/authoritative knowledge dan Grounded in observable/ transcending barriers of time and place. Dalam hal ini bentuk kelisanan kedua, melalui versi filmnya, telah mampu mengatasi keterbatasan keterlibatan penonton dalam melakukan pembacaan teks karena sifat audio visualnya. Sebaliknya, dalam bentuk karya tulis pada novelnya, tetap memberikan kenikmatan tersendiri bagi pembacanya dalam kebebasan imajinasi dalam pembacaan teks yang dilakukan. Kata kunci: kelisanan kedua, literacy, film, novel, A Walk To Remember.

  11. TRANSFORMASI ORGANISASIONAL DAN MSDM: HAMBATAN DAN IMPLIKASINYA PADA REKRUTMEN DAN SELEKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Licen Indahwati Darsono

    2002-01-01

    Full Text Available Rapid change of environment is an external force that causes the organization to transform. Fundamentally, the main purpose of the transformation is to change the organizational structure to be more flexible and competitive with fewer hierarchial levels, managers, and employees. The transformation needs to be radical, causing resistance from the organization's members. Their resistance can cause the transformation to fail, therefore organization must find ways to lessen this resistance. First, organization must learn about the diversity of its members' cultures and values. Second, organization must build its own organizational culture which can support the success of the transformation, by communicating it with the members of the organization. To support organizational culture building efforts, it needs changes in human resources practices, especially recruitment and selection. Abstract in Bahasa Indonesia : Perubahan yang cepat dalam lingkungan merupakan kekuatan eksternal yang mengakibatkan transformasi dalam sebuah organisasi. Pada dasarnya, tujuan utama dari transformasi tersebut adalah merubah struktur organisasi agar menjadi lebih fleksibel dan mampu bersaing, dengan tingkat structural yang sedikit, serta jumlah manajer dan karyawan yang lebih kecil. Transformasi tersebut harus menyeluruh, dan hal ini dapat menyebabkan resistensi dari para anggota organisasi yang memperhambat perubahan tersebut. Resistensi itu bisa menyebabkan perubahan tersebut batal, oleh karena itu organisasi harus mencari jalan untuk mengurangi hambatan-hambatan tersebut. Pertama, organisasi harus belajar keanekaragaman dari budaya dan nilai anggotanya. Kedua, organisasi harus mengembangkan budaya organisasi sendiri melalui komunikasi yang baik dengan anggotanya. Untuk mendukung usaha mengembangkan budaya organisasi, harus ada perubaban pada kebijakan sumber daya manusia, terutama dalam rekrutmen dan seleksi karyawan. Kata kunci: transformasi, resistensi, budaya

  12. Perbandingan Akurasi Pengukuran Suhu Dan Kelembaban Antara Sensor DHT11 Dan DHT22

    OpenAIRE

    Saptadi, Arief Hendra

    2014-01-01

    Suhu dan kelembaban merupakan dua objek pengukuran yang acapkali terdapat di dalam sistem akuisisi data. Terdapat banyak piranti sensor yang berfungsi untuk mengukur dua objek tersebut dan akurasi merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk memilihnya. DHT11 dan DHT22 adalah sensor seri DHT dari Aosong Electronics yang dapat melakukan pengukuran suhu dan kelembaban secara serempak dengan keluaran digital. Informasi tentang akurasi terdapat di dalam lembar data keduanya. Kendati ...

  13. Pertumbuhan dan Mutu Fisik Bibit Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq.) di Polibag dan Politub

    OpenAIRE

    Junaedi, Ahmad

    2010-01-01

    Informasi pertumbuhan dan mutu fisik bibit jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) di wadah bibit dengan volume yang berbeda diperlukan sebagai bagian yang akan diperhitungkan dalam pemilihan wadah bibit yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan mutu fisik bibit jabon yang disapih pada wadah bibit polibag (volume 300 cm3) dan politub (volume 60 cm3). Tahapan penelitian meliputi : pembibitan serta pengamatan pertumbuhan dan penilaian mutu fisik bibit jabon yang ...

  14. Dampak belanja irigasi dan jaringan terhadap output PDRB sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi

    OpenAIRE

    Aminah, Siti; Parmadi, Parmadi

    2018-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Belanja irigasi dan jaringan serta perkembangan output GDP sektor pertanian Kota Jambi selama periode tahun 2005-2015 dan menganalisis pengaruh belanja irigasi dan jaringan terhadap  GDP Output sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan Selama periode penelitian tahun 2005-2015 dengan rata-rata pertumbuhan 61,98%, nilai rata-rata PDRB harga berlaku Kota Jambi sebesar 157.601,68 dalam juta rupi...

  15. Wacana Penjarahan Dan Kekerasan Simbolik Terhadap Petani

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Sudibyo

    2002-01-01

    Full Text Available Perlawanan kaum petani sudah lama terjadi dalam konteks sejarah hubungan antara si kaya dan si miskin dan antara kaum petani dan negara. Persoralannya selalu bahwa negara, aparat keamanan dan pemilik modal telah mengambil alih secara paksa surplus ekonomi dari petani. Mereka bekerja sama dalam aksi penyerobotan tanah petani, pendirian perkebunan-perkebunan dan dalam menghadapi gerakan protes petani. Negara bukan hanya menghadapi gerakan perlawanan petani dengan represi-represi fisik. Secara sistematis negara juga melakukan propaganda dengan menciptakan gambaran-gambaran yang unfavourable tentang petani pelaku penjarahan dalam berbagai representasi wacana. Dalam batas tertentu, media massa justru memperkuat kecenderungan ini dengan menonjolkan dimensi kekerasan, pemberontakan dan anarkisme dalam mewacanakan aksi-aksi penjarahan petani.

  16. Motivasi, Kebiasaan, dan Keamanan Penggunaan Internet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zinggara Hidayat

    2017-01-01

    Full Text Available Abstract: This study investigates motivation, habits, and security of internet use by high schools and universities students in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi. This descriptive and quantitative reasearch uses survey method. The findings of the study show that the strongest motivation is to show self existence, entertainment, and academic purposes. At some points, the habit of using the internet also makes the students face some risks such as verbal and nonverbal abuses, bullying, pornoghrapy, account hacking, and the risk of interaction with unknown parties. Abstrak: Penelitian ini menyelidiki motivasi, kebiasaan, dan keamanan penggunaan internet di antara siswa sekolah menengah atas dan universitas di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi paling kuat adalah untuk memperlihatkan eksistensi diri, pencarian hiburan, dan penyelesaian tugas akademis. Kebiasaan penggunaan internet oleh pelajar dan mahasiswa menghadapi beberapa risiko, seperti kekerasan verbal dan nonverbal,

  17. SOSIAL MEDIA DAN PERUBAHAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risnah Risnah

    2015-12-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah mahasiswa semester II, IV, dan VI Jurusan Keperawatan yang menggunakan internet secara aktif dan karak-teristiknya, membandingkan hasil belajar mahasiswa semester II-III, IV-V, dan VI-VII Jurusan Keperawatan, dan mengetahui pengaruh sosial media (facebook dan twitter terhadap perubahan indeks prestasi mahasiswa, dengan jumlah res-ponden sebanyak 150 orang. Penelitian ini adalah deskriptif dengan desain pene-litian kausal. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berupa kuesio-ner, dengan jumlah responden sebanyak 150 orang. Adapun hasil penelitian me-nunjukkan bahwa indeks prestasi mahasiswa dengan penggunaan sosial media umumnya responden menyatakan sosial media tidak mempengaruhi indeks prestasi. Dari hasil analisis uji statistik diperoleh terdapat pengaruh antara sosial media (facebook dan twitter dengan indeks prestasi. Dengan begitu, penggunaan sosial media harus digunakan sebagaimana mestinya, agar mahasiswa/i yang ak-tif pengunaan sosial media tidak mempengaruhi indeks prestasinya.

  18. SIFAT HIPOGLISEMIK PAKAN TINGGI PROTEIN KEDELAI PADA MODEL DIABEIK INDUKSI ALLOXAN [Hypoglicemic Property of a High-Protein Soybean Based Feed in Model alloxan Induced Diabetic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. Retnaningsih 1

    2001-08-01

    Full Text Available Hypoglicemic properties of soybean protein were evaluated in alloxan-induced diabetic rats. Twenty eight mature male Sprague Dawley (SD rats (250-300g were used and divided into four groups of seven rats. They were: 1 Placebo Standars (PS; 2 Alloxan Injection Standard (AS; 3 Alloxan injection soybean protein 250% (APK 250 dan 4 Alloxen injection soybean protein 100% (APK 100. One group was injected with aquabidest (Placebo and three group were diabetic induced by alloxan injection (80 mg/kg of body weight by intramuscular injection.Placebo-Standard (PS and Alloxan injection Standar (AS groups were fed standard diet whereas APK 250 100 were fed soybean protein deit for 42 days. Concentration of serum glucose was determined before incention (0day and 1, 2, 143, 21, 28, 35, and 42 days after injection.The result showed that alloxan injection increased the level of serum glucose. Bioassay experiment demonstrated that diet on high conceration of soybean protein (250% decreased the level of serum glucose from 351,44 mg/dl to 230,62 mg/dl (34,37% while soy protein 100% descreased the level of serum glucose.

  19. Persepsi Santri dan Kiai terhadap Pluralisme Agama di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM dan Aswaja Nusantara Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin

    2017-05-01

    Abstrak: Perdebatan pluralisme agama masih mengemuka dalam konteks masyarakat majemuk di Nusantara. Bahkan, tidak jarang menimbulkan konflik dan perang pemikiran. Menarik melihat perspektif kiai dan santri Muhammadiyah dan NU terhadap isu pluralisme melalui praktik pendidikan di Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM Yogyakarta dan Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta yang dianggap representatif karena membawa muatan konsep, ide dan paradigma dari Muhammadiyah dan NU. Penelitian ini bersifat kualitatif,  data diperoleh dari wawancara dan studi kepustakaan dengan saling memberikan verifikasi, koreksi dan pelengkap. Hasil penelitian ini, PUTM dan Pesantren Aswaja Nusantara memiliki konsep yang sama dalam memegang teguh akidah, yakni sikap eksklusif dan menolak pluralisme secara teologis namun menerimanya secara sosiologis. Sehingga, paradigma dari dua lembaga tersebut merepresentasikan dari paradigma Muhammadiyah dan NU dalam merespon fenomena pluralisme agama dan budaya.

  20. VAKSIN DENGUE DAN PERKEMBANGANNYA SAAT INI DAN DI MASA MENDATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triwibowo Ambar Garjito

    2012-09-01

    Full Text Available Dengue virus merupakan salah satu virus anggota dari famili Flaviviridae yang sejak tahun 1956 telah dikenal dapat menimbulkan demam dengue maupun demam berdarah dengue (DBD. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini diperkirakan telah menjangkiti pada selatar 50-100 juta manusia dengan 500.000 kasus di antaranya dalam manifestasi yang ganas yang dikenal sebagai dengue haemorrhagic fever dan dengue shock syndrome dan 25.000 di antaranya berakibat fatal (meninggal. Saat ini pengembangan vaksin merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit tersebut. E (envelope merupakan salah satu bagian dari protein struktural virus yang sangat penting dalam pengembangan vaksin, yaitu sebagai badan yang memproduksi antibodi netralisasi untuk protein. Non-struktural protein l juga telah diketahui sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan vaksin oleh karena kemampuannya untuk dapat diekspresi pada permukaan sel yang diinfeksi yang dapat menjadi target untuk immune cytolisis. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam memproduksi suatu vaksin dengue, yaitu: a. Vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine: b. Vaksin hasil rekayasa (engineered vaccine. Penelitian terhadap vaksin DENV baik rekombinan maupun non-rekombinan yang didasarkan pada uji virus telah dilakukan secara terus-menerus baik pada monyet dan manusia. Sampai saat ini telah dikembangkan sejumlah kandidat vaksin DENV yang berdasar pada tetravalent virus dengue, yaitu a. vaksin konvensional, b. vaksin dengue rekombinan berdasar pada flavivirus, c. vaksin intertypic chimeric, d. vaksin chimerivac, e. vaksin dengue rekombinan menggunakan vector non-ftavivirus dan f. vector adenovirus. Namun demikian, sampai sekarang belum ada vaksin yang siap digunakan untuk menangkal infeksi ke empat serotype virus dengue, sehingga masih diharapkan untuk pengembangan virus lebih lanjut.   Kata kunci: Aedes aegypti, dengue virus, vaksin dengue.

  1. BAHAYA LATEN INFEKSI GONORE DAN KLAMIDIA DI ASIA SELATAN & ASIA TENGGARA, DI INDONESIA DAN KOTA MANADO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aron Pirade

    2014-04-01

    menempati urutan tertinggi. Wilayah Asia Selatan dan Asia Timur-Selatan (juga disebut Asia Tenggara adalah wilayah dengan prevalensi Gonore dan Klamidia terbesar. Prevalensi Gonore di tahun 1995 dan 1999 yaitu 29.11 dan 27.2 juta penduduk wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Klamidia, di tahun 1995 dan tahun 1999 yaitu 40.48 dan 42.89 juta penduduk wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, pada 11 area penelitian menunjukkan bahwa prevalensi Gonore dalam wilayah Indonesia menunjukkan rata-rata prosentasenya 20%-40% dari keseluruhan STI pada wanita beresiko tinggi terkena STI. Sedangkan infeksi oleh Klamidia prosentasenya 15%- 45% dari keseluruhan STI pada wanita beresiko tinggi terkena penyakit kelamin. Prosentase Gonore dan Klamidia di Kota Manado rata-rata 15-30%. Tingginya prevalensi infeksi Gonore dan Klamidia di Asia Tenggara, ternyata diikuti juga dengan tingginya perkembangan infeksi Gonore dan Klamidia di Indonesia dan Kota Manado.

  2. NCEP ATP III dan Framingham score

    OpenAIRE

    Hasan, Refli; Fahila, Reny

    2016-01-01

    Laporan ini merupakan Program Pendidikan Kolesterol National yang diperbaharui yaitu pedoman klinis untuk melakukan pengujian kolesterol dan manajemen. ATP III dibuat berdasarkan bukti dan laporan ekstensif yang akan menjadi referensi dan rekomendasi ilmiah. Laporan ATP III dapat dijadikan pedoman untuk pemberian terapi penurun kolesterol yang intensif dalam praktek. Pedoman ini hanya sebagai informasi , tidak dapat mempengaruhi secara mutlak dalam penilaian klinis dokter yang akhirnya menent...

  3. DESAIN, TATA LETAK, DAN KONSTRUKSI TAMBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2008-12-01

    Full Text Available Komoditas yang umum dibudidayakan di tambak Indonesia adalah udang dan ikan bandeng yang menjadi komoditas unggulan untuk dikembangkan. Salah satu faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya tambak adalah rekayasa tambak yang mencakup disain, tata letak, dan konstruksi tambak. Secara umum, desain petakan tambak merupakan perencanaan bentuk tambak yang meliputi: ukuran panjang dan lebar petakan, kedalaman, ukuran pematang, ukuran berm, dan ukuran saluran keliling, serta ukuran dan letak pintu air. Tata letak suatu unit tambak harus memenuhi tujuan seperti: menjamin kelancaran mobilitas operasional sehari-hari, menjamin kelancaran dan keamanan pasok air, serta pembuangannya, dapat menekan biaya konstruksi tanpa mengurangi fungsi teknis dari unit tambak yang dibangun dan mempertahankan kelestarian lingkungan. Konstruksi tambak yang menggambarkan proses pengerjaan tambak harus disesuaikan dengan desain dan tata letak yang telah ada. Rekayasa tambak diarahkan pada kemampuan untuk menciptakan kondisi yang sesuai dengan keadaan alami yang dituntut oleh organisme akuatik yang dibudidayakan sehingga produktivitas tambak meningkat, efisien secara ekonomis, dan berkelanjutan.

  4. KONTEKTUALISASI DAN (KEMUNGKINAN KONSEKUENSINYA BAGI PSIKOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prof. Supratiknya

    2015-09-01

    jaran di perguruan tinggi seperti kita kenal sekarang (selanjutnya disebut psikologi, lahir di Jerman pada penghujung abad ke‐19. Selanjutnya psikologi berkembang pesat di Amerika Utara khususnya Amerika Serikat dan negara‐negara lain di Eropa yang lebih dulu mengalami industrialisasi khususnya di Eropa Barat. 1 Alhasil, paling tidak sampai dasawarsa 1980‐an perkembangan dan persebaran psikologi di tingkat global ditandai oleh ketimpangan di antara apa yang oleh Moghaddam (1987 disebut tiga dunia tempat psikologi dikembangkan dan dipraktekkan, disimak antara lain berdasarkan besarnya produksi pengetahuan psikologis yang disebarluaskan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi psikologi maupun lewat publikasi ilmiah berupa baik berkala maupun buku rujukan dan buku teks.

  5. TASAWUF DAN TANTANGAN PERUBAHAN SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusno Abdullah Otta

    2010-12-01

    Full Text Available Abstract: Sufism in the eras of globalization and information often faces considerable challenges. The function and role of religion in modern life have in some aspects diminished, including sufism because it is claimed to have played no or less role in resolving problems nor stimulating social change. As one of Islamic traditions, sufism makes ihsan as its essential teaching. By this concept, sufism encourages humans to pray to God wholeheartedly. Sufism is now required to show its own existence and function by making fundamental contribution for modern life, an era which differ socio-culturally from the one when sufism firstly emerged. Sufism thus needs to adapt itself to the changes in the era of information and globalization so that it will remain relevant and suitable for human progress. Sufism needs to release itself from its exclusivism and to avoid being trapped in its own logic, namely speculative-trancendentalism Abstrak: Tasawuf di era globalisasi dan informasi seperti saat ini tengah menghadapi tantangan yang sangat berat. Kehidupan modern sudah sampai pada taraf tidak lagi mempercayai fungsi dan peran agama, termasuk di dalamnya tasawuf, sebagai ‘sesuatu’ yang dapat memberikan solusi bagi perubahan sosial. Sebagai manifestasi paripurna dari ajaran Islam, tasawuf berintikan pada konsep Ihsān yang mengajarkan untuk beribadah kepada Sang Pencipta secara ikhlas. Untuk menunjukkan eksistensinya, tasawuf dituntut peran aktifnya secara konstruktif-solutif terhadap berbagai kebutuhan manusia modern yang amat berbeda dengan setting maupun struktur masyarakat pada saat tasawuf “dilahirkan” pada zamannya. Tasawuf dituntut untuk memerlukan “baju” baru di era informasi yang kerap berubah ini, agar tetap realible dan suitable dengan kemajuan zaman. Hal itu dapat dilakukan dengan berusaha “keluar” dari eksklusifismenya dengan meminjam tradisi filsafat analitik pasca positivisme dan tradisi eksistensialis serta dinamika filsafat

  6. Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRAK EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol dan OSPF (Open Shortest Path Fisrt adalah routing protokol yang banyak digunakan pada suatu jaringan komputer. EIGRP hanya dapat digunakan pada perangkat Merk CISCO, sedangkan OSPF dapat digunakan pada semua merk jaringan. Pada penelitian ini dibandingkan delay dan rute dari kedua routing protokol yang diimplementasikan pada topologi Ring dan Mesh. Cisco Packet Tracer 5.3 digunakan untuk mensimulasikan kedua routing protokol ini. Skenario pertama adalah perancangan jaringan kemudian dilakukan pengujian waktu delay 100 kali dalam 5 kasus. Skenario kedua dilakukan pengujian trace route untuk mengetahui jalur yang dilewati paket data lalu memutus link utama. Pada skenario kedua juga dilakukan perbandingan nilai metric dan cost hasil simulasi dengan perhitungan rumus. Skenario ketiga dilakukan pengujian waktu konvergensi untuk setiap routing protokol pada setiap topologi. Hasilnya EIGRP lebih cepat 386 µs daripada OSPF untuk topologi Ring sedangkan OSPF lebih cepat 453 µs daripada EIGRP untuk topologi Mesh. Hasil trace route menunjukan rute yang dipilih oleh routing protokol yaitu nilai metric dan cost yang terkecil. Waktu konvergensi rata-rata topologi Ring pada EIGRP sebesar 12,75 detik dan 34,5 detik pada OSPF sedangkan topologi Mesh di EIGRP sebesar 13 detik dan 35,25 detik di OSPF. Kata Kunci: EIGRP, OSPF, Packet Tracer 5.3, Ring, Mesh, Konvergensi ABSTRACT EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol and OSPF (Open Shortest Path Fisrt is the routing protocol that is widely used in a computer network. EIGRP can only be used on devices Brand CISCO, while OSPF can be used on all brands of network. In this study comparison of both the delay and the routing protocol implemented on Ring and Mesh topology. Cisco Packet Tracer 5.3 is used to simulate both the routing protocol. The first scenario is the design of the network and then do the test of time delay 100 times in 5 cases. The

  7. Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol dan OSPF (Open Shortest Path Fisrt adalah routing protokol yang banyak digunakan pada suatu jaringan komputer. EIGRP hanya dapat digunakan pada perangkat Merk CISCO, sedangkan OSPF dapat digunakan pada semua merk jaringan. Pada penelitian ini dibandingkan delay dan rute dari kedua routing protokol yang diimplementasikan pada topologi Ring dan Mesh. Cisco Packet Tracer 5.3 digunakan untuk mensimulasikan kedua routing protokol ini. Skenario pertama adalah perancangan jaringan kemudian dilakukan pengujian waktu delay 100 kali dalam 5 kasus. Skenario kedua dilakukan pengujian trace route untuk mengetahui jalur yang dilewati paket data lalu memutus link utama. Pada skenario kedua juga dilakukan perbandingan nilai metric dan cost hasil simulasi dengan perhitungan rumus. Skenario ketiga dilakukan pengujian waktu konvergensi untuk setiap routing protokol pada setiap topologi. Hasilnya EIGRP lebih cepat 386 µs daripada OSPF untuk topologi Ring sedangkan OSPF lebih cepat 453 µs daripada EIGRP untuk topologi Mesh. Hasil trace route menunjukan rute yang dipilih oleh routing protokol yaitu nilai metric dan cost yang terkecil. Waktu konvergensi rata-rata topologi Ring pada EIGRP sebesar 12,75 detik dan 34,5 detik pada OSPF sedangkan topologi Mesh di EIGRP sebesar 13 detik dan 35,25 detik di OSPF. Kata Kunci : EIGRP, OSPF, Packet Tracer 5.3, Ring, Mesh, Konvergensi ABSTRACT EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol and OSPF (Open Shortest Path Fisrt is the routing protocol that is widely used in a computer network. EIGRP can only be used on devices Brand CISCO, while OSPF can be used on all brands of network. In this study comparison of both the delay and the routing protocol implemented on Ring and Mesh topology. Cisco Packet Tracer 5.3 is used to simulate both the routing protocol. The first scenario is the design of the network and then do the test of time delay 100 times in 5 cases. The

  8. KEJAHATAN PORNOGRAFI Upaya Pencegahan dan Penanggulangannya di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Rumtianing Uswatul Hanifah

    2013-12-01

    Full Text Available Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang No 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Tujuan dari undang-undang tersebut salah satunya mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjungjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan. Dalam perkembangannya, materi pornografi mengalami pertumbuhan dan penyebaran yang pesat seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Peredaran dan penyebaran film porno kini semakin pesat karena ditopang dengan kecanggihan sarana informasi dan komunikasi salah satunya media internet yang bisa diakses oleh masyarakat pada setiap saat. Tulisan berikut akan mengkaji bagaimana upaya dan trategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo, apa hambatan dan bagaimana solusi dalam pencegahan serta penanggulangan kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo serta bagaimana formulasi kebijakan untuk pencegahan dan penanggulangan kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo. Kata kunci: Pornografi, Polres, KP3A

  9. Aplikasi Wax Sebagai Salah Satu Material Di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Rika Jamilah Israwati Lubis

    2008-01-01

    Wax merupakan salah satu bahan termoplastik yang terdiri dari berbagai bahan organis dan bahan alami sehingga membuatnya sebagai bahan dengan sifat-sifat yang sangat berguna. Unsur-unsur pokok dental wax terdiri dari 3 suraber utama, yaitu : mineral, serangga (hewani), dan sayur-sayuran (tumbuh-tumbuhan). Wax yang berasal dari bahan mineral diantaranya adalah paraffin wax dan microcrystallin wax yang diperoleh dari hasil residu petroleum melalui proses destilasi. Wax yang berasal dari serangg...

  10. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction)

    OpenAIRE

    Rahimin Affandi Abd. Rahim; Shamsiah Mohamad; Paizah Ismail; Nor Hayati Mohd Dahlal

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa) yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan da...

  11. Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

    OpenAIRE

    Paduana, Aulia Bismar

    2017-01-01

    120405037 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kulit coklat sebagai alkali pada proses pembuatan sabun natural dan mengetahui sifat-sifat sabun natural yang dihasilkan dari minyak kelapa sebagai sumber asam lemak. Bahan ? bahan yang digunakan, antara lain minyak kelapa, alkali dari kulit coklat dan aquadest. Variabel ? variabel yang diamati, antara lain temperatur reaksi pembuatan sabun, waktu pengadukan dan waktu reaski penyabunan. Penelitian diawali dengan pembuatan alkali d...

  12. KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita SEGAR DAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - - Nurjanah

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-uburyaitu arginina, leusina, valina, treonina, lisina, isoleusina, fenilalanina, metionina, dan histidina, sedangkanasam amino non esensial yaitu asam glutamat, glisina, asam aspartat, serina, alanina, dan tirosina. Asamamino esensial tertinggi segar dan kering adalah arginina sebesar 1,72% (bk dan 1,44% (bk dan terendahhistidina yaitu sebesar 0,19% (bk dan 0,13% (bk. Asam amino non esensial segar dan kering tertinggiadalah asam glutamat dan glisina yaitu sebesar 3,26% (bk dan 2,62% (bk dan terkecil tirosina sebesar0,38% (bk dan 0,41% (bk. Taurin segar sebesar 2,68% (bk dan kering sebesar 0,67% (bk. Mineral makrotertinggi segar dan kering adalah natrium yaitu 180.092,1 ppm (bk dan 111.209,4 ppm (bk, terkecil adalahkalsium yaitu 5.750,2 ppm (bk dan 11,1 ppm (bk. Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium yaitu8.291,5 ppm (bk dan 1.800 ppm (bk dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk dan 0,6 ppm (bk.Vitamin B12 segar adalah 396,6 μm/100 g (bk dan kering 63,5 μm/100 g (bk.Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita, vitamin B12

  13. Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi Matematis : Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Ditingkatkan Pada Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cita Dwi Rosita

    2014-01-01

    Full Text Available Matematika diberikan kepada semua siswa tanpa terkecuali agar terlatih berpikir secara logis, analitis, sistematis, dan kreatif. Dengan kompetensi-kompetensi tersebut diharapkan siswa dapat memiliki kemampuan menerima, mengelola, dan memanfaatkan pengetahuan yang diperolehnya untuk bertahan hidup dalam keadaan yang selalu berubah dan kompetitif. Latihan berpikir, merumuskan dan memecahkan masalah serta mengambil kesimpulan akan membantu siswa untuk mengembangkan pemikirannya atau intelegensinya. Dengan demikian, semakin banyak siswa berlatih memecahkan masalah matematis maka akan semakin mengerti dan berkembang cara berpikirnya. Kemahiran siswa dalam memecahkan masalah matematis, dipengaruhi oleh kemampuannya dalam memahami matematika. Kemampuan bernalar berperan penting dalam memahami matematika. Bernalar secara matematis merupakan suatu kebiasaan berpikir, dan layaknya suatu kebiasaan, maka penalaran semestinya menjadi bagian yang konsisten dalam setiap pengalaman-pengalaman matematis siswa. Dari pengalaman-pengalaman awal siswa belajar materi matematika, penting bagi guru untuk membantu siswa memahami bahwa penegasan-penegasan harus selalu mempunyai alasan. Komunikasi matematis berperan penting pada proses pemecahan masalah. Melalui komunikasi ide bisa menjadi objek yang dihasilkan dari sebuah refleksi, penghalusan, diskusi, dan pengembangan. Proses komunikasi juga membantu dalam proses pembangunan makna dan pempublikasian ide. Ketika para siswa ditantang untuk berpikir dan bernalar tentang matematika dan mengomunikasikan hasil pikiran mereka secara lisan atau dalam bentuk tulisan, sebenarnya mereka sedang belajar menjelaskan dan meyakinkan. Mendengarkan penjelasan lain, berarti sedang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pemahaman mereka.

  14. KEADILAN ORGANISASIONAL DAN KONSEKUENSINYA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR GURU SMA DAN SMK KOTA MADIUN*

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veronika Agustini Srimulyani

    2017-11-01

    Full Text Available Keadilan organisasional memiliki potensi untuk menciptakan manfaat besar bagi organisasi dan karyawan, dan salah satu manfaatnya adalah menumbuhkan extra-role behavior (ERB atau organizational citizenship behavior (OCB. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis konsekuensi keadilan organisasional (keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional pada organizational citizenship behavior guru SMA dan guru SMK di Kota Madiun. OCB dibagi menjadi dua jenis yaitu citizenship behaviors directed toward individuals (OCB-I dan citizenship behaviors directed towards the organisation (OCB-O. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian ini adalah 409 guru, yang dipilih secara non-acak. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian disimpulkan: keadilan distributif dan keadilan interaksional berpengaruh positif signifikan terhadap OCB-I dan OCB-O; keadilan prosedural tidak berpengaruh signifikan terhadap OCB-I tetapi keadilan prosedural berpengaruh positif signifikan terhadap OCB-O.

  15. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN HARAPAN PASEN TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT DAERAH PROVINSI DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarto Sunarto

    2010-10-01

    Full Text Available Kepuasan merupakan perasaan seseorang mengenai kesenangan atau kekecewaan sebagai hasil membandingkan antara kinerja dan harapan. Jumlah kunjungan Puskesmas tahun 2007 sebesar 3.094.027 pasien yang terdiri dari 3.076442 rawat jalan dan 17.585 rawat inap. Penelitian untuk mengentahui gambaran tingkat kepuasan dan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan dan harapan pasien yang mendapatkan pelayanan Puskemas dan rumah sakit menurut wilayah Kabupatet / Kota di Propinsi DIY Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cros sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner dengan 35 item pernyataan yang diambil dari atribut-atribut SERVQUAL dalam 5 dimensi. Total sampel untuk lima Kabupaten Kota sebanyak 1000, masing-masing Kabupaten Kota 200. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien yang menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah di Kabupaten-Kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Penilaian tingkat kepuasan pasien ketika mereka berobat ke Puskesmas dan Rumah Sakit di Propinsi DIY, dengan menggunakan skala O sampai 4. Hasilnya adalah dimensi tangibles, rata-rata kepuasan pasien (2,96 cukup dan harapan pasien (3,38 pada dimensi reliability, rata-rata kepuasan pasien (3,01 bagus dan harapan pasien (3,40. Pada dimensi responsiveness, rata-rata kepuasan pa-sien (3,07 bagus dan harapan pasien (3,42. Dimensi assurance, rata-rata kepuasan pasien (3, 1 0 bagus dan harapan pasien (3 ,42. pada dimensi emphaty, rata-rata kepuasan pasien (3,02 bagus dan harapan pasien (3,35. Hasil uji statistik didapatkan nilai p > 0.05, berarti pada alpha 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan diantara kelima wilayah kabupaten/kota di DIY. Penilaian tingkat kepuasan pasien, ketika mereka berkunjung ke Puskesmas dan Rumah Sakit di DIY secara rata-rata bagus dan tidak ada perbedaan tingkat kepuasan menurut wilayah Kabupaten-Kota di Propinsi DIY. Kata Kunci : Kepuasan, harapan

  16. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  17. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR, AKTIVITAS DAN SIKAP PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI, MELALUI METODE DISKUSI, OBSERVASI, DAN EKSPERIMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Lestari Purnomowati

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan menggunakan metodePenelitian Tindaan Kelas (PTK. Penelitian ini dilaksanakan di  SMKN 3 Metro pada siswa Kelas XI-TKJa semester genapTahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 31 siswa.Sasaran perubahan dalam penelitian ini yaitu peningkatan hasil, aktivitas dan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa peningkatan hasil belajargetaran, gelombang dan bunyi terjadi karena kerjasama siswa selama proses pembelajaran menumbuhkan suasana yang nyaman sekaligus kompetitif. Perubahan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika semakin baik. Ketika pembelajaran fisika mampu memberikan apa yang diharapkan oleh siswa, yaitu siswa merasa nyaman, tidak terintimidasi oleh guru dan teman karena keterbatasan yang dimilikinya, terlibat dengan teman sejawat pada saat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan diskusi, melakukan observasi, dan bereksperimen, maka persepsi terhadap fisika sebagai objek menjadi berubah lebih baik. Adanya interaksi siswa dengan media pembelajaran karena kegiatan mendiskusikan, mengobservasi, dan melakukan eksperimen mendorong siswa menjadi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metodePenelitian Tindaan Kelas (PTK. Penelitian ini dilaksanakan di  SMKN 3 Metro pada siswa Kelas XI-TKJa semester genapTahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 31 siswa.Sasaran perubahan dalam penelitian ini yaitu peningkatan hasil, aktivitas dan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa peningkatan hasil belajargetaran, gelombang dan bunyi terjadi karena kerjasama siswa selama proses pembelajaran menumbuhkan suasana yang nyaman sekaligus kompetitif. Perubahan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika semakin baik. Ketika pembelajaran fisika mampu memberikan apa yang diharapkan oleh siswa, yaitu siswa merasa nyaman, tidak terintimidasi oleh guru dan teman karena keterbatasan yang dimilikinya, terlibat dengan teman sejawat pada saat menyelesaikan tugas-tugas yang

  18. Dhenggung Asmarandana dan Dhegung Banten: Sebuah Komparasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh -

    2013-11-01

    Full Text Available The Comparation of Dhenggung Asmarandana and Dhegung Banten. Penelitian ini membahas perbandinganantara gending Dhenggung Asmaradana gaya Surakarta dengan gending Dhegung Banten gaya Yogyakarta.Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua gending memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaankeduanya terletak pada laras, pathet, bentuk gendhing, struktur gendhing, serta balungan gending. Sedangkanperbedaannya hanya pada nama dan garap tabuhan bonang.

  19. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN PANGAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Rusdiana

    2017-04-01

    Full Text Available Pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, sesuai dengan pertambahan jumah penduduk. Kebutuhan pangan di Indonesia hampir dapat dipenuhi semua, dari potensi domestik, kecuali untuk komoditas pangan asal daging impor dan kedelai yang masih mengalami defisit, sedangkan untuk beras, jagung, kacang maupun ubi, telor, daging ayam, dan susu mengalami surplus yang tinggi. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui petumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia, sehingga dapat diatasi dengan penyediaan pangan asal pertanian dan peternakan sesuai kebutuhan. Pemerintah dapat mempertahankan dan berupaya terus memacu pembangunan ketahanan pangan, melalui program yang benar-benar mampu memperkokoh untuk ketahanan pangan, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan yang diarahkan pada peningkatan produksi pangan asal daging sapi dan tanamanm pangan beras. Tingkat pendapatan rumah tangga dapat mencerminkanmenjadi salah satu ukuran kemampuan dalam mengakses konsumsi pangan yang dibutuhkan beserta keragamannya.Pertumbuhan komoditi pangan yang paling tinggi setiap tahun adalah komoditi beras, sedangkan kontribusi daging sapi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani menduduki urutan yang kedua setelah daging unggas. Dalam pencapaian swasembada pangan perlu difokuskan pada terwujudnya ketahanan pangan dan pengembangan teknologi pangan, diharapkan mampu memfasilitasi program pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, secara efektif, serta mendukung kebijakan pemerintah, lebih memperhatikan masalah ketahanan pangan yang ada di Indonesia.

  20. (Crustacés, Amphipodes) dans la

    African Journals Online (AJOL)

    enseignant1

    Fadil, 2006 (Crustacés, Amphipodes) dans la source Tataw (Moyen Atlas, Maroc) ... sous-espèces ou des formes locales multiples dans toute l'Europe centrale [3 - 10]. .... le pH, et la conductivité électrique ont été réalisées sur le terrain à l'aide ...

  1. Penerapan Sistem Remunerasi dan Kinerja Pelayanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wisesa Soetisna

    2015-08-01

    Full Text Available Remunerasi dapat memengaruhi motivasi pegawai sekaligus meningkatkan kinerjanya. Demikian halnya di rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang padat modal, sumber daya manusia serta padat ilmu dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pegawai terhadap implementasi sistem remunerasi dan kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa (UPBJD di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian kuantitatif adalah potong lintang menggunakan instrumen kuesioner self-assessment. Sedangkan desain penelitian kualitatif adalah deskriptif, dilakukan melalui focus group discussion dan telaah dokumen pada data berupa buku jadwal, buku registrasi, catatan keperawatan, dan rekam medis. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2013 di salah satu rumah sakit di Jakarta. Responden/informan adalah staf medis fungsional, perawat, dan petugas administrasi berjumlah 29 orang. Data dianalisis secara univariat (metode kuantitatif, dan content analysis (metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf medis fungsional dan perawat tidak puas (71,2% dengan beberapa hal dalam penerapan sistem remunerasi, seperti pada sistem penggajian dan penentuan grading. Terlihat kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa mengalami kenaikan setiap tahun sebelum dan setelah penerapan sistem remunerasi. Diharapkan agar rumah sakit ini dapat memperbaiki sistem remunerasi yang sesuai ketentuan kebijakan dan menyusun formulasi insentif dan bonus yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini serta perlu dilakukan sosialisasi yang tepat dan evaluasi secara berkala. Implementation of Remuneration System and Service Performance Remuneration can influence worker`s motivation, and improve their performance. Likewise in hospital as capital-intensive, human resources-intensive as well as knowledge and technology-intensive health care institution. This study aimed to analyze employee

  2. HUBUNGAN NONMONOTONIK ANTARA KONTROL DAN KINERJA PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Juliarsa

    2012-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Dalam rerangka agency theory, manajemen perusahaan merupakan agent yang harus bertanggung jawab kepada pemegang saham sebagai principal. Agent diberikan tanggung jawab untuk mengelola aset principal untuk dapat dikelola secara ekonomis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja perusahaan dengan kepemilikan manajemen dan ukuran perusahaan. Studi ini menguji 46 kinerja perusahaan tahun 2001 terhadap perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.  Data diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory 2002. Pengujian hubungan antara kinerja perusahaan menggunakan Economic Value Added, kepemilikan manajemen, dan ukuran perusahaan dilakukan dengan analisis regresi berganda dan korelasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hubungan antara kinerja perusahaan, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajemen adalah tidak monotonik, tetapi secara signifikan curvilinear. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fogelberg dan Griffth (2000.   Kata kunci: economic value added, kepemilikan manajemen, kinerja,ukuran perusahaan, teori agensi

  3. Seminar dan Wokshop Jurnalistik Anak SMA “Yournalism”

    OpenAIRE

    T.R, Amal Gamasi; Nugroho, Adi; Setyabudi, Djoko

    2013-01-01

    PENDAHULUANMasyarakat Indonesia saat ini merupakan masyarakat informasi yangmenghabiskan sebagian besar waktunya dengan media komunikasi dan menggunakanteknologi informasi seperti ponsel dan komputer maupun laptop. Mereka akan mudahmelakukan pertukaran data informasi karena saat ini,mengingat konvergensi mediatidak hanya mengubah basis data dan medium yang menyalurkannya, tetapi jugasecara keseluruhan mengubah proses produksi, pengolahan, dan distribusi informasisehingga media-media seperti k...

  4. TUGAS DAN WEWENANG PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johari Johari

    2014-03-01

    Full Text Available Tugas dan wewenang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK terdapat di dalam Pasal 26 dan Pasal 27 Undang-Undang No. 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pencucian Uang. Berdasarkan ketentuan tersebut, tugas dan wewenang PPATK tersebut bertujuan untuk mendeteksi terjadinya tindak pidana pencucian uang, dan membantu penegakan hukum yang berkaitan dengan pencucian uang, termasuk tindak pidana asal yang melahirkannya (predicate offences. Namun, Peranan PPATK akan berjalan secara efektif apabila aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Bea dan Cukai, para regulator seperti Bank Indonesia, Departemen Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal serta Penyedia Jasa Keuangan, industri perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, perusahaan efek, pengelola reksadana, media massa, masyarakat bekerjasama secara terorganisir dan terpadu dalam pemberantasan tindak pencucian uang di Indonesia. Dengan kewenangan yang dimilikinya, PPATK dapat mengejar hasil dari kejahatan, apabila hasil kejahatan tersebut dapat dikejar dan disita maka negara dengan sendirinya akan mengurangi tindak kejahatan itu sendiri. Kata kunci : Pencucian uang, tindak pidana pencucian uang (money laundering, kejahatan terorganisir, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK.

  5. PENGARUH VARIETAS DAN SISTEM BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN GIZI JAGUNG (ZEA MAYS L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yukarie Ayu Wulandari

    2016-06-01

    Full Text Available Jagung merupakan bahan pangan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan lokal, pakan, dan bahan baku industri. Mengingat pentingnya jagung, maka perlu adanya upaya untuk peningkatan produktivitasnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan sistem budidaya terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan gizi jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama varietas (Srikandi Putih-1 dan Srikandi Kuning-1 dan anak petak sistem budidaya (organik dan inorganik yang diulang lima kali. Hasil menunjukkan bahwa varietas Srikandi Putih-1 memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lingkar batang, pati, dan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 memberikan hasil tertinggi pada produksi, protein dan lemak. Sistem budidaya inorganik memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversihasil/ha, patidan protein. Interaksi varietas Srikandi Putih-1 dengan sistem budidaya organik memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun, lingkar batang dan kandungan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara inorganik memberikan hasil tertinggi terhadap bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversi hasil ha-1 dan kandungan protein. Kandungan pati tertinggi pada varietas Srikandi Putih-1 yang dibudidayakan secara inorganik, sedangkan kandungan lemak tertinggi pada varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara organik.

  6. Peran Mitra Strategis dan Agen Perubahan dalam Manajemen Talenta dan Kinerja Manajer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ketut Kusumawijaya

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract  The purposes of the study are to analyze: (1 characteristic of strategic partner and change agent roles, talent management and managers performance, (2 influence of strategic partner and change agent roles to talent management and its impact to managers performance. Four hundred hotel managers in Bali were participated in this study by using proportional random sampling. Data were analyzed using descriptive analysis and SEM. The result shows that: (1 strategic partner and change agent role, talent management and managers performance are in enough category, (2 positive and significant effect between strategic partner and change agent roles to talent management and its impact to managers performance. Keywords:Strategic Partner Role, Change Agent Role, Talent Management, Managers Performance.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1 karakteristik dari mitra strategis dan peran agen perubahan, manajemen bakat dan kinerja manajer, (2 pengaruh mitra strategis dan peran agen perubahan untuk manajemen bakat dan dampaknya terhadap kinerja manajer. Sebanyak empat ratus manajer hotel di Bali berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan proporsional random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 mitra strategis dan peran agen perubahan, manajemen bakat dan kinerja manajer termasuk dalam kategori cukup, (2 pengaruh positif dan signifikan antara mitra strategis dan peran agen perubahan untuk manajemen bakat dan dampaknya terhadap kinerja manajer.Keywords: Peran Mitra Strategis, Peran Agen Perubahan, Manajemen Talenta, kinerja Manajer.

  7. AL-QUR’AN KULTURAL DAN KULTUR QUR’ANI: Interaksi antara Universalitas, Partikularitas, dan Kearifan lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wardani Wardani

    2015-08-01

    mengenai (1 identifikasi akulturasi al-Qur'an dengan tradisi Arab, (2 studi terhadap  tafsir al-Quran di Indonesia yang menyerap tradisi lokal, dan (3 analisis terhadap bentuk-bentuk interaksi Qur'an dan kultur. Keilahian ajaran al-Qur'an tidak berarti bahwa isi al-Qur'an kehilangan sifat historisnya karena ia diwahyukan untuk waktu yang lama di jazirah Arab. Historisitasnya tercermin dalam beberapa doktrin yang telah dinegosiasikan dengan tradisi Arab. Tujuan utamanya untuk mengubah setiap tradisi yang ada dengan menyisipkan nilai yang mendasari segala bentuk aturan atau merekonstruksi tradisi. Di Indonesia, akulturasi tersebut juga muncul ketika beberapa penulis tafsir al-Qur’an, seperti Bakri Syahid dalam bukunya Tafsir al-Huda, menggunakan kearifan lokal untuk menafsirkan al-Qur'an, misalnya, penisbatan "pepundhen" (awalnya berarti: tempat suci kepada Allah. Interaksi antara al-Qur'an dan budaya dapat dilihat dari akulturasi al-Qur'an sehingga disebut "al-Qur'an kultural", dan dari Islamisasi budaya menghasilkan apa yang disebut "kultur Qur'ani".Keywords: universalitas, kearifan lokal, enkulturasi, al-Qur'an kultural, kultur Qur'ani

  8. PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M, 4 dari Guatemala (G, dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C, Indonesia (I, Nicaragua (N, Panama (P, Costa Rica (R, dan Venezuela (V. Sampel setiap daun (helai dan tangkai provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P0,05 setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05 daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.

  9. Profil Gangguan Kognitif pada Tumor Intrakranial Primer dan Metastasis

    OpenAIRE

    Kartika Maharani; Andira Larasari; Tiara Aninditha; Yetty Ramli

    2015-01-01

    Gangguan kognitif sering menyertai pasien tumor intrakranial dan menjadi penyebab utama disabilitas. Perbedaan patofisiologi tumor intrakranial primer (TIP) dan metastasis (TM) menyebabkan perbedaan gambaran klinis dan derajat  gangguan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi dan profil gangguan kognitif pasien TIP dan TM. Disain penelitian potong-lintang retrospektif menggunakan data sekunder dari Poliklinik Saraf RSCM pada bulan Januari 2011-Desember 2013. Subjek b...

  10. Isolasi, Karakterisasi dan Potensi Bakteri Aerob sebagai Pendegradasi Limbah Organik

    OpenAIRE

    Zahidah, Dinda; Shovitri, Maya

    2013-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri aerob yang mampu mendegradasi amilum, protein dan selulosa. Penelitian ini berhasil memurnikan dan mengkarakterisasi isolat bakteri C5 yang cenderung masuk ke genus Bacillus. Berdasarkan uji kualitatif amilolitik, selulolitik dan proteolitik, diketahui bahwa isolat C5 memiliki indeks amilolitik (IA) sebesar 0.93, indeks selulolitik (IS) sebesar 1.95 dan indeks proteolitik (IP) sebesar 1.39

  11. RESPON DAN KOPING PASIEN DM POST AMPUTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Kusuma Negara

    2017-09-01

    Full Text Available Penyakit DM merupakan masalah kesehatan yang sangat penting karena berkaitan dengan tingginya kejadian komplikasi dan mortalitas yang tinggi. Bagi kebanyakan orang penyakit DM adalah suatu penyakit yang sangat mengkhawatirkan dan masyarakat sadar akan besarnya potensi bahaya yang ditimbulkannya. Bagi individu yang menderita DM dengan pasca amputasi, kehidupan selanjutnya merupakan babak baru yang penuh tantangan dan perubahan serta akan melalui proses koping terhadap proses perubahan tersebut. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman pasien DM pasca amputasi tentang respon dan koping yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan studi fenomenologi. Pengambilan data menggunakan indepth interview pada empat orang partisipan yang dirawat jalan di Poli kaki diabetic RSUD Ulin Banjarmasin yang dilengkapi dengan pedoman wawancara dan informed consent. Metode analisis yang terstruktur dari Creswell menjadi 6 langkah. Terdapat 2 Tema yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu berbagai respon post amputasi dan Berbagai koping pasien DM post amputasi. Berbagai respon post amputasi terdiri dari tiga Sub-Tema yaitu: (1 Mengalami hambatan fisik, (2 Mengalami perubahan peran, (3 Mengalami proses berduka, dan Terdapat empat Sub-Tema yang menggambarkan berbagai koping pasien DM post amputasi yaitu: (1 Lebih banyak beribadah, (2 Menerima keadaan, (3 Motivasi yang kuat, (4 Mencari dukungan sosial.

  12. Pengaruh Lama Perendaman dan Jenis Minuman Beralkohol Bir dan Tuak terhadap Kekerasan Email Gigi Manusia (In Vitro)

    OpenAIRE

    Magista, Malida; Nuryanti, Archadian; Wahyudi, Ivan Arie

    2014-01-01

    Erosi gigi merupakan hilangnya lapisan email gigi karena asam. Jenis asam, pH rendah, serta kandungan kalsium, fosfat, dan fluoride pada bir dan tuak diduga merupakan faktor kimiawi penyebab erosi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan jenis minuman beralkohol bir dan tuak terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro). Penelitian ini menggunakan 14 sampel gigi premolar pertama atas. Setiap gigi dibagi menjadi 2 bagian, bukal dan palatal. kemudian dibagi m...

  13. Pengaruh Lama Perendaman Dan Jenis Minuman Beralkohol Bir Dan Tuak Terhadap Kekerasan Email Gigi Manusia (in Vitro)

    OpenAIRE

    Magista, Malida; Nuryanti, Archadian; Wahyudi, Ivan Arie

    2014-01-01

    Erosi gigi merupakan hilangnya lapisan email gigi karena asam. Jenis asam, pH rendah, serta kandungan kalsium, fosfat, dan fluoride pada bir dan tuak diduga merupakan faktor kimiawi penyebab erosi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan jenis minuman beralkohol bir dan tuak terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro). Penelitian ini menggunakan 14 sampel gigi premolar pertama atas. Setiap gigi dibagi menjadi 2 bagian, bukal dan palatal. kemudian dibagi m...

  14. Epistaksis dan Hipertensi : Adakah Hubungannya?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bestari J. Budiman

    2012-09-01

    Full Text Available Abstrak Latar Belakang: Epistaksis merupakan suatu kondisi klinis yang sering ditemui dan dapat terjadi pada semua umur dengan banyak variasi penyebabnya. Salah satu faktor risiko yang diduga ikut berperan dalam terjadinya epistaksis adalah hipertensi. Tujuan: Menjelaskan hubungan antara epistaksis dengan hipertensi. Tinjauan Pustaka: Hipertensi diduga tidak menyebabkan epistaksis secara langsung, tapi memperberat episode epistaksis. Mengendalikan tekanan darah sebagai salah satu faktor risiko, akan menurunkan insiden terjadinya epistaksis. Di ruang gawat darurat, pemberian obat anti hipertensi diberikan sebelum atau bersamaan dengan manajemen epistaksis itu sendiri. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara epistaksis dengan hipertensi yang berlangsung lama dan adanya hipertrofi ventrikel kiri. Kata kunci : Hipertensi, kegawatdaruratan, penatalaksanaan epistaksis. Abstract Background: Epistaxis is a common clinical problem in all age groups with varied etiological factors. Hypertension has been suggested as a risk factor in epistaxis case. Purpose: To explain relationship between epistaxis and hypertension. Review: It has been suggested that hypertension does not cause epistaxis directly, but hypertension prolongs the episode of epistaxis when it does occur. The controlling for blood pressure as a risk factor will be decreased the incidencies of epistaxis. In emergency rooms, high blood pressure is usually treated before or in parallel with the management of epistaxis. Conclusion: There was an association between epistaxis and long duration of hypertension in adult and left ventricle hypertrophy. Key words : Hypertension, emergency case, management of epistaxis.

  15. Perbedaan konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar yang obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Nuraeni

    2016-03-01

    gender and energy intake, showed that obese  children who rarely consuming fruits (<7 times/week (OR=2,24, 95%CI: 1.53-3.28, rarely consuming vegetables (<7 times/week (OR=2,52, 95%CI: 1,70-3,73, and consuming fruits and vegetables less than 5 servings/day (equivalent to 400 g/day (OR= 4,59, 95%CI:2,11-10,00 were greater risk for being obesity.Conclusion:Obese children had rarely and less consume of fruits and vegetables than that did in non-obese children at Yogyakarta Municipality and District of Bantul. The children rarely and less consuming fruits and vegetables increased the risk of obesity.KEYWORDS: children obesity, vegetable, fruitABSTRAKLatar Belakang: Indonesia saat ini mengalami masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan gizi lebih. Kelebihan  gizi atau obesitas pada anak dan remaja apabila tidak diatasi maka berdampak menjadi obesitas pada masa dewasa yang berpotensi mengalami penyakit tidak menular, seperti jantung, hipertensi dan diabetes mellitus. Prevalensi obesitas pada anak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (1; 2. Obesitas disebabkan ketidakseimbangan antara masukan dengan keluaran energi. Anak cenderung mengkonsumsi padat energi yang berasa manis dan berlemak tinggi serta makanan kurang serat dari buah dan sayur. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko obesitas pada orang yang kurang konsumsi buah dan sayur.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur pada anak SD obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta peran konsumsi buah dan sayur terhadap kejadian obesitas. Metode: Rancangan penelitian ini adalah case-control, 244 kasus (anak obes dan 244 kontrol (anak tidak obes. Subjek penelitian adalah anak usia 6-12 tahun yang duduk di kelas 1 hingga kelas 5 sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan di Kabupaten Bantul. Data identitas diperoleh dari kuesioner terstruktur, sedangkan data frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur diperoleh

  16. ANEMIA DAN LAMA KONSUMSI OBAT ANTI TUBERCULOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anny Thuraidah

    2017-12-01

    Full Text Available Tuberkulosis adalah penyakit infeksi akibat kuman Mycobacterium tuberculosis yang dapat menginfeksi beberapa organ tubuh, diantaranya paru-paru, ginjal, dan tulang.Tujuan pengobatan tuberkulosis adalah memusnahkan basil tuberkulosis dengan cepat dan mencegah kekambuhan. Obat anti tuberkulosis (OAT dapat diterima dalam terapi, namun mempunyai efek toksik seperti agranulositosis, eosinofilia, trombositopenia dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama konsumsi OAT pada pasien TB paru terhadap anemia. Penelitian ini bersifat Survey Analitic dengan rancangan Cross Sectional. Hasil penelitian rata-rata hitung sel darah merah 0 bulan 5,16 106/uL, 2 bulan 4,39 106/uL dan 6 bulan 4,61 106/uL, rata-rata kadar hemoglobin 0 bulan 15,17 g/dL, 2 bulan 12,73 g/dL dan 6 bulan 13,28 g/dL serta ratarata nilai hematokrit 0 bulan 44,26 %, 2 bulan 38,24 % dan 6 bulan 39,04 %. Dari hasil uji Spearman diperoleh nilai signifikan sebesar hitung sel darah merah 0,004 < α (0,05, kadar hemoglobin 0,007 < α (0,05 dan nilai hematokrit 0,015 < α (0,05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara lama konsumsi obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru terhadap anemia dan nilai correlation coefficient hitung sel darah merah -0,531, kadar hemoglobin -0,479 serta nilai hematokrit -0,440 berarti memiliki kekuatan hubungan yang sedang. Disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan parameter yang berbeda seperti jumlah trombosit, kadar AST/ALT dan sebaiknya menggunakan sampel atau pasien yang sama dari 0 bulan sampai 6 bulan.

  17. Status Oral Higiene Dan Periodontal Pada Pasien Diabetes Melitus Dan Non- Diabetes Di RSUD Dr. Pirngadi

    OpenAIRE

    Butar-Butar, Mardiah Rizqo

    2014-01-01

    Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit sistemik yang berperan sebagai faktor risiko penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status oral higiene dan periodontal dan odd rasio periodontitis pada pasien Diabetes melitus dan non-Diabetes. Rancangan penelitian adalah case-control. Popul...

  18. Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Hariadi

    2007-06-01

    Full Text Available Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB, pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe respons pilihan (rp dan butir respons bebas (rb pada konstruksi tes elektronika yang terdiri 40 butir pilihan ganda dan 4 butir jawaban tersusun, 3 butir memiliki lima kategori jawaban dan 1 butir dengan 4 kategori jawaban, melibatkan 355 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: ukuran sampel kurang berpengaruh pada root mean square error atau (RSME> dan korelasi antara 9 dengan 0, namun berpengaruh terhadap akurasi estimasi parameter butir pilihan ganda (/>/y,dan parameter butir respons tersusun (3^- Jumlah parameter butir berpengaruh terhadap parameter kemampuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap akurasi dari b^, dan S„,. Estimasi dari parameter tingkat kesulitan butir jawaban tersusun tiga kategori lebih akurat daripada butir jawaban tersusun lima kategori. Estimasi tahan {robust untuk parameter kesulitan butir jawaban tersusun 5 kategori memerlukan sampel minimal 250 responden, sedangkan untuk butir respons tersusun 3 kategori memerlukan sampel minimal 100 responden. Estimasi parameter kemampuan dari skor total (0^^ tidak sama dengan rata-rata jumlah tbeta dari masing-masing subtes (0^ + 0CR. Theta dari tes yang dikalibrasi bersama-sama berbeda dengan theta dari total subtes yang dikalibrasi secara terpisah. Korelasi kemampuan yang mengunakan pembobotan dan kemampuan tanpa pembobotan mempunyai suatu rentang dari 0,988 sampai 0,948. Kata kunci: penyekaiaan, model rash dan partial credit.

  19. Prinsip Transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Widyaputri Kariodimedjo

    2012-02-01

    Full Text Available Transparency principle in the TBT and SPS Agreement is implemented by notification. Its application is prepared by related agencies through the making of regulations, establishment of enquiry points, building capacity and infrastructure. It guarantees certainty, predictability and credibility of Indonesia in international trade, and its application should not undermine national trade policy. Prinsip transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS diterapkan melalui notifikasi. Penerapan prinsip ini dilakukan oleh instansi-instansi terkait melalui pembuatan peraturan, upaya terkait kelembagaan, SDM dan infrastruktur. Prinsip yang bertujuan menciptakan kepastian, konsistensi bagi perdagangan dan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan internasional, harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan untuk mengamankan kebijakan impor nasional.

  20. SPIRITUALITAS MURIA: AKOMODASI TRADISI DAN WISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Falah

    2012-12-01

    Tradisi “nyekar” sangat dikenal oleh orang Jawa, khususnya di makam Muria Kudus Jawa Tengah. Penelitian ini mengungkap bahwa kebanyakan peziarah makam ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan (tabarrukan, keamanan dan kemudahan dalam hidup, menguasai ilmu linuwih, disembuhkan dari penyakit, dan mengharapkan kebaikan dari nenek moyang. Kunjungan mereka ke makam itu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial. Dalam perspektif ekonomi, lebih dari 1.500 tenaga kerja tergantung pada keberadaan makam Muria. Dampak yang lain adalah slidaritas setempat, kompetisi sosial, dan kesempatan kerja yang mengakibatkan munculnya tumbuhnya pragmatisme di kalangan anggota masyarakat Muria.

  1. Media Sosial dan Perkembangan Komunikasi Korporat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Juwita

    2017-07-01

    Full Text Available Kehadiran media sosial telah mengubah aktivitas komunikasi korporat dan dengan cepat merevolusi bagaimana kampanye atau program public relations berjalan. Jika dibandingkan dengan cara tradisional yang mengandalkan pada output murni, media sosial memaksa komunikasi korporat beralih pada proses dialog dimana para pemangku kepentingan, dan bukan hanya perusahaan sama-sama memiliki kekuasaan terhadap pesan yang beredar. Media sosial merupakan alat komunikasi revolusioner yang mengubah secara cepat bagaimana praktik PR menjadi bagian integral dari komunikasi korporat bagi sejumlah perusahaan dan menawarkan pilihan baru bagi para praktisi PR pada setiap aspek proses komunikasi yang dilakukan.

  2. Inovasi Desain, Teknologi, dan Pemasaran Lewat Website Usaha Kecil Menengah Batik dan Lutik (Lurik Batik di Kecamatan Laweyan Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anastasia Riani Suprapti

    2016-12-01

      Tujuan penelitian terapan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan produk batik dan lutik yang ada di wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta dengan inovasi desain dan teknologi baru. Program ini bekerja sama dengan mitra UKM Batik Dewi (UKM 1 dan Batik Sinung Rejeki (UKM2 yang terletak di Kecamatan Laweyan. Pengusaha batik Laweyan dengan produknya berupa batik dan tekstil bermotif batik (printing dan cap dalam era globalisasi sekarang ini ternyata memiliki daya tahan yang baik, ditengah persaingan dengan produk sejenis dari daerah lain maupun dari luar negeri. Secara garis besar pola yang digunakan dalam implementasi penelitian ini meliputi: diskusi (FGD, kerja bengkel, operasional pabrik, pelatihan dan pendampingan (kelompok dan individu. Seperti halnya Usaha Kecil Menengah pada umumnya, pengusaha batik di Laweyan juga menghadapi masalah Internal meliputi  permodalan, inovasi desain, pemasaran, dan manajemen keuangan, yang meliputi administrasi keuangan/pembukuan. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah melakukan Inovasi desain dan teknologi, pengaturan layout pabrik, dan pemasaran lewat web. Selain itu mengembangkan desain motif batik yang lebih diminati pasar diberikan juga untuk pengembangan teknik kombinasi batik-lurik ikat dengan cara lukis dan pengelantangan. Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi lewat website. Adapun untuk usaha pengembangan manajemen pemasaran,  diusahakan media promosi dan menjalin kerjasama pemasaran  dengan instansi terkait, misalnya dengan mengikuti pameran-pameran di Solo dan Jakarta.

  3. Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengelolaan Keuangan Modul Bendahara Menggunakan Teknologi Java dan PostgreSQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfie Satria Hidayat

    2012-09-01

    Full Text Available Penerapan sistem informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang krusial bagi proses bisnis instansi pemerintah. Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah salah satu instansi pemerintah di bawah Kementerian Keuangan yang memiliki tugas pokok dan fungsi terkait dengan siklus anggaran (budget cycle mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pertanggungjawaban anggaran. Saat ini terdapat banyak aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk membantu satuan kerja sebagai mitra kerja dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Namun, aplikasi-aplikasi tersebut belum terintegrasi padahal dalam proses bisnisnya semuanya saling terkait dan berurutan. Selain itu, beberapa aplikasi menggunakan database yang sama sehingga dimungkinkan terjadi duplikasi data dan memerlukan sinkronisasi jika terjadi perubahan. Diantara aplikasi yang ada, salah satunya terdapat aplikasi pembukuan bendahara. Melalui penelitian ini, penulis akan membuat Sistem Informasi Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan (SIAPKAN  khususnya modul bendahara sebagai solusi untuk menjawab permasalahan dengan mengintegrasikan semua aplikasi yang terkait dalam proses siklus anggaran. Aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis web yang akan dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java (Servlet dan JSP. Aplikasi ini akan menggunakan single database yaitu dengan database PostgreSQL sehingga data yang diolah dan disajikan lebih akurat dan proses bisnis akan berjalan lebih efektif dan efisien.

  4. Isolasi dan Identifikasi Mikroba Lipolitik dari Limbah Cair Surimi dan Rajungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Ambarwati Oktavia

    2017-05-01

    Full Text Available Industri pengolahan hasil perikanan di sepanjang pantai Utara Jawa seperti pengalengan rajungan di Cirebon (Jawa Barat dan pengolahan surimi di Kendal (Jawa Tengah, menghasilkan air limbah yang mengandung banyak protein dan lemak. Bakteri yang hidup di limbah yang banyak mengandung protein dan lemak tersebut diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian alami bagi penanganan air limbah hasil perikanan di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan dan identifikasi bakteri lipolitik potensial sebagai bioremedian air limbah perikanan. Penapisan dilakukan terhadap 11 isolat bakteri lipolitik dari air limbah yang diambil dari industri pengalengan rajungan di Cirebon dan pengolahan surimi di Kendal dengan menggunakan media spesifik agar tributirin. Isolat bakteri lipolitik potensial ditentukan berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekitar koloni, yaitu sekurang-kurangnya 6 mm. Isolat bakteri potensial ini selanjutnya diidentifikasi secara molekuler berdasarkan analisis sekuen 16S-rDNA. Dari penapisan diperoleh empat isolat bakteri potensial, yaitu isolat SPB, SHj, SOr dan SKn. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat SPB dan SHj masing-masing adalah Serratia fonticola 10AdanBacillus cereus strain 103.2.2dengan kemiripan 97%, isolat SOr memiliki kemiripan 96% dengan Bacillus pumilus strain vit bac1 dan isolat SKn adalah Enterococcus pseudoavium strain L3C21K2dengan kemiripan 87%. Keempat isolat tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian pada air limbah dari industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia.

  5. EKSISTENSI DAN SEBARAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN AEDES ALBOPICTUS DI KAMPUS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosefina Dota T

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui eksistensi dan sebaran nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus telah dilakukan di Kampus Universitas Hasanuddin, Kec. Tamalanrea, Makassar. Penelitian bersifat eksploratif dengan melakukan sampling terhadap lima lokasi yaitu : a Fak. Peternakan (Utara, b Fak. Hukum (Timur, c Pusat Kegiatan Penelitian/PKP (Selatan, d Workshop/Dekat Pondokan mahasiswa (Barat dan e Fak. MIPA (Tengah. Sampling nyamuk menggunakan metode ovitrap (menggunakan attraktan Eluisine Indica L. dan survei terhadap berbagai tempat penampungan air. Sampel telur dan larva nyamuk yang diperoleh disimpan dalam microtube berisi alkohol 70% kemudian diidentifikasi berdasarkan Rueda (2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus ditemukan hidup dan berkembang biak di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar. Eksistensi dan sebaran kedua jenis nyamuk tersebut dipengaruhi oleh faktor adanya manusia/masyarakat kampus yang beraktivitas baik di dalam ruangan (indoor maupun di luar ruangan (outdoor, adanya berbagai tempat penampungan air baik buatan (bak mandi, ember maupun barang bekas (botol/kaleng bekas, tempurung kelapa, vegetasi/tanaman dan berbagai macam hewan yang berada di sekitaran kampus. Hasil penelitian dalam ruangan (indoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di dalam ruangan gedung PKP sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di Fak. Hukum. Hasil penelitian di luar ruangan (outdoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di area Workshop sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di area PKP.

  6. THE LOST-CITY DAN LOST-SPACE KARENA PERKEMBANGAN PENGEMBANGAN TATA-RUANG KOTA Kasus Koridor Komersial Jalan Tunjungan Kotamadya Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Poerbantanoe

    1999-01-01

    Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang and Ujung Pandang with their respective spesific colonial character impression. For the aging generation of the town, Surabaya is called with much regret as the lost city, because of the declining quality of some of its urban artefacts, which once has been their pride and their joy. The abovementioned commercial corridor of Jalan Tunjungan is an example of a lost space Abstract in Bahasa Indonesia : Kota adalah arsitektur. Arsitektur yang bukan sekedar gambar (wujud fisik-visual dari kota yang bisa dilihat saja, melainkan juga sebagai suatu konstruksi. Yaitu konstruksi dari kota sepanjang waktu (Aldo Rossi, 1980. Kota merupakan karya seni yang sempurna, yang dibuat hanya oleh orang-orang yang benar-benar mengerti tentang urban. Konsep kota atau tepatnya urban-artefak sebagai karya seni selalu muncul dan diketemukan dalam bentuk-bentuk yang bervariasi ; dalam segala jaman dan kehidupan sosial-religius. Urban-artefak selalu berkaitan dengan tempat, peristiwa dan wujud-kota. Kota pada umumnya mempunyai sifat dinamis, alias tidak statis. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila terdapat pernyataan umum yang menyebutkan bahwa; kota itu adalah lambang perjalanan sejarah, teknologi dan jamannya. Namun jika disimak dari sistem-sejarah maupun sistem-visual. Banyaknya ruang fisik dan sosial telah berubah baik secara kwalitas maupun kwantitas, sebagai konsekwensi logis adanya pertumbuhan (perkembangan dan pengembangan dari ruang fisik dan sosial, yang belum dikelola secara benar dan baik. Bisa mengganggu keseimbangan , serta merusak kesan dan memori publik tentang identitas dan citra. Yang akhirnya akan dapat melahirkan apa yang disebut dengan lost space. Surabaya adalah salah satu kota besar di Indonesia, yang memiliki beberapa artefak-urban yang spesifik. Salah satunya yaitu jalan Tunjungan; yang pernah didesain serta dikembangkan pada masa pemerintahan Gemeente, sebagai "koridor komersial" Belanda dengan segala kelebihan dan

  7. SIMBOL RAMA DAN EPOS RAMAYANA BAGI RAJA DAN MASYARAKAT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wachid Eko Purwanto

    2015-06-01

    Full Text Available Epos Ramayana merupakan epos kuno yang ditulis dalam tujuh kanda terdiri atas 24.000 sloka. Di Jawa epos Ramayana pertama kali muncul secara lengkap dalam bentuk relief di Candi Lara Jonggrang yang dibangun sekitar tahun 782 hingga 872 M. Epos tua yang hidup di masyarakat Jawa ini pastilah mempunyai ajaran. Tokoh Rama sebagai tokoh utama merupakan simbol paling utama dalam epos ini. Berkait dengan simbol ajaran, tokoh Rama dalam epos Ramayana Jawa mempunyai fungsi bagi Raja Jawa dan masyarakat Jawa. Bagi raja simbol tokoh Rama memiliki tiga fungsi utama. Pertama sebagai fungsi spiritual. Kedua adalah fungsi legitimasi kekuasaan. Ketiga adalah fungsi pencitraan. Adapun bagi masyarakat Jawa, simbol tokoh Rama memiliki dua fungsi utama. Pertama adalah fungsi spiritual. Kedua adalah fungsi filosofis.

  8. POTENSI BELAJAR DALAM AL-QU’RAN (TELAAH SURAT AN NAHL :78

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chanifudin *

    2017-10-01

    Kaitan antara ketiga komponen tersebut adalah bahwa pendengaran bertugas memelihara ilmu pengetahuan yang telah ditemukan dari hasil belajar dan mengajar, penglihatan bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan dan menambahkan hasil penelitian dengan mengadakan pengkajian terhadapnya. Hati bertugas membersihkan ilmu pengetahuan dari segala sifat yang jelek. Yang terakhir ini, berkaitan dengan teori belajar dan mengajar dalam aspek aqidah dan akhlak

  9. Keberlanjutan dan Perubahan Pakarena Paolle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fifie Febryanti Sukman

    2014-11-01

    Full Text Available Kehadiran Tarian Paolle dalam masyarakat Bantaeng merupakan latar belakangkebiasaan yang mengikuti tradisi leluhur mereka yang dilakukan sejak zaman dahulumelalui upacara adat yang memiliki Paolle Dance di dalamnya. Perubahan dari segibentuk Tarian Paolle terletak pada seorang penari, tempat, dan kostum. Para penariPaolle hari ini juga berbeda dari penari pertama pada zaman Kerajaan Paolle. Sepertipada hari-hari tertentu, para penari Raya Paolle adalah gadis remaja yang masihdalam keadaan suci atau tidak menstruasi, di saat para penari menjadi orang tua,mereka memiliki banyak pengalaman hidup dalam menari, sebuah praktik yangpada awalnya merupakan milik kerajaan, yang dapat dipilih dan dilihat oleh publikdi lapangan. Kostum atau pakaian yang digunakan para penari adalah irisan hitambodo yang sangat tipis dan sekarang hal itu berubah menjadi merah. KeberlanjutanTarian Paolle di masa sekarang harus dilihat dalam pernikahan atau baby shower.Masyarakat Bantaeng masih menunjukkan tarian ini dalam siklus hidup, misalnya,dalam acara pernikahan, sunat atau hanya berfungsi sebagai hiburan Tarian Paolle. Continuities and Changes of Pakarena Paolle. The background presence of PaolleDance in Bantaeng societies is a habit that follows the customs of their ancestors whohave practiced them since the time immemorial through the traditional ceremony that hasPaolle Dance in it. Changes in terms of the shape of Paolle Dance depend on a dancer,a venue, and costumes. Today’s Paolle Dancers are also different from the first dancers inKingdom era of Paolle. On the days of the Kingdom Paolle, dancers were teenage girls whowere still in a state of purity or not menstruation, but now dancers are the parents becausethey have a lot of life experiences in dancing, a practice that was originally familiarizedin the kingdom can be seen by the public in the field. Costume outfit that used a very thinblack wedge of bodo now turns into red. Paolle Dance sustainability in the

  10. Perubahan Eksternal, Soft Skills Dan Kurikulum Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfindri Elfindri

    2010-11-01

    Full Text Available Tulisan ini menyoroti begitu pentingnya tingkah laku kesehatan rumah tangga ‘household health behavior’1 didorong dan direkayasa untuk meminimumkan efek dari persebaran virus. Sekiranya pengetahuan dan kesadaran akan hal ini rendah, maka untuk kasus negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan berbagai jenis penyakit degeneratif akan semakin sulit dicegah. Meluasnya persoalan ini kemudian akan berdampak kepada semakin besarnya biaya pencegahannya, dan dampak dari kecepatan virus bisa berbahaya lebih besar lagi. Salah satu implikasi adalah pencegahan dapat dilakukan melalui perbaikan kurikulum pendidikan akan bahaya dari persebaran virus. AIDS, FLU Burung, Flu Babi, Demam Berdarah, dan sebagainya cukup memusingkan pelayanan kesehatan, termasuk insektisida. Pemutakhiran kurikulum tentunya bermanfaat untuk memajukan pendidikan kesehatan, khususnya pendidikan keperawatan, unsur soft skills sangat penting, selain dari perubahan kognitif.

  11. Kreativitas Desain Kuliner dan Sistem Inovasi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasraf Amir Pialang

    2016-02-01

    ABSTRAK   Pengembangan kreativitas pada sebuah kelompok, kelas sosial atau komunitas sangat ditentukan oleh modal yang diinvestasikan dalam ranah kreativitas: ekonomi, budaya, sim- bolik dan sosial. Penelitian ini adalah upaya untuk memahami kreativitas sebagai bagian dari ranah khusus sosial-budaya, yaitu ‘ranah kreativitas’. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian ini adalah upaya untuk menganalisis relasi antara ide-ide kreatif dan konteks sosial-budaya di mana ide-ide itu diproduksi. Melalui penelitian lapangan yang intensif terhadap komunitas kreatif lokal, penelitian ini menyimpulkan, bahwa produksi ide-ide kreatif sangat ditentukan oleh kelengkapan sub-sub ranah yang membangun ranah kreatif: ekspresi, produksi, diseminasi dan apresiasi. Berdasarkan ranah-ranah kreatif ini, tiga model sistem inovasi dapat diajukan: sistem terbuka, sistem liminal dan sistem tertu- tup.   Kata kunci: ide kreatif, ranah, inovasi, modal

  12. RADIKALISME DI INDONESIA: Antara Historisitas dan Antropisitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Asrori

    2017-02-01

    Full Text Available Studi ini mencoba menganalisis faktor-faktor yang mendorong munculnya radikalisme di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sekurang-kurangnya ada 3 faktor, yakni pertama, perkembangan di tingkat global, Kedua, penyebaran paham Wahabisme dan yang ketiga adalah kemiskinan. Situasi yang kacau di negara-negara Timur Tengah khususnya di Afghanistan, Palestina, Irak, Yaman, Mesir, Syiria, dan Turki, dipandang oleh kelompok-radikal sebagai akibat dari campur tangan Amerika, Israel, dan sekutunya. Pada saat yang sama, Masuknya faham Wahabisme yang mengagungkan budaya Islam ala Arab yang konservatif ke Indonesia telah ikut mendorong timbulnya kelompok eksklusif yang sering menuduh orang lain yang berada di luar kelompok mereka sebagai musuh, kafir dan boleh diperangi. Faktor ketiga adalah kemiskinan. Meski faktor ini tidak secara langsung berpengaruh terhadap merebaknya aksi radikalisme, namun perasaan sebagai elemen masyarakat yang termarjinalkan dapat menjadi faktor pendorong bagi seseorang untuk terjebak dalam proganda radikalisme.

  13. Kedudukan Musyawarah dan Demokrasi di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hanafi

    2016-04-01

    Full Text Available Abstrak: Kedudukan Musyawarah dan Demokrasi di Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI berdasarkan lintasan sejarah perjuangan, memiliki konstruksi kenegaraan satu-satunya di dunia yang bangsa terlahir dahulu, kemudian baru membentuk negara. Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno menegaskan, bahwa Negara Kesatuan ialah Negara Kebangsaan. Tujuan Bangsa Indonesia terlahir, merdeka, dan membentuk negara memiliki satu cita-cita, Kehendak Untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Rakyat Indonesia (Kedaulatan Rakyat Indonesia. Melalui analisis atas realitas kehidupan saat ini, Bangsa Indonesia telah hidup pada kondisi tatanan kehidupan seolah-olah sama dengan Negara Demokrasi, ialah negara dulu terbentuk baru bangsanya dilahirkan kemudian. Sehingga kedaulatan rakyat Indonesia yang berdasarkan prinsip musyawara-mufakat dan perwakilan belum mampu terealisasi. Sementara pelaksanaan demokrasi voting yang memiliki dasar liberalisme terus bergulir, sehingga kehidupan bangsa Indonesia semakin jauh dari cita-cita awal. DOI: 10.15408/jch.v1i2.2657

  14. DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DAN PERILAKU KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Limandoko

    2000-01-01

    Full Text Available The word design is a word with different meanings. In the visual communication context it has became part of the team in the communication industry - the world of advertising%2C magazine and newspaper publishing%2C marketing and public relations%2C and%2C indeed%2C it has became one of the influential aspects to shape the behavior of a society and its economic development. Abstract in Bahasa Indonesia : Desain merupakan sebuah kata dengan banyak makna. Dalam konteks komunikasi visual%2C desain sudah menjadi bagian dari tim dalam industri komunikasi. Dunia advertising%2C publikasi majalah dan suratkabar%2C pemasaran dan public relations%2C dan yang pasti desain juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan perkembangan ekonominya. design%2C designer%2C visual communication design%2C behavior%2C consumer

  15. PERMASALAHAN DAN POTENSI PESISIR DI KABUPATEN SAMPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Dwi Siswanto

    2016-03-01

    Full Text Available SAMPANG’S COASTAL PROBLEMS AND POTENTIALS One area that has progressive economic value and environmental degradation possibility is a dynamic areas of coastal areas. These characteristics is interesting in the perspective of management and utilization of marine resources and fisheries. The rapid development of the Sampang regency required the government to focus and provide greater attention to minimize the ecological pressures that affect the carrying capacity of the environment, particularly in coastal areas. This study aims to gather information about the problem and the potential that exists in coastal areas of Sampang. Data taken by interviewing respondents lived in coastal communities during April 2015 and the results of the questionnaire were analyzed descriptively. The problems identified include land requirement, the overlapping use, the threat of pollution and environmental degradation, and zoning; whereas the potential that exists include salt, marine tourism, mariculture, and the development of industrial areas and ports. The potential problems identified in coastal areas and beaches in Sampang relatively identical to the Bangkalan. It needs a comprehensive solution to minimize the existing impact as well as efforts to optimize utilization to achieve integrated coastal zone management.Keywords: coastal, CZM, problem, potential, Sampang ABSTRAKSalah satu wilayah yang memiliki nilai ekonomi progresif sekaligus peluang degradasi lingkungan sehingga disebut daerah dinamis adalah wilayah pantai dan pesisir. Karakteristik ini menjadi sesuatu yang menarik dalam perspektif pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan. Pesatnya perkembangan tersebut menuntut pemerintah kabupaten Sampang untuk focus dan memberikan perhatian lebih besar sebagai upaya untuk meminimalkan tekanan ekologis yang berpengaruh terhadap daya dukung lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi

  16. KEPRIBADIAN SISWA DAN DISIPLIN BELAJAR SEBAGAI INTERVENING PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Febriyani

    2016-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh langsung lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi maupun pengaruh tidak langsung melalui kepribadian siswa dan disiplin belajar. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah sejumlah 152 siswa. Sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin sebanyak 110 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Metode analisis data adalah analisis deskriptif, analisis jalur, dan sobel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, kepribadian siswa serta disiplin belajar terhadap hasil belajar ekonomi, (2 terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap kepribadian siswa, (3 terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan kepribadian siswa terhadap disiplin belajar, (4 kepribadian siswa secara signifikan memediasi pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi, (5 disiplin belajar secara signifikan memediasi pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan kepribadian siswa terhadap hasil belajar ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepribadian siswa dan disiplin belajar memediasi pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar ekonom. Saran yang dapat diberikan adalah pihak keluarga dan pihak sekolah mampu melakukan perbaikan kualitas lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi. The purposes of this study were to analyze the direct effect of family and school environment for towards economics study result or or indirect effect through students’ personality and study discipline. The population in this research is The research \\ XI social grade in SMA Muhammadiyah Wonosobo with a total of 152 students. It used 110 students as the sample by

  17. Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Karyawan dengan Penerapan Manajemen Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Purnawati Rahayu

    2015-05-01

    Full Text Available Budaya K3 dipengaruhi oleh organisasi, individu, dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan dengan penerapan Budaya Keselamatan Dan Kesehatan (K3 di Bagian Produksi PT. Mustika Ratu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jumlah sampel sebanyak 170 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian:  85,9% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai penerapan manajemen budaya K3, 80.6% bersikap baik dan 84.7% berperilaku baik pada penerapan budaya K3.  Penerapan manajemen budaya K3 memberikan hasil baik : 89,4 % sudah menerapkan manejemen budaya K3. Mengenai hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap penerapan manajemen budaya K3, sub variabel yang diteliti memberikan hasil yang sama yaitu adanya hubungan yang bermakna. Hubungan pengetahuan terhadap penerapan manajemen budaya K3 (pValue < 0,001 dan Odd Ratio 9,133 (95% CI=3,143-26,539. Hubungan  sikap terhadap penerapan manajemen budaya K3 (Pvalue < 0,001 dan Odd Ratio= 9,286 (95% CI = 3,250 - 26,531, sedangkan hubungan perilaku terhadap penerapan manajemen budaya K3 (p value < 0,001 dan Odd Ratio=  5,956 (95% CI = 2,080 - 17,051. Temuan lainnya adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik responden dengan penerapan budaya K3. Saran: pihak manajemen harus melakukan monitoring dan harus memiliki komunikasi yang baik dengan karyawan, melatih dan melibatkan karyawan untuk meningkatkan upaya perusahaan pada pelaksanaan K3 dengan penerapan OSHAS 18001 sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 dan PP (peraturan pemerintah nomor 50 pada tahun 2012.

  18. Komposisi Kimia, Kadar Albumin Dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa Striata Alam Dan Hasil Budidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2015-12-01

    Full Text Available Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasuk albumin dan potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan hasil budidaya sebagai antioksidan dan anti hipertensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan gabus alam dan hasil budidaya memiliki kadar protein yang tidak berbeda secara nyata, tetapi berbeda pada kadar air, abu, dan lemak. Ikan gabus alam memiliki kadar lemak dan abu lebih rendah tetapi kadar air lebih tinggi dibanding ikan gabus budidaya. Ikan dari kedua sumber memiliki bagian yang dapat dimakan atau edible portion (EP sebesar 36%,dengan kadar mineral makro (Na, K, Ca dan mikro (Zn, Fe pada ikan hasil budidaya lebih tinggi dibanding kedua kelompok mineral pada ikan gabus alam. Kadar albumin ikan gabus alam lebih tinggi daripada kadar albumin ikan gabus budidaya. Namun demikian, hasil analisis asam amino menunjukkan bahwa ikan gabus hasil budidaya memiliki kuantitas asam amino yang lebih tinggi daripada ikan gabus alam. Asam amino non essensial dominan adalah alanin, asam aspartat, glisin, alloisoleusin, prolin, dan glutamin, sedangkan asam amino esensial didominasi oleh leusin, lisin, dan fenilalanin. Kedua ikan gabus yang diperoleh dari tempat yang berbeda tersebut memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan yang lemah, namun berpotensi sebagai antihipertensi (penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE dengan kekuatan 1/10 kekuatan kontrol obat hipertensi captopril.

  19. Komposisi Kimia, Kadar Albumin dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa striata Alam dan Hasil Budidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2015-12-01

    Full Text Available Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasuk albumin dan potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan hasil budidaya sebagai antioksidan dan anti hipertensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan gabus alam dan hasil budidaya memiliki kadar protein yang tidak berbeda secara nyata, tetapi berbeda pada kadar air, abu, dan lemak. Ikan gabus alam memiliki kadar lemak dan abu lebih rendah tetapi kadar air lebih tinggi dibanding ikan gabus budidaya. Ikan dari kedua sumber memiliki bagian yang dapat dimakan atau edible portion (EP sebesar 36%,dengan kadar mineral makro (Na, K, Ca dan mikro (Zn, Fe pada ikan hasil budidaya lebih tinggi dibanding kedua kelompok mineral pada ikan gabus alam. Kadar albumin ikan gabus alam lebih tinggi daripada kadar albumin ikan gabus budidaya. Namun demikian, hasil analisis asam amino menunjukkan bahwa ikan gabus hasil budidaya memiliki kuantitas asam amino yang lebih tinggi daripada ikan gabus alam. Asam amino non essensial dominan adalah alanin, asam aspartat, glisin, alloisoleusin, prolin, dan glutamin, sedangkan asam amino esensial didominasi oleh leusin, lisin, dan fenilalanin. Kedua ikan gabus yang diperoleh dari tempat yang berbeda tersebut memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan yang lemah, namun berpotensi sebagai antihipertensi (penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE dengan kekuatan 1/10 kekuatan kontrol obat hipertensi captopril.

  20. Berpikir Rasional-Ilmiah dan Pendekatan Interdisipliner dan Multidisipliner dalam Studi Hukum Keluarga Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoiruddin Nasution

    2017-12-01

    Full Text Available This short article tries to explain how important it is to think rationally and scientifically, place the position of approachment in the Study of Islamic Family Law, also describe the use of Interdisciplinary and multidisciplinary approach to understand and practice the Islamic Family Law. In conclusion, there are three conclutions. First, students need to get used to think, write, speak and act rationallly and scientifically. The process can be carried out by integrating with the entire subjecy. Second,  needs a good and comprehensive understanding of approachment positions in the study of Islamic Family Law, both in relation to habituation of thinking, writing, speaking and acting rational and scientific as well as in effort to integrate and interconnect Islam and science. Third, it is necessary to habituate using an interdisciplinary and multidisciplinary approach to understand and observe all matters  that related to the Islamic Family Law.   [Tulisan singkat ini mencoba menjelaskan bagaimana pentingnya berpikir rasional dan ilmiah, meletakkan dimana posisi pendekatan dalam Studi Hukum Keluarga Islam, sekaligus menggambarkan penggunaan Pendekatan Interdisipliner dan Multidisipliner dalam memahami dan mengamalkan Hukum Keluarga Islam. Kesimpulannya ada tiga. Pertama, mahasiswa perlu dibiasakan berpikir, menulis, berbicara dan bentindak rasional dan ilmiah. Proses pembiasaannya dapat dilakukan secara terintegrasi dengan seluruh mata kuliah. Kedua, perlu pemahaman yang baik dan konprehensif bagaimana posisi pendekatan dalam studi Hukum Keluarga Islam, baik dalam kaitannya dengan pembiasaan berpikir, menulis, berbicara dan bentindak rasional dan ilmiah maupun dalam upaya integrasi dan/atau interkoneksi keilmuan. Ketiga, perlu pembiasaan menggunakan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner dalam memahami dan mengamalkan segala persoalan yang berkaitan dengan Hukum Keluarga Islam.

  1. By Product Ternak Teknologi dan Aplikasinya

    OpenAIRE

    Said, Muhammad Irfan

    2015-01-01

    DAFTAR PUSTAKA Adventini, N., Muhayatun, D. D. Lestiani dan W.Y.N. Syahfitri. 2012. Analisis Mikronutrien dalam Daging, Limpa, dan Hati Sapi. Jurnal Medika. 38 (8), 580???586. Angelidaki, I., and B. K. Ahring. 2000. Methods for increasing the biogas potential from the recalcitrant organic matter contained in manure. Water Science Technology. 41 (3), 189-194. Anonim. 1974. Gelita-Instant-Gelatins Type 800 A Type 800 B. Gelatine-Information-Service. Deutsche Gelatine-Febrike...

  2. Diapers Bagi Kesehatan Bayi dan Lingkungan

    OpenAIRE

    Noriko, Nita

    2013-01-01

    Bayi yang berusia 0 sampai hingga 1 tahun termasuk golongan rentan, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Kekebalan tubuh yang dimiliki bayi adalah kekebalan pasif . Terpaparnya bayi terhadap antigen dapat terjadi melalui udara, air, makanan maupun perlengkapan yang digunakan seperti alas perlindungan (diapers) terhadap enupresis dan enkopresis. Diapers dikenal di Indonesia sejak tahun 1980 karena penggunaannya yang praktis dan mudah Penggunaan diapers menimbulkan ...

  3. Peut-on voyager dans le temps ?

    CERN Multimedia

    CERN. Geneva

    2008-01-01

    La possibilité de voyager dans le temps est régulièrement évoquée par les magazines scientifiques (et parfois même par les scientifiques). Elle est également le sujet de nombreux romans de science-fiction. Nous discuterons d’abord du sens qu’on peut donner à l’expression « voyager dans le temps », puis nous expliciterons ce que la physique contemporaine dit à ce propos.

  4. Bahasa Bali dan Pemertahanan Kearifan Lokal

    OpenAIRE

    Suardiana, I Wayan

    2012-01-01

    Bahasa Bali sebagai salah satu bahasa dan perekam budaya Bali sangat penting untuk dipelihara. Pemeliharaan bahasa Bali juga diharapkan untuk mempertahankan taksu Bali. Di Bali ada tingkatan(anggah-ungguhin basa) berbahasa yang menyebabkan terdapatnya klasifikasi sosial dalam masyarakat Bali. Kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Bali memperlihatkan kedudukan sosial dan etika orang tersebut dalam berbahasa. Kemudian muncul pertanyaan ketika orang Bali berbicara dalam bahasa Bali tanp...

  5. Corak Etnik dan Dinamika Batik Pekalongan

    OpenAIRE

    Irfa'ina Rohana Salma

    2016-01-01

    ABSTRAKBatik Pekalongan mempunyai ciri khas atau karakter yang berbeda dengan batik dari daerah pesisir lainnya. Corak yang berbeda ini karena adanya pengaruh budaya dari etnis-etnis pembuat batik yang berdomisili di Pekalongan, yaitu etnis Jawa, etnis Cina dan etnis Belanda. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan tinjauan dan mengkritisi lebih dalam ciri khas atau karakter corak dari batik yang dihasilkan para pembatik dari etnis yang berbeda di Pekalongan. Metode pendekatan yang dipakai yait...

  6. Strategi Pembelajaran Biologi Berbasis Kompetensi dan Konservasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Ridlo

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakPembelajaran melibatkan interaksi dosen, mahasiswa, dan sumber belajar. Interaksi antara ketiganya membutuhkan strategi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan strategi pembelajaran biologi di Jurusan Biologi Unnes yang telah berkomitmen mengaplikasikan kurikulum berbasis kompetensi dan konservasi dengan ciri pendekatan jelajah alam sekitar (JAS. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Informannya dosen dan mahasiswa yang mengajar dan belajar biologi umum, mikrobiologi, dan taksonomi hewan. Data yang diperoleh berupa deskripsi kegiatan belajar mengajar dan lesson study.  Data-data dianalisis kemudian dinarasikan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran biologi dengan pendekatan berpusat pada siswa yang dikhususkan pada kegiatan penjelajahan alam sekitar dapat dilakukan menggunakan strategi yang berbasis pada cara belajar siswa aktif dan kooperatif. Strategi-strategi tersebut adalah pembelajaran kontekstual, pembelajaran partisipatif, dan pembelajaran inkuiri. AbstractLearning involves the interaction of lecturer, students, and learning resources. The interaction between them requires a learning strategy. This research aims to generate learning strategies of biology in the Department of Biology Unnes which has committed to apply the competence- and conservation-based curriculum of features the environmental exploration (JAS approach. The research methodology uses a qualitative approach. The informants are the faculty members and the students who, respectively, teach and learn biology, microbiology, and animal taxonomy subjects. The data obtained were in the form of description of learning activities and lesson studies. The data were then analyzed narratively. The results showed that the student-centered learning of environmental exploration may be conducted using active- and cooperative-based strategies. Examples of these strategies are contextual learning, participatory learning, and inquiry learning.

  7. KONSTRUKSI GENDER, HEGEMONI KEKUASAAN, DAN LEMBAGA PENDIDIKAN

    OpenAIRE

    Marhumah Marhumah

    2012-01-01

    AbstrakIsu gender adalah bagian dari persoalan sosial kemasyarakatan di Indonesia, yang persoalan utamanya  adalah kesenjangan mencolok antara laki-laki dan perempuan. Selama ini, sosialisasi gender adalah dengan cara mengedarkan pesan-pesan, wacana, nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan dan model-model yang merepresentasikan kontruksi gender tertentu, yang dalam konsep Foucault sebagai diskursus (discourse). Dengan konsep wacana tersebut, sosialisasi gender mengandaikan adanya relasi pengeta...

  8. Desain Premi dan Manfaat Asuransi Deposito

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Said Kelana Asnawi

    2009-05-01

    Full Text Available Paper ini memuat desain penentuan premi asuransi deposito dengan mempertimbangkan pinalti bagi perilaku moral hazard dan memberikan sanggahan teoritis terhadap pendapat yang meragukan kebaikan asuransi deposito. Sanggahan ini didasarkan pada desain premi jika mempertimbangkan pinalti bagi perilaku moral hazard. Sanggahan ini merujuk pada manfaat asuransi berupa penurunan penarikan serta laba bank yang positip dan manfaat sosial yang diperoleh pemerintah. Key Word: asuransi deposito, incentive compatible plan, moral hazard, camel rating, Option Theory-Jump Process, Benefit Sosial Pemerintah

  9. PRINSIP DAN KRITERIA PERIKLANAN DARI PERSPEKTIF ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teuku Meldi Kesuma

    2012-06-01

    Full Text Available Advertising in marketing Islamic products must be believed and understood as an important part of marketing based on Islam which should not be separated. This paper examines the principles and criteria of the advertising in the perspective of Islam. It is caused by the increasing of the companies and institutions which are based on Islamic values such as Islamic financial institutions that promote its products the consumers. The important issues discussed in this paper is how the real of concepts, principles, and criteria of Islamic advertising? Therefore this paper is developing an advertising concept from the perspective of Islam and to know for sure whether the principles and criteria that should exist in advertising Islam. The methodology applied in this paper is through literature review by using content analysis. Hopefully, this study could develop an Islamic perspective advertisement concept in terms of principles and criteria. =========================================== Periklanan dalam memasarkan produk-produk Islam harus diyakini dan di pahami merupakan bahagian penting dalam pemasaran yang berdasarkan Islam yang tidak boleh dipisahkan. Tulisan ini mengkaji prinsip-prinsip dan kriteria periklanan dalam perspektif Islam. Hal ini disebabkan semakin ramai dan tingginya pertumbuhan perusahaan dan institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti institusi keuangan Islam yang mempromosikan produk dan perkhidmatannya kepada orang ramai. Persoalan penting yang dibahas dalam kertas kerja ini adalah bagaimanakah bentuk konsep, prinsip dan kriteria periklanan Islam yang sebenarnya? Oleh karena itu tujuan kertas kerja ini adalah untuk membangun satu konsep periklanan dari perspektif Islam dan untuk mengenal pasti apakah prinsip-prinsip serta kriteria yang seharusnya ada dalam periklanan Islam. Metodologi kajian yang digunakan dalam kertas kerja ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan analisis isi. Kajian ini diharapkan dapat

  10. Entrer dans les squats ouverts

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Au cœur des métropoles françaises émergent ici et là des squats, lieux d’habitation et de création affranchis, tournés vers la ville et ses habitants. Vivre en squat constitue un mode de vie, un choix subversif, une forme de résistance au système, autant qu’un recours face aux difficultés sociales. Ce livre nous plonge dans les squats « ouverts » et saisit, par la sociologie, le quotidien de ces populations mouvantes et fortement hétérogènes. Il répond à des questions simples. Qui sont ces sq...

  11. INTERRELASI BAHASA, MATEMATIKA DAN STATISTIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofiatul Andawiyah

    2014-11-01

    Full Text Available Tulisan ini berupaya mengungkap keterkaitan antara bahasa, matematika, serta statistika dimana dalam konsep berpikir ilmiah bahasa menjadi core dalam praktik keduanya baik matematika maupun statistika. Terlebih bahasa menjadi sesuatu yang amat penting untuk membahasakan matematika serta statistika itu sendiri selanjutnya Matematika merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Matematika memberikan kemudahan kepada kita di dalam memberi simbol akan makna sesuatu. Sehingga apa yang sulit menjadi mudah dipahami. Sementara statistika pengembangan lebih lanjut dari matematika. Penggunaan statistika dalam kehidupan dewasa ini sangat membantu untuk melakukan penarikan kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi atau untuk merencanakan masa depan yang baik. Peradaban yang dibangun manusia, disebabkan dia mampu melakukan penalaran. Penalaran menggunakan kecakapan penggunaan bahasa, matematika dan statistika sebagai pembantu mengambil kesimpulan.

  12. Agir dans l'espace

    OpenAIRE

    Albert, Frédéric; Allain, Sonia; Amalberti, René; Anderson, David I.; Aurnague, Michel; Baccino, Thierry; Baratgin, Jean; Barbu-Roth, Marianne; Beaudouin-Lafon, Michel; Beauvillain, Cécile; Berthoz, Alain; Beugnon, Guy; Bui, Marc; Bullier, Jean; Bullot, Nicolas J.

    2017-01-01

    Le traitement cognitif de l'espace par un être vivant se décompose en différentes phases : il perçoit l'espace – ce qui implique certains mécanismes de catégorisation et d'abstraction –, se le représente, conserve en mémoire cette représentation qu'il peut rappeler et utiliser pour conduire des actions adaptées et interagir de façon optimale avec l'environnement. Ce traitement ainsi défini a déjà fait l'objet d'un grand nombre de travaux dans le domaine des sciences de la vie et de la psychol...

  13. PENGATURAN SISTEM PENGAMAN RUMAH DAN PENGATURAN BEBAN LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Firmansyah

    2015-09-01

    Penelitian ini menghasilkan suatu instrumen pengaman rumah dan pengaturan beban lampu yang memiliki menu open dan menu Set RTC sebagai menu pengatur sistem. Menu Open digunakan untuk mengatur akses pintu maupun lampu seperti saklar on/ off, sedangkan Menu Set RTC dapat digunakan untuk mengatur akses pintu maupun lampu sesuai keinginan pengguna dengan cara menseting nilai start dan nilai stop. Akses yang dapat diatur adalah akses pintu dan lampu dengan mode 24 jam. Pengaturan pada sistem ini belum dilengkapi dengan setting berdasarkan tanggal dan hari. Memori flash yang dibutuhkan untuk membentuk instrumen ini adalah 99,1% dari 16KByte dan memori eeprom sebesar 8,6% dari 512Byte

  14. DIALEKTIKA RADIKALISME DAN ANTI RADIKALISME DI PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thohir Yuli Kusmanto

    2015-06-01

    Upaya menentang segala bentuk radikalisme merupakan bagian dari reaksi anti radikalisme. Semangat anti radikalisme muncul sebagai bagian dari resistensi masyarakat. Radikalisme dan anti radikalisme saling berkaitan secara dialektis. Meski­pun keduanya merupakan sesuatu yang paradoks, namun selalu menyatu. Dialektika radikalisme dan anti radikalisme menarik ketika dilihat dalam kehidupan pesantren. Fenomena radikalisme Islam seringkali dihubungkan dengan masya­ra­kat pesantren di Indonesia. Beberapa kelompok masyarakat memahami radikal­isme tumbuh dari pesantren. Pandangan tersebut didasari oleh banyaknya pelaku radikalisme Islam dalam bentuk kekerasan alumni pesantren. Realitas tersebut bisa jadi benar dalam kasus tertentu, tetapi tidak bisa digeneralisasi. Penelitian ini ber­upaya menggali data pandangan pesantren tentang wacana dan praksis radikalisme dan anti radikalisme serta pola resistensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesantren menolak, menentang dan aktif membangun spirit anti radikalisme yang diwujud­kan dalam beberapa pola. Temuan penelitian tersebut merupakan sintesis dari tesis yang selama ini menjadi wacana masyarakat tentang radikalisme dan pesantren.

  15. INTERVENSI KOGNITIF DAN PENDEKATAN RANTAI NILAI DALAM PENINGKATAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI USAHA KECIL DAN MENENGAH DI BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Widyanti

    2016-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK di usaha kecil dan menengah (UKM di Indonesia masih pada tingkat yang belum sesuai harapan. Mempertimbangkan bahwa UKM di Indonesia banyak menyerap tenaga kerja dan menyumbang pendapatan nasional yang cukup besar, serta melihat bahwa pemanfaatan TIK di banyak industri besar telah membawa peningkatan performansi yang cukup signifikan,  peningkatan pemanfaatan TIK di UKM merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakan tingkat pemanfaatan TIK di UKM dan mengaplikasikan intervensi kognitif dan pendekatan rantai nilai dalam meningkatkan pemanfaatan TIK di UKM. Pemetaan pemanfaatan TIK dilakukan melalui survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan wawancara yang melibatkan 61 UKM di berbagai bidang di Bandung. Hasil pemetaan pemanfaatan TIK di UKM menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK di UKM sebatas pada tujuan pemasaran produk dan sebatas pada penggunaan website. Kendala utama pemanfaatan TIK di UKM adalah faktor SDM terutama berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan dan informasi. Berdasarkan hasil pemetaan, selanjutnya, intervensi dilakukan melalui edukasi/kampanye dengan materi mengenai rantai nilai pada 30 UKM yang bergerak di bidang fashion. Hasil intervensi menunjukkan bahwa level pengetahuan dan intensi/kemauan untuk menerapkan TIK di UKM selain untuk kepentingan pemasaran (misalnya untuk perancangan produk dan hubungan dengan pemasok semakin meningkat. Implikasi dari hasil penelitian ini dibahas lebih lanjut.       Abstract The use of information and communication technology (ICT in small and medium enterprise (SME in Indonesia is at low level. Considering that SME in Indonesia employ a lot of people and contribute to Gross Domestic Product (GDP as well as improve performance of industries,  coupled with low level of ICT use in Indonesian SME, ICT’ used in SME must be increased. Therefore, this study aims to map the use of ICT in

  16. Pengaruh Marketing Mix Dan Brand Image Terhadap Customer Satisfaction Dan Customer Loyalty Di Restoran X Surabaya

    OpenAIRE

    Wijaya, Kevin; Sutejo, Andrew Robby Darmawan

    2017-01-01

    Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Marketing Mix dan Brand Image yang dijalankan oleh restoran X Surabaya terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan penelitian quantitatif, sampel yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh 100 konsumen yang pernah makan di restoran X. Dengan menggunakan metode analisa Partial Least Square, hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing mix mempunyai pengaruh positif significant terhadap kepua...

  17. KONTRIBUSI HUMAN CAPITAL dan CUSTOMER CAPITAL DALAM MENGGAPAI KINERJA CAFÉ dan RESTO di SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gendut Sukarno

    2016-11-01

    Berdasarkan hasil pengolahan data diketemukan bahwa 1 human capital mampu memberikan kontribusi yang berarti terhadap customer capital. 2 Customer capital mampu memberikan kontribusi yang berarti terhadap kinerja café dan resto di Surabaya, 3 human capital mampu memberikan kontribusi yang berarti terhadap kinerja café dan resto di Surabaya.

  18. POTENSI TAMAN NASIONAL BOGANI NANI WARTABONE, PERMASALAHAN DAN KONSERVASI PADA TINGKAT PENGEMBANGAN DAN PENGAWASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Femmy Roosje Kawuwung

    2010-03-01

    Full Text Available Taman Nasional Bogani Nani Wartabone sebelumnya bernama Dumoga Bone. Nani Wartabone seorang pahlawan yang terkenal di daerah Gorontalo, untuk mengenang pahlawan tersebut maka namanya diabadikan pada nama Taman Nasional. Pada tahun 1982 luas 300.000 hektar dinyatakan Menteri Pertanian. Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 731/Kpts-II/1992 luas 287.115 hektar. Propinsi Gorontalo dengan ketinggian tempat 50 – 2.000 meter dpl. Posisi 1o– 4o LS, 120o – 124o BT. Permasalahan; terjadinya fragmentasi, perladangan berpindah, pertanian, illegal logging, pemukiman, pertambangan, dan pencurian spesies flora dan fauna. Tujuan mengetahui potensi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, permasalahan dan upaya konservasi.Potensi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone adalah; Flora terdiri dari 400 jenis pohon, 241 jenis tumbuhan tinggi, 120 jenis efifit dan terdapat 24 jenis anggrek. Tumbuhan endemik yaitu; palem matayangan, kayu hitam dan bunga bangkai(Amophaphallus compamulatus. Tumbuhan yang umum adalah cempaka, kenanga, agates, dan tanaman hias.Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki 24 jenis mamalia, 64 jenis aves, 11 jenis reptile. Mamalia (satwa endemik : monyet hitam/yaki (Macaca nigra, Monyet Dumoga Bone, babirusa, kelelawar bone, kus-kus besar (Palanger ursinus, anoa kecil (B.quarlesi. Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone tercatat 200 – 225 jenis burung. Reptil : ular kobra, king kobra (N. hammah, ular belang, katak pohon (Rhacophorus monticola, ikan : ikan mas (Cyprinus carpio, bekicot (Achatina fulica. Upaya konservasi adalah pada tingkat pengembangan dan pengawasan. Dalam upaya konservasi harus ada kerja sama dari pemerintah dan masyarakat sekitar kawasan.

  19. Perancangan dan Implementasi Autonomous Landing Menggunakan Behavior-Based dan Fuzzy Controller pada Quadcopter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadjri Andika Permadi

    2012-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi sistem kendali pesawat sayap berputar (copter semakin pesat salah satunya pada pesawat berbaling-baling empat (quadcopter. Landing merupakan bagian tersulit dalam penerbangan quadcopter. Ukuran quadcopter yang kecil mengakibatkan susahnya pengendalian kestabilan dan kecepatan turun.Cara mengatasi permasalahan ini adalah dengan autonomous landing yang menggunakan algoritma kendali behavior-based (berbasis perilaku. Tugas akhir ini merancang dan mengimplementasikan algoritma kendali behavior-based (berbasis perilaku pada proses autonomous landing quadcopter dan kontroler PD (Proporsional, Diferensial pada untuk  kestabilan sudut roll dan pitch, sedangkan untuk jarak landing menggunakan kontroler logika fuzzy. Pada Tugas Akhir ini, didapatkan nilai parameter kontroler PD roll dan kontroler PD pitch dari hasil tuning terstruktur pada simulasi Kp=500 dan Kd=30. Sedangkan kendali landing menggunakan kontroler logika fuzzy dengan parameter Ke=4 Kde=175 dan Ku=1 pada simulasi dapat melakukan proses landing selama 8 detik dari ketinggian 3 meter. Respon hasil implementasi pada quadcopter belum sesuai dengan hasil simulasi. Proses landing pada implementasi lebih cepat dengan waktu 3.5 detik dari ketinggian 2 meter, selain itu koreksi sudut roll dan sudut pitch masih terhadapat error +/-3º.

  20. Otomatisasi Pelayanan Binatu Berbasis Raspberry Pi Untuk Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Kegiatan Operasional Dan Pelayanan Binatu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Al Habsyi Yesa

    2017-01-01

    Full Text Available Bisnis binatu (laundry atau bisnis jasa cuci pakaian merupakan bisnis yang menggiurkan saat sekarang ini. Proses layanan binatu umumnya terdiri dari pendaftaran, pengolahan, dan pengambilan pakaian. Proses ini memiliki banyak kekurangan yaitu pendaftaran manual tidak efektif dan efisien, pengolahan pakaian hanya diketahui oleh penyedia layanan binatu, dan pelanggan tidak mengetahui pakaian telah selesai. Ditengah persaingan bisnis yang begitu ketat, pelayanan konsumen merupakan suatu hal yang sangat penting. Penyedia jasa dituntut untuk berinovasi untuk menyediakan layanan jasa yang efektif dan efisien. Oleh karena itu pada penelitian ini merancang dan merealisasikan otomatisasi pelayanan binatu berbasis raspberry pi. Sistem ini menggunakan timbangan digital berbasis load cell, teknologi radio frequency identification (RFID sebagai masukan data otomatis, Raspberry Pi sebagai pusat dari pengolahan basis data (database, dan webserver sebagai pusat informasi bagi pelanggan. Hasil penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan. Timbangan digital memiliki eror rata-rata 0,88 %, metode RFID dapat memasukan data pelanggan secara otomatis dengan metode pengambilan nomor identitas jenis hex 8 digit, Raspberry Pi dapat mengakomodasi aplikasi yang efektif