WorldWideScience

Sample records for algae air dan

  1. Perubahan Populasi Protozoa dan Alga Dominan pada Air Genangan Tanah Padi Sawah yang Diberi Bokashi Berkelanjutan

    OpenAIRE

    Ainin Niswati; Dermiyati; Mas Achmad Syamsul Arif

    2008-01-01

    Protozoa and alga play important roles in biogeochemical nutrient cycles in freshwater environment, especially in the paddy fields. The changes from the conventional technologies to organic technologies will change the communities structures of organisms lived in the paddy fields environment. The fields experiment was conducted to study the population dynamic of protozoa and algae dominant inhabited in the floodwater of the paddy fields subjected by continues ‘bokashi’ application. The re...

  2. Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR)

    OpenAIRE

    Laksmisari Rakhma Putri; Agus Slamet; Joni Hermana

    2014-01-01

    Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR) telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambah...

  3. Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar

    OpenAIRE

    Ayu Syarifa Darwinastwantya; Agus Slamet; Joni Hermana

    2014-01-01

    Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan u...

  4. Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmisari Rakhma Putri

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambahan glukosa sebagai co-substrate. Penambahan co-substrate diperkirakan dapat mendorong bakteri untuk memberikan suplai karbondioksida pada mikroalga. Penelitian ini dilakukan dengan dua variabel penelitian yaitu konsentrasi minyak solar sebesar 381 ppm dan 830 ppm dalam air limbah dan konsentrasi co-substrate berupa gula sebesar 5 gram, 7 gram, dan 10 gram ke dalam 18 Liter air pada reaktor. Setiap dua hari sekali selama 14 hari akan diambil sampel untuk kemudian dilakukan analisis masing-masing parameter. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi kinerja HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar adalah sebesar 84,27%. Efisiensi tertinggi ini didapatkan pada reaktor dengan variasi penambahan minyak solar 830 ppm dan co-substrate sebesar 10 gram ke dalam 18 Liter yang memiliki nilai COD 586,67 mg/L. Pada konsentrasi minyak solar sebesar 830 ppm, penambahan co-substrate memberikan pengaruh pada efisiensi penurunan kandungan minyak solar. Semakin besar penambahan co-substrate, semakin besar efisiensi penurunan kandungan minyak solar.

  5. DISTRIBUSI TINGKAT KARAT DAN LAJU KOROSI BAJA ST. 37 DALAM LINGKUNGAN AIR LAUT DAN AIR TANAH

    OpenAIRE

    Leonard, Johannes

    2012-01-01

    Untuk mempelajari fenomena pengaruh lingkungan korosif terhadap korosi pada baja karbon st.37, maka pengamatan terhadap masalah tersebut telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat karat, tipe dan laju korosi yang terjadi pada plat baja karbon st.37 yang digunakan dalam air laut dan air tanah. Pengujian dilakukan melalui percobaan perendaman pada suhu ruang. Air laut berasal dari perairan sekitar wilayah kota Makassar dan air tanah dari pinggiran kota Sunggum...

  6. Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Syarifa Darwinastwantya

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan urea sebagai co-substrat terhadap kinerja High Rate Algae Reactor (HRAR dalam menurunkan kandungan minyak dalam air limbah minyak bumi. Variabel penelitian adalah konsentrasi minyak solar dalam air limbah dan konsentrasi urea yang digunakan. Konsentrasi minyak solar yang dipakai berasal penelitian pendahuluan sebesar 346 ppm dan 692 ppm untuk 18 L alga. Penelitian utama dilakukan dengan menambahkan 3 konsentrasi urea yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 14 hari setiap dua hari sekali untuk semua parameter. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kandungan Oil and Grease, Chemical Oxygen Demand (COD, klorofil a, Dissolved Oxygen (DO, pH, nitrogen-amonia, temperatur, dan Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS. Dalam penelitian utama, menunjukkan bahwa sistem HRAR dapat mengolah air limbah mengandung minyak solar. Efisiensi penyisihan minyak solar paling optimal oleh sistem HRAR untuk variasi penambahan minyak solar 346 ppm adalah dengan penambahan urea 0,1 gr/L sebesar 83,33% sedangkan untuk variasi penambahan minyak solar 692 ppm menggunakan penambahan urea sebesar 0,3 gr/L sebesar 85,05%.

  7. Monitoring Dan Analisis Kadar Aluminium (Al) Dan Besi (Fe) Pada Pengolahan Air Minum Pdam Tirtanadi Sunggal

    OpenAIRE

    Alwin Parulian

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian berupa monitoring dan analisis kadar logam-logam Aluminium (Al) dan Besi (Fe) dalam sampel air yang diperoleh dari proses pengolahan air minum PDAM Tirtanadi Sunggal. Sampel air diambil dari empat titik yaitu: Air sungaiBelawan, air di clarifier, air di reservoar dan air limbah. Pemantauan dilakukan selama empat bulan mulai bulan Januari 2009 sampai April 2009. Kadar logam Aluminium dan Besi yang terdapat dalam sampel air tersebut dianalisis dengan menggunakan alat ...

  8. CARA MENGHILANGKAN RASA DAN BAU PADA PENGOLAHAN AIR MINUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-12-01

    Full Text Available Salah satu syarat kualitas air minum adalah tidak berwarna, tidak ada rasa, dan tidak berbau. Kebanyakan konsumen air minum menilai baik tidaknya kualitas air minum hanya secara visual, keruh atau jernih, berwarna atau tidak dan dengan indera pengecap apakah ada rasa atau tidak serta dengan indera pencium; berbau atau tidak. Tulisan ini hanya akan membahas dua aspek yaitu rasa dan bau yang sering dikeluhkan oleh konsumen.Sumber kontaminasi yang menimbulkan rasa dan bau dalam air dapat bersifat alami maupun anthropogenik.Untuk menghilangkan rasa dan bau karena sebab alami ada beberapa pilihan cara pengolahan yaitu sedimentasi konvensional secara gaya berat (Conventional Gravity Sedimentatin = CGS dan pengembangan udara terlarut (Dissolved Air Flotation = DAF, ozonisasi dan filtrasi dengan karbon aktif granular (Granular Activated Carbon = GAC. 

  9. Algae

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Raven, John A.; Giordano, Mario

    2014-01-01

    Roč. 24, č. 13 (2014), s. 590-595. ISSN 0960-9822 Institutional support: RVO:61388971 Keywords : algae * life cycle * evolution Subject RIV: EE - Microbiology, Virology Impact factor: 9.571, year: 2014

  10. Analisa Kadar Klorida Pada Air Minum Dan Air Sumur Dengan Metode Argentometri

    OpenAIRE

    Sianturi, Novita Sani

    2015-01-01

    Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sekitar tiga perempat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seseorang pun yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Air Sumur merupakan sumber utama persedian air bersih bagi penduduk yang tinggal didaerah perdesaan maupun diperkotaan Indonesia. Kadar klorida yang tinggi, misalnya pada air laut, yang diikuti oleh kadar kalsium dan magnesium yang juga kadarnya tinggi dapat meningkatkan sifat...

  11. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  12. Algae.

    Science.gov (United States)

    Raven, John A; Giordano, Mario

    2014-07-01

    Algae frequently get a bad press. Pond slime is a problem in garden pools, algal blooms can produce toxins that incapacitate or kill animals and humans and even the term seaweed is pejorative - a weed being a plant growing in what humans consider to be the wrong place. Positive aspects of algae are generally less newsworthy - they are the basis of marine food webs, supporting fisheries and charismatic marine megafauna from albatrosses to whales, as well as consuming carbon dioxide and producing oxygen. Here we consider what algae are, their diversity in terms of evolutionary origin, size, shape and life cycles, and their role in the natural environment and in human affairs. PMID:25004359

  13. Penentuan Kadar Kesadahan Total Dalam Air Baku Dan Air Bersih Dengan Titrasi Kompleksiometri Di PT Inalum Kuala Tanjung

    OpenAIRE

    Irmaliasari Banurea

    2009-01-01

    Telah dilakukan penentuan kadar kesadahan total air sungai Tanjung yang merupakan sumber air baku yang diolah menjadi air bersih di PT INALUM KUALA TANJUNG. Analisis air ini dilakukan dengan menggunakan metode titrasi kompleksiometri dengan menggunakan larutan EDTA dan indikator EBT. Air baku dari sungai dan air bersih yang dianalisa masing-masing 10 sampel dan pengolahan air sungai ini memberikan kadar kesadahan total seperti ditetapkan menurut KEP MENKES RI NO. 416/ MENKES/ PER/ IX/ 1990.

  14. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink) untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    OpenAIRE

    Lancur Setoaji; Joni Hermana

    2013-01-01

    Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2), menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan...

  15. PEMBUATAN BIOETANOL DARI ALGA Codium geppiorum DAN PEMANFAATAN BATU KAPUR NUSA PENIDA TERAKTIVASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Karta

    2015-06-01

    Full Text Available  ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi penambahan ragi tape dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol dalam pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum, dan pengaruh variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur Nusa Penida dalam meningkatkan kadar etanol. Penelitian adalah True Experiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial 3 x 4 yang terdiri dari dua faktor. Kadar etanol diukur dengan Gas Chromatography Varian 3300 dan dianalisis dengan Anava dua jalur menggunakan software SPSS 17.0. Hasil penelitian pada kadar etanol hasil fermentasi menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (38,212 > 2,51 dengan probabilitas 0,000 yang berarti adanya interaksi antara variasi konsentrasi ragi dan waktu fermentasi. Perlakuan yang optimum diperoleh pada W3D3 (waktu 7 hari dan konsentrasi 20% yaitu dengan rata-rata 3,03% dari massa sampel alga 25 gram. Hasil penelitian dehidrasi etanol menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (3,082 > 2,51 dengan probabilitas 0,022 yang berarti terdapat interaksi antara suhu aktivasi dan massa batu kapur dalam dehidrasi etanol. Perlakuan yang optimum adalah M1T1 (massa 50 gram dan suhu 800oC dengan rata-rata kadar etanol 99,15 %. Aplikasi batu kapur dengan dehidrasi optimum mampu meningkatkan kadar bioetanol dari 28,92% menjadi 83,78%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ragi tape dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar etanol yang dihasilkan pada pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum; dan variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar etanol.  ABSTRACT: The aims of this research are to determine the effect of the concentration of yeast addition and length of fermentation on the amount of ethanol produced in the fermentation of algae Codium geppiorum and the effect of activation temperature and the amount of Nusa Penida’s limestone on the concentration of ethanol in the

  16. Penggunaan Unit Slow Sand Filter, Ozon Generator dan Rapid Sand Filter untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Dangkal menjadi Air Layak Minum dengan Parameter Kekeruhan, Fe, dan Mn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jami’ah Jami’ah

    2014-09-01

    Full Text Available Air tanah dapat diambil masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Air tanah terkadang belum memenuhi standar kualitas air minum karena adanya kadar besi, mangan dan kekeruhan yang tinggi. Dari permasalahan tersebut diperlukan adanya teknologi pengolahan yang efektif dan efisien bagi masyarakat. Slow sand filter, proses ozonisasi dan rapid sand filter dapat menjadi alternatif pengolahan air sumur dangkal tercemar menjadi air layak minum.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kemampuan unit slow sand filter, ozon generator dan rapid sand filter dalam menyisihkan besi, mangan, dan kekeruhan yang terkandung dalam air minum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada unit slow sand filter untuk beban besi, mangan dan kekeruhan adalah (84,13%; 4842%; 89,21%, pada proses ozonisasi (75,4%; 47,4%; 35,83%, dan pada unit rapid sand filter (79,63%; 72,2%; 64,94%.

  17. PEMISAHAN ION KROM(III DAN KROM(IV DALAM LARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN BIOMASSA ALGA HIJAU SPIROGYRA SUBSALSA SEBAGAI BIOSORBEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Mawardi

    2014-05-01

    Full Text Available Karakteristik pemisahan ion Cr3+ dan Cr6+ dalam larutan melalui proses biosorpsi menggunakan biomassa alga hijau Spirogyra subsalsa dengan sistem batch telah diteliti. Dalam pelaksanaannya diawali dengan melakukan analisis kualitatif gugus fungsi dalam biomassa menggunakan instrumen FTIR, kemudian dipelajari karakteristik pengaruh variabel pH awal larutan, ukuran partikel biosorben, kecepatan pengadukan, pengaruh pemanasan biosorben, laju penyerapan, pengaruh konsentrasi larutan ion logam terhadap kapasitas serapan biomassa alga. Berdasarkan spektra spektroskopi FTIR dapat disimpulkan bahwa  biomassa alga hijau S. Subsalsa mengandung gugus-gugus karboksilat, amina, amida, amino, karbonil dan hidroksil, disamping adanya senyawa silikon, belerang dan fosfor. Hasil penelitian yang diperoleh  memperlihatkan bahwa kapasitas biosorpsi sangat dipengaruhi oleh pH larutan, waktu kontak dan konsentrasi awal larutan. Biosorpsi optimum kation Cr3+ terjadi pada pH 4,0 sedangkan ion Cr6+ terjadi pada pH 2,0 kemudian berkurang dejalan dengan naiknya pH larutan. Perhitungan dengan persamaan Isoterm Langmuir diperoleh data kapasitas serapan maksimum biomassa alga S. subsalsa untuk masing-masing ion Cr3+ dan Cr6+ adalah 1,82 mg (0,035 mmol dan 1,51 mg (0,029 mmol per gram biomassa kering. Kinetika biosorpsi berlangsung relatif cepat, dimana selama selang waktu 30 menit, masing-masing ion terserap sekitar 95,7%; dan 86,5%. Daya serap biomassa juga dipengaruhi kecepatan pengadukan, sedangkan faktor ukuran partikel dan pemanasan biosorben kurang mempengaruhi daya serap biomassa. Key Word : biosorpsi, spirogyra subsalsa, krom(III, krom(VI, sistem batchAbstract Separation of Ion Chromium(III and Chromium(IV In Solution Using Green Algae Biomass Spirogyra subsalsa as Biosorbent. The characteristics of Cr3+andCr6+ ion separation in solution through biosorption process using green algal biomass Spirogyrasubsalsa with batch systems have been investigated. The study

  18. Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Filter Media Zeolit Alam dan Pasir Aktif Menjadi Air Bersih

    OpenAIRE

    Qorry Nugrahayu; Alfan Purnomo

    2013-01-01

    Salah satu syarat yang harus terpenuhi dalam kualitas air minum dalam parameter kimia adalah kesadahan. Salah satu kesadahan adalah kesadahan kalsium atau yang lebih sering dikenal dengan air kapur. Pada umumnya air tanah atau air sumur mempunyai tingkat kesadahan yang tinggi. Masalah lain yang timbul dari air tanah adalah kandungan Fe dan Mn yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi media filter yang efektif dan efisien untuk mereduksi kesadahan Kalsium, Fe dan Mn dala...

  19. BEBERAPA MARGA ALGA BENANG DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEBERADAAN VEKTOR MALARIA DI BALI UTARA

    OpenAIRE

    I. G. Seregeg

    2012-01-01

    A study of filamentous algae and its relation to malaria vector control was conducted during the dry season in several lagoons at the north coast of Bali. Floating masses of these algae under the sunshine barricated the spread of solar-triton larvicide, reducing tremendously the effectiveness of the larvicide. Identification of the genera of these algae under the subphyllum of CYANOPHYTA (Blue Algae) in the family of Cyanophyceae were Oscillatoria, Spirulina, Phormidium, Rivularia, Nostoc, an...

  20. Evaluasi Debit Air Dan Diameter Pipa Distribusi Air Bersih Di Perumahan Kampung Nelayan Kelurahan Nelayan Indah Belawan

    OpenAIRE

    Pratama, Septian

    2011-01-01

    Suplai air bersih di Kota Medan dan sejumlah wilayah kota sekitarnya dilayani oleh PDAM Tirtanadi sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara, dan dikenal sebagai perusahaan air yang efisien operasinya, baik secara teknis maupun fungsional di Indonesia. Namun penambahan jumlah konsumen yang tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas jaringan, penyediaan dan pelayanan air bersih, telah menimbulkan suatu kesulitan dimana air bersih yang terse...

  1. Kandungan Kadar Seng ( Zn ) Dan Besi ( Fe ) Dalam Air Minum Dari Depot Air Minum Isi Ulang Air Pegunungan Sibolangit Di Kota Medan

    OpenAIRE

    Kumpulan Kacaribu

    2008-01-01

    Telah dilakukan penelitian kadar seng ( Zn ) dan kadar besi ( Fe ) dari sampel air baku dari tempat pengisian air di pegunungan Sibolangit, air baku dari tangki mobil pengangkut air minum dan air minum dari Depot air minum isi ulang di Kota Medan. Penelitian ini membandingkan pula antara destruksi dengan menggunakan HNO3 pekat dengan destruksi dengan menggunakan aqua regia. Besarnya kandungan seng ( Zn ) dan besi ( Fe ) yang terdapat dalam sampel dianalisa dengan menggunakan Spektrosfotometr...

  2. BEBERAPA MARGA ALGA BENANG DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEBERADAAN VEKTOR MALARIA DI BALI UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available A study of filamentous algae and its relation to malaria vector control was conducted during the dry season in several lagoons at the north coast of Bali. Floating masses of these algae under the sunshine barricated the spread of solar-triton larvicide, reducing tremendously the effectiveness of the larvicide. Identification of the genera of these algae under the subphyllum of CYANOPHYTA (Blue Algae in the family of Cyanophyceae were Oscillatoria, Spirulina, Phormidium, Rivularia, Nostoc, and Anabaena; under the subphyllum of CHLOROPHYTA (Green Algae in the family of Chlorophyceae were Enteromorpha, Spirogyra, Mougeotia, Zygnema, and Oedogonium. The surface of water in between the floating masses of algae were an exellent breeding place of mosquitoes mainly Anopheles sundaicus. The density of Enteromorpha, the main attractant of An sundaicus compared to other filamantous algae, has no direct relation on the density of An. sundaicus larva. Hence Enteromorpha could only be considered as the indicator of the presence of larvae and not as the indicator of population densities of larvae Lagoons surrounded with mangrove plantations did not harbour filamentous algae and larvae of An. sundaicus were not found.

  3. KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN SOCAH DAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Andy Nugraha

    2009-10-01

    Full Text Available Logam berat sangat berbahaya bagi biota laut maupun trofik level diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat di perairan Socah dan Kwanyar kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan. Pengambilan sampel air menggunakan botol sampel, sedangkan pengambilan sampel sedimen menggunakan grab sampler. Sampel kemudian dianalisa dengan spektrofotometer serapan atom (SSA. Hasil menunjukkan bahwa kandungan logam berat Cd, Cu, Pb, dan Hg pada air di perairan Socah dan Kwanyar masih dibawah ambang batas baku mutu air laut, sedangkan kandungan logam berat di sedimen melebihi ambang batas baku mutu air laut untuk biota laut. Secara umum, kandungan logam berat di sedimen lebih tinggi dari pada kandungan logam berat di air. Kata Kunci : Logam berat, Pencemaran, Spektrophotometer  HEAVY METALS CONTENTS IN WATER AND SEDIMENT IN KWANYAR AND SOCAH WATER, BANGKALANHeavy metals are very dangerous for marine life as well as the trophic level above. This study aims to determine the content of heavy metals in the waters Socah and Kwanyar Bangkalan. This study was conducted over 3 months. Water sampled using a sample bottle, while sediment samples was taken using a grab sampler. The sample was then analyzed by atomic absorption spectrophotometer (AAS. Results showed that the content of heavy metals Cd, Cu, Pb and Hg in the water in the Socah and Kwanyar waters still below the seawater quality standard limits, whereas the heavy metal content in sediments exceeded the water quality standard for marine sea. In general, the content of heavy metals in sediment is higher than on the water.Keywords: Heavy metals, Pollution, AAS

  4. EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN ZODIA (Evodia suaveolens) DENGAN METODE MASERASI DAN DISTILASI AIR

    OpenAIRE

    Prima Astuti Handayani; Heti Nurcahyanti

    2014-01-01

    Daun zodia merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati. Daun zodia mengandung senyawa aktif limonene yang bersifat neurotoksin terhadap serangga. Pengambilan minyak atsiri daun zodia dilakuan dengan metode maserasi dan metode distilasi air. Pada metode maserasi bahan digunakan etanol dan dimaserasi selama 3x24 jam. Kemudian didistilasi untuk menguapkan pelarut etanol. Untuk metode distilasi air bahan didistilasi selama 3 jam, campuran minyak dan air dipisahkan dengan menamba...

  5. Studi Kelayakan Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih di Kawasan Wisata dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Pantai Prigi, Trenggalek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agista Ayuningtyas Puspita Dwijayani

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan air bersih diperlukan pula dalam bidang kepariwisataan. Salah satunya ialah kawasan wisata alam Pantai Prigi, Trenggalek. Namun kondisi air saat ini masih memiliki kandungan TDS (Total Dissolved Solid dan salinitas yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk mengolah air asin menjadi air tawar agar memenuhi standar baku mutu air bersih. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengolah air asin atau payau menjadi air tawar adalah dengan sistem Reverse Osmosis (RO. Penentuan kapasitas SWRO ditentukan dengan memproyeksikan jumlah pengunjung kawasan wisata Pantai Prigi dan kebutuhan air kolam apung hingga tahun 2023. Hasil proyeksi diperoleh kebutuhan air sebesar 729,40 m3/hari pada penggunaan maksimum. Dengan desain SWRO yaitu menggunakan pretreatment rapid sand filter dan filter karbon aktif untuk meremoval kandungan TDS, kesadahan total, khlorida, sulfat, dan bilangan KMnO4 (zat organik. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem pengolahan air laut dengan SWRO sebesar Rp 5.077.307.500,00.Perencanaan sistem pengolahan air laut menjadi layak jika air reject dari SWRO sebesar 1463,28 m3/hari dimanfaatkan menjadi wisata kolam apung, garam, dan air nigari dengan investasi total sebesar Rp 7.326.095.500,00. Dengan analisa kelayakan secara ekonomi  menggunakan prinsip ekonomi teknik, pada alternatif ini diperoleh nilai NPV sebesar Rp 25.024.360.250,24 ; IRR sebesar 23,7% ; dan Payback periode pada tahun ke-3 dengan keuntungan yang diperoleh Rp 3.915.665.044,80 per tahun.

  6. Design, Construction, and Validation of an Internally Lit Air-Lift Photobioreactor for Growing Algae

    OpenAIRE

    Hincapie, Esteban; Stuart, Ben J.

    2015-01-01

    A novel 28 L photobioreactor for growing algae was developed using fiber optics for internal illumination. The proposed design uses the air-lift principle to enhance the culture circulation and induce light/dark cycles to the microorganisms. Optical fibers were used to distribute photons inside the culture media providing an opportunity to control both light cycle and intensity. The fibers were coupled to an artificial light source; however, the development of this approach aims for the futur...

  7. PERGANTIAN POPULASI BAKTERI HETEROTROF, ALGAE DAN PROTOZOA DI LAGOON BTDC UNIT PENANGANAN LIMBAH NUSA DUA BALI

    OpenAIRE

    Ni Made Susun Parwanayoni

    2012-01-01

    This research was carried out at Nusa Dua Lagoon, Nusa Dua – Bali in the year of 2006. The research was aimed to find out the concentration of heterotrophic bacteria, algae and protozoa, as well as to observe the change of the population in the lagoon. Results of this study showed that the highest concentration of the population of heterotrophic bacteria was on pond 4b (aerated pond 2), algae population was highest at pond 5a (sedimentation pond 1), and the population of protozoa was ...

  8. Prototipe Pompa Vakum untuk Menaikkan Air dari Sumur dengan Memanfaatkan Pipa Kapiler dan Gaya Gravitasi

    OpenAIRE

    Subar

    2015-01-01

    Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Daerah yang jauh dari sumber air membutuhkan sebuah pompa untuk memindahkannya. Pada umumnya, digunakan pompa sentrifugal untuk mengatasinya, tetapi pompa ini membutuhkan energi listrik atau bahan bakar untuk mengoperasikannya, dan energi listrik atau bahan bakar ini terkadang menjadi sebuah kendala. Pompa vakum yang memamfaatkan gaya gravitasi dan kapilaritas dan pompa hidram merupakan solusi dari permasalahan ini karena tidak menggunakan energ...

  9. KOMBINASI ULTRAFILTRASI DAN DISSOLVED AIR FLOTATION UNTUK PEMEKATAN MIKROALGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Widiasa

    2014-05-01

    Full Text Available Abstrak Mikroalga merupakan mikroorganisme fotosintetik prokariotik atau eukariotik yang dapat tumbuh dengan cepat. Pemanfaatan mikroalga tidak hanya berorientasi sebagai pakan alami untuk akuakultur, tetapi terus berkembang untuk bahan baku produksi pakan ternak, pigmen warna, bahan farmasi (β-carotene, antibiotik, asam lemak omega-3, bahan kosmetik, pupuk organik, dan biofuel (biodiesel, bioetanol, biogas, dan biohidrogen. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi kombinasi ultrafiltrasi (UF – dissolved air flotation (DAF untuk pemekatan mikroalga skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan fluks membran UF secara tajam sebagai akibat dari deposisi sel mikroalga terjadi pada 20 menit pertama proses filtrasi. Backwash pada interval 20 menit selama 10 detik dengan tekanan 1 bar memberikan pengendalian fouling yang efektif dalam nilai kestabilan fluks yang layak. Membran UF yang digunakan dapat memberikan selektivitas pemisahan biomassa mikroalga ~ 100%. Kualitas permeat sangat stabil, yaitu kekeruhan < 0,5 NTU, kandungan organik < 10 mg/L, dan warna < 10 PCU. Lebih lanjut, pemekatan retentat membran dengan DAF pada tekanan saturasi 6 bar dapat menghasilkan pasta mikroalga dengan konsentrasi 20 g/L. Koagulan PAC perlu ditambahkan kedalam umpan DAF dengan dosis 1,3–1,6 mg PAC/mg padatan tersuspensi.   Kata Kunci: ultrafiltrasi; dissolved air flotation; pemanenan mikroalga; pemekatan mikroalga   Abstract COMBINATION OF Ultrafiltration and Dissolved Air Flotation for Microalgae CONCENTRATION. Microalgae is a prokaryotic photosynthetic microorganism or eukaryotic microorganism  that proliferate rapidly. Cultivation of the microalgae is not only oriented  as natural food for aquacultures, but also developed  for animal food, color pigment, pharmaceutical raw material (β-carotene, antibiotic, fatty acid omega-3, cosmetic raw material, organic fertilizer, and biofuels (biodiesel, bioethanol, biogas, and biohydrogen. This

  10. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS DI SUNGAI KAHAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Heriamariaty

    2012-02-01

    Full Text Available The absence of Public Mining Area and continued use of mercury is responsible for the illegal gold mining and water pollution in Kahayan river. Efforts must be made to avoid and overcome environmental impact by strengthening coordination in central and regional level; empowering local community; and imposing sanction as law enforcement method. Belum adanya Wilayah Pertambangan Rakyat serta penggunaan merkuri mendorong terjadinya penambangan emas tanpa izin dan pencemaran air di Sungai Kahayan. Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran ini diperlukan koordinasi di tingkat pusat dan daerah; penyuluhan dan pendekatan di bidang sosial, ekonomi, budaya, hukum, dan teknologi; serta penegakan hukum secara tegas melalui penerapan sanksi.

  11. KAJIAN EKSPERIMENTAL PADA MIKROSTRUKTUR DAN KEKUATAN BETON YANG MENGGUNAKAN AIR LAUT, PASIR LAUT DAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT SEBAGAI INOVASI TEKNOLOGI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PULAU- PULAU TERPENCIL

    OpenAIRE

    Wihardi Tjaronge; Rita Irmawaty; Sakti Adji Adisasmita

    2014-01-01

    Kajian Eksperimental pada Mikrostruktur dan Kekuatan Beton yang Menggunakan Air Laut, Pasir Laut dan Semen Portland Komposit sebagai Inovasi Teknologi untuk Mendukung Pembangunan Pulau-Pulau Terpencil RINGKASAN Kendala utama pengembangan budidaya perairan (aqua culture) dan pembangunan infrastruktur di gugusan pulau-pulau terpencil serta daerah pesisir pantai yang lebih rendah dari permukaan air laut (low land) adalah sumber air bersih yang tidak memadai untuk memproduksi beton. P...

  12. Pengaruh Konsentrasi Dispersan Polimetil Metakrilat Dan Waktu Perendaman Terhadap Kehilangan Berat Logam Besi Dalam Air Laut

    OpenAIRE

    Lubis, Syamsul Bachri

    2010-01-01

    Bila suatu logam dibiarkan dalam air laut, maka molekul air akan membasahi permukaan logam yang akhirnya akan membentuk suatu lapisan karat, besi menjadi terkorosi. Dalam penelitian ini untuk memperlambat terjadinya korosi, plat besi direndam dalam air laut yang tidak mengandung dispersan Polimetil metakrilat (PMMA) dan yang mengandung PMMA, dimana konsentrasi dan waktu perendamannya divariasikan. Untuk menentukan besarnya kehilangan berat plat besi akibat korosi dilakukan dengan cara...

  13. Penelusuran Protein Bioaktif dalam Makro Alga Sebagai Bahan Antibakteri dan Antijamur

    OpenAIRE

    Ahyar, Ahmad

    2007-01-01

    A research on anti-microbial bioactivity of protein fraction isolated from several species of macro algae of baranglompo island in South Sulawesi by using polar solvent buffer of 0.1 M Tris-HCl with pH 8.3 containing 2 M NaCl 0.01 M CaCl2, 1% ??-mercaptoethanol, 0.5 % Triton X-100 has been conducted. The concentration of protein was determined by the lowry method and the bioactivity tes was investigated by a gel diffusion method. Results showed that the concentration of protein in the crude e...

  14. Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih

    OpenAIRE

    Gianina Qurrata Dinora; Alfan Purnomo

    2013-01-01

    Salah satu syarat kimia yang harus dipenuhi dalam air bersih adalah kesadahan. Salah satu penyebab utama terjadinya kesadahan adalah kandungan Ca2+ (kesadahan kalsium) atau biasanya disebut air kapur. Selain kandungan air kapur yang tinggi, penyebab air tanah tidak dapat langsung digunakan adalah kadungan besi dan mangan yang tinggi pula. Untuk itu, dibutuhkan unit filter skala rumah tangga yang dapat menjadi pengolahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini  bertujuan...

  15. Penggunaan Unit Slow Sand Filter, Ozon Generator dan Rapid Sand Filter Skala Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Dangkal Menjadi Air Layak Minum (Parameter Zat Organik dan Deterjen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Prawita Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Air sumur merupakan air tanah yang sering kali digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Air sumur dengan kadar organik dan deterjen tinggi tidak layak dikonsumsi masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, adanya zat organik dan deterjen mempengaruhi warna dan bau air sumur sehingga tidak layak konsumsi. Slow sand filter merupakan unit pengolahan yang mampu meremoval zat organik pada air. Slow sand filter dan rapid sand filter tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pengolahan sehingga lebih ekonomis dan efektif. Sedangkan ozon, efektif digunakan untuk meremoval zat organik yang ada dalam air dengan mengubah rantai zat organik menjadi lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan slow sand filter, ozon generator dan rapid sand filter dalam menyisihkan beban deterjen dan zat organik pada air sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada unit slow sand filter untuk beban organik dan deterjen sebesar 57,6% dan 60,5 %, pada unit ozonasi sebesar 47,4% dan 17,5%, dan pada unit rapid sand filter sebesar 50,0% dan 50,9 %.

  16. PERANCANGAN DAN PEMBUATAB ALAT UKUR KADAR KROM DALAM AIR DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tin Yunis Mahfudloh, Mohammad Tirono

    2012-04-01

    Full Text Available Air adalah bahan yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Air steril dengan kandungan mineral yang cukup dan tidak terpolusi dapat berperan sebagai cairan yang menata keseimbangan tubuh. Apabila air yang dikosumsi manusia telah tercemar oleh sampah dan limbah industri yang mengandung zat-zat kimia/logam berat yang bersifat racun akan berbahaya Seperti kromium/krom dengan kode kimiawi Cr. Penelitian dilakukan untuk membuat alat ukur kadar krom dalam air dengan metode absorpsi dengan instrumen fotometri. Alat ukur kadar krom dalam air menggunakan prinsip spektroskopi serapan atom terdiri dari 2 sistem, yaitu sistem optik dan sistem elektronik. Sistem optik terdiri dari lampu halogen, filter cahaya dengan panjang gelombang 520.4, kuvet dan sensor photodioda. Sedangkan sistem elektronik terdiri dari ADC 0804, MCU AT89S51 dan LCD.  Prinsip keja alat ini adalah cahaya polikromatis yang dipancarkan oleh lampu halogen akan melewati filter sehingga cahaya polikromatis akan bersifat monokromatis. Cahaya akan melewati air dengan kadar krom 0% untuk mereset reagen dan pelarut kemudian dideteksi oleh sensor sehingga menghasilkan data I0. Setelah dideteksi air  akan bergeser ke atas dan sensor bergeser kebelakang untuk mendeteksi sampel yang mempunyai kadar krom tertentu dan menghasilkan data I1. Di dalam sampel ini terjadi penyerapan intensitas cahaya oleh atom krom. Kemudian data I0 dan I1 akan diolah oleh MCU AT89S51 dan ditampilkan pada LCD. Sampel yang digunakan adalah larutan H2O dengan K2Cr2O7 sebanyak 10 sampel dengan variasi kadar 0%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, 3%, 3.5%, 4%, 4.5%, dan 5%. Larutan krom diperoleh dengan cara mengencerkan 10gr K2Cr2O7 dalam 100ml H2O sehingga didapatkan K2Cr2O7 10% sebagai larutan stok, selanjutnya untuk mendapatkan K2Cr2O7 dengan kadar tertentu, maka diambil dari larutan stok kemudian diencerkan sampai volume 25 ml sesuai dengan rumus M1 V1 =M 2 V2 Hasil pegujian pada sistem elektronik menunjukkan

  17. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+) dalam Air

    OpenAIRE

    I. G. Seregeg; M. S. Saeni

    2012-01-01

    Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis) welingi (Cyperus sp), purun (Typha sp.), tales-talesan (Typhonium sp), kangkung (Ipomoea aquatica) terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, s...

  18. Proses sejatpeluhan tumbuhan terpilih sebagai kaedah mendapatkan dan menangani masalah sumber air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Main Rindam

    2010-04-01

    Full Text Available Transpirasi melibatkan perpindahan wap air ke atmosfera daripada rembesan melalui sejatan stomata daun oleh perpeluhan. Istilah transpirasi digunakan dalam kajian iklim, cuaca dan hidrologi untuk mewakili kehilangan air daripada proses perpeluhan secara langsung daripada tumbuh-tumbuhan. Transpirasi ialah kuantiti air yang disejat daripada tumbuhan jika air mengalami lembapan yang optimum. Fisiologi pokok seperti saiz, luas permukaan daun dan tahap pertumbuhan sebatang pokok memainkan peranan dalam mempengaruhi transpirasi. Kajian ini bertujuan mengenal pasti pengaruh proses transpirasi sebagai proses deuterasi (hidrasi. dengan menggunakan kaedah kerja makmal dan lapangan dalam jangka masa seminggu. Teknik timbang dan pembungkusan digunakan bagi mendapatkan kepelbagaian ukuran jumlah air yang hilang daripada tumbuhan. Pokok yang digunakan bagi kajian ini ialah pokok herba Misai Kucing atau nama saintifiknya Orthosiphon stamineus dan tergolong dalam keluarga Labiatae. Dapatan kajian menunjukkan bahawa proses transpirasi wap air dari Misai Kucing mempunyai keupayaan untuk bukan sahaja menghilangkan atau membebaskan air dalam jumlah yang banyak tetapi juga memberikan impak kepada kelestarian sesebuah bandar. Ia bukan sahaja menjadi petunjuk tentang potensi deuterasi yang mampu dihasilkan apabila digunakan dalam bentuk produk akhir kesihatan tetapi juga dalam bentuk produk yang lebih penting bagi kehidupan manusia iaitu pengeluar oksigen (O2.

  19. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR UNTUK IRIGASI DI KABUPATEN SLEMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Listyawati

    2012-07-01

    Full Text Available Supervision and control of utilization of water resources for irrigation in Sleman regency is vital in realizing fair use of water resources. This descriptive-qualitative study finds that preventive-internal supervision has been consistent with those set forth in the working procedures and that repressiveinternal supervision is present in the form of sanctions. The locals enjoy preventive and repressive eksternal supervisionary role, which is manifested in local gatherings and public reporting system. We also find that the government exerts control by licensing, reprimands, advocacy, direction, and conflict resolution mechanisms. Practical problems include the absence of provincial irrigation commission and specific agencies that supervise the enforcement of mediation. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumber daya air untuk irigasi di Kabupaten Sleman sangat penting dalam mewujudkan penggunaan sumber daya air yang adil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan internal-preventif telah sesuai dengan yang dimandatkan oleh tugas pokok dan fungsi dan bahwa pengawasan internal-represif telah dilaksanakan dalam bentuk sanksi. Masyarakat melakukan pengawasan preventif dan represif dalam bentuk sarasehan/musyawarah dan sistem pelaporan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah mengendalikan penggunaan sumber daya air dengan menyelenggarakan sistem perizinan, teguran, pembinaan, dan penyelesaian sengketa. Beberapa masalah yang ditemukan di lapangan antara lain adalah tidak adanya komisi irigasi provinsi dan lembaga pengawas khusus yang mengawasi pelaksanaan putusan mediasi.  

  20. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+ dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis welingi (Cyperus sp, purun (Typha sp., tales-talesan (Typhonium sp, kangkung (Ipomoea aquatica terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, seluruh perlakuan diulang dua kali. Hasilnya menunjukkan, bahwa semua jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan yang paling kuat ditunjukkan oleh purun disusul berturut-turut oleh welingi, mendong, kangkung dan tales-talesan. Pengaruh tanam terhadap Pb2+ menunjukkan, daya serap yang cukup kuat dan pola urutannya sama seperti yang ditunjukkan terhadap Cr2+. Tanaman yang tumbuh tegak dengan batang yang kuat (rumput-rumputan mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman menjalar.

  1. Perancangan Mesin Pencampur Kelapa Parut Dan Air Pada Alat Pemeras Santan Kelapa

    OpenAIRE

    Sagala, Baginda Amin

    2013-01-01

    Santan merupakan cairan yang berwarna putih dan kental, yang diperoleh dengan cara memeras daging kelapa segar yang telah diparut atau dihancurkan dengan penambahan air. Dalam industri makanan di Indonesia, peran santan sangat penting baik sebagai penambah aroma, cita rasa dan perbaikan tekstur bahan pangan hasil olahan. Pemanfaatan santan pada umumnya adalah untuk bahan campuran masakan baik di rumah tangga, restoran maupun industri rumahan, seperti pembuatan panganan seperti kue. Dalam pros...

  2. Analisis Kualitas Air Dan Hubungannya Dengan Keanekaragaman Vegetasi Akuatik Di Perairan Balige Danau Toba

    OpenAIRE

    Juliana Silalahi

    2010-01-01

    Analisis kualitas air dan hubungannya dengan keanekaragaman vegetasi akuatik telah diteliti pada bulan Agustus 2008 – Maret 2009 pada 4 lokasi penelitian di Perairan Danau Toba, Balige. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Random Sampling berdasarkan aktivitas yang bervariasi pada masing-masing lokasi penelitian, dan setiap stasiun dibagi menjadi 3 titik dengan masing-masing kedalaman yang berbeda yaitu 0m, 5m, 10m, 15m. Analisis dilakukan dengan komputerisasi Prog...

  3. Perancangan Dan Pengujian Distilasi Air Laut Tipe Atap Menggunakan Energi Surya

    OpenAIRE

    Silitonga, Putra Candika

    2010-01-01

    Energi tidak dapat diciptakan danjuga tidak dapt dimusnahkan. Tetapi dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Untuk mengubah energi kalor menjadi energi air, digunakan penukar kalor dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya. Pengujian ini mencoba memanfaatkan energi yang diterima bumi untuk menyuling air laut menjadi air bersih yang dapat digunakan oleh masyarakat umum khususnya dibidang kesehatan. Pada pengujian digunakan bak fiber dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter tinggi 1 m...

  4. Analisis Pengaruh Salinitas dan Temperatur Air Laut pada Wet Underwater Welding terhadap Laju Korosi

    OpenAIRE

    Adrian Dwilaksono; Heri Supomo; Triwilaswandio Wuruk Pribadi

    2013-01-01

    Struktur konstruksi badan kapal lambat laut mengalami kerusakan . Apabila kapal mengalami kerusakan pada konisi darurat, pekerjaan las bawah air menjadi hal yang diutamakan. Sedangkan faktor korosi pada pengelasan basah bawah air merupakan masalah yang pasti terjadi. Melalu penelitian ini dikaji perbandingan laju korosi sambungan las material baja karbon rendah yang diberi perlakuan pengelasan basah bawah air dengan salinitas 33‰ , 35‰ dan suhu 200C, 250C. Dari keempat variasi pengelasan ters...

  5. Analisis Kualitas Air dan Hubungannya dengan Keanekaragaman Vegetasi Akuatik di Perairan Parapat Danau Toba

    OpenAIRE

    Eva Fitra

    2009-01-01

    Analisis kualitas air dan hubungannya dengan keanekaragaman vegetasi akuatik telah diteliti pada bulan Januari 2008-April 2008. Metode yang digunakan dalam menentukan lokasi pengambilan sampel adalah “Purpose Random Sampling”. Analisis kualitas air dilihat dari kandungan faktor fisik kimia air yang dianalisis di Puslit SDAL Universitas Sumatera Utara. Identifikasi sampel vegetasi akuatik dilakukan di Laboraturium Ekologi FMIPA Universitas Sumatera Utara Hasil penelitan menunjukkan sifat fi...

  6. Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo Ditinjau Dari Perilaku dan Pemeliharaan Alat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoga Ardy Pradana

    2013-09-01

    Full Text Available Seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini dan diiringi dengan semakin sibuknya aktivitas manusia maka masyarakat cenderung memilih cara yang lebih praktis dengan biaya relatif murah dalam memenuhi kebutuhan air minum yaitu dengan menggunakan air minum isi ulang  terutama di kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Agar air minum isi ulang yang dikonsumsi oleh masyarakat di kecamatan Sukodono, Sidoarjo aman untuk dikonsumsi, maka perlu dilakukan uji kualitas apakah kandungan dalam air minum isi ulang sudah memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan No 492/MENKES/PER/IV/2010 tantang persyaratan kualitas air minum. Parameter yang diuji meliputi Total Coliform, TDS, Kekeruhan dan Warna. Kualitas air minum isi ulang ditunjang oleh cara pemeliharaan peralatan produksi. Prosedur pemeliharaan alat dari masing-masing depo air minum isi ulang diperoleh melalui wawancara dan penggunaan kuesioner. Hasil uji laboratorium dari 8 depo air minum isi ulang ada yang belum memenuhi parameter Total Koliform sebanyak 5 depo. Berdasarkan hasil kuesioner 5 depo tersebut termasuk dalam kategori cukup, yang berarti masih kurang dalam melakukan pemeliharaan alat.

  7. PENGARUH VISKOSITAS DAN LAJU ALIR TERHADAP HIDRODINAMIKA DAN PERPINDAHAN MASSA DALAM PROSES PRODUKSI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR AIR-LIFT DAN KAPANG Aspergilus Niger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kristinah Haryani

    2012-04-01

    Full Text Available  EFFECT OF VISCOSITY AND FLOW RATE ON THE HYDRODYNAMICS AND MASS TRANSFER ON CITRIC ACID PRODUCTION USING Aspergilus Niger YEAST IN AN AIR-LIFT BIOREACTOR. Citric acid is an important organic acid that has many advantages used in foods, drinks, pharmaceuticals industries. Waste of pine apple (covers and core of the fruit still have high contents of glucose and sucrose components, that these are potentially used as basic material for making citric acid by means of fermentation using Aspergillus niger. The reactor to do so is a reactor air-lift external loop with 88 cm in height, 45.41 cm2 in riser area, and 2.01 cm2 in downcomer area. This research is intended to study the influence of volumetric flow and viscosity upon mass transfer in the fermentation process of citric. The variable factors are concentration of total sugar (5 to 25% and of volumetric flow of gas 9.4 to 23.3 cc/second. A dynamic method used to measure of the constants transfer  of gas-fluid mass where oxygen concentration soluted is measured every 30 second using DO meter device. Result of this research shows that the increase of viscosity causes the decrease of hold up gas and fluid circulation speed of the fluid, and the decrease of the constants of mass transfer. The increase of air speed flow will cause the increase of hold up gas and fluid circulation speed, and constants of mass transfer. Relation of the constraints of mass transfer to volumetric flow and viscosity is formulated as follow    Asam sitrat adalah asam organik penting yang sangat banyak kegunaannya seperti untuk industri makanan, minuman, farmasi, dan sebagainya. Limbah nanas (kulit dan bonggol masih mengandung kadar glukosa dan sukrosa yang cukup tinggi, sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat dengan cara fermentasi bantuan kapang Aspergillus niger. Reaktor yang digunakan adalah reactor air-lift external loop. Reaktor yang digunakan berdimensi tinggi 88 cm, luas daerah riser 46

  8. TEKNIK PENGATURAN AIR PADA INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI-BERBASIS ORGANIK (IPAT-BO UNTUK MENINGKATKAN POPULASI RHIZOBACTERIA, EFISIENSI PENGGUNAAN AIR, PERAKARAN TANAMAN, DAN HASIL TANAMAN PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hingdri -

    2013-03-01

    Full Text Available Teknik pengaturan air pada budidaya tanaman padi melalui Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui aktivitas rhizobacteria, tingkat efisiensi penggunaan air, perkaran tanaman, dan hasil tanaman pada berbagai teknik pengaturan air.Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari pada inceptisol pada skala pot plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK faktor tunggal dengan 16 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu terdiri dari kombinasi antara perlakuan air dan empat varietas. Perlakuan air: tinggi muka air + 5cm, 0 cm, – 5 cm dan  – 10 cm. Empat varietas: Ciherang, Sintanur, Inpari 13 dan Fatmawati..Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruhnyata terhadap populasi Rhizobacteria, perkembangan akar, dan hasil tanaman. Perlakuan tinggi muka air – 10 cm varietas Fatmawati memberikan hasil tertinggi pada volume akar 186,67 ml, populasi bakteri Azotobacter sp. (1,43 x 1010 CFU g-1, bakteri pelarut fosfat (6,07 x 108 CFU g-1, hasil tanaman tertinggi 95,9 g rumpun-1 setara dengan 9,14 ton ha-1 serta meningkatkan efisiensi penggunaan air 47,1 % dibandingkan dengan pengenangan 5 cm.Kata kunci:  Teknik pengaturan air, efisiensi penggunaan air, IPAT-BO, populasi rhizobakteria

  9. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR PERASAN KULIT JERUK MANIS DAN TEMEPHOS TERHADAP MORTALITAS LARVA Aedes aegypti

    OpenAIRE

    Ekasari, Ranti; Ishak, Hasanuddin; Manyullei, Syamsuar

    2015-01-01

    Penggunaan larvasida merupakan salah satu cara untuk mengurangi jumlah larva Aedes aegypti yang dapat berkembang menjadi vektor penular penyakit DBD. Larvasida kimia yang paling sering digunakan adalah temephos, selain itu adapula larvasida alami yang dapat digunakan yaitu air perasan kulit jeruk manis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas larvasida kimia yaitu temephos dan larvasida alami yaitu air perasan kulit jeruk manis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah peneliti...

  10. Analisis Pengaruh Salinitas dan Temperatur Air Laut pada Wet Underwater Welding terhadap Laju Korosi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Dwilaksono

    2013-03-01

    Full Text Available Struktur konstruksi badan kapal lambat laut mengalami kerusakan . Apabila kapal mengalami kerusakan pada konisi darurat, pekerjaan las bawah air menjadi hal yang diutamakan. Sedangkan faktor korosi pada pengelasan basah bawah air merupakan masalah yang pasti terjadi. Melalu penelitian ini dikaji perbandingan laju korosi sambungan las material baja karbon rendah yang diberi perlakuan pengelasan basah bawah air dengan salinitas 33‰ , 35‰ dan suhu 200C, 250C. Dari keempat variasi pengelasan tersebut diberikan variasi ketebalan pelat sebagai pembanding. Penelitian laju korosi dilakukan dengan pengujian terhadap material baja A36 yang dilas menggunakan metode SMAW pada pengelasan basah bawah air pada posisi 1G (datar dengan elektroda AWS E-6013 yang dilapisi isolasi yang bersifat kedap air. Dari data pengujian laju korosi  diketahui bahwa pengelasan basah bawah air dengan salinitas 35‰ lebih tinggi di bandingkan dengan pengelasan basah bawah air dengan salinitas 33‰, sedangkan untuk pengujian laju korosi dengan variasi suhu diketahui bahwa dengan suhu 250C cenderung lebih besar, meskipun hasil nya tidak signifikan dibandingkan dengan suhu 200C, dan semakin tebal pelat, laju korosinya juga cenderung lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketebalan yang berkurang pada Salinitas 33‰ dan Suhu 200C yaitu sebesar 0.2124 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.2139(mm/year pada plat 10mm, Sedangkan untuk plat 12 mm , suhu 200C yaitu sebesar 0.3203 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.3205 (mm/year. Untuk Salinitas 35‰ dan Suhu 200C yaitu sebesar 0.4521 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.4538(mm/year pada plat 10mm, Sedangkan untuk plat 12 mm , suhu 200C yaitu sebesar 0.5547 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.5550 (mm/year.

  11. Konsep Pengendalian Legionellosis Pada Pekerja Pengelola Sistem Air Conditioning (Ac) Sentral, Reservoir Dan Air Mancur Hotel Di Kota Medan Tahun 2004

    OpenAIRE

    Inggritta Rimenda Ginting

    2008-01-01

    Legionellosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophila yang senang berkembang biak pada sistem AC sentral, Reservoir, Air mancur yang tidak terjaga hygiene dan sanitasinya. Data dari Depkes RI menunjukkan 38,9% pekerja hotel di Kota Medan positif legionellosis dan belum ada upaya pengendaliannya. Penelitian ini dilaksanakan terhadap 62 pekerja pengelola sistem AC sentral, reservoir, air mancur pada 8 hotel di Kota Medan untuk rnengetahui gambaran karak...

  12. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS DI SUNGAI KAHAYAN

    OpenAIRE

    Mrs. Heriamariaty

    2012-01-01

    The absence of Public Mining Area and continued use of mercury is responsible for the illegal gold mining and water pollution in Kahayan river. Efforts must be made to avoid and overcome environmental impact by strengthening coordination in central and regional level; empowering local community; and imposing sanction as law enforcement method. Belum adanya Wilayah Pertambangan Rakyat serta penggunaan merkuri mendorong terjadinya penambangan emas tanpa izin dan pencemaran air di Sungai Kahayan...

  13. Unjuk Kerja Pemanas Air Jenis Kolektor Surya Plat Datar dengan Satu dan Dua Kaca Penutup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahardjo Tirtoatmodjo

    1999-01-01

    Full Text Available Warm water is needed by humanbeing to take a bath, wash their clothes, their dishes etc. By the photothermal conversion, the solar energy can be used to heat the water. Flat solar collector is a tool which is used to capture energy of sun radiation then convert it into heat to heat up water in collector's pipe. The number of glass cover used effects the performance and efficiency of the collector. From this research, it is found that the efficiency of the collector is better when the cover used are two glasses than one glass. The temperature difference of incoming and outgoing water in the collector using 2 glasses 17oC higher than that of 1 glass. Abstract in Bahasa Indonesia : Air panas dibutuhkan manusia untuk berbagai keperluan seperti untuk mandi, mencuci baju, piring dan lain sebagainya. Dengan konversi fotothermal, maka energi panas matahari dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air. Sebuah kolektor surya plat datar digunakan untuk memerangkap energi panas matahari dan panasnya diteruskan ke pipa-pipa yang berisi air sehingga terjadi peningkatan suhu dari air yang berada di dalam pipa tersebut. Jumlah kaca penutup dari kolektor memepengaruhi unjuk kerja dari kolektor. Secara umum diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan dua buah kaca penutup diperoleh efisiensi yang lebih baik dibandingkan hanya menggunakan satu kaca. Perbedaan suhu antara air keluar kolektor dan yang masuk ke kolektor dengan 2 kaca penutup bisa lebih tinggi hingga sekitar 17°C dibandingkan kolektor dengan sebuah kaca penutup. Kata kunci : energi tak habis terpakai, kolektor panas matahari, konversi photothermal, pemanas air

  14. PENDUGAAN EROSI DAN PERENCANAAN KONSERVASI TANAH DAN AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI OTAN KABUPATEN TABANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATIEK KUSMAWATI

    2012-11-01

    Full Text Available Erosion Prediction and Planning of Soil Water Conservation at Otan Watershed, Tabanan Regency The aims of this research was to predict the erosion and planning of soil and water conservation when the erosion is more than tolerable erosion. The USLE (Universal Soil Loss Equation was used to predict erosion and planning of soil and water conservation. The result showed that the erosion level in this area was varied from very slight to very severe. The lowest erosion was on land unit 11 and 12 which were on the forest land. Slight erosion occurred on land units 2, 3, 4, 5, 10, 13, 18, 20, 22, 23, 25, 26, 28, 31, 32, 33, 34, 36, 37, 40, 41, and 43 on the use of forest land, irrigated fields, and mix crop land. Moderate erosion can be found at cocoa plantations, coffee plantations, scrub and dry land (land unit 1, 8, 16, 30, 38, dan 45. Severe and very severe erosion occurs at mixed crop land, coffee plantations, mixed crop and dry land (land unit 35 and 6, 7, 9, 14, 15, 17, 19, 21, 24, 27, 29, 39, 42, and 44 . The planning of soil and water conservation was focused on the very severe erosion by doing for some plant growing storied canopies, very high density, and constructed terrace for land unit of 6, 7, 14, 15 ,19, 21, 27, and, 29. While at land unit, 9, 17, 24, and 35 was purposed mixed estate crop with high density, it was combinated with mulch of 1 ton/ha and in land unit 39 were for traditional terrace with gogo rice and corn plant in rotation plantation.

  15. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  16. Etude de la dynamique des streamers dans l'air à la pression atmosphérique

    OpenAIRE

    Célestin, Sébastien

    2008-01-01

    Dans cette thèse, nous avons étudié d'un point de vue expérimental et numérique la dynamique et la structure des décharges de type streamer dans l'air à la pression atmosphérique. Deux configurations ont été étudiées: une décharge Nanoseconde Répétitive Pulsée (NRP) entre deux pointes dans l'air préchauffé et une Décharge à Barrière Diélectrique (DBD) dans une configuration pointe-plan. Nous avons montré que les simulations de la dynamique de ces décharges sur des temps courts permettent d'obten...

  17. EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN ZODIA (Evodia suaveolens DENGAN METODE MASERASI DAN DISTILASI AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2014-10-01

    Full Text Available Daun zodia merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati. Daun zodia mengandung senyawa aktif limonene yang bersifat neurotoksin terhadap serangga. Pengambilan minyak atsiri daun zodia dilakuan dengan metode maserasi dan metode distilasi air. Pada metode maserasi bahan digunakan etanol dan dimaserasi selama 3x24 jam. Kemudian didistilasi untuk menguapkan pelarut etanol. Untuk metode distilasi air bahan didistilasi selama 3 jam, campuran minyak dan air dipisahkan dengan menambahkan pelarut n-heksana. Kemudian pelarut n-heksana dipisahkan dari minyak atsiri dengan cara direcovery menggunakan alat sokhlet. Minyak atsiri daun zodia yang dihasilkan dianalisis dengan Gas Cromatography-Mass Spectrometry (GC-MS untuk mengetahui kandungan senyawa kimianya. Hasil percobaan diperoleh randemen minyak atsiri daun zodia dengan metode maserasi sebesar 1,0566% dengan kandungan senyawa limonene 2,6%, sedangkan metode distilasi diperoleh randemen sebesar 0,6471% dengan kandungan senyawa limonene 1,26 %.Zodia leaf is a plant which has a potential to be plant-based insecticide. Zodia leaf has limonene as its active component which is neurotoxin towards insect. The extraction of the essential oil of the zodiac leaf is conducted using maceration method and water distillation method. In the maceration process, the raw material was macerated using ethanol for 72 hours, after that it was distillated to evaporate the ethanol. In the water distillated method, the raw material was distillated for 3 hours, the mixture of water and oil are separated by adding n-hexane solvent. After that, the n-hexane solvent was separated from the essential oil using recovery method using soxhlet. The obtained essential oil of zodia leaf was analyzed using GC-MS to determine its chemical component. The result of the research provides the yield of essential oil of zodiac leaf using maceration method is 1.0566% with limonene component is 2.6%, whereas the distillation method

  18. Penggunaan Deaerator Dan Economizer Sebagai Instrument Pendukung Dalam Pemanasan Air Pada Proses Kerja Boiler (Aplikasi Pada Power Plant PT. Canang Indah)

    OpenAIRE

    Saputra, Ade Kurniawan

    2010-01-01

    Pemakaian alat instrument pada saat ini sangat dibutuhkan terutama pada industri. Selain itu, didalam aplikasinya juga terdapat beberapa peralatan – peralatan pendukung yang berguna untuk penghematan biaya operasional dalam proses pembakaran air menjadi steam, Deaerator dan Economizer adalah merupakan peralatan pendukung tersebut. Pada aplikasi nya juga, fungsi deaerator dan economizer ini adalah sebagai komponen pembantu untuk memanaskan air sebelum dibakar didalam boile...

  19. Urban air pollution; La pollution de l'air dans la ville

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1997-07-01

    The theme of this congress concerns air pollution in urban areas. Cities are accumulation of populations and economic activities, and then pollutants activities. The first articles are devoted to pollutants and their effects on health. Then come articles relative to measurements and modeling. Finally, the traffic in city and the automobile pollution are examined. Transportation systems as well technology in matter of gas emissions are reviewed. (N.C.)

  20. Fitoremediasi limbah budidaya sidat menggunakan filamentous algae (Spirogyra sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Apriadi

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari filamentous algae (Spirogyra sp. sebagai agen bioremediasi dalam mereduksi kandungan bahan organik limbah budidaya sidat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan perbedaan dosis limbah (25 %, 50 %, 75 %, 100%. Wadah penelitian berupa akuarium resirkulasi menggunakan sistem carrousel. Dilakukan pengukuran secara rutin terhadap beberapa parameter kualitas air serta perubahan bobot Spirogyra sp. selama dua minggu retensi. Diperoleh hasil bahwa penurunan konsentrasi bahan organik menggunakan Spirogyra sp. berlangsung efektif hingga hari keenam. Spirogyra sp. mampu mentolelir limbah budidaya sidat pada dosis limbah 25% dan 50%. Spirogyra sp. pada perlakuan dosis limbah 50% memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menurunkan bahan organik limbah budidaya sidat.

  1. De quelques retours de M. Chat : Historiographie politique dans Le fond de l’air est rouge

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jeremy Hamers

    2012-10-01

    Full Text Available Dans son film de montage Le fond de l’air est rouge, Chris Marker compile un ensemble de représentations hétérogènes issues d’une décennie de luttes (ouvrières, étudiantes, indépendantistes, etc. dans le monde. Par l’assemblage de ces images, le cinéaste déploie une historiographie a priori mélancolique et défaitiste. Le présent texte entend dépasser cette interprétation unilatérale de la critique politique des images pour y identifier les traces d’un retour chronique à l’espoir militant.

  2. Pengaruh Turbiditas Dan Penambahan Klorin Terhadap Kualitas Air Dalam Clarifier (53-Fd-1001) Unit Utility-1 PT. Pupuk Iskandar Muda Aceh Utara

    OpenAIRE

    Faisal

    2009-01-01

    Turbiditas sangat mempengaruhi kualitas air terutama pada musim hujan. Turbiditas dipengaruhi oleh adanya suspensi-suspensi solid dalam air terutama zat padat. Konsep dasar dalam penurunan turbiditas didasarkan pada muatan listrik dari suspensi negatif dengan anion di dalam air. Umumnya partikel suspensi negatif dengan anion di dalam air. Bila muatan listrik negatif ini di netralkan dengan muatan listrik positif, maka muatan akan menjadi netral dan sedimentasi/pengendapan akan terbentuk. Tuju...

  3. Studi Numerik Karakteristik Pengeringan Batubara pada Fluidized Bed Coal Dyer Terhadap Pengaruh Variasi Temperatur Air Heater dengan Tube Heater Tersusun Staggered dan Perbandingan Volume Chamber dan Volume Batubara Sebesar 50%

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Sarah Novrizqa

    2013-03-01

    Full Text Available Indonesia mempunyai sumber daya batubara yang cukup besar dan sebagian besar sumber daya tersebut termasuk ke dalam batubara peringkat rendah berupa lignit dan sub-bituminus yang memiliki kadar air yang tinggi. Tingginya kadar air menyebabkan rendahnya nilai kalor, sehingga pemanfaatan batubara jenis ini menjadi terbatas dan sulit untuk dipasarkan. Oleh karena itu perlu adanya teknologi pengeringan yang dapat meningkatkan nilai kalor dari batubara tersebut. Dalam proses pengeringan akan melibatkan perpindahan panas dan massa. Proses ini akan didefinisikan dalam suatu studi numerik, dimana penelitian ini dilakukan dengan metode numerik dengan software Fluent 6.3.26. Pemilihan kondisi simulasi digunakan model turbulensi k-ε realizable dan skema interpolasi first-order upwind. Serta mempelajari pengaruh temperatur inlet udara pengering yang divariasikan. Variasi temperatur adalah 316 K, 327 K, 339 K. Dari penelitian ini  dapat diketahui nilai drying rate serta pengaruh temperatur dan posisi batubara dalam proses pengeringan pada drying chamber fluidized bed coal dryer dengan tube heater tersusun staggered serta pengaruh dari perbandingan volume batubara dengan volume chamber sebesar 50%. Moisture content batubara yang paling banyak berkurang dialami oleh temperature outlet terbesar yaitu 339 K dari 0,22 hingga 0,0167. Laju pengeringan yang memiliki waktu paling cepat yaitu pada temperatur 339 K, sekitar 1100 detik, sedangkan yang memiliki waktu paling lama yaitu pada temperatur 316 K, sekitar 4600 detik.

  4. PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cr PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AO DESA SAM SAM KABUPATEN TABANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI PUTU DIANTARIANI

    2012-11-01

    Full Text Available Research on the heavy metal content, Pb and Cr in water and sediment of Ao River in Sam SamVillage, Tabanan Regency have been carried out. Sample of water taken at 8 location per week during 4weeks, while sample of sediment only taken once at 8 location. Determination of metal content of Pb and Crconducted using destruction method with mixture of HNO3 dan HCl (3:1 and analysed with AbsorptionAtomic Spectrophotometer.The result showed that mean metal content of Pb and Cr in water of Ao river at the location aftertextile industry (location 5 until 8 from four times intake of samples have passed enabled boundarythreshold that is 0,03 mg/L for Pb and 0,05 mg/L for Cr. Mean Pb content in sediment at location 1, 2, 3, 4and 5 still under natural content while location 6, 7 and 8 over the natural boundary threshold. Meanwhile forthe Cr metal only at location 8 over the natural boundary threshold. The highest metal content of Pb and Cr insediment and water found at location 8 that is each of 0,496 mg/L and 0,213 mg/L for Pb and Cr in water and141,844 mg/Kg and 33,489 mg/Kg for Pb and Cr in sediment respectively.

  5. Morphological Analysis of Anopheles vagus Donitz, 1902 (Diptera : Culicidae in fresh water and brackish water habitats = Variasi Morfologi Anopheles vagus Donitz, 1902 (Diptera : Culicidae dari Habitat Air Tawar dan Air Payau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Alfiah

    2014-10-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractAnopheles subpictus had habitat variation and showed genetic difference. So, the variation of habitat of An. vagus may support the hypothesa that An. vagus had genetic and morphology variation, same as An. subpictus.The aimed of this research was analyze morphology and chaetotaxy difference between An. vagus in fresh water and brackish water. The subject of the study was An. vagus collected from Kesongo Village, Tuntang Subdistrict, Semarang (fresh water and Jatimalang Village, Purwodadi Subdistrict, Purworejo (brackish water. Anopheles vagus were collected and individually reared. One sample in every batch was used to make larvae skin, pupae skin and adult specimen of An. vagus. The result showed that there were intra and inter population variation between An. vagus in fresh water and brackish water. The variations were on the size and number of hair branches and filaments. The conclution of this research were the morphology and chaetotaxy of female An. vagus in fresh water and brackish water showed no different. Intra and interpopulation An. vagus in fresh water and brackish water were caused by the difference of geography location (allopatric speciation.INDONESIANVariasi habitat terjadi pada An. subpictus, variasi habitat yang berbeda menunjukkan variasi genetik yang berbeda. Oleh karena itu variasi habitat An. vagus diduga akan bepengaruh terhadap variasi genetik dan morfologi. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan morfologi dan kaetotaksi Anopheles vagus habitat air tawar dan air payau. Subyek penelitian adalah An. vagus habitat air tawar di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang dan An. vagus habitat air payau di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Anopheles vagus yang diperoleh, di rearing secara individual. Tiap indukan diambil satu sampel keturunannya dan dibuat preparat skin larva, skin pupa dan nyamuk dewasa betina. Hasil menunjukkan bahwa Anopheles vagus betina habitat air

  6. The Study of Algae

    Science.gov (United States)

    Rushforth, Samuel R.

    1977-01-01

    Included in this introduction to the study of algae are drawings of commonly encountered freshwater algae, a summary of the importance of algae, descriptions of the seven major groups of algae, and techniques for collection and study of algae. (CS)

  7. Studi Tentang Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Ekstruder Berkapasitas Maksimum 900 Kg/Jam Pada Proses Pembuatan Pipa Air Dengan Komposisi Beberapa Jenis Thermoplastik.

    OpenAIRE

    Ginting, Hendra Prawira

    2011-01-01

    Dewasa ini pemakaian pipa air yang terbuat dari bahan Polivinil Klorida (PVC) semakin meningkat.Hal ini dikarenakan PVC mempunyai banyak kelebihan-kelebihan yang mulai di perhitungkan masyarakat.Keunggulan pipa PVC pada umumnya adalah mudah menginstalasi nya,tahan korosi di banding pipa besi.Dengan tambahan berbagai bahan anti tekanan dan stabilizer, PVC menjadi bahan yang populer sebaga bingkai jendela dan pintu. Dalam masa era globalisasi, persaingan dalam industri semakin ketat. Persainga...

  8. Pembuatan Karbon Aktif Dari Arang Tempurung Kelapa Dengan Aktivator Zncl2 Dan Na2co3 Sebagai Adsorben Untuk Mengurangi Kadar Fenol Dalam Air Limbah

    OpenAIRE

    Gilar S. Pambayun; Remigius Y.E. Yulianto; M. Rachimoellah; Endah M.M. Putri

    2013-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah membuat karbon aktif dari arang tempurung kelapa sesuai dengan SII No.0258 – 79 ; untuk mengetahui karateristik kadar air, kadar abu,  iodine number dan surface area karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; untuk mempelajari pengaruh konsentrasi dan jenis aktivator terhadap efisiensi penurunan kandungan konsentrasi fenol (persen removal) menggunakan karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; menentukan kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif ...

  9. PENGARUH VISKOSITAS DAN LAJU ALIR TERHADAP HIDRODINAMIKA DAN PERPINDAHAN MASSA DALAM PROSES PRODUKSI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR AIR-LIFT DAN KAPANG Aspergilus Niger

    OpenAIRE

    Kristinah Haryani; Widayat Widayat

    2012-01-01

     EFFECT OF VISCOSITY AND FLOW RATE ON THE HYDRODYNAMICS AND MASS TRANSFER ON CITRIC ACID PRODUCTION USING Aspergilus Niger YEAST IN AN AIR-LIFT BIOREACTOR. Citric acid is an important organic acid that has many advantages used in foods, drinks, pharmaceuticals industries. Waste of pine apple (covers and core of the fruit) still have high contents of glucose and sucrose components, that these are potentially used as basic material for making citric acid by means of fermentation using Aspe...

  10. KUALITAS FISIK DAN KIMIA AIR PAM DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, BEKASI TAHUN 1999 - 2001

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariana Raini

    2012-09-01

    Full Text Available Drinking water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi between the year of 1999 - 2001 has been studied. Water quality was determined by a series of physical and chemical test at Chemical Laboratory Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional as stated in Permenkes no.416/Menkes/Per/IX/1990 on condition and water quality control including smell, color, turbidity, contents of manganese, iron, nitrite, sulphate, organic subtance, turbidity, hardness and pH. Total sampling was done on all drinking water samples from DKI Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi delivered to be tested at Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional between 1999-2001 and destilled water as control. Result of the study from 431 drinking water samples shows that samples that met the requirements as drinking water is 91,65% and 8,35% sub standard, most of the the sub standard drinking water is cause by the contents of manganese (4,41%, iron (2,09%, organic subtance (1,62%, chloride (0,93% and high water hardness (0,23% as well as pH (3,15%, turbidity (1,86% and colors (1,62% Statistically, the water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi at 1999, 2000 and 2001 is not different.  Key word : water quality of PAM, drinking water, physical test, chemical test.

  11. Measurements of photorespiration in some microscopic algae.

    Science.gov (United States)

    Cheng, K H; Colman, B

    1974-09-01

    The rate of photorespiration in three green algae and four blue-green algae was determined by the measurement of the rate of loss of photosynthetically fixed (14)CO2 in light in CO2-free air at 25°. In all algae studied, CO2 evolution in light was considerably less than that in the dark, except for Chlamydomonas reinhardii which released slightly more CO2 in the light. Raising the temperature to 35° had little effect on the ratio of light to dark (14)CO2 release. Blue-green algae showed the lowest photorespiration rate of the algae studied. PMID:24458883

  12. Algae Resources

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    2016-06-01

    Algae are highly efficient at producing biomass, and they can be found all over the planet. Many use sunlight and nutrients to create biomass, which contain key components—including lipids, proteins, and carbohydrates— that can be converted and upgraded to a variety of biofuels and products. A functional algal biofuels production system requires resources such as suitable land and climate, sustainable management of water resources, a supplemental carbon dioxide (CO2) supply, and other nutrients (e.g., nitrogen and phosphorus). Algae can be an attractive feedstock for many locations in the United States because their diversity allows for highpotential biomass yields in a variety of climates and environments. Depending on the strain, algae can grow by using fresh, saline, or brackish water from surface water sources, groundwater, or seawater. Additionally, they can grow in water from second-use sources such as treated industrial wastewater; municipal, agricultural, or aquaculture wastewater; or produced water generated from oil and gas drilling operations.

  13. The air quality in ventilation installations. Practical guidelines; Qualite de l'air dans les installations aerauliques. Guide pratique

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Angeli, L. [France Air, 91 - Chilly Mazarin (France); Bianchina, M. [Unelvent, 93 - Le Bourget (France); Blazy, M. [Anjos, 01 - Torcieu (France); Boulanger, X. [Aldes, 21 - Chenove (France); Chiesa, M. [Atlantic (France); Duclos, M. [Groupe Titanair, 69 - Lyon (France); Hubert, D.; Kridorian, O. [Groupe Astato, Blanc Mesnil (France); Josserand, O. [Carrier (Belgium); Lancieux, C. [Camfil, 60 - Saint Martin Longueau (France); Lemaire, J.C. [Agence de l' Environnement et de la Maitrise de l' Energie, ADEME, 75 - Paris (France); Petit, Ph. [Compagnie Industrielle d' Applications Thermiques ( CIAT ), 75 - Paris (France); Ribot, B. [Electricite de France (EDF), 75 - Paris (France); Tokarek, S. [Gaz de France (GDF), 75 - Paris (France); Bernard, A.M.; Tissot, A. [Centre Technique des Industries Aerauliques et Thermiques (CETIAT), 69 - Villeurbanne (France)

    2004-07-01

    The present guide aims to provide design departments, maintenance companies and builders with practical guidelines and recommendations for the installation of ventilation and air-conditioning systems. The objective is to ensure good Indoor Air Quality (IAQ) and to safeguard the health and well-being of the occupants. The guide deals with aspects of design, dimensioning, installation and servicing, all of which play a major role in guaranteeing IAQ and duct-work hygiene. These steps are reviewed for the principal ventilation systems met in both residential and commercial premises. The first part presents the system and draws the attention of the user to specific points which require particular care in term of IAQ. The second part details recommended practice component by component, in respect of design, installation and servicing. Application of these simple guidelines during the various project stages is essential, in order to ensure a good IAQ in ventilation systems. Content: introduction; good ventilation; systems: exhaust ventilation, balanced ventilation, air handling unit, terminal ventilation units, impact of systems on indoor air quality, components: air inlet, air filter, heat recovery unit, heating or cooling coil, humidifier, mechanical fan unit, cowl and hybrid ventilation fan, mixing box, ventilation duct-work, air outlet and air terminal device; references.

  14. Measurement of photorespiration in algae.

    Science.gov (United States)

    Birmingham, B C; Coleman, J R; Colman, B

    1982-01-01

    The rates of true and apparent photosynthesis of two unicellular green algae, one diatom and four blue-green algae were measured in buffer at pH 8.0 at subsaturating concentrations of dissolved inorganic carbon (13-27 micromolar). Initial rates of depletion from the medium of inorganic carbon and (14)C activity caused by the algae in a closed system were measured by gas chromatography and by liquid scintillation counting, respectively. The rate of photorespiration was calculated as the difference between the rates of apparent and true photosynthesis. The three eucaryotic algae and two blue-green algae had photorespiratory rates of 10 to 28% that of true photosynthesis at air levels of O(2). Reduction of the O(2) level to 2% caused a 52 to 91% reduction in photorespiratory rate. Two other blue-green algae displayed low photorespiratory rates, 2.4 to 6.2% that of true photosynthesis at air levels of O(2), and reduction of the O(2) concentration had no effect on these rates. PMID:16662171

  15. Photosynthesis and photorespiration in algae.

    Science.gov (United States)

    Lloyd, N D; Canvin, D T; Culver, D A

    1977-05-01

    The CO(2) exchange of several species of fresh water and marine algae was measured in the laboratory to determine whether photorespiration occurs in these organisms. The algae were positioned as thin layers on filter paper and the CO(2) exchange determined in an open gas exchange system. In either 21 or 1% O(2) there was little difference between (14)CO(2) and (12)CO(2) uptake. Apparent photosynthesis was the same in 2, 21, or 50% O(2). The compensation points of all algae were less than 10 mul 1(-1). CO(2) or (14)CO(2) evolution into CO(2)-free air in the light was always less than the corresponding evolution in darkness. These observations are inconsistent with the proposal that photorespiration exists in these algae. PMID:16659972

  16. Air-drying of cells, the novel conditions for stimulated synthesis of triacylglycerol in a Green Alga, Chlorella kessleri.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Takuma Shiratake

    Full Text Available Triacylglycerol is used for the production of commodities including food oils and biodiesel fuel. Microalgae can accumulate triacylglycerol under adverse environmental conditions such as nitrogen-starvation. This study explored the possibility of air-drying of green algal cells as a novel and simple protocol for enhancement of their triacylglycerol content. Chlorella kessleri cells were fixed on the surface of a glass fibre filter and then subjected to air-drying with light illumination. The dry cell weight, on a filter, increased by 2.7-fold in 96 h, the corresponding chlorophyll content ranging from 1.0 to 1.3-fold the initial one. Concomitantly, the triacylglycerol content remarkably increased to 70.3 mole% of fatty acids and 15.9% (w/w, relative to total fatty acids and dry cell weight, respectively, like in cells starved of nitrogen. Reduction of the stress of air-drying by placing the glass filter on a filter paper soaked in H2O lowered the fatty acid content of triacylglycerol to 26.4 mole% as to total fatty acids. Moreover, replacement of the H2O with culture medium further decreased the fatty acid content of triacylglycerol to 12.2 mole%. It thus seemed that severe dehydration is required for full induction of triacylglycerol synthesis, and that nutritional depletion as well as dehydration are crucial environmental factors. Meanwhile, air-drying of Chlamydomonas reinhardtii cells increased the triacylglycerol content to only 37.9 mole% of fatty acids and 4.8% (w/w, relative to total fatty acids and dry cell weight, respectively, and a marked decrease in the chlorophyll content, on a filter, of 33%. Air-drying thus has an impact on triacylglycerol synthesis in C. reinhardtii also, however, the effect is considerably limited, owing probably to instability of the photosynthetic machinery. This air-drying protocol could be useful for the development of a system for industrial production of triacylglycerol with appropriate selection of the

  17. Qualité de l’air et nuisances sonores dans les vallées alpines de transit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jürg Thudium

    2009-03-01

    Full Text Available Les conséquences du trafic routier, en termes de nuisances sonores et de qualité de l’air, ont été analysées et comparées pour quatre vallées de transit alpin (Fréjus, Mont Blanc, Gothard et Brenner durant l’année 2004. Au regard du trafic alpin dans son ensemble, des disparités considérables apparaissent entre les vallées étudiées, mais également à l’intérieur de ces mêmes vallées. Les immissions (concentration de polluants produites par unité d’émission du trafic routier sont deux à trois fois plus élevées dans ces vallées alpines qu’en plaine. Ceci s’explique principalement par la topographie et le climat particuliers de ces vallées. À de nombreux points d’observation, les seuils d’immission ont été dépassés. Les vallées sont également affectées durement par la pollution sonore. « L’effet amphithéâtre » transporte le bruit à des altitudes supérieures, qui n’auraient pas été exposées à autant d’irradiation acoustique si la source de nuisances était située à égale distance, mais dans un « paysage ouvert ». De plus, la protection contre le bruit qui se réfléchit sur les pentes est malaisée. En résumé, toutes les vallées de transit étudiées peuvent être considérées comme des régions sensibles.The environmental consequences of road transport with regard to air and noise in the transit valleys of Fréjus, Mont-Blanc, Gotthard, and Brenner have been analysed and compared with each other for the year 2004. In respect of the share of transport passing through the Alps in transport as a whole, there are in part considerable differences between the valleys under investigation as well as within the individual valleys. The air pollution produced per emission unit of road transport is two to three times higher than in the open country, mainly because of the topography and the climate. At numerous monitoring points, the thresholds for the air pollution were exceeded

  18. Studi Eksperimental Pemanas Air Tenaga Surya Pelat Absorber Type Sinusoidal dengan Variasi Terhadap Derajat Kevacuman dan Aspect Ratio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Izha Mahendra

    2014-03-01

    Full Text Available Sistem kolektor surya yang dirancang adalah kolektor dengan variasi tingkat kevakuman dan aspect ratio dengan tebal pelat (δ 1 mm . Untuk tingkat pemvakuman -20 cm.Hg, -40 cm.Hg, dan -60 cm.Hg serta menggunakan aspect ratio 1, 1.33, dan 2. Pengambilan data dilaksanakan dengan memvariasi debit fluida kerja dengan mengatur bukaan katup, yaitu dari 100 cc/menit sampai 300 cc/menits kenaikan 100 cc/menit. Dengan pemvariasian tingkat kevacuman di antara pelat absorber dan kaca penutup, diharapkan dapat memperkecil koefisien kehilangan, temperatur absorber naik, dan temperatur kaca penutup turun. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi kolektor. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa pada tingkat kevacuman -60 cmHg efisiensi yang didapat lebih besar dibandingkan dengan tingkat kevakuman -20 cmHg dan -40 cmHg. Sedangkan untuk aspect ratio 2 memiliki efisiensi terbesar dibandingkan aspect ratio 1 dan 1,33

  19. IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR DAN ANALISIS KUALITAS AIR TUKAD SABA PROVINSI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Desy Darmasusantini

    2016-01-01

    Full Text Available Availability of clean water for drinking water increasingly scarce, then efforts to utilize alternative flow of river water as drinking water and raw water industry one of them is Saba River. Purpose of research is to determine the characteristic of pollution source which will be impactto the changing of water quality in physical, chemical, and biological in up, middle and down stream area of Saba River, water quality and pollution index of Saba River. Determination of samples by using purposive sampling method. Sampels were taken at six points with repetitions three times at different times. Sampels taken at two points upstream, two points middle and two points downstream. Samples were analyzed in situ and ex situ. The results showed that the activities that affect water quality physical, chemical, and biological in up, middle and down stream area of Saba River is agricultural activities, livestock, restorant, blacksmith, home stay, residential, workshops, market, laundry and industrial activities. The upstream region until middle region (T1 no parameter exceeded the quality standard, parameters that exceed the quality standard in the middle region (T2 is TSS, BOD, fosfat and fecal coliform, in the downstream which exceeded the parameters in the downstream region (H1 is BOD, fosfat, fecal coliform dan total coliform and in the downstream region (H2 is DO, BOD, COD, fosfat, fecal coliform dan total coliform. Saba River quality status based on the method pollution index in the upstream region (U1 until middle region (T1 showed good condition, middle region (T2 until downstream pollutants classified as mild.

  20. PEMBUATAN ELEKTRODA KARBON BERPORI DARI TEMPURUNG KEMIRI DAN PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM CAPACITIVE DEIONIZATION (CDI UNTUK DESALINASI AIR PAYAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Astuti

    2015-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembuatan karbon aktif dengan bahan dasar tempurung kemiri menggunakan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan suhu aktivasi (400, 500, dan 600 oC.Luas permukaan aktif yang dihasilkan masing-masing adalah (6,6; 95,6; dan 391,6 m2/g. Karbon yang diaktivasi pada suhu 600 oC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda kapasitor untuk system capacitive deionization (CDI menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA sebaga ipengikat. Berdasarkan data voltammogram siklik terhadap elektroda CDI diperoleh besar kapasitansi spesifik elektroda adalah 50,21 mF/g.  Proses desalinasi dilakukan pada larutanNaCl 0,24 M dengan menyusun elektroda menggunakan system monopolar dan diberitegangan DC 1,2 V.  Penurunan konduktivitas larutan NaCl menggunakan sistem CDI ini sebesar 61,58%, dengan penurunan kadar natrium dalam larutan NaCl yaitu dari 138,0 mg/L menjadi 80,7 mg/L  selama 40 menit. Karbon aktif tempurung kemiri ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai elektroda CDI untuk sistem desalinasi air payau.The writers had done the research of the activated carbon that prepared with the candlenut shell by using H3PO4 2,5% as the activating agent.  All samples were heated at the temperatures of (400, 500, and 600 oC.  The activated carbon have specific surface area (6.582; 95.623; and 391.567 m2/g respectively. Capacitor electrode for capacitive deionization (CDI was fabricated by using activated carbon that was heated at activation temperature of 600 oC with polyvinyl alcohol (PVA as the binder. Based on cyclicvoltammogram of electrode, specific capacitance of CDI electrode is 50.21 mF/g.  To observe desalination process of electrode, CDI was made by monopolar system and immersed in NaCl 0.24 M as brackish water sample.  Direct current voltage 1.2 V was applied to CDI cell.  The decreased of NaCl conductivity with CDI system respectively is 61.58%.  Sodium concentration in NaCl decreases from 138.000 mg/L to 80.667 mg/Labout 40

  1. Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan PT. Sriwijaya Air Distrik Medan

    OpenAIRE

    Sipayung, Sari Mariahma Nova

    2011-01-01

    Sari Mariahma Nova Sipayung, 2011, The Influence of Service Quality on Satisfaction And Loyalty of The Customers of PT. Sriwijaya Air District Medan, Prof. Dr. Paham Ginting, MS, Dr. Arlina Nurbaity, SE, MBA. Service business is a vital sector needed by community. Flight services is one of forms of air transportation services tightly competing with other kinds transportation services. The tight competition has resulted in fluctuating number passangers of flight service. Therefore, airline...

  2. Etude numérique de la convection forcée turbulente dans un capteur solaire à air à double passe

    OpenAIRE

    ABDERRAHIM, Asma

    2012-01-01

    On présente dans ce mémoire une étude numérique du comportement dynamique et thermique d’un écoulement d’air turbulent dans un capteur solaire à air à double passe. Les équations gouvernantes, basées sur le modèle k- SST sont résolues par la méthode des volumes finis à l’aide de l’algorithme SIMPLE. Les profils de vitesse axiale et les champs de vitesse et de température ainsi que le coefficient de friction et la distribution du nombre de Nusselt sont présentés....

  3. Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Bahan Eco Plafie (Economic Plastic Fiber) Paving Block Yang Berkonsep Ramah Lingkungan Dengan Uji Tekan, Uji Kejut Dan Serapan Air

    OpenAIRE

    Sibuea, Arif Frasman

    2013-01-01

    Konstruksi perkerasan dengan paving merupakan konstruksi yang ramah lingkungan karena paving sangat baik dalam membantu konservasi air tanah, disamping pelaksanaannya yang lebih cepat, mudah dalam pemasangan dan pemeliharaan. Disamping Kuat tekan merupakan salah satu sifat utama paving block, kuat impact merupakan salah satu indikator untuk mengetahui seberapa besar beban kejut yang mampu ditahan oleh suatu material pavemen dalam hal ini paving block. Semakin tinggi kuat impactnya maka durabi...

  4. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Pada Maskapai Penerbangan Lion Air

    OpenAIRE

    Tarigan, Aditya

    2016-01-01

    The aim of this research is to know the effect of service quality on satisfication and customer loyalty on Lion Air. Respondent of this research at least 17 years old who use the services of Lion Air at least two times. The number of respondent on this research defined 100 respondent by using sampling technique is accidental sampling. The research used path analysis with the help of SPSS program. The result of this research showed the hypothesis are supported : 1) service quality has posit...

  5. Kewajiban Perusahaan Terhadap Karyawan dan Pelanggan (Studi Etika Pada PT. Lion Air Medan)

    OpenAIRE

    Margaretha, Septiyana Agnes

    2015-01-01

    This research aims to determine and analyze the influence of ethics (obligation and right of corporation) on the of employees of Lion Air Medan and employees ethic on the of customers on Lion Air Medan. The data which used in this study by using using primary and secondary data. This study involves population amount to 874 employees and customers who can not identified, so the study sample using the formula Slovin and Supramono to 90 employees and 93 customers. Data analysis methods use descr...

  6. Surfactants as bubble surface modifiers in the flotation of algae: dissolved air flotation that utilizes a chemically modified bubble surface.

    Science.gov (United States)

    Henderson, Rita K; Parsons, Simon A; Jefferson, Bruce

    2008-07-01

    In this paper we present an investigation into the use of bubbles modified with surfactants in dissolved air flotation (DAF). Bubble modification was investigated by dosing surfactants of varying character into the saturator of a DAF unit in turn. The cell removal efficiency only improved when using a cationic surfactant where optimum removal of Microcystis aeruginosa cells was obtained when using 0.0022-0.004 mequiv L(-1) surfactant. However, the magnitude of the removal differed according to the hydrophobicity of the surfactant. Typically, the more efficiently the surfactant adsorbed at the bubble interface, the better the removal efficiency. When the dose to saturator ratio was kept constant and the recycle ratio varied, the removal efficiency improved with increasing recycle ratio, reaching a maximum removal efficiency of 87% for M. aeruginosa. This value was comparable with that predicted by a theoretical model. The bubble collection efficiency of a maximum of two cells per bubble was constant irrespective of the influent cell number or recycle ratio. Treatment of additional species in this way revealed a relationship between increasing size and both increasing removal efficiency and decreasing surfactant dose, which is supported by theoretical relationships. PMID:18678021

  7. Calculating emissions into the air. General methodological principles; Calcul des emissions dans l'air. Principes methodologiques generaux

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    2000-05-01

    Knowing the quantities of certain substances discharged into the atmosphere is a necessary and fundamental stage in any environmental protection policy to tackle today's problems such as acid rain, the degradation of air quality, global warming and climate change, the depletion of the ozone layer, etc. This quantification, usually known as an 'emission inventory', is built on a set of specific rules which may vary from one inventory to another. This state of affairs presents the enormous disadvantage that the data available are not comparable. At the international level, an attempt at harmonization has been going on for some years between the various international bodies. This work is being pursued in parallel with the improvement of methodologies to estimate discharges from various types of source. To take account of changes in specifications and of improvements in our understanding of phenomena giving rise to atmospheric pollution, the results of inventories of emissions need to be regularly revised, even retrospectively, to maintain a consistent series. CITEPA, which acts as a National Reference Centre, has developed a system of inventories as part of the CORALIE programme with financial help from the French Ministry for Planning and the Environment. (author)

  8. Les enjeux de la pollution de l'air dans les transports terrestres

    OpenAIRE

    Joumard, R.

    2003-01-01

    Au vu notamment de l'évolution de la qualité de l'air et des émissions de polluants des transports routiers en France, et de l'évolution de la perception sociale du thème de la pollution de l'air, on évalue quels polluants sont les plus problématiques aujourd'hui et demain. Il s'agit en tout premier lieu du gaz carbonique et secondairement des oxydes d'azote et particules fines. On évalue ensuite les enjeux en termes de développement technologique et de gestion de la demande et de l'offre de ...

  9. Pelayanan Tiket Domestik Dan Fasilitas Kemudahan Pada PT.Indonesia Air Asia Station Medan

    OpenAIRE

    Ridha Hafny S.

    2011-01-01

    Dengan di dukukung potensi sumber daya alam di Sumatera Utara banyak kita temukan objek – objek wisata. Wisatawan dari dalam maupun luar negeri dapat menikmati indahnya corak kebudayaan. Wisatawan dari dalam maupun luar negeri umumnya mengambil jarur singkat dengan menggunakan alat angkutan udara. Sebagai pelopor Low Cost Carrier, Indonesia AirAsia menjadi pilihan semua kalangan yang akan bepergian menggunakan transportasi udara. Walaupun beberapa pelayanan dikurangi akan tetapi tergant...

  10. Analyse des représentations de la Nature et de la Technique dans le secteur de l’énergie en France et au Royaume-Uni. Etude et comparaison symbolique des relations de l’Homme à son environnement dans l’énergie nucléaire et dans l’énergie renouvelable : Etude et comparaison symbolique des relations de l'Homme à son environnement dans l'énergie nucléaire et dans l'énergie renouvelable

    OpenAIRE

    Guérin, Dalya,

    2013-01-01

    Cette thèse interroge l'existence d'une utopie environnementale de coopération entre Nature et Technique dans le secteur de l'énergie, qu'il s'agisse d'énergie renouvelable au Royaume-Uni ou d'énergie nucléaire en France. Dans la première partie de ce travail, nous avons établi que les systèmes énergétiques, par le biais de projets de coopération entre Nature et Technique, offraient un tableau pertinent des concurrences, et de plus en plus des coopérations entre Nature et Technique dans les d...

  11. Pembuatan Karbon Aktif Dari Arang Tempurung Kelapa Dengan Aktivator Zncl2 Dan Na2co3 Sebagai Adsorben Untuk Mengurangi Kadar Fenol Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gilar S. Pambayun

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat karbon aktif dari arang tempurung kelapa sesuai dengan SII No.0258 – 79 ; untuk mengetahui karateristik kadar air, kadar abu,  iodine number dan surface area karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; untuk mempelajari pengaruh konsentrasi dan jenis aktivator terhadap efisiensi penurunan kandungan konsentrasi fenol (persen removal menggunakan karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; menentukan kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif dari arang tempurung kelapa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karbon aktif dapat dibuat dari arang tempurung kelapa dengan aktivasi kimia ZnCl2 dan Na2CO3 disertai pirolisis pada suhu 700 oC selama 4 jam. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan telah sesuai dengan SII No.0258–79, kadar air sebesar 0,382-1,619%, kadar abu 2,28-7,79%, iodine number 448,02-1599,72 mg/g, surface area 189,630-1900,69 m2/g. Semakin tinggi konsentrasi aktivator maka semakin tinggi persen removal dari fenol yang telah diadsorbsi oleh karbon aktif. Persen removal tertinggi didapat pada karbon aktif dengan zat aktivator Na2CO3 5% dengan persen removal sebesar 99,745%. Kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif dari arang tempurung kelapa terbaik didapat pada karbon aktif dengan zat aktivator Na2CO3 5% dengan kapasitas serapan sebesar 220,751 mg fenol/gram karbon aktif

  12. EFEK EKSTRAK AIR DAN HEKSAN HERBA SURUHAN Peperomia pellucida (L Kunth TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT SERUM DARAH AYAM KAMPUNG JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Yunarto

    2013-05-01

    Full Text Available Abstrak Salah satu tanaman yang selama ini digunakan masyarakat sebagai pilihan obat tradisional untuk asam urat adalah suruhan (Peperomia pellucida (L Kunth. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efek dari ekstrak air dan heksan herba suruhan terhadap penurunan kadar asam urat serum darah pada ayam kampung jantan. 40 ayam kampung jantan dibuat hiperurisemia dengan pemberian kombinasi antara jus hati ayam 4 ml/kg BB dan urea 1 mg/kg BB selama 12 hari. Hewan uji tersebut dibagi menjadi 8 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif dengan pemberian Polivinil Pirolidon (PVP 0,5%. Kelompok II diberi Allopurinol 10 mg/kg BB sebagai kontrol positif, kelompok III-V diberi ekstrak air 100; 200; 400 mg/Kg BB dan kelompok VI-VIII diberi ekstrak heksan 100; 200; 400 mg/Kg BB. Pemberian bahan uji mulai hari ke-13 sampai 20. Pada hari ke-15,18 dan 21 diambil serum darah hewan uji melalui vena lateralis sayap untuk diukur kadar asam uratnya serta dihitung persentase penurunan kadar asam urat . Hasil uji secara pre klinik hari ke-21, ekstrak air herba suruhan 200 mg/Kg BB mampu menurunkan kadar asam urat paling tinggi yaitu 62,49±2,80% dan penurunan kadar asam urat dengan ekstrak heksan paling tinggi hanya 19,62±3,95% pada dosis 400 mg/Kg BB. Potensi ekstrak air 200 mg/Kg BB sebanding dengan Allopurinol 10 mg/Kg BB. Ekstrak air dan heksan herba suruhan memiliki khasiat untuk menurukan kadar asam urat yang mengindikasikan bahwa kandungan kimia dalam herba suruhan dapat dikembangan menjadi obat antihiperurisemia. Kata kunci : Peperomia pellucida (L Kunth, asam urat, uji pre klinik, ekstrak air dan heksan Abstract One of the plants that had been used by the local people as a choice of traditional medicine for gout is suruhan (Peperomia pellucida (L Kunth. This research was conducted to examine the effects of water and hexan extract of suruhan to decrease  uric acid levels in cock. 40 cock made hyperuricemia with the administration combination of chicken

  13. PEMODELAN DAN SIMULASI KEBIJAKAN DENGAN PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS 1 Kasus Permintaan Air PDAM di Salatiga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayuk Ariyani

    2015-06-01

    Full Text Available About 58,83 percent of Salatiga population consumes water from PDAM (Peru- sahaan Daerah Air Minum to fulfill their daily need. The demand for water, which is increasing in line with infrastructure development and economics growth in Salatiga while the availability of water is decreasing, lead to a lack of water in some regions in Salatiga. Therefore, a new policy is needed to solve this problem. Before that, a simulation of the policy is needed because it is not possible to do a direct research on the policy. Thus, this recent study attempts to model the phenomenon of demand for water in Salatiga with dynamics system approach since it can be used for a policy simulation. Based on the simulation result, it is suggested to solve the water scarcity problem by trying to reduce the rate of leaking in water distribution from 26 percent to 5 percent.

  14. Magnesium and uranium ignition in different gaseous atmospheres; Inflammabilite du magnesium et de l'uranium dans l'air et le gaz carbonique

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Darras, R.; Baque, P.; Leclercq, D. [Commissariat a l' Energie Atomique, Saclay (France).Centre d' Etudes Nucleaires

    1960-07-01

    Magnesium, uranium and some of their alloys burning temperatures have been systematically determined in an air or carbon dioxide atmosphere, either dry or wet. Two different ways of heating have been used: either continuously rising up the temperature, or heating to and then maintaining a constant temperature. The results are clearly different in the two cases. Besides, if moisture has little effect on the magnesium burning temperatures in air, it does lower them by about 130-140 deg. C in CO{sub 2}. The differences of sight between the burning of magnesium and uranium have been noticed; this leads to distinguish between an 'ignition' and an 'inflammation'. (author) [French] Les temperatures auxquelles apparait la combustion vive du magnesium, de l'uranium et certains de leurs alliages ont ete determinees systematiquement dans l'air et le gaz carbonique, soit secs, soit humidifies. On a mis en evidence l'influence du mode de chauffage sur les resultats: soit montee en temperature continue, soit stabilisation a partir d'une certaine temperature. En outre, si la presence d'humidite affecte peu les temperatures de combustion vive du magnesium dans l'air, elle les abaisse de 130 a 140 deg. C dans le gaz carbonique. Les differences d'aspect entre la combustion vive du magnesium et de l'uranium ont egalement ete remarquees, ce qui amene notamment a distinguer une 'ignition' d'une 'inflammation'. (auteur)

  15. Pengujian Pengaruh Variasi Jumlah dan Jarak Antar Disk Pada Rancang Bangun Turbin Testa dengan Kapasitas Air Konstan

    OpenAIRE

    Sembiring, Yeni Marsia

    2016-01-01

    Turbin Tesla merupakan turbin yang memiliki bentuk yang unik dan sifat yang khusus. Adapun sifat yang dimiliki oleh Turbin Tesla adalah mempunyai putaran yang sangat tinggi dalam bentuk yang kecil serta fluida yang beragam dengan memanfaatkan viskositas dan laju aliran fluida dalam gesekan ruang tertentu menjadikan kelebihan Turbin Tesla, tetapi Turbin Tesla mempunyai kelemahan yaitu torsi yang rendah. Umumnya Turbin Tesla menggunakan uap atau udara bertekanan sebagai media ...

  16. Process for reducing harmful substances in exhaust gas/exhaust air by means of photosynthesising algae and device to carry out the process. Verfahren zur Minderung von Abgas-/Abluft-Schadstoffen mittels photosynthetisierender Algen und Vorrichtung zur Durchfuehrung des Verfahrens

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Schimmelpfeng, L.; Thormaelen, C.

    1986-09-25

    The process reported here uses the photosynthesis properties of micro-organisms which can stand extremes of harmful substances (micro-algae: cyanidium caldarium), using light energy to fix carbon dioxide, SO/sub 2/ and NO/sub x/ in biological compounds. Metal ions can be accumulated simultaneously. The process provides for the uncomplicated direct introduction of exhaust gas/exhaust air (temperature range: 40-80/sup 0/C) into the lighted culture. If sunlight is used, the process has a very favourable energy balance, as the harmful substances are converted biologically into compounds rich in energy, which can be reused (e.g. biogas).

  17. Penetapan Kadar Besi (Fe) DAN Seng (Zn) Pada Air Reservoir PDAM Tirtanadi Deli Tua Secara Spektrofotometri Sinar Tampak

    OpenAIRE

    Mahrina, Milva

    2010-01-01

    Air merupakan sumber daya yang mutlak harus ada bagi kehidupan. Air juga merupakan bahan pelarut paling baik karena air adalah pelarut yang universal, hampir semua jenis zat dapat larut dalam air. Laporan keadaan lingkungan di dunia tahun 1992 menyatakan bahwa air sudah saatnya dianggap sebagai benda ekonomi. Di dalam badan air terdapat benda-benda hidup yang sangat menentukan karakteristik air tersebut, baik secara kimia, fisika, maupun biologis. Karena itu pengelolaan sumber daya air menjad...

  18. Algae associated with mangroves

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Dhargalkar, V.K.

    The algae associated with mangroves is described. Substrate plays very important role in algal establishment in intertidal and subtidal areas. Algae colonising the mud surface are seasonal because of the unstable conditions causEd. by the erosion...

  19. Magnetic separation of algae

    Science.gov (United States)

    Nath, Pulak; Twary, Scott N.

    2016-04-26

    Described herein are methods and systems for harvesting, collecting, separating and/or dewatering algae using iron based salts combined with a magnetic field gradient to separate algae from an aqueous solution.

  20. Blue-green algae

    Science.gov (United States)

    ... Lac Klamath, Anabaena, Aphanizomenon flos-aquae, Arthrospira maxima, Arthrospira platensis, BGA, Blue Green Algae, Blue-Green Micro-Algae, Cyanobacteria, Cyanobactérie, Cyanophycée, Dihe, Espirulina, Hawaiian Spirulina, Klamath, Klamath Lake Algae, Lyngbya wollei, Microcystis aeruginosa, ...

  1. PEMBUATAN ELEKTRODA KARBON BERPORI DARI TEMPURUNG KEMIRI DAN PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM CAPACITIVE DEIONIZATION (CDI) UNTUK DESALINASI AIR PAYAU

    OpenAIRE

    A. Astuti; M. Taspika

    2015-01-01

    Telah dilakukan pembuatan karbon aktif dengan bahan dasar tempurung kemiri menggunakan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan suhu aktivasi (400, 500, dan 600) oC.Luas permukaan aktif yang dihasilkan masing-masing adalah (6,6; 95,6; dan 391,6) m2/g. Karbon yang diaktivasi pada suhu 600 oC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda kapasitor untuk system capacitive deionization (CDI) menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA) sebaga ipengikat. Berdasarkan data voltammogram siklik terhadap...

  2. Hyperspectral imaging of snow algae and green algae from aeroterrestrial habitats.

    Science.gov (United States)

    Holzinger, Andreas; Allen, Michael C; Deheyn, Dimitri D

    2016-09-01

    Snow algae and green algae living in aeroterrestrial habitats are ideal objects to study adaptation to high light irradiation. Here, we used a detailed description of the spectral properties as a proxy for photo-acclimation/protection in snow algae (Chlamydomonas nivalis, Chlainomonas sp. and Chloromonas sp.) and charophyte green algae (Zygnema sp., Zygogonium ericetorum and Klebsormidium crenulatum). The hyperspectral microscopic mapping and imaging technique allowed us to acquire total absorption spectra of these microalgae in the waveband of 400-900nm. Particularly in Chlamydomonas nivalis and Chlainomonas sp., a high absorbance between 400-550nm was observed, due to naturally occurring secondary carotenoids; in Chloromonas sp. and in the charopyhte algae this high absorbance was missing, the latter being close relatives to land plants. To investigate if cellular water loss has an influence on the spectral properties, the cells were plasmolysed in sorbitol or desiccated at ambient air. While in snow algae, these treatments did hardly change the spectral properties, in the charopyhte algae the condensation of the cytoplasm and plastids increased the absorbance in the lower waveband of 400-500nm. These changes might be ecologically relevant and photoprotective, as aeroterrestrial algae are naturally exposed to occasional water limitation, leading to desiccation, which are conditions usually occurring together with higher irradiation. PMID:27442511

  3. STUDI PERILAKU KOROSI TEMBAGA DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM ASKORBAT (VITAMIN C DALAM LINGKUNGAN AIR YANG MENGANDUNG KLORIDA DAN SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adriana Anteng Anggorowati

    2000-01-01

    Full Text Available Planned Interval Test method conducted in several intervals of times (0-5 days, (0-10 days, (0-15 days, and (10-15 days shows the changes of environment condition and metal corrosion. The changes in the corrosiveness media and the corrosion resistant of the material. The acidity of the media gets lower from 7.6 to 7.1 in the interval of (0-5 days and the conductivity increase during the time interval. The change in acidity is caused by hydrolisis reaction and AA decomposition. During the time interval of (10-15 days a very high corrosion rate was observed due to low pH and high conductivity. The highest efficiency is found in the addition of 150 ppm AA in all different concentration of Cl - and SO4 2- in water. More or less AA concentration, AA has no function as inhibitor. The amount is not enough to form the protective film on the metal surface and some are used to form the chelate compounds with the metal ions. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengujian dengan metode Planned-Interval Test dalam interval waktu (0-5 hari, (0-10 hari, (0-15 hari dan (10-15 hari menunjukkan perubahan kondisi lingkungan dan perilaku korosi tembaga. Perubahan kondisi lingkungan ini ditunjukkan oleh penurunan pH dan peningkatan nilai konduktivitas lingkungan. Penurunan pH dari 7,6 ke 7,1 pada interval waktu (0-5 hari karena reaksi hidrolisis dan dekomposisi asam askorbat (AA. Sedangkan nilai konduktivitas yang semakin tinggi disebabkan oleh semakin banyaknya ion-ion terlarut dalam lingkungan. Kedua perubahan ini menimbulkan peningkatan pada korosivitas lingkungan. Korosivitas tertinggi dijumpai pada interval waktu (10-15 hari , terbukti dengan laju korosi paling besar. Efisiensi AA tertinggi untuk semua variasi lingkungan NaCl dan CaSO4 terjadi pada 150 ppm. Kurang atau lebih dari 150 ppm , AA tidak akan berfungsi sebagai inhibitor karena selain jumlah AA yang tidak memadai untuk inhibisi juga dipakai bersama ion logam membentuk senyawa kelat yang meningkatkan laju

  4. Alkaloids in Marine Algae

    OpenAIRE

    Ekrem Sezik; Aline Percot; Kasım Cemal Güven

    2010-01-01

    This paper presents the alkaloids found in green, brown and red marine algae. Algal chemistry has interested many researchers in order to develop new drugs, as algae include compounds with functional groups which are characteristic from this particular source. Among these compounds, alkaloids present special interest because of their pharmacological activities. Alkaloid chemistry has been widely studied in terrestrial plants, but the number of studies in algae is insignificant. In this review...

  5. Algae liquefaction / Hope Baloyi

    OpenAIRE

    Baloyi, Hope

    2012-01-01

    The liquefaction of algae for the recovery of bio–oil was studied. Algae oil is a non–edible feedstock and has minimal impact on food security and food prices; furthermore, it has been identified as a favourable feedstock for the production of biodiesel and this is attributed to its high oil yield per hectare. Algae oil can be potentially used for fuel blending for conventional diesel. The recovery step for algae oil for the production of biodiesel is costly and demands a lot of energy due to...

  6. Vélocimétrie par images de particules (PIV) pour le diagnostic d'écoulements dans la boucle d'air automobile

    OpenAIRE

    Bonnet, Dimitri

    2012-01-01

    Dans le cadre des nouvelles normes concernant la consommation et la pollution liées aux véhicules auto- mobiles, le projet SIMBA réunit différents équipementiers de la boucle d'air automobile, et a pour objectif de développer un outil de simulation globale de cette dernière. Le but de cet outil est de prendre en compte les interactions entre les composants et ainsi pouvoir améliorer les performances de tout le système. La contribution de l'institut FEMTO-ST à ce projet est de réaliser des mes...

  7. Dommages d'irradiation dans Ti3SiC2 : Effets des interactions nucléaires et électroniques

    OpenAIRE

    Nappé, Jean-Christophe; Grosseau, Philippe; Audubert, Fabienne; Guilhot, Bernard; Beauvy, Michel; Benabdesselam, Mourad

    2008-01-01

    Comme pour tout système nucléaire, le concept du combustible pour les réacteurs de IVème génération consiste en des pastilles de combustible conditionnées dans une matrice qui doit contenir les produits de fission. De par leur excellente réfractarité, les carbures sont pressentis pour constituer cette barrière de confinement. Parmi ceux étudiés, le ternaire Ti3SiC2 se distingue par ses propriétés mécaniques particulières : en effet, sa structure nanolamellaire lui confère une certaine plastic...

  8. Air condensation thermo-pumps for residential and small commercial buildings; Les thermopompes a condensation par air dans le residentiel et le petit tertiaire

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Carteret, P. [Societe Airwell, (France)

    1997-12-31

    The advantages of recent air conditioning systems in terms of temperature control, air quality, air renewal, humidity control, air distribution, acoustic comfort, flexibility, are reviewed and some aspects concerning the evolution of the market in France are discussed (steady growth of the AC residential market). The different types of air conditioning systems are presented (direct expansion with the split-system, and cool water system); the characteristics, advantages and investment/operation costs of split-system and multi-splits thermo-pumps and hot water / cooled water production central units are described

  9. Gouvernance des aires protégées : l’importance des "normes pratiques" de régulation de la gestion locale pour la faisabilité des réformes dans le Bassin du Congo

    OpenAIRE

    Nguinguiri, Jean-Claude

    2008-01-01

    La gouvernance est aujourd’hui une notion très floue. Dans la définition normative donnée à ce concept par la Banque Mondiale vers la fin des années 1980, la gouvernance correspond à une situation idéale de bonne administration. C’est la raison pour laquelle elle est assortie d’un adjectif qualificatif – bonne gouvernance. Cette perception implique un changement de la "gouvernance" telle qu’elle est, vers la "gouvernance" telle qu’elle devrait être. Dans ce raisonnement, les aires protégées s...

  10. Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) di Air dan Sedimen Pada Aliran Sungai Percut Provinsi Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Husainy, Irfan Al

    2016-01-01

    River is one of water resources utilized by human for many activities in life. This time, the requisite is increasing so people build industry rapidly. This reality caused a lot of adverse effects for quality and the resources include the river, like a heavy metal pollution. This research aim to analyzed the heavy metal of Pb in water dan sediment then determine the quality of the water based on standart quality. The research held on November-Desember 2013 in Percut catchment area, North S...

  11. Blue-green algae

    Science.gov (United States)

    ... unresponsive to other treatments, taking 500 mg of spirulina blue-green algae by mouth 3 times daily for 6 months ... was seen in undernourished children who were given spirulina blue-green algae with a combination of millet, soy and peanut ...

  12. ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN UJI POTENSI BAKTERI YANG BERPERAN PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG RHODAMIN B DALAM BIOSISTEM TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sang Ayu Sri Satya Laksmi Utari

    2015-05-01

    Full Text Available Rhodamin B is a dangerous synthetic dyes substances used as a fabric dye in thetextile industry. Biodegradation is one way that is used in the processing of liquid wasteRhodamin B. Biodegradation technique is leveraging the ability of microbial activitiesdegrade or eliminate pollutant compounds. The main objective of this research was toinvestigate the characteristic of bacteria that are capable of living on wastewater containingRhodamin B and the effectiveness of single and microbial consortium isolates to degradeRhodamin B on wastewater. The isolation of the bacteria was done by plating method and theidentification of the bacteria by using a Kit API 20E. Test of bacterial potential of RhodaminB dyes substance carried out in the Microbiology Laboratory, Biology Department, Facultyof Science, Udayana University. It was found in this research that five bacterial isolates wereobtained (Pseudomonas sp., Shigella spp., Stenotrophomonas sp., Pasteurella sp. dan Proteussp.. Pasteurella sp. had the highest percentage degrade effectiveness of 40.55%. Microbialpotential degrade Rhodamin B by Pasteurella sp. dan Proteus sp. results showed significantdifferences (P <0.05 to control.Keyword: bacteria, biodegradation, Rhodamin B

  13. Algae Derived Biofuel

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Jahan, Kauser [Rowan Univ., Glassboro, NJ (United States)

    2015-03-31

    One of the most promising fuel alternatives is algae biodiesel. Algae reproduce quickly, produce oils more efficiently than crop plants, and require relatively few nutrients for growth. These nutrients can potentially be derived from inexpensive waste sources such as flue gas and wastewater, providing a mutual benefit of helping to mitigate carbon dioxide waste. Algae can also be grown on land unsuitable for agricultural purposes, eliminating competition with food sources. This project focused on cultivating select algae species under various environmental conditions to optimize oil yield. Membrane studies were also conducted to transfer carbon di-oxide more efficiently. An LCA study was also conducted to investigate the energy intensive steps in algae cultivation.

  14. Kualitas Laminasi Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Dengan Pengaruh Berbagai Ukuran Sortimen Dan Buku Bambu

    OpenAIRE

    Wulandari, Putri Rafika

    2015-01-01

    Papan laminasi yang dibuat dari bambu betung (Dendrocalamus asper) dengan pengaruh berbagai ukuran sortimen dan keberadaan node. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi sifat fisis dan mekanis laminasi bambu betung, mengevaluasi pengaruh buku bambu (node) dan ukuran sortimen terhadap sifat fisis dan mekanis papan laminasi bambu betung dan menentukan ukuran sortimen terbaik dan keberadaan buku bambu sebagai bahan baku laminasi. Pengujian kadar air, daya serap air, dela...

  15. Simulation of the air flows in many industrial pleated filters; Modelisation des ecoulements d'air dans differents filtres industriels plisses

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Del Fabbro, L.; Brun, P. [FILTRAUTO, 78 - Saint-Quentin-en-Yvelines (France); Laborde, J.C.; Lacan, J.; Ricciardi, L. [CEA/Saclay, Inst. de Protection et de Surete Nucleaire, IPSN/DPEA/SERAC, 91 - Gif-sur-Yvette (France); Renoux, A. [Paris-12 Univ., Lab. de Physique des Aerosols et de Transfert des Contaminations, 94 - Creteil (France)

    2000-07-01

    The study presents results concerning the characterization of the charge loss and the air flow in nuclear and automobile type pleated filters. The experimental studies in correlation with the numerical models showed an homogenous distribution of the air flows in a THE nuclear type filter, whereas the distribution is heterogenous in the case of an automobile filter. (A.L.B.)

  16. Les réseaux d’équipements sportifs dans les stations balnéaires : l’exemple du tennis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Françoise Rollan

    2004-03-01

    Full Text Available Les réseaux d’équipements sportifs sont indissociables de l’histoire du sport et de son développement dans notre pays. Le sport est passé en un siècle d’une activité, représentative du snobisme à un phénomène populaire. L’installation du sport moderne a été difficile car il s’opposait aux sports traditionnels. Le rôle de l’Etat a été fondamental dans le développement du sport et surtout la loi de 1901 sur les associations a permis aux réseaux sportifs de se constituer et d’initier les réseaux d’équipements, l’Etat prenant le relais dans un second temps. Dans les stations balnéaires, dont la hiérarchie était déjà établie avant la Première Guerre mondiale, ce sont les Anglais qui ont été à l’origine de l’installation des différents sports. Les classes très aisées ont suivi et ont participé à leur diffusion. Les équipements privés ont d’abord été pris en charge par l’Etat. Mais suite aux investissements massifs des années 1980, les réseaux d’équipements sportifs sont aujourd’hui sous-utilisés une partie de l’année. Les golfs des stations balnéaires des côtes de l’Atlantique, de la Manche et de la mer du Nord organisés en réseaux grâce aux programmes immobiliers qui les accompagnent sont quant à eux, rentabilisés tout au long de l’année.Sport facilities networks are an integral part of sport history and development in France. Starting as a snobbish activity, in one century sport became a popular phenomenon. Modern sport, going against traditional sport, met with a great many obstacles. On top of this, the legislation was not favourable since it forbade any association. Therefore the role of the State was essential. But, it was the 1901 Law concerning associations which made it truly possible for the sporting networks to be formed and for sport facilities networks to be initiated, the State taking over in a second time. On seaside resorts, the hierarchy of which

  17. Modifications structurales à l’échelle atomique dans les combustibles nucléaires irradiés

    OpenAIRE

    Mieszczynski, Cyprian

    2014-01-01

    Cette thèse présente une analyse approfondie et comparative des résultats de mesures µ-XRD et µ-XAS sur des combustibles UO2 standard, dopé au sesquioxyde de chrome (Cr2O3) et MOX, irradiés ou non. Elle présente également l'interprétation des résultats en regard des effets induits par le chrome en tant que dopant ainsi que par la présence de plusieurs produits de fission. Les paramètres de maille de l’UO2 et les paramètres de densité d'énergie de déformation élastique dans les matériaux irrad...

  18. The effect of algae species on the bioelectricity and biodiesel generation through open-air cathode microbial fuel cell with kitchen waste anaerobically digested effluent as substrate.

    Science.gov (United States)

    Hou, Qingjie; Nie, Changliang; Pei, Haiyan; Hu, Wenrong; Jiang, Liqun; Yang, Zhigang

    2016-10-01

    Five strains algae (Golenkinia sp. SDEC-16, Chlorella vulgaris, Selenastrum capricornutum, Scenedesmus SDEC-8 and Scenedesmus SDEC-13) were screened as an effective way to promote recover electricity from MFC for kitchen waste anaerobically digested effluent (KWADE) treatment. The highest OCV, power density, biomass concentration and total lipid content were obtained with Golenkinia sp. SDEC-16 as the co-inoculum, which were 170mV, 6255mWm(-3), 325mgL(-1) and 38%, respectively. Characteristics of the organics in KWADE were analyzed, and the result showed that the hydrophilic and acidic fractions were more readily degraded, compared to the neutral fractions during the operation. Maximum COD and TN removal efficiency were 43.59% and 37.39% when inoculated with Golenkinia sp. SDEC-16, which were roughly 3.22 and 3.04 times higher than that of S. capricornutum. This study demonstrated that Golenkinia sp. SDEC-16 was a promising species for bioelectricity generation, lipid production and KWADE treatment. PMID:27441827

  19. Dan Johnson the mentor

    Science.gov (United States)

    McKinley, Richard

    2003-04-01

    I first met Dan Johnson in early 1975 as I was interviewing for an engineering job with Henning von Gierke's bioengineering and bionics laboratory at Wright-Patterson Air Force Base. From the very beginning Dan was always direct and forthright. Over the ensuing next 27 years my knowledge and respect of Dan constantly grew. This presentation will review Dan's technical and personal contributions while at the laboratory at Wright-Patterson Air Force Base. He was instrumental in the development of a national noise exposure criteria with the equal-energy-rule, an accurate single number hearing protector attenuation measure based on ``C-A,'' an impulse noise exposure criteria, a longitudinal study of hearing loss in children, development of noise dosimeters, and description of hearing damage risk from nonoccupational noise exposures such as disco's, bowling alleys, lawn mowers, and school buses. Dan has had a significant effect on my career. I and the many people who knew him at the laboratory miss him greatly.

  20. Algae and blue-green algae as mosquito food

    OpenAIRE

    Rettich, František; Popovský, Jiří; Cepák, Vladimír

    2001-01-01

    Ten genera of cyanophytes and 73 genera of algae were found in the guts of Aedes, Culex, Anopheles and Culiseta larvae collected in various breeding places of the Elbe-Lowland (Bohemia) and Prague. The quality and quantity of blue-green algae and algae found in mosquito guts depended on their presence in the water of mosquito breeding places and on the feeding type (filter fieders, scrapers) of mosquito larvae. Chlorophycean algae possesing cell wall with sporopollenin and algae with a mucila...

  1. Étude par calcul de structure électronique des dégâts d'irradiation dans le combustible nucléaire UO2 : comportement des défauts ponctuels et gaz de fission

    OpenAIRE

    VATHONNE, EMERSON

    2014-01-01

    Le dioxyde d’uranium (UO2) est le combustible nucléaire le plus largement répandu dans le monde pour alimenter les centrales nucléaires et plus particulièrement les réacteurs à eau pressurisée (REP). En réacteur, la fission des atomes d’uranium crée des produits de fission et des défauts ponctuels dans le matériau combustible. La compréhension de l’évolution de ces dégâts d’irradiation nécessite une approche de modélisation multi-échelle, de l’échelle de la pastille combustible à l’échelle at...

  2. Application de la technique de thermodésorption pour l'analyse de 93 COV et le screening des COV dans l'air des lieux de travail

    OpenAIRE

    Maret, Laure,

    2013-01-01

    Aujourd'hui, la gestion du risque en milieu profesionnel ainsi que l'évaluation de l'exposition aux polluants, tels que les Composés Organiques Volatils (COV) présents dans l'air deviennent une nécessité tant la qualité de l'air des lieux de travail peut être à l'origine de problèmes de santé ou de maladies professionnelles reconnues. Dans le but de répondre à ces exigences de sécurité, l'Université Claude Bernard Lyon 1 a institutionnalisé et développé une Cellule Analyse Hygiène Sécurité et...

  3. Détermination des paramètres non linéaires constitutifs de lois de comportement viscoélastique par mesures de champ dans des écoulements complexes

    OpenAIRE

    Boukellal, Ghalia

    2010-01-01

    Les modèles de comportement issus des théories "moléculaires" permettent de faire le lien entre structure moléculaire et comportement dans des écoulements rhéométriques. Cependant, ces modèles peuvent être mis en défaut dès que l'écoulement est complexe ou fortement non-linéaire. Dans cette thèse, nous avons présenté des résultats expérimentaux permettant d'identifier les paramètres non linéaires constitutifs de ces lois de comportement viscoélastique pour les polymères fondus, en utilisant d...

  4. Wastewater treatment with algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Wong Yukshan [Hong Kong Univ. of Science and Technology, Kowloon (China). Research Centre; Tam, N.F.Y. [eds.] [City Univ. of Hong Kong, Kowloon (China). Dept. of Biology and Chemistry

    1998-05-01

    Immobilized algal technology for wastewater treatment purposes. Removal of copper by free and immobilized microalga, Chlorella vulgaris. Biosorption of heavy metals by microalgae in batch and continuous systems. Microalgal removal of organic and inorganic metal species from aqueous solution. Bioaccumulation and biotransformation of arsenic, antimony and bismuth compounds by freshwater algae. Metal ion binding by biomass derived from nonliving algae, lichens, water hyacinth root and spagnum moss. Metal resistance and accumulation in cyanobacteria. (orig.)

  5. Mise au point d'une méthode de mesure des siloxanes méthyliques volatils dans le biogaz et dans l'air ambiant et étude de leur impact sur les systèmes photocatalytiques

    OpenAIRE

    Lamaa, Lina

    2013-01-01

    Afin de satisfaire la demande croissante des systèmes de traitement de l'air, des procédés commerciaux basés sur la photocatalyse par TiO2 ont été commercialisés. Récemment le problème de la désactivation de ces systèmes a attiré l'attention des industriels ainsi que des chercheurs. Les Siloxanes Méthyliques Volatils (SMVs) présents dans l'air auraient été identifiés comme une source majeure contribuant à cette désactivation. Par ailleurs, dans les centres de stockage des déchets, la valorisa...

  6. Sustainable Algae Biodiesel Production in Cold Climates

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudras Baliga

    2010-01-01

    Full Text Available This life cycle assessment aims to determine the most suitable operating conditions for algae biodiesel production in cold climates to minimize energy consumption and environmental impacts. Two hypothetical photobioreactor algae production and biodiesel plants located in Upstate New York (USA are modeled. The photobioreactor is assumed to be housed within a greenhouse that is located adjacent to a fossil fuel or biomass power plant that can supply waste heat and flue gas containing CO2 as a primary source of carbon. Model results show that the biodiesel areal productivity is high (19 to 25 L of BD/m2/yr. The total life cycle energy consumption was between 15 and 23 MJ/L of algae BD and 20 MJ/L of soy BD. Energy consumption and air emissions for algae biodiesel are substantially lower than soy biodiesel when waste heat was utilized. Algae's most substantial contribution is a significant decrease in the petroleum consumed to make the fuel.

  7. Analisis Kebutuhan Oksigen Biologi (Biological Oxygen Demand) Dan Kebutuhan Oksigen Kimia (Chemical Oxygen Demand) Pada Air Limbah Industri

    OpenAIRE

    Matondang, Nia Syofyasti

    2012-01-01

    Kebutuhan Oksigen Biologi (Biological Oxygen Demand) merupakan kebutuhan oksigen dalam mg/l yang diperlukan untuk menguraikan benda organik oleh bakteri sampai limbah tersebut menjadi jernih kembali. Sedangkan Kebutuhan Oksigen Kimia (Chemical Oxygen Demand) adalah banyaknya oksigen dalam mg/l yang dibutuhkan dalam kondisi khusus untuk menguraikan benda organik secara kimiawi. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini untuk mengetahui apakah air limbah industri yang dianalisa memenuhi baku mutu yang t...

  8. The involvement of carbohydrate reserves in hydrogen photoproduction by the green alga Chlamydomonas reinhardtii; L'implication des reserves carbonees dans la photoproduction d'hydrogene chez l'algue verte Chlamydomonas reinhardtii

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Chochois, V.

    2009-09-15

    The unicellular green alga Chlamydomonas reinhardtii is able to produce hydrogen, using water as an electron donor, and sunlight as an energy source. Although this property offers interesting biotechnological perspectives, a major limitation is related to the sensitivity of hydrogenase to oxygen which is produced by photosynthesis. It had been previously shown that in conditions of sulfur deprivation, C. reinhardtii is able to produce hydrogen during several days (Melis et an. 2000). During this process, two pathways, one direct depending on photosystem II (PSII) activity and the other involving only the PSI, are involved, starch reserves being supposed to play a role in both of these pathways. The purpose of this phD thesis was to elucidate the mechanisms linking starch catabolism to the hydrogen photoproduction process. Firstly, the analysis of mutants affected in starch biosynthesis (sta6 and sta7) showed that if starch reserves are essential to the functioning of the indirect pathway, they are not involved in the direct one. Secondly, in order to identify metabolic steps and regulatory processes involved in starch breakdown, we developed a genetic approach based on the search of mutants affected in starch reserves mobilization. Eight mutant (std1 to std8) diversely affected in their ability to degrade starch after an accumulation phase have been isolated from an insertional mutant library of 15,000 clones. One of these mutants, std1, is affected in a kinase related to the DYRK family (dual-specificity tyrosine regulated serine threonine kinase). Although the targets of this putative kinase remain to be identified, the analysis of the granule bound proteome displayed profound alterations in the expression profile of starch phosphorylases, potentially involved in starch breakdown. STD1 represents the first starch catabolism regulator identified to date in plants. (author)

  9. KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK DAUN STROBILANTHUS CRISPUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Khasiat obat tradisional disebabkan oleh adanya senyawa kimia yang  dikandungnya. Bahan baku obat dari hasil pertanian atau kumpulan tumbuhan liar tentunya kandungan kimianya tidak dapat dijamin selalu konstan (ajeg karena adanya variabel bibit, tempat tumbuh, iklim, kondisi (umur dan cara panen. Kandungan senyawa kimia yang bertanggung jawab terhadap respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi  komposisi (jenis dan kadar. 0leh karena itu penetapan karakterisasi suatu simplisia dan ekstrak perlu dilakukan guna menjamin bahwa bahan suatu produk obat tradisional dapat diketahui mutunya. Karakterisasi dilakukan terhadap Tanaman Strobilanthus crispus (BL, yaitu simplisia bagian daun dan ekstrak 50% tanaman tersebut. Karakterisasi simplisa meliputi : penetapan kadar abu, kadar abu larut air, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, kadar sari larut asam, dan kadar air secar·a destilasi. Cara penetapan diatas dilakukan sesuai prosedur yang Ielah ditetapkan MMI, 1979. Sedangkan karakterisasi ekstrak mencakup : karakterisasi non spesifik yang meliputi penetapan bobot  jenis, kadar air, kadar sisa pelarut, kadar abu dan karakterisasi spesifik yang mencakup  pemeriksaan·senyawa yang terlarut dalam pelarut air dan etanol, pola kromatografi dengan cara KLT-densitometri, pemeriksaan golongan kimia ekstrak dan penetapan kadar zat kimia. Hasil penetapan karakterisasi simplisia menunjukkan spesifikasi tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan MMI, hanya penetapan sari larut etanol yang memenuhi persyaratan. Penetapan karakterisasi ekstrak etanol 50% menunjukkan tidak terdapat etanol dalam ekstrak, kadar air 13,3 %; bobot jenis 1,262%, senyawa terlarut dalam pelarut air 95,06%, senyawa terlarut dalam pelarut etanol 18,69 % dan kadar flavonoid  17,59 % serta  profil  kromatogram komponen utama fraksi heksan, Khloroform dan etanol.

  10. Microbubbles for algae cultivation

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Tesař, Václav

    Santa Fe: ELSEVIER Global Conferences, 2014, 0120. [International Conference on Algal Biomass, Biofuels and Bioproducts /4./. Santa Fe (US), 15.06.2014-18.06.2014] R&D Projects: GA ČR GA13-23046S Institutional support: RVO:61388998 Keywords : microbubbles * algae * carbon dioxide Subject RIV: BK - Fluid Dynamics

  11. Kapasitas Jerap Niosom Terhadap Ketoprofen dan Perdiksi Penggunaan Transdermal

    OpenAIRE

    Rahman, Latifah; Ismail, Isriani; Wahyudin, Elly

    2013-01-01

    Niosom adalah system vesikel yang dapat digunakan sebagai pembawa obat lipofilik, hidrofilik dan ampifilik. Ketoprofen adalah salah satu golongan AINS yang sangat sukar larut dalam air dan dapat menyebabkan iritasi lambung pada penggunaan oral. System penghantaran obat secara transdermal sangat penting dikembangkan untuk ketoprofen. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi niosom yang dapat menjerap ketoprofen secara optimal dan dapat menghantarkan ketoprofen melalui rute pemberian transde...

  12. Radionuclides in Bentic Algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Bentic micro-algae (mainly consisting of diatoms) were taken from 4 sites in the discharge area of the Forsmark Nuclear Power Station (Sweden) and from 1 site in the cooling water intake channel of the power station. Samples were taken every third week during 1984. The micro-algae were brushed of a 0.1-0.15 m2 area on stones collected from the hydrolittoral zone. Radionuclide concentration was measured as gamma radiation with a Ge-detector. Fission products from the power plant cooling water can easily be detected in the micro-algae. We show that benthic diatom assemblages are good indicators for radionuclides; good correlations were found between radionuclide concentration in the algae and the discharge from the power plant. The best correlations were obtained if the accumulated discharge for the 15 days before sampling was used in the calculations. Of the investigated radionuclides, Co-60 and Zn-65 show significant relationships between concentration in the algae and discharge for 2 site, Ag-110m for 3 sites and Mn-54 for 1 site. No correlations were found for the site in the intake channel. The results show differences which depend on whether calculations were done for total, particulate or dissolved fractions of the radionuclides. There are indications that there is considerable recirculation of the radionuclides within the algal assemblages, and the recirculation from the outlet of the Biotest basin to the intake channel is of about 10%. In this report we also present a budget for the total amount of radionuclides in the Biotest Basin for 1984. The highest amounts of radionuclides in diatoms were found during late winter and early spring, associated with the large diatom blooms at that time of the year in the basin. (authors)

  13. Comportement des éléments légers et formation de défauts sous irradiation dans les combustibles nucléaires

    OpenAIRE

    Martin, Guillaume

    2016-01-01

    Les travaux présentés dans ce mémoire couvrent les domaines de recherches dans lesquels je me suis impliqué jusqu'à maintenant. Le premier chapitre s'attache à décrire les avancées effectuées dans le domaine des analyses par faisceau d'ions. Les réflexions théoriques développées ont notamment permis de construire des outils permettant d’établir des profils en profondeur d'éléments dans les solides de manière objective, avec des incertitudes précisément calculées. Par ailleurs, des techniques ...

  14. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  15. Perception des émotions non verbales dans la musique, les voix et les visages chez les adultes implantés cochléaires présentant une surdité évolutive

    OpenAIRE

    Ambert-Dahan, Emmanuèle

    2014-01-01

    Le bénéfice de l’implant cochléaire pour la compréhension de la parole en milieu calme, et même dans certains cas pour des situations auditives complexes telles que les environnements bruyants ou l’écoute de la musique est aujourd’hui connu. Si la compréhension de la parole est nécessaire à la communication, la perception des informations non verbales transmises par la voix de même que des expressions faciales est fondamentale pour interpréter le message d’un interlocuteur. Les capacités de p...

  16. Algae Review Fact Sheet

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    2016-06-01

    Algae-based biofuels and bioproducts offer great promise in contributing to the U.S. Department of Energy (DOE) Bioenergy Technologies Office’s (BETO’s) vision of a thriving and sustainable bioeconomy fueled by innovative technologies. The state of technology for producing algal biofuels continues to mature with ongoing investment by DOE and the private sector, but additional research, development, and demonstration (RD&D) is needed to achieve widespread deployment of affordable, scalable, and sustainable algal biofuels.

  17. Exploring English for the Nuclear Industry in Biographical Films: Oppenheimer and Silkwood Exploration de l’anglais de l’industrie nucléaire dans les films biographiques: Oppenheimer et Silkwood

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laura M. Hartwell

    2012-04-01

    Full Text Available There is an increased interest in using filmic texts, both fictional and documentary, in the ESP classroom. Medical and legal fields have seen considerable fictional representation, but the nuclear industry has not been wholly forgotten by the creators of popular drama. Film and television programs offer visually contextualized discourse in nuclear-related scientific settings. This study analyses the oral discourse features of the 1980 BBC series Oppenheimer: The Father of the Atomic Bomb and Mike Nichols’ 1983 film Silkwood, based on the life and death of a plutonium plant worker and union member Karen Silkwood. The contrasting linguistic and thematic elements help to form distinctive representations of nuclear industry professionals, thereby offering rich sources of oral discourse, especially for learners requiring proficiency in English for Scientific Purposes (ESP.Dans l’enseignement de l’anglais de spécialité, il semble que l’utilisation de textes de films, qu’ils soient documentaires ou de fiction, présente un intérêt croissant. Les domaines de la médecine et du droit sont abondamment représentés dans les fictions, mais l’industrie nucléaire n’a pas été totalement oubliée par les créateurs de drames populaires. Le cinéma et la télévision offrent un contexte visuel au discours à caractère scientifique. La présente étude analyse les caractéristiques du discours oral dans la série télévisée de 1980, Oppenheimer: The Father of the Atomic Bomb diffusée par la BBC, et dans le film de Mike Nichols réalisé en 1983, Silkwood, qui raconte la vie et la mort de Karen Silkwood, salariée dans une usine de plutonium et syndicaliste. La complémentarité des éléments linguistiques et thématiques favorise la représentation des particularités concernant les professionnels de l’industrie nucléaire et, par là même, offre une richesse du discours oral particulièrement intéressante pour les apprenant

  18. Pembuatan Dan Karakterisasi Paving Block Sebagai Beton Konstruksi Dengan Menggunakan Campuran Oil Sludge Dan Semen

    OpenAIRE

    Reni Naibaho

    2009-01-01

    Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah pertamina (oil sludge) dari PT Pertamina Pangkalan Susu - Kab. Langkat, yang dihasilkan dari proses pengeboran minyak. Limbah ini termasuk limbah padat yang telah mengering dan berbentuk gumpalan (oil sludge). Adapun besaran fisis yang diamati pada sampel paving blok adalah antara lain: porositas, densitas, dan serapan air. Sedangkan besaran mekanika adalah kekerasan, kuat tekan, kuat impak dan kuat patah. Dari hasil penelitian menunjukk...

  19. Air

    Science.gov (United States)

    ... house) Industrial emissions (like smoke and chemicals from factories) Household cleaners (spray cleaners, air fresheners) Car emissions (like carbon monoxide) *All of these things make up “particle pollution.” They mostly come from cars, trucks, buses, and ...

  20. Biological importance of marine algae

    OpenAIRE

    Ali A. El Gamal

    2009-01-01

    Marine organisms are potentially prolific sources of highly bioactive secondary metabolites that might represent useful leads in the development of new pharmaceutical agents. Algae can be classified into two main groups; first one is the microalgae, which includes blue green algae, dinoflagellates, bacillariophyta (diatoms)… etc., and second one is macroalgae (seaweeds) which includes green, brown and red algae. The microalgae phyla have been recognized to provide chemical and pharmacological...

  1. Air

    International Nuclear Information System (INIS)

    In recent years several regulations and standards for air quality and limits for air pollution were issued or are in preparation by the European Union, which have severe influence on the environmental monitoring and legislation in Austria. This chapter of the environmental control report of Austria gives an overview about the legal situation of air pollution control in the European Union and in specific the legal situation in Austria. It gives a comprehensive inventory of air pollution measurements for the whole area of Austria of total suspended particulates, ozone, volatile organic compounds, nitrogen oxides, sulfur dioxide, carbon monoxide, heavy metals, benzene, dioxin, polycyclic aromatic hydrocarbons and eutrophication. For each of these pollutants the measured emission values throughout Austria are given in tables and geographical charts, the environmental impact is discussed, statistical data and time series of the emission sources are given and legal regulations and measures for an effective environmental pollution control are discussed. In particular the impact of fossil-fuel power plants on the air pollution is analyzed. (a.n.)

  2. HUBUNGAN KONDISI PERUMAHAN DENGAN PENULARAN PENYAKIT ISPA DAN TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-10-01

    Full Text Available Suatu rumah baru dapat dikatakan memenuhi syarat kesehatan apabila memenuhi empat hal pokok berikut ini:Memenuhi kebutuhan fisiologis (meliputi pencahayaan, perhawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu tidur dan sebagainya;Memenuhi kebutuhan psikologis (seperti privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga/penghuni rumah dan sebagainya;Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar anggota keluarga/penghuni rumah (meliputi penyediaan air minum, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, di samping pencahayaan dan perhawaan yang cukup seperti tersebut dalam butir 1;Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah (seperti persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak raudah roboh, yang tidak mudah terbakar, yang tidak cenderung membuat penghuninya jatuh, tergelincir dan sebagainya. 

  3. Cellular Auxin Transport in Algae

    Science.gov (United States)

    Zhang, Suyun; van Duijn, Bert

    2014-01-01

    The phytohormone auxin is one of the main directors of plant growth and development. In higher plants, auxin is generated in apical plant parts and transported from cell-to-cell in a polar fashion. Auxin is present in all plant phyla, and the existence of polar auxin transport (PAT) is well established in land plants. Algae are a group of relatively simple, autotrophic, photosynthetic organisms that share many features with land plants. In particular, Charophyceae (a taxon of green algae) are closest ancestors of land plants. In the study of auxin function, transport and its evolution, the algae form an interesting research target. Recently, proof for polar auxin transport in Chara species was published and auxin related research in algae gained more attention. In this review we discuss auxin transport in algae with respect to land plants and suggest directions for future studies.

  4. Fuel From Algae: Scaling and Commercialization of Algae Harvesting Technologies

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    2010-01-15

    Broad Funding Opportunity Announcement Project: Led by CEO Ross Youngs, AVS has patented a cost-effective dewatering technology that separates micro-solids (algae) from water. Separating micro-solids from water traditionally requires a centrifuge, which uses significant energy to spin the water mass and force materials of different densities to separate from one another. In a comparative analysis, dewatering 1 ton of algae in a centrifuge costs around $3,400. AVS’s Solid-Liquid Separation (SLS) system is less energy-intensive and less expensive, costing $1.92 to process 1 ton of algae. The SLS technology uses capillary dewatering with filter media to gently facilitate water separation, leaving behind dewatered algae which can then be used as a source for biofuels and bio-products. The biomimicry of the SLS technology emulates the way plants absorb and spread water to their capillaries.

  5. [From algae to "functional foods"].

    Science.gov (United States)

    Vadalà, M; Palmieri, B

    2015-01-01

    In the recent years, a growing interest for nutraceutical algae (tablets, capsules, drops) has been developed, due to their effective health benefits, as a potential alternative to the classic drugs. This review explores the use of cyanobacterium Spirulina, the microalgae Chlorella, Dunaliella, Haematococcus, and the macroalgae Klamath, Ascophyllum, Lithothamnion, Chondrus, Hundaria, Glacilaria, Laminaria, Asparagopsis, Eisenia, Sargassum as nutraceuticals and dietary supplements, in terms of production, nutritional components and evidence-based health benefits. Thus, our specific goals are: 1) Overview of the algae species currently used in nutraceuticals; 2) Description of their characteristics, action mechanisms, and possible side effects; 3) Perspective of specific algae clinical investigations development. PMID:26378764

  6. Transgenic algae engineered for higher performance

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Unkefer, Pat J; Anderson, Penelope S; Knight, Thomas J

    2014-10-21

    The present disclosure relates to transgenic algae having increased growth characteristics, and methods of increasing growth characteristics of algae. In particular, the disclosure relates to transgenic algae comprising a glutamine phenylpyruvate transaminase transgene and to transgenic algae comprising a glutamine phenylpyruvate transaminase transgene and a glutamine synthetase.

  7. Modélisation paramétrique non linéaire des machines asynchrones et démarche d'optimisation associée. Application au dimensionnement dans les véhicules hybrides.

    OpenAIRE

    Pugsley, Gareth

    2004-01-01

    Ce travail concerne l'étude des machines asynchrones à cage dans les applications de traction automobile, en particulier pour les véhicules hybrides. Nous avons développé des modèles et des méthodes utiles pour analyser et dimensionner de telles machines électriques. Nous avons tout d'abord mis au point un modèle électromagnétique non linéaire de la machine, déterminé à partir d'un nombre restreint de calculs "éléments finis". Ce modèle a ensuite été adapté pour réaliser des études de sensibi...

  8. Transitions des exploitations agricoles vers l'agriculture biologique dans un territoire : approche par les interactions entre systèmes techniques et de commercialisation : Application aux aires d'alimentation de captages en Île-de-France

    OpenAIRE

    Petit, Caroline

    2013-01-01

    En réponse aux réglementations environnementales récentes incitant à une gestion préventive de la qualité de l’eau, l’agriculture biologique (AB) constitue une des solutions globales préconisée pour cette gestion préventive. L’objectif de cette thèse est d’étudier les transitions des exploitations agricoles vers l’AB dans les territoires, en prenant les aires d’alimentation de captages (AAC) en Île-de-France comme cas d’étude. En nous inscrivant en agronomie des territoires, nous développons ...

  9. Cryopreservation of eukaryotic soil algae

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Lukešová, Alena; Worland, M. R.; Hrouzek, Pavel

    Coimbra: Society for Cryobiology, 2003. s. 32. [Cryobiomol 2003 - Low Temperature Biology. 14.09.2003-18.09.2003, Coimbra] Institutional research plan: CEZ:AV0Z6066911 Keywords : cryopreservation * eukaryotic soil algae Subject RIV: EH - Ecology, Behaviour

  10. MONOTERPENE BIOSYNTHESIS IN MARINE ALGAE

    Science.gov (United States)

    Marine algae produce a variety of secondary metabolites involved in chemical defense. Among these the monoterpenes present several highly unusual characteristics relative to their terrestrial counterparts. The monoterpenes produced by these marine organisms are nearly always halogenated and posses...

  11. Carotenoids in Algae: Distributions, Biosyntheses and Functions

    OpenAIRE

    Shinichi Takaichi

    2011-01-01

    For photosynthesis, phototrophic organisms necessarily synthesize not only chlorophylls but also carotenoids. Many kinds of carotenoids are found in algae and, recently, taxonomic studies of algae have been developed. In this review, the relationship between the distribution of carotenoids and the phylogeny of oxygenic phototrophs in sea and fresh water, including cyanobacteria, red algae, brown algae and green algae, is summarized. These phototrophs contain division- or class-specific carote...

  12. FUNCTIONAL VEGETABLE SALADS WITH ALGAE

    OpenAIRE

    Козонова, Ю.О.; Авдєєва, А.А.

    2015-01-01

    Now on the Ukrainian market frozen vegetable salads are well represented. They contain a small amount of protein and have an unbalanced composition nutrientny. Adding algae to the vegetable salads composition allows to resolve this contradiction. In this paper the functional vegetable salads expanding assortment possibilities are represented. The product components composition was designed. It is advisable to add different types of algae (kelp, spirulina and fucus) to the quick-frozen functio...

  13. Scenario studies for algae production

    OpenAIRE

    Slegers, P.M.

    2014-01-01

    Microalgae are a promising biomass for the biobased economy to produce food, feed, fuel, chemicals and materials. So far, large-scale production of algae is limited and as a result estimates on the performance of such large systems are scarce. There is a need to estimate large-scale biomass productivity and energy consumption, while considering the uncertainty and complexity in such large-scale systems. In this thesis frameworks are developed to assess 1) the productivity during algae cultiva...

  14. Neuroprotective Effects of Marine Algae

    OpenAIRE

    Se-Kwon Kim; Ratih Pangestuti

    2011-01-01

    The marine environment is known as a rich source of chemical structures with numerous beneficial health effects. Among marine organisms, marine algae have been identified as an under-exploited plant resource, although they have long been recognized as valuable sources of structurally diverse bioactive compounds. Presently, several lines of studies have provided insight into biological activities and neuroprotective effects of marine algae including antioxidant, anti-neuroinflammatory, choline...

  15. Application of algae-biosensor for environmental monitoring.

    Science.gov (United States)

    Umar, Lazuardi; Alexander, Frank A; Wiest, Joachim

    2015-08-01

    Environmental problems including water and air pollution, over fertilization, insufficient wastewater treatment and even ecological disaster are receiving greater attention in the technical and scientific area. In this paper, a method for water quality monitoring using living green algae (Chlorella Kessleri) with the help of the intelligent mobile lab (IMOLA) is presented. This measurement used two IMOLA systems for measurement and reference simultaneously to verify changes due to pollution inside the measurement system. The IMOLA includes light emitting diodes to stimulate photosynthesis of the living algae immobilized on a biochip containing a dissolved oxygen microsensor. A fluid system is used to transport algae culture medium in a stop and go mode; 600s ON, 300s OFF, while the oxygen concentration of the water probe is measured. When the pump stops, the increase in dissolved oxygen concentration due to photosynthesis is detected. In case of a pollutant being transported toward the algae, this can be detected by monitoring the photosynthetic activity. Monitoring pollution is shown by adding emulsion of 0,5mL of Indonesian crude palm oil and 10mL algae medium to the water probe in the biosensor. PMID:26737928

  16. PENGARUH KETEBALAN IRISAN DAN LAMA PEREBUSAN (BLANCHING TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS DAN KADAR MINYAK ATSIRI SIMPLISIA DRINGO (Acorus calamus L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Sudrajad

    2012-10-01

    Full Text Available Beberapa simplisia perlu mengalami proses seperti perajangan dan blanching. Perajangan dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengepakan dan penggilingan. Semakin tipis bahan yang dikeringkan, semakin cepat penguapan air yang dikandung, sehingga mempercepat waktu pengeringan. Namun irisan yang terlalu tipis menyebabkan zat yang mudah menguap seperti minyak atsiri akan berkurang kadarnya, sehingga mempengaruhi komposisi, bau dan rasa terutama pada simplisia seperti temu lawak, temu giring, jahe, kencur dan bahan sejenis lainnya. Perebusan (blanching adalah suatu proses pemanasan yang diberikan kepada bahan mentah selama beberapa menit  pada  suhu  air  mendidih yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk yang diolah. Rimpang tanaman ini secara empiris digunakan sebagai insektisida, demam nifas, karminatif. disentri dan limpa bengkak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ketebalan irisan dan lama perebusan (blanching terhadap gambaran makroskopis dan kadar minyak atsiri simplisia dringo (Acorus calamus L. Sebagai model digunakan Acorus calamus L. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap menggunakan 2 faktor perlakuan, yaitu faktor pertama ketebalan irisan (K. yaitu K1 =2 mm, K2 =4 mm. K3 = 6 mm dan lama blanching (B yaitu BO = tanpa blanching, B 1 = 5 menit dan B2 = 10 menit. Pengamatan dilakukan terhadap kualitas (warna, bentuk permukaan dan tekstur simplisia dan kadar minyak atsiri rimpang dringo. Simplisia dengan ketebalan irisan 2 mm tanpa perlakuan blanching menghasilkan minyak atsiri lebih tinggi (4,5% dengan kualitas simplisia yang lebih baik (warna putih kekuningan, permukaan rata dan tekstur liat, mudah dipatahkan sedangkan yang hasil terendah diperoleh pada perlakuan ketebalan irisan 2 mm dengan perlakuan lama blanching 10 menit yaitu  warna simplisia coklat, keadaan fisik irisan bergelombang, permukaan keras, sukar dipatahkan dengan kadar minyak atsiri (2%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tebal

  17. Hipersensitif Dentin dan Perawatannya

    OpenAIRE

    Valda, Zilby Rebeca

    2011-01-01

    Hipersensitif dentin digambarkan sebagai rasa sakit yang berlangsung pendek dan tajam akibat adanya rangsangan terhadap dentin yang terpapar. Rangsangan tersebut antara lain taktil atau sentuhan, uap, kimiawi dan rangsangan panas. Rasa sakit yang terjadi pada hipersensitif dentin akan mempengaruhi kenyamanan dan fungsi rongga mulut dan bila tidak dirawat maka akan menimbulkan defisiensi nutrisi pada penderita. Terkikisnya lapisan enamel yang menutupi gigi dan tersingkapnya permukaan akar m...

  18. PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA PENGEMBUNAN CAMPURAN METANOL-PROPANOL-UDARA DALAM KONDENSOR TEGAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarto Sarto

    2012-02-01

    Full Text Available Pengembunan campuran uap dan gas melibatkan mekanisme perpindahan panas dan massa secara simultan yang sangat rumit sehingga pendekatan teoritis terhadap peristiwanya belum cukup untuk diterapkan pada perancangan kondensor. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persamaan semi-empirik yang sederhana dan cukup teliti sebagai dasar memperkirakan koefisien perpindahan panas dan massa proses pengembunan campuran metanol(1-propanol(2-udara. Percobaan pengembunan dilakukan di dalam kondensor pipa ganda tegak sepanjang 1,7 m. Ukuran pipa luar dan dalam berturut-turut sebesar 50 mm dan 25 mm. Campuran uap dan gas dialirkan dari atas melalui anulus sedangkan air pendingin dialirkan di dalam pipa dari bawah sehingga sistem menjadi berlawanan arah. Data percobaan meliputi kecepatan alir dan suhu air pendingin, komposisi dan suhu campuran uap-gas, kecepatan alir dan suhu kondensat, kecepatan alir udara, dan tekanan sistem. Koefisien perpindahan panas dan massa dievaluasi melalui model matematik yang disusun berdasarkan neraca massa dan panas yang diselesaikan secara simultan. Hasil penelitian dinyatakan dalam bentuk bilangan tak berdimensi yaitu Nu=19,9297(1-yn2,9164Re0,8142Pr1/3. Adapun hubungan fungsional bilangan Sherwood yang merupakan bentuk bilangan tak berdimensi koefisien perpindahan massa dinyatakan dengan persamaan Sh1=15,1042(1-yn2,9696Re0,8068Sc1/3 dan Sh2=5,7227(1-yn2,9916Re0,8113 Sc1/3

  19. PENGARUH APLIKASI MEDAN ELEKTROMAGNET TERHADAP SIFAT FISIS AIR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN TANAMAN

    OpenAIRE

    Fitri Purworini,; Avin Ainur Fitrianingsih

    2015-01-01

    Ketersediaan air bersih yang berkualitas bagi manusia semakin terbatas. Tujuan dari penelitian ini mengaplikasi medan elektromagnet untuk memperbaiki kualitas air tersebut. Pada penelitian ini beberapa pipa telah dibuat yakni pipa toroida, pipa rodin dan pipa cadeceus yang kemudian dialiri air PDAM dan dihubungkan dengan medan elektromagnet. Air hasil olahan pipa-pipa tersebut kemudian diuji sifat fisis air yang meliputi uji pH, uji suhu, dan uji konduktifitas listrik air. Air ini diamati p...

  20. Bioremediasi Limbah Cair Industri Udang Menggunakan EM4 dan PROMI

    OpenAIRE

    SABARA, ASRIDA AMIR

    2015-01-01

    ABSTRAK Limbah cair udang mengandung berbagai jenis pencemar lingkungan, misalnya Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Derajat Keasaman (PH). Pembuangan limbah cair udang ke badan air tanpa proses pengolahan akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengupayakan cara sederhana dengan memanfaatkan aktivator promoting microbed dan efektif microorganisme dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD), Chemic...

  1. Distribusi patogen dan kualitas lingkungan pada budidaya perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Romi Novriadi

    2014-04-01

    Full Text Available Peningkatan laju produksi perikanan budidaya secara umum berperan penting dalam peningkatan masalah lingkungan dan patogen di beberapa unit produksi budidaya. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian penyakit saat ini menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan menilai distribusi patogen pada beberapa sentra produksi perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau. Monitoing dilakukan mulai Februari 2011 sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nodavirus dan Iridovirus merupakan agen penyebab penyakit virus yang umum ditemukan di budidaya ikan laut. Sementara Vibrio spp., Aeromonas spp. dan Edwardsiella spp. merupakan mikroorganisme patogen yang umum ditemukan di sentra budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Hasil kajian monitoring juga menunjukkan bahwa Diplectanum sp., Gyrodactilus sp., Caligus sp., Trichodina sp., Rhexanella sp., Hirudinae sp., Benedenia sp. dan Cylodonela sp. merupakan parasit yang memiliki distribusi tinggi di berbagai sentra produksi ikan air laut dan tawar di Kepulauan Riau.

  2. Aires protégées, gestion participative des ressources environnementales et développement touristique durable et viable dans les régions ultra-périphériques

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jean-Marie Breton

    2009-09-01

    Full Text Available Le tourisme est souvent présenté comme l’un des instruments d’un développement durable, même s’il connaît une expansion difficilement maîtrisable, au détriment du patrimoine environnemental, insulaire et littoral en particulier, comme dans les DOM-TOM.Le tourisme a des impacts, culturels et sociaux notamment, sur l’environnement. Les ressources du patrimoine alimentent de leur côté la demande et l’offre touristiques. Un tourisme assis sur une gestion ad hoc des ressources du patrimoine constitue un facteur puissant de durabilité du développement local. La soumission de l’activité touristique aux exigences de protection, de conservation et de gestion reproductible de la biodiversité et du patrimoine naturel, dans les aires protégées de la Caraïbe française en particulier, génère des approches, des stratégies et des comportements nouveaux. La démarche écotouristique appelle une gestion participative et intégrée des ressources et des espaces, et constitue un défi pour les opérateurs du tourisme comme pour les acteurs de l’environnement, et une opportunité de "réappropriation" de leur milieu de vie par les populations locales. Il faut alors en clarifier le concept et les implications ; puis en analyser les objectifs et les enjeux dans une perspective de développement durable.Tourism often appears as one a tool for a sustainable development, even if it is not easy to control, in the détriment of island and costal environment heritage, as in French overseas regions. Besides the cultural and social impacts of tourism upon environment, the heritage resources nuture the touristic request and offer. If based on an appropriate management of those resources, it may be a strong incentive for local sustainable development. The respect of protection, conservation and sustainable management of biodiversity and natural resources by tourism, especially in the overseas regions of French West Indies, produces new

  3. Karakterisasi Dan Pembuatan Batu Bata Dengan Bahan Dasar Tanah Liat Serta Penambahan Blotong Sebagai Bahan Pengisi

    OpenAIRE

    Khairani, Eva

    2011-01-01

    Telah dilakukan pembuatan batu bata lempung dengan campuran berupa blotong yang dicetak dengan cara pemadatan, pengeringan dan dibakar pada temperatur 300 – 400oC. Setelah umur pengeringan 7 hari, dilakukan pengujian karakteristik sifat mekanik dan fisis benda uji seperti; Kuat tekan, porositas, daya serap air dan susut kering. Batu bata dibuat dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 20%, 30% blotong terhadap tanah lempung dan dibandingkan hasilnya terhadap batu bata yang diproduksi oleh pabrik ...

  4. Pemanfaatan Biogas Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak Dan Gas

    OpenAIRE

    Ramli Tarigan

    2009-01-01

    Gas bio merupakan gas hasil aktivitas biologi melalui proses fermentasi anaerob dan merupakan energi terbarukan, sebagai bahan pembuat gas bio adalah kotoran hewan dan sampah organik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua macam variasi pengenceran terhadap medium larutan (air PDAM ) yaitu 1 : 2 dan 1 : 4% volume. Pengamatan meliputi besarnya produksi gas bio, komposisi gas bio, tekanan, tempratur dan tingkat keasaman (pH). Temperatur yang bekerja pada bio degester berkisar 30 – 350C, ti...

  5. Neuroprotective Effects of Marine Algae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Se-Kwon Kim

    2011-05-01

    Full Text Available The marine environment is known as a rich source of chemical structures with numerous beneficial health effects. Among marine organisms, marine algae have been identified as an under-exploited plant resource, although they have long been recognized as valuable sources of structurally diverse bioactive compounds. Presently, several lines of studies have provided insight into biological activities and neuroprotective effects of marine algae including antioxidant, anti-neuroinflammatory, cholinesterase inhibitory activity and the inhibition of neuronal death. Hence, marine algae have great potential to be used for neuroprotection as part of pharmaceuticals, nutraceuticals and functional foods. This contribution presents an overview of marine algal neuroprotective effects and their potential application in neuroprotection.

  6. « Avoir la bombe ». Repenser la puissance dans un contexte de vulnérabilité nucléaire globale

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benoit Pélopidas

    2013-01-01

    Full Text Available L’arme nucléaire est communément désignée comme l’arme absolue, supposée octroyer la puissance à qui la possède. Cet article examine ces affirmations à la lumière de l’histoire nucléaire internationale. En rappelant les évolutions majeures de la technologie nucléaire militaire depuis la fin de la Seconde Guerre mondiale, il révèle la diversité des systèmes d’armes regroupés sous l’appellation de ce que l’on appelle « la bombe » et met à jour une condition de vulnérabilité nucléaire globale, apparue au début des années 1960 qui impose de repenser la puissance par « la bombe ». Le texte critique ensuite les composantes de la puissance communément associées à la détention de systèmes d’armes nucléaires : un statut de grande puissance ; une puissance coercitive et enfin une puissance dissuasive. Il conclut en redéfinissant la notion de puissance à la lumière du contexte de vulnérabilité nucléaire globale.

  7. Algae Bloom in a Lake

    OpenAIRE

    David Sanabria

    2008-01-01

    The objective of this paper is to determine the likelihood of an algae bloom in a particular lake located in upstate New York. The growth of algae in this lake is caused by a high concentration of phosphorous that diffuses to the surface of the lake. Our calculations, based on Fick's Law, are used to create a mathematical model of the driving force of diffusion for phosphorous. Empirical observations are also used to predict whether the concentration of phosphorous will diffuse to the surface...

  8. Algae Bloom in a Lake

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Sanabria

    2008-01-01

    Full Text Available The objective of this paper is to determine the likelihood of an algae bloom in a particular lake located in upstate New York. The growth of algae in this lake is caused by a high concentration of phosphorous that diffuses to the surface of the lake. Our calculations, based on Fick's Law, are used to create a mathematical model of the driving force of diffusion for phosphorous. Empirical observations are also used to predict whether the concentration of phosphorous will diffuse to the surface of this lake within a specified time and under specified conditions.

  9. Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Air Memanfaatkan Teknologi Sistem Pipa Kapiler

    OpenAIRE

    Yogo Pratisto; Hari Prastowo

    2014-01-01

    Skripsi yang berjudul “Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Air Memanfaatkan Teknologi Sistem Pipa Kapiler” membahas tentang analisa dan percobaan tentang proses naiknya fluida dari bawah menuju ke atas dan pembuatan prototipe pembangkit listrik tenaga air. Proses naiknya fluida ini merujuk pada proses transportasi pada tumbuhan yang terjadi pada akar, batang dan daun. Pada percobaan yang telah dilakukan dengan memvariasikan ketinggian (75 cm, 90 cm, 105 cm, 120 cm, 135 cm, 150, 165 cm dan 180...

  10. Formation of algae growth constitutive relations for improved algae modeling.

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gharagozloo, Patricia E.; Drewry, Jessica L.

    2013-01-01

    This SAND report summarizes research conducted as a part of a two year Laboratory Directed Research and Development (LDRD) project to improve our abilities to model algal cultivation. Algae-based biofuels have generated much excitement due to their potentially large oil yield from relatively small land use and without interfering with the food or water supply. Algae mitigate atmospheric CO2 through metabolism. Efficient production of algal biofuels could reduce dependence on foreign oil by providing a domestic renewable energy source. Important factors controlling algal productivity include temperature, nutrient concentrations, salinity, pH, and the light-to-biomass conversion rate. Computational models allow for inexpensive predictions of algae growth kinetics in these non-ideal conditions for various bioreactor sizes and geometries without the need for multiple expensive measurement setups. However, these models need to be calibrated for each algal strain. In this work, we conduct a parametric study of key marine algae strains and apply the findings to a computational model.

  11. PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG AKIBAT PEMUTIHAN (BLEACHING DAN RUSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiuddin Salim

    2012-10-01

    Full Text Available Terumbu karang dan segala kehidupan yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Namun di sisi lain terumbu karang juga merupakan salah satu ekosistem yang sangat terancam karena merupakan sumber keuntungan ekonomi yang besar dari perikanan dan pariwisata. Hingga kini, tekanan yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti pencemaran dari daratan dan praktek perikanan yang merusak telah dianggap sebagai ancaman utama untuk terumbu karang. Sementara ancaman lain yang lebih potensial adalah kenaikan suhu permukaan air laut yang dapat menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching. Pemutihan dan kematian karang secara besarbesaran yang pernah terjadi pada tahun 1998. Tulisan ini akan menampilkan beberapa bentuk pengelolaan dengan pemanfaatan sumberdaya yang sustainable untuk menyelamatkan ekositem terumbu karang dari pemutihan dan kerusakan oleh dampak manusia yakni dengan menetapkan daerah terumbu karang sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL; perikanan yang sustainable dan ramah lingkungan; pariwisata yang sesuai dengan daya dukung. Kata kunci:terumbu karang, pemutihan, pengelolaan

  12. 21 CFR 184.1120 - Brown algae.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... 21 Food and Drugs 3 2010-04-01 2009-04-01 true Brown algae. 184.1120 Section 184.1120 Food and Drugs FOOD AND DRUG ADMINISTRATION, DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES (CONTINUED) FOOD FOR HUMAN... Substances Affirmed as GRAS § 184.1120 Brown algae. (a) Brown algae are seaweeds of the species...

  13. 21 CFR 184.1121 - Red algae.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... 21 Food and Drugs 3 2010-04-01 2009-04-01 true Red algae. 184.1121 Section 184.1121 Food and Drugs FOOD AND DRUG ADMINISTRATION, DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES (CONTINUED) FOOD FOR HUMAN... Substances Affirmed as GRAS § 184.1121 Red algae. (a) Red algae are seaweeds of the species...

  14. Sikap Petani Terhadap Organisasi PerkumpulamPetani Pengguna Air (P3A) di Desa Sei Buluh (Studi Kasus: Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai)

    OpenAIRE

    Hutagalung, Lamtorang

    2016-01-01

    Pembangunan irigasi dan pemeliharaan bangunan-bangunan pengairan dan saluran-saluran, pembagian air antar hamparan sawah dan antar petak-petak sawah dalam hamparan yang sama, dapat terlaksana melalui kerjasama yang terorganisasi dengan baik diantara para petani dan pemerintah, untuk itu perlu adanya suatu wadah yang dapat mengatur kegiatan-kegiatan tersebut agar terlaksana dengan baik dan Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) dianggap sebagai wadah yang cocok dan sesuai dalam membantu kegiata...

  15. Formulasi Dan Evaluasi Kestabilan Fisik Krim Ekstrak Rumput Laut Euchema Spinosum

    OpenAIRE

    Pakki, Ermina; Syukur, Rahmawati; Fatmawaty, Aisyah

    2007-01-01

    Rumput laur Euchema spinosum merupakan salah satu jenis dari alga merah (Rbodopbyta) mengandung senyawa phycobiliprotan yang tersusun atas beberapa gugus kromofor diantaranya phycoerythrin, phycocyanin, aflophycocyanin, dan phycourobilin. Adanya kandungan rumput ini Eucheuma spinosum berpotensi uniuk dikembangkan menjadi bahan sebagai tabir surya.

  16. Scenario studies for algae production

    NARCIS (Netherlands)

    Slegers, P.M.

    2014-01-01

    Microalgae are a promising biomass for the biobased economy to produce food, feed, fuel, chemicals and materials. So far, large-scale production of algae is limited and as a result estimates on the performance of such large systems are scarce. There is a need to estimate large-scale biomass producti

  17. Algae. LC Science Tracer Bullet.

    Science.gov (United States)

    Niskern, Diana, Comp.

    The plants and plantlike organisms informally grouped together as algae show great diversity of form and size and occur in a wide variety of habitats. These extremely important photosynthesizers are also economically significant. For example, some species contaminate water supplies; others provide food for aquatic animals and for man; still others…

  18. Infeksi Cacing dan Alergi

    OpenAIRE

    Selfi Renita Rusdji

    2015-01-01

    AbstrakInfeksi cacing masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Penyakit ini sering terjadi di daerah dengan higienisitas dan sanitasi yang masih kurang. Respon imun tubuh host terhadap cacing ini mirip dengan respon tubuh terhadap penyakit alergi. Respon pada penyakit kecacingan dan alergi ini merupakan respon Thelper2 yaitu diferensiasi dan polariasasi sel limfosit T lebih dominan pada Th2. Pada kenyataannya, ditinjau dari segi epidemiologi, penyakit keca...

  19. Air pollution emission reduction techniques in combustion plants; Technique de reduction des emissions de polluants atmospheriques dans les installations de combustion

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Bouscaren, R. [CITEPA, Centre Interprofessionnel Technique d`Etudes de la Pollution Atmospherique, 75 - Paris (France)

    1996-12-31

    Separating techniques offer a large choice between various procedures for air pollution reduction in combustion plants: mechanical, electrical, filtering, hydraulic, chemical, physical, catalytic, thermal and biological processes. Many environment-friendly equipment use such separating techniques, particularly for dust cleaning and fume desulfurizing and more recently for the abatement of volatile organic pollutants or dioxins and furans. These processes are briefly described

  20. Macro algae as substrate for biogas production

    DEFF Research Database (Denmark)

    Møller, Henrik; Sarker, Shiplu; Gautam, Dhan Prasad;

    Algae as a substrate for biogas is superior to other crops since it has a much higher yield of biomass per unit area and since algae grows in the seawater there will be no competition with food production on agricultural lands. So far, the progress in treating different groups of algae as a source...... of energy is promising. In this study 5 different algae types were tested for biogas potential and two algae were subsequent used for co-digestion with manure. Green seaweed, Ulva lactuca and brown seaweed Laminaria digitata was co-digested with cattle manure at mesophilic and thermophilic condition...

  1. Penetapan Kadar Mangan (Mn) Air Reservoir Dengan Cara Colorimetri Di Laboratorium PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirtanadi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal Medan

    OpenAIRE

    Febrianti, Adisty Raturia

    2011-01-01

    Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Semua makhluk hidup memiliki ketergantungan terhadap air. Masalahnya, saat ini kualitas air minum di kota-kota besar di Indonesia masih memprihatinkan. Kepadatan penduduk, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air. Selain itu, kelangkaan...

  2. MEKANISME ERUPSI DAN MODEL KANTONG MAGMA GUNUNGAPI IJEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hena Dian Ayu

    2014-05-01

    Full Text Available Mekanisme erupsi suatu gunungapi dapat dilihat berdasarkan karakteristik dan bagaimana model kantong magma gunungapi tersebut.  Karakteristik dan posisi kantong magma dapat diestimasi dengan mengunakan metode seismik yaitu dengan menganalisa rekaman sinyal seismik dari suatu gempa vulkanik maupun tektonik. Analisis terhadap rekaman sinyal gempa vulkanik (tipe A dan tipe B dan tremor harmonik yang didapatkan dari 3 stasiun seismik yaitu Ijen (Ijen, Terowongan Ijen (TRWI dan Kawah Utara Ijen (KWUI dilakukan dengan cara menyeleksi sinyal  berdasarkan waveform dan dilihat pola spektralnya untuk mendapatkan kandungan frekuensinya. Analisis hiposenter dilakukan untuk mengetahui kedalaman gempa vulkanik dan mengestmasi dimanakah dan bagaimana model kantong magmanya. Dari perhitungan diperoleh sebaran posisi hiposenter berada pada kedalaman berkisar 0–2.500 meter dibawah Kawah Ijen untuk Gempa VB, 2.000–2.500 meter dibawah Kawah Ijen untuk Gempa VA dan 5.000–50.000 meter dibawah permukaan laut untuk Gempa Tektonik Lokal.  Hasil penelitian menunjukkan daerah aseismik berada pada kedalaman lebih dari 4000 meter dibawah permukaan laut, yang diindikasikan sebagai kantung magma. Adapun proses internal yang terjadi adalah lebih disebabkan oleh adanya pergeseran patahan karena terjadi peningkatan aktivitas magma. Dan didapatkan pula bahwa model kantong magmanya bersistem ganda. Pada model ini, Letusan dapat dipandang sebagai terjadinya proses pengosongan kantong magma dangkal. Gaya eksternal F(t dianalogikan tekanan magma yang mengandung gas Pm(t, gaya pegas (-ky analog dengan tekanan hidrotermal dari air danau kawah. Diasumsikan bahwa ketika gaya eksternal yang mendorong massa sudah melebihi gaya pegas dan redamannya yang menahan massa, maka gaya eksternal akan keluar pada panjang pegas dan massa akan memantul kembali. Keadaan tersebut dianalogikan dengan terjadinya erupsi, yaitu ketika tekanan magma (Pm sudah melebih tekanan hidrotermal (Ph, maka

  3. Allelopatrhic effect of Acorus tatarinowii upon algae

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2001-01-01

    Besides competing with algae for light and mineralnutrients (i.e. N, P, etc.), the root system of Acorus tatarinowii excretes some chemical substances, which injure and eliminate alga cells, to inhibit the growth of the algae. When the algae cells were treated in "A. tatarinowii water", some of the chlorophyll a were destroyed and the photosynthetic rate of algae decreased markedly and the ability of alga cells to deoxidize triphenyltetrazolium chloride (TTC) reduced greatly. Then alga cells turned from bright red to bluish green under fluorescence microscope. These showed that the allelopathic effects of A.tatarinowii on algae were obvious and planting A. tatarinowii can control some green algae. The experiment on the extractions of the secretions of the root system showed that the inhibitory effect had a concentration effect. If the concentration of the root secretion was below 30 /disc, the inhibitory rate was negative; if it was over 45 /disc, the inhibitory rate was positive. This proved that the influence of the root secretion on the same acceptor was a kind of concentration effect. When the concentration of the root secretion was low, it promoted the growth of algae; when the concentration reached a definite threshold value, it restrained the growth of algae. In present case, the threshold value was between 30 /disc and 45 u?disc.

  4. Macro algae as substrate for biogas production

    DEFF Research Database (Denmark)

    Møller, Henrik; Sarker, Shiplu; Gautam, Dhan Prasad;

    Algae as a substrate for biogas is superior to other crops since it has a much higher yield of biomass per unit area and since algae grows in the seawater there will be no competition with food production on agricultural lands. So far, the progress in treating different groups of algae as a source...... of energy is promising. In this study 5 different algae types were tested for biogas potential and two algae were subsequent used for co-digestion with manure. Green seaweed, Ulva lactuca and brown seaweed Laminaria digitata was co-digested with cattle manure at mesophilic and thermophilic condition...... thermophilic treatment of Laminaria produced an average of 142 L CH4/kgVS, Ulva yielded around 122 L/kgVS. Overall, it was found that algae are promising substrates for co-digestion with cattle manure and besides producing energy algae can remove substantial amounts of nutrients from the water environment that...

  5. Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Insentif Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Pabrik Kelapa Sawit PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Air Batu Asahan

    OpenAIRE

    Nasution, Fuad Abdillah

    2013-01-01

    Business development is becoming competitive; therefore, a company is expected to use its human resources properly and correctly. In an attempt to increase the work productivity at PT. Perkebunan Nusantara IV, Air Batu Plantation, Asahan, the employees should be dynamic, creative and transparent, but they have to be critical and responsive to new ideas and changes. Productive employees are those who are skillful and able to understand their job as what has been expected. It can be seen from t...

  6. Studi Eksperimental Perbandingan Nilai Kuat Lentur Pipa Baja Dengan Penambahan Carbon Fiber Reinforced Polymer (FRP) dan Pipa Baja Tanpa (FRP) Terhadap Rendaman Air Laut Selama 1500 Jam

    OpenAIRE

    Colia, Maestoso

    2016-01-01

    Pipa banyak digunakan untuk mengalirkan fluida gas atau caiir dari satu titik ke titik lainnya. Industri perminyakan yang berada dilaut juga sudah semakin berkembang menggunakan berbagai macam jenis pipa. Seperti kita ketahui karena proses penambangan minyak biasanya berada dilaut, pipa-pipa ini biasanya akan mudah terkena korosi dari paparan air laut disekitarnya. Seperti kita ketahui pipa yang sering digunakan adalah pipa baja yang gampang korosi. Karena korosi ini akan mengurangi kekuatan ...

  7. Evaluation of air quality in the arenas of the Island of Montreal; Evaluation de la qualite de l'air dans les arenas de l'ile de Montreal

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Asselin, S.; Beausoleil, M.; Lefebvre, L. [Maisonneuve-Rosemont Hospital, Montreal, PQ (Canada)

    1999-07-01

    An air quality measurement survey in 56 of the 61 ice arenas on the Island of Montreal was undertaken by a team of health professionals. Measurements of carbon monoxide and nitrogen dioxide during 1996-1997 showed that the air quality standards recommended for the protection of the public using these facilities have been ignored by many of the ice arenas. Carbon monoxide concentrations were exceeded in 40 per cent of the arenas. The corresponding figure for nitrogen dioxide is 50 per cent. Overall, 69 per cent of the arenas evaluated have been shown to have air quality standards deficiencies. Various recommendations concerning use of the facilities, the care and maintenance of ice resurfacing equipment, ventilation and regular ambient air quality inspections have been made to those responsible for the operation of these arenas. In light of these results, the Direction de la sante publique de Montreal-Centre was engaged to carry out a new study during the 19998-1999 season to evaluate the current situation with respect to this problem. This report contains the results of this most recent evaluation and an assessment of the factors that influence air quality in these arenas. The overall conclusion is that substantial improvements have been made since the previous study, but at least 16 of the arenas continue to have air quality problems; nine of these are considered to be very serious. 7 refs., 16 tabs.

  8. Considering a point-source in a regional air pollution model; Prise en compte d`une source ponctuelle dans un modele regional de pollution atmospherique

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Lipphardt, M.

    1997-06-19

    This thesis deals with the development and validation of a point-source plume model, with the aim to refine the representation of intensive point-source emissions in regional-scale air quality models. The plume is modelled at four levels of increasing complexity, from a modified Gaussian plume model to the Freiberg and Lusis ring model. Plume elevation is determined by Netterville`s plume rise model, using turbulence and atmospheric stability parameters. A model for the effect of a fine-scale turbulence on the mean concentrations in the plume is developed and integrated in the ring model. A comparison between results with and without considering micro-mixing shows the importance of this effect in a chemically reactive plume. The plume model is integrated into the Eulerian transport/chemistry model AIRQUAL, using an interface between Airqual and the sub-model, and interactions between the two scales are described. A simulation of an air pollution episode over Paris is carried out, showing that the utilization of such a sub-scale model improves the accuracy of the air quality model

  9. Nos voisines, les bêtes : situation des conflits avec la faune sauvage dans une aire protégée de la périphérie de Manaus (Amazonas, Brésil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guillaume Marchand

    2012-05-01

    Full Text Available Au cours des trente dernières années, les différentes expérimentations menées en matière de protection de la faune sauvage au Brésil ont conduit à l’élaboration d’aires protégées habitées, jugées plus acceptables et justes sur le plan social. Or, depuis la création de ces espaces, de nombreuses voix ont remis en cause le bien-fondé de ce genre de réserve, considérant que la cohabitation avec la faune sauvage pouvait potentiellement avoir des effets négatifs dans les domaines environnementaux et sociaux. Cet article s’intéresse à l’état des conflits entre humains et faune sauvage dans une communauté appartenant à la réserve de développement durable de Tupé, à la périphérie de Manaus. Il observe notamment la façon dont les conflits sont perçus et résolus afin de montrer la diversité des représentations quant aux espèces problématiques ainsi que les enjeux sociaux et environnementaux qui reposent sur leur protection.  During the last thirty years, few different experiments on protection of wild fauna in Brazil have led to the development of inhabited protected areas, seen as socially more acceptable and fairer. However, since their creation, the validity of this kind of protected areas has been questioned, considering that the coexistence between men and wild fauna may have negative effects for environment as well as local communities. This paper focuses on human/wildlife conflicts in a rural community in the sustainable development reserve of Tupé, located in the periphery of Manaus city. It mainly observes how conflicts are perceived and resolved and it shows how diverse are the representations regarding problematic species, as well as environmental and social issues related to their protection.

  10. Pengaruh Penambahan Zat Aditif Terhadap Permeabilitas Beton Dan Kuat Tekan Beton

    OpenAIRE

    Syahreza Alvan

    2005-01-01

    Air limbah yang berasal dari sisa kegiatan industri ataupun limbah domestik perlu diolah agar dapat dibuang kesungai tanpa membahayakan lingkungan. Pengolahan air limbah membutuhkan sarana fisik berbentuk kolam yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air limbah (kolam ekualisasi), tempat pengolahan (kolam aerasi) dan keperluan lainnya, Perancangan atau perencanaan kolam limbah yang baik dan benar merupakan salah satu aspek penting dari sistem pengolahan air limbah. Kolam limbah ya...

  11. FITOREMEDIASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) MENGGUNAKAN KOMBINASI ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) DENGAN ALIRAN BATCH

    OpenAIRE

    Rosmiati

    2015-01-01

    Studi tentang fitoremediasi logam berat kadmium (Cd) menggunakan kombinasi eceng gondok (Eichnornia crassipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes) dengan aliran batch telah dilakukan untuk menganalisis besarnya penurunan konsentrasi Cd dalam air limbah setelah proses fitoremediasi dan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi awal dan waktu tinggal terhadap penyerapan logam berat Cd. Penelitian ini terdiri dari 3 variabel, yaitu : kombinasi tanaman, konsentrasi logam, serta waktu tinggal. Variasi ...

  12. PPR proteins of green algae

    OpenAIRE

    Tourasse, Nicolas J; Choquet, Yves; Vallon, Olivier

    2013-01-01

    Using the repeat finding algorithm FT-Rep, we have identified 154 pentatricopeptide repeat (PPR) proteins in nine fully sequenced genomes from green algae (with a total of 1201 repeats) and grouped them in 47 orthologous groups. All data are available in a database, PPRdb, accessible online at http://giavap-genomes.ibpc.fr/ppr. Based on phylogenetic trees generated from the repeats, we propose evolutionary scenarios for PPR proteins. Two PPRs are clearly conserved in the entire green lineage:...

  13. Parasites in algae mass culture

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Todd William Lane

    2014-06-01

    Full Text Available Parasites are now known to be ubiquitous across biological systems and can play an important role in modulating algal populations. However, there is a lack of extensive information on their role in artificial ecosystems such as algal production ponds and photobioreactors. Parasites have been implicated in the demise of algal blooms. Because individual mass culture systems often tend to be unialgal and a select few algal species are in wide scale application, there is an increased potential for parasites to have a devastating effect on commercial scale monoculture. As commercial algal production continues to expand with a widening variety of applications, including biofuel, food and pharmaceuticals, the parasites associated with algae will become of greater interest and potential economic impact. A number of important algal parasites have been identified in algal mass culture systems in the last few years and this number is sure to grow as the number of commercial algae ventures increases. Here, we review the research that has identified and characterized parasites infecting mass cultivated algae, the techniques being proposed and or developed to control them, and the potential impact of parasites on the future of the algal biomass industry.

  14. Halogenated Compounds from Marine Algae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amélia Pilar Rauter

    2010-08-01

    Full Text Available Marine algae produce a cocktail of halogenated metabolites with potential commercial value. Structures exhibited by these compounds go from acyclic entities with a linear chain to complex polycyclic molecules. Their medical and pharmaceutical application has been investigated for a few decades, however other properties, such as antifouling, are not to be discarded. Many compounds were discovered in the last years, although the need for new drugs keeps this field open as many algal species are poorly screened. The ecological role of marine algal halogenated metabolites has somehow been overlooked. This new research field will provide valuable and novel insight into the marine ecosystem dynamics as well as a new approach to comprehending biodiversity. Furthermore, understanding interactions between halogenated compound production by algae and the environment, including anthropogenic or global climate changes, is a challenging target for the coming years. Research of halogenated metabolites has been more focused on macroalgae than on phytoplankton. However, phytoplankton could be a very promising material since it is the base of the marine food chain with quick adaptation to environmental changes, which undoubtedly has consequences on secondary metabolism. This paper reviews recent progress on this field and presents trends on the role of marine algae as producers of halogenated compounds.

  15. Bio diesel production from algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Algae appear to be an emerging source of biomass for bio diesel that has the potential to completely displace fossil fuel. Two thirds of earth's surface is covered with water, thus alga e would truly be renewable option of great potential for global energy needs. This study discusses specific and comparative bio diesel quantitative potential of Cladophora sp., also highlighting its biomass (after oil extraction), pH and sediments (glycerine, water and pigments) quantitative properties. Comparison of Cladophora sp., with Oedogonium sp., and Spirogyra sp., (Hossain et al., 2008) shows that Cladophora sp., produce higher quantity of bio diesel than Spirogyra sp., whereas biomass and sediments were higher than the both algal specimens in comparison to the results obtained by earlier workers. No prominent difference in pH of bio diesel was found. In Pakistan this is a first step towards bio diesel production from algae. Results indicate that Cladophora sp., provide a reasonable quantity of bio diesel, its greater biomass after oil extraction and sediments make it a better option for bio diesel production than the comparing species. (author)

  16. Advanced emission control system: CO2 sequestration using algae integrated management system (AIMS)

    International Nuclear Information System (INIS)

    One of the companies under Algae tech, Sasaran Bio fuel Sdn. Bhd. provides project management, technology transfer and technical expertise to develop a solution to minimize and mitigate Carbon Dioxide (CO2) emissions through the diversion of the CO2 to open algal ponds and enclosed photo-bioreactors as algal propagation technologies to consume CO2 waste stream. The company is presently consulting a listed company from Indonesia to address the technology know-how and implementation of microalgae development from the flue gas of the Groups power plants. Nowadays, one of the aspects that contribute to the air pollution is the emission of flue gases from the factories. So, we provide a system that can reduce the emission of flue gas to the atmosphere and at the same time, cultivate certain strain of algae. With the technology, Algae Integrated Management System (AIMS), it will be for sure a new beginning for way to reduce air pollution. The utilization of power plant resources for growing selected microalgae at a low energy cost for valuable products and bio-fuels while providing CO2 sequestering. In the same time, it also a low cost algae agriculture. By doing so, it provides all year algae production which can be an income. This residual energy used CO2 produced from power stations and industrial plants to feed the process (CO2 recycling and bio-fixation) in cultivation of algae. This will be a low cost flue gas (CO2) to the developer. In a nutshell, CO2 Sequestration by algae reactors is a potential to reduce greenhouse gas emission by using the CO2 in the stack gases to produce algae. (author)

  17. Pemetaan Sebaran Dan Karakter Populasi Tanaman Buah Di Sepanjang Koridor Jalur Wisatadesa Kemiren, Tamansuruh, Dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiyah Zakiyah

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta persebaran tanaman buah, karakter populasi tanaman buah, serta persepsi masyarakat pemilik tanaman buah di sepanjang jalur wisata Desa Kemiren, Tamansuruh, dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang dilakukan meliputi survei pemetaan tanaman buah (mangga, rambutan, manggis, durian, jambu air dan jambu biji dengan merekam titik koordinat dari GPS untuk setiap tanaman buah. Penentuan karakter populasi tanaman buah dilakukan dengan mengamati morfologi tanaman terkait vitalitas dan periodisitas. Persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan mengolah data koordinat dan data pengamatan karakter populasi tanaman buah ke dalam peta dasar melalui aplikasi GIS. Pemetaan persepsi masyarakat diperoleh dengan wawancara dan kuisioner yang dihitung dengan skala Likert kemudian dipetakan sebaran spasialnya dengan aplikasi GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran tanaman buah yang ada di pekarangan rumah banyak tersebar di sepanjang jalur desa wisata dengan perbandingan jumlah buah yang ditemukan di Desa Kemiren 76 pohon, Tamansuruh 53 pohon, dan Kampunganyar 40 pohon. Kondisi tanaman buah dalam keadaan tumbuh dengan baik, bertunas, berbunga dan berbuah, hal ini dikarenakan pada saat penelitian waktunya tanaman buah memasuki masa berbuah dan masa panen. Antusiasme masyarakat tinggi untuk menjadikan tanaman buah yang ada di sepanjang jalur desa wisata sebagai daya tarik wisatawan. Kata Kunci: jalur wisata, karakter populasi, pemetaan, persepsi, tanaman buah

  18. The use of high induction air dispersion tubing for fresh air supply in high-ceiling factories or buildings; Utilisation des tubes de dispersion d'air a haute induction en situation d'apport d'air neuf ou autre dans les usines ou batiments en hauteur

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dufresne, A. [Nad Klima, Sherbrooke, PQ (Canada)

    2010-03-15

    This article described a new air distribution system that was installed at the Transcontinental printing plant in Boucherville, Quebec to replace an inefficient system that required 8 coolers, 11 ventilators, 10 pumps and 4 air cooled condensers. The new NAD tube system operates on the principle of air injection, whereby a jet of air emerging from a nozzle creates a zone of depression to move large masses of air in any desired direction via small airflow jets. The objective of the retrofit was to reduce maintenance and HVAC energy costs and to resolve the problems of negative pressure in the building. With the new NAD tube system, all the equipment is grouped into one room. Exothermic cycles are used to heat or cool the air in the building for free using absorption coolers. The high induction air dispersing tube has several nozzles calibrated by software to move air at a very high speed. This creates turbulence to facilitate air exchange. The system has operated successfully, even on very cold days of -28 degrees C, without any condensation in the tube. The NAD tube system provides increased comfort for employees and does not require the use of fans. The payback period is 3.2 years without funding or 2.4 years with funding. 1 tab., 5 figs.

  19. Analisis Kebijakan dan Efektivitas Organisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Syarifudin Kiwang

    2015-05-01

    Full Text Available Penerapan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 8 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi pada UPT Diklat Koperasi dan UMKM. Penelitian ini berusaha untuk melihat dampak kebijakan organisasi terhadap efektivitas organisasi dengan menggunakan enam elemen variabel dari kebijakan dan praktik manajemen. Keenam elemen tersebut adalah penetapan tujuan strategis, pencarian dan pemanfaatan sumber daya, lingkungan prestasi, proses komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan, serta adaptasi dan inovasi organisasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data model Miles dan Huberman, yang terdiri atas reduksi data, display/penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas organisasi pada UPT Diklat koperasi dan UMKM belum berjalan secara baik, hal ini dapat dilihat dari beberapa hal antara lain, belum adanya tenaga spesialisasi pengelola diklat dan tenaga khusus (sarjana di bidang perkoperasian dan kondisi lingkungan kerja (lingkungan prestasi pada UPT Diklat koperasi dan UMKM yang belum efektif. Penempatan pegawai juga belum tepat, mutasi ke UPT Diklat Koperasi dan UMKM tidak memperhatikan latar belakang pendidikan dan spesialisasi/keahlian pegawai sehingga membutuhkan waktu dalam proses penyesuaian serta menurunkan jumlah pelaksanaan diklat dikarenakan keterbatasan alokasi dana.

  20. Red algae and their use in papermaking.

    Science.gov (United States)

    Seo, Yung-Bum; Lee, Youn-Woo; Lee, Chun-Han; You, Hack-Chul

    2010-04-01

    Gelidialian red algae, that contain rhizoidal filaments, except the family Gelidiellaceae were processed to make bleached pulps, which can be used as raw materials for papermaking. Red algae consist of rhizoidal filaments, cortical cells usually reddish in color, and medullary cells filled with mucilaginous carbohydrates. Red algae pulp consists of mostly rhizoidal filaments. Red algae pulp of high brightness can be produced by extracting mucilaginous carbohydrates after heating the algae in an aqueous medium and subsequently treating the extracted with bleaching chemicals. In this study, we prepared paper samples from bleached pulps obtained from two red algae species (Gelidium amansii and Gelidium corneum) and compared their properties to those of bleached wood chemical pulps. PMID:20022488

  1. Conception d'une machine d'essai française pour caractériser les mécanismes de libération des fibres d'amiante dans l'air lors des chantiers de BTP. Action 5 convention DGPR 2010

    OpenAIRE

    MAURIN, Patrice; HUGUES, Laure; PEREZ, Jean-Louis

    2011-01-01

    l'analyse des différentes machines utilisées dans le monde pour caractériser le dégagement des fibres dans l'air montre qu'elles ne semblent pas adaptées au problème posé (roches amiantifères dures). C'est pourquoi, il est proposé de réaliser deux machines adaptées à partir des essais Los Angelès et Micro-Deval avec mesure du taux de dégagement des fibres d'amiante. La validation de ce protocole expérimental d'essais ferait l'objet d'un premier point d'un plan d'actions qui pourrait comporter...

  2. Etude du comportement des produits de fission (Ba, Cs, Mo et Ru) dans des combustibles nucléaires irradiés et leurs simulants en situations d’accidents graves par spectroscopie d’absorption des rayons X, SIMS et μsonde

    OpenAIRE

    Geiger, Ernesto

    2016-01-01

    L’identification des mécanismes de relâchement des Produits de Fission (PF) hors de combustible nucléaire irradié lors d’un accident grave est primordiale pour le développement de codes capables d’estimer précisément le terme source (nature et quantité des radionucléides émis dans l’environnement). Parmi les différents PF, les Ba, Cs, Mo et le Ru sont particulièrement intéressants, car ils peuvent interagir entre eux ou avec d’autres éléments et donc affecter leur relâchement. Dans le cadre d...

  3. L’insécurité foncière dans et autour des Aires Protégées de Madagascar : un obstacle à surmonter pour la conservation de la biodiversité et le développement rural

    OpenAIRE

    Aubert, Sigrid; Rambintsaotra, Saholy; Razafiarijaona, Jules

    2014-01-01

    Récemment, la législation foncière malgache a été intégralement révisée. Dans ce contexte, « les terrains relevant du domaine d’application de la législation relative aux Aires protégées et ceux servant de support à la mise en application de conventions signées dans le cadre de la législation sur la gestion des ressources naturelles » devront faire l’objet d’un régime foncier spécifique (article 38 de la loi 2005-019 du 17 octobre 2005 fixant les principes régissant les différents statuts des...

  4. Kajian pH dan KTK Tanah pada Beberapa Sistem Agroforestry di Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser

    OpenAIRE

    Lilisma

    2012-01-01

    Inceptisol merupakan tanah yang belum matang (Immature) dimana perkembangan profilnya lambat dibanding profil tanah matang dan sifatnya masih menyerupai bahan induk, dan memiliki sifat-sifat antara lain tersedianya air untuk tanaman lebih dari setengah tahun atau lebih dari 3 bulan berturut-turut dalam musim kemarau, satu atau lebih horizon pedogenik dan teksturnya halus, kisaran kadar C-organik, KPK dan kejenuhan basa dalam inceptisol sangat lebar.

  5. Fermentation metabolism and its evolution in algae

    OpenAIRE

    Catalanotti, Claudia; Yang, Wenqiang; Posewitz, Matthew C.; Grossman, Arthur R.

    2013-01-01

    Fermentation or anoxic metabolism allows unicellular organisms to colonize environments that become anoxic. Free-living unicellular algae capable of a photoautotrophic lifestyle can also use a range of metabolic circuitry associated with different branches of fermentation metabolism. While algae that perform mixed-acid fermentation are widespread, the use of anaerobic respiration is more typical of eukaryotic heterotrophs. The occurrence of a core set of fermentation pathways among the algae ...

  6. Bacterial Enhancement of Vinyl Fouling by Algae

    OpenAIRE

    Holmes, Paul E.

    1986-01-01

    The role of bacteria in the development of algae on low-density vinyl was investigated. Unidentified bacterial contaminants in unialgal stock cultures of Phormidium faveolarum and Pleurochloris pyrenoidosa enhanced, by 1 to 2 orders of magnitude, colonization of vinyl by these algae, as determined by epifluorescence microscopy counts and chlorophyll a in extracts of colonized vinyl. Colonization by bacteria always preceded that by algae. Scanning electron microscopy of the colonized Phormidiu...

  7. Zeolite‐Based Algae Biofilm Rotating Photobioreactor for Algae and Biomass Production

    OpenAIRE

    Young, Ashton M.

    2011-01-01

    Alkaline conditions induced by algae growth in wastewater stabilization ponds create deprotonated ammonium ions that result in ammonia gas (NH3) volatilization. If algae are utilized to remediate wastewater through uptake of phosphorus, the resulting nitrogen loss will hinder this process because algae generally require a stoichiometric molar ratio of N16P1. Lower ratios of N/P due to loss of ammonia gas will limit the growth and yield of algae, and therefore will reduce phosphorus removal fr...

  8. Toxic Effects of Phthalates on Ocean Algae

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2005-01-01

    This article discusses the interaction of phthalates and ocean algae based on the standard appraisal method of chemical medicine for algae toxicity. Through the experiments on the toxic effects of dimethyl (o-) phthalate (DMP), diethyl (o-) phthalate (DEP), dibutyl (o-)phthalate (DBP) on ocean algae, the 50 % lethal concentration of the three substances in 48 h and 96 h for plaeodectylum tricornutum, platymonas sp, isochrysis galbana, and skeletonema costatum is obtained. Tolerance limits of the above ocean algae of DMP, DEP, and DBP are discussed.

  9. Keratoacanthoma Dan Perawatannya

    OpenAIRE

    Indah Heriyanti

    2008-01-01

    Keratoacanthoma adalah suatu tumor jinak yang berasal dari jaringan epitel dan biasanya di jumpai pada permukaan kulit yang umumnya terjadi pada bagian kulit yang sering terkena sinar matahari dimana tumor ini dapat sembuh dengan spontan. Lesi ini biasanya berawal sebagai makula yang kecil yang berwarna merah dan kemudian menjadi papula yang kokoh dan bersisik pada permukaanya. Papul ini dengan cepat membesar selama 2 sampai 8 minggu. Pada awalnya berbentuk bulat atau oval,kokoh menonjol ...

  10. Exposition by inhalation to the benzene, toluene, ethyl-benzene and xylenes (BTEX) in the air. Sources, measures and concentrations; Exposition par inhalation au benzene, toluene, ethylbenzene et xylenes (BTEX) dans l'air. Source, mesures et concentrations

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Del Gratta, F.; Durif, M.; Fagault, Y.; Zdanevitch, I

    2004-12-15

    This document presents the main techniques today available to characterize the benzene, toluene, ethyl-benzene and xylene (BTEX) concentrations in the air for different contexts: urban and rural areas or around industrial installations but also indoor and occupational area. It provides information to guide laboratories and research departments. A synthesis gives also the main emissions sources of these compounds as reference concentrations measured in different environments. (A.L.B.)

  11. Pengaruh Ketebalan Media Geotextile dan Arah Aliran Slow Sand Filter Rangkaian Seri untuk Menyisihkan P Total dan N Total

    OpenAIRE

    Ayuningtyas Ayuningtyas Ayuningtyas; Nurina Nurina Fitriani; Wahyono Wahyono Hadi

    2014-01-01

    Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap parameter-parameter yang berkaitan dengan standar kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 pada air baku Kali Surabaya yang terlebih dahulu diolah pada unit pretreatment di IPAM Ngagel 1 Surabaya dan air yang akan diolah berasal dari outlet prasedimentasi. Air outlet prasedimentasi diolah terlebih dahulu menggunakan 4 unit roughing filter yang disusun secara seri kemudian diolah leb...

  12. DEPRESI DAN GANGGUAN TIDUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Eko Radityo

    2012-12-01

    Full Text Available Depresi merupakan gangguan mood berupa kesedihan yang intens, berlangsung dalamwaktu lama, dan mengganggu kehidupan normal yang insidennya semakin meningkatseiring dengan meningkatnya tekanan hidup. Tahun 2020, depresi diperkirakanmenempati urutan kedua penyakit di dunia. Gejala-gejala depresi terdiri dari gangguanemosi, gangguan kognitif, keluhan somatik, gangguan psikomotor, dan gangguanvegetatif. Salah satu gejala depresi yang muncul adalah gangguan tidur yang bisaberupa insomnia, bangun secara tiba-tiba, dan hipersomnia. Hal ini disebabkan olehgangguan neurotransmiter dan regulasi hormon. Selain sebagai gejala depresi, gangguantidur juga bisa merupakan penyebab depresi. Beberapa penelitian memberikanhubungan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko depresi di kemudian hari.

  13. Waste streams for algae cultivation

    OpenAIRE

    Kautto, Antti

    2011-01-01

    ALDIGA, short for “Algae from Waste for Combined Biodiesel and Biogas Pro-duction”, aims to develop a concept for a closed circulation of resources in pro-ducing biodiesel and biogas from waste. The project is realized in co-operation between VTT, University of Helsinki, Lahti and Häme Universities of Applied Sciences, SYKE and funded by Tekes. The project’s first work phase ergo this bachelor’s thesis covered the mapping of available and suitable streams to be used in the cultivation of ...

  14. STANDARISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L DARI TIGA TEMPAT TUMBUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-09-01

    Full Text Available Daun Sembung (Blumea balsamifera. L pada penelitian pendahuluan terbukti tidak toksik dan dapat menghambat atropi usus serta memperlihatkan efek esterogenikpada binatang coba. Kandungan kimia daun Sembung antara lain: borneol kamfer, flavanoid sineol, dan glikosida. Khasiat obat tradisional disebabkan oleh senyawa kimia yang dikandungnya. Bahan baku obat hasil pertanian atau kumpulan tumbuhan liar kandungan kimianya tidak dapat dijamin selalu konstan karena ada variabel bibit, tempat tumbuh, iklim, kondisi (umur dan cara panen. Kandungan senyawa kimia yang bertanggung jawab terhadap respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi komposisi (jenis dan kadar. Oleh karena itu penetapan standarisasi suatu simplisia dan ekstrak perlu dilakukan guna menjamin bahwa bahan suatu produk obat tradisional dapat terjamin mutunya. Standarisasi dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak etanol daun Sembung. Standarisasi terhadap simplisia meliputi: penetapan kadar abu, kadar abu larut air, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, kadar sari larut asam, dan kadar air secara destilasi. Cara penetapan di atas dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan MMI, 1977. Sedangkan Standarisasi ekstrak etanol mencakup: karakterisasi non spesifik yang meliputi, kadar air, kadar sisa pelarut, kadar abu dan penetapan bobot jenis, dan standarisasi spesifik yang mencakup pemeriksaan senyawa yang terlarut dalam pelarut air dan etanol, pola kromatogrqfi dengan cara KLT-densitometri, pemeriksaan, penetapan kadar borneol sebagai senyawa identitas dan penetapan senyawa total flavanoid sebagai senyawa yang diduga bertanggung jawab terhadap efek yang menyerupai hormon esteroge. Hasil standarisasi diperoleh nilai rentang dari tiap jenis parameter simplisia daun Sembung yang diperoleh dari daerah Bogor, Malang dan Tawangmangu.   Kata Kunci: Daun Sembung, Standarisasi simplisia, Standarisasi ekstrak etanol 70%

  15. Pengaruh Pemberian Tepung Eceng Gondok (Eichornia grassipes) dan Paku Air (Azolla Pinnata) Fermentasi terhadap Performans Ayam Broiler (The Effect of Utilization of Fermented Water Hyacinth [Eichornia Grassipes] and Axis Water [Azolla Pinnata] with Asper

    OpenAIRE

    Saleh, Eniza; Rifai, Joharnomi; Sari, Enna

    2009-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan tepung eceng gondok dan Azolla pinnata fermentasi terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Metode penelitian ini memakai rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan, 4 ulangan dengan masing-masing plot terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan R0 merupakan ransum kontrol (basal), R1 = pemberian 5% eceng gondok + 20% Azolla pinnata dalam ransum, R2 = Pemberian 10% eceng gondok + 15% Azolla pinnata dalam ransum, R...

  16. Kajian Kehilangan Air Pada Wilayah Pelayanan PDAM ( Tirta Nauli) Sibolga

    OpenAIRE

    Tanjung, Zulhendri

    2015-01-01

    Kebutuhan air bersih masyarakat semakin hari semakin meningkat dan kapasitas produksi sumber air bersih yang relatif menurun maka hal yang paling relefan untuk dilakukan yaitu dengan mengurangi atau meminimalkan tingkat kehilangan air. Untuk meminimalkan tingkat kehilangan air dapat dilakukan dengan program pengendalian Non Revenued Water (NRW). NRW dapat didefinisikan sebagai air yang hilang dapat diukur dan diketahui besarnya namun tidak dapat direkeningkan atau tidak dapat menjadi penghas...

  17. Pressurized thermal and hydrothermal decomposition of algae, wood chip residue, and grape marc: A comparative study

    International Nuclear Information System (INIS)

    Pressurized thermal decomposition of two marine algae, Pinus radiata chip residue and grape marc using high temperature, high pressure reactions has been studied. The yields and composition of the products obtained from liquefactions under CO of a mixture of biomass and H2O (with or without catalyst) were compared with products from liquefaction of dry biomass under N2, at different temperatures, gas pressures and for CO runs, water to biomass ratios. Thermochemical reactions of algae produced significantly higher dichloromethane solubles and generally higher product yields to oil and asphaltene than Pinus radiata and grape marc under the reaction conditions used. Furthermore, the biofuels derived from algae contained significant concentrations of aliphatic hydrocarbons as opposed to those from radiata pine and grape marc which were richer in aromatic compounds. The possibility of air transport fuel production from algae thus appears to have considerable advantages over that from radiata pine and grape marc. - Highlights: • Liquefaction of algae gave more oil than that of Pinus radiata and grape marc. • Reactions under CO/H2O produced higher yields of oil than N2. • Water to biomass ratio had little effect on the yields. • Bio-oil from algae contained substantial amounts of aliphatic hydrocarbons. • Pinus radiata oil was low in N but high in O

  18. Use of a heating test to calculate the air renewable rate in an MV/LV substation; Exploitation d`un essai d`echauffement pour le calcul du renouvellement d`air dans un poste HTA/BT

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Duquerroy, P.

    1997-12-31

    In order to determine the behaviour of the ventilation system in a MV/LV distribution substation, results of heating tests at different load levels have been used. Knowing the power generated by the transformer and the switchgear, and after calculating the power dissipated through the walls, it was possible to estimate the power evacuated by ventilation and thus the air flow through the grid. The resulting equations were introduced in the thermal model of the substation using the CLIM 2000 building heat engineering software. Simulation results are in agreement with experimental data

  19. Marine Algae and Seagrasses of Adana (Mediterranean, Turkey)

    OpenAIRE

    Aysel, V.; Erdugan, H.; Okudan, E. S.

    2006-01-01

    Abstract Marine algae and seagrasses were researched in the upper infralittoral zone of Adana (Turkish Mediterranean coasts) in this study. 381 algae and 5 seagrasses (Liliopsida) were determined (Total 386 taxa). 27 of them belong to blue-green algae (Cyanophyceae), 204 to red algae [Rhodellophyceae (2), Compsopogonophyceae (2), Bangiophyceae (5), Florideophyceae(195)], 78 to brown algae (Fucophyceae), 72 to green algae [Chlorophyceae (7), Ulvophyceae (18), Trentepohliophyceae (1), Cladophor...

  20. Marine Algae and Seagrasses of Hatay (Mediterranean, Turkey)

    OpenAIRE

    Aysel, V.; Erdugan, H.; Okudan, E. S.

    2006-01-01

    Abstract In this research, marine algae and seagrasses were investigated in the upper infralittoral zone of Hatay (Turkish Mediterranean coasts). A total of 377 algae and 5 seagrasses were determined. 30 of them belong to blue-green algae (Cyanophyceae), 201 to red algae [Rhodellophyceae (2), Compsopogonophyceae (2), Bangiophyceae (5), Florideophyceae (192)], 73 to brown algae (Fucophyceae), 73 to green algae [Chlorophyceae (5), Ulvophyceae (19), Trentepohliophyceae (1), Cladophorophyceae (24...

  1. Marine Algae and Seagrasses of Mersin Shore (Mediterranean, Turkey)

    OpenAIRE

    Aysel, V.; Okudan, E. S.; Erdugan, H.

    2006-01-01

    Abstract In this research, marine algae and seagrasses were investigated in the upper infralittoral zone of Mersin (Turkish Mediterranean coasts). A total of 396 algae and 5 seagrasses were determined. 36 of them belong to blue-green algae (Cyanophyceae), 204 to red algae [Rhodellophyceae (2), Compsopogonophyceae (2), Bangiophyceae (6), Florideophyceae(I94)], 82 to brown algae (Fucophyceae), 74 to green algae [Chlorophyceae (7), Ulvophyceae (19), Trentepohliophyceae (1), Cladophorophyceae (25...

  2. Sistem Pengontrolan Level Ketinggian Air Secara Otomatis Menggunakan Mikrokontroler ATMega8535 Dengan Sensor Ultrasonik

    OpenAIRE

    Harahap, Ahmad Nawawi

    2011-01-01

    Sistem Pengontrol Ketinggian Air Secara Otomatis Menggunakan Mikrokontroller ATMega8535 Dengan Sensor Ultrasonik ini memiliki fungsi untuk mengontrol level ketinggian air pada bak penampungan air atau tangki. Adapun Topik bahasan yang dipilih dalam Laporan Akhir ini adalah mengenai rangkaian mikrokontroller dan pemograman assembler yang input kendalinya berasal dari Sensor Ultrasonik dan Tampilan sistem pengontrol ketinggian air pada LED. Sistem Pengontrol Level Ketinggian M...

  3. Aplikasi Sensor Ultrasonik Sebagai Pengendali Level Ketinggian Air Secara Otomatis Dengan Menggunakan Mikrokontroler ATMEGA8535.

    OpenAIRE

    Simbolon, Pahala Alpha Rinaldo

    2011-01-01

    Sensor Ultrasonik Sebagai Pengendali Level Ketinggian Air Dengan Menggunakan Mikrokontroller ATMega8535 ini memiliki fungsi untuk mengontrol level ketinggian air pada bak penampungan air atau tangki. Adapun Topik bahasan yang dipilih dalam Laporan Akhir ini adalah mengenai rangkaian mikrokontroller dan pemograman assembler yang input kendalinya berasal dari sensor ultrasonik dan tampilan sistem Pengendali ketinggian air pada LED. Sensor Ultrasonik Sebagai pengendali Level Ke...

  4. KARAKTERISTIK TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN DAN DENSITAS LARVA ANOPHELES SUBPICTUS KABUPATEN BULUKUMBA

    OpenAIRE

    Faatimah, Dewi; Ishak, Hasanuddin; Selomo, Makmur

    2015-01-01

    Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah endemis malaria yang ada di Sulawesi Selatan dengan angka kesakitan (api) per 1.000 penduduk dengan 11 kasus (API 0,47???) tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui gambaran densitas larva Anopheles subpictus dan Anopheles barbirostis berdasarkan suhu, pH, salinitas, dan jenis vegetasi air yang ada. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskritif. Sampel tempat perindukan dalam penelitian ini termasu...

  5. Phthalates pollution in algae of Turkish coast

    OpenAIRE

    Erakın, Sinem; Binark, Neşe; Güven, Kasım Cemal; Coban, Burak; Erduğan, Hüseyin

    2014-01-01

    Abstract In this work phthalates pollution in red, brown and green algae in the Black Sea, Istanbul Starait and Çanakkale Strait were investigated. The detected phthalate derivatives were DEP, DIBP, DBP and DEHP. Very toxic phthalate DEHP was found only in the Istanbul Strait. Phthalates pollution of algae depends on the pollution of sea water.

  6. The Algae flora in Tekirdag - Istanbul coastline

    OpenAIRE

    Koç, Hüseyin; AYDIN, Ayten

    2001-01-01

    Abstract In this work 36 algae species were collected on the coastline between Tekirdag and Istanbul. There were 12 Chlorophyceae, 10 Phaeophyceae and 14 Rhodophyceae amongst them. The algae were f irst determined in Sea of Marmara are: Gigartina teedii, Cystoseira opuntioides, Lithothamnion lichenoides, Hildenbrandia prototypus, Rhodymenia corallicola.

  7. Extraction of fatty acids from dried freshwater algae using accelerated solvent extraction

    Science.gov (United States)

    A high temperature/pressure extraction method (accelerated solvent extraction)(ASE) and a manual extraction method (modified Folch extraction) were compared with regard to their ability to extract total fat from three samples of air-dried filamentous algae and determine the fatty acid (FA) profile o...

  8. Uji Performansi Turbin Vortex Dengan Pengaruh Variasi Dimensi Sudu Dan Analisa Perbandingan Menggunakan Variasi Saluran BuangSyahril

    OpenAIRE

    Sihombing, Saudara Very Nando

    2013-01-01

    Turbin vortex adalah turbin yang memanfaatkan pusaran air sebagai penggerak sudu turbin dengan head yang rendah dan bisa digunakan pada aliran sungai. Pada penelitian ini digunakan 3 dimensi sudu yang berbeda dengan bentuk casing lingkaran dan memiliki 3 variasi saluran buang. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan pompa sebagai sirkulator air dan menggunakan talang sebagai saluran masuk rumah turbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudu dengan ukuran ke-2 memiliki efisiensi lebih ti...

  9. Analisis Kesadahan Total Air Penyeduh Teh Pada PT. Sinar Sosro Pabrik Deli Serdang Medan

    OpenAIRE

    Siregar, Maya Arnita

    2010-01-01

    Air merupakan salah satu kebutuhan yang vital bagi makhluk hidup juga untuk keperluan industri. Bagi makhluk hidup air digunakan untuk keperluan sehari-sehari seperti mandi, mencuci, memasak dan lain sebagainya. Sedangkan untuk industri seperti PT. SINAR SOSRO, air digunakan sebagai bahan baku produksi dan juga untuk keperluan domestik. Dengan mengingat pentingnya peranan air di PT. SINAR SOSRO tersebut maka perlu dilakukan pengolahan untuk menghilangkan organisme patogen dan zat-zat beracun ...

  10. The ice nucleation activity of extremophilic algae.

    Science.gov (United States)

    Kviderova, Jana; Hajek, Josef; Worland, Roger M

    2013-01-01

    Differences in the level of cold acclimation and cryoprotection estimated as ice nucleation activity in snow algae (Chlamydomonas cf. nivalis and Chloromonas nivalis), lichen symbiotic algae (Trebouxia asymmetrica, Trebouxia erici and Trebouxia glomerata), and a mesophilic strain (Chlamydomonas reinhardti) were evaluated. Ice nucleation activity was measured using the freezing droplet method. Measurements were performed using suspensions of cells of A750 (absorbance at 750 nm) ~ 1, 0.1, 0.01 and 0.001 dilutions for each strain. The algae had lower ice nucleation activity, with the exception of Chloromonas nivalis contaminated by bacteria. The supercooling points of the snow algae were higher than those of lichen photobionts. The supercooling points of both, mesophilic and snow Chlamydomonas strains were similar. The lower freezing temperatures of the lichen algae may reflect either the more extreme and more variable environmental conditions of the original localities or the different cellular structure of the strains examined. PMID:23625082

  11. Cars will be fed on algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    The development of the first and second generations of bio-fuels has led to a rise in food prices and the carbon balance sheet is less good than expected. Great hopes have been put on unicellular algae for they can synthesize oils, sugar and even hydrogen and the competition with food production is far less harsh than with actual bio-fuels. Moreover, when you grow micro-algae, the loss of water through evaporation is less important than in the case of intensive farm cultures. In 2009 10.000 tonnes of micro-algae were produced worldwide, they were mainly used for the production of fish food and of complements for humane food (fat acids and antioxidants). Different research programs concern unicellular algae: they aim at modifying micro-algae genetically in order to give them a higher productivity or to make them produce an oil more adapted for motor fuel or more easily recoverable. (A.C.)

  12. Thermal springs and thermal algae in Oman

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Mifune, Masaaki (Misasa Branch Hospital, Okayama Univ. Medical School, Misasa Spa, Tottori, Japan)

    1989-03-20

    Oman is situated in the southern east part of the Arabian Peninsula. Specimens of thermal algae in Oman were obtained, and the outlines of thermal springs and thermal algae in Oman are introduced. In Oman, spring waters including thermal springs are precious water resources, and widely used as farming irrigation waters as well as for drinking and bathing purposes. The ranges of temperatures and pH values of the thermal waters are 42.0 - 67.2{sup 0}C and 6.3 - 8.0 respectively. The thermal algae identified were divided into 9 species. The feature of the thermal algae in Oman is that Oscillatorious algae is the dominant species among the alage such as Synechococcus, Cyanidium, Oscillatoria, Phormidium, Mostigocladus, etc. 6 refs., 5 figs., 2 tabs.

  13. Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Maryani

    2014-09-01

    Full Text Available Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam dan tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air Kali Surabaya dengan nilai rata-rata total coliform 90.000 per 100 ml sampel dan nilai rata-rata kekeruhan 87,4 NTU. Dihasilkan bahwa penyisihan total coliform pada variasi tebal media 120 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 99% dan kekeruhan paling baik terjadi pada variasi panjang variasi tebal media 100 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 98,27%.

  14. Peningkatan EPA dan DHA Rotifer (Brachionus plicatilis) oleh Bacillus sp. dengan Periode Pengkayaan Berbeda

    OpenAIRE

    Budi, Sutia; Zainuddin; Aslamyah, Siti

    2012-01-01

    Brachionus plicatilis memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan pakan alami lainnya, seperti ukurannya yang relatif kecil, tetap bertahan di kolom air dan tidak mengendap, bergerak dengan kecepatan yang rendah dan laju perkembangbiakan yang cukup tinggi, merupakan pakan alami yang banyak dipergunakan usaha pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengkayaan dengan menambahkan Bacillus sp. Pada media kultur terhadap EPA dan DHA Nannochloropsis sp. dengan kepadatan 105 ce...

  15. Kajian Efektifitas Penggunaan Semen Portland dan Limbah Karbit terhadap Stabilitas Tanah Lempung Ditinjau Dari Nilai CBR

    OpenAIRE

    Sari, Intan Novia

    2016-01-01

    Tanah lempung yang memiliki kadar mineral lempung yang tinggi akan mudah dipengaruhi oleh air, sehingga akan mempengaruhi sifat kembang susutnya dan daya dukung tanah. Penggunaan tanah lempung sebagai material konstruksi kurang memberi kebaikan bagi konstruksi, karena tanah lempung memiliki sifat yang kurang baik terhadap kelangsungan pekerjaan kontruksi. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat dan kekuatan tanah lempung .Stabilisasi merupakan salah satu u...

  16. Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Agregat Halus Dan Semen Terhadap Perilaku Mekanik Beton

    OpenAIRE

    Sitorus, Tito Tulus P.

    2014-01-01

    Bahan material yang paling sering digunakan dalam bidang konstruksi bangunan sipil yaitu pemakaian beton. Hal ini disebabkan oleh bahan dasar yang mudah didapat, memiliki kuat tekan besar, tahan air dan cuaca, dan mudah dibentuk. Seiring dengan semakin pesatnya pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia, maka bahan penyusun beton semakin sulit didapat dan terjadi peningkatan harga bahan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan bahan penyusun yang hemat biaya dengan memanfaatkan ...

  17. ???BIOREMEDIASI LIMBAH CAIR INDUSTRI MIE INSTAN MENGGUNAKAN EM4 dan GREEN POSHKOO???

    OpenAIRE

    BULO, SRI HARTUTI

    2015-01-01

    ABSTRAK Sri Hartuti Bulo. ???Bioremediasi Limbah Cair Industri Mie Instan Menggunakan EM4 dan Green Poshkoo???. (Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Mary Selintung, MSc dan Ir. Achmad Zubair, MSc. Limbah cair mie instan mengandung berbagai jenis pencemar lingkungan, misalnya Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Derajat Keasaman (PH). Pembuangan limbah cair mie instan ke badan air tanpa proses pengolahan akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, sehingg...

  18. POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH KEMLOKO (Phyllanthus emblica L. SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiny Suzery

    2013-11-01

    Full Text Available Tanaman KemLoko (Phyllanthus emblica L. merupakan tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional. Aktivitas biologis tanaman tersebut diduga disebabkan oleh keberadaan senyawa-senyawa kelompok fenolat, terutama golongan flavonoid. Riset mengenai analisis kandungan senyawa fenolat, flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak beserta fraksi-fraksi dari buah kemLoko dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia, untuk pertama kalinya dilaporkan pada publikasi ini. Buah kemLoko kering dimaserasi dalam metanol, diikuti partisi dengan gradien pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Analisis fenolat total, flavonoid total dan aktivitas peredaman radikal DPPH dilakukan terhadap ekstrak atau fraksi yang menunjukan test positif fenolat dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana dan fraksi diklorometana negatif pada uji fenolat dan flavonoid. Kandungan fenolat total ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi air berturut turut adalah 351, 436 dan 111 mg ekuaivalen asam galat/g ekstrak atau fraksi, sedangkan flavonoid total berturut-turut 200, 216 dan 70 mg ekuivalen quercetin/g ekstrak atau fraksi. Aktivitas antioksidan ketiga sampel uji tersebut memiliki IC50 berkisar 58,4 sampai 120,9. Fraksi etil asetat merupakan sampel uji yang paling aktif sebagai antioksidan, selain memiliki kadar fenolat total dan flavonoid total tertinggi.

  19. Algae Biofuel in the Nigerian Energy Context

    Science.gov (United States)

    Elegbede, Isa; Guerrero, Cinthya

    2016-05-01

    The issue of energy consumption is one of the issues that have significantly become recognized as an important topic of global discourse. Fossil fuels production reportedly experiencing a gradual depletion in the oil-producing nations of the world. Most studies have relatively focused on biofuel development and adoption, however, the awareness of a prospect in the commercial cultivation of algae having potential to create economic boost in Nigeria, inspired this research. This study aims at exploring the potential of the commercialization of a different but commonly found organism, algae, in Nigeria. Here, parameters such as; water quality, light, carbon, average temperature required for the growth of algae, and additional beneficial nutrients found in algae were analysed. A comparative cum qualitative review of analysis was used as the study made use of empirical findings on the work as well as the author's deductions. The research explored the cultivation of algae with the two major seasonal differences (i.e. rainy and dry) in Nigeria as a backdrop. The results indicated that there was no significant difference in the contribution of algae and other sources of biofuels as a necessity for bioenergy in Nigeria. However, for an effective sustainability of this prospect, adequate measures need to be put in place in form of funding, provision of an economically-enabling environment for the cultivation process as well as proper healthcare service in the face of possible health hazard from technological processes. Further studies can seek to expand on the potential of cultivating algae in the Harmattan season.

  20. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  1. Errors When Extracting Oil from Algae

    Science.gov (United States)

    Murphy, E.; Treat, R.; Ichiuji, T.

    2014-12-01

    Oil is in popular demand, but the worldwide amount of oil is decreasing and prices for it are steadily increasing. Leading scientists have been working to find a solution of attaining oil in an economically and environmentally friendly way. Researchers at the U.S. Department of Energy's Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) have determined that "a small mixture of algae and water can be turned into crude oil in less than an hour" (Sheehan, Duhahay, Benemann, Poessler). There are various ways of growing the algae, such as closed loop and open loop methods, as well as processes of extracting oil, such as hydrothermal liquefaction and the hexane-solvent method. Our objective was to grow the algae (C. reinhardtii) and extract oil from it using NaOH and HCl, because we had easy access to those specific chemicals. After two trials of attempted algae growth, we discovered that a bacteria was killing off the algae. This led us to further contemplation on how this dead algae and bacteria are affecting our environment, and the organisms within it. Eutrophication occurs when excess nutrients stimulate rapid growth of algae in an aquatic environment. This can clog waterways and create algal blooms in blue-green algae, as well as neurotoxic red tide phytoplankton. These microscopic algae die upon consumption of the nutrients in water and are degraded by bacteria. The bacteria respires and creates an acidic environment with the spontaneous conversion of carbon dioxide to carbonic acid in water. This process of degradation is exactly what occurred in our 250 mL flask. When the phytoplankton attacked our algae, it created a hypoxic environment, which eliminated any remaining amounts of oxygen, carbon dioxide, and nutrients in the water, resulting in a miniature dead zone. These dead zones can occur almost anywhere where there are algae and bacteria, such as the ocean, and make it extremely difficult for any organism to survive. This experiment helped us realize the

  2. Method and apparatus for processing algae

    Science.gov (United States)

    Chew, Geoffrey; Reich, Alton J.; Dykes, Jr., H. Waite; Di Salvo, Roberto

    2012-07-03

    Methods and apparatus for processing algae are described in which a hydrophilic ionic liquid is used to lyse algae cells. The lysate separates into at least two layers including a lipid-containing hydrophobic layer and an ionic liquid-containing hydrophilic layer. A salt or salt solution may be used to remove water from the ionic liquid-containing layer before the ionic liquid is reused. The used salt may also be dried and/or concentrated and reused. The method can operate at relatively low lysis, processing, and recycling temperatures, which minimizes the environmental impact of algae processing while providing reusable biofuels and other useful products.

  3. Costic's technical day: thermodynamical heating and air conditioning in accommodations (heat pumps and heating/cooling floors). Air systems and their application in collective installations; Journee technique Costic: chauffage thermodynamique et climatisation dans l'habitat (les pompes a chaleur, les planchers chauffants-rafraichissants). Les systemes a air les applications en collectif

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Lenotte, J.J.

    2002-07-01

    Direct expansion air systems are now currently used in individual residential houses. Some of these systems are used also in collective residential buildings where they allow to take into account the individualization of consumptions, as wished by some property developers. Some other centralized air-conditioning systems can be used. They require a distribution water loop for the supply of terminal units of ventilation-convection type. This document presents successively: the direct expansion air systems (direct emission air/air heat pumps, aeraulic distribution air/air heat pumps, production dimensioning, implementation, regulation, systems with variable flow rate of refrigerant); the centralized air/water systems with ventilation-convection systems (production dimensioning, implementation, regulation); the air distribution and diffusion. (J.S.)

  4. PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI (STUDI KASUS DI PROPINSI JAWA BARAT, SUMATERA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjetjep Syarif Hidayat

    2012-11-01

    Full Text Available Latar belakang: Menyusui secara eksklusif dapat menjaga kelangsungan hidup dan kesehatan bayi. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Namun kenyataan di lapangan, hanya sebagian kecil ibu yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Tujuan: mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Responden adalah ibu-ibu yang mempunyai anak yang berumur 6-12 bulan, Pemilihan responden dilakukan secara acak dan seluruhnya berjumlah 1884 responden. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2006 di 3 Propinsi yakni Jawa Barat, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur. Data yang dikumpulkan meliputi; karakteristik sosioekonomi, sosiodemografi, pemberian Air Susu Ibu (ASI, pemberian cairan pralaktal selain ASI, tempat persalinan, pemberian kolostrum. dan penolong persalinan, Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik dengan membuat tabel-tabel distribusi frekuensi kemudian diuji menggunakan X2 (khi kuadrat. Hasil. Proporsi praktik pemberian ASI eksklusif di tiga propinsi masih rendah yaitu Jawa barat 19,2%, Sumatera Barat 10,4% dan Nusa Tenggara Timur 8,9%. Setelah dianalisis diperoleh beberapa faktor penentu yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif yaitu; ibu tinggal di wilayah kabupaten, ibu tidak bekerja, pemberian kolostrum dan penolong persalinan oleh bidan dan dukun terlatih. Sebagian besar diatas 80% responden tidak bekerja hanya sebagai ibu rumahtangga. Sebanyak (74,4% sampel di Jawa Barat dan 76,8% sampel di Sumatera Barat penolong persalinan oleh tenaga kesehatan. Sedangkan di Nusa Tenggara Timur lebih dari separoh 65,4% penolong persalinan oleh tenaga kesehatan bersama dukun terlatih. Faktor pemberian kolostrum di Sumatera Barat merupakan faktor penentu yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan. Faktor penentu yang hubungannya bermakna

  5. Biodiesel Fuel Production from Algae as Renewable Energy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. B.M. Sharif Hossain

    2008-01-01

    Full Text Available Biodiesel is biodegradable, less CO2 and NOx emissions. Continuous use of petroleum sourced fuels is now widely recognized as unsustainable because of depleting supplies and the contribution of these fuels to the accumulation of carbon dioxide in the environment. Renewable, carbon neutral, transport fuels are necessary for environmental and economic sustainability. Algae have emerged as one of the most promising sources for biodiesel production. It can be inferred that algae grown in CO2-enriched air can be converted to oily substances. Such an approach can contribute to solve major problems of air pollution resulting from CO2 evolution and future crisis due to a shortage of energy sources. This study was undertaken to know the proper transesterification, amount of biodiesel production (ester and physical properties of biodiesel. In this study we used common species Oedogonium and Spirogyra to compare the amount of biodiesel production. Algal oil and biodiesel (ester production was higher in Oedogonium than Spirogyra sp. However, biomass (after oil extraction was higher in Spirogyra than Oedogonium sp. Sediments (glycerine, water and pigments was higher in Spirogyra than Oedogonium sp. There was no difference of pH between Spirogyra and Oedogonium sp. These results indicate that biodiesel can be produced from both species and Oedogonium is better source than Spirogyra sp.

  6. Karakteristik dan Visualisasi Aliran Dua Fasa pada Pipa Spiral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Damawidjaya Biksono

    2006-01-01

    Full Text Available The flow of air-water mixtures has been investigated in a horizontal spiral pipe. The effect of flow in the spiral pipe will be used to identify the location bubble transition. The purpose of present study is to understand characteristics of the air - water mixture flow in a horizontal spiral pipe. Measurements of pressure losses and bubble distribution of cross section spiral pipe were carried out for air-water by means of manometer and digital video, respectively. As a result, it is shown that the friction of air-water mixture is greater than that of water, and a location of bubble flow can be identified. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian aliran udara-air di dalam pipa spiral horizontal telah dilakukan. Efek aliran di dalam pipa spiral dipakai untuk melihat letak lokasi perubahan gelembung udara. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan karakteristik aliran campuran udara-air yang mengalir di dalam pipa spiral horizontal. Pengukuran kerugian tekanan dan letak lokasi penyebaran gelembung udara-air pada penampang melintang pipa, masing-masing menggunakan manometer dan digital video. Hasil koefisien gesek campuran udara-air lebih besar dibandingkan koefisien gesek pada air dan letak posisi aliran udara dapat dijelaskan. Kata kunci: Aliran dua fasa, pipa spiral.

  7. Kondisi Sanitasi Dasar Dan Rumah Sehat Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Di Unit Pemukiman Transmigrasi Di Desa Teluk Panji IV Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Tahun 2004

    OpenAIRE

    Sarana

    2012-01-01

    Sanitasi dasar adalah usaha-usaha pengawasan yang ditujukan terhadap faktor-faktor lingkungan yang dapat merupakan mata rantai penularan penyakit, yang meliputi penyediaan air bersih, pembuangan air limbah, pembuangan kotoran manusia / jamban keluarga dan pengelolaan sampah. Sedangkan rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Kondisi sanitasi dasar dan rumah sehat harus dapat memenuhi kebutuhan fisik, kenyataan sukar dipenuhi dan se...

  8. Étude numérique du couplage thermohydromécanique dans les roches. Influence des termes de couplage non linéaires pour un matériau isotrope linéaire Numerical Analysis of a Thermohydromechanical Coupling in Rocks. Influence of Nonlinear Coupling Terms on a Linear Isotropic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henry J. P.

    2006-11-01

    Full Text Available Nous présentons dans ce travail une étude numérique basée sur la méthode des éléments finis, du comportement thermoporoélastique de certaines roches. Les trois effets de couplage : déformabilité de la roche, pression interstitielle et température sont pris en compte simultanément dans la résolution numérique. Une application simple sur un puits pétrolier en conditions axisymétriques est finalement présentée afin de dégager en particulier l'influence du terme de couplage convectif non linéaire, obtenu dans l'équation de diffusivité thermique, sur l'évolution de la température et de la pression interstitielle autour du forage. This article describes a finite-element method for solving the problem of nonlinear coupling between interstitial pressure and temperature during stress on a poroelastic rock. Such coupling phenomena occur during massive injection of cold water into a petroleum borehole for example. The implementation of such a numerical solution, used here with the assumption of small deformations, first requires a review of the behavior law of the material (Eq. 2. 2 and of the equations for hydraulic diffusivity (Eq. 2. 3 and thermal diffusivity (Eq. 2. 4. This last equation (2. 4 is the one containing the nonlinear coupling terms in Grad P Grad P and Grad T. Grad P. During simulation of flow at a high flow rate, these products can no longer be neglected as shown by the results in Fig. 2. The variational formulation of the problem is then determined in relation to the three equations for equilibrium, thermal diffusivity and hydraulic diffusivity. After geometric and temporal discretizations, this formulation leads to a finite-element calculating scheme resulting in the simultaneous solving of all three equations. This solution, based on the inversion of the system of equations (2. 15, requires the updating of the rigidity matrix at each time step to take nonlinear coupling into consideration. Calculations with an

  9. Nonlinear Analysis in a Nutrient-Algae-Zooplankton System with Sinking of Algae

    OpenAIRE

    Chuanjun Dai; Min Zhao

    2014-01-01

    A reaction-diffusion-advection model is proposed for the Zeya Reservoir to study interactions between algae and zooplankton, including the diffusive spread of algae and zooplankton and the sinking of algae. The model is investigated both with and without sinking. Conditions of Hopf and Turing bifurcation in the spatial domain are obtained, and conditions for differential-flow instability that gives rise to the formation of spatial patterns are derived. Using numerical simulation, the authors ...

  10. Perencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik di Kelurahan Keputih Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochma Septi Pratiwi

    2015-03-01

    Full Text Available Air limbah domestik yang berasal dari rumah tangga menyebabkan berbagai persoalan lingkungan seperti pencemaran Kali Surabaya, peningkatan biaya pengolahan air minum oleh perusahaan daerah setempat dan menurunnya tingkat kesehatan masyarakat. Adanya persoalan ini mendorong terbentuknya suatu sistem pengolahan air limbah yang bersifat terintegrasi. Sistem yang ditawarkan merupakan suatu sistem pengelolaan air limbah domestik yang meliputi penyaluran serta pengolahan air limbah domestik, berupa grey water dan black water. Pada perencanaan ini, penyaluran air limbah didesain terpisah dengan air hujan dengan tujuan mengurangi resiko kontaminasi air limbah pada tubuh manusia. Penyaluran air limbah ini direncanakan sepanjang 4261.12 meter yang dibagi sebanyak 6 segmen. Saluran air limbah ini akan melayani Kelurahan Keputih dengan periode perencanaan selama 5 tahun. Dengan adanya pengelolaan air limbah domestik ini, diharapkan pencemaran lingkungan dapat dikurangi dan taraf kesehatan masyarakat dapat meningkat.

  11. Role of marine algae in organic farming

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Pereira, N.; Verlecar, X.N.

    As the efforts to unearth new sources for organic farming accelerate, one needs to evaluate the options available. Marine algae popularly known as seaweeds, have served mankind from times immemorial. form. Seaweed-based fertilizer is rich in growth...

  12. Dipeptides from the red alga Acanthopora spicifera

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Wahidullah, S.; DeSouza, L.; Kamat, S.Y.

    An investigation of red alga Acanthophora spicifera afforded the known peptide, aurantiamide acetate and a new diastereoisomer of this dipeptide (dia-aurantiamide acetate). This is a first report of aurantiamide acetate from a marine source...

  13. 2011 Biomass Program Platform Peer Review: Algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Yang, Joyce [Office of Energy Efficiency and Renewable Energy (EERE), Washington, DC (United States)

    2012-02-01

    This document summarizes the recommendations and evaluations provided by an independent external panel of experts at the 2011 U.S. Department of Energy Biomass Program’s Algae Platform Review meeting.

  14. Collection, Isolation and Culture of Marine Algae.

    Science.gov (United States)

    James, Daniel E.

    1984-01-01

    Methods of collecting, isolating, and culturing microscopic and macroscopic marine algae are described. Three different culture media list of chemicals needed and procedures for preparing Erdschreiber's and Provasoli's E. S. media. (BC)

  15. Penyebab dan Penangannan Halotosis

    OpenAIRE

    Irmadani Anwar, Ayub

    2007-01-01

    Halitosis adau bau mulut adalah masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dikeluhkan. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh halitosis dapat bersifat psikososial seperti malu atau rendah diri, menghindari pergaulan, tidak bebas bicara, tidak ada rasa percaya diri.

  16. Marine algae and seagrasses of Tekirdag (Black Sea,Turkey)*

    OpenAIRE

    Aysel, Veysel; Erdugan, Hüseyin; DURAL, Berrin; SükranOkudan, E.

    2006-01-01

    Abstract In this study, marine algae and seagrasses in the upper infralittoral zone of the Black Sea coast of Tekirdag (Turkey) were investigated. A total 156 taxon (153 algae and 3 seagrasses) in species or inferior to the species category were determined. 15 of them belong to blue-green bacteria (Cyanophyta), 84 to red algae (Rhodophyta), 26 to brown algae (Heterokontophyta), 28 to green algae (Chlorophyta) and 3 to marineflowering plants (Magnoliophyta).

  17. Inventory of North-West European algae initiatives

    OpenAIRE

    Spruijt, J.

    2015-01-01

    In 2012 an inventory of North-West European (NWE) algae initiatives was carried out to get an impression of the market and research activities on algae production and refinery, especially for bioenergy purposes. A questionnaire was developed that would provide the EnAlgae project with information on the value chains in which algae production was positioned within these initiatives. The questionnaire was used by EnAlgae project partners to collect information in Great Britain, Ireland, Germany...

  18. THE SOIL ALGAE OF CIBODAS FOREST RESERVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anne Johnson

    2014-01-01

    Full Text Available Three species of green algae and one blue-green alga were recorded from eight samples of soil found associated with bryophytes in the Cibodas Forest Reserve. Chemical analysis of the soil showed severe leaching of soluable mineral substances associated with a low pH. The low light intensity under forest conditions and the low pH may account for the limited algal flora.

  19. Dan Performer Mei Lanfang

    DEFF Research Database (Denmark)

    Risum, Janne

    The convention of performing female characters (dan characters) in Beijing opera, as practised by its most prominent male performer of female characters Mei Lanfang, and its and his cultural context and aesthetic aim......The convention of performing female characters (dan characters) in Beijing opera, as practised by its most prominent male performer of female characters Mei Lanfang, and its and his cultural context and aesthetic aim...

  20. KARAKTER FISIK DAN SOSIAL REALESTAT DALAM TINJAUAN GERAKAN NEW URBANISM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timoticin Kwanda

    2001-01-01

    Full Text Available Rapid urbanization will be critical to urban environments. The immediate and most critical urban environment problems facing several big cities, such as Jakarta and Surabaya, what are referred to as the "brown" problems, among them: lack of safe water, pollution from vehicles and industrial facilities, and congestion. To cope with these urban environmental problems, New Urbanism through the Traditional Neighborhood Development (TND believes that it will cure the problems by pedestrian oriented planning, encouraging people to drive less, mixed land uses, higher density, then traffice congestion is reduced,and mitigate air pollution. Moreover, the other physical and social characters are mixed housing types, front porches, more park that will encourage more interaction, then restore a sense of community. Based on this concept, this paper discusses the physical and social characters of real estates in Jakarta and Surabaya. The results show that real estate developments in these suburban areas is one of the causes of urban environment problems. Abstract in Bahasa Indonesia : Cepatnya urbanisasi akan menyebabkan lingkungan perkotaan yang kritis. Masalah lingkungan kritis yang dihadapi oleh kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya adalah apa yang disebut dengan masalah "warna coklat" yaitu kurangnya air yang sehat, polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor dan industri, serta kemacetan lalu lintas. Untuk menyelesaikan masalah lingkungan ini, gerakan New Urbanism melalui konsep Traditional Neighborhood Development (TND percaya bahwa masalah lingkungan ini dapat diatasi dengan perencanaan permukiman yang berorientasi pada pejalan kaki, multi fungsi, kepadatan tinggi, sehingga mengurangi kendaraan bermotor dan berakibat pada berkurangnya kemacetan lalu lintas dan polusi udara. Karakter fisik dan sosial lainnya adalah multi tipe rumah, taman publik yang lebih banyak dan rumah berteras depan yang akan mendorong interaksi sosial dalam lingkungan

  1. Analisa Sistem Jaringan Pendistribusian Pipa Air Bersih di PDAM Tirta Bulian Tebing Tinggi

    OpenAIRE

    Ikhwanul Aqfa, Ikhwanul Aqfa

    2012-01-01

    Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi. Kehadiran PDAM dimungkinkan melalui Undang-undang No. 5 tahun 1962 sebagai kesatuan usaha milik Pemda yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. Maksud dan tujuan penelitian ini untuk menganalisa sistem penyaluran ...

  2. Tepubina bandar: Isu dan kaitannya dengan kesihatan ekosistem lembangan saliran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noorazuan Md Hashim

    2007-08-01

    Full Text Available Penyelidikan terhadap pengaruh tepubina bandar terhadap tahap kesihatan ekosistem lembangan menjadi agenda utama di dalam penyelidikan hidrologi lembangan saliran, sama ada di negara maju mahupun di negara membangun. Kertas ini bertujuan mengutarakan tepubina bandar sebagai petunjuk kesihatan ekosistem sungai dengan mengupas isu-isu global dan lokal yang berkait rapat dengan tepubina bandar, pembangunan metodologi penyelidikannya dan hubungkaitannya dengan pengurusan lembangan saliran serta meninjau potensi kepenggunaannya sebagai satu petunjuk kesihatan ekosistem lembangan saliran di Malaysia. Penelitian yang dilakukan di sub-lembangan Langat Stesen Bt 11 telah membuktikan kesan peningkatan kawasan tepubina terhadap kualiti air sungai. Peningkatan kawasan bandar dan tepubina yang menjadi petunjuk kepada pertambahan aktiviti pembangunan fizikal bermula pada tahun 1988 telah dilihat menyumbang kepada peningkatan pepejal terampai (SS dalam air sungai. Pertambahan penduduk akibat proses perbandaran dapat dikaitkan dengan pertambahan bahan buangan domestik serta kumbahan yang mengakibatkan parameter seperti COD, BOD dan Ammonikal-Nitrogen mencatatkan tahap pencemaran yang serius. Kertas ini menyimpulkan bahawa sekurang-kurangnya piawai peratusan tepubina yang disarankan oleh model Schueler (1994 boleh dijadikan sandaran untuk merancang pembangunan bandar baru mahupun membina semula infrastruktur bandar khususnya sistem saliran bandar bagi mengelakkan masalah alam sekitar seperti pencemaran air dan banjir kilat.

  3. RANCANG BANGUN ALAT PENJERNIH AIR LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENYARING KOMBINASI PASIR – ARANG AKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Setyobudiarso

    2014-05-01

    Full Text Available Perkembangan jasa pencucian pakaian (laundry berkontribusi pada peningkatan penggunaan air tanah dan pemakaian deterjen sehingga menghasilkan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan air limbah laundry menjadi air bersih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh bahan penyaring pasir silika, zeolit dan arang aktif terhadap hasil olahan air limbah laundry dan mengetahui  pengaruh tekanan dan waktu pemakaian reaktor penyaring. Metode pengolahan yang digunakan adalah filtrasi menggunakan filtrasi pasir silika, adsorpsi karbon aktif, serta gabungan pengolahan filtrasi pasir aktif dan adsorpsi karbon aktif untuk menghasilkan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan koagulasi dan flokulasi, filtrasi pasir aktif, adsorpsi karbon aktif serta gabungan filtrasi pasir aktif dan adsorpsi karbon aktif mampu menurunkan kekeruhan hingga batas maksimum air bersih. Karakteristik limbah laundry pada tekanan 1 bar memiliki nilai warna, COD dan TSS yang cenderung menurun dari menit ke 20 hingga menit ke 60 , warna nilai 138, COD 908 mg/l dan TSS 215 mg/l. Sedangkan pada tekanan 2 bar memiliki nilai warna, COD dan TSS yang cenderung menurun dari menit ke 20 hingga menit ke 60 , masing-masing masing-masing warna nilai 40, COD 746 mg/l dan TSS 210 mg/l.  Air yang dihasilkan bukan merupakan air bersih tetapi aman untuk dibuang ke lingkungan.

  4. Pembuatan Dan Karakterisasi Aspal Beton Berbasis Dreg Dan Grit

    OpenAIRE

    Newdesnetty Butarbutar

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi aspal beton berbasis dreg dan grit. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengadukan dengan menggunakan mixer beton, tujuan untuk memperoleh bahan aspal beton dari dreg dan grit untuk mengurangi volume pasir dengan variasi rasio pasir terhadap dreg dan grit adalah: 100 : 0 : 0; 90 : 5 : 5; 80 : 10 : 10; 70 : 15 : 15; 60 : 20 : 20; 50 : 25 : 25; 40 : 30 : 3; 30 : 35 : 35; 20 : 40 : 40; 10 : 45 : 45; 0 : 50 : 5...

  5. ANALISA KERUGIAN HEAD AKIBAT PERLUASAN DAN PENYEMPITAN PENAMPANG PADA SAMBUNGAN 900

    OpenAIRE

    SUGI, RAHMAT; IRAWAN, ADHE

    2011-01-01

    Pipa PVC (polivinil chloride), galvanis, dan stainless stell merupakan jenis-jenis pipa yang banyak digunakan terutama untuk mengalirkan air bersih kerumah-rumah penduduk ataupun didunia industri. untuk mempercepat aliran fluida dalam hal ini air sebagai fluidanya, maka kami mengembangkan sambungan yang sama dengan diameter yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koefisien kerugian, kehilangan tekanan. dan kerugian head pada pengaruh perubahan debit. Penelitian ini dilakukan d...

  6. Karakterisasi Dan Ekstraksi Simplisia Tumbuhan Bunga Mawar (Rosa hybrida L.) Serta Formulasinya Dalam Sediaan Pewarna Bibir

    OpenAIRE

    Devi Farima

    2009-01-01

    Telah dilakukan karakterisasi dan skrining fitokimia terhadap simplisia bunga mawar (Rosa hybrida L.). Karakterisasi simplisia bunga mawar meliputi penetapan kadar air, penetapan kadar abu total, penetapan kadar abu tidak larut asam, penetapan kadar sari larut dalam air, dan penetapan kadar sari larut dalam etanol. Pembuatan ekstrak dari simplisia bunga mawar dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol ditambah dengan asam asetat 3%. Formulasi sediaan pewarna bibir dibuat dal...

  7. SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN UNTUK KESEHATAN DAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT

    OpenAIRE

    I Wayan Shandyasa

    2011-01-01

    Sistem berbasis pengetahuan untuk kesehatan dan perawatan gigi dan mulut ini merupakan sistem yang menghadirkan solusi penyakit dalam mengatasi masalah kesehatan gigi memberikan informasi perawatan untuk setiap masalah penyakit yang dihadapi. Sistem ini menyediakan fasilitas diagnosa penyakit untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang sedang dihadapi. Proses identifikasi dilakukan melalui interaksi tanya jawab antar sistem dengan user dan penginputan gejala penyakit. Metode penelusuran kes...

  8. PREFERENSI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL : PERSPEKTIF GENDER DAN ENTREPRENEURABILITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaira Amalia Fachrudin

    2013-06-01

    Full Text Available Preferensi pembiayaan dalam perusahaan besar lebih didasarkan pada karakteristik perusahaan tersebut.  Namun dalam usaha mikro dan kecil hal ini mungkin berbeda dan bergantung pada karakteristik pemiliknya seperti gender dan entrepreneurability.   Perbedaan gender mungkin juga membedakan entrepreneurability dan dukungan yang diterima.  Penelitian ini akan menguji apakah terdapat perbedaan preferensi pembiayaan berdasarkan gender, entrepreneurability berdasarkan gender dan berdasarkan preferensi pembiayaan, serta perbedaan dukungan berdasarkan gender.  Sampel dari usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam bidang kuliner  diuji dengan uji beda Independent Sample t Test dan kemudian dengan Crosstabulation untuk lebih memperinci hasilnya.  Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan preferensi pembiayaan berdasarkan gender dan berdasarkan  entrepreneurability, namun entrepreneurability berbeda signifikan berdasarkan gender dan juga ditemukan bahwa dukungan moral, tenaga, dan modal yang diterima pemilik usaha pria dan wanita tidak berbeda signifikan (p value lebih kecil dari 0.05.   Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat kesetaraan gender dalam pembiayaan usaha dan entrepreneurability lebih tinggi pada pria.  Pria pemilik usaha juga mendapatkan dukungan tenaga kerja yang lebih banyak daripada wanita.  Dukungan tenaga ini adalah salah satu bentuk  financial bootstrapping karena dapat mengurangi pembiayaan usaha

  9. Infeksi Cacing dan Alergi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Selfi Renita Rusdji

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi cacing masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Penyakit ini sering terjadi di daerah dengan higienisitas dan sanitasi yang masih kurang. Respon imun tubuh host terhadap cacing ini mirip dengan respon tubuh terhadap penyakit alergi. Respon pada penyakit kecacingan dan alergi ini merupakan respon Thelper2 yaitu diferensiasi dan polariasasi sel limfosit T lebih dominan pada Th2. Pada kenyataannya, ditinjau dari segi epidemiologi, penyakit kecacingan dan penyakit alergi terdapat pada daerah yang sangat berbeda. Prevalensi penyakit alergi cenderung lebih banyak terjadi di daerah maju dengan higiene dan sanitasi yang baik. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan apakah kecacingan mempunyai efek proteksi terhadap manifestasi klinis berbagai macam penyakit alergi. Hygiene hypothesis merupakan teori yang relevan dalam menjawab pertanyaan ini. Mekanisme yang dapat menerangkan fenomena ada adalah saturasi sel mast, penghambatan oleh IgG4 dan modified Th2 response.Kata kunci: infeksi cacing, alergi, respon Th2AbstractHelminthiasis is still unsolved problem in Indonesia and other developing countries. This disease is frequently occurred in poor personal hygiene and environmental sanitation. The human immune response to helminth infections is similar with response to allergic disease. These disease present T helper2 (Th2 response which characterized dominant differentiation and proliferation of Th2. In fact, epidemiology study shows that they are occurred in different type of region. High prevalence of allergic disease is found in modern country which is well established sanitation and good personal hygiene. This condition raises fundamental question whether helminthiasis is associated with protection against allergic disease. Hygiene hypothesis is a theory that can explain this phenomen. The mechanisms are mast cell saturation, IgG4 blocking and modified Th2.Keywords: helminthiasis, allergy, Th2 response

  10. El giro patrimonial del tango: políticas oficiales, turismo y campeonatos de baile en la ciudad de Buenos Aires O tombamento do tango como patrimônio cultural: políticas oficiais, turismo e concursos de dança na cidade de Buenos Aires The turn of inheritance in tango: official policies, tourism, dance championship in the city of Buenos Aires

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hernán Morel

    2009-12-01

    Full Text Available En este artículo nos proponemos analizar algunos aspectos del proceso de activación patrimonial del tango en base a la intervención del Estado local a fines de los años '90. Luego de analizar ciertos aspectos que caracterizan y rigen los procesos de patrimonialización contemporáneos, relevamos las principales normativas y actividades culturales instituidas en torno al tango. Posteriormente, nos concentramos en el desarrollo de una sucesión de políticas públicas y actividades vinculadas a festivales y campeonatos de baile en la ciudad de Buenos Aires. Asimismo, exploramos las construcciones y los sentidos de "autenticidad" en distintas dimensiones culturales. Por un lado, nos enfocamos en el "turismo cultural" vinculado al tango en la ciudad, mientras que, por otro lado, analizamos los sentidos otorgados a las performances de tango-danza de salón en el contexto de los campeonatos oficiales.Neste artigo analisamos alguns aspectos do processo de patrimonialização do tango com base no exame das ações da prefeitura local a finais da década de 1990. Em primeiro lugar, descrevem-se as características dos processos de patrimonialização contemporâneos. Na seqüência, examinamos as principais leis e práticas culturais associadas ao tango na cidade de Buenos Aires e descrevemos as políticas públicas e atividades relacionadas aos festivais e concursos de dança. Analisam-se, também, as formas em que é construída a "autenticidade" em diferentes âmbitos culturais. Por um lado, o foco centra-se no "turismo cultural" relacionado ao tango na cidade; por outro, analisam-se os sentidos dados às performances do tango-dança de salão no contexto dos concursos oficiais.In this article, we pursue to analyse some aspects regarding the process of inheritance activation of tango as a result of the intervention of the local State in the late '90s. After having analysed some aspects which characterise and reing the contemporary processes of

  11. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TOKOH MASYARAKAT TENTANG MALARIA DI KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shinta Shinta

    2012-10-01

    Full Text Available Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. Pemberantasan malaria tidak mungkin dapat berhasil dengan baik tanpa adanya peran serta masyarakat dan keterlibatan mitra terkait. Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan menggalang kemitraan dalam pemberantasan malaria diperlukan informasi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP dari masyarakat maupun tokoh masyarakat di daerah sasaran. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pertanyaan terbuka terhadap tokoh masyarakat formal dan informal. lnforman tokoh formal adalah Camat, Kepala Desa dan Kepala Dukuh. Informan tokoh informal adalah guru sekolah, ulama, kader PKK dan karang taruna. Tujuan penelitian untuk menemukan metode pemberantasan malaria secara tepat guna. Hasil penelitian: Pengetahuan informan tentang cukup baik, sudah mengenal tanda tanda, penyebab dan cara pengobatan. Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles, ada juga yang mengatakan Aedes ataupun tidak tahu. Posisi nyamuk ketika menggigit menungging; menggigit pada malam hari, hila ada orang yang melahirkan atau ada hajatan, masih ada yang mengatakan siang hari; tempat perkembangbiakan di kubangan, kolam, tempurung kelapa, saluran air, masih ada yang mengatakan di air kotor dan bak mandi. Pengobatan dapat dilakukan dengan dua cara; pengobatan modern dengan klorokuin, pengobatan tradisional dengan daun pepaya, buah mahoni, kulit pohon kina, akar alang-alang, brotowali dan pace. Mengenai sikap informan sudah baik, dalam upaya mencari pengobatan warga akan mendatangi Puskesmas, bidan desa,  juru malaria desa, dokter, membeli obat di warung atau ke dukun. Malaria mengakibatkan tidak dapat bekerja/sekolah beberapa hari, dapat menyebabkan kematian, dapat sembuh setelah makan obat dan istirahat sebentar. Perilaku informan mengenai cara menghindari gigitan, cara mengurangi resiko gigitan nyamuk sudah baik namun dalam pencegahan malaria umumnya masih rancu dengan cara pencegahan

  12. Algae production for energy and foddering

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Bai, Attila; Jobbagy, Peter; Durko, Emilia [University of Debrecen, Faculty of Applied Economics and Rural Development (UD-FAERD), Centre for Agricultural and Applied Economic Sciences, Debrecen (Hungary)

    2011-09-15

    This study not only presents the results of our own experiments in alga production, but also shows the expected economic results of the various uses of algae (animal feed, direct burning, pelleting, bio-diesel production), the technical characteristics of a new pelleting method based on literature, and also our own recommended alga production technology. In our opinion, the most promising alternative could be the production of alga species with high levels of oil content, which are suitable for utilization as by-products for animal feed and in the production of bio-diesel, as well as for use in waste water management and as a flue gas additive. Based on the data from our laboratory experiments, of the four species we analyzed, Chlorella vulgaris should be considered the most promising species for use in large-scale experiments. Taking expenses into account, our results demonstrate that the use of algae for burning technology purposes results in a significant loss under the current economic conditions; however, the utilization of algae for feeding and bio-diesel purposes - in spite of their innovative nature - is nearing the level needed for competitiveness. By using the alga production technology recommended by us and described in the present study in detail, with an investment of 545 to 727 thousand EUR/ha, this technology should be able to achieve approximately 0-29 thousand EUR/ha net income, depending on size. More favorable values emerge in the case of the 1-ha (larger) size, thanks to the significant savings on fixed costs (depreciation and personnel costs). (orig.)

  13. Radiation sterilization of harmful algae in water

    International Nuclear Information System (INIS)

    Complete text of publication follows. Objective: Drinking water, water used in food production and for irrigation, water for fish farming, waste water, surface water, and recreational water have been recently recognized as a vector for the transmission of harmful micro-organisms. The human and animal harmful algae is a waterborne risk to public health and economy because the algae are ubiquitous and persistent in water and wastewater, not completely removed by physical-chemical treatment processes, and relatively resistant to chemical disinfection. Gamma and electron beam radiation technology is of growing in the water industry since it was demonstrated that gamma and electron beam radiation is very effective against harmful algae. Materials and Methods: Harmful algae (Scenedesmus quadricauda(Turpin) Brebisson 1835 (AG10003), Chlorella vulgaris Beijerinck 1896 (AG30007) and Chlamydomonas sp. (AG10061)) were distributed from Korean collection for type cultures (KCTC). Strains were cultured aerobically in Allen's medium at 25□ and 300 umol/m2s for 1 week using bioreactor. We investigated the disinfection efficiency of harmful algae irradiated with gamma (0.05 to 10 kGy for 30 min) and electron beam (1 to 19 kGy for 5 sec) rays. Results and Conclusion: We investigated the disinfection efficiency of harmful algae irradiated with gamma and electron beam rays of 50 to 19000 Gy. We established the optimum sterilization condition which use the gamma and electron beam radiation. Gamma ray disinfected harmful algae at 400 Gy for 30 min. Also, electron beam disinfected at 1000 Gy for 5 sec. This alternative disinfection practice had powerful disinfection efficiency. Hence, the multi-barrier approach for drinking water treatment in which a combination of various disinfectants and filtration technologies are applied for removal and inactivation of different microbial pathogens will guarantee a lower risk of microbial contamination.

  14. Considering the sanitary aspects in regional plans for air quality. Situation of sanitary impacts of urban air pollution studies; Prise en compte des aspects sanitaires dans les Plans regionaux pour la qualite de l'air. Bilan des etudes d'impact sanitaires de la pollution atmospherique urbaine realisees

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    2003-12-15

    The law on air and the rational use of energy of the 30. september 1996 forecasts the setting up of regional planning for the air quality that have to rely on the support of an evaluation of sanitary effects of air pollution. To help the local sanitary authorities in this mission, the National Institute of Sanitary Surveillance and the C.I.R.E. have realised a methodological guide on evaluation of sanitary impact of urban air pollution in different contexts. (N.C.)

  15. Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform

    OpenAIRE

    Deni Maryani; Ali Masduqi; Atiek Moesriati

    2014-01-01

    Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Varias...

  16. Analisa Perhitungan Debit Dan Kehilangan Tinggi Tekanan (Headloss) Pada Sistem Jaringan Pipa Daerah Layanan Pdam Tirtanadi Cabang Sunggal

    OpenAIRE

    Nurfadilah, Aida

    2015-01-01

    Pemakaian jaringan pipa dalam bidang teknik sipil salah satunya terdapat pada sistem jaringan distribusi air minum. Distribusi kebutuhan air minum untuk kebutuhan hidup sehari-hari sangat penting. Begitu juga analisis jaringan pipa cukup komplek dan memerlukan perhitungan yang besar. Dalam sistem jaringan distribusi air minum menggunakan pipa, faktor kehilangan tinggi tekanan perlu diperhatikan. Apabila debit dan kehilangan tinggi tekanan cukup besar dapat mengakibatkan tida...

  17. Toxicology Selective Toxicity dan Test

    OpenAIRE

    Mansyur

    2002-01-01

    Toxicology adalah pemahaman-pemahaman mengenai effek-effek bahan kimia yang merugikan bagi organisme. Dari definisi tersebut, jelas terdapat unsur-unsur bahan kimia dan organisme, dimana didalam kedua unsur-unsur ini terdapat istilah-istilah toksisitas dan animal test-test. Tulisan ini bermaskud membicarakan mengenai selective toxicity dan animal toxicity tetst. kedokteran-mansyur5

  18. Radiation effects on algae and its application

    International Nuclear Information System (INIS)

    The effects of radiation on algae have been summarized in this article. Today, algae are being considered to have the great potential to fulfill the demand of food, fodder, fuel and various pharmaceutical products. Red algae are particularly rich in the content of polysaccharides present in their cell wall. For isolation of these polysaccharides, separation of cells cemented together by middle lamella is essential. The gamma rays are known to bring about biochemical changes in the cell wall and cause the breakdown of the middle lamella. These rays ate also known to speed up the starch sugar inter-conversion in the cells which is very useful for the tapping the potential of algae to be used as biofuel as well as in pharmaceutical industries. Cyanobacteria, among algae and other plants are more resistant to the radiation. In some cyanobacteria the radiation treatment is known to enhance the resistance against the antibiotics. Radiation treatment is also known to enhance the diameter of cell and size of the nitrogen fixing heterocyst. (author)

  19. Biological toxicity of lanthanide elements on algae.

    Science.gov (United States)

    Tai, Peidong; Zhao, Qing; Su, Dan; Li, Peijun; Stagnitti, Frank

    2010-08-01

    The biological toxicity of lanthanides on marine monocellular algae was investigated. The specific objective of this research was to establish the relationship between the abundance in the seawater of lanthanides and their biological toxicities on marine monocellular algae. The results showed that all single lanthanides had similar toxic effects on Skeletonema costatum. High concentrations of lanthanides (29.04+/-0.61 micromol L(-1)) resulted in 50% reduction in growth of algae compared to the controls (0 micromol L(-1)) after 96 h (96 h-EC50). The biological toxicity of 13 lanthanides on marine monocellular algae was unrelated with the abundance of different lanthanide elements in nature, and the "Harkins rule" was not appropriate for the lanthanides. A mixed solution that contained equivalent concentrations of each lanthanide element had the same inhibition effect on algae cells as each individual lanthanide element at the same total concentration. This phenomenon is unique compared to the groups of other elements in the periodic table. Hence, we speculate that the monocellular organisms might not be able to sufficiently differentiate between the almost chemically identical lanthanide elements. PMID:20547408

  20. Controlled regular locomotion of algae cell microrobots.

    Science.gov (United States)

    Xie, Shuangxi; Jiao, Niandong; Tung, Steve; Liu, Lianqing

    2016-06-01

    Algae cells can be considered as microrobots from the perspective of engineering. These organisms not only have a strong reproductive ability but can also sense the environment, harvest energy from the surroundings, and swim very efficiently, accommodating all these functions in a body of size on the order of dozens of micrometers. An interesting topic with respect to random swimming motions of algae cells in a liquid is how to precisely control them as microrobots such that they swim according to manually set routes. This study developed an ingenious method to steer swimming cells based on the phototaxis. The method used a varying light signal to direct the motion of the cells. The swimming trajectory, speed, and force of algae cells were analyzed in detail. Then the algae cell could be controlled to swim back and forth, and traverse a crossroad as a microrobot obeying specific traffic rules. Furthermore, their motions along arbitrarily set trajectories such as zigzag, and triangle were realized successfully under optical control. Robotize algae cells can be used to precisely transport and deliver cargo such as drug particles in microfluidic chip for biomedical treatment and pharmacodynamic analysis. The study findings are expected to bring significant breakthrough in biological drives and new biomedical applications. PMID:27206511

  1. Analisa Perbandingan Laju Korosi Pada Pengelasan Di Bawah Air Karena Pengaruh Variasi Jenis Pelindung Flux Elektroda

    OpenAIRE

    Septian Adi Pranata; Heri Supomo

    2013-01-01

    Underwater welding diperlukan karena pada umumnya struktur yang beroprasi di laut dirancang kurang lebih 20-30 tahunan dan selama rentang waktu tersebut maka konstruksi tersebut haruslah terjamin dari segi keselamatan dan kekuatannya. Lingkungan laut yang korosif juga dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan dan mengakibatkan kerusakan. [4] Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pelindung flux elektroda dan tebal pelat pada pengelasan di bawah air.Dari data hasil ...

  2. Freshwater algae of the Nevada Test Site

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Taylor, W.D.; Giles, K.R.

    1979-06-01

    Fifty-two species of freshwater algae were identified in samples collected from the eight known natural springs of the Nevada Test Site. Although several species were widespread, 29 species were site specific. Diatoms provided the greatest variety of species at each spring. Three-fifths of all algal species encountered were diatoms. Well-developed mats of filamentous green algae (Chlorophyta) were common in many of the water tanks associated with the springs and accounted for most of the algal biomass. Major nutrients were adequate, if not abundant, in most spring waters - growth being limited primarily by light and physical habitat. There was some evidence of cesium-137 bioconcentration by algae at several of the springs.

  3. Freshwater algae of the Nevada Test Site

    International Nuclear Information System (INIS)

    Fifty-two species of freshwater algae were identified in samples collected from the eight known natural springs of the Nevada Test Site. Although several species were widespread, 29 species were site specific. Diatoms provided the greatest variety of species at each spring. Three-fifths of all algal species encountered were diatoms. Well-developed mats of filamentous green algae (Chlorophyta) were common in many of the water tanks associated with the springs and accounted for most of the algal biomass. Major nutrients were adequate, if not abundant, in most spring waters - growth being limited primarily by light and physical habitat. There was some evidence of cesium-137 bioconcentration by algae at several of the springs

  4. Algae a promising alternative for biofuel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M.H. Sayadi

    2011-08-01

    Full Text Available Research on renewable and environmentally friendly fuel is growing rapidly and many scientists and governments are interested to grow it fast due to limitation of conventional fuel sources and their harmful effects on the environment. Biofuels are not only the best and reliably available fuels attained from renewable sources which are environment friendly. Besdies biofuels are abundantly available in all the locations easily accessible and highly sustainable. In the present review, the authors present a brief highlight of challenges that necessitates to be covered in order to make both, micro as well as macro algae a viable option to produce renewable biofuels. It is interesting to note that algae are varied, pervasive, and productive and also having less impact with plants as a food for human and animals. Further research is required to a high quantity of product innovation because most dedicated algae are faced uneconomically high costs.

  5. Genome of the red alga Porphyridium purpureum.

    Science.gov (United States)

    Bhattacharya, Debashish; Price, Dana C; Chan, Cheong Xin; Qiu, Huan; Rose, Nicholas; Ball, Steven; Weber, Andreas P M; Arias, Maria Cecilia; Henrissat, Bernard; Coutinho, Pedro M; Krishnan, Anagha; Zäuner, Simone; Morath, Shannon; Hilliou, Frédérique; Egizi, Andrea; Perrineau, Marie-Mathilde; Yoon, Hwan Su

    2013-01-01

    The limited knowledge we have about red algal genomes comes from the highly specialized extremophiles, Cyanidiophyceae. Here, we describe the first genome sequence from a mesophilic, unicellular red alga, Porphyridium purpureum. The 8,355 predicted genes in P. purpureum, hundreds of which are likely to be implicated in a history of horizontal gene transfer, reside in a genome of 19.7 Mbp with 235 spliceosomal introns. Analysis of light-harvesting complex proteins reveals a nuclear-encoded phycobiliprotein in the alga. We uncover a complex set of carbohydrate-active enzymes, identify the genes required for the methylerythritol phosphate pathway of isoprenoid biosynthesis, and find evidence of sexual reproduction. Analysis of the compact, function-rich genome of P. purpureum suggests that ancestral lineages of red algae acted as mediators of horizontal gene transfer between prokaryotes and photosynthetic eukaryotes, thereby significantly enriching genomes across the tree of photosynthetic life. PMID:23770768

  6. Study of metal bioaccumulation by nuclear microprobe analysis of algae fossils and living algae cells

    International Nuclear Information System (INIS)

    Microscopic ion-beam analysis of palaeo-algae fossils and living green algae cells have been performed to study the metal bioaccumulation processes. The algae fossils, both single cellular and multicellular, are from the late Neoproterozonic (570 million years ago) ocean and perfectly preserved within a phosphorite formation. The biosorption of the rare earth element ions Nd3+ by the green algae species euglena gracilis was investigated with a comparison between the normal cells and immobilized ones. The new Leipzig Nanoprobe, LIPSION, was used to produce a proton beam with 2 μm size and 0.5 nA beam current for this study. PIXE and RBS techniques were used for analysis and imaging. The observation of small metal rich spores (<10 μm) surrounding both of the fossils and the living cells proved the existence of some specific receptor sites which bind metal carrier ligands at the microbic surface. The bioaccumulation efficiency of neodymium by the algae cells was 10 times higher for immobilized algae cells. It confirms the fact that the algae immobilization is an useful technique to improve its metal bioaccumulation

  7. DanRIS

    DEFF Research Database (Denmark)

    Skou, Carl Verner

    2009-01-01

    Windows 2000/XP/Vista platform computerprogram til DanRIS indberetning baseret på indskrivning af klienter på CPR, klientsforløb, faseforløb, ASI EuropASI composite score beregninger. Udgave: 2.1.0.5 Udgivelsesdato: 01-01-2009......Windows 2000/XP/Vista platform computerprogram til DanRIS indberetning baseret på indskrivning af klienter på CPR, klientsforløb, faseforløb, ASI EuropASI composite score beregninger. Udgave: 2.1.0.5 Udgivelsesdato: 01-01-2009...

  8. Pembuatan pupuk Cair dan Biogas dari Limbah Sayuran

    OpenAIRE

    Surya, Edu

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk membuat pupuk cair dari limbah sayuran serta mengetahui pengaruh variasi jumlah penambahan EM-4, ukuran bahan, penambahan air, serta pengaruh waktu fermentasi terhadap kualitas pupuk cair yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan 3 macam perlakuan dosis EM-4. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara penambahan EM-4 350 ml, ukuran bahan diblender, dan penambahan air 150 ml terhadap kandungan rasi...

  9. Penetapan Kadar Zinc (Zn) AIR Reservoir Secara Colorimetry Di Laboratorium Pdam Tirtanadi Instalasi Sunggal

    OpenAIRE

    Sya’bani, Nia

    2011-01-01

    Air mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan, air tidak hanya merupakan sumber penghasilan dalam menunjang industri dan kegiatan ekonomi lainnya tetapi juga merupakan tempat kehidupan kuman-kuman dan sumber penyakit lainnya. Pencemaran air terjadi karena aktivitas manusia sehigga berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau merugikan bagi pemakai air lainnya. Ada tiga penyebab utama tercemarnya suatu perairan (Abdullah, 1989): 1. Peningkatan konsumsi atau pengguaan air sehubungan den...

  10. Analisis Sistem Pendistribusian Air Bersih pada Bangunan Bertingkat dengan Software EPANET 2.0.

    OpenAIRE

    Prihatinni

    2012-01-01

    Sistem distribusi air bersih umumnya merupakan suatu jaringan perpipaan yang tersusun atas sistem pipa, pompa dan perlengkapan lainnya. Pendistribusian air bersih pada gedung-gedung bertingkat memerlukan suatu instalasi pendistribusian yang mampu memenuhi kebutuhan akan air bersih secara merata ke seluruh tempat pada gedung. Dalam penulisan skripsi ini dirancang suatu pendistribusian air bersih pada gedung, dimana perancangan ini meliputi kebutuhan total air bersih, ukuran dan jenis pipa y...

  11. Evaluasi kehilangan air (WATER LOSSES) PDAM Tirtanadi Padangsidimpuan di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan

    OpenAIRE

    Siregar, Nikmad Arsad

    2015-01-01

    Kebutuhan air bersih masyarakat semakin hari semakin meningkat dan kapasitas produksi sumber air bersih yang relatif menurun maka hal yang paling relefan untuk dilakukan yaitu dengan mengurangi atau meminimalkan tingkat kehilangan air. Untuk meminimalkan tingkat kehilangan air dapat dilakukan dengan program pengendalian Non Revenued Water (NRW). NRW dapat didefinisikan sebagai air yang hilang dapat diukur dan diketahui besarnya namun tidak dapat direkeningkan atau tidak dapat menjadi penghas...

  12. Harvesting of algae by froth flotation.

    Science.gov (United States)

    LEVIN, G V; CLENDENNING, J R; GIBOR, A; BOGAR, F D

    1962-03-01

    A highly efficient froth flotation procedure has been developed for harvesting algae from dilute suspensions. The method does not depend upon the addition of flotants. Harvesting is carried out in a long column containing the feed solution which is aerated from below. A stable column of foam is produced and harvested from a side arm near the top of the column. The cell concentration of the harvest is a function of pH, aeration rate, aerator porosity, feed concentration, and height of foam in the harvesting column. The economic aspects of this process seem favorable for mass harvesting of algae for food or other purposes. PMID:14464557

  13. Foresight Brief: Seaweed & Algae as Biofuels Feedstocks

    OpenAIRE

    Institute, Marine

    2008-01-01

    Seaweed is a known potential carbon-dioxide (CO2) neutral source of second generation biofuels. When seaweed grows it absorbs CO2 from the atmosphere and this CO2 is released back to the atmosphere during combustion. What makes seaweed, and in particular micro algae, so promising as a fuel source is their growth rates and high lipid (oil) content. Algae are among the fastest-growing plants in the world. Energy is stored inside the cell as lipids and carbohydrates, and can be converted into fu...

  14. Serpins in plants and green algae

    DEFF Research Database (Denmark)

    Roberts, Thomas Hugh; Hejgaard, Jørn

    2008-01-01

    . Serpins have been found in diverse species of the plant kingdom and represent a distinct clade among serpins in multicellular organisms. Serpins are also found in green algae, but the evolutionary relationship between these serpins and those of plants remains unknown. Plant serpins are potent inhibitors...... of mammalian serine proteinases of the chymotrypsin family in vitro but, intriguingly, plants and green algae lack endogenous members of this proteinase family, the most common targets for animal serpins. An Arabidopsis serpin with a conserved reactive centre is now known to be capable of inhibiting...

  15. Disain Sistem SCADA jarak Jauh Menggunakan Layanan VPN 3G Untuk Penggerak Pompa pada Sistem Pengolahan Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Insani

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam pengolahan air gambut menjadi air bersih yang menggunakan metode AOP dan RO ini, pengaturan tekanan pompa merupakan sesuatu yang sangat vital pada saat dilakukan suplay air yang akan diolah ke sistem. Sistem pengolahan air yang menggunakan pompa tersebut harus selalu dipastikan beroperasi dengan normal disesuaikan dengan peruntukannya. Manajemen terbaru sistem pengolahan air memerlukan teknologi yang terbaru pada peralatan remote control system, dan yang paling fundamental untuk hal ini adalah penggunaan layanan public untuk akusisi dan pengawasan dari data yang diambil dari peralatan kontrol. Untuk mewujudkan remote control untuk pompa dengan tekanan tertentu dengan PLC, didisain dengan kombinasi antara internet, arsitektur dan implementasi dari sistem SCADA, yang menggabungkan jaringan komputer, PLC, WinCC, dan teknologi VPN. Dalam melakukan disain, perlu diperhatikan poin-poin penting baik dari sisi server maupun sisi controller. Disain sistem SCADA remote dapat mengefisienkan waktu bagi operator dan pemantauan lebih lanjut untuk suplay air.

  16. Kondisi oral higiene dan karies gigi pada vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan

    OpenAIRE

    Prawira, Albert

    2011-01-01

    Perbedaan pola makan antara vegetarian dan non vegetarian dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi oral higiene dan karies gigi pada umat vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan. Jenis penelitian adalah survei deskriptif. Sampel terdiri atas 74 vegetarian dan 65 non vegetarian. Pemeriksaan oral higiene dan karies gigi masing-masing menggunakan indeks OHIS Greene dan Vermillion dan indeks DMFT Klein, se...

  17. Association of thraustochytrids and fungi with living marine algae

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Raghukumar, C.; Nagarkar, S.; Raghukumar, S.

    Occurrence of thraustochytrids, yeasts and mycelial fungi in six marine algae was studied. Thraustochytrids and mycelial fungi were recovered from non-surface-sterilized as well as surface-sterilized pieces of algae, whereas yeasts were isolated...

  18. WASP7 BENTHIC ALGAE - MODEL THEORY AND USER'S GUIDE

    Science.gov (United States)

    The standard WASP7 eutrophication module includes nitrogen and phosphorus cycling, dissolved oxygen-organic matter interactions, and phytoplankton kinetics. In many shallow streams and rivers, however, the attached algae (benthic algae, or periphyton, attached to submerged substr...

  19. An Overview of Algae Biofuel Production and Potential Environmental Impact

    Science.gov (United States)

    Algae are among the most potentially significant sources of sustainable biofuels in the future of renewable energy. A feedstock with virtually unlimited applicability, algae can metabolize various waste streams (e.g., municipal wastewater, carbon dioxide from industrial flue gas)...

  20. ANALISIS KADAR GLUKOSA PADA BIOMASSA BONGGOL PISANG MELALUI PAPARAN RADIASI MATAHARI, GELOMBANG MIKRO, DAN HIDROLISIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qismatul Barokah

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air dan perubahan kadar glukosa pada biomassa bonggol pisang melalui paparan radiasi matahari, gelombang mikro, dan hidrolisis asam. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengeringkan bonggol pisang jenis pisang kepok selama 5 hari, kemudian dihomogenkan dengan proses penghalusan, setelah itu dilakukan tiga metode penghidrolisisan pati menjadi glukosa melalui paparan radiasi matahari, paparan gelombang mikro, dan hidrolisis asam. Pada setiap perlakuan pemaparan, sampel divariasi menjadi tiga yaitu kering, penambahan air 10 ml, dan penambahan air 20  ml,  masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga kali. Kadar glukosa dianalisis dengan metode Nelson-Somogyi dan hasilnya dianalisis menggunakan perbandingan grafik. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan adanya pengaruh penambahan air dan metode yang digunakan terhadap kadar glukosa. Hasil analisis UV-Vis melalui analisis perbandingan grafik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar glukosa yang signifikan terutama ketika sampel dipapar menggunakan gelombang mikro serta dengan penambahan air 20 ml yang menghasilkan kadar glukosa sebesar 30.89%.

  1. Growth acceleration and photosynthesis of the scenedesmus algae and cocconeis algae in deuterium water

    International Nuclear Information System (INIS)

    In order to find new way to treat the radioactive tritium waste water, scenedesmus algae and cocconeis algae are cultured in medium which contains 30% (w) deuterium water. During different time, activities of photosymthesis, absorption spectrum, growth rate and low-temperature fluorescence spectrum are measured. Accelerated growth is found in the deuterium water compared to the normal water. Activities of photosynthesis show the similar result (Fv/Fm) to the growth data. It is also concluded from low-temperature fluorescence spectra that algae activities in the deuterium water, which are expressed by PS I/PS II, are more sensitive than those in the normal water

  2. Photorespiratory glycolate oxidase is essential for the survival of the red alga Cyanidioschyzon merolae under ambient CO2 conditions.

    Science.gov (United States)

    Rademacher, Nadine; Kern, Ramona; Fujiwara, Takayuki; Mettler-Altmann, Tabea; Miyagishima, Shin-Ya; Hagemann, Martin; Eisenhut, Marion; Weber, Andreas P M

    2016-05-01

    Photorespiration is essential for all organisms performing oxygenic photosynthesis. The evolution of photorespiratory metabolism began among cyanobacteria and led to a highly compartmented pathway in plants. A molecular understanding of photorespiration in eukaryotic algae, such as glaucophytes, rhodophytes, and chlorophytes, is essential to unravel the evolution of this pathway. However, mechanistic detail of the photorespiratory pathway in red algae is scarce. The unicellular red alga Cyanidioschyzon merolae represents a model for the red lineage. Its genome is fully sequenced, and tools for targeted gene engineering are available. To study the function and importance of photorespiration in red algae, we chose glycolate oxidase (GOX) as the target. GOX catalyses the conversion of glycolate into glyoxylate, while hydrogen peroxide is generated as a side-product. The function of the candidate GOX from C. merolae was verified by the fact that recombinant GOX preferred glycolate over L-lactate as a substrate. Yellow fluorescent protein-GOX fusion proteins showed that GOX is targeted to peroxisomes in C. merolae The GOX knockout mutant lines showed a high-carbon-requiring phenotype with decreased growth and reduced photosynthetic activity compared to the wild type under ambient air conditions. Metabolite analyses revealed glycolate and glycine accumulation in the mutant cells after a shift from high CO2 conditions to ambient air. In summary, or results demonstrate that photorespiratory metabolism is essential for red algae. The use of a peroxisomal GOX points to a high photorespiratory flux as an ancestral feature of all photosynthetic eukaryotes. PMID:26994474

  3. Sistem Informasi Akademik DI SMP Swasta YAPENDAK Air Batu

    OpenAIRE

    Yudhistira, Rizky

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk membangun satu prototype sistem dan alat inventori berdasarkan sistem pendukung keputusan. Sistem ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6 dan Microsoft Access 2003. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah berdasarkan siklus hidup pengembangan sistem dengan pendekatan air terjun dan iterasinya. Sistem ini meliputi modul – modul masukan data berkaitan dengan guru, pegawai, siswa, jadwal. Objek utama dari sistem ini ad...

  4. Mencegah Pembentukan Kalsium Sulfat pada Desalinasi Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirna Rahmah Lubis

    2007-06-01

    Full Text Available Resin penukar-anion, Relite MG 1/P, dapat digunakan untuk memisahkan sulfat dalam air laut guna mencegah pembentukan kerak kalsium sulfat pada heat exchanger. Resin tersebut menunjukkan selektivitas sulfat yang tinggi dalam air laut sintetis. Resin yang telah dipakai dapat diregenerasi menggunakan air asin yang dipekatkan dengan asam hingga mencapai pH 4. Untuk waktu pemakaian dan regenerasi yang sama, faktor konsentrasi desalinasi (misalnya 2 hingga 4 menaikkan konsentrasi klorida dalam air asin yang diblowdown. Dengan faktor konsentrasi yang tetap, kenaikan laju alir (pengurangan waktu pemakaian dan regenerasi memperendah efisiensi regenerasi dan menaikkan pemisahan sulfat. Akibat kelarutan kalsium sulfat yang bersifat terbalik tersebut, temperatur air asin yang tinggi memerlukan pemisahan sulfat yang lebih banyak, yang dapat dicapai dengan mengurangi laju alir air laut. Pengurangan laju alir tersebut membutuhkan peralatan yang lebih besar dan resin yang lebih banyak, sehingga biaya modal bertambah. Untuk pabrik desalinasi dengan kapasitas produksi 1 juta gallon per hari dan faktor konsentrasi sebesar 2, biaya pemisahan sulfat meliputi biaya resin dan biaya peralatan. Biaya tersebut bervariasi dari $0.246 hingga $0.356/kgalon (per ribu galon air yang diproduksi karena temperatur maksimum air asin berubah dari 140°C menjadi 180°C. Keywords: desalinasi air laut, ion exchange, kalsium sulfat, kerak; mechanical vapor compression (MVC, pemisahan sulfat, resin penukar-anion basa lemah

  5. 无法逃避的死亡——论穆旦的诗《防空洞里的抒情诗》%Inevitable Death ——On Mu Dan's Poem The Lyric In Air-raid Shelter

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    刘纪新; 林进桃

    2012-01-01

    穆旦的诗《防空洞里的抒情诗》在平静、客观的叙事中蕴藏着深厚、沉痛的情感,全诗表面上写的是一次躲避空袭的过程,事实上揭示了现代人的生存状态。诗人从防空洞联想到古代术士的长生梦,进而揭示现代人正在各式各样的消遣中变得麻木,即使死亡就在身边,也不能从虚妄中醒来。%The Lyric In Air-raid Shelter shows deep and pa tion. The poem describes the process to escape the air rai modern people. Mu Dan associates the air-raid shelter with Based on this he reveals that modern people are becoming entertainment. They do not wake up from fake needs, eve inful ds, b emotions in calm and objective narra the im numb n with t in fact, it reveals the existence of mortal dream of the ancient Taoists. due to the wide range of leisure and death beside.

  6. ALGAE OF RIVER GANGAWATER BETWEEN BITHOOR TO JAJMAU, KANPUR

    OpenAIRE

    Sachendra Kumar Tripathi

    2015-01-01

    Present study deals with the study of algae in Ganga water from Bithoor to Jajmau, Kanpur (U.P.). During present study a total number of 316 algal species spread over 83 chlorophyceae, 108 cyano phyceae, 121 bacillariophyceae, and 4 euglenophyceae were recorded from Ganga water between Bithoor to Jajmau A very large number of planktonic algae including diatoms formed broad chunk of algae. Algae showing luxuriant growth and qualitative abundance are of major significance and their implications...

  7. Catalog of marine benthic algae from New Caledonia

    OpenAIRE

    Garrigue, Claire; Tsuda, R.T.

    1988-01-01

    A catalog of the marine benthic algae (#Chlorophyta, Phaeophyta$ and #Rhodophyta$) reported from New Caledonia is presented in two sections : 1. Classification; 2. Check list with references and localities. There are 35 genera, 130 species of green algae; 23 genera, 59 species of brown algae; and 79 genera, 147 species of red algae which represent a rich algal flora for the subtropics. (Résumé d'auteur)

  8. Marine algae and seagrasses of Samsun (Black Sea, Turkey)

    OpenAIRE

    Aysel, Veysel; DURAL, Berrin; Şenkardeşler, Ayhan; Aysel, Hüseyin Erduğan and Fulya

    2008-01-01

    Abstract In this investigation, the presence and the distribution of the blue-green algae; Cyanophyeae, 20 taxa, red algae; Rhodophyceae, 106 taxa, one of them is new record for the Blacksea shore of Turkey, Gelidium pusillum (Stackhouse) Le Jolis var. pusillum brown algae; Fucophyceae, 27 taxa, green algae; Chlorophyceae, 21 taxa, and seagrasses, 2 taxa were identified in the upper infralittoral zone of Samsun (Black Sea) shore of Turkey. A total 176 taxon was determined.

  9. Algae Along Qatar Coasts Utilization And Future Prospects

    OpenAIRE

    Kornprobst, Jean-Michel

    1999-01-01

    Most of marine algae have no equivalent on earth and therefore could be considered as irreplaceable sources of primary and secondary metabolites. This is especially the case for hydrocolloids from red and brown algae that are cultured and used at an industrial scale for food-processing (carrageenans and agars from red algae and alginates from brown algae are widely used as gelling agents and thickeners) but also for pharmaceutical uses (agar gels for culture of microorganisms). Others main ap...

  10. Pengembangan Potensi dan Pemanfaatan Bambu Sebagai Bahan Baku Konstruksi dan Industri di Sulawesi Selatan

    OpenAIRE

    Muin, Musrizal; Suhasman; Oka, Ngakan Putu; Putranto, Beta; Baharuddin; Millang, Syamsuddin

    2006-01-01

    Penelitian "Pengembangan Potensi dan Pemanfaatan Bambu Sebagai Bahan Baku Konstruksi dan Industri di Sulawesi Selatan" ini diperlukan untuk menunjang program-program pembangunan dan menignkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan. Secara khusus, penenlitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui potensi, letak, luas, sebaran, dan produktivitas tegakan bambu; (2) mengetahui pemanfaatan dan teknologi pengolahan bambu; (3) mengetahui keberadaan dan peran lembaga yang terkait dengan pengel...

  11. Keadaan Sanitasi Dasar Pemukiman Tempat Tinggal dan Perilaku Masyarakat Tentang Kesehatan Lingkungan di Kelurahan Serbelawan Simalungun Tahun 2001

    OpenAIRE

    Desianti, Rita

    2014-01-01

    Keadaan Sanitasi Dasar Pemukiman Tempat Tinggal dan Perilaku Masyarakat Tentang Kesehatan Lingkungan di Kelurahan Serbelawan Simalungun Tahun 2001 Sanitasi dasar pemukiman tempat tinggal yang sehat harus memenuhi syarat penyediaan air bersih, sarana pembuangan tinja, sarana pembuangan sampah dan sarana pembuangan limbah. Disamping itu faktor perilaku juga mempengaruhi keadaan sanitasi dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan sanitasi dasar pemikim...

  12. Inventory of North-West European algae initiatives

    NARCIS (Netherlands)

    Spruijt, J.

    2015-01-01

    In 2012 an inventory of North-West European (NWE) algae initiatives was carried out to get an impression of the market and research activities on algae production and refinery, especially for bioenergy purposes. A questionnaire was developed that would provide the EnAlgae project with information on

  13. New methodologies for integrating algae with CO2 capture

    NARCIS (Netherlands)

    Hernandez Mireles, I.; Stel, R.W. van der; Goetheer, E.L.V.

    2014-01-01

    It is generally recognized, that algae could be an interesting option for reducing CO2 emissions. Based on light and CO2, algae can be used for the production various economically interesting products. Current algae cultivation techniques, however, still present a number of limitations. Efficient fe

  14. Technetium uptake by the green alga Chlorella fusca

    International Nuclear Information System (INIS)

    Astonishingly very small transfer factor of 0.16 ± 0.07 (Bq g-1 fresh algae: Bq ml-1 solution) was found for the uptake of TcO4- by the green alga Chlorella fusca. No dependency of the technetium concentration was observed. These results are in accordance with most other reported values for green algae. (author) 8 refs

  15. 21 CFR 73.275 - Dried algae meal.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... 21 Food and Drugs 1 2010-04-01 2010-04-01 false Dried algae meal. 73.275 Section 73.275 Food and Drugs FOOD AND DRUG ADMINISTRATION, DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES GENERAL LISTING OF COLOR... algae meal is a dried mixture of algae cells (genus Spongiococcum, separated from its culture...

  16. Novel Fiber Optic Fluorometer for the Measurement of Alga Concentration

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2001-01-01

    A novel fluorometer based on fiber optics is briefly introduced for the measurement of alga concentration. Both the exciting light and the fluorescence from alga chlorophyll are transmitted along a fiber cable. By this way, we can get alga concentration by measuring its chlorophyll-a fluorescence intensity. The experiment results show that this instrument is characterized by good sensitivity, linearity and accuracy.

  17. 21 CFR 73.185 - Haematococcus algae meal.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... 21 Food and Drugs 1 2010-04-01 2010-04-01 false Haematococcus algae meal. 73.185 Section 73.185... COLOR ADDITIVES EXEMPT FROM CERTIFICATION Foods § 73.185 Haematococcus algae meal. (a) Identity. (1) The color additive haematococcus algae meal consists of the comminuted and dried cells of the...

  18. How to Identify and Control Water Weeds and Algae.

    Science.gov (United States)

    Applied Biochemists, Inc., Mequon, WI.

    Included in this guide to water management are general descriptions of algae, toxic algae, weed problems in lakes, ponds, and canals, and general discussions of mechanical, biological and chemical control methods. In addition, pictures, descriptions, and recommended control methods are given for algae, 6 types of floating weeds, 18 types of…

  19. Quelle gouvernance territoriale pour une urbanisation orientée par le rail dans les aires métropolitaines? Les leçons d'une expérimentation régionale

    OpenAIRE

    Fourny, Marie-Christine; Feyt, Grégoire; Leysens, Thomas; Duvillard, Sylvie; Koop, Kirsten; Talandier, Magali

    2013-01-01

    International audience La recherche d'une réduction de la mobilité automobile mobilise aujourd'hui tous les niveaux de collectivités territoriales, avec des modes et objets d'intervention variables, selon leurs compétences. Elle sollicite une nouvelle ingénierie et de nouvelles formes de gouvernance, tout particulièrement interpellée dans le cas des politiques régionales, où la compétence en matière de TER rencontre les enjeux locaux et urbanistiques de restructuration des tissus péri-urba...

  20. Un air familier ? Sociohistoire des pollutions atmosphériques

    OpenAIRE

    Charvolin, Florian; Frioux, Stéphane; Kamoun, Léa; Melard, François; Roussel, Isabelle

    2015-01-01

    Pollutions au mercaptan, particules de moteur diesel dans l’air, odeurs de raffineries, rejets d’anhydrides sulfureux… nous avons tous périodiquement l’impression de vivre dans un monde irrespirable. Cet air, si familier qu’il passe aussi inaperçu que le fait de le respirer, est devenu avec le progrès scientifique et l’industrialisation une affaire d’expertise et de politiques publiques. L’ouvrage montre comment l’air se manifeste dans la vie de nos concitoyens depuis le milieu du XIXe siècle...

  1. MODAL MANUSIA DAN PRODUKTIVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlinda Puspita Sari

    2014-03-01

    Full Text Available Modal manusia dianggap sebagai salah satu faktor penentu produktivitas. Modal manusia merupakan dimensi kualitatif dari sumberdaya manusia, seperti keahlian dan keterampilan, yang akan memengaruhi kemampuan produktif manusia tersebut. Dimensi kualitatif tersebut diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganaliss efek dari modal manusia terhadap tingkat produktivitas di provinsi-provinsi di Indonesia. Dalam penelitian ini, tingkat pendidikan diukur dengan beberapa indikator, yaitu; angka melek huruf dan angka partisipasi murni tingkat SD, SMP maupun SMA. Tingkat kesehatan diukur dengan angka kematian bayi. Data yang digunakan adalah data panel dari 25 provinsi di Indonesia selama perioede 1996-2010 yang dianalisis dengan menggunakan Model Panel Data Fixed Effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa modal manusia yang diukur dari tingkat pendidikan (APM dan tingkat kesehatan (AKB merupakan faktor yang berpengaruh dan signifikan untuk menjelaskan variasi produktivitas meskipun magnitude-nya lebih kecil dibandingkan dengan modal fisik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa variabel pendidikan memiliki magnitude yang lebih besar dibandingkan dengan variabel kesehatan. Human capital is regarded as one of the determining factors of productivity. Human capital is qualitative dimension of human resource which includes skills and knowledge. These qualitative dimensions are internalized through education, training and health. This study aimed to analyze the effect of human capital on productivity level across provinces in Indonesia. In this study, the level of education was measured by literacy and school enrollment rate (in primary, secondary and high school. The level of health was measured by infant mortality rate. The study employed a panel data of 25 provinces in Indonesia during the period of 1996-2010. Using fixed effect method, the result showed that secondary school enrollment rate and infant mortality

  2. Photosynthetic production of hydrogen by algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Chang, H.

    1978-09-01

    Because hydrogen as a fuel is very attractive both in energy and ecological terms, the photosynthetic production of hydrogen by some algae is attracting considerable attention. In addition to the ordinary photosynthetic mechanisms, many algae have enzymes which can produce hydrogen: hydrogenation enzymes and nitrogen-fixation enzymes. Certain enzymes with the former begin to produce hydrogen after several hours in an anaerobic envirionment; the reason for the delay is that the hydrogen-producing enzymes must adjust to the anaerobic conditions. Eventually the production of hydrogen ceases because production of oxygen by the ordinary photosynthetic mechanism suppresses activity of the hydrogen-producing enzymes. Any use of these algae to produce hydrogen must involve alternating hydrogen production and rest. Nitrogen-fixing enzymes are found especially in the blue-green algae. These seem to produce hydrogen from organic compounds produced by the ordinary photosynthetic process. The nitrogen-fixation type of hydrogen-producing photosynthesis seems the more promising type for future exploitation.

  3. Spirulina: The Alga That Can End Malnutrition.

    Science.gov (United States)

    Fox, Ripley D.

    1985-01-01

    One approach to eliminating malnutrition worldwide is to grow spirulina in recycled village wastes. Spirulina is a blue-green alga and a natural concentrated food. Spirulina can give poor villages a nutritional food supplement they can grow themselves and can reduce infectious disease at the same time. (Author/RM)

  4. Isolation of glycoproteins from brown algae.

    OpenAIRE

    Surendraraj, Alagarsamy; Farvin Koduvayur Habeebullah , Sabeena; Jacobsen, Charlotte

    2015-01-01

    The present invention relates to a novel process for the isolation of unique anti-oxidative glycoproteins from the pH precipitated fractions of enzymatic extracts of brown algae. Two brown seaweeds viz, Fucus serratus and Fucus vesiculosus were hydrolysed by using 3 enzymes viz, Alcalase, Viscozyme and Termamyl and the glycoproteins were isolated from these enzyme extracts.

  5. Starch Overproduction by Means of Algae

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Zachleder, Vilém; Brányiková, I.

    Dordrecht, Heidelberg, london, New York: Springer Science+Business Media, 2014 - (Bajpai, R.; Prokop, A.; Zappi, M.), s. 217-240. (Cultivation of cells and products. Volume 1). ISBN 978-94-007-7493-3 R&D Projects: GA MŠk OE 221; GA MŠk OE09025 Institutional support: RVO:61388971 Keywords : starch * alga * overproduction Subject RIV: EE - Microbiology, Virology

  6. The ice nucleation activity of extremophilic algae

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Kvíderová, Jana; Hájek, J.; Worland, M. R.

    2013-01-01

    Roč. 34, č. 2 (2013), s. 137-148. ISSN 0143-2044 R&D Projects: GA AV ČR KJB601630808; GA AV ČR KJB600050708 Institutional support: RVO:67985939 Keywords : Ice nucleation * snow algae * lichen photobionts Subject RIV: EF - Botanics Impact factor: 0.640, year: 2013

  7. Bromophenols in Marine Algae and Their Bioactivities

    OpenAIRE

    Ming Liu; Poul Erik Hansen; Xiukun Lin

    2011-01-01

    Marine algae contain various bromophenols that have been shown to possess a variety of biological activities, including antioxidant, antimicrobial, anticancer, anti-diabetic, and anti-thrombotic effects. Here, we briefly review the recent progress of these marine algal biomaterials, with respect to structure, bioactivities, and their potential application as pharmaceuticals.

  8. Bromophenols in Marine Algae and Their Bioactivities

    DEFF Research Database (Denmark)

    Ming, Liu; Hansen, Poul Erik; Lin, Xiukun

    2011-01-01

    Marine algae contain various bromophenols that have been shown to possess a variety of biological activities, including antioxidant, antimicrobial, anticancer, anti-diabetic, and anti-thrombotic effects. Here, we briefly review the recent progress of these marine algal biomaterials, with respect to...

  9. Isolation of glycoproteins from brown algae

    DEFF Research Database (Denmark)

    2015-01-01

    The present invention relates to a novel process for the isolation of unique anti-oxidative glycoproteins from the pH precipitated fractions of enzymatic extracts of brown algae. Two brown seaweeds viz, Fucus serratus and Fucus vesiculosus were hydrolysed by using 3 enzymes viz, Alcalase, Viscozyme...

  10. KARAKTERISASI FILM KOMPOSIT ALGINAT DAN KITOSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Rokhati

    2012-11-01

    swelling terhadap air adalah yang  paling besar kemudian diikuti oleh ethanol teknis (± 95% dan yang terkecil adalah ethanol PA (> 99,9%. Kekuatan mekanik film kitosan lebih besar dibanding dengan film alginat. Film komposit alginat-kitosan yang dibuat dengan metode layer by layer memberikan karakteristik yang lebih baik dibanding dengan film komposit yang dibuat dengan pencampuran larutan alginat dan larutan kitosan.

  11. Metode Eksponensial Smoothing Untuk Peramalan Jumlah Air Minum Yang Disalurkan PDAM Tirtanadi Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Pinem, Evi Mayanti

    2012-01-01

    Air limbah domestic merupakan air yang timbul dari sisa kegiatan di rumah tangga, seperti air bekas mandi, mencuci dan kakus serta juga kegiatan lainnya yang dilakukan di dalam rumah. Air hujan bukan merupakan bagian dari air limbah domestic, karenanya air hujan harus dipisahkan penanganannya dari air limbah domestic dengan menyalurkannya ke saluran drainase kota. Tujuan pengolahan air limbah domestic ini adalah dalam rangka untuk menjaga kualitas lingkungan badan air peneri...

  12. Kitab kuning dan perempuan, perempuan dan kitab kuning

    OpenAIRE

    Bruinessen, M.M. van

    2007-01-01

    Kitab Kuning dan Emansipasi Perempuan: Konflik Budaya? Pengamatan-pengamatan Masdar mengenai kedudukan perempuan dalam diskursus (wacana, bahasan) dominan kitab kuning terasa tidak enak didengar tetapi memang sulit dibantah. Baik dalam penggunaan bahasa (yang sangat memihak kepada jenis mudzakkar) maupun pilihan aspek kehidupan perempuan yang dijadikan pokok bahasan kitab-kitab fiqh, terdapat bias yang begitu dalam dan transparan. Tolok ukur untuk segala hal ialah laki-laki, dan perbedaan ant...

  13. Pariisi-kiri / Aire Allikmets

    Index Scriptorium Estoniae

    Allikmets, Aire

    1997-01-01

    Fanny de Siversile pühendatud vastuvõtust College de France'i Sinises Salongis 27. märtsil 1997 ja temale pühendatud koguteosest 'Contacts de langues et de cultures dans l'aire Baltique' (koost. M. M. Jocelyne Fernendez ja Raimo Raag)

  14. Etude des réactions mettant en jeu l'oxygène dans un système électrochimique lithium-air aqueux rechargeable électriquement

    OpenAIRE

    Moureaux, Florian

    2011-01-01

    The electrochemical lithium-air devices are emerging concepts and their very high theoretical performances have attracted a lot of attention, especially for an application in the electrical vehicle. A target of at least 500 Wh kg-1 is aimed for. The aqueous lithium-air devices have not yet been studied in detail which is not the case for the anhydrous lithium-air technology. This thesis firstly deals with the development of an aqueous lithium-air cell based on a three electrodes setup, and se...

  15. PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG DIARE DAN PENCARIAN PENGOBATANNYA DI DUA DESA DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Sumarno

    2012-11-01

    Full Text Available Diare masih merupakan penyebab penting kematian bayi dan balita di Indonesia. Telah dipelajari persepsi masyarakat tentang diare serta cara penanggulangannya di desa Manyaran dan Sempulur Boyolali sebagai bahan untuk penanggulangan diare oleh masyarakat. Diare tidak dianggap sebagai penyakit yang terlalu serius. Menurut masyarakat, penyebab diare ada yang langsung terhadap anak yaitu masuk angin, terlalu lama mandi, makan makanan rasa asam (kecut, dan tidak langsung bila ibu menyusui masuk angin atau makan makanan yang pedas-pedas, air susu menjadi jelek dan anak menderita mencret. Tidak ada kepercayaan bahwa diare disebabkan oleh roh halus. Persepsi masyarakat/ibu-ibu tentang diare dan penyebabnya menghasilkan perilaku pengobatan diare pada anak sebagai berikut: Mula-mula ditangani sendiri dengan ramuan tradisional, bila tidak sembuh diobati dengan pil "Ciba" yang dijual bebas di warung-warung yang tersebar di desa, bila tetap belum sembuh baru di bawa ke petugas kesehatan.

  16. Analisa Hukum Pengenaan Pajak Pengambilan Dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah Dan Air Permukaan Di Propinsi Riau

    OpenAIRE

    Erwansyah, Ronald

    2013-01-01

    Underground and surface water tax is a very prospective tax in the future. The taking of underground water can be closely done that it tends to provide opportunity to the community members to violate the existing regulation of legislation in utilizing underground water. As one of the objects of local taxes in Riau province, it is not separated from the problems existing in the administration of tax collection authority after the issuance of Law No.28/2009. The purpose of this s...

  17. Analisa Hukum Pengenaan Pajakpengambilan Dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah Dan Air Permukaan Dipropinsi Riau

    OpenAIRE

    Erwansyah, Ronald

    2013-01-01

    Underground and surface water tax is a very prospective tax in the future. The taking of underground water can be closely done that it tends to provide opportunity to the community members to violate the existing regulation of legislation in utilizing underground water. As one of the objects of local taxes in Riau province, it is not separated from the problems existing in the administration of tax collection authority after the issuance of Law No.28/2009. The purpose of this s...

  18. BAHAYA RADIASI DAN CARA PROTEKSINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badunggawa P

    2014-09-01

    Full Text Available Radiasi yang kita terima setiap saat, termasuk radiasi untuk tujuan kedokteran, mempunyai dampak positif dan negatif terhadap keselamatan manusia dan lingkungan. Dampak positif dari radiasi terhadap keselamatan manusia diantaranya adalah digunakan sebagai pengobatan dan dampak negatifnya adalah tergantung dari besar dosis yang diterima diantaranya adalah mulai dari mual, muntah, pusing-pusing, rambut rontok, menyebabkan kanker, diturunkan secara genetik, dan yang lebih berbahaya lagi adalah menyebabkan kematian. Oleh karena itu kita harus berhati-hati terhadap bahaya yang ditimbulkannya, baik terhadap pekerja radiasi maupun masyarakat umum termasuk pasien. Perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan radiasi ini dikenal dengan istilah proteksi radiasi. Sehingga dosis yang diterima pertahun oleh pekerja atau masyarakat umum tidak melebihi batas dosis yang ditetapkan oleh Bapeten. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan bahaya tersebut sehingga pekerja dan pasien merasa aman melakukan dan dikenai tindakan medik.[medicina 2009;40:47-51].  

  19. Metode Pengukuran Saliva Dan Pemeriksaan Kelenjar Saliva

    OpenAIRE

    Deddy A. Simatupang

    2008-01-01

    Saliva merupakan cairan utama di rongga mulut yang dihasilkan oleh kelenjar saliva mayor dan minor. Saliva memiliki fungsi dan peranan penting dalam menjaga dan memelihara kesehatan secara umum. Kebiasaan bemafas melalui mulut, akibat terapi radiasi pada kepala dan leher, kemsakan saraf, obat-obatan, dan penyakit-penyakit tertentu dapat menyebabkan penurunan produksi saliva yang disebut dengan xerostomia atau mulut kering. Xerostomia dapat menyebabkan karies gigi, mukositis dan kandidiasi...

  20. Senyawa Organik Dalam Air Minum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-09-01

    Full Text Available Kadar zat   organik   yang berlebihan dalam  air  minum  tidak diperbolehkan karena selain menimbulkan warna, bau dan  rasa yang tidak  diinginkan, juga mungkin bersifat toksik baik secara langsung maupun setelah bersenyawa dengan zat lain yang ada.Zat organik yang ada dalam air minum dapat berasal dari alam atau sebagai dampak dari kegiatan manusia.

  1. Componentes funcionales en aceites de pescado y de alga Functional components in fish and algae oils

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Conchillo

    2006-06-01

    Full Text Available Buena parte del desarrollo de nuevos alimentos funcionales está encaminada al descubrimiento o aplicación de componentes de los alimentos que favorezcan la instauración de un perfil lipídico saludable en el organismo. El objetivo del trabajo fue realizar la caracterización de la fracción lipídica de dos tipos de aceites, de pescado y de alga, para valorar su potencial utilización como ingredientes funcionales, tanto en relación con el contenido en ácidos grasos de alto peso molecular como con la presencia de esteroles y otros componentes de la fracción insaponificable. Ambos aceites presentaron una fracción lipídica muy rica en ácidos grasos poliinsaturados ω-3 de alto peso molecular, con un 33,75% en el caso del aceite de pescado y un 43,97% en el de alga, siendo el EPA el ácido graso mayoritario en el pescado y el DHA en el alga. La relación ω-6/ω-3 fue en ambos aceites inferior a 0,4. En cuanto a la fracciσn insaponificable, el aceite de alga presentσ un contenido 3 veces menor de colesterol y una mayor proporciσn de escualeno. El contenido en fitosteroles fue significativamente superior en el aceite de alga.An important area of the development of new functional foods is facussed on finding or applying food components which favour achieving a healthier lipid profile in the organism. The objective of this work was to carry out the characterisation of the lipid fraction of two oils, fish oil and algae oil, to evaluate their potential use as functional ingredients, in relation to the high molecular weight fatty acid content and the presence of sterols and other components of the unsaponificable fraction. Both oils showed a lipid fraction rich in high molecular weight polyunsaturated ω-3 fatty acids, containing a 33.75% in the fish oil and a 43.97% in the algae oil. Eicosapentaenoic acid was the major fatty acid in fish oil, whereas docosahexaenoic was the most abundant fatty acid in algae oil. The ω-6/ω-3 ratio was lower

  2. Photodegradation of Norfloxacin in aqueous solution containing algae

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    Junwei Zhang; Dafang Fu; Jilong Wu

    2012-01-01

    Photodegradation of Norfloxacin in aqueous solution containing algae under a medium pressure mercury lamp (15 W,λmax =365 nm) was investigated.Results indicated that the photodegradation of Norfloxacin could be induced by the algae in the heterogeneous algaewater systems.The photodegradation rate of Norfloxacin increased with increasing algae concentration,and was greatly influenced by the temperature and pH of solution.Meanwhile,the cooperation action of algae and Fe(Ⅲ),and the ultrasound were beneficial to photodegradation of Norfloxaciu.The degradation kinetics of Norfloxacin was found to follow the pseudo zero-order reaction in the suspension of algae.In addition,we discussed the photodegradation mechanism of Norfloxacin in the suspension of algae.This work will be helpful for understanding the photochemical degradation of antibiotics in aqueous environment in the presence of algae,for providing a new method to deal with antibiotics pollution.

  3. Respons Imunoglobulin-G dan Imunoglobulin-M Mencit yang Diberi Ekstrak Methanol Alga Biru Hijau dan Diinfeksi Dengan Takizoit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sorta Basar Ida Simanjuntak

    2012-11-01

    Full Text Available Toxoplasmosis is an infectious disease caused by Toxoplasma gondii. This disease could severelyaffect humans and animals. Up to now there has been no simple treatment to fight toxoplasmosis. Aprospective alternative treatment to overcome this problem is by increasing immunity of the body using animmunostimulant such as Spirulina platensis. The aims of this research were to observe the potency of S.platensis as an immunostimulant and to find the most potential fraction of S. Platensis that can increasethe responses of IgG and IgM antibodies againts toxoplasma. The responses of these antibodies weremeasured using ELISA method. The isolation of compounds from S. platensis using Preparative ThinLayer Chromatography (PTLC found three fractions which were a top fraction (I, a middle fraction (II,and a lower fraction (III. Forty-eight mice used in this research were divided into four different groupswith 12 mice in each group and treated differently. The top, middle, and lower fractions of S. platensis wereadministered orally to three groups of mice respectively at dose of 3mg/ml for each mouse while the micein the fourth group were kept as untreated controls. The treatment was conducted for 14 days consecutivelyand on the next day, all mice, including the controls, were challenged with tachizoit. The effect of S.platensisfractions on the responses of IgG and IgM antibodies were then measured at various time intervals, i.e. day0 (before infection and day 1, 2, and 3 after infection. The results showed that IgG response increased inthe day 0 (2.504 OD and the day 3 after infection (2.608 OD while IgM response increased in day 1 afterinfection (2.898 OD. In conclusion, S. platensis was an immunostimulant and the middle fraction (II of S.Platensis was the most potential fraction to increase immunity againts toxoplasma .

  4. KINERJA Jurnal Bisnis dan Ekonomi

    OpenAIRE

    Pickering, Paul; Suprapto, Budi; Kufepaksi, Mahatma; Suhardjanto, Djoko; Ariani, D. Wahyu; Haryono, Tulus; Soeroso, Amiluhur

    2010-01-01

    1. Effects Of Relationship Marketing Upon Nz Micro-Enterprise Internationals Within The Asian Marketplace oleh Paul Pickering dan Russel P J Kingshott. 2. Service Recovery Strategy And Customer Satisfaction: Evidence From Hotel Industry In Yogyakarta-Indonesia oleh Budi Suprapto dan Galang Yunanto Hashym 3. Investor Overconfident Dalam Penilaian Saham: Perspektif Gender Dalam Eksperimen Pasar oleh Mahatma Kufepaksi 4. Pengaruh Corporate Governance, Etnis, Dan Latar Belakang Pendi...

  5. Dans la Trajectoire des Choses

    OpenAIRE

    Coupaye, Ludovic; Douny, Laurence

    2010-01-01

    Dans la trajectoire des choses. Comparaison des approches francophones et anglophones contemporaines en anthropologie des techniques. Dans cette introduction, les auteurs exposent les approches francophones et anglophones de l’étude des techniques et suggèrent que ces deux traditions ont traité d’enjeux comparables. Ils les resituent dans l’histoire des Sciences humaines et analysent leur place dans le champ anthropologique. Ils retracent les débats et les échanges qui les ont enrichies, part...

  6. Biofuels from algae for sustainable development

    International Nuclear Information System (INIS)

    Microalgae are photosynthetic microorganisms that can produce lipids, proteins and carbohydrates in large amounts over short periods of time. These products can be processed into both biofuels and useful chemicals. Two algae samples (Cladophora fracta and Chlorella protothecoid) were studied for biofuel production. Microalgae appear to be the only source of renewable biodiesel that is capable of meeting the global demand for transport fuels. Microalgae can be converted to biodiesel, bioethanol, bio-oil, biohydrogen and biomethane via thermochemical and biochemical methods. Industrial reactors for algal culture are open ponds, photobioreactors and closed systems. Algae can be grown almost anywhere, even on sewage or salt water, and does not require fertile land or food crops, and processing requires less energy than the algae provides. Microalgae have much faster growth-rates than terrestrial crops. the per unit area yield of oil from algae is estimated to be from 20,000 to 80,000 liters per acre, per year; this is 7-31 times greater than the next best crop, palm oil. Algal oil can be used to make biodiesel for cars, trucks, and airplanes. The lipid and fatty acid contents of microalgae vary in accordance with culture conditions. The effect of temperature on the yield of hydrogen from two algae (C. fracta and C. protothecoid) by pyrolysis and steam gasification were investigated in this study. In each run, the main components of the gas phase were CO2, CO, H2, and CH4.The yields of hydrogen by pyrolysis and steam gasification processes of the samples increased with temperature. The yields of gaseous products from the samples of C. fracta and C. protothecoides increased from 8.2% to 39.2% and 9.5% to 40.6% by volume, respectively, while the final pyrolysis temperature was increased from 575 to 925 K. The percent of hydrogen in gaseous products from the samples of C. fracta and C. protothecoides increased from 25.8% to 44.4% and 27.6% to 48.7% by volume, respectively

  7. STRESS PADA LANSIA MENJADI FAKTOR PENYEBAB DAN AKIBAT TERJADINYA PENYAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidaayah

    2015-11-01

    Full Text Available Stress conditions in the elderly means an imbalance condition of biological, psychological, and social are closely related to the response to the threats and dangers faced by the elderly. Pressure or interference that is not fun is usually created when the elderly see a mismatch between the state and the 3 systems available resources. Maintenance actions that need to be done there are 2 types, namely : prevention of exposure to a stressor (precipitation factor and serious treatment of the imbalance condition/ illness (precipitation factor. Prevention includes: sports, hobbies, friendship, avoid eating foods high in free radicals and harmful substances, sex and setting arrangements adequate rest. Habits of the above if done at a young age to avoid exposure to stress in the elderly. Treatment of the imbalance condition / illness, include : drinking water, meditation, eating fresh fruit, and adequate rest.Abstrak : Kondisi stres pada lansia berarti ketidakseimbangan kondisi biologis, psikologis, dan sosial yang erat kaitannya dengan respons terhadap ancaman dan bahaya yang dihadapi pada lanjut usia. Adanya tekanan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang biasanya tercipta ketika lansia tersebut melihat ketidaksepadanan antara keadaan dan 3 sistem sumber daya yang dimiliki. Tindakan perawatan yang perlu dilakukan ada 2 jenis yaitu pencegahan dari paparan stressor (faktor presipitasi dan penanganan serius terhadap ketidakseimbangan kondisi/ sakit (faktor presipitasi. Pencegahannya meliputi: olah raga, penyaluran hobi, persahabatan, menghindari makan makanan tinggi radikal bebas dan zat berbahaya, pengaturan kegiatan seks dan pengaturan istirahat yang cukup. Kebiasaan tersebut diatas jika dilakukan sejak usia muda dapat menghindarkan paparan stres di lanjut usia. Penanganan terhadap ketidakseimbangan kondisi/ sakit, meliputi : minum air putih, meditasi, makan buah segar, dan istirahat yang cukup. 

  8. PERBEDAAN PROSES PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD EKS-RSBI DAN SDSN DI DIY

    OpenAIRE

    Herjan Haryadi; Heri Retnawati

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa eks-RSBI dan SDSN di DIY pada mata pelajaran matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan studi penelitian komparasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V SD eks-RSBI dan SDSN di DIY. Analisis data menggunakan (1) statistik deskriptif untuk mendeskripsikan proses penelitian dan menggambarkan mean dari data yang diperoleh; dan (2) statistik inferensi...

  9. DIVERSITAS DAN KERAPATAN MANGROVE, GASTROPODA DAN BIVALVIA DI ESTUARI PERANCAK, BALI

    OpenAIRE

    Susiana; Ali, Syamsu Alam; Rukminasari, Nita

    2011-01-01

    Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove menggunakan transek kuadrat 10 m x 10 m. Kelimpahan dan kepadatan gastropoda dan bialvia menggunakan transek kuadrat berukuran 1 m x 1 m. Analisis nMDS, cluster untuk melihat hubungan karekteristik mangrove alami dan rehabilitasi dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi untuk mendetermi...

  10. Hepatitis B dan Permasalahannya

    OpenAIRE

    Zain, Lukman Hakim

    2008-01-01

    Pada tahun 1965, Blumberg dan kawan- kawan di Philadelphia menemukan suatu antibodi pada pasien yang ditransfusi yang berasal dari suku Aborigin Australia, sehingga ant igen tersebut dikenal dengan nama Antigen Australia. Pada tahun 1977, Blumberg mendapat hadiah nobel untuk penemuannya itu. Sekarang antigen tersebut dikenal dengan nama hepatitis B surface antigen (HBsAg). Hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada jaringan hati yang disebabkan oleh virus yang berasal da...

  11. ÉTUDE STRUCTURALE ET DYNAMIQUE PAR RÉSONANCE MAGNÉTIQUE NUCLÉAIRE, D'UNE PROTÉINE DE TRANSFERT DE LIPIDES ISOLÉE DANS LE TABAC

    OpenAIRE

    Da Silva, Pedro

    2004-01-01

    La LTP1 extraite de feuille de Nicotiana tabacum, nommée LTP1_1, a été produite dans Pichia pastoris. Nous avons ainsi déterminé sa structure tridimensionnelle par RMN 2D, 3D et modélisation moléculaire. Différentes études d'interaction et de dynamique ont ensuite mis en évidence des propriétés de fixation particulières comparativement aux autres LTPs. Ces travaux ont servi de base à la détermination de structures d'autres LTP1 de tabac par modélisation comparative et à des simulations de dyn...

  12. ASIMETRI INFORMASI DAN UNDERPRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tety Anggita Safitri

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh asimetri informasi terhadap underpricing. Penelitian ini menggunakan sampel 63 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2005-2010. Analisis data menggunakan regresi linier berganda, yaitu menguji proksi asimetri informasi yang terdiri atas ukuran perusahaan, umur perusahaan, proporsi saham yang ditawarkan kepada masyarakat, reputasi underwriter dan reputasi auditor terhadap underpricing. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa reputasi underwriter dan reputasi auditor berpengaruh terhadap underpricing. Ukuran perusahaan, umur perusahaan dan proporsi saham yang ditawarkan tidak berpengaruh terhadap underpricing.The aim of this research is to examine the effect of assymetric information on underpricing. This research used a sample of 63 companies that make initial public offering on the Indonesia Stock Exchange in the period of 2005-2010. The data analysis is using multiple linear regression, which is testing the proxy of asymmetric information which consists of the firm size, the firm age, the proportion of shares offered to the public, underwriter reputation and auditor reputation on underpricing. This research indicates that underwriter reputation and auditor reputation have a significant effect on underpricing. The firm size, the firm age and the proportion of shares offered to the public have no significant effect on underpricing.

  13. PENGARUH APLIKASI MEDAN ELEKTROMAGNET TERHADAP SIFAT FISIS AIR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Purworini,

    2015-04-01

    Full Text Available Ketersediaan air bersih yang berkualitas bagi manusia semakin terbatas. Tujuan dari penelitian ini mengaplikasi medan elektromagnet untuk memperbaiki kualitas air tersebut. Pada penelitian ini beberapa pipa telah dibuat yakni pipa toroida, pipa rodin dan pipa cadeceus yang kemudian dialiri air PDAM dan dihubungkan dengan medan elektromagnet. Air hasil olahan pipa-pipa tersebut kemudian diuji sifat fisis air yang meliputi uji pH, uji suhu, dan uji konduktifitas listrik air. Air ini diamati pengaruhnya terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pH dari air PDAM 6,84, air olahan pipa toroida 7,49, pipa rodin 7,48dan pipa cadeceus 7,42. Nilai rata-rata suhu air PDAM adalah 25,180C, untukair olahan pipa toroida suhu inlet 27,080C dan outlet 27,260C. Suhu inlet air olahan pipa cadeceus 27,740C dan outlet 26,80C. Untuk suhu inlet air olahan pipa rodin 27,180C dan suhu outlet 27,30C. Nilai rata-rata konduktivitas air olahan pipa toroida 3,24μmho/cm, pipa rodin 2,72μmho/cm, pipa cadeceus 3,61μmho/cm, dan untuk air PDAM nilai kondukivitas listriknya 1,86μmho/cm. Aplikasi medan elektromagnet tidak mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman cabai yang disiram menggunakan air olahan. Sedangkan pada tanaman terong, kecepatan pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh air olahan pipa toroida dengan rata-rata tinggi pertumbuhan tanaman 0,933 cm/minggu.

  14. RANCANGBANGUN DAN UJI KINERJA SISTEM KONTROL IRIGASI TETES PADA TANAMAN STRAWBERRY (Fragaria vesca L.)

    OpenAIRE

    RIZAL, MUHAMMAD

    2012-01-01

    Produksi strawberry menurun disebabkan pembusukan akar tanaman akibat kelebihan air, diperlukan pemberian irigasi tetes yang terkontrol pada tanaman untuk peningkatan produksi strawberry. Tujuan mempelajari penggunaan sistem kontrol berbasis waktu pada tanaman strawberry (Fragaria vesca L) berdasarkan kebutuhan air pada tanaman. Serta digunakan sebagai penunjang perkembangan dan kemajuan sistem irigasi tetes pada tanaman. ...

  15. PERANAN MIKRIFOLORA SALURAN PENCERNAAN SEBAGAI PROBIOTIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN

    OpenAIRE

    Aslamyah, Siti

    2012-01-01

    Probiotik berasal dari kata Pro yang berarti pendukung dan Bios berarti kehidupan, Jadi probiotik adalah untuk kehidupan. Aplikasi probiotik dalam aquakultur lebih mengarah pada fungsinya sebagai agen kontrol biologi, terutama untuk perbaikan kualitas air. Walaupun demikian pada perkembangan terakhir probiotik juga diaplikasikan untuk menanggulangi mikroba patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada budidaya hewan air, serta dalam upaya peningkatan produksi dengan meningkatkan FCR (Food C...

  16. PERBANDINGAN VARIABEL PADA ISOLASI DAN PEMURNIAN EUGENOL DARI MINYAK DAUN CENGKEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Fitri

    2012-09-01

    Full Text Available Tanaman cengkeh (Eugenia aromatika O.K. termasuk dalam familia Myrtaceae, tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Pulau Madagaskar dan Tanzania. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang banyak dipakai untuk bahan baku eugenol dan pembuatan vanilin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu prosedur isolasi eugenol dari minyak daun cengkeh yang lebih efisien dengan membandingkan beberapa variabel, yaitu pendiaman setelah pengocokan dengan natrium hidroksida selama 19 dan 24 jam (variabel 1 dan perbandingan fase air: n-heksana yang digunakan dalam pencucian yaitu 1:1; 1:1; 1:1; dan 1: 1; 1: 1/2 ; 1: 1/2 (variabel 2; melakukan pemurnian terhadap eugenol yang diperoleh dari hasil isolasi tersebut dengan cara destilasi sederhana bervakum; dan membandingkan eugenol yang diperoleh dari hasil pemurnian tersebut dengan sediaan eugenol yang diperoleh dari perdagangan yaitu eugenol A (lokal dan eugenol B (impor dengan cara menggunakan kromatografi gas. Hasil yang diperoleh dari peragaman variabel menurut uji statistik, yaitu terdapat perbedaan bermakna dari rendemen hasil isolasi yang disebabkan oleh perbedaan lama pendiaman setelah pengocokan dengan natrium hidroksida dan perbedaan banyaknya n-heksana yang digunakan dalam pencucian. Artinya pemilihan variabel 19 jam untuk pendiaman setelah pengocokan dan pencucian dengan memakai rasio 1:1; 1: 1/2 ; 1: 1/2 akan lebih efisien. Proses pemurnian lebih lanjut dari eugenol hasil isolasi dilakukan dengan cara destilasi sederhana dengan vakum. Eugenol yang didapat mempunyai warna yang lebih baik yaitu kuning pucat, dan kemurniannya juga lebih tinggi daripada eugenol hasil isolasi dan telah menyamai sediaan eugenol dalam perdagangan. Kata kunci: oils, plants, medicinal, eugenol 

  17. Respons Peristalsis dan Neuron Mienterik Nitrergik Usus Halus Kelinci yang Diinfeksi Eimeria magna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Hana

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon usus kelinci yang diinfeksi Eimeria magna denganmengamati frekuensi dan amplitudo kontraksi peristalsis, dan jumlah neuron mienterik nitrergik usushalus. Hewan percobaan yang digunakan adalah 60 ekor kelinci jantan lokal sehat umur 5 bulan dengankisaran berat badan 1,5-1,8 kg, dan bebas koksidiosis. Seluruh kelinci percobaan diadaptasikan dengankondisi lingkungan penelitian selama 7 hari dengan pakan pellet dan air minum ad libitum. Kelincidipelihara dalam kandang individual. Enam puluh ekor kelinci tersebut dibagi secara acak menjadi 3kelompok masing-masing 20 ekor. Kelompok I sebagai kontrol (K-0 diberi 1,0 ml akuades/ekor per oral,kelompok II (K-10 diinfeksi 10x106 ookista E. magna/ekor per oral dosis tunggal, dan kelompok III (K-20diinfeksi 20x106 ookista E. magna /ekor per oral dosis tunggal. Pascainfeksi setiap hari 4 ekor per kelompokdianestesi dengan uretan (1,55 g/kg BB dalam larutan 25%, secara intraperitoneal, kemudian dibedah,diambil segmen usus halus (duodenum, jejunum, dan ileum. Segera setelah itu kelinci dibunuh dengancara dislokasi cervikal. Segmen usus halus diukur gerak peristalsis secara elektromiografik. Selanjutnyasampel tersebut dibuat preparat histokimia dengan teknik pewarnaan Nicotinamide Adenine DincleotidePhosphate-diaphorase (NADPH-d untuk mengetahui jumlah neuron mienterik nitrergiknya. Data frekuensidan amplitudo kontraksi peristalsis, dan jumlah neuron mienterik nitrergik usus halus kelinci dianalisissecara statistika dengan sidik ragam dan uji-t (LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi10x106 dan 20x106 ookista E. magna dapat menyebabkan timbulnya peningkatan frekuensi peristalsisusus halus (p<0,01, penurunan amplitudo kontraksi usus halus (P<0,01, dan penurunan jumlah neuronmienterik nitrergik usus halus (P<0,01 dibandingkan kelompok kontrol (K-0. Dari hasil disimpulkanbahwa infeksi ookista E. magna dapat menyebabkan peningkatan frekuensi peristalsis

  18. Estimasi Dosis Alumunium Sulfat pada Proses Penjernihan Air Menggunakan Metode Genetic Algorithm

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meilinda Ayundyahrini

    2013-09-01

    Full Text Available Kualitas air minum tergantung dari kekeruhan dan pH. Proses koagulasi merupakan proses utama penjernihan air yang bertujuan untuk mengikat partikel-partikel dalam air menggunakan koagulan. Hubungan kualitas air dan dosis membentuk kurva U sehingga dosis optimum merupakan titik minimum dari kurva. Ketika pemberian dosis tidak tepat maka bisa merusak kualitas air itu sendiri. Metode yang digunakan untuk mencari dosis minimum adalah Algoritma Genetika dengan tahapan meliputi normalisasi data, stratifikasi, inialisasi populasi, evaluasi individu, seleksi turnamen, pindah silang, mutasi, dan elitisme. Persamaan least square error dan kesalahan sesaat digunakan sebagai persamaan fitness. Pencarian persamaan optimum dibagi menjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Musim kemarau, persamaan optimum didapat dengan mengelompokkan data menjadi tiga kelompok waktu menggunakan persamaan kesalahan sesaat. Sedangkan pada musim penghujan, persamaan optimum didapatkan melalui pengelompokan data menjadi tiga golongan terhadap kekeruhan menggunakan persamaan kesalahan sesaat. Hasil simulasi menunjukkan jika data estimasi dosis mampu mengikuti data dosis tawas perusahaan.

  19. PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ASAM, TEMPERATUR DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK FISH GLUE DARI LIMBAH IKAN TENGGIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Handoko

    2012-05-01

    Full Text Available THE EFFECTS OF TYPES AND ACID CONCENTRATIONS, TEMPERATURES AND EXTRACTION TIME ON THE FISH GLUE CHARACTERISTIC OBTAINED FROM MACKEREL FISH BONE WASTE. As a maritime nation, Indonesia produced fresh fish products up to 4,408,419 tons in 2005. Mackerel fish is one of them. Its bone waste has an economic value as a source for fish glue production. The purpose of this research was to determine the optimum conditions in fish glue processing. Preliminary research was done to determine the acid type (CH3COOH and HCl and its concentration (4%, 5%, and 6% in soaking process. While the main research was then done to determine the best temperature (45oC, 60oC, and 75oC and time of extraction (4 hrs, 5 hrs, 6 hrs. The fish glue products were analyzed their adhesion and physical characteristics, such as density, viscosity, pH, and water content. The results showed that weak acid (CH3COOH of 5% concentration is the best solution in soaking process and extraction in 4 hrs at 45oC has given the optimum condition for producing fish glue. The glue has a nice odor but its adhesion strength remains poor.      Abstrak   Sebagai negara maritim, Indonesia menghasilkan produk perikanan yang sangat besar mencapai 4.408.419 ton pada tahun 2005 dan terus bertambah. Salah satu produk perikanan yang terbesar adalah ikan tenggiri dengan limbah tulang yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sebagai bahan baku fish glue. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi proses yang dapat menghasilkan fish glue yang baik melalui dua tahap yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan bertujuan mendapatkan jenis asam (CH3COOH dan HCl dan konsentrasi asam terbaik (4%, 5%, dan 6% pada  proses perendaman tulang ikan. Penelitian utama bertujuan  menentukan temperatur ekstraksi (45oC, 60oC, dan 75oC dan waktu ekstraksi (4 jam, 5 jam, 6 jam. Analisis fish glue yang dilakukan adalah uji kerekatan dan sifat fisik berupa densitas, viskositas, pH, dan kadar air

  20. Structurally Distinct Cation Channelrhodopsins from Cryptophyte Algae.

    Science.gov (United States)

    Govorunova, Elena G; Sineshchekov, Oleg A; Spudich, John L

    2016-06-01

    Microbial rhodopsins are remarkable for the diversity of their functional mechanisms based on the same protein scaffold. A class of rhodopsins from cryptophyte algae show close sequence homology with haloarchaeal rhodopsin proton pumps rather than with previously known channelrhodopsins from chlorophyte (green) algae. In particular, both aspartate residues that occupy the positions of the chromophore Schiff base proton acceptor and donor, a hallmark of rhodopsin proton pumps, are conserved in these cryptophyte proteins. We expressed the corresponding polynucleotides in human embryonic kidney (HEK293) cells and studied electrogenic properties of the encoded proteins with whole-cell patch-clamp recording. Despite their lack of residues characteristic of the chlorophyte cation channels, these proteins are cation-conducting channelrhodopsins that carry out light-gated passive transport of Na(+) and H(+). These findings show that channel function in rhodopsins has evolved via multiple routes. PMID:27233115

  1. Hyperaccumulation of radioactive isotopes by marine algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Hyperaccumlators are effective indicator organisms for monitoring marine pollution by heavy metals and artificial radionuclides. We found a green algae, Bryopsis maxima that hyperaccumulate a stable and radioactive isotopes such as Sr-90, Tc-99, Ba-138, Re-187, and Ra-226. B. maxima showed high concentration factors for heavy alkali earth metals like Ba and Ra, compared with other marine algae in Japan. Furthermore, this species had the highest concentrations for Tc-99 and Re-187. The accumulation and excretion patterns of Sr-85 and Tc-95m were examined by tracer experiments. The chemical states of Sr and Re in living B. maxima were analyzed by HPLC-ICP/MS, LC/MS, and X-ray absorption fine structure analysis using synchrotron radiation. (author)

  2. Use of algae as biofuel sources

    International Nuclear Information System (INIS)

    The aim of this study is to investigate the algae production technologies such as open, closed and hybrid systems, production costs, and algal energy conversions. Liquid biofuels are alternative fuels promoted with potential to reduce dependence on fossil fuel imports. Biofuels production costs can vary widely by feedstock, conversion process, scale of production and region. Algae will become the most important biofuel source in the near future. Microalgae appear to be the only source of renewable biodiesel that is capable of meeting the global demand for transport fuels. Microalgae can be converted to bio-oil, bioethanol, bio-hydrogen and bimethane via thermochemical and biochemical methods. Microalgae are theoretically very promising source of biodiesel.

  3. Radiokinetic study in betony marine algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    The influx and outflux kinetics of some radionuclides in algae of the Rio de Janeiro coastline, were studied in order to select bioindicators for radioactive contamination in aquatic media, due to the presence of Nuclear Power Stations. Bioassays of the concentration and loss of radionuclides such as 137Cs, 51Cr, 60Co and 131I were performed in 1000cm3 aquarium under controlled laboratory conditions, using a single channel gamma counting system, to study the species of algae most frequently found in the region. The concentration and loss parameters for all the species and radionuclides studied were obtained from the normalized results. The loss parameters were computerwise adjusted using Powell's multiparametric method. (author)

  4. DEODORISASI LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus DENGAN KOMBINASI VOLUME DAN WAKTU INKUBASI BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Teguh Sumarko

    2013-11-01

    Full Text Available Limbah cair batik yang dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu bersifat toksik, mengakibatkan penurunan kualitas air disekitar lingkungan dan kesehatan dengan munculnya masalah utama seperti bau tidak sedap. Kondisi tersebut diperlukan penanganan agar efek pencemaran rendah atau menjadikan limbah cair batik tidak toksik. Penelitian tentang pengelolaan limbah cair batik berupa deodorisasi menggunakan limbah baglog Pleurotus ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda telah diujikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatusdengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda dalam mendeodorisasi limbah cair batik, dan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dalam mendeodorisasi limbah cair batik menggunakan limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda mampu mendeodorisasi limbah cair batik. Hasil terbaik berupa penurunan skala bau 3 (tidak bau yang diikuti persentase penurunan nilai BOD sebesar 93,95% (3301 mg/l menjadi 200 mg/l dan COD 79,66% (15200 mg/l menjadi 3120 mg/l pada perlakuan 100 ml volume limbah cair batik dan 96 jam waktu inkubasi.

  5. Optimasi Pemanfaatan Limbah Plastik Berjenis Polypropylene Sebagai Serat Pada Sifat Mekanis dan Pola Retak Beton

    OpenAIRE

    Syahputra, Muhadri

    2012-01-01

    Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (Portland Cement), agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah (admixture atau additive). Beton juga mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan bahan konstruksi yang lain, diantaranya mempunyai kuat tekan yang besar, tahan terhadap api, mudah dibentuk, tidak diperlukan keahlian khusus dalam pembuatan, dan bahan baku mudah untuk didapatkan, sehingga beton unggul dari segi biaya. Karena itu, saat ini beto...

  6. Formulasi Niosom Ketoprofen Dan Prediksi Penggunaan Transdermal Secara In Vivo Pada Kelinci

    OpenAIRE

    Ismail, Isriani; Wahyudin, Elly; Rahman, Latifah

    2013-01-01

    Niosom adalah system vesikel yang dapat digunakan sebagai pembawa obat lipofilik, hidrofilik dan ampifilik. Ketoprofen adalah salah satu golongan AINS yang sangat sukar larut dalam air dan dalam pH cairan lambung, paparan lama pada mukosa lambung dapat memperparah ulcus, sehingga bahan obat patut dikembangkan dalam bentuk sediaan lain dengan rute yang lebih nyaman, misalnya dalma bentuk sedian transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi niosom yang dapat menjerap ketoprofen secar...

  7. Studi Beban Kerja Fisik Operator pada Aktivitas Pengangkatan dan Penyusunan Krat Produk Minuman Secara Manual

    OpenAIRE

    Afliani, Dian Harisa

    2013-01-01

    PT. Coca-cola Bottling Indonesia Unit Medan merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan air minum dalam kemasan. Dalam kegiatan produksinya, terdapat aktivitas manual material handling. Aktivitas itu adalah pengangkatan dan penyusunan kotak produk (krat) ke atas pallet yang dilakukan secara repetitif selama delapan jam setiap shiftnya. Berat 1 krat adalah 16 kg, disusun 3x3 sampai 6 tingkat dengan tinggi maksimum 171 cm, dan berisi 54 krat per palletnya. Terdapat 3 orang peke...

  8. OPTIMASI, PRODUKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM LIPASE DARI Aspergillus oryzae GALUR LOKAL

    OpenAIRE

    Seniwati Dali; AP, Pirman; Zaraswati

    2007-01-01

    Lipase (triasilgliserol hidrolase, EC.3.1.1.3) adalah enzim yang aktif mengkatalisis hidrolisis ikatan ester trigliserida antar permukaan air-lemak. Dalam kondisi tertentu, lipase juga dapat mengkatalisis reaksi sebaliknya (sintesis, reaksi esterfikasi) membentuk gliserida dari asam lemak dan gliserol. Telah dilakukan penelitian produksi enzim lipasedengan tahap-tahap riset sebagai berikut : Skreening dan identifikasi isolat jamur penghasil enzim lipase, uji aktivitas enzim lipase, optimasi p...

  9. Selenium Uptake and Volatilization by Marine Algae

    Science.gov (United States)

    Luxem, Katja E.; Vriens, Bas; Wagner, Bettina; Behra, Renata; Winkel, Lenny H. E.

    2015-04-01

    Selenium (Se) is an essential trace nutrient for humans. An estimated one half to one billion people worldwide suffer from Se deficiency, which is due to low concentrations and bioavailability of Se in soils where crops are grown. It has been hypothesized that more than half of the atmospheric Se deposition to soils is derived from the marine system, where microorganisms methylate and volatilize Se. Based on model results from the late 1980s, the atmospheric flux of these biogenic volatile Se compounds is around 9 Gt/year, with two thirds coming from the marine biosphere. Algae, fungi, and bacteria are known to methylate Se. Although algal Se uptake, metabolism, and methylation influence the speciation and bioavailability of Se in the oceans, these processes have not been quantified under environmentally relevant conditions and are likely to differ among organisms. Therefore, we are investigating the uptake and methylation of the two main inorganic Se species (selenate and selenite) by three globally relevant microalgae: Phaeocystis globosa, the coccolithophorid Emiliania huxleyi, and the diatom Thalassiosira oceanica. Selenium uptake and methylation were quantified in a batch experiment, where parallel gas-tight microcosms in a climate chamber were coupled to a gas-trapping system. For E. huxleyi, selenite uptake was strongly dependent on aqueous phosphate concentrations, which agrees with prior evidence that selenite uptake by phosphate transporters is a significant Se source for marine algae. Selenate uptake was much lower than selenite uptake. The most important volatile Se compounds produced were dimethyl selenide, dimethyl diselenide, and dimethyl selenyl sulfide. Production rates of volatile Se species were larger with increasing intracellular Se concentration and in the decline phase of the alga. Similar experiments are being carried out with P. globosa and T. oceanica. Our results indicate that marine algae are important for the global cycling of Se

  10. Flavonoids from the Red Alga Acanthophora spicifera

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    ZENG Long-Mei(曾陇梅); 曾陇梅; WANG Chao-Jie(王超杰); 王超杰; SU Jing-Yu(苏镜娱); 苏镜娱; LI Du(李笃); 李笃; OWEN Noel L.; OWEN Noel L; LU Yang(吕扬); 吕扬; LU Nan(鲁南); 鲁南; ZHENG Qi-Tai(郑启泰); 郑启泰

    2001-01-01

    Two new flavonoids, acanthophorin A (1) and acanthophorin B (2), along with three known compounds tiliroside (3),( - )-catechin (4) and quercetin (5) were isolated from the red alga Acanthophora spicifera. The structures of 1 and 2were determined to be kaempferol 3-O-α-L-fucopyranoside (1) and quercetin 3-O-α-L-fucopyranoside (2) by spectroscopic methods. Both 1 and 2 showed significant anfioxidant activity.

  11. Algae-Derived Dietary Ingredients Nourish Animals

    Science.gov (United States)

    2015-01-01

    In the 1980s, Columbia, Maryland-based Martek Biosciences Corporation worked with Ames Research Center to pioneer the use of microalgae as a source of essential omega-3 fatty acids, work that led the company to develop its highly successful Formulaid product. Now the Nutritional Products Division of Royal DSM, the company also manufactures DHAgold, a nutritional supplement for pets, livestock and farm-raised fish that uses algae to deliver docosahexaenoic acid (DHA).

  12. Algae as reservoirs for coral pathogens.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael J Sweet

    Full Text Available Benthic algae are associated with coral death in the form of stress and disease. It's been proposed that they release exudates, which facilitate invasion of potentially pathogenic microbes at the coral-algal interface, resulting in coral disease. However, the original source of these pathogens remains unknown. This study examined the ability of benthic algae to act as reservoirs of coral pathogens by characterizing surface associated microbes associated with major Caribbean and Indo-Pacific algal species/types and by comparing them to potential pathogens of two dominant coral diseases: White Syndrome (WS in the Indo-Pacific and Yellow Band Disease (YBD in the Caribbean. Coral and algal sampling was conducted simultaneously at the same sites to avoid spatial effects. Potential pathogens were defined as those absent or rare in healthy corals, increasing in abundance in healthy tissues adjacent to a disease lesion, and dominant in disease lesions. Potentially pathogenic bacteria were detected in both WS and YBD and were also present within the majority of algal species/types (54 and 100% for WS and YBD respectively. Pathogenic ciliates were associated only with WS and not YBD lesions and these were also present in 36% of the Indo-Pacific algal species. Although potential pathogens were associated with many algal species, their presence was inconsistent among replicate algal samples and detection rates were relatively low, suggestive of low density and occurrence. At the community level, coral-associated microbes irrespective of the health of their host differed from algal-associated microbes, supporting that algae and corals have distinctive microbial communities associated with their tissue. We conclude that benthic algae are common reservoirs for a variety of different potential coral pathogens. However, algal-associated microbes alone are unlikely to cause coral death. Initial damage or stress to the coral via other competitive mechanisms is

  13. Cytoskeleton and Early Development in Fucoid Algae

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2007-01-01

    Cell polarization and asymmetric cell divisions play important roles during development in many multicellular eukaryotes.Fucoid algae have a long history as models for studying early developmental processes, probably because of the ease with which zygotes can be observed and manipulated in the laboratory. This review discusses cell polarization and asymmetric cell divisions in fucoid algal zygotes with an emphasis on the roles played by the cytoskeleton.

  14. STUDI KEKUATAN BETON YANG MENGGUNAKAN AIR LAUT SEBAGAI AIR PENCAMPUR PADA DAERAH PASANG SURUT

    OpenAIRE

    Junaid, Annisa

    2014-01-01

    Kebutuhan air bersih dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat namun potensi sumber air semakin kecil sehingga perlu memikirkan alternative penggunaan air untuk pekerjaan konstruksi beton. Dalam kaitan ini, diadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat tekan beton yang menggunakan air laut pada daerah pasang surut. Penelitian ini bersifat eksperimental yang membuat mix desain beton silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Jumlah benda uji masing-masing 24...

  15. Electro-coagulation-flotation process for algae removal.

    Science.gov (United States)

    Gao, Shanshan; Yang, Jixian; Tian, Jiayu; Ma, Fang; Tu, Gang; Du, Maoan

    2010-05-15

    Algae in surface water have been a long-term issue all over the world, due to their adverse influence on drinking water treatment process as well as drinking water quality. The algae removal by electro-coagulation-flotation (ECF) technology was investigated in this paper. The results indicated that aluminum was an excellent electrode material for algae removal as compared with iron. The optimal parameters determined were: current density=1 mA/cm(2), pH=4-7, water temperature=18-36 degrees C, algae density=0.55 x 10(9)-1.55 x 10(9) cells/L. Under the optimal conditions, 100% of algae removal was achieved with the energy consumption as low as 0.4 kWh/m(3). The ECF performed well in acid and neutral conditions. At low initial pH of 4-7, the cell density of algae was effectively removed in the ECF, mainly through the charge neutralization mechanism; while the algae removal worsened when the pH increased (7-10), and the main mechanism shifted to sweeping flocculation and enmeshment. The mechanisms for algae removal at different pH were also confirmed by atomic force microscopy (AFM) analysis. Furthermore, initial cell density and water temperature could also influence the algae removal. Overall, the results indicated that the ECF technology was effective for algae removal, from both the technical and economical points of view. PMID:20042280

  16. Electro-coagulation-flotation process for algae removal

    International Nuclear Information System (INIS)

    Algae in surface water have been a long-term issue all over the world, due to their adverse influence on drinking water treatment process as well as drinking water quality. The algae removal by electro-coagulation-flotation (ECF) technology was investigated in this paper. The results indicated that aluminum was an excellent electrode material for algae removal as compared with iron. The optimal parameters determined were: current density = 1 mA/cm2, pH = 4-7, water temperature = 18-36 deg. C, algae density = 0.55 x 109-1.55 x 109 cells/L. Under the optimal conditions, 100% of algae removal was achieved with the energy consumption as low as 0.4 kWh/m3. The ECF performed well in acid and neutral conditions. At low initial pH of 4-7, the cell density of algae was effectively removed in the ECF, mainly through the charge neutralization mechanism; while the algae removal worsened when the pH increased (7-10), and the main mechanism shifted to sweeping flocculation and enmeshment. The mechanisms for algae removal at different pH were also confirmed by atomic force microscopy (AFM) analysis. Furthermore, initial cell density and water temperature could also influence the algae removal. Overall, the results indicated that the ECF technology was effective for algae removal, from both the technical and economical points of view.

  17. Electro-coagulation-flotation process for algae removal

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gao Shanshan, E-mail: luck81919@hotmail.com [State Key Laboratory of Urban Water Resource and Environment, Harbin Institute of Technology, 73 Huanghe Road, Nangang District, Harbin 150090, Hei Longjiang (China); Yang Jixian; Tian Jiayu; Ma Fang; Tu Gang; Du Maoan [State Key Laboratory of Urban Water Resource and Environment, Harbin Institute of Technology, 73 Huanghe Road, Nangang District, Harbin 150090, Hei Longjiang (China)

    2010-05-15

    Algae in surface water have been a long-term issue all over the world, due to their adverse influence on drinking water treatment process as well as drinking water quality. The algae removal by electro-coagulation-flotation (ECF) technology was investigated in this paper. The results indicated that aluminum was an excellent electrode material for algae removal as compared with iron. The optimal parameters determined were: current density = 1 mA/cm{sup 2}, pH = 4-7, water temperature = 18-36 deg. C, algae density = 0.55 x 10{sup 9}-1.55 x 10{sup 9} cells/L. Under the optimal conditions, 100% of algae removal was achieved with the energy consumption as low as 0.4 kWh/m{sup 3}. The ECF performed well in acid and neutral conditions. At low initial pH of 4-7, the cell density of algae was effectively removed in the ECF, mainly through the charge neutralization mechanism; while the algae removal worsened when the pH increased (7-10), and the main mechanism shifted to sweeping flocculation and enmeshment. The mechanisms for algae removal at different pH were also confirmed by atomic force microscopy (AFM) analysis. Furthermore, initial cell density and water temperature could also influence the algae removal. Overall, the results indicated that the ECF technology was effective for algae removal, from both the technical and economical points of view.

  18. Antibody Production in Plants and Green Algae.

    Science.gov (United States)

    Yusibov, Vidadi; Kushnir, Natasha; Streatfield, Stephen J

    2016-04-29

    Monoclonal antibodies (mAbs) have a wide range of modern applications, including research, diagnostic, therapeutic, and industrial uses. Market demand for mAbs is high and continues to grow. Although mammalian systems, which currently dominate the biomanufacturing industry, produce effective and safe recombinant mAbs, they have a limited manufacturing capacity and high costs. Bacteria, yeast, and insect cell systems are highly scalable and cost effective but vary in their ability to produce appropriate posttranslationally modified mAbs. Plants and green algae are emerging as promising production platforms because of their time and cost efficiencies, scalability, lack of mammalian pathogens, and eukaryotic posttranslational protein modification machinery. So far, plant- and algae-derived mAbs have been produced predominantly as candidate therapeutics for infectious diseases and cancer. These candidates have been extensively evaluated in animal models, and some have shown efficacy in clinical trials. Here, we review ongoing efforts to advance the production of mAbs in plants and algae. PMID:26905655

  19. New records of marine algae in Vietnam

    Science.gov (United States)

    Le Hau, Nhu; Ly, Bui Minh; Van Huynh, Tran; Trung, Vo Thanh

    2015-06-01

    In May, 2013, a scientific expedition was organized by the Vietnam Academy of Science and Technology (VAST) and the Far Eastern Branch of the Russian Academy of Sciences (FEBRAS) through the frame of the VAST-FEBRAS International Collaboration Program. The expedition went along the coast of Vietnam from Quang Ninh to Kien Giang. The objective was to collect natural resources to investigate the biological and biochemical diversity of the territorial waters of Vietnam. Among the collected algae, six taxa are new records for the Vietnam algal flora. They are the red algae Titanophora pikeana (Dickie) Feldmann from Cu Lao Xanh Island, Laurencia natalensis Kylin from Tho Chu Island, Coelothrix irregularis (Harvey) Børgesen from Con Dao Island, the green algae Caulerpa oligophylla Montagne, Caulerpa andamanensis (W.R. Taylor) Draisma, Prudhomme et Sauvage from Phu Quy Island, and Caulerpa falcifolia Harvey & Bailey from Ly Son Island. The seaweed flora of Vietnam now counts 833 marine algal taxa, including 415 Rhodophyta, 147 Phaeophyceae, 183 Chlorophyta, and 88 Cyanobacteria.

  20. Cytoplasmic inheritance of organelles in brown algae.

    Science.gov (United States)

    Motomura, Taizo; Nagasato, Chikako; Kimura, Kei

    2010-03-01

    Brown algae, together with diatoms and chrysophytes, are a member of the heterokonts. They have either a characteristic life cycle of diplohaplontic alternation of gametophytic and sporophytic generations that are isomorphic or heteromorphic, or a diplontic life cycle. Isogamy, anisogamy and oogamy have been recognized as the mode of sexual reproduction. Brown algae are the characteristic group having elaborated multicellular organization within the heterokonts. In this study, cytoplasmic inheritance of chloroplasts, mitochondria and centrioles was examined, with special focus on sexual reproduction and subsequent zygote development. In oogamy, chloroplasts and mitochondria are inherited maternally. In isogamy, chloroplasts in sporophyte cells are inherited biparentally (maternal or paternal); however, mitochondria (or mitochondrial DNA) derived from the female gamete only remained during zygote development after fertilization. Centrioles in zygotes are definitely derived from the male gamete, irrespective of the sexual reproduction pattern. Female centrioles in zygotes are selectively broken down within 1-2 h after fertilization. The remaining male centrioles play a crucial role as a part of the centrosome for microtubule organization, mitosis, determination of the cytokinetic plane and cytokinesis, as well as for maintaining multicellularity and regular morphogenesis in brown algae. PMID:20145971

  1. Etude numérique de la condensation en film par convection mixte dans un canal vertical

    OpenAIRE

    Merouani, Lazhar; Zeghmati, Belkacem; Chesneau, Xavier; Belhamri, Azedine

    2007-01-01

    International audience Une étude numérique de la condensation par convection mixte laminaire d'air humide dans un canal vertical à parois non isothermes est présentée. Les transferts dans la phase liquide et dans l'air sont décrits par les équations de conservation de masse, de quantité de mouvement, d'énergie et de diffusion. Le couplage entre les équations des deux phases est assuré par la continuité des contraintes de cisaillement, des densités de flux thermique et massique à l'interfac...

  2. Perancangan Alat Ukur Ketinggian Air Menggunakan Sensor HCRS Berbasis Mikrokontroler AtMega8535

    OpenAIRE

    Fakhrunnisa

    2015-01-01

    Air Adalah kebutuhan yang penting,sehingga ketersedian air tetap harus selalu ada baik dirumah tangga,perkantoran atau industri.Ini menyebabkan peran penampung air menjadi penting untuk menjamin ketersediaan air secara pasti. Mekanisme pengukur ketinggian permukaan air secara otomatis diperlukan untuk menjaga ketersedian air ini dan diperlukan suatu mekanisme pengukuran untuk mengetahui ketersedian air pada wadah air tersebut.Mekanisme tersebut masih berupa cara-cara manual,misalnya dengan me...

  3. Antropologi dan Jaringannya di Indonesia

    OpenAIRE

    Jonris G. Purba

    2009-01-01

    Jika melihat tulisan ini sepintas dari judulnya, maka kita akan bertanya mengapa antropologi mempunyai jaringan. Di samping itu kita juga akan bertanya: jaringan seperti apa yang ada dalam antropologi itu? Bagaimana terbentuknya jaringan itu? Dan apa yang menjadi latar belakang munculnya jaringan antropologi tersebut? Serta apa saja manfaat dan kegiatan yang dilaksanakan dalam jaringan tersebut? ker-jul2006- (3)

  4. Dimensi Internal Control dan Internal Auditor dalam Acoountability dan Fraud Prevention

    OpenAIRE

    Kartini

    2012-01-01

    KARTINI. Dimensi Internal Control dan Internal Auditor dalam Acoountability dan Fraud Prevention, (dibimbing oleh Basri Hasanuddin sebagai promotor, Gagaring Pagalung dan Darwis Said sebagai ko-promotor) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dimensi internal control dan internal auditor berpengaruh signifikan terhadap accountability dan fraud prevention pada pemerintah provinsi. Metode peneltian ini termasuk explanatory research dengan unit analisis organisasi, yaitu satuan...

  5. Automation on computer of the partial area method in the analysis of resonances induced by 'S' neutrons 2. with an interference term and extension of the method to the treatment of multi resonances (1963); Automatisation sur ordinateur de la methode des aires partielles dans l'analyse des resonances induites par les neutrons ''S''. 2, avec terme d'interference et extension de la methode au traitement des multiresonances (1963)

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Bianchi, G.; Corge, C.R. [Commissariat a l' Energie Atomique, Saclay (France). Centre d' Etudes Nucleaires

    1963-07-01

    This report deals with the numerical analysis on an I.B.M. 7090 computer of transmission resonances induced by 's' wave neutrons in time of flight experiments. The analysis method used is the partial area one. In this second part the interference term is taken into account. Modifications have been made in the programs and subroutines described in the first part, to determine the resonant transmissions from experimental raw data, and the relating partial areas. Also programs and subroutines are thoroughly described, which estimate the resonance parameters. The field of the partial area method has been extended to cover the case where several resonances have to be treated simultaneously, provided they do not interfere. (authors) [French] Le pretent rapport a pour objet l'analyse numerique sur ordinateur I.B.M. 7090 des resonances dues aux neutrons ''s'' dans les experiences de transmission par temps de vol, la methode d'analyse utilisee etant la methode dea aires partielles. Dans cette deuxieme partie il a ete tenu compte du terme d'interference. On y trouvera une description des amenagements apportes aux programmes et sous-programmes decrits dans la premiere partie pour determiner les transmissions interfero-resonnantes a partir des donnees experimentales brutes et les aires partielles afferentes. Sont egalement decrits les programmes et sous-programmes necessaires au calcul des parametres caracteristiques des resonances. Le domaine d'application de la methode a ete etendu au traitement simultane de plusieurs resonances groupees n'interferant pas entre elles. (auteurs)

  6. Etude structurale par diffraction X et optique linéaire et non linéaire de composites à base de nanocristaux semi-conducteurs (CdSe, ZnSe) dispersés dans des matrices hôtes organique (PMMA) et minérale (KBr, KCl)

    OpenAIRE

    Chaïeb, Abderrahmane

    2009-01-01

    Le présent travail a pour but l'élaboration ainsi que la caractérisation structurale et optique de matériaux composites à base de nanocristaux semi-conducteurs à grand gap dispersés dans des matrices optiquement transparentes dans le domaine UV Visible. La première partie du travail expose la problématique du sujet à étudier et met en évidence l'actualité du travail envisagé. Elle donne un aperçu sur les propriétés optiques des nanocomposites à base de semi conducteurs et fait apparaitre les ...

  7. Remodeling dan Repairing Vaskular pada Nefropati Hipertensif

    OpenAIRE

    Rasyid, Haerani; Wijaya, Johnson; Bakri, Syakib

    2011-01-01

    Latar Belakang: Ketidakseimbangan proses remodeling dan repairing vaskular diduga berperan penting pada kekakuan dan ketebalan vaskular yang akhirnya menyebabkan komplikasi hipertensi. Petanda dini komplikasi hipertensi pada ginjal adalah adanya mikroalbuminuria (MA). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan konsentrasi TGF-??1 (sebagai petanda remodeling) dan VEGFR-2 (sebagai petanda repairing) pada subyek normotensi, hipertensi normoalbuminuria (NA) dan hipertensi MA. Metode: P...

  8. Removal of Pb(2+) by biomass of marine algae.

    Science.gov (United States)

    Hamdy, A A

    2000-10-01

    New biosorbent material derived from ubiquitous marine algae has been examined in packed-bed flow for Pb(2+) removal through sorption columns. Mixed biomass of marine algae has been used, consisting of representative species of the following algae: Ulva lactuca (green algae), Jania rubens (red algae), and Sargassum asperifolium (brown algae). A mixture of these three species showed a promising removal capacity for Pb(2+) from aqueous solution. Lead uptake up to 281.8 mg/g dry algal mixture was observed. Equilibrium was achieved after 120 min. No significant effect of changing the flow rate on the removal capacity was noticed. It was found that Langmuir model expresses the system at pH 4. Mineral acids exhibited good elution properties (a mean of 93%) for recovery of sorbed biomass ions as compared with the tested alkalies (about 60%). PMID:10977889

  9. Eradication of algae in ships' ballast water by electrolyzing

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    DANG Kun; SUN Pei-ting; XIAO Jing-kun; SONG Yong-xin

    2006-01-01

    In order to verify the effectiveness of electrolytic treatment on ships' ballast water,experiments are carried out by a pilot system in laboratory. The raw seawater and seawater with different concentrations of different algae are simulated as ships' ballast water. The algae in the raw seawater can be killed if it is treated by electrolysis with an initial residual chlorine concentration of 5 mg/L. If the seawater with one kind of algae (Nitzschia closterum, Dicrateria spp., or Pyramidomonnas sp.105cells/mL) is treated by electrolysis with an initial residual chlorine concentration of 5 mg/L, the alga can be sterilized. If the seawater with one kind of algae (Dunaliella sp., Platymonas or Chlorella spp.)is directly treated by electrolyzing with an initial residual chlorine concentration of 4 mg/L, the instant mortality changes with the concentration of different algae. However, after 72 hours, in all treated samples, there are no live algal cells found.

  10. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  11. Pseudostimulatory effect of γ-radiation on red algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    As a result of γ-irradiation of fragments with doses of 50 to 250 Gy, at the stage of spore formation, the alga biomass increased by 1.4-1.7 times, as compared to control, due to the blockade of processes of decreasing the rate of growth and destruction of telome after the transfer of algae to the sporiferous stage. The radiostimulatory effect was paralleled by the damaging effect of the doses used and was the result of alga damage (pseudostimulation)

  12. Photosynthesis and respiration of some marine benthic algae from Spitsbergen

    OpenAIRE

    Latala, Adam

    1990-01-01

    Light-photosynthesis curves for 9 species of benthic algae from the Hornsund fiord were determined. As a result of adaptation to the conditions in the Arctic, benthic algae from Spitsbergen have a low requirement of light. Saturation and compensation points are low and within a range typical for shadow-tolerant plants.The values for gas exchange rates indicate that Arctic algae have lower photosynthctic capacity than temperate species.

  13. Bromophenols from Marine Algae with Potential Anti-Diabetic Activities

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    LIN Xiukun; LIU Ming

    2012-01-01

    Marine algae contain various bromophenols with a variety of biological activities,including antimicrobial,anticancer,and anti-diabetic effects.Here,we briefly review the recent progress in researches on the biomaterials from marine algae,emphasizing the relationship between the structure and the potential anti-diabetic applications.Bromophenols from marine algae display their hyperglycemic effects by inhibiting the activities of protein tyrosine phosphatase 1B,α-glucosidase,as well as other mechanisms.

  14. Method and apparatus for iterative lysis and extraction of algae

    Science.gov (United States)

    Chew, Geoffrey; Boggs, Tabitha; Dykes, Jr., H. Waite H.; Doherty, Stephen J.

    2015-12-01

    A method and system for processing algae involves the use of an ionic liquid-containing clarified cell lysate to lyse algae cells. The resulting crude cell lysate may be clarified and subsequently used to lyse algae cells. The process may be repeated a number of times before a clarified lysate is separated into lipid and aqueous phases for further processing and/or purification of desired products.

  15. Pengaruh pemberian pakan berupa campuran pelet ikan, ulat tepung (Tenebrio molitor, dan ganggang merah (Gracilaria foliifera terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan sidat (Anguilla bicolor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD A. AZIZ HENDITAMA

    2015-05-01

    Full Text Available Henditama MAA, Harini M, Budiharjo A. 2015. The effect of giving mixtured feed of fish pellet, mealworm (Tenebrio molitor and red algae (Gracilaria foliifera to the growth and survival rate of eel (Anguilla bicolor. Bioteknologi 12: 22-28. High demand of eels (Anguilla bicolor in the world has not followed by the capability of domestic production. The purpose of this research are to determine the effect and the precise composition of the feed mixture in the form of fish pellets, mealworms (Tenebrio molitor, red algae (Gracilaria foliifera to the growth and survival rate of eels. This research used completely randomized design with four variations of mixtured feed in the form of fish pellet, mealworms, and red algae specifically P1 (100% ; 0% ; 0%, P2 (75% ; 20% ; 5%, P3 (50% ; 45% ; 5%, P4 (25% ; 70% ; 5%. This research also has been done in 90 days with feeding in twice a day. The data of growth, survival rate, and water quality was collected once a week. The data result has been analized by ANOVA. The data result showed that have a real different to continue to the next analysis of DMRT with test level 5% to locate the differences between treatments. The eels growth after feeding a mixture feed in the form of fish pellets, mealworms, and red alga, specifically: P1 (K 26.3167 gram; P2 20.3167 gram; P3 28.2500 gram; and P4 22.0000 gram. The eels survival rate, specifically P1 (K 26.67%; P2 33.33%; P3 30%; dan P4 26.67%. Furthemore, the exact composition that give the best effect of growth and survival rate to eels is 50% fish pellets, 45% mealworms and 5% red alga.

  16. CCQM key comparison CCQM-K75: Determination of toxic metals in algae

    Science.gov (United States)

    Shakhashiro, A.; Toervenyi, A.; Gaudino, S.; Rosamilia, S.; Belli, M.; Turk, G. C.

    2011-01-01

    The determination of mass fraction of toxic elements and especially platinum emitted from automobile catalytic converters in the air is a critical factor in assessing air quality and the potential impact of possible pollutants. Air is in fact one of the main pathways for human exposure to toxic elements. Biomonitors, such as lichen and algae, are examples of environmental samples that have been widely used by the scientific community to assess and monitor the level of environmental pollution. For this purpose, the IAEA-450 algae material containing heavy metals and platinum at low level was prepared by IAEA Seibersdorf Laboratories in collaboration with the Italian National Institute for Environmental Protection—ISPRA (former APAT). During the April meeting in 2009 of the Inorganic Analysis Working Group (IAWG) of the CCQM it was agreed to organize a key comparison K75 for Pt and Ni and a parallel pilot study P118 for As, Cd, Cr, Hg, Ni, Pb and Pt using this algae material. The key comparison CCQM-K75 was successfully organized. The participating NMIs demonstrated a high level of measurement capabilities and technical competence in analysing nickel and platinum at a low level of concentration in environmental samples such as algae. The between-laboratories reproducibility standard deviation for nickel and platinum was 1.9% and 3.6% respectively, which reflects an excellent agreement of between-laboratories measurement results. The ratio between the bias and its expanded uncertainty for nickel and platinum was below 2.0 for all reported results except in one case. This study was a practical demonstration of a CCQM comparison to use the 'core-capabilities' utilized by participants as a mean of providing evidence for Calibration and Measurement Capabilities (CMC) claims for Ni and Pt. Based on this CCQM international key comparison, the measurement capability of the NMIs which participated in the CCQM-K75 has been demonstrated directly for determination of Pt and Ni

  17. Overall Energy Considerations for Algae Species Comparison and Selection in Algae-to-Fuels Processes

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Link, D.; Kail, B.; Curtis, W.; Tuerk,A.

    2011-01-01

    The controlled growth of microalgae as a feedstock for alternative transportation fuel continues to receive much attention. Microalgae have the characteristics of rapid growth rate, high oil (lipid) content, and ability to be grown in unconventional scenarios. Algae have also been touted as beneficial for CO{sub 2} reuse, as algae can be grown using CO{sub 2} emissions from fossil-based energy generation. Moreover, algae does not compete in the food chain, lessening the 'food versus fuel' debate. Most often, it is assumed that either rapid production rate or high oii content should be the primary factor in algae selection for algae-to-fuels production systems. However, many important characteristics of algae growth and lipid production must be considered for species selection, growth condition, and scale-up. Under light limited, high density, photoautotrophic conditions, the inherent growth rate of an organism does not affect biomass productivity, carbon fixation rate, and energy fixation rate. However, the oil productivity is organism dependent, due to physiological differences in how the organisms allocate captured photons for growth and oil production and due to the differing conditions under which organisms accumulate oils. Therefore, many different factors must be considered when assessing the overall energy efficiency of fuel production for a given algae species. Two species, Chlorella vulgaris and Botryococcus braunii, are popular choices when discussing algae-to-fuels systems. Chlorella is a very robust species, often outcompeting other species in mixed-culture systems, and produces a lipid that is composed primarily of free fatty acids and glycerides. Botryococcus is regarded as a slower growing species, and the lipid that it produces is characterized by high hydrocarbon content, primarily C28-C34 botryococcenes. The difference in growth rates is often considered to be an advantage oiChlorella. However, the total energy captured by each algal

  18. Accumulation of 210Po by benthic marine algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    The accumulation of polonium 210Po by various species of benthic marine seaweeds collected from 4 different points on the coast of Rio de Janeiro, showed variations by species and algal groups. The highest value found was in red alga, Plocamium brasiliensis followed by other organisms of the same group. In the group of the brown alga, the specie Sargassum stenophylum was outstanding. The Chlorophyta presented the lowest content of 210Po. The algae collected in open sea, revealed greater concentration factors of 210Po than the same species living in bays. The siliceous residue remaining after mineralization of the algae did not interfere with the detection of polonium. (author)

  19. Importance of algae oil as a source of biodiesel

    International Nuclear Information System (INIS)

    Algae are the fastest-growing plants in the world. Industrial reactors for algal culture are open ponds, photobioreactors and closed systems. Algae are very important as a biomass source. Algae will some day be competitive as a source for biofuel. Different species of algae may be better suited for different types of fuel. Algae can be grown almost anywhere, even on sewage or salt water, and does not require fertile land or food crops, and processing requires less energy than the algae provides. Algae can be a replacement for oil based fuels, one that is more effective and has no disadvantages. Algae are among the fastest-growing plants in the world, and about 50% of their weight is oil. This lipid oil can be used to make biodiesel for cars, trucks, and airplanes. Microalgae have much faster growth-rates than terrestrial crops. the per unit area yield of oil from algae is estimated to be from 20,000 to 80,000 l per acre, per year; this is 7-31 times greater than the next best crop, palm oil. The lipid and fatty acid contents of microalgae vary in accordance with culture conditions. Most current research on oil extraction is focused on microalgae to produce biodiesel from algal oil. Algal-oil processes into biodiesel as easily as oil derived from land-based crops.

  20. Antimicrobial activity of blue-green and green algae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prashantkumar P

    2006-01-01

    Full Text Available The methanolic extract of a blue-green alga and two green algae have been investigated for in vitro antimicrobial activity against Proteus vulgaris, Bacillus cereus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Aspergillus niger, Aspergillus flavus and Rhizopus nigricans using agar cup-plate method. Blue-green alga, namely, Microchaete tenera ; and green algae, namely, Nitella tenuissima and Sphaeroplea annulina , showed significant antibacterial activity against Pseudomonas aeruginosa . Microchaete tenera showed good antimicrobial activity against Proteus vulgaris and Aspergillus niger. Sphaeroplea annulina showed feeble antifungal activity against Aspergillus flavus .

  1. Exploring the potential of using algae in cosmetics.

    Science.gov (United States)

    Wang, Hui-Min David; Chen, Ching-Chun; Huynh, Pauline; Chang, Jo-Shu

    2015-05-01

    The applications of microalgae in cosmetic products have recently received more attention in the treatment of skin problems, such as aging, tanning and pigment disorders. There are also potential uses in the areas of anti-aging, skin-whitening, and pigmentation reduction products. While algae species have already been used in some cosmetic formulations, such as moisturizing and thickening agents, algae remain largely untapped as an asset in this industry due to an apparent lack of utility as a primary active ingredient. This review article focuses on integrating studies on algae pertinent to skin health and beauty, with the purpose of identifying serviceable algae functions in practical cosmetic uses. PMID:25537136

  2. Algae Bioreactor Using Submerged Enclosures with Semi-Permeable Membranes

    Science.gov (United States)

    Trent, Jonathan D (Inventor); Gormly, Sherwin J (Inventor); Embaye, Tsegereda N (Inventor); Delzeit, Lance D (Inventor); Flynn, Michael T (Inventor); Liggett, Travis A (Inventor); Buckwalter, Patrick W (Inventor); Baertsch, Robert (Inventor)

    2013-01-01

    Methods for producing hydrocarbons, including oil, by processing algae and/or other micro-organisms in an aquatic environment. Flexible bags (e.g., plastic) with CO.sub.2/O.sub.2 exchange membranes, suspended at a controllable depth in a first liquid (e.g., seawater), receive a second liquid (e.g., liquid effluent from a "dead zone") containing seeds for algae growth. The algae are cultivated and harvested in the bags, after most of the second liquid is removed by forward osmosis through liquid exchange membranes. The algae are removed and processed, and the bags are cleaned and reused.

  3. Method and apparatus for lysing and processing algae

    Science.gov (United States)

    Chew, Geoffrey; Reich, Alton J.; Dykes, Jr., H. Waite H.; Di Salvo, Roberto

    2013-03-05

    Methods and apparatus for processing algae are described in which a hydrophilic ionic liquid is used to lyse algae cells at lower temperatures than existing algae processing methods. A salt or salt solution is used as a separation agent and to remove water from the ionic liquid, allowing the ionic liquid to be reused. The used salt may be dried or concentrated and reused. The relatively low lysis temperatures and recycling of the ionic liquid and salt reduce the environmental impact of the algae processing while providing biofuels and other useful products.

  4. PENINGKATAN KUALITAS DAN PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI BLENDING MINYAK KELAPA SAWIT (PALM OIL) DAN MINYAK KELAPA (COCONUT OIL) DAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

    OpenAIRE

    Hantoro Satriadi; Favian Nafiega; W Widayat; Rheza Dipo

    2015-01-01

    Keterbatasan solar sebagai sumber energi bahan bakunya tidak dapat diperbaharui menuntut adanya bahan baku alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan untuk pembuatan biodiesel. Reaksi utama produksi biodiesel adalah esterifikasi dan transestirifikasi yang berlangsung lambat dan membutuhkan banyak katalis dan alkohol. Reaksi yang terjadi belum sempurna dan belum memenuhi standar SNI dan ASTM. Untuk memperbaiki mutu biodiesel serta menghasilkan yield maksimal, maka dilakukan blendi...

  5. IODISASI GARAM: KADAR IODIUM DAN STABILITAS FISIKA BERBAGAI BENTUK IODISASI GARAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komari Komari

    2012-11-01

    Full Text Available Iodisasi garam telah lama dilakukan di Indonesia sejak PELITA II. Salah satu alternatif penambahan iodium ke dalam garam adalah dalam bentuk mikrokapsul. Penelitian ini bertujuan meneliti kandungan berbagai jenis iodium dalam garam dari berbagai pasar dan mengukur waktu melarut bagi garam bila ditambahkan berbagai bentuk penyampaian iodium yakni mikrokapsul iodium, iodium dalam larutan garam jenuh dan larutan iodium dalam air suling. Ketiga bentuk penyampaian iodium ke dalam garam ini ditambahkan pada garam dan partikel garam tersebut, kemudian digantung dengan kawat wolfram dalam desikator yang berisi uap air jenuh. Penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis garam yang dijual di pasar di Bogor 6 dari 10 merek dagang mengandung iodium kurang dari 40ppm. Garam dengan kadar iodium 40ppm atau lebih adalah garam dengan merek dagang Miwon, Putri Duyung, Hero dan Doplin. Larutan iodium dalam air suling yang ditambahkan ke partikel garam menyebabkan garam melarut setelah 2 jam 40 menit, larutan garam jenuh setelah 3 jam 5 menit dan mikrokapsul iodium setelah lebih dari 5 jam. Garam yang ditambahkan mikrokapsul garam relatif lebih tahan terhadap stres dari uap air dalam lingkungannya.

  6. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Suhandi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jumlah sirip saluran udara terhadap efisiensi tungku. Proses penelitian dilakukan dengan cara menguji penggunaan tungku sekam dalam proses memasak 20 liter air. Berdasarkan data-data massa sekam yang digunakan, massa air, energi spesifik air, kalor yang dibutuhkan untuk memasak tiap satuan waktu, dan kandungan energi dalam bahan bakar sekam, efisiensi tungku sekam dapat dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi tungku sekam bergantung pada jumlah sirip lubang udara yang dipasang. Untuk ukuran tungku sekam yang digunakan dalam penelitian, efisiensi optimum  terjadi ketika jumlah sirip lubang udara berjumlah empat buah, dengan capaian efisiensi sebesar 20,25 %. ABSTRACTA study and an application of physics concepts in refining husk stove design have been done. The examined physicsconcepts include the concept of combustion and heat transfer. Results of the study indicated that the concentration of air in the stove combustion chamber could control husk burning processes, heat transfer and release of exhaust gasses produced.The management of air concentration in the stovecombustion chamber was realized by installing the fin air inlets.This research was conducted to investigate the effect of the number of fins air inlets to stove efficiency.The research process was done by testing the use of rice husk stove in the cooking of 20 liters of water. Based on the data of husk mass, water mass, the specific energy of water, the

  7. Inorganic carbon acquisition in some synurophyte algae.

    Science.gov (United States)

    Bhatti, Shabana; Colman, Brian

    2008-05-01

    Some characteristics of photosynthesis of three synurophyte algae, Synura petersenii, Synura uvella and Tessellaria volvocina were investigated to determine the mechanism of inorganic carbon (C(i)) uptake. All three species were found to have no external carbonic anhydrase, no capacity for direct bicarbonate uptake and a low whole-cell affinity for C(i). The internal pH of S. petersenii determined using (14)C-benzoic acid and [2-(14)C]-5,5-dimethyloxazolidine-2,4-dione was pH 7.0-7.5, over an external pH range of 5.0-7.5. Thus, the pH difference between the cell interior of S. petersenii and the external medium was large enough, over the alga's growth range, to allow the accumulation of C(i) by the diffusive uptake of CO(2). Monitoring O(2) evolution and CO(2) uptake by suspensions of S. petersenii at pH 7.0 by mass spectrometry did not indicate a rapid uptake of CO(2), and the final CO(2) compensation concentration reached was 24 +/- 0.7 microM. Furthermore, when the cells were darkened, a brief burst of CO(2) occurred before a steady rate of dark respiration was established, suggesting a loss of CO(2) by photorespiration. An examination of the kinetics of ribulose-1,5-bisphosphate carboxylase/oxygenase in homogenates of cells of S. petersenii, S. uvella and Mallomonas papillosa showed that values of the K(m) (CO(2)) were 28.4, 41.8 and 18.2 microM, respectively. These species lack the characteristics of cells with a CO(2)-concentrating mechanism because the cell affinity for C(i) appears to be determined by the relatively high CO(2) affinity of the Rubisco of these algae. PMID:18298411

  8. Interactions between arsenic species and marine algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Sanders, J.G.

    1978-01-01

    The arsenic concentration and speciation of marine algae varies widely, from 0.4 to 23 ng.mg/sup -1/, with significant differences in both total arsenic content and arsenic speciation occurring between algal classes. The Phaeophyceae contain more arsenic than other algal classes, and a greater proportion of the arsenic is organic. The concentration of inorganic arsenic is fairly constant in macro-algae, and may indicate a maximum level, with the excess being reduced and methylated. Phytoplankton take up As(V) readily, and incorporate a small percentage of it into the cell. The majority of the As(V) is reduced, methylated, and released to the surrounding media. The arsenic speciation in phytoplankton and Valonia also changes when As(V) is added to cultures. Arsenate and phosphate compete for uptake by algal cells. Arsenate inhibits primary production at concentrations as low as 5 ..mu..g.1/sup -1/ when the phosphate concentration is low. The inhibition is competitive. A phosphate enrichment of > 0.3 ..mu..M alleviates this inhibition; however, the As(V) stress causes an increase in the cell's phosphorus requirement. Arsenite is also toxic to phytoplankton at similar concentrations. Methylated arsenic species did not affect cell productivity, even at concentrations of 25 ..mu..g.1/sup -1/. Thus, the methylation of As(V) by the cell produces a stable, non-reactive compound which is nontoxic. The uptake and subsequent reduction and methylation of As(V) is a significant factor in determining the arsenic biogeochemistry of productive systems, and also the effect that the arsenic may have on algal productivity. Therefore, the role of marine algae in determining the arsenic speciation of marine systems cannot be ignored. (ERB)

  9. A technical evaluation of biodiesel from vegetable oils vs. algae. Will algae-derived biodiesel perform?

    Science.gov (United States)

    Biodiesel, one of the most prominent renewable alternative fuels, can be derived from a variety of sources including vegetable oils, animal fats and used cooking oils as well as alternative sources such as algae. While issues such as land-use change, food vs. fuel, feedstock availability, and produc...

  10. Algae and extreme environments - ecology and physiology

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Elster, Josef

    Noordwijk : ESA Publications Division, 2002 - (Lacoste, H.), s. 227-229 ISBN 92-9092-828-X. [European Workshop on Exo/Astrobiology /2./. Graz (AT), 16.09.2002-19.09.2002] R&D Projects: GA AV ČR KSK6005114 Grant ostatní: COBRA No. QLRI-CT-2001-01645(EU) French-Czech cooperative research program BARRANDE, No. 99054 Institutional research plan: CEZ:AV0Z6005908 Keywords : algae, cyanobacteria, extreme environment Subject RIV: EF - Botanics

  11. Effect of petroleum hydrocarbons on algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Algal species (65) were isolated from oil refinery effluent. Twenty-five of these species were cultured in Benecke's medium in a growth chamber, along with controls. Retardation in algal growth, inhibition in algal photosynthesis, and discoloration was observed in petroleum enriched medium. Few forms, viz. Cyclotella sp., Cosmarium sp., and Merismopedia sp. could not survive. The lag phase lengthened by several days and slope of exponential phase was also depressed. Chlamydomonas sp., Scenedesmus sp., Ankistrodesmus sp., Nitzschia sp. and Navicula sp. were comparatively susceptible to petroleum. Depression in carbon fixation, cell numbers, and total dry algal mass was noticeable, showing toxicity to both diatoms and green algae

  12. ALGAE AS AN ALTERNATIVE SOURCE OF ENERGY

    OpenAIRE

    Тітлова, О.А.

    2015-01-01

    Today humanity is beginning to understand the consequences of ill-considered use of energy resources. In the last decade  a new direction of the economy is actively developing – «The Blue Economy». Its aim is to find innovative solutions that are safe for the environment and society. Bioenergy is one of the directions of the «Blue Economy» which is actively developing lately. The article discusses the possibility, advisability and examples of the algae use as a feedstock for the energy resour...

  13. Perencanaan SPAL dan IPAL Komunal di Kabupaten Ngawi (Studi Kasus Perumahan Karangtengah Prandon, Perumahan Karangasri dan Kelurahan Karangtengah)

    OpenAIRE

    Azimah Ulya; Bowo Djoko Marsono

    2014-01-01

    Kabupaten Ngawi mempunyai rencana untuk meningkatkan kondisi sanitasi di daerahnya. Salah satu caranya dengan membangun IPAL komunal di tiga titik. Hal tersebut dikarenakan selama ini masih belum mempunyai IPAL komunal untuk limbah domestiknya. Tiga titik yang dimaksud adalah perumahan Karangtengah Prandon, perumahan Karangsari dan kelurahan Karangtengah. Lokasi itu dipilih karena termasuk kawasan yang ODF (Open Defecation Free). Sistem penyaluran air limbah untuk 3 lokasi perumahan ini mengg...

  14. PENGARUH KONSENTRASI BUAH CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DAN BUAH CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DALAM PRODUKSI BIOGAS DARI SAMPAH ORGANIK

    OpenAIRE

    Khamdan Cahyari; Alvin Sahroni

    2014-01-01

    Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia berdampak positif bagi peningkatan jumlah pasar tradisional dan komoditas perdagangannya. Namun, permasalahan sampah yang ditimbulkan oleh kegiatan perdagangan tersebut masih belum dapat ditangani dengan baik. Tidak hanya itu, sampah pasar tradisional yang hanya ditimbun di area tempat pembuangan akhir (TPA) telah menyebabkan pencemaran lingkungan berupa kontaminasi air tanah, emisi gas rumah kaca dan masalah kesehatan. Sampah pasar tradisional ...

  15. KINERJA DAN EFISIENSI BANK PEMERINTAH (BUMN) DAN BUSN YANG GO PUBLIK DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Sugeng Haryanto

    2012-01-01

    Penelitian ini menganalisis kinerja dan tingkat efisiensi bank-bank BUMN dan BUSN yang go Publik di Bursa Efek Indonesia.  Sample penelitian ini mengambil  tiga bank BUMN Bank BNI 46, Bank Mandiri dan Bank BRI)  dan tiga bank BUSN (Bank BCA, Bank Niaga dan Bank Panin) dengan periode analisis tahun 2005-2011. Varibael yang digunakan meliputi ROA, ROE, LAR. LDR, NPL dan BOPO. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisis perbedaan kinerja antara Bank BUMN dan BUSN yang go public di...

  16. Rancang Bangun Turbin Air Sungai Poros Vertikal Tipe Savonius dengan Menggunakan Pemandu Arah Aliran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adia Cahya Purnama

    2013-09-01

    Full Text Available Pemanfaatan sumber energi air terutama digunakan sebagai penyedia energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air maupun mikrohidro. Salah satu permasalahan adalah bagaimana memanfaatkan potensi energi aliran air yang relatif kecil. Maka dari itu guna memanfaatkan dan meningkatkan potensi energi aliran air yang relatif kecil diperlukan penelitian. Pemanfaatan energi air pada penelitian ini adalah pemanfaatan energi kinetik aliran air. Energi mekanik yang merupakan transformasi dari energi kinetik aliran air dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin atau kincir. Turbin poros vertikal tipe Savonius ini cocok digunakan untuk memanfaatkan energi aliran air yang relatif kecil. Penelitian dengan judul “Rancang Bangun Turbin Air Sungai Poros Vertikal Tipe Savonius dengan Menggunakan Pemandu Araha Aliran” dilakukan dengan metode eksperimen, dimana hasil dari rancang bangun turbin akan dilakukan pengujian dan pengambilan data. Data pengujian yang diperoleh berdasarkan dari pengaruh variasi kecepatan aliran 0,30 ; 0,57 ; 0,85 dan 1,08 (m/detik serta pengaruh dari pemandu arah aliran. Performansi diperoleh dari hasil pengujian dan pengukuran. Diperoleh Cp maksimum 0,13 pada TSR 1,53. Kecepatan putar turbin maksimum diperoleh sebesar 162 RPM dan daya keluaran maksimum generator sebesar 2,31 Watt. Penggunaan pemandu arah aliran dapat meningkatkan performansi turbin Savonius diperoleh efisiensi mekanis turbin rata-rata 90,40% dan efisiensi elektris generator rata-rata 90,20%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan kecepatan aliran air yang sangat rendah turbin tipe Savonius dapat membangkitkan energi listrik.

  17. Les AOC dans la mondialisation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jean-Claude Hinnewinkel

    2004-12-01

    Full Text Available Fruit du conflit plusieurs fois séculaire entre les producteurs et le négoce, le terroir vitivinicole est né de phénomènes de « distinction » qui en Bordelais donnent les « crus ». Ces terroirs de production identifiés, il fallut les faire durer, face à conjoncture, face au négoce. Les réussites les plus nettes sont le résultat d’un projet collectif dont l’AOC à la française est l’une des plus spectaculaires. Renforcer le terroir, compris comme un espace de production géré par les producteurs, devient alors une des conditions essentielles de la durabilité du système. L’avenir des AOC réside sans doute dans une meilleure gestion du conflit négoce/production par l’interprofession mais aussi (surtout ! dans un renforcement de la gestion de la production au sein de l’aire de production qu’est le terroir. L’avenir du terroir relève de la gouvernance de cette aire de production avec trois partenaires : la puissance publique (INAO, l’interprofession et le syndicat des producteurs. Se pose dès lors la question du partage des compétences et la durabilité des AOC paraît liée en grande partie à une définition claire du rôle et donc du statut des syndicats de producteurs, à une véritable gouvernance locale, seule capable de donner du sens à l’ancrage géographique des vins dits de « terroir ». Mais alors ne faut-il pas impliquer un troisième partenaire, la société locale toute entière à travers ses représentations démocratique et associative ?Resulting from century-long conflicts between producers and merchants, vineyards have developped out of "distinction" phenomenons which in the Bordeaux region gave birth to "crus" (vintages. Such identified terroirs had to be defended: the French collective AOC (Denomination of Origin project is one of the most spectacular success. The terroir, as production territory organized by producers, is one of the essential conditions for sustainability

  18. Kitab kuning dan perempuan, perempuan dan kitab kuning

    NARCIS (Netherlands)

    Bruinessen, M.M. van

    2007-01-01

    Kitab Kuning dan Emansipasi Perempuan: Konflik Budaya? Pengamatan-pengamatan Masdar mengenai kedudukan perempuan dalam diskursus (wacana, bahasan) dominan kitab kuning terasa tidak enak didengar tetapi memang sulit dibantah. Baik dalam penggunaan bahasa (yang sangat memihak kepada jenis mudzakkar) m

  19. Indoor air pollution: measurement campaign in six dwellings occupied by elderly. Relation between indoor air quality and declared symptoms; Pollution atmospherique interieure: campagne de mesures dans six logements occupes par des personnes agees, relation entre qualite de l'air et symptomes declares

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Coelho, C.

    2004-10-15

    The objective of this work was to analyse the indoor air quality in dwellings occupied by old people and to correlate pollutants with life habits and health statement. A sociological survey on 96 elderly people living in social housing was firstly undertaken in order to determine risk factors responsible for poor health. Then measurements of several pollutants (CO{sub 2}, CO, NO{sub X}, O{sub 3}, COVT, PM2,5, PS>0,3 and aero-biological counts) were carried out during five days in six typical dwellings. Results were analyzed in the light of activities and reported symptoms by the old people. Besides discomfort due to CO{sub 2} accumulation, several pollutants with levels near or over guidelines were identified in particular particulate matter under 1 {mu}m, airborne microbiological counts, permanent TVOC levels. Dust was at the origin of cough, eyes and throat irritations and flows of the nose, and fungi and bacteria seem to be responsible for skin irritations, digestive disorders, sneezes and rhinitis. However, most symptoms appeared after 10 hours of exposure time for people of all ages. The risks factors were amplified by ignorance about the hazard of inadequate ventilation. Experiences in laboratory were also performed to complement some observations and introduce further research. (author)

  20. Salicylhydroxamic acid (SHAM) inhibition of the DIC-pump in unicellular algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    SHAM at 1 or 2 mM inhibits dissolved inorganic carbon (DIC) concentrating mechanisms in unicellular green algae as measured by photosynthetic oxygen evolution or by 14C-inorganic carbon uptake (using silicone oil centrifugation techniques). This inhibition was reversed by high levels of DIC whereby the cells do not require the concentrating mechanism. SHAM inhibited the DIC-pump, which uses external CO2, in three species of algae, Dunaliella tertiolecta, Chlamydomonas reinhardtii, and Scenedesmus obliquus when adapted to low CO2 and assayed around neutral pH. Scenedesmus adapted to air at pH 9.0 to use external HCO3- were not affected by SHAM. It is important to establish low optimum concentrations of SHAM, which varied with the algal species. The mechanism of SHAM inhibition of the CO2 concentrating process is unknown. SHAM inhibits alternative respiration in these algae, but SHAM may also inhibit other reactions involving H+ gradients or transporters associated with the DIC-pump

  1. The Halogenated Metabolism of Brown Algae (Phaeophyta, Its Biological Importance and Its Environmental Significance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stéphane La Barre

    2010-03-01

    Full Text Available Brown algae represent a major component of littoral and sublittoral zones in temperate and subtropical ecosystems. An essential adaptive feature of this independent eukaryotic lineage is the ability to couple oxidative reactions resulting from exposure to sunlight and air with the halogenations of various substrates, thereby addressing various biotic and abiotic stresses i.e., defense against predators, tissue repair, holdfast adhesion, and protection against reactive species generated by oxidative processes. Whereas marine organisms mainly make use of bromine to increase the biological activity of secondary metabolites, some orders of brown algae such as Laminariales have also developed a striking capability to accumulate and to use iodine in physiological adaptations to stress. We review selected aspects of the halogenated metabolism of macrophytic brown algae in the light of the most recent results, which point toward novel functions for iodide accumulation in kelps and the importance of bromination in cell wall modifications and adhesion properties of brown algal propagules. The importance of halogen speciation processes ranges from microbiology to biogeochemistry, through enzymology, cellular biology and ecotoxicology.

  2. Studi Salinitas Air Tanah Dangkal Di Daerah Pesisir Bagian Utara Kota Makassar

    OpenAIRE

    Damayanti, Annisa Dwi

    2015-01-01

    Air tanah merupakan salah satu dari sekian banyak alternatif sumber air yang mempunyai kualitas yang baik. Penggunaan air tanah yang berlebihan menyebabkan terjadinya intrusi air laut dan menimbulkan perubahan kualitas air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran salinitas air tanah dangkal di daerah pesisir bagian utara Kota Makassar yang mengacu pada SNI 6989.58:2008. Selanjutnya pengukuran salinitas air tanah dangkal ini dilakukan terhadap beberapa faktor yang diperkira...

  3. Epiphytic algae on mosses in the vicinity of Syowa Station, Antarctica

    OpenAIRE

    Shuji, Ohtani

    1986-01-01

    Species composition and abundance of epiphytic algae on mosses growing in the vicinity of Syowa Station were investigated. Moss samples were collected from three localities, East Ongul Island, Mukai Rocks and Langhovde. The epiphytic algae identified in these samples were 23 species in total, 16 of blue-green algae, 4 of diatoms, 3 of green algae. Blue-green algae were more frequently found among these epiphytic algae on mosses in each locality. Among the three localities, Langhovde was the m...

  4. PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DI BOGOR DAN FAKTOR-FAKTOR SOSIAL BUDAYA YANG MEMPENGARUHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnelia Arnelia

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di daerah perkotaan dan pedesaan Ciomas di Kabupaten Bogor, untuk mempelajari praktek pemberian makanan pada bayi serta faktor sosial budaya yang mempengaruhi dengan menggunakan metoda Rapid Assesment Procedures (RAP. Sampel penelitian adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi umur (13-18 bulan, kader Posyandu, dukun bayi dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa makanan pralaktasi berupa madu dan air putih, biasa diberikan kepada bayi baru lahir di kedua desa. Bayi di daerah perkotaan sudah diberi ASI sejak berusia sehari, sedangkan di pedesaan umumnya pada hari ke empat karena ASI pada tiga hari pertama dianggap kotor dan biasanya dibuang. Pemberian makanan tambahan dimulai pada usia terlalu dini, yaitu rata-rata usia dua minggu di pedesaan dan satu bulan di perkotaan. Sebaliknya pemberian sayuran hijau dan protein hewani umumnya terlambat. Sayuran hijau baru diberikan setelah usia sembilan bulan di perkotaan, dan setelah 18 bulan di pedesaan. Protein hewani umumnya baru mulai diberikan setelah bayi berusia 12 bulan. Bahkan di daerah pedesaan, jenis ikan basah baru diberikan setelah anak berusia tiga tahun.

  5. PENGAMATAN JENIS-JENIS JAMUR YANG DITEMUKAN PADA MINUMAN SUSU SEGAR DAN SUSU KEMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Siti Aminah

    2012-10-01

    Full Text Available Minum susu dari wadah kemasan lebih praktis daripada minum susu segar yang harus dimasak lebih dahulu. Pengolahan susu biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu dengan proses Ultra High Temperature (UHT yang menggunakan panas tinggi sekitar 140° C dalam waktu 14 detik dan cara Pasteurisasi yang menggunakan suhu 63° C dalam waktu 30 menit. Menurut label yang tertera dalam kemasan, susu dengan proses pengolahan di atas mempunyai daya simpan selama 10 bulan, terhindar dari cemaran bakteri serta efek luar seperti udara dan cahaya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa susu dalam kemasan kardus, kaleng, botol kaca dan plastik tidak bebas dari cemaran jamur seperti Aspergillus sp. , Penicillium sp., Geotrichum sp. dan Khamir. Dari tempat pemerahan susu ditemukan cemaran jamur yang sama dengan jamur yang ditemukan pada susu kemasan. Jamur Geotrichum sp ditemukan pada tanah yang berada di sekitar tempat pemerahan susu. Aspergillus sp ditemukan pada pakan sapi perah yang berupa rumput - rumputan, Risophus sp ditemukan pada sumber air yang berada disekitar tempat pemerahan susu. Pada susu kemasan kaleng yang berasal dari luar negeri baik yang legal maupun yang ilegal hanya ditemukan Penicillium sp dan Khamir berarti cemaran jamur berasal dari udara. Sedangkan susu kemasan dalam negeri ditemukan jamur A.niger, Penicillium sp., Khamir, dan Geotrichum sp.yang menandakan dapat tercemar dari bahan/susu perah karena penanganannya kurang higienis. ' Keywords: Jamur, susu segar dan susu kemasan.

  6. SCREENING DAN ANALISIS KADAR OMEGA-3 DARI RUMPUT LAUT PULAU LOMBOK NTB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erin Ryantin Gunawan

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi jenis rumput laut yang mengandung omega-3 dan mengetahui kadar omega-3 dari rumput laut yang terdapat di pantai Pulau Lombok NTB. Minyak yang terdapat dalam rumput laut diekstraksi dengan metoda soxhletasi. Identifikasi dan kadar asam lemak dalam rumput laut ditentukan dengan alat GC-MS. Sembilan jenis rumput laut telah dianalisa dengan kadar air berkisar antara 42% -86,5%. Minyak hasil ekstraksi mempunyai kadar antara 0,63%-4,39%. Dari ke sembilan jenis dipilih 4 jenis rumput laut yang mempunyai kadar minyak yang paling tinggi. Dua jenis rumput laut yang biasa dikonsumsi (Eucheuma Spinosum dan Eucheuma Cottoni dan dua jenis lagi yang tidak biasa dikonsumsi (Gracilaria salicornia dan Ulva sp. Asam-asam lemak omega-3 yang dapat teridentifikasi dari keempat jenis rumput laut adalah asam linolenat, Eikosatrienoat (ETE, eikosapentaenoat (EPA dan (dokosaheksaenoat DHA dalam jumlah yang bervariasi. Kadar asam lemak dalam keempat jenis rumput laut berkisar antara 26,8%-52,26% dan kandungan omega-3 antara 1,86%-5,46%.

  7. PENGARUH LAMA DAN CARA PENYIMPANAN TERHADAP PERKEMBANGAN KANDUNGAN AFLATOKSIN PADA GAPLEK DI RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukati Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available Aflatoksin yang mencemari makanan dapat menyebabkan timbulnya kanker hati. Gaplek merupakan salah satu komoditi yang dapat tercemar aflatoksin. Ada beberapa daerah di Indonesia yang menggunakan gaplek sebagai makanan pokok. Karena gaplek pada umumnya disimpan sampai panen berikutnya maka ada peluang untuk tercemar aflatoksin. Karena itu perlu diteliti sampai berapa jauh pencemaran aflatoksin pada gaplek. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama dan cara penyimpanan terhadap cemaran aflatoksin pada gaplek.Gaplek yang sudah dikeringkan dengan cara yang lazim dilakukan di daerah dengan makanan pokok gaplek dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama disimpan di lantai semen terbuka, bagian kedua disimpan dalam bakul terbuka dan bagian ketiga di simpan dalam karung goni yangdiikat. Analisa kandungan aflatoksin dan kadar air gaplek dilakukan pada permulaan dan 4, 8, 12, 16 dan 20 minggu dalam penyimpanan.Perkembangan cemaran aflatoksin gaplek dalam penyimpanan ini mengungkapkan makin lama gaplek disimpan makin tinggi kadar aflatoksinnya. Rata-rata kadar air gaplek selama penyimpanan berkisar antara 13,1% sampai 14,0%. Gaplek yang disimpan di lantai menunjukkan kandungan aflatoksin tertinggi, diikuti oleh gaplek yang disimpan dalam bakul dan dalam karung.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sampai waktu panen berikutnya sekitar 10 bulan, kandungan aflatoksin gaplek yang disimpan di dalam karung diikat belum mencapai taraf yang menbahayakan kesehatan.

  8. Energy from algae using microbial fuel cells

    KAUST Repository

    Velasquez-Orta, Sharon B.

    2009-08-15

    Bioelectricity production froma phytoplankton, Chlorella vulgaris, and a macrophyte, Ulva lactuca was examined in single chamber microbial fuel cells (MFCs). MFCs were fed with the two algae (as powders), obtaining differences in energy recovery, degradation efficiency, and power densities. C. vulgaris produced more energy generation per substrate mass (2.5 kWh/kg), but U. lactuca was degraded more completely over a batch cycle (73±1% COD). Maximum power densities obtained using either single cycle or multiple cycle methods were 0.98 W/m2 (277 W/m3) using C. vulgaris, and 0.76 W/m2 (215 W/m3) using U. lactuca. Polarization curves obtained using a common method of linear sweep voltammetry (LSV) overestimated maximum power densities at a scan rate of 1 mV/s. At 0.1 mV/s, however, the LSV polarization data was in better agreement with single- and multiple-cycle polarization curves. The fingerprints of microbial communities developed in reactors had only 11% similarity to inocula and clustered according to the type of bioprocess used. These results demonstrate that algae can in principle, be used as a renewable source of electricity production in MFCs. © 2009 Wiley Periodicals, Inc.

  9. Algae-based oral recombinant vaccines

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elizabeth A Specht

    2014-02-01

    Full Text Available Recombinant subunit vaccines are some of the safest and most effective vaccines available, but their high cost and the requirement of advanced medical infrastructure for administration make them impractical for many developing world diseases. Plant-based vaccines have shifted that paradigm by paving the way for recombinant vaccine production at agricultural scale using an edible host. However, enthusiasm for molecular pharming in food crops has waned in the last decade due to difficulty in developing transgenic crop plants and concerns of contaminating the food supply. Microalgae are poised to become the next candidate in recombinant subunit vaccine production, and they present several advantages over terrestrial crop plant-based platforms including scalable and contained growth, rapid transformation, easily obtained stable cell lines, and consistent transgene expression levels. Algae have been shown to accumulate and properly fold several vaccine antigens, and efforts are underway to create recombinant algal fusion proteins that can enhance antigenicity for effective orally-delivered vaccines. These approaches have the potential to revolutionize the way subunit vaccines are made and delivered – from costly parenteral administration of purified protein, to an inexpensive oral algae tablet with effective mucosal and system immune reactivity.

  10. KELAYAKAN KUALITAS AIR SUMUR MASYARAKAT DISEKITAR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KELURAHAN ANTANG, KECAMATAN MANGGALA, MAKASSAR

    OpenAIRE

    FATRIS, NUR

    2014-01-01

    Penelitian ??? Kelayakan Kualitas Air Sumur Masyarakat Yang Bermukin Disekitar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar ???, telah dilakukan pada bulan Desember 2013 dan bulan Februari 2014, yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan kualitas air sumur masyarakat di sekitar rumah pemotongan hewan (RPH) Antang, berdasarkan pada beberapa parameter fisik, kimiawi dan biologi standar baku mutu air kelas I. Uji parameter fisik, kimia dilakukan berdasarkan metode S...

  11. Evidence for the occurrence of photorespiration in synurophyte algae.

    Science.gov (United States)

    Bhatti, Shabana; Colman, Brian

    2011-09-01

    The fluxes of CO(2) and oxygen during photosynthesis by cell suspensions of Tessellaria volvocina and Mallomonas papillosa were monitored mass spectrometrically. There was no rapid uptake of CO(2,) only a slow drawdown to compensation concentrations of 26 μM for T. volvocina and 18 μM for M. papillosa, when O(2) evolution ceased, indicating a lack of active bicarbonate uptake by the cells. Darkening of the cells after a period of photosynthesis did not cause rapid release of CO(2), indicating the absence of an intracellular inorganic carbon pool. However, upon darkening a brief burst of CO(2) was observed similar to the post-illumination burst characteristic of C(3) higher plants. Treatment of the cells of both species with the membrane-permeable carbonic anhydrase inhibitor ethoxyzolamide had no adverse effect on photosynthetic rate, but stimulated the dark CO(2) burst indicating the dark oxidation of a compound formed in the light. In the absence of any active accumulation of inorganic carbon photosynthesis in these species should be inhibited by O(2). This was investigated in four synurophyte species T. volvocina, M. papillosa, Synura petersenii, and Synura uvella: photosynthetic O(2) evolution rates in all four algae, measured by O(2) electrode, were significantly higher (40-50%) in media at low O(2) (4%) than in air-equilibrated (21% O(2)) media, indicating an O(2) inhibition of photosynthesis (Warburg effect) and thus the occurrence of photorespiration in these species. PMID:21442299

  12. D-lactate metabolism in the alga, Chlamydomonas Reinhardtii

    International Nuclear Information System (INIS)

    [14C]D-lactate rapidly accumulates in Chlamydomonas cells under anaerobic conditions from the sugar-phosphate pools which are labeled during photosynthesis with 14CO2. A soluble D-lactate dehydrogenase (30 μmol NADH oxidized/h/mg Chl), which functions only in the direction of pyruvate reduction, has been partially purified and characterized. The D-lactate is reoxidized in Chlamydomonas by a mitochondrial membrane-bound dehydrogenase. This enzyme is known in the plant literature as glycolate dehydrogenase, an enzyme of the oxidative photosynthetic carbon (C2) cycle. This dehydrogenase may be linked to the mitochondrial electron transport chain, although the direct electron acceptor is unknown. Therefore, D-lactate accumulation may be, in part, due to the shut down of electron transport during anaerobiosis. In vivo chase experiments have shown that the D-lactate turns over rapidly when algal cells, which have been grown with air levels of CO2 (0.04%), are returned to aerobic conditions in the light. Such turnover is not observed in cells which had been grown with 1 to 5% CO2. Cells grown with high CO2 have lower levels of glycolate dehydrogenase activity. They are currently using mutants of Chlamydomonas deficient in mitochondrial respiration to study the role of D-lactate oxidation in these algae

  13. Study on the effect of irradiation on algae by proteomics

    International Nuclear Information System (INIS)

    Algae has been utilized as food material from long time ago, and recently newly recognized as functional materials and the source of bio-fuel. But, the study on the algae is just beginning and the study on protein expression and growth by the change of condition was not reported. In this study, the effect of radiation on the protein expression was investigated for the protection mechanisms and new genome source and furthermore, isolation of new mutant strains. To monitor the growth of algae, absorbance and FDA staining methods were developed and the content of lipid of algae species were measured. With these methods, the radiation sensitivity of algae species was determined. To investigate the proteome of algae, 2D-electrophoresis methods was applied. From the comparison of proteomes, the radiation specific expressed protein was identified as thioredoxin-h and its nucleotide sequences was defined. The expression of thioredoxin-h was further defined on the mRNA level. Also, the extract of algae species was analyzed for its antioxidant activity and polyphenolic content. The changes in antioxidant activity of extract by radiation was investigated. From the radiation experiments, mutant Spirogyra species having higher resistant against radical stress was obtained. The mutant strain has higher antioxidant activity. This results can provide the proteome date and mutation technology of algae and further contribute in the activation of fishery industry and national health enhancement

  14. The algae biodiesel physical property and spray parameters modeling

    OpenAIRE

    Колодницька, Руслана Віталіївна; Васильєв, Руслан

    2015-01-01

    The modelling of micro-algae biodiesel density, viscosity and surface tension was performed. The spray middle diameters of droplets in diesel engine were counted.   It was shown that the property of algae biodiesel can be compare with  traditional biodiesel based on rapeseed oil.

  15. Video micrography of algae photomovement and vectorial method of biomonitoring

    Science.gov (United States)

    Posudin, Yuri I.; Massjuk, N. P.; Lilitskaya, G. G.

    1996-01-01

    The simultaneous recording of several photomovement parameters of algae as test-functions during biomonitoring is proposed. Green alga Dunaliella viridis Teod. was used as the test- object for the estimation of different heavy metals. The quantitative changes of photomovement parameters as a criterion of toxicity were determined by means of the vectorial method of biomonitoring.

  16. Comments on the Manuscript, "Biodiesel Production from Freshwater Algae"

    Science.gov (United States)

    A recent publication (Vijayaragahavan, K.; Hemanathan, K., Biodiesel from freshwater algae, Energy Fuels, 2009, 23(11):5448-5453) on fuel production from algae is evaluated. It is discussed herein that the fuel discussed in that paper is not biodiesel, rather it probably consists of hydrocarbons. ...

  17. Shewanella alga bacteremia in two patients with lower leg ulcers

    DEFF Research Database (Denmark)

    Domínguez, H.; Vogel, Birte Fonnesbech; Gram, Lone;

    1996-01-01

    The first Danish cases of Shewanella alga bacteremia in two patients with chronic lower leg ulcers are reported. Both patients were admitted to the hospital during the same month of a very warm summer and had been exposed to the same marine environment, thereby suggesting the same source of......'Etoile, France), but further genetic and physiological analyses identified them as Shewanella alga....

  18. New Records for the Freshwater Algae of Turkey

    OpenAIRE

    BAYKAL, Tülay; AKBULUT, Aydın; İlkay AÇIKGÖZ

    2009-01-01

    Algae samples were collected from important dam lakes and running waters of the Lower Euphrates Basin. Eighteen new records of Turkish freshwater algae were identified. Among these new records, 5 belong to Cyanophyta, 10 to Chlorophyta, 1 to Xanthophyta, and 2 to Bacillariophyta.

  19. First Case of Osteomyelitis Due to Shewanella algae

    OpenAIRE

    Botelho-Nevers, E.; Gouriet, F.; Rovery, C.; Paris, P.; Roux, V.; Raoult, D.; Brouqui, P.

    2005-01-01

    Shewanella spp. are infrequently recovered from clinical specimens. We report here on the first case of osteomyelitis due to Shewanella algae. This bacterium, at first misidentified by phenotypic tests as Shewanella putrefaciens, was subsequently identified correctly as S. algae by 16S rRNA gene sequence analysis.

  20. ANALISIS JENIS, JUMLAH, DAN MUTU GIZI KONSUMSI SARAPAN ANAK INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fachruddin Perdana

    2013-11-01

    paling banyak dikonsumsi selama sarapan adalah air putih, teh, susu, kopi, dan sirup. Makanan yang dikonsumsi dengan rata-rata lebih dari 5 g/hari selama sarapan adalah nasi, kangkung, telur ayam, ikan, tempe, dan mie instan. Minuman yang dikonsumsi dengan rata-rata lebih dari 15 mL/hari selama sarapan adalah air putih, teh, dan susu. Hanya 10.6% dari sarapan anak yang mencukupi asupan energi>30%.Kata kunci: anak-anak, jenis sarapan, jumlah sarapan, mutu gizi pangan sarapan, sarapan

  1. Obituary: Professor Paul Dan Cristea

    OpenAIRE

    Tabus, Ioan; Serpedin, Erchin; Astola, Jaakko

    2013-01-01

    Paul Dan Cristea, professor of Electrical Engineering and Computer Science at ‘Politehnica’ University of Bucharest died on 17 April 2013, following several years of bravely battling a perfidious illness.

  2. Modélisation à long terme de l'efficacité de scénarios d'optimisation des pratiques agricoles pour la réduction des flux et concentrations de nitrate dans l'eau et d'azote dans l'air à l'échelle de trois bassins versants d'élevage

    OpenAIRE

    Bordenave, P.; Oehler, F.; N. Turpin; Bioteau, T.; Serrand, P.; Saint-Cast, P.; Le Saos, E.

    2006-01-01

    The aim of this paper is to estimate the level of nitrogen emissions (into the air and water compartments) that can result from the adoption of alternative farming practices and manure management. The modelling has been tested on three breeding watershed in the Western part of France. The framework that we developed includes a GIS connected with, on the one side, softwares which design scenarios for farming practices and on the other side a continuously distributed agro-hydrological model. Th...

  3. Application de la simulation et de la modélisation numérique à l'évaluation sur le long terme des effets des pratiques agricoles sur les flux et concentration d'azote dans l'eau et dans l'air à l'échelle de trois bassins versants d'élevage

    OpenAIRE

    Bordenave, P.; Oehler, F.; N. Turpin; Serrand, P.; Le Saos, E.

    2005-01-01

    The aim of this paper is to estimate the level of nitrogen emissions (into the air and water compartments) that can result from the adoption of alternative farming practices and manure management. The modelling has been tested on three breeding watershed in the Western part of France. The framework that we developed includes a GIS connected with on the one side softwares which design scenarios for farming practices and on the other side a continuously distributed agro-hydrological model. The ...

  4. Lagooning microbial fuel cells: A first approach by coupling electricity-producing microorganisms and algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Highlights: • An algae cathode of a MFC has been used without artificial mediators or catalysts. • To perform a lagooning wastewater treatment coupled with energy-producing MFC. • The producing electricity operates under day/night irradiation cycles, is shown. - Abstract: The paper focused on the start-up and performance characterisation of a new type of microbial fuel cell (MFC), in which an algae culture was seeded in the cathodic chamber to produce the oxygen required to complete the electrochemical reactions of the MFC, thus circumventing the need for a mechanical aerator. The system did not use mediators or high cost catalysts and it can be started-up easily using a straightforward three-stage procedure. The start-up consists of the separate production of the electricity-producing microorganisms and the algae cultures (stage I), replacement of the mechanical aeration system by the algae culture (stage II) and a change in the light dosage from a continuous input to a dynamic day/night profile. The MFC was operated under a regime of 12 h light and 12 h dark and was also operated in batch and continuous substrate-feeding modes. The same cell voltage was achieved when the cathode compartment was operated with air supplied by aerators, which means that this configuration can perform as well as the traditional one. The results also show the influence of both the organic load and light irradiation on electricity production and demonstrate that this type MFC is a robust and promising technology that can be considered as a first approach to perform a lagooning wastewater treatment with microbial fuel cells

  5. Contributions à l'apprentissage statistique dans les modèles parcimonieux

    OpenAIRE

    Alquier, Pierre

    2013-01-01

    Ce mémoire d'habilitation a pour objet diverses contributions à l'estimation et à l'apprentissage statistique dans les modeles en grande dimension, sous différentes hypothèses de parcimonie. Dans une première partie, on introduit la problématique de la statistique en grande dimension dans un modèle générique de régression linéaire. Après avoir passé en revue les différentes méthodes d'estimation populaires dans ce modèle, on présente de nouveaux résultats tirés de (Alquier & Lounici 2011) pou...

  6. KINERJA Jurnal Bisnis dan Ekonomi

    OpenAIRE

    Kaaro, Hermeindito; Sukamulja, Sukmawati; Kusumastuti, Sri Yani; Krisnadewara, P. Didit; Lako, Andreas; Widiastuti, Theresia Diah; Ellitan, Lena; Priyogo, C. Jarot

    2004-01-01

    1. Kebangkrutan Versus Restrukturisasi:Evaluasi dan Prediksi Kelangsungan Hidup Perusahaan Pasca Krisis Keuangan 1997 oleh Hermeindito Kaaro 2. Morning LosSQS and Afternoon Price Volatility: Evidence of Jsksrts Stock Exchange oleh Sukmawati Sukamulja 3. Penentuan NilaiTukar: Pengujian Purchasing Power Parity diIndonesia oleh Sri Yani Kusumastuti 4. SurveiKinerja KoneksiInternet dan Kemampuan lnvestasi Warnet di Yogyakarta oleh P. Didit Krisnadewara 5. Peranan Corporate Str...

  7. [Marine algae of Baja California Sur, Mexico: nutritional value].

    Science.gov (United States)

    Carrillo Domínguez, Silvia; Casas Valdez, Margarita; Ramos Ramos, Felipe; Pérez-Gil, Fernando; Sánchez Rodríguez, Ignacio

    2002-12-01

    The Baja California Peninsula is one of the richest regions of seaweed resources in México. The objective of this study was to determine the chemical composition of some marine algae species of Baja California Sur, with an economical potential due to their abundance and distribution, and to promote their use as food for human consumption and animal feeding. The algae studied were Green (Ulva spp., Enteromorpha intestinalis, Caulerpa sertularoides, Bryopsis hypnoides), Red (Laurencia johnstonii, Spyridia filamentosa, Hypnea valentiae) and Brown (Sargassum herporizum, S. sinicola, Padina durvillaei, Hydroclathrus clathrathus, Colpomenia sinuosa). The algae were dried and ground before analysis. In general, the results showed that algae had a protein level less than 11%, except L. johnstonii with 18% and low energy content. The ether extract content was lower than 1%. However, the algae were a good source of carbohydrates and inorganic matter. PMID:12868282

  8. PERBANDINGAN EFEKTIFITAS DISINFEKTAN KAPORIT, HIDROGEN PEROKSIDA, DAN PEREAKSI FENTON (H2O2/Fe2+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Setiawan

    2013-11-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimum dan efektifitas hidrogen peroksida dan pereaksi Fenton sebagai disinfektan dibandingkan dengan kaporit. Efektivitas disinfeksi ditentukan berdasarkan beberapa parameter yaitu: koefisien fenol disinfektan dan kualitas air yang dihasilkan yang diukur melalui pH, oksigen terlarut (DO, dissolved oxygen, dan suhunya serta harga disinfektan itu sendiri. Analisis statistik ANOVA dua arah tanpa interaksi  pada tingkat kesalahan 0.01 dilakukan guna menentukan disinfektan paling efektif dan konsentrasi optimumnya. Uji koefisien fenol dilakukan dengan mencampurkan disinfektan dengan konsentrasi tertentu dengan bakteri Salmonella typhosa dan Staphyllococcus aureuskemudian membandingkan hasilnya dengan fenol.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa koefisien fenol dari kaporit, hidrogen peroksida, dan reagen Fenton berturut-turut adalah 4, 6, dan 6. Air yang dihasilkan oleh kaporit mempunyai pH, DO dan suhu berturut-turut adalah 10.07 - 9.2, 6.63-8.07 mgL-1, dan 28.5-28.13oC. Air yang didisinfeksi dengan hidrogen peroksida mempunyai pH,DO, dan suhu berturut-turut adalah 9.03-7.33, 6.93-9.40 mgL-1  , dan 28.5-28.03oC. Sedangkan air hasil didisinfeksi dengan reagen Fenton mempunyai pH, DO, dan suhu berturut-turut adalah 5.97-4.57, 7.40-8.57 mgL-1 , dan 28.47-28.07oC.Meskipun kaporit paling murah, namun dari segi kesehatan hidrogen peroksida merupakan reagen yang paling aman dan paling efektif karena dengan daya disinfeksi enam kali dibandingkan fenol, tidak meninggalkan residu yang membahayakan. Fenton, dilain pihak, meskipun mempunyai daya disinfeksi setara dengan hidrogen peroksida, namun menghasilkan ion Besi (III dalam air sehingga memerlukan pengolahan lebih jauh.Dengan demikian, secara keseluruhan hidrogen peroksida merupakan disinfektan paling efektif dari ketiganya. The purpose of this study is to determine the optimum concentration and the effectiveness of hydrogen peroxide and Fenton

  9. STUDI KOMPARASI SIFAT FOTOKATALIS DAN AGLOMERITAS NANOPARTIKEL TIO2 SEBAGAI PENGARUH DISPERSANT ETILEN GLIKOL DAN TRITON X 100 DALAM DIRT-FREE PAINT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Sawitri

    2014-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi dispersant terhadap stabilitas fotokatalis dan aglomeritas nanopartikel TiO2 sebagai optimasi dirt-free paint, yaitu bahan komposit cat yang mempunyai sifat anti noda dan mampu membersihkan dirinya sendiri (self-cleaning dengan bantuan cahaya dan air. Dispersant yang digunakan Etilen Glikol dan Triton X 100. Komposisi massa TiO2 2% massa cat, dengan perbandingan anatase : rutile sebesar 90:10. Pengujian yang dilakukan meliputi uji DSC, XRD, FTIR, uji self-cleaning, dan SEM-EDX. Dari uji self-cleaning dengan dua macam pengotor, diperoleh hasil bahwa untuk pengotor lumpur, sampel terbaik adalah sampel dengan dispersant Etilen Glikol, dengan selisih luas pengotor 35,77%. Untuk pengotor pewarna makanan, sampel TiO2 dengan dispersant Triton X 100 memiliki selisih luas pengotor 17,64%. Hasil uji SEM-EDX menunjukkan ukuran partikel TiO2 rata-rata untuk cat tanpa dispersant adalah 132.02 nm, dan dengan dispersant Etilen Glikol menjadi 118.54 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan dispersant dapat menimbulkan sifat self cleaning, serta mampu mendispersikan TiO2 di dalam cat dengan baik.

  10. Propagation des ondes élastiques dans les matériaux non linéaires Aperçu des résultats de laboratoire obtenus sur les roches et des applications possibles en géophysique Propagation of Elastic Waves in Nonlinear Materials Survey of Laboratory Results on Rock and Geophysical Applications

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasolofosaon P.

    2006-12-01

    Full Text Available Les roches présentent souvent un comportement élastique nettement non linéaire, entraînant des conséquences importantes sur la propagation des ondes. Cette non-linéarité élastique est surtout causée par les microdéfauts mécaniques ubiquistes (microfissures, joints de grains, macles, etc. dont la rigidité varie sous l'effet de la contrainte. Ce sujet fait l'objet d'études de plus en plus nombreuses. Nous nous proposons de présenter très sommairement les bases théoriques et les résultats expérimentaux permettant d'avoir un ordre de grandeur des effets caractéristiques observés dans les roches afin de pouvoir proposer une approche critique des possibilités d'applications en géophysique. Deux disciplines se sont développées en parallèle à partir du même principe physique et avec des formalismes très proches : - L'acousto-élasticité étudie l'effet des précontraintes statiques sur les vitesses de propagation des ondes élastiques. On dispose d'un formalisme mécanique élaboré permettant de relier quantitativement variation de contrainte et variation de vitesse élastique (par exemple pour ce qui concerne l'anisotropie acoustique induite par un état de contrainte et d'une méthode expérimentale de mesure des coefficients de non-linéarité. - L'acoustique non linéaire s'intéresse aux conséquences de la variation des modules élastiques au passage d'une onde qui ne peut plus être considérée comme une petite perturbation, mais qui induit localement des modifications mesurables du milieu de propagation ; modifications entraînant l'apparition de phénomènes inconnus en acoustique linéaire tels que la génération d'harmoniques et l'interaction onde-onde. Les applications à la sismique pétrolière semblent fort lointaines puisque, avec les méthodes classiques de surface ou de puits, il y a peu d'espoir de réussir à faire propager jusqu'aux couches profondes des ondes dont l'amplitude dépasserait le seuil de

  11. BIONOMIK NYAMUK Anopheles DAN KEBIASAAN PENDUDUK YANG MENUNJANG KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2013-03-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Sampai dengan tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis dari 276 desa yang ada, sedangkan 175 desa terancam menjadi daerah HCI (High Case lncidens, jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o meningkat menjadi 13.401 orang (API: 15,33%o pada tahun 2002 dan 90,2% dari kasus penderita indigenous.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bionomik nyamuk anopheles dan kebiasaan penduduk yang menunjang kejadian malaria di lokasi penelitian.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, karena menggambarkan bionomik nyamuk vektor dan kebiasaan penduduk. Penelitian ini bertempat di Kecamatan Pagedongan, KabupatenBanjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan Februari Nopember 2005.Tempat berkembangbiak Anopheles spp positif adalah kobakan air (belik dan bekas galian pasir disungai dan mata air. Kebiasaan nyamuk Anopheles spp menggigit orang di dalam dan di luar rumah hampir sama banyaknya. Terjadi peningkatan jumlah nyamuk yang tajam pada bulan September. Aktivitas menggigit di dalam rumah dimulai pada pukul 18.00-19.00. Sedangkan aktivitas menggigit di luar rumah meningkat pada pukul 21. 00-22.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 22. 00-23.00 dan 03.00-04.00.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya nyamuk tersangka vektor, kondisi lingkungan dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang menunjang kejadian malaria di desa wilayah Kecamatan Pagedongan. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria dan mengurangi keberadaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata Kunci : Malaria, Biomonik

  12. PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS SONGGORITI KOTA BATU BERDASARKAN DATA GEOMAGNETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiqiy Ya’lu Ulin Nuha, Novi Avisena

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnetik pada tanggal 26 -27 April 2011 di daerah Songgoriti Kota Batu dengan tujuan untuk mengetahui pola Anomali Magnet Total dan struktur geologi bawah permukaan. Setelah dilakukan koreksi data yang meliputi koreksi diurnal dan koreksi IGRF maka didapatkan nilai anomali magnet total serta kontinuasi ke atas dan reduksi ke kutub. Selanjutnya dilakukan interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan membaca pola kontur anomali magnet lokal dan reduksi ke kutub, sedangkan interpretasi kualitatif dilakukan dengan membuat penampang 2,5 D pada dua lintasan AB dan CD. Berdasarkan interpretasi kuantitatif pada kontur anomali  magnetik lokal didapatkan variasi nilai anomali antara -800 nT-600 nT dengan anomali tinggi terdapat pada arah timur dan barat daerah penelitian, anomali sedang terletak pada daerah tengah penelitian dan anomali rendah terdapat pada sedikit   daerah   tengah   penelitian.   Daerah   penelitian   didominasi   anomali   magnetik   sedang. Berdasarkan interpretasi kualitatif pada model penampang 2,5 D lintasan AB dan CD, didapatkan tujuh body yaitu batuan tufa, batuan tufa, batuan breksi vulkanik, batuan breksi tufaan, batuan lava, batuan basalt, dan batuan andesit. Berdasarkan sifat fisik dari tiap lapisan batuan, diduga batuan sarang dalam sistem geothermal yang berupa sumber air panas di daerah penelitian adalah batuan breksi vulkanik dengan batuan penutup (cap rock berupa batuan tufa. Kata Kunci : Anomali Magnet, Struktur Geologi, Air Panas.

  13. Snow algae in an ice core drilled on Grigoriev Ice cap in the Kyrgyz Tien Shen Mountains

    Science.gov (United States)

    Honda, M.; Takeuchi, N.; Sera, S.; Fujita, K.; Okamoto, S.; Naoki, K.; Aizen, V. B.

    2012-12-01

    .6 x 103μm3 mL-1 (mean: 56μm3 mL-1 ), the unicellular cyanobacterium varied from 0.0 to 3.0 x 104μm3 mL-1 (mean: 1.2 x 103μm3 mL-1 ), and Green algae varied from 0.0 to 2.3 x 104μm3 mL-1 (mean: 2.2 x 103μm3 mL-1 ). Based on the dating by pollen grains, the 64 m core covers 237 years. The results suggest that the snow algae did not grow every year on the top of the ice cap, and their biomass and community structure varied greatly from year to year. The total biomass after the 1960s was significantly higher than those before the 1950s. This suggested suggests that the surface conditions changed more favorable to the growth of algae in the 1960s. Annal variation of the algal biomass was found to be significantly correlated with air temperature at the nearest observing station from Grigoriev the iIce cap and hydrogen stable isotope (δD) in the ice core. The results suggest that the algal growth is more preferable in warmer year.

  14. Analyse de l’air piégé dans les carottes de glace de Dôme C et Talos Dôme pour mieux contraindre le rôle du forçage orbital et des gaz à effet de serre dans les variations glaciaire-interglaciaire

    OpenAIRE

    Bazin, Lucie

    2015-01-01

    In order to study the climate variations recorded by ice cores, it is necessary to have precise chronologies for the ice and gas phases. The aim of this work has been to improve ice cores chronologies, covering the last 800 000 years, through new measurements of the isotopic composition of the air δ15N, δ18Oatm et δO2/N2) trapped in EPICA Dome C (EDC) ice core and the use of the Datice dating tool.The first important result of this PhD has been the production of the Antarctic Ice Core Chronol...

  15. Subcellular Sequestration and Impact of Heavy Metals on the Ultrastructure and Physiology of the Multicellular Freshwater Alga Desmidium swartzii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ancuela Andosch

    2015-05-01

    Full Text Available Due to modern life with increasing traffic, industrial production and agricultural practices, high amounts of heavy metals enter ecosystems and pollute soil and water. As a result, metals can be accumulated in plants and particularly in algae inhabiting peat bogs of low pH and high air humidity. In the present study, we investigated the impact and intracellular targets of aluminum, copper, cadmium, chromium VI and zinc on the filamentous green alga Desmidium swartzii, which is an important biomass producer in acid peat bogs. By means of transmission electron microscopy (TEM and electron energy loss spectroscopy (EELS it is shown that all metals examined are taken up into Desmidium readily, where they are sequestered in cell walls and/or intracellular compartments. They cause effects on cell ultrastructure to different degrees and additionally disturb photosynthetic activity and biomass production. Our study shows a clear correlation between toxicity of a metal and the ability of the algae to compartmentalize it intracellularly. Cadmium and chromium, which are not compartmentalized, exert the most toxic effects. In addition, this study shows that the filamentous alga Desmidium reacts more sensitively to aluminum and zinc when compared to its unicellular relative Micrasterias, indicating a severe threat to the ecosystem.

  16. Delineasi Model Tentatif Sistem Geotermal dan Interpretasi Komprehensif Berdasarkan Analisis Geofisika, Geokimia, dan Geologi

    OpenAIRE

    Makhrani, Makhrani

    2013-01-01

    Telah didelineasi model tentatif sistem geothermal berdasarkan interpretasi komprehensif dari analisis geofisika, geokimia dan geologi yang dapat memperlihatkan lebih jauh tentang sistem geothermal di daerah penelitian. Analisis geofisika dilakukan untuk zonasi bawah permukaan (overburden, claycap dan reservoar) dan penentuan fasa fluida reservoar. Pola aliran hidrotermal bawah permukaan ditentukan dari analisis geofisika dan geokimia, didukung oleh analisis geologi. D...

  17. Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri Dan Swasta Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Kota Medan

    OpenAIRE

    Chelladorai, Kalvina A/P

    2013-01-01

    Karies dan gingivitis merupakan masalah gigi dan mulut yang banyak dijumpai pada anak-anak di negara berkembang termasuk di Indonesia, dan cenderung meningkat pada setiap dasawarsa. Dalam media Indonesia diungkapkan bahwa 90% anak mengalami karies dan 80% menderita gingivitis. Karies gigi atau gigi berlubang adalah kerusakan struktur gigi sehingga terbentuknya lubang pada gigi. Gingivitis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh plak yang menyebabkan gingiva mengalami keradangan, membengk...

  18. PENGARUH KUALITAS LAYANAN (SERVQUAL), CITRA PERUSAHAAN (CORPORATE IMAGE), DAN KEPUASAN PADA GETHOK TULAR POSITIF SERTA NIAT BELI ULANG Studi Pada Penerbangan Berbiaya Rendah di Indonesia

    OpenAIRE

    Oktavianti, Maria Christina Dwi

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan (servqual), citra perusahaan (corporate image), dan kepuasan pada gethok tular positif serta niat beli ulang, studi pada penerbangan berbiaya rendah di Indonesia. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh konsumen yang pernah menggunakan layanan maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier), maskapai Lion Air dan atau Air Asia dalam waktu satu tahun terakhir. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara (purposive ...

  19. The economics of producing biodiesel from algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Biodiesel is an alternative fuel for conventional diesel that is made from natural plant oils, animal fats, and waste cooking oils. This paper discusses the economics of producing biodiesel fuel from algae grown in open ponds. There is potential for large-scale production of biodiesel from algal farms on non-arable land; however, previous studies have failed to demonstrate an economically viable process that could be scalable to a commercialized industry. The problems include inconsistent and insufficient algal productivities, uncertain capital and operating costs, volatile market prices and unknown levels of government support. Although intensive work is being done on many technological issues, the economic studies and data are incomplete and out of date. This paper presents an updated financial analysis of the production and economic conditions that could have a profound effect on the success of this important alternative fuel production process. (author)

  20. Rubidium efflux from the alga Hydrodictyon reticulatum

    International Nuclear Information System (INIS)

    Compartmental analysis of 86Rb outflux into a non-radioactive medium suggests that the distribution of potassium (for which rubidium seems to be a satisfactory marker) in the alga Hydrodictyon reticulatum is uniform, i.e. at the medium conditions used (0.1 mM CaCl2, 0.1 mM NaCl and 1.0 mM KCl) the potassium concentration is practically equal in the cytoplasm and in the vacuole. The unidirectional potassium flux across the tonoplast (about one order of magnitude lower than that across the plasmalemma) thus appears to be passive and does not result in an appreciable electrochemical potential difference of the potassium ion. (author)

  1. High-fidelity phototaxis in biflagellate algae

    Science.gov (United States)

    Leptos, Kyriacos; Chioccioli, Maurizio; Furlan, Silvano; Pesci, Adriana; Goldstein, Raymond

    2015-11-01

    The single-cell alga Chlamydomonas reinhardtii is a motile biflagellate that can swim towards light for its photosynthetic requirements, a behavior referred to as phototaxis. The cell responds upon light stimulation through its rudimentary eye - the eyespot - by changing the beating amplitude of its two flagella accordingly - a process called the photoresponse. All this occurs in a coordinated fashion as Chlamydomonas spins about its body axis while swimming, thus experiencing oscillating intensities of light. We use high-speed video microscopy to measure the flagellar dynamics of the photoresponse on immobilized cells and interpret the results with a mathematical model of adaptation similar to that used previously for Volvox. These results are incorporated into a model of phototactic steering to yield trajectories that are compared to those obtained by three-dimensional tracking. Implications of these results for the evolution of multicellularity in the Volvocales are discussed.

  2. An algae-covered alligator rests warily

    Science.gov (United States)

    2000-01-01

    An algae-covered alligator keeps a wary eye open as it rests in one of the ponds at Kennedy Space Center. American alligators feed and rest in the water, and lay their eggs in dens they dig into the banks. The young alligators spend their first several weeks in these dens. The Center shares a boundary with the Merritt Island National Wildlife Refuge, which encompasses 92,000 acres that are a habitat for more than 331 species of birds, 31 mammals, 117 fishes, and 65 amphibians and reptiles. The marshes and open water of the refuge provide wintering areas for 23 species of migratory waterfowl, as well as a year-round home for great blue herons, great egrets, wood storks, cormorants, brown pelicans and other species of marsh and shore birds, as well as a variety of insects.

  3. Study and determination of the national dosimetric standards in terms of air kerma for X-rays radiation fields of low and medium-energies; Etude et realisation des references dosimetriques nationales en termes de kerma dans l'air pour les faisceaux de rayons X de basses et moyennes energies

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ksouri, W

    2008-12-15

    Progress in radiation protection and radiotherapy, and the increased needs in terms of accuracy lead national metrology institutes to improve the standard. For ionizing radiation, the standard is defined by an absolute instrument used for air kerma rate measurement. The aim of the thesis is to establish standards, in terms of air kerma for X-rays beams of low and medium-energies. This work enables to complement the standard beam range of the Laboratoire National Henri Becquerel (LNHB). Two free-air chambers have been developed, WK06 for medium-energy and WK07 for low-energy. The air-kerma rate is corrected by several correction factors. Some are determined experimentally; and the others by using Monte Carlo simulations. The uncertainty budget of the air-kerma rate at one standard deviation has been established. These dosimetric standards were compared with those of counterparts' laboratories and are consistent in terms of degree of equivalence. (author)

  4. "ENERGY-EFFICIENT ARCHITECTURE" PARADIGMA DAN MANIFESTASI ARSITEKTUR HIJAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Priatman

    2002-01-01

    Full Text Available Energy adds a new standpoint from which to better understand building design. But the subject of study, architecture and its environmental and social context, is not new. The objective of design is to improve the quality of buildings and the environment. On broader perspective, the mentioned environment means global environment encompasses earth, air, water and energy that are needed to be conserved. Energy-efficient architecture is one of that architectural typology focuses on conservation of global environment. The paper discusses the existence of energy-efficient architecture and its contextual to green architecture. Abstract in Bahasa Indonesia : Faktor energi menambah suatu pijakan baru untuk memahami perencanaan arsitektur secara lebih baik. Tetapi sebenarnya, subyek arsitektur dan konteks lingkungannya bukanlah suatu hal yang baru., karena tujuan dari suatu disain adalah untuk meningkatkan kwalitas dari hasil arsitektur dan lingkungannya. Dalam perspektif lebih luas, lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan global alami yang meliputi unsur bumi, udara, air, dan energi yang perlu dilestarikan. Arsitektur Hemat Energi merupakan salah satu tipologi arsitektur yang ber-orientasi pada konservasi lingkungan global alami. Makalah ini membahas eksistensi arsitektur hemat energi ini dalam konteks wawasan arsitektur hijau (green architecture. Kata kunci: Arsitektur Hemat Energi, Arsitektur Hijau.

  5. Short-term effects of air pollution on mortality: a combined analysis in mine French cities; Effets a court terme de la pollution atmospherique sur la mortalite: resultats d'une analyse combinee realisee dans 9 villes francaises

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Quenel, P.; Le Tertre, A.; Eilstein, D.; Zeghnoun, A.; Saviuc, P.; Prouvost, H.; Cassadou, S.; Pascal, L.; Medina, S.; Le Goaster, C. [Institut de Veille Sanitaire, Dept. Sante Environnement, 94415 - Saint-Maurice (France); Declercq, C. [Observatoire Regional de la Sante Nord Pas de Calais, 59 - Lille (France)

    2000-08-01

    The objective of this study is to estimate the short term effects of air pollution on the activity of a medical practitioners network and to test if this network can contribute to epidemiological monitoring of atmospheric pollution. Twenty-two physicians counted respiratory, ocular and neurological symptoms between February 1996 and September 1997 in the Urban Area of Strasbourg. The indicators of pollution were the maximum and mean of daily concentrations for sulphur dioxide (SO{sub 2}), air particles (PM13) and nitrogen dioxide (NO{sub 2}), daily maximum and mean of 8-hours for ozone (O{sub 3}). The statistical method for correlation between symptoms and pollutants was a Poisson regression based on a Generalized Additive Model (GAM) which takes into account auto-regression, seasonal variations, influenza epidemics, pollen counts and meteorological factors. Statistically significant associations are presented below (in brackets: relative increase of daily number of the symptoms associated with an inter-quartile increase of pollutant's concentration). Maximum of SO{sub 2} was associated with cough (7.9%) and number of symptomatic patients (4.6%); mean of SO{sub 2} with hoarseness (5.4%) and headache (6.5%): maximum of PM13 with pharynx symptoms (5.5%), cough (5.6%), wheezing dyspnea (7.3%) and number of symptomatic patients (5.7%); mean of PM13 with pharynx symptoms (2.9%), cough (3.1%) and number of symptomatic patients (4.8%); maximum of NO{sub 2} with cough (4.4%) and number of symptomatic patients (2.8%); mean of NO{sub 2} with rhinorrhea (7.4%), pharynx symptoms (5.7%), cough (11.2%), wheezing dyspnea (9.7%) and no wheezing dyspnea (6.6%), headache (9.6%) and number of symptomatic patients (5.8%); maximum of O{sub 3} with ocular irritation (12.6%); mean of O{sub 3} with ocular irritation (10.9%). Using of a medical practitioners network is possible under several conditions (recall, workshops, easy collection of symptoms) and may be recommended for

  6. Isoprenoid biosynthesis in eukaryotic phototrophs: A spotlight on algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Lohr M.; Schwender J.; Polle, J. E. W.

    2012-04-01

    Isoprenoids are one of the largest groups of natural compounds and have a variety of important functions in the primary metabolism of land plants and algae. In recent years, our understanding of the numerous facets of isoprenoid metabolism in land plants has been rapidly increasing, while knowledge on the metabolic network of isoprenoids in algae still lags behind. Here, current views on the biochemistry and genetics of the core isoprenoid metabolism in land plants and in the major algal phyla are compared and some of the most pressing open questions are highlighted. Based on the different evolutionary histories of the various groups of eukaryotic phototrophs, we discuss the distribution and regulation of the mevalonate (MVA) and the methylerythritol phosphate (MEP) pathways in land plants and algae and the potential consequences of the loss of the MVA pathway in groups such as the green algae. For the prenyltransferases, serving as gatekeepers to the various branches of terpenoid biosynthesis in land plants and algae, we explore the minimal inventory necessary for the formation of primary isoprenoids and present a preliminary analysis of their occurrence and phylogeny in algae with primary and secondary plastids. The review concludes with some perspectives on genetic engineering of the isoprenoid metabolism in algae.

  7. Etude du rôle du récepteur nucléaire CAR, Constitutive Androstane Receptor, dans le métabolisme des lipides et la susceptibilité à l'athérosclérose

    OpenAIRE

    Sberna, Anne-Laure

    2011-01-01

    Le récepteur CAR, Constitutive Androstane Receptor, appartient à la-famille NR1 des récepteurs nucléaires. Initialement décrit comme un récepteur orphelin, CAR est en fait activé par un grand nombre de molécules exogènes et une des fonctions principales de CAR est celle de xénosenseur. L'activation CAR par ses différents ligands stimule la transcription des enzymes de phase I, II et III nécessaires à la détoxification et à l'élimination des xénobiotiques. Parallèlement, CAR a fait l'objet de ...

  8. Traitement de données dans les groupes de Lie : une approche algébrique. Application au recalage non-linéaire et à l'imagerie du tenseur de diffusion

    OpenAIRE

    Arsigny, Vincent

    2006-01-01

    Ces dernières années, le besoin de cadres rigoureux pour traiter des données non-linéaires s'est développé considérablement en imagerie médicale. Ici, nous avons proposé plusieurs cadres généraux pour traiter certains de ces types de données, qui appartiennent à des groupes de Lie. Pour ce faire, nous nous sommes appuyés sur les propriétés algébriques de ces espaces. Ainsi, nous avons présenté un cadre de traitement général pour les matrices symétriques définies positives, appelé log-euclidie...

  9. Heat wave during the summer 2003: relationship between temperature, air pollution and mortality in nine French towns; Vague de chaleur de l'ete 2003: relations entre temperatures, pollution atmospherique et mortalite dans neuf villes francaises

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    2006-07-01

    The objective of this study is to estimate, by taking the a particular period of summer 2003, the relationship between the exposure to ozone and the mortality risk. This estimation has for aim to realize a more valid, scientifically, evaluation of sanitary impact, for the period of heat wave that this one that could has been lead from anterior results. This study searches also to estimate, for the period of heat wave, the excess of mortality risk linked with the exposure to temperature and air pollution and the relative part of each of these factors in this combined effect. The analysis searches to evaluate an eventual displacement of mortality at short term that is to say a period of under mortality occurring at the immediate declining of the heat wave. (N.C.)

  10. KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Bakar M.Luddin

    2014-06-01

    Abstrak: Kinerja Kepala Sekolah dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Penelitian dilaksanakan di SMU Negeri 2 Kota Binjai, dengan memergunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, koordinator bimbingan dan konseling, dan guru pembimbing. Data di­kumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen, dan selanjutnya dianalisis sete­lah melalui proses triangulasi antarsubjek dan informasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling masih belum sepenuhnya sebagaimana yang diharapkan. Kepala sekolah perlu meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan fungsi koordinasi dan kepengawasan untuk mencapai kegiatan bimbingan dan konseling yang efektif.

  11. Pembuatan Paving Block Berbasis Semen Polimer Dengan Limbah Padat Grit Sebagai Substitusi Pasir Dan Perekat Polivinyl Alkohol (PVA)

    OpenAIRE

    Tiambun Roswati

    2009-01-01

    Paving block dalam penelitian ini adalah campuran dari material pasir, grit, semen, Polivinyl Alkohol dan air. Variabel pada paving block ini adalah komposisi grit terhadap pasir : 0 : 100; 10 : 90; 20 : 80; 30 : 70; 40 : 60; 50 : 50; 60 : 40; 70 : 30; 80 : 20; 90 : 10; 100 : 0 (%volume). Adapun tujuan penelitian adalah pemanfaatan limbah industri bubur kertas yaitu grit sebagai substitusi pasir dan penggunaan Polivinyl Alkohol sebagai perekat pada pembuatan paving block. Semen seba...

  12. Studi Korelasi Antara Bod Dengan Unsur Hara N, P Dan K Dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

    OpenAIRE

    Hidup Simanjuntak

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang studi korelasi antara BOD dengan unsur hara N, P dan K dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Sampel Limbah Cair Pabrik Kelapa sawit berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. Nusantara II (Persero) unit Pengolahan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Sampel diambil dari kolam Anaerobik primer 1, kolam Anaerobik primer 2, kolam Anaerobik sekunder 1 dan kolam Anaerobik sekunder 2. BOD dianalisa dengan metode Winkler, N dengan metode Dekstruksi Kjehldahl...

  13. Perbedaan Ikan Cupang Bias (Betta Splendens Crown Tail) Dan Ikan Hias Maanvis (Pterophyllum Altum) Sebagai Predator Jentik Nyamuk

    OpenAIRE

    Hijra Wati Tarihoran

    2009-01-01

    Nyamuk adalah salah satu jenis serangga yang merupakan vektor penularan penyakit terhadap manusia. Oleh karena itu populasi nyamuk harus dikendalikan sebagaimana mestinya. Salah satu cara atau metode pengendaliannya adalah dengan memanfaatkan ikan pemakan jentik nyamuk yaitu ikan cupang bias dan ikan bias maanvis. Ikan cupang hias dan ikan maanvis mempunyai habitat bidup yang sama, mampu hidup pada kondisi air yang bervariasi. Namun kedua jenis ikan ini mempunyai perbedaan kemampuan dalam hal...

  14. Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Septum Nasi

    OpenAIRE

    Bestari J. Budiman; Jon Prijadi

    2013-01-01

    AbstrakAbses septum nasi adalah terkumpulnya pus di antara tulang rawan dengan mukoperikondrium atau tulang septum dengan mukoperiosteum yang melapisinya. Abses septum dapat menyebabkan hidung pelana bahkan komplikasi intrakranial, sehingga diperlukan diagnosis dan tindakan yang tepat dan cepat. Telah dilaporkan satu kasus abses septum pada wanita umur 34 tahun dan telah dilakukan insisi dan eksplorasi abses dalam narkose umum.Kata kunci: Arial 9 Kata Kunci: Abses septum nasi, hematoma septum...

  15. ANALISIS PERBANDINGAN SPAP, IAS DAN SPKN

    OpenAIRE

    Maylia Pramono Sari

    2012-01-01

    Dalam mewujudkan Good Goveronance  akan dilakukan analisis perbandingan mengenai standar pemeriksaan nasional yaitu SPAP, ISA, dan SPKN untuk menemukan standar yang lebih tepat dan lebih lengkap untuk pemeriksaan sektor publik. Persamaan SPKN dan ISS  adalah tanggungjawab manajemen dan tanggungjawab auditor sedangkan perbedaannya adalah badan yang menerbitkannya. Perbedaan yang mendasar terletak pada karakter pemeriksaan BPK. Karakter tersebut adalah keharusan pemeriksa BPK untuk merancang ...

  16. PERBEDAAN KUALITAS TIDUR DAN KUALITAS MIMPI ANTARA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN MAHASISWA PEREMPUAN

    OpenAIRE

    Fuad Nashori, R. Rachmy Diana R. Rachmy Diana

    2012-01-01

    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur dan kualitas mimpiantara mahasiswa pria dan mahasiswa wanita. Hipotesis yang diajukan adalah (a) adaperbedaan kualitas tidur antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan,mahasiswawanita memiliki kualitas tidur yang lebih tinggi dibanding mahasiswa laki-laki, dan (b) adaperbedaan kualitas mimpi antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan, mahasiswawanita memiliki kualitas mimpi yang lebih tinggi dibanding ma...

  17. Pengelolaan Pupuk Organik Dan Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)

    OpenAIRE

    Hutasoit, Christina

    2010-01-01

    CHRISTINA HUTASOIT: Pengelolaan Pupuk Organik dan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.), dibimbing oleh J. M. Sitanggang dan Sabar Ginting. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dosis pupuk Organik dan pupuk Kalium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Penelitian telah dilakukan di lahan percobaan Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang pada bulan Desember – April 2010 menggunakan Rancangan Acak Kelo...

  18. Algae Technology for Reduction of Atmospheric CO2 Concentrations

    International Nuclear Information System (INIS)

    After a short overview about the climate situation with regard to CO2, the physiology of photosynthesis will be explained in nonprofessional's style using algae as an example. The photosynthesis products and their conversions into valuable materials for human nutrition or into base substances for diverse industries will be described. Furthermore, I will introduce the state of the art on current scientific projects aiming to improve algae productivity and for the synthesis of therapeutically medicinal proteins. A highly productive algae facility will be introduced including its integration in an energy concept.(author)

  19. Dinitrogen fixation by blue-green algae from paddy fields

    International Nuclear Information System (INIS)

    Recent work using radioactive nitrogen on the blue-green algae of paddy fields has been reviewed. These algae fix dinitrogen and photoassimilate carbon evolving oxygen, thereby augmenting nitrogen and carbon status of the soil and also providing oxygen to the water-logged rice paddies. Further studies using radioactive isotopes 13N, 24Na and 22Na on their nitrogen fixation, nitrogen assimilation pathways; regulation of nitrogenase, heterocysts production and sporulation and sodium transport and metabolism have been carried out and reported. The field application of blue green algae for N2 fixation was found to increase the status of soil nitrogen and yield of paddy. (M.G.B.)

  20. Photobiological hydrogen production with switchable photosystem-II designer algae

    Science.gov (United States)

    Lee, James Weifu

    2014-02-18

    A process for enhanced photobiological H.sub.2 production using transgenic alga. The process includes inducing exogenous genes in a transgenic alga by manipulating selected environmental factors. In one embodiment inducing production of an exogenous gene uncouples H.sub.2 production from existing mechanisms that would downregulate H.sub.2 production in the absence of the exogenous gene. In other embodiments inducing an exogenous gene triggers a cascade of metabolic changes that increase H.sub.2 production. In some embodiments the transgenic alga are rendered non-regenerative by inducing exogenous transgenes for proton channel polypeptides that are targeted to specific algal membranes.

  1. KERACUNAN BAHAN KIMIA BERACUN DI RUMAH TANGGA DAN PENANGGULANGANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Satmoko

    2012-10-01

    Full Text Available Pada umumnya semua bahan kimia merupakan racun, termasuk obat-obatan. Bahan kimia beracun di dalam rumah setiap saat dapat mengancam keselamatan kita, terutama anak-anak.Bahan bahan kimia yang sering digunakan dan, disimpan di rumah tangga adalah sangat beragam. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat umum karena bahan kimia tersebut dapat membahayakan anak-anak, khususnya balita atau bahkan orang dewasa apabila dalam pelabelan tidak jelas atau memindahkan wadah asli bahan kimia ke wadah lain tanpa diberikan keterangan atau label.Bahan kimia yang sering disimpan di rumah tangga adalah antara lain, spiritus (metil alkohol, asam cuka, air aki, aseton (penghapus cat kuku, bensin, pestisida, deterjen, karnper, kaporit, karbol, minyak tanah, terpentin, oli, obat obatan (boorwater, asetosal, obat-obatan penurun panas, barbiturat, mereurochrom, dan lain sebagainya.  

  2. Air-quality measurements in mega-cities: Focus on gaseous organic and particulate pollutants and comparison between two contrasted cities, Paris and Beijing; Mesures de la qualite de l'air dans les megapoles: zoom sur les polluants organiques gazeux et particulaires et comparaison entre deux villes contrastees, Paris et Pekin

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gros, V.; Sciare, J. [Laboratoire des Sciences du Climat et de l' Environnement (LSCE/IPSL), Laboratoire CEA/CNRS/universite de Versailles-Saint-Quentin, 91 - Gif sur Yvette (France); Yu, T. [Beijing Municipal Environmental Monitoring Centre (BMEMC), Beijing, PR (China)

    2007-10-15

    The rapid and important development of large urban areas ('mega-cities'), especially in developing countries, causes and will cause serious air-quality problems. Pollutant measurements in these cities help to characterize the chemical nature and the quantity of these pollutants and to constrain air-quality models. This paper focuses on measurements of volatile organic compounds and aerosols that have an important impact on air quality. We present a brief review on existing measurements and experimental strategies in mega-cities and then we show results from recent measurement campaigns that took place in two contrasted mega-cities: Paris and Beijing. (authors)

  3. Hubungan Stress Dengan Penyakit Dan Perawatan Periodontal

    OpenAIRE

    Der, William

    2009-01-01

    Stress adalah istilah yang mendefenisikan reaksi psiko-fisiologis tubuh terhadap berbagai rangsangan emosional atau fisik yang mengganggu homeostasis, dan ditemukan dapat mengeksaserbasi hasil dari penyakit infeksi bakteri dan virus pada model hewan dan manusia. Stres telah lama dinyatakan sebagai suatu faktor predisposisi yang penting untuk Gingivitis Ulseratif Nekrotik Akut (GUNA). Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa stres psikologis atau kondisi psikosomatik mendorong terjadinya peru...

  4. KOMPLIKASI, PENCEGAHAN DAN PENANGANAN EKSTRAVASASI AGEN KEMOTERAPI

    OpenAIRE

    I G A Mirah K; Putu Anda Tusta Adiputra

    2012-01-01

    Ekstravasasi agen kemoterapi ke jaringan sekitarnya merupakan kecelakaan yangdapat menyebabkan kerusakan jaringan progresif ireversibel dalam hitungan jamsampai hari. Manifestasi klinis ekstravasasi berupa nyeri, edema, eritema, danindurasi yang kemudian berkembang menjadi ulkus dan eschar hitam dankerusakan jaringan yang mendasarinya. Pencegahan terjadinya ekstravasasi dapatdilakukan dengan menggunakan pembuluh darah yang paten dan dengan aliranyang cepat dan tetap memperhatikan keluhan yang...

  5. PRINSIP DAN METODE ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Defriman Djafri

    2014-04-01

    Full Text Available Analisis risiko kesehatan lingkungan merupakan penilaian atau penaksiran risiko kesehatan yang bisa terjadi di suatu waktu pada populasi manusia berisiko. Kajian prediktif ini menghasilkan karakteristik risiko secara kuantitatif, pilihan-pilihan manajemen risiko dan strategi komunikasi untuk meminimalkan risiko tersebut. Data kualitas lingkungan yang bersifat agent specific dan site specific, karakteristik antropometri dan pola aktivitas populasi terpajan dibutuhkan untuk kajian ini.

  6. PRINSIP DAN METODE ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN

    OpenAIRE

    Defriman Djafri

    2014-01-01

    Analisis risiko kesehatan lingkungan merupakan penilaian atau penaksiran risiko kesehatan yang bisa terjadi di suatu waktu pada populasi manusia berisiko. Kajian prediktif ini menghasilkan karakteristik risiko secara kuantitatif, pilihan-pilihan manajemen risiko dan strategi komunikasi untuk meminimalkan risiko tersebut. Data kualitas lingkungan yang bersifat agent specific dan site specific, karakteristik antropometri dan pola aktivitas populasi terpajan dibutuhkan untuk kajian ini.

  7. MUTU SEKOLAH DAN BUDAYA PARTISIPASI STAKEHOLDERS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Kholis

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini memotret dan mengeksplor pemaknaan konsep sekolah bermutu, pengembangan budaya partisipasi, dan budaya sekolah, serta peran-peran yang dilakukan aktor dalam melakukan rekayasa sosial sekolah ke arah tercapainya sekolah bermutu di lembaga konfesional MIN Tegalasri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Standar pengukuran keabsahan datanya adalah; derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Ananlisis data dilakukan secara estafet mulai pengumpulan data, koleksi data, dan pemaknaan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dua aspek mutu yang dicapai bidang akademik dan nonakademik; tingkat partisipasi mulai dari pimpinan, staf pendidik, staf kependidikan, peserta didik, komite sekolah, dan paguyuban kelas; budaya sekolah yang dikembangkan adalah konsolidasi internal-eksternal, mensinergikan potensi internal-eksternal, mendekatkan sekolah dengan masyarakat, bekerjasama dengan berbagai pihak, restrukturisasi dan revitalisasi komite sekolah dan paguyuban kelas, dan mengembangkan budaya bersih, indah dan nyaman; kepala sekolah merupakan aktor pengembangan budaya sekolah bermutu dan partisipasi stakeholders. Kata kunci: mutu sekolah, budaya partisipasi stakeholders

  8. Desiccation induces accumulations of antheraxanthin and zeaxanthin in intertidal macro-alga Ulva pertusa (Chlorophyta.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Xiujun Xie

    Full Text Available For plants and algae, exposure to high light levels is deleterious to their photosynthetic machineries. It also can accelerate water evaporation and thus potentially lead to drought stress. Most photosynthetic organisms protect themselves against high light caused photodamages by xanthophyll cycle-dependent thermal energy dissipation. It is generally accepted that high light activates xanthophyll cycle. However, the relationship between xanthophyll cycle and drought stress remains ambiguous. Herein, Ulva pertusa (Chlorophyta, a representative perennial intertidal macro-algae species with high drought-tolerant capabilities and simple structures, was used to investigate the operation of xanthophyll cycle during desiccation in air. The results indicate that desiccation under dim light induced accumulation of antheraxanthin (Ax and zeaxanthin (Zx at the expense of violaxanthin (Vx. This accumulation could be arrested by dithiothreitol completely and by uncoupler (carbonyl cyanide p-trifluoromethoxyphenylhydrazone partially, implying the participation of Vx de-epoxidase in conversion of Vx to Ax and Zx. Treatment with inhibitors of electron transport along thylakoid membrane, e.g. DCMU, PG and DBMIB, did not significantly arrest desiccation-induced accumulation of Ax and Zx. We propose that for U. pertusa, besides excess light, desiccation itself could also induce accumulation of Ax and Zx. This accumulation could proceed without electron transport along thylakoid membrane, and is possibly resulting from the reduction of thylakoid lumen volume during desiccation. Considering the pleiotropic effects of Ax and Zx, accumulated Ax and Zx may function in protecting thylakoid membrane and enhancing thermal quenching during emersion in air.

  9. ANALISIS HUBUNGAN SISTEM BANGUNAN DENGAN KINERJA TOTAL DAN INTEGRASI BANGUNAN PADA BERBAGAI GEDUNG BERTINGKAT DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Pintardi Chandra

    2001-01-01

    Full Text Available Factors in building system design have target in achieving maximum performance when they have proper correlation with total performance and building integrity. The purpose of this research is to find out the influence of building system: structural, envelope, mechanical and interior, to the performance and building integrity: spatial, thermal, indoor air quality, acoustical, and performance visual and building integrity. The analysis shows that: Structural system has dominant influence to the spatial performance, indoor air quality and building integrity (mean 4,75, envelope system has dominant influence to the thermal performance (mean 4,75, mechanical system has dominant influence to the visual performance (mean 5,00, interior system has dominant influence to the spatial performance (mean 4,75, In conclusion, there are differences in which building systems affect the total performance and building integrity. Abstract in Bahasa Indonesia : Faktor-faktor dalam desain sistem bangunan mempunyai sasaran dalam mencapai kinerja maksimum bila memiliki hubungan yang sesuai dengan kinerja total dan integrasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana faktor-faktor dalam sistem bangunan: structural, envelope, mechanical dan interior berpengaruh terhadap kinerja dan integrasi bangunan: spatial, thermal, indoor air quality, acoustical dan visual performance serta building integrity. Dari hasil analisis data, didapat: Structural system memiliki pengaruh yang dominan terhadap spatial performance, indoor air quality dan building integrity (mean 4,75, envelope system memiliki pengaruh yang dominan terhadap thermal performance (mean 4,75, mechanical system memiliki pengaruh yang dominan terhadap visual performance (mean 5,00, interior system memiliki pengaruh yang dominan terhadap spatial performance (mean 4,75. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh desain sistem terhadap kinerja total dan integrasi bangunan.

  10. Perancangan Sistem Distribusi Aliran Air Bersih Pada Perumahan Telanai Indah Kota Jambi

    OpenAIRE

    Sidabutar, Hitler Maruli

    2010-01-01

    Air merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa air manusia tidak dapat melaksanakan aktivitas mereka sehari-hari. Dalam usaha memenuhi kebutuhan akan air bersih maka diperlukan tata cara pendistribusian air bersih tersebut agar sampai ke pelanggan. Untuk itu diperlukan sistem perpipaan. Pada dasarnya fungsi dari perpipaan ini adalah untuk mendistribusikan air bersih ke tempat-tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup, dan yang kedua, membuang air kotor dari tempat...

  11. Pandangan Konsumen Terhadap Kualitas Air PDAM Tirtabina Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu

    OpenAIRE

    Khoiriah, Neng

    2012-01-01

    Penulisan skripsi ini berjudul pandangan konsumen terhadap kualitas fisik air PDAM Tirtabina dalam penyediaan air bersih di Rantauprapat. Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan mahluk dimuka bumi ini, bagi manusia air mempunyai peranan penting dalam kehidupan , dalam hal ini penyediaan sarana air bersih PDAM Tirtabina mempunyai peranan yang sangat penting, tetapi pada kenyataanya banyak masyarakat/konsumen PDAM yang mengeluh bahwa-pelayanan pendistribusian air yang kurang lancar dan kua...

  12. Rancang Bangun Turbin Air Sungai Poros Vertikal Tipe Savonius dengan Menggunakan Pemandu Arah Aliran

    OpenAIRE

    Adia Cahya Purnama; Ridho Hantoro; Gunawan Nugroho

    2013-01-01

    Pemanfaatan sumber energi air terutama digunakan sebagai penyedia energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air maupun mikrohidro. Salah satu permasalahan adalah bagaimana memanfaatkan potensi energi aliran air yang relatif kecil. Maka dari itu guna memanfaatkan dan meningkatkan potensi energi aliran air yang relatif kecil diperlukan penelitian. Pemanfaatan energi air pada penelitian ini adalah pemanfaatan energi kinetik aliran air. Energi mekanik yang merupakan transformasi dari energ...

  13. A survey of Marine Algae and Seagrasses of İstanbul, (Turkey)

    OpenAIRE

    Aysel, V.; Erduğan, H.; Dural, B.; Okudan, E.Ş.

    2008-01-01

    Abstract In this research, have been studied marine algae in the upper infralittoral zone of the Bosphorus coasts of İstanbul (including Bosphorus) . A total of 244 taxon have been determined. 11 of them belong to blue-green bacteria (Cyanophyta), 127 to red algae (Rhodophyta), 46 to brown algae (Heterokontophyta), 60 to green algae (Chlorophyta) and 2 to flowering plants (Tracheophyta).

  14. Musisi Sekuler dan Gerejawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Cristovel

    2007-12-01

    Full Text Available Menjadi seorang musisi tidak sekedar bermain musik atau menyanyi saja. Ada jenjang-jenjang yang akan dilewatidalam dunia musik, yang pada akhirnya setiap musisi dihadapkan kepada tanggung jawab dalam dunia tersebut. Di jaman ini, jika jenjang seorang musisi sudah tahap profesional, maka musik dan bisnis merupakan hal yang tidak terpisahkan. Jadi tidak heran jika ada banyak orang yang memimpikan untuk berkarier dalam bidang musik, bahkan telah men1adicita-cita sejak kecil.Jadi penting bagi musisi gerejawi benar-benar "mengkotakkan dirinya" terhadap persepsi yang dianut oleh musisi sekuler, bukan mencampurkannya. Hal ini sangat esensial, karena musisi gerejawi bukan melayani manusia melainkan oleh anugerah Tuhan dipercayakan pekerjaan ini. Dengan demikian pelayanan sebagai musisi gerejawi tidak tercemar oleh persepsi dari dunia musik sekuler. Selain itu musisi gerejawi dapat merefleksikan Tuhan yang disembahnya kepada dunia sekuler, karena tujuan dari semua yang dilakukannya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan.

  15. Studi Numerik dan Eksperimental Aliran 3-D pada Kombinasi Airfoil Pelat Datar dengan Variasi Permukaan Bawah dan Pengaruh Celah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Nugroho

    2005-01-01

    Full Text Available Recently, the complexity of 3-D flow around airfoil/flat plate junction at endwall region has attracted many researchers of Aerodynamics. The majority of its experimental and numerical observations are conducted to compressor cascade. Because of that importance, stronger conceptual basis of 3-D flow is required, so the present study has stressed on single body airfoil/flat plate which clearance effect is exist. Variation of angle of attack and geometry on lower surface in this research have been carried out numerically and experimentally. Numerical study has been implemented by putting inlet velocity 25 m/s as initial condition while air density and viscosity are assumed constants. Trends of coefficient of pressure and velocity vector are studied accurately. Experimental study was conducted in wind tunnel with inlet velocity 25 m/s by means of measurement of static pressure on wall and airfoil which endwall and midspan are included. Two previous methods were supported by flow visualisation in the manner of examining the details of skin friction line. It was evidenced that 2-D history flow was strongly influenced 3-D flow characteristics. It was clarified by lower surface variation and by usage of wider blade thickness model, that was when incoming flow attached to leading edge would experience stronger adverse pressure gradient with the result that separated earlier and so was when it pass more curved surface, stronger adverse pressure gradient is responsible for generating greater pressure difference between upper and lower surface and finally, tip clearance flow is induced more intensivelly. Those effects are amplified when angle of attack is applied. Saddle point is formed further away in front of leading edge and tend to move on pressure side below, Wider branch separation line is detected and jet flow is amplified. Abstract in Bahasa Indonesia : Kompleksnya aliran 3-D pada daerah endwall dan ujung dari kombinasi airfoil/plat datar telah

  16. Pencemaran merkuri di perairan dan karakteristiknya: suatu kajian kepustakaan ringkas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Adlim

    2016-05-01

    emas menggunakan unsur merkuri yang sukar larut dalam air, kelarutannya hanya 0,06 g per ton unsur merkuri  namun kelarutannya dapat meningkat jika di dasar laut yang gelap dan banyak oksigen terlarut. Berdasarkan sifat kelarutannya, dapat dipahami bahwa kadar merkuri di Sungai Teunom masih di bawah batas toleransi, namun aktivitas penambangan emas tetap saja memiliki resiko kerusakan lingkungan apalagi jika tidak mendapat pengawasan yang memadai. Banyak peneliti berusaha membuktikan perubahan merkuri menjadi metil merkuri (biometilasi tetapi mereka menggunakan garam merkuri dan bukan unsur merkuri dalam ekperimen mereka. Metil merkuri memang ditemukan di alam tetapi proses perubahan dari senyawa merkuri menjadi metil merkuri masih diperdebatkan dan belum diperoleh bukti yang kuat perubahan dari unsur merkuri menjadi metil merkuri dalam air sehingga di Peraian Aceh belum tentu tercemar metil merkuri sebagaimana kasus Minamata. Kata kunci: Aceh; metil-merkuri; minamata; penambangan; emas

  17. Effects of elevated CO2 on sensitivity of six species of algae and interspecific competition of three species of algae

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2006-01-01

    Effects of elevated CO2 (5000 μl/L) on sensitivity comparison of six species of algae and interspecific competition of three species of algae were investigated. The results showed that, the cell densities of six species of algae grown in elevated CO2significantly increased compared to those in ambient CO2 (360 μl/L), and with the time prolonged, the increasing extent increased.Therefore, elevated CO2 can promote the growth of six species of algae. However, there were differences in sensitivity between six species of algae. Based on the effects of elevated CO2 on biomass, the sensitive order (from high to low) was Platymanas sp.,Platymanas subcordiformis, Nitzschia closterium, Isochrysis galbana Parke 8701, Dunaliella salina, Chlorella sp., on the condition of solitary cultivation. Compared to ambient CO2, elevated CO2 promoted the growth of three species of algae, Platymanas subcordiformis, Nitzschia closterium and Isochrysis galbana Parke 8701 under the condition of mixed cultivation. The sensitivity of the three species to elevated CO2 in mixed cultivation changed a lot compared to the condition of solitary cultivation. When grown in elevated CO2 under the condition of mixed cultivation, the sensitive order from high to low were Nitzschia clostertium, Platymonas subcordiformis and Isochrysis galbana Parke 8701. However, under the condition of solitary cultivation, the sensitive order in elevated CO2 was Isochrysis galbana Parke 8701, Nitzschia clostertium, Platymonas subcordiformis, from sensitive to less sensitive. On the day 21, the dominant algae, the sub-dominant algae and inferior algae grown in elevated CO2 did not change. However, the population increasing dynamic and composition proportion of three algal species have significantly changed.

  18. Persepsi Manajer Tentang Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Faktor Kondisional Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Jumirin

    2008-01-01

    Penelitian ini adalah penelitian empiris yang dilakukan pada tahun 2006, yang bertujuan untuk menguji pengaruh interaksi antara total quality management terhadap kinerja manajerial dan sistem pengukuran kinerja, sistem penghargaan dan sistem penetapan tanggungjawab sebagai variabel moderating pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey, dengan sample manajer Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi seb...

  19. Propagation and Dissolution of CO2 bubbles in Algae Photo-bioreactors

    Science.gov (United States)

    Kosaraju, Srinivas

    2015-11-01

    Research grade photo-bioreactors are used to study and cultivate different algal species for biofuel production. In an attempt to study the growth properties of a local algal species in rain water, a custom made bioreactor is designed and being tested. Bio-algae consumes dissolved CO2 in water and during its growth cycle, the consumed CO2 must be replenished. Conventional methods use supply of air or CO2 bubbles in the growth medium. The propagation and dissolution of the bubbles, however, are strongly dependent on the design parameters of the photo-bioreactor. In this paper, we discuss the numerical modeling of the air and CO2 bubble propagation and dissolution in the photo-bioreactor. Using the results the bioreactor design will be modified for maximum productivity.

  20. Sistem Distribusi Air Siap Minum PDAM Kota Malang : Studi Kasus Kecamatan Blimbing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bariqul Haq

    2014-09-01

    Full Text Available PDAM Kota Malang telah menerapkan sistem distribusi air siap minum, sistem distribusi tersebut dinamakan Zona Air Minum Prima (ZAMP. Pada daerah ZAMP, kuantitas, kontinuitas dan kualitas air yang didistribusikan dijamin memenuhi standar air siap minum. ZAMP merupakan program CATNIP (Certification and Training for Network Improvement Project hasil kerjasama antara Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI dengan US-AID yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air minum melalui program sertifikat dan pelatihan untuk perbaikan jaringan perpipaan PDAM. Saat ini ZAMP PDAM Kota Malang sudah melayani 82% wilayah Kota Malang. Wilayah yang belum terlayani nantinya akan dikembangankan dan salah satu wilayahnya adalah Kecamatan Blimbing. Pengembangan ZAMP ini menggunakan bantuan program EPANET 2.0. Program EPANET 2.0 ini digunakan untuk merencanakan sistem distribusi air siap minum dan analisa kualitas sisa klor pada air PDAM Kota Malang. Analisa kualitas sisa klor, data awal konsentrasi sisa klor didapatkan dari hasil sampling langsung ke pelanggan PDAM. Pengembangan Zona Air Minum Prima (ZAMP PDAM Kota Malang di Kecamatan Blimbing ini dengan direncanakan District Meter Area atau DMA II.2 dan DMA II.10 dengan jumlah layanan mencapai 500 SR tiap DMA. Analisis perencanaan ZAMP PDAM di Kecamatan Blimbing Kota Malang ini menggunakan program EPANET 2.0 untuk mempermudah dalam pengerjaannya. Selain itu dilakukan analisis mengenai kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum yang akan didistribusikan. Kualitas air di DMA dipantau secara eksternal dan internal yang dilakukan secara berkala. Kualitas yang dipentingkan pada perencanaan ini adalah sisa klor yang dijaga minimal 0,2 mg/L agar memenuhi parameter kualitas air minum.